TUGAS MATA KULIAH CORPORATE FINANCE

ASSESSMENT

OF

BUSINESS PERFORMANCE

PT TIMAH Tbk and SUBSIDIARIES
OLEH : SHINTO KURANTIL AMBAREPI DYAH ISNAINI PUSPITASARI DWI MUKTI KUSUMAWIJAYA RICKO MARDINSYAH WAHYU EDININGTIAS ADITYA DIAN PRAMESTI 04 11430 25 04 11430 41 04 11430 38 04 11430 44 04 11430 48 04 11430 27

DOSEN :

Dr. Mudjilah Rahayu SE, MM

PROGRAM MAGISTER MANAJEMEN FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA

ASSESMENT OF BUSSINESS PERFORMANCE

PT TIMAH TBK AND SUBSIDIARIES 1. PENDAHULUAN

1.1. Sejarah Perusahaan

1945 - Setelah deklarasi Kemerdekaan di Indonesia, industri penambangan timah secara bertahap berada di bawah kendali Indonesia sebagai konsesi pertambangan Belanda. 1960 - Transfer kontrol memuncak pada tahun 1960 dengan UU No 19 yang membentuk Tin Negara BUMN dan Badan Koordinasi BUMN untuk memproduksi timah tiga unit di pulau Bangka, Belitung dan Singkep. 1968 - Empat entitas dibawah satu negara tunggal yang mengendalikan perusahaan dengan Peraturan Pemerintah nomor 21, koordinasi operasi timah dibawah perusahaan Negara PN Tambang Timah yang diberikan kontrol tentang pengetahuan jumlah timah di Indonesia. 1976 - Status perusahaan itu diubah menjadi PT Tambang Timah (Persero), sebuah perusahaan perseroan terbatas, dengan Pemerintah Indonesia sebagai pemegang saham tunggal. Operasi utama perusahaan secara historis berpusat di sekitar pulau-pulau Bangka, Belitung dan Singkep. Perusahaan mengoperasikan armada kapal keruk garis besar ember dan kontrol kegiatan pertambangan lainnya, terutama menggunakan metode penambangan hidrolik. 1991 - Program restrukturisasi besar dimulai, mencakup penutupan operasi pertambangan di Singkep dan relokasi kantor pusat perusahaan ke Bangka. Restrukturisasi ini juga termasuk program modernisasi dan pembangunan kembali sarana produksi dan konsentrasi pada kegiatan bisnis inti. 1995 - Kesimpulan dari program restrukturisasi Timah tercatat di Jakarta, Surabaya, dan Bursa Saham London pada tanggal 19 Oktober 1995. 1998 - Nama PT Tambang Timah Tbk diubah menjadi PT Timah Tbk pada tanggal 29 Juli 1998. Pemerintah Indonesia memiliki 65 persen saham perusahaan; investor domestik dan internasional yang dimiliki 35 persen yang tersisa.

1.2 LATAR BELAKANG PERUSAHAAN

Kalimantan dan Jawa. pabrik mengalami kenaikan lebih lanjut dalam kapasitas dengan penambahan tungku ketujuh. Kontrol atas cadangan besar. Hasil diklaim oleh manajemen adalah bahwa PT Timah pelanggan menerima timah di seluruh dunia kualitas tertinggi yang tersedia. juga didaur ulang. Selesai pada tahun 1967. Timah telah dijamin hak untuk eksplorasi emas di Sumatera Utara. PT Timah mendirikan operasi peleburan timah terbesar di dunia.000 kilometer persegi yang tersebar di beberapa pulau dan daerah lepas pantai di Laut Jawa.000 ton pada tahun 1997.PT Timah Tbk adalah perusahaan negara hanya aktif di pertambangan timah. Limbah dari pemurnian. di sudut barat laut Bangka. Perusahaan ini adalah pemimpin biaya. Sejumlah kecil produk samping mineral berat yang dihasilkan oleh operasi ini dan dijual. Keunggulan kompetitif Timah merupakan hasil integrasi dari setiap langkah dalam proses produksi dan pemasaran timah. Hak-hak ini diperpanjang lebih dari 27. Timah telah mencapai sertifikasi ISO-9001 dan ISO-14001 di beberapa unit produksi. kepemilikan armada mengeruk terbesar di dunia dan penggunaan sistem komputer dan komunikasi satelit membantu untuk meminimalkan biaya Timah pertambangan. Perusahaan mengadakan eksplorasi timah dan hak penambangan hingga 2025 lebih dari 10. Timah mentah lebih disempurnakan dalam ketel peleburan. Berdekatan dengan operasi peleburan adalah yang terbesar dari lima pabrik mencuci dioperasikan oleh perusahaan. sebagian besar hak-hak pertambangan Timah adalah sebagai belum tereksplorasi dan belum dimanfaatkan. Penggunaan sistem produksi Timah yang memastikan operasi peleburan yang sangat efisien. Peleburan timah di Mentok diproduksi cair mentah dan didaur ulang oleh-dihasilkan produk yang dikenal sebagai debu dan orang pandir. Menggunakan sejumlah proses yang berbeda konsentrat timah ditingkatkan menjadi sekitar 74% konten timah.000 kilometer persegi. Manajemen menganggap bahwa sertifikasi seperti itu suatu keharusan untuk memperkuat posisi global mereka sebagai perusahaan kelas dunia. Bahkan setelah sejarah panjang usaha pertambangan timah. Para washery pusat berkonsentrasi menerima timah dari operasi pertambangan baik lepas pantai dan darat. Masa depan tampaknya memiliki potensi besar untuk pertambangan lebih lanjut. Sejak tahun 1995 sampai sekarang. yang mengangkat kapasitas 50. Upaya ini akan dilanjutkan untuk unit produksi lainnya. Di Mentok. . yang dikenal sebagai sampah timah.

Timah membentuk pusat perumusan dan pengendalian strategi perusahaan. Ini belum menghasilkan pendapatan operasional. Perusahaan ini dimaksudkan untuk melakukan kegiatan pertambangan. perusahaan tersebut mendapatkan lisensi dan kewenangan pertambangan di beberapa provinsi. kegiatan investasi. Perusahaan ini mengklaim bahwa biaya produksi masih dikategorikan dalam biaya yang lebih rendah. dan jasa rekomendasi dan konsultasi di bidang pertambangan. kompetensi inti dalam eksplorasi laut juga membuka pasar baru untuk Timah Explomin.Anak Perusahaan Dari Timah Sebagai Holding Company. baik anggaran maupun alokasi dana. . dan kemungkinan pertambangan batubara. pelanggan dipisahkan menjadi dua pasar: pasar timah dan pasar non-timah. melakukan perdagangan. namun. Ruang lingkup bisnis mencakup pertambangan timah dan mineral lainnya. melakukan studi kelayakan. Salah satu peluang strategis adalah pengembangan industri galangan kapal. Adalah Perusahaan Dunia terbesar di daerah pertambangan timah terintegrasi. dan menentukan arah pengembangan perusahaan anak perusahaan melalui aliansi dan / atau akuisisi. strategi pemasaran secara keseluruhan. perusahaan itu melakukan beberapa eksplorasi emas. rekayasa industri. industri ekstraktif. Industri Timah mencapai sertifikasi ISO 14001 pada tahun 1998 dan ISO 9001 pada tahun 1999 sehingga menjadi lebih kompetitif di pasar bebas. analisis pertambangan. ̵ PT Timah Investasi Mineral didirikan tahun 1997.Tambang Timah mendirikan 2 unit pertambangan besar untuk proyek uji coba untuk mengeksplorasi deposit aluvial dalam.Manajemen dimaksudkan untuk memperluas pasar non-timah secara bertahap di masa depan. ̵ PT Tambang Timah didirikan Juni 1998. dan penyelidikan geologi teknis dan geohydrology. Selain itu. Pada saat ini. Upaya lainnya adalah menemukan deposit aluvial dalam. laboratorium. Timah menentukan struktur perusahaan secara keseluruhan dari Grup. itu mengatur nilai-nilai dan norma-norma Group. Eksplorasi bidang Banka dan Belitung dilakukan. re-engineering. Untuk tujuan ini. dan perdagangan jasa. berlian. ̵ PT Timah Eksplomi didirikan Juni 1998. Pada 1999. Direktur menyatakan bahwa perusahaan mulai beroperasi pada bulan September 1996. Bisnis ini menyediakan layanan dalam penyelidikan pertambangan. Hal ini dikelola keuangan perusahaan dan urusan keuangan anak perusahaan. Pasar timah terbesar. ̵ PT Timah Industri didirikan Juni 1998. dan memastikan bahwa ada sinergi antara operasi dari berbagai anak perusahaan dalam proses menciptakan dan menambahkan nilai. dan jasa.

471 1.341.000 PT TIMAH INVESTASI MINERAL 829.548 242.456 4.907.201.732 536.465.133 28.390.922 754.000.739 13.245 28.000 71.390.410 200.000.642.TBK Table 1.369 106.748 544.880 24.556 252.546 30.892 835.329.254 93.864 537.098 .2.831 7.508 449.007. 1999 (THOUSAND RUPIAH) BALANCE SHEETS PT TAMBANG TIMAH Current Assets: Cash on hand and in banks Trade receivables Inventories Investments Fixed Assets-Net Other Assets Total Assets Current Liabilities: Trade payable Taxes payable Long-term Liabilities Minority Interests in Subsidiaries Total Liabilities Paid-up capital 1.169 13.133 39.908.982 226.491 91. RUMUSAN MASALAH PENURUNAN KINERJA KEUANGAN PT.749.398.419.132 61.271.467 21.386.070.451.171.000 24.1.915 618.636.361.354 105.038 4.741.632.000 PT TIMAH EKSPLOMIN 13.218.122.767 25.996.402 5.996.085.828 341.413.564 70.194. Summary of Financial Statement for PT Timah Tbk Balance Sheets (million rupiah) SUMMARY OF FINANCIAL STATEMENTS FOR SUBSIDIARIES.872 500.000 2.712.511 31.022 17.236 21.838.000.116 1.238.787.403 337.047.948.545 7.000. 2. DECEMBER 31.023 PT TIMAH INDUSTRI 487.TIMAH.405 639.648 479.379 1.078 43.504.574.1.

