PRAKTEK KLINIK KEBIDANAN (PKK) I ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL

Pembimbing: Artathi Eka Suryandari, S.Si.T

Disusun oleh: • • DIAN MAYASARI EWI SUSILANINGSIH 090949 111140

AKADEMI KEBIDANAN YLPP PURWOKERTO PURWOKERTO 2013

KATA PENGANTAR Puji syukur penulis sampaikan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan Rahmat dan Karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan Laporan Praktik Klinik Kebidanan (PKK I) dengan judul“ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL”. Penulis menyadari bahwa tanpa adanya bimbingan dan pengarahan dari pembimbing, penyusunan Laporan ini akan banyak menemui hambatan dan kesulitan, maka pada kesempatan ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada:
1. Hj. SitiAngkati, SST, selaku Direktur Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto 2. Dr. H Budi Satrio, M.Kes selaku Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kebumen. 3. RetnoSundari, SKM selaku Kepala Puskesmas Sruweng. 4. ArtathiEkaSuryandari, S.Si.T selaku pembimbing akademik dan Wiji Prihanti,

A.Md selaku pembimbing lahan.
5. Segenap Dosen dan Staff Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto 6. Semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu yang telah banyak

membantu dalam penyusunan laporan ini. Dalam penyusunan laporan ini, penulis berusaha dengan segala kemampuan yang dimiliki, namun penulis menyadari bahwa penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca guna perbaikan dan penyempurnaan penyusunan laporan ini. Semoga Laporan Asuhan Kebidanan Pada Bayi Baru Lahir Normal ini dapat disetujui dan dilanjutkan sebagai penelitian yang bermanfaat. Purwokerto, Februari 2013

Penulis

............................................................ Indikator SPM Kesehatan…………………………………………........................................... C................................ B. Saran 18 18 ...... PelaksanaanPraktikKlinikKebidanan (PKK) I………………….............. Kata Pengantar .............................. C........................ Target danPencapaian Program....................................................................... 7 D...................................................................... Tujuan Penulisan.......................... B............................. BAB I : PENDAHULUAN A.........DAFTAR ISI Halaman Halaman Judul............................................................................................... Kesimpulan ..................................................... Manfaat Penulisan....... B........................ DAFTAR PUSTAKA ................. AnalisaSituasi.......... D....................... Latar Belakang ............................................................ Batasan Masalah ................... Daftar Isi..................................................................................................................... BAB III : HAMBATAN YANG MUNCUL DAN PEMECAHAN MASALAH BAB V: PENUTUP A...................................................... i ii iii 1 2 2 2 3 7 12 BAB II : TINJAUAN PUSTAKA A.....................................................

Latar Belakang Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dalam presentasi belakang kepala melalui vagina tanpa memakai alat. pada usia kehamilan genap 37 minggu sampai dengan 42 minggu. dimana terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim menjadi di luar rahim. panjang badan 45 – 53 cm. Oleh karena itu asuhan pada bayi baru lahir amatlah penting untuk diperhatikan. Pada masa ini bayi harus beradaptasi terhadap lingkungannya. dengan berat badan 2500 – 4000 gram nilai apgar >7. pemantauan kenaikan berat badan dan stimulasi psikologi merupakan tugas pokok bagi pemantau kesehatan bayi dan anak. Hal ini bertujuan untuk melakukan pencegahan asfiksia. Neonatus (BBL) adalah masa kehidupan pertama di luar rahim sampai dengan usia 28 hari. Sehingga dapat memberikan dukungan yang positif dalam rangka menurunan angka kematian bayi. pertumbuhan organ sempurna. Oleh karena itu peran bidan dalam mencegah terjadinya komplikasi pada bayi maka perlu dilakukan asuhan kebidanan bayi baru lahir secara lengkap untuk . kulit licin dengan vernix caseosa atau bersih. mempertahankan suhu tubuh bayi tetap hangat terutama pada BBLR. pemberian ASI dalam usaha menurunkan angka kematian oleh karena diare. 1998). rambut lanugo tumbuh baik (Manuaba. pencegahan terhadap infeksi.BAB I PENDAHULUAN A. rambut kepala tumbuh dengan baik.

Mahasiswa mampu mengimplementasikan atau tindakan g. 2. Bagi Mahasiswa Kebidanan . Tujuan Khusus a. Mahasiswa mampu mengevaluasi tindakan yang telah di laksanakan melaksanakan rencana C. Mahasiswa mampu mengidentifikasi diagnosa. 2. masalah dan kebutuhan bayi baru lahir d. Tujuan Penulisan 1. Manfaat Penulisan Adapun manfaat-manfaat yang dapat diperoleh dari penyusunan laporan ini antara lain: 1. Mahasiswa mampu mengantisipasi diagnosa potensial e. Tujuan Umum Untuk mengetahui fisiologi bayi baru lahir dan mampu memberikan asuhan kebidanan dengan menggunakan manajemen kebidanan yang tepat dan benar pada bayi baru lahir normal. Mahasiswa mampu melaksanakan anamnesa pada bayi baru lahir b. Mahasiswa mampu menginterpretasi data bayi baru lahir c. B. Bagi Institusi Pendidikan Laporan ini diharapkan dapat menjadi acuan guna meningkatkan pengetahuan mahasiswa maupun pengajar kebidanan mengenai asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal. Mahasiswa mampu merencanakan tindakan asuhan kebidanan f.meningkatkan kesehatan dan taraf hidup ibu dan bayi yang pada akhirnya dapat menurunkan angka kematian ibu dan bayi.

BAB II TINJAUAN TEORI A.Bagi bidan diharapkan dapat menjadi salah satu acuan pembelajaran guna meningkatkan kompetensi dalam melakukan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal. dan tidak ada kelainan congenital (cacat bawaan) yang berat (M. cukup bulan. 2005). Bayi baru lahir adalah bayi dari lahir sampai usia 4 minggu. Pengertian Bayi baru lahir normal adalah bayi yang lahir dengan umur kehamilan 37 minggu sampai 42 minggu dan berat lahir 2500 gram sampai 4000 gram (Depkes RI. Lahirrnya biasanya dengan usia gestasi 38 – 42 minggu (Dona L. Ciri-ciri Umum Bayi Baru Lahir Normal : . Wong. Bayi baru lahir normal adalah berat lahir antara 2500 – 4000 gram. 2007). 3. 2003). Bagi Penulis Bagi penulis diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan tentang berbagai hambatan serta pemecahan masalah dalam melaksanakan asuhan kebidanan pada bayi baru lahir normal. lahir langsung menangis. Sholeh Khosim.

Refleks hisap dan menelan. Respirasi : 2500 – 4000 gram : 48 – 53 cm : 33 – 38 cm : 30 – 38 cm : 37 – 42 minggu : 180x/mnt. 16. Masa kehamilan 6. turun 40x/mnt 8. telinga tidak ada tanda infeksi . Lingkar dada 5. grasp refleks sudah baik 12. tonus otot bayi baik atau tidak. 2000). Genitalia a. Tahap 1 Dimulai pada menit pertama kelahiran. urine minimal 7 kali setelah 1 minggu dan mekonium keluar dalam 24 jam pertama 13. Suhu : 36. Segera setelah lahir. refleks moro. Rambut lanugo telah tidak terlihat.5 – 37º C (Asuhan Bayi Baru Lahir. Eliminasi baik. b. Kuku agak panjang dan lemas 10. rambut kepala tumbuh sempurna 15. turun 120 . 14. Wanita Laki-laki : Labya mayora sudah menutupi labya minora : Testis sudah turun 11. Lakukan penilaian awal apakah bayi cukup bulan. ekstremitas biru Dibawah 100x/mnt 2 Seluruh tubuh kemerahan Diatas 100x/mnt . sklera putih. Kulit kemerahan licin 9.140x/mnt : 80x/mnt. B. leher tampak pendek dengan pergerakan baik. Denyut jantung 7. Berat badan 2. Tanda A : Appearance colour (warna kulit) P : Pulse Tidak ada 0 1 Biru atau pucat Tubuh kemerahan. bayi menangis atau bernafas tidak. Wajah bayi normal. hidung simetris. air ketuban jernih atau tidak. Kepala relatif lebih besar dari bagian tubuh lain. Panjang badan 3. letakkan bayi pada kain bersih dan kering yang disiapkan pada area yang bersih dan kering. konjungtiva merah muda. Lingkar kepala 4. Pengkajian Bayi Baru Lahir 1.1. mulut tidak ada celah pada bibir dan langit – langit.

dan menghisap a) Berakhir ketika lendir pernafasan telah berkurang b) Periode III (stabilisasi) 5) 6) 7) 3. Periode II (reaktivitas II) : berlangsung selama 2 – 5 jam 1) 2) 3) 4) Bayi bangun dan tidur nyenyak Denyut jantung dan RR meningkat Refleks gag aktif Mungkin bayi mengeluarkan mekonium. tidak teratur Menangis kuat Tahap II (transisional) a. :normal : Asfiksi ringan/sedang : Asfiksi berat Lumpuh Tidak ada Tidak ada Sedikit gerakan mimik Menangis. Tanda – tanda vital stabil Kulit berwarna kemerahan dan hangat : berlangsung 12 – 24 jam Bayi lebih muda tidur dan bangun Tahap III (periodik) : setelah 24 jam . baik atau bersin Ekstremitas dalam fleksi Gerakan aktif sedikit Lemah.(Heart Rate) frekuensi jantung G :Grimace (reaksi terhadap rangsangan) A : Activity (Tonus otot) R : Respiration (usaha nafas) Ket: Nilai 7-10 Nilai 4-6 Nilai 0-3 2. urin. Periode I (reaktivitas I) : berlangsung selama 30 menit – 2 jam 1) 2) 3) 4) 5) 6) Bayi terjaga dengan mata terbuka Memberikan respons terhadap stimulus Menghisap dengan penuh semangat Menangis RR = 82 x/mnt Bising usus aktif b.

c. Tali pusat dipotong 5 cm dari dinding perut bayi dengan gunting steril dan diikat dengan pengikat steril. d. menyusukan bayi. membungkus ujung potongan tali pusat adalah kerja tambahan. Membersihkan jalan nafas Bayi normal akan menangis spontan segera setelah lahir. kecuali pada bayi kurang bulan. Bersihkan hidung. Asuhan Kebidanan Bayi Baru Lahir Tujuan utama asuhan kebidanan pada bayi baru lahir. rongga mulut dan tenggorokan bayi dengan jari tangan yang dibungkus kasa steril. Apabila masih terjadi perdarahan dapat dibuat ikatan baru. dipastikan bahwa talipusat telah diklem dengan baik. b. 2. Pembalut tersebut diganti setiap hari dan atau setiap tali basah / kotor. Memberi Vitamin K . menyelimuti bayi dengan kain bersih dan kering. apabila bayi tidak langsung menangis. antara lain: 1. Mempertahankan Suhu Tubuh Bayi Saat lahir. penolong segera membersihkan jalan nafas dengan cara sebagai berikut : a. Tepuk kedua telapak kaki bayi sebanyak 2-3 kali atau gosok kulit bayi dengan kain. 4. serta menunda memandikan bayi sebelum 6 jam. 3. Letakkan bayi pada posisi terlentang di tempat yang keras dan hangat. Luka tali pusat dibersihkan dan dirawat dengan alkohol 70% atau povidon iodin 10% serta dibalut kasa steril. bayi belum mampu mengatur tetap suhu badannya dan membutuhkan pengaturan dari luar untuk membuatnya tetap hangat seperti dengan mengeringkan bayi. menyelimuti bagian kepala bayi. Sebelum memotong tali pusat.C. Posisi kepala diatur lurus sedikit tengadah ke belakang. Memotong dan Merawat Tali Pusat Tali pusat dipotong sebelum atau sesudah plasenta lahir tidak begitu menentukan dan tidak akan mempengaruhi bayi. untuk mencegah terjadinya perdarahan.

8. Identifikasi Bayi a. c. dengan tepi yang halus tidak mudah melukai. nyonya) tanggal lahir. Salep mata ini berisi tetrasiklin 1 %. d. sedangkan bayi resiko tinggi diberi vitamin K parenteral dengan dosis 0. di kamar bersalin dan di ruang rawat bayi. unit. Bayi tampak aktif atau lunglai c. semua bayi baru lahir normal dan cukup bulan perlu diberi vitamin K peroral 1 mg/hari selama 3 hari. Memberi Obat Tetes / Salep Mata Salep mata untuk pencegahan infeksi pada mata diberikan setelah satu jam kontak kulit ke kulit dan bayi selesai menyusu.5 – 1 mg I. Pemberian imunisasi hepatitis B Imunisasi hepatitis B bermanfaat untuk mencegah infeksi hepatitis B terhadap bayi diberikan segera setelah lahir. 6. Pada alat/gelang identifikasi harus tercantum : nama (bayi. 5. Bayi kemerahan atau pucat . nama lengkap ibu. Pemantauan Bayi Baru Lahir Tujuan pemantauan bayi baru lahir adalah untuk mengetahui aktivitas bayi normal atau tidak dan identifikasi masalah kesehatan bayi baru lahir yang memerlukan perhatian keluarga dan penolong persalinan serta tindak lanjut petugas kesehatan. 7. b.M. Alat yang digunakan. Peralatan identifikasi bayi baru lahir harus selalu tersedia di tempat penerimaan pasien. Kemampuan menghisap kuat atau lemah b. tidak mudah sobek dan tidak mudah lepas. tanggal lahir. nomor identifikasi. nomor bayi. jenis kelamin. hendaknya kebal air.Untuk mencegah terjadinya perdarahan. Pemantauan bayi baru lahir pada dua jam pertama sesudah lahir dengan menggunakan nilai APGAR meliputi : a. Di setiap tempat tidur harus diberi tanda dengan mencantumkan nama.

Infeksi e. berupa tumor lunak di belakang . Penolong persalinan melakukan pemeriksaan dan penilaian terhadap ada tidaknya masalah kesehatan yang memerlukan tindak lanjut seperti : a. 4. Adanya tremor pada bibir. 2. Apakah tidak simetris. Apakah secara keseluruhan badan seimbang. Berat badan 3. Keaktifan rangsangan atau suara keras yang mengejutkan atau suara mainan. Catat bawaan dan trauma lahir 9. kaki dan tangan pada waktu menangis adalah normal. Gangguan pernapasan c. Kesatuan dan reaksi terhadap Perlu dikenali kurangnya reaksi terhadap rayuan. Perawatan tali pusat E. Bayi kecil untuk masa kehamilan atau bayi kurang bulan b.Sebelum penolong persalinan meninggalkan ibu dan bayinya. sekeliling. Simetri Kepala dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Tanda-tanda vital 2. Hal Yang Diperhatikan Pada Bayi Baru Lahir Beberapa hal yang perlu diperhatikan pada bayi baru lahir antara lain: 1. tetapi bila hal ini terjadi pada waktu tidur. Bayi normal melakukan gerakan-gerakan tangan dan kaki yang simetri pada waktu bangun. kemungkinan gejala suatu kelainan yang perlu 3. Pemantauan Pada Bayi Baru Lahir Beberapa hal yang perlu dipantau pada bayi baru lahir antara lain: Suhu badan dan lingkungan 1. Hipotermia d. Pakaian 5. Mandi dan perawatan kulit 4. Roming in yaitu rawat gabung atau parsial D.

fraktur. Kadang-kadang didapatkan kulit yang mengelupas ringan. Kulit dan kuku . penurunan berat badan lebih dari 5% berat badan waktu lahir. Muka wajah Mata akibat proses kelahiran. geraknya. F. dada. Tinja dan kemih Diharapkan keluar dalam 24 jam pertama. pengelupasan yang berlebihan harus dipikirkan kemungkinan adanya kelainan. pencernaan 13. dan mungkin dengan kulit kebiruan harap segera konsultasi untuk pemeriksaan 14. tangan. menunjukkan kekurangan cairan. 12. Melihat adanya cedera akibat persalinan. 2. ukur lingkar dada. Reflek-reflek Untuk Menilai Keadaan Bayi 1. Waspada bila terjadi perut yang tiba-tiba membesar. Sebaiknya tiap hari dipantau. sendi. Refleksnya simetris dan terjadi pada 8 minggu pertama setelah lahir. Kelancaran menghisap dan Harus diperhatikan. Salivasi tidak terdapat pada bayi normal.atas yang menyebabkan kepala tampak lebih panjang 5. Bahu. Tidak adanya refleks moro menandakan terjadinya kerusakan atau ketidakmatangan otak. ukur lingkar kepala. Berat badan lebih lanjut. Adakah benjolan atau tumor atau tulang punggung dengan lakukan yang kurang sempurna. Leher. bila terdapat sekret yang berlebihan kemungkinan ada kelainan 8. tanpa keluarnya tinja disertai muntah. paresis. 6. Reflek Moro Reflek ini terjadi karena adanya reaksi miring terhadap rangsangan mendadak. Dalam keadaan normal kulit berwarna kemerahan. Mulut minggu. abdomen Punggung bawaan saluran cerna. tungkai 11. Bayi tanpa ekspresi Diperhatikan adanya tanda-tanda perdarahan berupa bercak merah yang akan menghilang dalam waktu 6 7. Refleks Rooting / Refleks Dasar 10. Perlu diperhatikan bentuk. 9.

G. Refleks Tonik Neck Pada posisi terlentang lengan disamping tubuh tempat kepala menoleh kearah itu terulur sedangkan lengan sebelah terkulai. 3. Penilaian Bayi Untuk Tanda-tanda Kegawatan Bayi baru lahir dinyatakan mengalami kegawatan apabila mempunyai salah satu atau beberapa tanda-tanda berikut : 1. 7. Refleks Menyedot dan Menelan / Refleks Sucking Berkembang dengan baik pada bayi normal dan dikoordinasikan dengan pernafasan. Reaksi yang sama dapat ditunjukkan dengan membelai bagian bawah tumit (genggam telapak kaki). Genggaman tangan diperoleh dengan menempatkan jari atau pensil di dalam telapak tangan bayi yang akan menggenggam dengan erat. 3. bayi akan menoleh ke arah sumber rangsangan dan membuka mulutnya siap untuk menghisap. 2. 4. kepala bayi pada awalnya akan terkulai ke belakang lalu bergerak ke kanan sesaat sebelum akhirnya tertunduk ke arah depan (Asuhan Bayi Baru Lahir. 2000). 5. 6. 7. Ini penting untuk pemberian makan yang aman dan gizi yang memadai. Sesak nafas Frekuensi pernapasan 60x/mnt Gerak retraksi di dada Malas minum Panas atau suhu bayi rendah Kurang aktif Berat lahir rendah (1500 – 2500 gr) dengan kesulitan minum . Refleks Tarik Jika didudukkan tegak. 8. Refleks Mengedip dan Refleks Mata Refleks Graphs / Plantar Melindungi mata dari trauma. 4. 6.Dalam memberikan reaksi terhadap belaian di pipi atau sisi mulut. bayi akan terangsang untuk berjalan. 5. Refleks Walking / Berjalan dan Melangkah Jika disangga secara tegak dengan kaki menyentuh permukaan yang rata.

Identitas Klien Nama Umur Tgl/Jam persalinan Jenis Kelamin BB Lahir PB : Bayi Ny.10 WIB : Perempuan : 3700 gram : 49 cm . : 27 Januari 2013 : 00. N : 1 jam : 27-01-2013/00.BAB III TINJAUAN KASUS ASUHAN KEBIDANAN PADA BAYI BARU LAHIR NORMAL BAYI NY.10 WIB : BPS Wiji Prihanti DATA SUBYEKTIF 1.N UMUR 1 JAM DI BPS WIJI PRIHANTI TAHUN 2013 I. Identitas a. PENGKAJIAN Tanggal Jam Tempat A.

Hipertensi Menular : Hepatitis B. Asma Menahun : Jantung. TBC d. TBC b. 3. N Riwayat obstetri Persalinan Ni H/M Sht/Skt : IRT : Menganti Rt02/03 Pekerjaan Alamat : Buruh :Menganti Rt02/03 : Ny.M : 27 thn : Islam : Suku/Bangsa :Jawa/Indonesia a. Asma Menahun : Jantung. Riwayat kesehatan bayi Bayi selama dalam kandungan dalam keadaan sehat tidak ada masalah. Riwayat Kesehatan Ibu Sekarang Riwayat Ibu tidak pernah menderita penyakit sbb : Menurun : DM. nifas yang lalu Kehamilan . Hipertensi Menular : Hepatitis B. Riwayat kehamilan.N : 24 thn : Islam : Jawa/Indonesia : SMU Nama Suami Umur Agama Pendidikan : Tn. Riwayat Kesehatan Ibu Yang Lalu Ibu tidak pernah menderita penyakit sbb : Menurun : DM. Kesehatan Keluarga Ibu tidak pernah menderita penyakit sbb : Menurun : DM. persalinan. TBC c. Identitas penanggung jawab Nama Ibu Umur Agama Suku/Bangsa Pendidikan SMU Pekerjaan Alamat 2. Riwayat Kesehatan a. Hipertensi Menular : Hepatitis B. Asma Menahun : Jantung.b.

vit.C (1 x 1) Keluhan yang dirasakan : keputihan Nasehat yang diberikan : menggunakan bahan yang tidak ketat. Gerakan janin pertama kali dirasakan : uk 20 minggu.30 WIB tanggal 26-01-2013 frekuensi 3 x 10’ x 30” . C Imunisasi : TT III Keluhan yang dirasakan : sering kencing. Trimester II Frekuensi pemeriksaan : 3 kali. Nasihat yang diberikan : makan porsi kecil tapi sering. Obat/suplemen : Fe (1 x 1).umur 1 jam. Riwayat persalinan sekarang His:jam 14. PP test : positif. Obat atau suplemen yang diminum : B6 dan asam folat. Nasehat yang diberikan : persiapan persalinan c. Keluhan/ masalah : mual.- b. Trimester III Frekuensi pemeriksaan : 3 kali. Calk (1 x 1) dan vit. belum bisa di teteki. Meneteki.o Frekuensi ANC Hamil ke Penyulit Tahun kehamilan ng +BB 1 1 2013 8 kali . Riwayat kehamilan sekarang Trimester 1 Frekuensi pemeriksaan : 2x. banyak istirahat dan perbanyak sayur dan buah. Calk. Imunisasi : TT II.39 mggu 5 Normal hari Bidan P+ 3700 gr - fas Usia Persalinan Penolo L/P Penyulit Umur anak. Obat/suplement : Fe. lamanya - Hidup/Sehat.

PPV/ketuban : tanggal 26-01-2013 jam 23. 10 Lama Persalinan Kala I berlangsung selama 10 jam Kala II berlangsung selama 40 menit Kala III berlangsung selama 8 menit Kala IV berlangsung selama 2 jam Perdarahan Persalinan Kala I : 20 cc Kala II : 30 cc Kala III : 50 cc Kala IV : 60 cc Keadaan plasenta Jumlah kotiledon lengkap. status pernikahan syah di akui oleh agama dan negara. jam persalinan : tanggal 27-01-2013. Tindakan yang dilakukan bidan(PD): Memberikan dukungan dan memantau DJJ tiap 30 menit Memimpin persalinan setelah pembukaan lengkap Tanggal persalinan. Riwayat perkawinan Usia pernikahan 23 tahun.10 WIB Tempat persalinan : BPS Wiji Prihanti Penolong : Bidan Wiji Prihanti Jenis Persalinan : persalinan normal/pervaginam Tidak ada penyulit atau komplikasi yang di alami oleh Ibu Apgar Score: 8. 9.tidak ada perdarahan ataupun kelainan 4. ukuran normal.30 warna jernih bau khas jumlah normal Tindakan yang dilakukan keluarga : memberi dukungan psikilogis kepada ibu untuk menghadapi persalinan. lama pernikahan 1 tahun. jam 00. menikah 1 kali. tali puasat normal. .

Eliminasi Miksi : keluar 1x.50 WIB.Istirahat Tidur : 15 jam perhari 7. Riwayat Imunisasi Belum ada imunisasi yang diberikan ke bayi.20 wib Volume PASI tidak ada . keluar pertama tanggal 27 – 01 – 13 jam 00.Aktivitas : bayi tertidur. warna hijau kehitaman. Pemeriksaan umum - Keadaan umum Nadi Pernafasan Suhu Berat Badan Panjang Badan Lingkar Kepala Lingkar Dada Lila : : baik : 145 x/menit : 48 x/menit : 36. . .Intake ASI. Antropometri - 3. bau khas. menangis bila BAB/ BAK. Mekonium : keluar 1 x.Kondisi tempat tinggal : baik B.45 WIB.8 °C :3700 gram :49 cm :34 cm :33 cm :11 cm 2.Hewan piaraan : tidak ada . konsistensi lembek. konsistensi jernih. Kepala . Pemeriksaan Fisik a. 6.Bentuk mesochepal . keluar pertama tanggal 27 – 01 – 13 jam 00.5. Data Obyektif 1. warna kuning. Pola kehidupan sehari-hari . Lingkup yang berpengaruh . PASI Frekuensi 1x jam 00. bau khas.

dan tanda lahir d. Mulut : .Fontanela anterior berdenyut .Verniks kaseosa ada c.tidak ada secret f.Bentuk simetris .Secret tidak ada . Telinga : .Lidah normal .Bentuk bulat . Kulit : .Bentuk simetris .Tidak terdapat caput sucsedenum dan cepal hematoma b.Fontanela posterior datar berdenyut .Turgor baik . Mata : . Muka : .Letak simetris .Sklera putih e..tidak ada oedema. rhesus sardonikus.Konjungtiva merah muda .Bentuk simetris .Warna kemerahan .tidak ada serumen g.Sutura teraba belum menyatu .Warna kemerahan .Warna kemerahan . Hidung : .

Leher : Tidak ada kelainan i.bentuk tulang belakang normal .tidak ada pembesaran hepar dan lien k.peristaltik normal .Tidak ada retraksi dinding dada dan pembesaran kelenjar getah bening j.uretra berlubang. Reflek . Abdomen : .spina bifida tidak ada l.h.tali pusat tidak ada .Letak simetris .Bentuk cembung . Punggung . Dada dan aksila . anus berlubang n. Genetalia dan anus Normal (labiya mayora menutupi labia minora . Ekstremitas Atas Gerakan Warna Kuki Jumlah Jari :10 Gerakan Warna Kuku Jumlah Jari :10 :Aktif :Merah Muda tidak sianosis :Aktif :merah muda Bawah m.

menangis kuat.bergerak aktif.10 wib Ibu mengatakan bayinya berumur 1 jam Ibu mengatakan bayinya perempuan : Bayi lahir spontan perempuan jam 00. PB 49 cm Apgar score 8. warna kulit merah. 10 : Ibu mengatakan telah melahirkan anaknya tanggal 27 – 01 – 2013 jam Data Obyektif . menangis kuat. gerak aktif. N umur 1 jam lahir spontan.tidak mengalami ikterik.10 WIB KU : baik. 00. 9.- Reflek morro : baik Reflek rooting Reflek Walking Reflek Babinsky Reflek Graphsing Reflek Sucking Reflek Tonicneck : baik : baik : baik : baik : baik : baik II. DATA DASAR Data Subyektif MASALAH Bayi NY. BB 3100 gram.N tidak mengalami masalah (normal). tidak mengalami asfiksia.INTERPRESTASI DATA Diagnosa Kebidanan Bayi Ny.

Informasikan keadaan umum bayi kepada ibu dan keluarga. Cegah kehilangan panas pada bayi. Mandiri c. N. 4. 3. PERENCANAAN Tanggal 27 – 01 . serta mempertahankan talipusat dalam keadaan terbuka sehingga cepat lepas. Jam 00. . kemudian menempatkan bayi pada tempat yang hangat dan jauh dari ventilasi udara karena bayi mudah kehilangan panas. mengeringkan dengan kasa kering. Jam 00. Beritahu tanda bahaya BBL VI. K dan beri salep mata untuk mencega infeksi mata. 5. Cegah perdarahan dengan pemberian vit.Masalah Potensial : Tidak ada III. Kolaborasi : Tidak dilakukan V.KONSULTASI DAN KOLABORASI a. 2.IMPLEMENTASI Tanggal 27 – 01 .10 wib 1.12 WIB Menginformasikan tentang keadaan umum bayi kepada ibu dan keluarga bahwa bayi dalam keadaan sehat meliputi KU. S.2013 1.15 WIB Mencegah kehilangan panas pada bayi baru lahir dengan cara : Menutup kepala dan tubuh bayi dengan kain bersih segera setelah lahir. RR 2. Jam 00. Lakukan perawatan tali pusat. 6.2013 Jam : 00.20 WIB Melakukan perawatan tali pusat dengan memakai kasa dan air dtt dari ujung ke pangkal. 3.KEBUTUHAN TINDAKN SEGERA. Merujuk : Penanganan bayi baru lahir dan pencegahan hipotermi : Tidak dilakukan b. Beri ASI sesegera mungkin dan beri penkes tentang ASI eksklusif.DIAGNOSIS POTENSIAL Tidak ada masalah(bayi lahir normal) IV.

warna kulit biru atau kuning. tidak berkemih dalam 24 jam. muntah hebat. mekonium tidak keluar.26 WIB ASI telah diberikan sesering mungkin dan bayi mengkonsumsi ASI eksklusif 5.4. 10 WIB Ibu tahu tanda bahaya BBL bayi : BB : 3700gr. dan bayi tidak kedinginan.16 WIB Pencegahan kehilangan panas telah dilakukan.50 WIB Memberi suntikan vit. terlihat pucat. S : 36. rr : 48 x/menit. suhu badan terlalu panas > 380C (febris)atau terlalu dingin <360C (hipotermi). nadi : 145 x/menit.14 WIB Informasi keadaan umum bayi telah diberitahukan kepada ibu dan keluarga.8 0 C. K secara IM di 1/3 paha kiri bagian luar dan telah diberi salep mata 6. menggigil.00 WIB Memberitahu tentang tanda bahaya BBL yaitu bayi tidak mau menyusu. Jam 01. VII.21 WIB Perawatan tali pusat telah dilakukan. Jam 00. talipusat memerah dan berbau busuk. nafas megap – megap. ku : baik. serta mata bengkak. Jam 00. Jam 00. Jam 01. 6.51 WIB Bayi telah disuntik vit.dan ibu mengetahui keadaan 2. 3. Jam :00. K untuk mencegah perdarahan di 1/3 paha kiri bagian luar dan memberi salep mata untuk mencegah infeksi mata. . hisapan ASI lemah. karena ASI eksklusif memiliki semua zat yang dibutuhkan oleh bayi.25 WIB Menganjurkan pada ibu untuk memberikan ASI nya sesering mungkin pada bayinya dengan posisi baik dan benar dan menganjurkan kepada ibu dan keluarga untuk menerapkan ASI eksklusif. Jam 00. 4. Jam 00. yaitu memberikan ASI sampai bayi berusia 6 bulan tanpa memberikan makanan tambahan apapun kepada bayi. Jenis kelamin : perempuan.EVALUASI 1. 5. PB : 49 cm. Jam 00.

APGAR SCORE 8. Lila:11 cm.normal.N umur 1 jam lahir normal. bergerak aktif . ekstrimitas atas dan bawah.normal. Kesadaran bayi Ny.8 °C.normal. Lingkar Kepala:34 cm. Suhu:36. Panjang Badan:49 cm. abdomen.N baik hal ini disimpulkan dari pemeriksaan fisik yang telah di lakukan. pemeriksaan fisik di mulai dari kepala.BAB IV PEMBAHASAN Dari kasus Bayi NY.10 WIB tidak mengalami permasalahan atau penyulit dari masa kehamilan dan persalinan. Selanjutnya bidan mengidentifikasi diagnosis atau masalah dan kebutuhan bayi berdasar data yang telah dikumpulkan. Bayi belum di berikan ASI karena ASI belum keluar. Bidan mengumpulkan data hasil anamnesa dan pemeriksaan (fisik dan umum) kepada bayi. 2. .dan genetalia hasilnya normal tidak ada kelainan yang di alami oleh bayi.Lingkar Dada:33cm. Pernafasan:48 X/menit. Dalam hal ini bidan melakukan tindakan sesuai dengan langkah varney antara lain : 1. BeratBadan:3700 gram. pada tanggal 27-01-2013 jam 00. Tanda Vital: Nadi:145X/menit.

memakaikan tutup kepala dan menyelimuti bayi. Memberikan salep mata untuk mencegah infeksi g. warna kulit biru atau kuning. Melakukan pengukuran pada bayi meliputi timbang berat badan. e. suhu badan terlalu panas > 380C (febris)atau terlalu dingin <360C (hipotermi). 6. lingkar dada dan lingkar lengan atas. Mencegah kehilangan panas pada bayi dengan cara mengeringkan dengan kain bersih dan kering kecuali telapak tangan. Bidan selanjutnya melaksanakan rencana asuhan yang diperlukan bayi sesuai dengan rencana asuhan yang telah ditetapkan. 4. panjang badan. i. serta mata bengkak. j. Memberikan suntikan vit. h. 5. Melakukan imunisasi Hb 0 setelah 6 jam. mekonium tidak keluar. Mengajarkan pada orangtua bayi untuk menjaga kehangatan dan memberikan ASI.3. menggigil. hisapan ASI lemah. c. d. Bidan juga mengantisipasi adanya masalah potensial yang dapat terjadi. Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kasa dtt dan mengeringkan dengan kasa bersih dan kering. Setelah itu bidan menetapkan kebutuhan tindakan segera dan berkonsultasi dengan tim kesehatan lainnya sesuai dengan kondisi bayi. Mengawasi tanda – tanda bahaya pada bayi baru lahir berupa nafas megap – megap. talipusat memerah dan berbau busuk. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya f. muntah hebat. lingkar kepala. tidak berkemih dalam 24 jam. . Memberitahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan bayinya b. K secara injeksi IM di 1/3 paha kiri bagian luar untuk mencegah perdarahan. Bidan mengevaluasi hasil asuhan yang telah dilakukan sudah efektif ataukah belum. Bidan menyusun rencana asuhan yang diperlukan bayi seperti : a. 7.

.

6. Memberitahu pada ibu tentang hasil pemeriksaan bayinya Mencegah kehilangan panas pada bayi dengan cara mengeringkan dengan kain bersih dan kering kecuali telapak tangan. mekonium tidak keluar. tidak berkemih dalam 24 jam. panjang badan. . suhu badan terlalu panas > 380C (febris)atau terlalu dingin <360C (hipotermi).BAB V PENUTUP A.tindakan yang dilakukan dalam kasus diatas adalah 1. 4. Melakukan perawatan tali pusat dengan menggunakan kasa dtt dan mengeringkan dengan kasa bersih dan kering. 5. lingkar kepala. warna kulit biru atau kuning. hisapan ASI lemah. lingkar dada dan lingkar lengan atas dengan tetap menjaga kehangatan bayi. Menganjurkan ibu untuk menyusui bayinya Memberikan salep mata untuk mencegah infeksi Memberikan suntikan vit. 7. serta mata bengkak. menggigil. 9. 8. Kesimpulan Dari pembahasan kami tentang penanganan kasus diatas sama dengan yang di lakukan oleh bidan di lahan. Melakukan pengukuran pada bayi meliputi timbang berat badan. Mengawasi tanda – tanda bahaya pada bayi baru lahir berupa nafas megap – megap. muntah hebat. talipusat memerah dan berbau busuk. Mengajarkan pada orangtua bayi untuk menjaga kehangatan dan memberikan ASI. K secara injeksi IM di 1/3 paha kiri bagian luar untuk mencegah perdarahan. 3. memakaikan tutup kepala dan menyelimuti bayi. 2.

. Bagi mahasiswa Dapat mengaplikasikan dan melakukan asuhan kebidanan kepada bayi baru lahir secara mandiri sesuai dengan teori yang diperoleh selama perkuliahan. Saran 1. 2.B. 3. Bagi instansi kesehatan pelayanan kesehatan yang lebih optimal sehingga Dapat meningkatkan meningkatkan kepuasan klien dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi. Bagi instansi pendidikan Dapat memberikan bimbingan langsung secara intensif dan kontinyu kepada mahasiswa dilapangan sesuai dengan kasus yang ditemui.

Ilmu Kebidanan.2000. Sarwono. Jakarta : Arcan Prawirohardjo. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo .2008.DAFTAR PUSTAKA Manuaba. Jakarta: PT. Sarwono. Jakarta: PT Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo Prawirohardjo. Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita. Ida Bagus Gde.2008.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful