You are on page 1of 17

Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik

Dengan mempelajari perkembangan peserta didik kita akan memperoleh beberapa keuntungan. Pertama, kita akan mempunyai ekspektasi yang nyata tentang anak dan remaja. Dari psikologi perkembangan akan diketahui pada umur berapa anak mulai berbicara dan mulai mampu berpikif abstrak. Hal-hal itu merupakan gamharan umum yang terjadi pada kebanyakan anak, di samping itu akan diketahui pula pada umur berapa anak tertentu akan memperoleh keterampilan perilaku dan emosi khusus. Kedua, pengetahuan tentang psikologi perkembangan anak membantu kita untuk merespon sebagaimana mestinya pada perilaku tertentu dari seorang anak. Bila seorang anak dari Taman Kanak-kanak tidak man sekolah lagi karena diganggu temannya, apa yang harus dilakukan oleh guru dan orang tuanya? Bila anak selalu ingin merebut mainan temannya apakah dibiarkan saja? Psikologi perkembangan akan membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan itu dan menunjukkan sumber-sumber jawaban serta pola-pola anak mengenai pikiran, perasaan dan perilakunya. Ketiga, pengetahuan tentang perkembangan anak akan membantu mengenali berbagai penyimpangan dari perkembangan yang normal. Bila anak umur dua tahun belum berceloteh (banyak bicara) apakah dokter dan guru harus mengkhawatirkannya? .Bagaimana bila hal itu terjadi pada anak umur tiga atau empat tahun? Apa yang perlu dilakukan bila remaja umur lima belas tahun tidak mau lagi sekolah karena keinginannya yang berlebihan yaitu ingin melakukan sesuatu yang menunjukkan sikap “jagoan”? Jawaban akan lebih mudah diperoleh apabila kita mengetahui apa yang biasanya terjadi pada anak atau remaja. Keempat, terakhir, dengan mempelajari perkembangan anak akan membantu memahami diri sendiri. Psikologi perkembangan akan secara terbuka mengungkap proses pertumbuhan psikologi, proses-proses yang akan dialami pada kehidupan sehari-hari. Yang lebih penting lagi, pengetahuan ini akan membantu kita memahami apa yang kita alami sendiri, misalnya mengapa masa puber kita lebih awal atau lebih lambat dibandingkan dengan teman- teman lain. Berikut ini adalah beterapa hal yang mendasari pentingnya mengetahui pertumbuhan dan perkembangan peserta didik.

berpendapat bahwa mengkaji tentang bagaimana perilaku itu pada saat masih sederhana akan sangat berguna. kalimat itu muncul dengan mengikuti aturan yang diajarkan orang dewasa. Perubahan flsik.1. 3. kemampuan mengingat serta berbagai 2. Produk penelitian ini kadang-kadang dapat diterapkan di dunia nyata. Misalnya ialah bahwa kebanyakan orang dapat membuat kalimat yang panjang dan dapat mengerti oleh orang lain. fungsi lainnya. Nilai yang ditempatkan kebanyakan ahli psikologi perkembangan melakukan penelitiannya dalam laboratorium dan sering kali mengkaji pertanyaan-pertanyaan teoritis berdasarkan hasil penelitiannya. 4. Manusia mampu berkomunikasi dari cara yang sederhana sampai yang kompleks karena bahasa yang dipergunakan mengikuti aturan-aturan tertentu. Kebanyakan ahli teori psikologi berpendapat bahwa apa yang terjadi hari ini sangat banyak ditentukan oleh perkembangan kita sebagai anak. . Dengan mengkaji kalimat pertam tersebut para peneliti bahasa bertambah wawasannya tentarg mekanisme cara berbicara orang dewasa yang lebih kompleks. perolehan dan penggunaan. Suatu pendekatan terhadap masalah ini adalah dengan mempelajari proses kemampuan berbahasa. bahasa. Misalnya penelitian tentang tahap awal perkembangan sosial yang secara relevan berkaitan dengan orang tua tentang peranannya dalam kehidupannya sehari-hari. Proses yang kompleks sebagai peneliti yang mencoba memahami perilaku orang dewasa yang kompleks. Anak membentuk kalimat yang hanya terdiri atas satu atau dua kata. misalnya pada tahun pertama lebih cepat dari pada talum-tahun berikutnya. Pengaruh yang lama alasan lainnya mengapa mempelajari anak ialah bahwa peristiwaperistiwa dan pengalaman-pengalaman pada tahun-tahun awal menunjukkan pengaruh yang lama dan kuat terhadap perkembangan individu pada masa-masa berikutnya. Tetapi menentukan apa aturan itu dan bagaimana menggunakan adalah sulit. Hal yang sama terjadi juga pada perubahan yang menyangkut interaksi sosial. Masa Perkembangan yang cepat pada anak terjadi pertumbuhan-pertumbuhan yang cepat dibandingkan dengan perubahan-perubahan yang dialami species lain.

Dia telah melakukan beberapa penelitian tentang kecerdasan. . Arthur Jensen (1969) mengemukakan pendapatnya bahwa kecerdasan itu diwariskan (diturunkan). Hasil dari penelitian atau pengkajian teoritis dapat secara langsung atau tidak dapat mempengaruhi pola pendidikan atau pengajaran. A. Misalnya banyak lagi hal-hal yang berkaitan dengan perkembangan anak yang merupakan misteri dan menarik. Fraternal twins pada anak sekandung genetiknya tidak sama. Identical twins memiliki genetik yang identik. Masalah yang menarik anak merupakan makhluk yang mengagumkan dan penuh tekateki serta menarik untuk dikaji. kecerdasan dan kepribadian) mendapat pengaruh yang sama kuatnya baik dari faktor-faktor lingkungan maupun keturunan (genetik). diantaranya ada yang membandingkan tentang anak kembar yang berasal dari satu telur (identical twins) dan yang dari dua telur (fraternal twins). karena itu IQ-nya pun tidak . 5. 1. Berdasarkan data yang diperoleh dari penelitian perilaku genetik yang mendukung. Para ahli genetik menaruh minat yang sangat besar untuk mengetahui dengan pasti tentang variasi karakteristik yang dapat dipengaruhi oleh faktor genetik. Dalam hal ini ilmu pengetahuan lebih banyak menjumpai pertanyaan-pertanyaan dari pada jawabannya. pentingnya pengaruh keturunan menunjukkan tentang pentingnya pengaruh lingkungan. karena itu kecerdasan (IQ) seharusnya sama.percobaan tentang strategi pemecahan masalah pada anak akan memberikan informasi berharga mengenai metode mengajar yang baik. Perilaku yang kompleks yang menarik minat para ahli psikologi (misalnya temperamen. Aspek apa sajakah yang mempengaruhi faktor genetik? Menurut Santrok (1992). Kemudahan anak umur dua tahun untuk mempelajari bahasa ibunya dan kreativitas anak untuk bermain dengan temannya merupakan dua hal dari karakterstik anak yang sedang berkembang. Ia juga mengemukakan bahwa lingkungan dan budaya hanya mempunyai peranan minimal dalam kecerdasan. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN Sejak awal tahun 1980-an semakin diakuinya pengaruh keturunan (genetik) terhadap perbedaan individu. banyak aspek yang dipengaruhi faktor genetik. Kecerdasan. Kecerdasan dan temperamen merupakan aspek-aspek-yang paling banyak ditelaah yang dalam perkembangannya dipengaruhi oleh keturunan.

Kritik kedua menyatakan bahwa kebanyakan penelitian tentang keturunan dan lingkungan tidak mencakup lingkunganlingkungan yang berbeda secara radikal. Menurut Thomas & Chess (1991) ada tiga tipe dasar temperamen yaitu mudah. Karena itu tidaklah mengherankan bahwa studi tentang genetik menunjukkan bahwa lingkungan mempunyai pengaruh yang lemah terhadap kecerdasan. Menurut Jensen bila pengaruh lingkungan lebih penting pada identical twins yang dibesarkan pada dua lingkungan yang berbeda. Sebagian bayi sangat aktif menggerak-gerakkan tangan. Menurut Jensen IQ yang diukur dengan tes kecerdasan yang baku merupakan indikator kecerdasan yang baik. dan lambat untuk dibangkitkan : a. Sebagian bayi merespons orang lain dengan hangat. Gaya-gaya perilaku tersebut di atas menunjukkan temperamen seseorang. Menurut Jensen pengaruh keturunan terhadap kecerdasan sebesar 80 persen. serta dengan mudah pula menyesuaikan diri dengan pengalaman baru. Temperamen. seharusnya menunjukkan IQ yang berbeda pula. Dua saudara sekandung yang dipelihara pada dua lingkungan yang berbeda korelasi rata-rata IQ-nya 50. Cara individu memecahkan masalah sehari-hari. Kecerdasan memang dipengaruhi oleh keturunan tetapi kebanyakan ahli perkembangan menyatakan bahwa pengaruh itu berkisar sekitar 50 persen. sebagai lagi pasif dan acuh tidak acuh. sulit. Banyak ahli-ahli yang mengkritik Jensen. Salah seorang diantaranya mengkritik tentang definisi kecerdasan itu sendiri. penyesuaian dirinya terhadap lingkungan kerja dan lingkungan sosial. Kajian terhadap hasil penelitian menunjukkan bahwa identical twins yang dibesarkan pada dua lingkungan yang berbeda korelasi rata-rata IQ-nya 82. Kritik dari ahli lain ialah bahwa tes IQ hanya menyentuh sebagian kecil saja dari kecerdasan. Anak yang mudah umumnya mempunyai suasana hati yang positif dan dapat dengan cepat membentuk kebiasaan yang teratur. . 2. sebagian lagi lebih tenang. Ahli-ahli perkembangan sangat tertarik mengenai temperamen bayi. Temperamen adalah gaya-perilaku karakteristik individu dalam merespons. sebagian anak menjelajahi lingkungannya dengan giat pada waktu yang lama dan sebagian lagi tidak demikian. merupakan aspek-aspek kecerdasan yang penting dan tidak terukur oleh tes kecerdasan baku yang digunakan oleh Jensen.sama. kaki dan mulutnya dengan keras.

Anak yang sulit cenderung untuk bereaksi secara negatif serta sering menangis dan lambat untuk menerima pengalaman-pengalaman baru. 3. Bila seorang gadis cantik dan cerdas terpilih menjadi ketua OSIS. maka dapat dikatakan bahwa antara keduanya. c.50 sampai . atau mereka dapat menegur dan menghukumnya. hal ini akan menjadikan anak yang sulit menjadi lebih sulit lagi. temperamen tinggi dan berat badan. Salah satu alasan terjadinya hal itu ialah mungkin .60 menunjukkan lemahnya pengaruh tersebut. Kita ketahui pula bahwa dengan dibesarkan pada keluarga yang sama dapat terjadi perbedaan kecerdasan secara individual dengan variasi yang kecil pada kepribadian dan minat. kadang-kadang negatif. Para peneliti menemukan bahwa indeks pengaruh lingkungan terhadap temperamen sebesar . Menetap atau konsisten tidaknya temperamen bergantung kepada “kesesuaian” hubungan antara anak dengan orang tuanya. Dengan singkat dapat dikatakan bahwa keturunan mempengaruhi temperamen. Anak yang lambat untuk dibangkitkan mempunyai tingkat kegiatan yang rendah. Pengaruh genetik terhadap kecerdasan terjadi pada awal perkembangan anak dan berlanjut terus sampai dewasa. dan penyesuaian diri yang rendah dengan lingkungan atau pengalaman baru. Beberapa ahli perkembangan. Orang tua yang luwes dapat memberi pengaruh yang menenangkan terhadap anak yang sulit atau akan tetap menunjukkan kasih sayang walau anak menjauh atau berkeras kepala.b. apakah kata akan berkesimpulan bahwa keberhasilannya itu hanya karena lingkungan atau lainnya karena keturunannya? tentu saja karena keduanya. tetapi anak pun mempengaruhi orang tua. Kekuatan pengaruh ini biasanya menurun saat anak itu tumbuh menjadi. Tingkat pengaruh ini bergantung pada respons orang tua terhadap anak-anaknya dengan pengalaman-pengalaman masa kecil yang ditemui dalam lingkungan. terdapat interaksi. Orang tua dapat menjauh dari anaknya yang sulit. minat yang khas. .lebih besar. Interaksi keturunan lingkungan dan perkembangan Keturunan dnn lingkungan berjalan bersama atau bekerja sama dan menghasilkan individu dengan kecerdasan. Orang tua mempengaruhi anak. Karena pengaruh lingkungan bergantung kepada karakteristik genetik. berpendapat bahwa temperamen adalah karakteristik bayi yang baru lahir dan akan dibentuk dan dimodifikasi oleh pengalaman-pengalaman anak pada masa-masa berikutnya. termasuk Chess dan Thomas.

apakah arti perbedaan IQ antara dua orang sebesar 95 dan 1257 Untuk dapat menjawabnya diperlukan informasi tentang pengaruh-pengaruh budaya dan genetik. Hampir sepanjang waktu perhatian kita tertuju pada keunikan masing-masing. Dalam perkembangan terdapat pertumbuhan. FASE-FASE PERKEMBANGAN Setiap orang berkembang dengan karakteristik tersendiri. Proses-proses biologis meliputi perubahan-perubahan fisik individu. Kebanyakan orang tua menghendaki anaknya untuk mencapai tingkat kecerdasan di atas rata-rata. perkembangan otak. Setiap diri kita mulai belajar berjalan pada usia satu tahun. Misalnya. penambahan tinggi dan berat. dan perubahan-perubahan hormon pada masa puber mencerminkan peranan proses-proses biologis dalam perkembangan. keterampilan motorik. Sebagai manusia. setiap orang melalui jalan-jalan yang umum.perlu diketahui tentang interaksi antara keturunan dengan lingkungan dalam perkembangan? Kita perlu mengetahui lebih banyak tentang interaksi tersebut dalam perkembangan yang berlangsung normal. walaupun pubertas dan menopause dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan seperti nutrisi. berat. evolusi dasar dan program genetik. Contoh lain pubertas dan menopause bukanlah semata-mata hasil lingkungan. obat-obatan dan kesehatan. proses kognitif dan proses sosial. Pengaruh keturunan pada pubertas dan menopause tidak dapat diabaikan. Apakah yang . . Apakah yang dimaksud oleh para ahli psikologi dengan perkembangan individu? Menurut Santrok dan Yussen (1992) perkembangan adalah pola gerakan atau perubahan yang dimulai pada saat terjadi pembuahan dan berlangsung terus selama siklus kehidupan. tenggelam pada permainan fantasi pada masa kanak-kanak dan belajar mandiri pada usia remaja.karena keluarga mempunyai penekanan yang sama kepada anak-anaknya berkenaan dengan perkembangan kecerdasan yaitu dengan mendorong anak mencapai tingkat tertinggi. Pola gerakan itu kompleks karena merupakan hasil (produk) dari beberapa proses: proses biologis. B. berjalan pada usia dua tahun. Mereka tidak mengarahkan anak ke arah minat dan kepribadian yang sama. Gen yang diwarisi dari orang tua. Kita pun perlu mengetahui pengaruh keturunan terhadap seluruh siklus kehidupan.

koordinasi sensori motor. kognitif. perubahan-perubahan dalam emosi dan perubahan-perubahan dalam kepribadian. menghubungkan dua kata menjadi kalimat. Anda akan mengetahui bagaimana proses sosial membentuk proses-proses kognitif. sikap agresif anak laki-laki terhadap teman mainnya. fase kanak-kanak awal. Masa ini adalah masa yang sangat bergantung kepada orang tua. Fase bayi adalah saat perkembangan yang berlangsung sejak lahir sampai 18 atau 24 bulan. kecerdasan dan bahasa. dan sosial. menghafal. Proses-proses itu terjadi pada perkembangan manusia yang berlangsung pada keseluruhan siklus hidupnya. dihasilkan dalam waktu kurang lebih sembilan bulan. Santrok dan Yussen membaginya atas lima yaitu: fase pranatal (saat dalam kandungan). 1. yaitu biologis. Mengamati gerakan mainan bayi yang digantung. Akan sangat membantu untuk mempelajari berbagai proses yang mempengaruhi perkembangan anak dengan tetap mengingat bahwa Anda sedang mempelajari perkembangan anak yang terintegrasi sebagai manusia seutuhnya dan memiliki kesatuan jiwa dan raga. Pada saat ini terjadi pertumbuhan yang luar biasa dari satu sel menjadi satu organisme yang lengkap dengan otak dan kemampuan berperilaku. Hendaknya selalu diingat bahwa antara ketiga proses. kewaspadaan seorang gadis terhadap lingkungannya mencerminkan peranan proses sosial dalam perkembangan anak. Perkiraan waktu ditentukan pada setiap fase untuk memperoleh gambaran waktu suatu fase itu dimulai dan berakhir. . dan sosialisasi. puisi dan memecahkan soal-soal matematika mencerminkan peranan proses-proses kognitif dalam perkembangan anak. dan sosial terdapat jalinan yang kuat. fase bayi. Senyuman bayi sebagai respons terhadap sentuhan ibunya. Perubahan pada perkembangan merupakan produk dari proses-proses biologis. Fase pranatal (saat dalam kandungan) adalah waktu yang terletak antara masa pembuahan dan masa kelahiran.Proses kognitif meliputi perubahan-perubahan yang terjadi pada individu mengenai pemikiran. kognitif. Banyak kegiatankegiatan psikologis yang baru dimulai misalnya: bahasa. Proses-proses sosial meliputi perubahan-perubahan yang terjadi dalam hubungan individu dengan orang lain. Untuk memudahkan pemahaman tentang perkembangan maka dilakukan pembagian berdasarkan waktu-waktu yang dilalui manusia dengan sebutan fase. 2. fase anak akhir dan fase remaja.

yang dimulai kira-kira umur 10 sampai 12 tahun dan berakhir kira-kira umur 18 sampai 22 tahun.3. abstrak dan idealis. Semakin lama banyak waktu dimanfaatkan di luarkeluarga. . tumbuhnya rambut pada bagian tertentu dan perubahan suara. menulis dan berhitung. 4. Mereka mengatakan bahwa perkembangan merupakan proses yang terjadi sepanjang hayat. Pencapaian prestasi menjadi arah perhatian pada dunia anak. Pemikirannya lebih !ogis. Fase kanak-kanak awal adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak akhir masa bayi sampai 5 atau 6 tahun. Secara formal mereka mulai memastikan dunia yang lebih luas dengan budayanya. Masa remaja adalah masa perkembangan yang merupakan transisi dari masa kanak-kanak ke masa dewasa awal. dan pengendalian diri sendiri bertambah pula. sama dengan masa usia sekolah dasar. Remaja mengalami perubahan-perubahan fisik yang sangat cepat. berkembangnya karakteristik seksual seperti membesarnya payudara. Pada fase ini dilakukan upaya-upaya untuk mandiri dan pencarian identitas diri. kadang-kadang disebut masa prasekolah. perubahan perbandingan ukuran bagian-bagian badan. Pada saat ini para ahli perkembangan tidak lagi berpendapat bahwa perubahan-perubahan akan berakhir pada fase ini. Selama fase ini mereka belajar melakukan sendiri banyak hal dan berkembang keterampilanketerampilan yang berkaitan dengan kesiapan untuk bersekolah dan memanfaatkan waktu selama beberapa jam untuk bermain sendiri ataupun dengan temannya. Fase kanak-kanak tengah dan akhir adalah fase perkembangan yang berlangsung sejak kira-kira umur 6 sampai 11 tahun. Anak-anak menguasai keterampilan-keterampilan dasar membaca. Memasuki kelas satu SD menandai berakhirnya fase ini.

Dikemukakannya pula bahwa perkembangan afektif merupakan dasar perkembangan manusia. memegang. Trust vs Mistnis/Kepercayaan dasar (0:0 -1:0). Erikson mengemukakan bahwa perkembangan manusia adalah sinfesis dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial.0 – 3. dan melepaskan. menjatuhkan. selalu dibuai dan diperlakukan sebaik-baiknya. 2. dan mendorong. akan tumbuhlah pada bayi itu rasa takut serta ketidakpercayaan yang mendasar terhadap dunia sekelilingnya dan terhadap orang-orang disekitarnya. Bayi yang kebutuhannya terpenuhi waktu ia bangun.Hakikat Pertumbuhan dan Perkembangan Peserta Didik POLA-POLA PERKEMBANGAN AFEKTIF PADA MANUSIA Seorang ahli teori psikoanalisa dan sekaligtis seorang pendidik Erik H. 1. Anak kemudian akan mengembangkan perasannya bahwa ia dapat mengendalikan otot-ototnya. membuka. diajak main dan bicara akan tumbuh perasaannya bahwa dunia ini tempat yang aman dengan orang-orang di sekitarnya yang selalu bersedia menolong dan dapat dijadikan tempat ia menggantungkan nasibnya.0).Teorinya itu kemudian diterbitkan sebagai bukunya yang pertama dengan judul Childhood and Society. menutup. Perasaan ini akan terus terbawa pada tingkat-tingkat perkembangan berikutnya. Autonomy vs Shame and Doubt/Otonomi (1. Erikson melahirkan teori perkembangan afektif yang terdiri atas delapan tahap. Anak sangat bangga dengan kemampuannya ini dan ia ingin melakukan banyak hal sendiri. tetapi juga memanjat. Pada saat ini bukan hanya berjalan. . menarik. Jika pemeliharaan terhadap bayi itu tidak menetap atau tidak memadai sebagaimana mestinya. Dimensi autonomy ini timbulnya karena adanya kemampuan motoris dan mental anak. Pada tahap ini Erikson melihat munculnya autonomy. Orang tua sebaiknya menyadari bahwa anak butuh melakukan sendiri hal-hal yang sesuai dengan kemampuannya menurut langkah dan waktunya sendiri. serta terkandung di dalarnnya sikap-sikap menolak. keresahannya segera terhapus.

Hal yang sama terjadi pada kemampuan anak untuk menggunakan bahasa dan kegiatan fantasi. Pada masa ini anak sudah menguasai badan dan geraknya. Industry vs litferioriry/Produktivitas (6. Dengan demikian rasa/sifat ingin menghasilkan sesuatu dapat dikembangkan . Dimensi psikososial yang rnuncul pada masa ini adalah sense of industry. anak yang diberi kebebasan dan kesempatan untuk berinisiatif pada permainan motoris serta mendapat jawaban yang yang memadai dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukannya (intelectual full/live). memotong. maka akan tumbuh pada anak itu rasa malu-malu dan ragu-ragu. Anak mulai mampu berpikir deduktif. Dimensi sosial pada tahap ini mempunnyai dua ujung inisiatif.00).0 – 11 . Jika anak meninggalkan masa perkembangan ini dengan autonomi yang lebih kecil daripada rasa malu dan ragu. berarti telah memupuk rasa malu dan ragu yang berlebihan sehingga anak tidak dapat mengendalikan dunia dan dirinya sendiri. sense of inferiority Anak didorong untuk membuat.dorong-dorongannya. Ia dapat mengendarai sepeda roda tiga. serta mengendalikan diri dan lingkungannya. bermain dan belajar menurut peraturan yang ada. maka inisiatifnya akan berkembang dengan pesat. Berdasarkan hasilnya mereka dihargai dan dimana perlu diberi hadiah. melakukan dan mengerjakan dengan benda-benda yang praktis. maka ia sudah siap menghadapi siklus-siklus kehidupan berikutnya.0 – 5. Namun demikian keseimbangan yang diperoleh pada masa ini dapat berubah ke arah positif maupun negatif oleh peristiwa-peristiwa di masa selanjutnya. Initiatives vs Guilt/Inisiatif (3. 4. bereaksi atau dengan anak-anak lain. Guilt. dan mengerjakannya sampai selesai sehingga menghasilkan sesuatu. ia akar mengalami kesulitan untuk memperoleh autonomi pada masa remaja dan masa dewasanya. 3. Jika orang dewasa yang mengasuh dan membimbing anak tidak sabar dan selalu membantu mengerjakan segala sesuatu yang sesungguhnya dapat dikerjakannya sendiri oleh anak itu. Orang tua yang selalu melindungi dan selalu mencela hasil pekerjaan anak-anak. memukul. Sebaliknya anak yang dapat melalui masa ini dengan adanya keseimbangan serta dapat mengatasi rasa malu dan ragu dengan rasa outonomus. dapat lari.0). Inisialif anak akan lebih terdorong dan terpupuk bila orang tua memberi respons yang baik terhadap keinginan anak untuk bebas dalam melakukan kegiatan-kegiatan motoris sendiri dan bukan lainya.

memiliki sifat-sifat industri. agama dan masyarakat yang dapat diperbandingkannya dengan apa yang dialaminya sendiri.0 – 25. yakni kesendirian tanpa adanya orang lain untuk berbagai rasa dan saling memperhatikan. anggota pramuka. Ia mulai mengerti tentang keluarga yang ideal. Keseimbangan industri dan inferiority bukan hanya bergantung kepada orang tuanya tetapi dipengaruhi pula oleh orang-orang dewasa lain yang berhubungan dengan anak. dan lain sebagainya menjadi suatu kesatuan sehingga menunjukkan kontinuitas dengan masa lalu dan siap menghadapi masa datang. Ini dapat menimbulkan rasa inferiority (rasa tidak mampu). Intimacy vs Isolation/Keakraban (19. Jika anak mencapai masa remaja dengan rasa terima kasih kepada orang tua. teman. Peran orang tua yang pada masa lalu berpengaruh secara langsung pada krisis perkembangan maka pada masa ini pengaruhnya tidak langsung. berinisiatif. Yang dimaksud dengan intimacy oleh Erikson selain hubungan antara suami istri adalah juga kemampuan untuk berbagai rasa dan memperhatikan orang lain. .0). Anak dengan IQ 80 atau 90 akan mempunyai pengalaman sekolah yang kurang memuaskan walaupun sifat industri dipupuk dan dikembangkan di rumah. Menurut Erikson pada tahap ini dimensi interpersonal yang muncul adalah: ego identity -4 role confusion. Ia berpikir pula apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. menurut Erikson. Pada tahap ini pun keberhasilan tidak bergantung secara langsung kepada orang tua.pada usia sekolah dasar ini dunia anak bukan hanya lingkungan rumah saja melainkan mencakup juga lembaga-lembaga lain yang mempunyai peranan penting dalam perkembangan individu.0). Ia mulai dapat berpikir tentang pikiran orang lain. Pengalaman-pengalaman sekolah anak mempengaruhi industri dan inferiority anak. 6. 5. dengan penuh kepercayaan mempunyai autonomi. siswa. maka kesempatannya kepada ego indentiti sudah berkembang. Jika intimacy ini tidak terdapat di antara sesama teman atau suami istri. Pada saat ini anak sudah menuju kematangan fisik dan mental. Pandangan dan pemikirannya tentang dunia sekelilingnya mengalami perkembangan. Ia mempunyai perasaan-perasaan dan keinginan-keinginan baru sebagai akibat perubahan-perubahan tubuhnya. Pada masa ini remaja harus dapat mengintegrasikan apa yang telah dialami dan dipelajarinya tentang dirinya sebagai anak. akan terdapat apa yang disebut isolation.0 – 18. Identity vs Role Confusion/Identitas (12.

Integrity timbul dari kemampupn individu untuk melihat kembali kehidupannya yang lalu dengan kepuasan. Pada tahap ini usaha-usaha yang pokok pada individu sudah mendekati kelengkapan. D. POLA PERKEMBANGAN KOGNITIF DARI JEAN PIAGET Perkembangan kognitif anak berlangsung secara teratur dan berurutan sesuai dengan perkembangan umurnya. Sedangkan kebalikannya adalah despair. Sebagai rekapitulasi dapat dinyatakan bahwa penahapan perkembangan afektif manusia merupakan perpaduan dari tugas-tugas perkembangan dan tugas-tugas sosial. Piaget mengemukakan proses anak sampai mampu berpikir seperti orang dewasa melalui empat tahap perkembangan. memikirkan generasi yang akan datang serta hakikat masyarakat dan dunia tempat generasi ini hidup. Jika anak mencapai tahap ketiga yang bergaul dengan anak bukan hanya orang tuanya saja melainkan juga orang dewasa lainnya di sekolah. kebutuhan dan perkembangan mereka. tetapi terdapat pula pada individu-individu yang secara aktif memikirkan kesejahteraan kaum muda serta berusaha membuat tempat bekerja yang lebih baik untuk mereka hidup.7. Guru yang membimbing dan mengasuh peserta didiknya pada berbagai aspek tingkat kelas perlu memahami dan menyadari sikap. Generativity ini bukan hanya terdapat pada orang tua (ayah dan ibu). Integrity vs Despair/Integritas (45:0). lain di memikirkan orang-orang luar keluarganya sendiri. yakni: . Perkembangan afektif suatu tahap dapat berpengaruh secara positif maupun negatif terhadap tahap berikutnya. Generativity Generativity vs berarti Self bahwa Absorption/Generasi orang mulai Berikut (25:0 – 45:0). yaitu keadaan di mana individu yang menengok ke belakang dan meninjau kembali kehidupannya masa lalu sebagai rangkaian kegagalan dan kehilangan arah serta disadarinya bahwa jika ia memulai lagi sudah terlambat. Orang yang tidak berhasil mencapai gererativity berarti ia berada dalam keadaan self absorption dengan hanya memutuskan perhatian kepada kebutuhan-kebutuhan dan kesenangan pribadinya saja. yaitu guru. dan merupakan masa-masa untuk menikmati pergaulan dengan cucu-cucu. Maka pengajaran harus direncanakan sedemikian rupa disesuaikan dengan perkembangan kecerdasan peserta didik. 8.

berpikir tentang masa depan secara realistis. Tahap operasional konkret (7:0 – II:0). Tahap praoperasional (2:0 – 7:0). 4. Tahap sensor motor (0:0 – 2:0). Lambang-lambang bahasa yang dipergunakan untuk menunjukkan benda-benda nyata bertambah dengan pesatnya. Mereka dapat berpikir secara sistematis untuk . Kegialan intelektual pada tahap ini hampir seluruhnya mencakup gejala yang diterima secara langsung melalui indra.1. Pada tahap ini perkembangan sangat pesat. Menurut pendapat mereka pesawat terbang adalah benda kecil yang berukuran 30 cm karena hanya itulah yang nampak pada mereka saat mereka menengadah dan melihatnya terbang di angkasa. 2. anak sering kali menjadi frustasi bila disuruh mencari arti tersembunyi dari suatu kata dalam tulisan tertentu. guru atau calon guru sebaiknya memahami teori Piaget atau ahli lainnya tentang pola-pola perkembangan kecerdasan peserta didik.mencapai pemecahan masalah. Dengan demikian mereka memiliki landasan untuk mengembangkan harapan-harapan yang realistik mengenai perilaku peserta didiknya E. penolakan oleh masyarakat dan . 3. Anak biasanya mengambil kesimpulan dari sebagian kecil yang diketahuinya dari suatu keseluruhan yang besar. Keputusan yang diambil hanya berdasarkan intuisi bukannya berdasarkan analisis rasional. TUGAS-TUGAS PERKEMBANGAN Perkembangan menurut Robert J. Tahap ini ditandai dengan pola berpikir orang dewasa. dapat membentuk ide-ide. Kegagalan akan menimbulkan kekecewaan bagi individu. Pada tahap ini permasalahan yang dihadapinya adalah permasalahan yang konkret. Mereka menyukai soal-soal yang tersedia jawabannya. Anak mulai memahami hubungan antara benda dengan nama yang diberikan kepada benda tersebut. Pada tahap ini anak akan menemui kesulitan bila diberi tugas sekolah yang menuntutnya untuk mencari sesuatu yang tersembunyi. Kemampuan berpikir logis muncul pada tahap ini. Sebelum menekuni tugasnya membimbing dan mengajar. Havighurs adalah sebagian tugas yang muncul pada suatu periode tertentu dalam kehidupan individu yang merupakan keberhasilan yang dapat memberikan kebahagian serta memberi jalan bagi tugas-tugas berikutnya. Mereka dapat mengaplikasikan cara berpikir terhadap permasalahan dari semua kategori baik yang abstrak maupun yang konkret. Pada tahap ini anak sudah dapat memikirkan buah pikirannya. Tahap operasional formal (11 -15:0). Misalnya. Pada saat anak mencapai kematangan dan mulai memperoleh keterampilan berbahasa mereka mengaplikasikannya dengan menerapkannya pada objek-objek yang nyata.

7. 9.kesulitan untuk tugas perkembangan berikutnya. 6. kehidupan sehari-hari. 2. 3. Belajar 2. Memperoleh kebebasan diri. Mempelajari peranan Mengembangkan Membina keterampilan dasar dalam membaca. Membentuk sikap tertentu terhadap diri sendiri sebagai organisme yang sedang tumbuh. 5. Mempelajari peran yang sesuai dengan jenis 5. 3. kakak adik dan orang lain. . Mengembangkan sikap-sikap terhadap kelompok-kelompok dan lembaga sosial. konsep-konsep 1. Belajar berjalan. Memperoleh stabilitas fisiologis. yang sesuai yang dengan diperlukan jenis dalam kelamin. Belajar membedakan yang benar dan salah. Belajar menghubungkan diri secara emosional dengan orang tua. Memperoleh kebebasan ekonomi. Belajar mengendalikan gerakan badan. Tugas perkembangan pada masa kanakkanak 1. Menerima fisik dari dan menggunakan badan secara efektif. 5. Melakukan pemilihan dan persiapan untuk jabatan. 7. 8. 4. 6. Memperoleh kebebasan diri. melepaskan ketergantungan diri dari orang tua dan orang dewasalainnya. Memperoleh peranan sosial dengan jenis kelamin individu. Mempelajari keterampilan fisik yang diperlukan untuk permainan tertentu. 8. 2. 7. menulis. Membentuk konsep-konsep sederhana tentang kenyataan sosial dan fisik. 4. 3. 4. makan makanan padat. moralitas dan nilai-nilai. Membentuk kata hati. 6. dan berhitung. kelaminnya. Tugas perkembangan masa anak: 1. Belajar bergaul secara rukun dengan teman sebaya. Persiapan perkawinan dan kehidupan berkeluarga. Tugas perkembangan masa Remaja: Memperoleh hubungan-hubungan baru dan lebih matang dengan yang sebaya dari kedua jenis kelamin.

Menyesuaikan diri terhadap masa pensiun dan menurunnya pendapatan. Memperoleh seperangkat nilai dan sistem etika sebagai pedoman berperilaku. 2. Membantu anak remaja untuk menjadi orang dewasa yang bertanggung jawab dan bahagia. Tugas perkembangan masa dewasa awal: 1. Membangun kehidupan fisik yang memuaskan. masa setengah baya dan masa tua. Kedua. Tugas-tugas perkembangan orang tua: Menyesuaikan diri dengan menurunnya kesehatan dan kekuatan fisik. 3. Menyesuaikan diri terhadap meninggalnya suami/istri. moral dan sosial. 2. 8. Menjalin hubungan dengan perkumpulan manusia usia lanjut. 4. Menerima dan menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan fisik sendiri. masa dewasa awal. 9. jabatan. 3. Memilih pasangan hidup. 6. membantu memperjelas tujuan yang akan dicapai sekolah. tangga. 6. Pertama. 5. 7. Menyesuaikan diri dengan pertambuhan umur. Membangun dan mempertahankan standar ekonomi. Mengembangkan keterampilan intelektual dan konsep-konsep yang diperlukan sebagai warga negara yang baik. 4. Pendidikan dapat dimengerti sebagai usaha masyarakat melalui sekolah. dalam membantu individu mencapai tugas-tugas perkembangan tertentu. 5. konsep ini dapat dipergunakan sebagai pedoman waktu untuk melaksanakan usaha-usaha pendidikan. istri. Belajar hidup dengan suami atau Memulai kehidupan berkeluarga. psikis serta emosional. 3. yaitu fisik. Memenuhi kewajiban sosial dan sebagai warga negara. 5. Membina hubungan dengan pasangan hidup sebagai pribadi. Dikemukakannya perkembangan yang dicapai individu pada masa kanak-kanak. Membimbing dan merawat anak. 2. 7. masa anak.8. Membina kegiatan pengisi waktu senggang orang dewasa. 4. 10. Tugas-tugas perkembangan masa setengah baya: Memperoleh tanggungjawab sosial dan warga negara. Ada dua alasan mengapa tugas-tugas perkembangan ini penting bagi pendidik. Menurut Havighurst setiap tahap perkembangan individu harus sejalan dengan perkembangan aspek-aspek lainnya. 6. Memupuk dan memperoleh perilaku yang dapat dipertanggung jawabkan secara sosial. masa remaja. Bila individu telah . 1. Mengolah rumah Memulai suatu Menerima tanggung jawab sebagai Menemukan kelompok sosial yang warga negara. cocok dan menarik. 1.

mencapai kematangan. . siap untuk mencapai tahap tugas tertentu serta sesuai dengan tuntutan masyarakat. maka dapat dikatakan bahwa saat untuk mengajar individu yang bersangkutan (the-teachable moment) telah tiba. Bila mengajarnya pada saat yang tepat maka hasil pengajaran yang optimal dapat dicapai.

DAFTAR PUSTAKA :  Buku Perkembangan Peserta Didik Oleh Mulyani Sumantri. .