You are on page 1of 22

19

BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Pengertian Gagal Ginjal Gagal ginjal adalah keadaan dimana kedua ginjal tidak bisa menjalankan fungsinya. Gagal ginjal dibagi menjadi 2 golongan, yaitu : 1. Gagal Ginjal Kronik (GGK) adalah suatu sindrom klinis yang disebabkan penurunan fungsi ginjal yang bersifat menahun, berlangsung progresif yang akhirnya akan mencapai gagal ginjal terminal.5 2. Gagal Ginjal Akut (GGA) adalah suatu sindrom akibat kerusakan metabolik atau patologik pada ginjal yang ditandai dengan penurunan fungsi ginjal yang mendadak dalam waktu beberapa hari atau beberapa minggu dengan atau tanpa oliguria sehingga mengakibatkan hilangnya kemampuan ginjal untuk mempertahankan homeotasis tubuh. 4,7,8 2.2. Anatomi Ginjal Ginjal adalah organ ekskresi yang berperan penting dalam mempertahankan keseimbangan internal dengan jalan menjaga komposisi cairan tubuh/ekstraselular. Ginjal merupakan dua buah organ berbentuk seperti kacang polong, berwarna merah kebiruan.4 Ginjal terletak pada dinding posterior abdomen., terutama di daerah lumbal disebelah kanan dan kiri tulang belakang, dibungkus oleh lapisan lemak yang tebal di belakang peritoneum atau di luar rongga peritoneum. Ketinggian ginjal dapat diperkirakan dari belakang dimulai dari ketinggian vertebra torakalis sampai vertebra

Universitas Sumatera Utara

20

lumbalis ketiga. Ginjal kanan sedikit lebih rendah dari ginjal kiri karena letak hati yang menduduki ruang lebih banyak di sebelah kanan.13 Masing-masing ginjal memiliki panjang 11,25 cm, lebar 5-7 cm dan tebal 2,5 cm.. Berat ginjal pada pria dewasa 150-170 gram dan wanita dewasa 115-155 gram.15 Ginjal ditutupi oleh kapsul tunika fibrosa yang kuat, apabila kapsul di buka terlihat permukaan ginjal yang licin dengan warna merah tua.15 Ginjal terdiri dari bagian dalam, medula, dan bagian luar, korteks. 2.2.1. Bagian dalam (interna) medula. Substansia medularis terdiri dari piramid renalis yang jumlahnya antara 8-16 buah yang mempunyai basis sepanjang ginjal, sedangkan apeksnya menghadap ke sinus renalis.15 Mengandung bagian tubulus yang lurus, ansa henle, vasa rekta dan duktus koligens terminal.13 2.2.2. Bagian luar (eksternal) korteks. Subtansia kortekalis berwarna coklat merah, konsistensi lunak dan bergranula. Substansia ini tepat dibawah tunika fibrosa, melengkung sepanjang basis piramid yang berdekatan dengan sinus renalis, dan bagian dalam di antara piramid dinamakan kolumna renalis. Mengandung glomerulus, tubulus proksimal dan distal yang berkelok-kelok dan duktus koligens.15 Struktur halus ginjal terdiri atas banyak nefron yang merupakan satuan fungsional ginjal.14 Kedua ginjal bersama-sama mengandung kira-kira 2.400.000 nefron. Setiap nefron bisa membentuk urin sendiri. Karena itu fungsi dari satu nefron dapat menerangkan fungsi dari ginjal. 16

Universitas Sumatera Utara

Ini saluran yang secara metabolik tidak aktif.21 Nefron terdiri dari bagian-bagian berikut : 15 a. panjangnya 5 mm. Tubulus ginjal yang langsung berhubungan dengan kapsula Bowman dengan panjang 15 mm dan diameter 55µm. Tubulus distal dari masing-masing nefron bermuara ke duktus koligens yang panjangnya 20 mm. Duktus koligen medula. total panjang ansa henle 2-14 mm. Universitas Sumatera Utara . Glomerulus. selanjutnya ke segmen tebal panjangnya 12 mm. Tubulus proksimal konvulta. Pengaturan secara halus dari ekskresi natrium urine terjadi di sini. Glomerulus berdiameter 200µm. c. e. Bentuknya lurus dan tebal diteruskan ke segmen tipis. Bagian ini merupakan gulungan atau anyaman kapiler yang terletak di dalam kapsul Bowman dan menerima darah arteriolaferen dan meneruskan darah ke sistem vena melalui arteriol eferen. Bagian ini adalah bagian tubulus ginjal yang berkelokkelok dan letaknya jauh dari kapsula Bowman. Duktus ini memiliki kemampuan mereabsorbsi dan mensekresi kalsium. d. mempunyai dua lapisan Bowman dan mempunyai dua lapisan selular yang memisahkan darah dari dalam kapiler glomerulus dan filtrat dalam kapsula Bowman b. Tubulus distal konvulta. Gelung henle (ansa henle).

3.3. c.1. 2. Fungsi ekskresi a.2. Fungsi Endokrin a. Fungsi Ginjal Fungsi ginjal secara keseluruhan di bagi dalam dua golongan yaitu :4 2.22 Gambar 2. Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit.3. Menghasilkan eritropoetin yang berperan dalam pembentukan sel darah merah. Mengekskresi sisa metabolisme protein. Menjaga keseimbangan asam dan basa. sulfat anorganik. dan asam urat. b. Universitas Sumatera Utara . yaitu ureum. Partisipasi dalam eritropoesis. kalium. fosfat.1 Anatomi Ginjal17 2.

3%. GGA paling banyak diderita oleh laki-laki (71. 2. 51.18 Menurut penelitian Orfeas Liangos dkk (2001).8% adalah laki-laki.4%. Amerika serikat.4% dan yang lainnya berjumlah 23.4. Menghasilan renin yang berperan penting dalam pengaturan tekanan darah. penderita GGA yang laki-laki ada sebesar 71.4. Distribusi GGA a.1. Boston. dari empat rumah sakit yang ada di California Selatan. Epidemiologi GGA 2. c. sedangkan perempuan sebesar 48. dari 558. Berdasarkan ras jumlah penderita yang berkulit putih adalah sebesar 82.032 penderita GGA. dan rata-rata terjadi pada penderita yang berumur 45 tahun. Merubah vitamin D menjadi metabolit yang aktif yang membantu penyerapan kalsium. Berdasarkan ras jumlah penderita yang berkulit Universitas Sumatera Utara . Memproduksi hormon prostaglandin.19 Menurut penelitian Ravindra L.4%. Mehta dkk (2002).3%. yang mempengaruhi pengaturan garam dan air serta mempengaruhi tekanan vaskuler.7%). penderita GGA paling banyak diderita oleh kelompok umur 60-82 tahun. jumlah penderita yang berkulit putih ada sebesar 62. Distribusi Menurut Orang GGA dapat terjadi pada siapa saja tanpa memandang jenis kelamin.23 b. Menurut penelitian Bates dkk (2000). Berdasarkan ras. d.2%. sedangkan perempuan ada sebesar 28. Berdasarkan umur.6% sedangkan perempuan sebesar 28. umur ataupun ras.5%. kulit hitam 14.

di Amerika Serikat. 80.24 putih adalah sebesar 59. O’Brien dkk (1996) di Haiti terdapat kasus GGA sebanyak 109 orang.24 Universitas Sumatera Utara . Distribusi Menurut Tempat Menurut penelitian Atef dkk (1990). dari dua propinsi yang ada di Iran dengan jumlah populasi sebanyak 2. Turkey.70% dari jumlah tersebut adalah laki-laki.23 c. Distribusi Menurut Waktu Menurut penelitian Cengiz Utaz.Waikar dkk (2006).228 orang yang menderita penyakit GGA. dimana 59 orang diantaranya meninggal (CFR = 34.21 Menurut penelitian Schiffl dkk (2002).1997 di salah satu rumah sakit di Kayseri. terdapat kasus GGA yaitu sebanyak 30 orang dimana 12 diantaranya meninggal.9 b. ditemukan penderita GGA yaitu berjumlah 323 orang penderita.12 Menurut Jay L. dari 439. pada tahun 1991 .45% adalah penderita berkulit putih.192 orang penderita GGA.5% dimana 50. dengan angka insidensi 13 kasus/1.0%).3 juta orang.3% dari jumlah penderita yang berkulit hitam tersebut adalah lakilaki. Xue dkk pada tahun 1992-2001 di salah satu rumah sakit yang ada di Amerika Serikat ditemukan 255. dimana 53. di negara Jerman pada tahun 1998 terdapat 172 orang penderita GGA.22 Menurut penelitian Katherine L.000 penduduk (CFR = 40%).5% dan paling tinggi terjadi pada mereka yang berusia > 65 tahun (39.20 Menurut penelitian Sushrut S.000. Penderita yang berkulit hitam sebesar 19.3%).

GGA merupakan suatu sindrom klinis oleh karena dapat disebabkan oleh berbagai keadaan dengan patofisiologi yang berbeda-beda.28 Universitas Sumatera Utara .2.27 Menurut penelitian D.25 Menurut penelitian Fernando Liano. pada tahun 19771980 terdapat 202 orang penderita. Universitas Diponegoro . di Madrid. Bates penyakit GGA paling banyak pada penderita yang berumur 45 tahun. Determinan GGA GGA adalah suatu penyakit tidak menular yang merupakan suatu sindrom klinis yang ditandai dengan penurunan mendadak (dalam beberapa jam sampai beberapa hari) laju filtrasi glomerulus (LFG). dan pada tahun 1991 meningkat menjadi 748 orang penderita. Haiti. Spanyol.4.26 2. Umur dan jenis kelamin Usia penderita GGA berkisar antara 40-50 tahun.W. O’Brien.25 Menurut Sushrut S. ditemukan 109 orang penderita GGA yang berumur dibawah 18 tahun. Waikar pada tahun 2004.629 orang yang menderita GGA. dari 3 rumah sakit yang ada di Amerika Serikat ditemukan 99.7 a.23 Berdasarkan data penyakit ginjal anak di Indonesia yang dikumpulkan dari 7 pusat pendidikan Dokter Spesialis Anak yaitu Universitas Sumatera Utara. Host 1. Universitas Padjajaran . Universitas Hasanuddin. tetapi hampir semua usia dapat terkena penyakit ini. Universitas Gadjah Mada dan Universitas Udayana ditemukan sebanyak 107 orang anak yang menderita penyakit GGA. Universitas Indonesia .18 Menurut penelitian Katherine L. disertai sisa metabolisme (ureum dan kreatinin).

30 Universitas Sumatera Utara . Pekerjaan Orang-orang yang pekerjaannya berhubungan dengan bahan-bahan kimia akan dapat mempengaruhi kesehatan ginjal. Air ini sebagai simpanan cairan dalam tubuh. sedangkan perempuan sebesar 48. Di mulai dengan simpanan air tubuh yang mengalami penurunan yang mengakibatkan gangguan kesehatan. ginjal tidak dapat bekerja dengan sempurna maka bahan-bahan yang beredar dalam tubuh tidak dapat dikeluarkan dengan baik sehingga dapat menimbulkan keracunan darah dan menyebabkan penyakit ginjal. Bila tidak cukup cairan atau kurang minum. Sebab bila tubuh tidak menerima air dalam jumlah yang cukup tubuh akan mengalami dehidrasi.2%. Lebih kurang 68% berat tubuh terdiri dari air. Perilaku minum Air merupakan cairan yang sangat penting di dalam tubuh.8% adalah laki-laki. Ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik bila tidak cukup air. 29 3. hal ini membutuhkan jumlah air yang banyak sebelum diedarkan ke dalam darah.26 2. ginjal melakukannya lebih dari 15 kali setiap jam. Menurut penelitian Orfeas Liangos dkk (2001). salah satunya adalah ginjal. Misalnya pada pekerja di pabrik atau industri. Bahan-bahan kimia yang berbahaya jika terpapar dan masuk kedalam tubuh dapat menyebabkan penyakit ginjal. Pada proses penyaringan zat-zat racun. 51.032 penderita GGA.26 Kejadian pada laki-laki dan perempuan hampir sama.30 Organ-organ tubuh yang vital juga sangat peka terhadap kekurangan air. dari 558. Minum air putih dalam jumlah cukup setiap hari adalah cara perawatan tubuh terbaik.

peritonitis. asites. Penurunan curah jantung/kegagalan pompa jantung : a. d. Vasodilatasi sistemik : a. Sirosis hati. Kehilangan darah/ plasma : perdarahan . Penyebab penyakit GGA Prarenal. 2. Hipovolemia. c. c. Kehilangan cairan melalui gastrointestinal. katub jantung). penyakit ginjal lainnya). Tamponade jantung. b.27 4. Renjatan kardiogenik. e. Reaksi anafilaksis. Redistribusi cairan tubuh : pankreatitis. Sepsis. Anestesia/ blokade ganglion. Universitas Sumatera Utara . Emboli paru. b. edema. b. yaitu : a. luka bakar. ginjal (diuretik. 3. infark jantung. c. yaitu : 1. kulit. pernafasan. disebabkan oleh : 5 a. Beberapa penyakit yang dapat menyebabkan penyakit GGA. d. Riwayat penyakit sebelumnya. Gagal jantung kongestif (disfungsi miokard. pembedahan. Vasodilatasi oleh obat. Disritmia. e.

Glomerulonefritis akut Glomerulonefritis akut adalah salah satu jenis GGA renal yang biasanya disebabkan oleh kelainan reaksi imun yang merusak glomeruli. Penyakit kompleks autoimun c. Kelainan tubulus a.28 b. yaitu : 1. Nekrosis Tubular Akut (NTA) akibat iskemia Tipe iskemia merupakan kelanjutan dari GGA prarenal yang tidak teratasi. Hipertensi maligna 2. sehingga tidak terdapat pengeluaran urin dari nefron yang tersumbat. kerusakan atau penghancuran sel-sel epitel dapat terjadi. Penyebab penyakit GGA renal. atau bahkan infeksi kulit streptokokal. Jika iskemia berlangsung cukup berat sampai menyebabkan penurunan yang serius terhadap pengangkutan zat makanan dan oksigen ke sel-sel epitel tubulus ginjal dan jika gangguan ini terus berlanjut. selama tubulus masih baik.31 Universitas Sumatera Utara . sel-sel tubulus hancur terlepas dan menempel pada banyak nefron. Jika hal ini terjadi. Kelainan glomerulus a. nefron yang terpengaruh sering gagal mengekskresi urin bahkan ketika aliran darah ginjal kembali pulih normal. GGA dapat terjadi satu sampai tiga minggu setelah mengalami infeksi dibagian lain dalam tubuh. Infeksi dapat berupa radang tenggorokan streptokokal. tonsilitis streptokokal.7 Iskemia ginjal berat dapat diakibatkan oleh syok sirkulasi atau gangguan lain apapun yang sangat menurunkan suplai darah ke ginjal.31 b. biasanya disebabkan oleh jenis tertentu dari streptokokus beta grup A. Sekitar 95% dari pasien.

Zat-zat yang bersifat nefrotoksik yang khas terhadap sel epitel tubulus ginjal menyebabkan kematian pada banyak sel. dan tamponade. perdarahan. 2. atau asites. Nefritis interstisial akut Nefritis interstisial akut merupakan salah satu penyebab GGA renal. tetapi sel epitel yang baru biasanya tumbuh sepanjang permukaan membran sehingga terjadi perbaikan tubulus dalam waktu sepuluh sampai dua puluh hari. 3. Insufisiensi sirkulasi : misalnya syok. Hipovolemia : misalnya dehidrasi. yaitu lesi nefrotoksik dan lesi iskemik. yang merupakan kelainan pada interstisial. Nefritis interstisial akut dapat terjadi akibat Universitas Sumatera Utara . Histopatologi dikenal 2 macam bentuk kelainan.16 Gejala-gejala yang dapat terjadi pada NTA ini. yaitu : 1. Kelainan interstisial a.29 Beberapa gangguan yang menyebabkan iskemia ginjal. b. Sebagai akibatnya sel-sel epitel hancur terlepas dari membran basal dan menempel menutupi atau menyumbat tubulus. pengumpulan cairan pada luka bakar. Nekrosis Tubular Akut (NTA) akibat toksin Tipe NTA yang kedua yaitu terjadi akibat menelan zat-zat nefrotoksik. 2. Khas pada daerah perbatasan kortiko medular tampak daerah yang pucat. Beberapa keadaan membran basal juga rusak. antara lain : 27 1. Makroskopis ginjal membesar. aritmi jantung. permukaan irisan tampak gembung akibat sembab. payah jantung yang berat.

Vesika urinaria : neoplasma. d. b. Instrinsik : asam urat. Intra ureter : batu. Universitas Sumatera Utara . yaitu : 1. Infeksi tersebut dapat disebabkan oleh berbagai jenis bakteri.30 infeksi yang berat dan dapat juga disebabkan oleh obat-obatan. bekuan darah. Obstruksi intra renal : a. c. bekuan darah.7 Menurut penelitian Fernando.1996. paraparesis. Obstruksi ekstra renal : a. tetapi terutama dari basil kolon yang berasal dari kontaminasi traktus urinarius dengan feses. Dinding ureter : neoplasma. Pelvis renalis : striktur.26 b. Uretra : striktur uretra. Penyebab penyakit GGA postrenal. e. hipertrofi prostat. Trombosis arteri atau vena renalis b. Kelainan vaskular a. Ekstra ureter : tumor cavum pelvis. nefritis interstisial akut merupakan 2. blader diabetik. b. batu. neoplasma. infeksi (TBC). Vaskulitis.1% dari semua penderita GGA. Pielonefritis akut Pielonefritis akut adalah suatu proses infeksi dan peradangan yang biasanya mulai di dalam pelvis ginjal tetapi meluas secara progresif ke dalam parenkim ginjal. kristal asam jengkol.16 4. c. 2. batu.

Yang terjadi adalah berkurangnya aliran atau peredaran darah ke ginjal dengan akibat gangguan penyediaan zat-zat yang diperlukan oleh ginjal. fenol. fungisida. pestisida. Jika seseorang bekerja di dalam ruangan yang bersuhu panas. kadmium. dan metil alkohol. c. hal ini dapat mempengaruhi kesehatan ginjalnya. amfotersisin B. bismut. Ada banyak sekali zat atau obat-obat yang dapat merusak epitel tubulus dan menyebabkan GGA. zat-zat anestetik. d. c. dan lain-lainnya. arsen. Obat-obat dan zat kimia lain : fenilbutazon. dan uranium. tetrasiklin. penisilin. Antibiotik : aminoglikosoid. NTA akibat toksik terjadi akibat menelan zat-zat nefrotoksik.29 Universitas Sumatera Utara . etilon glikol. Pigmen heme : Hemoglobin dan mioglobin. talium. yaitu seperti : 27 a. Environment Cuaca panas dapat mempengaruhi terjadinya penyakit GGA. Pelarut organik : karbon tetraklorida. Agent Agent dalam penyakit GGA adalah jenis obat-obatan. emas. e. timah.31 b. sulfonamida. Logam berat : Hg. dan pada ginjal yang rusak hal ini akan membahayakan. dan kalsium natrium adetat. b.

yaitu : 2. tanpa adanya kelainan histologik atau morfologi pada nefron.5. GGA Prarenal GGA Prarenal adalah terjadinya penurunan aliran darah ginjal (renal hypoperfusion) yang mengakibatkan penurunan tekanan filtrasi glomerulus dan kemudian diikuti oleh penurunan Laju Filtrasi Glomerulus (LFG).13 Keadaan ini umumnya ringan yang dengan cepat dapat reversibel apabila perfusi ginjal segera diperbaiki. Apabila hipoperfusi ginjal tidak segera diperbaiki. GGA prarenal merupakan kelainan fungsional. Katagori GGA ini selanjutnya dapat dibagi menjadi :31 a.5. akan mengakibatkan NTA.5. Keadaan yang mencederai kapiler glomerulus atau pembuluh darah kecil ginjal lainnya b. GGA Renal GGA renal yaitu kelainan yang berasal dari dalam ginjal dan yang secara tibatiba menurunkan pengeluaran urin.2. yang mudah mengalami kerusakan bila terjadi iskemia atau oleh obat nefrotoksik. Pada GGA prarenal aliran darah ginjal walaupun berkurang masih dapat memberikan oksigen dan substrat metabolik yang cukup kepada sel-sel tubulus. Keadaan yang merusak epitel tubulus ginjal. Klasifikasi GGA Klasifikasi GGA dapat dibagi dalam tiga katagori utama.1. oleh Universitas Sumatera Utara .32 2. c. Tubulus ginjal merupakan tempat utama penggunaan energi pada ginjal. Keadaan yang menyebabkan kerusakan interstisium ginjal. 2.

3.5 Gambar 2. Penyebab tersering adalah obstruksi.33 karena itu kelainan tubulus yang disebut Nekrosis Tubular Akut (NTA) merupakan penyebab terbanyak GGA renal. Obstruksi aliran urin ini akan mengakibatkan kegagalan filtrasi glomerulus dan transpor tubulus sehingga dapat mengakibatkan kerusakan yang permanen. GGA Postrenal GGA postrenal adalah suatu keadaan dimana pembentukan urin cukup.2 Klasifikasi GGA32 Universitas Sumatera Utara .4 2. tergantung berat dan lamanya obstruksi.5. namun alirannya dalam saluran kemih terhambat.

13 2. Perjalanan Klinis GGA Perjalanan klinis GGA di bagi menjadi 3 stadium. kejang dan lain sebagainya. kreatinin. Pada fase ini penderita mulai memperlihatkan keluhan-keluhan yang diakibatkan oleh penumpukan air dan metabolit-metabolit yang seharusnya diekskresikan oleh tubuh. azotemia sedikit demi sedikit menghilang. elektrolit (terutama K dan Na). yaitu penurunan kadar urea dan kreatinin. Tetapi dengan berlanjutnya diuresis. kadang-kadang dapat mencapai 4 liter/24 jam.6. kadar urea darah dapat terus meningkat. Stadium Oliguria Stadium oliguria biasanya timbul dalam waktu 24 sampai 48 jam sesudah terjadinya trauma pada ginjal. terutama karena bersihan urea tak dapat mengimbangi produksi urea endogen. keadaan ini disebut dengan anuria. muntah. Selama stadium dini diuresi. 2.1. Tidak jarang produksi urin sampai kurang dari 100cc/24 jam. dan pasien mengalami kemajuan klinis yang benar. Stadium Diuresis Stadium diuresis dimulai bila pengeluran kemih meningkat sampai lebih dari 400 ml/hari. Universitas Sumatera Utara . Di dalam plasma terjadi perubahan biokimiawi berupa peningkatan konsentrasi serum urea. Perubahan pada urin menjadi semakin kompleks. lemah. Produksi urin normal adalah 1-2 liter/24jam.34 2.6. Pada fase ini pertama-tama terjadi penurunan produksi urin sampai kurang dari 400cc/24 jam. Volume kemih yang tinggi pada stadium ini diakibatkan karena tingginya konsentrasi serum urea. dan juga disebabkan karena masih belum pulihnya kemampuan tubulus yang sedang dalam masa penyembuhan untuk mempertahankan garam dan air yang difiltrasi. sakit kepala.2. seperti mual. yaitu : 7. Stadium ini berlangsung 2 sampai 3 minggu.6.

dapat mengandung darah. Nafas mungkin berbau urin (foto uremik). dan selama masa itu.6. Nokturia (buang air kecil di malam hari). Perubahan pengeluaran produksi urine (sedikit. Pembengkakan yang menyeluruh (karena terjadi penimbunan cairan). dan kadang-kadang dapat dijumpai adanya pneumonia uremik. g. yaitu 1. f.3. kedutan otot. Tremor tangan. Pembengkakan tungkai. sakit kepala.4. h. produksi urin perlahan–lahan kembali normal dan fungsi ginjal membaik secara bertahap. d. c. Manisfestasi sistem saraf (lemah. berat jenis sedikit rendah. Stadium Penyembuhan Stadium penyembuhan GGA berlangsung sampai satu tahun.7. muntah. yaitu :. e. i. Kulit dari membran mukosa kering akibat dehidrasi. terutama di tangan atau kaki.14. Gejala-Gejala GGA Gejala klinis yang terjadi pada penderita GGA. Peningkatan konsentrasi serum urea (tetap). 2. kadar kreatinin. anemia dan kemampuan pemekatan ginjal sedikit demi sedikit membaik. dan laju endap darah (LED) tergantung katabolisme (pemecahan protein).35 2.33 a. pucat (anemia). diare. b. Penderita tampak sangat menderita dan letargi disertai mual.010 gr/ml) j. tetapi pada beberapa pasien tetap menderita penurunan glomerular filtration rate (GFR) yang permanen. Berkurangnya rasa. perfusi Universitas Sumatera Utara . dan hipertensi. kaki atau pergelangan kaki. dan kejang).

14. antara lain : 13. kejang-kejang dan kesadaran menurun sampai koma. Membiasakan meminum air dalam jumlah yang cukup merupakan hal yang harus dilakukan setiap orang sehingga faktor resiko untuk mengalami gangguan ginjal dapat dikurangi. serta asupan protein.36 renal.1. Transfusi darah atau pemberian cairan yang adekuat selama pembedahan. perdarahan gastrointestinal berupa hematemesis. 2. Universitas Sumatera Utara . Mengusahakan hidrasi yang cukup pada penderita-penderita diabetes melitus yang akan dilakukan pemeriksaan dengan zat kontras radiografik. b.31. Setiap orang harus memiliki gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan dan olahraga teratur. k.33 a.8. Beberapa pencegahan yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya GGA. edema paru. e. Pada kasus yang datang terlambat gejala komplikasi GGA ditemukan lebih menonjol yaitu gejala kelebihan cairan berupa gagal jantung kongestif. Rehidrasi cairan elektrolit yang adekuat pada penderita-penderita gastroenteritis akut. Pencegahan Primer Pencegahan Primer adalah langkah yang harus dilakukan untuk menghindari diri dari berbagai faktor resiko.8. dan pada trauma-trauma kecelakaan atau luka bakar. Pencegahan 2. d. c. serum kreatinin meningkat pada kerusakan glomerulus.

Penyebab hipoperfusi ginjal hendaknya dihindari dan bila sudah terjadi harus segera diperbaiki. h. untuk mencegah kejadian yang lebih parah atau mencegah kecenderungan untuk terkena GGA renal. Pencegahan Sekunder Pencegahan sekunder adalah langkah yang dilakukan untuk mendeteksi secara dini suatu penyakit.8. Mengatasi penyakit yang menjadi penyebab timbulnya penyakit GGA. i. 2.3. Pencegahan dimulai dengan mengidentifikasi pasien yang berisiko GGA. Monitoring fungsi ginjal yang teliti pada saat pemakaian obat-obat yang diketahui nefrotoksik. kecacatan dan kematian. maka sebaiknya harus segera diatasi sampai benar-benar sembuh. Hindari pemakaian obat-obat atau zat-zat yang bersifat nefrotoksik. Jika ditemukan pasien yang menderita penyakit yang dapat menimbulkan GGA seperti glomerulonefritis akut maka harus mendapat perhatian khusus dan harus segera diatasi. Pengelolaan yang optimal untuk mengatasi syok kardiogenik maupun septik. Cegah hipotensi dalam jangka panjang. Pencegahan Tersier Pencegahan tersier adalah langkah yang biasa dilakukan untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih berat. Pada kasus GGA yang sangat parah timbul anuria lengkap. Pasien akan meninggal dalam waktu 8 Universitas Sumatera Utara .37 f.2. g.5 GGA prarenal jika tidak diatasi sampai sembuh akan memacu timbulnya GGA renal untuk itu jika sudah dipastikan bahwa penderita menderita GGA prarenal.8. 2.

Hal ini perlu diperhatikan karena infeksi merupakan komplikasi dan penyebab kematian paling sering pada gagal ginjal oligurik.13 2. Semua tindakan yang memberikan risiko infeksi harus dihindari dan pemeriksaan untuk menemukan adanya infeksi harus dilakukan sedini mungkin. Defisit volume sirkulasi oleh sebab apapun harus segera diatasi. dan tetap melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check-up) setiap tahunnya. Pengobatan Prinsip pengobatan GGA adalah sebagai berikut : 2.9. Sebagai parameter dapat digunakan pengukuran tekanan vena sentralis jika fasilitas ada. dan produk buangan metabolisme yang bertahan dalam jumlah berlebihan. setiap faktor prarenal harus dikoreksi dengan maksud memperbaiki sirkulasi dan mencegah keterlambatan penyembuhan faal ginjal. elektrolit. Universitas Sumatera Utara .1.9. Maka untuk mencegah terjadinya kematian maka fungsi ginjal harus segera diperbaiki atau dapat digunakan ginjal buatan untuk membersihkan tubuh dari kelebihan air.38 sampai 14 hari. dengan demikian over hidrasi bisa dicegah. Penyakit GGA jika segera diatasi kemungkinan sembuhnya besar. olahraga teratur. Pengobatan Penyakit Dasar Sekalipun GGA sudah terjadi (menetap). tetapi penderita yang sudah sembuh juga harus tetap memperhatikan kesehatannya dan memiliki gaya hidup sehat dengan menjaga pola makan. sehingga jika ditemukan kelainan pada ginjal dapat segera diketahui dan diobati.31 Hindari atau cegah terjadinya infeksi.

b. Pengaturan Diet Selama 48-72 jam pertama fase oligurik terjadi peningkatan urea darah akibat pemecahan jaringan yang hebat.9.27. Terhadap GGA akibat nefrotoksin harus segera diberikan antidotumnya. kecepatan katabolisme jaringan berkurang dan pemberian protein dalam diet dapat segera dimulai. lemak. susu dan daging.39 Terhadap infeksi sebagai penyakit dasar harus diberikan pengobatan yang spesifik sesuai dengan penyebabnya. maka pemakaian obat-obatan ini harus segera dihentikan.33 a.2. jika obat-obatan. Produksi air endogen berasal dari pembakaran karbohidrat. komplikasi-komplikasi (diare. Dianjurkan pemberian 20-40 gram protein per hari yang mempunyai nilai biologis yang tinggi (mengandung asam amino esensial) seperti telur. 0. Pengelolaan Terhadap GGA 13. Pada saat ini pemberian kalori harus dinaikkan menjadi 2000-2500 kalori per hari. Air (H2O) Pada GGA kehilangan air disebabkan oleh diuresis. Pemberian garam dibatasi yaitu. Pengaturan kebutuhan cairan dan keseimbangan elektrolit 1. Universitas Sumatera Utara . Setelah 3-4 hari oligurik. Umumnya untuk mengurangi katabolisme. muntah). jeruk dan kopi). disertai dengan multivitamin. Batasi makanan yang mengandung kalium dan fosfat (pisang.5 gram per hari.27 2. sedangkan zat-zat yang dapat dialisis harus dilakukan dialisis secepatnya. Seratus gram glukosa dapat menekan katabolisme protein endogen sebanyak kira-kira 50%. Selama periode ini pemberian protein dari luar harus dihindarkan. misalnya antibiotika diduga menjadi penyebabnya. diet paling sedikit harus mengandung 100 gram karbohidrat per hari.

d. Kadang-kadang untuk dapat dilakukan operasi diperlukan persiapan tindakan dialisis terlebih dahulu. atau muntah-muntah harus segera diganti. Natrium yang banyak hilang akibat diare.40 dan protein yang banyak kira-kira 300-400 ml per hari. Natrium (Na) Selama fase oligurik asupan natrium harus dibatasi sampai 500 mg per 24 jam. juga memerlukan dialisis. Universitas Sumatera Utara . Dialisis Tindakan pengelolaan penderita GGA disamping secara konservatif. Operasi Pengelolaan GGA postrenal adalah tindakan pembedahan untuk dapat menhilangkan obstruksinya. Tindakan ini dilaksanakan atas indikasi-indikasi tertentu. Pemilihan tindakan dialisis peritonial atau hemodialisis didasarkan atas pertimbangan-pertimbangan indivual penderita. baik dialisis peritoneal maupun hemodialisis. c. Kebutuhan cairan perhari adalah 400-500 ml ditambah pengeluaran selama 24 jam. 2.