You are on page 1of 7

FISTULA ANI DEFINISI Fistula ani adalah hubungan abnormal antara epitel dari kanalis anal dan epidermis

dari kulit perianal. Biasanya merupakan kelanjutan dari abses anorektal, sehingga fistula ani merupakan bentuk kronis dari abses anorektal. Kebanyakan dari fistula berasal dari infeksi dari kelenjar kriptoglandular, trauma, Crohns disease, malignancy, radiasi, dan infeksi dari TB, actinomycosis, dan Chlamydia.

Skandalakis Surgical Anatomy, 2004

Maingots Abdominal Operation, 2006

EPIDEMIOLOGI Angka prevalensi penyakit ini adalah 8,6 kasus tiap 100.000 populasi. Prevalensi pada pria adalah 12,3 tiap 100.000 populasi. Pada wanita, berkisar 5,6 kasus tiap 100.000 populasi. Rasio antara pria dan wanita adalah 1,8:1. Umur rata-rata dari penderita fistel ani adalah 38 tahun. ETIOLOGI Fistula ani kebanyakan berasal dari infeksi dari kelenjar kriptoglandular, trauma, Crohns disease, malignancy, radiasi, dan infeksi dari TB, actinomycosis, dan Chlamydia. KLASIFIKASI Fistula diklasifikasikan berdasarkan hubungannya dengan kompleks anal sphincter sebagai berikut:

Fistula intersphincteric dimana tract melewati sphincter interna, intersphincteric space, dan turun ke kulit.

Colon and Rectal Surgery, 2005

Fistula transsphincteric dimana tract melewati sphincter interna dan eksterna, melalui fossa ischiorectal, sampai ke kulit. Biasanya berasal dari abses ischiorektal dan mempengaruhi fungsi dari sphincter.

Colon and Rectal Surgery, 2005

Fistula suprasphincteric tract berasal dari atas muskulus puborektalis lalu turun ke bawah melalui fossa ischiorectal dan kulit.

Colon and Rectal Surgery, 2005

Fistula extrasphincteric lubang interna berada di atas muskulus levator ani lalu turun ke ischiorectal space. Biasanya akibat dari trauma, Chrons Disease, PID, dan abses supralevator.

Colon and Rectal Surgery, 2005

Schwartzs Principles of Surgery, 2004

PATOFISIOLOGI Pada kanalis anal terdapat kelenjar kriptoglandur yang mengalir menuju kripta pada linea dentata. Bila kelenjar mengalami infeksi dan salurannya tersumbat akan menyebabkan abses anorektal. Dapat berada pada perianal, ischiorectal space, intersphincteric space, dan pelvirectal space. Bila keadaan ini terus berlanjut akan berlanjut menjadi fistula dimana abses akan berusaha mencari jalan keluar dan dapat timbul juga setelah drainase, kadang jaringan granulasi berlapis dapat tertinggal dan menyebabkan gejala berulang.

Maingots Abdominal Operation, 2006

MANIFESTASI KLINIK
Keluarnya pus dan darah

Nyeri sekitar anus Pembengkakan Tampak adanya lubang Demam

Goodsalls Rule Fistula ani terdiri lubang interna dan eksterna. Dengan melihat adanya lubang externa dapat diperkirakan letak lubang internanya dan salurannya dengan Goodsalls rule. Secara umum, jika lubang eksterna berada di sebelah anterior dari anal tranversal line maka salurannya berjalan radier membentuk garis lurus. Sebaliknya bila lubang eksterna berada di

sebelah posterior dari anal transversal line maka saluran akan melengkung menuju posterior midline.

Current Surgical Diagnosis & Treatment, 2005 Pemeriksaan Penunjang

USG Transrectal untuk mengidentifikasi tract, dapat juga dengan suntikan hydrogen peroxide untuk meningkatkan sensitivitas dari USG. Fistulogram dengan pemberian kontras pada fistula untuk identifikasi tract CT Scan berguna untuk mencari abses supralevator. MRI

PENATALAKSANAAN Tujuan terapi dari fistula ani adalah eradikasi sepsis tanpa menyebabkan inkonstinensia. Terapi dari fistula tergantung dari jenis fistulanya sendiri. Simple intersphincteric fistula sering diterapi dengan fistulotomy (membuka tract fistula), kuretase, dan penyembuhan sekunder.

Colon and Rectal Surgery, 2005

Pada fistula transsphenteric terapi tergantung dari lokasi kompleks sphincter yang terkena. Bila fistula kurang dari 30% otot sphincter yang terkena dapat dilakukan sphincterotomy tanpa menimbulkan inkonstinensia yang berarti. Bila fistulanya high transsphincteric dapat dilakukan dengan pemasangan seton. Pada fistula suprasphenteric biasanya diterapi juga dengan pemasangan seton. Pada fistula extrasphincteric terapi tergantung dari anatomi dari fistula, biasanya bila fistula diluar sphincter dibuka dan didrainase. Seton digunakan untuk identifikasi tract, sebagai drainase, dan merangsang terjadinya fibrosis dengan tetap menjaga fungsi dari sphincter. Cutting seton terbuat dari karet yang diletak pada fistula untuk merangsang fibrosis. Noncutting seton terbuat dari plastic yang digunakan sebagai drainase. Beberapa metode telah diperkenalkan untuk mengidentifikasi tract fistula saat berada di kamar operasi:

Memasukkan probe melalui lubang eksternal sampai ke bukaan internal, atau sebaliknya. Menginjeksi cairan warna seperti methylene blue, susu, atau hidrogen peroksida, dan memperhatikan titik keluarnya di linea dentata. Mengikuti jaringan granulasi pada traktus fistula. Memperhatikan lipatan kripta anal saat traksi dilakukan pada traktus. Hal ini dapat berguna pada fistula sederhana namun kurang berhasil pada varian yang kompleks

DAFTAR PUSTAKA http://emedicine.medscape.com/article/190234-overview#a0104 Doherty, G.M., Way, L.W. 2005. Current Surgical Diagnosis & Treatment 12th Ed. USA: McGraw Hill. Zinner, M.J., Ashley, S.W. 2006. Maingots Abdominal Operation 11th Ed. USA: McGraw Hill. Corman, M.L. 2005. Colon and Rectal Surgery 5th Ed. Lippincott Williams & Wilkins Brunicardi, F.C. 2004. Schwartzs Principles of Surgery 8th Ed. USA: McGraw Hill.