Tuna daksa

Tunadaksa I. SIAPAKAH ANAK TUNADAKSA Istilah yang sering digunakan untuk menyebut anak tunadaksa, seperti cacat fisik, tubuh atau cacat orthopedi. Dalam bahasa asingpun sering kali dijumpai istilah crippled, physically handicapped, physically disabled dan lain sebagainya. Keragaman istilah yang dikemukakan untuk menyebutkan tunadaksa tergantung dari kesenangan atau alasan tertentu dari para ahli yang bersangkutan. Meskipun istilah yang dikemukakan berbeda-beda, namun secara material pada dasarnya memiliki makna yang sama. A. Pengertian Anak Tunadaksa Tunadakasa berasal dari kata “ Tuna “ yang berarti rugi, kurang dan “daksa“ berarti tubuh. Dalam banyak literitur cacat tubuh atau kerusakan tubuh tidak terlepas dari pembahasan tentang kesehatan sehingga sering dijumpai judul “Physical and Health Impairments“ (kerusakan atau gangguan fisik dan kesehatan). Hal ini disebabkan karena seringkali terdapat gangguan kesehatan. Sebagai contoh, otak adalah pusat kontrol seluruh tubuh manusia. Apabila ada sesuatu yang salah pada otak (luka atau infeksi), dapat mengakibatkan sesuatu pada fisik/tubuh, pada emosi atau terhadap fungsi-fungsi mental, luka yang terjadi pada bagian otak baik sebelum, pada saat, maupun sesudah kelahiran, menyebabkan retardasi dari mental (tunagrahita) B. Klasifikasi Anak Tunadaksa Pada dasarnya kelainan pada anak tunadaksa dapat dikelompokkan menjadi dua bagian besar, yaitu (1) kelainan pada sistem serebral (Cerebral System), dan (2) kelainan pada sistem otot dan rangka (Musculus Skeletal System). 1. Kelaian pada sistem serebral (cerebral system disorders). Penggolongan anak tunadaksa kedalam kelainan sistem serebral (cerebral) didasarkan pada letak penyebab kelahiran yang terletak didalam sistem syaraf pusat (otak dan sumsum tulang belakang). Kerusakan pada sistem syarap pusat mengakibatkan bentuk kelainan yang krusial, karena otak dan sumsum tulang belakang sumsum merupakan pusat komputer dari aktivitas hidup manusia. Di dalamnya terdapat pusat kesadaran, pusat ide, pusat kecerdasan, pusat motorik, pusat sensoris dan lain sebagainya. Kelompok kerusakan bagian otak ini disebut Cerebral Palsy (CL). Cerebral Palsy dapat diklasifikasikan menurut : (a) derajat kecacatan (b) topograpi anggota badan yang cacat dan (c) Sisiologi kelainan geraknya. a. Penggolongan menurut derajat kecacatan Menurut derajat kecacatan, cerebal palsy dapat digolongkan atas : golongan ringan, golongan sedang, dan golongan berat. 1. Golongan ringan adalah : mereka yang dapat berjalan tanpa menggunakan alat, berbicara tegas, dapat menolong dirinya sendiri dalam kehidupan sehari-hari. Mereka dapat hidup bersama-sama dengan anak normal lainnya, meskipun cacat tetapi tidak mengganggu kehidupan dan pendidikannya. 2. Golongan sedang : ialah mereka yang membutuhkan treatment/latihan khusus untuk bicara, berjalan, dan mengurus dirinya sendiri, golongan ini memerlukan alat-lat khusus untuk membantu gerakannya, seperti brace untuk membantu penyangga kaki, kruk/tongkat sebagai penopang dalam berjalan. Dengan pertolongan secara khusus, anak-anak kelompok ini diharapkan dapat mengurus dirinya sendiri. 3. Golongan berat : anak cerebral palsy golongan ini yang tetap membutuhkan perawatan dalam

bicara. gerakannya tanpak tidak ada keluwesan. anak tuna tipe ini mengalami gangguan dalam hal koordinasi ruang dan ukuran. anak jenis ini mengalami kelumpuhan seluruhnya anggota geraknya. Penggolongan Menurut Topografi Dilihat dari topografi yaitu banyaknya anggota tubuh yang lumpuh. Gerakan dimaksud adalah dengan tidak adanya kontrol dan koordinasi gerak. . b. Diplegia. tangkai dan bibir. Dalam keadaan ketergantungan emosional kekakuan atau kekejangan itu akan makin bertambah. Hemiplegia. kekakuan memang tidak tampak tetapi mengalami kekakuan pada waktu berdiri atau berjalan. 6) Tipe Campuran Pada tipe ini seorang anak menunjukan dua jenis ataupun lebih gejala tuna CP sehingga akibatnya lebih berat bila dibandingkan dengan anak yang hanya memiliki satu jenis/tipe kecacatan. anak CP jenis spastik ini memiliki tingkat kecerdasan yang tidak terlalu rendah. 4) Tremor Gejala yang tampak jelas pada tipe tremor adalah senantiasa dijumpai adanya gerakan-gerakan kecil dan terus menerus berlangsung sehingga tampak seperti bentuk getaran-getaran. Otot-ototnya dapat digerakan dengan mudah. 3) Ataxia Ciri khas tipe ini adalah seakan-akan kehilangan keseimbangan. misalnya tangan kanan dan kaki kanan. Paraplegia. c. tiga anggota gerak mengalami kelumpuhan. atau tangan kiri dan kaki kiri. lumpuh kedua tangan kanan dan kiri atau kedua kaki kanan dan kiri (paraplegia) 5. Hampir semua gerakan terjadi diluar kontrol. 6. Gangguan utama pada tipe ini terletak pada sistem koordinasi dan pusat keseimbangan pada otak. Cerebrol Palsy dapat digolongkan menjadi 6 (enam) golongan yaitu: 1. sebaliknya dalam keadaan tenang. mata. mereka tidak dapat hidup mandiri ditengahtengah masyarakat. quadriplegia disebutnya juga tetraplegia. kelainan gerak dilihat dari segi letak kelainan di otak dan fungsi geraknya (motorik). lumpuh anggota gerak atas dan bawah pada sisi yang sama. Penggolongan menurut Fisiologi. Akibatnya. Pada umumnya. 3. gerakan mekanik lebih tampak. 2. atau tangan kiri dan kedua kakinya lumpuh. Diantara mereka ada yang normal bahkan ada yang diatas normal. Quadriplegia. Mereka cacat pada kedua tangan dan kedua kakinya. tetapi tidak seperti pada tipe spastik. lumpuh pada kedua tungkai kakinya. hanya satu anggota gerak yang lumpuh misal kaki kiri sedang kaki kanan dan kedua tangannya normal. 4. misalnya tangan kanan dan kedua kakinya lumpuh.ambulasi. dan menolong dirinya sendiri. gejala itu menjadi berkurang. Ciri khas tipe ini terdapat pada sistem gerakan. Gerakan itu dapat terjadi pada kepala. Triplegia. Kekakuan itu timbul sewaktu akan digerakan sesuai dengan kehendak. Monoplegia. anak Cerebral Palsy dibedakan atas: 1) Spastik Type Spastik ini ditandai dengan adanya gejala kekejangan atau kekakuan pada sebagian ataupun seluruh otot. 5) Rigid Pada tipe ini didapat kekakuan otot. 2) Athetoid Pada tipe ini tidak terdapat kekejangan atau kekakuan. sebagai contoh dalam kehidupan sehari-hari : pada saat makan mulut terkatup terlebih dahulu sebelum sendok berisi makanan sampai ujung mulut.

Kelumpuhan pada penderita muscle dystrophy sifatnya progressif. 4. Penyebab terjadinya muscle distrophy belum diketahui secara pasti. Sebab-sebab pada saat kelahiran (fase natal. kerusakan disebabkan oleh: 1. Radiasi langsung mempengaruhi sistem syarat pusat sehingga struktur maupun fungsinya terganggu. semakin hari keadaannya semakin mundur jika berjalan sering terjatuh tanpa sebab terantuk benda. tali pusat tertekan. Jenis-jenis kelainan sistem otak dan rangka antara lain meliputi: a. Bayi dalam kandungan terkena radiasi. Infeksi atau penyakit yang menyerang ketika ibu mengandung sehingga menyerang otak bayi yang sedang dikandungnya. 3. Sebab-sebab Sebelum Lahir (Fase Prenatal) Pada fase. . Ibu yang sedang mengandung mengalami trauma (kecelakaan) yang dapat mengakibatkan terganggunya pembentukan sistem syaraf pusat. Proses kelahiran yang terlalu lama karena tulang pinggang ibu kecil sehingga bayi mengalami kekurangan oksigen. B. Kelainan pada Sistem Otot dan Rangka (Musculus Scelatel System) Penggolongan anak tunadaksa kedalam kelompok system otot dan rangka didasarkan pada letak penyebab kelainan anggota tubuh yang mengalami kelainan yaitu: kaki. peri natal) Hal-hal yang dapat menimbulkan kerusakan otak bayi pada saat bayi dilahirkan antra lain: 1. Tanda-tanda anak menderita muscle dystrophy baru kelihatan setelah anak berusia 3 (tiga) tahun melalui gejala yang tampak yaitu gerakan-gerakan anak lambat. atau kedua tangan dan kedua kakinya. Muscle Dystrophy Anak mengalami kelumpuhan pada fungsi otot. jaringan sumsum tulang belakang. sehingga merusak pembentukan syaraf-syaraf di dalam otak. kerusakan terjadi pada saat bayi masih dalam kandungan. sypilis. akhirnya anak tidak mampu berdiri dengan kedua kakinya dan harus duduk di atas kursi roda. Ibu yang melahirkan karena operasi dan menggunakan anestesi yang melebihi dosis dapat mempengaruhi sistem persyarafan otak bayi.2. dan sesudah lahir. Pemakaian anestasi yang melebihi ketentuan. peradangan akibat virus polio yang menyerang sumsum tulang belakang pada anak usia 2 (dua) tahun sampai 6 (enam) tahun. misalnya infeksi. 2. Misalnya ibu jatuh dan perutnya membentur yang cukup keras dan secara kebetulan mengganggu kepala bayi maka dapat merusak sistem syaraf pusat. semakin hari semakin parah. Kondisi kelumpuhannya bersifat simetris yaitu pada kedua tangan atau kedua kaki saja. APA PENYEBAB TUNADAKSA Ada beberapa macam sebab yang dapat menimbulkan kerusakan pada anak hingga menjadi tunadaksa. kekurangan oksigen menyebabkan terganggunya sistem metabolisme dalam otak bayi. rubela. akibatnya jaringan syaraf pusat mengalami kerusakan. dan tulang belakang. A. pada sistem musculus skeletal. tangan dan sendi. b. Kerusakan tersebut ada yang terletak dijaringan otak. II. Pemakaian alat bantu berupa tang ketika proses kelahiran yang mengalami kesulitan sehingga dapat merusak jaringan syaraf otak pada bayi. Dilihat dari saat terjadinya kerusakan otak dapat terjadi pada masa sebelum lahir. Adanya keragaman jenis tunadaksa dan masing-masing kerusakan timbulnya berbeda-beda. 3. Kelainan kandungan yang menyebabkan peredaran terganggu. sehingga otak mengalami kelainan struktur ataupun fungsinya. Poliomylitis Penderita polio adalah mengalami kelumpuhan otot sehingga otot akan mengecil dan tenaganya melemah. 2. dan typhus abdominolis. saat lahir.

Dari segi fisik. dan pelatih bagi anak didik. Ditinjau dari aspek psikologis. Sebab-sebab setelah Proses kelahiran (fase post natal) Fase setelah kelahiran adalah masa mulai bayi dilahirkan sampai masa perkembangan otak dianggap selesai. Hal-hal yang dapat menyebabkan kecacatan setelah bayi lahir adalah: 1. lebih-lebih bila dihubungkan dengan kenyataan-kenyataan pada saat ini. memisahkan diri dari llingkungan. Anoxia/hipoxia. Infeksi penyakit yang menyerang otak. Kesamaan tersebut dapat dilihat dari fisik dan psiko-sosial. IV. emosi maupun dalam usaha penyesuaian diri dengan pihak luar atau lingkunagan sekitar. III. Mereka berpendapat bahwa berhasil atau tidaknya pendidikan anak-anak mereka diserahkan sepenuhnya pada pihak sekolah. Adapun unsur kesamaan kebutuhan antara anak tunadaksa dan anak normal. Disatu pihak. kecenderungan untuk bersifat pasif. mereka dapat makan. Disamping karakteristik tersebut terdapat beberapa problema penyerta bagi anak tunadaksa antara lain: • Kelainan perkembangan/intelektual • Ganguan pendengaran. amputasi. guru berfungsi sebagai pengganti orang tua murid di sekolah. perlu afiliasi. butuh kasih sayang dari orang lain. yaitu bahwa orang tua dan masyarakat pada umumnya masih mempunyai anggapan yang keliru. Dengan demikian secara tidak langsung mereka dituntut untuk menjadi manusia serba bisa dan serba biasa. rendah diri dan sensitif. Pelayanan terapi yang diperlukan anak tunadaksa antara lain: • Latihan wicara (speech Therapy) • Fisioterapi • Occupational therapy • Hydro Therapy Anak tunadaksa pada dasarnya sama dengan anak-anak normal lainnya. Oleh karena itu. Sedangkan dari aspek psikososial. Dipihak lain. Jenis kecacatan itu akan dapat menimbulkan perubahan tingkah laku sebagai kompensasi akan kekurangan atau kecacatan. diterima dan perlu pendidikan. Demikianlah pada halnya dengan tingkah laku anak tunadaksa sangat dipengaruhi oleh jenis dan derajat keturunannya. 3. baik kemanpuan fisik. mereka memerlukan rasa aman dalam bermobilisasi. Derajat keturunan akan mempengaruhi kemanpuan penyesuaian diri dengan lingkungan. pendidik. guru berfungsi sebagai pengajar. Keadaan semacam ini lebih komplit lagi dalam dunia pendidikan luar biasa karena subjek didik yang dihadapi memiliki keterbatasan-keterbatasan tertentu. • Gangguan taktik dan kinestetik. anak tunadaksa cenderung merasa malu. yaitu pada usia 5 tahun. karena pada dasarnya mereka memiliki fitrah yang sama sebagai . maupun dalam bidang pelayanan terapi. • Gangguan pesepsi • Gangguan emosi. termasuk didalamnya para guru. 2. tugas guru semakin berat yang dituntut keahlian serta keterampilan tertentu. minum. baik dalam bidang metedologi yang bersifat khusus. Kecelakaan/trauma kepala. tanpa ikut campur mereka. dan kebutuhan yang tidak dapat ditunda dalam beberapa menit yaitu bernafas.C. mental. KARAKTERISTIK ANAK TUNADAKSA. BAGAIMANA IMPLIKASI PENDIDIKAN ANAK TUNADAKSA Dalam dunia Pendidikan pada prinsipnya guru mempunyai peranan ganda. • Gangguan penglihatan.

Sekolah Khusus untuk Anak Tunadaksa Ringan (SLB-D) Pelayanan pendidikan diunit tunadaksa ringan atau SLB-D diperlukan bagi anak tunadaksa yang tidak mempunyai problema penyerta retardasi mental. yakni layanan yang diberikan kepada anak-anak tunadaksa dalam perawatan medis dan bantuan pemenuhan kebutuhan seharihari. seperti fisio terapi. occuppational therapy dan atau terapi yang lain. baik problema penyerta intelektualnya seperti retardasi mental maupun problema penyerta kesulitan lokomosi (gerakan) dan emosinya. tergantung dari pada penyebab ketunaannya. persepsi atau campuran dari ketiganya disertai problema penyerta retardasi mental. yaitu unit sekolah khusus bagi anak tunadaksa ringan. Kelompok anak tunadaksa sedang ini mempunyai intelektual di bawah rata-rata anak . dan unit sekolah khusus bagi anak tunadaksa sedang. Anak-anak tunadaksa diharapkan memiliki masa depan yang tidak selalu bergantung pada orang tua dan masyarakat. Atas dasar kondisi anak tunadaksa tersebut. Namun anak kelompok ini belum ditempatkan di sekolah terpadu/sekolah umum karena anak masih memerlukan terapiterapi. Tidak dapat dipungkiri bahwa orang sering melihat orang lain tentang kelemahannya. speech therapy. maka model pelayanan pendidikannya dibagi pada “Sekolah Khusus” dan “Sekolah Terpadu/Inklusi”. Pendidikan yang juga merupakan kebutuhan anak tunadaksa perlu direncanakan dan dilaksanakan dengan mengacu pada kemampuan masing-masing anak tunasaksa. bahkan sampai pada bentuk layanan yang tidak memiliki makna edukasi sama sekali. Kiranya demikian. mulai dari sistem pendidikan di kelas dan sekolah reguler/umum sampai pendidikan yang diberikan disuatu rumah sakit. Hal ini disebabkan oleh faktor kemampuan dan ketidakmampuan anak tunadaksa dan lingkungannya. Melalui pendidikan yang dapat dipertanggungjawabkan. BAGAIMANA MODEL PELAYANAN PENDIDIKAN Sebagaimana diketahui. Pandangan yang melihat anak tunadaksa dan anak normal dari sudut kesamaan akan lebih banyak memberikan layanan optimal untuk mengembangkan potensi yang dimilikinya. diperuntukkan bagi anak tunadaksa yang mempunyai problema seperti. sehingga yang muncul adalah kritik atau cemoohan. A. Evelyn Deno. bahwa pendidikan bagi anak tidak selalu harus berlangsung disuatu lembaga pendidikan khusus. sebab sebagian dari mereka (anak tunadaksa) pendidikannya dapat berlangsung di sekolah dan kelas reguler/sekolah umum. Di sekolah khusus ini pelayanan pendidikannya dibagi menjadi dua unit. Oleh karena itu. yaitu anak tunadaksa yang mempunyai intelektual rata-rata atau bahkan di atas rata-rata intelektual anak normal.manusia. Dari kenyataan di lapangan bahwa anak tunadaksa memiliki problema penyerta. berat ringannya ketunaannya. 2. Sekolah Khusus Pelayanan pendidikan bagi anak tunadaksa di sekolah khusus ini diperuntukkan bagi anak yang mempunyai problema lebih berat. V. 1. ketimbang pandangan yang semata-mata mengekspos segi kekurangannya. (1970) dan Ronald L Taylor. emosi. Dapat juga terjadi anak tunadaksa tidak ditempatkan di sekolah reguler karena derajad kecacatannya terlalu berat. Problema penyerta ini berbeda-beda antara seorang anak tunadaksa yang satu dengan anak tunadaksa yang lainnya. pandangan yang mendahulukan sifat positif pada anak tunadaksa perlu dimasyarakatkan supaya kesempatan perkembangan dirinya yang baik semakin lebar. andaikata kita melihat anak tunadaksa sematamata dari kecacatannya. Sekolah Khusus untuk Anak Tunadaksa Sedang (SLB-D1) Pelayanan pendidikan diunit ini. (1984) menjelaskan system layanan pendidikan bagi anak luar biasa (termasuk anak tunadaksa) yang bervariasi.

Untuk guru keterampilan DIII. DIII. Untuk guru olahraga dari DIII. KURIKULUM DAN ADMINISTRASI A. Jika memungkinkan dibuatkan ramp-ramp untuk akses kursi roda. sarjana muda/DIII. sekolah reguler yang ditunjuk untuk melayani pendidikannya perlu persiapan yang matang terlebih dahulu. S1 IKIP/Universitas 5. B. S1 IAIN atau sederajat.Dokter anak . Disamping itu sistem guru kunjung dapat membantu memecahkan permasalahan yang mungkin timbul pada anak tunadaksa dikemudian hari. Tenaga Kependidikan Tenaga kependidikan untuk Pendidikan Luar Biasa bagian D (tunadaksa) adalah guru yang secara khusus mempersiapkan diri untuk mengajar anak tunadaksa yang mempunyai berbagai masalah dari tingkat Taman Kanak-kanak sampai dengan Tingkat Menengah. Ketenagaan 1. S1 IKIP atau Universitas. Guru Kelas atau Guru Bidang Studi 2. Untuk guru agama dari PGA. Tenaga Ahli Tenaga Ahli yang diperlukan untuk: a. Team Rehabilitasi .normal. Namun walaupun kondisi penyerta anak tunadaksa cukup ringan. sehingga tidak menimbulkan problema tambahan bagi anak tunadaksa. KETENAGAAN KHUSUS. Tamatan minimal SGPLB. Seperti persiapan aksesibilitas misalnya meminimalkan trap-trap atau tangga-tangga. 4. Remedial Teaching Guru yang mendapat tugas khusus untuk remedial atau bertugas memberi bimbingan dan penyuluhan. Bentuk meja atau kursi belajar disesuaikan dengan kondisi anak. Juga bentuk toilet. Guru Olahraga b. Sekolah Terpadu/Inklusi Bagi anak tunadaksa dengan problema penyerta relatif ringan. S1 IKIP/Universitas dari jurusan yang sesuai. 2. kloset harus dapat dipergunakan bagi anak yang menggunakan kursi roda. baik persiapan sarana maupun prasarananya. b. atau bagi anak yang khusus menggunakan alat bantu jalan lainnya seperti kruk atau wolker. a. Karena anak tunadaksa tersebut sudah dapat mengatasi problema fisik maupun intelektual serta emosionalnya. sarjana pendidikan luar biasa dari IKIP/Universitas. Disamping itu juga dapat merencanakan dan melaksanakan tugas pendidikan bagi anak yang sedang dalam perawatan karena operasi. Persyaratan Tenaga Guru/Pendidik adalah: 1. dan tidak disertai dengan problema penyerta retardasi mental akan sangat baik jika sedini mungkin pelayanan pendidikannya disatukan dengan anak-anak normal lainnya di sekolah reguler/sekolah umum. 2. Tenaga Guru yang Diperlukan adalah : 1.Dokter umum . 3. Untuk guru bidang studi minimal DIII. Guru Agama 4. Hal demikian memerlukan persiapan yang lebih terencana. VI. Guru Keterampilan 3.Dokter anak pediatry .

Tenaga Administrasi Tenaga administrasi untuk pendidikan luar biasa bagian D (tunadaksa) adalah : a. B. Administrasi Program Pengajaran 2. Tenaga Usaha.com/2009/11/tuna-daksa. Pesuruh/pembantu sekolah 4. Garis-garis Program Pengajaran 3.Psikolog . Administrasi Administrasi yang digunakan adalah administrasi yang sesuai dengan pedoman administrasi yang telah dibukukan antara lain : 1. Penjaga Sekolah/SATPAM Petugas yang diberi wewenang untuk menjaga keamanan/memelihara ketertiban sekolah. inventaris dan pengetikan e. Pedoman Pelaksanaan C.Pekerja sosial 3. Bendahara d. Kepala Sekolah b.html .Dokter orthopedi .Orthopedagogik . Administrasi Kepegawaian 3.Speech therapist .. Landasan Program 2. Administrasi Perlengkapan dan Barang.blogspot. http://dedetaufik. yang terdiri dari : 1.Occupational therapist . Kurikulum Kurikulum yang digunakan adalah kurikulum PLB tahun 1994. Wakil Kepala Sekolah c. Administrasi Keuangan 4. yang dapat melaksanakan : agendaris.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful