LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI MANUSIA Praktikum 2 : KEKUATAN OTOT

Pelaksanaan Praktikum Hari : Rabu Tanggal : 21 Maret 2012-03-16 Jam : ke 5 - 6

OLEH :

1. 2. 3. 4. 5.

Eki Fitriendi Tunjungsari Fauziyah Firdausi M. S Anggrian Riska A. S Mirzaq Hussein Anwar Muhammad Yusuf R

(081017002) (081017008) (081017013) (081017018) (081017046)

skoliosis dan lordosis punggung. Punggung : trapezius dan paraspinalis 2. kifosis. TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini. LANDASAN TEORI . Mengamati pengaruh peregangan terhadap kekuatan otot 3. Mengamati pengaruh repetisi terhadap kekuatan otot III. seperti osteorayhitis. Tangan : quadriceps femoris. Otot yang sering diperiksa sebagai sampel kekuatan otot adalah otot kaki atau tungkai dan otot tersebut menyebabkan timbulnya gangguan medis. Kekuatan otot dipengaruhi oleh factor rangsangan saraf. besar recruitment. dan jenis atau tipe jaringan otot itu sendiri. PENDAHULUAN Kekuatan otot merupakan salah satu variable penting dalam pemeriksaan dan evaluasi kebugaran fisik. II. PROGRAM STUDI S1 TEKNOBIOMEDIK FAKULTAS SAINS & TEKNOLOGI UNIVERSITAS AIRLANGGA 2012 PRAKTIKUM KEKUATAN OTOT I. Melakukan pemeriksaan kekuatan otot a. diharapkan mahasiswa dapat : 1. Yudhistira Suryanto (080810285) Dosen Pembimbing : Kristanti W.6. dr. Kaki c. gatrocnemius dan hamstring : Manum digitorum b. peregangan.

. karena otot punggung adalah salah satu otot penyangga tubuh yang berada di pusat tubuh manusia. Kecepatan kontraksi h. golg (mengayun).Strenght adalah kemampuan suatu otot atau sekelompok otot untuk menghasilkan ketegangan atau gaya selama usaha maksimal. otot punggung yang kuat dan terlatih baik akan mendukung performa dalam cabang berenang (mengayuh). Banyaknya motor unit d. Tipe serabut otot f. bilyar (mencondongkang tubuh). Faktor-faktor yang mempengaruhi kekuatan otot normal : a. otot punggung termasuk dalam kategori core muscle atau otot pusat tubuh. dayung. Ukuran ketegangan pada saat kontraksi c. dan memanjat memerlukan bantuan otot punggung. membuka pintu. Ukuran diameter otot b. selancar. mengemudi. Banyak orang yang sakit pinggang justru menghindari melakukan latihan punggung dengan alasan takut cedera. Pengukuran strength dengan menggunakan MMT. Dinamometer dan Sphygmomanometer. Motivasi orang yang bersangkutan KEKUATAN OTOT PUNGGUNG Otot punggung memiliki peranan yang sangat besar dalam aktivitas sehari-hari. Otot punggung yang lemah menggambarkan potensi cedera yang tinggi. Simpanan energi dan suplai darah g. baik secara dinamik maupun statik. berenang. Dalam olahraga. menimba air. Tipe kontraksi otot e. di mana latihan punggung dengan beban justru membantu meningkatkan kekuatan otot punggung sehingga rasa sakit tersebut bisa dihilangkan atau diminimalisir. Hal yang sebaliknya justru terjadi. hingga panjat tebing dan gulat. judo (menarik). Bersamaan dengan otot-otot yang menyelimuti perut. Sakit pinggang yang diderita oleh banyak orang adalah pertanda otot punggung yang lemah. Gerakangerakan seperti saat tarik tambang.

khususnya saat pengukuran antropometri gagal membedakan seseorang undernourished dari underweight. Alat yang digunakan dalam tes Grip Strenght ini adalah Grip Strenght Dynamometer atau Hand Dynamometer. maka sangat perlu untuk kekuatan otot ini tetap selalu dilatih untuk ditingkatkan kekuatannya. Kekuatan otot genggaman tangan juga termasuk dalam komponen kesegaran jasmani. Satuan dari alat ini adalah Kilogram (Kg ). Kekuatan genggaman tangan adalah salah satu metode yang umum digunakan dalam pengukuran kekuatan ekstremitas atas. Adanya perbedaan kekuatan genggaman tangan antara laki-laki dan perempuan dapat dijelaskan oleh besarnya perbedaan massa otot antara laki-laki dan perempuan. dan nilai tertinggi yang digunakan dalam analisis. Kekuatan genggaman tangan merupakan suatu indikator status nutrisi yang sangat berguna. tangan kanan menyilang perut. Perempuan secara signifikan memiliki kekuatan yang lebih rendah per cm2 luas otot lengan. Pengukuran dilakukan sebanyak tiga kali. Setelah dijelaskan subyek kemudian menarik pegas dynamometer sekuat yang bisa dilakukan dalam beberapa detik kemudian dilepaskan. . Pengukuran dilakukan pada posisi berdiri dengan kaki kiri maju.KEKUATAN OTOT TANGAN Kekuatan genggaman tangan memerlukan kombinasi aksi dari sejumlah otot tangan dan lengan bawah. dan aksi ini sangat penting untuk banyak aktivitas sehari-hari.

Fox. Daya ledak ini harus ditunjukkan oleh perpindahan tubuh (dalam tendangan jauh) atau benda (peluru yang ditolakkan) melintasi udara. misalnya pada atlet seperti melempar. • Daya ledak ialah kemampuan sebuah otot atau sekelompok otot untuk mengatasi tahanan beban dengan kekuatan dan kecepatan tinggi dalam satu gerakan yang utuh (Suharno HP. • Radcliffe dan Farentinos (1985:1-33) menyatakan bahwa daya ledak adalah faktor utama dalam pelaksanaan segala macam ketrampilan gerak dalam berbagai cabang olahraga. serta gerak lain yang bersifat eksplosif. seberapa jauh seseorang dapat melempar. tendangan tinggi atau tendangan jauh (Harre. seberapa cepat seseorang dapat berlari dan lainnya.1988:144 ). Unjuk kerja kekuatan maksimal yang dilakukan dalam waktu singkat ini tercermin seperti dalam aktivitas tendangan tinggi.DAYA LEDAK OTOT Berikut adalah berbagai definisi dari daya ledak otot berdasarkan literature yang berbedabeda: • Daya ledak merupakan suatu unsur diantara unsur-unsur komponen kondisi fisik yaitu kemampuan biomotorik manusia. • Daya ledak ialah kombinasi dari kecepatan maksimal dan kekuatan maksimal. tolak peluru. Daya ledak merupakan salah satu dari komponen gerak yang sangat penting untuk melakukan aktivitas yang sangat berat karena dapat menentukan seberapa kuat orang memukul. • Daya ledak adalah suatu kemampuan seorang atlet untuk mengatasi suatu hambatan dengan kecepatan kontraksi yang tinggi. • Daya ledak merupakan hasil perpaduan dari kekuatan dan kecepatan pada kontraksi otot (Bompa. yang dapat ditingkatkan sampai batas-batas tertentu dengan melakukan latihan-latihan tertentu yang sesuai.1982:16). Daya ledak atau explosive power adalah kemampuan otot atau sekelompok otot seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimal yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya atau sesingkat-singkatnya.1983:231.1983:167). Lebih lanjut dikatakan bahwa daya ledak adalah kemampuan olahragawan untuk mengatasi tahanan dengan suatu kecepatan kontraksi tinggi (Harre. Daya ledak ini diperlukan di beberapa gerakan asiklis. Berdasar pada definisi-definisi di atas dapat disimpulkan bahwa dua unsur penting yang menentukan kualitas daya ledak adalah kekuatan dan kecepatan. 1984:11). dimana otot-otot harus mengeluarkan kekuatan dengan kecepatan yang tinggi. agar dapat membawa tubuh atau obyek pada saat pelaksanaan gerak untuk dapat mencapai suatu jarak (Janssen. 1982:102). .

1984 : 17). kekuatan dan kecepatan dilatih secara simultan (Jessen. Latihan kombinasi antara kekuatan dan kecepatan merupakan latihan untuk meningkatkan kualitas kondisi fisik dengan tujuan utama meningkatkan daya ledak. Schultz dan Bangertes. ALAT Alat yang di gunakan pada praktikum kali ini adalah : 1. Berdasar pada beberapa pendapat para ahli tersebut. Adapun dalam mengembangkan daya ledak. dapat ditarik suatu pengertian bahwa daya ledak otot tungkai adalah suatu kemampuan otot tungkai untuk melakukan aktivitas secara cepat dan kuat untuk menghasilkan tenaga.Upaya dalam meningkatkan unsur daya ledak dapat dilakukan dengan cara : • • • meningkatkan kekuatan tanpa mengabaikan kecepatan atau menitik beratkan pada kekuatan meningkatkan kecepatan tanpa mengabaikan kekuatan atau menitik beratkan pada kecepatan meningkatkan kedua-duanya sekaligus. Grip dynamometri 3. Penderita berdiri di atas alas dynamometri dengan kedua kaki dan pandangan lurus ke depan 2. 1980:75 ). IV. Peganglah pegangan dynamometri yang terhubung pada alas melalui rantai yang dapat disesuaikan ketinggiannya . Back and leg dynamometri 2. TATA CARA KERJA PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT PUNGGUNG Posisi AWAL penderita berdiri: 1. Latihan tersebut memberikan pengaruh yang lebih baik terhadap nilai dinamis jika dibandingkan dengan latihan kekuatan saja. Jangka sudut ROM V. beban latihan tidak boleh terlalu berat sehingga gerakan yang dilakukan dapat berlangsung cepat dan frekuensinya banyak (Pyke.

Posisi kaki dipertahankan tetap lurus 5. 3. Penderita berdiri tegak dengan posisi tangan berada di samping Peganglah pegangan grip pada posisi yang nyaman Pada hitungan ketiga. Peganglah pegangan dynamometri yang terhubung pada alas melalui rantai yang dapat disesuaikan ketinggiannya 3. 3x. 5. Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil pengukura kekuatan otot kaki PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT JARI TANGAN Posisi AWAL penderita berdiri 1. Sesuaikan panjang rantai dengan memperhatikan sudut yang dibentuk antara paha dengan betis sebesar 120 derajat sampai pasien merasa nyaman dengan kondis tersebut 4. Sesuaikan panjang rantai dengan memperhatikan sudut yang dibentuk antara punggung badan dan kaki sebesar 30 derajat sampai pasien merasa nyaman dengan kondisi tersebut 4. 2. Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil pengukuran kekuatan otot punggung PEMERIKSAAN KEKUATAN OTOT KAKI Posisi AWAL penderita berdiri: 1. pasien dimint menarik pegangan dynamometri dengan cara menegakkan punggung badan semampunya. 4. Penderita berdiri di atas alas dynamometri dengan punggung badan dan pandangan lurus ke depan 2. Pada hitungan ketiga. Posisi punggung badan dipertahankan tetap lurus. pasien diminta menarik oegangan dynamometri dengan cara meluruskan kaki semampunya. pasien diminta menarik pegangan grip Catat angka yang tertera pada monitor dynamometri sebagai hasil Ulangi prosedur tersebut sebanyak 1x. dan 5x dalam 1 menit memegang dan pandangan lurus ke depan dynamometri dengan mempertahankan posisi tangan tetap lurus di samping pengukuran kekuatan otot kaki . 5. Pada hitungan ketiga.3.

Layar pada alat sensor akan menampilkan angka 1 (pertanda untuk lompatan pertama) 3. Setelah bunyi beep terdengar. VI. praktikan melompat setinggi-tingginya.1 Kekuata n Kaki 107.5 Kekuatan punggung 108 88 45 24. praktikan melakukan proses yang telah disebutkan di atas.9 43. 4.4 15. Bandingkan hasil pengukuran kekuatan otot dengan dan tanpa repetisi PEMERIKSAAN DAYA LEDAK OTOT Posisi AWAL penderita berdiri 1.8 15.4 21.5 47 menggunakan awalan maupun tidak.2 46.3 26.1 22.9 18.5 91 29 24 37.1 19. Layar akan menampilkan tinggi lompatan 5. Praktikan berdiri di atas mat lalu menyalakan alat sensor dengan cara menekan tombol ON 2.5 102.9 40. Setelah tampilan angka 2 dan bunyi beep.8 47. DATA HASIL PENGAMATAN Nama Yusuf Mirzaq Yudhis Eki Anggi Firda Respon Time 49 60 42 37 42 33 Kekuatan tangan Kanan Kiri 48.6. Praktikan diperbolehkan melompat dengan melompat memijak mat dari alat ini.6 27. Percobaan dinyatakan VALID hanya jika kedua kaki praktikan setelah Pembanding : .

Ada beberapa hal yang dilakukan dalam percobaan kali ini.VII. waktu tempuh dan besar kekuatan otot. dan tangan dengan menggunakan dynamometer. Seluruh praktikan mencoba ngrip dynamometer dan dapat didapatkan hasil bahwa . Kekuatan otot sejatinya terdiri dari 2 pengertian dasar yakni strength dan power. Keadaan dinamis ini dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu kecepatan. Dikarenakan waktu yang terbatas. Percobaan dilakukan pada tangan kanan dan kiri dengan posisi tangan lurus ke bawah. maka dari itu hanya dilakukan oleh keenam praktikan tanpa pemanasan terlebih dahulu. Alat ini ditekan sekuat mungkin dengan jari tangan. KEKUATAN OTOT TANGAN Kami mengukur kekuatan otot tangan (manus digitorum) dengan menggunakan Grip Dynamometer. yaitu pengukuran strength pada kaki. Selain itu power diukur dengan menggunakan vertikal jump. Perbedaan antara keduanya terletak di cara bagaimana keduanya mengukur pada tubuh manusia. Fungsi dari pemanasan ini yaitu agar otot pada tubuh lebih meregang sehingga akan didapatkan perbedaan antara kekuatan otot sebelum pemanasan dan sesudah pemanasan. PEMBAHASAN Pada praktikum kali ini kami mempelajari tentang kekuatan otot. Strength mengukur kekuatan otot pada saat keadaan statis sedangkan power mengukur kekuatan otot pada saat keadaan dinamis. Seharusnya pada praktikum ini dilakukan 2 macam kondisi percobaan yaitu dengan melakukan pemanasan terlebih dahulu dan langsung melakukan praktikum. Disini akan dibahas bagaimana alat dynamometer dan jump meter digital bekerja serta hasil dari pengukuran. kemudian pada layar akan muncul seberapa besar kekuatan jari-jari tangan (dalam kilogram). punggung.

Pengkategorian pada tabel di atas kemungkinan berdasarkan dari survey pada masyarakat Barat. didapatkan sebuah hasil bahwa laki-laki memiliki kekuatan otot yang lebih besar pada ekstremitas bawah jika dibandingkan dengan perempuan. Berdasarkan table yang sama. Mungkin akan berbeda hasilnya dengan seseorang yang memiliki kebiasaan menggunakan tangan kiri lebih sering daripada tangan kanan (kidal). Hal ini dikarenakan laki – laki cenderung memiliki kekuatan otot yang lebih besar daripada perempuan. Fungsi dari leg dynamometer yaitu untuk mengukur besar kekuatan otot bagian ekstremitas bawah. Berikut ini adalah table hasil tes grip dynanometri beserta kategorinya berdasarkan literature yang kami dapat: Rating* excellent very good above average average below average Poor very poor Males (kg) > 64 56-64 52-56 48-52 44-48 40-44 < 40 Females (kg) > 38 34-38 30-34 26-30 22-26 20-22 < 20 Berdasarkan table di atas. Disitu akan muncul seberapa besar kekuatan otot pada ekstremitas bawah kita. kekuatan otot akan semakin besar jika tiap hari ia dipergunakan dan dilatih. Dari praktikum yang dilakukan . Ini disebabkan massa otot laki-laki lebih besar daripada wanita. Ini dikarenakan jari kanan lebih sering digunakan daripada jari kiri. badan tegak lurus menghadap lurus ke depan. Cara penggunaan alat ini yaitu. dapat disimpulkan bahwa kekuatan otot Mirzaq dan Yusuf adalah di bawah rata-rata. kemudian kaki ditekuk hingga membentuk sudut 120o kemudian menarik pegangan yang ada pada dynamometer. Dalam percobaan ini juga didapatkan hasil bahwa kekuatan otot laki-laki cenderung lebih besar jika dibandingkan dengan kekuatan otot perempuan. sedangkan kekuatan otot tanganYudis buruk. Tentunya kategori tersebut akan berbeda apabila survey dilakukan pada orang-orang Asia.tangan kanan memiliki kekuatan otot lebih besar daripada tangan kiri. kekuatan otot tangan semua praktikan perempuan tergolong sangat buruk. namun hasil dari praktikum yang dilakukan menunjukkan bahwa semua praktikan memiliki kekuatan oto kaki . KEKUATAN OTOT KAKI Hal kedua yang akan dibahas yaitu leg dynamometer. Hal ini menunjukkan bahwa kekuatan otot sangat dipengaruhi oleh latihan dan frekuensi penggunaan.

Pada hasil praktikum kali ini menunjukkan bahwa rata – rata nilai kekuatan otot jantung lebih rendah daripada nilai kekuatan otot punggung. Untuk mengetahui daya ledak otot tungkai dapat dilakukan tes vertical jump.yang sangat buruk karena nilai yang diperoleh berada di bawah nilai buruk. Firda dan Yusuf memiliki nilai yang cukup parah sedangkan yang lain sangat parah. Tes ini dapat dilakukan secara manual yaitu dengan cara melompat setinggi-tingginya sambil menjulurkan tangan ke atas dan menggoreskan kapur ke papan. KEKUATAN OTOT PUNGGUNG Alat untuk mengukur kekuatan otot punggung juga menggunakan alat untuk mengukur kekuatan otot kaki. Hal ini disebabkan kurang digunakannya kekuatan otot kaki secara maksimal sehingga selama ini peregangan yang terjadi cenderung berada di ambang minimum. Pemeriksaan otot punggung ini mungkin memiliki sedikit sensasi rasa yang berbeda daripada pemeriksaan otot yang lain karena ketika harus menarik beban sekuat tenaga dengan menggunakan punggung maka punggung akan terasa cukup nyeri terlebih pada orang – orang yang cukup jarang memanfaatkan otot punggungnya pada kondisi sehari – hari. Cara . Daya ledak otot atau yang biasa disebut dengan muscular power adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakan kekuatan maksimum yang dikerahkan dalam waktu yang sependek-pendeknya. Ini semakin menunjukkan bahwa praktikan selama ini jarang menggunakan kekuatan ototnya secara maksimum. DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI Pada percobaan terakhir kami mengukur daya ledak otot tungkai dengan mengetahui ketinggian lompatan. Hanya bedanya pada posisi pada saat mengukur besarnya kekuatan otot punggung adalah dengan posisi badan agak membungkuk dengan membentuk sudut sebesar 30o antara punggung badan dan kaki. dapat dinyatakan bahwa daya ledak (Power) sama dengan kekuatan (force) dikalikan dengan kecepatan (velocity). Alat ini terdiri atas dua komponen utama yaitu landasan (rubber mat) yang menerima sinyal berupa tekanan dan waktu lompatan yang kemudian ditransmisikan ke komponen kedua yang mengonversi sinyal tersebut menjadi tinggi lompatan (dalam centimeter). Ketinggian goresan kapus pada papan dapat menyatakan ketinggian lompatan. Dalam hal ini. Di pasaran alat ini dikenal dengan Jump Meter Digital. Namun dalam praktikum ini kami mengukur daya ledak otot menggunakan perangkat elektronik yang dapat mengonversi tekanan pada sebuah mat / landasan dan waktu menjadi ketinggian lompatan.

VIII. hasil tes dianggap gagal dan harus diulang. . mula-mula praktikan berdiri di atas landasan. Sebutkan alat – alat yang di pakai untuk mengukur kekuatan otot! Jawaban : Alat – alat yang di pakai dalam percobaan ini adalah  a) Back and leg dynamometri b) Grip dynamometri c) Jangka sudut ROM 3. Namun jika ketika mendarat kaki berada di luar landasan. Apa perbedaan antara strength dan power? Jawaban : PERBEDAAN Waktu Terjadinya STRENGTH POWER pada kontraksi isometrik pada kontraksi dinamis kekuatan otot. Setelah tombol on ditekan. otot mampu melakukan recruitment secara optimal. Setelah mendarat di landasan. boleh menggunakan awalan atau tidak. di layar akan muncul angka yang merepresentasikan ketinggian lompat. Praktikan kemudian melompat setinggi-tingginya. Kemudian proses ini diulang untuk kedua kalinya. Namun peregangan yang di lakukan juga perlu di wspadai karena peregangan yang berlebihan dan membuat otot berkontraksi secara maksimum hingga di luar batas wajar yang dikhawatirkan akan menyebabkan cedera otot ataupun kram. akan muncul angka 1 yang diikuti dengan bunyi beep yang menjadi indikasi untuk mulai melompat.kerja alat ini cukup sederhana. PERTANYAAN 1. Sebutkan pengaruh peregangan pada kekuatan otot! Jawaban : Peregangan yang di lakukan sebelum melakukan praktikum adalah untuk mongoptimalkan kebugaran fisik dan membuat otot meregang sehingga akibat terjadinya peregangan itu. jarak. Alat ini cukup mudah dan praktis untuk digunakan. dan kecepatan waktu tempuh Faktor yang kekuatan otot mempengaruhi 2. namun sayang alat ini kurang akurat dan dapat dimanipulasi.

3x. tetapi dengan repetisi tersebut akan mengakibatkan kekuatan otot yang makin membesar 6. 5x : jika dibandingkan antara ketiganya maka akan didapatkan hasil yang berbeda-beda dan kurang maksimal ini dikarenakan otot sudah terlalu lelah untuk melakukan kerja yang berulang-ulang. dan 5x Jawaban : a. 5. Peregangan : Tidak dilakukan peregangan sebelum praktikum karena waktu percobaan sangat terbatas. Keadaan tonus otot saat istirahat. makin besar skelet makin Innervasi otot baik pusat maupun perifer. tonus makin rendah berarti kekuatan Umur dan jenis kelamin juga menentukan baik dan tidaknya kekuatan tergantung dari proses hypertropi otot.4. b. Faktor apa saja yang dapat meningkatkan kekuatan otot? Jawaban : Menurut Suharno Hp. Repetisi 1x. Dari hasil percobaan. makin Tergantung besar kecilnya rangka tubuh. g) otot. Keadaan zat kimia dalam otot (glykogen. banyak fibril yang otot yang bekerja berarti kekuatan bertambah besar besar kekuatan. 3x. . ATP). bandingkan kekuatan otot akibat pengaruh : a) Peregangan b) Repetisi 1x. Sebutkan pengaruh repetisi pada kekuatan otot! Jawaban : Repetisi mengakibatkan kekuatan otot semakin membesar tetapi di samping itu menyebabkan kerja otot menjadi tidak maksimal karena sudah terlalu lelah ketika melakukan kegiatan tersebut selama berkali – kali. (1993: 39-40) faktor-faktor penentu kekuatan otot adalah: a) b) c) d) e) f) Besar kecilnya potongan melintang otot (potongan morfologis yang Jumlah fibril otot yang turun bekerja dalam melawan beban. otot tersebut pada saat bekerja makin besar.

Peregangan berpengaruh untuk mongoptimalkan kebugaran Besar kecilnya potongan melintang otot (potongan morfologis yang Jumlah fibril otot yang turun bekerja dalam melawan beban. (1993: 39-40) faktor-faktor penentu kekuatan otot adalah: a. f. KESIMPULAN Kesimpulan yang kami dapatkan dari praktikum kekuatan otot ini adalah : 1. ATP). d. Keadaan tonus otot saat istirahat. otot mampu melakukan recruitment secara optimal. tonus makin rendah berarti kekuatan Umur dan jenis kelamin juga menentukan baik dan tidaknya kekuatan tergantung dari proses hypertropi otot. Rata – rata hasil kekuatan otot yang yang di dapat berada di bawah ‘cukup’ hal ini disebabkan karena praktikan sangat jarang sekali menggunakan kekuatan ototnya secara optimal sehingga mempengaruhi nilai kekuatannya. b. otot tersebut pada saat bekerja makin besar. banyak fibril yang otot yang bekerja berarti kekuatan bertambah besar besar kekuatan. Repetisi mengakibatkan kekuatan otot semakin membesar tetapi di samping itu menyebabkan kerja otot menjadi tidak . Keadaan zat kimia dalam otot (glykogen. 2. e. makin Tergantung besar kecilnya rangka tubuh. c. IX.7. Faktor apa saja yang dapat meningkatkan kekuatan otot? Jawaban : Menurut Suharno Hp. fisik dan membuat otot meregang sehingga akibat terjadinya peregangan itu. Namun peregangan yang di lakukan juga perlu di wspadai karena peregangan yang berlebihan dan membuat otot berkontraksi secara maksimum hingga di luar batas wajar yang dikhawatirkan akan menyebabkan cedera otot ataupun kram 3. makin besar skelet makin Innervasi otot baik pusat maupun perifer. g. otot.

com/artikel/health_corner/1277/Jaga_Otot_Punggun g_Anda/ .andriewongso.maksimal karena sudah terlalu lelah ketika melakukan kegiatan tersebut selama berkali – kali. X. DAFTAR PUSTAKA http://www.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful