You are on page 1of 14

LAPORAN AKHIR BIOANALISIS P3 PENETAPAN KADAR KARBOHIDRAT TOTAL

KELOMPOK D : Agitha purwaningsih Puji leastari Bhaskara maulana Ratih Juwita Ninda G1F009046 G1F009047 G1F009048 G1F009049

ASISTEN:AKHMAD FIKI FIRDAUS

LABORATORIUM KIMIA FARMASI JURUSAN FARMASI FAKULTAS KESEHATAN DAN ILMU-ILMU KESEHATAN JURUSAN FARMASI PURWOKERTO

2012

aquades.I. Blanko Aquades  Diambil 20  Ditambahkan 2 ml reagen Hasil 2. IV. JUDUL PERCOBAAN Penetapan Kadar Karbohidrat Total II. sentrifuge. PROSEDUR PERCOBAAN 1. heparin. tabung reaksi. pipet volume. kuvet dan spektrofotometer UV. Bahan yang digunakan pada praktikum kali ini adalah darah tikus . Standar Glukosa    Hasil Diambil 20 Ditambahkan 2 ml reagen Diukur absorbansinya pada 485 nm . reagen dan glukosa. ALAT DAN BAHAN Alat yang digunakan pada praktikum kali ini adalah pipa kapiler. pipet mikrometer. TUJUAN PERCOBAAN Melakukan penetapan kadar karbohidrat total dalam plasma darah menggunakan metode enzimatik (GOD) III.

198 mg/dL 100 mg/dL = 80.433 0.02 mg/dL . 2. DATA PENGAMATAN Absorbansi standar = 0. Absorbansi 0.3.36 mg/dL 100 mg/dL = 78. 4.72 VI. 3.446 0.555 Kel.198 80.02 80.434 0. 1.448 Kadar Glukosa (mg/dL) 78. PERHITUNGAN Kadar glukosa = Kadar glukosa 1 = Kadar glukosa 2 = Kadar glukosa 3 = 100 mg/dL = 78.36 78. Sampel Darah tikus  Diambil 2 ml dengan pipa kapiler  Dimasukkan dalam tabung reaksi yang telah ditetesi heparin  Disentrifugasi  Diambil plasmanya (20 µL masing-masing kelompok)  Ditambah 2ml reagen  Didiamkan selama 20 menit  Diukur absorbansinya pada 485 nm  Dihitung kadar glukosanya Hasil V.

b. cairan . agak sukar larut dalam etanol (95%)P mendidih. Glukosa Rumus molekul Pemerian :C6H12O6 :Hablur tidak berwarna. sangat mudah larut dalam air mendidih. dihitung terhadap zat yang telah dikeringkan. Aquades (H2O) Rumus molekul Massa molar Densitas dan fase : H2O : 18.5% C6H12O6. rasa manis.807 Jadi kadar glukosa tikus 79. Kelarutan :Mudah larut dalam air.0153 g/mol : 0.807 mg/dL VII.0% dan tidak lebih dari 101. PEMBAHASAN Monografi bahan yang digunakan dalam praktikum adalah : a. Glukosa mengandung tidak kurang dari 99. tidak berbau.72 mg/dL X (rata-rata) = = 79.32 + 2. sukar larut dalam etanol (95%) P. serbuk hablur atau butiran putih.Kadar glukosa 4 = 100 mg/dL = 80.998 g/cm³.32 mg/dL √ ( ) √ *( ) ( ( ) ( ) ) ( )+ √ √ = 2.

Buffer fosfat adalah buffer netral dengan kisaran pH 7. sehingga seringdigunakan sebagai pengukuran indeks efektivitas blansing.0%. Fenol mengandung tidak kurang dari 99. Peroksidase Peroksidase adalah enzim yang stabil terhadap panas. Penyimpanan : Dalam wadah tertutup baik (Mulyono. Sedangkan buffer yang bersifat basa biasanya terbuat dari basa lemah dan asam konjugatnya. tidak berbau.15K)(212ºF) :Cairan jernih. tidak mempunyai rasa. padatan Titik lebur Titik didih Pemerian : 0 °C (273. 4-aminoantipyrine e. 2006) c. bau khas. tidak berwarna atau merah jambu. 1995) d. Buffer fhosfat sifat yang paling menonjol dari buffer ini seperti pH buffer hanya berubah sedikit pada penambahan sedikit asam atau basa. tidak berwarna. Peroksida memilikiperanan pada . Pada makhluk hidup. Buffer yang bersifat asam memiliki pH kurang dari 7 sedangkan buffer basa memiliki pH lebih dari 7. dalam eterP. Buffer fosfat dapat dibuat dengan menggunakan monosodium fosfat (NaH2PO4) dan basa konjugatnya yaitu disodium fosfat (Na2HPO4).15 K) (32 ºF) :100°C(373. f. Buffer yang bersifat asam biasanya terbuat dari asam lemah dan basa konjugatnya. dalam kloroformP. Fenol / phenolum Rumus molekul Pemerian :C6H5OH :Hablur bentuk jarum atau massa hablur. dalam gliserolP dan dalam minyak lemak (Anonim. buffer fosfat umumnya terdapat pada sitoplasma sel.92 g/cm³. kaustik. mudah larut dalam etanol.0. Kelarutan :Larut dalam 12 bagian air.

Meskipun di sebut gula darah. asam urat dan gula-gula lain selain glukosa ( manosa. selain glukosa kita gija menemukan jenis.lain. penentuan gukosa secara reduksi kurang spesifik di banding cara nbzimatik.  Karbohidrat total: pengukura kadar karbohidrat dala serum atau plasma di gunkan untuk diagnosa dan monitoring treatment diabtets melitis.sel tubuh. seperi fruktosa dan galaktosa. fruktosa. di atur dengan ketat di dalam tubuh. Dalam pemeriksaan klinik.terutama bila dalam darah terdapatbahan yang dapat mereduksi misalnya kreatinin . arcinoma seldan kemingkian terdapat berbagai penyakit linnya yang di sebabkan oleh kelainan metabolisme karbohidrat. penentuan kadar gula dalam darah dapat di lakukan berdasarkan  Senyawa.sedangkan dalam tumbuhan glukosa 6-n fodfat yang di hasilkan selama fotosintetis adaaalah precusor dari tiga jenis karbohidrattumbuhn . Konsentrasi gula darah atau tingkat glukosa serum. laktosa. galaktosa dan laktosa) yang akan membrikan hasil pemeriksaan yang lebih tinngi daripada kadar gukosa yang sebenernya. namun demikian . Glukosa yang di alirkan melalui darah adalah sumber utama energi untuk sel. Hal ini di karenakan adanya gugus aldehid atau ketin bebas. kemudian H2)2 di reaksikan dengan peroksidase dan . di kenal juga sebagai gula fisiologis . dalam ilmu kedokteran gula darah adalah istilah yang mengacu kepada tingkat glukosa di dalam darah..senyawa mereduksi : gula reduksi gula yang mempunyai kemampuan untuk mereduksi. yaitu sukrosa pati dan selulosa. serta untuk mendeteksi hipoglikemia. Senyawa.kerusakan oksidatif selama penyimpanan sayuran. Contih gula yang termasuk gula reduksi adalah guloksa manosa. maltosa dan lain. hanya tingkatan glukosa yang di atur melaui insulin dan leptin.jenis gula lainnya. Prinsipnya yaitu glukosa di oksidasi menjadi asam glukonat dan H202 denagn enzim GoD.senyawa yang mengoksidasi atau bersifar reduktor adalah logamlogam oksidatir seperti Cu. Peroksidase kelas enzim golongan oksireduktase yang mengkatalis oksidasi substrat organik dengan H2O2 dan mereduksinya menjadi H2O Pembahasan praktikum 1. Prinsip penentuannya di dasari pada kemampuan gukosa untuk meredksi ion anorganik seperti Cu2+ . Metode enzimatik GOD Glukosa adalah gula yang terpenting bagi metabolisme tubuh. fungsi pankreas.

glukosa di oksidasu oleh enzim menjadi asam glukoronat di sertai pembentuak H2O2 membebaskan O2 yang mengoksidasi aseptor kromogen yang sesuai serta memberika warna yang sesuai pula. relatif bebas dari gangguan dan cocok di adaptasikan untuk otomatisasi.enzim contoh katalase  ( reaksi HNtz) dan peroksodase ( reaksi trinder) pereagen yang di gunakan menggunakan pereagenGOD.2009) . misalnya dengan penambhan enzim gukosa oksidase (GOD). Oksidasi ini menimbulan zat warna merah antipirin quinonemine yang intensitasnya sebanding dengan kadar glikose yang di ukur secara fotometrik.PAP. Quinoenimine ini merupakan indikator yang menunjukan kadar gikosa dalam darah.O. Pada reaksi ini terbentuk H2O2 yang dengan peroksidase (POD) akan bereaksi dengan 2. H2O2 yang terbentuk kemudian bereaksi dengan fenol dan 4-aminoantipirin dengan katalis enzim peroksidase (POD) yang membentuk quinoneimine. Hidrogen peroksida akan bereaksi dengan 4aminoantipyirin dan fenol dengan katalis peroksidase (POD) membnetuk quinoenimine dan air.di anisisn menghasilkan senyawa berwarna yang dapat di baca pada spektrofotometer dengan panjang gelombang 500 nm  Enzimatik gula darah: glukosa dapat di tentuka kadarnya secara enzimatik. Intensitas warna yang terbentuk sebanding dengan konsentrasi glukosa dalam sampel (Anonim.kadar glukosa darah di tentukan berdasrkan intensitas warna yang terjadi. presisi tinggi. Absorbansi panjang gelobang warna absorbansi metode enzimatik intesitasnya pada panjang gelombang 500 nm dengan waran merah ( sdari H2O2 yeng terbentuk + peroki9dase). Dengan adanya oksigen atau udara. Dengan prinsip dasar glukos di oksidai oleh oksigen dengan katalis enzim glukosa oksodase ( GOD) ajkan membentuk asam gk]lukonik dan hisrogen peroksida (H2O2). prinsip kerja metode ini adalah metode enzimatik d bantu enzim.Gukosa + 02 asam glukonat + H2O2 4 aminoantipirin + fenol quinonemine H2O. glukosa ditetapkan kadarnya setelah dioksidasi secara enzimatis menggunakan enzim GOD (glucose oksidase). Kelebihan dari metode enzimatik ialah spesifik.4 diklorofenol dan 4 amino antipirin. di ukur secara spektrofotometri. Sedangkan kekurangannya antara lain adanya efek steriod namun sangat minim karena kadar yang sangat kecil Pada praktikum kali ini.

Dan dilanjutkan dengan analisis absorbansi plasma darah tikus. Reaksinva adalah: Glukosa oksidase (GOD) mengkatalisis oksidase glukosa.1985) Tujuan dari percobaan kali ini adalah untuk menentukan kadar glukosa dalam darah denganmetode GOD-PAP. Cara Kerja dan fungsi penambahan Langkah awal yang dilakukan adalah mengukur absorbansi standar glukosa dengan blanko aquades. Penambahan enzim perokidase dan aseptor oksigen kromogenik seperti (Wirahadikusumah. 2. yang dengan adanya peroksidase (POD) akan bereaksi dengan fenol dan aminoantipirinmenimbulkan zat warna (Mayes. pada reaksi initerbentuk H-O-H .Metode GOD-PAP adalah salah satu metode penentuan kadar glukosa . Cara kerja adalah a) Preparasi sempel (plasma) Diambil darah kurang lebih 2 ml lalau setelah itu di sentrifuse b) Penetapan kadar .Metode Glukosa Oksidase (GOD-PAP)memiliki prinsip yaitu enzim glukosa oksidase mengkatalisis reaksi oksidasi glukosamenjadi glukonolakton dan hydrogen peroksida.1984).

c. Dilakukan pengambilan darah dengan jarum injeks atau dengan memotong ekor mencit.5 Phenol 4-Aminoantipyrine Glucose oxidase Peroxidase 250 mmol/L 5 mmol/L 0.Sampel (plasma 20 μL). Pengambilan darah dilakukan pada ekor mencit. Macam-macam metode pengambilan darah dari tikus antara lain adalah: 1.5 mmol/L ≥ 10 kU/L ≥ 1 kU/L. Pengambilan darah dalam jumlah sedikit dilakukan dengan memotong ekor mencit. Diambil darah mencit mulai dari bagian tengah ekor hingga pangkal ekor. b. Plasma darah sebagai sampel uji diambil sebanyak 20 µl dengan menggunakan mikropipet. Caranya adalah: a. Darah ditampung dalam tabung sentrifugasi sebanyak ± 2 ml yang sebelumnya ditetesi dengan heparin. Proses sentrifugasi ditujukan untuk memisahkan plasma darah dari protein-protein yang mengganggu berdasarkan bobot molekulnya dimana protein yang memiliki bobot molekul yang lebih besar sehingga akan mengendap di bawah. Kelebihan metode pengambilan sampel darah melalui mata mencit adalah dapat diperoleh sampel darah dalam jumlah besar dan cepat akan tetapi apabila pengambilan tidak dilakukan dengan hati-hati maka dapat melukai mata tikus bahkan . Penambahan heparin ini berfungsi untuk mencegah koagulasi atau penggumpalan dari darah. Dibersihkan ekor mencit menggunakan alkohol dengan cara digosok dari pangkal hingga ke ujung ekor agar darah tampak jelas dan melabar. 2. Blangko (aquadest 20 μL) dan standar ( standar 20 μL) di tambah reagen 2 ml dan di capur lalu setelah itu di inkubasi selama 20 menit pada suhu kamar Baca Absorbansi pada panjang gelombang 485 nm Analisis sampel yang dilakukan dalam percobaan adalah mengambil sampel darah dari seekor tikus melalui ekornya menggunakan silet. Setelah itu darah disentrifugasi untuk diambil plasma darahnya. Kelebihan dari metode ini adalah metode mudah dilakukan akan tetapi hanya diperoleh jumlah sampel darah yang sedikit. Kemudian ditambahkan dengan 2 ml reagen. Reagen tersebut berisi : Phosphate buffer pH 7. Pengambilan darah melalui mata.

433 0.434 0. Peroxidase digunakan dalam reaksi biokimia antara 4-aminoantipyrine dengan phenol sehingga menghasilkan quinoneimine. 3. 1.bisa menyebabkan kebutaan. Buffer phosphate memiliki sifat dapat menghambat aktivitas dari beberapa metabolic enzim termasuk karboksilase. Pada hasil pengukuran diperoleh kadar absorbansi larutan standar sebesar 0.2 mmol/L). Metode ini digunakan untuk mengukur kadar glukosa pada rentang 1 – 400 mg/dL (0. sehingga tidak diperlukan pengenceran. Caranya adalah darah diambil lewat mata mencit dengan cara menusuk cabang vena opthalmicus yang terletak pada saccus medianus orbitales dengan pipa kapiler. 2008). 4. Setelah itu. 2. Glukosa oksidase (GOD) adalah enzim yang mengkatalisis oksidasi -Dglukosa menjadi glukonolakton yang kemudian dengan adanya molekul air terhidrolisis menjadi asam glukolonat dan peroksida(Adhisuwignjo et al. Namun pada praktikum ini dilakukan sebanyak 4 kali. sampel seharusnya diencerkan 1 + 4 dengan larutan NaCl (9 g/L). Proses inkubasi ini ditujukan agar reaksi berjalan sempurna. Darah tersebut dialirkan lewat dinding tabung ependorf untuk menghindari terjadinya hemoli-sis. Ketika hasil yang diperoleh lebih dari rentang tersebut. dilakukan inkubasi selama 20 menit pada suhu kamar 20-25˚C. Darah yang mengalir lewat pipa kapiler ditampung dalam tabung ependorf yang dipegang miring. dan phosphor glucomutase. fumarase.36 78.448 Kadar Glukosa (mg/dL) 78.02 80. Panjang gelombang maksimum yang didapat adalah 485 nm. Penambahan glucose oxidase untuk membantu proses reaksi biokimia glukosa.06 – 22. Hasil dari pengukuran absorbansi sampel dengan replikasi 3 kali adalah : Kel.446 0. Absorbansi 0. Langkah terakhir adalah dengan mengukur absorbansinya pada spektrofotometer UV-Vis pada panjang gelombang yang didapat dari pengukuran standar dengan blanko aquades.555.72 Selanjutnya dilakukan penetapan kadar glukosa dengan rumus: . Pengukuran dilakukan minimal sebanyak 3 kali.198 80.

terdiri dari :  Spektrofotometer sinar tampak (Vis). Jenis-jenis spektrofotometer :berdasarkan pada daerah spektrum yang akan dieksporasi. Kemudian dihitung nilai SD-nya.32 ± 2. Spektrometer menghasilkan sinar dari spectrum dengan panjang gelombang tertentu dan fotometer adalah pengukur intensitas cahaya yang ditransmisikan atau diabsorbsi. Spektrofotometer sinar tampak (Vis) dan ultraviolet (UV). Jadi spektrofotometer digunakan untuk mengukur energy secara relative jika energy tersebut ditransmisikan atau direfleksikan sebagai fungsi dari panjang gelombang Prinsip dasar dari suatu spektrofotometer adalah penyerapan cahaya pada panjang gelombang tertentu. terdiri dari : Spektrofotometer optika sinar ganda (double beams optic). Mekanisme kerja dari spektrofotometer pada dasarnya adalah memencilkan cahaya menjadi monokromatik. 80. Suatu spektrofotometer tersusun dari sumber spectrum tampak kontinyu. 2002) Skema konstruksi spektrofotometer : Ketika cahaya putih dilewatkan dalam suatu substansi maka setiap warna cahaya yang dipantulkan akan memiliki panjang gelombang yang berbeda. 78. sehingga didapatkan nilai kadar gula sampel darah tikus sebesar 79.05551 = Glukosa (mmol/L).M. sel pengabsorbsi untuk larutan sampel atau blanko dan suatu alat untuk mengukur perbedaan absorbansi antara sampel dan blanko ataupun pembanding (Khopkar. maka .72 mg/dL. Sehingga didapatkan nilai kadar gula dalam darah adalah 4. monokromator.02 mg/dL . Spektrofotometer optika sinar tunggal (single beams optic). 80.198 mg/dL . Berkas cahaya tersebut diasumsikan sebagai warna komplemen dari panjang gelombang yang diserap. Spektrofotometer UV-Vis Spektrofotometer sesuai dengan namanya adalah alat yang terdiri dari spectrometer dan fotometer.807 mg/dL.403 ± 0.1558 dalam mmol/L. berdasarkan teknik optika sinar.Kadar glukosa = Dari rumus tersebut didapatkan kadar sampel sebesar: 78. S. 3. Selanjutnya dihitung dengan Faktor konversi : Glukosa (mg/dL) x 0.36 mg/dL . Jika P merupakan banyaknya sinar – sinar yang diteruskan oleh larutan sampel dan Po merupakan banyaknya sinar yang diserap. yang kemudian cahaya tersebut dilewatkan pada suatu sampel yang akan diukur kekuatan radiasinya.

bioreaktor. 4. hewan uji dinyatakan memiliki kadar gula yang normal. Penyerapan oleh transisi elektron ikatan dan elektron anti ikatan (elektron sigma. menggunakan spektrometri tes secara manual atau dengan prosedur otomatis. digabungkan untuk peroksidase reaksi yang vizualizes colorimetrically itu H2O2 dibentuk. Secara matematis kita dapat menuliskan hubungan antara Transmitansi sebagai berikut: A = Log (1/T) = -Log T Panjang gelombang yang diserap oleh sampel dari sejumlah cahaya yang diberikan akan sebanding dengan konsentrasi sampel dan ketebalan larutan sampel. dan untuk mengendalikan kadar glukosa. elektron phi. Penyerapan oleh logam-logam golongan transisi pertama dan kedua 3. untuk penentuan glukosa bebas dalam serum atau plasma darah untuk diagnostik. Sehingga dengan demikian. Penyerapan karena perpindahan muatan (Sudjadi. %: Selain mengukur transmitansi. dan elektron yang tidak berikatan atau non bonding elektron) 2. dan ion pada sampel tersebut. Penyerapan yang melibatkan elektron d dan f a. Sedangkan kadar karbohidrat normal berdasarkan teori adalah 70-106 mg/dL. dan bahkan titik menggunakan tes cepat. spektrofotometer pada dasarnya adalah untuk mengukur absorbansi sampel karena adanya interaksi atom.mol-1) b = ketebalan kuvet (cm) c = konsentrasi (molL-1) Ada tiga macam proses penyerapan energi ultraviolet dan sinar tampak yaitu: 1. . molekul. Penyerapan oleh ion-ion golongan lantanida dan aktinida b.32 2. Hasil vs Pustaka Pada praktikum ini didapatkan kadar karbohidrat total adalah sebesar 79.ratio P/Po dapat kita sebut sebagai transmitansi.807 mg/dL. 2007).cm-1. Glukosa oksidase digunakan dan diaplikasikan secara luas. Tes serupa memungkinkan untuk memantau kadar glukosa dalam fermentasi. Secara matematis hubungan ini diberikan oleh hukum Lambert – beer: A = £bc Dimana: £ = absorptivitas molar (L.

2011. Fakultas Kedokteran.com diakses tanggal 26 April 2012 Skoog.html. sehingga dapat mengetahui apakah pasien tersebut menderita hipoglikemia.Semarang:IKIP Semarang.2010.(1994). Departemen Kesehatan RI : Jakarta. Jakarta : UI Press Lehninger. M.. Bagian Farmakologi. S. Jakarta. B. 2002. http://chemicalland21. . RA dan Underwood. S. 1995. hiperglikemia atau normal. Asam Sulfanilat. Yogi. FJ. Penetapan kadar karbohidrat total bermanfaat untuk mengetahui kadar gula dalam darah. Hal 54– 61. Erlangga. 1995. Universitas Indonesia.id/spektrofotometri-uv-vis-serta-aspek-kualitatif- dan-kuantitatifnya. DA. Haryono. “ Farmakologi dan Terapi”. Fundamentals of Analytical Chemistry 7th edition. Anonim. Departemen Kesehatan RI : Jakarta. West.Penentuan Nutrien dalam Jaringan dan Plasma Tubuh. Jakarta: Erlangga Ganiswara.http://www. 1995. 1996. Analisis Kimia Kuantitatif. Hendayana. Khopkar. S. Farmakope Indonesia edisi IV. Farmakope Indonesia edisi III. Sukati. Day. SR. Sudarmadji.com/doc/28. Satria. http://nurfaisyah. diakses tanggal 10 mei 2012. Liberty: Yogyakarta.L. DM.Kimia Analitik Instrumen Edisi Kesatu. 1996. Yogyakarta Anonim. 2011. Edisi Keenam. DAFTAR PUSTAKA Adhisuwignjo et al. Dasar-Dasar Biokimia. Prosedur Analisa Bahan Makanan dan Pertanian.scrib. (2002). dan Suhardi.Penanganan Umum Hewan Percobaan.web. Konsep Dasar Kimia Analitik. Jakarta Nurfaisyah. Holler. 1979.2008.A.Aplikasi dari pengujian kadar karbohidrat total dalam darah ini dapat digunakan dalam mendiagnosis penyakit Diabetes Melitus (DM).PAU Pangan dan Gizi. Crouch. New York: Saunders College Publishing. UGM. diakses 26 April 2012.

& Day. Erlangga: Jakarta.com/doc/87906840/aomk-sulfo-afril Diakses tanggal 10 mei 2012 Underwood.Ten. A. Sulfonamid. 2011. http://www. . Analisis Kimia Kuantitatif. 2001. Afril.scribd.