Pengertian Hukum Islam (Syari'at Islam

)
Pengertian Hukum Islam (Syari'at Islam) - Hukum syara’ menurut ulama ushul ialah doktrin (kitab) syari’ yang bersangkutan dengan perbuatan orang-orang mukallaf secara perintah atau diperintahkan memilih atau berupa ketetapan (taqrir). Sedangkan menurut ulama fiqh hukum syara ialah efek yang dikehendaki oleh kitab syari’ dalam perbuatan seperti wajib, haram dan mubah . Syariat menurut bahasa berarti jalan. Syariat menurut istilah berarti hukum-hukum yang diadakan oleh Allah untuk umatNya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik hukum yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun hukum-hukum yang berhubungan dengan amaliyah. Hukum Islam Menurut Prof. Mahmud Syaltout, syariat adalah peraturan yang diciptakan oleh Allah supaya manusia berpegang teguh kepadaNya di dalam perhubungan dengan Tuhan dengan saudaranya sesama Muslim dengan saudaranya sesama manusia, beserta hubungannya dengan alam seluruhnya dan hubungannya dengan kehidupan. Menurut Muhammad ‘Ali At-Tahanawi dalam kitabnya Kisyaaf Ishthilaahaat al-Funun memberikan pengertian syari’ah mencakup seluruh ajaran Islam, meliputi bidang aqidah, ibadah, akhlaq dan muamallah (kemasyarakatan). Syari’ah disebut juga syara’, millah dan diin. b. Hukum Islam berarti keseluruhan ketentuan-ketentuan perintah Allah yang wajib diturut (ditaati) oleh seorang muslim. Dari definisi tersebut syariat meliputi: 1. Ilmu Aqoid (keimanan) 2. Ilmu Fiqih (pemahan manusia terhadap ketentuan-ketentuan Allah) 3. Ilmu Akhlaq (kesusilaan) Berdasarkan uraian di atas dapat penulis simpulkan bahwa hukum Islam adalah syariat yang berarti hukum-hukum yang diadakan oleh Allah untuk umat-Nya yang dibawa oleh seorang Nabi, baik hukum yang berhubungan dengan kepercayaan (aqidah) maupun hukumhukum yang berhubungan dengan amaliyah (perbuatan).

Hukum Islam Hukum adalah peraturan yang dibuat berdasarkan kesepakatan. Bertujuan untuk menciptakan masyarakat yang madani, aman, nyaman, dan terkendali. Hukum dibuat sebagai pembatasan atas tingkah laku manusia yang tidak bertanggung jawab sehingga perlu media untuk melindungi orang lain dari orang yang tidak bertanggung jawab tersebut.

Hukum Islam

Hukum bisa berdasarkan atas kesepakatan adat, ketetapan daerah, ataupun ketetapan agama. Salah satu hukum yang berafiliasi kepada agama adalah hukum Islam. Pengertian hukum Islam adalah hukum yang bersumber kepada nilai-nilai keislaman, yang dibentuk dari sumber dalil-dalil agama Islam. Hukum itu bisa berarti ketetapan, kesepakatan, anjuran, larangan, dan sebagainya. Hukum Islam hanya ditunjukkan kepada orang-orang yang beragama Islam dan tidak ditunjukkan kepada orang yang non-Islam. Jika ada orang Islam yang melanggar hukum Islam, orang itu harus diadili sesuai dengan ketentuan dalil-dalil agama Islam. Ada beberapa sumber yang menjadi landasan dalam membuat ketetapan hukum Islam. Sumber-sember tersebut adalah sebagai berikut. 1. Al Quran Al quran adalah kitab suci umat Islam. Kitab tersebut diturunkan kepada nabi terakhir, yaitu Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril. Al quran memuat banyak sekali kandungan. Kandungankandungan tersebut berisi perintah, larangan, anjuran, ketentuan dan sebagainya. Al quran menjelaskan secara rinci bagaimana seharusnya manusia menjalani kehidupannya agar tercipta masyarakat yang madani. Maka dari itu, ayat-ayat Al quran inilah yang menjadi landasan utama untuk menetapkan suatu hukum. 2. Hadis Hadis adalah segala sesuatu yang berlandaskan pada Rasulullah SAW. Baik berupa perkataan, perilaku, persetujuan, dan sifat beliau. Hadis menjadi landasan sumber yang paling kuat setelah Al quran. Nabi Muhammad menjadi sosok yang paling sentral bagi umat Islam karena umat Islam meyakini bahwa segala perbuatan Rasulullah tidak sedikit pun yang bertentangan dengan Al quran dan beliau terbebas dari kesalahan. 3. Ijma' Ulama Ijma' ulama adalah kesepakatan para ulama yang mengambil simpulan berdasarkan dalil-dalil Al quran atau hadis. Para ulama mengambil ijma' karena dalam Al quran ataupun hadis tidak dijelaskan secara teperinci sebuah ketetapan yang terjadi pada masa itu atau kini. Dengan demikian, para ulama mengadakan rapat dan membuat kesepakatan sehingga hasil rapat atau kesepakatan tersebut menjadi ketetapan hukum. Ijma ulama tidak boleh bertentangn dengan al-Qur'an ataupun hadist. 4. Qiyas Qiyas berarti menjelaskan sesuatu yang tidak ada dalil nashnya dalam Al quran ataupun hadis dengan cara membandingkan sesuatu yang serupa dengan sesuatu yang hendak diketahui hukumnya tersebut. Misalnya, dalam Al quran dijelaskan bahwa segala sesuatu yang memabukkan adalah haram hukumnya. Al quran tidak menjelaskan bahwa arak haram, sedangkan arak adalah sesuatu yang memabukkan. Dengan demikian, kita akan mengambil qiyas bahwa arak haram hukumnya karena memabukkan. Itulah sumber-sumber utama yang menjadi landasan untuk menetapkan hukum Islam.

Pengertian Hukum Islam (Syara') . Wajib (Fardlu) Wajib adalah suatu perkara yang harus dilakukan oleh pemeluk agama islam yang telah dewasa dan waras (mukallaf). zina.Wajib Kifayah adalah perkara yang harus dilakukan oleh muslim mukallaff namun jika sudah ada yang malakukannya maka menjadi tidak wajib lagi bagi yang lain seperti mengurus jenazah. Contohnya : main judi. solat tahajud. Mubah. 3. 2. haji bila telah mampu dan lain-lain. . puasa ramadan. Sunah terbagi atas dua jenis/macam: . Sunnah. haram. Wajib terdiri atas dua jenis/macam : . minum minuman keras. fitnah.Wajib. membayar zakat. Makruh. zakat. sunah. . membunuh.Sunah Mu'akkad adalah sunnat yang sangat dianjurkan Nabi Muhammad SAW seperti shalat ied dan shalat tarawih. dan lain sebagainya. makruh dan mubah : Penjelasan dan Pengertian/Arti Definisi Hukum-Hukum Islam : 1. riba. di mana jika dikerjakan mendapat pahala dan apabila ditinggalkan akan mendapat dosa. Contoh : sholat sunnat.Sunat Ghairu Mu'akad yaitu adalah sunnah yang jarang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW seperti puasa senin kamis. pergi haji (jika telah mampu). 16/09/2009 . . Hukum islam yang disebut juga sebagai hukum syara' terdiri atas lima komponen yaitu antara lain wajib. Haram Wed. durhaka pada orang tua. dan lain-lain. dan lain-lain.Wajib 'ain adalah suatu hal yang harus dilakukan oleh semua orang muslim mukalaf seperti sholah fardu. Haram Haram adalah suatu perkara yang mana tidak boleh sama sekali dilakukan oleh umat muslim di mana pun mereka berada karena jika dilakukan akan mendapat dosa dan siksa di neraka kelak. dan lain-lain. Contoh : solat lima waktu. Sunnah/Sunnat Sunnat adalah suatu perkara yang bila dilakukan umat islam akan mendapat pahala dan jika tidak dilaksanakan tidak berdosa.12:22am — godam64 Di dalam ajaran agama islam terdapat hukum atau aturan perundang-undangan yang harus dipatuhi oleh setiap umat karena berasal dari Al-Qur'an dan Hadist. memelihara jenggot. puasa senin kamis.

operasi komputer. Makruh Makruh adalah suatu perkara yang dianjurkan untuk tidak dilakukan akan tetapi jika dilakukan tidak berdosa dan jika ditinggalkan akan mendapat pahala dari Allah SWT. Contoh : posisi makan minum berdiri. Semuanya menjadi majemuk dari berbagai kalangan dengan berbagai latar belakang sosial dan pendidikan yang variatif. merokok (mungkin haram). Perkembangan itu terjadi karena semua pihak yang terlibat berasal dari latar belakang yang berbeda. Setiap orang membutuhkan harta yang ada di tangan orang lain. pemberi hadiah atau yang diberi. yaitu dunia bisnis perniagaan dan khususnya level menengah ke atas. berkembang menjadi sebuah sistem jual-beli yang kompleks dan multidimensional. transaksi muamalah maliyah juga semakin berkembang sesuai dengan tuntutan zaman. akuntansi. . Lc Urgensi Mengenal Fikih Muamalah Maliyah [Ekonomi Islam] Muamalah maliyah adalah medan hidup yang sudah tersentuh oleh tangan-tangan manusia sejak zaman klasik. sekretaris atau juru tulis. 5. dan lain sebagainya. dan lain-lain. seperti ilmu manajemen. penjual atau pemberi sewa. melamun. Selain itu. urgensi muamalah maliyah yang sangat erat dengan perekonomian Islam ini akan tampak bila kita melihat salah satu bagiannya. Seorang yang memasuki dunia perbisnisan ini membutuhkan kepekaan yang tinggi. Sementara komoditi yang diikat dalam satu transaksi juga semakin bercorak-ragam. bahkan zaman purbakala. bahkan perbankan dan sejenisnya. belanja. Khalid Syamhudi. Mubah Mubah adalah suatu perkara yang jika dikerjakan seorang muslim mukallaf tidak akan mendapat dosa dan tidak mendapat pahala. informatika. Sarana atau media dan fasilitator dalam melakukan transaksi juga kian hari kian canggih. Ekonomi Islam : Kaidah Dasar Memahami Fikih Ekonomi Islam oleh : Ust. dengan karakter dan pola pemikiran yang bermacam-macam. Oleh sebab itu. bercanda. feeling yang kuat dan keterampilan yang matang serta pengetahuan yang komplit terhadap berbagai epistimologi terkait. bermula dengan kebiasaan melakukan tukar menukar barang yang disebut barter. dengan tingkat pendidikan dan pemahaman yang tidak sama. Baik itu pihak pembeli atau penyewa. hingga calo atau broker. mengikuti kebutuhan umat manusia yang semakin konsumtif dan semakin terikat tuntutan zaman yang juga kian berkembang. perdagangan. Atau berbagai ilmu yang secara tidak langsung juga dibutuhkan dalam dunia perniagaan modern. saksi. seperti komunikasi. Hal ini membuat manusia berusaha membuat beragam cara pertukaran. Contoh : makan dan minum. Itu dalam standar kebutuhan businessman (orang yang berwirausaha) secara umum. yang berutang dan berpiutang.4.

Kata “muamalah” dengan wazan ( ‫ )م‬dari kata (‫ ) مل‬yang bermakna bergaul (‫. dibutuhkan syarat dan prasyarat yang lebih banyak untuk menjadi wirausahawan dan pengelola modal yang berhasil. Fikih Muamalah c. kata “muamalah” digunakan untuk sesuatu di luar ibadah. seperti al-bai’ (jualbeli). as-salam. tidak selayaknya seorang muslim memasuki dunia bisnis dengan pengetahuan kosong terhadap ajaran syariat. Inilah mazhab al-Hanafiyah dan pendapat asy-Syathibi dari mazhab al-Malikiyah. kemanfaatan. al-ijaarah (sewa-menyewa). Inilah Mazhab Malikiyah. Dengan demikian. 2. mereka berselisih dalam apa saja yang masuk dalam kategori muamalah tersebut dalam dua pendapat: 1. seperti perpindahan hak pemilikan dengan pembayaran atau tidak (gratis) dan dengan transaksi pembebasan budak. alwakalah (perwakilan). dan hubungan pasutri.)ال ع مل‬ Adapun dalam terminologi ahli fikih dan ulama syariat. Fikih Ankihat (nikah) d. Mudah-mudahan dengan izin dan taufik dari Allah ‘Azza wa Jalla kita dapat mengenal dan mengetahui hukum-hukum yang ada seputar aktivitas muamalah maliyah tersebut melalui kaidah dasar yang telah ditetapkan para ulama. peradilan. karena seorang muslim selalu terikat-–selain dengan kode etik ilmu perdagangan secara umum–dengan aturan dan syariat Islam dengan hukum-hukumnya yang komprehensif. amanah. Oleh sebab itu. ar-rahn (gadai). sehingga kita semua harus bersabar dan meluangkan waktu mempelajari dasar-dasar muamalah maliyah dan berbagai jenisnya. Demikian pentingnya permasalahan ini. Oleh karena itu sebagian ahli fikih membagi fikih menjadi empat kategori: a.Bagi seorang muslim. Hukum-hukum kriminal dan peradilan. Syafi’iyah. Definisi Muamalah Kata “muamalah” dalam etimologi bahasa Arab diambil dari kata (‫ )ال عمل‬yang merupakan kata umum untuk semua perbuatan yang dikehendaki mukallaf. sehingga “muamalah” membahas hak-hak makhluk dan “ibadah” membahas hakhak Allah. Yang demikian itu merupakan sasaran empuk ambisi setan pada diri manusia untuk menjerumuskan seorang muslim dalam kehinaan. dan warisan. Muamalah mencakup semua hal yang berhubungan kepada maslahat manusia dengan selainnya. Muamalah adalah pertukaran harta dan yang berhubungan dengannya. muamalah mencakup fikih pernikahan. Fikih Ibadah b. Namun. . dan sejenisnya. syarikat (perkongsian). al-kafaalah. dan Hambaliyah. dalam soal jual-beli misalnya.

perak.)ال شر ت‬dan transaksi yang berhubungan dengannya. Adapun maksud pernyataan ( ) adalah kebolehannya bukan disebabkan kebutuhan dan darurat.)ال م ع ض ت أ م‬yaitu muamalah yang digunakan untuk maksud adanya imbalan berupa keuntungan. sehingga benda yang tidak memiliki manfaat tidak termasuk dalam definisi ini. . Ruang Lingkup Pembahasan Yang diinginkan dalam pembahasan kita di sini adalah muamalah maliyah yang mencakup dua hal. Yang dimaksud dengan kata ( ‫م‬ ‫ )ال‬adalah benda tersebut memiliki manfaat. dan selainnya. seperti alat-alat musik. Para ulama pun memakai kata harta benda (‫ )ال م ل‬untuk tiga hal. Sebagian ulama memasukkan mata uang termasuk dalam al-arudh.)اإل رة‬hak pilih (‫ .” Termasuk dalam definisi ini: emas. gandum. pakaian. Yang dimaksud dengan harta (al-maal) dalam pengertian syariat adalah: ‫ل‬ ‫م‬ ‫ال‬ “Semua benda yang diperbolehkan kemanfaatannya bukan karena hajat. ‫ )ال ع‬yang dimaksudkan adalah emas dan perak dan yang menggantikan keduanya dari uang Walaupun sebagiannya memandang ini termasuk dalam barang dagangan. dan lain-lainnya. Pengertian Harta (Maal) Setelah jelas bahwa pembahasan kita hanya membahas muamalah maliyah (harta). Ahkam al-mu’awadhah (‫ .)ال خ رات‬syarikat (‫ . rumah.)ال‬sewa menyewa (‫ . yaitu: 1. Barang dagangan ( ‫ . 2. Benda ( kertas. yaitu: 1.Yang menjadi topik pembahasan kita adalah “fikih muamalah” tentang pertukaran harta benda. seperti bangkai yang diperbolehkan karena darurat atau kulit bangkai yang diperbolehkan pemanfaatannya karena kebutuhan. 3. serta lainnya. Demikian juga. Jasa pemanfaatan ( ‫ . bahan makanan. dan lainlainnya. garam. Di dalamnya tercakup: jual-beli ( ‫ . sehingga mengeluarkan semua yang dibolehkan karena kebutuhan dan darurat. bejana. usaha dan perdagangan. Benda yang diharamkan pemanfaatannya.)ال م ف‬seperti pemanfaatan menempati rumah. kurma. rumah. anjing pemburu diperbolehkan karena hajat (kebutuhan) . maka perlu kita perlu mengetahui pengertian al-maal dalam syariat Islam. pemanfaatan jual-beli di satu toko.)ال عر ض األ‬seperti mobil. mobil. juga tidak termasuk dalam definisi ini.

Mengetahui istilah–yang oleh ahli fikih disebut dengan–al jam’i wat tafriq.)ال ق ف‬pembebasan budak (‫ )ال ع ق‬dan Wasiyat ( ‫ )ال ص‬serta yang lainnya.)ال ضم‬al-hawalah ( ‫ . Memahami pendapat para ulama yang mereka sampaikan dalam kitab-kitab fikih dengan tepat hingga dapat membedakan gambaran permasalahan dengan benar.)ال ش ع‬al-ju’alah ( ‫. Memiliki dan menguasai ilmu maqashid syari’ah. 4. Contoh: Kaidah “‫ر ف األصل الع ات ب‬ bersandar kepada nash syariat). dan yang lainnya dari kejadian dan masalah yang beraneka ragam. Dengan demikian.)ال ع ل‬ laqathah ( ‫ .)ال ه‬pemberian ketika sakit menjelang kematian ( ‫ . sudah seharusnyalah seorang thalib ilmu (pelajar) menguasai dengan baik pokokpokok dan kaidah satu permasalahan. Mengetahui nash-nash yang menyampaikan masalah tersebut. Kaidah-kaidah Dasar dalam Muamalah Maliyah Syekh Shalih bin Abdil ‘Aziz Alu Syekh (Menteri Urusan Wakaf.)ال عط‬wakaf (‫ .)ال ال‬perjanjian damai (‫ .)ال‬ perlombaan (‫‘ .)ال ر‬ jaminan ( ‫ .)ال ق ف‬dan wasiat ( ‫. dan Bimbingan Islam Negara Arab Saudi) pernah memberikan petunjuk bahwa seseorang yang ingin meneliti dan membahas permasalahan-permasalahan kiwari dan perkara nawazil.)ال قرض‬gadai ( ‫. riba.)ال ه‬pemberian ( ‫ .)ال خ رات‬syarikat (‫ . 2. Karenanya. ‫(” ال ق ف ال‬Masalah ibadah pada asalnya adalah dilarang dan . Dakwah. ruang lingkup pembahasan ini meliputi permasalahan: jual-beli ( ‫ .)ال ق ط‬wakaf (‫ . sehingga dengan satu kaidah seseorang dapat menjawab dan menguasai banyak permasalahan. 5. Ahkam at-tabaru’at (‫ر ت أ م‬ ‫ . Pengenalan terhadap kaidah-kaidah tersebut akan sangat memudahkan seseorang untuk menguasai fikih. Mengetahui bahasa Arab yang menjadi dasar istilah syar’i dalam mengungkapkan masalah-masalah tersebut.)ال قط‬al-luqaith (‫ . Baik dalam qimar. harus memahami hal-hal berikut ini: 1.)ال ص ح‬masalah kebangkrutan (‫س‬ ‫.)ال غ صب‬asy-syuf’ah ( ‫ .)ال عط‬Wakaf (‫ . di antaranya fikih Muamalah Maliyah. gharar.)ال ع ر‬al-ghashb (‫ . yaitu kaidah yang menyatukan banyak permasalahan dan perbedaan-perbadaan antara masalah-masalah tersebut.)ال ص‬ Namun.)ال شر ت‬utang piutang (‫ . pengenalan kaidah-kaidah dasar muamalah maliyah sangat perlu dilakukan agar permasalahannya lebih jelas dan mudah.)ال‬yaitu muamalah yang bertujuan untuk berbuat baik dan memudahkan orang lain.)ال ق ف‬pemberian/hadiah ( ‫ . seperti hadiah ( ‫ . 3.)ال س ق‬ariyah ( ‫ . maisir.)ال‬sewa menyewa (‫ .2.)اإل رة‬hak pilih (‫ . sebelum membahas permasalahan muamalah maliyah ini.

Sehingga semua bentuk muamalah yang belum ada atau telah ada terdahulu. Namun. di antaranya: 1. kecuali ada dalil yang shahih dan jelas melarangnya. sehingga keluar dari asalnya dengan dalil dan diberi hukum lain di luar hukum asal. marilah kita memotivasi diri kita masing-masing untuk memperhatikan kaidah dan ketentuan fikih dengan dalil-dalilnya. . Oleh karena itu. ‫ف ر‬ ‫فهم‬ ‫مع لق ا‬ ‫الش ار الم س ل‬ Semangatlah kemu dalam memahami kaidah-kaidah Yang menyatukan masalah-masalah yang beragam 2. Syekh as-Sa’di rahimahullahu menyatakan. Syekh asSa’di rahimahullahu menyatakan: ‫خ ر الع م ف ف ر ق‬ ‫مر ق‬ ‫ق‬ ‫س ل‬ ‫فق ق ال‬ Lalu mencapai tingkatan tertinggi dalam ilmu daan mengikuti jalan yang mendapatkan taufik. Untuk mempelajari dan menelaah muamalah maliyah diperlukan pengetahuan yang cukup seputar kaidah dasar (‫ ) ال ض ا ط‬dalam muamalah. kemudian mengenal (hasil) yang keluar darinya berdasarkan dalil. bahkan Ibnu Rajab rahimahullah mengatakan bahwa sebagian ulama menyampaikan ijma’ (kesepakatan) dalam hal ini. di antaranya: 1. Mengetahui bahwa yang dituntut menyampaikan dalil adalah orang yang mengeluarkan dari asal kaidah tersebut. Berada pada kaidah tersebut dan tidak melampauinya hingga ada dalil yang mengeluarkannya. 4. 3. Oleh karena itu. pada asalnya boleh.Mengenal kaidah-kaidah seperti ini dapat memberikan banyak faidah. karena kaidah-kaidah ini dapat memudahkan seseorang mengenal masalah yang beraneka ragam dengan satu atau dua kaidah. Asal dalam Muamalah Adalah Halal (‫)ال ل المع م ت ف األصل‬ Inilah pendapat jumhur (mayoritas) ulama. Pengertian Kaidah Pengertian kaidah ini adalah “kaidah dalam semua akad yang terjadi antara dua pihak adalah halal dan mubah secara umum”. Orang yang komitmen dengan kaidah akan mendapatkan ketenangan ketika memaparkan furu’ (cabang) fikih dalam bab-babnya dan dapat mencapai tingkatan tertinggi dalam ilmu. hikayat ijma’ ini tidak benar karena mazhab azh-Zhahiriyah menyelisihinya (tidak menyetujui kaidah ini). Mencapai derajat tinggi dalam fikih.

sesuatu yang diharamkan bagi orang yang hendak memakannya. ‘Tiadalah aku peroleh dalam wahyu yang diwahyukan kepadaku. hal ini menunjukkan bahwa asal dalam muamalah adalah halal.” (Qs. berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu-bapak. seperti Firman Allah ‘Azza wa Jalla. maka ia berlaku sesuai asal. ‫أ ف ا‬ ‫لعه‬ ‫العه‬ ‫مس‬ “Dan penuhilah janji. atau darah yang mengalir atau daging babi–karena sesungguhnya semua itu kotor–atau binatang yang disembelih atas nama selain Allah. Ayat-ayat yang menunjukkan pambatasan hal-hal terlarang pada perbuatan dan sifat tertentu. serta janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah . sedangkan dia tidak menginginkannya dan tidak (pula) melampaui batas. penuhilah akad-akad itu. ‘Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu. al-Maidah: 1) Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. kecuali kalau makanan itu bangkai. Oleh karen itu. seperti firman Allah ‘Azza wa Jalla.Adapun bila tidak ada dalil yang melarangnya. ‫م ر م رم م أ ل ع ل ا قل‬ ‫شر ا أ‬ ‫ط م م ه هر م‬ ‫رم ال ال س ق ا‬ ‫ش‬ ‫ل ال‬ ‫س‬ ‫م ق ا‬ ‫ص م لم ل ق‬ ‫لع م‬ ‫م قم أ‬ ‫عق‬ ‫م ر قم‬ ‫قر ا‬ ‫ال ا‬ “Katakanlah. yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia. 2. Ayat-ayat yang menunjukkan perintah menunaikan akad transaksi dan perjanjian.’ “ (Qs. baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi. Barangsiapa yang dalam keadaan terpaksa. dan janganlah kamu membunuh anak-anakmu karena takut kemiskinan–kami akan memberi rezki kepadamu dan kepada mereka–dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji. Sesungguhnya janji itu pasti dimintai pertanggungan jawabnya.” (Qs. ‫قل‬ ‫م ف أ‬ ‫ر اضطر‬ ‫م رم ل أ‬ ‫رر ف‬ ‫طعم ط م‬ ‫ر م‬ ‫أ‬ ‫م أ م‬ ‫خ ر ل م أ مس‬ ‫لغ ر أ ل فسق أ ر س ف‬ ‫فم‬ “Katakanlah. al-Isra`: 34) Kedua ayat ini berisi perintah menunaikan transaksi dan muamalah secara mutlak. Dasar Kaidah Dalil kaidah dasar ini adalah: 1. al-An’am: 145) Dan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. yaitu boleh dan mubah. ‫أه‬ ‫لعق أ ف ا م ا ال‬ “Wahai orang-orang yang beriman. baik bentuk dan lafalnya ada pada zaman Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam atau belum ada.

kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama-suka di antara kamu. 3. Ayat ini menunjukkan bahwa asal dalam muamalah adalah halal. al-An’am: 119) 5. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (Qs. ‘Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji (baik yang tampak atau yang tersembunyi). } ‫م رم م ل م فصل ق‬ “Padahal sesungguhnya Allah telah menjelaskan kepada kamu apa yang diharamkan-Nya atasmu. Terimalah dari Allah kemudahan-Nya. maka diberlakukan hukum halal. “Katakanlah. ‘Rabbmu tidak pernah lupa. sedangkan yang tidak diketahui ada pengharamannya. Allah membatasi hal-hal terlarang pada jenis dan sifat tertentu saja. 2256) . ad-Daraquthni dalam Sunan-nya: 2/137/12. melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. al-A’raf: 33) Dalam ayat-ayat di atas. Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala. Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu. anNisa`: 29) Dalam ayat ini. 4. ‫أه‬ ‫م ا ال‬ ‫ا‬ ‫م أم ال م‬ ‫ل طل‬ ‫أ‬ ‫رة‬ ‫م م راض‬ ‫أ سم ق ا‬ ‫م‬ ‫ر م‬ “Wahai orang-orang yang beriman. dan janganlah kamu membunuh dirimu.’ ” (Hr.” (Qs. dan yang didiamkan maka itu tidak ada hukumnya (boleh). dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah sesuatu yang tidak kamu ketahui. (Allah berfirman).” (Qs.’ Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami-(nya). al-An’am: 151) Serta firman-Nya ‘Azza wa Jalla. perbuatan dosa. Allah tidak memberikan syarat dalam perdagangan kecuali saling suka (taradhi). (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu. dinilai shahih oleh al-Albani dalam Silsilah ash-Shahihah. janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil. ‫أ لم‬ ‫ف‬ ‫ل فه‬ ‫رم م‬ ‫س ت م رام فه‬ ‫فه‬ ‫م فق ا‬ ‫ف‬ ‫م‬ ‫س ر‬ “Semua yang Allah halalkan dalam al-Quran maka ia halal.” (Qs. karena tidak boleh ada hukum untuk para mukallaf tanpa dasar dalil.(membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar. no. yang diharamkan maka ia haram.

Manusia sudah biasa melakukannya dalam mendapatkan kebutuhan dunia mereka. maka seluruh ahli fikih–yang aku ketahui–menghukumi keabsahannya. Ditinjau secara dalil aqli (akal) dengan tiga hal: a. Ibnu Taimiyah rahimahullahu menyatakan. . orang yang paling besar kejahatannya adalah orang yang bertanya tentang sesuatu yang tidak diharamkan. verdict. maka transaksinya tidak sah. kecuali setelah adanya izin kebolehannya. “perintah” (command). “hukuman” (sentences) dan lain-lain. decision). Dalam keabsahan akad transaksi. Akad transaksi termasuk perbuatan dan aktivitas yang sudah menjadi adat kebiasaan. maka tidak adanya dalil pengharaman menunjukkan ketidak-haramannya. “menghukum”. Syariat tidak mengharamkan jenis akad kecuali hanya beberapa saja. Seandainya izin khusus syariat menjadi syarat keabsahan transaksi. Sehingga dijadikan dasar sampai ada dalil yang mengharamkannya. dan juga tidak ada seorang pun yang menyatakan bahwa akad transaksi tidaklah sah kecuali untuk orang yang meyakini bahwa syariat menghalalkannya. maka asal hukumnya adalah boleh dan tidak dilarang. “mengendalikan” dan lain sebagainya. lalu diharamkan dengan sebab pertanyaannya. Namun sesungguhnya kata hukum yang digunakan oleh masyarakat itu sendiri berasal dari bahasa arab yang diserap menjadi bahasa Indonesia yaitu “‫( “ﺤﮑﻢ‬hukm) jamak dari ahkam yang berarti “putusan” (judgement. ‫صلاأل‬ ‫المع م ت ل ف‬ ‫الع ل‬ ‫مرا ة ال م م‬ ‫الضرر هم رف الطرف مص‬ Paragraph. b. “menetapkan”. “memerintahkan”. Ini menunjukkan bahwa asal sesuatu dalam muamalah adalah halal. “ketetapan” (provision). Ruang Lingkup Hukum Islam Dalam bahasa sehari-hari kata hukum sering dikonotasikan dengan peraturan dan sejenisnya.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebut hukum sesuatu yang tidak diharamkan dan dihalalkan dengan kata “afwun” (dimaafkan atau boleh). “pemerintahan” (government). Walaupun transaktor (orang yang bertransaksi –ed) tersebut belum mengetahui penghalalannya–baik dengan ijtihad atau taklid–. power). c.” 3.’ (Muttafaqun ‘alaihi) 7. “Kaum muslimin apabila melakukan transaksi tertentu dan belum mengetahui keharaman dan kehalalannya. Sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. 6. Kata kerjanya hakama yahkumu yang bermakna “memutuskan”. “kekuasaan” (authority. tidak disyaratkan adanya izin khusus dari syariat. apabila mereka tidak meyakini keharamannya. “mengadili”. ‫م‬ ‫ال س أ‬ ‫رم‬ ‫سلم‬ ‫رم لم ش‬ ‫ق ” مس ل أ ل م ف رم‬ ‫م‬ “Sungguh. Asal Setiap Muamalah Adalah Adil dan Larangan Berbuat Zalim serta Memperhatikan Kemaslahatan Kedua Belah Pihak dan Menghilangkan Kemudharatan.

S. maka ia dibuat paham (fiqh) dalam agama.” Juga dalam surat Q. Kata hukum dalam al-Qur’an dipahami sebagai “putusan” atau “ketetapan” terhadap suatu masalah. “terhukum”. “penegak hukum”. Pengertian Hukum Islam Kata “hukum” dalam Islam (hukum Islam) sering dikonotasikan pada dua hal yaitu fiqh dan syariat. such as Act of Parliament. recht dalam bahasa Jerman dan Belanda atau kata latin Ius. Fiqh secara bahasa berarti ‫ق‬ ‫ال‬ ‫ال ع م :ال غ ف‬ ‫ل ش‬ ‫ال هم‬ ‫ل‬ Pengetahuan dan pemahaman terhadap sesuatu. Hal ini sejalan dengan pengertian yang disitir dalam hadits yang mengatakan. istilah “hukum” juga dikenal dalam bahasa lain seperti law dalam bahasa inggris. Oleh karena itu sering kita mendengar bahwa Islam paling tidak terdiri dari iman dan amal. “kehakiman”. (Hukum adalah suatu kumpulan aturan yang dapat dilaksanakan untuk mengatur/memerintah masyarakat atau aturan apa pun yang dibuat sebagai suatu aturan hukum seperti tindakan dari Parlemen). 2. Putusan atau ketetapan yang tidak hanya mengatur hubungan antara khaliq (pencipta) dan makhluq (yang diciptakan) tapi juga antar manusia yang didalamnya mengatur tentang hukum amaliyah (fiqh).” A. hukum tauhid (aqidah) maupun yang berhubungan dengan hukum etika (akhlaq). Kata hukum yang dikenal dalam bahasa Indonesia berasal dari bahasa Arab hukm yang berarti putusan (judgement) atau ketetapan (Provision). “hakim”. Dalam buku Ensiklopedi Hukum Islam. Al-Tawbah/9:122 yang berbunyi: … ‫رف‬ ‫م هم فرق ل م‬ ‫ف ل قه ا ط‬ ‫لع هم ل هم ر ع ا ا ق مهم ل ر ا ال‬ ‫ر‬ ” …Maka hendaknyalah pada setiap golongan dari mereka (orang-orang yang beriman) itu ada sekelompok orang yang tidak ikut (berperang) untuk mendalami agama (tafaqquh). Sementara dalam A Dictionary of Law dijelaskan tentang pengertian hukum sebagai berikut: Law is “the enforceable body of rules that govern any society or one of the rules making up the body of law. Kata “hukum” kemudian dipergunakan lebih jauh dalam perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia seperti kata “hukuman”. hukum berarti menetapkan sesuatu atas sesuatu atau meniadakannya.Selain dalam bahasa arab. Fiqh . yaitu keyakinan monotheis manusia yang dilingkupi dengan kompetensi keilmuan yang luas untuk secara tepat dan benar di amalkan baik untuk hubungannya dengan khaliq (sang pencipta) maupun dengan makhluq (yang diciptakan). dan untuk dapat memberi peringatan kepada kaumnya bila mereka itu telah kembali (dari perang) agar mereka semuanya waspada. “Barangsiapa Allah menghendaki kebaikan baginya. “mahkamah” dan banyak lagi.

” Walaupun dilihat dari struktur bahasanya (etimologi). bermanfaat (meritorious-fadila). Fard bisa dibagi dalam tiga dimensi yaitu sebagai kewajiban (obligatory-wajib). sebagai kewajiban setiap individual Muslim seperti salat dan zakat dan communally obligatory (fard al. The recommended. Sehingga yang dimaksud dengan hukum dalam definisi fiqh adalah status perbuatan manusia mukallaf (orang yang telah baligh dan berakal sehat).Banyak dari para ahli hukum mendefinisikan fiqh sebagai: ‫ق‬ ‫م ال ع م :ال‬ ‫أل‬ ‫ال شر‬ ‫سب ال عم‬ ‫أ ل ه م ال م‬ ‫ص‬ ‫ال‬ Ilmu tentang hukum-hukum syar’i yang bersifat amaliah yang diperoleh dari dalil-dalilnya yang terinci. Syariah Istilah syariat yang sumber otentiknya berasal dari sumber-sumber hukum Islam yang tersebar pada Al-Qur’an. Hasbi Ash-Shiddiqie dalam salah satu karyanya mendefinisikan hukum Islam sebagai: “Segala yang diterbitkan (ditetapkan) syara’ untuk manusia. Syari’at merupakan kalimat yang berbahasa arab Syari’a yang bermakna “jalan menuju sumber air: track yang jelas untuk di ikuti”. (mandub) atau sunnah. Atau sebagai sumber air yang di ambil orang untuk keperluan hidup sehari-hari. tiga di antaranya terdapat dalam Alqur’an yaitu pada surat Al-Maidah ayat 48. hadits.kifaya). merujuk pada lebih disukai (preferable-mustahabb). haram (unlawful). atau mubah (permissible). Fiqh yang juga berarti hukum hanya dimengerti fungsinya bila dikaitkan dengan perbuatan manusia baik berupa menyandarkan atau tidak menyandarkan. the permissible/allowed (mubah) sesuatu perbuatan boleh yang tidak diberi reward atau hukuman. mandub (sunnah-recommended). Kata Syariah paling tidak disebut lima kali. B. makruh (disliked). pada perbuatan-perbuatan yang bersifat wajib (prescribed). ijma dan lain sebagainya. Berbeda dengan the unlawful/ prohibited (haram ) yang memiliki hukuman. baik berupa perintah maupun merupakan tata aturan amaliyah yang menusun kehidupan bermasyarakat dan hubungan mereka satu sama lain serta membatasi tindakan mereka. ‫م‬ ‫:ال‬ ‫أمر س‬ ‫خر ل‬ ‫أ‬ ‫س‬ Hukum adalah penisbatan sesuatu kepada yang lain atau penafian sesuatu dari yang lain. Teungku M. Yang kesemuanya tersebar dalam personally obligatory (fard al-’ayn). pendelegasian (mandatory -muhattam) dan permintaan (required-lazim). Misalnya solat malam (tahajjud) dan mengingat Allah (zikr). yang cukup dilakukan oleh salah satu dari komunitas muslim seperti memandikan jenazah. AsySyura: ayat 13 dan Al-Jatsiyah ayat 18. Sedangkan perbuatan yang tidak boleh/tidak disukai (dislikedmakruh) tapi tidak memiliki dampak penghukuman. . dan diperlukan (desirable-marghub fih). Prof.

Sedangkan sebuah komunitas akademis di Universitas Southern California dalam kompendiumnya menjelaskan bahwa makna syariah tidak hanya merujuk pada hukum dan jalan hidup yang digariskan Allah SWT untuk hambanya namun juga berhubungan dengan ideologi. Abdullah Yusuf Ali menerjemahkan syariat sebagai jalan agama yang lebih luas dari sekedar ibadah-ibadah formal dan ayat-ayat hukum yang diwahyukan kepada Muhammad SAW. Syariat hanya satu sedangkan fiqh lebih dari satu karena terdapat banyak madzhab fiqh dan aliran hukum lainnya. Sedangkan pakar hukum Islam Indonesia.Dalam bentuk aktif. C. keyakinan. adakalanya syariat disebut juga sebagai fiqh Islam. Fiqh dan Syariah Bagi orang awam. syariat disebut sebagai syara’a. tindakan. . 5. Secara definitif. 2. Teungku Hasbi Ash-Shiddiqie menyebutkan bahwa para ahli fiqh menggunakan kata syariat sebagai nama bagi hukum yang ditetapkan Allah untuk hamba-Nya melalui Rasulullah SAW yang berkaitan dengan amaliyah lahir (ahlak) dan bathin (Aqidah) untuk dilaksanakannya dengan dasar iman. syari’at dapat difenisikan sebagai “jalan utama menuju kehidupan yang lebih baik yang terdiri dari nilainilai agama sebagai acuan untuk membimbing kehidupan manusia”. maka fiqh yang secara bahasa bermakna paham atau pemahaman adalah pengetahuan tentang syariat mengenai perbuatan manusia yang diambil dari ijtihad para mujtahid terhadap dalil-dalil yang rinci. Syariat menunjukan kesatuan dalam Islam sedangkan fiqh menunjukan keragamannya. Walaupun amat mirip namun keduanya memiliki arti yang berbeda. Syariat adalah ketetapan Allah dan ketentuan rasul karena itu keduanya berlaku abadi sedangkan fiqh adalah hasil ijtihad yang sah manusia yang bersifat sementara karena itu dapat berubah sesuai kondisinya. sebuah kata kerja yang bermakna “mengurai atau menelusuri suatu jalan yang telah jelas menuju air”. 3. 4. serta praktek keseharian seperti firmannya dalam surat Al-Ma’idah: 48. Prof. secara doktrin hukum. Syariat bersifat fundamental dan mempunyai ruang lingkup yang lebih luas sedangkan fiqh bersifat instrumental dan terbatas ruang lingkupnya pada hukum-hukum yang mengatur perbuatan hukum manusia. prilaku. setidaknya ada lima perbedaan antara syariah dengan fiqh yaitu antara lain: 1. Jika syariat adalah hukum wahyu yang bersumber Alqur’an dan hadits. Syariat merupakan wahyu Allah yang terdapat dalam Al-qur’an dan hadits sedangkan fiqh merupakan hasil ijtihad manusia yang sah dalam memahami dan menafsirkan kedua sumber hukum tersebut. Dengan makna tersebut.

Oleh karena itu syariat selalu memerlukan penafsiran atau ijtihad. seperti. C. Sehingga menjadi sempurna semua tuntutan hidup manusia.Dengan pembedaan tersebut jelaslah bagi kita bahwa syariat merupakan hukum yang akan terus hidup sekalipun tak lagi diterapkan oleh manusia dalam kehidupannya. B. berkata: “Semoga Allah membalas kebaikan Baginda Rasulullah Saw. Adalah sangat naïf bila syariat yang telah ditafsirkan menjadi fiqh pada masa terdahulu akan dapat menyelesaikan persoalan masa kini. Fiqh Islam mencakup semua tuntutan Hidup. Keistimewaan Fiqh Islam atas manhaj-manhaj yang lain dapat disimpulkan sebagai berikut: A. yang telah mengajarkan kepada kita semua urusan hingga urusan di kamar kecil”.” (Q. Firman Allah SWT: “Sesungguhnya shalat dapat mencegah perbuatan keji dan munkar“. Namun demikian di saat terjadi pertentangan antara kepentingan pribadi dan umum maka yang didahulukan adalah kemaslahatan umum. Setiap mujtahid di dalam pengambilan hukum (Istinbatul Ahkam) harus bersumber dari al-Quran dan al-Hadits. Keistimewaan Fiqh Sebagaimana penjelasan di atas bahwa setiap manusia menuntut dan mencari kebahagiaan dan kesempurnaan. D. baik yang diambil secara langsung atau isyarat yang menunjukkan dari keduanya. Dalam hal ini dikenal kaidah Fiqh yang diambil dari Hadits Nabi: “ Laa dharara wa laa dhirara “ . Allah berfirman: “Hari ini telah Aku sempurnakan bagi kalian agama kalian. Apabila hak-hak pribadi terjaga dan rasa saling mempercayai terpelihara maka akan tampaklah kehidupan harmonis serta bahagia pada masyarakat.S. Fiqh Islam memelihara kemaslahatan pribadi dan umum secara bersamaan tanpa harus ada yang dikorbankan. Di sinilah letak perbedaan antara Manhaj Islam yang disebut Fiqhul Islam dengan manhaj-manhaj yang lain. Dan telah Aku sempurnakan nikmat-Ku atas kalian serta Aku rela untuk kalian Islam sebagai Agama. bertujuan untuk membangkitkan jiwa tolong-menolong di antara sesama manusia dan mencegah terjadinya penipuan di dalam transaksi. sampai salah seorang sahabat Rasulullah Saw. Berbeda dengan manhaj lain yang tujuan utamanya hanya sebatas memelihara kelestarian hidup. Begitu pula diharamkannya Riba misalnya. seperti Ijma dan Qiyas. shalat dan puasa yang semua itu bertujuan untuk mensucikan jiwa sehingga tercegah dari perbuatan keji dan munkar. 3. Fiqh berdasarkan wahyu Ilahi dan Petunjuk Nabawy. Di dalam syariat tersebut ada norma dan prinsip yang kemudian di tafsirkan oleh berbagai macam ahli fiqh untuk dapat diaplikasikan kedalam setiap kehidupan manusia yang berbeda waktu dan kondisinya. Fiqh Islam berhubungan erat dengan etika. Di dalam Fiqh Islam telah diatur semua urusan yang berkaitan dengan hidup manusia. meski harus mengorbankan akhlak dan ajaran-ajaran agama. sedangkan keduanya tidak akan dicapai kalau manusia hidup semaunya sendiri tanpa adanya peraturan dan kode etik hidup yang mengaturnya. Oleh karena inilah maka disyariatkanlah ibadah. AlMaidah 3-5).

Ungkapan hukum-hukum syar’i menunjukkan bahwa hukum tersebut dinisbatkan kepada syara’ atau diambil darinya sehingga hukum akal (logika). kepada mahluknya tentang berbagai kaidah dan tata aturan yang disampaikan kepada umatnya melalui nabi-nabinya termasuk Muhammad SAW baik yang berkaitan dengan hukum amaliyah (fiqh). bahkan Dialah Pembuat hukum-hukum tersebut. Jadi menurut definisi ini hukum-hukum syar’i yang bersifat i’tiqadiyyah (keyakinan) atau ilmu tentang yang ghaib seperti dzat Allah. Ilmu tentang hukum-hukum syar’i yang bersifat amaliah ini juga harus diperoleh dari dalil-dalil rinci melalui proses penelitian mendalam terhadap dalil-dalil tersebut. Hukum tentang Sumber-sumber Pendapatan Negara dan Hukum Pidana. Hukum Islam yang tertuang dalam syari`at dapat dibagi atas tiga kelompok besar yaitu Hukum tentang `Aqidah yang mengatur keyakinan manusia terhadap Allah dan lebih bersifat privat yaitu antara manusia dengan tuhan. Begitu pula dengan hukum-hukum indrawi. Hukum-hukum syar’i dalam fiqh juga harus bersifat amaliyyah (praktis) atau terkait langsung dengan perbuatan mukallaf. Berarti ilmu Allah atau ilmu Rasul-Nya tentang hukum-hukum ini tidak termasuk dalam definisi.4. karena ilmu Allah berdiri sendiri tanpa penelitian. dan dibahas dalam ilmu tauhid (aqidah). karena ia bukan hukum yang bersumber dari syariat. Hukum tentang Akhlaq yang mengatur etika berhubungan dengan manusia dan Hukum yang berkaitan dengan prilaku manusia (`Amaliyah atau Fiqh) yaitu hukum yang menata kehidupan manusia dengan manusia sehari-hari baik dalam fungsi vertikal (ibadah). Peradilan. hukum tauhid (aqidah) maupun yang berhubungan dengan hukum etika (akhlaq). bukan dari kajian dalil. pengaturan (muamalah) maupun penindakan (jinayah). Hukum ekonomi. Hukum Tata Negara dan Politik (siyasah). syariat dalam arti luas juga berarti segala hal yang ditetapkan oleh Allah. Ruang Lingkup hukum Islam Selain berbagai makna syariat yang berkonotasi hukum. tidak termasuk dalam definisi. karena pengetahuannya tidak didapat dari kajian dan penelitian yang ia lakukan terhadap dalil-dalil. atau muamalahnya. . dan hari akhir. tidak termasuk ke dalam definisi ini. karena ia tidak berkaitan dengan tata cara beramal. dan hukum-hukum lain yang tidak berdasarkan syara’. hukum Amaliyah dibagi dalam dua kategori yaitu `Ibadat (dimensi vertikal) dan Mu`amalat (dimensi Horizontal) yang terdiri atas Hukum Keluarga (Family Law). seperti: satu adalah separuh dari dua. Hukum tentang warganegara asing (Musta’min) dalam Negara Islam. seperti ibadahnya. Karena ketiga fungsi tersebut. sedangkan ilmu Rasulullah saw diperoleh dari wahyu. sifat-sifatNya. Hukum Antar Bangsa (International Law). Demikian pula pengetahuan seseorang tentang hukum syar’i dengan mengikuti pendapat ulama. bukan termasuk ilmu fiqh. atau semua lebih besar dari sebagian. seperti api itu panas membakar. finansial dan transaksi.

Ibadah (sembahyang). perekonomian. Hukum-hukum ini disebut Syi’ar (Diplomatik) G. seperti. dan dengan masyarakat luas. nafkah. Zakat. benar. Jihad (perjuangan). Hukum-hukum yang berhubungan dengan pemerintahan beserta pelaksanaannya dan politik. salah. dan mengganggu keamanan umum. dan interaksi antara satu dan lainnya. dengan dirinya. seperti. makruh dan haram. Hukum-hukum yang berhubungan dengan tingkah laku lahiriah seorang Muslim dengan sesama manusia. Hukum-hukum ini disebut Jinayat (Pidana) F. Fiqh juga merupakan agama dan negara. puasa. mubah. Udhiyah (kurban). berdosa dan sebagainya. E. Hukumhukum ini disebut Ahkamu Sulthaniah atau Siasah Syar’iah.M. Hukum-hukum ini disebut Ahwal al. perdagangan. Janazah (penyelenggaraan jenazah). batal. seperti. . Nadzar. Fiqh Islam selalu relevan hingga hari kiamat. sunat. Hukum-hukum yang berkaitan dengan hubungan antara Negara Islam dan Negara lain. Hukum-hukum ini disebut al-Ibadat. dan pengadilan. Zakat Fithrah. yaitu: A. menjatuhkan kehormatan orang. jual beli. B. Hukum-hukum ini disebut Fiqhul Adab. haji. Hukum-hukum ini disebut Muamalah (perdata) D. shalat. Hubungan seorang hamba dengan Tuhan. dan lain-lain. Ibadah Pada bagian ini dibicarakan beberapa masalah masalah yang dapat dikelompokkan ke dalam kelompok persoalan berikut seperti Thaharah (bersuci). dan lain sebagainya. Hukum-hukum yang berhubungan dengan muamalah seorang hamba terhadap Tuhannya. T. Hukum-hukum yang berhubungan dengan hukuman orang yang berbuat kesalahan. karena Fiqh bukan hanya mengurus urusan dunia saja namun juga urusan akhirat. berpahala. perceraian. Haji. Secara garis besar kandungan dalam Ilmu Fiqh ada tiga macam. zakat. C. disamping itu ada pula dalam bentuk yang lain seperti sah. Sehingga semua masalah manusia diatur oleh Fiqh Islam. Dari alasan itulah pembahasan di dalam Fiqh Islam mencakup semua aspek kehidupan manusia dan kalau diperhatikan pembahasan Fiqh Islam dibagi menjadi tujuh kategori: A. pernikahan. Hasbi Ashiddiqqie. Sedangkan Prof. Hukum yang berhubungan dengan pekerjaan.Syakhsiyah. merinci lebih lanjut pembagian tersebut dengan mengembangkan menjadi delapan topik bahasan. pegadaian. Sehingga konsep yang ditawarkan oleh Fiqh Islam menjanjikan kebahagiaan abadi dunia dan akhirat.Hukum yang diatur dalam fiqh Islam itu terdiri dari hukum wajib. Shiyam (puasa). Hukum-hukum yang berkaitan dengan rumah tangga.

Muamalah Maliyah Kadang-kadang disebut Baitul mal saja. Rujuk. Kafalah. Radla’ah. Qishash (pembalasan). Kejahatan. Tasharruf. Zhihar. pembalasan. kekeluargaan. Obyek dan cara penggunaan kekayaan baitul mal. denda. Kepengurusan baitul maal. Jizyah. Qismah. Ta’zir. Syarikah. Inilah bagian dalam hukum Islam yang mengulas tentang harta kekayaan yang dikelola secara bersama. harta kebutuhan. Peperangan. Hukum murtad. hukuman dan sebagainya.B. dan Tadbir. dan Perwalian. harta milik. Kitabah. Hibah dan Hadiyah. Hukuman Qazaf. F. E. Hiwalah. Mudlarabah dan Muzara’ah (perkongsian). Diyat (denda). C. Jinayah dan ‘Uqubah (pelanggaran dan hukuman) Biasanya dalam kitab-kitab fiqh ada yang menyebut jinayah saja. Hukuman peminum arak. Macam-macam kekayaan atau materi baitul mal. Perwalian. Wasiat. yang meliputi masalah: Buyu’ (jual-beli). dan lain-lain. Hajru. Hukuman pencuri. Warisan. Pembahasan ini meliputi: Pelanggaran. Salam (pesanan). Li’an. Sewa-menyewa. Gadai. Ahwalusy Syakhshiyyah Satu bahasan yang terhimpun dalam bab ini membicarakan masalah-masalah yang terkonsentrasi seputar aturan hukum pribadi (privat) manusia. Muamalah Madaniyah Biasanya disebut muamalah saja yang didalamnya terdapat pembicaraan masalah-masalah harta kekayaan. Ila’. Talak. Pemberontakan. Harta rampasan perang. Hukuman perampok. Khulu’. Murafa’ah atau Mukhashamah . Pembahasan di sini meliputi: Status milik bersama baitul mal. Mu’asyarah (bergaul). Sumber baitul mal. Riba (renten). Pinjammeminjam. Cara pengelolaan baitul mal. Khithbah (melamar). Luqathah. Fasakh. Hukuman pelanggaran dan kejahatan. kejahatan. Hukum zina. Wadi’ah (Jaminan). Hutang-piutang. Membela diri. D. cara mendapatkan dan menggunakan. Nafaqah. Waqaf . yang antara lain meliputi persoalan: Nikah. Dalam bab ini di bicarakan dan dibahas masalah-masalah yang dapat dikelompokkan ke dalam kelompok persoalan pelanggaran. Khiyar. Ghasab. Hukum melukai/mencederai. Hukum pembunuhan. Syuf’ah. harta warisan. baik masyarakat kecil atau besar seperti negara (perbendaharaan negara=baitul mal). Hadlanah. ‘Iddah.

Pembahasan pada bab ini meliputi: Peradilan dan pendidikan. Saksi. Sadz dzariah dan Urf (Custommary law) dalam mengeksplorasi dalil-dalil hukum dari Alqur’an dan hadits. Perjanjian dan pernyataan bersama. ushul fiqh tersebut nantinya akan menentukan arah seorang mujtahid untuk menggunakan berbagai sumber hukum Islam lainnya seperti qiyas (yurisprudensi aktif) istishan (mengambil yang paling baik). Upeti. darul harb. baik ketika damai atau dalam situasi perang. Pembahasannya antara lain meliputi: Kepala negara dan Waliyul amri. Atas dasar tersebut para mujtahid (orang yang diberi wewenang untuk berijtihad) melengkapi dirinya dengan metode dan pisau analisis yang disebut dengan ushul fiqh (dasar ilmu fiqh) sebagai metodologi yang harus dikuasai para pembentuk dan perumus hukum dalam menafsirkan tekstual syariat. Hak dan kewajiban rakyat. (Jakarta: Bulan Bintang. Bahan Bacaan Abdurraoef. Ahkamud Dualiyah (Hukum Internasional) Bagian ini lebih tepat bila disebut sebagai kelompok masalah hubungan internasional. Pembicaraan pada bab ini meliputi: Hubungan antar negara. ahluz zimmi. Istishab. Masalah tawanan.Pokok bahasan dalam bagian ini menjelaskan berbagai masalah yang dapat dikategorikan ke dalam kelompok persoalan peradilan dan pengadilan. Musyawarah dan demokrasi. Hakim dan Qadi. Ahkamud Dusturiyyah Bagian ini adalah bidang hukum tata Negara dalam Islam yang umumnya membicarakan berbagai masalah-masalah yang menyangkut seputar ketatanegaraan. darul mustakman. Sumpah dan lain-lain. G. Ahlul ‘ahdi. Hak dan kewajiban Waliyul amri. ahlul harb. rampasan. dan lain-lain H. dan Darul Islam. atau Islam dan non-Islam. Gugatan. Sumber Hukum Islam Ilmu hukum Islam juga sangat memfokuskan diri pada kemaslahatan sesuai tujuan pokok penerapan hukum Islam. 1970). Syarat menjadi kepala negara dan Waliyul amri. Pembuktian dakwaan. Penyerbuan. Al-Qur’an dan Ilmu Hukum. Batas-batas toleransi dan persamaan. Pajak. Perlindungan. Istislah. sama-sama Islam. 5. . Ketentuan untuk orang dan damai.

Dasuki. (Kairo: Dar el Fikr el-Islamy. (Jakarta: TRAC. Islamuna Press. 2009). The Holly Qur’an: Text Translation and Commentary. (Jakarta: Bulan Bintang. Ensiklopedi Hukum Islam. el-Bana. Hasan. 1997). (Maryland: Amana Corporation. Bulan Bintang. (Jakarta: RajaGrafindo Persada. Fiqh Tajdid dan Shahwah Islamiah. Jamal. (Sidney: Oughtershaw Press. T. Hasbi. cetakan ke 2. Pilar-Pilar Penelitian Hukum Islam dan Pranata Sosial. Indonesian Legal History 1602-1848.( Jakarta:Universitas Yarsi. Ball. Jhon. (Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve. (Jakarta. (Jakarta. 1989). Nahwa Fiqh Jadid . 2004). . 1997). ______________________.Ali. Ash-Shiddiqie. Abdullah Yusuf. Perda Syariah di Indonesia: Studi tentang Asas dan Prinsip Pembentukan Perundang-Undangan. Ka’bah. Hamdan Zoelva. Hambali. Dalam Proses penerbitan Idris. Pengantar Ilmu Fikih. HA.M. 1974). Ahmad. Hukum Islam di Indonesia. 1999). Rifyal. Bisri. Hafizh. FIKIMA. 1974). 1999). Pengantar Fiqh Mu’amalah. 1982).

” . Idris. (Jakarta: Mizan Pustaka. 2000). (Jakarta: Sinar Grafika.” .php?pustaka… . Wikipedia. Hassan. “Qiyas. “Alalwani Usul al Fiqh. Studi Islam di Perguruan Tinggi: Pembinaan Imtaq dan Pengembangan Wawasan. http://www. Shari`ah and Fiqh. “Konsep-Konsep Istihsan.com/index. (New York: Oxford University Press 1997). “Compendium of Muslim Text. Fourth Edition. Shihab.cybermq. diakses 23 Februari 2008. M.” diakses 23 Februari 2008.Martin.edu/dept/MSA/law/shariahi…. M Quraish. E. Asas-Asas Hukum Islam: Sejarah Timbul dan Berkembangnya Kedudukan Hukum Islam. ISTN. Ali. Saleh. 2002). 1995). Membumikan Al-Qur’an: Fungsi dan Peran Wahyu dalam Kehidupan Masyarakat.usc. USC online. (Jakarta. USC-MSA.” http://www. diakses 23 Februari 2008. Yafie. (editor) A Dictionary of Law. Istishlah dan Maslahat al Ammah. Elizabeth A. Ihsan Ali-Fauzi. Ramulyo.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful