You are on page 1of 6

SISTEM KONTROL LOOP TERTUTUP PADA BOILERSISTEM KONTROL LOOP TERTUTUP PADA BOILER

I. A.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Dalam kegiatan proses khususnya pada teknologi industri, kontrol proses merupakan hal yang tidak bisa dihindarkan. Penggunaan kontrol proses dapat memudahkan pengguna untuk memastikan kriteria yang diinginkan dalam suatu proses dapat tercapai. Kontrol proses pada industri pertanian dibutuhkan untuk menjamin kualitas dari keluaran yang diinginkan. Dengan kontrol proses diharapkan keluaran yang tidak sesuai dengan baku mutu dapat dieliminir sehingga cost yang ditimbulkan dapat berkurang Salah satu alat proses dalam industri adalah boiler. Boiler dapat berfungsi sebagai sumber energi untuk menggerakkan alat, proses pemanasan bahan, proses sterilisasi bahan dan proses pemasakan bahan. Banyaknya fungsi yang bisa dilakukan boiler membuat boiler harus mampu untuk memenuhi kebutuhan yang cenderung berubah-ubah. Tujuan Tujuan pembuatan tugas ini adalah untuk mengetahui sistem kontrol tertutup pada boiler serta mengidentifikasi input output serta proses dan bagaimana pengendalian boiler tersebut.

B.

A. Sistem Kontrol Sistem kontrol atau sistem kendali adalah suatu mekanisme untuk mengatur keluaran dari suatu proses dengan bantuan alogaritma tertentu agar sesuai dengan keinginan pengguna. Pengaturan bekerja dengan mengendalikan bagian-bagian sistem yang memiliki pengaruh terhadap keluaran dari sistem. Bagian-bagian sistem ini berupa masukan-masukan yang membentuk fungsi dimana apabila ada masukan yang diubah akan mengubah keluarannya. Sistem kontrol dibagi menjadi dua bagian yaitu sistem kontrol loop terbuka dan sistem kontrol loop tertutup. Sistem kontrol loop terbuka adalah sebuah sistem yang mana masukan dari sistem ditentukan dan keluarannya tidak mengubah masukan. Hal ini berarti apapun yang terjadi pada keluaran, masukan tidak diubah.

Pada sistem kendali ini. Pada sistem ini pengguna menentukan set point yang diinginkan. Komponen komponen kendali umpan balik yang digunakan pada umumnya adalah Masukan Masukan atau input adalah rangsangan dari luar yang diterapkan ke sebuah sistem kendali untuk memperoleh tanggapan tertentu dari sistem pengaturan. dan sebagainya. Final element Merupakan alat yang mengeksekusi terjadinya perubahan variabel proses. Sistem Kontrol Loop Tertutup Boiler Pada sistem ini seperti yang dijelaskan sebelumnya masukan dapat dipengaruhi oleh keluaran sistem melalui kendali umpan balik. Namun metode ini tidak berarti bahwa keluaran yang diinginkan akan sesuai dengan kebutuhan pengguna. biologi. . Keluaran atau output adalah tanggapan sebenarnya yang didapatkan dari suatu sistem kendali. 6. Keluaran 1. Proses Berlangsungnya operasi pengendalian suatu variabel proses. Kalibrasi ini dilakukan pada saat sistem akan dijalankan dengan memasukkan set point yang diinginkan oleh pengguna. Plant Seperangkat peralatan atau objek fisik dimana variabel prosesnya akan dikendalikan. misalnya proses kimiawi. 4. fisika. dan keluaran sistem akan di analisa besar nilainya. perubahan yang terjadi pada masukan diakibatkan oleh kalibrasi. Sistem Kombinasi atau kumpulan dari berbagai komponen yang bekerja secara bersama-sama untuk mencapai tujuan tertentu. Diagram blok Bentuk kotak persegi yang digunakan untuk mempresentasikan model matematika dari sistem fisik. Masukan juga sering disebut respon keluaran yang diharapkan. 2. Sistem kontrol loop tertutup adalah sistem kontrol yang mana masukan pada sistem ditentukan dan keluaran dari sistem dapat ikut mengontrol masukan untuk mengoreksi perbedaan besaran yang terjadi melalui mekanisme umpan balik. 7. 5. ekonomi. pada gambar diatas Actual Speed tentunya akan berbeda dengan Desired Speed yang timbul karena pengaruh dari banyak hal seperti gaya dan friksi. Akan tetapi tidak ada kontrol balik yang menyesuaikan terhadap perubahan pada Actual Speed. Selisih nilai antara masukan dan keluaran akan dikoreksi melalui mekanisme umpan balik dimana nilai masukan dinaikkan atau diturunkan agar selisihnya berkurang. B. 3.

Pada tugas ini sistem umpan balik akan diterapkan pada boiler untuk mengatur suhu. Kemudian hasilnya akan diubah menjadi perintah kepada controler untuk menambah masukan yang dieksekusi oleh final element kepada plant dan menghasilkan keluaran yang sesuai dengan masukan yang diinginkan. Diagram blok dari kontrol sistem ini ditunjukkan melalui gambar berikut. Sensor Merupakan alat untuk mendeteksi tanggapan dari keluaran. sistem fisik pada kontrol suhu ini digambarkan sebagai berikut. Perintah tersebut diproses kepada plant dan akan menghasilkan keluaran berupa suhu. Masukan pada sistem ini yang dipengaruhi adalah bahan bakar. controller adalah valve bahan bakar dan pengolahan data berupa computer. 9. kemudian final element adalah burner. Plant Final element Pengolahan data Masukan Proses Keluaran Diagram blok suhu Pada diagram diatas masukan yang diinginkan akan melalui final element yang mengeksekusi perintah terebut. sensor adalah termometer. plant adalah tangki Boiler. 8. Suhu yang dikeluarkan oleh boiler ditentukan di awal namun seiring penggunaan maka terjadi pengurangan pada suhu yang dikeluarkan. Sensor suhu (T) akan melakukan penilaian terhadap keluaran melalui pengolahan data.Masukan terpengaruh Merupakan besaran yang diubah dari masukan-masukan yang ada pada sistem. . keluaran berupa uap air.

Hal .Air Uap Bahan Bakar Pada sistem. input berupa air dan bahan bakar namun masukan terpengaruh hanya bahan bakar karena jumlah air tidak mempengaruhi suhu uap secara langsung dan perubahan volume air diabaikan dengan asumsi ketinggian volume air terjaga.

Naiknya tekanan berbanding lurus dengan naiknya suhu. Kesimpulan Boiler sebagai sumber energi dan sumber panas sangat membutuhkan kontrol proses dalam penggunaanya. Asumsi pada sistem ini adalah level air terjaga dan flow uap tetap. Jumlah uap yang dihasilkan ini dengan asumsi flow keluar uap tetap maka tekanan akan naik.yang mempengaruhi suhu uap adalah tekanan pada boiler yang dihasilkan dari air yang dipanaskan melalui burner. Pada tulisan ini dibahas mengenai sistem loop tertutup dengan variabel kontrol berupa suhu dan masukan terpengaruh bahan bakar. . III. semakin tinggi suhu burner maka semakin banyak jumlah uap yang dihasilkan yang berbanding lurus dengan kenaikan tekanan dan kenaikan suhu. Kontrol proses loop tertutup ini dibutuhkan karena banyaknya fungsi yang bisa dilakukan boiler membuat boiler harus mampu untuk memenuhi kebutuhan yang cenderung berubah-ubah. Pada sistem. Kenaikan ini akan mempengaruhi pembacaan sensor dan sistem kendali dilakukan lagi sampai keluaran mencapai hasil konstan mendekati ideal. kontrol dilakukan terhadap suhu melalui assesment pada keluaran oleh termometer yang diteruskan ke komputer untuk menghitung besarnya perubahan volume bahan bakar yang masuk ke burner untuk memanaskan boiler. Sistem ini berulang hingga mencapai besaran suhu yang mendekati ideal.