Makalah Gemeli

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kemungkinan suatu kehamilan kembar dapat di ketahui sejak usia kehamilan 5 minggu,dengan melihat sejumlah kantung gestasidi dalam kavum uteri.diagnosis definitive kehamilan kembar baru boleh di tegakkan bila terlihat lebih dari satu mudigah yang menujukkan aktivitas denyut jantung.

BAB II TINJAUAN TEORI A. Definisi Kehamilan kembar atau kehamilan multipel ialah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan multipel dapat berupa kehamilan ganda/ gemelli (2 janin), triplet ( 3 janin ), kuadruplet ( 4 janin ), Quintiplet ( 5 janin ) dan seterusnya dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hokum Hellin. Hukum Hellin menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1: 89, untuk triplet 1 : 892, untuk kuadruplet 1 : 893, dan seterusnya. Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri, dokter dan masyarakat pada umumnya. Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda, oleh karena itu mempertimbangkan kehamilan ganda sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan. B. Etiologi 1. Kembar Monozigotik. Monozigotik atau identik, muncul dari suatu ovum tunggal yang dibuahi yang kemudian membagi menjadi dua struktur yang sama, masing-masing dengan potensi untuk berkembang menjadi suatu individu yang terpisah. 2. • Hasil akhir dari proses pengembaran monozigotik tergantung pada kapan pembelahan terjadi, dengan uraian sebagai berikut: Apabila pembelahan terjadi didalam 72 jam pertama setelah pembuahan, maka dua embrio, dua amnion serta dua chorion akan terjadi dan kehamilan diamnionik dan di chorionik. Kemungkinan terdapat dua plasenta yang berbeda atau suatu plasenta tunggal yang menyatu. • Apabila pembelahan terjadi antara hari ke-4 dan ke-8 maka dua embrio akan terjadi, masingmasing dalam kantong yang terpisah, dengan chorion bersama, dengan demikian menimbulkan kehamilan kembar diamnionik, monochorionik. • Apabila terjadi sekitar 8 hari setelah pembuahan dimana amnion telah terbentuk, maka pembelahan akan menimbulkan dua embrio dengan kantong amnion bersama, atau kehamilan kembar monoamnionik, monochorionik.

• 3.

Apabila pembuahan terjadi lebih belakang lagi, yaitu setelah lempeng embrionik terbentuk, maka pembelahannya tidak lengkap dan terbentuk kembar yang menyatu. Kembar Dizigot. Dizigotik, atau fraternal, kembar yang ditimbulkan dari dua ovum yang terpisah. Kembar dizigotik terjadi dua kali lebih sering daripada kembar monozigotik dan insidennya dipengaruhi oleh sejumlah faktor antara lain yaitu ras, riwayat keluarga, usia maternal, paritas, nutrisi dan terapi infertilitas.

C. Patofisiologi Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan, sehingga melewati batas toleransi dan seringkali terjadi putus prematurus. Lama kehamilan kembar dua rata-rata 260 hari, triplet 246 hari dan kuadruplet 235 hari. Berat lahir rata-rata kehamilan kembar ± 2500gram, triplet 1800gram, kuadriplet 1400gram. Penentuan zigositas janin dapat ditentukan dengan melihat plasenta dan selaput ketuban pada saat melahirkan. Bila terdapat satu amnion yang tidak dipisahkan dengan korion maka bayi tesebut adalah monozigotik. Bila selaput amnion dipisahkan oleh korion, maka janin tersebut bisa monozigotik tetapi lebih sering dizigotik. Pada kehamilan kembar dizigotik hampir selalu berjenis kelamin berbeda. Kembar dempet atau kembar siam terjadi bila hambatan pembelahan setelah diskus embrionik dan sakus amnion terbentuk, bagian tubuh yang dimiliki bersama dapat. Secara umum, derajat dari perubahan fisiologis maternal lebih besar pada kehamilan kembar dibanding dengan kehamilan tunggal. Pada trimester 1 sering mengalami nausea dan muntah yang melebihi yang dikarateristikan kehamilan-kehamilan tunggal. Perluasan volume darah maternal normal adalah 500 ml lebih besar pada kehamilan kembar, dan rata-rata kehilangan darah dengan persalinan vagina adalah 935 ml, atau hampir 500 ml lebih banyak dibanding dengan persalinan dari janin tunggal. Massa sel darah merah meningkat juga, namun secara proporsional lebih sedikit pada kehamilan-kehamilan kembar dua dibanding pada kehamilan tunggal, yang menimbulkan” anemia fisiologis” yang lebih nyata. Kadar haemoglobin kehamilan kembar dua rata-rata sebesar 10 g/dl dari 20 minggu ke depan. Sebagaimana diperbandingkan dengan kehamilan tunggal, cardiac output meningkat sebagai akibat dari peningkatan denyut jantung serta peningkatan stroke volume. Ukuran uterus yang lebih besar dengan janin banyak meningkatkan perubahan anatomis yang terjadi selama kehamilan. Uterus dan isinya dapat mencapai volume 10 L atau lebih dan berat lebih dari 20 pon. Khusus dengan kembar dua monozygot, dapat terjadi

Pemeriksaan USG . besarnya uterus melebihi lamanya amenorea. Dalam keadaan ini mudah terjadi kompresi yang cukup besar serta pemindahan banyak visera abdominal selain juga paru dengan peninggian diaphragma. adanya uterus yang cepat membesar: fundus uteri > 4 cm dari amenorea. yaitu hidramnion akut. Ukuran dan berat dari uterus yang sangat besar dapat menghalangi keberadaan wanita untuk lebih sekedar duduk. banyak bagian kecil teraba. Untuk menghindari kesalahan diagnosis. fungsi ginjal maternal dapat mengalami komplikasi yang serius. besar kemungkinannya sebagai akibat dari uropati obstruktif. Anamnesis Anamnesis yang dibutuhkan dalam menegakkan diagnosis kehamilan kembar adalah riwayat adanya keturunan kembar dalam keluarga. Kadar kreatinin plasma serta urin output maternal dengan segera kembali ke normal setelah persalinan. 3. Pemeriksaan klinik gejala-gejala dan tanda-tanda Adanya cairan amnion yang berlebihan dan renggangan dinding perut menyebabkan diagnosis dengan palpasi menjadi sukar. 2. Pemeriksaan Penunjang Untuk menegakkan diagnosis. Pada kehamilan kembar yang dengan komplikasi hidramnion. Dalam kasus hidramnion berat.akumulasi yang cepat dari jumlah cairan amnionik yang nyata sekali berlebihan. dan teraba dua balotemen. dan 75 % jika berat badan satu janin lebih dari 2500 gram. serta terdengar 2 DJJ dengan perbedaan 10 atau lebih. kehamilan ganda perlu dipikirkan bila dalam pemeriksaan ditemukan hal-hal berikut . amniosintesis terapeutik dapat dilakukan untuk memberikan perbaikan bagi ibu dan diharapkan untuk memungkinkan kehamilan dilanjutkan. perlu dilakukan pemeriksaan dengan berhubungan dengan dugaan kehamilan ganda. gerakan anak yang terlalu ramai dan adanya penambahan berat badan ibu menyolok yang tidak disebabkan obesitas atau edema. Berbagai macam stress kehamilan serta kemungkinan-kemungkinan dari komplikasikomplikasi maternal yang serius hampir tanpa kecuali akan lebih besar pada kehamilan kembar. teraba tiga bagian besar. D. yaitu : 1. telah mendapat pengobatan infertilitas. Lebih kurang 50 % diagnosis kehamilan ganda dibuat secara tepat jika berat satu janin kurang dari 2500 gram. uterus tumbuh lebih cepat dari kehamilan normal.

Pemeriksaan radiologi Pemeriksaan dengan rotgen sudah jarang dilakukan untuk mendiagnosa kehamilan ganda karena cahaya penyinaran.6 % dibandingkan dengan kehamilan tunggal sebesar 5. Anemia sering ditemukan pada kehamilan kembar oleh karena kebutuhan nutrisi yang tinggi serta peningkatan volume plasma yang tidak sebanding dengan peningkatan sel darah merah mengakibatkan kadar hemoblobin menjadi turun. dua bokong.4 Frekuensi terjadinya hipertensi yang diperberat kehamilan. Komplikasi Komplikasi pada ibu dan janin pada kehamilan kembar lebih besar dibandingkan kehamilan tunggal. dengan kembar monozigotik 2. Angka kejadian persalinan preterm ( umur kehamilan kurang 37 minggu ) pada kehamilan kembar 43. Diagnosis diferensial ada 4: • Kehamilan tunggal dengan janin besar • Hidramnion • Molahidatidosa • Kehamilan dengan tumor F.6 %. Diagnosis dengan USG sudah setelah kehamilan 6-8 minggu dapat menentukan diagnosis akurat jumlah janin pada uterus dari jumlah kantong gestasional yang terlihat. terdengar dua denyut jantung janin. preklamsia dan eklamsia meningkat pada kehamilan kembar. E. Pada trisemester pertama kehamilan reabsorbsi satu janin atau keduanya kemungkinan terjadi. keadaan ini berhubungan dengan kejadian edema pulmonum pada pemberian tokolitik yang lebih tinggi dibandingkan kehamilan kembar. Resiko terjadinya abortus pada salah satu fetus atau keduanya tinggi. Pendarahan antepartum oleh karena solutio plasenta disebabkan permukaan plasenta pada kehamilan kembar jelek sehingga plasenta mudah terlepas.5 kali angka kematian kembar dizigotik. Diagnosis Diagnosis pasti kehamilan kembar ditentukan dengan teraba dua kepala. dan dari pemeriksaan ultrasonografi. 4.3.1.Berdasarkan pemeriksaan USG dapat terlihat 2 bayangan janin atau lebih dengan 1atau 2 kantong amnion. Kematian . Angka kematian perinatal pada kehamilan kembar cukup tinggi.

semakin besar massa janin semakin bertambahnya maturasi plasenta serta insufisiensi plasenta relatif. paling sering disebabkan oleh karena pertumbuhan janin yang terbatas serta persalinan preterm. angka kelainan kongenital mayor lebih tinggi dibandingkan kembar dua. Berat Badan Lahir Rendah. Kira-kira separuh dari kembar dilahirkan pada 36 minggu atau kurang dan persalinan sebelum genap bulan merupakan alasan utama untuk peningkatan resiko morbiditas dan mortalitas neonatal pada kembar. tendesi terjadinya atonia uterus dan berasal dari insersi plasenta. durasi dari kehamilan menurun. yang mengimplikasikan monozygot sebagai faktor resiko untuk abortus spontan. penyebab kematian yang umum adalah saling membelitnya tali pusat.satu janin pada kehamilan kembar dapat terjadi. Dalam trisemester III. Pada saat jumlah dari janin meningkat. namun dapat juga merefleksikan potensial-potensial pertumbuhan genetik yang berbeda. Perdarahan postpartum dalam persalinan kembar disebabkan oleh overdistension uterus. Derajat pembatasan pertumbuhan dalam kembar dua monozygot kemungkinannya lebih besar dibandingkan pada pasangan dizygotik. Secara umum. Dalam kehamilan dizygotik. Kelainan kongenital mayor pada kehamilan kembar meningkat sesuai dengan jumlah kembarnya. Pembatasan pertumbuhan serta morbiditas yang berhubungan. 1983 ). perbedaan ukuran yang menyolok biasanya ditimbulakan dari plasentasi yang tidak sama. Pada kembar triplet. Kelainan jantung pada kembar monozigotik 1 : 100 kasus. Kehamilan janin kembar lebih besar kemungkinannya dikarakterisasikan dengan berat badan lahir rendah dibandingkan dengan kehamilan tunggal. semakin besar derajat dari keterbatasan pertumbuhan. 3. meningkat secara bermakna pada . Beberapa keadaan yang menyertai kehamilan kembar meliputi : 1. Durasi Kehamilan. Aborsi Aborsi spontan lebih besar kemungkinannya terjadi pada kehamilan kembar. dengan satu tempat plasenta menerima suplai darah yang lebih baik dibandingkan yang lainnya. Kembar dua monochorial jauh lebih banyak dibanding kembar dichorial. ( Benirschke. semakin besar jumlah janin. Bahaya yang perlu dipertimbangkan pada kematian satu janin adanya koagulopati konsumtif berat yang dapat mengakibatkan terjadinya disseminated intravascular coagulopathy. 2. Perbedaan ukuran dapat juga disebabkan oleh karena abnormalitas umbilicus.

Kebutuhan kalori. dan 1 mg asam folat diberikan untuk menambah zat gizi lain yang telah diberikan. Kebutuhan kalori harus ditingkatkan sebesar 300 kalori perhari. Diagnosis dini kehamilan kembar harus dapat ditegakkan sebagai perencanaan pengelolaan kehamilan. dan sesudah usia kehamilan 36 minggu pemeriksaan dilakukan tiap minggu.11 G. Bila tak ada betamethasone dapat diberikan dexamethasone serta pemberian tokolitik. Mati dkk (1973) melaporkan bahwa kortikosteroid dapat menginduksi persalinan pada manusia lebih dari 20 tahun yang lalu. melainkan juga merangsang persalinan. Mulai umur kehamilan 24 minggu pemeriksaan antenatal dilakukan tiap 2 minggu. Elliot dan Radin (1995) mengkonfirmasi bahwa kortikosteroid menginduksi kontraksi uterus dan persalinan preterm pada manusia. Penatalaksanaan Untuk menurunkan mortalitas dan morbiditas perinatal pada kehamilan kembar.kembar yang dilahirkan antara minggu ke 39 dan 41 dibandingkan dengan persalinan pada 38 minggu atau kurang. Percepatan Pematangan Fungsi Paru • Kortikosteroid tidak hanya mempengaruhi pematangan paru saja. sehingga dilakukan pemberian kortikosteroid diperlukan untuk pematangan paru berupa betamethsone 12 mg/hari . A. mineral. Pemberian 60 sampai 100 mg zat besi perhari. Hal ini diukur berdasarkan adanya . vitamin dan asam lemak esential harus cukup oleh karena kebutuhan yang meningkat pada kehamilan kembar. perlu dilakukan tindakan-tindakan untuk mencegah terjadinya komplikasi seawal mungkin. untuk 2 hari saja. • Penelitian-penelitian yang dimulai tahun 1970an. Hal ini didasarkan pada pengamatan bahwa bayi-bayi kembar dua lahir mati yang dilahirkan saat 40 minggu atau lebih memiliki gambaran-gambaran yang sama dengan bayi tunggal postmatur. protein. yang menindaklanjuti perkembangan anakanak yang diberi terapi antenatal kortikosteroid sampai umur 12 tahun tidak memperlihatkan efek buruk dibidang perkembangan saraf jangka panjang. Pemeriksaan ultrasonografi dilakukan untuk mengetahui adanya diskordansi pada kedua janin pengukuran lingkar perut merupakan indikator yang sensitif dalam menentukan diskordansi. Kehamilan kembar dua 40 minggu atau lebih harus dianggap posterm. Pada kehamilan kembar terjadi peningkatan risiko persalinan preterm. Selain itu. Istirahat baring dianjurkan lebih banyak karena hal itu menyebabkan aliran darah keplasenta meningkat agar pertumbuhan janin baik. Jenssen dan Wright (1977).

Nifedipine 10 mg. antara lain edema paru. d. b. Tokolitik Tokolitik berguna untuk mengurangi kontraksi uterus dan menahan pembukaan serviks. diulang tiap 30 menit. 1995). Setelah janin pertama lahir. B. Umumnya hanya diperlukan 20 mg. Kala I diperlakukan seperti biasa bila janin letak memanjang. Biasanya dalam 10 sampai 15 menit his akan kuat lagi. dan motorik atau sensorik (National Institute of Health Consensus Development Panel. dikhawatirkan terjadi interloking dalam perjalanan persalinannya. terjadi prolap tali pusat. Penderita dianjurkan mengejan atau dilakukan tekanan terkendali pada fundus agar bagian bawah janin masuk dalam panggul. perilaku. B-mimetik : terbutalin atau salbutamol. presentasi janin kedua. bila his tidak timbul dalam 10 menit diberikan 10 unit oksitosin yang diencerkan dalam infus untuk menstimulasi aktifitas miometrium. tindakan versi luar intrapartum merupakan pilihan. dan dosis perawatan 3 x 10mg. Episiotomi mediolateral dilakukan untuk mengurangi trauma kepala pada janin prematur. plasenta previa pada kehamilan kembar atau janin pertama presentasi bokong dan janin kedua presentasi kepala. Apabila janin kedua letak memanjang. maksimum 40 mg/6 jam. Seksiosesarea dilakukan bila janin pertama letak lintang.1 Apabila janin kedua letak lintang dengan denyut jantung janin dalam keadaan baik. Pemberian tokolitik yang dianjurkan meliputi: a. e. Pada pemberian tokolitik. Sebaiknya pada pertolongan . yaitu dengan dilakukan versi ekstraksi pada letak lintang dan ekstraksi vakum atau forseps pada letak kepala. pasien harus dirawat di rumah sakit untuk observasi dan tirah baring. dan taksiran berat janin harus segera ditentukan dengan pemeriksaan bimanual. dan pimpinan persalinan kedua seperti biasa. infeksi dan pengendalian glukosa yang lebih sulit pada ibu diabetik. Tidak dilaporkan adanya efek jangka panjang pada ibu. Penanganan Persalinan Persiapan perawatan bayi prematur dan keadaan kemungkinan perdarahan postpartum harus tersedia dalam pertolongan persalinan kembar. Bila janin kedua letak lintang atau terjadi prolap tali pusat dan terjadi solusio plasenta tindakan obsterik harus segera dilakukan.gangguan belajar. tindakan selanjutnya adalah melakukan pecah ketuban dengan mengalirkan ketuban secara perlahanlahan. Setelah bagian presentasi terfiksasi pada pintu atas panggul. c. Namun terdapat efek jangka pendek pada ibu. selaput ketuban dipecah selanjutnya dipimpin seperti biasanya.

5 IU dalam 500 ml dekstrose 5% atau ringer laktat/ 10 tts / mt. 1.Periksa DJJ . tetesan oksitosin dipercepat sampai his adekuat 2.Bila tak timbul konteraksi dalam 10 menit.Periksa DJJ . • Bila presentasi vertex . tindakan seksiosesarea adalah tindakan yang bijaksana. Apabila kemungkinan-kemungkinan ini dapat diprediksikan.2 mg methergin intravena. presentasi bayi. Monitoring janin dengan auskurtasi berkala DJJ Pada kala II beri oksitosis 2.Bila letak lintang lakukan versi luar .Lakukan palpasi abdomen untuk menentukan adanya bayi selanjutnya . disamping itu ukuran janin kecil sehingga ektremitas dan tubuh janin dapat dilahirkan pada dilatasi servik yang belum lengkap. Kemungkinan lain pada persalinan kembar dengan usia kehamilan preterm dengan janin pertama presentasi bokong adalah terjadinya aftercoming head oleh karena pada janin prematur lingkar kepala jauh lebih besar dibandingkan lingkar dada. Prinsip penanganan kehamilan ganda. prolapsus tali pusat juga sering terjadi pada persalinan preterm. Bayi II .Lakukan pemeriksaan vaginal untuk : adanya prolaps funikuli.persalinan kembar dipasang infus profilaksis untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya perdarahan post partumnya.Bila kepala belum masuk. Bayi I • • • • • Cek persentasi Bila verteks lakukan pertolongan sama dengan presentasi normal dan lakukan Monitoring dengan partograf Bila persentasi bokong. masukan pada PAP secara manual . lakukan pertolongan sama dengan bayi tunggal presentasi bokong Bila letak lintang lakukan seksio sesaria. Segera setelah kelahiran bayi I . ketuban pecah atau intak.Ketuban dipecah . f. Pada kala empat diberikan sintikan 10 unit sintosinon ditambah 0.

Bila gagal lakukan seksio secarea • Pasca persalinan berikan oksitosin drip 20 IU dalam 1 liter cairan 60 tetes/menit atau berikan ergometrin 0. janin lakukan ekstraksi .Bila ketuban intak.Bila gawat.Bila tak ada konteraksi sampai 10 menit. Untuk mengurangi perdarahan pasca persalinan. • Bila letak lintang . tetesan oksidosin dipercepat sampai his adekuat . .Periksa DJJ . seksio) • Bila presentasi bokong .Lakukan persalinan pervaginan bila pembukaan lengkap dan bayi tersebut tidak lebih besar dari bayi I .2 mg IM 1 menit sesudah kelahiran anak yang terakhir dan lakukan manajemen aktif kala II..Bila 30 menit bayi belum lahir lakukan tindakan menurut persyaratan yang ada (vakum.Pecahkan ketuban . lakukan versi luar .Bila tidak mungkin melakukan persalinan pervaginam lakukan seksio secarea. forceps.

00 WIB Rutin : √ Keluhan : tidak ada 2. DATA SUBJEKTIF (S) A. Riwayat Kehamilannya 2. Alasan kunjungan ini: Kunjungan pertama Kunjungan ulang ::√ Pukul: 09.BAB III PENGKAJIAN KASUS MANAJEMEN ASUHAN KEBIDANAN PADA IBU HAMIL 1.W :27tahun : Jawa : Islam :SMA : Ibu Rumah Tangga Alamat Rumah: Jl. lamanya: 7 hari. Anamnesa pada tanggal: 03-11-2010 Oleh: Annisa Rachmi Nur 1. banyaknya : 3 kali ganti pembalut sehari Haid sebelumnya tanggal: 27-02-2010 lamanya: 7 hari .D Umur Agama Pendidikan Pekerjaan :30tahun : Islam :STM : swasta Suku / Bangsa: Jawa san 1 5/4 Alamat Kantor: - B. Identitas Pasien Nama Umur Suku Agama Pendidikan Pekerjaan Telp Telp ::: Ny. Kebagusan 5/4 Telp Alamat Kantor: Telp ::Nama Suami : Tn.1 Riwayat Menstruasi Hari pertama haid terakhir: 27-3-2010 pasti/tidak.

5 Diet/makan Makan sehari-hari Perubahan makan yang dialami 2. ikan. teratur/tidak teratur Konsistensi: normal TP : 3-12-2010 UK : 35 minggu 5 hari 2. telor.buah) : tidak ada BAB : 1x/hari : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada lah Rasa gatal pada vulva vagina dan sekitarnya : tidak ada .3 Pergerakan fetus dirasakan pertama kali : Usia kehamilan 16 minggu Pergerakan fetus dalan 24 jam terakhir: > 12kali 2.4 Keluhan yang dirasakan ( bila ada jelaskan ) : Iya.Banyaknya: 3 kali ganti pembalut sehari Siklus: 28 hari. karena kehamilannya semakin membesar Mual dan muntah yang lama Nyeri perut Panas menggigil Sakit kepala berat / terus menerus Penglihatan kabur Rasa nyeri/panas waktu BAK Pengeluaran cairan darah pervaginam Nyeri.2 Tanda-tanda kehamilan (trismester I) Hasil tes kehamilan (jika dilakukan) Tanggal: 30-04-2009 hasil: + 2. kemerahan. tegang pada tungkai Edema 2.6 Pola eliminasi : BAK : 4-6 x/hari : 3x sehari (nasi.

8 Imunisasi TT1 tanggal: 2. 2006 Hamil ini puskesma s aterm spontan bidan n Tidak ada ♀ 350 0 4 9 Seha t Anak 4. Riwayat kehamilan. Riwayat kesehatan 4.2. persalinan.7 Aktivitas sehari-hari Pola istirahat dan tidur : Siang : ±30 menit Seksualitas Malam : 7-8 jam/hari : tidak ada masalah dan gangguan 3-5-2010 TT2 tanggal: 4-6-2010 Pekerjaan/kegiatan sehari-hari: Tidak ada masalah 2. Tgl/th Persalina n Tempat Persalina n Usia Kehamila n Jenis Persalina n Penolon g Penyulit Kehamila n dan persalina 1 2. nifas yang lalu No .9 Riwayat kontrasepsi yang pernah dipakai: suntik 3 bulan (3 tahun) 3..1 Riwayat penyakit yang sedang atau pernah diderita Jantung Tekanan darah tinggi Hepatitis Diabetes mellitus Anemia berat Penyakit hubungan seksual Campak Malaria Tuberkulosis Gangguan mental Operasi : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada : tidak ada .

persalinan. Riwayat kesehatan keluarga II.1 Apakah kehamilan ini direncanakan/diinginkan: diinginkan 5. Tanda Vital Tekanan darah : 100/70 mmHg Suhu tubuh : 36. 1.3 Status perkawinan Jumlah Lama perkawinan No . Riwayat sosial 5. Tinggi badan : 165cm Denyut nadi Pernafasan : 78 x/menit : 18 x/menit : 68 kg : Baik : Stabil Kesadaran : Compos mentis : tidak ada Berat badan .5 Kepercayaan yang berhubungan kehamilan. dan nifas : tidak ada 6. 2.Lain-lain 4.5 oC 3. Jenis kelamin ♂ ♀ : 1 (satu) kali : 5 (lima) tahun Umur 26 th 4 th Hub. Keadaan umun Keadaan emosional 2.2 Perilaku kesehatan : tidak ada Penggunaan alkohol/obat-obatan sejenisnya : tidak Obat-obatan/jamu yang sering digunakan Merokok/makan sirih Irigasi vagina/ganti pakaian dalam : tidak ada : tidak : tidak / 2-3x perhari 5.2 Apakah jenis kelamin yang diharapkan 5.4 Susunan keluarga yang tinggal serumah 5. Keluarga Suami anak Pendidikan SMP Pekerjaan Keterangan swasta Sehat sehat :♂ 5. Data Ojektif (O) 1.

Punggung dan pinggang Posisi tulang belakang Pinggang nyeri : lordosis fisiologis : tidak ada : tidak ada Kekuatan sendi Kemerahan Varises : tidak ada Refleks : ka/ki + / + : tidak ada : ka/ki + / + : tidak ada : simetris : belum keluar ASI : tidak ada : tidak ada Putting susu : menonjol Benjolan/tumor: tidak ada : tidak pucat : tidak ikterik : bersih.4. bersih : Kelopak mata : tidak edema Konjungtiva Sclera 4.1. Ekstremitas atas dan bawah : Edema .3.Kenaikan BB selama hamil : 7 kg 4. Kelenjar getah bening : Pembesaran : tidak ada 4.7. Dada Jantung Paru Payudara :::: Pembesaran Simetris Pengeluaran Rasa nyeri Lain-lain 4. tidak adaepulis&lubang 4.2.5.8. Kelenjar thyroid Gigi : Pembesaran kelenjar : tidak ada 4. Muka : hitam.tidak ada caries : Lidah&geraham : bersih.6. Mulut dan gigi 4. panjang. Pemeriksaan fisik 4. bergelombang. Rambut 4.

seperti papan Leopold II kanan teraba Leopold IV TBBJ Kontraksi Frekuensi Kekuatan : ada : 3-4 kali : kuat Leopold III bagian bawah terisi : kepala belum masuk PAP : 36-11x155= 3875 gram Palpasi supra pubik kandung kemih : kosong 4. Abdomen : Bekas luka operasi : tidak ada Konsistensi : agak keras Pembesaran lien/liver : tidak ada 4.10.seperti papan : 1 bagian bulat.memanjang.keras. melenting : 1 bagian keras.6 gr% Urine : protein : golongan darah : O + reduksi :- .2:bokong : Denyut jantung fetus : ada Frekuensi Punctum maximum : janin 1 : 144x/menit Janin 2 : 137x/menit : janin1 : 3 jari d bawah pusat puka ibu Janin 2 : 3 jari di atas pusat puki ibu Pergerakan : ada 5. 1:kepala.4. Pemeriksaan laboratorium Darah : Hb : 11.11. Fetus : Letak : memanjang Auskultasi Presentasi : ja.keras.memanjang. Palpasi uterus Leopold I Tinggi FU FU terisi : :36cm : 1 bagian bulat.9.melenting Pembesaran : tidak ada benjolan : tidak ada Leopold II kiri teraba :1 bagian keras.

IDENTIFIKASI KEBUTUHAN AKAN TINDAKAN SEGERA ATAU KOLABORASI Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien.Ibu mengatakan ini kehamilan yang kedua . Masalah.Ibu mengatakan pernah mengaami sesak nafas karena perutnya yang membesar.5 oC R : 18 x/menit S : 78 x/menit TTV : TD : 100/70 mmHg UK : 35 minggu 5 hari . IDENTIFIKASI DIAGNOSA DAN MASALAH POTENSIAL Identifikasi diagnosa. : TP : 3-12-2010 N : 36.ibu mengatakan pernah melahirkan satu kali -Ibu mengatakan tidak pernah mengalami keguguran sebelumnya .Ibu mengatakan haid terkhir pada tanggal 27-3-2010 DO TB : 165 cm BB : 68 kg LiLA : 28 cm Masalah : .Pemeriksaan penunjang lain : USG III. Kebutuhan : . INTERPRETASI DATA Identifikasi diagnosa.penkes tentang perubahan fisiologis kemahilan pada trimesterIII penkes tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester III penkes tentang pentingnya pola istirahat penkes tentang menjaga personal hygiene penkes tentang persiapan persalinan diskusikan jadwal kunjungan ulang menjelaskan hasil pemeriksaan dokumentasi hasil pemeriksaan IV. dan Kebutuhan Diagnosa Ibu = G₂ P₁ A0 H 35 minggu 5 hari dengan Gemelli DS : . dan masalah potensial sesuai dengan diagnosa dan masalah yang sudah diidentifikasi G₂ P₁ A0 H 35 minggu 5 hari dengan Gemelli V.

kelelahan. Rujukan (bila diperlukan) 6. pandangan kabur dan nyeri epigastrium . Menjelaskan tanda-tanda bahaya kehamilan yaitu sakit kepala yang hebat. MERENCANAKAN ASUHAN YANG MENYELURUH Merencanakan asuhan secara menyeluruh dengan rasional meliputi: 1. PELAKSANAAN Melaksanakan rencana asuhan menyeluruh seperti yang telah diuraikan pada langkah V • • • • Membina hubungan baik antara bidan dengan klien Menjelaskan hasil pemeriksaan bahwa klien dan bayinya saat ini dalam keadaan sehat. Konseling 4.- Kolaborasi dengan dokter SPOg Menegakan diagnose dengan USG Rujuk pada fasilitas kesehatan yang lebih tinggi VI. Menjelaskan perubahan fisiologis kemahilan pada trimester III yaitu ibu merasa agak sesak karena perut yg semakin membesar. Kolaborasi (bila diperlukan) 5. Terapi dan asuhan 2. Pendidikan kesehatan 3. Tindak lanjut • • • • • • • • • Bina hubungan baik antara bidan dengan klien Jelaskan hasil pemeriksaan Jelaskan penkes tentang perubahan fisiologis kemahilan pada trimester III Jelaskan penkes tentang tanda-tanda bahaya kehamilan pada trimester III Jelaskan penkes tentang pola istirahat Jelaskan penkes tentang personal hygiene Jelaskan tentang persiapan persalinan Diskusikan kunjungan ulang 1 minggu kemudian Dokumentasikan hasil pemeriksaan VII. sering BAK.

kendaraan. sarwono ”Ilmu Kebidanan“ 2. uang dan pendonor darah. Prawirohardjo. Mendiskusikan kunjungan ulang 1 minggu kemudian atau jika ada tanda-tanda persalinan Mendokumentasikan hasil pemeriksaan VII. garry “Obstetri Williams“ . Cuningham. EVALUASI • • • • • Hubungan antara bidan dan klien terbina dengan baik Ibu merasa senang setelah mengetahui hasil pemeriksaan Ibu menerima penjelasan penkes dan dapat mengulang hal-hal yang penting untuk diketahui Ibu mengetahui waktu kunjungan berikutnya dan bersedia akan datang kembali pada waktu tersebut atau bila ada keluhan Hasil pemeriksaan telah didokumentasikan DAFTAR PUSTAKA 1.• • • • • Menjelaskan pola istirahat yang baik. yaitu tidur atau istirahat cukup pada siang hari dan malam hari Menjelaskan tentang pentingnya menjaga personal hygiene yaitu mandi 2x1hari dan ganti pakaian dalam minimal 2x perhari Menjelaskan tentang persiapan persalinan yaitu penolong.

Kehamilan Kembar monozigotik Kembar monozigotik atau identik. kuadriplet (4 janin). Hukum hellin menyatakan bahwa perbandingan antara . dan seterusnya.BAB II TINJAUAN TEORI A. Kehamilan kembar atau kehamilan multiple adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri. triplet (3 janin). dan seterusnya dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hukum Hellin. Qiuntiplet (5 janin). dalam menghadapi kehamilan kembar harus dilakukan pengawasan yang lebih intensif. muncul dari suatu ovum tunggal yang dibuahi yang kemudian membagi menjadi 2 struktur yang sama.Kehamilan multiple dapat berupa kehamilan ganda/ gemelli (2 janin). dokter dan masyarakat pada umumnya. triplet (3 janin). untuk triplet 1:892 . masing-masing dengan potensi berkembang menjadi suatu individu yang terpisah. Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda.Kehamilan multiple dapat berupa kehamilan ganda/ gemelli (2 janin). Pengertian Kehamilan kembar atau kehamilan multiple adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. dan seterusnya dengan frekuensi kejadian yang semakin jarang sesuai dengan hukum Hellin. Kehamilan kembar dapat memberikan resiko yang lebih tinggi terhadap bayi dan ibu oleh karena itu. Qiuntiplet (5 janin). a. kuadriplet (4 janin). untuk kuadriplet 1: 893. Jenis dan etiologi kehamilan kembar 1. B. Hukum hellin menyatakan bahwa perbandingan antara kehamilan ganda dan tunggal adalah 1 : 89. oleh karena itu mempertimbangkan kehamilan kembar sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan.

serta 2 chorion akan terjadi plasenta yang kehamilan diamnionik dan dichorionik. Terjadi sekitar 8 hari setelah pembuahan dimana amnion telah terbentuk maka pembalahan akan menimbulkan 2 embrio denhgan kantong amnion bersama atau kehamilan kembar monoamniotik. Pembuahan terjadi lebih belakang setelah lempeng embrionik terbentuk maka pembelahanya tidak lengkap dan terbentuk kembar yang menyatu. Kemungkinan terdapat dua berbeda atau suatu plasenta tunggal yang menyatu. oleh karena itu mempertimbangkan kehamilan kembar sebagai kehamilan dengan komplikasi bukanlah hal yang berlebihan. dokter dan masyarakat pada umumnya. b. monochorionik. untuk triplet 1:892 . Kehamilan kembar dapat memberikan resiko yang lebih tinggi terhadap bayi dan ibu oleh karena itu. monochorionik. 2 amnion. dalam menghadapi kehamilan kembar harus dilakukan pengawasan yang lebih intensifPembelahan terjadi didalam 72 jam pertama setelah pembuahan dan maka 2 embrio. untuk kuadriplet 1: 893. dan seterusnya. masing-masing dalam kantong yang terpisah. Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri. dengan korion bersama dengan demikian menimbulkan kehamilan kembar diamnionik. Kehamilan Kembar dizigotik Dizigotik atau fraternal adalah kembar yang ditimbulkan dari 2 ovum yang terpisah. Morbiditas dan mortalitas mengalami peningkatan yang nyata pada kehamilan dengan janin ganda. 2. Pembelahan terjadi antara hari ke 4 dan ke-8 maka dua embrio akan terjadi. kembar dizigotik terjadi 2 kali lebih sering dari pada kembar monozigotik dan insidenya dipengaruhi oleh . d.kehamilan ganda dan tunggal adalah 1 : 89. c.

nutrisi dan terapi infertilitas. 2 amnion. riwayat keluarga. Jenis kelamin dapat sama atau berbeda b. Kehamilan kembar dapat terjadi kurang dari 1/3 pada wanita 20 tahun tanpa riwayat kelahiran kembar. Faktor nutrisi Nylander (1971) mengatakan bahwa peningkatan kehamilan kembar berkaitan dengan status . Faktor umur dan paritas Untuk peningkatan usia sampai 40 tahun atau paritas 7. Faktor keturunan Sebagai penentu kehamilan kembar genotip ibu jauh lebih penting dari genotip ayah. Mempunyai 2 plasenta. Ciri kehamilan kembar dizigotik: a. frekuensi kehamilan kembar akan meningkat. C. 3. bila dibandingkan dengan wanita yang berusia diantara 35-40 tahun dengan 4 anak atau lebih. 2chorion. knox dan morley (1960) dalam suatu survey pada salah satu masyarakat pedesaan di nigeria mendapatkan bahwa kehamilan kembar terjadi sekali pada setiap 20 kelahiran. paritas. melahirkan bayi kembar dengan frekuensi 1/116 kehamilan.faktor ras. Faktor presdisposisi 1. 2. Wanita yang bukan kembar tapi mempunyai suami kembar dizigot. Faktor ras Pada kawasan afrika frekuensi terjadinya kehamilan ganda sangat tinggi. usia maternal. kehamilan pada orang timur tidak sering terjadi. 4.

Bentuk kelainan pertumbuhan tersebut diantaranya : . sehingga melewati batas toleransi dan seringkali terjadi putus prematurus. Sehingga janin yang mempunyai jantung lemah mendapat nutrisi yang kurang menyebabkan pertumbuhan terhambat sampai kematian janin dalam rahim. meningkatkan konsentrasi dan mortilitas sperma. Patofisiologi dan Patogenesis Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan. D. Kedu faktor tersebut mungkin terdapat jantung salah satu janin lebih kuat dari yang lainnya. Pasien pada kasus ini. 6. pembuahan dilakukan melalui tehnik fertilisasi in vitro dengan melakukan seleksi terhadap ovum yang benar-benar berkualitas baik. dan juga meningkatkan kemungkinan kehamilan kembar. Faktor assited reproductive technology (ART) Teknik ART didesain untuk meningkatkan kemungkinan kehamilan. Pertumbuhan janin kehamilan kembar tergantung dari faktor plasenta apakah menjadi satu (kembar monozigotik) atau bagaiman lokalisasi implantasi plasentanya. Faktor terapi infertilitas Induksi ovulasi dengan menggunakan FSH plus chorionik gonadotropin atau chlomiphene citrat menghasilkan ovulasi ganda.nutrisi yang direpleksikan dengan berat badan ibu yang lebih tinggi dan berbadan besar mempunyai resiko hamil kembar 25-30%dibandingkan dengan ibu yang lebih pendek dan berbadan kecil 5. dan dua dari empat embrioyang ditransfer kedalam uterus. Faktor resiko untuk kehamilan ganda setelah ovarium distimulasi dengan hMG (therapy human menopause gonadotropin) berpengaruh terhadap peningkatan jumlah estradiol dan injeksi chorionic gonadotropin pada saat bersamaan akan berpengaruh terhadap karakteristik sperma.

1. berat lahir rata-rata kehamilan kembar + 2500gr. Fetus papiraseus (gepeng tertekan) d. Mendapat pengobatan infertilitas c. Anamnesa a. Gerakan janin yang banyak 2. Bertambahnya bert badan ibu hamil lebih besar d. Dapat diraba banyaknya bagian kecil janin e. kuadruplet 1400gr. Riwayat adanya keturunan kembar b. akardiapus c. Besarnya kehamilan melebihi lamanya terlambat menstruasi b. Penegakan diagnosis 1. karena perpisahan terjadi setelah umur fertilisasi 13 hari e. Dapat diraba tiga bagian besar janin dan teraba dua balotemen . Hamil kembar sering terjadi hidramnion Lama kehamilan kembar dua rata-rata 260 hari. triplet 1800gr. Pemeriksaan klinis a. Perbedaan berat tidak sama sekitar 50-150gr b. Uterus yang membesar lebih dari 4 cm dari amenore d. Terjadi kembar dempet. Dalam pertumbuhan kedua janin dapat terjadi : a.Terjadi pertumbuhan monster. E. Secara umum berat janin hamil kembar lebih rendah sekitar 700-1000gr dari hamil tunggal 2. Besarnya rahim bertambah lebih cepat dari biasanya c. triplet 246 hari dan kuadruplet 235 hari.

Setelah persalinan terjadi gangguan kontraksi otot rahim yang meyebabkan atonia uteri menimbulkan perdarahan retensio plasenta dan placenta rest.udem tungkai pembesaran pembuluh darah (varises). Dengan alat bantu ultra sonografi dan foto abdominal akan tanpak dua janin dalam rahim F.pemeriksaan laboratorium dasar.pengobatan intensif terhadap kekurangan .persalinan dapat berlangsung lebih lama karena keregangan otot rahim yang melampai batas. Teraba dua kepala b. Diagnosis pasti kehamilan kembar a. Teraba dua bokong atau dua punggung c. Keregangan otot rahim yang menyebabkan iskemia uteri dapat meningkatkan kemungkinan preeklamsi dan eklamsi. Prognosis Frekuensi hidramnion sekitar 10 kali lebih besar dari kehamilan tunggal.Dalam perawtan antenatal pada kehamilan kembar kemungkinan penyulit ibu dan janin perlu penanganan yang lebih intensif dengan pengawasan yang lebih sering. 4.f. Pemeriksaan USG Terlihat dua bayangan janin dengan 1 atau 2 kantong amnion. Diagnosis dengan USG sudah dapat ditegakkan pada kehamilan 10 minggu.Solusio plasenta dapat terjadi setelah persalinan anak pertama karena retraksi otot rahim yang berlebihan.sering ingin kencing. Terdengar dua DJJ dengan perbedaan 10 denyut atau lebih g. Dengan janin yang relatif berat badannya rendah menyebabkan morbiditas dan kematian yang tinggi keluhan pada kehamilan kembar tersa sesak nafas.Sering disertai hamil dengan hidramnion 3. Terdengar dua denyut jantung janin dengan perbedaan jumlah lebih dari 10 denyut d.

Atonia Uteri b. Pada kehamilan. Retensio Plasenta c.nutrisi dan priparat Fe. Penatalaksanaan 1. Plasenta rest d. Komplikasi kehamilan a. Kelainan Letak d. Angka kesakitan/kematian perinatal tinggi h. Pertumbuhan janin terlambat g. Dalam kehamilan Dibandingkan dengan kehamilan tunggal. kehamilan ganda lebih mungkin terkait dengan komplikasi kehamilan. kebutuhan ibu untuk pertumbuhan hamil kembar lebih besar sehingga terjadi defisiensi nutrisi seperti anemia dalam kehamilan yang dapat mengganggu pertumbuhan janin dalam rahim. Komplikasi 1. Perdarahan postpartum e. Ada argumen kuat yang menyatakan bahwa pasien harus . Mudah infeksi H. Komplikasi Postpartum a. Ketubam pecah dini 2. Prematuritas c. Hidramnion b. Plasenta Previa e. Solusio Plasenta f. G.

bila anak pertama letaknya memanjang. perlu diadakan pencegahan terhadap preeklampsia dan eklampsia. Janin ke dua turun dengan cepat sampai ke dasar panggul dan lahir spontan karena jalan lahir telah dilalui anak pertama. selaput ketuban di pecahkan dan air ketub anjurkan meneran atau di lakukuan tekanan terkendali pada fundus uteri.perlu dibuat diagnosis dini kehamilan kembar. agar bagian bagian janin masuk ke dalam panggul. Pemeriksaan antenatal perlu diadakan lebih sering.mendapat asam folat 5 mg dan satu tablet zat besi tiap hari. sebaiknya .karena merupakan faktor predisposisi partus 2.bepergian jauh dan koitus dilarang. karena aliran darah keplasenta meningkat dan pertumbuhan janin akan lebih baik. Agar tujuan tersebut dapat tercapai.Bila janin dalam letak memenjang. Tenggang waktu antara lahirnya anak pertama dan anak ke dua adalah antara 5-15 menit. Persalinan Mengingat kemungkinan perdarahan postpartum lebih besar maka persediaan darah harus sudah terpenuhi. Episiotomi mediolateral di lakukanuntuk memperpendek kala pengeluaran dan mengurangi pengeluaran pada kepala bayi. Jika kelahiran anak kedua kurang dari 5 menit setelah anak pertama lahir. Setelah bayi pertama lahir segera lakukan pemeriksaan lakukan untuk mengetahui letak dan keadaan janin ke dua.Kala I dilakukan seperti biasa. Setelah kehamilan mencapai 30 minggu. dengan tindakan yang pemeriksaan dalam prematurus. maka pemakaian sedativa perlu di batasi. Karena sebagian besar persalinan kembar bersalin prematur.partus prematurus dan anemia. Istirahatbaring dianjurkan lebih banyak. Untuk kepentingan ibu dan janin.

dan janin ke dua dalam persentasi kepala. agar perdarahan postpartum dapat diketahui secara dini dan penangannya dilakukan segera. dan lainlain. Segera setelah anak ke dua lahir.cepat ini dapat nenimbulkn trauma persalinan pada anak. Bila janin ke dua dalam letak lintang denyut jantung janin tidak teratur terjadi frolaksus funikuli atau solusio plasenta atau bila persalinan spontan tidak terjadi dalam waktu 15 menit. Seksio sesarea pada kehamilan kembar dilakukan atas indikasi janin pertama dalam letak lintang. plasenta previa. makalah Gemeli dan Kelainan Air ketuban BAB I PENDAHULUAN . karena berkurangnya volume uterus dan juga dapat terjadi solusio plasenta sebelum anak ke dua di lahirakan. maka janin perlu di lahirkan dengan tindakan obsterik karena resiko akan meningkat dengan meningkatnya waktu. kala III di lakukan seperti biasa. Bila keadaan ini tidak dapat di lepaskan. Kesulitan lain yang mungkin terjadi ialah interlocking dalam hal ini janin pertama letak sungsang. Setelah bokong lahir. Kala IV di awasi dengan cermat dan cukup lama. maka lakukan dekapitsi atau seksio sesarea menurut keadaan janin. dagu janin pertama tersangkut pada leher dan dagu janin ke dua. frolaksus funikuli. Tetapi jika kelahiran anak kedua lebih dari 30 menit dapat menimbulkan insuvisuensi uteroplasental.

Tidak cukupnya cairan amnion pada pertengahan usia kehamilan akan menyebabkan terjadinya hipoplasia paru yang dapat menyebabkan kematian. 75% pada quadruplet. janin akan mengalami berbagai kelainan seperti gangguan perkembangan anggota gerak. Kehamilan kembar mempengaruhi ibu dan janin. Kehamilan dan persalinan membawa risiko bagi janin. Selain itu cairan amnion juga berperan . Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri. . 50% pada triplet.1 Latar Belakang Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Persalinan dengan kehamilan kembar memiliki resiko lebih tinggi dari pada persalinan satu janin ( Tunggal ). cacat dinding perut. uterus akan berkontraksi dan menekan janin. Selain itu cairan ini juga mempunyai peran protektif pada janin. dan berkembang. suatu sindrom dengan gambaran wajah berupa kedua mata terpisah jauh. dokter dan masyarakat pada umumnya. terdapat lipatan epikantus. cairan amnion menjadi sangat penting bagi perkembangan paru janin. Kehamilan kembar dapat memberikan risiko lebih tinggi terhadap bayi dan ibu. bergerak. semakin tinggi resiko yang akan ditanggung ibu. Jika terjadi pengurangan volume cairan amnion pada awal kehamilan. dan sindroma Potter . Bahaya bagi ibu tidak sebegitu besar. Pada kehamilan normal. pangkal hidung yang lebar. Jadi kemungkinan terjadinya bayi premature akan tinggi. Oleh karena itu. Pada pertengahan usia kehamilan. dalam menghadapi kehamilan kembar harus di lakukan pengawasan hamil yang lebih intensif. Kehamilan kembar adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Semakin banyak jumlah janin yang dikandung ibu. tetapi wanita dengan kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila di inginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin. cairan ini mengandung agen-agen anti bakteria dan bekerja menghambat pertumbuhan bakteri yang memiliki potensi patogen. yang akan lahir 4 minggu sebelum cukup bulan. telinga yang rendah dan dagu yang tertarik ke belakang.1. Tanpa cairan amnion. diantaranya adalah kebutuhan akan zat-zat ibu bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan defisiensi zat-zat lainnya. cairan amnion memberikan ruang bagi janin untuk tumbuh. terhadap janin yaitu usia kehamilan tambah singkat dengan bertambahnya jumlah janin pada kehamilan kembar : 25% pada gemelli.Selama proses persalinan dan kelahiran cairan amnion terus bertindak sebagai medium protektif pada janin untuk memantau dilatasi servik.

3. 5. 1. Tujuan Penulisan Tujuan Umum Dalam pembuatan makalah ini.3 kelainan Air Ketuban “Oligohidramnion” . Agar Mahasiswi mengetahui Pentalaksanaan Polihidramnion dan Oligohidramnion. 1. 1. Sistematika Penulisan BAB I Pendahuluan 1. Kematangan dan kesiapan janin untuk lahir dapat diketahui dari hormon urin janin yang diekskresikan ke dalam cairan amnion. Jadi cairan amnion memegang peranan yang cukup penting dalam proses kehamilan dan persalinan. Agar Mahasiswi mengetahui Etiologi Polihidramnion dan Oligohidramnion.1 1.2 1. kembar.2 Kelainan Air Ketuban “Polihidramnion” 2.1 Gemelly (kehamilan kembar) 2.sebagai sarana komunikasi antara janin dan ibu. Agar mahasiswi dapat mengerti asuhan yang di dapat berikan pada kehamilan BAB II Tinjauan Teori 2.3 Agar Oligohidramnion. 6. 4. Cairan amnion juga dapat digunakan sebagai alat diagnostik untuk melihat adanya kelainankelainan pada proses pertumbuhan dan perkembangan janin dengan melakukan kultur sel. 2.3 Latar Belakang Masalah Tujuan Penulisan Sistematika Penulisan Mahasiswi mengetahui Pengertian tentang Polihidramnion dan Tujuan Khusus Untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Asuhan Kebidanan IV Patologi Agar mahasiswi dapat memahami tentang kehamilan kembar. b. diharapkan mahasiswi sebagai pembacanya dapat memahami tentang Kehamilan kembar dan Kelainan air ketuban agar dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan.2 a.

(Geri Morgan. Kehamilan dan persalinan membawa risiko bagi janin. (Prof. dalam menghadapi kehamilan kembar harus di lakukan pengawasan hamil yang lebih intensif. Kehamilan kembar dapat memberikan risiko lebih tinggi terhadap bayi dan ibu.dr. (Sarwono Prawirohardjo) Kehamilan kembar adalah individu mengandung dua janin atau lebih. Kehamilan kembar 2 telur. Bahaya bagi ibu tidak sebegitu besar.BAB III Tinjauan Kasus SOAP pada Gemelly SOAP pada Polihidramnion SOAP pada Oligohidramnion BAB IV Penutup 4.ND) Kehamilan kembar ada 2 macam : A.CNM.1 4.kehamilan kembar fraternal : 2 buah sel . SpOG) Kehamilan kembar adalah suatu kehamilan dengan dua janin atau lebih. Oleh karena itu. kehamilan kembar dizygotik. dokter dan masyarakat pada umumnya.2 Kesimpulan Saran DAFTAR PUSTAKA BAB II TINJAUAN TEORI 2. Kehamilan tersebut selalu menarik perhatian wanita itu sendiri. tetapi wanita dengan kehamilan kembar memerlukan pengawasan dan perhatian khusus bila di inginkan hasil yang memuaskan bagi ibu dan janin.1 Gemelly (Kehamilan Kembar) Kehamilan kembar adalah kehamilan dengan dua janin atau lebih. Ida Bagus Gde Manuaba.

1. 2. 2. Kebutuhan ibu akan zat-zat makanan pada kehamilan kembar bertambah sehingga dapat menyebabkan anemia dan penyakit defisiensi lain. sering kencing. Frekuensi pre-eklamsia dan eklamsia juga dilaporkan lebih sering pada kehamilan kembar.1 Etiologi Kehamilan Kembar Kecenderungan ras atau keluarga untuk melahirkan kembar meningkatkan kemungkinan kehamilan dizigot. 3. 2. Tanda Dan Gejala Pada kehamilan kembar distensi uterus berlebihan. sering mempengaruhi kehamilan kembar 2 telur dan faktor keturunan. Frekuensi hidramnion kira-kira sepuluh kali lebih besar pada kehamilan kembar daripada kehamilan tunggal. umur. kemudian membagi diri dalam 2 bagian yang masing-masing tumbuh menjadi anak. makin tua makin tinggi angka kejadian kehamilan kembar dan menurun lagi setelah umur 40 tahun. sehingga melewati batas toleransinya dan seringkali terjadi partus prematurus. kehamilan kembar monozygotik atau kehamilan kembar identik : yang terjadi dari sebuah sel telur dan sebuah sel mani. . Keturunan. Faktor umur. namun dapat pula secara maternal. pada primipara 9. dan paritas. B.1. 4. 5. edema dan varises pada tungkai bawah dan vulva. Paritas.9 per 1000 persalinan. Usia kehamilan makin pendek dan makin banyaknya janin pada kehamilan kembar.2 1.telur di hamilkan oleh 2 buah sel mani. Kehamilan kembar 1 telur.tidak berlaku pada kehamilan monozigot. Solusio plasenta dapat terjadi. Faktor-faktor yang mempengaruhi adalah bangsa. keluarga tertentu akan cenderung melahirkan anak kembar yang biasanya diturunkan secara paternal. Sel telur yang telah di hamilkan itu. seperti sesak nafas.8 per 1000 dan pada multipara (oktipara) naik jadi 18. Kedua sel telur dapat berasal dari 1 ovarium atau masing-masing dari ovarium yang berlainan.

Pada kondisi ini. pada pembelahan ketiga. dan kenapa bisa membelah tidak sempurna sehingga mengakibatkan dempet. sehingga sel telur menjadi berdempet. . 4 – 8 hari. Lalu. Pertumbuhan Janin Kembar Berat badan satu janin kehamilan kembar rata-rata 1000 gr lebih ringan dari janin tunggal. Akibatnya. Kembar dizigot berarti dua telur matang dalam waktu bersamaan. selaput ketuban dan plasenta masing-masing hanya sebuah. tapi bayi masih membelah dengan baik. Jadi kembar siam biasanya terjadi pada monozigot yang pembelahannya lebih dari 13 hari. kedua sel telur itu mengalami pembuahan dalam waktu bersamaan. Dari keempat pembelahan tersebut. akan terjadi diamniotik yaitu rahim punya dua selaput ketuban. kurang gizi. Berat badan baru lahir biasanya pada kembar dibawah 2500 gr triplet dibawah 2000 gr. dan dikorionik atau rahim punya dua plasenta. 2. Sedangkan kembar monozigot berarti satu telur yang dibuahi sperma. biasanya dikaitkan dengan infeksi.1.2. Akibatnya. Faktor yang mempengaruhi waktu pembelahan. Pada pembelahan pertama. Masa pembelahan inilah yang akan berpengaruh pada kondisi bayi kelak. Namun. Pasalnya waktu pembelahannya terlalu lama. kembar yang berasal dari satu telur dan dizigot kembar yang berasal dari dua telur. Dari seluruh jumlah kelahiran kembar. bisa saja terjadi salah satu bayi mendapat banyak makanan. 9-12 dan 13 hari atau lebih. keempat pembelahan ini tidak bisa diatur waktunya. Monozigot.3 Patofisiologi Secara garis besar. kembar dibagi menjadi dua. karena bayi bisa membelah dengan sempurna. 2. selaput ketuban tetap dua. tapi rahim hanya punya satu plasenta. dua driplet dibawah 1500 gr dan duintuplet dibawah 1000 gr. lalu membelah dua. tentu saja yang terbaik adalah pembelahan pertama. yaitu 0 – 72 jam.1. sepertiganya adalah monozigot. perkembangan bayi bisa terhambat. Pada pembelahan keempat. dan masalah lingkungan. sehingga kemungkinan terjadinya kembar siam cukup besar. lalu dibuahi oleh sperma. sementara bayi satunya tidak.4 1. Sedangkan pada pembelahan kedua. rahim hanya punya satu plasenta dan satu selaput ketuban. Masa pembelahan sel telur terbagi dalam empat waktu.

4.5 Letak Dan Presentasi Janin Pada hamil kembar sering terjadi kesalahan presentasi dan posisi kedua janin. karena pembagian sirkulasi darah tidak sama. b. Karena itu janin yang satu dapat terganggu pertumbuhannya dan menjadi monstrum seperti akardiakus. Dapat terjadi satu janin meninggal dan yang satu tumbuh sampai cukup bulan. Begitu pula letak janin kedua dapat berubah setelah janin pertama lahir. Sedangkan janin kedua kurang pertumbuhannya terjadilah bayi kecil. Janin yang mati dapat diresorbsi (kalau pada kehamilan muda) atau pada kehamilan agak tua janin jadi gepeng disebut fetus papyraseus atau kompresus. Keduanya letak lintang (0.3. 2. a. 2.2-0. 6. maka yang satu kurang bertumbuh dari yang lainnya.1. presentasi kepala . presentasi kepala bokong (37-38 %). anemia. (44-47 %).6 Komplikasi Kehamilan Kembar 1. c. Letak lintang dan presentasi bokong (1. 7. Trimester pertama Kedua janin dalam letak membujur. 5. polisitemia. 2.1. Letak dan presentasi 69 adalah letak yang berbahaya karena dapat terjadi kunci-mengunci .3 %). Pada kehamilan kembar dizigotik 1. presentasi dan posisi bisa terjadi yang paling sering dijumpai adalah : 1.5-2 %). Letak lintang dan presentasi kepala (5-5.6 %). Pembuluh darah janin yang satu beranastomosis dengan pembuluh darah janin yang lain. karena itu setelah bayi satu lahir tali pusat harus diikat untuk menghindari perdarahan. oligohidrami dan mikrokardia. Berbagai kombinasi letak. (interlocking). edema dan pertumbuhan yang baik. Berat badan masing-masing janin dari kehamilan kembar tidak sama umumnya berselisih antara 50 – 100 gr. misalnya dari letak lintang berubah jadi letak sungsang atau letak kepala. Keduanya presentasi bokong (8-10 %). dan kelainan lainnya. dehidrasi. 3. Dapat terjadi sondroma transfusi fetal : pada janin yang dapt darah lebih banyak terjadi hidramnion. Letak membujur. 2.

c. Terjadi sindrom trasfusi:  Satu janin tumbuh: • • • • • • • Pertumbuhan janin yang baik Polisetemia Edema Hidramnion  Janin yang lainnya terjadi: Janin kecil sampai meninggal Menderita anemia Dehidrasi . e. Komplikasi pasca partus Atonia uteri dan perdarahan pasca partus Memerlukan tindakan lanjut: Akardiakus asefalus Akardiakus akornus Akardiakur amorfus sampai akardiakus papiraseus b.    Intra Uterine growth retardation Pertumbuhan prematuritas 3. d. Retensio plasenta d. b. Kehamilan dengan hidramnion Pre-eklampsia-eklampsia Kelainan letak Antepartum bleeding-plasenta previa/solution plasenta Gangguan pertumbuhan janin   a.• Emesis gravidarum-hiperemesis gravidarum • Lebih sering terjadi anemia hamil • Abortus 2. c. Trimester kedua atau ketiga Persalinan prematuritas a.

perbedaan kemampuan tumbuh kembang dapat membahayakan kehidupan lainnya dan menimbulkan: • Fetus kompresus atau fetus papiraseus 4. Komplikasi Saat Inpartu a. Oligohidramnion Pada hamil dizigot. hamil kembar ini mempunyai ciri sebagai berikut: • • • Jenis kelamin sama Rupanya sama Sebagian hamil kembar dalam bentuk. c. dan memerlukan tindakan operasi d. Persalinan memanjang.7 1. kelainan letak janin. 2 amnion 2 korion 2 plasenta 1 plasenta • Sebagian besar hamil kembar dalam bentuk : - . f. Jenis Kehamilan Kembar Kehamilan kembar monozigotik. Terjadi prolapsus tali pusat 2. Merupakan kehamilan kembar yang berasal dari satu ovum sehingga di sebutkan juga hamil kembar identik atau hamil kembar homolog atau hamil kembar uniovuler.1.• e. e. • • Terjadi inersia uteri primer-sekunder Terjadi ketuban pecah saat belum inpartu-permukaan kecil Persalinan sulit sampai interlooking Pada persalinan anak kedua: Kelainan letak sehingga memerlukan tindakan operasi Terjadi solution plasenta b. Karena berasal dari satu ovum.

2 amnion.• 2. . Penyulit Ibu • • • • • Anemia Preeklampsia/eklampsia Persalinan prematur Perjalanan persalinan lebih lama Post partum atonia uteri dapat di sertai perdarahan 2. • • 1 korion 2 amnion Pada hamil kembar monozigotik dapat terjadi kelainan pertumbuhan seperti kembar siam. 2 korion. Sebagian besar kehamilan kembar adalah dizigotik dengan ciri : Jenis kelamin dapat sama atau berbeda Mempunyai 2 plasenta. Penyulit Janin • • • • • • • Hidramnion Kelainan posisi janin Kelainan kongenital Plasenta previa Solusio plasenta Pertumbuhan janin terhambat Angka kesakitan/kematian tinggi 2.1.1.9 Diagnosis Hamil Kembar Untuk dapat menegakkan diagnosis kemungkinan hamil kembali haruslah di pikirkan keadaan sebagai berikut : • Besarnya perut hamil melebihi lamanya terlambat menstruasi. 2.8 Penyulit Kehamilan Kembar 1. Kehamilan kembar dizigotik.

C. Pada kunjungan awal. Bila kehamilan kembar didiagnosis. Bertambahnya berat badan ibu hamil lebih besar Dapat di raba banyak bagian kecil janin Sering di sertai hamil dengan hidramnion Diagnosis pasti kehamilan kembar dapat di tegakkan dengan : Teraba dua kepala Teraba dua bokong atau dua punggung Perbedaan denyut jantung janin dengan jumlah lebih dari 10 denyut Dengan alat bantu ultrasonografi dan foto abdominal akan tampak dua janin dalam rahim 2.• • • • • • • • Besarnya rahim bertambah lebih cepat dari biasanya.10 Penatalaksanaan Kehamilan Kembar A. penatalaksanaan kolaboratif mungkin di lakukan untuk kehamilan kembar. B.1. Bila sewaktu-waktu tanda dan gejala terjadi. . konfirmasi atau singkirkan dugaan dengan sonogram. tanyakan tentang riwayat kelahiran kembar dalam keluarga atau individu. konsultasikan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful