Kamis, 19 Agustus 2010

Beton Ringan (Lightweight Concrete)
BAB I PENDAHULUAN I.1 Latar Belakang Dengan semakin pesatnya pertumbuhan pengetahuan dan teknologi di bidang konstruksi yang mendorong kita lebih memperhatikan standar mutu serta produktivitas kerja untuk dapat berperan serta dalam meningkatkan sebuah pembangunan konstruksi dengan lebih berkualitas. Diperlukan suatu bahan bangunan yang memiliki keunggulan yang lebih baik dibandingkan bahan bangunan yang sudah ada selama ini. Selain itu bahan tersebut harus memiliki beberapa keuntungan seperti bentuk yang dapat menyesuaikan dengan kebutuhan, spesifikasi teknis dan daya tahan yang kuat, kecepatan pelaksanaan konstruksi serta ramah lingkungan. Jenis bahan bangunan pada bangunan konstruksi tersebut sangat bervariasi misalnya beton, pasir, kerikil. Dewasa ini kata “Beton” sudah tidak asing lagi di kalangan para Engineer. Karena sudah hampir sebagian besar gedung-gedung dan sarana infrastruktur di daerah kota menggunakan beton sebagai bahan dasar dari bangunan mereka. Penggunaan beton pada gedung dilakukan dalam rangka menghemat pengeluaran dalam suatu proses konstruksi. Selain harganya yang terjangkau beton juga memiliki kuat tekan yang tinggi. Rasa tertarik pada penggunaan beton ini, akhirnya menimbulkan banyaknya jenis dari beton itu sendiri. Salah satu yang kita kenal adalah Beton Ringan (lightweight concrete) atau yang lebih dikenal dengan sebutan Hebel. Dalam paper ini penulis akan menjelaskan mengenai “Beton Ringan”. I.2 Rumusan Masalah a. Apa definisi dari Beton Ringan ? b. Bagaimana Sejarah dari Beton Ringan ? c. Apa saja Kelebihan dan Kekurangan dari Beton Ringan ? d. Bagaimana Cara Pembuatan Beton Ringan ? e. Apa saja Bentuk Aplikasi Beton Ringan yang ada pada Proyek ? I.3 Tujuan a. Mengetahui definisi dari Beton Ringan. b. Mengetahui sejarah dari Beton Ringan. c. Mengetahui Kelebihan dan Kekurangan dari Beton Ringan. d. Mengetahui Cara Pembuatan Beton Ringan. e. Mengetahui Bentuk Aplikasi Beton Ringan yang ada pada Proyek. I.4 Metode Penulisan Penulisan makalah ini menggunakan metode browsing pada internet.

3 Kelebihan dan Kekurangan Beton Ringan Ada beberapa Kelebihan dari Beton ringan atau Autoclaved Aerated Concrete (AAC). Alat yang digunakan pun sederhana. Dia memutuskan untuk mengembangkan sistem bangunan yang lebih baik dengan biaya yang lebih ekonomis. Tidak seperti beton biasa. Beton ringan AAC ini pertama kali dikembangkan di Swedia pada tahun 1923 sebagai alternatif material bangunan untuk mengurangi penggundulan hutan. saat didirikannya PT Hebel Indonesia di Karawang Timur. salah satunya beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC). Kesuksesan Hebel di Jerman segera dilihat negara-negara lain. Definisi Beton Ringan Beton ringan adalah beton yang memiliki berat jenis (density) lebih ringan daripada beton pada umumnya. Sifatnya kuat. beton ringan aerasi ini dianggap sempurna. karena dibuat dari sumber daya alam yang berlimpah. Sampai saat ini Hebel telah berada di 29 negara dan merupakan produsen beton aerasi terbesar di dunia. Sebutan lainnya Autoclaved Concrete. membuka kemungkinan-kemungkinan baru bagi perkembangan produk ini. Sehingga dapat dengan cepat dan akurat dipotong atau dibentuk untuk memenuhi tuntutan dekorasi gedung. II. Di Indonesia sendiri beton ringan mulai dikenal sejak tahun 1995. II.BAB II PEMBAHASAN II. Hasilnya. ditambah dengan suatu bahan pengembang yang kemudian dirawat dengan tekanan uap air. Pada umumnya berat beton ringan berkisar antara 600 – 1600 kg/m3. yaitu : λ Balok AAC mudah dibentuk. Inovasi-inovasi brilian yang dilakukannya. sehingga dapat meminimalkan sisasisa bahan bangunan yang tak terpakai. Karena itu keunggulan beton ringan utamanya ada pada berat. cukup menggunakan alat pertukangan kayu. mudah dibentuk. sehingga apabila digunakan pada proyek bangunan tinggi (high rise building) akan dapat secara signifikan mengurangi berat sendiri bangunan. air. termasuk material bangunan yang ramah lingkungan. Beton ringan AAC ini kemudian dikembangkan lagi oleh Joseph Hebel di Jerman Barat di tahun 1943. Beton ringan bisa disebut sebagai beton ringan aerasi (Aerated Lightweight Concrete/ALC) atau sering disebut juga (Autoclaved Aerated Concrete/ AAC) yang mempunyai bahan baku utama terdiri dari pasir silika. Jawa Barat. Karena ukurannya yang akurat tetapi mudah dibentuk.2 Sejarah Beton Ringan Teknologi material bahan bangunan berkembang terus. efisien. semen. Pada tahun 1967 bekerja sama dengan Asahi Chemicals dibangun pabrik Hebel pertama di Jepang.λ . berat beton ringan dapat diatur sesuai kebutuhan. kapur.1 . Cellular Concrete (semen dengan cairan kimia penghasil gelembung udara ). yang selanjutnya berdampak kepada perhitungan pondasi. dan di Inggris disebut Aircrete and Thermalite. tahan lama. dan berdaya guna tinggi. seperti proses pemotongan dengan menggunakan kawat. Porous Concrete.

Ada tiga macam cara membuat beton aerasi. Harga per bata kurang lebih Rp. atau abu terbang yang dijadikan batu. beton ringan dalam bentuk bata dijual dalam volume m3. Perlu perlakuan khusus. Perekat yang digunakan harus disesuaikan dengan ketentuan produsennya. Wastafel fisher plug FX6/8. stereofoam. Sehingga secara keseluruhan bisa lebih murah dan efisien Tahan panas dan api.λ Selain kelebihan. sehingga dengan ukuran 60cmx20cmx10cm / m3 bata ringan terdiri dari 83 buah.5 buah.4 Pembuatan Beton Ringan Pembuatan beton ringan ini pada prinsipnya membuat rongga udara di dalam beton. untuk ukuran yang tanggung. yaitu : Yangλ paling sederhana yaitu dengan memberikan agregat/campuran isian beton ringan. panel dinding fisher sistem injeksi.λ Mengurangi biaya struktur besi sloff atau penguat. bangunan tak terlalu banyak mengalami perubahan atau renovasi hingga 20 tahun. Bobotnya yang ringan mengurangi biaya transportasi. sehingga sangat tidak dianjurkan penggunaan untuk perkuatan (struktural). Jika dikonversikan dalam m2 maka 1 m2 terdiri dari 8. korosi. Misalnya tidak perlu batu atau kerikil untuk mengisi lantai beton. II. berkarat. Anti jamurλ Tahan gempaλ Anti seranggaλ Biaya perawatan yang sedikit. tukang bangunan tidak cepat lelah.λ Tukang yang mengerjakan lebih sedikit. umumnya adalah semen instan. kurang lebih sama tahan lamanya dengan beton konvensionalλ λ Kuat tetapi ringan. sehingga harga per m2 nya Rp.λ Kedap suaraλ Tahan lama. Sehingga cepat dalam pengerjaannya.λ nilai kuat tekannya (compressive strength) terbatas. dibebani AC menggunakan fisher FTP. 8000.λ λ Harganya cenderung lebih mahal dari bata konvesional. Apalagi pabrik AAC dibangun sedekat mungkin dengan konsumennya.λ Nyamanλ Aman. Beton AAC juga memiliki beberapa kelemahan. Menghilangkan agregat halus (agregat halusnya disaring. karena dampaknya berakibat pada waste dan mutu pemasangan. Belum termasuk semen instan dan ongkos pasangnya. Agregat itu bisa berupa batu apung. Untuk membangun sebuah gedung dapat diminimalisir produk yang akan digunakan.000.λ . akan memakan waste yang cukup besar. Diperlukan keahlian tambahan untuk tukang yang akan memasangnya.λ Karena ringan.-.-.λ Mengurangi biaya penguat atau pondasiλ Waktu pembangunan lebih pendek. Di pasaran. karena tidak mengalami rapuh.λ Semennya khusus cukup 3 mm saja. contohnya debu/abu terbangnya dibersihkan).68. yaitu : λ Karena ukurannya yang besar. karena tidak sekuat beton. bengkok. batu alwa. karena berat jenisnya rendah.λ AAC dapat mempermudah proses konstruksi.

Dalam proses pengembangan ini. atau palang sesuai kebutuhan. Gas hidrogen ini membentuk gelembung-gelembung udara di dalam campuran beton tadi. Sehingga terbentuk kalsium silikat dan beton ringan berubah warna menjadi putih. Pembuatan beton ringan ini sepenuhnya dikerjakaan dengan mesin. adonan dipotong untuk memperoleh ukuran yang persisi. beton ringan dimasukkan kedalam autoclave chamber selama ± 12 jam. dan sisanya sebanyak 10% yaitu campuran gypsum dan aluminium pasta. Saat pencampuran pasir kuarsa. mesin mixxing. Kemudian didiamkan sekitar ± 3 – 4 jam. terjadi reaksi kimia. Dalam proses ini beton ringan diberi tekanan sebesar 11 bar atau sebesar 264 psi ( = 1. kapur. sehingga nantinya pada saat digunakan tidak mengandung reaksi kimia yang berbahaya. Semen tipe I merupakan yang biasanya digunakan untuk segala macam jenis konstruksi. Semen yang digunakan merupakan semen tipe I. Untuk proses produksi. Untuk proses awal semua bahan baku ditempatkan didalam tangki masing – masing untuk mempermudah proses pencampuran.5 Aplikasi Beton Ringan . hidrogen akan terlepas ke atmosfir dan langsung digantikan oleh udara.5 – 0.82 Mpa) dengan suhu setinggi 374 ⁰F. Kenapa tidak dijemur saja? Karena kalau adonan ini dijemur di bawah terik matahari hasilnya kurang maksimal. beton ringan aerasi ini sudah siap untuk dipasarkan dan digunakan sebagai konstruksi bangunan. dan dicampur alumunium pasta ini terjadi reaksi kimia.20 x 0. dalam 1 hari dapat dihasilkan beton ringan sebanyak ± 300 – 400 m3. autoclaved chamber. Adonan tersebut diisikan sebanyak ½ bagian saja. Aluminium pasta (Zat Pengembang). Kemudian melalui ruang control.6 m3 saja. Sehingga mudah dibentuk balok. Pada saat didalam autoclaved ini. karena nantinya campuran ini akan mengembang. Gelembung-gelembung udara ini menjadikan volumenya menjadi dua kali lebih besar dari volume semula. Adonannya terdiri dari pasir kuarsa. Gypsum. untuk menghaluskan butiran – butiran pasir.λ Proses pembuatan beton ringan atau Autoclaved Aerated Concrete secara kimiawi kini lebih sering digunakan. tekstur beton tetap padat tetapi lembut. Kemudian campuran beton ringan tersebut dituangkan kedalam cetakan yang memiliki ukuran 4. dibuat dulu adonan beton ringan ini. Setelah mengembang. Setelah keluar dari autoclave chamber. Ronggarongga udara yang terbentuk ini yang membuat beton ini menjadi ringan.60 m. Di akhir proses pengembangan atau pembusaan. Dalam komposisinya. diatur kadar campuran yang akan dibuat. Cara ketiga ini terbagi lagi menjadi secara mekanis dan secara kimiawi. Bubuk alumunium bereaksi dengan kalsium hidroksida yang ada di dalam pasir kwarsa dan air sehingga membentuk hidrogen. mesin cutting. Kapur.20 x 1. karena pada saat pengembangan ukurannya tidak dapat dikontrol sehingga dipotong setelah proses pengembangan selesai. karena tidak bisa stabil dan merata hasil kekeringannya. Didalam autoclaved ini pasir kwarsa bereaksi dengan kalsium hidroksida menjadi kalsium hidrat silika. secara umum pasir kuarsa memiliki persentase yang cukup tinggi yaitu berkisar 60%. air. sehingga adonan dapat mengembang. Mesin yang digunakan seperti mesin penggiling. Kadar campuran dapat berubah – ubah tergantung dari keadaan bahan baku yang ada. Khusus untuk pasir kuarsa harus dimasukkan kedalam mesin penggiling terlebih dahulu sebelum dimasukkan ke dalam tangki. Setelah melalui proses pemotongan. semua reaksi kimia dituntaskan dan dibersihkan pada suhu tinggi. Untuk memproduksi 1 m3 beton ringan hanya dibutuhkan bahan sebanyak ± 0. II. semen.Meniupkan atau mengisi udara di dalam beton. Semen. sedikit gypsum. Meskipun hidrogennya hilang. kemudian perekat yang terdiri dari semen dan kapur sebanyak 30%. Sebelum beton diproses secara aerasi dan dikeringkan secara autoclave.

sebagai ornamen bangunan.λ DAFTAR PUSTAKA http://peneliti.pdf http://www.eramuslim.λ Dalam pemasangan beton ringan.λ Secara totalitas pengunaan beton ringan lebih mudah dan efektif dibandingkan beton pada umumnya (dalam hal tertentu).htm .λ Gunakan Autoclave Chamber dalam proses pengeringan.2 Saran Tidak menggunakan beton ringan sebagai perkuatan (struktural). yang dapat digunakan pada dinding dan atap.budiluhur.scribd. karena bahan – bahan yang digunakan merupakan bahan yang tidak bermanfaat untuk lingkungan dan jumlahnya sangat banyak.com/konsultasi/arsitektur/penggunaan-bata-celcon.ac. Proses pembuatan beton ringan atau Autoclaved Aerated Concrete secara kimiawi lebih sering digunakan.dostoc.λ λ Beton ringan lebih ramah lingkungan dan ekonomis. Panelλ Contohnya Panel beton ringan yang digunakan sebagai pengganti tembok.1 Kesimpulan Beton ringan lebih mudah diperoleh karena jumlah produksi yang cukup banyak dalam sehari.id/wp-content/uploads/2007/05/ramos-sna2007. BAB III PENUTUP III. Ready Mixλ Contohnya pada ready mix sebagai material pengisi.com/ http://www.λ III.com/ http://www.Dengan berbagai kelebihan dari beton ringan yang telah disebutkan di atas. sebaiknya menggunakan tukang yang memiliki keahlian tambahan. saat ini beton ringan banyak diaplikasi dalam pelbagai proyek dalam bentuk : Blok (bata)λ Contohnya Bata Celcon. Bentuk Khususλ Contohnya bentuk-bentuk dekorasi.

. 18 Desember 2010 17:58 Anonim mengatakan..co...id/ Diposkan oleh I Kadek Bagus Widana Putra di 22:29 Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Teknologi Bahan Konstruksi 12 komentar: Anonim mengatakan.id/ http://www. Mengapa anda tidak memilih Beton yg ramah ligkungan saja ? . Dimana pasir yg terbaik digunakan mengandung SiO2 sebanyak 90%.org/ http://indograha..http://www..ilustri....... ide yg bagus untuk mndrikan pabrik aac. klu ada minat kita bisa kontak..... mungkin anda bisa menbantu saya.. Teknik Sipil Universitas Gunadarma 2009. n selamat ulang tahun ya.. thanks 8 Februari 2011 09:14 I Kadek Bagus Widana Putra mengatakan. Yang paling banyak digunakan dalam pembuatan beton adalah nano silika..tp untuk mndukung program Green Construction di Indonesia . 31 Januari 2011 23:11 Anonim mengatakan..semua bahan yg berbasis SiO2 bisa untuk digunakan membuuat bata ringan. hi...... Trims.... Apakah bata ringan bisa dibuat dengan semua jenis bahan yang berbasis SiO2????? 31 Januari 2011 14:38 Yogi Oktopianto mengatakan. yang mampu meningkatkan durability dan kuta tekan beton itu sendiri... saya punya minat membangun pabrik aac ini di batam ..... iya tepat sekali.go. alamat email aku di edpangestu_ssb@yahoo. terima kasih atas artikelnya.. salam kenal.id ..co... mungkin kita bisa melanjutkan proyek ini..pu...... saya tertarik dengan tulisan ini .

Beton ramah lingkungan merupakan inovasi terbaru untuk tetap menjaga lingkungan.. sangat bagus artikelnya. inovasi ini tercipta dari adanya isu global warming yang semakin hari semakin parah.27 bersumber dari ERlangga Jihadul Fisabil... Polimer.. Material Phyropilit. jika ingin mendapatkan info lbh lanjut dpt menhubungi kadekku@yahoo.... Trims.mungkin ini bs mnjadi suatu bhan pertimbangan bagi anda.. Copper slag.. Teknik Sipil Universitas Gunadarma 2009 10 Februari 2011 18:27 I Kadek Bagus Widana Putra mengatakan. . fly ash... Bahan2 ini akan menyerap sebagian CO2 di udara . berbeda dengan semen yg memproduksi CO2.tapi bagaimana proses produksi dari bermacam macam bahan tadi ... salam kenal dari saya. CMAP. Penerapan beton ini dengan mengganti semen dengan memanfaatkan berbagai macam limbah seperti magnesium silikat. Universitas Gunadarma 2009 Trims.artikelnya cukup lumayan bagus 3 Oktober 2011 08:10 Anonim mengatakan. dll.bagamana kalau kerja sama untuk mendirikan pabrik beton ringan 15 Agustus 2011 23:33 Anonim mengatakan. makasih artikelnya sudah membantu saya dalam meyelesaikan tugas..com trims. 15 November 2011 16:51 Frangky mengatakan.diapakan masing masig bahan sehingga dapat bereaksi dan komposisi yang pas berapa.. penulis Teknik Sipil Universitas Gunadarma 2009 10 Februari 2011 18:30 imamsolikhuddin mengatakan... Komentar 10 Februari 2011 18.

.blogspot.com Terima kasih http://teknologibetonringan. 25 Desember 2011 05:12 Frangky Welly W mengatakan. silahkan hubungi saya. saya berpengalaman di bidang ini. Untuk jelasnya bisa hub lewat Email frangww@yahoo.com/ atau email saya frangww@yahoo. terima kasih. Untuk Bikin Bata Ringan yang system Air Cure ( foaming ) maka investasinya juga ringan.com 27 Desember 2011 23:35 ..Untuk Rekan-Rekan Yang ingin membuka dan usaha Bata Ringan baik dengan process AAC atau konfensiaonal.com Terima kasih Frangky 30 November 2011 08:03 abdul jalil mengatakan. bisa kasih keterangan yg lebih detail pak? saya berkeinginan untuk produksi untuk mengurangi pengangguran di desa saya pak.blogspot..com/ http://teknologibetonringan...blogspot.. atau di http://lightconcrete.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful