KONSEP DAN ARTI AKUNTABILITAS

Dalam definisi tradisional, Akuntabilitas adalah istilah umum untuk menjelaskan betapa sejumlah organisasi telah memperlihatkan bahwa mereka sudah memenuhi misi yang mereka emban ( BENVENISTE, Guy, : 1991). Definisi lain menyebutkan akuntabilitas dapat diartikan sebagai kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau penguasa yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggungjawabannya. Akuntabilitas terkait erat dengan instrumen untuk kegiatan kontrol terutama dalam hal pencapaian hasil pada pelayanan publik dan menyampaikannya secara transparan kepada masyarakat ( ARIFIYADI, Teguh,: 2008 ). Konsep tentang Akuntabilitas secara harfiah dalam bahasa inggris biasa disebut dengan accoutability yang diartikan sebagai “yang dapat dipertanggungjawabkan”. Atau dalam kata sifat disebut sebagai accountable. Lalu apa bedanya dengan responsibility yang juga diartikan sebagai “tanggung jawab”. Pengertian accountability dan responsibility seringkali diartikan sama. Padahal maknanya jelas sangat berbeda. Beberapa ahli menjelaskan bahwa dalam kaitannya dengan birokrasi, responsibility merupakan otoritas yang diberikan atasan untuk melaksanakan suatu kebijakan. Sedangkan accountability merupakan kewajiban untuk menjelaskan bagaimana realisasi otoritas yang diperolehnya tersebut. Berkaitan dengan istilah akuntabilitas, Sirajudin H Saleh dan Aslam Iqbal berpendapat bahwa akuntabilitas merupakan sisi-sisi sikap dan watak kehidupan manusia yang meliputi akuntabilitas internal dan eksternal seseorang. Dari sisi internal seseorang akuntabilitas merupakan pertanggungjawaban orang tersebut kepada Tuhan-nya. Sedangkan akuntabilitas eksternal seseorang adalah akuntabilitas orang tersebut kepada lingkungannya baik lingkungan formal (atasan-bawahan) maupun lingkungan masyarakat. Deklarasi Tokyo mengenai petunjuk akuntabilitas publik menetapkan pengertian akuntabilitas yakni kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau penguasa yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggungjawaban fiskal, manajeria dan program. Ini berarti bahwa akuntabilitas berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi (penilaian) mengenai standard pelaksanaan kegiatan, apakah standar yang dibuat sudah tepat dengan situasi dan kondisi yang dihadapi, dan apabila dirasa sudah tepat, manajemen memiliki tanggung jawab untuk mengimlementasikan standard-standard tersebut. Akuntabilitas juga merupakan instrumen untuk kegiatan kontrol terutama dalam pencapaian hasil pada pelayanan publik. Dalam hubungan ini, diperlukan evaluasi kinerja yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian hasil serta cara-cara yang digunakan untuk mencapai semua itu. Pengendalian (control) sebagai bagian penting dalam manajemen yang baik adalah hal yang saling menunjang dengan akuntabilitas.

1

aspek sarana dan prasarana.Dengan kata lain pengendalian tidak dapat berjalan efisien dan efektif bila tidak ditunjang dengan mekanisme akuntabilitas yang baik demikian juga sebaliknya. karena pencapaian tujuan merupakan salah satu ukuran kinerja individu maupun unit organisasi. seperti 2 . Media akuntabilitas lain yang cukup efektif dapat berupa laporan tahunan tentang pencapaian tugas pokok dan fungsi dan target-target serta aspek penunjangnya seperti aspek keuangan. Konsep tentang Akuntabilitas dan Implementasinya di Indonesia December 19. pengarahan. tetapi juga mengandung arti pengurusan. penyelenggaraan dan bisa juga diartikan pemerintahan. Pemahaman umum tentang good governance mulai mengemuka di Indonesia sejak tahun 1990-an dan semakin populer pada era tahun 2000-an. Akuntabilitas berada dalam ilmu sosial yang menyangkut berbagai cabang ilmu sosial lainnya. akuntabilitas publik merupakan elemen terpenting dan merupakan tantangan utama yang dihadapi pemerintah dan pegawai negeri. 10:15 pm| Artikel Pendahuluan Latar Belakang Masalah Wacana tentang good governance atau kepemerintahan yang baik merupakan isu yang paling mengemuka belakangan ini. dan program kerja tahunan. Asean Development Bank. aspek sumber daya manusia dan lain-lain. pembinaan. IMF maupun lembaga-lembaga pemberi pinjaman lainnya yang berasal dari negara-negara maju. Media akuntabilitas yang memadai dapat berbentuk laporan yang dapat mengekspresikan pencapaian tujuan melalui pengelolaan sumber daya suatu organisasi. pengelolaan. Dari istilah tersebut diatas dapat diketahui bahwa istilah governance tidak hanya berarti sebagai suatu kegiatan. Good governance dijadikan aspek pertimbangan lembaga donor dalam memberikan pinjaman maupun hibah. dengan tetap berpegangan pada Rencana Jangka Panjang dan Menengah (RJPM) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Tuntutan masyarakat agar pengelolaan negara dijalankan secara amanah dan bertanggung jawab adalah sejalan dengan keinginan global masyarakat internasional pada saat ini. rencana kinerja. Tujuan tersebut dapat dilihat dalam rencana stratejik organisasi. “Memerintah” diartikan sebagai menguasai atau mengurus negara atau mengurus daerah sebagai bagian dari negara. Kepemeritahan yang baik banyak diperkenalkan oleh lembaga donor atau pemberi pinjaman luar negeri seperti World Bank. 2008. Kata governance dalam bahasa inggris sering di artikan dengan tata kelola atau pengelolaan dengan kata dasar to govern yang bermakna memerintah. Dalam good governance.

Beberapa ahli menjelaskan bahwa dalam kaitannya dengan birokrasi. perilaku. Pengertian accountability dan responsibility seringkali diartikan sama. Sejauhmana implementasi konsep akuntabilitas di Indonesia? Pembahasan Konsep tentang Akuntabilitas Akuntabilitas secara harfiah dalam bahasa inggris biasa disebut dengan accoutability yang diartikan sebagai “yang dapat dipertanggungjawabkan”. apakah standar yang dibuat sudah tepat dengan 3 . Permasalahan 1. Deklarasi Tokyo mengenai petunjuk akuntabilitas publik menetapkan pengertian akuntabilitas yakni kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau penguasa yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggungjawaban fiskal. dan program. Lalu apa bedanya dengan responsibility yang juga diartikan sebagai “tanggung jawab”. politik. Padahal maknanya jelas sangat berbeda. Atau dalam kata sifat disebut sebagai accountable. Ini berarti bahwa akuntabilitas berkaitan dengan pelaksanaan evaluasi (penilaian) mengenai standard pelaksanaan kegiatan. manajerial. Selain itu. Sedangkan accountability merupakan kewajiban untuk menjelaskan bagaimana realisasi otoritas yang diperolehnya tersebut.ekonomi. Dari sisi internal seseorang akuntabilitas merupakan pertanggungjawaban orang tersebut kepada Tuhan-nya. adminitrasi. dan budaya. responsibility merupakan otoritas yang diberikan atasan untuk melaksanakan suatu kebijakan. Akuntabilitas secara filosofi timbul karena adanya kekuasaan yang berupa mandat/amanah yang diberikan kepada seseorang atau pihak tertentu untuk menjalankan tugasnya dalam rangka mencapai suatu tujuan tertentu dengan menggunakan sarana pendukung yang ada. Sirajudin H Saleh dan Aslam Iqbal berpendapat bahwa akuntabilitas merupakan sisi-sisi sikap dan watak kehidupan manusia yang meliputi akuntabilitas internal dan eksternal seseorang. Bagaimanakah konsep dan pemahaman tentang akuntabilitas kaitannya dengan good governance? 2. Berkaitan dengan istilah akuntabilitas. Sedangkan akuntabilitas eksternal seseorang adalah akuntabilitas orang tersebut kepada lingkungannya baik lingkungan formal (atasan-bawahan) maupun lingkungan masyarakat. akuntabilitas juga sangat terkait dengan sikap dan semangat pertanggungjawaban seseorang.

Era reformasi telah memberi harapan baru dalam implementasi akuntabilitas di Indonesia. UNDP menegaskan bahwa prinsip-prinsip good governance antara lain terdiri dari partisipasi. Dalam hubungan ini. Tergambarkan jelas bahwa akuntabilitas merupakan salah satu aspek penting dalam good governance. Hampir seluruh instansi dan lembaga-lembaga pemerintah menekankan konsep akuntabilitas ini khususnya dalam menjalankan fungsi administratif kepemerintahan. Apalagi kondisi tersebut didukung oleh banyaknya tuntutan negara-negara pemberi donor dan hibah yang menekan pemerintah Indonesia untuk membenahi sistem birokrasi agar terwujudnya good governance. Inggris di era John Major dan Toni Blair memasyarakatkan akuntabilitas dengan menyusun Output and 4 . dan apabila dirasa sudah tepat. Beberapa negara maju di Eropa seperti jerman dan Inggris telah menerapkan konsep akuntabilitas hampir di setiap aspek kepemerintahan sejak tahun 1970-an. responsif.situasi dan kondisi yang dihadapi. berorientasi kesepakatan. transparansi. ketaatan hukum. Tujuan tersebut dapat dilihat dalam rencana stratejik organisasi. diperlukan evaluasi kinerja yang dilakukan untuk mengetahui sejauh mana pencapaian hasil serta cara-cara yang digunakan untuk mencapai semua itu. dengan tetap berpegangan pada Rencana Jangka Panjang dan Menengah (RJPM) dan Rencana Kerja Pemerintah (RKP). Media akuntabilitas yang memadai dapat berbentuk laporan yang dapat mengekspresikan pencapaian tujuan melalui pengelolaan sumber daya suatu organisasi. rencana kinerja. dan program kerja tahunan. aspek sarana dan prasarana. aspek sumber daya manusia dan lain-lain. Impelementasi Akuntabilitas di Indonesia Konsep akuntabilitas di Indonesia memang bukan merupakan hal yang baru. Pengendalian (control) sebagai bagian penting dalam manajemen yang baik adalah hal yang saling menunjang dengan akuntabilitas. karena pencapaian tujuan merupakan salah satu ukuran kinerja individu maupun unit organisasi. manajemen memiliki tanggung jawab untuk mengimlementasikan standard-standard tersebut. Media akuntabilitas lain yang cukup efektif dapat berupa laporan tahunan tentang pencapaian tugas pokok dan fungsi dan target-target serta aspek penunjangnya seperti aspek keuangan. Akuntabilitas juga merupakan instrumen untuk kegiatan kontrol terutama dalam pencapaian hasil pada pelayanan publik. kesetaraan. Dengan kata lain pengendalian tidak dapat berjalan efisien dan efektif bila tidak ditunjang dengan mekanisme akuntabilitas yang baik demikian juga sebaliknya. akuntabilitas dan visi stratejik. Tuntutan masyarakat ini muncul karena pada masa orde baru konsep akuntabilitas tidak mampu diterapkan secara konsisten di setiap lini kepemerintahan yang pada akhirnya menjadi salah satu penyebab lemahnya birokrasi dan menjadi pemicu munculnya berbagai penyimpangan-penyimpangan dalam pengelolaan keuangan dan administrasi negara di Indonesia. Fenomena ini merupakan imbas dari tuntutan masyarakat yang mulai digemborkan kembali pada awal era reformasi di tahun 1998. efektif dan efisien.

Dengan LAK seluruh instansi pemerintah dapat menyampaikan pertanggungjawabannya dalam bentuk yang kongkrit ke arah pencapaian visi dan misi organisasi. teknologi informasi dan hal-hal keuangan. Di Indonesia. dan dengan demikian konsep dan prinsip akuntabilitas dapat dilakukan secara komprehensif . negara bagian. Reform. Undang-undang Nomor 28 Tahun 1998 tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN menguraikan mengenai azas akuntabilitas dalam penyelenggaraan negara dan pengelolaan pemerintahan. maka pemerintah mulai memperlihatkan perhatiannya pada implementasi akuntabilitas ini. Perkembangan penyelenggaraan negara di Indonesia memperlihatkan upaya sungguhsungguh untuk menghasilkan suatu pemerintahan yang berorientasi pada pemenuhan amanah dari seluruh masyarakat. 7 tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Berbeda dengan Inggris. Accountability yang intinya adalah setiap keputusan hendaknya jangan hanya berorientasi pada berapa banyak pengeluaran dan atau penyerapan dana untuk tiap area. sosialisasi konsep akuntabilitas dalam bentuk Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) telah dilakukan kepada 41 Departemen/LPND. oleh karenannya capaian dan cakupannya masih tergolong rendah. Hal ini terlihat jelas dengan diterbitkannya Inpres No. tetapi juga mengenai peningkatan jasa yang diberikan dan perbaikan-perbaikan. maka pemerintah sesuai dengan tingkatannya secara formal mempunyai akuntabilitas (public accountability) kepada parlemen di tiap tingkatan pemerintahan (federal. Dari pola pemerintahan ini. bebas KKN serta berkinerja.Performance Analysis (OPA Guidance) atau pedoman tresuri kepada departemen/badan di lingkungan kepemerintahan dan Guidence on Annual Report yang berisikan petunjuk dalam menyusun laporan tahunan suatu badan kepada menteri. dilakukan berdasarkan permintaan dari pihak unit kerja yang bersangkutan. Inpres ini menginstruksikan setiap akhir tahun seluruh instansi pemerintah (dari eselon II ke atas) wajib menerbitkan Laporan Akuntabilitas Kinerja (LAK). dan masyarakat umum. Hal ini mengisyaratkan bahwa untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang responsif. Dengan komitmen tiga pihak yakni Lembaga Administrasi Negara (LAN). Disamping itu pemerintah Inggris menetapkan gagasan tentang Public Services for The Future: Modernisation. Di tingkat unit kerja Eselon I. Wujud lain dari implementasi akuntabilitas di Indonesia adalah dengan lahirnya Undangundang Nomor 17 Tahun 2003 Tentang Keuangan Negara khususnya di pasal 14 ayat (2) 5 . Jerman sebagai negara yang berbentuk federasi. parlemen. dan BPKP. kondisi akuntabilitas merupakan sufficient condition atau kondisi yang harus ada . maka seorang menteri dapat secara leluasa melakukan kegiatannya. Sekretariat Negara. dan lokal). Demikian pula dengan menikmati tingkat independen operasional yang tinggi. menetapkan bahwa keterlibatan pusat (central involvement) dalam kegiatan setiap menteri dibatasi pada masalah kepegawaian.

rendahnya standar kesejahteraan pegawai sehingga memicu pegawai untuk melakukan penyimpangan guna mencukupi kebutuhannya dengan melanggar azas akuntabilitas. Akuntabilitas dapat diartikan sebagai kewajiban-kewajiban dari individu-individu atau penguasa yang dipercayakan untuk mengelola sumber-sumber daya publik dan yang bersangkutan dengannya untuk dapat menjawab hal-hal yang menyangkut pertanggungjawabannya. Semua hambatan tersebut pada dasarnya akan dapat terpecahkan jika pemerintah dan seluruh komponennya memiliki pemahaman yang sama akan pentingnya implementasi akuntabilitas disamping faktor moral hazard individu pelaksana untuk menjalankan kepemerintahan secara amanah. Kesimpulan Kesimpulan dalam penulisan ini adalah. b. 6 . Beberapa hambatan yang menjadi kendala dalam penerapan konsep akuntabilitas di Indonesia antara lain adalah. a. Dukungan peraturan-peraturan yang berhubungan langsung dengan keharusan pernerapan akuntabilitas di setiap instansi pemerintah menunjukan keseriusan pemerintah dalam upaya melakukan reofrmasi birokrasi. Implementasi akuntabilitas di Indonesia pada prinsipnya telah dilaksanakan secara bertahap dalam lingkungan pemerintahan. masih terdapat beberapa hambatan dalam implementasi akuntabilitas seperti. Saran Saran dalam penulisan ini adalah: 1. masih rendahnya kesejahteraan pegawai. faktor budaya seperti kebiasaan mendahulukan kepentingan keluarga dan kerabat dibanding pelayanan kepada masyarakat. dan lemahnya sistem hukum yang mengakibatkan kurangnya dukungan terhadap faktor punishment jika sewaktu-waktu terjadi penyimpangan khususnya di bidang keuangan dan administrasi. Namun demikian. dan lemahnya penerapan hukum di Indonesia. Hilangkan budaya ewuh pakeuwuh yang berpotensi kolusi dalam penyelenggaraan kepemerintahan/jajaran birokrasi dan utamakan asas pertanggungjawaban dalam setiap kegiatan. impelementasi konsep akuntabilitas di Indonesia bukan tanpa hambatan. faktor budaya.2.yang menyatakan bahwa instansi pemerintah diwajibkan menyusun rencana kerja dan anggaran yang didasarkan pada prestasi kerja yang akan di capainya. Dengan demikian terdapat hubungan yang erat antara anggaran pemerintah (APBN dan APBD) dengan kinerja yang akan dicapainya berdasarkan perencanaan stratejik tersebut. Penerapan akuntabilitas di instansi pemerintah seharusnya didukung adanya upaya perbaikan kesejahteraan pegawai. Namun demikian. Akuntabilitas terkait erat dengan instrumen untuk kegiatan kontrol terutama dalam hal pencapaian hasil pada pelayanan publik dan menyampaikannya secara transparan kepada masyarakat.

Penelitian Hukum Normatif Suatu Tinjauan Singkat. Bandung. 2004 Soerjono Soekanto dan Sri Mamudji. Chapter I in a Book “Accountability The Endless Prophecy” edited by Sirajudin H Saleh and Aslam Iqbal. Tarsito. 7 . 1994. Jakarta. 1985. Keputusan Kepala LAN Nomor 589/IX/6/Y/1999 tentang Pedoman Penyusunan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah. Daftar Bacaan Inpres RI Nomor 7 Tahun 1999 tentang Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Ismail Mohammad dkk. Tegakkan hukum birokrasi/pemerintahan.3. Jakarta. CV Rajawali.Universitas Trisakti. secara konsisten khususnya dalam lingkungan Penulis: Teguh Arifiyadi. Modul Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah Edisi Kedua. Winarno Surakhmad. Metode dan Tekhnik dalam bukunya Pengantar Penelitian Ilmiah Dasar Metode Tekhnik. “Accountability”. Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia. 2004 . Konsep dan Pengukuran Akuntabilitas. Asian and Pacific Develompent Centre. Sirajudin H Saleh & Aslam Iqbal. SH (Inspektorat Jenderal Depkominfo) Tulisan boleh dikutip/di copy/di cetak/diperbanyak sepanjang menyebut nama sumber. Jakarta. 1995.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful