You are on page 1of 15

Blok Metode Belajar

JUDUL SKENARIO : IBU TITIPAN
Wrap Up

Kelompok : A-11
1. Ketua 2. Sekretaris

: 1102010123 : Hilda Herman : 1002010087 : Elga Elaskia

Anggota:
1. 1102010020 2. 1102010021 3. 1102010043 4. 1102010085 5. 1102010086 6. 1102010121 7. 1102010122 8. 1102010153

: Andhika Hadi Wirawan : Andhika Rachadian Pratama : Ayu Violet Elfareta : Dyane Vatricia : Eka Septia Puspitasari : Herdanti Dwi Putri : Heru Tri Purwanto : Liza Chairunnisa

FAKULTAS KEDOKTERAN

UNIVERSITAS YARSI JAKARTA 2010/2011 .

Bambang pakar dalam etik kedokteran. dan agama kepada pasangan tersebut. Setelah menimbang dan memilih siapa ibu titipannya. tetapi kepolisian mengatakan tidak ada pasalnya anak yang diculik ibu kandungnya. . Prof. Dokter Yulianto juga merasa sudah melakukan keadilan kepada pasiennya (Justice). dan merujuknya kepada Prof. budaya. memberikan informasi tindakan apa yang akan dilakukan kepada kedua pasangan tersebut. Bambang. Marsya mulai mencintai bayi yang ada di kandungannya tersebut. mereka berdua kemudian mencari informasi tentang hal tersebut dan memutuskan untuk melakukan bayi tabung dan menitipkannya pada wanita lain dan mempunyai rahim yang normal. Bambang menerangkan tentang hubungan etika. Yulianto. Pasangan Tamara Rafli melaporkan hal ini kepada Polisi. SpOG. sehingga sulit untuk mempunyai keturunan. terpilih sebagai ibu titipan pasangan tersebut dan bersedia menjadi ibu titipan pasangan Tamara Rafli. Pada suatu hari mereka mendapat informasi tentang surrogate mother atau ibu titipan dari temannya di Eropa. Setelah memperoleh informasi dari Prof. sebagai dokter dia wajib melakukan yang terbaik (Beneficence) untuk pasiennya. Merek sudah memeriksakan dirinya ke ahli kandungan dan kebidanan dr. Dokter Yulianto SpOG. dokter ahli kandungan dan kebidanan tersebut mengatakan ada kelainan di rahim Tamara yang sulit diperbaiki. Yulianto SpOG. pilihan mereka jatuh pada seorang mahasiswi kedoketran di salah satu perguruan tinggi swasta di Jakarta. Dia mulai berniat mengingkari janji yang sudah dibuat dengan pasanagan Tamara Rafli dan berniat tidak akan mengembalikan bayi yang akan dilahirkannya tersebut. Kemudian Tamara sebagai ibu genetik menempuh jalan damai dengan mendekati Marsya sebagai ibu kandung tetapi Marsya tetap tidak mau menyerahkan bayi perempuan yang dilahirkannya. dan tidak melakukan suatu keadaan yang memperburuk pasien tersebut (NonMaleficence) dan menghormati keputusan pasien (Otonomi) dalam melakukan surrogate mother. karena dia merasa bahwa bayi yang ada di kandungannya adalah anaknya. Marsya kemudian melarikan diri dan sembunyi di kota terpencil untuk melahirkan bayinya. pasangan Tamara Rafli kembali menemui dr. Marsya (24 th) mahasiswi kedokteran tingkat akhir. Tamara (32 th) menikah dengan Rafli (37 th) dan selama 3 tahun belum dikaruniai seorang anak.Ibu Titipan: Titip Rindu untuk Ibu Tamara adalah seorang calon ibu dari bayi yang dikandung wanita lain. Marsya menerima sejumlah uang untuk menyewakan rahimnya dan kompensasi semua biaya kesehatan dan semua kebutuhannya selama menjadi ibu titipan. Mendekati bulan kelahirannya Marsya berubah pikiran.

3. LO.1. Memahami dan menjelaskan Kaidah Dasar Bioetika beneficence dan autonomi. Mampu memahami Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) dan Kaidah Dasar Bioetik beneficence dan autonomi.3.2.3. LO.2. LO. LO.1. LO. Memahami dan menjelaskan karakteristik dokter muslim. LI. LO.1.1.2. LO. LO. LO. LI. LO.2. Mampu memahami ciri-ciri dokter muslim.4. Memahami dan menjelaskan Etika Klinik.2.4. LO.2. Memahami dan menjelaskan hak dan kewajiban pasien. .4. Memahami dan menjelaskan hukum surrogate mother. Memahami dan menjelaskan pengertian dokter muslim.1.3.2. Mampu memahami tentang hukum praktik bayi tabung dan surrogate mother atau Ibu Titipan menurut Islam.2. LO.3.3.1. Memahami dan menjelaskan jenis-jenis perjanjian kontrak terapeutik.4. Mampu memahami hubungan dokter pasien. Memahami dan menjelaskan Etika Kedokteran. Memahami dan menjelaskan hukum inseminasi dan bayi tabung.3.4. LO.1. Memahami dan menjelaskan syarat bolehnya inseminasi buatan dan bayi tabung.4. Memahami dan menjelaskan pola hubungan dokter – pasien. LI. LO.3. Memahami dan menjelaskan cirri-ciri dokter muslim.2. Memahami dan menjelaskan hak dan kewajiban dokter.3.Sasaran Belajar LI.1. Memahami dan menjelaskan Hubungan Etik dengan Hukum.

senang merendahkan orang lain.Penghibur. Percaya akan adanya kematian yang tidak terelakan seperti banyak ditegaskan dalam AlQuran dan Hadist Nabi .Peduli Terhadap Pasien 6. khurafat. Dalam pengobatan tidak boleh berakibat mencacatkan tubuh pasien. Lembaga-lembaga pelayanan kesehatan harus bersifat simpatik. 6. Memahami dan menjelaskan pengertian dokter muslim. takabur.2.Pemberi Nasehat 8.1. Mampu memahami ciri-ciri dokter muslim. Pengobatannya tidak berbau takhayul. kecuali sudah tidak ada alternatif lain. LO.Sabar. Menurut Abu Al-Fadl: 1.1. 5.3. Memahami dan menjelaskan cirri-ciri dokter muslim.Murah Senyum.1.Menjaga Kesehatan sendiri 9. Menjauhkan dan menjaga diri dari pengaruh atau lembaga-lembaga non-Islamis. 9. 3.Penyayang. Hanya dilakukan oleh tenaga medis yang menguasai bidang medis.Berilmu Pengetahuan LO. Dokter memiliki sifat-sifat terpuji. Harus berpenampilan rapi dan bersih. 3. 7. Dokter muslim adalah seorang dokter beragama Islam yang menguasai ilmu kedokteran dan menjadikan syariat Islam sebagai acuan dalam menunaikan tugasnya.Suci hatinya & dapat dipercaya 10.Tenang sekalipun dalam keadaan kritis 5. riya. Menurut Ja’far Khadim Yamani: 1. Memahami dan menjelaskan karakteristik dokter muslim. 4.Penjelasan Sasaran Belajar LI.Rendah Hati. 1. Dokter harus mengobati pasien dengan ihsan dan tidak melakukan hal-hal yang bertentangan dengan Al-Quran. serta sikap hina lainnya. LO.Toleran 4. atau bid’ah.1.Memandang semua pasien sama 7. 2.Beriman dan Bertaqwa 2. Tidak menggunakan bahan haram atau dicampur dengan unsur haram.1. 8. tidak memiliki rasa iri.

Contextual Features : Dibahas pertanyaan etik seputar aspek non medis yang mempengaruhi keputusan.2. bahkan seharusnya setiap pasien perlu diminta izn tertulis untuk menjadi subjek pendidikan. masyarakat. Pembuatan keputusan etik terutama dalam situasi klinik dapat dilangsungkan dengan pendekatan yang berbeda dengan pendekatan kaidah dasar normal.3.2. dokter tidak memberati pasien. Siegler. .2. keluarga. LI. Jansen. LO. dan faktor hukum. LO. seperti faktor keluarga. 4.2. Dengan kepasrahan demikian maka akan menghindarkan perasaan bersalah jika segala upaya yang dilakukannya mengalami kegagalan. Medical Indication : Meliputi semua prosedur diagnostik dan terapi yang sesuai untuk mengevaluasi keadan pasien dan mengobatinya. agama. berbicara baik kepada pasien. Etik profesi kedokteran merupakan perilaku para dokter dan dokter gigi dalam hubungannya dengan pasien. Etika adalah ilmu yang mempelajari tentang asas akhlak. Bahwa tidak semua pasien yang berobat jalan dan atau dirawat inap di rumah sakit pendidikan atau rumah sakit yang dimanfaatkan untuk lahan praktik klinik. 3. tidak melakukan pelecehan seksual disarankan pasien didampingi orang ketiga.1. Mampu memahami Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI) dan Kaidah Dasar Bioetik beneficence dan autonomi. Patient Preference : Mempertahankan nilai dan penilaian pasien tentang manfaat dan beban yang akan diterimanya. Quality of Life : Merupakan aktualisasi salah satu tujuan kedokteran yaitu memperbaiki. Memahami dan menjelaskan Kaidah Dasar Bioetika. otomatis menadi sujek pendidikan.2. teman sejawat dan mitra kerja. seorang dokter muda atau Ko-assisten harus memahami hal-hal berikut: 1. Pada praktik klinik. Memahami dan menjelaskan Etika Kedokteran. 2. LO. Pasrah kepada Allah sebagai dzat penyembuh. 3. alokasi sumber daya. Memahami dan menjelaskan Etika Klinik. Menghormati pasien. Tujuan pendidikan etika dalam pendidikan dokter adalah untuk menjadikan calon dokter lebih manusiawi dengan memiliki kematangan intelektual dan emosional. Ini berarti tidak membebaskan dokter dari segala upaya diagnosis dan pengobatan. kerahasiaan. Winslade (2002) mengembangkan teori etik yang menggunakan 4 topik yang esensial dalam pelayanan klinik yaitu: 1. Jika ada penolakan dari pasien harus dihormati. ekonomi.2. menjaga dan meningkatkan kualitas hidup insani. tidak membocorkan rahasia dan perasaan pasien. budaya.

Memahami dan menjelaskan Hubungan Etik dengan Hukum. 5.Kadangkala pemeriksaan dilakukan oleh lebih dari satu dokter muda. Penyelesaian pelanggaran etik tidak selalu disertai bukti fisik.Kadangkala pemeriksaan dilakukan hanya untuk tujuan pendidikan. 3.3. 3.2.3. Sama-sama merupakan alat untuk mengatur tertibnya hidup bermasyarakat. sanksi terhadap pelanggaran hukum berupa tuntutan. Kepada pasien yang berstatus subjek pendidikan. Mampu memahami hubungan dokter pasien. Pada prosedur invasive harus dihadiri supervisor apalagi pada tindakan pertama kali yang dilakukan oleh dokter muda. 6. Sebagai objeknya adalah tingkah laku manusia. Menggugah kesadaran untuk bersikap manusiawi 5. Memahami dan menjelaskan pola hubungan dokter – pasien. LO.Pertama kali akan diperiksa oleh dokter muda. • Selain itu juga harus ada kepercayaan yang melandasi hubungan medik . . 2. Perbedaan etik dan hukum: 1. Pelanggaran etik diselesakan oleh Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI) yang dibentuk oleh Konsil Kedokteran Indonesia dan atau oleh Majelis Kehormatan Etika Kedokteran (MKEK) yang dibentuk oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI). Etik disusun berdasarkan kesepakatan anggota profesi. . penyelesaian pelanggaran hukum memerlukan bukti fisik. Sanksi terhadap pelanggaran etik berupa tuntunan. bukan asuhan medik. Etik berlaku untuk lingkungan profesi. Sumbernya adalah hasil pemikiran para pakar dan pengalaman para anggota senior. Permintaan untuk tindakan medik haruslah sopan. hukum tercantum secara terinci dalam kitab UndangUndang dan lembaran/berita Negara. Etik tidak seluruhnya tertulis. Esensi Hubungan Dokter Pasien (HDP) • Secara Umum: Hubungan Biomedis aktif-pasif dimana superioritas dokter terlihat jelas. 4.2. berat sebelah • Idealnya hubungan mendekati persamaan hak antar manusia.1. hukum disusun oleh badan pemerintah. Persamaan etik dan hukum: 1. 2. 4. LO. 4.4. Mengandung hak dan kewajiban anggota masyarakat agar tidak saling merugikan. hukum berlaku untuk umum. perlu diberikan informasi bahwa: . LI. 3. pelanggaran hukum diselesaikan oleh pengadilan.

berpengalaman. Biasanya pada keadaan pasien tidak terlalu berat. Prinsip utama adalah otonomi yang dimulai tahun 1972-1975 (social contract) 3. • Pelaksanaan keduanya diatur dalam peratutan tertentu agar terjadi keharmonisan dalam pelaksanaanya • Hubungan hukum antara dokter dan pasien ada 2 bentuk a) Hubungan karena kontrak b) Hubungan karena Undang-Undang Pola-pola hubungan dokter pasien 1. dokter dan pasien berpartner untuk melawan pihak ke3 yaitu penyakitnya. Kerjasama ditunjukkan dengan nasihat atau anjuran dokter. Kredibilita yaitu terbagi 2: • Keahlian (expertise) : hubungan dengan kemampuan menangani pasien dan penyakitnya dianggap cerdas. Mulai dikritik tahun 1956 2. dokter tidak mengambil keputusan dan lebih modern. pasien sadar aktif mengubah dirinya. pola klasik dokter sepenuhnya melaksanakan ilm tanpa campur tangan pasien’ • Guidance – cooperation : hubungan berupa membmbing .Dokter memainkan peran penting sebagai sosok yang memiliki kredibilitas tinggi. Lebih mengutamakan keselamatan pasien (patient’s safety) kalau dokter ingin selamat. Priestly model (paternalistik) Menggunakan prinsip utama beneficence dengan meniadakan hak pasien. Hubungan contractual lebih dilihat dari kacamata hukum. Collegial model (mitra) Hak dokter pasien sejajar dengan pasien adalah subek hukum yang dapat mengambil keputusan. pasien harus selamat labih dahulu supaya tidak ada tuntut menuntut. • Mutual-participation : filosfinya mansia meneliti martabat dan hak yang sama pada pemeliharaan kesehatan. Partnership Dikembangkan 5 tahun belakangan ini di eropa dan amerika. kerja sama orang tua – remaja. ahli. • Kepercayaan : berkaitan dengan watak sebagai penolong terpercaya Pola hubungan berdasarkan sosia budaya dan penyakit pasien: • Activity-passivity: hubungan orang tua anak. medical check-up. Engineering model Hak pasien penuh. . Aspek hukum hubungan dokter-pasien: • Dokter dan pasien adalah dua subjek hukum yang terkait dalam hukum kedokteran. • Keduanya membentuk baik hubungan medik maupun hubungan hukum. 4. Hak penuh pengambilan keputusan oleh dokter/ dokter lebih dominan. mampu. terlatih.

rumah sakit dan lain-lain.2.3. dan harus juga tersedia sarana yang memadai ditambah lagi dengan mutu pelayanan. kecuali dengan keikhlasan. Seorang dokter harus memberikan pelayanan kedokteran atau kesehatan sesuai dengan kemajuan iptek.3. Memahami dan menjelaskan jenis-jenis perjanjian kontrak terapeutik LO.menghayati dan mengamalkan sumpah dokter. laboratorium klinik. Imbalan jasa yang diterima oleh dokter disebut honorarim b) Secara sendiri atau bersama-sama menerapkan pengetahuan dan keterlampilan dokter dalam segala bentuk tanps kebebasan profesi. a) Meskipun dalam menjalankan tugasnya dokter berhak memperoleh imbalan namun dalam hal ini tidak boleh disamakan dengan usaha atau pelayanan jasa yang lain. c) Menerima imbalan selain dari pada yang layak sesuai dengan jasanya. optisien. bahwa pengetahuan dan keterlampilan profesi yang dimilikinya adalah karunia dan kemurahan Allah swt.3. seorang dokter tidak boleh dipengaruhi oleh sesuatu yang mengakibatkan hilangnya kebebasan kemandirian profesi.LO. Dokter harus selalu sadar. Kewajiban seorang dokter : • Setiap dokter harus menjunjung tinggi. tidaklah pantas dokter memuji dirinya sendiri. sepengatahuan. dan atau kehendak pasien. • Dalam melakukan pekerjaan kedokterannya. • Seorang dokter harus senantiasa berupaya melaksanakan profesinya sesuai dengan standar profesi yang tertinggi. dilandasi dengan etika kedokteran hukum dan agama. Karena itu. • Setiap dokter harus menghindarkan diri dari perbuatan yang bersifat memuji diri. Memahami dan menjelaskan hak dan kewajiban dokter. . Yang dimaksud adalah dokter tidak melibatkan dirinya dengan usaha apotik atau farmasi.

• Tiap perbuatan atau nasihat yang mungkin melemahkan daya tahan baik psikis maupun fisik hanya diberikan untuk kepentingan dan kebaikan pasien. Upaya dokter dalam pelayanan kedokteran adalah menyembuhkan pasien atau mengurangi penderitaanya. dalam setiap praktik medisnya. memberikan pelayanan medis yang kompeten dengan kebebasan teknis dan moral sepenuhnya disertai rasa kasih saying (compassion) dan penghormatan atas martabat manusia. Penemuan baru atau pengobatan baru yang telah diuji kebenarannya melalui penelitian klinik perlu disebarluaskan melalui presentasi forum ilmiah atau publikasi di majalah kedokteran dengan tujuan memperoleh tangapan sejawat sebelum dipraktikan dalam pelayanan kedokteran. setelah memperoleh persetujuan pasien. Upaya yang dilakukan adalah: a) Menimbulkan dan mempertebal kepercayaan dan keyakinan pasien bahwa ia dapat sembuh. • Seorang dokter hanya member surat keterangan dan pendapat yang telah diperiksa sendiri kebenarannya. b) Mengusahakan tindakan yang digolonngkan dalam upaya peningkatan kesehatan berdasarkan kenyataan bahwa badan manusia punya kekuatan sendiri unruk menangkis dan menyembuhkan penyakit. c) Menggunakan farma dan tidakan medis lain. • Seorang dokter harus. . setidaknya menggembirakannya jika harapannya untuk sembuh tipis. • Setiap dokter harus senantiasa berhati-hati dalam mengumumkan dan menerapkan sistem penemuan teknik atau pengobatan baru yang belum di uji kebenarannya dan hal-halnyang dapat menimbulkan keresahan masyarakat.

hak-hak sejawatnya. makin disadari bahwa pemecahan masalah di bidang kesehatan tidak mungkin ditangani oleh satu disiplin ilmu saja. dan rehabilitatif ) baik fisk maupun psiko-sosial. keluarga dan masyarakat. yaitu promotif. preventif¸kuratif. Dalam hal ia tidak mampu melakukan suatu . • Setiap dokter harus senantiasa mengingatkan akan kewajiban melindungi hidup makhluk insani. pelayanan kedokteran mencangkup semua aspek ( pelayanan kesehatan paripurna). dan berupaya untuk mengingatkan sejawatnya yang dia ketahui memiliki kekurangan dalam karakter atau kompetensi. serta berusuha menjadi pendidik dan pengabdi masyarakatyang sebenar-benarnya. Maka itu perlu dijalin kerja sama dengan instansi-instansidi luar bidang kedokteran. kuratif dan rehabilitative. harus saling menghormati. dan hak-hak tenaga kesehatan lain. Dalam upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat itu.• Seorang dokter harus bersikap jujur dalam berhubungan dengan pasien dan sejawatnya. Dengan pesatnya kemajuan Iptek. • Setiap dokter dalam bekerjasama dengan para pejabat di bidang kesehatan dan di bidang lainnya serta masyarakat. preventif. • Setiap dokter wajib bersikap tulus ikhlas dan mempergunakan segala ilmu dan keterlampilannya untuk kepentingan pasien. termasuk Iptek kedokteran/kesehatan. atau yang melakukan penipuan atau penggelapan dalam menangani pasien. Dokter adalah tenaga profesi yang memiliki kemampuan untuk menggerakkan potensi yang ada bagi terwujudnya tujuan kesehatan individu. • Dalam melakukan pekerjaannya seorang dokter harus memperhatikan kepentingan masyarakat dan memperhatikan semua aspek pelayanan kesehatan yang menyeluruh ( promotif. • Seorang dokter harus menghormati hak-hak pasien. dan harus menjaga kepercayaan pasien.

mental. Diantara sesama sejawat dokter hendaknya terjalin rasa kebersamaan. Dokter yang menghormati dan bersikap bijaksana selalu mendalami latarbelakang pasiennya. kekeluargaan. ia wajib merujuk pasien kepada dokter yang memiliki keahlian dalam penyakit tersebut. kecuali bila ia yakin ada orang lain bersedia dan mampu memberikannya. dan saling balajar dengan penuh pengertian. • Setiap dokter memperlakukan teman sejawatnya sebagaimana ia sendiri ingin diperlakukan. . Dokter umum tidak mampu melakukan suatu pemeriksaan atau pengobatan. • Setiap dokter wajib merahasiakan segala sesuatu yang diketahuinya tentang seorang pasien. termasuk aspek social. Mencemarkan nama baik sejawat berarti mencemarkan nama baik sendiri. hubungan dokter-pasien bersifat konfidensial. bahkan juga setelah pasien itu meninggal dunia. percaya-mempercayai.pemeriksaan atau pengobatan sehingga atas pesetujuan pasien.. Dokter berkewajiba memegang teguh rahasia jabatan dan pekerjaannya sebagai dokter. dan hormatmenghormati. intelektual dan spiritualnya. dan keakraban sehingga dalam menjalankan profesinya dapat saling membantu. • Setiap dokter harus memberikan kesempatan kepad pasien agar senantiasa dapat berhubungan dengan keluarga dan penasihatnya dalam beribadah dan atau dalam masalah lainnya. apalagi seorang dokter. ekonomi. saling mendukung. • Setiap dokter wajib melakukan pertolongan darurat sebagai suatu tugas perikemanusiaan. dokter itu harus merujuk pasiennya kepada dokter spesialis atau sub spesialis yang relevan disertai keterangan yang cukup mengenai pasiennya. Pertolongan yang diberikan tentulah sesuai dengan kemampuan masing-masing dan sesuai dengan sarana yang tersedia. Setiap orang wajib memberikan pertolongan pertama kepada siapapun yang mengalami kecelakaan atau sakit mendadak.

. berprilaku sehat sehingga dapat bekerja dengan baik dan tenang. 561/Menkes/Per/X/1981. Seorang dokter harus menikutu perkembangan ini. kecuali dengan persetujuan atau berdasarkan prosedur yang etis. Dalam PP No. 560/Menkes/Per/X/1981dan No. melakukan pencegahan terhadap penyakit. Hak-hak seorang dokter : • Melakukan praktik dokter setelah memperoleh Surat Izin Dokter (SID) dan Surat Izin Praktik (SIP). Infomasi tentang penyakitnya terdahulu dan keluhan pasien yang sekarang dideritanya. 29 tahun 2004 tentang praktik dokter. Pasal 7 UU No. yang disusul dengan peraturan mentri kesehatan RI No. . • Setiap dokter harus memelihara kesehatannya supaya dapat bekerja dengan baik. • Setiap dokter harus senantiasa mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi kedokteran atau kesehatan. Dokter harus member teladan kepada masyarakat sekitarnya dalam memelihara kesehatan. • Memperoleh informasi yang benar dan lengkap dari pasien atau keluarga tentang penyakitnya. dokter berhak melanjutkan pemeriksaan dan pengobatan walaupun untuk prosedur tertentu memerlukan PTM. baik untuk mamfaat diri sendiri dan keluarga maupun untuk pasien dan masyarakat. serta riwayat pengobatan sebelumnya sangat membantu untuk menegakkan diagnosis yang pasti. • Bekerja sesuai standar profesi. 58 tahun 1958 telah ditetapkan tentang wajib daftar ijazah dokter dan dokter gigi baru. Setelah diperoleh anamnesis. Dalam upaya memelihara kesehatan pasien. seorang dokter berhak untuk bekerja sesuai standar (ukuran) profesinya sehingga ia dipercaya dan diyakini oleh masyarakat bahwa dokter bekerja secara profesional.• Setiap dokter tidak boleh mengambil alih pasien dari teman sejawatnya.

tentunya tidak mampu memberikan pelayanan kedokteran dengan standar tinggi kepada pasien yang bukan bidang spesialisasinya. Hak ini dimiliki dokter untuk menjaga martabat profesinya. • Menolak pasien yang bukan bidang spesialisasinya. kecuali dalam keadaan gawat darurat. misalnya untuk meminum obat berkali-kali tadak dipatuhi oleh pasien dengan alasan lupa. • Hak atas kebebasan pribadi (privacy) dokter.• Menolak dan melakukan tindakan medik yang bertentangan dengan etika. setiap dokter berkewajiban menolongnya apabila tidak ada dokter lain yang menanganinya. Dengan demikian. ya hati nurani • Mengakhiri hubungan dengan seorang pasien jika menurut penilainya kerja sama pasien dengannya tidak berguna lagi. Namun. dokter berhak menolak pasien tersebut. Sebaliknya. ya ilmu pengetahuan. Dalam hal ini berlaku “Sa science et sa conscience”. tidak akan membantu dokter dalam memelihara keluhuran profesinya. Permintaan yang tidak wajar dan sering diajukan oleh pasien atau keluarganya. tidak enak dan sebagainya sehingga jelas bagi dokter bahwa pasien tersebut tidak kooperatif. bahkan disertai tekanan psikis atau fisik. Jika instruksi yang diberikan dokter. . kecuali dalam keadaan darurat atau tidak ada dokter lain yang mampu menanganinya. • Ketentraman bekerja. agama dan hati nuraninya. Seorang dokter yang telah menguasai sesuatu bidang spesialisasinya. dokter mempunyai hak memutuskan kontrak terapeutik. dokter akan bekerja dengan tenteram jika dokter sendiri memegang teguh prinsip-prinsp ilmiah dan moral atau etika. hukum. untuk pertolongan pertama pada kecelakaan ataupun untuk pasien-pasien gawat darurat. perlu menahan diri untuk tidak menyebarluaskan hal-hal yang sangat bersifat pribadi dari dokternya. Pasien yang mengetahui kehidupan pribadi dokter. Karena itu.

. atau di pengadilan jika telah diajukan gugatan terhadapnya. Mampu memahami tentang hukum praktik bayi tabung dan surrogate mother atau Ibu Titipan menurut Islam. • Menjadi anggota perhimpunan profesi.4.4. dokter berhak membeladiri dalam lembaga tempat ia bekerja. Memahami dan menjelaskan hak dan kewajiban pasien. dalam perkumpulan tempat ia menjadi anggota. LO. Dokter berhak menerima imbalan jasa sesuai kesepakatan dengan pasien atau keluarganya. Memahami dan menjelaskan hukum surrogate mother.• Mengeluarkan surat-surat keterangan dokter. Dokter berhak menerbitkan surat-surat keterangan tersebut berlandaskan kebenaran. LO.4. Memahami dan menjelaskan syarat bolehnya inseminasi buatan dan bayi tabung. LO. Dokter perlu menggabungkan dirinya dalam perkumpulan profesi atau perhimpunan seminar dengan tujuan untuk meningkatkan iptek dan karya dalam bidang yang ditekuninya serta menjalin keakraban antar sesama anggota.3.4. • Menerima imbalan jasa.4. Memahami dan menjelaskan hukum inseminasi dan bayi tabung.3. LI.2. Dalam menghadapu keluhan pasien yang tidak merasa puas terhadapnya atau dokter bermasalah.1. LO. • Hak membela diri.