LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI

TAHAN NAFAS, TEKANAN PERNAFASAN

Kelompok A6 Dewi Rahmita Sari Faradiba Febriani Farizky Baskoro Ferry Juniansyah Finda Safitri Frenji Afrita Galuh Anidya Pratiwi Gladya Utami Kinanti Rizky Chairunnisa 1102011078 1102011096 1102011100 1102011105 1102011106 1102011109 1102011111 1102011114 1192911138

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS YARSI TAHUN AJARAN 2013-2014

.......... Daftar Pustaka ...........................................9 1 ....................................................................................................Daftar Isi I...7 Kesimpulan ...................................8 Tata Kerja................................................................................................. Tahan Nafas................................9 IV...................................................................9 Hasil Percobaan .....................................................................................................8 Kesimpulan .................................................................5 Tahan Nafas ......................................................... Pernafasan pada Orang ...................... Tekanan Pernafasan ......................................6 Hasil Percobaan ..................................................................8 III...........................8 Hasil Percobaan ....................................................................................................9 Tata Kerja.........................................................................2 II............... Dasar Teori................................7 Tekanan Pernafasan ..............................................................................................................9 Kesimpulan ......................................................................6 Tata Kerja...................................

mengaktifkan . atau menginaktifkan bahan yang melewati sirkulasi paru. Rute untuk mengeluarkan air dan panas.intercostalis externus dengan diafragma maksimal dan dibantu oleh otot pembantu: 2 . memodifikasi. Membantu mengatur keseimbangan asam basa dengan mengubah jumlah CO2 penghasil H+ yang dikeluarkan. Contohnya adalah prostaglandin diinaktifkan saat memasuki paru sehingga tidak menimbulkan efek sistemik. Mengelurkan. Hal ini menyebabkan cavum thorax kembali ke keadaan semula sebelum inspirasi (rongga dada mengecil dan tekanan didalamnya meningkat. g. difusi O2 dan CO2 melalui membran alveoli. reaksi kimia intrasel ketika O2 digunakan dan menghasilkan energi dan CO2. Ketika bernafas dalam kontraksi dan relaksasi otot m. Merupakan system pertahanan terhadap benda asing. Kerja Otot: Ketika inspirasi biasa terjadi kontraksi m intercostalis externus (mengangkat costae ke anterior) dan diapraghma (bergerak ke inferior). DASAR TEORI Fungsi Pernafasan Fungsi utama pernafasan adalah memperoleh O2 untuk digunakan oleh sel tubh dan menegluarkan CO2 yang diproduksi sel tubuh. Menuju nares posterior (choana) → nasopharynx → oropharynx 3. e.karena adanya perbedaan tekanan pada rongga dada dan system tungkai dan abdomen. Memungkinkan kita berbicara. maka terjadi perbedaan gradien tekanan eksternal. Paru-paru bekerja pada bahan-bahan spesifik yang melewati paru sebelum menuju ke sistemik. Ketika ekspirasi biasa terjadi relaksasi m intercostalis externus dan diaprgahma. d. • Pernafasan internal. Sebagai indra penciuman Pernafasan terbagi atas: • Pernafasan external. Tujuannya adalah agar mencegah dinding alveolus tidak kering. Perbedaan ini memeras darah dari vena-vena bawah masuk ke vena-vena dada. Hal ini menyebabkan cavum thorax terangkat dan volumenya membesar dan mengakibatkan tekanan didalamnya mengecil. f. dan vokalisasi lain. Trachea → bifurcatio trachea → bronchus principales (primer) → bronchus sekunder → bronchus segmentalis (tersier) → bronkiolus terminalis → bronkiolus respiratorius → ductus alveolaris → alveolus. Epiglotis membuka aditus laryngis → larynx 4. menyanyi. Proses respirasi: 1. meingkatkan aliran balik vena. Fungsi non respiratorik lainnya yaitu: a. c.I. Meningkatkan aliran balik vena. karena O2 dan CO2 tidak dapat berdifusi melalui membrane yang kering. Udara yang masuk dilembabkan dan dihangatkan oleh saluran nafas sebelum di keluarkan. b. Udara masuk ke nares anterior menuju vestibulum nasi dan diteruskan ke cavum nasi 2.

Bronchospasme karena asthma bronchiale atau alergi Difusi Difusi oksigen berjalan lancar bila alveoli mengembang baik dari jarak disfusi transmembran pendek Edema menyebabkan jarak disfusi oksigen menjauh hingga kadar O2 dalam darah menurun (hipoxemia).• • Inspirasi: m scalenus dan m sternocleidomastoideus Ekspirasi: m obliquus externus. Resistensi terhadap aliran yang terjadi di dalam saluran nafas 3. Pada saat beraktivitas. ambilan oksigen dapat mencapai 4-6 liter per menit dan volume udara inspirasi per menit dapat meningkatsampai dua puluh kali lipat.Volume paru pria juga lebih besar daripada wanita. Perfusi : aliran darah yang membawa O2 ke jaringan. Distribusi : pembagian udara ke cabang-cabang bronchus 3. Ventilasi paru tersebut dipengaruhi oleh: 1. m intercostalis internus Proses Pernafasan 1. Volume paru normal sangat dipengaruhi oleh ukuran sistem pernapasan dan usia. Keadaan ini dicapai dengan peningkatan volume tidal dan frekuensi pernapasan. ventilasi meningkat pula sesuai dengan beratnya aktivitas tersebut. serta uji yang berhubungan dengan pertukaran gas. Pada saat gerak badan. 2. Sifat elasitik atau daya kembang paru dan dinding dada. Uji fungsi paru terbagi atas dua kategori. Retensi spututm menyebabkan obstruksi bronchioli. Daya kembang paru jugatergantung pada ukuran paru. Ventilasi : pertukaran udara keluar masuk paru-paru. 2. Compliance atau daya kembang paru adalah perubahan volume per liter yang disebabkan oleh tiap perubahan satu unit cmHg. Jadi daya kembang bayi lebih kecil daripada orang dewasa. Uji fungsi ventilasi termasuk pengukuran volume paru-paru dalam keadaan statis atau dinamis. Volume paru 2. Distribusi Gangguan distribusi disebabkan oleh: 1. m rectus abdominis. Disfusi CO2 tidak pernah terganggu karena kapasitas disfusi CO2 jauh lebih besar daripada oksigen Pada edema paru tahap awal terjadi penumpukan cairan dalam jaringan 3 . Diffusi : peresapan masuknya oksigen dari alveoli ke darah dan pengeluaran CO2 dari darah ke alveoli 4. Ventilasi Merupakan suatu proses pemindahan udara inspirasi ke dalam alveolar. hipovcntilasi alveolair dan atelectasis. Aspirasi masuknya benda asing ke jalan nafas. yaitu uji yang berhubungan dengan ventilasi paru dan dinding dada. dan daya kembang orang yang berbadan kecil juga berbeda dengan daya kembang orang yang berbadan besar. 3.

Tekanan dalam ventilasi: 1.di sekitar alveoli dan kapiler (interstitial edema) Pada tahap lanjut cairan masuk ke dalam alveoli . Perfusi Aliran darah di kapiler paru (perfusi) ikut menentukan jumlah O2 yang dapat diangkut Masalah timbul jika terjadi ketidak-seimbangan antara ventilasi alveolair (VA) dengan perfusi (Q) yang lazim disebut VA/Q imbalance Dapat terjadi : A. Pada ketinggian permukaan laut tekanan ini sama dengan 760 mmHg . yaitu: 4 . Volume Paru Volume paru terbagi menjadi 4 bagian. perfusi normal → semua O2 diambil darah B. Besarnya ± 500 ml pada rata-rata orang dewasa. Volume Cadangan Eskpirasi adalah jumlah udara yang masih dapat dikeluarkan dengan ekspirasi kuat pada akhir ekspirasi normal. Terjadi pada atelektasis edema paru. yaitu: 1. 2. 3. C. Tek Atmosfir atau barometer besar Tekanan yang ditimbulkan oleh berat udara atmosfer pada benda di permukaan bumi. Ventilasi normal. dan biasanya mencapai ± 3000 ml. Ventilasi normal. tak semua O2 sempat diambil unit ini dinamai “dead space” yang terajadi pada shock dan emboli paru. Silent unit: tidak ada ventilasi dan perfusi.alveolar edema. 3. Kapasitas Paru Kapasitas paru merupakan gabungan dari beberapa volume paru dan dibagi menjadi empat bagian.Intrapleura atau intrathorakal atau tekanan Donders Tekanan yang terdapat dalam rongga pleura adalah 756 mmHg saat istirahat dan biasanya lebih rendah dari pada tekanan atmosfer. Tek. Tek intraalveolar atau intrapulmonal Tekanan dalam alveolus dan berhubungan dengan atmosfer melalui saluran napas penghantar. Volume Tidal adalah volume udara yang diinspirasi atau diekspirasi pada setiap kali pernapasan normal. Volume Cadangan Inspirasi adalah volume udara ekstra yang diinspirasi setelah volume tidal. Darah tidak mendapat cukup oksigen (desaturasi) unit ini disebut "Shunt".makin ke atas maka tekanannya makin kecil. perfusi kurang → ventilasi berlebihan. Besarnya ± 1200 ml. pada keadaan normal besarnya ± 1100 ml. 2. Ventilasi berkurang → perfusi normal. Volume Residu. 4. ARDS dan aspirasi cairan D. yaitu volume udara yang masih tetap berada dalam paru-paru setelah ekspirasi kuat.

dan merupakan jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dari paru. 3. Kapasitas Paru Total . Besarnya ± 2300 ml. 2. Kapasitas Inspirasi . 5 . adalah volume maksimal dimana paru dikembangkan sebesar mungkin dengan inspirasi paksa. setelah terlebih dahulu mengisi paru secara maksimal dan kemudian mengeluarkannya sebanyak-banyaknya. dan merupakan besarnya udara yang tersisa dalam paru pada akhir eskpirasi normal. Volume dan kapasitas seluruh paru pada wanita ± 20-25% lebih kecil daripada pria. sama dengan kapasitas vital + volume residu. sama dengan volume tidal + volume cadangan inspirasi. dan lebih besar pada atlet dan orang yang bertubuh besar daripada orang yang bertubuh kecil dan astenis. Kapasitas Vital . sama dengan volume cadangan inspirasi + volume tidal + volume cadangan ekspirasi. sama dengan volume cadangan inspirasi + volume residu. Besarnya ± 5800 ml. Besarnya ± 4600 ml. Kapasitas Residu Fungsional . dan merupakan jumlah udara yang dapat dihirup seseorang mulai pada tingkat ekspirasi normal dan mengembangkan paru sampai jumlah maksimum. Besarnya ± 3500 ml. 4.1.

Pada akhir ekspirasi biasa 3. TAHAN NAFAS.Yang kosong . Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat setelah o. Stopwatch/arloji 2.p dapat menahan napas (dalam detik) dengan cara menghentikan pernapasan dan menutup mulut dan hidungnya sendiri hingga tercapai breaking point pada berbagai kondisi pernapasan seperti tercantum dalam daftar dibawah ini (berilah istirahat 5 menit antara 2 percobaan): 1. Alat yang diperlukan: 1. 2. 2.II. 7.2. 8. Pada akhir inspirasi biasa. 3.p bernapas lagi dengan tenang seperti sebelum berlari. Pada akhir inspirasi yang kuat dari kantong plastic berisi CO2 10% 9. Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat dari kantong plastic berisi O2. Manometer air Tata Kerja: 1. 1. Pada akhir ekspirasi tunggal kuat.1. 5. Tahan Nafas Tetapkanlah lamanya o. biarakn o. Pada akhir inspirasi tunggal setelah bernapas dalam dan cepat selama 3 menit dengan 3 kali permapasan yang terakhir dari kantong plstik berisi O2. Manometer air raksa + botol perangkap 5.Apa yang dimaksud dengan breaking point? Adalah keadaan dimana seseorang tidak dapat lagi menahan napas. Menerangkan perbedaan lamanya menahan napas pada kondisi pernapasan yang berbeda-beda. Beberapa kantong plastic : . Alat analisi gas Fryte: untuk CO2 4.Faktor-faktor apa yang menyebabkan terjadinya breaking point? Kenaikan kadar CO2 dan penurunan kadar O2. 6 .Yang berisi CO2 10% 3.Yang berisi O2 . Mengukur tekanan pernapasan dengan manometer air raksa dan manometer air. Menetapkan tercapainya breaking point seseorang pada waktu menahan napas pada berbagai kondisi pernafasan. Pada akhir inspirasi tunggal yang kuat segera sesudah berlari ditempat selama 2 menit. 9 tercapai.p bernapas lagi selama 40 detik. 4. Setelah breaking point pada percobaan no. 6.p bernapas dalam dan cepat selama 1 menit. 10. 1. kemudian tentukanlah berkali-kali lama menahan napas selama 40 detik sampai o. TEKANAN PERNAFASAN Tujuan: 1. Pada akhir inspirasi tunggal kuat.

2. bila perfusi berkurang secara relative terhadap ventilasi. Hal ini disebabkan oleh adanya volume cadangan inspirasi atau ekspirasi.p bernapas lagi selama 40 detik. 6. o. Sebaliknya. Semakin berat aktivitas. PO2 di alveolus menurun akibat berkurangnya pengiriman O2 ke alveolus dan PCO2 meningkat karena menurunnya pengeluaran CO2. Akhir inspirasi tunggal yang kuat setelah o. Paru-paru akan memasukkan dan mengeluarkan jumlah volume yang lebih besar. Kondisi Pernafasan Akhir inspirasi biasa Akhir ekspirasi biasa Akhir inspirasi tunggal kuat Akhir ekspirasi tunggal kuat. kemudian tentukanlah berkali-kali lama menahan napas selama 40 detik sampai o. PCO2 akan berkurang karena lebih sedikit CO2 yang dikirimkan dan PO2 meningkat karena lebih sedikit O2 yang memasuki aliran darah.Bagaimana perubahan pO2 dam pCO2 dalam udara alveoli dan darah pada waktu kerja otot dan dalam keadaan hiperventilasi? Jika terjadi penurunan ventilasi alveolar relatif terhadap perfusinya. 10.3. 5. 3. Pada dasarnya. Hal ini disebabkan oleh volume O2 dan CO2 mempengaruhi lamanya waktu untuk terjadinya ventilasi.p melakukan inspirasi lebih besar daripada saat melakukan ekspirasi.p menurun dan terjadi peningkatan kadar CO2.7. dibantu dengan otot pernafasan pembantu. 7 . 7. 1. CO2 merangsang terjadinya inspirasi.p bernapas dalam dan cepat selama 1 menit Akhir inspirasi tunggal yang kuat dengan O2 Akhir inspirasi tunggal setelah bernapas dalam dan cepat 3 menit dengan 3 kali pernapasan yang terakhir dengan O2 Akhir inspirasi yang kuat dengan CO2 10% Akhir inspirasi tunggal yang kuat setelah berlari ditempat selama 2 menit Setelah no. Percobaan no.p bernapas lagi dengan tenang seperti sebelum berlari.9. 9. Saat kadar O2 dalam tubuh o. 4.1. Waktu 27 detik 22 detik 30 detik 28 detik 45 detik 1menit 5 detik 50 detik 25 detik 5 detik I: 20 detik II: 22 detik III: 22 detik Kesimpulan: Lamanya waktu breaking point pada saat o. Terdapat perbedaan lama waktu pada saat inspirasi dan ekspirasi biasa dengan inspirasi dan eskpirasi kuat. semakin besar kadar O2 yang dibutuhkan oleh tubuh sehingga ventilasi akan semakin meningkat. 9 dan 10 menunjukkan bahwa ventilasi dipengaruhi pula oleh aktivitas. dalam kadar tertentu. 8. Hasil Percobaan: No. paru melakukan ventilasi sehingga kadar O2 naik kembali.

Pada saar inspirasi. Begitu pula kebalikannya pada ekspirasi kuat. Inspirasi kuat akan semakin meningkatkan volume dalam rongga dada.p bernapas biasa selama 1-2 menit. rongga thoraks akan kembali ke keadaan semula dimana rongga dada akan mengecil dan tekanan meningkat. Dengan tetap bernapas melalui hidung.4. rongga thoraks akan terangkat dan volumenya membesar. mengakibatkan tekanan di dalamnya mengecil. derajat pengempisan jaringan paru juga ditingkatkan oleh kontraksi aktif otot ekspirasi yang menurunkan volume dalam rongga thoraks. hubungkan pipa kaca manometer air dengan mulut o.p melakukan inspirasi dan ekspirasi sekuat-kuatnya beberapa kali sambil menutup hidung. Hasil Percobaan: A. Bila ventilasi meningkat. Catatlah besar tekanan inspirasi dan ekspirasi maksimal o. Permukaan air raksa dalam manometer akan naik turun mengikuti inspirasi dan ekspirasi. 8 . Pengukuran Tekanan Bernapas Normal 1. Sedangkan pada ekspirasi.p saat sedang melakukan inspirasi.p sehingga permukaan air dalam manometer naik turun mengikuti ekspirasi dan inspirasi. dimana tekanan yang membesar pada romgga thoraks setelah inspirasi akan mengeluarkan volume CO2. Suruhlah o. Suruh o. Tekanan Pernapasan Normal Tekanan inspirasi: 40 mmH2O Tekanan ekspirasi: 40 mmH2O Tekanan pernapasan rata-rata: 40 mmH2O B. Catatlah besar tekanan inspirasi dan ekspirasi normal o. sehingga tekanan akan semakin mengecil dan O2 akan lebih mudah masuk. 2.p.p. Hubungkanlah pipa kaca manometer air raksa dengan mulut o. Tekanan Pernapasan Maksimal Tekanan inspirasi: 10 mmHg Tekanan ekspirasi: 30 mmHg Tekanan pernapasan rata-rata: 20 mmHg Kesimpulan: Inspirasi membutuhkan kontraksi otot. Tekanan Pernapasan Maksimal 1.p melalui botol perangkap. Apakah fungsi botol perangkap pada percobaan ini? Berfungsi untuk mencegah masuknya air raksa ke mulut o. sedangkan ekspirasi merelaksasikan otot. 2. Tekanan Pernafasan A.2. B. 1.

tetapi dilakukan pernapasan tenang selama 3 kali. dan dilihat hasilnya di LCD. 4. transducer. Tata Kerja: Mula-mula dicatat data mengenai o.p yaitu jenis kelamin. lalu start/stop ditekan. kemudian ekspirasi komplit.Ekspirasi biasa . Pemeriksaan Kapasitas Pernafasan Maksimal Tekan VC/MVV lalu tekan start/stop. Kapasitas vital fungsional 2. tetapi bila stabil terdapat pesan dan dilakukan pernapasan dangkal. Jakarta: penerbit EGC 9 . Pemeriksaan Kapasitas Vital Tekan VC/MVV. Hasil Percobaan: Percobaan tidak dilakukan sebab alat rusak dan kurangnya waktu untuk bergantian menggunakan alat yang manual. umur.Bernapas biasa 2. 2001. 1. dan dilihat pesan di LCD yaitu napas semaksimal mungkin diluar alat kemudian ekspirasi secepat-cepatnya dengan transducer. PERNAFASAN PADA ORANG Tujuan: Mempelajari: 1. Setelah alat-alat siap dihubungkan dengan listrik. bila tidak stabil tidak terdapat pesan di LCD. Lurva “Flow Volume” Alat yang diperlukan: Autospirometer AS 500 lengkap dengan peralatannya yang terdiri dari Autospirometer AS 500.Inspirasi maksimal . 5. bernapas n\biasa dan cepat selama 12 detik. lalu dilihat pesan yang tertulis do LCD dan dikerjakan: .Ekspirasi pelan-pelan .3. sekpirasi komplit kemudian inspirasi penuh. Daftar Pustaka Sherwood Lauralee. Dan setelah itu dilihat hasilnya dan bila perlu direkam. Kapasitas vital 3. perhatikan pesan [ada LCD. Pemeriksaan Kapasitas Residu Fungsional Seperti diatas. Pemeriksaan Kapasitas Vital Fungsional Tekan FVC. Fisiologi Tubuh Manusia. Kapasitas residu fungsional 4. tinggi badan yang kemudian dimasukkan ke dalam alat. Kemudian dilihat hasilnya di LCD. mouth piece. Pemeriksaan Kurva “Flow Volume” TEkan FCV. Kemudian tekan start/stop lalu baca pesan yang tertulis di LCD. setelah itu tekan Start/Stop. 3.