Makalah Psikologi Belajar – Teori Belajar

BAB PENDAHULUAN I

A. Latar Belakang Banyak negara yang mengakui bahwa persoalan pendidikan merupakan persoalan yang pelik. Namun semuanya merasakan bahwa pendidikan merupakan salah satu tugas negara yang amat penting. Bangsa yang ingin maju, membangun, dan berusaha memperbaiki keadaan masyarakat dan dunia tentu mengatakan bahwa pendidikan merupakan kunci keberhasilan suatu bangsa. Pengemasan pendidikan, pembelajaran, dan pengajaran sekarang ini belum optimal seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan kekacauan-kekacauan yang muncul di masyarakat bangsa ini, diduga bermula dari apa yang dihasilkan oleh dunia pendidikan. Pendidikan yang sesungguhnya paling besar memberikan kontribusi terhadap kekacauan ini. Tantangan dunia pendidikan ke depan adalah mewujudkan proses demokratisasi belajar. Pembelajaran yang mengakui hak anak untuk melakukan tindakan belajar sesuai karakteristiknya. Hal penting yang perlu ada dalam lingkungan belajar yang demokratis adalah reallness. Sadar bahwa anak memiliki kekuatan disamping kelemahan, memiliki keberanian di samping rasa takut dan kecemasan, bisa marah di samping juga bisa gembira Realness bukan hanya harus dimiliki oleh anak, tetapi juga orang yang terlibat dalam proses pembelajaran. Lingkungan belajar yang bebas dan didasari oleh realness dari semua pihak yang telibat dalam proses pembelajaran akan dapat menumbuhkan sikap dan persepsi yang positif terhadap belajar. Bagi para guru, salah satu pertanyaan yang paling penting tentang belajar adalah : Kondisi seperti apa yang paling efektif untuk menciptakan perubahan yang diinginkan dalam tingkah laku? Atau dengan kata lain, bagaimana bisa apa yang kita ketahui tentang belajar diterapkan dalam instruksi? Sebelum kita menjawab pertanyaan tersebut, kita harus melihat pada penjelasan-penjelasan psikologis tentang belajar. Manusia adalah makhluk individu dan makhluk sosial. Dalam hubungannya dengan manusia sebagai makhluk sosial, terkandung suatu maksud bahwa manusia bagaimanapun juga tidak lepas dari individu yang lainnya. Secara kodrati manusia akan selalu hidup bersama. Hidup bersama antarmanusia akan berlangsung dalam berbagai bentuk komunikasi dan situasi. Dalam kehidupan semacam inilah terjadi interaksi. Dengan demikian kegiatan hidup manusia akan selalu dibarengi dengan proses interaksi atau komunikasi, baik interaksi dengan alam lingkungan, interaksi dengan sesama, maupun interaksi dengan tuhannya, baik itu sengaja maupun tidak disengaja. Sehubungan dengan hal tersebut, dengan ketidak terbatasannya akal dan keinginan manusia, untuk itu perlu difahami secara benar mengenai pengertian proses dan interaksi belajar. Belajar dan mengajar adalah dua kegiatan yang tunggal tapi memang memiliki makna yang berbeda. Belajar diartikan sebagai suatu perubahan tingkah-laku karena hasil dari pengalaman yang diperoleh. Sedangkan mengajar adalah kegiatan menyediakan kondisi yang merangsang serta mangarahkan kegiatan belajar siswa/subjek belajar untuk memperoleh

la menolak gagasan mentalistik yang bertalian dengan bawaan dan naluri. Akan tetapi manusia sebagai makhluk yang berpikir. Siapa saja tokoh-tokoh teori belajar? 5. adanya sifat ingin tahu dan ingin menyelidiki dunia yang lebih luas. Untuk mengetahui bagaimana cara menerapkan teori-teori belajar dala pendidikan 3. ingatan atau kegiatan pancaindra) dengan makanan. B. 2. Bagaimana implikasi teori-teori belajar tersebut? C. adanya sifat kreatif yang ada pada manusia dan keinginan untuk maju. 5. 3. Proses belajar yang digambarkan seperti itu menurut Pavlov terdiri atas pembentukan asosiasi antara stimulus dan respons refleksif. Apakah pengertian teori belajar Behaviorime? 3. guru. Mendeskripsikan implikasi teori belajar 4. Mengkaji implikasi teori belajar . ahli psikologi Rusia berpengalaman dalam melakukan serangkaian percobaan. 6. p. Materi yang disajikan mirip dengan metode dengar ucap. baik dengan koperasi maupun dengan kompetensi. 4. (Frandsen. Ivan Petrovich Pavlov. anah-ranah itu ialah ranah kognitif. adanya keinginan untuk mendapatkan simpati dari orang tua. Watson menggunakan teori classical conditioning untuk semuanya yang bertalian dengan pembelajaran. 216). Maksudnya kejadian lingkungan secara otomatis akan menghasilkan tanggapan. adanya keinginan untuk memperbaiki kegagalan yang lalu dengan usaha yang baru. Dasar penemuan Pavlov tersebut. tetapi tidak menggunakan pikiran dan akal budi. keterampilan. ranah afektif dan ranah psikomotor. adanya ganjaran atau hukuman sebagai akhir dari pada belajar. 1961.B. Bagaimanakah penerapan kedua teori belajar tersebut? 4. Proses belajar ini terdiri atas pembentukan asosiasi (pembentukan hubungan antara gagasan.Tujuan dan Manfaat penyusunan makalah 1. adanya keinginan untuk mendapatkan rasa aman. Pada umumnya ahli psikologi mendukung proses mekanistik. Binatang adalah juga makhluk yang dapat diberi pelajaran. Dalam percobaan itu ia melatih anjingnya untuk mengeluarkan air liur karena stimulus yang dikaitkan dengan makanan. menurut J. Frandsen mengatakan bahwa hal yang mendorong seseorang itu untuk belajar antara lain sebagai berikut: 1.Rumusan Masalah 1.pengetahuan. Watson diberi istilah behaviorisme. nilai dan sikap yang dapat membawa perubahan serta kesadaran diri sebagai pribadi. dan teman-teman. Menurut Arden N. Secara luas teori belajar selalu dikaitkan dengan ruang lingkup bidang psikologi atau bagaimanapun juga membicarakan masalah belajar ialah membicarakan sosok manusia. Watson berpendapat bahwa perilaku manusia harus dipelajari secara objektif. Apakah pengertian teori belajar humanisme? 2. Ini dapat diartikan bahwa ada beberapa ranah yang harus mendapat perhatian. berbeda dengan binatang. Proses pembelajaran itu bergerak dengan pandangan secara menyeluruh dari situasi menuju segmen (satuan bahasa yang diabstraksikan dari kesatuan wicara atau teks) bahasa tertentu. Agar kita memahamai tentang berbagai macam teori belajar 2.

Krischenbaum menyatakan bahwa sekolah. pembelajaran. dan perkembangan teori pembelajaran. Dengan demikian dalam tingkah laku belajar terdapat jalinan yang erat antara reaksi-reaksi behavioural dengan stimulusnya. b. Behaviorisme memandang individu hanya dari sisi fenomena jasmaniah. bersifat mekanistis. Guru yang menganut pandangan ini berpandapat bahwa tingkahlaku siswa merupakan reaksi terhadap lingkungan dan tingkahl laku adalah hasil belajar. timbulah konsep ”manusia mesin” (Homo Mechanicus). Sehingga perlu adanya satu pengertian yang disepakati mengenai kata humanistik dala pendidikan. minat dan perasaan individu dalam suatu belajar. mementingkan pembentukan reaksi atau respon. menekankan peranan lingkungan. menekankan pentingnya latihan. Teoretis. Teori Behaviorisme Behaviorisme merupakan salah satu pendekatan untuk memahami perilaku individu. BAB TEORI BELAJAR II 1. atau guru dapat dikatakan bersifat humanistik dalam beberapa kriteria. bakat. behaviorisme tidak mengakui adanya kecerdasan.Adapun penyusunan makalah ini bermanfaat secara: a. karena seluruh perilaku manusia adalah hasil belajar. serta dapat menerapkan prinsip-prinsip pembelajaran dan teori pembelajaran yang sesungguhnya. prinsip-prinsip pembelajaran. (2) mahasiswa agar memahami tentang pengertian. Dari hal ini. dan mengabaikan aspek – aspek mental. Dalam arti teori belajar yang lebih menekankan pada tingkah laku manusia. dan perkembangan teori pembelajaran. pengajaran. Teori Humanistik Pengertian humanistik yang beragam membuat batasan-batasan aplikasinya dalam dunia pendidikan mengundang berbagai macam arti pula. Teori kaum behavoris lebih dikenal dengan nama teori belajar. prinsip. Behaviorisme tidak mau mempersoalkan apakah manusia baik atau jelek. kelas. Pada teori belajar ini sering disebut S-R psikologis artinya bahwa tingkah laku manusia dikendalikan oleh ganjaran atau reward dan penguatan atau reinforcement dari lingkungan. Peristiwa belajar semata-mata melatih refleks-refleks sedemikian rupa sehingga menjadi kebiasaan yang dikuasai individu. 1. behaviorisme hanya ingin mengetahui bagaimana perilakunya dikendalikan oleh faktor-faktor lingkungan. Belajar artinya perbahan perilaku organise sebagai pengaruh lingkungan. bermanfaat bagi: (1) para pendidik agar pendidik tidak salah persepsi tentang pendidikan. Pengertian Teori Belajar 1. rasional atau emosional. dan pengajaran. Dalam artikel “What is Humanistik Education?”. Dengan kata lain. pembelajaran. Pengalaman dan pemeliharaan akan membentuk perilaku mereka. Praktis. Hal ini menunjukkan bahwa ada . Memandang individu sebagai makhluk reaktif yang memberi respon terhadap lingkungan. untuk mengkaji ilmu pendidikan khususnya dalam memahami implikasi pendidikan. mementingkan mekanisme hasil belajar. Ciri dari teori ini adalah mengutamakan unsur-unsur dan bagian kecil.mementingkan peranan kemampuan dan hasil belajar yang diperoleh adalah munculnya perilaku yang diinginkan.

sementara individu tidak menyadari bahwa ia dikendalikan oleh stimulus yang berasal dari luar dirinya. Pendidik humanistik mencoba untuk melihat dalam spektrum yang luas mengenai perilaku manusia. 1. yang terpenting dalam melihat manusia adalah potensi yang dimilikinya. Kemampuan bertindak positif ini yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik yang beraliran humanistik biasanya memfokuskan penganjarannya pada pembangunan kemampuan positif ini. Jadi bisa dikatakan bahwa emosi adalah karakterisitik yang sangat kuat yang nampak dari para pendidik beraliran humanistik. mempunyai pengalaman. Humanistik lebih melihat pada sisi perkembangan kepribadian manusia daripada berfokus pada “ketidaknormalan” atau “sakit” seperti yang dilihat oleh teori psikoanalisa Freud. Kita dapat belajar menggunakan emosi kita dan mendapat keuntungan dari pendekatan humanistik ini sama seperti yang kita dapatkan dari pendidikan yang menitikberatkan kognisi. memahami perasaan orang lain. penerimaan. misalnya ketrampilan membangun dan menjaga relasi yang hangat dengan orang lain. para pendidikan yang beraliran humanistik juga mencoba untuk membuat pembelajaran yang membantu anak didik untuk meningkatkan kemampuan dalam membuat. Karena berpikir dan merasakan saling beriringan. Ivan Petrovich Pavlov (1849-1936) Ivan Petrovich Pavlov lahir 14 September 1849 di Ryazan Rusia. Pendekatan ini melihat kejadian setelah “sakit” tersebut sembuh. Menurut Abraham. “Berapa banyak hal yang bisa dilakukan manusia? Dan bagaimana aku bisa membantu mereka untuk melakukan hal-hal tersebut dengan lebih baik? Melihat hal-hal yang diusahakankan oleh para pendidik humanistik. mengabaikan pendidikan emosi sama dengan mengabaikansalah satu potensi terbesar manusia. Teori Beberapa tokoh besar dalam aliran behaviorisme antara lain adalah : Belajar Behaviorisme a.beberapa tipe pendekatan humanistik dalam pendidikan. Kemampuan positif disini erat kaitannya dengan pengembangan emosi positif yang terdapat dalam domain afektif. berimajinasi. tampak bahwa pendekatan ini mengedepankan pentingnya emosi dalam dunia pendidikan. Ia mengemukakan bahwa dengan menerapkan strategi ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. dan pengetahuan interpersonal lainnya. keasadaran. Freudian melihat emosi sebagai hal yang mengganggu perkembangan. Intinya adalah meningkatkan kualitas ketrampilan interpersonal dalam kehidupan sehari-hari. kejujuran interpersonal. bagaimana mengajarkan kepercayaan. Dalam artikel “some educational implications of the Humanistic Psychologist” Abraham Maslow mencoba untuk mengkritisi teori Freud dan behavioristik. Tokoh-Tokoh Teori 1. yaitu bagaimana manusia membangun dirinya untuk melakukan hal-hal yang positif. sementara humanistik melihat keuntungan pendidikan emosi. Selain menitik beratkan pada hubungan interpersonal. dan berfantasi. merasakan. berintuisi. . Ide mengenai pendekatanpendekatan ini terangkum dalam psikologi humanistik.

Percobaan tersebut menghasilkan teori Trial dan Error. Belajar menurut teori ini adalah suatu proses perubahan yang terjadi karena adanya syarat-syarat yang menimbulkan reaksi. 3. ada berbagai respon terhadap berbagai situasi. Pada teori ini guru memberi penghargaan hadiah atau nilai tinggi sehingga anak akan lebih rajin. b. dan antri di bank. ada kemajuan reaksi-reaksi mencapai tujuan. Sementara individu tidak sadar dikendalikan oleh stimulus dari luar. Dari contoh tersebut diterapkan strategi Pavlo ternyata individu dapat dikendalikan melalui cara mengganti stimulus alami dengan stimulus yang tepat untuk mendapatkan pengulangan respon yang diinginkan. dalam hal ini Thorndike melakukan eksperimen dengan sebuah puzzlebox.Yang terpenting dalam belajar menurut teori ini adalah adanya latihan dan pengulangan. pelajar harus diberi persoalan. Atas dasar percobaan di atas. Ciri-ciri belajar dengan Trial dan Error Yaitu : adanya aktivitas. Thorndike menemukan hukum-hukum belajar : 1. . Hukum latihan Hukum latihan akan menyebabkan makin kuat atau makin lemah hubungan S-R. Dalam penyelidikannya tentang proses belajar. bel masuk. Contoh situasi percobaan tersebut pada manusia adalah bunyi bel di kelas untuk penanda waktu tanpa disadari menyebabkan proses penandaan sesuatu terhadap bunyi-bunyian yang berbeda dari pedagang makan. Eksperimen yang dilakukan adalah dengan kucing yang dimasukkan pada sangkar tertutup yang apabila pintunya dapat dibuka secara otomatis bila knop di dalam sangkar disentuh. Hukum ini sebenarnya tercermin dalam perkataan repetioest mater studiorum atau practice makes perfect. mengontrol tingkah laku.Pavlov mengadakan percobaan laboratories terhadap anjing. Thorndike menggambarkan proses belajar sebagai proses pemecahan masalah. Rumusan tingkat hukum akibat adalah. Dalam percobaan ini anjing di beri stimulus bersarat sehingga terjadi reaksi bersarat pada anjing. Operant conditioning adalah suatu proses penguatan perilaku operant yang dapat mengakibatkan perilaku tersebut dapat diulang kembali atau menghilang sesuai keinginan. Hukum kesiapan (Law of Readiness) Jika suatu organisme didukung oleh kesiapan yang kuat untuk memperoleh stimulus maka pelaksanaan tingkah laku akan menimbulkan kepuasan individu sehingga asosaiasi cenderung diperkuat. Semakin sering suatu tingkah laku dilatih atau digunakan maka asosiasi tersebut semakin kuat. Thorndike (1874-1949) Menurut Thorndike belajar merupakan peristiwa terbentuknya asosiasi-asosiasi antara peristiwa yang disebut stimulus dan respon. Kelemahan teori ini adalah belajar hanyalah terjadi secara otomatis keaktifan dan penentuan pribadi dihiraukan. c. Skinner berpendapat bahwa tujuan psikologi adalah meramal. ada eliminasai terhadap berbagai respon yang salah. Skinner (1904-1990) Skinner menganggap reward dan reinforcement merupakan faktor penting dalam belajar. Hukum akibat ( Efek ) Hubungan stimulus dan respon cenderung diperkuat bila akibat menyenangkan dan cenderung diperlemah jika akibatnya tidak memuaskan. 2. bahwa suatu tindakan yang disertai hasil menyenangkan cenderung untuk dipertahankan dan pada waktu lain akan diulangi. Teori ini juga disebut dengan operant conditioning. Jadi hokum akibat menunjukkan bagaimana pengaruh hasil suatu tindakan bagi perbuatan serupa.

takut untuk mengambil kesempatan. Abraham Maslow Maslow mengemukakan bahwa individu berperilaku dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan yang bersifat hirarkis. Untuk itu guru harus memahami perilaku siswa dengan mencoba memahami dunia persepsi siswa tersebut sehingga apabila ingin merubah perilakunya. Prinsip belajar Skinners adalah : 1. hal-hal yang mempunyai sedikit hubungan dengan diri. takut membahayakan apa yang sudah ia miliki dan sebagainya. Guru memiliki peran dalam mengontrol dan mengarahkan siswa dalam proses belajar sehingga tercapai tujuan yang diinginkan. makin mudah hal itu terlupakan. * Dalam proses pembelajaran lebih dipentingkan aktivitas sendiri. Perilaku buruk itu sebenarnya tak lain hanyalah dari ketidakmampuan seseorang untuk melakukan sesuatu yang tidak akan memberikan kepuasan baginya. Hasil belajar harus segera diberitahukan pada siswa jika salah dibetulkan jika benar diberi penguat. Padahal arti tidaklah menyatu pada materi pelajaran itu. tidak digunakan hukuman.Operant conditing menjamin respon terhadap stimuli. Teori Humanistik a. Arthur Combs (1912-1999) Bersama dengan Donald Snygg (1904-1967) mereka mencurahkan banyak perhatian pada dunia pendidikan. Belajar terjadi bila mempunyai arti bagi individu. Pada diri masing-masing orang mempunyai berbagai perasaan takut seperti rasa takut untuk berusaha atau berkembang. Makin jauh peristiwa-peristiwa itu dari persepsi diri makin berkurang pengaruhnya terhadap perilakunya. ke arah kepercayaan diri menghadapi dunia luar dan pada saat itu juga ia dapat menerima diri sendiri(self). tetapi di sisi lain seseorang juga memiliki dorongan untuk lebih maju ke arah keutuhan. Untuk itu lingkungan perlu diubah untuk menghindari hukuman. keunikan diri. * dalam pembelajaran digunakan shapping 1. Guru tidak bisa memaksakan materi yang tidak disukai atau tidak relevan dengan kehidupan mereka. Meaning (makna atau arti) adalah konsep dasar yang sering digunakan. Combs berpendapat bahwa banyak guru membuat kesalahan dengan berasumsi bahwa siswa mau belajar apabila materi pelajarannya disusun dan disajikan sebagaimana mestinya. * Tingkah laku yang diinginkan pendidik diberi hadiah dan sebaiknya hadiah diberikan dengan digunakannya jadwal variable ratio reinforcer. Combs memberikan lukisan persepsi diri dan dunia seseorang seperti dua lingkaran (besar dan kecil) yang bertitik pusat pada satu. Anak tidak bisa matematika atau sejarah bukan karena bodoh tetapi karena mereka enggan dan terpaksa dan merasa sebenarnya tidak ada alasan penting mereka harus mempelajarinya. guru harus berusaha merubah keyakinan atau pandangan siswa yang ada. ke arah berfungsinya semua kemampuan. * Proses belajar harus mengikuti irama dari yang belajar. Sehingga yang penting ialah bagaimana membawa si siswa untuk memperoleh arti bagi pribadinya dari materi pelajaran tersebut dan menghubungkannya dengan kehidupannya. Lingkaran kecil (1) adalah gambaran dari persepsi diri dan lingkungan besar (2) adalah persepsi dunia. . Materi pelajaran digunakan sebagai sistem modul. Jadi. b. Perilaku internal membedakan seseorang dari yang lain. Bila tidak menunjukkan stimuli maka guru tidak dapat membimbing siswa untuk mengarahkan tingkah lakunya.

Pengorganisasian bahan pelajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa * Pengorganisasian bahan pengajaran berarti mengorganisasikan bahan dan ide baru sebagai bagian yang bermakna bagi siswa. Rogers menyakini bahwa klien sebenarnya memiliki jawaban atas permasalahan yang dihadapinya dan tugas terapist hanya membimbing klien menemukan jawaban yang benar. Pada tahun 1928 ia memperoleh gelar Master di bidang psikologi dari Columbia University dan kemudian memperoleh gelar Ph. Rogers bekerja di Child Study Department of the Society for the prevention of Cruelty to Children (bagian studi tentang anak pada perhimpunan pencegahan kekerasan tehadap anak) di Rochester. Pada tahun 1939. meskipun ia sebenarnya sangat menyukai buku-buku petualangan. Menurut Maslow. Illinois. pada tahun 1987. Ia pernah belajar di bidang agrikultural dan sejarah di University of Wisconsin. Rogers menjabat sebagai ketua dari American Psychological Society. * Siswa akan mempelajari hal-hal yang bermakna bagi dirinya. teknik-teknik assessment dan pendapat para terapist bukanlah hal yang penting dalam melakukan treatment kepada klien. Siswa tidak harus belajar tentang hal-hal yang tidak ada artinya. Semasa mudanya. Maslow percaya bahwa manusia tergerak untuk memahami dan menerima dirinya sebisa mungkin. * Belajar yang bermakna dalam masyarakat modern berarti belajar tentang proses. yang membuatnya mendapatkan tawaran sebagai profesor pada fakultas psikologi di Ohio State University. Teorinya yang sangat terkenal sampai dengan hari ini adalah teori tentang Hierarchy of Needs (Hirarki Kebutuhan). yaitu: * Menjadi manusia berarti memiliki kekuatan yang wajar untuk belajar. Kebutuhan-kebutuhan tersebut memiliki tingkatan atau hirarki. Carl Rogers Carl Ransom Rogers dilahirkan di Oak Park. Dia membaca buku apa saja yang ditemuinya termasuk kamus dan ensiklopedi. mulai dari yang paling rendah (bersifat dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi (aktualisasi diri). Menurut Rogers. pada tahun 1902 dan wafat di LaJolla. . Carl Rogers adalah seorang psikolog humanistik yang menekankan perlunya sikap saling menghargai dan tanpa prasangka (antara klien dan terapist) dalam membantu individu mengatasi masalah-masalah kehidupannya. California. Pada tahun 1931.Abraham Maslow dikenal sebagai pelopor aliran psikologi humanistik. ia menerbitkan satu tulisan berjudul “The Clinical Treatment of the Problem Child”. Pada masa-masa berikutnya ia sibuk membantu anak-anak bermasalah/nakal dengan menggunakan metode-metode psikologi. Adapun hirarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikut: * Kebutuhan fisiologis / dasar * Kebutuhan akan rasa aman dan tentram * Kebutuhan untuk dicintai dan disayangi * Kebutuhan untuk dihargai * Kebutuhan untuk aktualisasi diri c. Dan pada tahun 1942. NY. manusia termotivasi untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan hidupnya. Rogers tidak memiliki banyak teman sehingga ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk membaca.D di dibidang psikologi klinis pada tahun 1931. Menurut Rogers yang terpenting dalam proses pembelajaran adalah pentingnya guru memperhatikan prinsip pendidikan dan pembelajaran.

b. Aplikasi teori belajar behaviorisme dalam pembelajaran. * Kepercayaan terhadap diri sendiri.Dari bukunya Freedom To Learn. pujian. pemberian hadiah. bahkan bila perlu hukuman sehingga memberikan motivasi proses belajar mengajar. tenang dan sebagainya. Aplikasi Teori Belajar Perkembangan teori belajar cukup pesat. . berlangsung secara mekanik memerlukan penguatan. * Guru mengadakan ulangan yang teratur. suatu keterbukaan yang terus menerus terhadap pengalaman dan penyatuannya ke dalam diri sendiri mengenai proses perubahan itu. * Tugas-tugas belajar yang mengancam diri ialah lebih mudah dirasakan dan diasimilasikan apabila ancaman-ancaman dari luar itu semakin kecil. sehingga para murid merasa terkesan dengan sikap yang ditunjukkan gurunya. pengalaman dapat diperoleh dengan berbagai cara yang berbeda-beda dan terjadilah proses belajar. tergantung dari beberapa hal seperti tujuan pembelajaran. * Belajar yang signifikan terjadi apabila materi pelajaran dirasakan murid mempunyai relevansi dengan maksud-maksud sendiri. maka anak-anak disiapkan mentalnya terlebih dahulu. karakteristik siswa. Aplikasi teori belajar behaviorisme menurut tokoh-tokoh antara lain : a. * Belajar diperlancar bilamana siswa dilibatkan dalam proses belajar dan ikut bertanggungjawab terhadap proses belajar itu. sifat meteri pelajaran. * Belajar yang paling berguna secara sosial di dalam dunia modern ini adalah belajar mengenai proses belajar. * Apabila ancaman terhadap diri siswa rendah. merupakan cara yang dapat memberikan hasil yang mendalam dan lestari. 1. * Guru memberikan bimbingan. media dan fasilitas pembelajaran yang tersedia. kreativitas. kemerdekaan. Perubahan perilaku dapat berujud sesuatu yang konkret atau yang non konkret. * Belajar inisiatif sendiri yang melibatkan pribadi siswa seutuhnya. baik perasaan maupun intelek. * Belajar yang bermakna diperoleh siswa dengan melakukannya. Teori Behaviorisme Belajar adalah perubahan dalam tingkah laku sebagai akibat dari interaksi antara stimulus dan respon. Misalnya anak disuruh duduk yang rapi. 1. Aplikasi Teori Thorndike * Sebelum guru dalam kelas mulai mengajar. ia menunjukkan sejumlah prinsip-prinsip dasar humanistik yang penting diantaranya ialah : * Manusia itu mempunyai kemampuan belajar secara alami. seorang guru menunjukkan sikap yang ramah dan memberi pujian terhadap muridmuridnya. * Belajar yang menyangkut perubahan di dalam persepsi mengenai dirinya sendiri diangap mengancam dan cenderung untuk ditolaknya. bahkan dengan ulangan yang ketat atau sistem drill. Aplikasi Teori Pavlov Contohnya yaitu pada awal tatap muka antara guru dan murid dalam kegiatan belajar mengajar. Berikut ini adalah teori belajar dan aplikasinya dalam kegiatan pembelajaran. lebih mudah dicapai terutama jika siswa dibiasakan untuk mawas diri dan mengritik dirinya sendiri dan penilaian dari orang lain merupakan cara kedua yang penting.

refleks. Teori behaviorisme Teori :proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulis dan respon. tetapi instruksi singkat yang diikuti contohcontoh baik dilakukan sendiri maupun melalui simulasi Murid :melakukan sendiri apa yang menjadi instruksi dan melakukannya berulang-ulang sampai hasilnya baik. menari. dan kurang peka terhadap perubahan yang ada. dan sebagainya. mementingkan pengalaman.bersikap otoriter. lebih demokratis.bertindak agak otoriter. Tujuan :adanya perubahan tingkah laku pada peserta didik.berorientasi pada hasil yang dicapai.c. mengetik. dan sangat dipengarihi oleh penguatan yang diberikan oleh guru. b. Guru memberi kesempatan kepada siswa untuk bertanya apabila kurang mengerti terhadap materi yang diajarkan. Penerapan :pada mata pelajaran yang membutuhkan praktek dan pembicaraan yang mengandung unsur-unsur kecepatan. daya tahan. membahas materi secara berkelompok sehingga siswa dapat mengemukakan pendapatny masing-masing di depan kelas. menarik.mendengarkan dan menghafal. tujuannya adalah memanusiakan manusia atau mencapai aktualisasi diri.suka melukai perasaan siswa dengan komentsr ysng menyakitkan. Guru yang baik menurut teori ini adalah : Guru yang memiliki rasa humor. Indikator dari keberhasilan aplikasi ini adalah siswa merasa senang bergairah. Kekurangan : * sentral. Metode :dibagi dalam bagian-bagian kecil sampai kompleks. Aplikasi Teori Humanistik Belajar adalah menekankan pentingnya isi dari proses belajar bersifat eklektik. Aplikasi teori humanistik dalam pembelajaran guru lebih mengarahkan siswa untuk berpikir induktif. Teori :belajar Teori untuk memenusiakan humanistik manusia. hati nurani.Pembelajaran berdasarkan teori humanistik ini cocok untuk diterpkan pada materimateri pembelajaran yang bersifat pembentukan kepribadian. * Pasif. 1.mudah menjadi tidak sabar . dan analisis terhadap fenomena sosial. olagraga. Misal dalam: percakapan bahasa asing. spontanitas.dll. Perbandingan Teori Behaviorisme dengan Teori Humanisme Beberapa perbandingan antara teori behaviorisme dengan teori humanistik yaitu : a. perilaku dan sikap atas kemauan sendiri. kelenturan. perubahan sikap. serta membutuhkan keterlibatan siswa secara aktif dalam proses belajar. perlu motivasi dari luar. Evaluasi :didasarkan pada perilaku yang dicapai sebagai hasil dari latihan yang dilakukan. Sedangkan guru yang tidak efektif adalah guru yang memiliki rasa humor yang rendah . mampu berhubungan dengan siswa dengan mudah dan wajar. Guru :guru tidak banyak memberikan ceramah. adil. Pengulangan dan latihan digunakan supaya perilaku yang diinginkan dapat menjadi kebiasaan. Hal ini dapat diterapkan melalui kegiatan diskusi.Ruang kelads lebih terbuka dan mampu menyesuaikan pada perubahan. . * Guru melatih dan menentukan apa yang harus dipelajari siswa. tidak menggunakan hukuman. 1. Aplikasi Teori Skinner Guru mengembalikan dan mendiskusikan pekerjaan siswa yang telah diperiksa dan dinilai sesegera mungkin. berinisiatif dalam belajar dan terjaadi perubahan pola pikir.komunikadi satu arah.

Guru dapat menerapkan menurut aliran-aliran teori tertentu. Membantu guru untuk memahami bagaimana siswa belajar. Kekurangan :terlalu memberi kebebasan pada siswa. pendidikan yang berkembang di bangsa kita niscaya akan menghasilkan out put-out put yang berkualitas yang mampu membentuk manusia Indonesia seutuhnya. dan positif.Sedangkan teori belajar behavioristik merupakan proses perubahan tingkah laku sebagai akibat adanya interaksi antara stimulus dengan respons yang menyebabkan siswa mempunyai pengalaman baru. Tujuan utama para pendidik adalah mambantu siswa untuk mengembangkan dirinya yaitu membantu masing. prinsip. Membantu guru untuk mengevaluasi proses. 7.Tujuan :menunjuk pada ruh atau spirit selama proses pembelajaran yang mewarnai metodemetode yang diterapkan. dan perkembangan teori pembelajaran hendaknya dipahami oleh para pendidik dan diterapkan dalam dunia pendidikan dengan benar. Manfaat dari beberapa teori belajar adalah : 1. Aplikasinya dalam pembelajaran adalah bahwa guru memiliki kemampuan dalam mengelola hubungan stimulus respons dalam situasi pembelajaran sehingga hasil belajar siswa dapat optimal. Belajar dan Pembelajaran. Membimbing guru untuk merancang dan merencanakan proses pembelajaran. perilaku guru sendiri serta hasil belajar siswa 5.kesadaran mengenai makna belajar dalam kehidupan siswa. B. dan sebagainya. yang telah dicapai. * Darsono.potensi yang ada pada diri mereka. Penerapan :materi-materi pembelajaran yang bersifat pembentukan.masing individu untuk mengenal diri mereka sendiri sebagai manusia yang unik & membantu dalam mewujudkan potensi. 2001.jujur . efisien dan produktif. 3. Semarang: IKIP Semarang . Implikasi perkembangan teori pembelajaran sekarang sangatlah beragam. Jakarta: Rineka Cipta. Siswa :pelaku utama (student center) yang memaknai poses pengalaman belajar sendiri Evaluasi :diberikan secara individual berdasarkan perolehan prestasi siswa. Membantu proses belajar lebih efektif. DAFTAR KEPUSTAKAAN * Budiningsih. Seperti teori behavioristik dalam pembelajaran guru memperhatikan tujuan belajar. Guru :memberi motivasi. BAB PENUTUP III A. 6. Asri C. Metode :mengusahakan partisipasi aktif siswa melalui kontrak belajar yang bersifat jelas . karakteristik siswa. . Dengan memahami berbagai teori belajar. mencapai hasil prestasi yang maksimal. Membantu guru dalam memberikan dukungan dan bantuan kepada siswa sehingga dapat 8.Saran Pengertian. 4. sehingga tujuan pendidikan akan benar-benar dapat dicapai. Memandu guru untuk mengelola kelas. Max.Kesimpulan Teori belajar humanisme dan behaviorisme memiliki ciri khas masing-masing. 2. prinsip-prinsip pembelajaran dan pengajaran. 2005. Belajar dan Pembelajaran. Teori belajar humanisme berusaha memahami perilaku belajar dari sudut pandang perilakunya bukan sudut pandang pengamatnya.

Mereka mengerahkan segala usaha Untuk mencapai tujuan itu. juga setiap pendidik dan gurunya. 2. Maka merekapun tak segan segan dalam upaya menghancurkan dan merobohkannya.info/peranan-keluarga-dalam-pendidikan. sehingga tak mudah hilang atau berubah sudahnya. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagaimana binatang temak. para ulama umat Islam telah menyadari pentingnya pendidikan melalui keluarga. tidak membiasakannya bersenang senang dan tidak pula menjadikannya suka kemewahan.dia siap diberi pahatan apapun dan condong kepada apa saja yang disodorkan kepadanya Jika dibiasakan dan diajarkan kebaikan dia akan tumbuh dalam kebaikan dan berbahagialah kedua orang tuanya didunia dari akherat. Tapi jika dibiasakan kejelekan dan dibiarkan sebagaimana binatang temak. individu dan masyarakat seluruhnya dapat dihancurkan. Karena keluarga merupakan tempat pertumbuhan anak yang pertama di mana dia mendapatkan pengaruh dari anggota-anggotanya pada masayang amat penting danpaling kritis dalam pendidikan anak. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Dari sini. SyaikhAbuHamid AlGhazali ketika membahas tentang peran kedua orangtua dalam pendidikan mengatakan:”Ketahuilah.Hatinya yang masih suci merupakan permata alami yang bersih dari pahatan dan bentukan.kolomayah.” dari akherat. sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa.kosmaext2010. baik dalam lingkungan masyarakat Islam maupun nonIslam. bahwa anak kecil merupakan amanat bagi kedua orangtuanya. tidak membiasakannya bersenang senang dan tidakpula menjadikannya suka kemewahan.Sebab pada masa tersebut apa yang ditanamkan dalam diri anak akan sangat membekas. yaitu tahun tahun pertama dalam kehidupanya(usiapra sekolah). Musuh musuh Islam telah menyadari pentingya peranan keluarga ini.(www. Merusak wanita muslimah dan mempropagandakan kepadanya agar meninggallkan tugasnya yang utama dalam menjaga keluarga dan mempersiapkan generasi. Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik. sehingga akan menghabiskan umurnya untuk mencari hal tersebut bila dewasa. menjaganya dari teman teman jahat.Maka hendaklah ia memelihara mendidik dan membina serta mengajarinya akhlak yang baik. niscaya akan menjadi jahat dan binasa. niscaya akan menjadi jahat dan binasa. 3. Merusak generasi muda dengan upaya mendidik mereka ditempat tempat pengasuhan yang jauh dari keluarga.com/makalah-psikologi-belajar-teori-belajar.php) PERANAN KELUARGA DALAM PENDIDIKAN Keluarga mempunyai peranan penting dalam pendidikan.html ) .” Syaikh Yūsuf Muhammad al Hasan (www. sehingga keluarga. Merusak masyarakat dengan menyebarkan kerusakan dan kehancuran. Dosanya pun ditanggung oleh penguru dan walinya. Sarana yang mereka pergunakan antara lain: 1. keluarga mempunyai peranan besar dalam pembangunan masyarakat. juga setiap pendidik dan gurunya.agar mudah dirusak nantinya. Karena keluarga merupakan batu pondasi bangunan masyarakat dan tempat pembinaan pertama untuk mencetak dan mempersiapkan personil personilnya. menjaganya dari teman teman jahat. Sebelum ini.

Untuk mengetahui hubungan keluarga dan masyarakat dalam pendi BAB II PEMBAHASAN PERAN KELUARGA DAN MASYARAKAT DALAM PENDIDIKAN A. Untuk mengetahui peranan keluarga dalam pendidikan 2. Bagaimana peranan keluarga dalam pendidikan? 2. Bagaimana peranan masyarakat dalam pendidikan? 3.1 Latar Belakang Meskipun barangkali sebagian diantara kita mengetahui tentang apa itu pendidikan. istilah pendidikan atau paedagogie berarti bimbingan atau pertolongan yang diberikan dengan sengaja oleh orang dewasa agar ia menjadi dewasa.3 Tujuan Penulisan 1. Untuk mengetahui peranan masyarakat dalam pendidikan 3.Peran Keluarga Dan Masyarakat Dalam Pendidikan BAB I PENDAHULUAN 1. tetapi ketika pendidikan tersebut diartikan dalam suatu batasan tertentu maka terdapatlah bermacam-macam pengertian yang diberikan. Bagaimana hubungan keluarga dan masyarakat dalam pendidikan? 1.2 Rumusan Masalah 1. Dalam perkembangannya. Pendidikan diartikan sebagai usaha yang dijalankan oleh seseorang atau kelompok orang lain agar menjadi dewasa atau mencapai tingkat hidup atau penghidupan yang lebih tinggi dalam arti mental. Dalam arti sederhana pendidikan sering diartikan sebagai usaha manusia untuk membina kepribadiannya sesuai dengan nilai-nilai di dalam masyarakat dan kebudayaan. 1.Peran keluarga terhadap pendidikan .

dan anak . 2. disiplin. dalam hal ini peran keluarga atau khususnya orang tua sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan dan perkembangan anak.Keluarga adalah tempat atau lingkungan yang pertama dan utama bagi individu. berbicara. Demikian pula halnya dengan sekolah yang merupakan rumah ke dua bagi siswa sedangkan tenaga pendidik adalah orang tua atau keluarga ke dua bagi siswa. Sumbangan kelurga bagi pendidikan anak adalah sebagai berikut: 1.kerja sama .serta pengakuan akan kewibawaan. baik secara langsung maupun tidak langsung. buang air. sebab itu pendidikan pertama dan utama kita peroleh dari lingkungan keluarga itu sendiri. baik karena keadaan jasmaniahnya maupun itelektual. Sementara itu.keluarga terdiri dari ayah. Bayi dan anak belajar menerima dan meniru apa yang di ajarkan oleh orang tua. Sikap menerima atau menolak. belajar maupun keperibadiannya hanya saja ada perbedaan pola asuh. Cara orang tua melatih anak untuk menguasai cara-cara mengurus diri. ibu. kelurga merupakn satu kesatuan hidup (system social). begitu pula dengan pemahaman tentang diri anak.yang berkenaan dengan kelurga menyediakan situasi belajar. Kita sejak lahir hingga saat ini di besarkan di lingkungan keluarga. hubungan antara pribadi.berdoa. cinta kasih. tingkah laku yang baik.sungguh-sungguh membekas dalam diri anak karena berkaitan erat dengan perkembangan dirinya sebagai pribadi. Guru dapat memahami bagaimana lingkungan sosial.Dilihat dari segi pendidikan. seperti cara makan. Tanggung jawab pedidikan yang perlu di sadarkan kepada . sosial. guru dapat “memahami” siswanya ke dua setelah keluarga.sikap kasih saying atau acuh tak acuh sikap sabar atau tergesagesa. dan kelurga menyediakan situasi belajar . Sebagai suatu kesatun hidup bersama (system social). dapat di lihat bahwa bayi dan anak-anak sangat begntung kepada orang tua. Sikap orang tua sangat mempengaruhi perkembangan anak.berjalan.sikap melindungi atau membiarkan secara langsung mempengaruhi reaksi emosianal anak. I kataan kekeluargaan membatu anak dalam mengembangkan sifat persahabatan. dan moral.

Peranan Masyarakat Terhadap Pendidikan Masyarakat merupakan lembaga pendidikan. maupun antara sektor pendidikan. Menurut Abu Ahmad: “Pendidikan nasional dikembangkan secara terpadu dan serasi baik antar berbagai jalur. C. kedua hal tersebut tidak dapat terpisahkan dasar bagi seseorang. jangan diharapkan pendidikan dapat berkembang dan tumbuh sebagaimana yang diharapkan. dimana apabila pendidikan keluarga berjalan dengan baik dan hasil tersebut didukung pula dengan pendidikan masyarakat yang baik maka seseorang sangat cepat berkembang dan memiliki kepribadian yang baik pula. jenis dan jenjang pendidikan. Segi pendidikan sangat berpengaruh terhadap keluarga. dalam konteks penyelenggaraan pendidikan sangat besar peranannya. . maupun antara sektor pendidikan dengan sektor pembangunan lainnya serta antara daerah. karena ikatan keluarga membantu anak dalam mengembangkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang berguna bagi kehidupannya kelak sehingga bila ia telah dewasa mampu berdiri sendiri dan membantu orang lain.B. keluarga dan masyarakat sebagai mitra pemerintah berkesempatan seluas-luasnya untuk berperan serta dalam menyelenggarakan pendidikan nasional”.[3] BAB III PENUTUP Kesimpulan 1. Menurut Fuad Ihsan: “Kemajuan dan keberadaan suatu lembaga pendidikan sangat ditentukan oleh peran serta masyarakat yang ada” [2] Tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat. Hubungan Keluarga dan Masyarakat dalam Pendidikan Antara keluarga dan masyarakat sangat erat kaitannya dalam hal pendidikan.

3. Edisi Revisi Jakarta: PT. maka hal itu perlu adanya kesadaran diri sendiri... Karena apabila pendidikan keluarga berjalan dengan baik dan didukung dengan pendidikan masyarakat yang baik maka kepribadian seseorang akan baik pula. Masyarakat berperan serta dalam mendirikan dan membiayai sekolah dan berperan dalam mengawasi pendidikan. Abu. Ilmu Pendidikan Cet. Semarang: Rineka Cipta. oleh karena itu kita harus tanamkan betapa pentingnya peranan pendidikan dalam keluarga maupun masyarakat. Grafindo Persada. 1996. 2. semarang: Rineka Cipta 2001 Hasbullah.com/. Ihsan./peran-keluarga-dan-masyarakat-dalam. Implikasi 1..2. Dengan adanya pendidikan. seseorang dapat mengetahui dan menguasai dunia. 2003. Keluarga dan masyarakat betapa pentingnya pendidikan. Ilmu pendidikan. (jamal-alfath.) . DAFTAR PUSTAKA Ahmad. Keluarga dan masyarakat sangat berperan dalam hal pendidikan.blogspot. Di dalam keluarga dan masyarakat sangat erat kaitannya dengan pendidikan. III. Dasar-dasar Pendidikan. Fuad..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful