Sumber : Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas 2007, DEPKES RI

INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA)
DEFINISI Infeksi saluran napas akut juga dikenal sebagai ISPA adalah penyakit infeksi akut yang melibatkan organ saluran pernapasan, hidung, sinus, faring atau laring hingga alveoli (saluran pernapasan bawah). Yang tergolong sebagai ISPA adalah rhinitis, sinusitis, faringitis, tonsilitis dan laryngitis. Disebut common cold atau selesma bila gejala di hidung lebih menonjol, sementara “influenza” dimaksudkan untuk kelainan yang disertai faringitis dengan tanda demam dan lesu yang lebih nyata. PENYEBAB Penyebab terjadinya ISPA adalah virus, bakteri dan jamur. Kebanyakan adalah virus. GAMBARAN KLINIS  Gejala sistemik khas berupa sakit kepala, nyeri otot (myalgia), nyeri sendi, dan nafsu makan hilang, disertai gejala lokal berupa rasa menggelitik sampai nyeri tenggorokan, batuk, hidung tersumbat, bersin, dan ingus encer.  Tenggorokan tampak hiperemia.  Dalam rongga hidung tampak konka yang sembab dan hipermia.  Sekret dapat bersifat serus, seromukus atau mukopurulen bila ada infeksi sekunder. DIAGNOSIS Berdasarkan Anamnesis (gambaran klinis dan riwayat perjalanan penyakit) dan pemeriksaan fisik. PENATALAKSANAAN Kebanyakan ISPA disebabkan oleh virus yang dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pemberian obat-obatan terapeutik.  Anjuran istirahat dan banyak minum sangat penting. Pengobatan simtomatis diperlukan untuk menghilangkan gejala yang terasa berat atau mengganggu.  Parasetamol 500 mg 3 x sehari atau asetosal 300 – 500 mg 3 x sehari baik untuk menghilangkan nyeri dan demam.  Antibiotik hanya diberikan bila terjadi infeksi sekunder.

7:45 – 19:44

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful