You are on page 1of 22

ZIKRI SUNDARI 1102010309 1.

Anatomi Makroskopik dan Mikroskopik Mata

Anatomi Orbita Orbita tersusun atas enam tulang tengkorak. a. Os frontalis (fossa orbitalis) di superior. b. Os sphenoidalis di posterior. c. Os ethmoidalis di posterior. d. Os lacrimalis di medial. e. Os maxillaris (fossa orbitalis) di inferomedial. f. Os zygomaticus di inferior.

Otot-otot pengerak bola mata

Otot 1. Rektus superior 2. Rektus inferior 3. Rektus medialis 4. Rektus lateralis 5. Oblique superior

Menghasilkan gerakan Ke atas Ke bawah Ke dalam arah hidung Jauh dari hidung Ke bawah dan masuk

Saraf kranial Okulomotor (III) Okulomotor (III) Okulomotor (III) Abducens (VI) Trochlear (IV)

lensa mata akan . Untuk melihat objek yang jauh (cahaya datang dari jauh).6. dan akan menyempit jika kondisi ruangan terang. Iris inilah terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata. 3. Pupil menentukan kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam. Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap. Kornea Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya dari sumber cahaya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Lensa mata Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada retina. Lebar pupil dipengaruhi oleh iris di sekelilingnya. cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil dan Iris/Selaput Pelangi Dari kornea. Oblique inferior Ke atas dan keluar Okulomotor (III) Bagian-bagian mata dan fungsinya : 1. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya. sehingga cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. 2.

10. Tanpa kelembaban tersebut.menipis. Saraf optik Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut dalam retina. saraf. Setelah retina. pembuluh darah. Bulu mata Bulu Mata berfungsi membantu melindungi mata dengan bertindak sebagai barrier (penghalang). 8. 5. 6. 9. 11. Bagian dalam kelopak mata adalah selaput tipis (konjungtiva) yang juga membungkus permukaan mata. Retina/Selaput Jala Retina adalah bagian mata yang paling peka terhadap cahaya. Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari dekat). khususnya bagian retina yang disebut bintik kuning. • • • Kelopak Mata Ketika berkedip. untuk menuju ke otak Sklera : Melindungi bola mata dari kerusakan mekanis dan menjadi tempat melekatnya bola mata Otot-otot : Otot-otot yang melekat pada mata : a. muskulus rektus superior : menggerakan mata ke atas b. Kelenjar kecil di ujung kelopak mata menghasilkan bahan berminyak yang mencegah penguapan air mata. lemak dan struktur yang menghasilkan dan mengalirkan air mata. lensa mata akan menebal. Kelenjar lakrimalis Kelenjar Lakrimalis terletak di puncak tepi luar dari mata kiri dan kanan dan menghasilkan air mata yang encer. otot-otot. kelopak mata membantu menyebarkan cairan ke seluruh permukaan mata dan ketika tertutup. 12. kemudian berfungsijuga untuk mengsekreskan aqueus humor Bintik kuning (Fovea) : Bagian retina yang mengandung sel kerucut Bintik buta : Daerah syaraf optic meninggalkan bagian dalam bola mata Vitreous humor : Menyokong lensa dan menjaga bentuk bola mata Aquous humor : Menjaga bentuk kantong bola mata Struktur Pelindung Mata • Orbita Orbita adalah rongga bertulang yang mengandung bola mata. terluka dan tidak tembus cahaya. kornea bisa menjadi kering. 7. . cahaya diteruskan ke saraf optik. kelopak mata mempertahankan kelembaban permukaan mata. 4. muskulus rektus inferior : mengerakan mata ke bawah Badan Siliaris : Menyokong lensa dan mengandung otot yang memungkinkan lensa untuk beroakomodasi. Air mata mengalir dari mata ke dalam hidung.

MIKROSKOPIK .

Lapisan paling dalam dibawah koroid adalah retina¸terdiri dari lapisan berpigmen di sebelah luar dan lapisan jaringan saraf di sebelah dalam. c. Dari luar ke dalam lapisan-lapisan tersebut adalah sclera/kornea. semuanya transparan sehingga cahaya dapat menembus mata dari cornea ke retina. b. Sebagian besar bola mata ditutupi oleh sclera yang membentuk bagian putih mata. Fisiologi Mata Mata adalah struktur bulat berisi cairan yang dibungkus oleh tiga lapisan. . Pada bagian interior mata terdapat dua rongga berisi cairan yang dipisahkan oleh lensa. . mengandung cairan jernih encer. di sebelah anterior → mengalami spesialisasi → badan siliaris dan iris.Rongga anterior antara kornea dan lensa. di sebelah anterior lapisan ini disebut cornea : transparan. penting untuk mempertahankan bentuk bola mata. Fungsi Komponen-komponen Utama Mata Struktur Lokasi Humor Aquosus Sel Bipolar Titik Buta/ Diskus Optikus Rongga anterior antara kornea dan lensa Lapisan tengah sel saraf di retina Titik di retina sedikit di tepi tempat keluarnya saraf optikus. karena keduanya tidak memiliki aliran darah. humor aquosus--membawa nutrient untuk kornea dan lensa. tidak mengandung fotoreseptor Fungsi Membawa nutrient bagi kornea dan lensa Penting dalam pemrosesan rangsangan cahaya di retina Jalan keluar nervus optikus dan pembuluh darah . terdapat sel batang (rod) dan kerucut (cones).Rongga posterior yang lebih besar antara lensa dan retina mengandung bahan mirip gel. humor vitreus.2. dan retina. dapat ditembus oleh berkas cahaya untuk masuk ke interior mata. khoroid/badan siliaris/iris. a. Lapisan tengah dibawah sclera adalah khoroid : berpigmen dan mengandung banyak pembuluh darah yang memberi nutrisi bagi retina.

membentuk cincin melingkari tepi luar lensa Komponen otot melingkar dari korpus sliaris. membentuk n. penglihatan warna.Koroid Lapisan tengah mata Turunan khusus di anterior lapisan koroid. satu sirkular—berjalan seperti cincin di dalam iris dan satu radial—mengarah ke luar dari tepi pupil seperti jari roda-roda sepeda. mengandung pembuluh darah yang memberi makan retina Menghasilkan humor aquosus dan mengandung otot siliaris Penting dalam akomodasi Badan siliar Otot siliaris Sel kerucut Kornea Fovea Sel ganglion Iris Lensa Macula lutea Nervus optikus Pupil Retina Sel batang Sklera Ligamentum suspensorium Humor vitreous Ketajaman penglihatan. Lubang bundar di tengah iris. Berperan dalam variasi kemampuan melekat ke otot siliaris melalui ligamentum refraksi selama akomodasi suspensorium Memiliki ketajaman tinggi karena Daerah tepat di sekitar fovea mengandung sel kerucut Bagian pertama dari jalur penglihatan Keluar dari mata di diskus optikus ke otak Lubang bundar anterior di tengah iris Mengatur jumlah cahaya yang masuk Lapisan paling dalam mata Mengandung fotoreseptor Berperan dalam penglihatan hitamFotoreseptor di lapisan terluar retina putih dan malam serta sensitivitas tinggi Membentuk bagian putih mata yang terlihat. tempat masuknya cahaya ke interior mata disebut pupil. Pigmen di iris memberikan warna pada mata. sementara serat simpatis mensarafi otot radial— dilatasi pupil. menentukan warna mata Antara humor aquosus dan humor vitreus. Iris mengandung 2 set anyaman otot polos. Serat saraf parasimpatis mensarafi otot sirkular—menyebabkan konstriksi pupil. disebelah anterior Lapisan luar mata yang kuat membentuk jaringan khusus yaitu kornea Terletak antara otot siliaris dan lensa Antara lensa dan retina Penting dalam akomodasi Membantu mempertahankan bentuk mata Jumlah cahaya yang masuk ke mata dikontrol oleh iris.optikus Cincin otot yang berpigmen dan terlihat di Mengubah-ubah ukuran pupil dengan dalam humor aquosus kontraksi. melekat ke lensa melalui ligamentum suspensorium Fotoreseptor di lapisan terluar retina Berpigmen untuk mencegah pembuyaran berkas sinar di mata. Otot-otot tersebut dikendalikan oleh sistem saraf otonom. jernih. Ukuran lubang ini dapat disesuaikan oleh kontraksi otot-otot iris untuk menerima sinar lebih banyak atau lebih sedikit. dan penglihatan siang hari Berperan untk kemampuan refraksi Lapisan paling luar. di anterior mata mata Bagian tengah retina Daerah ketajaman tertinggi Penting dalam pemrosesan cahaya di Lapisan dalam sel-sel saraf retina retina. .

berkas cahaya melambat → arah berkas cahaya berubah. semakin besar derajat pembelokan. karena kelengkungan kornea tidak pernah berubah. yang selanjutnya dikendalikan oleh otot siliaris. Seedangkan. Kekuatan lensa bergantung pada bentuknya. permukaan konkaf menyebabkan buyarnya berkas sinar (divergensi). Panjang gelombang yang lebih pendek dilihat sebagai warna ungu dan biru. merupakan struktur pertama yang dilewati oleh sinar sewaktu sinar tersebut masuk mata. Pada permukaan melengkung seperti lensa. berperan paling besar dalam kemampuan refraktif total mata karena perbedaan dalam densitas pada permukaan udara-kornea jauh lebih besar daripada perbedaan dalam densitas antara udara dan cairan disekitarnya. membawa berkas-berkas tersebut lebih dekat satu sama lain. Sebaliknya. Akomodasi meningkatkan kekuatan lensa untuk melihat dekat. (lensa konveks) (lensa konkaf) Struktur Refraktif Mata Dua struktur yang paling penting dalam kemampuan refraktif mata adalah kornea dan lensa. kemampuan refraktif lensa dapat diubah-ubah dengan mengubah kelengkungannya sesuai kebutuhan untuk melihat dekat atau jauh. semakin besar kelengkungan. Karena konvergensi penting untuk membawa suatu bayangan ke titik focus. dan semakin kuat lensa. Permukaan konveks menyebabkan konvergensi berkas sinar.Sinar/ cahaya adaalah suatu bentuk radiasi elektromagnetik yang terdiri dari paket-paket energi mirip partikel yang dinamai foton yang berjalan dalam bentuk gelombang. Berbeloknya berkas sinar dikenal sebagai refraksi (pembiasan). misalnya berpenglihatan dekat. Fotoreseptor di mata hanya peka terhadap panjang gelombang antara 400 dan 700 nanometer. Kemampuan refraktif kornea seseorang tidak berubah. Kemampuan menyesuaikan kekuatan lensa dikenal sebagai akomodasi. panjang gelombang yang lebih panjang diinterpretasikan sebagai oranye dan merah Proses Refraksi Sinar berjalan lebih cepat melalui udara daripada melalui media transparan lain misalnya air dan kaca. sehingga dimanfaatkan untuk mengoreksi kesalahan refraktif tertentu mata. Ketika otot . Ketika masuk ke suatu medium dengan densitas tinggi. Permukaan kornea yang melengkung. maka permukaan refraktif mata berbentuk konveks. Sinar dari berbagai panjang gelombang dalam rentang sinar tampak dipersepsikan sebagai sensasi warna yang berbeda-beda.

b. Otot siliaris dikontrol oleh sistem saraf otonom. suatu cekungan terletak tepat di tengah retina. kaya konsentrasi sel kerucut. Akson sel ganglion menyatu membentuk saraf optikus. otot siliaris melemas dan lensa menggepeng untuk melihat jauh. lapisan ganglion dan bipolar tersisih ke tepi sehingga cahaya langsung mengenai fotoreseptor. Lapisan paling luar (dekat koroid) mengandung sel batang dan sel kerucut. ligamentum suspensorium menegang. sering disebut bintik buta karena tidak adanya sel kerucut dan batang. Meningkatnya kelengkungan karena lensa menjadi lebih bulat akan meningkatkan kekuatan lensa dan lebih membelokkan berkas sinar. yaitu a. Pada retina juga terdapat fovea centralis. Titik di retina tempat saraf optic keluar dan pembuluh darah berjalan disebut diskus optikus. sel ganglion. dan ligamentum ini menarik lensa menjadi bentuk gepeng dan kurang refraktif. Ketika otot berkontraksi. yang merupakan sel fotoreseptor retina. c. peka cahaya. Setiap retina mengandung sekitar 150 juta fotoreseptor dan lebih dari satu milyar molekul fotopigmen mungkin terkemas di dalam segmen luar setiap fotoreseptor. Sinar harus melewati beberapa lapisan retina sebelum mencapai fotoreseptor. Pada mata normal.siliaris melemas. kelilingnya berkurang sehingga tegangan pada lig. Fungsi utama mata adalah memfokuskan berkas cahaya dari lingkungan ke sel batang dan kerucut.suspensorium berkurang → lensa menjadi lebih bulat. Fotoreseptor kemudian akan mengubah energi cahaya menjadi sinyal listrik untuk ditransmisikan ke SSP. Lapisan dalam. tetapi otot ini berkontraksi agar lensa menjadi lebih konveks dan lebih kuat untuk melihat dekat. Fotopigmen akan mengalami perubahan kimiawi ketika diaktifan oleh sinar → terbentuknya potensial . Bagian saraf dari retina terdiri dari 3 lapisan. Foto transduksi oleh sel retina mengubah rangsangan cahaya menjadi sinyal saraf. membuat fovea menjadi titik dengan penglihatan paling jelas. Lapisan tengah. dengan stimulasi simpatis menyebabkan relaksasi dan stimulasi parasimpatis menyebabkan berkontraksi. sel bipolar.

Kebocoran pasif Na+ masuk ke sel → depolarisasi fotoreseptor → menyebar ke ujung sinaps → menyebabkan saluran Ca2+ berpintu voltase di ujung sinaps tetap terbuka → Ca2+ masuk → neurotransmitter dilepas dari ujung sinaps dalam keadaan gelap. satu di sel batang dan masing-masing satu di ketiga jenis sel kerucut. Tanpa cahaya. menyebabkan kita dapat melihat warna. Pada pajanan ke sinar. Penurunan pengeluaran neurotransmitter yang menyertai hiperpolarisasi reseptor yang diinduksi oleh cahaya menurunkan efek inhibitorik pada sel bipolar. Selanjutnya. Neurotransmitter yang dibebaskan dari ujung sinaps memiliki efek inhibitorik pada sel bipolar. pada dasarnya sama untuk semua fotoreseptor. Retinen adalah bagian fotopigmen yang menyerap cahaya. sel batang hanya memberi bayangan abu-abu dengan mendeteksi perbedaan intensitas. Fototransduksi. Membrane plasma segmen luar fotoreseptor mengandung saluran Na+ bergerbang kimia. Fotopigmen yang aktif → mengaktifkan transdusin → mengaktifkan enzim intrasel fosfodiesterase → menguraikan cGMP sehingga konsentrasinya berkurang → penurunan cGMP memungkinkan saluran Na+ tertutup → menghentikan depolarisasi dan menyebabkan hiperpolarisasi membrane → hiperpolasrisasi merupakan potensial reseptor → menyebar ke ujung sinaps → penutupan canal Ca2+ → penurunan pelepasan neurotransmitter dari ujung sinaps. suatu protein yang merupakan bagian integral dari membrane diskus dan retinen. hijau. fotopigmen sel batang menyerap semua panjang gelombang cahaya tampak. tetapi mekanismenya bertentangan dengan cara biasa reseptor berespons terhadap stimulus adekuatnya—biasanya mengalami depolarisasi saat dirangsang—tetapi fotoreseptor mengalami hiperpolarisasi ketika menyerap cahaya. Fotopigmen terdiri dari dua komponen : opsin. Karena itu. fotoreseptor bersinaps dengan sel bipolar. Dengan menggunakan masukan visual dari sel batang. Keempat fotopigmen ini menyerap panjang gelombang sinar yang berbeda-beda. Terdapat empat fotopigmen berbeda. sehingga selsel tersebut tereksitasi dan menyampaikan informasi yang dilihat ke jalur penglihatan otak. Aktivitas fotoreseptor dalam keadaan terang. Pengikatan cGMP ke saluran Na+ membuat saluran ini tetap terbuka. konsentrasi cGMP menurun melalui serangkaian reaksi biokimia yang dipicu oleh pengaktifan fotopigmen → retinen berubah bentuk dan mengaktifkan fotopigmen. Aktivitas fotoreseptor dalam gelap. otak tidak dapat membedakan antara berbagai panjang gelombang dalam spectrum sinar tampak. Saluran ini berespons terhadap pembawa pesan kedua internal. Sel-sel ini selanjutnya berakhir di ganglion.reseptor yang akhirnya menghasilkan potensial aksi → menyalurkan informasi ke otak untuk pemrosesan visual. proses pengubahan rangsangan cahaya menjadi sinyal listrik. . Fotopigmen di ketiga jenis sel kerucut—sel kerucut merah. sehingga saluran Na+ fotoreseptor tetap terbuka walaupun tidak mendapat rangsangan—dalam keadaan gelap. Sel batang dan kerucut mengandung suatu protein G yang dinamai transdusin. konsentrasi cGMP tinggi. Rodopsin. suatu turunan vitamin A yang terikat di bagian dalam molekul opsin. GMP siklik/cGMP. biru—berespons secara selektif terhadap berbagai panjang gelombang cahaya. yang akson-aksonnya membentuk saraf optic untuk transmisi sinyal ke otak. bukan perbedaan warna.

Sifat-sifat Penglihatan Batang dan Kerucut Sel Batang Sel Kerucut 100 juta/ retina 3 juta/retina Penglihatan dalam rona abu-abu Penglihatan warna Kepekaan tinggi Kepekaan rendah Ketajaman rendah Ketajaman tinggi Banyak konvergensi di jalur Sedikit konvergensi di jalur retina retina Terkonsentrasi di fovea Lebih banyak di perifer (Lauralee Sherwood. 2012) .

Selain itu penyebab lain adalah kekeringan pada mata. debu.9-20. keratitis dibedakan menjadi : a. membrane Descemet. Bintikbintik akan tampak dengan pemulasan fluoresin terutama pada daerah pupil. pemakaian kortikosteroid topikal yang tidak terkontrol. kekebalan tubuh yang menurun karena penyakit lain.7 per 100.000 orang tiap tahun. virus dan jamur dapat menyebabkan keratitis. Keratitis merupakan kelainan akibat terjadinya infiltrasi sel radang pada kornea yang akan mengakibatkan kornea menjadi keruh. Bakteri. Dibedakan menjadi dua.000 penduduk di Indonesia. perbandingan laki-laki dan perempuan tidak begitu bermakna pada angka kejadian keratitis. Epidemiologi Di negara-negara berkembang insidensi keratitis berkisar antara 5. trauma kimia ringan. Biasanya terjadi pada dewasa muda. kekurangan vitamin A dan penggunaan lensa kontak yang kurang baik. stroma.3 per 100.3. Herpes genital atau infeksi virus lain. membran Bowman. pajanan terhadap cahaya yang sangat terang. penggunaan lensa kontak. dsb). Keratitis pungtata Keratitis yang terkumpul di daerah membrane Bowman. sinar ultraviolet. Peradangan juga dapat melibatkan lebih dari satu lapisan kornea. reaksi alergi atau mata yang terlalu sensitif terhadap kosmetik mata.Keratitis pungtata superfisial Gambarannya seperti infiltrate halus bertitik-titik pada permukaan kornea. dan pemakaian lensa kontak. pemakaian lensa kontak dan perawatan lensa kontak yang buruk. penggunaan lensa kontak yang berlebihan. dan kadang-kadang tidak diketahui penyebabnya. Disebabkan sindrom dry eye. . serta higienis dan nutrisi yang tidak baik. Predisposisi terjadinya keratitis antara lain terjadi karena trauma. dan pemakaian obat tetes mata tradisional. Etiologi Penyebab keratitis bermacam-macam. Klasifikasi Berdasarkan lokasi/letaknya. keratopati logaftalmos. yaitu : . dengan infiltrate berbentuk bercak-bercak halus. blefaritis. Insidensi keratitis pada tahun 1993 adalah 5. Pada umumnya didahului oleh keadaan trauma pada kornea. Peradangan tersebut dapat terjadi di epitel. keracunan obat topikal (neomisin. tobramisin. Penyebab paling sering adalah virus herpes simplex tipe 1. Keratitis Keratitis adalah peradangan pada salah satu dari kelima lapisan kornea.Keratitis pungtata subepitel . benda asing yang masuk ke mata. ataupun endotel. polusi atau bahan iritatif lain.

Hal yang murni epithelial adalah dendritic dan stromal adalah diskiformis. dan bagian tumbuh-tumbuhan. vaksinia. dibedakan menjadi: a. . Kerusakan epitel terjadi karena pembelahan virus di dalam sel epitel → membentuk tukak kornea superfisial. herpes zoster. Keratitis ini juga disebut keratitis parenkiimatosa. trauma. dan Curvularia. Kreatitis bacterial Setiap bakteri seperti Staphylococcus. Aspergilus. . c. Dimulai dengan suatu trauma pada cornea oleh ranting pohon. Fusarium.  Keratitis dendritic Merupakan keratitis superfisial yang membentuk garis infiltrate pada permukaan kornea yang kemudian membentuk cabang. Streptococcus. Yang disebabkan oleh herpes simpleks dibagi dalam 2 bentuk yaitu epithelial dan stromal. Seluruh kornea keruh sehingga iris sukar dilihat. Dapat terjadi akibat alergi atau infeksi spiroket ke dalam stroma kornea dan akibat tuberculosis. Sering diduga sebagai reaksi alergi/ imunologik terhadap infeksi virus herpes simpleks pada permukaan kornea. Keratitis interstisial Ditemukan pada jaringan kornea yang lebih dalam.Keratitis herpetic Disebabkan oleh herpes simpleks dan herpes zoster. b. Kerusakan stroma diakibatkan oleh proses imunologik tubuh pasien sendiri terhadap virus yang menyerang. Biasanya merupakan keratitis profunda superfisialis akibat infeksi virus herpes simpleks. Keratitis jamur Lebih jarang dibandingkan keratitis bacterial. gambarannya seperti infiltrate halus bertitik-titik pada dataran depan kornea yang dapat terjadi pada penyakit seperti herpes simpleks. merupakan keratitis nonsupuratif profunda disertai dengan neovaskularisasi. Saat ini infeksi jamur bertambah dengan pesat dan dianggap sebagai akibat sampingan pemakaian antibiotic dan kortikosteroid yang tidak tepat.Infeksi herpes zoster .” Berdasarkan penyebab/causanya. Terdapat injeksi siliar disertai dengan serbukan pembuluh ke dalam sehingga memberikan gambaran merah kusam “salmon patch. c. Pseudomonas. Permukaan kornea seperti permukaan kaca. infeksi virus. Keratitis marginal Merupakan infiltrate yang tertimbun pada tepi kornea sejajar dengan limbus.  Keratitis disiformis Keratitis membentuk kekeruhan infiltrate yang bulat atau lonjong di dalam jaringan kornea. daun. sulit untuk membedakannya. Kebanyakan jamur disebabkan oleh Candida. Biasanya infeksi herpes simpleks ini berupa campuran epitel dan stroma. biasanya bilateral dan berjalan kronis tanpa terlihat gejala kelainan konjungtiva.Terkumpul di daerah membrane Bowman. kontaminasi obat tetes. dan trakoma. Keratitis virus Keratitis pungtata superfisial. dan Enterobacteriacea dapat menyebabkan keratitis bakterial. Dengan factor predisposisi seperti pemakaian kontak lens. b.

sering terdapat unilateral pada petani sawah Keratitis filamentosa Keratitis yang disertai adanya filament mukoid dan deskuamasi saluran epitel pada permukaan kornea. Tidak diketahui apa yang menyebabkannya terjadi. eksoftalmos. berkelompok. Patofisiologi Epitel adalah sawar yang efisien terhadap masuknya mikroorganisme kedalam kornea. Penyebabnya tidak diketahui. dsb. trakoma.Virus herpes zoster dapat menyebabkan infeksi pada ganglion Gaseri saraf trigeminus. Keratitis lagoftalmos Terjadi akibat adanya lagoftalmos dimana kelopak mata tidak dapat menutup dengan sempurna sehingga terdapat kekeringan kornea. stroma yang avaskuler dan membrane Bowman mudah terinfeksi oleh berbagai macam mikroorganisme seperti amoeba. Streptococcus pneumonia (pneumokokus) adalah bakteri pathogen kornea sejati. Berjalan lambat. Biasanya bersifat bilateral dan dimulai dari daerah limbus. bakteri dan jamur. atoni orbicularis okuli. Biasanya mengenai orang usia lanjut. Keratitis neuropalatik Merupakan keratitis akibat kelainan saraf trigeminus. Dapat disertai penyakit lain seperti keratokonjungtivitis sika. Lagoftalmos dapat disebabkan tarikan jaringan parut pada tepi kelopak. Bila yang terkena ganglion cabang oftalmik maka akan terlihat gejala herpes zoster pada mata. Biasanya berupa tukak kornea akibat flikten yang menjalar ke daerah sentral disertai fasikulus pembuluh darah. DM. sarkoidosis. sehingga terdapat kekeruhan kornea yang tidak sensitive disertai kekeringan kornea. Keratitis lainnya adalah sebagai berikut : Keratitis dimmer/numularis Keratitis dengan infiltrate yang bundar. Keratitis alergi/Keratokonjungtivitis flikten Merupakan radang kornea dan konjungtivitis yang merupakan reaksi imun yang mungkin sel mediated pada jaringan yang sudah sensitive terhadap antigen. dan proptosis karena tiroid. dan tepinya berbatas tegas sehingga memberikan gambaran halo. . Gangguan persarafan dapat terjadi akibat herpes zoster. tumor dosa posterior cranium. pascabedah katarak. namun diduga terjadi karena perubahan susuana serat kolagen yang menetap. pathogen lain memerlukan inokulum yang berat atau hospes yang lemah (misalnya pada pasien yang mengalami defisiensi imun) agar dapat menimbulkan infeksi. dan keracunan kornea oleh obat tertentu. Gejala ini tidak akan melampaui garis median kepala. Keratitis fasikularis Keratitis dengan pembentukan pita pembuluh darah yang menjalar dari limbus kearah kornea. peradangan atau keadaan lain sehingga kornea menjadi anestesis. Keratitis sklerotikan Kekeruhan berbentuk segitiga pada kornea yang menyertai radang sclera/skeliritis. paralise sraf fasial. Kelainan ini ditemuka pada sindrom mata kering. Namun sekali kornea mengalami cedera.

Bila tukak pada kornea tidak dalam dengan pengobatan yang baik dapat sembuh tanpa meninggakan jaringan parut. Manifestasi Klinis Tanda patognomik dari keratitis ialah terdapatnya infiltrat di kornea. Adanya ulkus ini dapat dibuktikan dengan pemeriksaan fluoresin sebagai daerah yang berwarna kehijauan pada kornea. Mediator inflamasi yang dilepaskan pada peradangan kornea juga dapat sampai ke iris dan badan siliar menimbulkan peradangan pada iris.Nyeri . namun apabila tukak dalam apalagi sampai terjadi perforasi penyembuhan akan disertai dengan terbentuknya jaringan parut. Sesudah itu terjadilah infiltrasi dari sel-sel lekosit. tidak dapat segera ditangani seperti pada jaringan lainnya yang banyak mengandung vaskularisasi. Sel-sel di stroma kornea pertama-tama akan bekerja sebagai makrofag. sel plasma yang mengakibatkan timbulnya infiltrat.Radang pada kelopak mata (bengkak. Peradangan pada iris dapat dilihat berupa kekeruhan di bilik mata depan. baru kemudian disusul dengan dilatasi pembuluh darah yang ada di limbus dan tampak sebagai injeksi pada kornea. makula.Kornea adalah struktur yang avaskuler oleh sebab itu pertahanan pada waktu peradangan. Adapun gejala umumnya adalah : . dan leukoma. penyembuhan berakhir dengan pembentukan jaringan parut (sikatrik). sedangkan iritasi yang terjadi pada ujung saraf kornea merupakan fenomena reflek yang berhubungan dengan timbulnya dilatasi pada pembuluh iris. Rasa sakit juga diperberat dengan adanaya gesekan palpebra (terutama palbebra superior) pada kornea dan menetap sampai sembuh. sel-sel polimorfonuklear. Infiltrat dapat ada di seluruh lapisan kornea → menetapkan diagnosis dan pengobatan keratitis. merah) . yang tampak sebagai bercak kelabu.Keluar air mata yang berlebihan . keruh dan permukaan kornea menjadi tidak licin.Mata merah . Kornea mempunyai banyak serabut saraf maka kebanyakan lesi pada kornea baik superfisial maupun profunda dapat menimbulkan rasa sakit dan fotofobia.Penurunan tajam penglihatan . Epitel kornea dapat rusak sampai timbul ulkus. yang dapat berupa nebula. Kontraksi bersifat progresif. Pada peradangan yang dalam. regresi iris. yang meradang dapat menimbulkan fotofobia.Sensitif terhadap cahaya .

Steroid+ sikloplegik siklopegik Uji Bakteri Sensibilitas Infeksi local Diagnosis banding lainnya adalah sbb : Mata Merah Visus Normal Pterigium.Diagnosis d an Pemeriksaan Penunjang Diagnosis Banding Mata Merah Konjungtivitis Keratitis/ Ulkus Kornea Sakit Kesat Sedang Kotoran Sering purulen Hanya refleks epifora Fotofobia Ringan Kornea Jernih Fluoresein +++/Iris Normal Penglihatan N <N Sekret (+) (-) Suar/Fler -/+ Pupil fixed N <N oval Tekanan N N Vaskularisasi a. pseudopterigium. hematoma Siliar Siliar Antibiotika. konjungtivitis. trakoma. . pinguekula dan pinguekula subkonjungtiva.konjungtiva posterior Injeksi Konjungtival Pengobatan Antibiotik Siliar Iritis Akut Sedang-hebat Ringan Hebat Presipitat “muddy” <N (-) +/+ <N <N> (pegal) Pleksus siliar Glaukoma Akut Hebat dan menyebar Sedang Edema Abu-abu-hijau-hijau <N (-) -/+ >N >N +++ (sangat pegal) Episkleral Episkleral Miotika Diamox+ bedah Tonometri iritans. episkleritis-skelritis.

Jika lesi pada keratitis superficial berlanjut hingga menjadi ulkus kornea dan jika lesi pada keratitis tersebut telah melebihi dari epitel dan membran bowman maka prognosis fungsionam akan semakin buruk. Dengan demikian bila dibagi tiga maka masing-masing cukup untuk menampung 500 ml. amblyopia toksik. membantu saudaranya. jika . Pola makan itu sendiri adalah kunci utama dalam menjaga kesehatan tubuh. Kesehatan memungkinkan setiap Muslim menjalankan ibadah. Memelihara Kesehatan Mata Menurut Ajaran Islam Salah satu pesan Rasulullah SAW bagi umatnya ialah jaga sehatmu sebelum datang sakitmu.Mata Merah Visus Turun Iritis. agar kesehatan yang kita miliki dapat terjaga. glaucoma. okulopati iskemik. Kalaupun ada perbedaan umumnya tidak terlalu jauh. Pemberian kortikosteroid topikal untuk waktu lama dapat memperpanjang perjalanan penyakit hingga bertahun-tahun serta dapat pula mengakibatkan timbulnya katarak dan glaukoma yang diinduksi oleh steroid. Penatalaksanaa Komplikasi Pencegahan Prognosis Prognosis fungsionam pada keratitis sangat tergantung pada jenis keratitis itu sendiri. endoftalmitis. Oleh karena itu. Mensyukuri dalam arti senantiasa berupaya menjaga kesehatan yang telah Allah anugerahkan. Sebab ukuran normal lambung manusia hanya sekitar 1500 ml. oklusi vena/arteri retina sentral. ablasi retina. Upaya menjaga kesehatan ini merupakan bentuk kesyukuran yang sangat dianjurkan oleh beliau. Hal ini biasanya terjadi jika pengobatan yang diberikan sebelumnya kurang adekuat. uveitis. panoftalmitis Penglihatan Turun Mata Normal (Tidak Merah) Neuritis optic. ataupun dapat juga karena mata pasien tersebut masih terpapar secara berlebihan oleh lingkungan luar. neuritis intraocular/papilitis. sudah selayaknya setiap Muslim mensyukuri nikmat tersebut. Dalam hal makan Rasulullah SAW menekankan agar umatnya cukup mengonsumsi makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. terdapat penyakit sistemik lain yang dapat menghambat proses penyembuhan seperti pada pasien diabetes mellitus. Rasulullah SAW telah memberikan teladan terbaik mengenai bagaimana cara atau metode yang harus kita lakukan. katarak. migren. sindrom vogt koyanagi-harada. Nikmat terbesar dari Allah setelah iman dan Islam ialah kesehatan. 4. Menerapkan pola makan yang Islami adalah cara terbaik untuk mencegah datangnya berbagai macam penyakit. dan mengangkat beban yang berat. amaurosis fugaks. Maka dari itu. neuritis retrobulbar. Hal ini menunjukkan bahwa kesehatan itu sangat penting dan wajib dijaga. kurangnya kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi yang sudah dianjurkan. sehingga staminanya tidak merosot dan tubuh tetap sehat. misalnya karena sinar matahari ataupun debu.

Aku pun mengikuti beliau dengan pandanganku. Kalau terpaksa. ‘Setiap penyakit yang masih bisa diatasi dengan makanan sehat dan pencegahan.com/2011/09/19/ajaran-islam-mengenai-menjaga-kesehatan/ Ilyas. Al-Tirmidzi. 2012. Oleh karena itu pantas jika ada ungkapan bahwa siapa yang makan makanaan sehat maka ia tak perlu makan obat. Mereka menegaskan (kata Ibnul Qayyim). “Kalangan medis sepakat bahwa selama penggunaan makanan sehat sudah cukup digunakan dalam pengobatan. Sri Rahayu. Anas bin Malik menceritakan. sepertiga minuman dan sepertiga lagi untuk nafas (udara).” (HR. labu madu (labu ketan) adalah yang paling efektif membunuh bakteri. “Tidak ada ‘bencana’ yang lebih buruk yang diisi oleh manusia daripada perutnya sendiri.harus lebih. Bahkan labu juga memiliki manfaat sebagai antioksidan yang dapat mengurangi resiko terjadinya kanker dan penyakit jantung. Meskipun wortel sering disebut buah namun dalam praktiknya wortel di negeri ini juga sering diolah menjadi sayur. Salah satu jenis makanan yang sehat adalah sayur dan buah-buahan. Daftar Pustaka http://jejakjejakjejak. Kemudian wortel (jazar). “Nabi suka sekali makan labu. Suatu hari Nabi diajak makan. Rasulullah amat menggemari sayur-sayuran utamanya labu (waluh: jawa). Dalam dunia medis pun wortel dianjurkan untuk dikonsumsi guna memperkuat penglihatan mata.” (HR. Cukuplah seseorang itu mengonsumsi beberapa kerat makanan yang dapat menegakkan tulang punggungnya. Ilmu Penyakit Mata Edisi 4. Jakarta : Penerbit FKUI. Allah berfirman: ْ ُ َ ُ َ ْ ُ َ ِ ََ َ ُ ََ َ َ ْ ُ َ ْ َ َ َ ِ َ ّ َ ِ ْ ُُ َ ْ ّ َ ّ َ ْ ُ ُ ْ ََ َ ْ َ ََ َ َ َ ْ ُ ُ ْ ََ َ ْ َّ َ ‫وظللنا عليكم الغمام وأنزلنا عليكم المن والسلوى كلوا من طيبات ما رزقناكم وما ظلمونا ولـكن كانوا أنفسهم‬ َ ُ ِْ َ ‫يظلمون‬ “Dan Kami naungi kamu dengan awan. sepertiga sisanya untuk nafas. Selain itu labuh (waluh) memiliki kandungan vitamin A dan beta karoten yang sangat berguna bagi kesehatan mata dan kulit. Sidarta dan Yulianti. cukuplah makan sepertiga volume yang bisa ditampung dalam perut. tidak perlu menggunakan obat. Hasil-hasil riset menunjukkan bahwa famili labu-labuan sangat efektif membunuh bakteri. maka dia bisa mengisi sepertiga perutnya dengan makanan. Ia juga baik dikonsumsi untuk memperlancar buang air kecil dan mensturasi. Dan. Sebab makanan sehat hakikatnya adalah obat. kekebalan tubuh serta reproduksi. Islam dan Makanan Sehat Islam menganjurkan umatnya mengonsumsi makanan sehat. Selama bisa menggunakan obat-obatan sederhana. tidak perlu menggunakan obat-obatan kimia. dan Al-Nasa’i). Tirmidzi dan Abu Dawud). Al-Baqarah: 57) Lebih detail Ibnul Qayyim menjabarkan. dan Kami turunkan kepadamu “manna” dan “salwa”. Makanlah dari makanan yang baik-baik yang telah Kami berikan kepadamu…” (QS. .” (Abu Umar Basyier 2011: 243).wordpress. sepertiga lagi dengan minuman. Ahmad. teidak memerlukan obat-obatan. Wortel dapat meningkatkan vitalitas tubuh. Sebagaimana sabda beliau. Aku sengaja meletakkan potongan labu ke hadapan beliau karena aku tahu beliau amat menyukai labu.

atau parut. Pada : 1. Jakarta: EGC Klasifikas Berdasarkan Diagnosis Morfologiknya. Keratitis Endotelial Disfungsi endotel kornea akan berakibat pada edema kornea. keratopati logaftalmus. repository. Frank H. antara lain infiltrasi. Lauralee. keratitis diklasifikasikan menjadi: 1. keratitis dibagi menjadi : A. Herpes Simplek 3. yang dapat berakibat penipisan atau perforas. Keratitis jenis ini terdapat pada : 1. USA: Icon Costum Communication.Netter. Keratitis Didiformis dari Westhoff 2. 2. keracunan obat topical. sinar ultraviolet. yang mula-mula mengenai stroma dan kemudian epitel. edema tampak sebagai penebalan kornea. Infiltrat subepitelial pada keratokonjungtivitis epidemika. Keratitis Subepitelial Lesi-lesi ini sering sekunder akibat keratitis epithelial (mis. dll. Susunan Saraf Tepi: Divisi Aferen. Jenis ini terdapat pada Keratitis Neuroparalitik. yang menunjukkan akumulasi sel-sel radang. Keratitis Stromal Respon stroma kornea terhadap penyakit. Keratitis Sklerotikan 2. yang disebabkan oleh adenovirus 8 dan 19). 2012. Lokasi lesi-lesi itu juga bervariasi pada kornea. Terdapat pada : 1. dari edema biasa dan vakuolasi sampai erosierosi kecil. Interactive Atlas of Human Anatomy. Herpes Zoster B. Keratitis Pungtata Superfisialis Berupa bintik-bintik putih pada permukaan kornea yang dapat disebabkan oleh sindrom dry eye. pembentukan filament. 2006. D. “perlunakan” atau nekrosis.id/bitstream/123456789/33583/4/Chapter%2520II.ac. Keratitis Numularis dari Dimmer C.usu. Keratitis Bakteri . blefaritis. dan vaskularisasi. trauma kimia ringan dan pemakaian lensa kontak. Keratitis Disiformis Berdasarkan penyebabnya. pengeruhan. Indera Khusus dalam Fisiologi Manusia Dari Sel ke Sistem Edisi 6. Keratitis Intersisial 3.pdf Sherwood. keratinisasi parsial. Keratitis Epitelia Perubahan pada epitel sangat bervariasi.

Keratitis Infeksi Herpes Zoster b. Klasifikasi keratitis berdasarkan lapisan kornea yang terkena. Keratitis Infeksi Herpes Simplek : Keratitis Dendritik dan Keratitis Disiformis 5. Keratitis lepra Suatu bentuk keratitis yang diakibatkan oleh gangguan trofik saraf. Keratitis nummularis Bercak putih berbentuk bulat pada permukaan kornea biasanya multiple dan banyak didapatkan pada petani. Keratokonjungtivitis epidemi c. Keratitis flikten Benjolan putih yang yang bermula di limbus tetapi mempunyai kecenderungan untuk menyerang kornea. Keratitis Pungtata . 2.2. Tukak atau ulkus fliktenular d. Keratitis Herpetik a. disebut juga keratitis neuroparalitik. Keratitis Jamur 3. Keratitis fasikularis e. Keratokonjungtivitis vernal Berdasarkan bentuk klinisnya. Keratokonjungtivitis b. Keratitis Alergi a. yaitu: A. Keratitis Virus 4. 3. Keratitis sika Suatu bentuk keratitis yang disebabkan oleh kurangnya sekresi kelenjar lakrimale atau sel goblet yang berada di konjungtiva. 4. keratitis diklasifikasikan menjadi: 1.

Merupakan cacat halus kornea superfisial dan hijau bila diwarnai fluoresein.Keratitis yang terkumpul di daerah Bowman. Penyakit infeksi lokal konjungtiva dapat menyebabkan keratitis katarak atau keratitis marginal ini. Keratitis Marginal infiltrat yang tertimbun pada tepi kornea sejajar dengan limbus. Keratitis pungtata superfisial memberikan gambaran seperti infiltrat halus bertitik-titik pada permukaan kornea. Sedangkan keratitis pungtata subepitel adalah keratitis yang terkumpul di daerah membran Bowman. Keratitis marginal katarak biasanya terdapat pada pasien setengah umur dengan adanya blefarokonjungtivitis. dengan infiltrate berbentuk bercakbercak halus. B. .

Keratitis interstitial dapat berlanjut menjadi kebutaan. Sifilis adalah penyebab paling sering dari keratitis interstitial.<<Keratitis Marginal (atas) dan Keratitis Interstitial (4 dibawah) C. Keratitis Interstitial Keratitis interstitial adalah kondisi serius dimana masuknya pembuluh darah ke dalam kornea dan dapat menyebabkan hilangnya transparansi kornea. .