You are on page 1of 27

BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Pendidikan merupakan kewajiban bagi setiap manusia oleh sebab itu pendidikan merupakan suatu tolak ukur kepribadian suatu bangsa. Pendidikan merupakan suatu faktor pendorong pembangunan di berbagai sektor kehidupan. Jadi dari pendidikan dapat ditentukan berkualitas atau tidaknya suatu bangsa. Pendidikan menjadi bermakna apabila secara paragmatis dapat mendidik manusia dapat hidup sesuai dengan zamannya. Pendidikan harus dilihat sebagai wahana untuk membekali peserta didik dengan berbagai kemampuan guna menjalani dan mengatasi masalah kehidupan pada hari esok maupun masa depan yang selalu berubah. Pendidikan suatu yang mutlak bagi perkembangan suatu bangsa yang menentukan arah kehidupan masyarakat dan ini telah diantisipasi oleh bangsa Indonesia yang termasuk ke dalam pembukaan UUD 1945 dan telah dijabarkan tujuannya dalam GBHN. Untuk penyempurnaan tujuan dan pelaksanaannya maka pemerintah telah mengatur sistem pendidikan Indonesia dalam suatu Undang-Undang Pendidikan yang mengatur sistem dan bentuk Pendidikan Nasional dinyatakan : “Pendidikan Nasional berdasarkan pancasila yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, bertanggung jawab, mandiri, cerdas dan terampil serta sehat jasmani dan rohani”.

Dengan demikian jelas sudah bahwa orientasi masa depan pendidikan Indonesia itu adalah untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia untuk tercapainya kualitas manusia seutuhnya. Untuk mencapai semua itu, maka pendidikan dapat dilakukan kapan dan dimana saja dengan melakukan kerja sama dan dorongan dari berbagai pihak yang terkait. Tumpuan utama terletak pada sekolah sebagai pendidikan formal yang sangat kuat pengaruhnya terhadap perkembangan kepribadian anak. Seorang pendidik harus benar-benar menjalankan kedisiplinan dalam tugasnya. Pendidikan juga harus bisa mencintai profesinya sebagai seorang pendidik agar dapat benar-benar menerapkan keterampilan yang dia miliki dalam proses belajar mengajar secara relevan. Seorang pendidik tidak hanya sekedar menyampaikan materi saja tetapi juga harus mampu membina dan membentuk tingkah laku siswa ke arah yang lebih baik. Berdasarkan pengamatan penulis selama melaksanakan praktek

pengalaman lapangan kependidikan di SMKN 1 Ampek angkek, yang mana penulis dipercayakan untuk mengajar di kelas X TKJ, dengan mata pelajaran Elektronika Analog dan Digital Dasar yang di laksanakan pada hari Selasa, maka penulis melakukan suatu Penelitian Tindakan Kelas dengan mengambil satu lokal untuk dijadikan sampel dalam penelitian ini yaitu kelas X TKJ. Dalam proses belajar mengajar (PBM) berlangsung banyak kendalakendala yang penulis temui di antaranya: banyaknya siswa-siswi yang tidak konsentrasi dalam mengikuti PBM, banyak siswa-siswi yang enggan bertanya,

Untuk menghadapi masalah seperti itu penulis mencoba untuk lebih bisa dalam pengelolaan kelas. Penyebab Munculnya Masalah Adapun penyebab atau pemicu dari berbagai masalah yang penulis temui tersebut adalah kurangnya motivasi siswa dalam belajar Elektronika Analog dan Digital Dasar. Salah satu cara yang penulis lakukan adalah dengan merubah strategi dan metode pembelajaran Elektronika Analog dan Digital Dasar di kelas. B. siswa-siswi tidak konsentrasi dalam PBM dan enggan untuk bertanya mengenai materi yang telah disampaikan sehingga tidak terciptanya situasi belajar yang efektif dan kondusif. sehingga bila guru bertanya mereka tidak dapat menjawabnya. C. Masalah Aktual yang Ditemukan di Kelas Selama proses belajar mengajar (PBM)/ praktek pendidikan yang penulis laksanakan di kelas X TKJ. penulis menemui permasalahan diantaranya kurangnya motivasi siswa dalam belajar Elektronika Analog dan Digital Dasar. Ini terlihat dari nilai harian yang diperoleh yaitu banyak yang dibawah standar tuntas “nilai 70”. Pemecahan Masalah .dan lebih suka berbicara dengan teman sebangku. D.

Rumusan Masalah Berdasarkan masalah yang ditemui selama proses belajar mengajar (PBM). Adapun metode belajar yang digunakan lainnya 2. 3. E. penulis melakukan berbagai tindakan untuk menyelesaikan masalah. maksudnya di sini adalah dengan mengganti atau merubah metode pembelajaran setiap kali pertemuan dan ini tentu disesuaikan dengan materi belajar. Dari permasalahan yang ditemukan di kelas X TKJ dapat dirumuskan adalah diskusi. Menggunakan media pembelajaran Media pembelajaran adalah salah satu hal yang akan menarik minat atau yang akan memotivasi siswa dalam mengikuti PBM agar tercipta suasana belajar yang kondusif. Sedangkan hukuman diberikan kepada siswa yang tidak mengikuti PBM dengan baik dengan tujuan agar siswa tersebut tidak mengulangi hal yang dilarang tersebut dalam PBM berikutnya. Reward dapat berupa nilai atau Reward. tanya jawab dan .Dari masalah yang ditemui dalam proses belajar mengajar tersebut di kelas X TKJ dapat dilakukan usaha pemecahan masalah antara lain adalah dengan : 1. Pemberian reward dan hukuman Reward adalah berupa penghargaan yang diberikan pendidik kepada siswa dengan tujuan memotivasi siswa agar lebih giat dan tekun dalam mengikuti PBM. mengadakan kuis-kuis. Merubah metode belajar.

Agar hasil penulisan laporan ini dapat berguna bagi pihak-pihak yang terkait . Menambah motivasi/minat belajar siswa sehingga siswa merasa bahwa materi yang disampaikan itu penting bagi mereka 3. Manfaat Adapun manfaatnya adalah : 1. Meningkatkan perhatian siswa sehingga siswa bisa ikut aktif berpartisipasi dalam proses belajar pembelajaran Elektronika Analog dan Digital Dasar. Tujuan Adapun tujuannya ialah : 1. 2. F.permasalahan “dengan merubah strategi/metode pembelajaran dan menggunakan media pembelajaran serta pemberian reward dan hukuman dapat meningkatkan motivasi siswa dalam proses pembelajaran Elektronika Analog dan Digital Dasar. Sebagai bahan masukan bagi siswa siswi SMKN 1 Ampek angkek dalam peningkatan motivasi belajar 3. Sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang terkait terutama bagi tenaga pendidik SMKN 1 Ampek angkek 2. G. Memberikan reward bagi siswa yang aktif dan hukuman bagi siswa yang tidak mengikuti PBM dengan baik.

salah satunya adalah “motivasi belajar” yang dimiliki seseorang. Hal ini disebabkan kurangnya motivasi belajar baik dari siswa itu sendiri. 1996). Sehingga mereka melaksanakan kegiatan belajar tidak sepenuh hati. Keberhasilan belajar seseorang dipengaruhi oleh banyak faktor. Adapun fungsi motivasi yaitu : a.BAB II LANDASAN TEORI A. Artinya berhasil tidaknya pencapaian tujuan pendidikan ditentukan oleh bagaimana proses belajar dan pembelajaran yang dialami siswa. Belajar merupakan usaha yang dilakukan siswa untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan. . sebagai hasil pengalaman sendiri dan berinteraksi dengan lingkungan. bukan karena kebutuhan. Pada hakekatnya di lapangan menunjukkan. banyak siswa yang belajar karena terpaksa atau karena kewajiban. Tanpa motivasi maka tidak akan timbul sesuatu perbuatan seperti belajar. dan pada gilirannya hasil belajar yang diperoleh tidak efektif dan kondusif. Pengertian Motivasi Dalam proses pendidikan di sekolah. Motivasi ialah sesuatu yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu dan merupakan daya penggerak dari dalam diri untuk mencapai tujuan tertentu (Sadirman. Mendorong timbulnya kelakuan atau suatu perbuatan. guru maupun orang tua. belajar merupakan kegiatan yang paling pokok.

menyimpulkan. c. Motivasi berfungsi sebagai pengarah. menganalisis. karena pada waktu dan setelah pengembangan materi juga harus dipikirkan strategi dan media pembelajaran mana yang sesuai dengan materi yang akan disampaikan. siswa dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan. Apakah media tersebut bermanfaat untuk mencapai sasaran belajar. Motivasi berfungsi sebagai penggerak. ada beberapa strategi yang dapat digunakan dalam pembelajaran yaitu : 1. Menurut Tricia (2000).b. Artinya mengarahkan perbuatan kepencapaian tujuan yang diinginkan. 2. Group Learning-Individual Learning Strategi pembelajaran ini berkenaan dengan pengorganisasian siswa dalam aktifitas belajar (dalam bentuk kelompok kecil). Majid (2006) menekankan bahwa guru berperan penting dalam menempatkan media. Peserta didik tidak dituntut mengolah atau melakukan aktifitas lainnya. Beberapa pertimbangan yang harus dilakukan oleh guru adalah : 1. Strategi/Metode Dan Media Pembelajaran Pengembangan materi berhubungan erat dengan strategi dan media pembelajaran. Dalam discovery learning materi/isi pelajaran disajikan dalam bentuk akhir. Besar kecilnya motivasi akan menentukan cepat atau lambatnya suatu pekerjaan B. menemukan hal-hal yang bermanfaat dan berarti baginya. Reception (expotion-discovery learning) Dalam reception learning keseluruhan materi/isi pelajaran disampaikan kepada peserta didik baik secara lisan maupun tulisan. .

. 3.2. Apakah isi pengetahuan pada alam dan lingkungan ada bermanfaat untuk pokok bahasan tertentu. Apakah isi pengetahuan pada media masa dapat digunakan sebagai sumber belajar pokok bahasan tersebut.

B.BAB III METODE PENELITIAN A. Sampel dan Sumber Data Penelitian Yang dijadikan sampel dalam penelitian ini adalah kelas X TKJ SMKN 1 Ampek angkek dalam mata pelajaran Elektronika Analog dan Digital Dasar semester I tahun pelajaran 20011/2012 yang terdiri dari 33 orang siswa. Jadwal penelitian berlangsung bulan September 2011 sampai Oktober 2011. Data penelitian berdasarkan sumbernya termasuk data primer. Tindakan ini diharapkan dapat memecahkan atau mengurangi masalah pada tingkat yang diinginkan. Data primer dari penelitian ini diperoleh dari catatan hasil pengamatan observasi pada tabel pengamatan saat proses belajar mengajar berlangsung. Dalam penelitian ini dilakukan observasi di dalam kelas terhadap motivasi siswa selama pembelajaran berlangsung oleh seorang observer yang merupakan guru PL di SMKN 1 Ampek angkek. Jenis Penelitian Jenis penelitian adalah penelitian tindakan (Action Research) dimana dalam satu kelas diberi tindakan (action) karena adanya kesenjangan atau masalah dalam pembelajaran yaitu rendahnya motivasi siswa dalam belajar Elektronika Analog dan Digital Dasar. . Dari hasil penelitian ini didapat suatu kesimpulan sebagai hasil penelitian.

Satu putaran spiral (satu siklus) terdiri dari langkah-langkah: perencanaan tindakan (action) pemantauan (observation) dan refleksi. Dalam explanation Refleksi awal pembelajaran yang telah dan dilalui dengan “full yang (teacher-centered)” teknik pengajaran homogen tanpa media dan tanpa adanya reward dan hukuman. Pada penelitian ini direncanakan terdiri dari dua siklus yang masing-masing siklus terdiri dari tiga kali pertemuan. maka ditemukan beberapa hal: 1. Sedikit yang bertanya dan mengemukakan pendapat. 2. Prosedur Kerja Penelitian 1. Desain Penelitian Desain penelitian yang digunakan adalah model spiral. Alat dan Teknik Pengumpulan Data Alat atau instrumen yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah lembaran observasi. sehingga selama penelitian ini akan terkumpul enam buah data tentang aktivitas siswa. ii. Tidak ada kerja sama antar siswa. Lembaran observasi digunakan untuk mengumpulkan aktivitas siswa sebagai tolok ukur peningkatan motivasi siswa saat berlangsung proses belajar mengajar. iii.i. Siswa bersifat pasif hanya mendengarkan penjelasan guru. 3. .

Siklus 1 a. karena dapat meningkatkan motivasi yang dibuktikan dengan meningkatnya aktivitas belajar siswa. motivasi siswa belajar. serta pemberian reward dan hukuman. Dari planning pembelajaran ini akan dapat menimbulkan peningkatan aktivitas. objek nyata/real objects. b. dan bahan ajar. 2.Membentuk kelompok diskusi dengan kelompok yang heterogen. dan lain-lain). Langkah-langkah pelaksanaan adalah sebagai berikut: 1. . Teknik pengajaran yang seperti ini dipilih. Tindakan yang dilakukan adalah memakai teknik pengajaran diskusi dengan menggunakan media (gambar. Guru menggunakan metode mengajar diskusi dengan menggunakan media untuk memperjelas materi yang diajarkan serta pemberian reward dan hukuman kepada siswa.Secara keseluruhan siswa belum aktif dalam pembelajaran. Rencana pemecahan masalah (planning) Guru mempersiapkan perangkat pembelajaran seperti analisis materi pelajaran. program semester. Pelaksanaan tindakan (action) Strategi pembelajaran yang dipilih untuk memecahkan masalah rendahnya motivasi belajar siswa adalah belajar dengan teknik pengajaran yang heterogen dengan menggunakan media serta pemberian reward dan hukuman kepada siswa. program tahunan.Guru menampilkan media berupa gambar di papan tulis. rencana pelaksanaan pembelajaran.

yaitu pengamatan dari . Salah satu kelompok membacakan hasil diskusinya yang akan ditanggapi oleh kelompok lain. Pemantauan (observation) Pemantauan hasil observasi dilakukan oleh seorang observer yang akan mencatat aktivitas siswa selama pembelajaran berlangsung dan kemungkinan data sampingan yang merupakan informasi berguna dalam penelitian ini.Siswa melakukan diskusi tentang gambar tersebut dalam kelompok. 7.3.Melakukan diskusi kelas dan tiap kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya. c. 5. guru memberikan dorongan agar siswa berpartisipasi aktif supaya diskusi berjalan dengan lancar.Guru memberikan ulasan atau penjelasan terhadap materi yang telah didiskusikan. 6.Siswa duduk pada kelompok masing-masing yang tempat duduknya telah diatur sebelum kegiatan belajar mengajar berlangsung.Guru memberikan reward kepada siswa/kelompok yang aktif memberikan tanggapan/jawaban berupa tambahan poin/nilai.Guru memberikan hukuman bagi siswa/kelompok yang tidak aktif dengan membuat kesimpulan/ulasan tentang materi yang telah didiskusikan.Siswa diberikan soal latihan untuk dikerjakan secara mandiri. 4. 8. 9. Data pada tabel disusun berdasarkan data pada lembaran pengamatan.

2. Guru menunjukkan benda-benda/perangkat nyata (real objects) sebagai media pengajaran. . Merencanakan pembagian kelompok yang baru dengan pemberian nomor panggil untuk setiap siswa. Pada bagian refleksi ini akan digambarkan pula kekurangan-kekurangan yang ditemukan pada siklus pertama. Berdasarkan perenungan dari siklus pertama ini disusunlah rencana untuk siklus kedua. d. Siklus ke II a. jumlah siswa yang aktif menjawab pertanyaan. Dari refleksi ini akan tergambar hasil yang dicapai apakah rumusan masalah diterima atau ditolak. 3. Guru mempersiapkan perangkat pembelajaran.aspek siswa tentang aktivitas yang dilakukan selama pembelajaran berlangsung terdiri dari jumlah siswa yang aktif mengajukan pertanyaan. Kemudian dilakukan lagi untuk tindakan pada siklus kedua. jumlah siswa yang aktif mengemukakan pendapat serta tanggapan. 2. dan jumlah siswa yang memberikan kesimpulan. Refleksi Data yang dikumpulkan diolah secara kuantitatif (persentase) dan secara kualitatif (deskripsi dengan kata-kata). Rencana pemecahan masalah (planning) 1.

b. Siswa melakukan diskusi dalam kelompok. Menggunakan teknik mengajar diskusi kelompok dalam bentuk games. iii. Guru menunjukkan benda-benda/perangkat nyata (real objects) yang berhubungan dengan materi diskusi iv. 6. Guru memberikan reward kepada siswa/kelompok yang aktif memberikan tanggapan/jawaban berupa tambahan poin/nilai.4. vi. v. guru memberikan dorongan agar siswa berpartisipasi aktif. 7. ii. Membentuk kelompok diskusi baru. Tindakan (Action) Strategi pembelajaran yang dipakai adalah diskusi kelompok dengan langkah-langkah sebagai berikut: i. Siswa duduk pada kelompok masing-masing yang tempat duduknya telah diatur sebelum kegiatan belajar dimulai. 8. Guru membagikan bahan diskusi untuk setiap kelompok Guru memberikan arahan agar siswa terlibat secara aktif dalam kerja kelompok. . Siswa diberikan latihan untuk dikerjakan secara mandiri. Guru memberikan hukuman bagi siswa/kelompok yang tidak aktif dengan membuat kesimpulan/ulasan tentang materi yang telah didiskusikan. 5. Guru memberikan ulasan atau penjelasan terhadap materi yang telah didiskusikan.

Guru memberikan ulasan atau penjelasan terhadap materi yang disajikan agar siswa dapat menarik kesimpulan yang benar. . Pada refleksi ini digambarkan hasil yang dicapai dan dibandingkan dengan siklus pertama apakah diperoleh kemajuan. Dengan kata lain disini akan diperoleh gambaran apakah hasil penelitian ini sesuai atau tidak dengan tujuan yang dirumuskan. Guru memberikan reward kepada siswa/kelompok yang aktif memberikan tanggapan/jawaban berupa tambahan poin/nilai. Dengan siklus kedua ini maka akan diperoleh gambaran secara keseluruhan dan sekaligus mengetahui jawaban masalah atau pertanyaan yang diajukan. ix. data yang terkumpul pada lembaran observasi diolah secara kuantitatif dan kualitatif.vii. tiap kelompok melaporkan hasil diskusi kelompoknya. Melaksanakan diskusi kelas. c. Pemantauan (Observation) Sebagaimana refleksi siklus pertama. Guru memberikan hukuman bagi siswa/kelompok yang tidak aktif dengan membuat kesimpulan/ulasan tentang materi yang telah didiskusikan. viii. x.

Hasil Penelitian Data yang diperoleh dari kegiatan siswa dalam lembaran observasi pertemuan 1. 2 dan 3 siklus I dan II setelah dilakukan tindakan adalah sebagai berikut: .BAB IV EVALUASI/HASIL PENELITIAN A.

2 25 71 64 29 81. Motivasi siswa pada tabel dapat diketahui peningkatan motivasi yang diharapkan.2 27 76.9 24 68.3 67.6 33 92.3 78.8 22 63.8 27 76.3 23 65.2 65.6 12 36.6 12 36.1 88. Aspek Kegiatan Siswa yang Diamati Keaktifan Aktif mengajukan pertanyaan Aktif menjawab pertanyaan 20 57.6 17 50 14 42.1 48. tinggi atau sangat tinggi. sehingga dapat diketahui peningkatan aktivitas yang diharapkan.8 4.9 70.3 30 84.6 20 57.7 36 100 36 100 98.3 66.1 35 97.3 69.9 63.3 68.9 22 63. Motivasi siswa pada tabel dapat diukur secara kualitatif dan kuantitatif.9 34 94. Untuk menentukan kriteria tersebut dipakai kriteria yang dikemukakan oleh Arikunto (1972: 71). B 29.1 33 92.4 mengemukakan pendapat Membuat kesimpulan Aktif Mengerjakan Latihan 6 21 10 31. cukup.2 JUMLAH RATARATA SISWA AKTIF (%) 57. Aktif 18 52.6 Jumlah Siswa Tiap Pertemuan Siklus I 1 % 2 % 3 % Rata1 rata % 2 Siklus II % 3 % Ratarata 2.9 62.2 35 92.8 23 65.8 terhadap motivasi belajar siswa dengan mempergunakan metode diskusi kelompok dengan memakai media pengajaran (gambar dan benda nyata) dapat diketahui tingkat motivasi siswa.4 3.8 59.1 34 92. yaitu: .8 27 76. 23 65.4 93.8 18 52. Apakah motivasi siswa rendah.Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari pelaksanaan observasi N o A 1.1 69.

a. Maka penulis merasa perlu melanjutkan ke siklus II dengan hasil sebagai berikut: a. Hal ini dapat terlihat dari persentase ratarata siswa yang aktif dalam diskusi pada siklus I dengan hasil sebagai berikut: a) b) c) d) e) Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan rata-rata 64 % (tinggi) Siswa yang aktif menjawab pertanyaan rata-rata 69. Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan rata-rata 88.3 % (tinggi) Siswa yang aktif mengemukakan pendapat 59. karena pada siklus I masih ada siswa yang belum aktif dalam berdiskusi.6 % (sangat tinggi) b. 60 .8 % (rendah) Siswa mengerjakan latihan di akhir pelajaran rata-rata 93.6 % (cukup) Membuat kesimpulan rata-rata 29. namun peneliti belum merasa pada batas yang diharapkan. 80 – 100 b. 40 . 20 .4 0 e.9% (sangat tinggi) Walaupun kriteria siswa yang aktif pada siklus I sudah mulai menampakkan keaktifan dalam diskusi.60 d.80 c. 0 .4% (tinggi) .20 : Motivasi/aktivitas siswa sangat tinggi : Motivasi/aktivitas siswa tinggi : Motivasi/aktivitas siswa cukup : Motivasi/aktivitas siswa rendah : Motivasi/aktivitas siswa sangat rendah Berdasarkan data pada tabel dapat ditarik suatu kesimpulan bahwa pada siklus I siswa telah menampakkan peningkatan aktivitas bila dibandingkan dengan refleksi awal.. Siswa yang aktif menjawab pertanyaan rata-rata 68.

Pembahasan Berdasarkan analisis data hasil kegiatan siswa ternyata telah mulai menampakkan peningkatan aktivitas siswa seperti aspek-aspek yang diteliti. Siswa yang aktif mengemukakan pendapat 65. . 5. Jumlah siswa yang aktif mengemukakan pendapat. Jumlah siswa yang aktif mengajukan pertanyaan. Jumlah siswa yang membuat kesimpulan.2% (sangat tinggi) Secara keseluruhan pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan aktivitas siswa pada siklus II. Aspek itu adalah jumlah siswa yang membuat kesimpulan dengan kriteria cukup. Walaupun selama penelitian telah mengalami peningkatan namun belum mencapai kriteria yang diharapkan. B. 2.2 % (cukup) e. 3. tinggi dan cukup.8 % (tinggi) d.c. Dari 5 aspek tersebut diperoleh kriteria sangat tinggi. 4. Jumlah siswa yang aktif menjawab pertanyaan. Jumlah siswa yang mengerjakan latihan. Siswa mengerjakan latihan di akhir pelajaran rata-rata 98. Membuat kesimpulan rata-rata 48. yaitu: 1. Oleh sebab itu perlu dipikirkan arah tindakan pada siklus berikutnya.5 %. Rata-rata kenaikan persentase rata-rata siklus I dengan siklus II dengan rata-rata naik 7.

Berikut ini akan dibahas beberapa hal yang berkenaan dengan hasil tindakan yang telah dilaksanakan. dengan peningkatan rata-rata 24. Persentase yang menjawab pertanyaan.6 %. Nasution (1995:161) menyatakan bahwa peningkatan aktivitas siswa yang aktif mengajukan pertanyaan disebabkan siswa dianjurkan menuliskan pertanyaan agar siswa tidak ragu-ragu mengajukan pertanyaan dan guru . 5.4 %.3 % (tinggi) namun pada siklus kedua menjadi 68. Hal-hal yang telah menampakkan peningkatan setelah diadakan tindakan adalah: 1.2 % (sangat tinggi) dengan rata-rata kenaikan 18.9% (sangat tinggi) pada siklus dua dengan kenaikan rata-rata 5%.8% (cukup) kemudian meningkat pada siklus kedua menjadi 48. 2. Persentase siswa yang membuat hasil kesimpulan diskusi mengalami kenaikan yang cukup tinggi yaitu pada siklus pertama 29.2 %. Pada siklus pertama siswa yang menjawab pertanyaan yaitu 69.4 % (tinggi) dengan penurunan rata-rata 0. Persentase siswa yang mengerjakan latihan di akhir pelajaran pada siklus pertama 93.6 % (sangat tinggi) pada siklus kedua.9 %.8% (tinggi) dengan kenaikan rata-rata 6.6 % (cukup) sedangkan pada siklus kedua naik menjadi 65. 3. 4.9% (sangat tinggi) meningkat menjadi 98. Persentase siswa yang aktif mengajukan pertanyaan naik dari 64 % (tinggi) pada siklus pertama menjadi 88. Persentase siswa yang aktif mengemukakan pendapat pada siklus pertama 59.

Peningkatan aktivitas siswa dalam mengajukan pertanyaan dan mengemukakan pendapat walaupun ada kenaikan namun masih belum mencapai kriteria tinggi atau kriteria yang diharapkan. Nasution (1995:169) menyatakan bahwa guna penelitian itu antara lain memberikan dorongan kepada siswa untuk belajar giat dan menyelesaikan tugas-tugasnya karena ingin mengetahui hasilnya. Peningkatan aktivitas/motivasi siswa yang membuat hasil kesimpulan diskusi disebabkan pada siklus kedua setiap siswa diwajibkan mengumpulkan hasil diskusi kelompok masing-masing tiap akhir diskusi.mendorong siswa untuk berpikir dan memecahkan masalah sehingga timbul keinginan/motivasi untuk belajar Bahasa Inggris. kemudian diadakan penilaian dengan tujuan untuk mendorong siswa lebih aktif menyelesaikan tugas. BAB V PENUTUP A. Oleh sebab itu perlu dipikirkan arah tindakan pada siklus berikutnya. Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasannya maka dari penelitian tindakan (action research) ini dapat diambil kesimpulan sebagai berikut: .

misalnya dengan: a. Media pembelajaran Dengan menerapkan media pembelajaran pada pertemuan. pendidik banyak menemui kendala-kendala. Hal ini terlihat pada hasil penelitian yang menunjukkan pada siklus I jumlah ratarata siswa yang aktif saat diskusi 63.8 % (kriteria tinggi). Strategi/metode pembelajaran Dengan menggunakan strategi/metode pembelajaran yang bervariasi.3% dengan kriteria tinggi. b. Mereka . Mereka tidak merasa jenuh karena setiap kali pertemuan pendidik menggunakan metode yang berbeda dan tentunya sesuai dengan materi yang akan disampaikan. sedangkan pada siklus II aktivitas siswa mengalami peningkatan dengan persentase rata-rata 70.1. ini bisa memberikan semangat karena siswa akan lebih terfokus dalam belajar bila dibandingkan tidak menggunakan media dalam pembelajaran. ini dapat menimbulkan semangat/motivasi belajar siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris. Penggunaan media dan pemberian reward serta pemberian hukuman dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dan suasana kelas saat PBM menjadi lebih hidup. Kendala-kendala yang ditemui ini harus ada penyelesaiannya. Dengan adanya proses pembelajaran di kelas. 2. Oleh karena itu pendidik harus mempunyai rencana tindakan yang akan datang untuk mencapai tujuan pembelajaran. Penggunaan media dan pemberian reward serta pemberian hukuman dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris.

seorang guru hendaknya memperhatikan siswa yang memiliki kemampuan lemah dan bukan berarti mengabaikan siswa yang memiliki kemampuan lebih. apalagi dia melihat temannya mendapatkan Reward. tentu ia akan merasa malu. Hukuman diberikan untuk memperbaiki siswa agar tidak melakukan kesalahan yang sama. karena mereka merasa dihargai. Dan materi yang disampaikan juga akan lebih terfokus dan sistematis sehingga siswa dapat memahaminya dengan mudah.tertarik. Dan bagi siswa yang mendapatkan Reward ini akan menimbulkan semangat belajar tersendiri dan akan lebih semangat lagi untuk mendapatkan Reward lagi. Pemberian reward/hukuman Dengan pemberian Reward kepada murid ini dapat menimbulkan rasa senang. misalnya melihat gambar yang ada. B. Dengan diberikannya hukuman dapat membangkitkan kemauan siswa untuk belajar. Sedangkan bagi siswa yang mendapatkan hukuman. karena akan lebih mudah memahami materi dari pada tidak . Saran Dalam kegiatan proses pembelajaran. Hukuman yang diberikan sebagai akibat perbuatan siswa yang menyimpang. c. Sehingga siswa tersebut tidak lagi melakukan kesalahan. Untuk mencapai suasana yang kondusif salah satunya adalah dengan media.

sehingga siswa juga dapat mengidentifikasi masalah dalam materi tersebut. Lampiran 1 KRITERIA AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN 1 SIKLUS I No Aspek Kegiatan yang Diteliti Jumlah Hasil Pengamatan % Kriteria . pemberian reward atau hukuman juga akan membuat siswa termotivasi untuk belajar Elektronika Analog dan Digital Dasar.menggunakan media. Selain itu.

2 Tinggi Tinggi 25 22 12 35 65.6 Cukup 21 Rendah 92. 4.1 tinggi Lampiran 2 KRITERIA AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN 3 SIKLUS I No Aspek Kegiatan yang Diteliti Jumlah Hasil Pengamatan % Kriteria .8 Tinggi 52.8 Cukup 57. 3.1 Sangat tinggi KRITERIA AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN 2 SIKLUS I No A 1. 3.9 Cukup 65. 5. 5. 2.9 Rendah 31.6 Sangat 92.A 1. 2. SISWA YANG AKTIF DALAM DISKUSI Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan Siswa yang aktif menjawab pertanyaan Siswa yang aktif mengemukakan pendapat Siswa yang membuat kesimpulan Siswa aktif latihan mengerjakan 22 25 20 8 35 57. 4. Aspek Kegiatan yang Diteliti SISWA YANG AKTIF DALAM DISKUSI Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan Siswa yang aktif menjawab pertanyaan Siswa yang aktif mengemukakan pendapat Siswa yang membuat kesimpulan Siswa aktif mengerjakan latihan Jumlah Hasil Pengamatan % Kriteria 24 63.

8 97.6 Sangat Tinggi 65. 4.A 1. 5 Aspek Kegiatan yang Diteliti SISWA YANG AKTIF DALAM DISKUSI Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan Siswa yang aktif menjawab pertanyaan Siswa yang aktif mengemukakan pendapat Siswa yang membuat kesimpulan Jumlah Hasil Pengamatan % Kriteria 31 25 14 20 36 81.6 Cukup 94.8 Rendah 52. 3. 2. SISWA YANG AKTIF DALAM DISKUSI Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan Siswa yang aktif menjawab pertanyaan Siswa yang aktif mengemukakan pendapat Siswa yang membuat kesimpulan Siswa aktif mengerjakan latihan 27 29 26 14 37 71 76. 4.8 Tinggi 36.3 68. 5.4 36. 3.4 Tinggi Tinggi Tinggi Rendah Sangat Tinggi KRITERIA AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN 1 SIKLUS II No A 1. 2.7 Sangat Tinggi Siswa aktif mengerjakan latihan Lampiran 3 KRITERIA AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN 2 SIKLUS II No Aspek Kegiatan yang Diteliti Jumlah Hasil Pengamatan % Kriteria .

2 Sangat tinggi 42.A 1. 5.1 Cukup 100 Sangat Tinggi .3 Tinggi 84.1 Sangat Tinggi 76. 4. 2. 3. 4.3 Tinggi 50 100 Cukup Sangat Tinggi Siswa aktif mengerjakan latihan KRITERIA AKTIVITAS SISWA PADA PERTEMUAN 3 SIKLUS II No A 1. 2.1 Sangat Tinggi 63. 3. SISWA YANG AKTIF DALAM DISKUSI Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan Siswa yang aktif menjawab pertanyaan Siswa yang aktif mengemukakan pendapat Siswa yang kesimpulan membuat 35 24 29 19 38 92. 5 Aspek Kegiatan yang Diteliti SISWA YANG AKTIF DALAM DISKUSI Siswa yang aktif mengajukan pertanyaan Siswa yang aktif menjawab pertanyaan Siswa yang aktif mengemukakan pendapat Siswa yang membuat kesimpulan Siswa yang mengerjakan latihan aktif Jumlah Hasil Pengamatan % Kriteria 35 29 32 16 38 92.2 Tinggi 76.