KATA PENGANTAR

Puji sukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas karunia-Nya kami dapat menyelesaikan tugas ini. Makalah ini menyajikan rangkuman materi tentang “ KORUPSI “. Kami tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada orang-oarang yang ikut membantu terutama orang tua dalam segi materi dan pada guru yang telah membimbing kami. Teriring ucapan semoga amal kebaikan yang telah diberikan kepada kami akan mendapatkan balasan yang sepantasnya dari Allah SWT. Amin. Dalam penyusunan makalah ini kami telah berusaha semaksimal mungkin, akan tetapi kami menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna. Untuk itu penyusun mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca, demi bahan perbaikan dan kesempurnaan makalah ini. Mudah-mudahan makalah ini dapat bermanfa’at bagi orang yang membaca khususnya kami yang membuatnya. Amin. Penulis

Yang paling sering dikumandangkan adalah masalah reformasi birokrasi yang menyangkut masalah-masalah pegawai pemerintah yang dinilai korup dan sarat dengan nepotisme.atau paling tidak mengurangi sampai pada titik nadir yang paling rendah maka jangan harap Negara ini akan mampu mengejar ketertinggalannyadibandingkan negara lain untuk menjadi sebuah negara yang maju. sehingga yang menonjol adalah sikap kerakusan dan aji mumpung.adalah korupsi harus diberantas. Karena korupsi membawa dampak negatif yang cukup luas dan dapat membawa negara ke jurang kehancuran untuk masyarakat kecil. THR. Indonesia mengalami banyak perubahan. Jika kita tidak berhasil memberantas korupsi. yakni (orang-orang yang terlibatsejak dari perencanaan samapai pada pelaksanaan) dan pembiayaan. Bentuk perampasan dan pengurasan keuangan negara demikian terjadi hampir di seluruh wilayah tanah air.Mengapa demikian? Salah satu penyebabnya adalah rendahnya kualitassumber daya manusianya. Rapuhnya moral dan rendahnya tingkat kejujuran dari aparatpenyelenggara negara menyebabkan terjadinya korupsi. reformasi ekonomi. uang pesangon dan lainsebagainya di luar batas kewajaran. Persoalannya adalah dapatkah korupsi diberantas? Tidak ada jawaban lain kalau kita ingin maju. Hal itu merupakan cerminan rendahnya moralitas dan rasa malu. Tetapi ironisnya. Korupsi telah mengakibatkan kerugian materiil keuangan negara yang sangat besar. Pembangunan sebagaisuatu proses perubahan yang direncanakan mencakup semua aspek kehidupanmasyarakat.BAB I PENDAHULUAN A. berbangsa dan bernegara. Di era reformasi sekarang ini. maka aparatur pemerintah tidak akan lagi melakukan korupsi karena dianggap penghasilannya sudah mencukupi untuk kehidupan sehari-hari dan untuk masa depannya. Reformasi birokrasi dilaksanakan dengan harapan dapat menghilangkan budaya-budaya buruk birokrasi seperti praktik korupsi yang paling sering terjadi di dalam instansi pemerintah. Diantaradua faktor tersebut yang paling dominan adalah faktor manusianya. sampai reformasi birokrasi menjadi agenda utama di negeri ini. tindakan korupsi masih terus terjadi walaupun secara logika gaji para pegawai pemerintah dapat dinilai tinggi. Latar Belakang Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kemampuan dan keberhasilannya dalam melaksanakan pembangunan. Namun pada kenyataannya. Reformasi birokrasi ini pada umumnya diterjemahkan oleh instansi-instansi pemerintah sebagai perbaikan kembali sistem remunerasi pegawai. Efektifitas dan keberhasilan pembangunan terutama ditentukanoleh dua faktor. Korupsi di Indonesia dewasa ini sudah merupakan patologi social(penyakit social) yang sangat berbahaya yang mengancam semua aspek kehidupan bermasyarakat. Kualitas tersebut bukan hanya dari segipengetahuan atau intelektualnya tetapi juga menyangkut kualitas moral dankepribadiannya.Indonesia merupakan salah satu negara terkaya di Asia dilihat darikeanekaragaman kekayaan sumber daya alamnya. Namunyang lebih memprihatinkan lagi adalah terjadinya perampasan dan pengurasan keuangan negara yang dilakukan secara kolektif oleh kalangan anggota legislatif dengan dalih studi banding. Perubahan sistem politik. . Anggapan umum yang sering muncul adalah dengan perbaikan sistem penggajian atau remunerasi. yaitu sumberdaya manusia. negara tercinta ini dibandingkan dengan negara lain di kawasan Asia bukanlah merupakan sebuah negara yang kaya malahan termasuk negara yang miskin.

Rumusan Masalah 1. Untuk mengetahui pengertian korupsi. 5. Untuk mengetahui macam-macam dari korupsi. 4. 5. 3. Tujuan 1. 4. Untuk mengetahui langkah-langkah apa saja yang dapat dilakukan untuk memberantas korupsi. Untuk mengetahui dampak negatif adanya korupsi. 2. Apakah itu korupsi? Apa yang menyebabkan terjadinya korupsi? Apakah macam-macam dari korupsi? Apakah dampak negatif dari korupsi? Apa yang dapat kita lakukan untuk memberantas korupsi? C.B. Untuk mengetahui penyebab terjadinya korupsi. 3. 2. .

mereka lebih cenderung berlindung di balik kekuasaan (penjajah) dengan melakukan kolusi dan nepotisme. Dengan berbagai keterbatasan itulah mereka berupaya mencsri peluang dengan menggunakan kedudukannya untuk memperoleh keuntungan yang besar. para koruptor ratarata memiliki tingkat pendidikan yang memadai. ewuh poakewuh di kalangan staf untuk melakukan penyimpangan. b) Kelemahan pengajaran dan etika. Minimnya ketrampilan. akan mudah dipermainkan anak buahnya. skill.kelemahan pemimpin ini juga termasuk ke-leadership-an.BAB II PEMBAHASAN A. menggoyahkan.kemampuan. Ketidakmampuan pemimpin untuk menjalankan tugas dan tanggung jawabnya. tanpa disertai dengan bentuk-bentuk pengimplementasiannya. Adapun sebab-sebabnya. c) Kolonialisme dan penjajahan. Korupsi menurut Huntington (1968) adalah perilaku pejabat publik yang menyimpang dari norma-norma yang diterima oleh masyarakat. Hal ini terkait dengan sistem pendidikan dan substansi pengajaran yang diberikan. Leadership dibutuhkan untuk menumbuhkan rasa takut. antara lain: 1. Sifat dan kepribadian inilah yang menyebabkan munculnya kecenderungan sebagian orang melakukan korupsi. Masalah ini sering pula sebagai penyebab timbulnya korupsi. d) Rendahnya pendidikan. Klasik a) Ketiadaan dan kelemahan pemimpin. Maka dapat disimpulkan korupsi merupakan perbuatan curang yang merugikan Negara dan masyarakat luas dengan berbagai macam modus. Yang dimaksud rendahnya pendidikan di sini adalah komitmen terhadap pendidikan yang dimiliki. korupsi adalah tingkah laku individu yang menggunakan wewenang dan jabatan guna mengeduk keuntungan. Sementara. Menurut Dr. Penyebab Terjadinya Korupsi Korupsi dapat terjadi karena beberapa factor yang mempengaruhi pelaku korupsi itu sendiri atau yang biasa kita sebut koruptor. dan merugikan kepentingan umum. Pola pengajaran etika dan moral lebih ditekankan pada pemahaman teoritis. lebih memilih pasrah daripada berusaha dan senantiasa menempatkan diri sebagai bawahan. . dalam pengembangan usaha. B. rusak. Pemimpin yang bodoh tidak mungkin mampu melakukan kontrol manajemen lembaganya. seorang pemimpin yang tidak memiliki karisma. Penjajah telah menjadikan bangsa ini menjadi bangsa yang tergantung. Corruptio-Corrumpere yang artinya busuk. Kartini Kartono. dan perilaku menyimpang ini ditujukan dalam rangka memenuhi kepentingan pribadi. artinya. Apa itu Korupsi ? Kata Korupsi berasal dari bahasa latin. dan kemampuan membuka peluang usaha adalah wujud rendahnya pendidikan. merupakan peluang bawahan melakukan korupsi. Karena pada kenyataannya. dan skill. memutarbalik atau menyogok.

seumur hidup atau di buang ke Pulau Nusakambangan.  Setiap bentuk korupsi adalah suatu pengkhianatan kepercayaan. kita terlalu memporak-perandakan produk lama yang bagus.komitmen mengandung tanggung jawab untuk melakukan sesuatu hanya yang terbaik dan menguntungkan semua pihak.  Setiap tindakan korupsi mengandung penipuan. Ciri-Ciri Korupsi Ada bermacam – macam ciri korupsi.e) Kemiskinan.  Korupsi pada umumnya melibatkan keserbarahasiaan. tetapi bila tidak ditunjang dengan kesehatan yang prima.  Fisik atau kesehatan. g) Kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku korupsi. Modern a) Rendahnya Sumber Daya Manusia.  Korupsi melibatkan elemen kewajiban dan keuntungann timbal balik. Kelemahan SDM ada empat komponen. baik dirinya maupun untuk kepentingan bangsa dan negara. Menurut ahli sosiolog dalam bukunya menerangkan beberapa ciri koruptor. orang akan menggunakan kesempatan untuk mengeruk keuntungan yang sebesar-besarnya. b) Struktur Ekonomi Pada masa lalu struktur ekonomi yang terkait dengan kebijakan ekonomi dan pengembangannya dilakukan secara bertahap.  Bagian hati. tidak mungkin standar dalam mencapai tujuann. Jadi. Ini menyangkut kemanpuan seseorang mengemban tanggung jawab yang diberikan. Hukuman seperti itulah yang diperlukan untuk menuntaskan tindak korupsi. yakni kemampuan seseorang dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya.  Berusaha menyelubungi perbuatannya dengan berlindung dibalik perlindungan hukum. yaitu:  Korupsi senantiasa melibatkan lebih dari satu orang.  Perbuatan korupsi melanggar norma-norma tugas dan pertanggungjawaban dalam masyarakat. Sekarang tidak ada konsep itu lagi. 2. tidak dijamin. menyangkut komitmen moral masing-masing komponen bangsa. dan kepentingan seluruh umat manusia. sebagai berikut:  Bagian kepala. kepentingan dunia usaha. Betapa pun memiliki kemampuan dan komitmen tinggi. 3. Atas keinginannya yang berlebihan ini. yakni menyangkut kemampuan seseorang menguasai permasalahan yang berkaitan dengan sains dan knowledge. Penyebab korupsi yang tergolong modern itu sebagai akibat rendahnya sumber daya manusia. biasanya pada badan publik atau masyarakat umum. Keinginan yang berlebihan tanpa disertai instropeksi diri atas kemampuan dan modal yang dimiliki mengantarkan seseorang cenderung melakukan apa saja yang dapat mengangkat derajatnya. Dihapus tanpa ada penggantinya. f) Tidak adanya hukuman yang keras.  Aspek skill atau keterampilan. sehingga semuanya tidak karuan. . seperti hukuman mati.

000. Seperti yang diungkapkan Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar. Dan melanggar pasal 3 UU pemberantasan tipikor yang berisi Setiap orang yang dengan sengaja menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau suatu korporasi. Untuk bebas bersyarat.4. Mahkamah Agung telah mengurangi hukuman Aulia Pohan dari empat tahun menjadi tiga tahun penjara. menyalahgunakan kewenangan. Soemantri. Sebelumnya. Aulia Pohan dianggap melakukan penyalahgunaan dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI) senilai Rp 100 miliar. Mantan Deputi Gubernur BI Aulia Pohan tersandung dakwaan kasus korupsi. Dalam contoh kasus ini Aulia Pohan terbukti bersalah karena melanggar pasal 2 ayat 1 UU pemberantasan tipikor yang berbunyi Setiap orang yang secara melawan hukum melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang suatu korporasi yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara. dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling sedikit Rp.000. dipidana dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling . “Dia sudah boleh pulang ke rumah. Terjadi pro dan kontra dalam kasus ini. Empat hakim.000. Aulia Pohan ditahan sejak 27 November 2008. Sama hal nya kawan-kawannya yang mendapatkan hukuman penjara 4 hingga 4. Bunbunan E. Majelis hakim Pengadilan Tipikor akhirnya mengganjar besan presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu dengan pidana 4. 1. dikarenakan Aulia Pohan tidak ikut memakan hasil korupsi tersebut sedangkan disisi lain Aulia Pohan bersalah karena memiliki ide tersebut. dan Slamet Subagyo menilai Aulia cs dinilai terbukti dakwaan primer yang melanggar pasal 2 (1) UU Pemberantasan Tipikor dan melanggar pasal 3 UU Pemberantasan Tipikor. 17 Agustus 2010 lalu Aulia Pohan cs mendapat remisi.J. Hakim Hendra Yospin. Usai menerima remisi. Pada saat peringatan HUTRI ke-65.000. sejak 18 Agustus 2010 Aulia Pohan cs resmi bebas bersyarat. Dalam kasus ini menyeret pula beberapa nama yaitu Maman H. Anwar. Contoh Kasus Dalam makalah ini kami akan mencoba menghadirkan satu contoh kasus yaitu kasus yang dialami oleh Aulia Tantowi Pohan atau yang lebih dikenal dengan Aulia Pohan. yakni Edward Patinasarani. tapi tidak boleh kemana mana sampai masa tahanannya berakhir. KPK berhasil mengusut kasus korupsi untuk kesekian kalinya. Hendra Yospin.00 (satu miliar rupiah). majelis hakim sesungguhnya tidak kompak. Analisis Kasus  Materil Hukum materil adalah mengatur tentang apa siapa dan bagaimana orang dapat dihukum. menilai Aulia cs telah menyetujui pencairan dana Rp 100 miliar itu di luar sistem anggaran. Dalam putusan itu.5 tahun penjara. kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.” Pembebasan bersyarat itu diterima Aulia setelah dia menjalani dua pertiga masa tahanan. 200. Hutapea dan Aslim Tadjudin . Dia bersama dengan tiga terpidana korupsi aliran dana Yayasan Pengembangan Perbankan Indonesia (YPPI)BI menerima pengurangan hukuman selama tiga bulan.000. syaratnya harus juga sudah membayar semua denda kepada negara. anggota majelis yang lain.00 (dua ratus juta rupiah) dan paling banyak Rp.5 Tahun serta denda masing-masing 200Juta.

tugas.000.000. YPPI. dan tanggung jawab.lama 20 (dua puluh) tahun dan atau denda paling sedikit Rp.  Objek Segala sesuatu yang berguna bagi subyek hukum dan dapat menjadi objek suatu perhubungan hukum.000.000 (lima puluh juta rupiah) dan paling banyak 1.00 (satu miliar rupiah). Macam-Macam Korupsi Adapun macam-macam tindak pidana Korupsi sebagai berrikut yang telah di bedakan menjadi beberapa jenis. BI.  Subjek Subjek hukum adalah sesuatu yang menurut hukum.00 bentuknya jelas penggelembungan nilai proyek yang terkait dengan keuntungan uang. Karena Aulia Pohan telah melanggar kepentingan umum yaitu merugikan keunangan negara. Kasus Aulia Pohan termasuk dalam peanggaran hukum pidana bukan pelanggaran hukum perdata.000.000.000. ber hak atau berwenang untuk melakukan perbuatan hukum atau siapa yang mempunyai hak dan cakap bertindak dalam hukum. Uang tersebut adalah uang hasil korupsi Aulia Pohan dan kawankawannya.00 di mark-up (dinaikkan) menjadi Rp 2. Seorang pejabat yang dipercaya atasan untuk melaksanakan proyek pembangunan. Korupsi yang berkaitan dengan uang termasuk jenis korupsi materiil. yaitu materiil dan immateriil.000. Hukum Pidana Hukum pidana adalah hukum yang mengatur tentang pelanggaran – pelanggaran dan kejahatan – kejahatan terhadap kepentingan umum. Dalam kasus ini yang merupakan Objek hukum adalah uang 100 Milyar. 1. 50. Sedangkan yang immaterial adalah korupsi yang berkaitan dengan pengkhianatan kepercayaan. Dalam kasus ini yang temasuk subjek hukum adalah Aulia Pohan dan kawan-kawan. Dalam kasus ini yang merupakan hukum formil adalah KPK yang mengusut kasus melaporkanya ke pengadilan agar ditindak lanjuti kasus tersebut.000.  C. Tidak disiplin kerja adalah salah satu bentuk korupsi . dan KPK. Bentuk Korupsi Bentuk korupsi terdiri atas dua macam.  Formil Hukum formil adalah hukum yang mengatur cara menghukum seseorang yang melanggar hukum pidana. karena tergoda untuk mendapatkan keuntungan besar proyek yang nilainya Rp 1. Hukum formil merupakan pelaksanaan hukum materil.

lebih tertuju pada out put (hasil kerja). yaitu badan hukum privat dan masyarakat. b) Korupsi Privat 1. sebaliknya. pelayanan yang seharusnya dilakukan negara akhirnya terhambat. Nepotisme itu terkait dengan kerabat terdekat. yang dimaksud privat ada dua. 2. Fraus. Dari segi publik menyangkut nepotisme. justru berubah menjadi kendala pelayanan. dan birokrasi. tetapi kepentingan birokrat. nenek atau kroni. Kerabat dekat bisa keponakan. Jadi. 3. tetapi dengan swasta bergulir. Bribery juga memiliki dampak yang cukup signifikan bagi kemajuan usaha. orang langsung melihat ketidakjelasan terhadap apa yang diharapkan. Birokrasi tidak diciptakan untuk kepentingan masyarakat. Tetapi. artinya pemberian upeti pada orang yang diharapkan dapat memberikan perlindungan atau pertolongan bagi kemudahan usahanya. fraus. Sisilain korupsi ditinjau dari privat. yakni korupsi yang dilakukan oleh orang dalam. Praktik korupsi terjadi di badan umum privat dan masyarakat terjadi karena adanya interaksi antara badan hukum privat dengan birokrasi. Birokrasi yang seharusnya berfungsi mempermudah memberikan pelayanan pada masyarakat. Birokrasi juga bagian tak terpisahkan dari praktik korupsi. Ada dua model korupsi. yakni kolaborasi antara sektok privat dengan publik. 2. semua dilakukan agar posisi yang telah dicapai/diduduki tidak diambil pihak lain atau direbut orang lain. Interaksi tersebut menghasilkan dealdeal tertentu yang saling menguntungkan. sikut kiri. Sodok kanan. sasarannya. suap kiri. Berdasarkan Sifatnya. Keterlambatan pelayanan inilah kerugian immaterial yang harus ditanggung negara atau lembaga swasta. a) Korupsi Publik 1. Tetapi. artinya. berusaha mempertahankan posisinya dari pengaruh luar. antara masyarakat dengan birokrasi. Orang yang datang meminta pelayanan pada birokrat seharusnya mendapat peta yang jelas dari pintu mana dia memulai usahanya. Begitu juga dengan mereka yang secara sengaja memanfaatkan kedudukan atau tanggung jawab yang dimiliki untuk mengeruk keuntungan pribadi. bribery. . 3. Tanpa ada interaksi antar swasta dengan pemerintah tidak akan terjadi. 2. yaitu: pertama internal. Memang negara tidak dirugikan secara langsung dalam praktik ini. Namun. karena ada interaksi.immaterial. Segala peluang dan kesempatan yang ada sebesarbesarnya digunakan untuk kemenangan kerabat dekat. Jadi. Kedua internal-eksternal. suap kanan. Bribery. Berbagai cara dilakukan untuk kepentingan ini. korupsi tidak hanya di lembaga-lembaga institusi negara. sifat interaksi yang terjadi adalah timbal balik. akibat perbuatan itu. adik-kakak.

dan pejabat diangkat atau dinaikan jabatan bukan karena . Kedua. Sedangkan. orang melakukan korupsi karena bertujuan politik. b) Di bidang ekonomi. dilakukan pun untuk kesuksesan bisnisnya. 1. korupsi di sistem pengadilan menghentikan ketertiban hukum. Tetapi. Kurang lebih wujudnya sama. Berdasarkan Tujuannya. Korupsi yang terkait dengan perbuatan curang 6. Secara umum. d) Di bidang hukum. Lembaga yang seharusnya sebagai kawahcandradimuka. korupsi mengkikis kemampuan institusi dari pemerintah. perlindungan hukum menyangkut upaya dari si koruptor memainkan hukum hingga bisa terbebas dari segala ancaman hukum pidana. korupsi mempersulit demokrasi dan tata pemerintahan yang baik (good governance) dengan cara menghancurkan proses formal. untuk memperoleh keuntungan pribadi. sasarannya adalah pemegang kekuasaan. Menurut UU No 31 Tahun 1999 jo UU No 20 Tahun 2001 dalam pasal-pasalnya. penyedotan sumber daya. Korupsi yang terkait dengan pemerasan 5. Korupsi yang terkait dengan merugikan keuangan Negara 2. D. mendapat kemudahan di bidang perizinan dan pengembangan usaha. tetapi secara spesifik meliputi empat tujuan sebagai berikut: a) Politik. Tujuan utama korupsi jenis ini untuk mencapai kedudukan. tempat menggodok para calon penerus bangsa. Di dalam dunia politik. 33 tindakan tersebut dikategorikan ke dalam 7 kelompok yakni : 1. karena pengabaian prosedur.3. Korupsi di pemilihan umum dan di badan legislatif mengurangi akuntabilitas dan perwakilan di pembentukan kebijaksanaan. praktik korupsi disini juga dilakukan dengan segala cara. Berdasarkan pasal-pasal tersebut. yaitu: pertama. Fenomena jual beli gelar dan nilai adalah bukti kuat bahwa di lembaga ini juga terjangkit korupsi. 1. Dampak Negatif yang Diakibatkan Oleh Tindak Pidana Korupsi Bidang Demokrasi Korupsi menunjukan tantangan serius terhadap pembangunan. Korupsi yang terkait dengan suap-menyuap 3. terdapat 33 jenis tindakan yang dapat di kategorikan sebagai korupsi. Pada umumnya tujuan korupsi. untuk memperoleh akses pasar. Korupsi yang terkait dengan penggelapan dalam jabatan 4. ternyata juga bisa menjadi lahan yang subur untuk praktik korupsi. Korupsi yang terkait dengan gratifikasi 4. Praktik korupsi dilakukan bersamaan dengan kegiatan politik praktis. praktik korupsi ditujukan untuk memperoleh fasilitas dan perlindungan hukum. Tujuannya ada dua. Fasilitas disini berupa kepastian hukum terhadap bisnis atau usaha koruptor. Monopoli adalah bentuk kongkret permainan korupsi di bidang ekonomi. c) Di bidang pendidikan. Korupsi yang terkait dengan benturan kepentingan dalam pengadaan 7. dan korupsi di pemerintahan publik menghasilkan ketidak-seimbangan dalam pelayanan masyarakat.

Politikus-politikus "pro- . Pejabat mungkin menambah kompleksitas proyek masyarakat untuk menyembunyikan praktek korupsi. diluar jangkauan dari ekspropriasi di masa depan. 3. Bidang Kesejahteraan Negara Korupsi politis ada dibanyak negara. lingkungan hidup. dan risiko pembatalan perjanjian atau karena penyelidikan. melalui investasi infrastruktur. Perusahaan yang memiliki koneksi dilindungi dari persaingan dan sebagai hasilnya mempertahankan perusahaan-perusahaan yang tidak efisien. Korupsi politis berarti kebijaksanaan pemerintah sering menguntungkan pemberi sogok. dalam artian pembangunan (atau kurangnya pembangunan) telah dibuatkan modelnya dalam satu teori oleh ekonomis Mancur Olson). dan lain-lain. (Hasilnya. atau aturan-aturan lain. adalah korupsi yang berbentuk penagihan sewa yang menyebabkan perpindahan penanaman modal (capital investment) ke luar negeri. Dalam kasus Afrika. Korupsi juga mengurangi pemenuhan syarat-syarat keamanan bangunan. Bidang Ekonomi Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dan mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan. korupsi mempersulit legitimasi pemerintahan dan nilai demokrasi seperti kepercayaan dan toleransi. Berbeda sekali dengan diktator Asia. Walaupun ada yang menyatakan bahwa korupsi mengurangi ongkos (niaga) dengan mempermudah birokrasi. melebihi dari jumlah utang luar negeri mereka sendiri. Korupsi menimbulkan distorsi (kekacauan) di dalam sektor publik dengan mengalihkan investasi publik ke proyek-proyek masyarakat yang mana sogokan dan upah tersedia lebih banyak. Korupsi juga mengurangi kualitas pelayanan pemerintahan dan infrastruktur. terutama di Afrika. bukannya diinvestasikan ke dalam negeri (maka adanya ejekan yang sering benar bahwa ada diktator Afrika yang memiliki rekening bank di Swiss). dan menambahkan tekanan-tekanan terhadap anggaran pemerintah. salah satu faktornya adalah ketidak-stabilan politik. namun merugikan perusahaan-perusahaan kecil (SME). Satu contoh lagi adalah bagaimana politikus membuat peraturan yang melindungi perusahaan besar. namun lebih memberikan kondisi untuk pembangunan. Ini memberi dorongan bagi para pejabat untuk menumpuk kekayaan mereka di luar negeri. Pakar dari Universitas Massachussetts memperkirakan dari tahun 1970 sampai 1996. 2. konsensus yang baru muncul berkesimpulan bahwa ketersediaan sogokan menyebabkan pejabat untuk membuat aturan-aturan baru dan hambatan baru. korupsi juga mengacaukan "lapangan perniagaan". seperti Soeharto yang sering mengambil satu potongan dari semuanya (meminta sogok). ketertiban hukum. Dalam sektor privat. dan memberikan ancaman besar bagi warga negaranya. ongkos manajemen dalam negosiasi dengan pejabat korup. korupsi meningkatkan ongkos niaga karena kerugian dari pembayaran ilegal. Korupsi juga mempersulit pembangunan ekonomi dengan membuat distorsi dan ketidak efisienan yang tinggi.prestasi. dan juga kenyataan bahwa pemerintahan baru sering menyegel aset-aset pemerintah lama yang sering didapat dari korupsi. Pada saat yang bersamaan. Dimana korupsi menyebabkan inflasi ongkos niaga. yang akhirnya menghasilkan lebih banyak kekacauan. bukannya rakyat luas. pelarian modal dari 30 negara sub-Sahara berjumlah US $187 triliun. Para pakar ekonomi memberikan pendapat bahwa salah satu faktor keterbelakangan pembangunan ekonomi di Afrika dan Asia.

maka perbuatan tersebut akan dapat diketahui dalam waktu yang sesingkat-singkatnya dan seakurat-akuratnya. Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan dengan diarahkan pada hal-hal yang menjadi penyebab timbulnya korupsi. maka perbuatan tersebutakan dapat diketahui dalam waktu yang sesingkat-singkatnya danseakurat-akuratnya. Bahkan dari masyarakat dan parapemerhati / pengamat masalah korupsi banyak memberikan sumbangan. Disamping itu perlu dibuat upaya yang dapatmeminimalkan peluang untuk melakukan korupsi dan upaya inimelibatkan banyak pihak dalam pelaksanaanya agar dapat berhasil danmampu mencegah adanya korupsi. sehingga dapat meminimalkanpenyebab korupsi.  Dari tiga pendekatan ini dapat diklasifikasikan tiga strategi untuk mencegah dan memberantas korupsi yang tepat yaitu : • Strategi Preventif. Strategi Represif Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkanuntuk memberikan sanksi hukum yang setimpal secara cepat dan tepatkepada pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi. E. penyidikandan penuntutan sampai dengan peradilan perlu dikaji untuk dapatdisempurnakan di segala aspeknya. sehingga sistem-sistem tersebut akan dapat berfungsi sebagai aturan yang cukup tepatmemberikan sinyal apabila terjadi suatu perbuatan korupsi.Bagi pemerintah banyak pilihan yang dapat dilakukan sesuai denganstrategi yang hendak dilaksanakan. Strategi Preventif Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan dengan diarahkan pada hal-halyang menjadi penyebab timbulnya korupsi. Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkan agar apabila suatu perbuatan korupsi terlanjur terjadi. Hal ini sangatmembutuhkan adanya berbagai disiplin ilmu baik itu ilmu hukum. Dengan dasar pemikiran ini banyak sistem yang harus dibenahi. sehingga dapat meminimalkan penyebab korupsi.ekonomi maupun ilmu politik dan sosial. • Strategi Deduktif. sehingga dapat ditindaklanjuti dengan tepat. 2. sehingga proses penanganan tersebutdapat dilakukan secara cepat dan tepat. Dengandasar pemikiran ini banyak sistem yang harus dibenahi. Namun implementasinya harusdilakukan secara terintregasi. Disamping itu perlu dibuat upaya yang dapat meminimalkan peluang untuk melakukan korupsi dan upaya ini melibatkan banyak pihak dalam pelaksanaanya agar dapat berhasil dan mampu mencegah adanya korupsi. Hal ini sangat membutuhkan adanya . Cara Memberantas Tindak Pidana Korupsi 1. sehingga sistem-sistem tersebut akan dapat berfungsi sebagai aturan yang cukup tepat memberikan sinyal apabila terjadi suatu perbuatan korupsi. Dengan dasar pemikiranini proses penanganan korupsi sejak dari tahap penyelidikan. Setiap penyebab yang terindikasi harus dibuat upaya preventifnya. Setiap penyebab yangterindikasi harus dibuat upaya preventifnya. 3. Strategi Deduktif Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkan agarapabila suatu perbuatan korupsi terlanjur terjadi. sehingga dapat ditindaklanjuti dengan tepat.bisnis" ini hanya mengembalikan pertolongan kepada perusahaan besar yang memberikan sumbangan besar kepada kampanye pemilu mereka.

Melalui gerakan moral diharapkan tercipta kondisi lingkungan sosial masyarakat yang sangat menolak. Sedangkan Stick adalah bila semua sudah dicukupi dan masih ada yang berani korupsi. Strategi ini harus dibuat dan dilaksanakan terutama dengan diarahkan untuk memberikan sanksi hukum yang setimpal secara cepat dan tepat kepada pihak-pihak yang terlibat dalam korupsi. Bagi pemerintah banyak pilihan yang dapat dilakukan sesuai dengan strategi yang hendak dilaksanakan. karena tidak ada alasan sedikitpun untuk melakukan korupsi.berbagai disiplin ilmu baik itu ilmu hukum. Kejaksaan. menentang. ICW. Gerakan rakyat ini diperlukan untuk menekan pemerintah dan sekaligus memberikan dukungan moral agar pemerintah bangkit memberantas korupsi. 3. dan bertanggungjawab serta memiliki komitmen yang tinggi dan berani melakukan pemberantasan korupsi tanpa memandang status sosial untuk menegakkan hukum dan keadilan. pengetahuan.  • Strategi Represif. Bahkan dari masyarakat dan para pemerhati / pengamat masalah korupsi banyak memberikan sumbangan pemikiran dan opini strategi pemberantasan korupsi secara preventif maupun secara represif antara lain : Konsep “carrot and stick” yaitu konsep pemberantasan korupsi yang sederhana yang keberhasilannya sudah dibuktikan di Negara RRC dan Singapura. Hal ini dapat dilakukan dengan membenahi sistem organisasi yang ada dengan menekankan prosedur structure follows strategy yaitu dengan menggambar struktur organisasi yang sudah ada terlebih dahulu kemudian menempatkan orang-orang sesuai posisinya masing-masing dalam struktur organisasi tersebut. Gerakan “Pembersihan” yaitu menciptakan semua aparat hukum (Kepolisian. Namun implementasinya harus dilakukan secara terintregasi. Gerakan “Masyarakat Anti Korupsi” yaitu pemberantasan korupsi di Indonesia saat ini perlu adanya tekanan kuat dari masyarakat luas dengan mengefektifkan gerakan rakyat anti korupsi. kepemimpinan. pangkat dan martabatnya. sehingga dapat hidup layak bahkan cukup untuk hidup dengan “gaya” dan “gagah”. Selama ini pemberantasan korupsi hanya dijadikan sebagai bahan kampanye untuk mencari dukungan saja tanpa ada realisasinya dari partai politik yang bersangkutan. Dengan dasar pemikiran ini proses penanganan korupsi sejak dari tahap penyelidikan. disiplin. 1. Gerakan “Moral” yang secara terus menerus mensosialisasikan bahwa korupsi adalah kejahatan besar bagi kemanusiaan yang melanggar harkat dan martabat manusia. Carrot adalah pendapatan netto pegawai negeri. Ulama NU dan Muhammadiyah ataupun ormas yang lain perlu bekerjasama dalam upaya memberantas korupsi. dan menghukum perbuatan korupsi dan akan menerima. 2. TNI dan Polri yang cukup untuk hidup dengan standar sesuai pendidikan. bilamana perlu dijatuhi hukuman mati. serta kemungkinan dibentuknya koalisi dari partai politik untuk melawan korupsi. Pengadilan) yang bersih. . ekonomi maupun ilmu politik dan sosial. sehingga proses penanganan tersebut dapat dilakukan secara cepat dan tepat. jujur. maka hukumannya tidak tanggung-tanggung. penyidikan dan penuntutan sampai dengan peradilan perlu dikaji untuk dapat disempurnakan di segala aspeknya. dan menghargai perilaku anti 4. mendukung. LSM.

Gerakan “Pengefektifan Birokrasi” yaitu dengan menyusutkan jumlah pegawai dalam pemerintahan agar didapat hasil kerja yang optimal dengan jalan menempatkan orang yang sesuai dengan kemampuan dan keahliannya. 5 .korupsi. sehingga dapat terjangkau seluruh lapisan masyarakat terutama generasi muda sebagai langlah yang efektif membangun peradaban bangsa yang bersih dari moral korup. Dan apabila masih ada pegawai yang melakukan korupsi. . dilakukan tindakan tegas dan keras kepada mereka yang telah terbukti bersalah dan bilamana perlu dihukum mati karena korupsi adalah kejahatan terbesar bagi kemanusiaan dan siapa saja yang melakukan korupsi berarti melanggar harkat dan martabat kehidupan. Langkah ini antara lain dapat dilakukan melalui lembaga pendidikan.

Kesimpulan Korupsi adalah suatu tindak perdana yang memperkaya diri yang secara langsung merugikan negara atau perekonomian negara. penuntutan. disamping harus tetap melakukan tindakan-tindakan represif secara konsisten. Dan pencegahan korupsi dapat dimulai dari hal yang sekecil apapun. penjajahan rendahnya pendidikan. ketiadaan dan kelemahan pemimpin. B. penyidikan. Dampak korupsi dapat terjadi di berbagai bidang diantaranya. Saran Sikap untuk menghindari korupsi seharusnya ditanamkan sejak dini. kolonialisme. Adapun penyebabnya antara lain. unsur dalam perbuatan korupsi meliputi dua aspek. . kemiskinan. Ini perlu ditekankan sebab betapa pun sempurnanya peraturan. karena dengan adanya faktor-faktor yangt menyebabkan terjadinya korupsi maka perlu adanya strategi pemberantasan korupsi yang lebih diarahkan kepada upaya-upaya pencegahan berdasarkan strategi preventif. melainkan juga dari political will pemimpin negara yang harus menyatakan perang terhadap korupsi secara konsisten. korupsi tetap akan terjadi karena faktor mental itulah yangsangatmenentukan. kelangkaan lingkungan yang subur untuk perilaku korupsi. Serta sukses tidaknya upaya pemberantasan korupsi tidak hanya ditentukan oleh adanya instrument hukum yang pasti dan aparat hukum yang bersih. rendahnya sumber daya manusia. Jadi. yaitu bentuk. bidang demokrasi. tidak adanya hukuman yang keras. kalau ada niat untuk melakukan korupsi tetap ada di hati para pihak yang ingin korup. jujur. serta struktur ekonomi. Korupsi dapat diklasifikasikan menjadi tiga jenis. dan tujuan.BAB III PENUTUP A. kelemahan pengajaran dan etika. Mencegah korupsi tidaklah begitu sulit kalau kita secara sadar untuk menempatkan kepentingan umum (kepentingan rakyat banyak) di atas kepentingan pribadi atau golongan.dan berani serta dukungan moral dari masyarakat. Namun semuanya juga harus melihat dari sisi individu yang melakukan korupsi. Pemerintah Indonesia memang sudah berupaya untuk melakukan pemberantasan korupsi melaui proses penyelidikan. dan kesejahteraan negara. Aspek yang memperkaya diri dengan menggunakan kedudukannya dan aspek penggunaan uang negara untuk kepentingannya. sifat. dan peradilan sesuai dengan undang-undang yang berlaku. ekonomi.

usu. 7. Http://library. Hukum Pidana Indonesia. PAF dan Samosir.org/wiki/korupsi 3. 5.google. Budi. 2006 8. Kansil .kompas. http:\\www.com . Hartanti. Jakarta: Balai Pustaka. Pengantar Ilmu Hukum . Pengantar Ilmu Hukum. 2008. Malang : Bayumedia Publishing. http:\\www. 4. 1989. Tindak Pidana Korupsi . Ruhiatudin. Strategi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Soeroso . Lamintang.wikipedia. 2009 9. Jakarta: Sinar Grafika.pdf 2. 1985. Evi. Yogyakarta: Teras.id/download/fisip/fisip-erika1. Djisman. 2004. 6. http://id. Menuju Indonesia Baru. H.DAFTAR PUSTAKA 1. Muzadi. Pengantar Ilmu Hukum dan Tata Hukum Indonesia . Jakarta: Sinar Grafika.com 10.ac. Bandung : Penerbit Sinar Baru.