You are on page 1of 8

Promotif, Vol.2 No.

1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

PENGARUH METODE MENGAJAR DOSEN TERHADAP MOTIVASI BELAJAR MAHASISWA TINGKAT I SEMESTER I PADA MATA KULIAH ANATOMI Hijrah Fitriani Mahfud Gamar Rukmini Datuiding Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cendrawasih
(1 (2 (2

ABSTRAK Metode mengajar yang tepat dan keterampilan dosen dalam memberikan variasi metode pengajaran dapat menjadi sarana pembangkit motivasi belajar mahasiswa. Baik tidaknya metode mengajar yang diberikan dapat dilihat dari motivasi belajar selama proses pembelajaran berlangsung. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengaruh metode mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa. Jenis penelitian yang digunakan adalah analitik, dengan populasi pada penelitian ini adalah mahasiswa tingkat I semester I Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih 154 mahasiswa yang tersebar dalam 4 kelas. Pengambilan sampel yang berjumlah 61 mahasiswa dilakukan dengan menggunakan rumus Slovyn. Ada dua variabel yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: motivasi belajar dan metode mengajar dalam mata kuliah Anatomi. Sumber data berasal dari data primer dan sekunder. Data diambil melalui kuesioner dan data evaluasi Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih. Hasil penelitian menunjukan bahwa responden yang merasa sangat memuaskan dan termotivasi yaitu 1 orang, dan responden yang merasa memuaskan dengan metode mengajar sebanyak 32 orang yang terdiri dari sangat termotivasi 8 orang dan termotivasi 24 orang. Sementara responden yang merasa cukup memuaskan dengan metode mengajar dosen sebanyak 27 orang yang terdiri dari sangat termotivasi 2 orang dan termotivasi 25 orang. Sedangkan responden yang merasa tidak memuaskan dengan metode mengajar dosen dan termotivasi yaitu 1 orang. Berdasarkan hasil penelitian dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh antara metode mengajar terhadap motivasi belajar mahasiswa pada mata kuliah anatomi. Oleh karena itu peneliti menyarankan dosen memberikan lebih banyak tugas rumah agar mahasiswa lebih bertanggung jawab untuk belajar dan untuk menunjang kemandirian dalam belajar. Serta dosen hendaknya lebih menunjukan kemampuan keprofesionalannya dalam menyampaikan materi dengan metode yang lebih efektif untuk menunjang dan meningkatkan motivasi mahasiswa.

Kata Kunci Daftar Pustka

: Metode Mengajar, Motivasi Belajar. : 17 (1998-2010) bidang politik, ekonomi, sosial, budaya, dan hankam. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah dengan meningkatkan kemampuan, wawasan, daya pikir dan pemahaman terhadap segala sesuatu yang dialami dan dihadapi dalam kehidupannya, salah satunya malalui jalan pendidikan (Purnomo, 2008:36).

PENDAHULUAN Manusia sebagai makhluk individu, sosial dan sebagai warga negara perlu mengembangkan diri untuk dapat hidup di tengah-tengah masyarakat, apalagi diikuti dengan reformasi yang menuntut perubahan di segala bidang kehidupan manusia, baik

37

Promotif, Vol.2 No.1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

Metode pengajaran yang digunakan oleh dosen berpengaruh positif terhadap motivasi belajar mahasiswa. Keterampilan dosen dalam memberikan variasi metode pengajaran dapat menjadi sarana pembangkit motivasi belajar mahasiswa. Penggunaan metode pengajaran yang monoton mengakibatkan kebosanan kepada mahasiswa, dikarenakan dosen hanya menggunakan metode mengajar yang sama tiap melakukan kegiatan perkuliahan. Sebaliknya, jika dosen menggunakan berbagai macam metode pengajaran, maka mahasiswa akan lebih termotivasi dalam mengikuti kegiatan perkuliahan, karena di dalam kegiatan perkuliahan dosen tidak hanya monoton pada satu metode pembelajaran saja. Dengan demikian variasi metode mengajar dosen akan mempengaruhi motivasi belajar mahasiswa (Wahyuni, 2007:8). Keberhasilan seorang mahasiswa dalam belajar dapat ditentukan dari motivasi belajar mahasiswa selama mengikuti perkuliahan. Pendidikan mahasiswa akan dinilai keberhasilannya melalui tes hasil belajar. Hasil yang diharapkan adalah prestasi belajar yang baik karena setiap orang menginginkan prestasi yang tinggi, baik mahasiswa, dosen, akademi, maupun orang tua hingga masyarakat. Namun antara mahasiswa satu dengan mahasiswa yang lainnya berbeda motivasi dalam belajar. Hal ini ada hubungannya dengan motivasi terhadap penerapan metode mengajar dosen selama perkuliahan (Wahyuni, 2007:9). Berkaitan dengan proses interaksi belajar mengajar faktor yang perlu diperhatikan yaitu motivasi belajar dan metode pembelajaran. Motivasi belajar merupakan salah satu faktor internal yang penting dalam proses belajar mengajar. Motivasi diperlukan untuk menumbuhkan minat terhadap pelajaran yang diajarkan oleh dosen. Sedangkan metode pembelajaran yang menentukan berhasil tidaknya proses belajar

mengajar, dengan metode yang tepat secara otomatis akan mendukung pencapaian tujuan pembelajaran. Sehingga kedua faktor yang mempengaruhi prestasi belajar tersebut mempunyai andil yang cukup besar dalam kegiatan belajar. Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih sebagai salah satu Akademi Kebidanan (AKBID) yang mempunyai program mata kuliah keahlian salah satunya adalah mata kuliah Anatomi. Di AKBID Palu prestasi belajar Anatomi itu sendiri belum membuahkan hasil yang diharapkan. mahasiswa masih menemui kesulitankesulitan dalam menyelesaikan soal-soal Anatomi. Hal ini terlihat dari hasil ujian Angkatan V untuk mata kuliah Anatomi yang masih belum mencapai hasil yang maksimal. Rata-rata nilai ujian masih di bawah 7,00 (C) (Daftar Nilai Evaluasi AKBID Palu, 2009). Kajian penelitian ini untuk mengatahui pengaruh metode mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa tingkat I semester I pada mata kuliah Anatomi di Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih. Manfaat kajian ini untuk digunakan sebagai masukan bagi pengelolah dalam mengembangkan mutu pendidikan. Dapat dijadikan bahan masukan bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian selanjutnya yang berkaitan dengan motivasi terhadap metode mengajar dosen. BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian ini bertempat di kampus Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih jln. Cenderawasih no. 44 Kelurahan Tanamodindi Kecamatan Palu Selatan Kota Palu Sulawesi Tengah. Yayasan Pendidikan Cenderawasih didirikan tahun 2005 dengan Keputusan Menteri Pendidikan Republik Indonesia Nomor 154/D/0/2005 dan sudah terakreditasi. Saat ini Akademi Kebidanan Palu sudah

38

Promotif, Vol.2 No.1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

2. Sampel memiliki VI angkatan di tahun 2010 dan sudah meluluskan 3 angkatan di tahun Sampel adalah sebagian yang sama. Penelitian dilakukan pada yang diambil dari keseluruhan objek angkatan ke VI yang berjumlah 154 yang diteliti dan di anggap mewakili mahasiswa. Pada mata kuliah Anatomi seluruh populasi (Nursalam, 2003). sebagian besar mahasiswa tingkat I Penentuan ukuran sampel dilakukan dengan cara quota sampling. Yaitu semester I angkatan V banyak mendapatkan nilai C. Oleh sebab itu didasarkan pada teknik pemilihan penulis tertarik untuk meneliti faktor apa sampel dengan ciri-ciri tertentu yang mempengaruhi hal tersebut. sampai pada jumlah tertentu yang Waktu Penelitian diinginkan (kuota) (Machfoedz, Penelitian ini dilaksanakan 2008:50). selama 2 minggu pada tanggal 09 Sampel dalam penelitian ini Desember sampai 22 Desember 2010. sebagian dari populasi yakni peneliti Metode Penelitian mengambil sampel yang berasal dari Penelitian ini merupakan suatu ke 4 kelas dengan menggunakan penelitian kuantitatif analitik, dengan Rumus Slopyn : Pendekatan Cross Sectional yaitu N penelitian yang dilakukan pada saat yang n= 1+Ne2 bersamaan antara variabel independent dan variabel dependent (Nursalam, Keterangan : 2003). n = Besar Sampel POPULASI DAN SAMPEL N = Besar Populasi 1. Populasi e = 10 % kelonggaran karena Populasi adalah kesalahan pengambilan keseluruhan dari suatu variabel Besar sampel dalam penelitian yang menyangkut masalah yang ini adalah 61 mahasiswa. diteliti. Variabel tersebut bisa berupa Penentuan besar sampel orang, kejadian, perilaku atau dari ke empat kelas yaitu kelas A sesuatu lain yang akan dilakukan sebanyak 40 mahasiswa, kelas B penelitian (Nursalam, 2003). 38 mahasiswa, kelas C 38 Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa, kelas D 38 seluruh Mahasiswa Akademi mahasiswa. Keempat kelas ini akan dijatahkan (quota sampling) Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih Tingkat I Semester I yang berjumlah 154 mahasiswa. HASIL Tabel 1 Distribusi Keseluruhan Responden dari Metode Mengajar Dosen di Akademi Kebidanan Palu No Nilai Kriterium (%) Ratting 1. 0 – 20 Sangat Tidak Memuaskan 2. 21 – 40 Tidak Memuaskan 3. 41 – 60 Cukup Memuaskan 4. 61 – 80 Memuaskan 5. 81 – 100 Sangat Memuaskan Sumber : Riduwan dan Sunarto (2009). Berdasarkan hasil penelitian dari hasil pengumpulan data diperoleh diperoleh jumlah skor kriterium 5 x 10 x 1.869. Dengan demikian hasil dari 61 = 3.050. Jumlah skor yang diperoleh metode mengajar di Akademi Kebidanan

39

Promotif, Vol.2 No.1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih dari 61 mahasiswa adalah 1.869 : 3.050 = 61,27 % mahasiswa merasa .

memuaskan dengen metode mengajar yang diberikan oleh dosen

Tabel 2 Distribusi Keseluruhan Responden dari Metode Mengajar Dosen di Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih. No Metode Mengajar F % 1 Sangat Memuaskan 1 1,7 2 Memuaskan 32 52,4 3 Cukup Memuaskan 27 44,2 4 Tidak Memuaskan 1 1,7 5 Sangat Tidak Memuaskan 0 0 Jumlah 61 100 Sumber : Data Primer, 2010 Berdasarkan tabel 3 yang menyatakan tidak memuaskan 1 menunjukan bahwa distribusi penilaian mahasiswa (1,7%). Hal ini menunjukan metode mengajar dosen dari 61 bahwa responden merasa puas dengan mahasiswa yang menyatakan sangat metode mengajar dosen selama memuaskan pada metode mengajar mengikuti mata kuliah Anatomi. yaitu 1 mahasiswa (1,7%), yang Responden yang berpresentase menyatakan memuaskan yaitu 32 terbanyak dengan hasil memuaskan mahasiswa (52,4%), cukup yaitu 32 orang (52,4%). memuaskan 27 mahasiswa (44,2%), Tabel 3 Distribusi Keseluruhan Responden mengenai Motivasi Belajar di Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih. No Nilai Kriterium (%) Ratting 1. 0 – 20 Sangat Tidak Termotivasi 2. 21 – 40 Tidak Termotivasi 3. 41 – 60 Cukup Termotivasi 4. 61 – 80 Termotivasi 5. 81 – 100 Sangat Termotivasi Sumber : Riduwan dan Sunarto (2009). Berdasarkan hasil penelitian Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih diperoleh jumlah skor kriterium 5 x 10 x dari 61 mahasiswa adalah 2.238 : 3.050 61 = 3.050. Jumlah skor yang diperoleh = 73,37 % mahasiswa merasa dari hasil pengumpulan data diperoleh termotivasi dengan pembelajaran yang 2.238. Dengan demikian hasil dari diberikan. motivasi belajar di Akademi Kebidanan Tabel 4 Distribusi Keseluruhan Responden dari Motivasi Belajar Mahasiswa di Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih. No Motivasi Belajar F % 1. Sangat Termotivasi 10 16,4 2. Termotivasi 51 83,6 3. Cukup Termotivasi 0 0 4. Tidak Termotivasi 0 0 5. Sangat Tidak Termotivasi 0 0 Jumlah 61 100

42 40

Promotif, Vol.2 No.1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

Sumber : Data Primer, 2010. Berdasarkan tabel 4 menunjukan bahwa distribusi motivasi belajar responden yang sangat termotivasi yaitu 10 orang (16,4%),

sedangkan mahasiswa yang merasa termotivasi dengan prose belajar yaitu sebanyak 51 orang (83,6%).

Tabel 5 Pengaruh Metode Mengajar Dosen terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Di Akademi Kebidanan Palu Motivasi Belajar X2 X2 No Metode Mengajar N Sangat Hitung Tabel Termotivasi Termotivasi Sangat 1. 0 1 1 Memuaskan 2. Memuaskan 8 24 32 3,58 7,815 3. Cukup Memuakan 2 25 27 4. Tidak Memuaskan 0 1 1 Jumlah 10 51 61 Sumber : Data Primer, 2010 PEMBAHASAN Dari tabel 7 menunjukan bahwa responden yang merasa sangat Berdasarkan hasil penelitian, memuaskan dengan metode mengajar responden yang merasa memuaskan dan termotivasi berjumlah 1 orang. dengan metode mengajar yang diberikan Mahasiswa yang merasa memuaskan oleh seorang dosen didalam proses dengan metode mengajar dosen belajar mengajar jauh lebih besar sebanyak 32 orang yang terdiri dari dibandingkan dengan responden yang sangat termotivasi 8 orang dan yang merasa tidak memuaskan dengan termotivasi 24 orang. Sementara metode mengajar. Dari hasil analisis mahasiswa yang merasa cukup bivariat menunjukan bahwa responden memuaskan dengan metode mengajar yang mengatakan memuaskan dengan dosen berjumlah 27 orang yang terdiri metode mengajar dosen ternyata dari sangat termotivasi 2 orang dan yang menjadi lebih termotivasi didalam termotivasi 25 orang. Sedangkan pelaksanakan kegiatan belajar mengajar mahasiswa yang tidak merasa yang berlangsung. Karena hal tersebut memuaskan dengan metode mengajar dapat mempengaruhi hasil dari dosen dan termotivasi yaitu 1 orang. pembelajaran yang efektif, dimana jika Berdasarkan hasil perhitungan positif penilaian mahasiswa terhadap statistik dengan menggunakan Chiseorang tenaga pengajar dalam hal ini Square di atas dengan derajat adalah dosen, maka berakibat positif kepercayaan 95% dan taraf kesalahan pula terhadap motivasi dan hasil belajar 2 0,05 maka didapatkan X tabel = 7,815. mahasiswa itu sendiri. Ternyata nilai Chi-Square hitung < ChiHasil uji chi-square membuktikan 2 2 Square tabel. Karena nilai X hitung < X bahwa tidak terdapat pengaruh antara Tabel, maka Ho ditolak. Ini berarti tidak mentode mengajar dosen terhadap ada pengaruh antara variabel motivasi belajar mahasiswa. Motivasi independent dan variabel dependent, belajar juga terkait dengan metode artinya tidak terdapat pengaruh antara mengajar yang diberikan dosen dalam metode mengajar dosen dengan motivasi satu mata kuliah, dalam hal ini mata belajar mahasiswa. kuliah anatomi yang membutuhkan metode mengajar yang kreatif untuk menarik perhatian dan motivasi

43 41

Promotif, Vol.2 No.1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

mahasiswa. Diantaranya dengan menggunakan metode demonstrasi, tanya – jawab, dan diskusi untuk mengasah kemampuan mahasiswa dalam menyerap pelajaran yang lebih banyak menggunakan alat bantu (Phantom) untuk praktik sambil mendiskusikan bersama teman sekelas. Hasil penelitian ini telah didapatkan bahwa motivasi belajar sangat penting untuk mencapai sebuah tujuan dalam proses pembelajaran. Hal ini sejalan dengan pendapat (Hamalik,2010), bahwa motivasi merupakan suatu perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai oleh timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Ada dua pendekatan yang dapat digunakan untuk meninjau dan memahami motivasi ialah motivasi dipandang sebagai suatu proses. Pengetahuan tentang proses ini dapat membantu dosen menjelaskan tingkah laku yang diamati dan meramalkan tingkah laku orang lain. Selanjutnya menentukan karakteristik proses ini berdasarkan petunjuk-petunjuk tingkah laku seseorang. Petunjukpetunjuk tersebut dapat dipercaya apabila tampak kegunaannya untuk meramalkan dan menjelaskan tingkah laku lainnya khususnya motivasi belajar mahasiswa dalam melaksanakan dan mengikuti pembelajaran mampu membuat mahasiswa tanggap terhadap materi yang diberikan, seperti dikemukakan oleh Mc. Donald yang dikutip oleh (Wahyuni,2007), bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan munculnya “feeling” dan didahului dengan tanggapan terhadap adanya tujuan. Motivasi juga diartikan sebagai serangkaian usaha menyediakan kondisikondisi tertentu, sehingga orang itu mau dan ingin melakukan sesuatu. Motivasi dalam proses belajar dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa untuk menimbulkan proses belajar yang menjamin

kelangsungan dan kegiatan belajar yang memberi arah kepada proses belajar itu dalam mencapai tujuan . Akbid Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih mendukung proses belajar mengajar pada mata kuliah Anatomi. Sebanyak 32 mahasiswa menyatakan bahwa metode mengajar anatomi memuaskan dan 27 mahasiswa yang merasa cukup memuaskan. Hal ini sangat baik didalam pelaksanaan pembelajaran sebab metode-metode mengajar yang diterapkan oleh para dosen memang semestinya harus berkenaan dengan materi yang dibawakan atau diberikan, dan dapat menguasai segala jenis metode mengajar agar dapat mendukung keaktifan mahasiswa dalam belajar. Pernyataan ini serupa dengan pernyataan dari (Hamalik,2010) yang mengatakan bahwa pengetahuan tentang metode-metode mengajar sangat di perlukan oleh para pendidik, sebab berhasil atau tidaknya mahasiswa belajar sangat bergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yang digunakan oleh dosen Dosen sebaiknya menggunakan metode yang dapat menunjang kegiatan belajar mengajar, sehingga dapat dijadikan alat yang efektif untuk mencapai tujuan pengajaran. Jadi pada dasarnya metode pembelajaran adalah cara-cara pembelajaran yang digunakan dosen untuk mencapai tujuan dalam kegiatan belajar, semakin baik metode yang diterapkan dalam pembelajaran maka motivasi akan tinggi serta semakin optimal belajarnya. Sehingga penelitian ini mendapat dukungan dari pernyataan Djamarah (2002), yang menjelaskan bahwa metode mengajar merupakan strategi pengajaran untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dengan memanfaatkan metode yang akurat, guru/dosen akan mencapai tujuan pengajaran. Ketika tujuan dirumuskan agar peserta didik memiliki keterampilan tertentu, maka metode yang digunakan harus disesuaikan dengan tujuan.

44 42

Promotif, Vol.2 No.1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat diambil kesimpulan bahwa tidak terdapat pengaruh antara metode mengajar dosen terhadap motivasi belajar mahasiswa tingkat I semester I pada mata kuliah anatomi di Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih. Metode mengajar tidak berpengaruh terhadap motivasi belajar mahasiswa tingkat I semester I pada mata kuliah anatomi di Akademi Kebidanan Palu Yayasan Pendidikan Cenderawasih, ditunjukkan dari uji Chi2 2 Square diperoleh X hitung (3,58) < X tabel (7,815). SARAN 1. Motivasi belajar yang dimiliki mahasiswa sudah termasuk tinggi namun masih dibutuhkan kemandirian dalam belajar, terbukti masih ada mahasiswa yang belum termotivasi untuk belajar. Dari kondisi ini disarankan dosen memberikan tugas rumah agar mahasiswa lebih bertanggung jawab untuk belajar. 2. Metode mengajar yang baik terhadap mata kuliah anatomi dapat terlihat, namun kreatifitas mahasiswa dalam hal keberanian untuk bertanya masih kurang sehingga dosen hendaknya lebih meningkatkan kemampuan keprofesionalannya dalam menyampaikan materi dengan metode yang lebih efektif untuk menunjang keberanian siswa untuk bertanya. DAFTAR PUSTAKA Amri.2009.Metode.http://ktiptk.blogspirit.c om/archive/2009/01/pengertian metode.html. Diakses tanggal 30 November 2010. Buchari, Alma. 2009. Standar Statistika untuk Peneliti. Bandung: Alfabeta.

Djamarah, Syaiful Bahri dkk. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta. Hamalik, Oemar. 2010. Kurikulum dan Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara. IGB, Manuaba. 1998. Ilmu Kebidanan, penyakit kandungan, dan keluarga berencana. Jakarta: EGC. Machfoedz, Ircham. 2008. Metodologi Penelitian. Yogyakarta: Fitramaya. Ningrum,2008. Proses Belajar.http://rastodio.com/pend idikan/pengertianmengajar.html.Diakses tanggal 30 November 2010. Narbuko dan Abu. 2007. Metode Penelitian. Jakarta: EGC. Nugiantoro. 2002. Statistik Terapan Untuk Penelitian Ilmu-Ilmu Sosial. Yogyakarta: UGM. Nursalam. 2003. Proses dan Dokumentasi Keperawatan Konsep dan Praktek. Jakarta. Salemba Medika. Purnomo, Eko. 2008. Pengaruh Persepsi Mahasiswa Mengenai Penggunaan Media Pembelajaran Dan Variasi Metode Mengajar Dosen Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa. Surakarta: Jurnal. Riduwan dan Sunarto. 2009. Pengantar Statistika untuk Penelitian Pendidikan, Sosial, Ekonomi, dan Bisnis. Bandung. Alfabeta. Sugiyono, 2005. Metode Penelitian Administrasi. Bandung: Alfabeta. Sagala, Syaiful. 2010. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: Alfabeta. Slameto. 2003. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta. Rineka Cipta. Wahyuni, Asti. 2007. Pengaruh Motivasi Belajar dan Metode Pembelajaran terhadap

45 43

Promotif, Vol.2 No.1 Okt 2012 Hal 37-44

Artikel VI

Prestasi Jurnal. Zahra,

Belajar.

Semarang:

anatomi-1.html.Diakses tanggal 30 November 2010.

2010. Anatomi.http://haliyazahra.blog spot.com/2010//pengertian-

44 46