You are on page 1of 11

Bab I Vaginosis Bakterial

Pendahuluan Gardnerella vaginalis merupakan penyebab penyakit yang disebut Vaginosis Bakterial. Peranan organisme itu sendiri sampai sekarag masih menimbulan kontroversi diantara para penyelidik. Studi terkahir mengenai bakteriologi dan analisis kimia sekresi vagina ada para penderita menunjukkan bahwa bakteri anaerob mempunyai peranan besar pada patogenesis penyakit ini. Species Bacterioides dan Peptococcus merupakan organism yang paling sering dapat diisolasikan dalam jumlah yang besar sehingga simbiosis antara G.Vaginalis dan bakteri anaerob bersama-sama menimbulkan sindrom klinis. Adanya respon yang baik terhadap pengobatan dengan Metronidazol dan duh tubuh yang berbau menunjukkan bahwa infeksi primer disebabkan oleh kuman anaerob, sehingga masalah utama mengenai hubungan G. Vaginalis dan vaginitis yang ditimbulkannya masih perlu dipecahkan. Epidemiologi Penyakit Vaginosis Bakterial lebih sering ditemukan pada wanita yang memeriksakan kesehatannya dari pada vaginitis jenis lainnya. Frekuensi tergantung pada tingkatan ekonomi penduduk. Pernah dilaporkan bahwa 50% wanita aktif seksual terkena infeksi G. Vaginalis, tetapi hanya sedikit yang menyebabkan gejala. Sekitar 50% ditemukan pada pemakai AKDR dan 86% bersama-sama dengan infeksi Trichomonas. Pada penggunaan AKDR dapat ditemukan serta diikuti infeksi G.Vaginalis dan kuman anaerob gram negatif. Hampir 90% laki-laki yang mitra seksual wanitanya terinfeksi G.Vaginalis, mengandung G.Vaginalis dengan biotipe yang sama dalam uretra, tetapi tidak menyebabkan uretritis. Gardnerella vaginalis sering diikuti dengan infeksi lain yang ditularkan melalui hubungan seksual. Bakteriologi G. Vaginalis Kuman ini bersifat anaerob fakultatif degan produk akhir utama pada fermentasi berupa asam asetat, banyak galur yang juga menghasilkan asam laktat dan asam format. Ditemukan juga galur anaerob obligat. Untuk pertumbuhan dibutuhkan tiamin, riboflavin, niasin, asam folat, biotin, purin, dan pirimidin. Tumbuh pada media fermentable carbohydrates dan protease pepton no.3. Setelah diinkubasi selama 48 jam pada suh 370 C dalam kelembaban atmosfir 5%, tumbuh

capilosus. isobutilamin. Sering ditemukan pada penderita vaginosis bacterial dari pada wanita dengan bentuk infeksi vaginitis lainnya. dan B. kemudian menambah deskuamasi sel epitel vagina sehingga terjadi perlengketan duh tubuh pada dinding vagina.Vaginalis dalam cairan wanita dengan vaginosis bacterial. Dengan tes presipitin telah ditentukan tujuh kelompok serologic G. Aktivitas endotoksin ditemukan dengan tes limulus amebacyte lysate human yang protease A nya tidak berbentuk. dan halus. Untuk identifikasi yang penting adalah hemolisis beta pada darah manusia tidak pada darah Domba. pH cairan vagina menjadi normal. bukan glikosidase beta. Ditemukan G. Pembentukan asam dari maltose atau kanji lebih cepat dan lengkap dari pada glukosa. Tidak infasiv dan respos inflamasi local yang terbatas dapat dibuktikan dengan sedikitnya jumlah leukosit dalam sekret vagina dan dengan pemeriksaan histopatologis. Setelah pengobatan efektif. Basil anaerob yang menyertai vaginosis bacterial adalah Bacteriodes bivins. B. sekret akan menghilang. tidak pada darah domba.koloni pada agar darah manusia dengan diameter sekitar 0. Timbul hemolisis beta pada darah manusia dan kelinci. fenetilamin.Vaginalis dalam vagina dalam jumlah sedikit sehingga hal ini menunjukkan bahwa kuman tersebut termasuk flora normal dalam vagina.5 mm. dan tiramin. menghasilkan B. metilamin. sampai 50% wanita sehat ditemukan kolonisasi G. ternyata cukup efektif terhadap G.Vaginalis. opak. Beberapa amin diketahui menyebabkan iritasi kulit dan menambah pelepasan sel epitel dan menyebabkan duh tubuh yang keluar dari vagina berbau. Dapat terjadi simbiosis antara G. disertai penigkatan jumlah kuman Bacteriodes sp dan peptococcus sp. rekasi katalase negative. dan produksi asam dari maltose dan glukosa bukan dari manitol. Basil anaerob mungkin mempunyai peranan penting pada patogenesis vaginosis bacterial karena setelah dilakukan isolasi.Vaginalis dan sangat efektif untuk kuman anaerob. Sekret vagina pada vaginosis bacterial berisi beberapa amin termasuk di dalamnya putresin. kadaverin. histamine. Isolat dapat diklasifikasikan dalam 6 biotipe berdasarkan reaksi dengan lipase. dan B galaktosidase.Vaginalis sebagai pembentuk asam amino dan kuman anaerob beserta bakteri fakultatif dalam vagina yang mengubah asam amino menjadi amin sehingga menaikkan PH secret vagina sampai suasana yang menyenangkan bagi pertumbuhan G. bulat.lactamase dan lebih dari setengahnya resisten terhadap tetrasiklin. analisis biokimia secret vagina dan efek pengobatan dengan metronidazol.Vaginalis. . Gardnerella vaginalis melekat pada sel-sel epitel vagina in vitro.disiens yang dapat diisolasikan dari infeksi genitalia. hipurat. tes hidrolisis hipurat positif dengan glukosidase alfa. Setelah pengobatan berhasil. Patogenesis Patogenesis belum jelas.

dan berbau. 2. Bau amin setelah diteteskan 1 tetes larutan KOH 10% pada sekret vagina. 5. Iritasi daerah vagina atau sekitar vagina (gatal. Pada sediaan basah sekret vagina terlihat leukosit sedikit atau tidak ada. atau nyeri waktu kencing jarag terjadi. dan jarang berbusa. Kombinasi sediaan basah dan pewarnaan Gram usapan vagina lebih dapat dipercaya. adalah patognomotik. Pemeriksaan Biakan : dapat dikerjakan pada media di antaranya agar casman. berbau. gambaran serviks normal. Diagnosis 1.5. Gejala peradangan umum tidak ada. Duh tubuh melekat pada dinding vagina dan terlihat sebagai lapisan tipis atau kilauan yang difus. 6. Duh tubuh vagina berwarna abu-abu.5-5. kalau ditemukan. terdapat eritema pada vagina atau vulva atau ptekie pada dinding vagina.5. homogeny. yang disebut Clue cells. 3. Pada pemeriksaan kolposkopi tidak terlihat dlatasi pembuluh darah dan tidak ditemukan penambahan densitas pembuluh darah pada dinding vagina. Kultur darah seringkali menunjukkan flora campuran. dan kalau ada karena penyakit lain. warna abu-abu homogeny. Nyeri abdomen. Tes ini disebut juga tes swiff (tes amin). yang dinyatakan oleh penderita sebagai satusatunya gejala yang tidak menyenangkan. dispareunia. dan protease peptone starch agar. Pada pewarnaan gram dapat dilihat batang-batang kecil negativegram atau variable-gram yang tidak dapat dihitung jumlahnya dan banyak sel epitel dengan kokobasil tanpa ditemukan laktobasil. Pada pemeriksaan sangat khas. Ditemukannya Clue Cells sensitivitasnya 70-90% .Timbulnya vaginosis bacterial ada hubungannya dengan aktivitas seksual atau pernah menderita infeksi Trichomonas G. Adanya sel epitel vagina yang granular diliputi oleh kokbasil sehingga batas sel tidak jelas. rasa terbakar). sedangkan spesifitasnya 95-100%. dibutuhkan suhu 370 C selama 48-72 jam dengan ditambah . PH vagina 4. sel epitel banyak dan adanya kokobasil kecil yang berkelompok. Pemeriksaan Kromatografi: perbandingan suksinat dan laktat meniggi sedangkan asam lemak utama yang dibentuk adalah asam asetat.vaginalis bersifat transient dan tidak dipengaruhi oleh pengobatan antimicrobial. Bau lebih menusuk setelah sanggama dan mengakibatkan darah menstruasi berbau abnormal. lebih ringan dari pada yang disebabkan Trichomonas Vaginalis atau Candida Albicans. Vaginalis dapat diisolasikan dari darah wanita dengan demam pascapartus dan pasca abortus. viskositas rendah atau normal. pH sekret vagina berkisar antara 4. dengan duh tubuh vagina bertambah. bakteremia G. 4. Disamping itu penderita vaginosis bacterial bersifat asimptomatik. Gejala Klinis Wanita dengan vaginosis bacterial akan mengeluh adanya duh tubuh dari vagina yang ringan atau sedang dan berbau tidak enak (amis).5-5.

tetapi hasilnya tidak dipublikasikan. II. Bufferes acid gel. 3. Krim sulfonamide tripel sebagai cairan acid cream base dengan pH 3. Tes Biokimia : Reaksi oksidase. Pengobatan Jenis obat yang digunakan tidak membahayakan dan sedikit efek sampingnya. menghidrolisis hipurat dan kanji. dan dikelilingi zona hemolitikbeta. Eritromisin.vaginalis dan C. opak dengan tepi yang jelas. 2.CO2 5%. Metronidazol dosis 2 X 400 atau 500 mg setiap hari selama 7 hari atau. ternyata tidak efektif untuk vaginosis bacterial. Rejimen Pengobatan I. Penyembuhan hanya sementara selama penggunaan pengobatan topical. dan urea negative. Pada 10 penderita hanya 4 orang yang sembuh.albicans. Tetrasiklin per oral merupakan predisposisi timbulnya kandidosis vaginal. 4. Topikal 1. terbukti bahwa menurunkan pH vagina tidak cukup memperbaiki flora vagina normal. ternyata efektif terhadap vaginosis bacterial meskipun jangka waktu optimum dan dosis yang tepat masih dicari. Supositoria vaginal yang berisi tetrasiklin dapat menimbulkan vaginitis yang disebabkan candida albicans.9 dipakai setiap hari selama 7 hari. Ampisilin atau amoksisilin dengan dosis 4 X 500 mg per oral selama 5 hari. Sistemik 1. . 2. Pengobatan bervariasi dari yoghurt sampai antimicrobial sistemik. Krim sulfonamide tripel. Untuk konfirmasi harus disingkirkan infeksi karena T. Tianidazol 2 X 500 mg setiap hari selama 5 hari. Koloni sebesar 0. 3. 7. licin.Vaginalis dan kumankuman anaerob. Metronidazol dengan cara pemberian beberapa macam dosis. meskipun in vitro sangat aktif terhadap G. 4. indol. member angka penyembuhan lebih dari 90%. Sebagai media transport dapat digunakan media transport Stuart atau Amies.5-2 mm.

riwayat sering lapar dan haus tidak ada : Ibu Rumah Tangga : Padang : Menikah         Riwayat Penyakit Dahulu  Tidak ada riwayat menderita sakit diabetes mellitus . tablet warna putih 2 x 1 dan salaf.bertambah sejak 3 bulan terakhir dan terkadang seperti gumpalan susu. sekarang anak sudah berusia 13 bulan Pasien sudah berobat ke dokter kulit dan kelamin di rumah sakit BMC dan mendapat obat tablet warna merah 2 x 1. namun gatal dan bercak merah tetap ada Riwayat keputihan ada. setelah dan sebelum menstruasi berupa lender-lendir. nama obat lupa. obat dibeli di toko obat. tidak ada perbaikan dengan keluhan Riwayat pemakaian kortikosteroid yang lama di sangkal.ketika mengandung dengan usia kehamilan dua bulan. minum jamu di sangkal Riwayat sering buang air kecil disangkal.awalnya gatal dirasakan sekitar 20 bulan yang lalu.Bab II Presentasi Kasus Identitas pasien : Nama Umur : Ny. E : 37 tahun Jenis kelamin : Perempuan Pekerjaan Alamat Status Anamnesa Keluhan utama Bercak kemerahan pada kemaluan dan sela paha disertai rasa gatal sejak 1 bulan yang lalu Riwayat penyakit sekarang  Bercak kemerahan pada kemaluan dan sela paha disertai rasa gatal yang semakin meningkat sejak 1 bulan yang lalu. riwayat suami nyeri saat buang air kecil di sangkal Riwayat memakan antibiotik yang lama ada. kurang lebih selama 2 bulan terakhir. berbau amis dan gatal Riwayat memakai cairan pembersih vagina (air sirih) ada kurang lebih sejak 3 bulan yang lalu Riwayat bercak-bercak yang disertai rasa gatal di anggota tubuh lain tidak ada Riwayat suami keluar cairan seperti putih susu dari kemaluan di sangkal.

 Tidak ada riwayat pemakaian Intra Uterine Device Riwayat penyakit keluarga/ alergi/atopik • • • • • • • Tidak ada anggota keluarga yang mengalami sakit seperti ini Riwayat sesak nafas dengan suara menciut tidak ada Riwayat bersin-bersin pagi hari tidak ada Riwayat bersin-bersin bila menyium serbuk bunga tidak ada Riwayat bengkak dan gatal setelah makan tidak ada Riwayat alergi obat tidak ada Riwayat mata berair dan gatal tidak ada Pemeriksaan Fisik Status Generalisata Keadaan umum : baik Kesadaran : composmentis kooperatif Nafas : 18 x /menit suhu : afberis Tekanan darah : 120/80 Nadi : 82 x/menit : tidak dilakukan Pemeriksaan thorak Pemeriksaan abdomen : tidak dilakukan Status Dermatologikus • • • • • • • Lokasi Distribusi Bentuk Susunan Batas Ukuran Efloresensi : labia mayora. labia minora . squama halus. sela paha.mons pubis : terlokalisir : tidak khas : tidak khas : tidak tegas : plakat : plaq eritem.papul eritem Status Venereologikus . plaq hiperpigmentasi.

pasien merasakan keputihan semakin bertambah. vesikel . edem . duh + putih kekuningan Pubis : folikulitis +.. vesikel -. edem . uretra.Inspeksi    Palpasi Tidak teraba pembesaran kelenjar getah bening inguinal medial kiri dan kanan Inspekulo   Cervix Vagina : eritem +. duh + putih kekuningan : eritem +.. ulkus . vegetasi – Kelenjar Getah Bening Tidak ditemukan pembesaran kelenjar getah bening inguinal medial kiri dan kanan Kelainan rambut Tidak ditemukan adanya kelainan Kelainan kuku Tidak ditemukan adanya kelainan Kelainan selaput Tidak ditemukan adanya kelainan Pemeriksaan Rutin     Wood lamp Pemeriksaan KOH kerokan kulit Pemeriksaan DUH genital dari forniks posterior. ulkus ... ulkus .. ulkus . vesikel .. Pasien pernah berobat ke dokter kulit dan kelamin di BMC dan mendapatkan obat tablet bewarna merah 2 x1. vegetasi –. edem . edem .. vegetasi – Vulva : eritem +. .. riwayat memakai cairan pembersih vagina (air sirih) ada sejak 3 bulan terakhir. vegetasi – Perianal perineum: eritem -. vegetasi –.. edem +.... namun tidak ada perubahan . vesikel . tablet putih 2 x 1 dan salaf. ulkus -. Awalnya dirasakan sejak 20 bulan yang lalu namun semakin lama bercak merah semakin bertambah dan semakin gatal. eritem .. cerviks dan dinding vagina Whiff test Resume Seorang pasien wanita datang dengan keluhan utama bercak merah disertai rasa gatal pada sela paha dan kemaluan sejak satu bulan ini. Sejak tiga bulan terakhir. vesikel .

ulkus duh + putih kekuningan Vagina : eritem +.mons pubis : terlokalisir : tidak khas : tidak khas : tidak tegas : plakat : plaq eritem. duh + putih kekuningan PEMERIKSAAN ANJURAN  Kultur dan sensitivitas tes Diagnosis kerja Vaginosis bakterialis Diagnosis banding Candida vaginalis Gonorrhoe trikhomoniasis Tinea kruris . sela paha. plaq hiperpigmentasi.papul eritem Status Venereologikus Inspeksi    Pubis : folikulitis + Vulva : eritem Inspekulo Cervix : eritem +. squama halus. labia minora . edem +.Status Dermatologikus • • • • • • • Lokasi Distribusi Bentuk Susunan Batas Ukuran Efloresensi : labia mayora.

9% clue cell + Pemeriksaan KOH : hifa( -).spora (-) Pemeriksaan gram : bakteri diplokokus gram negatf tidak ditemukan Diagnosis   Vaginosis bakterialis folikulitis Penatalakasanaan        Terapi umum Menghentikan memebersihkan kemaluan dengan air sirih atau pembersih vagina lainnya Mengganti celana dalam lebih sering ( 3 kali sehari ).Gentamisin zalf .Metronidazol 2 x 500 mg . pemeriksaan KOH 10% Whiff test negative Pemeriksaan langsung dengan Nacl 0.atau bila sudah terasa lembab Membawa suami untuk konsul kesehatan kelamin Jangan melakukan hubungan suami istri sampai dinyatakan sembuh.Loratadin 1 x 10 mg .Hasil Pemeriksaan      Wood lamp -. bila ingin melakukan. gunakan kondom Berobat sampai sembuh Terapi khusus .

061.00 Jl. R/Amoxicillin tab 500 mg No X S3dd tab 1 .24 Telp. R/Loratadin tab 10 mg no X S1dd tab 1 Pro : Ny.dr.E Umur : 37 tahun Prognosa quo ad vitam quo ad sanationam quo ad cosmetikum quo ad fungsionam : bonam : bonam : bonam : bonam .00-20.085 Tanggal 15 Agustus 2011 R/ Metronidazol tab 500 no XXI S3dd tab 1 . Wimar Enggria Praktek Umum Buka : Senin-Jumat Pukul 17. Talang Betutu No.20.(0751)9904399 SIP.