You are on page 1of 21

Bentuk Usaha Tetap (BUT

)
Makalah Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Pajak

Internasional Disusun oleh: Adik Angga Putri J 01 Bayu Dwi Putra A 07 Dimas Wimandiri 12 Mirza Widyantoro 24 Ricardo Togar 28 Satria Adi Susanto32

DIPLOMA III PAJAK

Bentuk Usaha Tetap (BUT) |2

SEKOLAH TINGGI AKUNTANSI NEGARA 2011-2012
KATA PENGANTAR Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa karena atas rahmat-Nya lah kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Bentuk Usaha Tetap (BUT). Makalah ini kami susun dalam rangka memenuhi tugas mata kuliah Pajak Internasional di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. Melalui pengantar makalah ini, kami ingin mengucapkan terima kasih kepada Bapak Richard Eddy Tampubolon karena telah membimbing dan memotivasi kami dalam mempelajari materi Pajak Internasional. Dalam penulisan makalah ini kami merasa masih banyak kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan keterbatasan kemampuan yang kami miliki. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat kami harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu kami dalam pengerjaan makalah ini, baik secara langsung ataupun tidak langsung. Pada akhirnya kami berharap semoga makalah ini dapat bermanfaat dan menjadi sumbangan pemikiran bagi pihak yang membutuhkan, juga bagi kami sehingga tujuan yang telah diharapkan dapat tercapai. Tangerang, 25 Maret 2012 Penyusunj

.............................................................3 BAB I.............................................................................................................................................6 C............................................................................................................................................................6 A...............................................................................................................................................................12 Pasal 5 (UU No 10 Tahun 1994)........................Bentuk Usaha Tetap (BUT) |3 DAFTAR ISI KATA PENGANTAR.....................5 Tujuan Penulisan.......................................................................................................................14 Yang dikecualikan sebagai BUT.....................................................................................................................2 DAFTAR ISI...................................................................................18 Kesimpulan.................................................4 PENDAHULUAN...............................................................18 Saran.............................................20 ...........4 Batasan Materi........................................................ Time Test (tes waktu)......................................17 PENUTUP..................9 Jenis BUT (Bentuk Usaha Tetap)......................................................16 Pengecualian pemotongan PPh pasal 26...........6 B..............................................................................................................................................................................................4 Latar Belakang....................6 PEMBAHASAN...........................................................................................................................................................................................5 BAB II...................................................................................................... Kriteria Penentuan BUT...... Pengertian Bentuk Usaha Tetap......................................................

dan terakhir AFTA). . Apabila investor asing menjalankan bisnisnya di Indonesia melalui BUT ( a permanent establishment) berarti bahwa perusahaan tersebut tidak berbadan hukum Indonesia sehingga BUT adalah bukan wajib pajak dalam negeri. Selanjutnya. investor asing dapat melakukannya dalam bentuk joint venture dengan perusahaan asing lainnya dan perusahaan lokal. Dalam melakukan investasi langsung di Indonesia. European Community. Ini yang disebut dengan Bentuk Usaha Tetap (selanjutnya disingkat BUT). transaksi internasional telah bertumbuh dengan pesatnya baik dari sisi frekuensi maupun volumenya. hukum dan keamanan terhadap negara pengimpor modal (importing capital countries) misalnya Indonesia. Umumnya. makalah ini akan membahas secara detal mengenai BUT dan hubungannya dengan Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B). perusahaan ini berbentuk penanaman modal asing dan berbadan hukum Indonesia sehingga perusahaan penanaman modal asing adalah wajib pajak dalam negeri (resident taxpayer). Yang pertama adalah bahwa era globalisasi yang diwarnai dengan tumbuhnya kawasan bebas perdagangan. Selain itu. ekonomi. jasa dan modal (misal: NAFTA. perusahaan asing dapat menjalankan usahanya melalui bentuk usaha di Indonesia. Dan yang kedua adalah masuknya investasi asing ke suatu negara dalam bentuk portfolio investment dan foreign direct investment mengakibatkan implikasi yang luas baik dari sisi sosial.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |4 BAB I PENDAHULUAN Latar Belakang Sedikitnya ada 2 (dua) perubahan besar yang diakibatkan oleh globalisasi.

maka penyusun membatasi pembahasan makalah dengan fokus membahas materi berikut. Pengertian Keberadaan BUT 3. Penentuan BUT 2. Pengecualian dari BUT Tujuan Penulisan Makalah ini disusun dengan tujuan: 1. 2.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |5 Batasan Materi Untuk memberi kejelasan kepada pembaca mengenai isi makalah. . Memahami secara detail mengenai Bentuk Usaha Tetap (BUT) dan peraturan perundang-undangan mengenai BUT. Memenuhi tugas mata kuliah PPnBM Pajak Internasional semester 6 Spesialisasi Pajak Sekolah Tinggi Akuntansi Negara. 1.

. d. g. pabrik. 1978) dan Patrick (dalam Helawel. maka setiap usahadan kegiatan transnasional yang belum memenuhi kriteria atau berada di bawah kriteria BUTdibebaskan dari pengenaan pajak di negara sumber. Sebagai titik ambang batas. c. 1980) menyatakan baahwa istilah permanent establishment (PE) lebih merupakan ambang batas (treshold) atau kriteria yangmemungkinkan suatu negara sumber untuk secara legal dapat memajaki penghasilan dari bisnis (dan profesi) transnasional (lintas perbatasan). Istilah tersebut dipakai untuk menentukan hak pemajakannegara sumber atas penghasilan dari bisnis (dan profesi) yang dijalankan oleh bukan WPDN. Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidakbertempat tinggal di Indonesia. cabang perusahaan.William (dalam Bichel. kantor perwakilan. e. B. dan badanyang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia untuk menjalankan usahaatau melakukan kegiatan di Indonesia.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |6 BAB II PEMBAHASAN A. bengkel. f. yang dapat berupa: a. orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. gedung kantor. Kriteria Penentuan BUT 1) Kriteria BUT menurut UU PPh. Hal ini bukan berarti penghasilan tersebutbebas dari pemajakan dengan alasan bahwa sesuai dengan kelaziman internasional. b. tempat kedudukan manajemen. gudang. Pengertian Bentuk Usaha Tetap Istilah Bentuk Usaha Tetap dalam UU PPh dapat disetarakan dengan penyebutan permanent establishment dalam P3B.

suatu bengkel. peternakan. f. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas. atau suatu instalasi atau anjungan pengeboran atau yang eksplorasi mengeluarkan sumber daya alam. 2) Kriteria BUT menurut model OECD Menurut Model OECD. g. perikanan. d. pertambangan dan penggalian sumber alam. l. agen atau pegawai dari perusahan asuransi yang tidak didirikan dan tidakbertempat kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi ataumenanggung risiko di Indonesia. atau kehutanan. dan p.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |7 h. i. sumur minyak atau gas. m. suatu cabang. tempat penggalian. atau tempat pengambilan sumber daya alam lainnya. lain. agen elektronik. kapal atau kegiatan digunakan pengawasan untuk yang berhubungan atau untuk dengannya. wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi. Suatu bangunan atau konstruksi atau perakitan atau proyek instalasi. c. sepanjangdilakukan lebih dari 60 (enam puluh) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas)bulan. pertanian. proyek konstruksi. perkebunan. n. h. suatu pabrik. yang ada atau berlangsung . o. pemberian jasa dalam bentuk apa pun oleh pegawai atau orang i. disewa. j. b. ruang untuk promosi dan penjualan. instalasi. komputer. suatu tempat kedudukan manajemen. keberadaan suatu BUT ditentukan dengan adanya : a. ataudigunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatanusaha melalui internet. atau proyek perakitan. atau peralatan otomatis yang dimiliki. suatu kantor. suatu pertanian atau perkebunan. suatu gudang. e. k. suatu tambang.

. c. ) hari (* ditentukan dalam peretujuan). suatu penggalian atau suatu tempat penggalian atau eksplorasi sumber daya alam.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |8 untuk suatu masa lebih dari . proyek atau kegiatan tersebut berlangsung lebih dari **bulan. i. Suatu tambang. proyek perakitan atau instalasi atau kegiatan pengawasanyang berhubungan dengan kegiatan proyek tersebut merupakan suatu bentuk usaha tetap hanya apabila tempat. b. h. d. . suatu pabrik.*.. (. e. j. 3) Kriteria BUT menurut model UN Menurut kriteria ini.. tetapi hanya apabila aktivitas-aktivitas tersebut berlangsung (untuk proyek yang sama atau berhubungan) di suatu Negara dalam masa atau masa-masa lebih dari ** bulan dalam jangka waktu 12 bulan. suatu cabang.. Suatu bangunan.*. f. melalui pegawai atau orang lain untuk tujuan tersebut. suatu bengkel. namun hanya jika kegiatan-kegiatan tersebut berlangsung (untuk proyek yang sama atau yang berhubungan) lebih dari .. suatu pertanian atau perkebunan.. Pemberian jasa-jasa. suatu konstruksi. j. bentuk usaha tetap berarti suatu tempat usaha tetap yang ditandai Dengan adanya : a. termasuk jasa konsultasi oleh sebuah perusahaan melalui karyawan atau orang lain yang dilibatkan oleh perusahaan untuk tujuan tertentu. suatu gudang atau tempat yang digunakan sebagai outlet penjualan. atau sumur minyak atau gas. tempat pengeboran atau kapal yang digunakan untuk eksplorasi atau eksploitasi sumber-sumber daya alam. suatu kantor.) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan(tergantung kesepakatan). ( . Pemberian jasa-jasa. termasuk jasa konsultasi. suatu tempat kedudukan manajemen. g.

Dalam pengertian ini juga termasuk proyek pembuatan gedung ataukonstruksi yang dilakukan dan melewati tes waktu yang ditentukan dalamUndang-Undang di negara domisili. untuk penghasilan yang diperoleh penduduk dari suatu Negara Pihak pada Persetujuan sehubungan dengan jasa-jasa profesional atau pekerjaan bebas lainnya hanya akan dikenakan pajak di Negara itu kecuali dalam hal dibawah ini. apabila mereka melakukan kegiatan di Indonesia lebih dari 183 hari dalam jangka waktu 12 bulan. penghasilan tersebut dapat dikenakan pajak di Negara Pihak lainnya itu tetapi hanya bagian penghasilan yang dianggap berasal dari tempat tertentu itu . Jika ia mempunyai suatu tempat tertentu yang tersedia secara teratur dipergunakan untuk menjalankan pekerjaan di Negara Pihak lainnya pada Persetujuan itu. sedangkan untuk pemberian jasa. maka berlaku ketentuan Undangundang Pajak Penghasilan. Jika ia tinggal di Negara Pihak lainnya itu selama suatu masa atau masa masa yang tidak melebihi 183 hari dalam masa 12 bulan yang mulai atau berakhir pada satu tahun pajak.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |9 C. tempat kerja atau suatu hak penambangan dan kekayaan alamlainnya. sebagai berikut : . di Indonesia diatur dalam Pasal 2 ayat 5 bahwa untuk dianggap BUT. Dengan demikian suatu usaha yang dilakukan oleh penduduk asing di Negara Indonesia harus ditentukan saat kapan mereka menjadi Bentuk UsahaTetap atau Tempat Usaha Tetap. Dibawah ini disajikan tes waktu untuk BUT. Time Test (tes waktu) BUT merupakan cabang perusahaan. Kantor. dalam hal ini hanya penghasilan yang diperoleh dari kegiatan-kegiatan yang dilakukan di Negara lain itulah yang akan dikenakan pajak di Negara Pihak lainnya itu.Penentuan tersebut jika tidak diatur dalam P3B. pabrik. dimana penghasilan itu dapat juga dikenai pajak di Negara pada persetujuan lainnya : a. atau tempat kedudukan manajemen. Sedangkan.atau b. waktu tes yang diberikan untuk menjadi BUT apabila jasa yang diberikan lebih dari 60 hari dalam jangka waktu 12 bulan.

12 months Democratic People's 12 months 12 months 12 months .5% 4 months/12 months 91 days/12 months 3 months/12 months N/A 1 month/12 months 3 months/12 months 6 months/12 months Brunei 183 days Darussalam 6 months Bulgaria Canada Czech China Denmark Egypt Finland France Germany Hungary India Italy Japan Jordan 120 days 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months 183 days 6 months 6 months 6 months 6 months N/A 3 months 3 months 183 days 183 days 6 months 6 months 6 months N/A 6 months 6 months 6 months 6 months Korea.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |10 TIME TEST P3B YANGBERLAKU EFEKTIF (BENTUK USAHA TETAP) NO NEGARA . 6 months Republic of Korea. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 Algeria Australia Austria Bangladesh Belgium PENGAWASA KONSTRUK INSTALA PERAKITA JASA N SI SI N LAINNYA KONSTRUKSI 3 months 120 days 6 months 183 days 6 months 3 months 3 months 120 days 120 days 6 months 6 months 183 days 183 days 6 months 6 months 3 months 3 months 6 months 6 months 120 days 120 days 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months 3 months 4 months 4 months 6 months 6 months N/A 6 months 3 months 120 days 6 months 183 days 6 months 183 days 6 months 120 days 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 183 days/12 months N/A 3 months 183 days 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months/12 months 120 days/12 months 3 months/12 months 91 days/12 months 3 months/12 months 3 months/12 months 120 days/12 months 120 days/12 months 3 months / 12 months 6 months/12 months 3 months/12 months 3 months/12 months 3 months/12 months 183 days/12 months 7.

Bentuk Usaha Tetap (BUT) |11 NO NEGARA . Republic of 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Kuwait PENGAWASA KONSTRUK INSTALA PERAKITA JASA N SI SI N LAINNYA KONSTRUKSI 3 months 3 months 3 months 5 months 5 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months 3 months 3 months 3 months 183 days 183 days 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months 3 months N/A N/A 3 months 5 months N/A 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months 6 months 183 days 6 months 6 months 6 months 3 months N/A 6 months 6 months 6 months 6 months 183 days 90 days 6 months 6 months 3 months/12 months 10% 3 months/12 months 91 days/12 months 3 months/12 months 3 months/ 12 months 3 months/12 months 3 months/12 months 15% 183 days/12 months 120 days/12 months 183 days/12 months 6 months/12 months 4 months/12 months TanpaTime Test N/A 3 months / 12 months 90 days/12 months 91 days/12 months 120 days/12 months 3 months/12 months 90 days/12 months 3 months/12 months 3 months/12 Luxembour 5 months g 6 months Malaysia Mexico Mongolia Netherlands New Zealand Norway Pakistan Philippines Poland Portuguese Qatar Romania Russia Saudi Arabia* Seychelles Singapore Slovak South Africa Spain SriLanka Sudan Sweden 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months 6 months 183 days 6 months 6 months 6 months 3 months N/A 6 months 183 days 6 months 6 months 183 days 90 days 6 months 6 months 6 months 6 months 183 days 183 days 6 months 6 months 6 months 6 months 183 days 183 days 90 days 90 days 6 months 6 months 6 months 6 months .

3. 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 PENGAWASA KONSTRUK INSTALA PERAKITA JASA N SI SI N LAINNYA KONSTRUKSI months Switzerland 183 days 183 days 183 days 183 days 5% 6 months 6 months 6 months 6 months 183 days/12 Syria months Taipei 6 months 6 months 6 months 6 months 120 days/12 /Taiwan months 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months/12 Thailand months 3 months 3 months 3 months 3 months 3 months/12 Tunisia months 6 months 6 months 6 months 6 months 183 days/12 Turkey months UAE (United 6 months 6 months 6 months 6 months 6 months Arab Emirates) 6 months 6 months 6 months 6 months 4 months/12 Ukraine months United 183 days 183 days 183 days 183 days 91 days/12 Kingdom months United 120 days 120 days 120 days 120 days 120 days/12 States of months America 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months/12 Uzbekistan months Venezuela 6 months 6 months 6 months 6 months 10% 6 months 6 months 6 months 6 months 3 months/12 Vietnam months * P3B antara Indonesia dengan Saudi Arabia hanya mengaturmengenai transportasi penerbangan dalam jalur internasional. 2. tempat kedudukan manajemen.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |12 NO NEGARA . cabang perusahaan. . gedung kantor. 5. 6. bengkel. 4. pabrik. kantor perwakilan. Jenis BUT (Bentuk Usaha Tetap) a) BUT Tipe Aktiva Contoh: 1.

peternakan. c) BUT Tipe Agen Tidak semua agen merupakan BUT. atau proyek perakitan.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |13 7. 3. proyek konstruksi. 2. Agen tidak bebas dapat berupa orang pribadi atau badan asal: 1. Artinya selalu mengikuti petunjuk dan instruksi perusahaan yang diwakilinya. Perikanan. dan 8. pertanian. Kewenangan tersebut bersifat tetap atau berlangsung terus menerus. tetapi ia mempunyai kebiasaan menyimpan persediaan barangbarang atau barang dagangan dan secara teratur menyerahkan barang-barang tersebut atas nama perusahaan yang diwakilinya. b) BUT Tipe Aktivitas Contoh: 1. Salah satu faktor yang menentukan untuk mengetahui sifat tetap atau terus menerus adalah apakah kegiatan tersebut dari awal mulanya dimaksudkan untuk jangka panjang atau hanya sementara. sepanjang dilakukan lebih dari 60 (enam puluh) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. Agen dibagi dua yaitu agen bebas dan agen tidak bebas. Bergantung pada perusahaan yang diwakilinya. Mempunyai kuasa / kewenangan untuk menandatangani kontrak-kontrak atas Nama perusahaan tersebut. d) BUT Tipe Perusahaan Asuransi . atau kehutanan. Agen yang manjadi BUT adalah agen tidak bebas. pertambangan dan penggalian sumber alam. Hal ini diatur di Pasal 5 ayat (5) OECD model.Tidak mempunyai kuasa seperti diatas. 2. instalasi. perkebunan. Pemberian jasa dalam bentuk apapun oleh pegawai atau oleh orang lain. wilayah kerja pengeboran yang digunakan untuk eksplorasi pertambangan. Bahwa orang atau badan dapat ditetapkan sebagai BUT jika melakukan aktivitas melalui agen tidak bebas.

maka yang akan diperhitungkan sebagai laba bentuk usaha tetap itu oleh masingmasing negara ialah laba yang diperolehnya di negara dimana BUT berkedudukan. jika suatu perusahaan dari suatu Negara Pihak pada Persetujuan menjalankan usaha di setiap negara melalui suatu bentuk usaha tetap yang berkedudukan disitu. . penjualan barang. atau pemberian jasa di Indonesia yang sejenis dengan yangdijalankan atau yang dilakukan oleh bentuk usaha tetap di Indonesia.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |14 BUT jenis ini bisa timbul karena perusahaan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia memungut premi asuransi atau menanggung risiko di Indonesia melalui agen atau pegawainya. sepanjang terdapathubungan efektif antara bentuk usaha tetap dengan harta atau kegiatan yangmemberikan penghasilan dimaksud. yang menyatakan bahwa “Laba perusahaan dari Negara Pihak pada Persetujuan hanya akan dikenakan pajak di negara itu kecuali jika perusahaan itu menjalankan usaha di negara Pihak lainnya pada Persetujuan. Pasal 5 (UU No 10 Tahun 1994) Pasal 5 Yang menjadi Obyek Pajak bentuk usaha tetap adalah: a) penghasilan dari usaha ataukegiatan bentuk usaha tetap tersebut dan dari harta yang dimiliki ataudikuasai. BUT dalam P3B dikenal dengan istilah “permanent establishment”. melalui suatu bentuk usaha tetap yang berkedudukan disitu”. maka laba perusahaan itu dapat dikenakan pajak di negara lainnya tetapi hanya atas bagian laba berasal dari bentuk usaha tetap tersebut”. b) penghasilan kantor pusat dariusaha atau kegiatan. c) penghasilan sebagaimana tersebut dalamPasal 26 yang diterima atau diperoleh kantor pusat. Oleh karena itu. Apabila perusahaan tersebut menjalankan usahanya sebagaimana dimaksud diatas.

menagih. danpelatihan. iuran kepada dana pensiun yangpendiriannya telah disahkan oleh Menteri Keuangan.gratifikasi. biaya untuk mendapatkan. 3. kecuali bunga yangberkenaan dengan usaha perbankan. honorarium. gaji. 2. yang besarnya ditetapkan olehDirektur Jenderal Pajak. b) b. imbalan sehubungan denganjasa manajemen dan jasa lainnya. biaya penelitian dan pengembanganperusahaan yang dilakukan di Indonesia. (UU No 17 Tahun 2000) b. biaya pengolahan limbah. (UU 10 Tahun1994) e.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |15 (2) Biaya-biaya yang berkenaan denganpenghasilan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b dan huruf c bolehdikurangkan dari penghasilan bentuk usaha tetap.dan memelihara penghasilan. biaya perjalanan." Pasal 6 (1) Besarnya Penghasilan Kena Pajakbagi Wajib Pajak dalam negeri dan bentuk usaha tetap. dan pajak kecuali Pajak Penghasilan. menagih. kerugian dari selisih kurs matauang asing. premi asuransi. biayaadministrasi. (UU 10 Tahun 1994) h.royalti. dan memelihara penghasilan. (UU No 17 Tahun 2000) f. (UU 10 Tahun 1994) c.pembayaran kepada kantor pusatyang tidak diperbolehkan dibebankan sebagai biaya adalah : 1. termasuk biaya pembelian bahan. 2) telah diserahkan perkarapenagihannya kepada Pengadilan Negeri atau Badan Urusan Piutang dan LelangNegara (BUPLN) atau adanya . (UU 10 Tahun 1994) g. magang. ditentukan berdasarkanpenghasilan bruto dikurangi : a. atau hak-hak lainnya. (3) Dalam menentukan besarnya labasuatu bentuk usaha tetap : a) a. piutang yang nyata-nyata tidak dapatditagih. bunga.biaya administrasi kantor pusatyang diperbolehkan untuk dibebankan adalah biaya yang berkaitan denganusaha atau kegiatan bentuk usaha tetap. paten. biaya bea siswa. bunga. dengan syarat : (UU No 17 Tahun 2000) 1) telah dibebankan sebagai biayadalam laporan laba rugi komersial. (UU 10 Tahun 1994) d. kerugian karena penjualan ataupengalihan harta yang dimiliki dan digunakan dalam perusahaan atau yangdimiliki untuk mendapatkan. dan tunjangan yang diberikan dalam bentuk uang. kecuali bunga yang berkenaan dengan usahaperbankan. biaya berkenaandengan pekerjaan atau jasa termasuk upah. sewa. royalti atau imbalan lainnyasehubungan penggunaan harta. bonus. penyusutan atas pengeluaran untukmemperoleh harta berwujud dan amortisasi atas pengeluaran untuk memperolehhak dan atas biaya lain yang mempunyai masa manfaat lebih dari 1 (satu) tahunsebagaimana dimaksud dalam Pasal 11 dan Pasal 11A. c) pembayaran sebagaimana tersebut padahuruf b yang diterima atau diperoleh dari kantor pusat tidak dianggapsebagai Obyek Pajak.

Penggunaan tempat usaha tetap semata-mata dimaksudkan untuk pembelian barang-barang atau barang dagangan. mengumpulkan informasi bagi keperluan perusahaan. dan 4) Wajib Pajak harus menyerahkandaftar piutang yang tidak dapat ditagih kepada Direktorat Jenderal Pajak. Penggunaan fasilitas-fasilitas semata-mata dimaksudkan untuk menyimpan. 3) telah dipublikasikan dalampenerbitan umum atau khusus. . komisioner umum. untuk tujuan periklanan. makakerugian tersebut dikompensasikan dengan penghasilan mulai tahun pajakberikutnya berturut-turut sampai dengan 5 (lima) tahun.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |16 perjanjian tertulis mengenai penghapusanpiutang/pembebasan utang antara kreditur dan debitur yang bersangkutan. (2) Apabila penghasilan bruto setelahpengurangan sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) didapat kerugian. Independent agent adalah agen yang menjalankan usahanya secara bebas tanpa adanya instruksi dari perusahaan luar negeri (non resident tavpayer) misalnya makelar. Penggunaan disimpan.yang pelaksanaannya diatur lebih lanjut denganKeputusan Direktur Jenderal Pajak. pengecualian timbulnya BUT yaitu sebagai berikut: 1. Apabila perusahaan dari suatu Negara treaty partner menjalankan kegiatan-kegiatan yang terbatas di Indonesia yang cakupan kegiatan-kegiatannya adalah sebagai berikut : a. lanjut perusahaan lain. persediaan barang-barang atau diolah lebih atau barang oleh dagangan milik perusahaan semata-mata dimaksudkan untuk dipamerkan. (UU No 17 Tahun 2000) (3) Kepada orang pribadi sebagaiWajib Pajak dalam negeri diberikan pengurangan berupa Penghasilan Tidak KenaPajak sebagaimana dimaksud dalam Pasal 7. Apabila perusahaan tersebut menjalankan usahanya melalui agen yang bertindak bebas (independent agent). memberikan informasi yang atau untuk menjalankan kegiatan-kegiatan bersifat persiapan ataupun penunjang bagi perusahaan. (UU No 10 Tahun 1994) Yang dikecualikan sebagai BUT Sesuai Tax Treaty model OECD. 2. c. memamerkan barang-barang atau barang dagangan milik perusahaan b.

penanaman kembali dilakukan dalam tahun pajak berjalan atau paling lama tahun pajak berikutnya dari tahun pajak diterima atau diperolehnya penghasilan tersebut. Pengecualian pemotongan PPh pasal 26 • PERATURAN MENTERI KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR 257/PMK. tidak melakukan pengalihan atas penanaman kembali tersebut paling singkat dalam jangka waktu 2 (dua) tahun sesudah perusahaan baru tersebut telah berproduksi komersial. penanaman kembali dilakukan atas seluruh penghasilan kena pajak setelah dikurangi Pajak Penghasilan dalam bentuk penyertaan modal pada perusahaan yang baru didirikan dan berkedudukan di Indonesia sebagai pendiri atau peserta pendiri. Apabila suatu perusahaan yang berkedudukan disuatu Negara treaty partner yang menguasai atau dikuasaia oleh perusahaan lain yang berkedudukan dinegara treaty oartner lainnya ataupun menjalankan usaha dinegara treaty lainnya (baik melalui suatu BUT maupun dengan cara lain). Perusahaan baru yang didirikan dan berkedudukan di Indonesia sebagaimana dimaksud pada huruf a. . 3.03/2008 Khusus untuk kembali BUT di dikecualikan Indonesia dari yang pemotongan dapat apabila Penghasilan Kena Pajak sesudah dikurangi Pajak Penghasilan dari BUT ditanamkan menunjang kebijaksanaan Pemerintah dalam rangka peningkatan dan pemerataan penanaman modal dengan syarat : 1. paling lama 1 (satu) tahun sejak perusahaan tersebut didirikan.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |17 3. dan 4. 2. harus secara aktif melakukan kegiatan usaha sesuai dengan akte pendiriannnya.

e. . i. tempat kedudukan manajemen. pertambangan dan penggalian sumber alam. cabang perusahaan. h. f. ruang untuk promosi dan penjualan. j. b. gedung kantor. pabrik. gudang.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |18 BAB III PENUTUP Kesimpulan Bentuk usaha tetap adalah bentuk usaha yang dipergunakan oleh orang pribadi yang tidakbertempat tinggal di Indonesia. c. wilayah kerja pertambangan minyak dan gas bumi. orang pribadi yang berada di Indonesia tidak lebih dari 183 (seratus delapan puluh tiga) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas) bulan. g. kantor perwakilan. dan badanyang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia untuk menjalankan usahaatau melakukan kegiatan di Indonesia. yang dapat berupa: a. d. bengkel.

atau proyek perakitan. pemberian jasa dalam bentuk apa pun oleh pegawai atau orang o. lain. m. Apabila perusahaan dari suatu Negara treaty partner menjalankan kegiatan-kegiatan yang terbatas di Indonesia yang cakupan kegiatan-kegiatannya adalah sebagai berikut : a. Apabila perusahaan tersebut menjalankan usahanya melalui agen yang bertindak bebas (independent agent). memberikan informasi yang atau untuk menjalankan kegiatan-kegiatan bersifat persiapan ataupun penunjang bagi perusahaan. persediaan barang-barang atau diolah lebih atau barang oleh dagangan milik perusahaan semata-mata dimaksudkan untuk dipamerkan. peternakan. atau digunakan oleh penyelenggara transaksi elektronik untuk menjalankan kegiatan usaha melalui internet. Penggunaan disimpan. agen atau pegawai dari perusahan asuransi yang tidak didirikan dan tidak bertempat kedudukan di Indonesia yang menerima premi asuransi ataumenanggung risiko di Indonesia. Penggunaan fasilitas-fasilitas semata-mata dimaksudkan untuk menyimpan.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |19 k. sepanjangdilakukan lebih dari 60 (enam puluh) hari dalam jangka waktu 12 (dua belas)bulan. l. Independent . c. memamerkan barang-barang atau barang dagangan milik perusahaan b. lanjut perusahaan lain. proyek konstruksi. orang atau badan yang bertindak selaku agen yang kedudukannya tidak bebas. mengumpulkan informasi bagi keperluan perusahaan. dan p. atau peralatan otomatis yang dimiliki. penggunaan tempat usaha tetap semata-mata dimaksudkan untuk pembelian barang-barang atau barang dagangan. komputer. n. Sesuai Tax Treaty model OECD. disewa. atau kehutanan. perkebunan. 2. untuk tujuan periklanan. perikanan. agen elektronik. instalasi. pertanian. pengecualian timbulnya BUT yaitu sebagai berikut : 1.

Saran Menurut penyusun. Perlakuan perpajakan atas BUT. Apabila suatu perusahaan yang berkedudukan disuatu Negara treaty partner yang menguasai atau dikuasaia oleh perusahaan lain yang berkedudukan dinegara treaty oartner lainnya ataupun menjalankan usaha dinegara treaty lainnya ( baik melalui suatu BUT maupun dengan cara lain). Perbedaan peraturan mengenai BUT di Indonesia dengan negara lain. 2. 3. . hal yang masih perlu kajian lebih mendalam dalam penyusunan makalah sejenis berikutnya antara lain: 1. komisioner umum. 3. Contoh kasus seputar BUT.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |20 agent adalah agen yang menjalankan usahanya secara bebas tanpa adanya instruksi dari perusahaan luar negeri (non resident tavpayer) misalnya makelar.

org . Jakarta: BPPK www.ortax. 2009.com www.com www.dannydarussalam.blogspot.Bentuk Usaha Tetap (BUT) |21 DAFTAR PUSTAKA BPPK. Modul Pusdiklat Pajak.dudiwahyudi.