128 14.043.973.867 310. Financial Statement.043 992.752 6.483.400 807. 1999.103. December 31.478 6.589.724.637. Financial Statement. PT Timah Industri.529.471 7.571 55.8 miliar pada tahun 1998.942 2.209 63.156 320.024.743 920.776) 519.389 7. Laba bersih meningkat 191% menjadi Rp518.227. PT Tambang Timah.584 1.508. 1999.516.636 (16. PT Timah Eksplomin.030.835. Berdasarkan Tabel 1.099.973. Salah satu faktor penyebabnya mungkin hanya akibat dari penurunan nilai rupiah.755 588. Financial Statement.396 10.709 155.478 16.178 353.591. 1999. 2.000 1.322 216.605.490.529 3.043 743.694 921.278.573 638. 1999.030.Retained earnings (accumulated loss) Total Equity 492.182 7.594) (16. PT Timah Investasi Mineral and Subsidiary.569 INCOME STATEMENTS Net Sales Cost of Goods Sold Gross Profit Operating Expenses Unsuccessful Exploration Operating Profit (loss) Other Income (Expenses) Profit (loss) before Taxes Profit (loss) after Taxes Additional information: Capital stock in shares Sources: 1. 500.863.816 998.559.431) 14.322 (28.746. Sementara itu pada tahun 1999. December 31.490.089.781 0 0 0 1. 3.946.800.664.860.594) December 31.230) 68.000 200.724. dan kemudian mengalami "windfall profit" pada tahun 1999.729. Consolidated Financial Statement. December 31.757.954 (68.000 43.102 (16.742. peningkatan nilai rupiah tampaknya negatif yang mempengaruhi kinerja .000 5.043 1. 4.

194.171.749.451. 1999 (THOUSAND RUPIAH) BALANCE SHEETS PT TAMBANG TIMAH Current Assets: Cash on hand and in banks Trade receivables Inventories Investments Fixed Assets-Net Other Assets Total Assets Current Liabilities: Trade payable Taxes payable Long-term Liabilities Minority Interests in Subsidiaries Total Liabilities Paid-up capital Retained earnings (accumulated loss) Total Equity 1.396 0 0 .743 920.589.632.000 16.664.748 544.564 70.545 7.973. Kondisi keuangan empat anak perusahaan pada tahun 1999 ditunjukkan dalam tabel berikut.236 21.800.402 5.000 2.386.043 24.085.238.483.218.000 (28.996.007.390.724.516.169 13.043 992.556 252.739 13.915 618.322 71.491 91.116 1.867 310.398.892 835.022 17.548 242.605.341.132 61.329.390.787.908.Timah.712.880 24.872 500.546 30.504.133 28. DECEMBER 31.478 6.490.379 1.508 449.741.000.000 1.410 200.2.043.043 63.000.322 216.369 106. manajemen berkomentar bahwa kinerja buruk di tahun 1999 telah disebabkan oleh faktor-faktor eksternal seperti kondisi ekonomi. SUMMARY OF FINANCIAL STATEMENTS FOR SUBSIDIARIES.996. 2.405 639.831 7. KINERJA ANAK PERUSAHAAN TIMAH YANG BURUK Kinerja keuangan dari empat anak perusahaan Timah juga gagal untuk menunjukkan hasil yang memuaskan.511 31.467 21.471 1.201.245 28.078 43.907.403 337. Namun.098 INCOME STATEMENTS Net Sales Cost of Goods Sold 1.571 55.729.361.070.000 492.038 4.023 PT TIMAH INDUSTRI 487.000.828 341.254 93.569 PT TIMAH INVESTASI MINERAL 829.182 320.490.431) 14.354 105.767 25.636.922 754.863.122.456 4.000.973.982 226.478 PT TIMAH EKSPLOMIN 13.864 537.419.465.413.271.732 536.724.133 39.574.838.648 479.642.948.047.

594) (16. PT Timah Investasi Mineral and Subsidiary. mereka tidak menunjukkan peningkatan laba bersih. Hal ini disebabkan oleh kenaikan biaya anak perusahaan '.389 10.591.278. 7.508.742.605 pada tahun 1999.209 807.709 7. 1999.946. Perusahaan tidak membuat penjualan pada tahun 1998 dan 1999 tetapi masih menderita biaya operasional yang besar.809 juta di tahun 1998 dan Rp 16.128 14.227. Timah Eksplomin. 1999. Financial Statement.TBK DAN ANAK PERUSAHAAN Dari hasil kinerja keuangan Timah dan anak perusahaan selama dua tahun.954 638.000 200. Namun.099.TIMAH.594) 43.529. December 31. analisis ini memungkinkan manajemen untuk mengidentifikasi solusi alternatif yang akan meningkatkan kinerja Timah sebagai perusahaan dan juga meningkatkan .000 pada tahun 1998 menjadi Rp 0.3.752 (Expenses) Profit (loss) before 519.000 shares Sources: 5.471 Operating Expenses 155.755 7.835. EVALUASI KINERJA PT.000.942 (loss) Other Income (68. December 31.9 pada tahun 1998 menjadi Rp 63.024.860. 943. Kondisi ini menyebabkan perusahaan kehilangan Rp 16. Timah Investasi Mineral bahkan mengalami penurunan kinerja keuangan.694 Taxes Profit (loss) after 353. 2.manajemen termotivasi untuk mengevaluasi prestasi perusahaan.776) 998.028 juta pada tahun 1999.030. PT Timah Eksplomin.Gross Profit 743.000 December 31.102 (16.030.103.636 (16.584 2. 1999.746.230) 68.816 3.559. Misalnya.529 Unsuccessful Exploration Operating Profit 588. 1999. December 31.089. Evaluasi dimaksudkan untuk menganalisis kinerja Timah dan kontribusi anak perusahaan dengan kinerja secara keseluruhan. dan Timah Industri.156 921.573 7. Financial Statement. PT Timah Industri.400 6. Financial Statement. 8. 6.781 Taxes Additional information: Capital stock in 500. menunjukkan kecenderungan meningkat dalam penjualan. PT Tambang Timah. laba bersih mengalami penurunan dari Rp 1.807 juta pada tahun 1999.637.757. Tambang Timah. Meskipun tiga anak perusahaan. Selain itu. Consolidated Financial Statement.000 5. Timah Eksplomin mengalami peningkatan dari Rp 33.178 1. 0 1.

atribut tata kelola yang berkaitan. perusahaan dalam jangka panjang pasti memiliki masalah dalam kesulitan keuangan. Penilaian kinerja melalui analisis laporan keuangan didasarkan pada data masa lalu. 3.). situasi. Lebih penting lagi. dan upaya yang dilakukan.kinerja anak perusahaan. upaya restrukturisasi hutang. model prediksi kesulitan keuangan.) 2. dan nilai pasar. Dengan adanya kesulitan-kesulitan tersebut. Bagaimana Du Pont berbeda dari analisis rasio sebelumnya? 6. 5. . Mengevaluasi kondisi keuangan Timah Tbk menggunakan analisis tren. leverage. maka perusahaan harus memahami dan menemukan serta mengatasi penyebab kesulitan keuangan.4. Membangun sistem Du Pont Timah Tbk untuk menunjukkan bagaimana beberapa variabel kunci berinteraksi untuk menentukan tingkat pengembalian pada ekuitas. manajemen aset. PERTANYAAN 1. Menghitung beberapa rasio keuangan untuk Timah Tbk selama tiga tahun terakhir. profitabilitas. 3. Mengevaluasi kondisi keuangan Timah Tbk menggunakan analisis patokan (Antam Tbk. 2. (Sertakan rasio likuiditas. menggunakan Du Pont sistem untuk menganalisis cara-cara meningkatkan kinerja perusahaan. Berikan saran untuk meningkatkan kinerja anak perusahaan dan kinerja perusahaan secara keseluruhan. karena kondisi bisnis dan operasi perusahaan bervariasi bentuk begitu banyak perusahaan dan industri untuk industri. 4. PGAS Tbk. Setiap data yang diperoleh wawasan akan relatif. KAJIAN TEORI KESULITAN KEUANGAN PERUSAHAAN (corporate financial distress) Perusahaan yang sedang berkembang maupun yang sudah maju dalam perjalanannya.

perusahaan dapat juga menjadi sehat secara ekonomi. technical insolvency. Ketidakmampuan membayar hutang secara teknis menunjukkan kekurangan likuiditas yang sifatnya sementara. umumnya. sesuai tipenya. Insolvency in bankruptcy Sebuah perusahaan dikatakan dalam keadaan Insolvent in bankruptcy jika nilai buku hutang melebihi nilai pasar aset. 2. 3. jika technical insolvency adalah gejala awal kegagalan ekonomi. ini mungkin menjadi perhentian pertama menuju bencana keuangan (financial disaster). yaitu economic failure. 4. dan bahkan mengarah kepada likuidasi bisnis. dan legal bankruptcy. Di sisi lain. business failure. perusahaan mungkin dapat membayar hutangnya dan survive. Technical insolvency Sebuah perusahaan dikatakan dalam keadaan technical insolvency jika tidak dapat memenuhi kewajiban lancar ketika jatuh tempo. Bisnis ini dapat melanjutkan operasinya sepanjang kreditur mau menyediakan modal dan pemiliknya mau menerima tingkat pengembalian (rate of return) di bawah pasar. Meskipun tidak ada suntikan modal baru saat aset tua sudah harus diganti. yang jika diberi waktu. Legal bankruptcy . Ada beberapa definisi kesulitan keuangan. Kondisi ini lebih serius daripada technical insolvency karena.faktor yang meningkatkan peluang survive. Definisi Kesulitan Keuangan Perusahaan Kesulitan keuangan dimulai ketika perusahaan tidak dapat memenuhi jadwal pembayaran atau ketika proyeksi arus kas mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut akan segera tidak dapat memenuhi kewajibannya. Berikut ini adalah penjelasannya: 1. Economic failure Economic failure atau kegagalan ekonomi adalah keadaan dimana pendapatan perusahaan tidak dapat menutupi total biaya. Business failure Kegagalan bisnis didefinisikan sebagai bisnis yang menghentikan operasi dengan akibat kerugian kepada kreditur. ini adalah tanda economic failure. Perusahaan yang dalam keadaan insolvent in bankruptcy tidak perlu terlibat dalam tuntutan kebangkrutan secara hukum. dan kebijakan-kebijakan yang dilakukan perusahaan kokoh dalam menghadapi serangan krisis. 5. insolvency in bankruptcy. termasuk cost of capitalnya.

Brigham dan Gapenski memasukkan legal bankruptcy sebagai salah satu tipe kesulitan keuangan. auditor memberi opini adverse atau disclaimer pada laporan keuangan tahun terakhir. 1987 dalam Turetsky dan McEwen. perusahaan-perusahaan publik di China yang status keuangannya sudah totally hopeless pun tidak dinyatakan bangkrut secara undang-undang (Deng dan Wang.1 tahun 2001 adalah situasi keuangan yang tidak normal. Namun. Sedangkan pada insolvency in bankruptcy. Permohonan ini dapat juga diajukan oleh kejaksaan untuk kepentingan umum. yaitu: laba bersih selama dua tahun terakhir negatif. Definisi kesulitan keuangan menurut Peraturan Pencatatan Saham Shanghai Stock Exchange (SHSE) dan Shenzhen Stock Exchange (SZSE) artikel 9. Insolvency in bankruptcy dalam Brigham dan Gapenski sama dengan bankruptcy insolvency.. Biasanya masalah ini diselesaikan dengan restrukturisasi hutang oleh para kreditur. baik atas permohonan sendiri. Suatu perusahaan berada dalam keadaan situasi yang tidak normal bila perusahaan tersebut menghadapi salah satu dari situasi-situasi ini. Ketidakmampuan perusahaan yang mengalami technical insolvency disebabkan masalah arus kas secara temporer. Di Indonesia kepailitan (failure) diatur dalam UU. dinyatakan pailit dengan putusan pengadilan yang berwenang. Moses dan Liao. 2006). disebutkan bahwa debitur yang mempunyai dua atau lebih kreditur dan tidak dapat membayar sedikitnya satu utang yang telah jatuh waktu dan tidak dapat ditagih. 1968. 1977. nilai saham bersih kurang dari face value saham dalam tahun terakhir.Perusahaan dikatakan bangkrut secara hukum jika telah diajukan tuntutan secara resmi dengan undang-undanG. jika total aset perusahaan lebih kecil dari jumlah kewajiban. Definisi kesulitan keuangan dalam riset-riset awal disinonimkan dengan kegagalan bisnis (misalnya Altman. . Altman et al. Equity insolvency tergambar jika perusahaan tidak dapat membayar hutangnya ketika jatuh tempo dalam kegiatan bisnis yang biasa. 1982.1 tahun 1998. masalahnya bersifat permanen dan dapat mengarah pada likuidasi bisnis. dapat dilakukan dengan uji neraca. maupun atas permintaan seorang atau lebih krediturnya. No. atau SHSE dan SZSE. Ball and Foster.2. dan situasi tidak normal lain berdasarkan pertimbangan China Securities Regulation Comission (CSRC). Standar situasi tidak normal tersebut menekankan profitabilitas dan penurunan kinerja yang sangat buruk. Technical insolvency dalam Brigham dan Gapenski di atas sama dengan equity insolvency. nilai kepemilikan ekuitas yang diakui auditor dan departemen terkait kurang dari nilai modal yang tercatat pada tahun terakhir. 2001).

1994 dalam Turetsky dan McEwen. Tidak dapat secara terang ditentukan apakah dalam kasus ini kebangkrutan baik atau buruk untuk direstrukturisasi. investasi modal yang menguntungkan mungkin harus dilepas. Kasus restrukturisasi ini terjadi ketika kebangkrutan mempunyai campuran aset yang salah. yaitu: 1. Menurut beliau. dan pembayaran dividen yang terganggu (Keown et al. dan liabilities/assets. Suatu perusahaan sudah dapat dikatakan menderita kesulitan keuangan pada tahun pertama aliran kas kurang dari kewajiban jangka panjang yang jatuh tempo (Whitaker. dan aset tetap. 2001). dan Johnsen and Melicher. 1990. Aliran kas didefinisikan sebagai pendapatan bersih ditambah beban-beban non kas. 1999). Gilbert et al. Hubungan dengan pasar modal yang tidak sempurna dan struktur modal yang inherited menjadi pemicu utama kasus ini. kreditur yang mulai mengambil tindakan. . pemasok yang mungkin tak mengirim bahan baku secara kredit. 2. Neoclassical model Pada kasus ini kebangkrutan terjadi jika alokasi sumber daya tidak tepat.Tetapi perkembangan selanjutnya mengatakan bahwa kesulitan keuangan mempunyai beberapa karakteristik sehubungan dengan peristiwa antara kesehatan perusahaan dan kebangkrutan (Lau. Misalnya profit/assets (untuk mengukur profitabilitas).. Hal ini berarti bahwa walaupun perusahaan dapat bertahan hidup dalam jangka panjang tapi ia harus bangkrut juga dalam jangka pendek. Mengestimasi kesulitan dilakukan dengan data neraca dan laporan laba rugi. 1997). 1991. kemampulabaan. ada tiga alasan yang mungkin mengapa perusahaan menjadi bangkrut. Anyane-Ntow. Di samping itu kesulitan keuangan dapat juga dilihat dari melemahnya kondisi keuangan. Penyebab Kesulitan Keuangan Perusahaan Lizal (2002) mengelompokkan penyebab-penyebab kesulitan dan menamainya dengan Model Dasar Kebangkrutan atau Trinitas Penyebab Kesulitan Keuangan. Perusahaan yang mengalami kesulitan keuangan umumnya mengalami penurunan dalam pertumbuhan. serta peningkatan dalam tingkatan persediaan relatif terhadap perusahaan yang sehat (Kahya dan Theodossiou. Turetsky dan McEwen (2001) menggambarkan kesulitan keuangan sebagai rangkaian peristiwa keuangan yang merefleksikan berbagai macam tingkatan corporate adversity. 1999). 1987. Financial model Campuran aset benar tapi struktur keuangan salah dengan liquidity constraints (batasan likuiditas)..

Model ini mengestimasi kesulitan dengan informasi kepemilikan. 3. dan kecurangan (neglect.jumlah aset dan kewajiban. dari laporan laba rugi – jika perusahaan terus menerus rugi. Menurut statistik dari . Corporate governance model Disini.Model ini mengestimasi kesulitan dengan indikator keuangan atau indikator kinerja seperti turnover/total assets. Ketidakefisienan ini mendorong perusahaan menjadi out of the market sebagai konsekuensi dari masalah dalam tata kelola perusahaan yang tak terpecahkan. misalnya Moody’s Investors Service. stock turnover. dan sebagainya. coverage of fixed assets. total equity per share. receivables turnover. acid test. Juga. Metode umum untuk menentukan resiko kegagalan hutang jangka panjang perusahaan adalah dengan merujuk rating bond yang disediakan oleh berbagai agensi. malapetaka. Sedangkan teori resiko kredit yang dipaparkan dapat diartikan bahwa kegagalan berhubungan dengan struktur modal dan struktur modal berkaitan dengan kondisi ekonomi. selain itu disebabkan oleh kelalaian. cash flow/ total equity. ROA. revenues/turnover. Kesulitan keuangan dapat ditinjau dari komposisi neraca . 2003).1%) dan faktor keuangan (47. Akhirnya perusahaan akan gagal. ROE. profit margin. working capital. kebanyakan kegagalan bisnis terjadi karena kombinasi sejumlah faktor yang membuat bisnis tidak dapat bertahan. short term assets/daily operating expenses.. Pentingnya faktor-faktor yang berbeda ini bervariasi dari waktu ke waktu. kebangkrutan mempunyai campuran aset dan struktur keuangan yang benar tapi dikelola dengan buruk. serta faktor-faktor lain yang tidak dirinci yaitu sebanyak 1. disaster. Hal ini sesuai dengan uraian Copeland dan Weston (1992) bahwa interest perlu dipertimbangkan sehubungan dengan perubahan hutang perusahaan yang beresiko dalam basis firm by firm. current ratio. Faktor keuangan meliputi hutang yang terlalu banyak dan modal yang tidak memadai. Dun & Bradstreet meneliti penyebab-penyebab kegagalan bisnis (Brigham dan Daves.. dan fraud). dan Fitch Investor Service. cash flow/(liabilities-reserves). Penyebab utama adalah faktor ekonomi (37. debt ratio. Kepemilikan berhubungan dengan struktur tata kelola perusahaan dan goodwill perusahaan. Jika ekonomi buruk hutang akan meningkat karena tingkat bunga meningkat. current liquidity. bergantung beberapa hal seperti keadaan ekonomi dan tingkat suku bunga. Inc. Faktor ekonomi meliputi kelemahan industri dan lokasi yang buruk. dan dari laporan arus kas – jika arus kas masuk lebih kecil dari arus kas keluar.6%. EPS ratio. gearing ratio. Standard & Poor’s Corp. turnover per employee. yaitu sebanyak 14%.3%).

kurang perhatian atau dorongan dari pemilik – manajer. peningkatan persaingan. going into business for the wrong reasons 2. kurang modal. lack of clear focus 11. penyebabpenyebab tersebut diuraikan berikut ini: ̵ Pasar (penurunan pasar atau terlalu optimis. the enterpreneur falls in love with the product/business 9.pengawasan tidak memadai. pride 7. Ada 12 hal yang kesalahan manajemen tersebut. kurang kepemimpinan dan pengarahan. 88% kegagalan bisnis disebabkan kesalahan manajemen (management mistakes). advice from familiy an friends 3. enterpreneur gets worn-out and or underestimated the time requirements 5. lack of market awareness 8. optimistic/realistic/pessimistic Penyebab umum kegagalan juga dikemukakan oleh Dylan (1996). banyak hutang. 1991 (dalam Dylan. Competing task demands from family/domestics sources 3. pengurusan kas yang tidak memadai. pengambilan uang berlebihan ) ̵ Operasional (lokasi bisnis. estimasi biaya terlalu optimis ) ̵ Manusia (bidang pengurusan tidak seimbang atau tidak memadai.kurang daya saing ) ̵ Keuangan ( overtrading (perdagangan berlebih) atau satu proyek besar. lack of financial responsibility and awareness 10. rekruitmen tidak memadai atau tidak tepat ) Faktor-faktor kegagalan bisnis yang penting (menurut urutannya) telah pula diteliti oleh Deakin. family pressure on time and money commitments 6.Dun & Bradstreet. too much money 12. being in the wrong place that the wrong time 4. yaitu: 1. terlalu ambisi dalam memulai bisnis. The costs of business premises . Lack of knowledge of marketing 2. 1996). Problems of outlets 4. Lack of market awareness of product/service 5. yaitu: 1.

perpindahan aset secara formal kepada para pemegang saham merupakan suatu proses legal. Pelanggan umumnya menginginkan jaminan bahwa perusahaan cukup stabil untuk menepati janji. Namun. . Change in home circumstances 10. dan bukan ekonomis. Situasi kesulitan keuangan mungkin juga membuat pekerja kurang termotivasi jika mereka merasa semakin gelisah dalam bekerja dan prospek untuk maju sangat sedikit. Inappropriate business premises 7. dan akhirnya likuidasi. hubungannya dengan supplier. atau bahkan menghentikan pasokan sama sekali. . Staf terbaik akan bersiap pindah posisi ke perusahaan yang lebih aman.6.Jika pun manajer perusahaan menghindarkan likuidasi ketika kesulitan.Suplier penyedia barang dan jasa secara kredit mungkin lebih berhati-hati. dan merencanakan sendiri produksi mereka dengan andaian ada keberlanjutan dari hubungan tersebut. Insufficient mark-up 8.Pelanggan mungkin mengembangkan hubungan dengan suplier mereka. . Terdapat biaya legal dan administrasinya terkait dengan kebangkrutan. maka perusahaan tersebut secara ekonomis disebut bangkrut dalam arti ekuitasnya tidak memiliki nilai. Akibat kesulitan keuangan sebagai berikut: . Inappropriate size of premises Akibat Kesulitan Keuangan Perusahaan Kerugian utama perusahaan yang mempunyai tingkat hutang yang lebih tinggi adalah peningkatan resiko kesulitan keuangan. Hal ini mungkin mempunyai pengaruh merugikan bagi pemilik ekuitas dan hutang (NetTel Africa. Adanya keraguan tentang longevity perusahaan tidak menjamin kontrak yang baik. pekerja. 2002). .Resiko biaya kesulitan keuangan mempunyai dampak negatif terhadap nilai perusahaan yang mengoffset nilai pembebasan pajak (tax relief) atas peningkatan level hutang. jika mereka yakin tidak ada kesempatan peningkatan perusahaan dalam beberapa bulan. dan sering dikatakan kebangkrutan bagi para pengacara sama artinya dengan darah bagi ikan hiu. Biaya-Biaya Kebangkrutan Langsung • Ketika niali perusahaan sama dengan nilai utangnya. pelanggan. Unacceptable risk 9. dan kreditor menjadi rusak parah.

tetapi sebagian tidak melakukan hal ini karena mereka dapat kembali pulih atau keluar dari kesulitan ini. PGAS Tbk.• Oleh karena biaya-biaya yang terkait dengan kebangkrutan. andai data-data industri tidak ada.3 Mengevaluasi kondisi keuangan Timah Tbk menggunakan analisis patokan (Antam Tbk. . suatu perusahaan akan mengeluarkan segala sumber daya untuk menghindarinya. • Biaya-biaya kebangkrutan langsung ini merupakan kontra insentif pembiayaan dengan utang. para pemegang obligasi tidak akan mendapatkan nilai terutang mereka secara keseluruhan. baik atas dasar kesamaan dari sisi permintaan. Ketika suatu perusahaan sedang mengalami masalah besar dalam menghadapi kewajiban utang-utangnya. Ini disebut juga dengan “pajak” kebangkrutan. ukuran dan umur yang sama. 4. Kita menyebut biaya-biaya ini biaya kebangkrutan langsung (direct bankruptcy costs). Idealnya perusahaan yang dipilih sebagai perbandingan adalah perusahaan yang mempunyai produk serupa (memenuhi kebutuhan yang sama.) Perbandingan rasio-rasio suatu perusahaan dengan perusahaan lain yang sejenis dan sebanding dengan rata-rata rasio industri. kita menyebutnya sedang mengalami kesulitan keuangan (financial distress). Maka perusahaan menghadapi suatu pilihan :pinjaman akan menghemat uang perushaan untuk pajak korporasi. kesamaan dari atribut keuangan ataupun kesamaan dari jenis bahan baku. Sebagian aset-aset perusahaan tersebut akan “hilang” dalam proses legal menuju kebangkrutan. semakin mungkin perusahaan tersebut akan menjadi bangkrut dan harus membayar pajak kebangkrutan. maka. Ini merupakan biaya-biaya legal dan administrasi yang terkait dengan proses kebangkrutan. Biaya-Biaya Kebangkrutan Tidak Langsung • Oleh karena biaya untuk menjadi bangkrut amat mahal. tetapi semakin banyak yang dipinjam oleh suatu perusahaan. tiba-tiba sebagian dari perusahaan tersebut menghilang. atau merupakan sustitusi saru sama lain). Barangkali perbandingan dengan satu atau dua perusahaan yang serupa bisa dilakukan. mempunyai strategi. Jika suatu perusahaan menjadi bangkrut. Sebagian perusahaan yang sedang mengalami kesuliatan keuangan pada akhirnya mendaftarkan diri untuk klain kebangkrutan.

Benchmark analysis .

296 2513 409 5375 61.44 119 5 79.427 0.72 1.74 4594 2800 61.42 4549 6800 38.Tabel 3.61 0.29 0.18 8 .2 8 5.17 43.42 0.17 0.29 0.18 0. Rasio Keuangan Perusahaan Pertambangan Logam dan Mineral di BEJ PT Aneka TambangTbk 199 7 Pendapatan(rug i) per Saham (Rp) Ekuitas per Saham (Rp) Dividen per Saham (Rp) Penutupan Harga (Rp) PER (x) PBV (x) Pembayaran Dividen (%) Dividend Yield (%) Rasio Lancar (x) Hutang terhadap Ekuitas (x) Rasio leverage (x) Margin Laba Kotor (x) Margin Laba Operasi (x) Laba Bersih Margin (x) 56 199 8 243 199 9 183 PT International Nickel Indonesia Tbk 1997 178 1998 45 1999 156 PT Timah Tbk 1997 353 199 8 1031 199 9 632 913 132 5 23.45 42.1 7 1.54 3 0.3 0.02 1609 141 5900 38.1 9 140 0 7.1 0.44 3 0.46 0.5 0.23 0.66 2.25 5 0.66 9 0.4 5 1.0793 % 1.47 0.33 0.77 0.34 0.99 0.33 0.04 0.17 1.43 1118 104 1625 6.39 2.78 0.285 0.07 77% 2.57 0.23 0.30 1 0.68 1.07 88% 2.56 0.14 0.33 0.7 9 0.49 0.25 0.257 0.06 0.7 1 6.19 9 0.3 0.51 0.79 0.4 6 1.49 1.43 0.61 1 0.33 0.45 1.25 5 276 2 247 487 5 40.06 0.99 4750 6300 40.45 2.44 0.7 9 0.65 1.

99 1.1 4 21. dapat disimpulkan bahwa aspek finansial PT Timah Tbk berada pada kategori less healthy yang jika diperingkat . very healthy healthy less healthy poor 5.628 0.16 2.86% 22% Sumber: Direktori Pasar Modal Indonesia 2000. Dari analisis rasio keuangan dan pembobotan dengan standar MenKeu yang dilakukan. KESIMPULAN DAN SARAN 5.7 5 10.26 3.Perputaran Persediaan (x) Perputaran Jumlah Aktiva (x) ROI (%) ROE (%) 2.24 0.28 3.4 0.92 0.8 1 15.99 0.9 % 4.5 0.34 6.3 1 2.00 9 1.28 30.16 4.19 15.62 3.73 5 0.7 6% 22.1 KESIMPULAN Penurunan profit yang dialamai PT Timah Tbk dan anak perusahaannya memiliki pengaruh yang cukup signifikan terhadap kinerja keuangan perusahaan.97 6 41.51 0.52 2.44 0.7 5% 41% 4.601 5.19 9 58.99 0.46 2.12 2.

2 SARAN Untuk perusahaan kesulitan keuangan yang enggan menyerah dan berusaha meraih survive. Pendekatan reorganisasi kebangkrutan ini dapat dilakukan berdasarkan kemampuan perusahaan meyakinkan kreditur bahwa ia dapat berhasil di pasar dengan mengimplementasikan strategi perencanaan baru.adalah BBB. . perusahaan dapat membayar kembali kreditur. 5. Tetapi hasil ini masih lebih baik dibanding dengan perusahaan pesaing yaitu Antam Tbk dan Nickel Indonesia Tbk. perusahaan akan berusaha untuk meyakinkan kreditur agar membekukan klaimnya untuk sementara selagi perusahaan tersebut melakukan reorganisasi dan membangun kembali operasi sampai diraih laba yang memuaskan. Jika rencana disetujui kreditur. perusahaan akan diberi peluang lain untuk menghindari likuidasi dan lahir kembali dari kebangkrutan. barangkali secara penuh. Ketika menghasilkan laba. Tindakan lain yang dapat menciptakan bisnis yang lebih menguntungkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful