Anemia Aplastik, Sel Darah Turun Semua

Posted on Januari 1, 2012 by drdjebrut Tuan Budi, 62 tahun, sudah tiga bulan ini mengeluh mudah lelah dan lemas tanpa diketahui penyebabnya. Wajahnya terlihat lebih pucat, dan sering tiba-tiba muncul lebam- lebam di tangan dan kakinya . Seminggu terakhir dia juga mengeluh panas badan disertai batuk yang tak kunjung sembuh. Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter, ternyata dia menderita anemia aplastik. Lalu, apakah anemia aplastik itu? Bagaimana mendiagnosanya? Anemia aplastik adalah penyakit yang disebabkan sumsum tulang tidak mampu memproduksi sel darah baru yang cukup. Penyebabnya kebanyakan adalah idiopatik atau tidak diketahui, dan sisanya karena obat-obatan, bahan kimia, infeksi terutama virus,

kehamilan, dan thymoma. Gejala-gejala yang muncul terutama diakibatkan kurangnya produksi dari eritrosit, leukosit, dan trombosit (disebut juga pansitopenia):
• • •

anemia: 3L (lemah, letih, lesu), pucat leukopenia (turunnya leukosit) : mudah terserang infeksi trombositopenia (turunnya trombosit) : mudah terjadi kelainan perdarahan. Seperti adanya lebam (bisa ptekiae, ekimosis, atau purpura), mimisan, atau perdarahan lain yang lebih serius. retikulositopenia (turunnya jumlah eritrosit muda)

Hasil pemeriksaan laboratorium yang dapat ditemukan adalah anemia normokrom normositik, leukopenia terutama neutrofil dan trombositopenia dibawah 150.000/µl. Dari pemeriksaan aspirasi sumsum tulang, ditemukan tanda-tanda kurangnya fungsi sumsum tulang dalam memproduksi sel darah, yaitu saat dilakukan aspirasi hanya sedikit matriks yang terambil dan dari mikroskop terlihat hiposeluler dan didominasi oleh sel lemak.

sel darah putih dan trombosit. Pada pria penyakit anemia aplastik ini lebih berat dibanding wanita walaupun sebenarnya perbandingan jumlah antara pria dan wanita hampir sama. cenderung mengalami perdarahan (kurang trombosit) dan rentan terhadap infeksi (kurang sel darah putih). Semoga bermanfaat Sumber: Manual of Clinical Hematology Pasien anemia aplastik mengalami defisit sel darah baik itu sel darah merah. Ini menyebabkan pasien anemia aplastik mengalami anemia (kurang sel darah merah). pemberian antibiotik. anemia aregeneratif. APA ITU ANEMIA APLASTIK? Anemia aplastik merupakan salah satu jenis anemia yang ditandai dengan adanya pansitopenia (defisit sel darah pada jaringan tubuh). sampai paparan bahan kimia. Istilah-istilah lain dari anemia aplastik yang sering digunakan antara lain anemia hipoplastik. Kira-kira 2 – 5 kasus/juta penduduk/tahun. anemia (kurang . Dan umumnya penyakit ini bisa diderita semua umur. hipositemia progresif. Defisit sel darah pada sumsum tulang ini disebabkan karena kurangnya sel induk pluripoten sehingga sumsum tulang gagal membentuk sel-sel darah. Mulai dari induksi obat. aleukia hemoragika.Gambaran aspirasi sumsum tulang pada anemia aplastik Pengobatan yang diperlukan oleh pasien bervariasi tergantung derajat penyakitnya. trombosit maupun sel darah putih. Kegagalan sumsum tulang ini disebabkan banyak faktor. sampai transplantasi sumsum tulang. sedangkan anemia aplastik mengalami defisit sel darah merah. dari transfusi darah. Siapa saja berpeluang mendapat anemia aplastik ini. anemia refrakter. Anemia aplastik berbeda dengan anemia biasanya. APA SAJA YANG MENJADI TANDA DAN GEJALA PENYAKIT ANEMIA APLASTIK? Pada penderita anemia aplastik dapat ditemukan tiga gejala utama yaitu. obat imunosupresi. panmielofisis dan anemia paralitik toksik. Anemia yang biasa hanya kekurangan sel darah merah saja. Meski termasuk jarang. Kasus anemia aplastik ini sangat rendah pertahunnya. tetapi penyakit ini tergolong penyakit yang berpotensi mengancam jiwa dan biasanya dapat menyebabkan kematian. virus.

America Medical Association juga telah membuat daftar obat-obat yang dapat menimbulkan anemia aplastik. • Zat-zat kimia yang sering menjadi penyebab anemia aplastik misalnya benzen. EBV. Obat-obat yang dimaksud antara lain: Azathioprine. misalnya: infeksi. Prof. Ketiga gejala ini disertai dengan gejala-gejala lain yang dapat diklasifikasikan sebagai berikut: ?Anemia biasanya ditandai dengan pucat. ?Trombositopenia. Karbamazepine. TERAPI APA YANG TEPAT UNTUK PENYAKIT ANEMIA APLASTIK? Terapi yang dapat dilakukan pada penderita Anemia Aplastik cukup banyak. Sulfonilurea. petekia. sindrom Pearson. CMV. hepatosplenomegali dan limfadenopati juga dapat ditemukan pada penderita anemia aplastik ini meski sangat jarang terjadi. misalnya: perdarahan gusi. Menurut sumber referensi yang lain. penyakit-penyakit yang baru saja disebutkan merupakan bentuk lain dari anemia aplastik (Hematologi Klinik Ringkas. HIV. Selain itu. hilang selera makan. Faktor-faktor penyebab yang dimaksud antara lain: ?Penyakit kongenital atau menurun seperti anemia fanconi. Imunoglobulin limfosit. ?Leukopenia. Misalnya pemberian kloramfenikol pada bayi sejak berumur 2 – 3 bulan akan menyebabkan anemia aplastik setelah berumur 6 tahun. mudah lelah. • Transplantasi Sumsum Tulang Transplantasi sumsum tulang ini dapat dilakukan pada pasien anemia aplastik jika memiliki . dengue dan lain-lain. ekimosa dan lain-lain.darah merah). I Made Bakta). arsen. parvovirus. dyskeratosis congenita. Namun ada faktor-faktor yang diduga dapat memicu terjadinya penyakit anemia aplastik ini. Misalnya seperti infeksi virus Hepatitis C. Paparan oleh radiasi berenergi tinggi ataupun sedang yang berlangsung lama dapat menyebabkan kegagalan sumsum tulang akut dan kronis maupun anemia aplastik. dan palpitasi. • Obat seperti kloramfenikol diduga dapat menyebabkan anemia aplastik. APA SAJA PENYEBAB DARI PENYAKIT INI? Penyebab hampir sebagian besar kasus anemia aplastik bersifat idiopatik dimana penyebabnya masih belum dapat dipastikan. Trimethadione. • Radiasi juga dianggap sebagai penyebab anemia aplastik ini karena dapat mengakibatkan kerusakan pada sel induk ataupun menyebabkan kerusakan pada lingkungan sel induk. Penisilamine. Diduga penyakit-penyakit ini memiliki kaitan dengan kegagalan sumsum tulang yang mengakibatkan terjadinya pansitopenia (defisit sel darah). trombositopenia (kurang trombosit). Ethosuksimide. • Selain radiasi. epistaksis. Hal ini dilakukan untuk mengimbangi kekurangan sel darah merah dan trombosit. dan lain-lain. • Faktor-faktor pertumbuhan hematopoietik Terapi dengan faktor pertumbuhan sebenarnya tidak dapat memperbaiki kerusakan sel induk. Obat-obat sulfonamide. Dr. Zat-zat kimia tersebut biasanya terhirup ataupun terkena (secara kontak kulit) pada seseorang. • Terapi Suportif Transfusi sel darah merah dan trombosit sangat bermanfaat. Kloramfenikol. lemah. Obat-obat thiazide. Inhibitor carbonic anhydrase. infeksi juga dapat menyebabkan anemia aplastik. sindrom Dubowitz dan lain-lain. Indomethasin. insektisida. dan leukopenia (kurang leukosit). Contoh radiasi yang dimaksud antara lain pajanan sinar X yang berlebihan ataupun jatuhan radioaktif (misalnya dari ledakan bom nuklir). Quinacrine. Probenesid. Namun terapi ini masih dapat dijadikan pilihan terutama untuk pasien dengan infeksi berat.

(October 2009).morphostlab. Terapi ini sangat baik pada pasien yang masih anak-anak. SUMBER REFERENSI: ?Bakhshi. Jakarta. kadar leukosit dan trombosit ini menurun diakibatkan kegagalan sumsum tulang. Dr.emedicine. “Aplastic Anemia”. 2007: 627 – 633. • Terapi imunosupresif Terapi imunosupresif dapat dijadikan pilihan bagi mereka yang menderita anemia aplastik. ada baiknya pula untuk menjauhi radiasi seperti sinar X dan radiasi lainnya yang telah dijelaskan di bagian faktor penyebab di atas. siklosporin A (CsA) dan Oxymethalone.co. ?Bakta. Prof. Obat-obat yang termasuk terapi imunosupresif ini antara lain antithymocyte globulin (ATG) atau antilymphocyte globulin (ALG). Orang dewasa yang tidak mungkin lagi melakukan terapi transplantasi sumsum tulang. I Made. MD. “Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam”. Kemudian hindari juga konsumsi obat-obat yang dapat memicu anemia aplastik. retensi garam dan kerusakan hati. GVHD terjadi sebagai bukti bahwa terapi yang dilakukan gagal. Maksudnya begini. Transplantasi sumsum tulang ini dapat mencapai angka keberhasilan lebih dari 80% jika memiliki donor yang HLA-nya cocok. Terapi anemia aplastik juga dapat menyebabkan komplikasi pada penderita anemia aplastik ini. Selain bahan kimia dan obat. Kondisi pasien akan semakin memburuk. APA SAJA YANG HARUS DILAKUKAN UNTUK MENCEGAH ANEMIA APLASTIK? Usaha pertama untuk mencegah anemia aplastik ini adalah menghindari paparan bahan kimia berlebih sebab bahan kimia seperti benzena juga diduga dapat menyebabkan anemia aplastik. Kalaupun memang harus mengonsumsi obat-obat yang demikian. Hal ini disebabkan karena kurangnya kadar trombosit dan kurangnya kadar leukosit. Penerbit Buku Kedokteran EGC. semakin meningkat umur. makin meningkat pula reaksi penolakan sumsum tulang donor. sebisa mungkin jangan mengonsumsinya secara berlebihan.com ?Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia. Artinya. Penerbitan IPD FKUI Pusat. Namun angka ini dapat menurun bila pasien yang mendapat terapi semakin tua. Samuel Pola Karta Sembiring FK Universitas Sumatera Utara Karta_morphic@yahoo. HLA yang cocok biasanya jika berasal dari saudara kandung atau orang tua si penderita. Jakarta. Terapi ini dilakukan dengan konsumsi obat-obatan. Seperti yang sudah dijelaskan di atas. Oxymethalon juga memiliki efek samping diantaranya.com . 2006: 98 – 110.id http://www. “Hematologi Klinik Ringkas”. Sameer. Kondisi ini biasa disebut GVHD atau graft-versushost disease. Terapi ini dapat dilakukan jika si pasien masih muda dan HLA si pendonor cocok dengan si penderita.donor yang cocok HLA-nya (misalnya saudara kembar ataupun saudara kandung). APA SAJA KOMPLIKASI DARI ANEMIA APLASTIK? Komplikasi yang paling sering terjadi dari anemia aplastik ini adalah perdarahan dan rentan terhadap infeksi. Komplikasi yang dimaksud adalah GVHD (Graft-Versus-Host-Disease). http://www. transplantasi sumsum tulang merupakan salah satu terapi untuk penderita Anemia Aplastik. Hal ini merupakan kegagalan dari terapi transplantasi sumsum tulang. dapat melakukan terapi imunosupresif ini.

Secara epidemiologi. Bila kekuranganm zat besi terjadi pada masa kehamilan maka akan meningkatkan risiko perinatal serta mortalitas bayi. dendritogenesis dan metabolism saraf.8% dan 48. prematuritas. ASI ekslusif tanpa suplementasi besi.l. prevalens tertinggi ditemukan pada akhir masa bayi dan awal masa kanak-kanak diantaranya karena terdapat defisiensi besi saat kehamilan dan percepatan tumbuh masa kanak-kanak yang disertai rendahnya asupan besi dari makanan. a. Besi juga merupakan sumber energy bagi otot sehingga mempengaruhi ketahanan fisik dan kemampuan bekerja terutama pada remaja. a.1%. Gejala yang paling sering ditemukan adalah pucat yang berlangsung lama (kronis) dan dapat ditemukan gejala komplikasi.Dipublish pertama kali 12 Juli 2010 pada 04:37 Anemia Defisiensi Besi Pada Bayi dan Anak Anemia defisiensi besi (ADB) merupakan masalah defisiensi nutrien tersering pada anak di seluruh dunia terutama di negara sedang berkembang termasuk Indonesia. gangguan prestasi belajar. neurotransmitter.3%. pertumbuhan cepat dan anemia selama kehamilan. Penyakit ini disebabkan oleh kurangnya zat besi dalam tubuh penderita. menurunnya daya tahan tubuh terhadap infeksi dan gangguan perilaku. 64. Data SKRT tahun 2007 menunjukkan prevalens ADB . Asupan besi kurang akibat tidak mendapat makanan tambahan atau minum susu murni berlebih. lahir kembar. Cadangan besi kurang. Angka kejadian anemia defisiensi besi (ADB) pada anak balita di Indonesia sekitar 40-45%. 2. Kekurangan zat besi sangat mempengaruhi fungsi kognitif. susu formula rendah besi. tingkah laku dan pertumbuhan seorang bayi. asupan besi yang tidak adekuat dan diperberat oleh kehilangan darah akibat menstruasi pada remaja puteri. Penyebab defisiensi besi menurut umur Bayi kurang dari 1 tahun 1. Alergi protein susu sapi Anak umur 1-2 tahun 1. karena bayi berat lahir rendah. Fungsi zat besi yang paling penting adalah dalam perkembangan system saraf yaitu diperlukan dalam proses mielinisasi. atau karena penggunaan susu formula dengan kadar besi kurang. dan anak balita berturutturut sebesar 61. Selain itu ADB juga banyak ditemukan pada masa remaja akibat percepatan tumbuh. . lemas. bayi 6-12 bulan. mudah lelah. mudah infeksi.l. Survai Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) tahun 2001 menunjukkan prevalens ADB pada bayi 0-6 bulan.

Anak umur 5 tahun-remaja 1. susu murni. Menstruasi berlebihan pada remaja puteri. kuning telur. . Kehilangan berlebihan akibat perdarahan(a. Pemberian preparat besi Oral a. Pemberian asam folat 2X 5-10 mg/hari untuk meningkatkan aktifitas eritropoiesis Hindari makanan yang menghambat absorpsi besi (teh. Obesitas 3. virus ataupun parasit). 2. Penanganan anak dengan anemia defisiensi besi yaitu : 1. serat) dan obat seperti antasida dan kloramfenikol. Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang/kronis baik bakteri. 2. 4. Malabsorbsi. Diberikan sampai 2-3 bulan sejak Hb kembali normal Pemberian vitamin C 2X50 mg/hari untuk meningkatkan absorbsi besi. Mengatasi faktor penyebab. Oral • • • • • Dapat diberikan secara oral berupa besi elemental dengan dosis 3 mg/kgBB sebelum makan atau 5 mg/kgBB setelah makan dibagi dalam 2 dosis.2. Kebutuhan meningkat karena infeksi berulang/kronis. 4. Kehilangan berlebihan akibat perdarahan (divertikulum Meckel/poliposis dsb).l infestasi cacing tambang) dan 2. Asupan besi kurang karena jenis makanan kurang mengandung Fe jenis heme atau minum susu berlebihan. Obesitas 3. Anak umur 2-5 tahun 1.

• Banyak minum untuk mencegah terjadinya konstipasi (efek samping pemberian preparat besi) b. Oleh karena itu pemberian ASI ekslusif perlu digalakkan dengan pemberian suplementasi besi dan makanan tambahan sesuai usia. Parenteral Indikasi: • • • Adanya malabsorbsi Membutuhkan kenaikan kadar besi yang cepat (pada pasien yang menjalani dialisis yang memerlukan eritropoetin) Intoleransi terhadap pemberian preparat besi oral Pencegahan Pendidikan 1. Kandungan besi dalam ASI lebih rendah dibandingkan dengan susu sapi tetapi penyerapan/bioavailabilitasnya lebih tinggi (50%). Suplementasi besi: Diberikan pada semua golongan umur dimulai sejakbayi hingga remaja Endang Windiastuti UKK Hematologi-Onkologi IDAI . 2. hati dan daging. Meningkatkan pengetahuan masyarakat : • • Tentang gizi dan jenis makanan yang mengandung kadar besi yang tinggi dan absorpsi yang lebih baik misalnya ikan. Penyuluhan mengenai kebersihan lingkungan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya infeksi bakteri/infestasi parasit sebagai salah satu penyebab defisiensi besi.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful