Ruangan Neonatal Intensive Care Unit (NICU) adalah ruang perawatan intensif di rumah sakit yang difungsikan untuk

merawat bayi premature dan bayi baru lahir sampai usia 30 hari yang memerlukan pengobatan dan perawatan khusus dibawah pantauan tim dokter, guna mencegah dan mengobati terjadinya kegagalan organ-organ vital SECTIO CAESARIA Sectio caesaria adalah suatu cara melahirkan janin dengan sayatan pada dinding uterus melalui dinding depan perut. (Rustam Mochtar, 1992) Menurut Hellen Ferrer, 2001: 161 bahwa indikasi sctio caesarea di bagi menjadi 2 yaitu: 1) a) Indikasi ibu Cepalo pelvic disproportion / disproporsi kepala panggul yaitu apabila bayi terlalu besar atau pintu atas panggul terlalu kecil sehingga tidak dapat melewati jalan lahir dengan aman, sehingga membawa dampak serius bagi ibu dan janin. b) Plasenta previa yaitu plasenta melekat pada ujung bawah uterus sehingga menutupi serviks sebagian atau seluruhnya, sehingga ketika serviks membuka selama persalinan ibu dapat kehilangan banyak darah, hal ini sangat berbahaya bagi ibu maupun janin. c) d) Tumor pelvis (obstruksi jalan lahir), dapat menghalangi jalan lahir akibatnya bayi tidak dapat dikeluarkan lewat vagina. Kelainan tenaga atau kelainan his, misalnya pada ibu anemia sehingga kurang kekuatan/tenaga ibu untuk mengedan dapat menjadi rintangan pada persalinan, sehingga persalinan mengalami hambatan/kemacetan. e) f) Ruptura uteri imminent (mengancam) yaitu adanya ancaman akan terjadi ruptur uteri bila persalinan dilakukan dengan persalinan spontan. Kegagalan persalinan: persalinan tidak maju dan tidak ada pembukaan, disebabkan serviks yang kaku, seringterjadi pada ibu primi tua atau jarak persalian yang lama (lebih dari delapan tahun) g) Penyakit ibu (eklamsia/ preeklamsi yang berat, DM, penyakit jantung, kanker cervikal), pembedahan rahim sebelumnya (riwayat sectio caesarea, ruptur rahim yang sebelumnya, miomektomi), sumbatan jalan lahir .

presentasi atau posisi ideal persalinan pervaginam adalah dengan kepala ke bawah/ sefalik Gawat janin. janin kelelahan dan tidak ada kemajuan dalam persalinan Hidrocepalus dimana terjadi penimbunan cairan serebrospinalis dalam ventrikel otak sehingga kepala menjadi lebih besar serta terjadi peleberan sutura-sutura dan ubun-ubun. sehingga sulit melahirkannya Kelainan gerak. Masalah ini erat hubungannya dengan gangguan kesehatan ibu hamil. Dulu dilakukan pada pasien dengan infeksi intra uterin yang berat. umumnya akan mengalami asfiksia pada saat dilahirkan. kepalka terlalu besar sehingga tidak dapat berakomodasi dengan jalan lahir. Definisi Asfiksia adalah keadaan dimana bayi baru lahir tidak dapat bernapas secara spontan dan teratur. . Teknik ini sering dilakukan pada : a) Melintang b) Memanjang 3) Sectio caesarea extra peritonealis Sekarang jarang dilakukan. 4) a) b) c) d) Caesarian section hysterectomy adalah setelah sectio caesarea dikerjakan hysterectomy dengan indikasi : Atonia uteri Placenta accrete Myoma uteri Infeksi intra uterinyang berat Pengertian Dan Penanganan Asfiksia Pada Bayi Baru Lahir A. Bayi dengan riwayat gawat janin sebelum lahir. kelainan tali Rongga peritoneum tidak dibuka. yaitu: 1) 2) Sectio caesarea clasic atau corporal adalah insisi memanjang pada segmen atau uterus Sectio caesarea transperitonealis profunda adalah insisi pada segmen bawah rahim.2) a) b) c) d) Indikasi janin Janin besar yaitu bila berat badan bayi lebih dari 4000 gram. 1981: 138 bahwa sectio caesarea di bagi dalam 4 macam. Menurut buku Obstetric Operatif yang di tulis oleh bagian Obstetric dan Ginekologi FK UNPAD Bandung.

HIV) Kehamilan Lewat Waktu (sesudah 42 minggu kehamilan) 2.pusat. tali pusat clan bayi berikut ini: 1. (Wiknjosastro. Beberapa faktor tertentu diketahui dapat menjadi penyebab terjadinya asfiksia pada bayi baru lahir. diantaranya adalah faktor ibu. atau masalah yang mempengaruhi kesejahteraan bayi selama atau sesudah persalinan (Asuhan Persalinan Normal. Faktor ibu • • • • • Preeklampsia dan eklampsia Pendarahan abnormal (plasenta previa atau solusio plasenta) Partus lama atau partus macet Demam selama persalinan Infeksi berat (malaria. sifilis. Faktor Tali Pusat • • • • Lilitan tali pusat Tali pusat pendek Simpul tali pusat Prolapsus tali pusat 3. Hal ini disebabkan oleh hipoksia janin dalam uterus dan hipoksia ini berhubungan dengan faktor-faktor yang timbul dalam kehamilan. Akibat-akibat asfiksia akan bertambah buruk apabila penanganan bayi tidak dilakukan secara sempurna. persalinan. Faktor Bayi • Bayi prematur (sebelum 37 minggu kehamilan) . Hipoksia bayi di dalam rahim ditunjukkan dengan gawat janin yang dapat berlanjut menjadi asfiksia bayi baru lahir. Etiologi / Penyebab Asfiksia Beberapa kondisi tertentu pada ibu hamil dapat menyebabkan gangguan sirkulasi darah uteroplasenter sehingga pasokan oksigen ke bayi menjadi berkurang. TBC. atau segera setelah bayi lahir. 2007). Asfiksia neonatorum ialah keadaan dimana bayi tidak dapat segera bernafas scr spontan dan teratur setelah lahir. Tindakan yang akan dikerjakan pada bayi bertujuan mempertahankan kelangsungan hidupnya dan membatasi gejala-gejala lanjut yang mungkin timbul. 1999) B.

(Rustam. C. Terjadinya asidosis metabolik yang akan menimbulkan kelemahan otot jantung. ekstraksi vakum. Hilangnya sumber glikogen dalam jantung akan mempengaruhi fungsi jantung. Perubahan Patofiologis dan Gambaran Klinis Pernafasan spontan BBL tergantung pada kondisi janin pada masa kehamilan dan persalinan. Pada tingkat selanjutnya akan terjadi perubahan kardiovaskular yang disebabkan oleh beberapa keadaan diantaranya : 1. Pada tingkat ini terjadi bradikardi dan penurunan TD. Akan tetapi. usaha bernafas tidak tampak dan bayi selanjutnya berada dalam periode apnue kedua. Pengisian udara alveolus yang kurang adekuat akan mengakibatkan tetap tingginya resistensi pembuluh darah paru sehingga sirkulasi darah ke paru dan ke sistem sirkulasi tubuh lain akan mengalami gangguan. 2. Pada asfiksia terjadi pula gangguan metabolisme dan perubahan keseimbangan asam-basa pada tubuh bayi. Apabila ditemukan adanya faktor risiko tersebut maka hal itu harus dibicarakan dengan ibu dan keluarganya tentang kemungkinan perlunya tindakan resusitasi. sehingga glikogen tubuh terutama pada jantung dan hati akan berkurang. ekstraksi forsep) Kelainan bawaan (kongenital) Air ketuban bercampur mekonium (warna kehijauan) • • Penolong persalinan harus mengetahui faktor-faktor resiko yang berpotensi untuk menimbulkan asfiksia. Bila terdapat gangguan pertukaran gas atau pengangkutan O2 selama kehamilan atau persalinan akan terjadi asfiksia yang lebih berat. 1998). Gejala dan Tanda-tanda Asfiksia • • • Tidak bernafas atau bernafas megap-megap Warna kulit kebiruan Kejang . 3. penolong harus selalu siap melakukan resusitasi bayi pada setiap pertolongan persalinan. bayi kembar.• Persalinan dengan tindakan (sungsang. Keadaan ini akan mempengaruhi fungsi sel tubuh dan bila tidak teratasi akan menyebabkan kematian asfiksia yang terjadi dimulai suatu periode apnu disertai dengan penurunan frekuensi. Pada tingkat pertama hanya terjadi asidosis respioratorik. Pada penderita asfiksia berat. adakalanya faktor risiko menjadi sulit dikenali atau (sepengetahuan penolong) tidak dijumpai tetapi asfiksia tetap terjadi. Oleh karena itu. distosia bahu. Bila berlanjut dalam tubuh bayi akan terjadi proses metabolisme an aerobic yang berupa glikolisis glikogen tubuh.

Tiga hal yang perlu mendapat perhatian yaitu : 1. Diagnosis anoksia / hipoksia janin dapat dibuat dalam persalinan dengan ditemukannya tandatanda gawat janin. Diagnosis Asfiksia yang terjadi pada bayi biasanya merupakan kelanjutan dari anoksia / hipoksia janin. Penilaian untuk melakukan resusitasi semata-mata ditentukan oleh tiga tanda penting. Upaya resusitasi yang efesien clan efektif berlangsung melalui rangkaian tindakan yaitu menilai pengambilan keputusan dan tindakan lanjutan. akan tetapi apabila frekuensi turun sampai ke bawah 100 kali per menit di luar his. akan tetapi pada presentasi kepala mungkin menunjukkan gangguan oksigenisasi dan harus diwaspadai. 3. Apabila pH itu turun sampai di bawah 7. Mekonium dalam air ketuban Mekonium pada presentasi sungsang tidak ada artinya. Adanya asidosis menyebabkan turunnya pH. dan lebih-lebih jika tidak teratur. hal itu merupakan tanda bahaya 2. 1999) E.2 hal itu dianggap sebagai tanda bahaya gawat janin mungkin disertai asfiksia. (Wiknjosastro. Apabila penilaian pernafasan menunjukkan bahwa bayi tidak . yaitu : • • • Penafasan Denyut jantung Warna kulit Nilai apgar tidak dipakai untuk menentukan kapan memulai resusitasi atau membuat keputusan mengenai jalannya resusitasi. Penilaian Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Aspek yang sangat penting dari resusitasi bayi baru lahir adalah menilai bayi. dan diambil contoh darah janin. Adanya mekonium dalam air ketuban pada presentasi kepala dapat merupakan indikasi untuk mengakhiri persalinan bila hal itu dapat dilakukan dengan mudah. Pemeriksaan pH darah janin Dengan menggunakan amnioskop yang dimasukkan lewat serviks dibuat sayatan kecil pada kulit kepala janin. Darah ini diperiksa pH-nya. Denyut jantung janin Peningkatan kecepatan denyut jantung umumnya tidak banyak artinya. menentukan tindakan yang akan dilakukan dan akhirnya melaksanakan tindakan resusitasi.• Penurunan kesadaran D.

hidung dan kadang trachea. Bahan ganjal dapat berupa kain. 4. (Wiknjosastro. 6. digulung setinggi 5 cm dan mudah disesuaikan untuk mengatur posisi kepala bayi. harus segera ditentukan dasar pengambilan kesimpulan untuk tindakan vertilasi dengan tekanan positif (VTP). Mempertahankan sirkulasi .Memakai VTP bila perlu seperti : sungkup dan balon pipa ETdan balon atau mulut ke mulut (hindari paparan infeksi). yaitu : 1. G. 5.Memakai rangsangan taksil untuk memulai pernafasan . 2 helai kain / handuk. 2.Kompresi dada.Meletakkan bayi dalam posisi kepala defleksi bahu diganjal 2-3 cm. yaitu : 1. handuk kecil.bernafas atau pernafasan tidak kuat. Alat penghisap lendir de lee atau bola karet. Memastikan saluran terbuka . .Rangsangan dan pertahankan sirkulasi darah dengan cara .Pengobatan Detail Cara Resusitasi . 3. Persiapan Alat Resusitasi Sebelum menolong persalinan. Memulai pernafasan . . Penanganan Asfiksia pada Bayi Baru Lahir Tindakan resusitasi bayi baru lahir mengikuti tahapan-tahapan yang dikenal sebagai ABC resusitasi. siapkan juga alat-alat resusitasi dalam keadaan siap pakai. Tabung dan sungkup atau balon dan sungkup neonatal. selendang. . Bahan ganjal bahu bayi. Kotak alat resusitasi. F. Jam atau pencatat waktu.Bila perlu masukkan pipa endo trachel (pipa ET) untuk memastikan saluran pernafasan terbuka. selain persalinan. kaos.Menghisap mulut. 2007). 2. 3.

disertai kompresi jantung. 6. 60 – 100 dan tidak ada peningkatan denyut jantung.Langkah-Langkah Resusitasi 1. Denyut jantung < 100 x / menit. jika tidak ada ambubag beri bantuan dari mulur ke mulut. Setelah 30 detik lakukan penilaian denyut jantung selama 6 detik. hasil kalikan 10. 3. Denyut jantung > 100 x / menit. Nilai pernafasanJika nafas spontan lakukan penilaian denyut jantung selama 6 detik. lakukan ventilasi tekanan positif. 5. Kompresi jantung Perbandingan kompresi jantung dengan ventilasi adalah 3 : 1. observasi nafas spontan. nilai warna kulit jika merah / sinosis penfer lakukan observasi. . lakukan PPV disertai kompresi jantung. 1. 1. < 10 x / menit. hasil kalikan 10. 100 hentikan bantuan nafas. 4. masker harus menutupi hidung dan mulut tetapi tidak menutupi mata. 4. Ganjal bahu dengan kain setinggi 1 cm (snifing positor). Hisap lendir dengan penghisap lendir de lee dari mulut. Letakkan bayi di lingkungan yang hangat kemudian keringkan tubuh bayi dan selimuti tubuh bayi untuk mengurangi evaporasi. Jika pernapasan sulit (megap-megap) lakukan ventilasi tekanan positif. apabila biru beri oksigen. 5. 3. 2. 3. apabila mulut sudah bersih kemudian lanjutkan ke hidung. 60 – 100 ada peningkatan denyut jantung teruskan pemberian PPV. 2. Lakukan rangsangan taktil dengan cara menyentil telapak kaki bayi dan mengusap-usap punggung bayi. lakukan PPV. kecepatan PPV 40 – 60 x / menit. Ventilasi tekanan positif / PPV dengan memberikan O2 100 % melalui ambubag atau masker. 2. Jari tengah dan telunjuk menekan sternum dan tangan lain menahan belakang tubuh bayi. Sisihkan kain yang basah kemudian tidurkan bayi terlentang pada alas yang datar. ada 2 cara kompresi jantung : a b Kedua ibu jari menekan stemun sedalam 1 cm dan tangan lain mengelilingi tubuh bayi.

kedua faktor utama yang perlu dilakukan adalah : 1. lakukan pemberian obat epineprin 1 : 10./menit kompresi jantung dihentikan. 10. 2007) Persiapan resusitasi Agar tindakan untuk resusitasi dapat dilaksanakan dengan cepat dan efektif.Alat sungkup dan balon resusitasi . Lakukan penilaian denyut jantung.Obat-obatan Prinsip-prinsip resusitasi yang efektif : 1. Prosedur resusitasi harus dilaksanakan dengan segera dan tiap tahapan berikutnya ditentukan khusus atas dasar kebutuhan dan reaksi dari pasien.2 – 0. (Wiknjosastro.000 dosis 0. 12. 11. tetapi juga harus melakukannya dengan efektif dan efesien 3. 5. Mengantisipasi kebutuhan akan resusitasi lahirannya bayi dengan depresi dapat terjadi tanpa diduga.Alat pemanas siap pakai – Oksigen . . 2. lakukan PPV sampai denyut jantung > 100 x / menit dan bayi dapat nafas spontan. Jika denyut jantung 0 atau < 10 x / menit.7. Segera seorang bayi memerlukan alat-alat dan resusitasi harus tersedia clan siap pakai. 4. Lakukan penilaian denyut jantung janin. Tenaga kesehatan di kamar bersalin tidak hanya harus mengetahui apa yang harus dilakukan. Denyut jantung 80x.Alat intubasi . Jika denyut jantung < 80 x / menit ulangi pemberian epineprin sesuai dosis diatas tiap 3 – 5 menit. jika denyut jantung tetap / tidak rewspon terhadap di atas dan tanpa ada hiporolemi beri bikarbonat dengan dosis 2 MEQ/kg BB secara IV selama 2 menit. Mempersiapkan alat dan tenaga kesehatan yang siap dan terampil. Lakukan penilaian denyut jantung setiap 30 detik setelah kompresi dada. tetapi tidak jarang kelahiran bayi dengan depresi atau asfiksia dapat diantisipasi dengan meninjau riwayat antepartum dan intrapartum.3 mL / kg BB secara IV.Alat pengisap . 9. Persiapan minumum antara lain : . jika > 100 x / menit hentikan obat. 8. 2. Tenaga kesehatan yang slap pakai dan terlatih dalam resusitasi neonatal harus rnerupakan tim yang hadir pada setiap persalinan. Tenaga kesehatan yang terlibat dalam resusitasi bayi harus bekerjasama sebagai suatu tim yang terkoordinasi.

Secara fisiologis. jenis ventilasi terbaru ini serupa dengan ventilasi spontan. Dengan mengurangi tekanan intratoraks selama inspirasi memungkinkan udara untuk mengalir ke dalam paru-paru. Terdapat beberapa jenis ventilator tekanan negatif: iron lung. distrofimuskular. Ekspirasi terjadi secara pasif. Ventilator Tekanan Positif Ventilator tekanan positif menggembungkan paru-paru dengan mengeluarkan tekanan positif pada jalan nafas. dan miasteniagravis. sklerosis lateral amiotrofik. Kedua alat portabel ini membutuhkan sangkar atau shell yang kaku untuk menciptakan bilik tekanan negatif disekitar toraks dan abdomen. body wrap. dan chest cuirass. jenis ventilator ini hanya digunakan dengan hati-hati pada pasien tertentu. Alat ini pernah digunakan secara luas selama epidemik polio pada masa lalu dan sekarang digunakan oleh pasien-pasien yang selamat dari penyakit polio dan kerusakan neuromuskular lainnya. Drinker Respirator Tank (Iron Lung). waktu-bersiklus dan volume-bersiklus). Dua kategori umum adalah ventilator tekanan-negatif dan tekanan-positif.Klasifikasi Ventilator Terdapat beberapa jenis ventilator mekanis. Penggunaannya tidak sesuai untuk pasien yang tidak stabil atau pasien yang kondisinya membutuhkan perubahan ventilatori sering. ventilator ini sangat baik untuk digunakan di lingkungan rumah. Sampai sekarang kategori yang paling umum digunakan adalah ventilator tekanan-positif. Karena masalah-masalah dengan ketepatan ukuran dan kebocoran sistem. Ventilator ini secara . Ventilator jenis ini digunakan terutama pada gagal nafas kronik yang berhubungan dengan kondisi neurovaskular seperti poliomielitis. Body Wrap (Pneumowrap) dan Chest Cuirass (Tortoise Shell). dan dengan demikian mendorong alveoli untuk mengembang selama inspirasi. Ventilator tekanan-positif juga termasuk klasifikasi metoda fase inspirasi akhir (tekanan-bersiklus. Iron Lung adalah bilik tekanan negatif yang digunakan untuk ventilasi. serupa dengan mekanisme di bawah. Ventilator tekanan negatif adalah alat yang mudah digunakan dan tidak membutuhkan intubasi jalan nafas pasien. Akibatnya.Ventilator diklasifikasikan berdasarkan cara alat tersebut mendukung ventilasi. sehingga memenuhi volumenya. Pada ventilator jenis ini diperlukan intubasi endotrakea atau trakeostomi. Ventilator Tekanan Negatif Ventilator tekanan negatif mengeluarkan tekanan negatif pada dada eksternal. Ventilator ini digunakan paling sering untuk pasien dengan fungsi pernafasan borderline akibat penyakit neuromuskular.

Akibatnya adalah suatu ketidakkonsistensian dalam jumlah volume tidal yang dikirimkan dan kemungkinan mengganggu ventilasi. yaitu: 1. Dari satu nafas ke nafas lainnya. Mana kala volume preset ini telah dikirimkan pada pasien. Ventilator tekanan bersiklus adalah ventilator tekanan positif yang mengakhiri inspirasi ketika tekanan preset telah tercapai. Jenis yang paling umum dari ventilator jenis ini adalah mesin IPPB. Sebagian besar ventilator mempunyai frekuensi kontrol yang menentukan frekuensi pernapasan. Dengan ventilator jenis ini. tetapi waktu-pensiklus murni jarang digunakn untuk orang dewasa. sehingga memastikan pernapasan yang konsisten.Ventilator Waktu-Bersiklus Ventilator waktu-bersiklus mengakhiri atau mengendalikan inspirasi setelah waktu yang ditentukan. 2. Ventilator ini digunakan pada neonatus dan bayi. volume udara yang akan dikirimkan pada setiap inspirasi telah ditentukan.Ventilator Volume-Bersiklus Ventilator volume bersiklus sejauh ini adalah ventilator tekanan-positif yang paling banyak digunakan sekarang. Keterbatasan utama dengan ventilator jenis ini adalah bahwa volume udara atau oksigen dapat beagam sejalan dengan perubahan tahanan atau kompliens jalan napas pasien. dan kemudian siklus mati. adekuat meski tekanan jalan nafas beragam. Konsekuensinya. siklus ventilator mati dan ekshalasi terjadi secara pasif. . Terdapat tiga jenis ventilator tekanan positif. volume udara yang dikirimkan oleh ventilator secara relatif konstan.luas digunakan di lingkungan rumah sakit dan meningkat penggunaannya di rumah untuk pasien dengan penyakit paru primer. 3. Volume udara yang diterima pasien diatur oleh kepanjangan inspirasi dan frekuensi aliran udara.Ventilator Tekanan-Bersiklus. ventilator tekanan-bersiklus dimaksudkan hanya untuk penggunaan jangka pendek di ruang pemulihan. Dengan kata lain. mengantarkan aliran udara sampai tekanan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya tercapai. pada orang dewasa. siklus ventilator hidup.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful