Hidrocephalus

HIDROSEFALUS KONGENITAL
Hidrosefalus adalah suatu keadaan dimana terjadi penambahan volume dari cairan serebrospinal (CSS) di dalam ruangan ventrikel dan ruangan sub arakhnoid. Keadaan ini disebabkan oleh karena terdapat produksi cairan serebrospinal yang berlebihan, obstruksi jalur cairan cerebrospinal maupun gangguan absorpsi cairan serebrospinal. (1, 2, 3, 4) Ada dua jenis hidrosefalus yaitu hidrosefalus nonkomunikans dan hidrosefalus komunikans. Hidrosefalus nonkomunikans/hidrosefalus obstruktif merupakan masalah bedah saraf pediatrik yang paling sering ditemukan dan biasanya mulai timbul segera setelah lahir, hidrosefalus obstruktif biasanya disebabkan oleh kelainan kongenital. (1, 4, 5) Hidrosefalus komunikans dimana aliran cairan dari sistem ventrikel ke ruang sub arakhnoid tidak mengalami sumbatan, biasanya terjadi karena lebih banyak produksi CSS dibanding direabsorpsi.(1, 4, 5). I. INSIDENS Insidens hidrosefalus pada anak-anak belum dapat ditentukan secara pasti Secara umum dilaporkan sebesar 3 kasus/1000 kelahiran hidup, sedangkan insidens hidrosefalus kongenital bervariasi untuk tiap-tiap populasi yang berbeda. (4, 6) II. ANATOMI DAN FISIOLOGI Ventrikel otak merupakan rangkaian dari empat rongga dalam otak yang saling berhubungan dan dibatasi oleh ependima (semacam sel epitel yang membatasi semua rongga otak dan medulla spinalis) dan mengandung Cairan Serebrospinal . Empat ventrikel ini yaitu dua vetrikel lateralis, ventrikel ketiga dan ventrikel keempat. Dalam setiap ventrikel terdapat struktur sekresi khusus yang disebut pleksus koroideus. Pleksus koroideus inilah yang mensekresi liquor cerebrospinalis yang jernih dan tidak berwarna, yang merupakan cairan pelindung di sekitar SSR. (5,7) Ventrikel Lateralis Pada setiap hemisfer serebri terdapat satu ventrikel lateral. Ventrikel lateral mempunyai hubungan dengan ventrikel ketiga melalui sepasang foramer interventrikularis Monroe.(4,5) Ventrikel lateralis terbagi atas cornu anterior, corpus, cornu inferior dan cornu posterior. Cornu anterior (frontal) terdapat dalam lobus frontalis. Bagian atap dan dinding rostral dibatasi oleh corpus callosum. Cornu anterior dan kedua ventrikel ini dipisahkan oleh septum pellucidum. Dinding lateral dan dasar cornu anterior dibentuk oleh caput nucleus caudatum. Cornu anterior melanjutkan diri hingga ke foramen interventrikularis.

7) Kanalis Sentralis Medulla Oblongata dan Medulla Spinalis Merupakan saluran kecil memanjang yang berjalan di dalam substansi mielum mulai dari pertengahan medulla oblongata ke arah bawah sampai ujung bawah medulla spinalis 5-6 cm dari filum terminale. (4. ventrikel keempat melanjutkan diri dari aquaductus serebri sampai kanalis sentral dari medulla spinalis. Selain berisi CSS ruang sub arakhnoid ini juga berisi pembuluh-pembuluh darah otak dan medulla spinalis serta anyaman jaringan trabekular yang menghubungkan arakhnoid dengan piameter. Cornu posterior (occipital) berada di dalam lobus occipital. Beberapa sisterna yang kita . dan dinding: anterior posterior dan dua lateral.Corpus terletak dalam lobus frontal dan parietalis. tuber cinereum dan infundibulum. Kanalis sentralis ini mengalami dilatasi berbentuk fusiformis yang disebut ventrikel terminalis. Cornu inferior (temporale). Serabut dari tapetum corpus callosum memisahkan ventrikel dari radiatio optica dan membentuk atap serta dinding cornu posterior.(7) Ventrikel Keempat Ventrikel keempat adalah sebuah ruangan pipih yang berbentuk belah ketupat dan berisi Cairan Serebrospinal. Di bagian rostral terdapat foramen interventrikulare Monroe yang menghubungkan ventrikel ketiga dalam ventrikel lateral. Ventrikel ketiga memiliki atap. Di bagan rostral. Ventrikel keempat terletak diantara batang dan otak dan serebellum. Pada ventrikel keempat terdapat tiga lubang. meluas ke rostral ke dalam pars medialis lobus temporalis dan berakhir kira-kira 2. sepasang foramen luschka dilateral dan satu foramen magendie di medial. letaknya mengarah ke caudal dan frontal mengelilingi aspect caudalis thalamus. yang berlanjut ke ruang subaraknoid otak dan medulla spinalis. (7) Ventrikel Ketiga Ventrikel ketiga terdapat dalam diensefalon.5 cm dari polus temporalis. Bagian atap dibentuk oleh tela koroidea. dinding lateral dibagi oleh sulcus hipothalamikus menjadi pars superior dan pars inferior. dasar. Di bagian posterior melanjutkan diri pada aquaductus serebri sylvii. Lantai ventrikel dibentuk oleh tegmentum mesencephant. Dasarnya dibentuk oleh chiasma optic. pedinculus serebri dan hypothalamus. Ventrikel ketiga adalah celah sempit di antara dua ventrikel lateral. mulai dari foramen interventrikularis hingga splenium corpus callosum. Pada tempat-tempat tertentu di mana terdapat lekukan yang dalam antara satu bangunan dengan bangunan yang lain nampak ruang sub arakhnoid menjadi lebih lebar dan disebut sisterna sub arakhnoid. (4) Ruang Subarakhnoid Merupakan ruang yang terletak di antara lapisan arakhnoid dengan piamater yang membungkus permukaan otak maupun medulla spinalis. Atap dan dinding lateral dibentuk oleh tapetum dan radiatio optical. 5.

lateralis dan ventrikel III. yaitu: Tahap ke I.11) Dalam ruang subarakhnoid CSS selanjutnya menyebar ke segala arah untuk mengisi ruang subarakhnoid. yakni. setinggi medulla oblongata dan hanya sebagian kecil CSS yang menuju kanalis sentralis. bersamaan dengan tiga peristiwa penting. Pada neonatus jumlah total CSS berkisar 20-50 cc dan akan meningkat sesuai usia sampai mencapai 150 cc pada orang dewasa.4 cc/menit atau antara 0. Pada saat kehamilan 50 hari sudah mulai terjadi sirkulasi CSS secara normal. Proses pembentukan CSS melalui dua tahap. juga melalui difusi pembuluhpembuluh ependim dan piamater.(4.5. CSS setelah diproduksi oleh pleksus khoroideus pada ventrikel lateralis akan mengalir ke ventrikel III melalui foramen Monroe.3-0.(4) Fisiologi Cairan Serebrospinal (CSS) Sebagian besar (80-90%) CSS dihasilkan oleh pleksus khoroidalis pada ventrikel lateralis sedangkan sisanya (10-20%) di ventrikel III. Tahap ke II.(4) Mekanisme dari proses ini belum diketahui secara pasti.7.5% volume total per menit dan ada yang menyebut 14-38 cc/jam. Dari ventrikel IV sebagian besar CSS dialirkan melalui foramen Luschka dan Magendie menuju ruang subarakhnoid.ketahui adalah: Sisterna serebro medularis (sisterna magna) Sisterna pontis Sisterna interpendukularis Sisterna khiasmatik Sisterna vena serebri magna (sisterna superior) Sisterna sulkus lateralis Sisterna spinalis (4) Embriologi Pada umur kehamilan 35 hari terlihat pleksus khoroidalis sebagai invaginasi mesenkhimal dari atap ventrikel IV. Kecepatan pembentukan CSS 0. tetapi diduga merupakan aktivasi pompa Na-K-ATPase dengan bantuan enzim karbonik anhidrase. serebral maupun spinal.2-0. ventrikel dan ruang subarakhnoid.7) Pada hakekatnya susunan CSS sama seperti cairan interselular otak. perforasi atap ventrikel IV oleh proses aktif diferensiasi.(4. berarti dalam 1 hari terjadi pertukaran atau pembaharuan dari CSS sebanyak 4-5 kali/hari. Selanjutnya melalui akuaduktus serebri (Sylvius) menuju ventrikel IV. Sekresi total CSS adalah 150 cc. ventrikel IV. melalui celah endotel kapiler koroid di dalam stroma jaringan ikat di bawah epitel vili. berkembangnya fungsi sekresi pleksus khoroidalis dan terbentuknya ruang subarakhnoid.5. Pembentukan ultrafiltrat plasma oleh tekanan hidrostatika. . perubahan ultrafiltrat plasma ke dalam bentuk sekresi oleh proses metabolisme aktif di dalam epitel khoroid.

Didapat 2. yaitu: I.11) III.3.2.5 Abses/granuloma 2.3 Hematoma intraventrikular 2. cryptococcus neoformans.6 Kista arakhnoid B.4 Tumor : Ventrikel Regio vinialis Fossa posterior 2.1 Infeksi Mikobakterium TBC Kuman piogenik Jamur.2 Sindroma Dandy-Walker (atresia foramen Megendie dan Luschka) 1.1 Stenosis akuaduktus serebri 1. Etiologi A.1 Stenois akuaduktus serebri (setelah infeksi atau perdarahan) 2. Anatomis 1. 1.3 Meningitis karsinomatosa 2.2 Herniasi tentorial akibat tumor supratentorial 2. seperti: . Tipe komunikans 1.4 Aneurisma vena Galeni 2.2 Perdarahan subarakhnoid: Spontan seperti pada aneurisma dan malformasi arteriol Venus Trauma Post operatif 1. Kongenital 1.(4. KLASIFIKASI (1. Hidrosefalus tipe komunikans II. Peningkatan viskositas CSS.6) Hidrosefalus dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa hal. Penebalan leptomeningens dan/atau granulasi arakhnoid akibat: 1. Tipe obstruktif 1. coccidioides immitis. Hidrosefalus tipe obstruksi/non komunikans 2. basis serebri dan sekeliling radiks nervi spinalis.Absorpsi CSS dilakukan oleh vili-vili arakhnoid yang jumlahnya sangat banyak pada permukaan hemisferium serebri.3 Malformasi Arnold-Chiari 1.

Russel mengklasifikasikan stenosis akuaduktal ke dalam 4 kelompok berdasar temuan histologis: Gliosis Forking Stenosis simple Pembentukan septum Stenosis atau penyempitan akuaduktal terjadi pada 2/3 kasus hidrosefalus kongenital. stenosis kongenital sejati sangat jarang. tumor kauda ekuina. anomali jantung.Kadar protein yang tinggi seperti pada perdarahan subarakhnoid. Tampilan hidrosefalusnya sangat nyata pada usia satu bulan pertama dan makin menghebat setelah defek spinalnya dioperasi. hemangioblastoma serebelum dan medulla spinalis. tumor intrakranial neurofibroma akustik. Berdasarkan Klasifikasi Hidrosefalus menurut Etiologinya. anomali okuler. Malformasi ini berupa ekspansi kistik ventrikel IV dan hipoplasia veris serebelum. Kelainan ini menyebabkan obliterasi sisterna-sisterna fossa posterior dan mengganggu saluran ventrikel IV. Adapun keadaan-keadaan yang dapat mengakibatkan terjadinya ketidak seimbangan tersebut adalah: . labiopalatoskhisis. Malformasi Arnold Chiari (Tipe II) Malformasi ini melibatkan kelainan susunan saraf pusat yang rumit (khas pada fossa posterior). namun 80% kasusnya biasanya tampak dalam tiga bulan pertama.13) Pada prinsipnya hidrosefalus terjadi sebagai akibat dari ketidak seimbangan antara produksi.6) Malformasi Dandy Walker Malformasi ini melibatkan 2-4% bayi baru lahir dengan hidrosefalus. PATOFISIOLOGI (3. Hidrosefalus Kongenital termasuk tipe obstruktif.(3.6. neurosifilis.4. dan sebagainya. Malformasi Arnold Chiari dijumpai pada hampir semua kasus mielomeningokel. sindrom Guillain-Barre. Batang otak tampak memanjang dan mengalami malformasi. obstruksi dan absorpsi dari CSS. yaitu : Stenosis Akuaduktus Serebri Mempunyai berbagai penyebab. Produksi CSS yang berlebihan: Papiloma pleksus khoroideus. dan hal ini dapat tampil pada saat lahir. Hidrosefalus yang terjadi diakibatkan oleh hubungan antara dilatasi ventrikel IV dan rongga subarakhnoid yang tidak adekuat.(6) IV. 3. walaupun tidak semuanya berkembang menjadi hidrosefalus aktif yang membutuhkan tindakan operasi pintas (shunting) (80% kasus). Kebanyakan disebabkan oleh infeksi atau perdarahan selama kehidupan fetal. Etiologinya tidak diketahui. Kasus semacam ini sering terjadi bersamaan dengan anomali lainnya seperti: agenesis korpus kalosum. dan tonsil serebellum memanjang dan ekstensi ke dalam kanalis spinalis.

hidrosefalus jenis ini dapat disembuhkan. Keadaan ini dikenal sebagai sindrom DandyWalker. 3.1. maka akan timbul penimbunan CSS yang merupakan kompensasi ruang terhadap proses atrofi tersebut. Foramen Mediana Magendie dan Foramina Lateralis Luschka Sumbatan pada tempat-tempat ini akan menyebabkan pelebaran pada kedua ventrikel lateralis. 5. 4. akuaduktus serebri dan ventrikel IV. Penyebab tersering adalah papiloma pleksus khoroideus. Akibat atrofi serebri Bila karena sesuatu sebab terjadinya atrofi serebri. 2. Foramen Interventrikularis Monroe Apabila sumbatan terjadi unilateral maka akan menimbulkan pelebaran ventrikel lateralis ipsilateral. Obstruksi dapat disebabkan beberapa kelainan seperti: perdarahan subarakhnoid post trauma atau meningitis. selanjutnya terjadi penimbunan CSS. dan ventrikel III dan akuaduktus serebri. Absorpsi CSS berkurang Kerusakan vili arakhnoidalis dapat mengakibatkan gangguan absorpsi CSS. 2. di mana obstruksi tersebut berhubungan dengan pulsasi arteri yang bersangkutan. Berbagai malformasi serebral akibat kegagalan dalam proses pembentukan otak dapat menyebabkan penimbunan CSS sebagai kompensasi dari tidak terdapatnya jaringan otak. ventrikel III. Akuaduktus Serebri (Sylvius) Sumbatan pada tempat ini akan menimbulkan pelebaran kedua ventrikel lateralis dan ventrikel III. di mana pada kedua proses tersebut terjadi inflamasi dan eksudasi yang mengakibatkan sumbatan pada akuaduktus Sylvius atau foramina pada ventrikel IV. Keadaan-keadaan yang dapat menimbulkan kejadian tersebut adalah: Post meningitis Post perdarahan subarakhnoid Kadar protein CSS yang sangat tinggi 5. Salah satu contoh jelas adalah hidroanensefali yang terjadi akibat kegagalan pertumbuhan hemisferium serebri. dan mesensefalon . Sisterna basalis juga dapat tersumbat oleh proses arakhnoiditis yang mengakibatkan hambatan dari aliran CSS. pons. Ruang Sub Arakhnoid di sekitar medulla-oblongata. 4. Ventrikel IV Sumbatan pad aventrikel IV akan menyebabkan pelebaran kedua ventrikel lateralis. Disgenesis serebri 46% hidrosefalus pada anak akibat malformasi otak dan yang terbanyak adalah malformasi Arnold-Chiary. Obstruksi dapat terjadi di dalam atau di luar sistem ventrikel. Obstruksi aliran CSS Sebagian besar kasus hidrosefalus termasuk dalam kategori ini. Produksi CSS yang berlebihan Ini merupakan penyebab hidrosefalus yang jarang terjadi. Terdapat beberapa tempat yang merupakan predileksi terjadinya hambatan aliran CSS : 1. 3. Tumor fossa posterior juga dapat menekan dari arah belakang yang mengakibatkan arteri basiliaris dapat menimbulkan obstruksi secara intermiten.

4. sutura-sutura melebar demikian juga fontanela mayor dan minor melebar dan menonjol atau tegang.14. Baru pada saat perkembangan secara cepat terjadi perubahan proporsi ukuran kepalanya. Sering dijumpai adanya “Setting Sun Appearance / Sign”. serta gangguan gerak bola mata ke atas.15) Pada pasien-pasien tipe ini biasanya tidak dijumpai adanya papil edema.4) Gambar 1.4.(1. muntah-muntah.15) Kulit kepala tampak tipis dan dijumpai adanya pelebaran vena-vena subkutan. Secara pelan sikap tubuh anak menjadi fleksi pada lengan dan fleksi atau ekstensi pada tungkai.2.14. Akan tetapi apabila obstruksinya pada tingkat mesensefalon maka pelebaran ventrikel otak tidak selebar seperti jika obstruksi terjadi di tempat lainnya. kegagalan untuk tumbuh secara optimal.5. Hal ini terjadi karena penimbunan CSS di sekitar batang otak akan menekan ventrikel otak dari luar. berupa seperti suara kaca retak. retardasi mental. Selain itu juga dijumpai gejala-gejala lain seperti gangguan tingkat kesadaran. bentuk kepala cenderung menjadi brakhisefalik. Tetapi sebagian besar anak-anak dengan hidrosefalus tipe ini dilahirkan dengan ukuran kepala yang normal.(1. kecuali pada sindrom Dandy-Walker di mana kepala cenderung berbentuk dolikhosefalik.Penyumbatan pada tempat ini akan menyebabkan pelebaran dari seluruh sistem ventrikel. Pada perkusi kepala anak akan terdengar suara “cracked pot”. sehingga bola mata nampak seperti matahari terbenam. V. Akibat penonjolan lobus frontalis.3. GAMBARAN KLINIS Gejala yang menonjol pada hidrosefalus adalah bertambah besarnya ukuran lingkar kepala anak dibanding ukuran normal.5. Beberapa penderita hidrosefalus kongenital dengan ukuran kepala yang besar saat dilahirkan sehingga sering mempersulit proses persalinan.(2. Di mana ukuran lingkar kepala terus bertambah besar. bahkan beberapa kasus memerlukan operasi seksio sesaria.9.15) . DIAGNOSIS (1. Anak dengan Hydrocephalus Kongenital VI. dan kadang-kadang lengan jadi gemetar.6. karena desakan dari lobus oksipitalis akibat pembesaran fossa posterior. tapi pada tahap akhir diskus optikus tampak pucat dan penglihatan kabur.6. yaitu adanya retraksi dari kelopak mata dan sklera menonjol keluar karena adanya penekanan ke depan bawah dari isi ruang orbita.6.3.13. Gerakan anak menjadi lemah.

Transimulasi Syarat untuk transimulasi adalah fontanela masih terbuka. Setelah kontras masuk langsung difoto. VII. Pendapat lain mengatakan pemeriksaan USG pada penderita hidrosefalus ternyata tidak mempunyai nilai di dalam menentukan keadaan sistem ventrikel hal ini disebabkan oleh karena USG tidak dapat menggambarkan anatomi sistem ventrikel secara jelas. Dapat terjadi di atas ventrikel lebih besar dari occipital horns pada anak yang besar. Ventrikulografi Yaitu dengan memasukkan konras berupa O2 murni atau kontras lainnya dengan alat tertentu menembus melalui fontanela anterior langsung masuk ke dalam ventrikel. Hidrosefalus tipe juvenile/adult oleh karena sutura telah menutup maka dari foto rontgen kepala diharapkan adanya gambaran kenaikan tekanan intrakranial. b. maka akan terlihat kontras mengisi ruang ventrikel yang melebar. TERAPI . Lingkaran kepala Diagnosis hidrosefalus pada bayi dapat dicurigai. yaitu : 1. keluhan pasien maupun dari hasil pemeriksaan fisik dan psikis. dan mempunyai risiko yang tinggi. seperti halnya pada pemeriksaan CT Scan. Dengan USG diharapkan dapat menunjukkan system ventrikel yang melebar. 4. 5. Tetapi jika hidrosefalus telah ada sebelum penutupan suturan kranialis maka penutupan sutura tidak akan terjadi secara menyeluruh. 1. Pada hidrosefalus komunikans gambaran CT Scan menunjukkan dilatasi ringan dari semua sistem ventrikel termasuk ruang subarakhnoid di proksimal dari daerah sumbatan. Ultrasonografi Dilakukan melalui fontanela anterior yang masih terbuka. untuk keperluan diagnostik hidrosefalus dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan penunjang. Ventrikulografi ini sangat sulit. Pada anak yang besar karena fontanela telah menutup untuk memasukkan kontras dibuatkan lubang dengan bor pada kranium bagian frontal atau oksipitalis. Ventrikel IV sering ukurannya normal dan adanya penurunan densitas oleh karena terjadi reabsorpsi transependimal dari CSS. yaitu: ukuran kepala. Rontgen foto kepala Dengan prosedur ini dapat diketahui: a. Alat yang dipakai lampu senter yang dilengkapi dengan rubber adaptor. 3. CT Scan kepala Pada hidrosefalus obstruktif CT Scan sering menunjukkan adanya pelebaran dari ventrikel lateralis dan ventrikel III. Hidrosefalus tipe kongenital/infantile. prosedur ini telah ditinggalkan. tandatanda peningkatan tekanan intrakranial kronik berupa imopressio digitate dan erosi prosessus klionidalis posterior. Pada anak yang besar lingkaran kepala dapat normal hal ini disebabkan oleh karena hidrosefalus terjadi setelah penutupan suturan secara fungsional. lebar halo dari tepi sinar akan terlihat lebih lebar 1-2 cm. 2.Selain dari gejala-gejala klinik. Pada hidrosefalus. pemeriksaan ini dilakukan dalam ruangan yang gelap setelah pemeriksa beradaptasi selama 3 menit. jika penambahan lingkar kepala melampaui satu atau lebih garis-garis kisi pada chart (jarak antara dua garis kisi 1 cm) dalam kurun waktu 24 minggu. adanya pelebaran sutura. Di rumah sakit yang telah memiliki fasilitas CT Scan.

ujungnya ditempatkan setinggi foramen Monroe. ascites akibat CSS. CSS dialirkan ke Bronhus. 2. Holter) maupun yang terletak di distal dengan katup berbentuk celah (Pudenz). CSS dialirkan ke rongga peritoneum. baik yang terletak proksimal dengan tipe bola atau diafragma (Hakim. 3. hematom subdural. Ventriculo-Atrial Shunt. memungkinkan tidak diperlukan adanya revisi walaupun badan anak tumbuh memanjang. Katup akan membuka pada tekanan yang berkisar antara 5-150 mm. “Lumbo Peritoneal Shunt” CSS dialirkan dari Resessus Spinalis Lumbalis ke rongga peritoneum dengan operasi terbuka atau dengan jarum Touhy secara perkutan. H2O. Teknik Shunting 1. CSS dialirkan ke sisterna magna (Thor-Kjeldsen) Ventrikulo-Atrial.1. Misalnya: pungsi lumbal yang berulang-ulang untuk terapi hidrosefalus tekanan normal. Ujung distal kateter dimasukkan ke dalam atrium kanan jantung melalui v. Ventrikulo-Mediastinal. jugularis interna (dengan thorax x-ray ® ujung distal setinggi 6/7). 2-3 x 125 mg/hari. CSS dialirkan dari ventrikel ke dalam anggota tubuh lain Ventrikulo-Sisternal. Furosemid Cara pemberian dan dosis: Per oral 1. Sebuah katup yang terdapat dalam sistem Shunting ini. CSS dialirkan ke sinus sagitalis superior Ventrikulo-Bronkhial. dan bersifat hanya sementara. keadaan CSS yang rendah. Ventriculo-Peritneal Shunt a.200 mg/hari. Bila tidak ada perubahan setelah satu minggu pasien diprogramkan untuk operasi. b. Sebuah kateter ventrikular dimasukkan melalui kornu oksipitalis atau kornu frontalis. obstruksi. Ujung distal kateter ditempatkan dalam ruang peritoneum. . Komplikasi yang sering terjadi pada shunting: infeksi. 4. Terapi pintas / “Shunting” Ada 2 macam: Eksternal CSS dialirkan dari ventrikel ke dunia luar. Slang silastik ditanam dalam lapisan subkutan b. 2. Pudenz. Pada anak-anak dengan kumparan silang yang banyak. Internal a. kraniosinostosis. 5. Terapi medikamentosa Obat-obatan yang sering dipakai untuk terapi ini adalah: Asetasolamid Cara pemberian dan dosis: Per oral. Pitz.6 mg/kg BB/hati.2 mg/kg BB 1x/hari atau injeksi IV 0. CSS dialirkan ke mediastinum Ventrikulo-Peritoneal. Dosis ini dapat ditingkatkan maksimal 1. Suatu reservoir yang memungkinkan aspirasi dari CSS untuk dilakukan analisis.

mempunyai prognosis lebih baik dari hidrosefalus yang bersama dengan malformasi lain (hidrosefalus komplikata). DIFFERENSIAL DIAGNOSIS Hidrosefalus perlu dibedakan dengan beberapa keadaan yang menunjukkan pembesaran tidak normal dari kepala ataupun dengan keadaan lainnya pada bayi seperti: 1. 2005. The Benjamin Cummings Publishing Company. edisi 20. Available at www. Aldrich EF. ninth edition. New York. 17th Edition. Available at File: //G:\Hidrosefalus. PROGNOSIS Keberhasilan tindakan operatif serta prognosis hidrosefalus ditentukan ada atau tidaknya anomali yang menyertai. hal. Victor. Hidrosefalus dalam Ilmu bedah Saraf. Sobbtta-Atlas Anatomi Manusia. IX. 2004. Marieb EN. dalam Patofiologi Konsep Klinis Proses-proses Penyakit Edisi 4. 1997. California. 1997. thirty nine edition. Price SA. Ventricular System and Cerebrospinal Fluid. 1998. Putz.VIII. Pendiagnosaan Hidrosefalus di Kalangan Pesakit Muda dan Pertengahan Umur. Bagian 1. Edisi Ketiga. S. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Saunders. DAFTAR PUSTAKA 1. Widmaier EP.com. 199. tenth edition. page 222-3. Pada efusi subdural khronis transiluminasi positif di daerah frontoparietal tetapi negatif pada hidrosefalus. Cerebral Blood Flow. Sunaka M. Bonnemann CG. New York. tetapi pada hidrosefalus perluasan skull lebih sering terjadi pada daerah parietal dari pada frontal. Gramedia Pustaka Utama. Halaman 553-556. Hydrosefalus. 9. Penerbit PT. Page 28794. Hall JE. 5. Guyton AC. Vetrikel dan Cairan Cerebrospinalis. Saanin. Pabts. 3. Hidrosefalus. Jakarta. 6. 2003. Available at www. Hydrocephalus in Textbook of Clinical Neurology. Jakarta. Wilson LM. page: 189-190. 273-281. Churchill Livingstone. html accessed in February 2006. AH. Penerbit Buku Kedokteran EGC. in Human Physiology The Mechanism of Body Function. 8. Raff H. halaman 2135-2176. Jakarta. accessed February 2006. Pelebaran ventrikel sebagai akibat atrofi serebral: kelainan sering pada penyakit degenerasi dan metabolik. 1994. the cerebrospinal Fluid. in Essentials of Human Anatomy & Physyology. 915-6. Disturbances of Cerebrospinal Fluid and Its Circulation in Adams & . 3. WB Saunders Company. 2. Chin LS. Philadelphia. page 711-3. Sri M. Megalencephaly: mirip seperti hidrosefalus tetapi pada megalencephaly tidak ada tanda-tanda peningkatan tekanan intrakranial dan terdapat kelainan mental yang berat. Inc. Hydrocephalus in Sabiston Textbook of Surgery. 4. and Brain Metabolism in Medical Physiology. 7. in Gray’s Anatomy The Anatomical Basis of Clinical Practice. Seventh Edition. Halaman 296-298. M. Dipatri AJ.com. Ropper. R. Elseiver. Central Nervous System. Structure of Nervous System. Stranding S. 2004. Eisenberg HM. 2. 2003. accessed on February 2006. Efusi subdural khronis: pada kelainan ini terjadi pembesaran kepala. Strang KT. Kari K.yahoo. MC Graw Hill. Golden JA. Sauders. Satyanegara.emedicine. Hal. R.

2001. 11. halaman 808-811. 10. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Hidrosefalus Buat Kepala Bayi Membesar. available at file: //G:\ Berita Terkini. accessed on January 24. Htm. 2006. 2004. Hidrosefalus in Buku Ajar Ilmu Bedah. accessed February 2006. 7th Edition. 650-663. Jakarta. . Php. Mc Graw Hill.Victors Principles of Neurology.yoursurgery. R. Edisi 2.com. Shunt for Hydrocephalus. Sjamsuhidajat. Jong WD. available at www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful