Negara Indonesia terletak di zona pertemuan beberapa lempeng bumi aktif yang saling berinteraksi dan membentuk zona

tunjaman dan tumbukan, sesar-sesar aktif, dan rangkaian pegunungan berapi. Beberapa gempa besar yang terjadi dalam 10 tahun terakhir mengakibatkan banyak sekali korban jiwa dan kerugian material yang cukup besar. Beberapa gempa besar yang terjadi dalam dekade terakhir di Indonesia yaitu gempa Bengkulu 2000 (Mw 7.8), gempa Aceh-Andaman Tsunami 2004 (Mw 9.2), gempa Nias-Simelue 2005(Mw 8.7), gempa Jogyakarta Mei 2006, gempa Jawa selatan yang diikuti tsunami 2006 (Mw 7.6), gempa Bengkulu (Mw 8.4 and Mw 7.9) dan gempa terbaru di Padang (Mw 7.6) pada September 2009. Rangkaian kejadian gempa ini menunjukan bahwa Indonesia sangat rentan terhadap bencana gempa. Institut Teknologi Bandung (ITB) tahun ini akan memiliki program studi pasca sarjana yang baru yaitu Program Pasca Sarjana Gempa Bumi dan Tektonik Aktif atau yang juga disebut GREAT (Graduate Research on Earthquake and Active Tectonics). GREAT merupakan program pendidikan kerjasama FITB ITB, LIPI, dan AIFDR (Australia Indonesia Facility For Disaster Reduction) yang bertujuan untuk mempelajari proses dan sumber kegempaan di Indonesia. GREAT diharapkan dapat memberikan manfaat untuk memprediksi potensi gempa dan mitigasi bencana melalui kegiatan pendidikan dan penelitian yang terintegrasi dari sudut pandang, geologi, seismologi dan geodesi yang mencakup bidang penelitian seperti neotectonicists, tectonic geodesists, paleoseismologists, seismologists dan marine geophysics. Institut Teknologi Bandung sebagai salah satu perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi Center of Excellence dalam penanganan bencana di Indonesia dengan bekerja sama dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dalam membuat sistem penanggulangan bencana untuk mengurangi resiko korban jiwa dan kerugian material akibat bencana. Di Indonesia sendiri sampai saat ini tidak ada program pendidikan yang khusus untuk mempelajari gempa, padahal kondisi Indonesia yang rawan bencana gempa memerlukan ahli-ahli kegempan. Karena kebutuhan tersebut maka program pendidikan pasca sarjana ini dibuka. Saat ini (2 Febuari 2011) sudah ada 7 mahasiswa yang telah terdaftar untuk program pendidikan ini, berasal dari Badan Geologi, instansi pemerintah, dan mahasiswa ITB yang meneruskan pendidikan. Adapun program ini mendapatkan bantuan dana dari Program Bahaya Gempa Bumi Nasional senilai A$5,5 juta yang didapatkan dari Pemerintah Australia. Mengenai fasilitas yang dimiliki, Program penelitian dan pengajaran GREAT ini akan dilaksanakan di ITB dan LIPI meliputi ruangan kuliah dan laboratorium sebagai berikut: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. LabEarth (Geoteknologi LIPI) GIS Laboratory (Geoteknologi LIPI) GIS and Remote Sensing Laboratory (ITB) Sedimentology and paleotsunami lab (Geoteknologi LIPI) Seminar rooms (Pangea and Banda rooms, Geoteknologi LIPI) Seismological laboratory (ITB) Geodesy Laboratory (ITB) Lecture and multi media room (ITB) Tectonic Laboratory at Geology (ITB)

Program GREAT sendiri akan dimulai dengan perkuliahan mahasiswa pertamanya pada Semester 1 tahun 2011. Sebelum menjadi program studi pasca sarjana yang mandiri di lingkungan Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, pada tahap awal GREAT akan menjadi opsi dari Prodi Pasca Sarjana Sains Kebumian terlebih dahulu. Pada pertengahan tahun 2011 diharapkan GREAT telah menjadi Program Studi tersendiri yang terpisah dari Sains Kebumian. Dalam 4 tahun pertama program ini akan difokuskan pada program pasca sarjana S2 (Magister) serta beberapa mahasiswa terpilih untuk program S3 (Doktor). Program Magister GREAT akan terdiri dari 2 semeter perkuliahan dan 2 semester penelitian, tetapi mahasiswa sangat disarankan untuk melakukan penelitian sejak awal proses perkuliahan. Staf pengajar untuk program ini terdiri dari dosen dan peneliti dari ITB dan LIPI, serta instansi terkait lainnya, yaitu: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. Prof. Hasanuddin Z. Abidin (S3 University of Brunswick Canada, 1992) Lambok Hutasoit, Ph.D (S3 Northern Illinois Univ, USA, 1992) Prof. Hery Harjono (S3 Universite De Paris XI, France) Prof. I Wayan Sengara (S3 Univ. Wisconsin, USA) Prof. Sri Widiyantoro (S3 Australia National University, 1997) Dr. Danny Hilman Natawidjaja (S3 California Institute of Technology, USA) Dr. Benjamin Sapiie (S3 Texas Austin Univ, USA, 1998) Dr. Imam Sadisun (S3 Kyushu University, Japan)

9. Dr. Eko Yulianto (S3 Hokkaido University, Japan) 10. Ign. Sonny Winardhie, Ph.D (Univ. W. Ontario Canada, 1997) 11. Dr. Wahyu Triyoso (S3 University of Tokyo, Japan, 2002) 12. Dr. Hamzah Latief (S3 Tohoku University, Japan, 2000) 13. Dr. Irwan Meilano (S3 Nagoya University, Japan, 2006) 14. Afnimar, Ph.D (S3 University of Tokyo, Japan 2002) 15. Dr. Andri Dian Nugraha (S3 Kyoto University, Japan, 2009) 16. Dr. Saut Sagala (S3 Kyoto University, Japan, 2009) Tertarik untuk menjadi seorang ahli kegempaan? Tidak ada salahnya untuk mengunjungi situs web ini http://www.fitb.itb.ac.id/great/?page_id=28 untuk mendaftarkan diri.. :-D Sumber: * http://bandung.detik.com/read/2011/02/02/155442/1559140/486/itb-kini-punya-program-studi-gempabumi-dan-tektonik-aktif?881104485&utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter * http://www.fitb.itb.ac.id/great/?p=35 Tags: AIFDR, BNPN, FITB, GempaBumi, GREAT, ITB, LIPI Comment Sejarah Geologi Jawa Barat, ditinjau dari sejarah sedimentasi dan pembentukan strukturnya Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — Leave a comment January 30, 2011 1. Sejarah Sedimentasi Jawa Barat Cekungan Bogor merupakan penamaan bagi suatu mandala sedimentasi yang melampar dari utara ke selatan di daerah Jawa Barat, posisi tektonik dari Cekungan Bogor ini sendiri dari zaman Tersier hingga Kuarter terus mengalami perubahan (Martodjojo,1984). Batuan tertua pada Mandala Cekungan Bogor berumur Eosen Awal yaitu Formasi Ciletuh (Gambar1). Di bawah formasi ini diendapkan kompleks Mélange Ciletuh yang merupakan olisostrom. Formasi ini terdiri dari lempung, pasir dengan sisipan breksi, diendapkan dalam kondisi laut dalam, berupa endapan lereng palung bawah (Martodjojo, 1984 dalam Argapadmi, 2009). Gambar 1. Kolom stratigrafi selatan-utara Jawa Barat (Martodjojo, 1984 dalam Santana, 2007) Pada Kala Oligo-Miosen diendapkan Formasi Bayah yang dicirikan dengan lingkungan berupa sungai teranyam dan kelok lemah. Formasi ini merupakan perselingan pasir konglomeratan dan lempung dengan sisipan batubara (Martodjojo, 1984 dalam Argapadmi, 2009). Lalu di atasnya diendapkan secara tidak selaras Formasi Batu Asih dan Formasi Rajamandala yang merupakan endapan laut dangkal (Gambar 1). Formasi Batuasih terdiri dari lempung laut dengan sisipan pasir gampingan sedangkan Formasi Rajamandala merupakan endapan khas tepi selatan Cekungan Bogor yang terdiri dari batugamping. Kedudukan Cekungan Bogor pada kala ini tidak dapat diidentifikasikan dengan jelas. Hadirnya komponen kuarsa yang dominan pada Formasi Bayah memberikan indikasi bahwa sumber sedimentasi pada kala tersebut berasal dari daerah yang bersifat granitis, kemungkinan besar berasal dari Daratan Sunda yang berada di utara (Gambar 2). Pada Kala Miosen Awal berlangsung aktivitas gunung api dengan batuan bersifat basalt sampai andesit yang berasal dari selatan dan terendapkan dalam Cekungan Bogor yang pada kala ini merupakan cekungan belakang busur (Gambar 2). Cepatnya penyebaran dan pengendapan rombakan deratan gunung api ini telah mematikan pertumbuhan terumbu Formasi Rajamandala sehingga endapan volkanik yang dikenal dengan nama Formasi Jampang dan Formasi Citarum mulai diendapkan pada lingkungan marin (Gambar 1). Formasi Jampang yang berciri lebih kasar daripada Formasi Citarum diendapkan di bagin dalam dari sistem kipas laut sedangkan Formasi Citarum diendapkan di bagian luar dari sistem kipas laut. Pada Kala Miosen Tengah status Cekungan Bogor masih merupakan cekungan belakang busur dengan diendapkannya Formasi Saguling pada lingkungan laut dalam dengan mekanisme arus gravitasi (Gambar 1).

Cekungan Bogor masih merupakan cekungan belakang busur dengan diendapkannya Formasi Cigadung dan Formasi Cantayan yang diendapkan pada lingkungan laut dalam dengan mekanisme arus gravitasi (Gambar 1). Cekungan Bogor sebagian sudah merupakan daratan yang ditempati oleh puncak-puncak gunungapi yang merupakan jalur magmatis (Gambar 2). berubah statusnya menjadi cekungan belakang busur magmatik sehingga terbentuk sesar-sesar anjakan dan lipatan (Gambar 2). Pulonggono dan Martodjojo (1994) menyimpulkan bahwa selama Paleogen dan Neogen telah terjadi perubahan tatanan tektonik di Pulau Jawa. 1949). Formasi Cimandiri yang juga berumur Miosen Tengah menutupi Formasi Jampang (Gambar 1). yaitu barat-timur. Pada Kala Plistosen sampai Resen. Arah ini berkembang di Jawa Barat dan memanjang hingga Jawa Timur pada rentang waktu Eosen-Oligosen Akhir. Daerah pegunungan selatan bagian selatan mengalami penurunan dan genang laut yang menghasilkan Formasi Bentang sedangkan di bagian utara terjadi aktivitas gunung api yang menghasilkan Formasi Beser. 2003 dalam Santana. 2008) Pada Kala Miosen Akhir. Gambar 3 Pola umum struktur Jawa Barat ( Martodjojo. konglomerat. breksi. Pola Meratus diwakili oleh Sesar Cimandiri yang kemudian tampak dominan di lepas pantai utara Jawa Timur. batulempung. tetapi peneliti yang lainnya (Effendi et al. Sesar ini juga berkembang di bagian selatan Jawa. Di Jawa Tengah hampir semua sesar di jalur Serayu Utara dan Selatan mempunyai arah yang sama. 2 Sejarah Pembentukan Strukur Jawa Barat Berdasarkan hasil studi pola struktur di Pulau Jawa. geologi Pulau Jawa sama dengan sekarang. 2007). 1998 dalam Argapadmi. Pola Sunda (utara-selatan) dihasilkan oleh tektonik regangan. Pada daerah ini penurunan merupakan gerak tektonik yang dominan (Gambar 2). Formasi Subang diendapkan di bagian utara menunjukan lingkungan pengendapan paparan (Kurniawan. 1994 dalam Sontana. Pada Kala Pliosen. Penunjaman di selatan Jawa yang menerus ke Sumatera menimbulkan tektonik kompresi yang menghasilkan Pola Jawa. 2009) menamakan formasi ini sebagai Anggota Bojonglopang Formasi Cimandiri. Pola Meratus dihasilkan oleh tektonik kompresi berumur 80-52 juta tahun yang lalulu yang diduga merupakan arah awal penunjaman lempeng Samudra Indo-Australia ke bawah Paparan Sunda. 1984 dalam Argapadmi. Cekungan Bogor pada kala ini sudah semakin sempit menjadi suatu cekungan memanjang yang mendekati bentuk fisiografi zona Bogor (van Bemmelen. napal pasiran. Pada Kala Miosen Awal-Pliosen. 2007). Di Jawa Barat. 1955 dalam Martodjojo. Pola Jawa ini menerus sampai ke Pulau Madura dan di utara Pulau Lombok. Formasi Kaliwangu diendapkan di atas Formasi Subang pada Pliosen Awal dan menunjukan lingkungan pengendapan transisi. Formasi ini terdiri dari lempung gamping yang konglomeratan yang dikenal sebagai Nyalindung Beds. dan batugamping. 1939 dalam Martodjojo. Sebenarnya pendangkalan Cekungan Bogor ini dimulai dari selatan pada umur Miosen Tengah dan berakhir di sebelah utara pada umur Plistosen. Pola ini umumnya terdapat di bagian barat wilayah Jawa Barat dan lepas pantai utara Jawa Barat. Peneliti yang lain (Duyfjes. Karakteristik utama dari formasi ini adalah litologi batugampingnya. Aktivitas gunungapi yang besar terjadi pada permulaan Plistosen yang menghasilkan Formasi Tambakan dan Endapan Gunungapi Muda. sekaligus pusat gunung api dari selatan berpindah ke tengah Pulau Jawa yang merupakan gejala umum yang terjadi di seluruh gugusan gunung api sirkum pasifik (Karig dan Sharman. Formasi Bojonglopang yang memiliki hubungan menjemari dengan Formasi Cimandiri juga diendapkan pada Miosen Tengah. 2009) menamakan Formasi Cimandiri di beberapa daerah sebagai Formasi Nyalindung yang terdiri atas batupasir glaukonit gampingan hijau.Ciri umum dari formasi ini memiliki banyak sisipan breksi atau breksi konglomeratan. Gambar 2 Rekontruksi Tektonik Pulau Jawa bagian barat (Suparka dan Susanto. Fasa regangan ini disebabkan oleh penurunan kecepatan yang diakibatkan oleh tumbukan Benua India dan Eurasia yang menimbulkan rollback berumur Eosen-Oligosen Akhir (Gambar 2). Pada kala akhir Miosen Tengah mulai diendapkan Formasi Bantargadung yang dicirikan oleh endapan turbidit halus aktivitas kipas laut dalam yang terdiri dari perselingan batupasir greywacke dan lempung (Gambar 1). . Cekungan Bogor yang Kala Eosen Tengah-Oligosen merupakan cekungan depan busur magmatik. 2008).

Pada graben-graben ini terdapat sedimen-sedimen tertua pada sub-cekungan ini. 2009.ac..ac. Sejarah Sedimentasi Jawa Barat Comment Cekungan Tarakan Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — Leave a comment November 30.. ITB Central Library.id/gdl. Cekungan Tarakan dapat dibagi menjadi 4 sub-cekungan yaitu: Sub-cekungan Tidung. Kurniawan.itb. Sedangkan di bagian selatan. Sub-cekungan Berau. terdapat Punggungan Mangkalihat yang memisahkan Cekungan Tarakan dengan Cekungan Kutai. Pengangkatan pada Eosen Tengan menyebabkan erosi pada Tinggian/Punggungan Sekatak dan dimulainya pengendapan sedimensedimen dari siklus yang pertama (Siklus 1). TEKTONIK SETTING CEKUNGAN TARAKAN Perkembangan struktur-struktur di Sub-cekungan Tarakan.itb. Windeati. 1996).ac. Provinsi Jawa Barat. Sonny. Batas-batas dari empat sub-cekungan tersebut adalah zona-zona sesar dan tinggian-tinggian. http://digilib. Kabupaten Sukabumi. http://digilib. 2006). ITB Central Library.php? mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-windeatiar-33921&q=geologi%20jawa%20barat. 2007. ITB Central Library. menyebabkan perkembangan dari graben-graben dan horsthorst yang tersesarkan.id/gdl. Pengendapan siklus yang kedua (Siklus 2) dimulai sejak pengangkatan Oligosen Awal. Proses rifting dan pengangkatan ini menghasilkan sesar-sesar normal yang memiliki arah timurlaut- .php? mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-rizky-27048&q= purwakarta%20geology. seperti Formasi Sembakung yang terkompaksi kuat.ac.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-wendykurni33769&q=geologi%20jawa%20barat. Pembentukan Struktur. Sub-cekungan Tarakan. Gambar 1. Bagian barat ke arah Kalimantan dibatasi oleh Punggungan Sekatak-Berau. Kabupaten Bandung Barat. 2008. Master Theses: Rekonstruksi Cekungan Paleogen Daerah Jawa Barat Bagian Selatan. Tags: Cekungan Bogor. Rizky. 2010 GEOLOGI REGIONAL CEKUNGAN KALIMANTAN TIMUR UTARA Cekungan Kalimantan Timur Utara yang dikenal juga dengan Cekungan Tarakan (IBS.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-sonnysanta28254&q=struktur%20jawa%20barat.. Jawa Barat. Undergraduate Theses: Geologi dan Analisis Struktur Daerah Pasiruren dan sekitarnya. IBS.id/gdl. Sedimen-sedimen Siklus 2 ini diendapkan pada fasa transgresif. seismik yang dilakukan dapat mendeteksi keberadaan sedimen-sedimen tersebut (Biantoro dkk. 2007. dengan sedimensedimen yang diendapkan secara ketidakselarasan terhadap Siklus 1. Santana. Batas timur dan tenggara dari cekungan ini berupa laut lepas Selat Makasar. Meskipun sedimen-sedimen pra-Tersier tidak terpenetrasi pada banyak sumur yang dibor pada daerah tersebut. 2006) merupakan salah satu cekungan penghasil hidrokarbon di Kalimantan Timur bagian utara. Kabupaten Purwakarta. Wendy. ITB Central Library. http://digilib. http://digilib. Sontana. Pengangkatan yang kedua ini berbeda dengan proses pengangkatan pertama karena berkembang ke arah timur dan menghasilkan Punggungan Dasin-Fanny. Bagian utara dari Cekungan Kalimantan Timur Utara dibatasi oleh Tinggian Samporna yang terletak sedikit ke utara dari perbatasan wilayah Indonesia dan Malaysia.id/gdl. Undergraduate Theses: Geologi dan Analisis Struktur Geologi untuk Karakterisasi Sesar Anjak di Daerah Gunung Masigit dan Sekitarnya. 1996). Konfigurasi secara struktural sudah dimulai oleh rifting sejak Eosen Awal. Proses Rifting berjalan secara kontemporer dengan pengangkatan di bagian barat dari sub-cekungan yang mengontrol siklus-siklus pengendapan sedimen pada sub-cekungan tersebut. Jawa Barat.PUSTAKA Argapadmi. Udergraduate Theses: Geologi dan Hidrogeologi Daerah Campaka dan Sekitarnya.itb. Peta lokasi Sub-Cekungan Tarakan (Biantoro dkk. dan Sub-cekungan Muara (Biantoro dkk. Fasa ini berubah menjadi regresif ketika proses rifting dan pengangkatan mencapai puncaknya pada akhir dair Miosen Akhir. 1996.itb. Cekungan Tarakan berlangsung dalam beberapa tahapan yang mempengaruhi pengendapan sedimen pada area tersebut.

. Batugamping mikritik dari Formasi Seilor diendapkan secara tidak selaras di atas Formasi Sujau dan Formasi Mangkabua yang terdiri dari serpih laut dan napal yang berumur Oligosen menjadi penciri perubahan suksesi ke basinward. dan Batulempung Malio. karbonatan. Keberadaan lapisan-lapisan batubara dan interkalasi napal pada bagian bawah mengindikasikan fasies pengendapan danau yang bergradasi ke atas menjadi lingkungan laut. Sedimen-sedimen yang diendapkan di atas sedimen sebelumnya secara tidak selaras. Aktivitas Tektonik pada Pliosen Akhir-Pleistosen bersifat kompresif dan menghasilkan sesar-sesar strike-slip. Di beberapa tempat. dan Selor (Eosen Akhir – Oligosen) Sedimen-sedimen pada Siklus 1 diendapkan secara tidak selaras terhadap Formasi Sembakung dan memiliki lingkungan pengendapan dari laut littoral sampai dangkal. Kegiatan tekonik yang menyebabkan pengangkatan. Siklus 3 yang regresif kemudian diendapkan di lingkungan transisional-deltaik. Formasi Naintupo (Oligosen Akhir – Miosen Tengah).. STRATIGRAFI Batuan dasar pada cekungan Kalimantan Timur Utara terdiri dari sedimen-sedimen berumur tua. dan volkanik. Formasi ini terdiri dari sedimen volkanik dan klastik yang berumur Eosen Awal-Eosen Tengah. dan tersesarkan. serpih. Formasi Sembakung dan Batulempung Malio Formasi Sembakung diendapkan di atas Formasi Danau secara tidak selaras. 1996). dan reaktivasi sesar-sesar tua mempengaruhi perkembangan struktur dan siklus pengendapan di Sub-Cekungan Tarakan. Batuan sedimen siklus 1 terangkat. slate. Sedimen-sedimen yang diendapkan dalam jumlah yang besar menyebabkan rekativasi dari sesar-sesar tua yang terbentuk selama Oligosen sampai Miosen Awal yang berkembang menjadi growth fault. Mangkabua. yaitu Formasi Tarakan diendapkan. terlipatkan. Formasi Taballar. 1991) atau disebut juga Formasi Damiu (IBS. Gambar 2. kanan: IBS. serpih. spilit. Petumbuhan dari sesar-sesar tersebut berhenti untuk sementara waktu pada awal pengendapan dari Formasi Santul dikarenakan oleh terjadinya fasa trangresif yang pendek. 1991. Formasi Danau Formasi Danau terdeformasi kuat dan sebagian termetamorfosa. pengangkatan. Produk erosional dari Paparan Sunda di sebelah barat terakumulasi bersamaan dengan endapan gunungapi dan pirokasltik pada bagian bawah siklus ini. Formasi Sembakung. mengandung breksi terserpentinitisasi.baratdaya. meliputi Formasi Danau (Heriyanto dkk.. dan pensesaran keseluruhan daerah cekungan Tarakan – KETIDAKSELARASAN DI BEBERAPA TEMPAT (Pliosen Akhir) Pada Siklus 5 yang merupakan siklus pengendapan terakhir pada sub-cekungan ini. kompresi ini menginversikan sesar-sesar normal menjadi sesar-sesar naik (Biantoro dkk. rijang radiolaria. sebagian tersingkap dan tererosi sebagian di tepi barat dari cekungan berkaitan dengan aktivitas volkanisme yang terjadi sepanjang tepian deposenter pada akhir Oligosen. 1996). Di atas Formasi Sembakung diendapkan batulempung berfosil. Proses-proses rifting. Sedimen-sedimen . perlipatan. Gambar 3. dan kuarsa.. Pensesaran tersebut berlangsung selama Pliosen ketika siklus pengedapan keempat (Siklus 4). 2006). 2006) Siklus 1: Formasi Sujau. Sedimen-sedimen tersebut telah terkompaksi. diendapakan Formasi Bunyu. Tektonik Sub-Cekungan Tarakan (Modifikasi dari Biantoro dkk. Napal Mesalai. Kolom Stratigrafi Cekungan Kalimantan Timur Utara (kiri: dimodifikasi dari Heriyanto dkk. Formasi Sujau terdiri dari sedimen klastik (konglomerat dan batupasir). Siklus 2: Formasi Tempilan. dan mikaan yang dikenal dengan Batulempung Malio yang berumur Eosen Tengah. Klastika Formasi Sujau merepresentasikan tahap pertama pengisian cekungan “graben-like” yang mungkin terbentuk sebagai akibat dari pemakaran Makassar pada Eosen Awal.

dan Formasi Santul (Miosen Tengah – Miosen Akhir). Batupasir formasi ini lebih tebal. diendapkan di lingkungan delta plain sampai fluviatil. dan Santul. S. Heriyanto. batupasir. Dasar dari Formasi Tarakan pada beberapa ditepresentasikan oleh ketidakselarasan. Sardjono. I. S. W. E. W.. N. kontak antara Formasi Santul dengan Tarakan bersifat transisional. batulanau. Formasi Tabul terdiri dari batupasir. Perbedaan sikuen deltaik antara formasi-formasi tersebut sulit untuk diuji dan dibedakan mengingat sedikitnya fosil-fosil yang dapat ditemukan dan kesamaan litologi antar formasiformasi tersebut. kadangkala konglomeratan dan interbeding batubara lignit dengan serpih merupakan litologi penyusun dari formasi Bunyu. Rotinsulu.. Batupasir tebal. dan lapisan-lapisan batubata lignit. Tabul. Formasi Meliat terdiri dari batulanau dan serpih dengan sedikit lensa-lensa batupasir.. M. dan batulempung. Siklus 4: Formasi Tarakan (Pliosen) Pada siklus sedimentasi Pliosen. Sedimen-sedimen dari siklus 3 ini terdiri dari sikuen-sikuen deltaik regresif yang terbentuk setelah tektonisma Miosen Awal (Orogenesa Intra-Miosen). Proceedings Indonesian Petroleum Association. hal. Kusuma. Formasi Tabul. 1992. 21st Annual Convention. An Overview of Hydrocarbon Maturity and Its Migration Aspects in Bunyu Island. L. Satoto. Bagian paling atas dari siklus ini adalah Formasi Santul. batulanau. dan batugamping tipis. Formasi Naintupo terdiri dari lempung dan serpih yang bergradasi ke atas menjadi napal dan batugamping yang menandakan meluasnya genang laut di cekungan Tarakan. 175-189. Daftar Pustaka Biantoro. serpih. F. sedangkan di Pulau Bunyu. Formasi ini secara gradual menipis ke arah cekungan terhadap napal Mesalai yang kemudian berubah menjadi Formasi Naintupo di atasnya. yang diendapkan di lingkungan delta plain sampai delta front pada Miosen Akhir.. Pematangan Hidrokarbon dan Hipotesa Migrasi Di Pulau Bunyu Cekungan Tarakan. Pengangkatan yang terjadi menyebabkan berhentinya fasa genang laut dan perubahan lingkungan pengendapan yang semula bersifat laut terbuka menjadi lebih paralik. N. dan batubara. 1991. Fasies klastik basal dari Formasi Tempilan diendapkan pertama kali pada siklus ini dan diikuti oleh batugamping mikritik dari Formasi Taballar. hal. Pada formasi ini sering dijumpai lapisan batubara tipis yang berinterkalasi dengan batupasir. Siklus 5: Formasi Bunyu (Pleistosen) Sejak Pliosen. dan kurang terkonsilidasi jika dibandingkan dengan batupasir Formasi Tarakan. Heriyanto. 1996. yang menunjukan fasies pengendapan delta plain. North-East Kalimantan: Their Roles in Hydrocarbon Entrapments. diendapkan Formasi Tarakan. Siklus 3: Formasi Meliat. serpih. Batas bawah dari Formasi ini dapat bersifat tidak selaras maupun transisional. vol.tersebut merupakan sikuen-sikuen transgersif dan tidak terlalu terdeformasi. Pertemuan Ilmiah Tahunan Ke-20. serpih karbonatan. Siklus sedimentasi ini terbagi menjadi 3 formasi.Tarakan Sub-basin Growth Fault. . Formasi Taballar merupakan sikuen paparan karbonat dengan perkembangan reef lokal Oligosen Akhir sampai Miosen Awal. Perubahan ini mengawali pola pengendapan baru di Cekungan Tarakan yang membentuk delta-delta konstruktif dengan progradasi dari barat ke timur. Sardjono. 1-22. sedimen fluviomarine yang sangat tebal terbentuk. Proceedings Indonesian Petroleum Association. Sedimen Kuarter dari siklus 5 dinamakan Formasi Bunyu. Di beberapa bagian. terutama terdiri dari perlapisan batupasir delta. Makalah Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI). Satoto. Formasi ini terdiri dari batupasir kasar. Formasi ini terdiri dari interbeding batulempung. 21st Silver Anniversary Convention. 1. berukuran butir medium sampai kasar. Formasi Meliat merupakan nama formasi tertua dari siklus 3 dan diendapkan secara tidak selaras dengan Serpih Naintupo. Tarakan Basin. yaitu: Formasi Meliat. kasar... dan serpih yang kadang disertai dengan kemunculan lapisan batubara dan batugamping. Meningginya muka laut pada kala Pleistosen Akhir menyebabkan garis pantai mundur ke arah barat seperti garis pantai saat ini.

Vp dengan Z = AI = Acoustic Impedance ρ = densitas bulk batuan Vp = kecepatan rambat gelombang P pada batuan … Refflection Coefficient (Koefisen Refleksi. lapisan 2 adalah 14400 kg/m2s.4 14400 3 Sandstone 4500 2. tekanan dan temperatur. 2006. Karena saya tahu baagimana mencari jawabannya.. dan rumus untuk mencari AI dapat dicari dengan formula berikut ini: 1. Indonesia Basin Summaries (IBS). lapisan 3 adalah 9900 kg/m2s. nilai AI untuk lapisan 1 adalah 7200 kg/m2s.Excel didapatkan nilai Z pada masing-masing lapisan batuan. saya memutuskan untuk mengerjakannya – mudahmudahan bisa membantu teman-teman yang lain untuk mengerjakan soal yang hampir mirip… Soal tersebut mempertanyakan akustik impedan dari 4 lapisan batuan dan koefisien refleksi antar tiap lapisan tersebut.1 7560 Jadi. Soal : Dasar Teori: Acoustic Impedance (Akustik Impedan. 2010 Beberapa hari yang lalu. RC = (Zlower –Zupper)/(Zlower+Zupper) dengan Zlower = Z pada lapisan batuan bawah Zupper = Z pada lapisan batuan atas RC = Reflection Coefficient Jawab : Dengan menggunakan Ms. Tektonik Setting Cekungan Tarakan Comment Akustik Impedan dan Koefisien Refleksi Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — Leave a comment November 13.261-280. Patra Nusa Data. RC) merupakan koefisen yang dihasilkan dari perbedaan akustik impedan untuk tiap lapisan dalam fungsi waktu. AI) merupakan parameter batuan yang dipengaruhi oleh tipe dari litologi. Litologi Z Lower Z Upper a b R Lower Upper AI Lower AI Upper (Z Lower – Z Upper) (Z Lower + Z Upper) . kandungan fluida. RC dirumuskan degan formula sebagai berikut: 1. porositas. Tags: Geologi Regional Cekungan Tarakan. saya menemukan sebuah soal UTS suatu mata kuliah yang nggak saya ambil.s) 1 Upper Shale 3600 2 7200 2 Limestone 6000 2. kedalaman. Stratigrafi Cekungan Tarakan. dan lapisan 4 adalah 7560 kg/m2s.2 9900 4 Lower Shale 3600 2. Kecepatan gelombang yang merambat dan memantul merupakan faktor yang mempengarui besar-kecilnya AI secara dominan. Z = ρ. yaitu sebagai berikut ini: … Lapisan Litologi Vp (m/s) Density (g/cm³) AI (kg/m2.

Data-data struktur tektonik Paleozoikum yang di Amerika Utara dan Eropa. 2010 Continental Drift: Benua-benua tidak diam ditempatnya Francis Bacon pada tahun 1620 membuat peta dunia yang menekankan adanya kemiripan garis tepi dari benua-benya yang dipisahkan oleh Samudra Atlantik. Geofisika.134. Prat dan Airy (1855) mengunakan konsep Isostasi untuk menerangkan pembentukan pegunungan dan cekungan. Afrika bagian selatan dan Amerika Selatan dikumpulkan untuk menunjukan kecocokan struktur antar benua-benua tersebut. nilai koefisien Refleksi antara lapisan 1 dan 2 adalah 0. Taylor pada 1910. Alferd Wegener mempublikasikan idenya tentang kemungkinan benua-benua yang ada saat ini dulunya bersatu tetapi kemudian pecah melalui konsep pengapungan benua (continental drift) melalui buku “The Origin of the Continents and Oceans”.Limestone Upper Shale 14400 7200 7200 21600 0.33. antara lapisan 2 dan 3 adalah-0. Father Francois Placet menyangah hal tersebut dengan mengatakan bahwa Samudra Atlantik terbentuk semata-mata karena banjir Nuh.134020619 Jadi. Sejak tahun 1800-an. keberadaan lapisan batubara yang mengindikasikan iklim tropis basah. * Keserupaan garis pantai benua-benua yang dipisahkan Samudra Atlantik Keserupaan garis pantai benua-benua yang dipisahkan Samudra Atlantik menjadi pemikiran awal konsep pengapungan benua. Suatu lapisan batuan yang diendapkan dapat menunjukan iklim lokasi pada saat batuan terebut diendapkan. dan antara lapisan 3 dan 4 adalah -0.185185185 Lower Shale Sandstone 7560 9900 -2340 17460 -0. berpendapat bahwa kerak-kerak yang ada berada pada posisi saat ini disebabkan oleh adanya gaya deformasi yang dihasilkan dari kekuatan pasang surut. Tetapi pada tahun 1668.333333333 Sandstone Limestone 9900 14400 -4500 24300 -0. sedangkan Eduard Suess (19041924) menerangkan pembentukan cekungan samudra sebagai hasil dari peruntuhan kubah yang menyebabkan terbentuknya beberapa sistem blok sesar turun.Wegener menyatakan bahwa gaya penyebab gerakan benua adalah gaya yang sama dengan gaya yang menyebabkan rangkaian pengunngan lipatan. Wegener dalam bukunya yang keempat masih mengalami kesulitan untuk menerangkan gaya yang menyebabkan benua-benua yang mengapung tersebut bergerak. Proses pendinginan bumi dalam fase pembentukan dari kondisi cair menjadi padat yang memakan waktu yang berbeda-beda di permukaan bumi menyebabkan benua dan samudra terbentuk. Interpretasi Seismik. Pembentukan rangkaian pegunungan yang terjadi akibat kontraksi tidak akan dapat menyebabkan gerakan horizontal sehingga menyebabkan terjadinya pegunungngan. * Bukti Paleoiklim Wegener menyertakan bukti-bukti paleoklimatologi pada bukunya yang keempat. Koefisien Refleksi Comment Dari Apungan Benua sampai Arus Konveksi Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — 6 Comments October 12. cekungan samudra dan benua-benua tidak mengalami perpindahan sama sekali. Keberadaan glacier. Kemudian pada tahun 1915.185. Eduard berpendapat bahwa keserupaan flora dan fauna di Benua Amerika dan Afrika yang sekarang dipisahkan oleh Samudra Atlantik disebabkan karena keberadaan daratan penghubung antara keduanya yang kemudian runtuh. kebanyakan dari para ahli geologi memegang aliran “Fixist” yang menyatakan bahwa sejak bumi terbentuk. Wegener menentang adanya keberadaan daratan penghubung yang kemudian runtuh menjadi kerak samudra dan konsep isostasi. Kemiripan dari garis tepi tersebut diduga akibat Benua Amerika yang ada di sebelah barat Atlantik dan Benua Afrika yang ada di sebelah timur Samudra Atlantik saling memisahkan diri. Tags: Akustik Impedan. dan mencantumkan banyak agrumen pendukung bahwa benua-benua yang ada saat ini pada awalnya satu. serta keberadaan lapisan garam dan . Bukti pendukung gerakan benua-benua Wegener mempublikasikan bukunya sebanyak empat kali. Benua-benua yang bermasa jenis rendah dianggap mengapung di atas lantai samudra yang lebih berat.

yang merupakan lapisan lunak mantel bagan atas yang memiliki temperatur tinggi dan dapat mengalir (plastis). Du Toit menerangkan arus konveksi sebagai mekanisme penyebab peregangan kerak benua yang mengasilkan sistem rift. Litosfer adalah bagian bumi yang terdiri dari kerak dan mantel atas bagian atas (Gambar 4) Ukuran dari lempeng tektonik dapat beraneka ragam dengan ketebalan yang berkisar antara 15km pada litosfer samudra muda sampai sekitar 200km pada litosfer benua tua. yaitu dari peluruhan radioaktif dan panas residual. Sedangkan Holmes menyatakan bahwa kerak samudra yang semakin tua semakin berat akan menyusup ke bagian bawah kerak benua sehingga menyebabkan terbentuknya palung (Gambar 7). Teori ini mengambarkan lempeng-lempeng yang berupa litosefer samudra dan benua yang berada di atas astenosfer. Mekanisme Arus Konveksi Konveksi pada interior bumi hanya dapat berlangsung jika terdapat sumber panas yang cukup. Struktur dalam bumi (Diktat Kuliah Tektonofisik). Tetapi beberapa dekade kemudian. berbentuk iregular. baik pada permukaan maupun bagian dalamnya dan sejak saat itu berbagai model dari arus konveksi telah dibuat. Peluruhan radioaktif secara alamiah terjadi pada unsur-unsur kimia seperti uranium. Tenaga penggerak arus konveksi Pada masa Wegener. Arus Konveksi sebagai Tenaga Pengerak Lempeng Hubungan arus konveksi dan gerakan benua Hipotesa pengapungan benua Wegener diteliti lebih lanjut oleh Arthur Holmes dan Alexander du Toit. Tuzo Wilson (1968) menyatakan “bumi adalah benda yang hidup dan bergerak”. dan pelipatan yang menghasilkan pegunungan lipatan (Gambar 6). dan padat. Lempeng-lempeng tersebut bergerak di atas astenosfer melaluri “shearing motion” (Gambar 5). Mekanisme ini akan mempercepat arus konveksi sehingga terbentuknya pengunungan di sekitar batas benua terhadap kerak samudra. Teori Tektonik Lempeng Teori tekonik lempeng merupakan pengembangan dari teori pengapungan benua Wegener. * Bukti Paleontologi Sebelum Wegener. Arus konveksi bergerak ke mantel atas melalui bagian tengah dari kerak benua dan lama kelamaan membentuk zona pemekaran antarbenua (Gambar 7. Lempeng Tektonik Lempeng Tektonik adalah bagian teluar dari bumi yang bersifat masif. para ahli paleontologi pernah mengumpulkan data yang memperlihatkan keserupaan flora dan fauna dari Benua Amerika Selatan dan Benua Afrika. thorium. Peluruhan radioaktif merupakan proses spontan yang terjadi ketika suatu isotop mengalami kehilangan partikel-partikel dari nukleusnya lalu membentuk isotop dari unsur yang lainnya. sistem kompresi. tetapi . Data-data tersebut memberikan bukri bahwa memang ada gabungan benua sehingga adanya keserupaan flora dan fauna di kedua benua tersebut (Gambar 3). kebanyakan ahli geologi percaya bahwa bumi kita bersifat padat dan terdiri dari bagian-bagian yang tidak dapat bergerak. Panas di dalam bumi mungkin dapat berasal dari dua sumber utama. Panas residual merupakan energi gravitasi yang tersisa sejak masa pembentukan bumi melalui proses kompresi debu kosmis. Keduanya menggunakan dinamika arus konveksi untuk menjelaskan mekanisme penyebab gerakan benua. Gambar 9: ridge). J.gipsum yang mengindikasikan iklim padang dari berbagai benua sepanjang Karbon dan Perm lalu dipetakan (Gambar 2). dan sebagainya dan akan meglepaskan energi panas yang secara lambat bermigrasi ke permukaan bumi. serta terdiri dari litosfer benua dan samudra. Mekanisme dari arus konveksi diperkirakan mirip dengan mekanisme konveksi ketika pemanasan air pada panci dilakukan (Gambar 8).

Slab suction ini bisa terjadi dalam kondisi geodinamik dimana basal drag terus bekerja pada lempeng lempeng tersebut memasuki mantel. Sesar San Andreas Rifting dan Pematang Tengah Samudra * Batas divergen Batas ini terjadi ketika dua lempeng bergerak menjauh satu sama lain.mekanisme yang memungkinkan bahwa panas ini dapat terkonsentrasi pada daerah-daerah tertentu lalu menciptakan arus konveksi masih belum dapat dijelaskan dengan baik. arus konveksi terjadi berskala besar di mantel atas disalurkan melalui astenosfer (Gambar 6). Slab pull sebagai Mekanisme Pengerak Lempeng Holmes (1944) menyatakan bahwa lempeng samudra yang semakin tua akan mengalami pertambahan berat berat. Tiga jenis batas lempeng Berbagai mekanisme yang ada dapat menyebabkan lempeng-lempeng yang ada saling berpisah. meskipun sebetulnya tarikan lebih banyak bekerja pada kedua sisi lempengan.. Mekanisme Penyebab Gerakan Lainnya Dalam studi yang dipublikasikan pada edisi Januari-Februari 2006 dari buletin Geological Society of America . Tiga Jenis Batas Lempeng * Batas transform Batas ini terjadi jika lempeng bergerak dan mengalami gesekan satu sama lain secara menyamping di sepanjang sesar transform (transform fault). Basal Drag Basal Drag merupakan istilah gerakan lempeng yang disebabkan oleh arus konveksi. sebuah tim ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat berpendapat bahwa komponen lempeng yang mengarah ke barat berasal dari rotasi Bumi dan gesekan pasang bulan yang mengikutinya. bergabung. Gerakan lempeng-lempeng dapat terjadi karena gabungan dari basal drag. Slab pull sendiri sangat mungkin menjadi salah satu gaya terbesar yang bekerja pada lempeng. Diduga Venus dan Mars tidak memiliki lempeng tektonik disebabkan karena ketidakadaan bulan di Venus dan kecilnya ukuran bulan Mars untuk memberi efek seperti pasang seperti di Bumi. Sehingga gerakan lempeng juga mungkin disebabkan oleh berat lempeng yang mendingin dan memadat yang turun ke mantel di palung samudera (Gambar 9). Gerakan relatif kedua lempeng bisa sinistral atau dekstral. Slab suction Arus konveksi lokal memberikan tarikan ke bawah pada lempeng di daerah penunjaman di palung (trench) (Gambar 9). Ada tiga penggolongan utama batas lempeng dari cara interaksi lempeng-lempeng tersebut bergerak relatif terhadap satu sama lain (Gambar 10). Mid oceanic ridge dan zona rifting yang aktif adalah contoh batas divergen. Konvergensi Lempeng . Contoh dari batas lempeng ini adalah Sesar San Andreas di California (Gambar 11). Dalam hal ini. dan bergeser. slab suction. Ketiganya juga dapat berperan untuk membentuk zona regangan di tengah lempeng yang memungkinkan terbentuknya terjadinya pemekaran. sehingga pergerakan didorong oleh gesekan (shearing) antara astenosfer dan litosfer (Gambar 5). dan slab pull. Slab suction mempercepat gerakan lempeng yang awalnya disebabkan oleh basal drag.

Tahap 4b: terbentuk busur kepulauan gunungapi di dekat batas subduksi. Slab Pull. Bandung: Program Studi Teknik Geologi. meliputi Amerika Utara dan Siberia timur laut. meliputi Australia (merupakan satu kesatuan dengan India dan Antartika pada Jura Eurasia. * Tahap 6: Konvergensi benua-benua menghasilkan pegunungan. Ring of Fire Lempeng Tektonik Dunia Lempeng Tektonik DuniaBerikut ini merupakan lempeng-lempeng tektonik utama di dunia: * Lempeng * Lempeng * Lempeng Akhir). . online edition. Batas subduksi baru di dekat batas benua mengakibatkan busur kepulauan gunungapi bertumbukan dengan benua.jvxvzrqvn. Aktivitas vulkanik dan palung laut dapat muncul pada zona subduksi sebagai hasil interaksi konvergensi dari kedua lempeng. Lempeng Nazca.multiply. meliputi Antarktika. membentuk rift valley yang merupakan embrio samudra.dhncee. dan Lempeng Scotia. Amerika Selatan. Lempeng Karibia. 2001. Antarktika. Siklus Wilson Siklus Wilson Siklus Wilson (Gambar 16) merupakan suatu siklus yang menggambarkan interaksi antar lempeng mulai dari pemekaran suatu lempeng sampai pada tahap kolisi yang menyebabkan lempeng yang terpisah karena pemekaran tersebut bergabung lagi. Lempeng Filipina. Siklus Wilson. Lempeng-lempeng penting lain yang lebih kecil mencakup Lempeng India. * Tahap 4a: Penutupan samudra dimulai dengan pembentukan batas subduksi baru pada lempeng samudra. Australia. Pasifik.tvs Tags: Arus Konveksi. Halaman Internet: http://images. meliputi Amerika Selatan. Institut Teknologi Bandung. * Lempeng * Lempeng * Lempeng * Lempeng Afrika.doc? nmid=249942959 http://proxy.multiplycontent. Amerika Utara. * Tahap 2: Tahap awal. Lempeng Juan de Fuca.com/attachment/0/SiT17woKCCAAAAWr1u41/litosfer. * Tahap 3: Tahap akhir.bet%2Fjvxvcrqvn%2Fpbzzbaf %2Fo%2Fo4%2FCyngrgrpgbavpf_znc. Daftar Pustaka Buku Elektronik: Diktat Materi Kuliah Tektonofisik. Berikut ini merupakan tahapan-tahapan dalam siklus Wilson. Lempeng Arabia.com/index. meliputi Asia dan Eropa. Basal Drag. Batas Lempeng. This Dynamic Earth: The Story of Plate Tectonics. Slab Suction. * Tahap 5: Konvergensi busur kepulauan. samudra luas dengan passive continental margin di kedua sisi. Contoh batas konvergen dapat dilihat di busur api dunia (ring of fire) (Gambar 14). Lempeng Cocos. USGS. * Tahap 1: continental rifting dimulai. terbentuk teluk sempit.* Batas konvergen Batas konvergen terjadi jika dua lempeng saling bergerak mendekati satu sama lain sehingga membentuk zona subduksi jika salah satu lempeng bergerak di bawah yang lain atau kolisi jika kedua lempeng mengandung kerak benua (Gambar 13).php?vit=uggc%3A%2F%2Fhcybnq. meliputi Samudera Pasifik.caw2. Lempeng Tektonik. meliputi Afrika.

Secara tektonik lempeng (Gambar 2). Pemekaran di Ceno Tethys memiliki orientasi rata-rata NW-SE. dan Pasifik yang bergerak relatif ke barat laut. Di Indonesia bagian barat terdapat busur-busur kepulauan. Blok Argo lalu terpisah kemudian melalui proses pemekaran (spreading). India mulai terpisah dari Australia dan Papua yang masih bergabung dengan Antartika. . Hindia-Australia yang bergerak relatif ke utaratimur laut. dan struktur geologi yang kompleks. pulau-pulau Sulawesi. Fisiografi pada dasarnya merupakan pencerminan dari kondisi geologi dan struktur suatu wilayah. Karena interaksi antara lempeng-lempeng tersebut. yang merupakan jalur penekukan dan penyusupan lempeng Hindia-Australia ke bawah lempeng Asia Tenggara. kegunungapian. Indonesia sebagai negara kepulauan terdiri dari pulau-pulau seperti Sumatera. Rekonstruksi Evolusi Lempeng-lempeng Tektonik di Kawasan Asia Tenggara dari Jura Akhir sampai Eosen Awal (Hall dkk. kegempaan. Indonesia dibatasi oleh Lempeng Eurasia yang bergerak relatif ke tenggara. dan Papua yang dengan benua Australia dipisahkan oleh laut dangkal. Secara fisiografis wilayah Indonesia dibatasi di sebelah selatan oleh suatu palung laut dalam yang memanjang dan dapat diikuti mulai dari Burma-Andaman-Sumatra-Jawa hingga ke Kepulauan Banda di bagian Timur Indonesia. Jawa. dan Kalimantan yang dipisahkan oleh laut dangkal. (2009) melakukan rekontruksi tentang perkembangan Sundaland dan interaksinya dengan lempeng tektonik disekitarnya. 2010 Pendahuluan Wilayah Indonesia secara geografis terletak diantara dua benua yaitu Asia dan Australia serta terletak diantara dua samudra yaitu Pasifik dan Hindia (Gambar 1). Blok Argo dan Busur Woyla bergerak ke Asia Tenggara. terdapat perbedaan fisiografis yang mencolok. Peta Asia Tenggara (Microsoft Student). Hall dkk. dalam Asikin). Indonesia merupakan lokasi benturan antara tiga lempeng utama litosfir yaitu Hindia-Australia di bagian selatan. Pasifik di sebelah timur laut dan Eurasia di barat laut. Pemekaran berkembang ke barat menerus sampai pada margin dari Greater India 2. Maluku. Antara Indonesia bagian timur dan barat. Peta Asia TenggaraGambar 1. yang dibatasi oleh lautan dengan kedalaman rata-rata berkisar antara 200 meter dan membentuk suatu paparan yang luas yang dikenal dengan Sundaland. Garis tersebut dikenal sebagai garis Wallace yang awalnya merupakan garis pembatas yang memisahkan keragaman flora dan fauna antara Indonesia bagian barat dengan Indonesia bagian timur. Pada Jurasic Akhir (150 juta tahun yang lalu – Gambar 3) diperkitakan Blok Banda yang sebelumnya bergabung dengan Gondawa terpisah dan menjauhi Sula Spur. cekungan.Teori Apungan Benua. Lalu 135 juta tahun yang lalu (Kapur Awal – Gambar 3). Kedua fisiografi yang berbeda tersebut dibatasi oleh suatu garis imajiner yang membentang di atara Pulau Bali dan Pulau Lombok di selatan dan menerus ke utara melalui Selat Makasar.. Busur kepulauan dan fragmen-fragmen benua bergerak menjauh dari Gondawa sebagai hasil dari rollback dari subduksi. Teori Tektonik Lempeng Comment Paparan Sunda dan Paparan Sahul Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — 3 Comments September 21. Gambar 2. Bangka. Indonesia sebagai negara kepulauan merupakan salah satu wilayah yang mempunyai tatanan geologi dan pola tektonik yang komplek dimuka Bumi ini. 2009 ). Adanya perbedaan tersebut menunjukan adanya perbedaan perkembangan tektonik yang menonjol antara Indonesia bagian barat dan bagian timur. Lempeng tektonik dunia dan pergerakannya (Hamilton. busur-busur kepulauannya dibatasi oleh lautan dengan kedalaman mencapai ribuan meter. Di Indonesia bagian timur. dengan palung-palung dalam yang terdapat di antara busur lengkung yang tajam dan beda relief yang sangat tajam. USGS. Nusa Tenggara yang dipisahkan oleh laut dalam. Evolusi Paparan Sunda (Sundaland) dan Paparan Sahul Gambar 3. terjadi berbagai gejala-gejala tektonik yang berkaitan dengan pembentukan busur kepulauan.

Pada 35 juta tahun yang lalu (Gambar 5). H. bagian timur Kalimantan dan Jawa secara relatif bergerak ke utara. Lalu 5 juta tahun yang lalu (Gambar 5) jalur-jalur subduksi dan gunung berapi berkembang hampir mendekati keadaan saat ini. Sundaland: Basement Character. Koalisi-koalisi tersebut menyebabkan subduksi yang berlangsung sebelumnya berhenti. Terjadi subduksi di bagian selatan Sumatra dan tenggara Kalimantan. India bergerak cepat ke utara dikarenakan pemekaran yang cepat di bagian selatan dan terbentuk sesar-sesar tranform. pergerakan Australia-Sundaland menyebabkan terbentuknya subduksi sepanjang barat tepi Sundaland. Tidak ada pergerakan yang signifikan antara Australia dengan Sundaland serta tidak terjadi subduksi di bawah pulau Sumatra dan Jawa. Papua.. Australia dan Papua mulai bergerak dengan cepat menjauhi Antartika. July 1973. Clements. Tectonics of Indonesian Region. W. May 2009.. B.Rekonstruksi Evolusi Lempeng-lempeng Tektonik di Kawasan Asia Tenggara dari Eosen Tengah sampai Miosen Tengah Gambar 4. dan India yang memisah diri dari arah selatan. Terbentuk cekungan di sekitar daerah Celebes dan Filipina serta jalur subduksi yang mengarah ke selatan pada proto area Laut Cina Selatan. Hamilton. Batas antara lempeng AustraliaSundaland pada bagian selatan Jawa merupakan zona strike-slip sedangkan pada selatan Sumatra berupa zona strike-slip tangensional. Pergerakan dan tumbukan yang terjadi mempengaruhi dinamika geologi pada daerah Asia Tenggara. daerah Sundaland mulai berotasi berlawanan dengan arah jarum jam. Menunjukan pembentukan pergerakan Australia. Proceedings. Daftar Pustaka Makalah Ilmiah: Hall. Thirty-Third Annual Convention & Exhibition. Proceedings. Sekitar 25 juta tahun kemudian (Kapur Awal – Gambar 3) India terpisah dari Australia. R. Palung berkembang ke arah timur sepanjang batas lempeng sampai bagian selatan dari Sula Spur. Hutchison. Pada 45 juta tahun yang lalu (Miosen Tengah – Gambar 4 dan Gambar 5). R. Pada Kapur Akhir. Evolusi Tektonik dari 45 juta tahun yang lalu sampai saat iniGambar 5. dan mungkin menerus ke utara. C. Blok Argo mendekati Kalimantan sebelah barat laut Kalimantan dan Busur Woyla mendekati tepian Sumatra. 2009). Smyth. July 1973. Australia dan Papua mendekat ke posisi sekarang ini dan lengan-lengan dari Sulawesi mulai bergabung. Softcopy buku: . Rotasi tersebut berlangsung disebabkan karena adanya interaksi lempeng India ke Asia. S. Blok Argo mendekati Sundaland dan pemekaran pada Ceno-Tethys yang berarah NW-SE berhenti. Pusat pemekaran antara IndiaAustralia berkembang ke arah utara. Evolusi Tektonik dari 45 juta tahun yang lalu sampai saat ini (Slide mata kuliah Geologi Indonesia). Australia dan Papua mulai bergerak perlahan menjauhi Antartika. Busur Incertus dan batas utara dari Greater India bergabung dan terus bergerak ke utara. Regional Conference of The Geology of Southeast Asia. Australia dan Papua terus bergerak ke utara. India terus bergerak ke utara melalui subduksi pada Busur Incertus. di bawah Pulau Sumba dan Sulawesi Barat. Lalu pada 15 juta tahun yang lalu (Miosen Tengah – Gambar 4). Proceedings. Pada 90 juta tahun yang lalu (Kapur Tengah – Gambar 3). Rekonstruksi Evolusi Lempeng-lempeng Tektonik di Kawasan Asia Tenggara dari Eosen Tengah sampai Miosen Tengah (Hall dkk. Tectonic Evolution of Sundaland: A Phanerozoic Syntesis. bagian kerak samudra pada Blok Banda yang berumur lebih tua dari 120 juta tahun yang lalu mencapai jalur subduksi pada selatan Jawa.. Perangkat Lunak: Microsoft Student with Encarta Premium 2009. Regional Conference of The Geology of Southeast Asia. Sekitar 55 juta tahun yang lalu (Eosen Awal – Gambar 3). Indonesian Petroleum Association. Structure and Plate Tectonic Development.

Jalan-jalan itu menghubungkan Purwakarta dengan Bandung. Peta penyebaran lempeng di sekitar Indonesia (Hall. 2. terdiri dari : a) Dataran tinggi (pegunungan) dengan luas lebih dari 30 % dari luas wilayah kabupaten. G. Dingdingari. Cibatu. G. dengan Jakarta. terbagi menjadi enam zona (Gambar 2) yaitu sebagai berikut: 1. 2001 dalam Argapadmi. 5. pelabuhan Jawa Barat bagian timur (berjarak lebih-kurang 160 km). karena dilalui oleh jalan raya negara/propinsi. Gedogan. Juanda (Waduk Jatiluhur). Paparan Sahul. Zona Depresi Tengah Jawa Barat atau Zona Bandung. Kancana. G. S. secara geografi letak Purwakarta cukup strategis. Cilalawi.Asikin. dan G. Paparan Sunda Comment GEOLOGI REGIONAL PURWAKARTA Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — 13 Comments June 9.. Parang. Darangdan. G. b) Daratan berbukit meliputi hampir 50 % dari seluruh wilayah kabupaten. G. G. Pondoksalam. Beberapa gunung yang membentang dari barat ke timur. G. ibukota Propinsi Jawa Barat (berjarak lebih-kurang 60 km).60 – 670 m dpl. H. 3. Pamoyanan. 2009) 2 GEOMORFOLOGI Morfologi tanah Kabupaten Purwakarta bervariasi dari dataran rendah ke dataran tinggi. Sembung. G. G. Secara umum Kabupaten Purwakarta terletak dalam elevasi 83. Panawingan. Pulau Jawa terdapat di jalur gunung api yang ditimbulkan oleh subduksi lempeng Eurasia dengan lempeng samudra Indo-Australia (Gambar 1). yang makin meninggi ke arah pegunungan di tenggara. G. dan Bojong. Masigit. Jurusan Teknik Geologi. Maniis. G. Lempeng Tektonik. (berjarak lebih-kurang 120 km). Daerah Purwakarta berada pada posisi antara 6o25’– 6o45’Lintang Selatan dan 107o30’– 107o40’ Bujur Timur. Bungursari. dan . Kacapi. Burangrang. Institut Teknologi Bandung. Lembu. meliputi Kecamatan-kecamatan Purwakarta. Kubah dan Punggungan pada Zona Depresi Tengah. Diktat Geologi Struktur Indonesia. dan Campaka. Babakan Cikao. Haur. Kiarapedes. Gambar 1. Tegal-waru. Bagian terbesar wilayah barat merupakan daerah Bendungan Ir. G. dan jalan kereta api. G. Pangukus. Sandaan. dan Pasawahan. Plered. Secara geologi Purwakarta berada di paparan Sunda dari kerak Eurasia. c) Dataran rendah di bagian utara dengan luas sekitar 20 % dari luas wilayah kabupaten. ibukota Negara. Zona Antiklinorium Bogor. jalan tol. G. Sangga-buwana. 4. Zona Dataran Pantai Jakarta. Sukasari. Mandalawangi. G. antara lain : G. dan dengan kota Cirebon. G. meliputi Kecamatan-kecamatan Jatiluhur. G. Suka-tani. Ka-radak.2) 3 FISIOGRAFI JAWA BARAT Fisiografi Jawa Barat menurut van Bemmelen (1949) yang dimodifikasi oleh Martodjojo (1984). Bongkok. G. Dari segi transportasi dan komunikasi. Tags: Evolusi Tektonik. dengan ketinggian 150 – 1500 meter di atas permukaan laut (dpl). Zona Gunungapi Kuarter. 2010 1 LETAK GEOGRAFIS Kabupaten Purwakarta merupakan salah satu kabupaten di Propinsi Jawa Barat. G. Dataran itu di daerah selatan meliputi wilayah Kecamatan-kecamatan Wanayasa. Cantayan. Cupu.

Daerah Purwakarta termasuk ke dalam Zona Antiklinorium Bogor (Gambar 2). 2007). 2009). Mandala Sedimentasi Banten 3. Zona Antiklinorium Bogor pada Kala Eosen Tengah. 4 STRATIGRAFI Martodjojo (1984) membagi daerah Jawa Barat menjadi empat mandala sedimentasi (Gambar 3). Posisi tektonik zona ini dari Zaman Tersier hingga Kuarter terus mengalami perubahan (van Bemmelen. Peta fisiografi Jawa Barat (modifikasi dari van Bemmelen. Gambar 2. 2007) 5 STRUKTUR GEOLOGI Kondisi geologi di Purwakarta sangat dipengaruhi oleh tatanan tektonik dan struktur geologi regional dari Pulau Jawa. 2007). Pola Jawa (barat-timur).6. Zona Pegunungan Selatan Jawa Barat. Mandala Pegunungan Selatan Gambar 3. 1979 dalam Argapadmi. 2. Gambar 4. dan 3. Gambar 5.1984 dalam Sontana. Mandala Cekungan Bogor 4. Subduksi yang menghasilkan busur gunungapi di Jawa tersebut juga menghasilkan pembentukan sistem cekungan tengah busur dan juga cekungan belakang busur di Jawa Barat bagian Utara (Argapadimi. Berdasarkan penggolongan Madala Sedimentasi Jawa Barat yang dibuat oleh Martodjojo (1984). Pola Sunda (utara-selatan). Beberapa peneliti seperti van Bemmelen (1949) dan Martodjojo (1984) telah melakukan penelitian stratigrafi di daerah Jawa Barat dan membuat penamaan litostratigrafi yang dapat disebandingkan (Gambar 4). yaitu sebagai berikut: 1. Pada rentang waktu Miosen Awal-Miosen Akhir. 2007). . Kesebandingan Stratigrafi peneliti terdahulu (Sontana.Oligosen merupakan cekungan depan busur magmatik. yaitu sebagai berikut: 1. Pola struktur Pulau Jawa (Pulonggono dan Martodjojo. 1949 dalam Sontana. di Cekungan Bogor terjadi sedimentasi dengan mekanisme aliran gravitasi. Daerah Purwakarta termasuk ke dalam Mandala Cekungan Bogor. Mandala Paparan Kontinen Utara 2. 2009). Pulunggono dan Martodjojo (1994) membagi pola struktur Pulau Jawa menjadi tiga (Gambar 5 ). 1949 dalam Sontana. Peta Mandala Sedimentasi Jawa Barat (Martodjojo. tetapi berubah menjadi cekungan belakang busur magmatik pada Kala Miosen Awal-Pliosen. Subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng Eurasia yang aktif pada Eosen menghasilkan pola penyebaran batuan volkanik Tersier yang relatif berarah barat-timur di Pulau Jawa (Katili. 1994 dalam Sontana. 1975 dalam Hamilton. Lalu Pada Kala Pliosen sebagian dari Cekungan Bogor terangkat menjadi daratan dan merupakan jalur magmatis aktivitas volkanisme yang terjadi. Pola Meratus (timurlaut-baratdaya). 2009).

ITB Central Library. ITB Central Library.Turbidite flow Secara umum ada 2 mekanisme fisik yang membuat sedimen tertransportasi.itb. 2009. yaitu 1. Sejarah Purwakarta..php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-wendykurni33769&q=geologi%20jawa%20barat. Master Theses: Rekonstruksi Cekungan Paleogen Daerah Jawa Barat Bagian Selatan.itb. A. berhubungan dengan beberapa hal yang menyebabkan partikel bergerak pada dasar aliran dan . Geomorfologi Purwakarta. 2.id/gdl. Sonny. 2007. Undergraduate Theses: Geologi dan Analisis Struktur Geologi untuk Karakterisasi Sesar Anjak di Daerah Gunung Masigit dan Sekitarnya. Suparka.itb.id/gdl. suspended load. Santana.ac. Hardjasaputra. Emmy dan Susanto Arif. http://digilib. berhubungan dengan arus air yang mentransportasikan butiran atau partikel halus seperti ukuran lanau atau lempung dengan pasir yang bervariasi secara proporsi dan ukuran. Windeati.id/gdl. Rizky.id/gdl. Provinsi Jawa Barat.Pasang Surut .php? mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-rizky-27048&q= purwakarta%20geology.PUSTAKA Argapadmi. Purwakarta: Dinas Pariwisata Pemerintah Kabupaten Purwakarta. Kabupaten Purwakarta. 2010 Transportasi dan Deposisi Sedimen Media transportasi dari sedimen pada umumnya dapat dibagi menjadi berikut ini : * Air . Udergraduate Theses: Geologi dan Hidrogeologi Daerah Campaka dan Sekitarnya. Kabupaten Bandung Barat. Struktur Geologi di Jawa Barat Comment Arus Traksi dan Arus Turbidit Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — 1 Comment May 17.Debris flow . Jawa Barat. Undergraduate Theses: Geologi dan Analisis Struktur Daerah Pasiruren dan sekitarnya. 2004.Gelombang . Sontana. Kurniawan.php?mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-sonnysanta28254&q=struktur%20jawa%20barat. Wendy. ITB Central Library. http://digilib.ac. tertransportasi pada badan utama dari aliran. http://digilib. Jawa Barat. S. 2008.ac. Pendahuluan Ekskursi Petrologi.itb. Laboratorium Petrologi ITB.ac. http://digilib. Letak Geografis Purwakarta. Tags: Fisiografi Jawa Barat. 2007. Stratigrafi Umum Regional Purwakarta.Arus Laut * Udara * Es * Gravitasi . 2009. ITB Central Library.php? mod=browse&op=read&id=jbptitbpp-gdl-windeatiar-33921&q=geologi%20jawa%20barat. bed load. Kabupaten Sukabumi. Bandung.

Pada dasarnya.kadangkala meninggalkan jejak pada badan sedimen pada dasar aliran tersebut. Permukaan lapisan tersebut dapat berubah bergantung pada aliran pada permukaan dasarnya. aliran pada sungai merupakan aliran turbulen. Struktur muka lapisan yang umum ditemukan adalah small ripple atau megariple atau kombinasi keduanya. Umumnya. sudut permukaan air atau sedimen. Rezim aliran merupakan kumpulan dari beberapa hubungan yang berlaku pada aliran air. dimana partikel-partikel bergerak diatas partikel-partikel yang tidak bergerak. C. Memiliki nilai . B. tipe transportasi sedimen. Solution (mengalami transpotasi secara kimia). Harms dan Fahnestock (1965) membagi aliran menjadi tiga macam. dan terendapkan atau apakah yang terjadi pada partikel berukuran tertetu bila berada pada sistem aliran dengan kecepatan tertentu. dan bawah. tahanan aliran besar sehingga pengangkutan butir oleh air kecil. yang menyebabkan permukaan air cenderung tidak memiliki riak. aliran ini dibedakan dengan aliran laminar yang merupakan aliran yang bergerak degan kecepatan rendah dan arah yang paralel terhadap dasar aliran. Demikian sebaliknya. Terdapat kecenderungan bagi sedimen yang dengan rezim aliran lambat untuk tidak membentuk gelombang pada permukaannya. Transportasi butir yang terjadi adalah pergerakkan butir menaiki punggungan kedua bentuk perlapisan ini dan longsor ke bagian yang besudut tajam. D = dalam badan aliran. yaitu : A. Berikut merupakan gambar grafik tersebut : ARUS TRAKSI Arus traksi merupakan istilah bagi arus pada fluida yang dapat menyebabkan proses transportasi yang memungkinkan sedimen bergerak sebagai bed load. Saltasi (meloncat-loncat pada dasar permukaan dasar aliran). Struktur Sedimen Struktur sedimen di alam tidak dapat dipisahkan dari gambaran muka lapisan. tertransportasi. Traction carpet. merupakan istilah yang digunakan untuk menggambarkan suatu daerah khayal dalam suatu badan aliran fluida. yaitu regim aliran atas. energi arus. Regim Aliran Bawah (Lower Flow Regim) Pada regim aliran bawah. Bentuk permukaan tidak menyatu dengan dasar aliran. Traksi (bergelinding pada permukaan dasar aliran). Fr = U ⁄ √(gD) dengan U = kecepatan aliran. Muka lapisan dihasilkan oleh materi yang inkoheren terhadap fluida. HUKUM HJULSTROM Hukum Hjulstrom diterangkan dengan sebuah grafik yang menggambarkan pada kecepatan berapa suatu partikel dengan ukuran tertentu akan tererosi. dan morfologi yang berhubungan dengan permukaan sedimen dan permukaan air. Peristiwa saltasi pada aliran turbulen juga sebenarnya berhubungan dengan keberadan arus traksi. Froud Number Angka Froud merupakan besaran tanpa demensi yang digunakan untuk menentukan suatu aliran itu subkritikal atau superkritikal. dan g = kecepatan gelombang. Aliran Turbulen Aliran turbulen behubungan dengan aliran yang bergerak dengan kuat dan kecepatan yang tinggi yang dapat mentransportasikan sedimen. apabila sedimen di dasar air bergelombang maka permukaan air juga akan bergelombang. Suspensi (mengalami trasportasi yang relatif permanen dalam badan aliran D. Berikut ini merupakan mode transportasi yang mungkin terjadi pada arus turbulen. transisi.

Struktur muka lapisan yang umum adalah planar (plane bed) atau antidune. dengan uruturutan tertentu. 4. Terdapat perselingan tipis yang bersifat ritmis antar batuan berbutir relatif kasar dengan batuan yang berbutir relatif halus. 7. Pada lapisan batuan berbutir kasar memiliki pemilahan buruk dan mengandung mineral-mineral kuarsa. glaukonit.Froud < 1. dengan ketebalan lapisan beberapa milimeter sampai beberapa puluh centimeter. Beberapa struktur sedimen yang antara lain flute cast. Litologi dan Struktur Karakteristik endapan turbidit pada dasarnya dapat dikelompokan ke dalam dua bagian besar berdassarkan litologi dan struktur sedimen. Selly (1969) mengelompokan struktur sedimen menjadi 3 berdasarkan proses pembentukannya : * Struktur Sedimen Pre-Depositional Merupakan struktur sedimen yang terjadi sebelum pengendapan sedimen. Namun perlu diperhatikan bahwa ciri itu bukan hanya berdasarkan suatu sifat tunggal sehingga tidak bisa secara langsung untuk mengatakan bahwa suatu endapan adalah endapan turbidit. Umumnya pada bidang batas antara lapisan batupasir dan serpih. yaitu antara lain perlapisan bersusun. mika. tahanan aliran kecil sehingga pengangkutan butir terjadi dengan kuat. bergelombang. yang berhubungan dengan proses erosi oleh bagian kepala (head) dari suatu arus turbid (Middleton. 2. kadang berangsur menjadi endapan pelagik. sedangkan arus turbidit itu sendiri adalah suatu arus yang memiliki suspensi sedimen dan mengalir pada dasar tubuh fluida. terlihat adanya struktur sedimen tertentu yang menunjukan proses pengendapannya. juga banyak didapatkan matrik lempung. Kadang-kadang dijumpai adanya fosil rework. 6. Bentuk permukaan fluida menyatu dengan dasar aliran. Endapan turbidit mempunyai karakteristik tertentu yang sekaligus dapat dijadikan sebagai ciri pengenalnya. Pada beberapa lapisan batupoasir dan batulanau didapatkan adanya fragmen tumbuhan. Hal ini disebabkan banyak struktur sedimen tersebut. tanpa adanya scouring. 3. Regim Aliran Atas (Upper Flow Regim) Pada regim aliran atas. konvolut. Hubungan antara struktur sedimen pada regim aliran yang terbentuk dengan kuat arus dan diameter sedimen dapat digambarkan dengan diagram sebagai berikut : Perbedaan antara strukur lower flow regim dan lower flow regim dapat dilihat seperti di bawah ini : ARUS TURBIDIT Turbidit didefinisikan oleh Keunen dan Migliorini (1950) sebagai suatu sedimen yang diendapkan oleh mekanisme arus turbidit. karena mempunyai kerapatan yang lebih besar daripada cairan tersebut. Regim Aliran Transisi (Transition Flow Regim) Regim ini memiliki bentuk perlapisan campuran antara regim aliran atas dan bawah. Kontak perlapisan yang tajam. Memiliki nilai Froud > 1. * Karakteristik Struktur sedimen Menurut Bouma (1962) dalam hal pengenalan endapan turbidit salah satu ciri yang penting adalah struktur sedimen. yaitu : * Karakteristik Litologi 1. salah satunya karakteristik genetik dari Selly (1969). karena mekanisme pengendapan arus turbidit memberikan karakteristik sedimen tertentu. groove . yang juga berkembang pada sedimen yang bukan turbidit. planar. Banyak klasifikasi struktur sedimen hasil mekanisme arus turbid. Tak terdapat struktur sedimen yang memperlihatkan ciri endapan laut dangkal maupun fluvial. Batas atas dan bawah lapisan planar. 5. feldspar. yang menunjukan lingkungan laut dangkal. Umumnya perselingan antar batupasir dan serpih. Sifat-sifat penunjukan arus akan memperlihatkan pola aliran yang hampir seragam saat suplai terjadi. 1973). Memiliki nilai Froud = 1. Pada perlapisan batuan.

Diatas lapisan ini sering ditemukan lapisan yang bersifat lempung napalan atau yang disebut lempung pelagik. besar butir berkisar dari pasir sangat halus sampai lempung lanauan. * Struktur Sedimen Syn-Depositional Struktur yang terbentuk bersamaan dengan pengendapan sedimen. * Upper Interval of Parallel Lamination (Td) Merupakan lapisan sejajar. ukuran besar butir makin halus. Bouma Sequence yang lengkap dibagi 5 interval (Ta-Te). Struktur perlapisan ini menjadi tidak jelas atau hilang sama sekali apabila batupasirnya memiliki pemilahan yang baik. material pasiran berkurang. Beberapa struktur sedimen yang penting diantaranya adalah perlapisan bersusun. Karakteristik-karakteristik tersebut tidak selalu harus ada pada suatu endapan turbidit. kontak dengan interval dibawahnya umumnya secara berangsur. * Pelitic Interval (Te) Merupakan susunan batuan bersifat lempungan dan tidak menunjukan struktur yang jelas ke arah tegak. Bidang sentuh dengan interval di bawahnya berangsur. Dari . tersusun perselingan antarabatupasir halus dan lempung. * Interval of Current Ripple Lamination (Tc) Merupakan struktur perlapisan bergelombang dan konvolut. (Interval Tb). yaitu * Gradded Interval (Ta) Merupakan perlapisan bersusun dan bagian terbawah dari urut-urutan ini. Tanda-tanda struktur lainnya tidak tampak. peralihan antara satu interval ke interval berikutnya dapat secara tajam.Umumnya struktur sedimen yang ditemukan pada endapan turbidit adalah struktur sedimen yang terbentuk karena proses sedimentasi. cangkang foraminifera makin sering ditemukan. yang merupakan asosiasi dari beberapa fasies. Bidang sentuh sangat jelas. Kipas bawah laut Dari penelitian fasies turbidit. yang umumnya berhubungan dengan proses deformasi. Ketebalannya berkisar antara 5-20 cm. terutama yang terjadi karena proses pengendapan suspensi dan arus. atau semu. Dalam hal ini lebih merupakan suatu alternatif.cast. Interval paralel laminasi bagian atas. mempunyai besar butir yang lebih halus daripada kedua interval dibawahnya. Salah satunya struktur load cast. mengingat bahwa suatu endapan turbidit juga dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya yang akan memberikan ciri yang berbeda dari suatu tempat ke tempat lain. * Struktur Sedimen Post-Derpositional Struktur sedimen yang dibentuk setelah terjadi pengendapan sedimen. Sekuen Bouma Bouma (1962) memberikan urutan ideal endapan turbidit yang dikenal dengan Sekuen Bouma. maka dilakukan pembuatan suatu model kipas bawah laut (sebagai contoh gambar diatas merupakan kipas bawah laut tipe eagle). dan merupakan struktur yang penting dalam penentuan suatu endapan turbidit. berangsur. planar. kadang-kadang lempung pasirannya berkurang ke arah atas. bertekstur pasir kadang-kadang sampai kerikil atau kerakal. * Lower Interval of Parallel Lamination (Tb) Merupakan perselingan antara batupasir dengan serpih atau batulempung. dan perlapisan bergelombang.

lembab. Hukum Hjulstrom. CGL) Fasies ini terdiri dari batupasir sangat kasar. kerikil-kerakal. Transportasi Sedimen Comment Endapan Laterit Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — 8 Comments May 17. CT) Fasies ini pada umumnya terdiri dari perselingan antara batupasir dan serpih/batulempung dengan perlapisan sejajar tanpa endapan channel. Diktat Kuliah Prinsip Stratigrafi. MS) Fasies ini terdiri dari batupasir masif. dan laminasi. AAPG UNDIP SC. pasir. Bandung: Laboratorium Stratigrafi ITB 3. * Fasies Batupasir Kerakalan (Pebbly Sandstone. tebal 1-5 m. Fasies ini berasosiasi dengan kipas laut bagian tengah dan atas. kerakal dan bongkah-bongkah yang terkompaksi. Berikut merupakan salah satu contoh sekuen sedimentasi yang digenerasi oleh arus turbidit densitas tinggi pasir-gravel : Sumber : 1. Arus Turbidit. PS) Fasies ini terdiri dari batupasir kasar. Fasies ini terdiri dari berbagai kumpulan batuan. yaitu model kipas laut dalam dan hubungannya dengan fasies turbidit. Fasies ini berasosiasi dengan sutrafanlobes dari kipas tengah dan kipas atas. Berikut merupakan kandungan unsur-unsur yang terdapat pada profil laterit. Mineral utama Pencucian Mineral Sekunder . Lapisan batupasir menebal ke arah atas.com/2008/07/23/turbidite-current/ Tags: Aliran Turbulen. 2008. Arus Traksi. dicirikan oleh perlapisan bersusun. slump and slides. kadang-kadang terdapat endapan channel. penyebarannya secara lateral tidak menerus. Berasosiasi dengan channel. http://aapgscundip. yaitu : * Fasies Turbidit Klasik (Classical Turbidite. Walker dan Mutti (1973) telah mengemukakan suatu model. Martodjojo. penipisan lapisan batupasir ke arah atas. konvolut. Pada bagian dasar batupasir dijumpai hasil erosi akibat penggerusan arus turbidit (sole mark) dan dapat digunakan untuk menentukan arus turbidit purba.5 – 5 meter. struktur sedimen memperlihatkan perlapisan bersusun. konglomerat. Walker (1978) kemudian menyedehanakannya menjadi 5 fasies. Laterit dan pembentukannya Laterit didefinisikan sebagai produk yang dihasilkan dari pelapukan yang kuat pada daerah-daerah tropis. penipisan lapisan batupasir ke arah atas dan urutan Bouma tidak berlaku. perlapisan sejajar.5-5 meter. tebal 0. pemilahan buruk. 2010 1. bentuk butir menyudut tanggung-membundar tanggung. SL). Laterit penting secara ekonomi karena mengandung logam alumunium (bauksit). laminasi sejajar. ketebalan 0. * Fasies Konglomeratan (Clast Supported Conglomerate. 1993. Soejoeno. debris flow. Struktur sedimen yang sering dijumpai adalah perlapisan bersusun. Slide Mata Kuliah Sedimentologi GL-1051 ITB 2. dan hangat yang kaya akan lempung kalolinit sebagai oksida dan oksihidroksida dari Fe dan Al. * Fasies Lapisan yang didukung oleh aliran debris flow dan lengseran (Pebbly mudstone. kerikil. Fasies ini berasosiasi dengan lingkungan pengendapan kipas atas. struktur mangkok/dish structure. * Fasies Batupasir masif (Massive Sandstone.model tersebut diharapkan dapat diketahui arah pengendapan serta letak dari suatu endapan turbidit.wordpress.

dan limonit . Li Ca. klorit. Ti. RbCa. Ni. Mineral olivin dan ortopiroksen sebagai sumber nikel utama merupakan penyusun utama dari batuan ultramafik mungkin berasal dari bagian kompleks ofiolit obduksi atau berupa intrusi mafik. atau smektit. diikuti dengan ortopiroksen. Ti. Laterit Nikel Laterit nikel berasal dari batuan ultramafik yang mengandung olivin dan ortopiroksen dengan berlimpah.pada zona ferruginousAluminosilikat (muskovit. Cd. Variasi pada profil bauksit sebagai transformasi dari gibsit yang terdehidrasi menjadi versi yang terhidrasi secara relatif. Akumulasi dari residu kaya alumina. Al (kaolinit) Fe. biotit) Ca. Na. Mg Si. dan karenanya kaya akan nikel. RbMg. Bijih nikel berhubungan dengan eluviasi nikel dari residu pada lapisan laterit teratas dan konsenrasi di dasar illuvium saprolit sebagai talk nikeliferous. . Mn. pada bagian atas dari profil laterit. Mo. V (Oksida Fe dan Mn) pada zona pelapukan sulfide As. emas K. Penambangan laterit nikel jauh lebih mudah daripada penambangan bijih sulfida magmatik. BaFe. Cr. Al (kaolinit) pada saprolit bagian atasAluminosilikat (muskovit) Ferromagnesia (klorit. Sr 2. mengandung mineral gibsit. sulfat. serpentin. Csmineral jejak : Au Si. amfibol) Lempung smektit Cs. klorit. Cu. Zn. sebagai hasil dari curah hujan yang tinggi. Alterasi olivin terjadi karena proses hidrasi dari silika. serpentinit. temperatur yang agak rendah (22°C). Al (kaolinit). Pb. Laterit nikel mengandung konsentrasi nikel silikat atau nikel oksida yang mencapai 10 kali lipat dari konsentrasi aslinya. Musim panas dan dingin membuat fluktuasi pada muka air tanah. Sb. Bauksit Bijih bauksit. Mn. serpentin. dengan kelembaban yang tinggi. keasaman air tanah semakin berkurang seiring dengan bertambahnya kedalaman dan bikabornat bertindak sebagai anion utama dalam proses pelarutan ini. dan diaspor. talk. Olivin bereaksi pada kondisi ini. sebagai sumber utama logam alumunium. Mg. alunit-jasorit) pada daerah karbonatan Ca. 3. Pada tanah laterit. karbonatan. amfibol. Proses yang berlangsung pada bagian atas dari profil laterit berupa pelarutan inkongruen yaitu : Feldspar – (kehilangan Si) → kaolinit – (kehilangan Si) → gibsit (Al(OH)3) Variasi iklim musiman juga dianggap penting dalam pembentukan formasi bauksit. Ni. S As. Co. Cu. dan bersamaan dengan geotit meskipun jarang. Ga. yang membuat terjadinya pelarutan dan transfer massa. kaolinit) oksida besi. Fe. boehmit. Rb. Al (kaolinit) pada saprolit bagian bawahAluminosilikat Ferromagnesia (piroksen. dan talk. Profil mineralogical untuk zona mineralisasi bauksit dapat bervariabel. Au. Mn. Cr. dihasilkan dari fluktuasi tersebut. Co. olivin. Ni. Ni. Na Si. K. Co. boehemit atau diaspor (ALO(OH)). Mg. arsenat. Ga. Zn (oksida besi. (Oksida Fe dan Mn) Si. Berikut ini merupakan contoh reaksi pada olivin. K. Cs. V.

Zona limonit yang ada pada bagian atas dari profil laterit pada umumnya tidak mengandung nikel. Bentuk emas yang dihasikan bermacam-macam dari yang berukuran besar.4(Fe2. Diagenesis subsekuen dari sedimen yang mengandung mikroorganisme yang kaya akan emas akan menyebabkan terjadinya rekristalisasi dari emas menjadi bentuk seperti nugget. kemungkinan oleh Mg2+. Reaksi berikut mengasilkan Au murni pada kondisi reduksi yang terjadi pada bagian yang kaya akan ion Fe2+ dan Mg2+. sekalipun mekanismenya belum diketahui. nepouit (Ni-serpentin). Salah satu contoh dari reaksi pertukaran kation adalah sebagai berikut : Mg2Si2O5(OH)4 + 3Ni2+(aq) → Ni3Si2O5(OH)4 + 3Mg2+(aq) serpentin nepouit Konsentrasi dari nikel juga sering berasosiasi dengan goetit. 4. sebagai hasil perpindahan PGE pada zona pelapukan. Kristal-kristal Pt-Fe atau Os-Ir-Ru dapat ditemukan pada pedolith. Emas pada laterit Telah diketahui dengan baik bahwa emas dapat terbentuk pada bagian pedolitik atas pada zona pelapukan laterit. dan pimelit (Ni-smektit). sebagai AgCl. AuCl4. perak akan bereaksi dengan lebih cepat. emas yang berada di dekat permukaan dapat menjadi AuCl4-.+ 4H+ 2Fe2+ + 3H2O + O2 → 2 FeOOH + 4H+ Percobaan yang dilakukan menunjukan bahwa pada keadaan pH rendah. Proses perpindahan Au dan Ag hanya terjadi pada kondisi spesifik tertentu. dan dendritus emas pada celah dan retakan. pada daerah reduksi. sampai kristal-kristal kecil pada pori-pori tanah. Mungkin perpindahan tersebut berhubungan dengan asamnya air tanah dekat permukaan pada lingkungan laterit. Emas dapat berada pada profil laterit karena proses kimiawi. PGE pada laterit Unsur-unsur kelompok platinum juga terdapat pada laterit. Hal ini dikarenakan deposit sensitif untuk mengalami erosi permukaan dan fluktuasi muka air dikonrol oleh distribusi zona eluviasi dan iluviasi. Kemungkinan absorbs dari nikel pada koloid goetit terjadi pada alam karena pH yang agak basa. Dipercaya bahwa faktorfaktor yang mempengaruhi konsentrasi PGE juga sama dengan faktor-faktor yang mempengaruhi Au dam . partikel membundar seperti nugget. dimana Ag berperan sebagai air meteorik pada zona pelapukan. dan AgCl32-.Mg3)SiO4 + 8H+ + 4O2 → (Fe2.Mg3)Si4O10(OH)2 + 6FeO(OH) + 5Mg2+ olivin smektit goetit Konsentrasi nikel dipengaruhi oleh pertukaran kation. 5. 2FeS2 + 2H2O +7O2 → 2Fe2+ + 4SO42.+9H+ Perlu diketahui bahwa mikroorganisme juga berhubungan dengan konsentrasi emas pada tanah laterit. Sebenarnya sumber emas secara primer adalah pada lingkungan yang juga kaya akan perak. Sebagai perbandingan. Emas sekunden yang berbentuk nugget dapat ditemukan pada lingkungan yang berbeda dari tempat deposit emas terjadi. Hal ini disebabkan oleh bakteri pada tanah yang memiliki kemampuan untuk mengakumulasi emas melalui proses difusi melewati dinding selnya dan masuk ke dalam cytoplasmanya.+ 3Fe+ + 6H2O → Au + 3FeOOH + 4Cl. Kedua reaksi berikut merupakan contoh dari proses pengasaman yang berlangsung pada profil laterit. Hasilnya adalah suatu jenis mineral pilosilikat yang kaya nikel seperti kerolit (Ni-talk). Laterit yang sangat tebal dan sangat kaya dengan garnierit terjadi pada batuan dasar yang mengalami sirkulasi air tanah maksimum dan peran dari interaksi air antar batuan. Eh tinggi. Konsentrasi nikel juga dikontrol oleh keadaan topografi dan cenderung terjadi dibawah perbukitan atau pinggiran plato atau teras. Berbeda dengan proses mobilisasi dan penghilangan perak. AgCl2-. Hal ini dikontrol oleh oksidasi dari Fe2+ yang berhubungan dengan ketersedian oksigen. dan keberadan ion Cl-.

Illit terjadi pada kondisi basa dengan pelapukan feldspar dan mika.Ag. misalnya peta tanah. untuk peta umum. 6. Pekerjaan lapangan pemetaan geologi teknik . 2010 Berdasarkan SNI 03-2849-1992 dan modul praktikum VI Mata Kuliah Geologi Teknik – Teknik Geologi ITB Definisi Peta geologi teknik adalah jenis peta geologi yang memberikan suatu gambaran umum semua komponen dari suatu lingkungan geologi yang dianggap penting untuk kepentingan teknik sipil. Mineral-mineral lempng yang penting ini diantaranya adalah kaolinit. Peta geologi teknik harus dibuat berdasarkan: 1) Kegunaan.dan PtCl42-). peta berskala sedang (1 : 10. • Komparator ukuran butir. dengan mineral dasar terbentuk pada oksida Mn dan Au-Pt-Pd terbentuk bersamaan dengan karbon nonkristal. filtrasi. Deposit Lempung. menyajikan unsur-unsur dasar geologi teknik secara umum. Selain itu juga dilakukan studi literatur dari laporan-laporan terdahulu. Dengan pembesaran antara 10-20 kali. dan minyak pelumas. peta hidrogeologi. • Kamera untuk pembuatan dokomentasi dilapangan. untuk peta bantu. Proses laterisasi menyebabkan berpindahnya komponen-komponen bijih berpindah. hanya menyajikan rincian suatu masalah lingkungan geologi. keramik. misalnya kegempaan. Tahapan persiapan pemetaan geologi teknik Dalam tahap persiapan selain dilakukan pekerjaan yang meliputi pesiapan sebelum pemberangkatan tim menuju ke lokasi pemetaan. illit. tetapi dapat ditemukan sebagai produk dari alterasi hidrotermal bertemperatur rendah. untuk peta khusus hanya menyajikan salah satu aspek geologi teknik.000). dengan lapisan-lapisan intrakristalin air dan kation-kation yang dapat berganti-ganti. peta penggunaan lahan dan peta geologi sebagai dasar penyusunan peta geologi teknik. untuk peta pelengkap. dan oksida atau oksihidroksida dari De-Mn. peta berskala kecil (1 : 10. • Lensa pembesar. Pada daerah non laterit. • Tas untuk contoh batuan dan perbekalan. Deposit lempung Mineral-mineral lempung merupakan produk pelapukan yang sangat berlimpah. • Kantong untuk contoh tanah atau batu. peta geohidrologi dan sebagainya. dilakukan juga pengumpulan peta topografi. Laterit Emas. • Cairan HCl. data curah hujan. tetapi sebagai senyawa hidroksida (PdOH2 dan Pt OH2). • Papan penjepit.000). 0. Sedangkan smektit merupakan hasil pelapukan dari batuan intermediet sampai basa dibawah kondisi basa. Mineral-mineral lempung tidak hanya dihasilkan dari pelapukan batuan saja.000).000 atau < 1 : 10.000 atau > 1 : 10.1 N. Pembentukan Laterit Comment PEMETAAN GEOLOGI TEKNIK LAPANGAN Filed under: Dunia Geologi by Wei Min Han — Leave a comment May 17. Laterit PGE. • Buku catatan lapangan komplit dengan alat tulis. kegunungapian. 2) Isi: peta analisis. Misalnya longsoran. antara lain: • Kompas geologi dan palu geologi. Tags: Bauksit. • Tas Lapangan untuk menyimpan peta dan alat tulis. 3) Skala : peta berskala besar (1 : 10. PGE tidak akan tertransportasi sebagai senyawa klorit (PdCl42. Mineral-mineral ini penting secara ekonomi pada industry kertas. misalnya peta konstruksi kontur. Kaolinit berasal dari kondisi lembab yang mendukung terjadinya hidrolisis asam pada batuan feldspar. Laterit Nikel. dan kelompok smektit (termasuk monmorilonit). sedangkan peta serba guna menyajikan berbagai aspek geologi teknik. Peralatan yang digunakan untuk pengujian di tempat. peta geomorfologi. baik yang terdapat in situ maupun yang berpindah dan mengalami deposisi.

Pengamatan sebaran sumber daya dan bangunan. urutan. dan plastisitas tanah. ketebalan dan sifat lapisan tanah. e. geologi. struktur geologi. untuk pengujian di laboratorium mekanika tanah. Pengamatan fenomena geologi teknik/geodinamika. dimaksudkan untuk mengetahui kondisi geologi teknik secara umum di daerah pemetaan berdasarkan satuan-satuan tanah permukaan dan batuan yang ada di lokasi daerah pemetaan. untuk mendapatkan data kedalaman. i. c. d. g. Pekerjaan sondir. Pemboran tangan. nilai sondir. Analisis data dan pembuatan laporan Analisis data dimaksudkan untuk mempelajari dan mencari hubungan serta pengaruh dari faktor-faktor morfologi. tataguna lahan dan aktifitas manusia terhadap pengelompokan formasi geologi teknik. serta analisis perhitungan daya dukung tanah dan perosokan tanah. dimaksudkan untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang berpotensi mempunyai sumber daya bahan bangunan. dan direct shear. h. Pengamatan sebaran tanah dan batuan. penentuan satuan geologi teknik. batas Atterberg. dan geseran setempat agar dapat diketahui besarnya daya dukung dan stratifikasi atau susunan. Pekerjaan Laboratorium Pekerjaan laboratorium yang dilakukan meliputi pengujian-pengujan terhadap sifat indeks tanah dari contoh tanah tak terganggu yang diambil dari lapangan. dan jenis lapisan tanah. kadar air. dilakukannya pengamatan. dilakukan untuk mengetahui karakteistik struktur geologi dan bentang alamnya seperti kemiringan lereng dalam kaitannya dengan jangkauan optimum sudut lereng untuk keperluan berbagai bangunan dan tataguna lahan. . kepadatan. dilakukan untuk mengetahui data bawah permukaan meliputi ketebalan. Pengamatan morfologi dan strukur geologi. berat isi dan berat jenis tanah. untuk mendapatkan konsistensi. f. b. dan penglokalisiran adanya fenomena-fenomena geologi teknik. pendataan. ditujukan untuk mengetahui kedalaman muka air tanah yang dapat mempengaruhi perencanaan kontruksi fondasi bangunan. Pengujian keteknikan tanah dan batuan.a. Pengambilan contoh tanah dan batuan. meliputi aalisis ukuran butir. jumlah hambatan lekat. Pengamatan kondisi air tanah.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful