46

BAB II PENGATURAN KLAUSUL AKTA SEWA MENYEWA RUMAH YANG DI BUAT DIHADAPAN NOTARIS

A. Perjanjian Sewa Menyewa 1. Pengertian Sewa Menyewa Secara umum, perjanjian dirumuskan dalam Pasal 1313 KUH Perdata yang menyatakan bahwa suatu perjanjian adalah suatu perbuatan dimana satu orang atau lebih mengikatkan diri terhadap satu orang atau lebih. Suatu perjanjian akan melahirkan perikatan pada pihak-pihak yang membuatnya seperti dinyatakan dalam Pasal 1233 KUH Perdata bahwa tiap-tiap perikatan dilahirkan, baik karena perjanjian maupun karena undang-undang. Sebelum penulis menguraikan tentang pengertian perjanjian, ada baiknya jika terlebih dahulu penulis menguraikan tentang pengertian perikatan, dimana perikatan itu berkaitan dengan adanya suatu perjanjian. Suatu perikatan adalah untuk memberikan sesuatu, untuk berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu. Sedangkan suatu perjanjian adalah suatu peristiwa dimana seseorang berjanji kepada pihak lain atau orang lain atau dimana dua orang saling berjanji untuk melaksanakan sesuatu hal. Dari peristiwa tersebut, Perjanjian itu menimbulkan suatu perikatan antara dua orang yang membuatnya. Dengan demikian hubungan antara perikatan dengan perjanjian adalah bahwa perjanjian itu menerbitkan perikatan.

31

Universitas Sumatera Utara

47

Perikatan melahirkan hak dan kewajiban dalam lapangan hukum harta kekayaan, karena setiap perjanjian akan selalu melahirkan perikatan maka perjanjian juga akan melahirkan hak dan kewajiban dalam lapangan hukum harta kekayaan bagi pihak-pihak yang membuat perjanjian. Dengan membuat perjanjian, pihak yang mengadakan perjanjian secara sukarela mengikatkan diri untuk menyerahkan sesuatu, berbuat sesuatu atau tidak berbuat sesuatu guna kepentingan dan keuntungan dari pihak terhadap siapa ia telah berjanji atau mengikatkan diri dengan jaminan atau tanggungan berupa harta kekayaan yang dimiliki dan akan dimiliki oleh pihak yang membuat perjanjian atau yang telah mengikatkan diri tersebut.”Dengan sifat sukarela, perjanjian harus lahir dari kehendak dan harus dilaksanakan sesuai dengan maksud dari pihak yang membuat perjanjian”56 ”Pernyataan sukarela menunjukkan pada kita semua bahwa perikatan yang bersumber dari perjanjian tidak mungkin terjadi tanpa dikehendaki oleh para pihak yang terlibat atau membuat perjanjian tersebut.”57 Ini berbeda dari perikatan yang lahir dari undang-undang, yang menerbitkan kewajiban bagi salah satu pihak dalam perikatan tersebut, meskipun sesungguhnya para pihak tidak menghendakinya. Selanjutnya pernyataan dalam lapangan harta kekayaan, dimaksud untuk membatasi bahwa perjanjian yang dimaksudkan disini adalah perjanjian yang

56 57

Hardi Kartono, Hukum Perjanjian,Fakultas Hukum Unpad, Bandung,1989, hal 78 Rai Wijaya,Merancang suatu Kontrak, Kanisius, Jakarta, 2003, hal 43

Universitas Sumatera Utara

48

berkaitan dengan harta kekayaan seseorang sebagaimana dijamin dengan ketentuan Pasal 1131 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang berbunyi sebagai berikut : Segala kebendaan si berutang, baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak, baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari, menjadi tanggungan untuk segala perikatannya perseorangan. Seperti yang dikemukakan pada bab sebelumnya, Pasal 1548 KUH Perdata merumuskan bahwa “sewa menyewa adalah suatu perjanjian, dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk memberikan kepada pihak yang lainnya kenikmatan dari suatu barang, selama suatu waktu tertentu dan pembayaran suatu harga, yang oleh pihak tersebut belakangan ini disanggupi pembayarannya.”58 Sewa menyewa adalah persetujuan antara pihak yang menyewakan dengan pihak penyewa. Pihak yang menyewakan atau pihak pemilik menyerahkan barang yang hendak disewa kepada pihak penyewa untuk dinikmati sepenuhnya.Sebagai salah satu dari perjanjian, maka sewa menyewa merupakan suatu persetujuan antara pihak yang menyewakan dengan pihak penyewa.Berdasarkan rumusan tersebut, dapat disimpulkan beberapa hal pokok dalam sewa menyewa, yaitu : 1) Sewa menyewa adalah suatu perjanjian Sebagai suatu perjanjian, sewa menyewa harus mengikuti kaidah-kaidah hukum perjanjian. Sebagaimana perjanjian pada umumnya, perjanjian sewa

Sitohang, Ikhtisar Kitab undang-undang Hukum Perdata,Kuda Mas Intra Asia, Jakarta,1989, hal 34

58

Universitas Sumatera Utara

49

menyewa harus memenuhi syarat sahnya perjanjian seperti diatur dalam Pasal 1320 KUH Perdata yaitu : a. Adanya kesepakatan antara mereka yang mengikatkan dirinya b. Pihak-pihak yang melakukannya dianggap cakap untuk membuat suatu perjanjian, c. Adanya hal tertentu yang diperjanjikan, dan d. Perjanjian itu harus mengandung suatu sebab yang halal. Para pihak yang membuat perjanjian, apabila dianggap cakap secara hukum, selayaknya atau dianggap sudah mengetahui bahwa mereka tidak hanya mengikatkan diri terhadap apa yang dinyatakan dalam perjanjian yang dibuatnya tetapi juga telah mengikatkan diri terhadap segala ketentuan perundang-undangan, kepatutan dan kebiasaan seperti diatur dalam Pasal 1339 KUH Perdata yang berbunyi : “Suatu perjanjian tidak hanya mengikat untuk hal-hal yang dengan tegas dinyatakan didalamnya, tetapi juga untuk segala sesuatu yang menurut sifat perjanjian, diharuskan oleh kepatutan, kebiasaan atau undang-undang”.59 Menelaah bunyi pasal tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa setidaknya ada dua unsur yang menentukan keterikatan para pihak terhadap perjanjian yang dibuatnya, yaitu : a. Klausul-klausul perjanjian yang telah disepakati b. Kewajiban dan atau larangan yang timbul dari kebiasaan, kepatutan serta undang-undang yang terkait dengan sifat perjanjian yang dibuatnya.
59

Ibid Hal 56

Universitas Sumatera Utara

Dalam hal perjanjian sewa menyewa. Hukum Perjanjian Cet Ke-20. ”Menurut Subekti. hal. Intermassa. dengan sendirinya berlaku sebagai undang-undang (pacta sunt servanda) bagi pihak-pihak yang telah menyepakatinya. dengan tidak memikirkan soal-soal lainnya. Pada umumnya mereka hanya menyetujui hal-hal pokok saja. Subekti. apabila para pembuatnya tidak mengadakan aturan-aturan sendiri dalam perjanjian yang dibuatnya selama tidak mengabaikan kewajiban atau larangan peraturan perundang-undangan yang berlaku. maka klausul-klausul perjanjian yang dibuat dan disepakati oleh para pihak pembuat perjanjian itu.13 Universitas Sumatera Utara . . yang menyatakan bahwa “semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya”. memang tepat sekali nama hukum pelengkap bagi hukum perjanjian karena hukum perjanjian dapat dikatakan melengkapi perjanjian-perjanjian yang dibuat secara tidak lengkap”. setiap orang yang telah dianggap cakap diperbolehkan membuat “undang-undang” sendiri bagi para pihak yang menyepakati suatu perjanjian yang dibuatnya.50 Seperti dinyatakan oleh Pasal 1338 ayat (1) KUH Perdata.61 Biasanya orang yang mengadakan suatu perjanjian tidak mengatur secara terperinci semua persoalan yang bersangkutan dengan perjanjian itu. 60 61 R. hal. perjanjian sudah dianggap cukup jika sudah memuat klausul-klausul apabila setuju tentang barang dan harga sewanya. maka pasal tersebut seolah-olah berisikan suatu pernyataan kepada masyarakat bahwa kita diperbolehkan membuat perjanjian yang berupa dan berisi apa saja (atau tentang apa saja) dan perjanjian itu akan mengikat mereka yang membuatnya seperti suatu undang-undang atau dengan perkataan lain bahwa dalam soal perjanjian. Jakarta 2004.60 Pasal-pasal dari hukum perjanjian hanya berlaku.14 Ibid. Menurut Subekti dengan menekankan pada kata “semua”.

S Lumban Tobing. Perikatan Yang Lahir Dari UndangUndang. sewa usaha Than Thong Kie. Study Notariat dan Serba-Serbi Praktek Notaris Buku I. Bagi pembuat perjanjian yang memahami hukum tentu akan berfikir bahwa apabila dikemudian hari terdapat masalah maka yang bersangkutan akan tunduk saja pada hukum dan undang-undang. “Sistem terbuka dalam hukum perjanjian telah memberi peluang yang sangat luas bagi munculnya jenis-jenis perjanjian baru yang lazimnya merupakan gabungan dari perjanjian-perjanjian bernama tersebut”63. Jakarta.51 Tentang dimana barang harus diserahkan.Jakarta. perjanjian sewa beli. Ichtiar Baru Van Hoeve. ”Namun apabila pembuat perjanjian itu tidak atau kurang memahami hukum maka akan berlandaskan pada kebiasaan setempat yang mungkin saja kebiasaan itu sesungguhnya lahir atau sejalan dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku”62 Gambaran tersebut diatas memperlihatkan bahwa perjanjian menganut sistem terbuka yang juga mengandung pengertian bahwa KUH Perdata hanya mengatur perjanjian khusus atau perjanjian bernama yang sudah memang dikenal masyarakat ketika KUH Perdata dibentuk. siapa yang harus memikul biaya pengantaran barang. 2000 63 G. Perjanjian sewa menyewa telah berkembang sedemikian rupa sesuai dengan perkembangan kebutuhan masyarakat seperti. Seri Hukum Perikatan.H. tentang bagaimana barang itu musnah dalam perjalanan. Erlangga. soalsoal itu lazimnya tidak terpikirkan dan tidak diperjanjikan. 2003 62 Universitas Sumatera Utara .

bahwa pada dasarnya suatu perjanjian yang dibuat secara lisan antara dua atau lebih orang yang telah mengikat. Azas ini tidak hanya sekedar mengandung pengertian adanya syarat kesepakatan dalam suatu perjanjian tetapi lebih dari itu. Perjanjian sewa menyewa seperti halnya perjanjian jual beli dan tukar menukar mengandung azas konsensualitas. Subekti. azas konsensualitas memperlihatkan kepada kita semua. Hal. Hukum Perjanjian. Menurut Kartini Mulyadi dan Gunawan Wijaya.dan karenanya telah melahirkan kewajiban bagi salah satu atau lebih dalam perjanjian tersebut. seperti yang dijelaskan oleh Subekti sebagai berikut : Arti Azas konsensualisme ialah pada dasarnya perjanjian dan perikatan yang timbul karenanya itu sudah dilahirkan sejak detik tercapainya kesepakatan. Jakarta. 2) Adanya Suatu Benda Yang Dapat Memberikan Manfaat (Kenikmatan) Perjanjian sewa menyewa tidak mungkin terjadi tanpa adanya suatu yang dapat memberikan manfaat dan kegunaan atau menurut istilah KUH Perdata suatu Suharnoko.52 dengan hak opsi (leasing). Perikatan yang lahir dari perjanjian. segera setelah orang-orang tersebut mencapai kesepakatan atau consensus. perjanjian itu sudah sah apabila sudah sepakat mengenai hal-hal pokok dan tidaklah diperlukan sesuatu formalitas65. 66 Ini pada prinsipnya perjanjian mengikat dan berlaku sebagai pengikat bagi para pihak yang berjanji tidak memerlukan formalitas. Cetakan Kedua. perjanjian bangun-pakai-serah (Build-Operate-Transfer) dan sebagainya64.Raja Grafindo Perdasa. meskipun kesepakatan tersebut telah dicapai secara lisan semata-mata. 2004 R. 2004. Teori dan Analisa Kasus. Jakarta.34-35 65 64 Universitas Sumatera Utara . PT. atau dipersyaratkan adanya suatu tindakan nyata tertentu. walau demikian untuk menjaga pihak debitur (yang berkewajiban untuk memenuhi prestasi) diadakanlah bentuk-bentuk formalitas. Opcit hal 51 66 Kartini Mulyadi dan Gunawan Widjaya.dengan perkataan lain. Prenada Media.

Mengenai penyerahan barang tersebut. dalam perjanjian sewa menyewa yang objek perjanjiannya lebih menitik beratkan kepada wujud bendanya. Jadi. Pada umumnya. dalam praktek sewa menyewa terdapat perbedaan kecenderungan terhadap objek perjanjian yaitu ada yang cenderung terhadap benda (secara fisik) tetapi adapula yang cenderung kepada manfaat yang dimaksud dalam perjanjian atau ada pula antara wujud benda dan manfaatnya mutlak harus ada sebagai objek perjanjian. dalam mana kebendaan itu berada. Misalnya sewa menyewa sebuah kios tidak dipermasalahkan apakah si penyewa akan menggunakannya untuk berjualan atau digunakan sebagai penyimpanan barang sementara sebelum barang dagangannya didistribusikan. atau dengan penyerahan kunci-kunci dari bangunan. Walaupun demikian. terkecuali yang tidak bertubuh. dilakukan dengan penyerahan yang nyata akan kebendaan itu oleh atau atas nama pemilik. apabila kebendaan yang harus diserahkan.Penyerahan tak perlu dilakukan. si penyewa yang aktif mewujudkan manfaat dari benda yang disewanya sedangkan pihak yang menyewakan cukup menyerahkan benda tersebut untuk jangka waktu tertentu kepada penyewa. dengan alasan hak lain. suatu benda sulit dipisahkan dengan manfaat yang ditimbulkannya. antara lain diatur oleh Pasal 612 KUH Perdata sebagai berikut : Penyerahan kebendaan bergerak. telah dikuasai oleh orang yang hendak menerimanya 3) Adanya pihak yang memiliki suatu benda yang dapat memberi manfaat (yang menyewakan) dan pihak yang menggunakan manfaat (penyewa) Universitas Sumatera Utara .53 “kenikmatan” kepada si pemakainya.

54 Unsur ini merupakan subjek perjanjian atau para pihak pembuat perjanjian. Subjek perjanjian dapat merupakan orang per orang (naturlijk person) atau badan hukum (recht person). yang berbunyi : “Segala kebendaan si berutang. Dalam hal. baik yang sudah ada maupun yang baru akan ada dikemudian hari. menjadi tanggungan untuk segala perikatan perseorangan. orang perorangan tersebut melakukan tindakaan hukum dalam kapasitasnya yang berada yaitu tidak untuk kepentingan dirinya sendiri. Secara khusus ketentuan Pasal 1315 KUH Perdata tersebut menunjukkan pada kewenangan bertindak untuk individu pribadi sebagai subjek hukum pribadi yang mandiri. sebagai subjek hukum akan mengikat diri pribadi tersebut. Sehubungan dengan subjek perjanjian. baik yang bergerak maupun yang tidak bergerak. Dengan kapasitasnya kewenangan tersebut. yang berbunyi Pada umumnya tak seorangpun dapat mengikatkan diri atas nama sendiri atau meminta ditetapkannya suatu daripada untuk dirinya sendiri. perjanjian menganut azas personalia. dan lapangan perikatan. yang memiliki kewenangan bertindak untuk dan atas nama dirinya sendiri. perbuatan yang dilakukan oleh orang perorangan. mengikat seluruh harta kekayaan yang dimiliki olehnya secara pribadinya sebagai ketentuan Pasal 1131 KUH Perdata. Azas ini dapat ditemukan dalam dalam ketentuan Pasal 1315 KUH Perdata. sebagai orang yang cakap bertindak dalam hukum maka setiap tindakan. maka kewenangannya harus disertai dengan bukti-bukti yang menunjukkan bahwa memang janji Universitas Sumatera Utara .

yang akan menentukan sampai seberapa jauh kewenangan yang dimilikinya untuk mengikat badan hukum tersebut serta batasanbatasannya. kewenangan curator untuk mengurus harta pailit. Dalam hal ini ketentuan Pasal 1131 KUH Perdata berlaku baginya secara pribadi 2. Perwakilan yang ditetapkan oleh hukum. misalnya dalam bentuk kekuasaan orang tua. Untuk dan atas namanya serta bagi kepentingan dirinya sendiri ”67. Mengenai perwakilan ini. ”Menurut Kartini Muljadi masalah kewenangan seseorang sebagai individu dapat dikategorikan sebagai berikut : 1. kekuasaan wali dari anak dibawah umur. hal17 Universitas Sumatera Utara . dapat dibedakan kedalam : a. Op. Sebagai wakil dari pihak tertentu.cit. b. Dalam hal ini berlakulah ketentuan umum yang diatur dalam buku I KUH Perdata dan Undangundang kepailitan sebagaimana diumumkan dalam Staatsblaad Tahun 67 Kartini Msuljadi dan Gunawan Wijaya. Badan hukum dimana orang perorangan tersebut bertindak dalam kapasitasnya selaku yang berhak dan berwenang untuk mengikat badan hukum tersebut dengan pihak ketiga.55 orang-orang perorangan tersebut tidak membuat atau menyetujui dilakukannya perjanjian untuk dirinya sendiri. Dalam hal ini berlakulah ketentuan mengenai perwakilan yang diatur dalam Anggaran Dasar dari badan hukum tersebut.

Dalam hal ini berlakulah ketentuan yang diatur dalam Bab XVI Buku III KUH Perdata. c.4 Tahun 1998 tentang Kepailitan jo Undang – Undang No 37 Tahun 2004 tentang Kepailitan dan Penundaan Kewajiban Pembayaran Hutang. 348 yang telah diubah dengan pemerintah pengganti undang-undangan No. Sebagai kuasa dari orang atau pihak yang memberikan kuasa. harga sewa hampir dapat dipastikan selalu tercantum dalam klausul perjanjian tertulis. mulai dari Pasal 1792 hingga Pasal 1819 KUH Perdata. Notaris/ PPAT Kota Medan. “Namun dalam masyarakat masih banyak dilakukan perjanjian sewa menyewa hanya dengan perjanjian lisan dengan mengikuti kebiasaan setempat bahkan tidak jarang terjadi pembayaran dilakukan tanpa kwitansi dan hanya mengandalkan ingatan kedua belah pihak”68.56 1905 No. 68 Wawancara dengan Reni Nurul Aini Manurung. Sebagai suatu unsur esensial pada perjanjian. 4) Adanya imbalan pembayaran suatu harga atas manfaat tersebut Imbalan terhadap pembayaran benda dan manfaatnya merupakan hal penting untuk menjadikan suatu perjanjian dapat dikategorikan sebagai perjanjian sewa menyewa karena apabila penggunaan suatu benda dan manfaatnya tanpa adanya kewajiban pembayaran harga sewa maka perjanjian yang dibuat adalah perjanjian pinjam pakai. Tanggal 14 Juni 2010 Universitas Sumatera Utara .217 dan Tahun 1906 No.1 Tahun 1998 jo Undangundang No.

pencantuman “batas waktu yang jelas” sangat diperlukan. Universitas Sumatera Utara . KUH Perdata mengatur ketentuan Pasal 1569 Alinea pertama. Namun demikian tidak diwajibkan untuk semua perjanjian sewa menyewa menyebutkan batas waktunya secara jelas. Ketentuan dalam KUH Perdata dalam hal ini memperhatikan kebiasaan masyarakat tradisional dimana banyak terjadi perjanjian sewa menyewa hanya menentukan jumlah sewa per tahun atau per bulan bahkan sewa menyewa harian seperti misalnya persewaan hotel atau kendaraan. tidak terjadi suatu perjanjian sewa menyewa tanpa adanya batas waktu. Salah satu akibat dari perjanjian lisan. yaitu Tiap-tiap pembayaran memperkirakan adanya suatu utang. yang sudah dijalankan dan tidak terdapat suatu pembayaran maka pihak yang menyewakan harus dipercaya atas sumpahnya. misalnya “sewa menyewa dilangsungkan dari tanggal 1 Januari 2009 sampai tanggal 31 Desember 2010” dan sebagainya. apa yang telah dibayarkan dengan tidak diwajibkan dapat dituntut kembali.57 Atas kemungkinan ini. untuk itu Pasal 1569 KUH Perdata. 5) Adanya jangka waktu Pada prinsipnya. mengantisipasi pengaturan hukumnya sebagai berikut : Jika terjadi perselisihan tentang harga suatu penyewaan yang dibuat dengan lisan. Untuk mencegah timbulnya hal-hal yang tidak diharapkan timbul dikemudian hari dan mencegah penafsiran dan makna ganda. kecuali apabila si penyewa memilih untuk menyuruh menaksir harga sewanya oleh orang-orang ahli. adalah khilaf terhadap jumlah sewa yang diperjanjikan.

Kewajiban untuk menyerahkan barang yang disewa kepada pihak penyewa 2. Pada perjanjian sewa menyewa tercipta tatanan hubungan hukum antara para pihak. Hak dan Kewajiban pihak yang menyewakan dan pihak penyewa . Hubungan hukum ini menimbulkan hak dan kewajiban. Sesuai dengan Pasal 1551 BW. Dalam hal ini penulis meneliti perjanjian sewa menyewa rumah. Adapun mengenai penyerahan benda pada persetujuan sewa menyewa dalam hal ini penulis mengambil contoh sewa menyewa rumah dengan penyerahan nyata atau feitelijk levering. Mengenai kewajiban pertama. 3. selama waktu yang diperjanjikan sehingga barang yang disewa tersebut tetap dapat dipergunakan. dan dapat dinikmati sesuai dengan hajat yang dimaksud pihak penyewa. yang menyewakan harus menyerahkan barang yang disewanya dalam keadaan yang sebaik-baiknya. dimana yang Universitas Sumatera Utara . yakni menyerahkan barang yang disewa kepada pihak penyewa.58 2. Kewajiban pihak yang menyewakan untuk memelihara barang yang disewa. Ketiga macam kewajiban tersebut : 1. Dalam pasal 1550 BW. Menentukan tiga macam kewajiban pihak yang menyewakan. Ketiga macam kewajiban tersebut merupakan kewajiban yang harus dibebankan kepada pihak yang menyewakan. menikmati barang yang disewa selama perjanjian berlangsung. Pihak yang menyewakan wajib memberikan ketentraman kepada si penyewa. sekalipun hal tersebut tidak ditentukan dalam persetujuan.

59 menyewakan tersebut harus melakukan tindakan pengosongan rumah. Tentang kewajiban yang kedua pihak yang menyewakan wajib memelihara dan melakukan perbaikan atau reparasi terhadap rumah tersebut selama perjanjian sewa menyewa tersebut masih berjalan sehingga barang yang disewa tetap dapat dipakai dan dipergunakan sesuai dengan hajat yang dikehendaki pihak penyewa. daripadanya tidak dapat dituntut penyerahan yuridis. Garis besarnya dapat dikatakan sebagai berikut: Reparasi kecil sebagai akibat kerusakan pemakaian normal atas barang yang disewa dibebankan kepada pihak penyewa sedang reparasi dan pemeliharaan barang diletakkan menjadi kewajiban pihak yang menyewakan. Bagaimana halnya apabila dalam keaadaan tertentu kewajiban itu sedemikian rupa beratnya? Misalnya barang yang terdapat didalam rumah yang disewa tadi seluruhnya atau sebagian besar rusak atau tiba-tiba lenyap oleh sesuatu sebab yang Universitas Sumatera Utara . serta menentukan barang yang disewa. bahkan si penyewa bukan berkedudukkan sebagai sipemilik dan tidak perlu sebagai beziter. Hal ini juga sesuai dengan kedudukan penyewa atas barang yang disewa. Karena dalam sewa menyewa rumah tersebut pihak yang menyewakan hanya wajib melakukan penyerahan nyata. karena itu tidak diperlukan penyerahan yuridis cukup dengan jalan menyerahkan barang dibawah penguasaan penyewa. Jadi selama perjanjian sewa menyewa rumah tersebut masih berlangsung pemeliharaan dan perbaikan menjadi kewajiban pihak yang menyewakan. kecuali reparasi yang ditanggung oleh pihak penyewa sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 1555 ayat 2 KUHPerdata.

Meminta pembatalan sewa menyewa Kewajiban pemeliharaan reparasi atas barang yang disewa harus benar-benar membawa ketentraman bagi pihak penyewa untuk menikmatinya. karena itu suatu reparasi pemeliharaan yang benar-benar sangat diperlukan adalah merupakan kewajiban positif.60 tidak diduga? Dalam hal ini untuk menghindar pihak yang menyewakan dari kewajiban yang terlampau berat tadi sebagai akibat dari overmacht maka dalam Pasal 1533 KUHPerdata menyatakan: Kalau barang yang disewa musnah disebabkan karena kecelakaan . Meminta pengurangan harga sewa. Adapun kewajiban ketiga dari pihak yang menyewakan memberi kenikmatan yang tentram antara lain : Universitas Sumatera Utara . dengan sendirinya persetujuan sewa menyewa menjadi hapus menurut hukum. Jika yang musnah terhadap sebagian saja maka penyewa boleh memilih : a. menimbulkan wanprestasi dengan segala akibat bagi pihak yang menyewakan. Karena itu Pasal 1555 KUHPerdata mewajibkan si penyewa untuk memperbolehkan pihak yang menyewa melakukan reparasi yang benar-benar tidak dapat ditangguhkan sampai kontrak sewa berakhir. b. kewajiban ini berlangsung selama perjanjian sewa menyewa masih berjalan. Akan tetapi pihak yang menyewakan harus diberikan kesempatan yang baik untuk melaksanakan kewajiban reparasi tersebut.

Alumni.69 ”Hak dan kewajiban para pihak di dalam perjanjian sewa menyewa dibagi menjadi dua. Hak dan kewajiban pihak yang menyewakan Perjanjian sewa menyewa adalah perjanjian yang bersifat timbal balik. 2. 91 Universitas Sumatera Utara . yaitu : a. sehingga dengan sendirinya para pihak mempunyai kewajiban yang harus ditepati. Pihak yang menyewakan bertanggung jawab atas cacat barang yang disewa. Hak dan kewajiban pihak yang menyewakan b. Bandung. Hak dan kewajiban pihak penyewa”70. apabila cacat tadi menghalangi pemakaian barang. Menanggung segala kekurangan yang merupakan cacat pada barang yang disewakan sehingga benar-benar si penyewa tidak terhalang menggunakan barang-barang tersebut selama perjanjian sewa menyewa berlangsung. Dari Pasal 1550 Kitab UndangUndang Hukum Perdata dapat disimpulkan kewajiban pokok yang utama dari pihak yang menyewakan ialah : 69 70 R. yaitu apa yang merupakan hak bagi pihak yang lainnya. Aspek-aspek Hukum Pengikatan Nasional. hal. a. Pihak yang menyewakan pada intinya berhak atas harga yang telah disepakati.61 1. Subekti.cit. Op. 3. Ad. hal 227 R.Subekti. Pihak yang menyewakan tidak boleh merubah bangunan dan susunan barang yang disewa selama perjanjian sewa menyewa masih berlangsung. Larangan ini sesuai dengan Azas Penikmatan yang harus diberikan kepada si penyewa adalah atas seluruh barang yang disewa. 1976.

penyewa wajib melunasi uang sewa sesuai dengan jumlah dan waktu yang ditetapkan 2. kecuali jika ia dapat membuktikan bahwa kerusakan itu bukan karena kesalahannya. Ad. Menanggung segala kerusakan yang terjadi selama masa sewa menyewa. Memelihara benda yang disewakan itu sebaik-baiknya dan mempergunakan benda tersebut menurut kegunaannya 3.62 1. 58 Universitas Sumatera Utara . Secara garis besarnya dapat diuraikan sebagai berikut : 1. Harus mengembalikan barang yang disewa dalam keadaan seperti menerima barang tersebut “Hak penyewa untuk menggunakan atau menikmati objek sewa berlaku selama masa sewa”71. 71 Wiryono Prodjodikoro. 1564 dan 1566 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata. b. 1561. Untuk berusaha agar pihak penyewa selama dalam persetujuan berlangsung dapat memakai dan menikmati barang yang disewakan.Cit Hal. hingga barang itu dapat dipakai untuk keperluan yang dimaksud 3.Op. Hak dan kewajiban pihak penyewa Kewajiban pihak penyewa diatur dalam Pasal 1560. Menyerahkan barang yang disewakan kepada pihak penyewa 2. tetapi terjadi diluar kekuasaannya 4. Memelihara barang yang disewakan sedemikian.

B. Pengaturan Klausul Akta Sewa Menyewa Perjanjian sewa menyewa merupakan salah satu perjanjian bernama yaitu perjanjian yang tercantum dan diatur dalam KUHPerdata yang terdiri dari perjanjian jual beli.63 Selama itu hak penyewa dimaksud tidak hilang sekalipun objek dialihkan (dijual) kepada pihak ketiga. perjanjian persekutuan. perjanjian sewa menyewa berkaitan dengan beralihnya penggunaan manfaat selama jangka waktu tertentu sehingga akan menimbulkan permasalahan hukum yang berkaitan dengan benda yang di perjanjikan selama perjanjian berjalan dan saat berakhirnya perjanjian. Didalam perjanjian dikenal azas kebebasan berkontrak. dimana para pihak menurut kehendak bebasnya masing-masing dapat membuat perjanjian dan setiap Universitas Sumatera Utara . perjanjian untuk melakukan pekerjaan. perjanjian penitipan barang.dan perjanjian pinjam meminjam. perjanjian sewa menyewa. Dalam hukum perdata dikenal suatu kaedah yang diatur dalam Pasal 1576 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata yang berbunyi ”jual beli tidak memutuskan sewa menyewa”. kecuali terjadinya pelepasan atau pembatalan perjanjian karena suatu sebab. perjanjian sewa menyewa merupakan perjanjian yang memperoleh pengaturan yang terperinci dari dalam KUHperdata. perjanjian pinjam pakai. perjanjian tukar menukar. perjanjian perkumpulan. Pasal ini memberikan kedudukan yang kuat bagi penyewa dalam memanfaatkan objek sewa. Seperti halnya perjanjian jual beli. Apabila perjanjian jual beli memerlukan pengaturan yang terperinci karena berkaitan dengan peralihan kepemilikan sehingga terdapat banyak permasalaahan hukum yang mungkin timbul.

Pihak-pihak juga dapat bebas menentukan cakupan isi serta persyaratan dari suatu perjanjian dengan ketentuan bahwa perjanjian tersebut tidak boleh bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang bersifat memaksa. -. Kelurahan Sunggal. dilengkapi dengan saluran-saluran air leiding. Kecamatan -----Medan Sunggal. Syarat Perjanjian sewa menyewa yang dibuat di hadapan Notaris adalah sebagai berikut : 1. Notaris /PPAT kota Medan. SH. Klausul Akta sewa menyewa rumah dimana asli sertifikat tidak diperlihatkan kepada Notaris. Pada Tanggal 14 Juli 2010. yang menurut pendaftaran terakhir pada Kantor -----Pertanahan Kotamadya Medan tertanggal 16(enam belas)----------72 Wawancara Dengan Soeparno. ---berikut sebuah AC (Air Conditioner) dan sebuah Water Heater.---. baik ketertiban umum ataupun kesusilaan. listrik----dan sebuah pesawat telephon serta hak-hak atas langganannya.72 7. Ada sangsi bagi yang wanprestasi 6.Penghadap pihak pertama menerangkan dengan ini telah menyewakan--kepada pihak kedua.terletak di Propinsi Sumatera Utara.64 orang bebas mengikatkan diri dengan siapapun yang ia kehendaki. setempat dikenal sebagai -----Komplek Bumi Seroja Permai Blok B nomor 21. Domisili yang di pilih oleh para pihak apabila terjadi sengketa atau perkara. Contoh akta sewa menyewa rumah dimana sertifikat tidak di perlihatkan kepada Notaris. Ada pihak yang menyewakan 2. 1. yang didirikan ---diatas sebidang tanah Hak Milik yaitu sebidang tanah yang---------dimaksudkan pada seritifikat (Tanda Bukti Hak) HAK MILIK-----Nomor : 769. dan penghadap pihak kedua menerangkan pula-------dengan ini telah menerima persewaan dari pihak pertama. Universitas Sumatera Utara . Ada obyek yang di sewakan 4. atas :-----------. Kota Medan. Ada pihak penyewa 3. Ada jangka waktu persewaan 5.sebuah bangunan rumah tempat tinggal permanen berikut------turutannya.

------------------------------------------------------------------------------------Setelah diperiksa oleh pihak yang berwajib ternyata kebakaran disebabkan oleh karena kelalaian /kesalahan pihak kedua.65 September 1996 (seribu sembilan ratus sembilan puluh enam) -----Nomor : 9075/1996 terdaftar atas nama pihak pertama (JUSNA) seluas 166 m2 (seratus enam puluh enam meter persegi).74 73 74 Lihat pada lampiran 1 Lihat pada lampiran 2 Universitas Sumatera Utara . Klausul Akta Perjanjian Sewa menyewa dimana pihak pertama Mengasuransikan bangunan -------------------------------------------Pasal 11----------------------------------------------.-. Oleh karena itu agar tidak terjadi hal-hal yang tidak di inginkan sebaiknya notaris meminta asli sertifikat kepada pemilik rumah untuk diperlihatkan kepada notaris agar memberi jaminan kepada si penyewa.Akan tetapi apabila kebakaran terjadi karena forje majeur. Notaris.Pihak Pertama diwajibkan Mengasuransikan Khusus mengenai kebakaran dengan ketentuan bahwa preminya dipikul dan dibayar oleh pihak pertama. maka kerugian ditanggung oleh pihak pertama. asli ------sertifikat mana tidak diperlihatkan kepada saya. dan apabila bangunan tersebut tidak dapat ditempati lagi maka pihak kedua harus mencari bangunan lain dan menerima ganti rugi dari sisa waktu sewa menyewa tersebut dari pihak pertama. 2. serta polis asuransinya yang berkenaan disimpan oleh pihak pertama selaku pemilik rumah. jika bangunan itu masih ditempati. maka segala kerugian/kerusakan yang diakibatkan oleh kebakaran itu adalah menjadi tanggung jawab pihak kedua sendiri. maka harus diperbaiki dan biaya perbaikan ditanggung oleh pihak pertama.-----------73 Dari bunyi salah satu klausul akta sewa menyewa tersebut diatas dimana objek sewa nya adalah sebuah rumah. Apabila asli sertifikat tidak di perlihatkan kepada notaris maka sebaiknya notaris tidak membuat akta perjanjian sewa menyewa tersebut karena apabila terjadi sengketa sehingga merugikan pihak penyewa maka notaris harus bertanggung jawabterhadap akta yang dibuatnya.

penyewa dan yang menyewakan dapat mengakhiri perjanjian sewa menyewa ini dan uang sewa yang belum dibayarkan. Hak dan kewajiban penyewa dan yang menyewakan f. Dan bila terjadi kerusakan bangunan yang disebabkan oleh penyewa maka penyewa berkewajiban untuk memperbaiki bangunan tersebut seperti sedia kala. Jangka waktu sewa dan cara perpanjangan jangka waktu sewa menyewa b. mengatur tentang force majeure. Sebab-sebab yang tidak akan mengakhiri sewa menyewa tersebut e.66 Menelaah Pasal 11 dalam perjanjian sewa menyewa rumah yang dibuat dihadapan Notaris Ihdina Nida Marbun. Larangan bagi penyewa Universitas Sumatera Utara . termasuk uang jaminan akan dikembalikan oleh yang menyewakan kepada penyewa. Namun bila api yang menyebabkan kebakaran tersebut dari pihak tetangga. Perjanjian ini mengatur tentang kewajiban yang menyewakan untuk mengasuransikan bangunan yang disewakan. dimana bila terjadi kebakaran ataupun bahaya lainnya yang disebabkan diluar kesalahan manusia maka perjanjian dan uang sewa yang masih belum dijalani akan tetap menjadi milik yang menyewakan. dimana pihak pertama mengasuransikan tanah dan bangunan. dapat kita lihat bahwa perjanjian tersebut terdiri dalam beberapa bagian. Dari Pasal yang tercantum dalam perjanjian sewa menyewa rumah dengan akta Notaris. yaitu : a. Tujuan penggunaan rumah d. Harga sewa dan cara pembayaran c.

Bank……. maka pihak pertama bertanggung jawab atas hal tersebut diatas dan wajib mengembalikan sisa uang sewa yang telah diterima pihak pertama selama jangka waktu sewa menyewa yang belum berakhir. sedangkan sewa menyewa belum berakhir jangka waktu nya sehingga rumah tersebut disita oleh Bank.surat persetujuan mana dijahitkan dalam akta ini.. Sanksi i. dimana objeknya menjadi jaminan di Bank -------------------------------------------------.75 Menelaah Akta Notaris Nomor 17 yang dibuat di hadapan Notaris Reni Nurul Aini Manurung . Pihak Kedua tidak akan mendapat tuntutan dan/atau gangguan dari pihak lain yang menyatakan mempunyai hak terlebih dahulu atau turut mempunyai hak atas apa yang disewakan tersebut.yang dikeluarkan oleh pihak Bank….. Force majeure h. apakah perjanjian sewa menyewa tersebut dilakukan sesudah dan sebelum objek sewanya tersebut dijadikan jaminan di bank. -. dan untuk sewa menyewa ini telah mendapat persetujuan dari pihak Bank……..Pihak Pertama menjamin Pihak Kedua tentang apa yang disewakannya tersebut betul adalah hak dan miliknya sendiri.. yang mana pada saat ini menjadi jaminan sesuatu hutang pada suatu PT.67 g.Apabila Pihak pertama tidak membayar kredit utang rumah tersebut yang masih dalam agunan Bank …….Pasal 4---------------------------------------. -. Klausul Perjanjian Sewa menyewa. yaitu kalau perjanjian sewa menyewa dilakukan sebelum objek sewanya dijadikan jaminan di bank tidak jadi masalah dalam membuat perjanjian sewa menyewa tetapi terjadi masalah ketika membuat akta Pemberian Hak Tanggungan 75 Lihat pada lampiran 3 Universitas Sumatera Utara . Penyelesaian perselisihan 3. berdasarkan surat keterangan nomor…. antara Nyonya X ( Pihak yang menyewakan) dan Tuan Y Dimana Objek sewanya dijaminkan kepada Bank Notaris harus mengetahui dengan jelas.Bahwa selama sewa menyewa ini berlangsung.dalam jangka waktu 2 (dua) tahun lamanya. karenanya Pihak Kedua dengan ini dibebaskan oleh Pihak Pertama mengenai hal-hal tersebut.

salah satunya adalah akta pengosongan sedangkan kalau perjanjian sewa menyewa dilakukan sesudah objek sewanya dijadikan jaminan di Bank maka akan jadi masalah karena untuk melakukan sewa menyewa harus mendapat izin dari bank sebagai pemegang hak tanggungan. Sebagai pihak yang menyewakan harus dilindungi pihak yang menyewa karena hak- Universitas Sumatera Utara . Hal ini disebabkan segala sesuatu yang berhubungan dengan objek sewa tersebut harus mendapat izin dari Bank. selama ganti rugi yang terutang belum dilunasi. Oleh karena itu penyewa pada saat datang ke Notaris dan dibacakan oleh notaris membuat klausul mengenai pengosongan dengan jelas. kalau perlu dengan denda sehingga hak sewa tetap dilindungi. apabila tidak ada suatu janji yang tegas. Dalam hal ini banyak sekali dialami para penyewa.68 harus ada klausul tambahan yang disetujui oleh penyewanya dan pihak bank mempunyai surat-surat yang harus ditandatangani oleh penyewa. Objek sewanya yang dijadikan jaminan bank dieksekusi sedangkan sewanya belum berakhir. ia tidak diwajibkan mengosongkan barang yang disewa. si penyewa tidak berhak menuntut suatu ganti rugi. Di dalam ayat (2) nya menjelaskan jika ada perjanjian tersebut. suatu persewaan yang dibuat sebelumnya tidaklah mengakhiri perjanjian yang sebelumnya kecuali apabila telah diperjanjikan pada waktu penyewaan barang. dimana para penyewa tidak merasa terlindungi oleh hukum. sedangkan di dalam Pasal 1576 Kitab Undang-undang Hukum Perdata menyatakan dengan dijualnya barang yang disewa. apabila pada saat sewa menyewanya belum berakhir tetapi objek sewanya eksekusi maka penyewa mendapatkan ganti rugi dari sewa yang belum dinikmati. tetapi jika ada suatu janji seperti tersebut.

Begitu juga notaris yang membacakan perjanjian sewa menyewa tersebut harus bersikap tidak memihak sehingga memberitahukan kepada para pihak tersebut mengenai hak-hak yang akan dialami oleh penyewa apabila ada perjanjian yang jelas maka penyewa tidak langsung keluar dari tempat yang disewanya apabila objek sewa tersebut di eksekusi. maka perjanjian sewa menyewa batal demi hukum. menyampaikan pendapatnya : Bahwa hak penyewa tidak dapat dirugikan (Pasal 1576 Kitab Undang-Undang Hukum Perdata) dengan kata lain masa sewa tidak akan berakhir sampai dengan jatuh waktu berakhirnya sewa menyewa sesuai dengan yang diperjanjikan. SH. Notaris/ PPAT Kota Medan.69 hak penyewa harus diperhatikan. Dalam hal yang demikian ada pengecualian sewa menyewa berakhir kalau di mufakati bersama/ganti rugi kepada si penyewa sesuai dengan ketentuan yang berlaku. karena tanggung jawab berakhirnya perjanjian sewa menyewa ini menjadi tanggung Wawancara Dengan Dwi Rahayu Wijayanti. b. Apabila objek sewa menyewa yang sedang menjadi jaminan bank tersebut disewakan dengan izin dari pihak bank maka dengan sendirinya pada saat ditanda tanganinya perjanjian sewa menyewa dan klausul yang dimasukkan dalam akta tersebut yang mengatur bahwa apabila karena sebab apapun juga yang menjadi objek sewa menyewa tersebut disita oleh bank.76 Menurut Ihdina Nida Marbun. Notaris Kota Medan. Dalam hal ini si penyewa benar-benar mengetahui bahwa barang yang disewanya tersebut sedang dalam jaminan bank dan mengetahui pula resiko yang akan timbul di kemudian hari. Notaris Kota Medan. dimana dalam perjanjian jaminan biasanya selalu tercantum klausul bahwa benda yang sedang dijadikan jaminan tidak boleh disewakan tanpa izin dari pihak bank. Apabila objek sewa menyewa yang sedang menjadi jaminan bank tersebut disewakan tanpa adanya persetujuan dari bank maka perjanjian sewa menyewa tersebut berakhir. bahwa ada 2 (dua) kemungkinan : a. karena perjanjian sewa menyewa yang dibuat telah melanggar ketentuan dalam perjanjian jaminan. pada tsanggal 29 Juli 2010 76 Universitas Sumatera Utara . Menurut Ibu Dwi Rahayu Wijayanti.SH. SH.

Pada Tanggal 28 Juli 2010 79 Modul SPN.77 Menurut Ernawaty Lubis. SH.70 jawab dari pihak yang menyewakan apabila yang menyewakan tidak memberitahukan objek sewa menyewa tersebut sedang dijaminkan. Pada Tanggal 28 Juli 2010 Wawancara dengan Ernawaty Lubis. Notaris/PPAT. Terhadap harga sewa mengenai pembayarannya dapat dilakukan dengan pembayaran tunai yang disepakati oleh para pihak ataupun melalaui pembayaran cicilan. SH. untuk membayar sejumlah nilai tertentu dengan mata uang tertentu dari rekening tertentu milik pemberi instruksi pada lembaga tersebut” 79Baik pihak pembayar maupun penerima pembayaran dapat berupa individu maupun badan hukum. Suatu cek adalah surat perintah yang tidak bersyarat untuk membayar sejumlah dana yang tercantum dalam cek. Sistem Kliring di Indonesia. Adapun pembayaran cicilan itu dapat dilakukan salah satunya dengan menggunakan cek ”Cek adalah suatu cara pembayaran yang menginstruksikan suatu lembaga keuangan misalnya Bank.78 Dalam akta perjanjian sewa menyewa terdapat satu syarat yang penting yaitu mengenai harga sewa. Perlu diketahui jual beli tidak menghapus sewa menyewa sehingga apabila objek sewa menyewa dieksekusi maka sewa menyewa masih tetap berlangsung kecuali sewa menyewa sebelum pengikatan jaminan maka ada klausul tambahan yaitu. bersedia mengosongkan pada saat dieksekusi. SH. Didalam klausula tersebut tercantum harga sewa dari apa yang dipersewakan untuk jangka waktu yang telah ditentukan dan disepakati oleh para pihak. 2002 Universitas Sumatera Utara . Mengenai syarat formal suatu cek diatur 77 78 Wawancara Dengan Ihdina Nida Marbun. Notaris/PPAT. Notaris Kota Medan.

81 ---------------------------------------------Pasal 2 --------------------------------------------.Uang sewa dari apa yang dipersewakan dengan akta ini untuk jangka waktu yang disebut dalam Pasal 1 diatas seluruhnya berjumlah Rp. nama bank penerima. SH. Klausul Perjanjian sewa menyewa rumah dengan cara pembayaran cek.(dua puluh juta rupiah) lagi dibayar dengan dua lembar cek yaitu :---------------------------------------------------80 81 Ibid Lihat pada lampiran nomor. Disini penulis memberikan salah satu contoh Klausul Perjanjian sewa menyewa rumah dengan cara pembayaran cek . Persyaratan formal cek tidak dipenuhi yaitu tulisan dan nomor cek yang bersangkutan.000..000. Jumlah uang mana menurut keterangan pihak pertama telah diterima dari pihak kedua dengan tunai sebelum penandatangan akta ini sebesar Rp. nama tertarik.000.. nama jelas. 40.000. Jika tidak tersedia. dibuat dihadapan Notaris Muhammad Indra. Transaksi cek akan menyebabkan bank penerima pembayaran mencari dana ke bank sang pembayar yang jika tersedia akan menarik uang tersebut. Saldo tidak cukup b. nama dan nomor rekening pemegang. 20.(dua puluh juta rupiah) dan untuk penerimaan mana akta ini berlaku juga sebagai sebagai tanda terimanya yang sah atau kwitansinya sedangkan sisanya sebesaar Rp.71 dalam Pasal 178 Kitab Undang-Undang Hukum dagang. Rekening telah ditutup (atas permintaan sendiri ) c. perintah yang jelas dan tanpa syarat untuk memindahkan dan membukukan dana atas beban rekening penarik. Tanda tangan.dan atau dilengkapi dengan cap atau stempel dengan persyaratan pembukaan rekening. 4 Universitas Sumatera Utara .000.Tempat dan tanggal penarikan. jumlah dana yang dipindahkan baik angka maupun dalam huruf selengkap-lengkapnya.000. Jenis alasan penolakan cek adalah sebagai berikut : a.20.80 4.(empat puluh juta rupiah). cek akan ditolak dan dikembalikan dengan pesan bahwa nilai nominal yang tertera didalam cek tersebut tak mencukupi.

Pasal 5---------------------------------------------. sebesar Rp. dibuat dihadapan Haiva Elisa. penarikan pada tanggal 15 (lima belas) Juli 2006 (dua ribu enam). 10. Klausul Perjanjian sewa menyewa diatas Tanah garapan yang terlantar yang mempunyai izin sewa menyewa dari pihak perusahaan jasa kereta api.. sebagai berikut : -------------------------------------.000. sehingga tanah tersebut sewaktu-waktu dapat diambil alih oleh perusahaan jasa kereta api. Menelaah isi Akta perjanjian sewa menyewa yang dibuat dihadapan Notaris Muhammad Indra. halmana diuraikan lebih jelas dalam perjanjian tersebut Universitas Sumatera Utara .-------------------------------------------------------------Apabila cek-cek tersebut diatas tidak dapat diuangkan maka perjanjian ini hanya berlaku untuk jangka waktu 1 (satu ) tahun lamanya.664368.72 1. 5. sedangkan fotocopynya dilekatkan pada minuta akta ini. sebesar Rp. Disini penulis mengambil salah satu contoh klausula Perjanjian sewa menyewa diatas Tanah garapan yang terlantar yang mempunyai izin sewa menyewa dari pihak perusahaan jasa kereta api . Perjanjian sewa menyewa dapat juga dibuat diatas tanah garapan yang mempunyai izin sewa seperti izin sewa menyewa dari pihak Perusahaan Jasa Kereta Api.000. SH. Apabila salah satu cek tersebut tidak dapat diuangkan maka ketentuan yang terdapat dalam perjanjian sewa menyewa tetap berlaku dengan ketentuan perjanjian hanya berlaku sampai dengan harga sewa yang terakhir dibayarnya.000.(sepuluh juta rupiah) dibayar dengan cek yang dikeluarkan oleh Bank Mestika dengan nomor rekening : AC.664369.---------. 10. SH pada Pasal 2 mengatur tentang harga sewa dan cara pembayaran dimana dalam pasal ini pembayaran harga sewa dilakukan dengan cara cicilan yaitu dengan menggunakan cek secara bertahap..---------2.Asli cek mana telah diperlihatkan kepada saya Notaris. penarikan pada tanggal 30 (tiga puluh) Juli 2006 (dua ribu enam).Pihak pertama dengan ini menyatakan bahwa tanah tempat didirikannya--------bangunan rumah yang dipersewakan ini adalah milik dan kepunyaan Perusahaan Jasa Kereta Api.(sepuluh juta rupiah) dibayar dengan cek yang dikeluarkan oleh Bank Mestika dengan nomor rekening : AC.000.

73 diatas . Klausul akta perjanjian sewa menyewa dimana objek perjanjian dalam Kredit Perumahan Rakyat (KPR) 82 Lihat pada lampiran 5 Universitas Sumatera Utara . pihak kedua mengetahui bahwa objek perjanjian didirikan diatas tanah milik perusahaan umum kereta api.Apabila tanah tersebut diambil alih oleh Perusahaan jasa kereta api (PJKA) adalah menjadi tanggung jawab pihak pertama sendiri tanpa melibatkan pihak kedua -.-----------------------------------------.Sehubungan dengan surat perjanjian antara pihak pertama dengan Perusahaan Jasa Kereta Api (PJKA) maka pihak kedua menyatakan dengan ini bersedia pindah dari rumah yang disewanya itu sewaktu-waktu apabila tanah tempat didirikannya rumah tersebut dialihkan oleh pihak Perusahaan Jasa Kereta Api (PJKA). dengan demikian maka mengenai pemilikan rumah itu dalam waktu yang telah ditentukan. apabila pihak PJKA mengambil alih tanah tersebut maka pihak pertama yang bertanggung jawab tanpa melibatkan pihak kedua dan pihak kedua wajib mengosongkan bangunan itu sesuai dengan kesepakatan antara kedua belah pihak (pihak yang menyewakan dan pihak penyewa). 82 Menelaah isi Akta perjanjian sewa menyewa yang dibuat dihadapan Notaris Haiva Elisa. mengenai perjanjian tersebut pihak kedua dengan ini menyatakan mengetahui dan menerima isi dari perjanjian itu. dengan ketentuan segala urusan tersebut selesaikan oleh pihak pertama kepada pihak Perusahaan Jasa Kereta Api (PJKA) kemudian pihak pertama mengembalikan sisa uang sewa yang telah dibayar oleh pihak kedua sedangkan mengenai bangunan tersebut pihak pertama menyatakan adalah hak dan kepunyaan pihak pertama sendiri dan tidak ada sangkut pautnya dengan orang lain. pihak kedua tidak akan mendapat gangguan hukum dari siapapun. yang diperoleh pihak pertama berdasarkan surat perjanjian sewa menyewa antara pihak pertama dengan pihak perusahaan umum jasa kererta api.dan pihak pertama mengembalikan sisa uang sewa yang telah dibayar oleh pihak kedua. SH pada Pasal 5 tentang kewajiban penyewa dan yang menyewakan. dalam klausul perjanjian sewa menyewa rumah. 6.

7. 83 Menelaah Akta perjanjian sewa menyewa rumah yang dibuat dihadapan Notaris Muhammad Indra. dalam klausul perjanjian pihak kedua mengetahui bahwa objek perjanjian merupakan kepunyaan dan milik pihak pertama sesuai dengan kredit pemilikan rumah (KPR). SH berdasarkan Pasal 3 Perjanjian sewa menyewa rumah. tanggal. Klausul Perjanjian sewa menyewa dimana Pihak Pertama Anak dibawah umur Contoh Perjanjian sewa menyewa dimana Pihak Pertama Anak dibawah umur PERJANJIAN SEWA MENYEWA. bahwa rumah yang dipersewakannya dengan akte ini adalah milik pihak pertama dan masih dalam agunan bank berdasarkan perjanjian kredit yang dilegalisasi oleh Notaris pihak Bank untuk dan atas nama pihak pertama dan seluruh pembayaran kredit tersebut akan diangsur oleh pihak pertama sampai dengan jangka waktu pelunasannya.74 ----------------------------------------. Nomor : 1 --Pada hari ini.--------------------.-------------------------------------------.Pasal 4.. sehingga terjadi eksekusi maka pihak pertama bertanggung jawab atas hal tersebut dan wajib mengembalikan sisa uang sewa yang telah diterima pihak pertama. dan dieksekusi oleh pihak bank. sehingga pihak kedua harus mengosongkan rumah yang disewanya maka pihak pertama harus mengembalikan sisa uang yang telah diterima pihak pertama ( yang menyewakan ) kepada pihak kedua selama jangka waktu sewa menyewa yang belum berakhir. 83 Lihat pada lampiran 6 Universitas Sumatera Utara .-Pihak pertama dengan ini menjamin dan menanggung pihak kedua. hal mana diketahui dan disetujui oleh pihak kedua.Apabila pihak pertama lalai melaksanakan pembayaran angsuran sesuai dengan perjanjian kredit kepada pihak Bank. dimana dalam hal pihak pertama tidak dapat menyelesaikan angsuran kredit pemilikan rumah sehingga perjanjian kepemilikan rumah tersebut batal.

Nyonya Putri. Klausul Perjanjian sewa menyewa dimana Pihak Pertama berada di Luar Negeri. untuk dirinya sendiri. Kelurahan Pasar Baru. Didalam komparisi disebutkan pihak pertama (yang menyewakan) adalah orang tua dan anaknya yang masih dibawah umur. dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang telah dikenal oleh saya. bertempat tinggal di Medan.0001. 8. Ibu Rumah Tangga.75 --Berhadapan dengan saya. dan nama-namanya akan disebut pada bagian akhir akte ini :.----------------I. Nona Risa.------------------------b.Pihak Pertama (yang menyewakan)--------84 Menelaah akta Perjanjian sewa menyewa Nomor 1. Contoh Perjanjian sewa menyewa dimana Pihak Pertama berada di Luar Negeri 84 Lihat pada lampiran 7 Universitas Sumatera Utara . pada tanggal lima Juni duaribu satu (05-06-2001)nomor: 02. selaku ibu yang menjalankan kekuasaan orang tua dan bertanggung jawab penuh dari -dan oleh karena itu untuk dan atas nama anak-anaknya yang masih dibawah umur bernama :. yang dikeluarkan oleh Camat Kecamatan Medan Kota.---------------------2.. .-a. pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia.--------------------------------keduanya pelajar dan keduanya bertempat tinggal bersama penghadap pada alamat yang telah disebutkan diatas. Nona Zafira. -menurut keterangannya dalam hal ini bertindak :.540554.------------------------1. Sarjana Hukum Notaris di Medan.. oleh karena itu Ibu yang selaku orangtua dari anak tersebut bertindak sebagai dirinya sendiri dan sebagai wali ibu. Dimana sertifikat atas nama ibu dan kedua anaknya..5005. Notaris harus mengetahui dengan jelas bahwa anak tersebut memang benar masih dibawah umur dilihat dari akte kelahiran.. -.--------------------------------. Notaris. Jalan Bandung nomor 10.

pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia.0001 tertanggal 2 (dua) mei 2009 (dua ribu sembilan) -menurut keterangannya dalam hal ini bertindak berdasarkan surat kuasa dibawah tangan tertanggal 2 (dua) mei 2009 (dua ribu sembilan) dengan nomor : yang dilegalisasi oleh Konsulat Indonesia yang berada di Malaysia. Kelurahan Kampung Baru . tanggal.85 Menelaah akta Perjanjian sewa menyewa rumah dimana pihak pertama (yang menyewakan) berada diluar negeri.NIK. Notaris. lahir di medan .Pihak Pertama (yang menyewakan)--------------------------. dan nama-namanya akan disebut pada bagian akhir akte ini :. Kecamatan Medan Maimun. warga negara Indonesia. warga negara Indaonesia.Tuan AMIR HAMZAH.121476. sekarang berada di Malaysia. pemegang Kartu Tanda Penduduk Republik Indonesia. Sarjana Hukum Notaris di Medan. pada tanggal 12 (dua belas) Maret 1990 (seribu sembilan ratus sembilan puluh sembilan). --Berhadapan dengan saya. . bertempat tinggal di Medan. –Tuan Abdullah. Karena pihak pertama berada diluar negeri maka dalam komparisi dijelaskan bahwa surat kuasa dibawah tangan tersebut di legalisasi di Konsulat Indonesia dimana Pemilik rumah berada. 02.610745.NIK.5005. yaitu di Malaysia. lahir di medan . 02.0001. maka akta perjanjian sewa menyewa yang dibuat dihadapan Notaris berdasarkan surat kuasa. wiraswasta.Yang menerima kuasa Tuan Abdullah dalam hal ini bertindak untuk dan atas nama Tuan Amir hamzah sebagai pihak pertama(yang menyewakan ). wiraswasta. bertempat tinggal Jalan Brigadir Jenderal Katamso nomor 20. dengan dihadiri oleh saksi-saksi yang telah dikenal oleh saya. ----------------------------. Kecamatan Medan Amplas . Nomor : --Pada hari ini.5016.----------------I.76 PERJANJIAN SEWA MENYEWA. Dalam perjanjian ini berdasarkan surat kuasa dibawah tangan. pada tanggal 21 (dua satu) Mei 1945 (seribu sembilan ratus empat puluh lima). Jalan Jermal Kelurahan Siti Rejo-II. oleh karena itu untuk atas nama : -. sebagai Tenaga Kerja Indonesia. 85 Lihat pada lampiran 8 Universitas Sumatera Utara .

berdasarkan kesepakatan kedua belah pihak. Klausul Perjanjian sewa menyewa rumah berikut dengan alat-alat Inventaris Contoh Perjanjian sewa menyewa rumah berikut dengan alat-alat inventaris -. 86 Lihat pada lampiran 9 Universitas Sumatera Utara . sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.Para penghadap Dengan akte ini menerangkan -. Notaris dalam hal ini harus membaca.77 9. yang diperlengkapi dengan air minum dan aliran listrik serta hak-hak atas lengganannya. Kecamatan Medan. berikut dengan alat-alat inventaris sesuai dengan daftar yang telah ditandatangani oleh kedua belah pihak dan dilekatkan pada asli akta ini.Sepintu rumah bertingkat terletak di Medan. tertulis atas nama pihak pertama pada kantor Badan Pertanahan Kotamadya Medan. dan apabila barang-barang inventaris hilang atau rusak.maka pihak kedua (penyewa) dalam hal ini harus menjaga dan merawat alatalat inventaris tersebut. milik pihak pertama berdasarkan sertifikat hak milik nomor 343. Desa Sei Rengas dua. sertifikat mana diperlihatkan kepada saya notaris. fotokopinya dilekatkan pada minuta akta ini.86 Menelaah akte perjanjian sewa menyewa rumah dimana yang disewakan rumah berikut alat-alat inventaris berdasarkan daftar yang dibuat oleh kedua belah pihak. tertanggal 02-06-2000 (dua juni dua ribu). mengenai hak dan kewajiban pihak pertama dan pihak kedua. maka pihak kedua harus mengganti sesuai dengan ketentuan yang telah disepakati. Kotamadya Medan. menjelaskan kepada kedua belah pihak.apabila perjanjian ini berakhir maka pihak kedua harus mengembalikan barang.barang tersebut sesuai dengan daftar yang ditandatangani. sesuai dengan klausul yang telah disepakati kedua belah pihak.Bahwa pihak pertama menyewakan dan menyerahkan untuk disewa kepada pihak kedua dan dengan ini mengaku menyewa dan menerima untuk disewa dari pihak pertama yaitu : . dikenal setempat dengan jalan Sabarudin nomor 4 (empat) E.

terdaftar atas nama-. sertifikat mana di perlihatkan -----kepada saya. SH dimana asli sertifikat di perlihatkan kepada Notaris. serta telepon memakai-nomor 26191. Adanya sertifikat asli dibawa oleh si penyewa kehadapan Notaris sebagai pembuat akta perjanjian merupakan hal yang krusial dalam pembuatan akta sewa-menyewa tersebut. 87 Lihat pada Lampiran 10 Universitas Sumatera Utara . Dengan adanya sertifikat asli Notaris memberikan perlindungan kepada si penyewa. Kota Madya Medan. Kecamatan Medan. Desa Sei Rengkas II. yang dimiliki pihak pertama berdasarkan Hak GunaBangunan sertifikat nomor 806. Klausul Akta sewa menyewa rumah dimana asli sertifikatnya diperlihatkan kepada Notaris Contoh akta sewa menyewa yang dibuat dihadapan Notaris Agoes Salim. yaitu :-----------------------------------------------------------------------------ruangan bawah sepintu rumah bertingkat berukuran lebih kurang.-----------------------------------------------------87 Menelaah akta perjanjian sewa menyewa dimana sertifikat diperlihatkan kepada Notaris.jalan Asia Baru nomor 42.Para penghadap dengan naskah ini menerangkan bahwa pihak pertama -----menyewakan dan menyerahkan untuk disewa kepada pihak kedua yang -------dengan ini mengaku menyewa dan menerima untuk disewa dari pihak---------pertama.pihak pertama--(HERLINA IRAWATY) pada Kantor Agraria Kotamady Medan---pada tanggal dua puluh sembilan Desember delapan puluh satu-. Dalam hal ini apabila sertifikat asli diperlihatkan kepada Notaris memberikan jaminan kepada si penyewa bahwa objek sewa adalah benar kepunyaan si pemberi sewa.78 10. -. yang diperlengkapi -dengan saluran air bersih dan aliran listrik. dikenal ---setempat sebagai. Hal ini dapat menghindarkan terjadinya sengketa dibelakang hari . Notaris.4 x 10 M (empat kali sepuluh meter) terletak di medan.(2912-1981) nomor 5631/1981.

Adrian Sutedi. Sinar Grafika. maupun dalam bentuk surat lainnya. Salah satu syarat tersebut adalah alas hak dari objek yang dipersewakan. pemilik dari objek sewa haruslah memperlihatkan alas hak dari objek tersebut. baik itu yang berbentuk sertifikat. Asas ini sebagai jaminan bagi notaris untuk melindungi kliennya dalam hal mendapatkan kepastian hukum bahwa yang dijadikan objek dalam sewa menyewa tersebut memang benar-benar milik dari pihak yang menyewakan. 2008. Analisis Pengaturan Akta Sewa Menyewa Dalam hal pembuatan akta perjanjian sewa menyewa. Untuk melaksanakan suatu perjanjian sewa menyewa.79 C. Adakalanya alas hak tersebut haruslah dalam bentuk surat asli. notaris haruslah terlebih dahulu menjelaskan kepada para pihak mengenai hal-hal apa saja yang diperlukan untuk memenuhi syarat-syarat agar transaksi sewa menyewa tersebut dapat dilaksanakan. Didalam perjanjian sewa menyewa yang dilakukan dihadapan notaris yang kemudian dituangkan dalam bentuk suatu akta pada prinsipnya dalam setiap perbuatan hukum tersebut haruslah menganut asas ”Nemo plus yuris yang berarti bahwa orang tidak dapat mengalihkan hak melebihi hak yang ada padanya yang bertujuan untuk melindungi pemegang hak yang selalu dapat menuntut kembali haknya yang terdaftar atas nama siapapun”88. 117-121 88 Universitas Sumatera Utara . Hal. Jakarta. Peralihan Hak atas Tanah dan Pendaftarannya.

Namun ada sebahagian notaris yang tetap saja melakukan hal tersebut.dan tidak akan ada gangguan dari pihak lain. karena pada saat akad. karena notaris haruslah melindungi kliennya dari hal-hal yaang tidak baik yang kemungkinan bisa terjadi dikemudian hari. Universitas Sumatera Utara .. pihak pemilik tidak menunjukkan keaslian alas haknya kepada notaris. Dalam hal ini notaris seharusnya tidak boleh melakukan akad sewa menyewa tersebut. karena apabila terjadi sengketa suatu hari. tetap saja pihak yang menyewa akan mempertanyakan kembali mengenai akta perjanjian tersebut.dengan berpedoman pada nama yang terdapat dalam surat yang dijadikan objek sewa tersebut sama dengan nama yang ada pada kartu identitas pemilik.80 Namun didalam prakteknya.yang terjadi sering sekali kebalikannya. karena dia sudah mempercayakan segala sesuatunya kepada notaris. baik itu yang berbentuk kartu identitas kependudukan maupun dalam brentuk kartu keluarga (KK) dari pemilik. karena dikhawatirkan terdapat penyimpangan mengenai keabsahan dari surat tersebut. dimana dalam melakukan transaksi yang berbentuk perjanjian sewa menyewa. mengenai hal ini notaris melindungi pihak yang menyewa dengan satu klausula yang isinya menyatakan bahwa adanya jaminan dari pihak yang menyewkan (Pihak Pertama) bahwa objek sewa tersebut memang benarbenar miliknya. para pihak hanya menunjukkan fotocopy dari alas hak objek sewa tersebut kepada notaris. Mengenai hal ini seharusnya tidaklah boleh dilakukan oleh notaris. sehingga disini notaris harus mempertanggungjawabkan mengenai akta yang dibuatnya.

akad sewa menyewa tersebut dapat dilakasanakan. Di antara ketentuan-ketentuan tersebut terdapat hal yang sangat penting dilihat dari sudut pandang otentisitas akta Notariil yaitu Pasal 41 yang berbunyi “ Apabila ketentuan dalam Pasal 39 dan Pasal 40 tidak terpenuhi akta tersebut hanya mempunyai kekuatan pembuktian sebagai akta di bawah tangan89” Undang-Undang No. dengan ketentuuan dalam aktanya Notaris tersebut menjelaskan bahwa asli sertifikat teersebut tidak diperlihatkan kepadanya.81 Mengenai keaslian atau fotocopy dari alas hak yang dijadikan objek sewa. D..30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. maka dengan adanya surat keterangan dari bank. LN No. Kekuatan Hukum Akta Sewa Menyewa 1.117 Tahun 2004 TLN No. Akta Otentik dan akta di bawah tangan Otentisitas akta yang dibuat oleh Notaris tidak semata-mata karena Notaris adalah pejabat yang berwenang untuk itu tetapi juga karena proses pembuatan dan penanganan akta yang dibuatnya dilandasi oleh ketentuan-ketentuan yang diatur dalam Undang-Undang No.39 89 Universitas Sumatera Utara .4432.sesuai dengan surat keterangan dari bank yang bersangkutan. tidaklah selamanya yang berbentuk fotocopy tidak boleh dibuatkan akta perjanjiannya.30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris. karena asli surat yang bersangkutan berada di bank. Apabila ternyata asli suratnya tersebut berada dalam agunan bank. Ps.

dan Pasal 1878 KUHPerdata. Setiap akta yang dibacakan oleh notaris dihadiri paling sedikit 2 (dua) orang saksi. Penghadap harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. 1977. hal. Akta di bawah tangan hanya mempunyai kekuatan pembuktian materiil saja. Jakarta. catatan mengenai rumah tangga dan surat-surat lainnya yang dibuat tanpa bantuan seorang pejabat umum yang berwenang. 29. 90 Menurut Pasal 1 Stb 1867 No. Riduan Syahrani. daftar. Pustaka Kartini. 2) Penghadap harus dikenal oleh Notaris atau diperkenalkan kepadanya oleh 2 (dua) orang saksi pengenal yang berumur paling sedikit 18 (delapan Belas) tahun atau telah menikah dan cakap melakukan perbuatan hukum atau diperkenalkan oleh 2 (dua) penghadap lainnya. Hukum Acara Perdata di Lingkungan Peradilan. sehingga untuk mempunyai kekuatan pembuktian yang sempurna harus diakui oleh kedua pihak yang membuatnya atau dikuatkan lagi dengan alat bukti lainnya. kecuali peraturan perundang-undangan menentukan lain. 90 Universitas Sumatera Utara . paling sedikit berumur 18 (delapan belas) tahun atau telah menikah b.82 Pengertian dari akta di bawah tangan adalah akta yang dibuat sendiri oleh pihak-pihak yang berkepentingan tanpa bantuan pejabat umum. termasuk ke dalam bentuk akta di bawah tangan. surat-surat. Sedangkan dalam Pasal 40 Undang-Undang Jabatan Notaris dinyatakan : 1. 62. Pasal 286 RBg. Pasal 39 yang dimaksud menyatakan : 1). cakap melakukan perbuatan hukum.

Saksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dikenal oleh Notaris atau di perkenalkan kepada notaris atau di terangkan tentang identitas dan kewenangannya kepada Notaris oleh penghadap. Dapat membubuhkan tanda tangan dan paraf.83 2. Cakap melakukan perbuatan hukum c. Paling sedikit berumur 18 (delapan belas) tahun atau telah menikah b. Ketentuan Pasal 39 dan Pasal 40 tersebut diatas semestinya sudah dilaksanakan secara sempurna karena akibat hukum dari kelalaian terhadap ketentuan dalam pasal-pasal tersebut akan memperlemah kekuatan hukum akta yang dibuatnya menjadi kehilangan otentisitasnya setara dengan akta dibawah tangan sebagaimana ketentuan pasal 41 Undang-Undang Jabatan Notaris tersebut diatas. f. g. dan e. Hal ini berarti Akta otentik mempunyai kekuatan bukti sedemikian rupa karena dianggap melekatnya pada akta itu sendiri sehingga tidak perlu dibuktikan lagi Universitas Sumatera Utara . Saksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus memenuhi syarat sebagai berikut : a. Tidak mempunyai hubungan perkawinan atau hubungan darah dalam garis lurus keatas atau kebawah tanpa pembatasan derajat dan garis kesamping sampai dengan derajat ketiga dengan Notaris atau para pihak. Mengerti bahasa yang digunakan dalam akta d. Pengenalan atau pernyataan tentang identitas dan kewenangannya kepada saksi secara tegas dalam akta.

bagi para ahli warisnya ataupun orang yang memperoleh hak dari padanya.G. maka ia harus membuktikan tentang kepalsuan Akta tersebut. disampaikan dalam rangka Kongres INI di Jakarta. Notaris dan permasalahannya. Tetapi sebaliknya. Akta dibawah tangan tidak mempunyai daya bukti lahir. N. tidaklah demikian halnya. jika yang bertanda tangan pada akta itu menerangkan bahwa benar apa yang tertulis didalam akte sesuai dengan apa yang diterangkannya. oleh karena itu barang siapa yang menyatakan bahwa Akta otentik itu palsu. tetapi akibat dari penandatanganannya. pokok-pokok pemikiran seputar kedudukan dan fungsi notaris serta akta notaris menurut sistem hukum Indonesia. Adapun daya bukti materil yang juga ada pada akta dibawah tangan. tetapi cukup pihak yang berkepentingan saja. maka untuk akta dibawah tangan cara pembuatannya/ terjadinya tidak dilakukan oleh atau dihadapan pegawai umum. Januari 2005. 91 Universitas Sumatera Utara . bahwa perbedaan yang pokok antara akta Notaris dengan akta dibawah tangan adalah cara pembuatannya atau cara terjadinya akta tersebut. telah menyadari dan mengetahui bukan saja isi akta. cara pembuatannya/ terjadinya akta tersebut dilakukan oleh atau dihadapan pegawai umum dalam hal ini Notaris. lingkungannya juga terbatas dan tidak ada perbedaannya dengan akta otentik. Yudara. Dengan demikian dapat diketahui. Apabila akta Notaris. Undang-Undang beranggapan bahwa tiap-tiap orang yang menandatangani suatu akta dibawah tangan. karena selain tidak dibuat dihadapan ataupun oleh pejabat-pejabat yang berwenang maka tanggal dibuatnya akta dibawah tangan itupun dapat dibuat sesuka hati yang membuatnya.84 dan bagi Hakim itu merupakan bukti wajib/keharusan (verplicht Bewijs) 91 . Suatu akta dibawah tangan berdaya bukti formil.

pada setiap akta otentik termasuk pada Akta notaris. Berdasarkan kekuatan pembuktian. Dengan pembuktian lahiriah ini. Akta Sebagai Alat Bukti Mengenai kekuatan pembuktian suatu akta otentik sangat erat hubungannya dengan kekutan pembuktian akta notaris. dibedakan 3 (tiga) kekuatan pembuktian. Kedua akta ini merupakan alat bukti tertulis. Kekuatan pembuktian akta otentik adalah akibat langsung yang merupakan keharusan dari ketentuan undang-undang. dimaksudkan agar akta itu mampu membuktikan dirinya sebagai Akta otentik Universitas Sumatera Utara . Bahwa ada pemberian kekuatan pembuktian oleh ketentuan undang-undang kepada akta-akta yang dibuat olehnya tersebut. bahwa harus ada kata-kata otentik sebagai alat pembuktian dimana tugas tersebut dibebankan kepada pejabat tertentu yang diberi kepercayaan untuk membuat akta tersebut. Bahwa harus ada akta otentik sebagai alat pembuktian 2. Karena selain akta otentik dikenal pula akta yang dibuat dibawah tangan. Kekuatan pembuktian lahiriah adalah kemampuan dari Akta itu sendiri untuk membuktikan dirinya sebagai Akta otentik. Bahwa ada tugas yang dibebankan oleh ketentuan Undang-undang kepada petugas/ pejabat atau orang-orang tertentu 3.85 2. Kekuatan pembuktian lahiriah (uitwendige bewijskracht). 1. yaitu: 1. akan tetapi memiliki kekuatan yang berbeda. Hal ini merupakan akibat langsung yang merupakan keharusan dari ketentuan perundang-undangan.

didengar. dan identitas dari para pihak yang hadir serta tempat dibuatkannya akta itu. 2005. Kekuatan pembuktian formal adalah kepastian bahwa sesuatu kejadian dan fakta tersebut dalam Akta betul-betul dilakukan oleh Notaris atau diterangkan oleh pihak-pihak yang menghadap. Berkaitan dengan ini.86 dan kemampuan ini berdasarkan Pasal 1875 KUHPerdata tidak dapat diberikan kepada Akta yang dibuat di bawah tangan. Subekti (II). tandatangan. dan dilakukan oleh Notaris juga menjamin kebenaran tentang tanggal. Kekuatan pembuktian formal (formale bewijskracht). 3. Dengan kekuatan Pembuktian formal ini. suatu akta otentik selain hanya membuktikan bahwa pejabat atau Notaris telah menyatakan dengan tulisan dalam akta yang dibuatnya. arti formal dalam akta pejabat dapat dijelaskan bahwa selain Akta itu membuktikan kebenaran dari apa yang disaksikan yaitu dilihat. Kekuatan pembuktian material (materiale bewijskracht) Kekuatan pembuktian material adalah kepastian bahwa apa yang tersebut dalam akta itu merupakan pembuktian yang sah terhadap pihak-pihak yang membuat akta atau mereka yang mendapat hak dan berlaku untuk umum. 55-64 Universitas Sumatera Utara . hal. juga menegaskan bahwa segala kebenaran yang diuraikan dalam akta itu seperti yang dilakukan dan disaksikan oleh Notaris. kecuali ada pembuktian sebaliknya (tegenbewijs). Jakarta.92 92 R. 2. Hukum Pembuktian. Pradnya Paramita.

Tentang hal ini diatur secara terperinci oleh Pasal 42 sampai dengan Pasal 51 Undang-undang Jabatan Notaris.87 Pasal-pasal lainnya dalam undang-undang Jabatan Notaris yang mengatur tentang pembuatan akta adalah kewajiban notaris untuk mengikuti prosedur penulisan akta yang sesuai dengan ketentuan hukum. sisipan. kuasa lisan dan kuasa otentik dijelaskan dalam akta. Universitas Sumatera Utara . 4) Tentang kuasa. 3) Bahasa yang di pergunakan adalah Bahasa Indonesia dan jika tidak dimengerti oleh para penghadap harus diterjemahkan dalam bahasa yang dimengerti dan jika akta yang dibuat dalam bahasa lain harus diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. pencoretan dan pembetulan 2) Ketentuan penandatanganan termasuk keharusan untuk menjelaskan dalam akta jika salah satu dari para pihak tidak bersedia membubuhkan tandatangan pada akta. Pasal-Pasal tersebut antara lain memuat : 1) Pengaturan penulisan yang meliputi pengisian ruang kosong. kuasa tertulis dibawah tangan di lekatkan pada minuta.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful