Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

BAB I PENDAHULUAN

1.1.

Latar Belakang Dalam dunia komunikasi, peranan perangkat pendukung dan media sangat

menentukan efisiensi komunikasi, terutama yang berkaitan dengan fungsinya sebagai pengirim atau penerima informasi. Peranannya tidak hanya sebagai perangkat yang dapat mendefinisikan informasi dari pengguna kepada sistem komunikasi atau sebaliknya, akan tetapi mempengaruhi performa dan teknologi dari jenis komunikasi yang digunakan. Komunikasi yang dilakukan secara konvensional, hanya dapat mengirimkan informasi yang terbatas, tidak jarang kondisi jarak pun menjadi hal yang penting untuk dipertimbangkan. Komunikasi dengan menggunakan perangkat telepon analog, informasi yang dikirimkan hanya berupa suara (komunikasi audio) atau teks dengan media faximille. Akan tetapi dengan menggunakan perangkat dan teknologi digital, contohnya komputer, maka informasi yang dikirimterimakan tidak hanya dalam bentuk audio, tetapi informasi dalam bentuk video dan data pun dapat ditumpangkan. Beberapa komunikasi dapat dibedakan berdasarkan informasi yang ditumpangkannya, diantaranya : 1. Komunikasi Audio, yaitu jenis komunikasi dengan infomasi yang

ditumpangkannya berupa suara, contoh komunikasi pada radio broadcast. 2. Komunikasi Video, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang

ditumpangkannya berupa gambar, contoh penayangan iklan pada big screen yang terdapat di tempat umum. 3. Komunikasi Audio Video, jenis komunikasi dengan informasi yang dikirim terimakan merupakan percampuran antara informasi suara dan gambar, contoh pengiriman informasi melalui televisi. 4. Komunikasi Data, yaitu jenis komunikasi dengan informasi yang dikirim terima kan berupa data digital, contohnya aplikasi internetworking pada Jaringan Komputer.

Jaringan komputer sebagai salah satu aplikasi komunikasi data, dapat mengirimkan informasi dalam bentuk apapun (teks, suara maupun gambar) dari suatu komputer (host) 1 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

dengan terlebih dahulu mengubahnya ke dalam bentuk digital untuk selanjutnya dikirimkan ke komputer lain yang terhubung secara fisik maupun logika dengan komputer lain. Banyak kelebihan yang ditawarkan oleh jaringan komputer sebagai solusi komunikasi, diantaranya : 1. Efisiensi waktu dalam proses komunikasinya. 2. Dapat memuat banyak komunikasi pada satu proses. 3. Interkoneksi antar jaringan kecil yang semua bermuara pada internetworking, memudahkan untuk membentuk komunikasi antar jaringan kecil tersebut, tanpa harus membangun jaringan sendiri. Dan banyak kelebihan lain yang ditawarkan oleh jaringan komputer sebagai solusi komunikasi.

1.2.

Maksud Menjadikan penulis atau pembaca lebih semangat untuk belajar jaringan komputer ini

dan dapat mengimplementasikannya ke dalam kehidupan bermasyarakat atau pun kelak nanti bila mendapat pekerjaan dibidang jaringan ini. Hal yang mendasari penulis untuk membuat makalah ini adalah penulis ingin meningkatakan kualitas penulis dan semua pembaca atau siswa yang menyenangi dunia jaringan agar dapat berprestasi dibidang keahliannya dan ingin berbagi mengenai apa yang telah penulis dapatkan dan kuasai selama mempelajari tentang pelajaran jaringan.

1.3.

Tujuan Setelah mempelajari materi tentang jaringan LAN, kita diharapkan untuk dapat : 1. Memahami konsep dasar Jaringan komputer 2. Mengidentifikasi perangkat yang dibutuhkan dalam membangun sebuah jaringan LAN sederhana 3. Mampu melaksanakan penginstalan jaringan lokal 4. Mengenal topologi jaringan 5. Mengenal dan mampu dalam konfigurasi jaringan 6. Mengenal dan mampu dalam konfigurasi wireless dan router mikrotik 7. Mampu melakukan sharing printer dan sharing file ke folder

2 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

BAB II LANDASAN MATERI
2.1. Sejarah jaringan komputer SEJARAH JARINGAN KOMPUTER bermula dari lahirnya konsep jaringan

komputer pada tahun 1940-an di Amerika yang digagas oleh sebuah proyek pengembangan komputer MODEL I di Laboratorium Bell dan group riset Universitas Harvard yang dipimpin Prof. Howard Aiken. Pada mulanya proyek tersebut hanyalah ingin memanfaatkan sebuah perangkat komputer yang harus dipakai bersama. Untuk mengerjakan beberapa proses tanpa banyak membuang waktu kosong dibuatlah proses beruntun (Batch Processing), sehingga beberapa program bisa dijalankan dalam sebuah komputer dengan kaidah antrian. Kemudian di tahun 1950-an ketika jenis komputer mulai berkembang sampai terciptanya super komputer, maka sebuah komputer harus melayani beberapa tempat yang tersedia (terminal), untuk itu ditemukan konsep distribusi proses berdasarkan waktu yang dikenal dengan nama TSS (Time Sharing System). Maka untuk pertama kalinya bentuk jaringan (network) komputer diaplikasikan. Pada sistem TSS beberapa terminal terhubung secara seri ke sebuah komputer atau perangkat lainnya yang terhubung dalam suatu jaringan (host) komputer. Dalam proses TSS mulai terlihat perpaduan teknologi komputer dan teknologi telekomunikasi yang pada awalnya berkembang sendiri-sendiri. Departemen Pertahanan Amerika, U.S. Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) memutuskan untuk mengadakan riset yang bertujuan untuk menghubungkan sejumlah komputer sehingga membentuk jaringan organik pada tahun 1969. Program riset ini dikenal dengan nama ARPANET. Pada tahun 1970, sudah lebih dari 10 komputer yang berhasil dihubungkan satu sama lain sehingga mereka bisa saling berkomunikasi dan membentuk sebuah jaringan. Dan pada tahun 1970 itu juga setelah beban pekerjaan bertambah banyak dan harga perangkat komputer besar mulai terasa sangat mahal, maka mulailah digunakan konsep proses distribusi (Distributed Processing). Dalam proses ini beberapa host komputer mengerjakan sebuah pekerjaan besar secara paralel untuk melayani beberapa terminal yang tersambung secara seri disetiap host komputer. Dalam proses distribusi sudah mutlak diperlukan perpaduan yang mendalam antara teknologi komputer dan telekomunikasi, 3 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika karena selain proses yang harus didistribusikan, semua host komputer wajib melayani terminal-terminalnya dalam satu perintah dari komputer pusat.

2.2. Model Time Sharing System (TSS)

Pada tahun 1972, Roy Tomlinson berhasil menyempurnakan program surat elektonik (email) yang dibuatnya setahun yang lalu untuk ARPANET. Program tersebut begitu mudah untuk digunakan, sehingga langsung menjadi populer. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1972, ikon at (@) juga diperkenalkan sebagai lambang penting yang menunjukan “at” atau “pada”. Tahun 1973, jaringan komputer ARPANET mulai dikembangkan meluas ke luar Amerika Serikat. Komputer University College di London merupakan komputer pertama yang ada di luar Amerika yang menjadi anggota jaringan Arpanet. Pada tahun yang sama yaitu tahun 1973, dua orang ahli komputer yakni Vinton Cerf dan Bob Kahn mempresentasikan sebuah gagasan yang lebih besar, yang menjadi cikal bakal pemikiran International Network (Internet). Ide ini dipresentasikan untuk pertama kalinya di Universitas Sussex. Hari bersejarah berikutnya adalah tanggal 26 Maret 1976, ketika Ratu Inggris berhasil mengirimkan surat elektronik dari Royal Signals and Radar Establishment di Malvern. Setahun kemudian, sudah lebih dari 100 komputer yang bergabung di ARPANET membentuk sebuah jaringan atau network.

2.3. Peta logika dari ARPANET Tom Truscott, Jim Ellis dan Steve Bellovin, menciptakan newsgroups pertama yang diberi nama USENET (User Network) pada tahun 1979. Tahun 1981, France Telecom 4 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika menciptakan sesuatu hal yang baru dengan meluncurkan telepon televisi pertama, di mana orang bisa saling menelepon yang juga berhubungan dengan video link. Seiring dengan bertambahnya komputer yang membentuk jaringan, dibutuhkan sebuah protokol resmi yang dapat diakui dan diterima oleh semua jaringan. Untuk itu, pada tahun 1982 dibentuk sebuah Transmission Control Protocol (TCP) atau lebih dikenal dengan sebutan Internet Protocol (IP) yang kita kenal hingga saat ini. Sementara itu, di Eropa muncul sebuah jaringan serupa yang dikenal dengan Europe Network (EUNET) yang meliputi wilayah Belanda, Inggris, Denmark, dan Swedia.[6] Jaringan EUNET ini menyediakan jasa surat elektronik dan newsgroup USENET.

Peta logika dari ARPANET

Untuk menyeragamkan alamat di jaringan komputer yang ada, maka pada tahun 1984 diperkenalkan Sistem Penamaan Domain atau domain name system, yang kini kita kenal dengan DNS. Komputer yang tersambung dengan jaringan yang ada sudah melebihi 1000 komputer lebih. Pada 1987, jumlah komputer yang tersambung ke jaringan melonjak 10 kali lipat menjadi 10000 lebih. Jaringan komputer terus berkembang pada tahun 1988, Jarkko Oikarinen seorang berkebangsaan Finlandia menemukan sekaligus memperkenalkan Internet Relay Chat atau IRC yang memungkinkan dua orang atau lebih pengguna komputer dapat berinteraksi secara langsung dengan pengiriman pesan (Chatting ). Akibatnya, setahun kemudian jumlah komputer yang saling berhubungan melonjak 10 kali lipat. tak kurang dari 100000 komputer membentuk sebuah jaringan. Pertengahan tahun 1990 merupakan tahun yang paling bersejarah, ketika Tim Berners Lee merancang sebuah program penyunting dan penjelajah 5 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika yang dapat menjelajari komputer yang satu dengan yang lainnya dengan membentuk jaringan. Program inilah yang disebut Waring Wera Wanua atau World Wide Web. Komputer yang saling tersambung membentuk jaringan sudah melampaui sejuta komputer pada tahun 1992. Dan pada tahun yang sama muncul istilah surfing (menjelajah). Dan pada tahun 1994, situs-situs di internet telah tumbuh menjadi 3000 alamat halaman, dan untuk pertama kalinya berbelanja melalui internet atau virtual-shopping atau e-retail muncul di situs. Pada tahun yang sama Yahoo! didirikan, yang juga sekaligus tahun kelahiran Netscape Navigator 1.0. 2.4. Pengertian Jaringan Komputer : Jaringan computer adalah sekelompok computer yang saling berhubungan antara satu dengan yang lainnya menggunakan protocol komunikasi melalui media komunikasi sehingga dapat saling berbagi informasi, program – program, penggunaan bersama perangkat keras seperti printer hardisk dan sebagainya. 2.5. Manfaat Jaringan Komputer : 1. Jaringan komputer memungkinkan manajemen sumber daya lebih efisien. Misalnya, banyak pengguna dapat saling berbagai printer tunggal dengan kualitas tinggi, dibandingkan memakai printer kualitas rendah di masing-masing unit kerja. Selain hal tersebut di atas, juga untuk lisensi perangkat lunak jaringan dapat lebih murah dibandingkan lisensi stand-alone.

2. Jaringan komputer membantu mempertahankan informasi agar tetap andal dan upto-date, dimana system penyimpanan data terpusat yang dikelola dengan baik memngkinkan banyak pengguna mengakses data dari lokasi yang berbeda, dan membatasi akses ke data ketika diproses. 3. Jaringan komputer membantu mempercepat proses berbagi data (data sharing). Dalam hal ini, transfer data pada jaringan selalu lebih cepat dibandingkan sarana berbagi data lainnya yang bukan jaringan.

6 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika 4. Jaringan komputer memungkinkan kelompok kerja berkomunikasi lebih efisien dan efektif, dimana surat elektronok dan penyampaian surat elektronik merupakan substansi sebagian besar system jaringan, disamping system penjadwalan, pemantauan proyek, dan konfrensi online. Jaringan komputer membantu usaha dalam melayani client lebih efisien dan efektif, dimana akses jarak jauh kedata terpusat memungkinkan karyawan dapat melayani client di lapangan dan client dapat berkomunikasi langsung dengan konsumen maupun dengan produsen. 2.6. Topologi Topologi Star

Topologi star merupakan bentuk topologi jaringan yang berupa konvergensi dari node tengah ke setiap node atau pengguna. Topologi jaringan bintang termasuk topologi jaringan dengan biaya menengah.  Kelebihan :

a. Kerusakan pada satu saluran hanya akan memengaruhi jaringan pada saluran tersebut dan station yang terpaut. b. Tingkat keamanan termasuk tinggi. c. Tahan terhadap lalu lintas jaringan yang sibuk. d. Penambahan dan pengurangan station dapat dilakukan dengan mudah. 7 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika e. Akses Kontrol terpusat. f. Kemudahan deteksi dan isolasi kesalahan/kerusakan pengelolaan jaringan. g. Paling fleksibel.  Kekurangan :

a. Jika node tengah mengalami kerusakan, maka seluruh rangkaian akan berhenti. b. Boros dalam pemakaian kabel. c. HUB jadi elemen kritis karena kontrol terpusat. d. Terlalu penting hub sehinga ketika terdapat masalah dengan hub maka jaringan tersebut akan down e. Jaringan tergantung pada terminal pusat f. Jika menggunakan switch dan lalu lintas data padat dapat menyebabkan jaringan lambat. g. Biaya jaringan lebih mahal dari pada bus atau ring h. Lebih gampang digunakan Topologi Bus

Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada 8 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.

Kelebihan :

a. Harganya lebih murah bila dibandingkan dengan cara star, karena harga kabel yang digunakan lebih murah dan pada jaringan dengan topologi ini tidak dibutuhkan konsetrator. b. Bila salah satu komputer mati, tidak akan mengganggu komputer yang lain.

Kekurangan :

a. Apabila terjadi kabel yang putus, semua komputer tidak dapat digunakan. b. Sering terjadi tabrakan file data yang dikirim. c. Untuk pengembangan ke arah yang lebih luas mengalami hambatan.

Topologi Ring

Topologi ring adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masingmasing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. 9 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika  Kelebihan :

a. Hemat kabel b. Tidak akan terjadi tabrakan pengiriman data (collision), karena pada satu waktu hanya satu node yang dapat mengirimkan data

Kekurangan :

a. Peka kesalahan, sehingga jika terdapat gangguan di suatu node mengakibatkan terganggunya seluruh jaringan. b. Pengembangan jaringan lebih kaku c. Sulit mendeteksi kerusakan d. Dapat terjadi collision[dua paket data tercampur] e. Diperlukan penanganan dan pengelolaan khusus bandels

Topologi Tree

Topologi Tree adalah kombinasi karakteristik antara topologi star dan topologi bus. Topologi ini terdiri atas kumpulan topologi star yang dihubungkan dalam satu topologi bus 10 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika sebagai backbone. Komputer-komputer dihubungkan ke hub, sedangkan hub lain di hubungkan sebagai jalur tulang punggung atau backbone.

Kelebihan :

a. Dapat terbentuknya suatu kelompok yang dibutuhkan pada setiap saat. Sebagai contoh, perusahaan dapat membentuk kelompok yang terdiri atas terminal pembukuan, serta pada kelompok lain dibentuk untuk terminal penjualan.

Kekurangan :

a. Apabila simpul yang lebih tinggi kemudian tidak berfungsi, maka kelompok lainnya yang berada dibawahnya akhirnya juga menjadi tidak efektif. b. Cara kerja jaringan pohon ini relatif menjadi lambat

Topologi Linier

Topologi linier (linear topology) biasa disebut dengan topologi bus beruntut, tata letak ini termasuk tata letak umum. Satu kabel utama menghubungkan tiap titik sambungan (komputer) yang dihubungkan dengan penyambung yang disebut dengan Penyambung-T dan pada ujungnya harus diakhiri dengan sebuah penamat (terminator). Penyambung yang digunakan berjenis BNC (British Naval Connector: Penyambung Bahari Britania), sebenarnya BNC adalah nama penyambung bukan nama kabelnya, kabel yang digunakan adalah RG 58 (Kabel Sepaksi Thinnet). Pemasangan dari topologi bus beruntut ini sangat sederhana dan murah tetapi sebanyaknya hanya dapat terdiri dari 5-7 komputer.  Kelebihan :

a. hemat kabel, b. tata letak kabel sederhana, 11 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika c. mudah dikembangkan, d. tidak butuh kendali pusat, dan e. penambahan maupun pengurangan penamat dapat dilakukan tanpa mengganggu operasi yang berjalan.

Kekurangan :

a. deteksi dan isolasi kesalahan sangat kecil, b. kepadatan lalu lintas tinggi, c. keamanan data kurang terjamin, d. kecepatan akan menurun bila jumlah pemakai bertambah, dan e. diperlukan pengulang (repeater) untuk jarak jauh.

Topologi Mesh

Topologi Mesh adalah suatu topologi yang memang didisain untuk memiliki tingkat restorasi dengan berbagai alternatif rute atau penjaluran yang biasanya disiapkan dengan dukungan perangkat lunak atau software.

12 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika  Kelebihan :

a. Hubungan dedicated links menjamin data langsung dikirimkan ke komputer tujuan tanpa harus melalui komputer lainnya sehingga dapat lebih cepat karena satu link digunakan khusus untuk berkomunikasi dengan komputer yang dituju saja (tidak digunakan secara beramai-ramai/sharing). b. Memiliki sifat Robust, yaitu Apabila terjadi gangguan pada koneksi komputer A dengan komputer B karena rusaknya kabel koneksi (links) antara A dan B, maka gangguan tersebut tidak akan memengaruhi koneksi komputer A dengan komputer lainnya. c. Privacy dan security pada topologi mesh lebih terjamin, karena komunikasi yang terjadi antara dua komputer tidak akan dapat diakses oleh komputer lainnya. d. Memudahkan proses identifikasi permasalahan pada saat terjadi kerusakan koneksi antar komputer.

Kekurangan :

a. Membutuhkan banyak kabel dan Port I/O. semakin banyak komputer di dalam topologi mesh maka diperlukan semakin banyak kabel links dan port I/O (lihat rumus penghitungan kebutuhan kabel dan Port). b. Hal tersebut sekaligus juga mengindikasikan bahwa topologi jenis ini * Karena setiap komputer harus terkoneksi secara langsung dengan komputer lainnya maka instalasi dan konfigurasi menjadi lebih sulit. c. Banyaknya kabel yang digunakan juga mengisyaratkan perlunya space yang memungkinkan di dalam ruangan tempat komputer-komputer tersebut berada.

Topologi Hybrid

13 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Kombinasi dari dua atau lebih topologi yang berbeda untuk membuat topologi hybrid. Ketika topologi dasar yang berbeda yang terhubung ke satu sama lain, mereka tidak menampilkan karakteristik dari setiap topologi satu tertentu. Ini adalah ketika itu menjadi topologi hibrida.

Kelebihan :

a. Fleksibilitas b. Menambah koneksi perangkat lainnya adalah mudah, karena node baru dan / atau periferal dapat dihubungkan ke topologi dan kata topologi dapat dihubungkan dengan topologi hybrid dengan mudah.

Kekurangan :

a. Pengelolaan sulit b. Biaya mahal dibanding topologi lainnya. c. Instalasi dan konfigurasi topologi sulit Topologi Broadcast

Secara sederhana dapat digambarkan yaitu suatu host yang mengirimkan data kepada seluruh host lain pada media jaringan.

14 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Topologi Hierarki

Berbentuk seperti pohon bercabang yang terditi dari komputer induk (host) yang diswitchungkan dengan simpul atau node lain secara berjenjang, jenjang yang lebih tinggi berfungsi sebagai pengetur kerja jenjang dibawahnya, biasanya topologi ini digunakan oleh perusahaan besar atau lembaga besar yang mempunyai beberapa cabang daerah, sehingga data dari pusat bisa didistribusikan ke cabang atau sebaliknya.

Kelebihan :

a. Data terpusat secara hirarki sehingga manajeman data lebih baik dan mudah b. Terkontrol c. Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas

Kekurangan :

a. Komputer di bawahnya tidak dapat dioprasikan apabila kabel pada komputer tingkat atasnya terputus b. Dapat terjadi tabrakan file (collision)

15 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Topologi Peer to Peer

Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer (biasanya tidak lebih dari 10 komputer dengan 1-2 printer).

Kelebihan :

a. Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer b. Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan. c. Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.

16 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika  Kekurangan :

a. Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation. b. Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client- server, karena setiap komputer/peer isamping harus mengelola emakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri. c. Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur masing- masing fasilitas yang dimiliki d. Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing- masing komputer tersebut.

17 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

BAB III PERANCANGAN JARINGAN
3.1. Setting Kabel LAN (UTP)
Untuk menghubungkan dua buah komputer atau menghubungkan dua buah HUB/switch dengan kabel UTP, dapat menggunakan kabel crossover. Jika mau menghubungkan komputer ke HUB/switch, gunakan kabel straight. Dalam setting straight dan cross, kita bisa lihat standar yang sudah ditetapkan untuk masalah setting ini, EIA/TIA 568A dan EIA/TIA 568B.

Kabel Straight Kabel straight adalah istilah untuk kabel yang menggunakan standar yang sama pada kedua

ujung kabelnya, bisa EIA/TIA 568A atau EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel. Sederhananya, urutan warna pada kedua ujung kabel sama. Pada kabel straight, pin 1 di salah satu ujung kabel terhubung ke pin 1 pada ujung lainnya, pin 2 terhubung ke pin 2 di ujung lainnya, dan seterusnya.

18 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika
Jadi, ketika PC mengirim data pada pin 1 dan 2 lewat kabel straight ke switch, switch menerima data pada pin 1 dan 2, karena pin 1 dan 2 pada switch tidak akan digunakan untuk mengirim data sebagaimana halnya pin 1 dan 2 pada PC, maka switch

menggunakan pin 3 dan 6 untuk mengirim data ke PC, karena PC menerima data pada pin 3 dan 6.

o

detail gambar :

o

Penggunaan kabel straight :

1. menghubungkan komputer ke port biasa di switch. 2. menghubungkan komputer ke port LAN modem cable/DSL. 3. menghubungkan port WAN router ke port LAN modem cable/DSL. 4. menghubungkan port LAN router ke port uplink di switch.

19 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika
5. menghubungkan 2 HUB/switch dengan salah satu HUB/switch menggunakan port uplink dan yang lainnya menggunakan port biasa  Kabel Crossover Kabel crossover menggunakan EIA/TIA 568A pada salah satu ujung kabelnya dan EIA/TIA 568B pada ujung kabel lainnya. Pin 1 dan 2 di ujung A terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung B, begitu pula pin 1 dan 2 di ujung B yang terhubung ke pin 3 dan 6 di ujung A. Jadi, pin 1 dan 2 pada setiap ujung kabel digunakan untuk mengirim data, sedangkan pin 3 dan 6 pada setiap ujung kabel digunakan untuk menerima data, karena pin 1 dan 2 saling terhubung secara berseberangan dengan pin 3 dan 6.

o

detail gambar :

Untuk mengenali sebuah kabel apakah crossover ataupun straight adalah dengan hanya melihat salah satu ujung kabel. Jika urutan warna kabel pada pin 1 adalah Putih Hijau, maka kabel tersebut adalah kabel crossover, jika ujung yang satunya lagi juga memiliki urutan warna yang sama yaitu Putih Hijau sebagai pin 1, maka kabel tersebut adalah kabel Straight. Tapi biasanya, kebanyakan kabel menggunakan standar EIA/TIA 568B pada kedua ujung kabel.

20 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika
o Penggunaan kabel crossover :

1. menghubungkan 2 buah komputer secara langsung 2. menghubungkan 2 buah HUB/switch menggunakan port biasa diantara kedua HUB/switch. 3. menghubungkan komputer ke port uplink switch 4. menghubungkan port LAN router ke port biasa di HUB/switch  Port biasa vs. port uplink Untuk menghubungkan dua buah HUB/switch atau menghubungkan dua buah komputer secara langsung dibutuhkan kabel crossover. Tapi jika HUB/switch atau Network Interface Card (NIC) atau peralatan network lainnya menyediakan Uplinkport atau MDI/MDI-X anda bisa menggunakan kabel straight untuk menghubungkan ke port biasa di HUB/switch atau Network Interface Card atau peralatan network lainnya.

o

Berikut adalah susunan kabelnya :

21 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

 

Setting Susunan Warna Kabel Jaringan UTP susunan kabel cross 1. orange putih 2. orange 3. hijau putih 4. biru 5. biru putih 6. hijau 7. coklat putih 8. coklat

*************** 1. hijau putih 2. hijau 3. orange putih 4. biru 5. biru putih 6. orange 7. coklat putih 8. coklat susunan kabel cross adalah susunan kabel silang.. 1 dan 3 2 dan 6 kemudian sebaliknya 3 dan 1 6 dan 2

22 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

3.2. IP address Internet Protocol (IP) address adalah alamat numerik yang ditetapkan untuk sebuah komputer yang berpartisipasi dalam jaringan komputer yang memanfaatkan Internet Protocol untuk komunikasi antara node-nya. Walaupun alamat IP disimpan sebagai angka biner, mereka biasanya ditampilkan agar memudahkan manusia menggunakan notasi, seperti 208.77.188.166 (untuk IPv4), dan 2001: db8: 0:1234:0:567:1:1 (untuk IPv6). Peran alamat IP adalah sebagai berikut: "Sebuah nama menunjukkan apa yang kita mencari. Sebuah alamat menunjukkan di mana ia berada. Sebuah route menunjukkan bagaimana menuju ke sana." Perancang awal dari TCP/IP menetapkan sebuah alamat IP sebagai nomor 32-bit, dan sistem ini, yang kini bernama Internet Protocol Version 4 (IPv4), masih digunakan hari ini. Namun, karena pertumbuhan yang besar dari Internet dan penipisan yang terjadi pada alamat IP, dikembangkan sistem baru (IPv6), menggunakan 128 bit untuk alamat, dikembangkan pada tahun 1995 dan terakhir oleh standar RFC 2460 pada tahun 1998. Internet Protocol juga memiliki tugas routing paket data antara jaringan, alamat IP dan menentukan lokasi dari node sumber dan node tujuan dalam topologi dari sistem routing. Untuk tujuan ini, beberapa bit pada alamat IP yang digunakan untuk menunjuk sebuah subnetwork. Jumlah bit ini ditunjukkan dalam notasi CIDR, yang ditambahkan ke alamat IP, misalnya : 208.77.188.166/24. Dengan pengembangan jaringan pribadi / private network, alamat IPv4 menjadi kekurangan, sekelompok alamat IP private dikhususkan oleh RFC 1918. Alamat IP private ini dapat digunakan oleh siapa saja di jaringan pribadi / private network. Mereka sering digunakan dengan Network Address Translation (NAT) untuk menyambung ke Internet umum global. Internet Assigned Numbers Authority (IANA) yang mengelola alokasi alamat IP global. IANA bekerja bekerja sama dengan lima Regional Internet Registry (RIR) mengalokasikan blok alamat IP lokal ke Internet Registries (penyedia layanan Internet) dan lembaga lainnya. 23 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Sistem pengalamatan IP terbagi menjadi dua, yakni: a. IP versi 4 (IPv4) b. IP versi 6 (IPv6) Pengiriman data dalam jaringan TCP/IP berdasarkan IP address komputer pengirim

dan komputer penerima. IP address memiliki dua bagian, yaitu alamat jaringan (network address) dan alamat komputer lokal (host address) dalam sebuah jaringan. Alamat jaringan digunakan oleh router untuk mencari jaringan tempat sebuah komputer lokal berada, semantara alamat komputer lokal digunakan untuk mengenali sebuah komputer pada jaringan lokal. Informasi ini bisa diketahui dengan mengkombinasikan IP address dengan 32-bit angka subnet mask. IP address memiliki beberapa kelas berdasarkan kapasitasnya, yaitu Class A dengan kapasitas lebih dari 16 juta komputer, Class B dengan kapasitas lebih dari 65 ribu komputer, dan Class C dengan kapasitas 254 komputer.

a. Alamat IP versi 4 o Alamat IPv4 terbagi menjadi beberapa jenis, yakni sebagai berikut:
1.

Alamat Unicast, merupakan alamat IPv4 yang ditentukan untuk sebuah antarmuka jaringan yang dihubungkan ke sebuah internetwork IP. Alamat Unicast digunakan dalam komunikasi point-to-point atau one-to-one.

2.

Alamat Multicast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh satu atau beberapa node dalam segmen jaringan yang sama atau berbeda. Alamat multicast digunakan dalam komunikasi one-to-many.

3.

Alamat Broadcast, merupakan alamat IPv4 yang didesain agar diproses oleh setiap node IP dalam segmen jaringan yang sama. Alamat broadcast digunakan dalam komunikasi one-to-everyone.

24 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

o Representasi Alamat Alamat IP versi 4 umumnya diekspresikan dalam notasi desimal bertitik (dotteddecimal notation), yang dibagi ke dalam empat buah oktet berukuran 8-bit. Dalam beberapa buku referensi, format bentuknya adalah w.x.y.z. Karena setiap oktet berukuran 8-bit, maka nilainya berkisar antara 0 hingga 255 (meskipun begitu, terdapat beberapa pengecualian nilai). Alamat IP yang dimiliki oleh sebuah host dapat dibagi dengan menggunakan subnet mask jaringan ke dalam dua buah bagian, yakni:

Network Identifier/NetID atau Network Address (alamat jaringan) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat jaringan di mana host berada. Semua sistem di dalam sebuah jaringan fisik yang sama harus memiliki alamat network identifier yang sama. Network identifier juga harus bersifat unik dalam sebuah internetwork. Alamat network identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255.

Host Identifier/HostID atau Host address (alamat host) yang digunakan khusus untuk mengidentifikasikan alamat host di dalam jaringan. Nilai host identifier tidak boleh bernilai 0 atau 255 dan harus bersifat unik di dalam network identifier di mana ia berada.

o Alamat Unicast IP versi 4 Dalam RFC 791, alamat Unicast IP versi 4 dibagi ke dalam beberapa kelas, dilihat dari oktet pertamanya, seperti terlihat pada tabel. Sebenarnya yang menjadi pembeda kelas IP versi 4 adalah pola biner yang terdapat dalam oktet pertama (utamanya adalah bit-bit awal/high-order bit), tapi untuk lebih mudah mengingatnya, akan lebih cepat diingat dengan menggunakan representasi desimal.

25 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Kelas Oktet Oktet Digunakan oleh Alamat IP pertamaTemplate:Br(desimal) pertamaTemplate:Br(biner) Alamat unicast untuk jaringan skala besar Alamat unicast untuk jaringan skala menengah hingga skala besar Alamat unicast untuk jaringan skala kecil Alamat multicast (bukan alamat unicast) Direservasikan;um umnya digunakan sebagai alamat percobaan (eksperimen); (bukan alamat unicast)

Kelas A

1–126

0xxx xxxx

Kelas B

128–191

1xxx xxxx

Kelas C

192–223

110x xxxx

Kelas D

224–239

1110 xxxx

Kelas E

240–255

1111 xxxx

a. Kelas A Alamat-alamat unicast kelas A diberikan untuk jaringan skala besar. Nomor urut bit tertinggi di dalam alamat IP kelas A selalu diset dengan nilai 0 (nol). Tujuh bit berikutnya

untuk melengkapi oktet pertama—akan membuat sebuah network identifier. 24 bit sisanya (atau tiga oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Ini mengizinkan kelas A memiliki hingga 126 jaringan, dan 16,777,214 host tiap jaringannya. Alamat dengan oktet awal 127 26 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika tidak diizinkan, karena digunakan untuk mekanisme Interprocess Communication (IPC) di dalam mesin yang bersangkutan.

b. Kelas B Alamat-alamat unicast kelas B dikhususkan untuk jaringan skala menengah hingga skala besar. Dua bit pertama di dalam oktet pertama alamat IP kelas B selalu diset ke bilangan biner 10. 14 bit berikutnya (untuk melengkapi dua oktet pertama), akan membuat sebuah network identifier. 16 bit sisanya (dua oktet terakhir) merepresentasikan host identifier. Kelas B dapat memiliki 16,384 network, dan 65,534 host untuk setiap network-nya. c. Kelas C Alamat IP unicast kelas C digunakan untuk jaringan berskala kecil. Tiga bit pertama di dalam oktet pertama alamat kelas C selalu diset ke nilai biner 110. 21 bit selanjutnya (untuk melengkapi tiga oktet pertama) akan membentuk sebuah network identifier. 8 bit sisanya (sebagai oktet terakhir) akan merepresentasikan host identifier. Ini memungkinkan pembuatan total 2,097,152 buah network, dan 254 host untuk setiap network-nya. d. Kelas D Alamat IP kelas D disediakan hanya untuk alamat-alamat IP multicast, sehingga berbeda dengan tiga kelas di atas. Empat bit pertama di dalam IP kelas D selalu diset ke bilangan biner 1110. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host. Untuk lebih jelas mengenal alamat ini, lihat pada bagian Alamat Multicast IPv4.

e. Kelas E Alamat IP kelas E disediakan sebagai alamat yang bersifat "eksperimental" atau percobaan dan dicadangkan untuk digunakan pada masa depan. Empat bit pertama selalu diset kepada bilangan biner 1111. 28 bit sisanya digunakan sebagai alamat yang dapat digunakan untuk mengenali host.

27 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Nilai Kelas oktet Alamat pertama Kelas A 1–126 Kelas B 128–191 Kelas C 192–223 Kelas D 224-239

Bagian untuk Network Identifier W W.X W.X.Y Multicast IP Address Dicadangkan; eksperimen

Bagian untuk Host Identifier

Jumlah jaringan maksimum 126 16,384 2,097,152 Multicast IP Address Dicadangkan; eksperimen

Jumlah host dalam satu jaringan maksimum 16,777,214 65,534 254 Multicast IP Address Dicadangkan; eksperimen

X.Y.Z Y.Z Z Multicast IP Address Dicadangkan; eksperimen

Kelas E 240-255

Catatan: Penggunaan kelas alamat IP sekarang tidak relevan lagi, mengingat sekarang alamat IP sudah tidak menggunakan kelas alamat lagi. Pengemban otoritas Internet telah melihat dengan jelas bahwa alamat yang dibagi ke dalam kelas-kelas seperti di atas sudah tidak mencukupi kebutuhan yang ada saat ini, di saat penggunaan Internet yang semakin meluas. Alamat IPv6 yang baru sekarang tidak menggunakan kelas-kelas seperti alamat IPv4. Alamat yang dibuat tanpa mempedulikan kelas disebut juga dengan classless address.  Alamat IP lainnya

Jika ada sebuah intranet tidak yang terkoneksi ke internet, semua alamat IP dapat digunakan. Jika koneksi dilakukan secara langsung (dengan menggunakan teknik routing) atau secara tidak langsung (dengan menggunakan proxy server), maka ada dua jenis alamat yang dapat digunakan di dalam internet, yaitu public address (alamat publik) dan private address (alamat pribadi).  Alamat publik Alamat publik adalah alamat-alamat yang telah ditetapkan oleh InterNIC dan berisi beberapa buah network identifier yang telah dijamin unik (artinya, tidak ada dua host yang menggunakan alamat yang sama) jika intranet tersebut telah terhubung ke Internet. 28 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Ketika beberapa alamat publik telah ditetapkan, maka beberapa rute dapat diprogram ke dalam sebuah router sehingga lalu lintas data yang menuju alamat publik tersebut dapat mencapai lokasinya. Di internet, lalu lintas ke sebuah alamat publik tujuan dapat dicapai, selama masih terkoneksi dengan internet.  Alamat ilegal Intranet-intranet pribadi yang tidak memiliki kemauan untuk mengoneksikan intranetnya ke internet dapat memilih alamat apapun yang mereka mau, meskipun menggunakan alamat publik yang telah ditetapkan oleh InterNIC. Jika sebuah organisasi selanjutnya memutuskan untuk menghubungkan intranetnya ke internet, skema alamat yang digunakannya mungkin dapat mengandung alamat-alamat yang mungkin telah ditetapkan oleh InterNIC atau organisasi lainnya. Alamat-alamat tersebut dapat menjadi konflik antara satu dan lainnya, sehingga disebut juga dengan illegal address, yang tidak dapat dihubungi oleh host lainnya.  Alamat Privat Setiap node IP membutuhkan sebuah alamat IP yang secara global unik terhadap internetwork IP. Pada kasus internet, setiap node di dalam sebuah jaringan yang terhubung ke internet akan membutuhkan sebuah alamat yang unik secara global terhadap internet. Karena perkembangan internet yang sangat amat pesat, organisasi-organisasi yang menghubungkan intranet miliknya ke internet membutuhkan sebuah alamat publik untuk setiap node di dalam intranet miliknya tersebut. Tentu saja, hal ini akan membutuhkan sebuah alamat publik yang unik secara global.

Ketika menganalisis kebutuhan pengalamatan yang dibutuhkan oleh sebuah organisasi, para desainer internet memiliki pemikiran yaitu bagi kebanyakan organisasi, kebanyakan host di dalam intranet organisasi tersebut tidak harus terhubung secara langsung ke internet. Host-host yang membutuhkan sekumpulan layanan internet, seperti halnya akses terhadap web atau e-mail, biasanya mengakses layanan internet tersebut melalui gateway yang berjalan di atas lapisan aplikasi seperti proxy server atau e-mail server. Hasilnya, 29 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika kebanyakan organisasi hanya membutuhkan alamat publik dalam jumlah sedikit saja yang nantinya digunakan oleh node-node tersebut (hanya untuk proxy, router, firewall, atau translator) yang terhubung secara langsung ke internet. Untuk host-host di dalam sebuah organisasi yang tidak membutuhkan akses langsung ke internet, alamat-alamat IP yang bukan duplikat dari alamat publik yang telah ditetapkan mutlak dibutuhkan. Untuk mengatasi masalah pengalamatan ini, para desainer internet mereservasikan sebagian ruangan alamat IP dan menyebut bagian tersebut sebagai ruangan alamat pribadi. Sebuah alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan digunakan sebagai sebuah alamat publik. Alamat IP yang berada di dalam ruangan alamat pribadi dikenal juga dengan alamat pribadi. Karena di antara ruangan alamat publik dan ruangan alamat pribadi tidak saling melakukan overlapping, maka alamat pribadi tidak akan menduplikasi alamat publik, dan tidak pula sebaliknya. Ruangan alamat pribadi yang ditentukan di dalam RFC 1918 didefinisikan di dalam tiga blok alamat berikut:
   

10.0.0.0/8 172.16.0.0/12 192.168.0.0/16 10.0.0.0/8 Jaringan pribadi (private network) 10.0.0.0/8 merupakan sebuah network identifier

kelas A yang mengizinkan alamat IP yang valid dari 10.0.0.1 hingga 10.255.255.254. Private network 10.0.0.0/8 memiliki 24 bit host yang dapat digunakan untuk skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat.

172.16.0.0/12 Jaringan pribadi 172.16.0.0/12 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 16

network identifier kelas B atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 20 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier, yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting di dalam sebuah organisasi privat. Alamat jaringan privat 17.16.0.0/12 mengizinkan alamat-alamat IP yang valid dari 172.16.0.1 hingga 172.31.255.254. 30 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

192.168.0.0/16 Jaringan pribadi 192.168.0.0/16 dapat diinterpretasikan sebagai sebuah block dari 256

network identifier kelas C atau sebagai sebuah ruangan alamat yang memiliki 16 bit yang dapat ditetapkan sebagai host identifier yang dapat digunakan dengan menggunakan skema subnetting apapun di dalam sebuah organisasi privat. Alamat private network 192.168.0.0/16 dapat mendukung alamat-alamat IP yang valid dari 192.168.0.1 hingga 192.168.255.254.

169.254.0.0/16 Alamat jaringan ini dapat digunakan sebagai alamat privat karena memang IANA

mengalokasikan untuk tidak menggunakannya. Alamat IP yang mungkin dalam ruang alamat ini adalah 169.254.0.1 hingga 169.254.255.254, dengan alamat subnet mask 255.255.0.0. Alamat ini digunakan sebagai alamat IP privat otomatis (dalam Windows, disebut dengan Automatic Private Internet Protocol Addressing (APIPA)). Hasil dari penggunaan alamat-alamat privat ini oleh banyak organisasi adalah menghindari kehabisan dari alamat publik, mengingat pertumbuhan internet yang sangat pesat. Karena alamat-alamat IP di dalam ruangan alamat pribadi tidak akan ditetapkan oleh Internet Network Information Center (InterNIC) (atau badan lainnya yang memiliki otoritas) sebagai alamat publik, maka tidak akan pernah ada rute yang menuju ke alamatalamat pribadi tersebut di dalam router internet. Kompensasinya, alamat pribadi tidak dapat dijangkau dari internet. Oleh karena itu, semua lalu lintas dari sebuah host yang menggunakan sebuah alamat pribadi harus mengirim request tersebut ke sebuah gateway (seperti halnya proxy server), yang memiliki sebuah alamat publik yang valid, atau memiliki alamat pribadi yang telah ditranslasikan ke dalam sebuah alamat IP publik yang valid dengan menggunakan Network Address Translator (NAT) sebelum dikirimkan ke internet.

Alamat Multicast IP versi 4 Alamat IP Multicast (multicast IP address) adalah alamat yang digunakan untuk

menyampaikan satu paket kepada banyak penerima. Dalam sebuah intranet yang memiliki 31 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika alamat multicast IPv4, sebuah paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan diteruskan oleh router ke subjaringan di mana terdapat host-host yang sedang berada dalam kondisi "listening" terhadap lalu lintas jaringan yang dikirimkan ke alamat multicast tersebut. Dengan cara ini, alamat multicast pun menjadi cara yang efisien untuk mengirimkan paket data dari satu sumber ke beberapa tujuan untuk beberapa jenis komunikasi. Alamat multicast didefinisikan dalam RFC 1112. Alamat-alamat multicast IPv4 didefinisikan dalam ruang alamat kelas D, yakni 224.0.0.0/4, yang berkisar dari 224.0.0.0 hingga 239.255.255.255. Prefiks alamat 224.0.0.0/24 (dari alamat 224.0.0.0 hingga 224.0.0.255) tidak dapat digunakan karena dicadangkan untuk digunakan oleh lalu lintas multicast dalam subnet lokal. Daftar alamat multicast yang ditetapkan oleh IANA dapat dilihat pada situs IANA. o Alamat Broadcast IP versi 4 Alamat broadcast IP versi 4 digunakan untuk menyampaikan paket-paket data "satuuntuk-semua". Jika sebuah host pengirim yang hendak mengirimkan paket data dengan tujuan alamat broadcast, maka semua node yang terdapat di dalam segmen jaringan tersebut akan menerima paket tersebut dan memprosesnya. Berbeda dengan alamat IP unicast atau alamat IP multicast, alamat IP broadcast hanya dapat digunakan sebagai alamat tujuan saja, sehingga tidak dapat digunakan sebagai alamat sumber. Ada empat buah jenis alamat IP broadcast, yakni network broadcast, subnet broadcast, all-subnets-directed broadcast, dan Limited Broadcast. Untuk setiap jenis alamat broadcast tersebut, paket IP broadcast akan dialamatkan kepada lapisan antarmuka jaringan dengan menggunakan alamat broadcast yang dimiliki oleh teknologi antarmuka jaringan yang digunakan. Sebagai contoh, untuk jaringan Ethernet dan Token Ring, semua paket broadcast IP akan dikirimkan ke alamat broadcast Ethernet dan Token Ring, yakni 0xFF-FFFF-FF-FF-FF.

Network Broadcast

32 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Alamat network broadcast IPv4 adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang menggunakan kelas (classful). Contohnya adalah, dalam NetID 131.107.0.0/16, alamat broadcast-nya adalah

131.107.255.255. Alamat network broadcast digunakan untuk mengirimkan sebuah paket untuk semua host yang terdapat di dalam sebuah jaringan yang berbasis kelas. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat network broadcast.  Subnet broadcast Alamat subnet broadcast adalah alamat yang dibentuk dengan cara mengeset semua bit host menjadi 1 dalam sebuah alamat yang tidak menggunakan kelas (classless). Sebagai contoh, dalam NetID 131.107.26.0/24, alamat broadcast-nya adalah 131.107.26.255. Alamat subnet broadcast digunakan untuk mengirimkan paket ke semua host dalam sebuah jaringan yang telah dibagi dengan cara subnetting, atau supernetting. Router tidak dapat meneruskan paket-paket yang ditujukan dengan alamat subnet broadcast. Alamat subnet broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang menggunakan kelas alamat IP, sementara itu, alamat network broadcast tidak terdapat di dalam sebuah jaringan yang tidak menggunakan kelas alamat IP.  All-subnets-directed broadcast Alamat IP ini adalah alamat broadcast yang dibentuk dengan mengeset semua bit-bit network identifier yang asli yang berbasis kelas menjadi 1 untuk sebuah jaringan dengan alamat tak berkelas (classless). Sebuah paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini akan disampaikan ke semua host dalam semua subnet yang dibentuk dari network identifer yang berbasis kelas yang asli. Contoh untuk alamat ini adalah untuk sebuah network identifier 131.107.26.0/24, alamat all-subnets-directed broadcast untuknya adalah 131.107.255.255. Dengan kata lain, alamat ini adalah alamat jaringan broadcast dari network identifier alamat berbasis kelas yang asli. Dalam contoh di atas, alamat 131.107.26.0/24 yang merupakan alamat kelas B, yang secara default memiliki network identifer 16, maka alamatnya adalah 131.107.255.255.

33 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Semua host dari sebuah jaringan dengan alamat tidak berkelas akan menengarkan dan memproses paket-paket yang dialamatkan ke alamat ini. RFC 922 mengharuskan router IP untuk meneruskan paket yang di-broadcast ke alamat ini ke semua subnet dalam jaringan berkelas yang asli. Meskipun demikian, hal ini belum banyak diimplementasikan. Dengan banyaknya alamat network identifier yang tidak berkelas, maka alamat ini pun tidak relevan lagi dengan perkembangan jaringan. Menurut RFC 1812, penggunaan alamat jenis ini telah ditinggalkan.  Limited broadcast Alamat ini adalah alamat yang dibentuk dengan mengeset semua 32 bit alamat IP versi 4 menjadi 1 (11111111111111111111111111111111 atau 255.255.255.255). Alamat ini digunakan ketika sebuah node IP harus melakukan penyampaian data secara one-to-everyone di dalam sebuah jaringan lokal tetapi ia belum mengetahui network identifier-nya. Contoh penggunaanya adalah ketika proses konfigurasi alamat secara otomatis dengan menggunakan Boot Protocol (BOOTP) atau Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP). Sebagai contoh, dengan DHCP, sebuah klien DHCP harus menggunakan alamat ini untuk semua lalu lintas yang dikirimkan hingga server DHCP memberikan sewaan alamat IP kepadanya. Semua host, yang berbasis kelas atau tanpa kelas akan mendengarkan dan memproses paket jaringan yang dialamatkan ke alamat ini. Meskipun kelihatannya dengan menggunakan alamat ini, paket jaringan akan dikirimkan ke semua node di dalam semua jaringan, ternyata hal ini hanya terjadi di dalam jaringan lokal saja, dan tidak akan pernah diteruskan oleh router IP, mengingat paket data dibatasi saja hanya dalam segmen jaringan lokal saja. Karenanya, alamat ini disebut sebagai limited broadcast.

b. Alamat IP versi 6 Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai 34 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing. Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCP Server sebagai pengatur alamat otomatis. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration. Seperti halnya IPv4 yang menggunakan bit-bit pada tingkat tinggi (high-order bit) sebagai alamat jaringan sementara bit-bit pada tingkat rendah (low-order bit) sebagai alamat host, dalam IPv6 juga terjadi hal serupa. Dalam IPv6, bit-bit pada tingkat tinggi akan digunakan sebagai tanda pengenal jenis alamat IPv6, yang disebut dengan Format Prefix (FP). Dalam IPv6, tidak ada subnet mask, yang ada hanyalah Format Prefix. Pengalamatan IPv6 didefinisikan dalam RFC 2373.  Format Alamat Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:). Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

 Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner: 001000011101101000000000110100110000000000000000001011110011101100000010101 01010000000001111111111111110001010001001110001011010

35 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika  Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angkaangka biner di atas harus dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit: 0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011

0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010  Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut harus dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua. Hasil konversinya adalah sebagai berikut: 21DA:00D3:0000:2F3B:02AA:00FF:FE28:9C5A

Penyederhanaan bentuk alamat Alamat di atas juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal

setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi: 21DA:D3:0:2F3B:2AA:FF:FE28:9C5A Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah titik dua (::). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini sebaiknya hanya digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (::) yang terdapat dalam alamat tersebut. Tabel berikut mengilustrasikan cara penggunaan hal ini. Alamat asli yang disederhanakan Alamat setelah dikompres

Alamat asli

36 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika FE80:0000:0000:0000:02AA:00FF:FE9 FE80:0:0:0:2AA:FF:FE9A: FE80::2AA:FF:FE9A:4 A:4CA2 FF02:0000:0000:0000:0000:0000:0000: 0002 4CA2 CA2

FF02:0:0:0:0:0:0:2

FF02::2

Untuk menentukan berapa banyak bit bernilai 0 yang dibuang (dan digantikan dengan tanda dua titik dua) dalam sebuah alamat IPv6, dapat dilakukan dengan menghitung berapa banyak blok yang tersedia dalam alamat tersebut, yang kemudian dikurangkan dengan angka 8, dan angka tersebut dikalikan dengan 16. Sebagai contoh, alamat FF02::2 hanya mengandung dua blok alamat (blok FF02 dan blok 2). Maka, jumlah bit yang dibuang adalah (8-2) x 16 = 96 buah bit.

Format Prefix Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat

direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak didugnakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask. Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks mementukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut: 3FFE:2900:D005:F28B::/64

Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID. 37 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika  Jenis-jenis Alamat IPv6

IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:

Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.

Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.

Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-ofmany. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.

Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamatalamat berikut:

Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.

Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.

Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet IPv6.

Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat.

Unicast Address

Alamat unicast IPv6 dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:
   

Alamat unicast global Alamat unicast site-local Alamat unicast link-local Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address)

38 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika
  

Alamat unicast loopback Alamat Unicast 6to4 Alamat Unicast ISATAP Unicast global addresses Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4. Dikenal

juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa. Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).

Field

Panjang Keterangan Berfungsi sebagai tanda pengenal alamat, bahwa alamat ini adalah sebuah alamat IPv6 Unicast Global. Berfungsi sebagai level tertinggi dalam hierarki routing. TLA ID 13 bit diatur oleh Internet Assigned Name Authority (IANA), yang mengalokasikannya ke dalam daftar Internet registry, yang kemudian mengolasikan sebuah TLA ID ke sebuah ISP global. Direservasikan untuk penggunaan pada masa yang akan datang (mungkin untuk memperluas TLA ID atau NLA ID). Berfungsi sebagai tanda pengenal milik situs (site) kustomer tertentu.

001

3 bit

Top Aggregation Identifier ID)

Level

(TLA

Res

8 bit

Next Aggregation Identifier

Level 24 bit (NLA

39 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika ID) Site Aggregation Identifier ID) (SLA Level 16 bit

Mengizinkan hingga 65536 (216) subnet dalam sebuah situs individu. SLA ID ditetapkan di dalam sebuah site. ISP tidak dapat mengubah bagian alamat ini.

Interface ID

64 bit

Berfungsi sebagai alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik (yang ditentukan oleh SLA ID).

Unicast site-local addresses Alamat unicast site-local IPv6 mirip dengan alamat privat dalam IPv4. Ruang lingkup

dari sebuah alamat terdapat pada internetwork dalam sebuah site milik sebuah organisasi. Penggunaan alamat unicast global dan unicast site-local dalam sebuah jaringan adalah mungkin. Prefiks yang digunakan oleh alamat ini adalah FEC0::/48.

Field

Panjang Keterangan Nilai ketetapan alamat unicast site-local Mengizinkan 65536 (2 )
16

111111101100000000000000000000000000000000000000 48 bit

hingga subnet

dalam sebuah struktur subnet Subnet Identifier 16 bit Administrator datar. juga

dapat membagi bit-bit yang yang memiliki

nilai tinggi (high-order bit) 40 |MAKALAH LAN untuk membuat

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika sebuah infrastruktur

routing hierarkis. Berfungsi Interface Identifier 64 bit alamat node dari dalam sebagai sebuah subnet

yang spesifik. 

Unicast link-local address Alamat unicast link-local adalah alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet

yang sama. Alamat ini mirip dengan konfigurasi APIPA (Automatic Private Internet Protocol Addressing) dalam sistem operasi Microsoft Windows XP ke atas. host-host yang berada di dalam subnet yang sama akan menggunakan alamat-alamat ini secara otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat ini juga memiliki fungsi resolusi alamat, yang disebut dengan Neighbor Discovery. Prefiks alamat yang digunakan oleh jenis alamat ini adalah FE80::/64.

Field

Panjan Keteranga g n Berfungsi sebagai

1111111010000000000000000000000000000000000000000000000000 000000

tanda 64 bit pengenal alamat unicast link-local.

Interface ID

64 bit

Berfungsi sebagai

41 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika alamat dari sebuah node dalam subnet yang spesifik.

Unicast unspecified address Alamat Unicast yang belum ditentukan adalah alamat yang belum ditentukan oleh

seorang administrator atau tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk meminta alamat. Alamat ini sama dengan alamat IPv4 yang belum ditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai alamat ini dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titik dua (::).  Unicast Loopback Address Alamat unicast loopback adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess communication (IPC) dalam sebuah host. Dalam IPv4, alamat yang ditetapkan adalah 127.0.0.1, sementara dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.

Unicast 6to4 Address Alamat unicast 6to4 adalah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6

dalam Internet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai pengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002::/16, dengan tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks dengan panjang 48-bit, dengan format 2002:WWXX:YYZZ::/48, di mana WWXX dan YYZZ adalah representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi dotted-decimal format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Sebagai contoh alamat 157.60.91.123 diterjemahkan menjadi 2002:9D3C:5B7B::/48. 42 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Meskipun demikian, alamat ini sering ditulis dalam format IPv6 Unicast global address, 2002:WWXX:YYZZ:SLA ID:Interface ID.  Unicast ISATAP Address Alamat Unicast ISATAP adalah sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini menggabungkan prefiks alamat unicast link-local, alamat unicast site-local atau alamat unicast global (yang dapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bit dengan 32-bit ISATAP Identifier (0000:5EFE), lalu diikuti dengan 32-bit alamat IPv4 yang dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang digunakan dalam alamat ini dinamakan dengan subnet prefix. Meski alamat 6to4 hanya dapat menangani alamat IPv4 publik saja, alamat ISATAP dapat menangani alamat pribadi IPv4 dan alamat publik IPv4.  Multicast Address Alamat multicast IPv6 sama seperti halnya alamat multicast pada IPv4. Paket-paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan disampaikan terhadap semua interface yang dikenali oleh alamat tersebut. Prefiks alamat yang digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah FF00::/8.

Field 1111 1111

Panjang Keterangan

8 bit

Tanda pengenal bahwa alamat ini adalah alamat multicast.

Berfungsi sebagai tanda pengenal apakah alamat ini adalah alamat transient Flags 4 bit atau bukan. Jika nilainya 0, maka alamat ini bukan alamat transient, dan alamat ini merujuk kepada alamat multicast yang ditetapkan secara

43 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika permanen. Jika nilainya 1, maka alamat ini adalah alamat transient. Berfungsi untuk mengindikasikan cakupan lalu lintas multicast, seperti halnya interface-local, link-local, site-local, organization-local atau global.

Scope 4 bit

Group ID

112 bit

Berfungsi sebagai tanda pengenal group multicast

Anycast Address Alamat Anycast dalam IPv6 mirip dengan alamat anycast dalam IPv4, tapi

diimplementasikan dengan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4. Umumnya, alamat anycast digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) yang memiliki banyak klien. Meskipun alamat anycast menggunakan ruang alamat unicast, tapi fungsinya berbeda daripada alamat unicast. IPv6 menggunakan alamat anycast untuk mengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6 akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke interface terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan alamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyak penerima, karena alamat anycast akan menyampaikan paket kepada salah satu dari banyak penerima.

Perbandingan Alamat IPv6 dan IPv4 Tabel berikut menjelaskan perbandingan karakteristik antara alamat IP versi 4 dan

alamat IP versi 6.

44 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Kriteria Panjang alamat Jumlah total host (teoritis) Alamat IP versi 4 32 bit Alamat IP versi 6 128 bit

232=±4 miliar host

2128

Menggunakan kelas alamat

Ya, kelas A, B, C, D, dan E. Template:BrBelakangan tidak digunakan lagi, mengingat telah tidak relevan Tidak dengan perkembangan jaringan Internet yang pesat. Alamat multicast yaitu

Alamat multicast Kelas D, yaitu 224.0.0.0/4

IPv6, FF00:/8

Alamat broadcast Ada Alamat yang

Tidak ada

belum ditentukan

0.0.0.0

::

Alamat loopback 127.0.0.1

::1 IPv6

Alamat IP publik

Alamat IP publik IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Alamat Internet (IANA) unicast global Alamat unicast

Alamat IP pribadi

Alamat IP pribadi IPv4, yang ditetapkan oleh otoritas Internet

IPv6 site-local

(FEC0::/48) Alamat IPv6 unicast link-local (FE80::/64) Colon hexadecimal format notation Panjang prefiks

Konfigurasi alamat otomatis Representasi tekstual Fungsi Prefiks

Ya (APIPA)

Dotted decimal format notation Subnet mask atau panjang prefiks

45 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Resolusi alamat DNS AAAA Resource Record (Quad A)

A Resource Record (Single A)

3.3. Konfigurasi Jaringan

1. PENGENALAN ISTILAH-ISTILAH JARINGAN
Ada berbagai macam interface jaringan yang dapat digunakan di linux, yaitu : a. PPP ( Point to Point Protocol ) b. Token Ring c. FDDI d. Ethernet

a. PPP (Point to Point Protocol)

PPP adalah protokol yang didesain untuk menghubungkan dua endpoint agar dapat saling bertukar paket. Link ini bersifat bidireksional dan bertugas mengirim paket sesuai dengan urutan yang ditetapkan sebelumnya (serial). PPP diterangkan di standard protocol nomer 51, dan RFC 1661 dan RFC 1662. PPP memiliki 3 komponen inti, yaitu : o Menggunakan enkapsulasi datagram melalui link serial o Link Control Protocol digunakan untuk menyambungkan, menkonfigurasi, dan testing koneksi data link o Network Control Protocol digunakan untuk menghubungkan protokol yang berbeda. 

Phase yang dilakukan untuk membuat koneksi dengan PPP yaitu:

o Pembentukan link dan negosiasi konfigurasi o Mengukur kualiti dari link o Authentikasi o Negosiasi configurasi protokol layer Network o Pemutusan link

Untuk media yang lainnya PPP menggunakan enkapsulasi melalui PPP. Perangkat yang biasa digunakan pada komunikasi PPP antara lain modem.

46 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

b. Token Ring

Token Ring adalah protocol yang dikembangkan IBM pada tahun 1970-an untuk jaringan LAN dan menjadi standard lewat IEEE 802.5. Token ring menggunakan prinsip token passing, yaitu jaringan menggunakan token untuk komunikasi antar node. Node yang memegang token berhak untuk mentransmisikan paketnya. Jika node tersebut tidak memiliki token, maka node tersebut akan memberikan token ke node berikutnya. Tiap node dapat memegang token dalam selang waktu tertentu. Paket akan berputar sepanjang cincin sampai mencapai node tujuan. Node tujuan akan menyalin informasi dari paket tersebut dan memprosesnya lebih lanjut. Setalah itu, paket tersebut akan berputar kembali sampai diterima oleh node asal. Setelah sampai, node asal mengecek paket tersebut dan mengirimkan token ke node berikutnya yang ingin mengirim paket ke jaringan. Token ring menggunakan topologi ring, dimana tiap computer terkonek ke cincin jaringan lewat MAU (Multistation Access Unit) . MAU ini berfungsi mirip HUB, namun paket bergerak satu arah dalam topologi ring.

c. FDDI (Fiber Distributed Data Interconnect) FDDI adalah interface jaringan menggunakan kabel serat optic dengan kapasitas sampai 100Mbps, berbasis token passing (seperti pada token ring) dengan menggunakan arsitektur dual cincin LAN. Traffic FDDI pada dual cincin tersebut bergerak saling berlawanan arah (sering disebut juga counter rotating ring). Cincin tersebut terdiri dari cincin primer dan sekunder. Selama beroperasi, cincin primer digunakan untuk transmisi data dan cincin sekunder berada dalam keadaan ‘idle’ atau tidak bekerja. Jika cincin primer mengalami masalah, maka cincin sekunder dipergunakan untuk menggantikan cincin primer. Fungsi utama dari penggunaan dua ring ini adalah untuk mendapatkan reliabilitas yang lebih tinggi bila terjadi diskoneksi pada cincin primer. FDDI dikembangkan oleh American National Standards Institute (ANSI) melalui standar X3T9.5 pada pertengahan 1980-an. Melalui konsep dual cincinnya, FDDI mampu mengatasi kelemahan dari token ring yang tidak mampu mengatasi koneksi yang putus bila 47 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika lintasan cincinnya yang mengalami diskoneksi. RFC yang menerangkan FDDI adalah RFC 1188.

d. Ethernet

Istilah Ethernet merujuk pada local-area network (LAN) yang distandarisasi lewat IEEE 802.3 yang memanfaatkan protocol CSMA/CD. Ada tiga standar kecepatan transfer pada Ethernet : o 10 Mbps—10Base- Ethernet o 100 Mbps—Fast Ethernet o 1000 Mbps—Gigabit Ethernet  Ethernet memiliki dua komponen utama :  Data terminal equipment (DTE), sering disebut endstation, misalnya PC, workstations, file servers, or print servers  Data communication equipment (DCE), terdiri atas repeaters, network switches, androuters, atau interface unit seperti kartu jaringan dan modem. 

Sedangkan untuk medianya, ada dua macam tipe kabel, yaitu :

 kabel tembaga : unshielded twisted-pair (UTP) and shielded twisted-pair (STP)  serat optik  DNS (Domain Name Server) Name server atau server DNS yang bertugas untuk memetakan nama domain menjadi nomor IP. Contoh ; DNS server melakukan translasi dari domain en.wikipedia.org ke nomor IP 145.97.39.155.  DHCP (Dynamic Host Configuration Protocol) DHCP adalah protokol yang digunakan untuk memberikan IP address, DNS, gateway, dll untuk komputer client secara dinamis dalam selang waktu tertentu. DHCP server memilih nomor IP sesuai dengan skup no IP tertentu yang telah dikonfigurasi oleh administrator. Dengan menggunakan fasilitas ini, administrator tidak perlu melakukan setting jaringan pada tiap komputer client, namun cukup di sisi server. 48 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

 Gateway Gateway adalah node yang berfungsi sebagai jalan masuk ke jaringan lain. Gateway ini sering digunakan untuk menyebut router yang menjadi penghubung antar jaringan.

2. FILE-FILE KONFIGURASI JARINGAN DI LINUX
a. File: /etc/modules.conf File ini memuat driver devais mana yang digunakan oleh kernel sebagai modul yang dapat di-loading. Red Hat Linux mengenali driver kartu jaringan sebagai modul kernel yang dapat diloading saat booting. Driver kartu jaringan ini disimpan pada
/etc/modprobe.conf

Dibawah ini adalah contoh ini dari modprobe.conf

Pada baris diatas, dapat dilihat eth0, yang merupakan interface jaringan Ethernet. Ada berbagai macam interface jaringan yang dapat dipergunakan pada Red Hat linux, diantaranya adalah : o Ehernet, biasa dikenali lewat notasi eth0,eth1,ethN o Token Ring, menggunakan notasi tr0,tr1,trN o FDDI, menggunakan notasi fddi0,fddi1,fddiN o PPP, menggunakan notasi ppp0,ppp1,pppN Interface jaringan ini bisa dicek lewat perintah ifconfig. Selain itu kita bisa memeriksa output dengan perintah dmesg atau mengecek /var/log/dmesg.
alias eth0 3c59v alias parport_lowlevel parport_pc alias sound-slot-0 es1371 alias usb-controller usb-uhci $ dmesg | grep eth0 divert:allocating divert_blk for eth0 e100: eth0: Intel(R) PRO/100 VE Network COnnection

49 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

b. File /etc/sysconfig/network File ini menunjukkan global konfigurasi file parameter jaringan yang dipakai system saat booting. c. File: /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-xxx File ini menyimpan informasi konfigurasi interface jaringan pada direktori :
/etc/sysconfig/network-scripts/

Interface pertama dari Ethernet adalah ifcfg-eth0, berikutnya adalah ifcfg-eth1, dan seterusnya.

Ada dua macam metode untuk melakukan konfigurasi : o Statis Jika konfigurasi interface jaringan dilakukan secara statis, maka file
/etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 akan berisi

o Dinamis Jika konfigurasi interface jaringan dikerjakan secara dinamis dengan menggunakan DHCP server, maka isi file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-eth0 adalah : d. File: /etc/resolv.conf Isi dari file ini dapat dilihat sebagai berikut :
NETWORKING=yes HOSTNAME=my-hostname FORWARD_IPV4=true GATEWAY="XXX.XXX.XXX.YYY" DEVICE=eth0 BOOTPROTO=dhcp ONBOOT=yes
DEVICE=eth0

50 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika
BOOTPROTO=static BROADCAST=XXX.XXX.XXX.255 IPADDR=XXX.XXX.XXX.XXX NETMASK=255.255.255.0 NETWORK=XXX.XXX.XXX.0 ONBOOT=yes search name-of-domain.com - Nama dari domain anda atau domain ISP anda jika anda menggunakan name server mereka nameserver XXX.XXX.XXX.XXX - IP dari name server primer nameserver XXX.XXX.XXX.XXX - IP address name server sekunder

File ini bertugas untuk mengkonfigurasi linux sehingga tahu DNS server mana yang digunakan untuk mengubah nama domain menjadi IP address. Pemilihan DNS server disesuaikan dengan urutan nameserver pada script resolv.conf e. File : /etc/hosts File ini menunjukkan list no IP dan nama dan domain computer tujuan. Isi dari file ini dapat dilihat sebagai berikut :
127.0.0.1 localhost.localdomain localhost XXX.XXX.XXX.XXX node-name.node-domain node-name

f. File : /etc/host.conf File ini menunjukkan urutan pengecekan resolusi untuk computer anda, apakah mengecek /etc/hosts dulu atau menanyakan DNS server dulu.

3. PERINTAH-PERINTAH KONFIGURASI JARINGAN
i. Mengaktifkan dan menonaktifkan network service Jika anda mengupdate file-file diatas, jangan lupa untuk menambahkan perintah Atau
Order hosts,bind $ /etc/rc.d/init.d/network start|restart|stop $ service network start|restart|stop

ii.

Konfigurasi alamat IP o Untuk mengecek konfigurasi sekarang : o Akan menghasilkan output sebagai berikut : o Untuk mengeset konfigurasi jaringan sekarang :

51 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika o Untuk mengaktifkan interface jaringan : o Untuk meng-nonaktifkan interface jaringan :

Perhatikan bahwa dengan menggunakan perintah ini, anda hanya dapat mensetting konfigurasi jaringan sekarang saja, bila anda melakukan booting, maka, konfigurasi jaringan berubah sesuai dengan konfigurasi awal. Konfigurasi jaringan yang digunakan saat booting disimpan di /etc/sysconfig/network
$ ifdown eth0 $ ifconfig $ ifconfig eth0 <no ip anda> broadcast <no ip broadcast> netmask <netmask_jaringan> up
eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:00:E2:A2:C0:35 inet addr:10.252.105.249 Bcast:10.252.105.255 Mask:255.255.255.0 UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 RX packets:42 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:18 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:100 RX bytes:5650 (5.5 Kb) TX bytes:1868 (1.8 Kb) Interrupt:11 Base address:0xc000 Memory:ec000000-ec000038 lo Link encap:Local Loopback inet addr:127.0.0.1 Mask:255.0.0.0 UP LOOPBACK RUNNING MTU:16436 Metric:1 RX packets:545 errors:0 dropped:0 overruns:0 frame:0 TX packets:545 errors:0 dropped:0 overruns:0 carrier:0 collisions:0 txqueuelen:0 RX bytes:36710 (35.8 Kb) TX bytes:36710 (35.8 Kb)

$ ifup eth0

iii.

IP Aliasing Pada Red Hat, satu kartu jaringan bisa memiliki lebih dari satu interface. Misalkan,

satu kartu jaringan memiliki eth0,eth0:1,eth0:2, dst. Kemampuan ini dimungkinkan dengan menggunakan fasilitas ip alias. Dapat dilihat disini bahwa interface jaringan yang digunakan adalah eth0:1, yang merupakan alias dari eth0. Lihatlah contoh berikut : Ketika dicek dengan perintah ifconfig, didapat hasil : 52 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Ketika dilakukan pengecekan interface dengan perintah ifconfig diperoleh hasil : o Mengganti hostname o Konfigurasi DNS o Setting gateway

Guna dari IP aliasing ini adalah untuk membuat virtual router apabila anda hanya memiliki satu kartu jaringan, sementara anda ingin menghubungkan berbagai subjaringan yang berbeda.

iv. 

Route Ada dua macam route pada linux, Default route Default route ini disimpan pada file /etc/sysconfig/network, pada baris

eth0 Link encap:Ethernet HWaddr 00:10:4C:25:7A:3F inet addr:192.168.10.12 Bcast:192.168.10.255 Mask:255.255.255.0 UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 Interrupt:5 Base address:0xe400 eth0:1 Link encap:Ethernet HWaddr 00:10:4C:25:7A:3F inet addr:192.168.10.14 Bcast:192.168.10.255 Mask:255.255.255.0 UP BROADCAST RUNNING MULTICAST MTU:1500 Metric:1 Interrupt:5 Base address:0xe400 $ ifconfig eth0 192.168.10.12 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.10.255 $ ifconfig eth0:1 192.168.10.14 netmask 255.255.255.0 broadcast 192.168.10.255

$ ifconfig eth0:1 <no ip anda> broadcast <no ip broadcast> netmask <netmask_jaringan> up GATEWAY = xxx.xxx.xxx.xxx

Dan pada file /etc/sysconfig/network-scripts/ifcfg-xxx Untuk menambahkan route ke default gateway dari computer client, kita dapat menggunakan perintah : o Kita dapat juga menggunakan perintah o Bila kita hendak menambahkan route ke server dengan no ip tertentu, kita dapat gunakan 53 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika o Bila ingin menghapus route, tinggal ganti opsi add dengan del, contoh :  Static Route Static route menggunakan routing tabel untuk menentukan kemana paket hendak dikirim. Fasilitas ini biasa digunakan pada router yang digunakan untuk menghubungkan beberapa jaringan. Pertama paket diperiksa apakah tujuannya local atau remote. Jika remote, maka routing tabel diperiksa untuk menentukan kemana paket dikirim. Jika pada routing tabel tidak ada, maka paket akan dikirim ke default gateway. Static route dapat diset dengan menggunakan perintah route pada terminal atau menggunakan konfigurasi file:
/etc/sysconfig/network-scripts/route-eth0

Atau konfigurasi file:
/etc/sysconfig/networking/devices/eth0.route

Untuk melakukan melihat tabel routing, dapat digunakan perintah :

v.

Hostname dan hosts Jika anda ingin mengecek nama komputer anda, gunakan perintah

$ route -n $ route add –net default gw <no ip gateway> $ route add –net <network address> netmask <netmask> gw <no_ip_gw> <eth_card> $ route add –host <no ip host> netmask <netmask> <eth card> $ route del –net default gw <no ip gateway>

Ketika anda ingin menambahkan host dari computer lain, tinggal meletakkan nomor IP host dan nama hostnya pada script /etc/hosts. Dengan menambah host pada script tersebut anda bisa melakukan ping cukup dengan menggunakan nama host computer tujuan. o Contoh : Ketika anda ingin mengubah hostname computer anda dari localhost menjadi
serverku, pada domain lab_linux, tambahkan :

Selain mengubah file diatas, anda juga harus mengubah hostname computer anda pada file /etc/sysconfig/networking Kemudian restartlah computer anda.

54 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

vi.

Konfigurasi jaringan dengan netconfig Netconfig adalah tools berbasis text untuk mengkonfigurasi interface jaringan, baik

untuk konfigurasi statis, dengan cara memasukkan nomor IP, DNS server, gateway ataupun dinamis, dengan DHCP. Jika anda ingin mengeset interface jaringan pada eth0, cukup ketik : Jika anda ingin mengeset interface jaringan pada ethX, cukup ketik Setelah itu gantilah parameter-parameter interface jaringan sesuai dengan kebutuhan anda.

vii.

Konfigurasi dengan redhat-config-network

127.0.0.1 localhost.localdomain localhost 192.168.70.112 fedora.localdomain fedora 192.168.70.113 ubuntu.localdomain ubuntu 127.0.0.2 serverku.lab_linux serverku 192.168.70.112 fedora.localdomain fedora

$ hostname $ netconfig $ netconfig --device <ethX>

Redhat-config-network adalah utilitas untuk mengeset jaringan berbasis grafis.  Langkah – langkahnya : o Klik New pada tab devices., pilih devais type yaitu ethernet connection. Klik forward. o Pilih Ethernet card yang dipakai. Klik forward. o Isilah opsi-opsi yang ada. Masukkan konfigurasi yang anda inginkan. Klik forward dan apply

4. DIAGNOSTIK JARINGAN
Ada beberapa perintah yang dapat digunakan untuk mengecek jaringan anda : a. Ping

Ping digunakan untuk mengecek konektivitas antar komputer atau perangkat jaringan yang berada pada satu subnetwork dengan mengirim paket ICMP. Bila komputer yang dituju menerima paket ICMP, komputer tersebut akan menjawab. 55 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Formatnya adalah sebagai berikut :
$ ping <no ip computer lain> $ ping <nama_computer_lain/domain_dari_komputer_lain>
$ ping www.google.com

Gunakan Ctr-C untuk menghentikan operasi ini. Ketika ping dihentikan akan muncul statistik seperti jumlah paket rata-rata yang hilang, jumlah paket yang dikirim/diterma, dsb.

b. Traceroute Traceroute biasa digunakan untuk mendeteksi router-router yang dilewati paket-paket jaringan.Tools ini penting untuk mendeteksi pada router mana jaringan mengalami permasalahan. Traceroute menggunakan paket UDP, bukan ICMP. Misalkan anda ingin melakukan traceroute ke library.airnews.net
Akan menghasilkan :

c. Netstat Netstat digunakan untuk menunjukkan koneksi, tabel routing, statistik dan sebagainya Untuk menunjukkan statistik jaringan, gunakan : Untuk menunjukkan semua proses yang saling berhubungan pada port 834, gunakan
$ traceroute <no ip computer lain> $ traceroute <nama_computer_lain/domain_dari_komputer_lain> $ netstat -s
Pinging www.l.google.com [64.233.183.103] with 32 bytes of data: Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=25ms TTL=245 Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=22ms TTL=245 Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=25ms TTL=246 Reply from 64.233.183.103: bytes=32 time=22ms TTL=246 Ping statistics for 64.233.183.103: Packets: Sent = 4, Received = 4, Lost = 0 (0% loss), Approximate round trip times in milli-seconds: Minimum = 22ms, Maximum = 25ms, Average = 23ms traceroute to library.airnews.net (206.66.12.202), 30 hops max, 40 byte packets 1 rbrt3 (208.225.64.50) 4.867 ms 4.893 ms 3.449 ms 2 519.Hssi2-0-0.GW1.EWR1.ALTER.NET (157.130.0.17) 6.918 ms 8.721 ms 16.476 ms 3 113.ATM3-0.XR2.EWR1.ALTER.NET (146.188.176.38) 6.323 ms 6.123 ms 7.011 ms 4 192.ATM2-0.TR2.EWR1.ALTER.NET (146.188.176.82) 6.955 ms 15.400 ms 6.684 ms

56 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika
5 105.ATM6-0.TR2.DFW4.ALTER.NET (146.188.136.245) 49.105 ms 49.921 ms 47.371 ms 6 298.ATM7-0.XR2.DFW4.ALTER.NET (146.188.240.77) 48.162 ms 48.052 ms 47.565 ms 7 194.ATM9-0-0.GW1.DFW1.ALTER.NET (146.188.240.45) 47.886 ms 47.380 ms 50.690 ms 8 iadfw3-gw.customer.ALTER.NET (137.39.138.74) 69.827 ms 68.112 ms 66.859 ms 9 library.airnews.net (206.66.12.202) 174.853 ms 163.945 ms 147.501 ms

Untuk menunjukkan informasi pada network interface Untuk menunjukkan isi dari IP routing tabel : Untuk melihat statistik koneksi jaringan yg aktif (port TCP dan UDP)

d. Tcpdump Digunakan untuk menangkap dan mendisplay packet header dari paket yang ditangkap. Tcpdump dapat dipakai untuk mengidentifikasi masalah jaringan dan memonitor aktivitas jaringan. Untuk opsi-opsinya silakan melihat man tcp.

e. ARP (Address Resolution Protocol) ARP bertugas mengubah alamat MAC menjadi alamat IP. Untuk opsi-opsinya silakan melihat man arp. Dengan opsi-opsi ini anda dapat menghapus, menambahkan entry ARP secara manual.

f. mii-tool Dengan opsi ini, anda bisa melihat, memonitor, mengubah kecepatan maupun setting duplex dari ehernet card yang dipakai. Tentunya opsi ini tergantung apakah ethernet card mendukung fungsi ini.
$ netstat –nap | grep 834 $ netstat -in $ netstat -rn $ netstat -an $ $ arp -a $ mii-tool
tcpdump –n host <no_ip_host_yg_ingin_ditangkap>

3.4. Sharing File ke folder    Koneksi jaringan antar komputer Aktivasi Permission Share Gunakan Password jika ingin lebih aman dalam membagikan berkas atau dokumen (option) 57 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika a. Langkah 1 Cara terlebih dahulu folder atau direktori yang dibagikan :

b. Langkah 2 Aktifkan permission share

58 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

c. Langkah 3 Hasil Aktivasi share

59 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Cara mengambil file yang sudah dishare atau dibagikan 1. Dengan menggunakan alamat atau IP Adress a. Langkah 1

Harus mengetahui alamat host yang telah memberikan akses untuk mengambil file kepada user b. Langkah 2 Masukkan alamat atau IP Adress

60 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

2. Dengan menggunakan nama komputer a. Langkah 1 Harus mengetahui nama komputer yang telah memberikan akses untuk mengambil file kapada user

b. Langkah 2 Masukkan nama komputer pada kolom addres pada windows explorer

61 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

3. Menggunakan Password guna untuk keamanan pada Share Folder a. Langkah 1 Membuat Password

62 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

b. Langkah 2 Memberi akses password untuk share

63 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

3.5. Sharing Printer Untuk Membagi fasilitas printer dalam jaringan kita dapat menginstal printer dalam satu komputer saja kemudian fasilitas ini oleh komputer yang lain dapat digunakan. Jadi kita tidak memerlukan banyak printer untuk mencetak dokumen jika kita mempunyai computer komputer yang terjaring.

1. Setting Komputer yang Tersambung Langsung

Dengan Printer
Pertama yang harus kita lakukan adalah menginstal printer dalam salah satu komputer. Misalnya dalam contoh kita instal printer Canon BJC-2100SP. Kemudian bila belum di sharing maka kita sharing dulu dengan menambahkan fasilitas sharing printer lewat start → printer and faxes

64 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Kemudian icon printer yang akan kita sharing diklik kanan → sharing seperti tampilan gambar di bawah ini.

Lalu properties dari printer yang dimaksud pada bagian tab sharing akan keluar check box share this printer. Kita isikan nama sharing dari printer kita (lebih baik nama yang menjelaskan jenis printer karena jika printer yang terinstal lebih dari satu nanti bisa dibedakan)

65 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Kemudian kita Apply dan OK. Membagi fasilitas printer sudah selesai tinggal dari komputer client yang ingin bisa langsung cetak dari komputer masing-masing kita bagi fasilitas ini.

2. Setting

Dari

Komputer

yang

Tidak

Tersambung Langsung Dengan Printer
Pertama yang dilakukan sama dengan setting pada printer server yaitu masuk dalam printer and faxes. Kemudian kita tambahkan printer baru lewat add a printer.

66 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Kemudian akan muncul wizard untuk menambah printer baru. Seperti gambar di bawah kemudian kita next untuk meneruskan menambah printer.

67 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Kemudian seterusnya ditambahkan pada network printer dan next untuk melanjutkan.

Seterusnya klik check yang paling atas yaitu browse for a printer untuk mencari secara otomatis printer yang terinstal di jaringan.

68 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Kemudian pada workgroup komputer yang terinstal otomatis akan keluar dan bisa kita klik printer yang sudah tersharing di jaringan, kemudian next.

Klik Yes pada default untuk menjadikan printer sebagai printer utama jika tidak klik No. Kemudian next. 69 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Lalu selesailah setting printer client. Klik finish untuk mensudahinya.

Pada tampilan Printer and Faxes akan muncul icon printer jaringan seperti di bawah ini.

70 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Setelah settingan ini selesai kita bisa mencobanya dengan mencetak document kita lewat sembarang printer yang kita setting sehingga tidak harus lewat komputer yang terinstal printer secara langsung. 3.6. Konfigurasi Wireless

Local Area Network (LAN) adalah jaringan komputer yang menghubungkan beragam perangkat dalam jaringan yang sama. Pada Wireless LAN perangkat seperti PC, tablet, atau ponsel terhubung ke LAN menggunakan media nirkabel. Anda bisa membentuk jaringan wireless dengan terlebih dahulu melakukan beberapa konfigurasi wireless LAN. Perangkat utama yang digunakan untuk membentuk wireless LAN adalah access point. Access point bertanggung-jawab menghubungkan beragam perangkat wireless seperti ponsel, tablet, atau laptop agar bisa berada dalam jaringan yang sama. Access point sering dilengkapi dengan Dynamic Host Configuration Protocol (DHCP) server yang melayani pembagian alamat IP secara dinamis. Dengan kata lain anda hanya perlu memberi tahu PC untuk meminta alamat IP secara otomatis ke DHCP server. Tanpa perlu menentukan alamat IP secara manual.

71 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Seringkali access point digabungkan dalam perangkat lain seperti router. Router adalah perangkat yang menjadi perantara antara jaringan yang berbeda untuk membentuk internetwork. Jaringan di rumah jarang sekali menggunakan lebih dari satu jaringan. Biasanya kantor membuat beberapa LAN berbeda untuk setiap departemen. Ini untuk mencegah misalnya karyawan dari departemen yang berbeda untuk mengakses data dari HRD. Karena ada informasi sensitif, seperti jumlah gaji yang sebaiknya tidak diketahui hanya oleh karyawan HRD. Bisa juga kantor anda mempunyai departemen riset dan pengembangan yang mempunyai data-data riset rahasia. Data sensitif seperti ini sebaiknya dibatasi, misalnya dengan membuat LAN khusus untuk departemen riset dan pengembangan. Untuk menghubungkan jaringan yang berbeda ini dibutuhkan router. Untuk membuat wireless LAN, terlebih dahulu anda harus mengkonfigurasinya. Sebagian besar access point untuk konsumen rumahan atau Small Office Home Office (SOHO) menyediakan akses berbasis web ke halaman administrasi. Buka peramban anda dan ketikkan alamat IP 192.168.1.1. Masukkan username dan password yang diminta dengan kata admin. Tidak semua access point menggunakan alamat IP 192.168.1.1 dan default username dan password berupa kata admin. Oleh karena itu lihat lagi manual dari access point anda untuk memastikan. Hal pertama yang harus anda konfigurasi setelah berhasil login ke

halaman administrasi adalah mengganti default password untuk access point. Ini sangat penting untuk dilakukan, agar hanya orang-orang yang berhak saja yang bisa merubah konfigurasi access point anda. Selanjutnya anda bisa melakukan konfigurasi jaringan wireless dari halaman administrasi access point. Beri nama access point anda. Nama ini atau yang juga disebut dengan SSID adalah nama access point yang akan muncul pada laptop atau perangkat wireless lain. Setelah memberi nama, tentukan jenis enkripsi yang digunakan untuk pertukaran data antara access point dengan perangkat wireless seperti laptop. Jika laptop anda mendukung WPA2, sebaiknya pilih enkripsi tersebut di access point. Itu adalah jenis enskripsi yang saat ini lebih aman ketimbang pilihan lainnya.

72 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika Jika SSID adalah nama yang digunakan untuk mengidentifikasi access point, maka passphrase adalah kata sandi yang digunakan untuk terhubung ke access point. Isi passphrase ini dari halaman administrasi access point. Setiap kali ada perangkat wireless yang ingin terhubung ke access point. Perangkat tersebut harus menggunakan passphrase agar bisa masuk dalam jaringan wireless. Jangan lupa untuk menyimpan semua konfigurasi setelah selesai. Setelah semua siap, maka anda bisa mulai menghubungkan ponsel atau laptop anda ke access point. Jika anda menggunakan Android, buka menu Settings dan pilih Wireless & Networks. Pastikan WiFi sudah diberi tanda centang. Perangkat Android anda akan melakukan pemindaian jaringan wireless. Setelah selesai melakukan pemindaian, anda akan menemui nama jaringan (SSID) yang telah anda konfigurasi sebelumnya di access point. Klik jaringan ini dan isilah passphrase yang diminta. Klik Connect untuk menghubungkan Android ke access point. Untuk menghubungkan iPhone ke wireless LAN yang sudah anda buat, buka Settings dan pilih WiFi. Cari nama access point (SSID) anda dan sentuh nama tersebut. Berikan passphrase yang diminta oleh iPhone untuk terhubung ke access point. Ketika iPhone sudah terhubung ke jaringan wireless, maka dia akan menampilkan ikon WiFi di layar. Untuk melakukan konfigurasi wireless LAN dari laptop yang dilengkapi dengan Windows 7, buka Control Panel dan Pilih Network and Internet. Pada bagian Network and Sharing Center, pilihlah Connect to a network. Windows akan menampilkan jendela

informasi pada tray yang ada disebelah kanan taskbar. Jendela ini akan menampilkan apa saja jaringan yang berhasil dideteksi oleh Windows. Cari nama jaringan wireless (SSID) anda dan klik. Masukkan passphrase pada kotak yang diminta dan klik tombol Connect untuk terhubung ke jaringan. 3.7. Konfigurasi Router Mikrotik Konfigurasi Dasar Router Mikrotik RB750 RB750 adalah produk routerboard dari Mikrotik yang sangat mungil dan diperuntukkan bagi penggunaan kantor kecil. Memiliki 5 buah port ethernet 10/100, dengan prosesor baru Atheros 400MHz. 73 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

Berikut ini hal-hal yang harus disiapkan dan diperhatikan sebelum melakukan konfigurasi : o Mikrotik RB750 beserta power adaptor.
o

Notebook/PC Desktop yang sudah dilengkapi software Winbox. Kabel UTP (Straight/Crossover).

Berikut ini langkah-langkah dasar dalam melakukan konfigrasi dasar Mikrotik RB750 : o Hubungkan power adaptor dari sumber listrik ke router RB750. o Hubungkan kabel UTP dari Notebook ke salah satu port ethernet RB750. o Jalankan software winbox pada notebook anda.

74 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

o Pilih tombol "..." (samping kiri tombol connect), kemudian pilih MAC Address router yang muncul pada winbox.

75 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika o Ketika pada bagian "Connect To" sudah muncul MAC Address router, kemudian isi Login: admin , Password: kosong/tidak diisi , lalu klik "Connect" dan muncul tampilan menu konfigurasi router tersebut.

o Set Interface Pada Menu "Interface", tentukan port yang akan disetting sebagai WAN dan LAN. Pada case ini kita akan menentukan ether1 sebagai WAN, dan ether2 sebagai LAN dengan merubah "Name" pada ether1 dan ether2 tersebut.

76 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

o Set IP Address pada kedua interface tersebut sesuai data teknis yang diberikan oleh ISP anda. Pada ether1-Wan tambahkan konfigurasi IP Public, dan ether2-LAN dengan IP Private. Pada case ini IP Public yang diberikan dari ISP adalah 110.120.130.2/29 dan IP Private-nya adalah 192.168.15.1/24

77 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

o Set DNS Server dengan ip address yang diberikan oleh ISP anda pada menu IP-DNSStatic-Settings. Pada case ini Servers : 111.112.113.114 dan 111.112.113.115

78 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

o Set NAT pada menu IP-Firewall-NAT, kemudian pilih tombol "add", lalu mengisi konfigurasi pada tab General dengan Chain: srcnat , Src.Address: 192.168.15.0/24 (Segmen IP Address LAN). Pada tab Action pilih masquerade.

79 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

80 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

BAB IV PENUTUP KESIMPULAN DAN SARAN
4.1. Kesimpulan Jaringan komputer merupakan suatu kumpulan dari beberapa komputer yang saling terhubung dengan menggunakan media jaringan tertentu yang bertujuan untuk dapat saling berkomunikasi, diantaranya seperti bertukar informasi dan berbagi sumber daya yang dimiliki. Salah satunya adalah LAN ( Local Area Network ) , jaringan ini mencakup jaringan local , biasanya digunakan untuk perkantoran maupun sekolah. Dalam menyusun jaringan computer juga ada beberapa rangkaian sistemnya yang biasa disebut dengan topologi. Macam topologi ada banyak , diantaranya yaitu topologi star , topologi ring , topologi bus , dan lain sebagainya. Menyusun jaringan computer juga diperlukan mengerti macam – macam jenis alatnya ( hardware ). Seperti rj – 45 , switch hub , router , dan penyusunan kabelnya, bisa menggunakan kabel jenis straight dan crossover. Setelah mengetahui dan bisa merangkai sebuah jaringan computer , diperlukan juga melakukan konfigursi jaringannya. Seperti konfigurasi wireless nya, konfigurasi router mikrotiknya. Dalam pembelajaran ini juga dibahas tentang bagaimana cara sharing file ke folder dan sharing printer. Jadi dalam pembuatan jaringan computer harus direncanakan dan dipersiapkan hardware maupun software yang diperlukan. 4.2. Saran Penulis menyadari sepenuhnya, bahwa tugas yang penulis buat ini jauh dari sempurna, itu semua tentunya bersumber dari keterbatasan penulis sebagai manusia biasa. Oleh sebab itu, dengan tidak mengurangi usaha maksimal penulis, penulis mengharapkan adanya usaha-usaha dari pihak lain berupa saran yang bersifat membangun guna menambah wawasan demi perbaikan di masa mendatang.

81 |MAKALAH LAN

Daniella Twin Octaviantho – Manajemen Informatika

DAFTAR PUSTAKA
Redhat Enterprise Linux Sistem Administration – RH133, Official global learning services training and certification program Linux Network Administration, ITC – 2006 The Red Hat Linux Customization Guide; Red Hat, Inc. http://id.shvoong.com/internet-and-technologies/computers/2213399-pengertian-jaringankomputer-dan-manfaat/#ixzz1y7mwH7RC http://id.wikipedia.org/wiki/Jaringan_komputer http://khairul-anas.blogspot.com/2012/02/pengertian-kelebihan-dan-kekurangan10.html#ixzz1y7zRr7jF http://hery666.wordpress.com/2009/03/03/cara-setting-kabel-lan/ http://id.wikipedia.org/wiki/Alamat_IP http://opensource.telkomspeedy.com/wiki/index.php/IP_address http://bayoe.staff.uns.ac.id/files/2009/03/10-sharing-printer-bab-8.pdf http://news.palcomtech.com/2011/10/cara-sharing-file-atau-folder-pada-windows-7/ http://portal.paseban.com/article/9238/konfigurasi-wireless-lan

82 |MAKALAH LAN

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful