LAPORAN PENDAHULUAN I. Masalah Utama Perubahan isi pikir : waham II. Proses terjadinya Masalah a.

Pengertian Waham adalah suatu keyakinan yang dipertahankan secara kuat terus-menerus, tetapi tidak sesuai dengan kenyataan. (Budi Anna Keliat, 2006: 147) b. Etiologi Penyebab secara umum dari waham adalah gannguan konsep diri : harga diri rendah. Harga diri rendah dimanifestasikan dengan perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan. Akibat dari waham klien dapat mengalami kerusakan komunikasi verbal yang ditandai dengan pikiran tidak realistic, flight of ideas, kehilangan asosiasi, pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak mata yang kurang. Akibat yang lain yang ditimbulkannya adalah beresiko mencederai diri, orang lain dan lingkungan. 1. Faktor predisposisi  Genetik, faktor-faktor genetik yang pasti mungkin terlibat dalam perkembangan suatu kelainan ini adalah mereka yang memiliki anggota keluarga dengan kelainan yang sama (orang tua, saudara kandung, sanak saudara lain).       Neurobiologis, adanya gangguan pada kosteks pre frontal dan korteks limbic. Neurotransmiter : abnormalitas pada dopamine, serotonin, dan glutamate. Virus : paparan virus influenza pada trimester III. Psikologis : ibu pencemas, terlalu melindungi, ayah tidak peduli.

2. Faktor presipitasi Proses pengolahan informasi yang berlebihan. Mekanisme penghantaran listrik yang abnormal.

Rentang Respon Waham Rentang respon neurobiologis Respon adaptif    Pikiran logis persepsi akurat Emosi konsisten dengan  pengalaman Prilaku sesuai dengan hubungan social III.c. orang lain. lingkungan) Takut. a. Pohon masalah Resiko menciderai orang lain (akibat) perubahan isi pikir (core problem) gangguan konsep diri: harga diri rendah (penyebab)   Kadang-kadang isi pikir  terganggu ilusi Reaksi emosional ber. Tanda dan Gejala          Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya (tentang agama. lebihan atau kurang Prilaku ganjil atau tidak  lazim Respon maladaptif Gangguan isi pikir waham halusinasi Ketidakmampuan mengalami emosi Ketidakmampuan sosial isolasi untuk . kecurigaan. 2003) d. kebesaran. keadaan dirinya berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan Klien tampak tidak mempunyai orang lain Curiga Bermusuhan Merusak (diri. sangat waspada Tidak tepat menilai lingkungan/ realitas Ekspresi wajah tegang Mudah tersinggung (Azis R dkk.

 Data objektif: Klien tampak tidak mempunyai orang lain. 2. mengatakan benci dan kesal pada seseorang. mudah tersinggung  Gangguan harga diri rendah . orang lain dan lingkungan  Data subjektif. bermusuhan. bicara menguasai. pengulangan kata-kata yang didengar dan kontak mata kurang  Perubahan isi pikir : waham ( ŅŅ.)  Data subjektif : Klien mengungkapkan sesuatu yang diyakininya ( tentang agama. lingkungan). ekspresi marah. pandangan tajam. melukai / merusak barangbarang dan tidak mampu mengendalikan diri  Data objektif: Mata merah. atau marah. keadaan dirinya) berulang kali secara berlebihan tetapi tidak sesuai kenyataan.  Kerusakan komunikasi : verbal   Data subjektif: Klien mengungkapkan sesuatu yang tidak realistik Data objektif: Flight of ideas. merusak (diri. merusak dan melempar barang-barang. orang lain. Klien memberi kata-kata ancaman. takut. kebesaran. wajah agak merah. Masalah keperawatan  Resiko tinggi mencederai diri. Data yang perlu dikaji :  Resiko tinggi mencederai diri.b. tidak tepat menilai lingkungan / realitas. sangat waspada. curiga. orang lain dan lingkungan  Kerusakan komunikasi : verbal  Perubahan isi pikir : waham  Gangguan konsep diri : harga diri rendah. kehilangan asosiasi. kadang panik. kecurigaan. Masalah keperawatan dan data yang perlu dikaji 1. ekspresi wajah klien tegang. klien suka membentak dan menyerang orang yang mengusiknya jika sedang kesal. nada suara tinggi dank eras.

 Observasi apakah wahamnya mengganggu aktivitas harian dan perawatan diri. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan yang dimiliki Tindakan : . Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan klien Tindakan  Bina hubungan. Resiko mencederai diri. tempat  Jangan membantah dan mendukung waham klien: katakan perawat menerima keyakinan klien “saya menerima keyakinan anda” disertai ekspresi menerima. V. Perubahan isi pikir : waham (ŅŅŮ. jelaskan tujuan interaksi. tidak bisa. saling percaya: salam terapeutik. Data subjektif: Klien mengatakan saya tidak mampu. tidak membicarakan isi waham klien. katakan perawat tidak mendukung disertai ekspresi ragu dan empati. bodoh. waktu. orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham 3.  Yakinkan klien berada dalam keadaan aman dan terlindungi: katakan perawat akan menemani klien dan klien berada di tempat yang aman. ciptakan lingkungan yang tenang. Diagnosa Keperawatan 1. Kerusakan komunikasi verbal berhubungan dengan waham 2. perkenalkan diri. mengkritik diri sendiri. Rencana Keperawatan 1. B. ingin mencedaerai diri/ ingin mengakhiri hidup IV. bingung bila disuruh memilih alternatif tindakan. mengungkapkan perasaan malu terhadap diri sendiri  Data objektif: Klien terlihat lebih suka sendiri.) berhubungan dengan harga diri rendah. kerusakan komunikasi verbalberhubungan dengan waham  Tujuan umum : Klien tidak terjadi kerusakan komunikasi verbal  Tujuan khusus : A. buat kontrak yang jelas topik. gunakan keterbukaan dan kejujuran jangan tinggalkan klien sendirian. tidak tahu apa-apa.

tempat dan waktu). Klien dapat berhubungan dengan realitas Tindakan :    Berbicara dengan klien dalam konteks realitas (diri. Hubungkan kebutuhan yang tidak terpenuhi dan timbulnya waham. Atur situasi agar klien tidak mempunyai waktu untuk menggunakan wahamnya.    Beri pujian pada penampilan dan kemampuan klien yang realistis. D. Jika klien selalu bicara tentang wahamnya. marah). Sertakan klien dalam terapi aktivitas kelompok : orientasi realitas. Tingkatkan aktivitas yang dapat memenuhi kebutuhan klien dan memerlukan waktu dan tenaga (buat jadwal jika mungkin). Beri reinforcement bila klien minum obat yang benar. frekuensi. orang lain. obat. Klien dapat dukungan dari keluarga . efek dan efek samping minum obat. dosis. Klien dapat menggunakan obat dengan benar Tindakan :     Diskusikan dengan kiten tentang nama obat. dengarkan sampai kebutuhan waham tidak ada. Klien dapat mengidentifikasikan kebutuhan yang tidak terpenuhi Tindakan :      Observasi kebutuhan klien sehari-hari. dosis. cemas. Anjurkan klien membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan. C. Perlihatkan kepada klien bahwa klien sangat penting. Diskusikan bersama klien kemampuan yang dimiliki pada waktu lalu dan saat ini yang realistis. Diskusikan kebutuhan klien yang tidak terpenuhi baik selama di rumah maupun di rumah sakit (rasa sakit. cara dan waktu). Bantu klien menggunakan obat dengan priinsip 5 benar (nama pasien. Tanyakan apa yang biasa dilakukan kemudian anjurkan untuk melakukannya saat ini (kaitkan dengan aktivitas sehari hari dan perawatan diri). Berikan pujian pada tiap kegiatan positif yang dilakukan klien E. F.

Tanyakan “apakah dengan cara yang dilakukan masalahnya selesai?” . 2. Bantu klien mengungkapkan perasaan jengkel / kesal. Klien dapat mengidentifikasi penyebab perilaku kekerasan. rileks dan tidak menantang. D. Dengarkan ungkapan rasa marah dan perasaan bermusuhan klien dengan sikap tenang. Klien dapat mengidentifikasi perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. cara merawat klien. Klien dapat membina hubungan saling percaya. B. lingkungan keluarga dan follow up obat. orang lain dan lingkungan. orang lain dan lingkungan berhubungan dengan waham Tujuan Umum: Klien terhindar dari mencederai diri. Beri perhatian dan penghargaan : teman klien walau tidak menjawab. C. Bicara dengan sikap tenang. empati.Tindakan :    Diskusikan dengan keluarga melalui pertemuan keluarga tentang: gejala waham. Tindakan:    Beri kesempatan mengungkapkan perasaan. Beri reinforcement atas keterlibatan keluarga. Tindakan:     Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik. sebut nama perawat dan jelaskan tujuan interaksi. Simpulkan bersama klien tanda tanda jengkel / kesal yang dialami klien. Tindakan:    Anjurkan mengungkapkan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan.  Tujuan Khusus: A. Resiko mencederai diri. Panggil klien dengan nama panggilan yang disukai. Bantu bermain peran sesuai dengan perilaku kekerasan yang biasa dilakukan. Klien dapat mengidentifikasi tanda tanda perilaku kekerasan Tindakan :    Anjurkan klien mengungkapkan yang dialami dan dirasakan saat jengkel/kesal. Observasi tanda perilaku kekerasan.

obat. Tindakan :     Beri pujian jika mengetahui cara lain yang sehat. Bersama klien menyimpulkan akibat dari cara yang digunakan. berolah raga.E. Tindakan :   Beri pendidikan kesehatan tentang cara merawat klien melalui pertemuan keluarga. Tindakan:      Bantu memilih cara yang paling tepat. sembahyang. Klien dapat mengidentifikasi cara konstruktif dalam berespon terhadap kemarahan. memukul bantal / kasur. Klien dapat mengidentifikasi cara mengontrol perilaku kekerasan. Anjurkan menggunakan cara yang telah dipilih saat jengkel / marah. Klien dapat mengidentifikasi akibat perilaku kekerasan. Diskusikan cara lain yang sehat. Secara verbal : katakan bahwa anda sedang marah atau kesal / tersinggung Secara spiritual : berdo’a. Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga. Bantu mensimulasikan cara yang telah dipilih. Bantu klien mengunakan obat dengan prinsip 5 benar (nama klien. dosis. G. Beri reinforcement positif atas keberhasilan yang dicapai dalam simulasi. H. frekuensi. Tindakan:   Diskusikan dengan klien tentang obat (nama. cara dan waktu). I. Tindakan:    Bicarakan akibat/kerugian dari cara yang dilakukan. Tanyakan apakah ingin mempelajari cara baru yang sehat. efek dan efek samping). F.Secara fisik : tarik nafas dalam jika sedang kesal. . Bantu mengidentifikasi manfaat cara yang telah dipilih. dosis. Klien dapat menggunakan obat dengan benar (sesuai program). Klien mendapat dukungan dari keluarga. memohon kepada Tuhan untuk diberi kesabaran.

jelaskan tujuan interaksi. 3.  Anjurkan untuk membicarakan efek dan efek samping obat yang dirasakan. Klien dapat membina hubungan saling percaya Tindakan :  Bina hubungan saling percaya : salam terapeutik. buat kontrak yang jelas (waktu. tempat dan topik pembicaraan)    Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaannya Sediakan waktu untuk mendengarkan klien Katakan kepada klien bahwa dirinya adalah seseorang yang berharga dan bertanggung jawab serta mampu menolong dirinya sendiri B. Perubahan isi pikir : waham berhubungan dengan harga diri rendah Tujuan umum : Klien tidak terjadi gangguan konsep diri : harga diri rendah/klien akan meningkat harga dirinya. Klien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Tindakan :    Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Hindarkan memberi penilaian negatif setiap bertemu klien.  Tujuan khusus : A. utamakan memberi pujian yang realistis Klien dapat menilai kemampuan dan aspek positif yang dimiliki C. perkenalan diri. Klien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan Tindakan :   Diskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Diskusikan pula kemampuan yang dapat dilanjutkan setelah pulang ke rumah D. Klien dapat menetapkan / merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki Tindakan :    Rencanakan bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan Tingkatkan kegiatan sesuai dengan toleransi kondisi klien Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang boleh klien lakukan . ciptakan lingkungan yang tenang.

Klien dapat melakukan kegiatan sesuai kondisi dan kemampuan Tindakan :    Beri kesempatan mencoba kegiatan yang telah direncanakan Beri pujian atas keberhasilan klien Diskusikan kemungkinan pelaksanaan di rumah F.E. Klien dapat memanfaatkan sistem pendukung yang ada Tindakan :     Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien Bantu keluarga memberi dukungan selama klien dirawat Bantu keluarga menyiapkan lingkungan di rumah Beri reinforcement positif atas keterlibatan keluarga .

STRATEGI PELAKSANAAN A. Nah sekarang saya yang bertanya ya pak? nama Bapak siapa?….Waktu : 15 . Beri perhatian kepada klien 7. Diagnosa Keperawatan : Perubahan proses pikir (waham) Tujuan khusus TUK 1 : klien dapat membina hubungan saling percaya dengan orang lain TUK 2 Tindakan keperawatan 1.Tempat : Teras depan kamar . Begitu ya pak? 3. bapak bisa panggil saya Dika (sambil mengulurkan tangan kepada klien untuk berjabat tangan). Evaluasi / Validasi Bagaimana perasaan bapak hari ini? Bapak terlihat segar. saya perawat disini yang akan membantu bapak selama dirawat di sini. Sapa klien dengan ramah 4. 2. saya boleh panggil apa?…. tetapi apa yang membuat bapak terlihat begitu curiga terhadap saya? Ceritakan apa yang mengganjal di pikiran bapak sekarang? Baiklah semoga setelah bertemu dengan saya masalah bapak akan teratasi. Assalamu’alaikum. perhatian terhadap lingkungan sekitar menurun. Salam Terapeutik Selamat pagi. Baiklah akan saya panggil pak Imam. kadang-kadang klien berbicara sendiri dan berkata bahwa dirinya adalah Nabi yang tahu bahwa kapan dunia akan kiamat. Proses Keperawatan Kondisi klien : Klien terlihat gelisah. Perkenalan diri dengan klien secara sopan 3. Tunjukkan sikap empati kepada klien B. Strategi Komunikasi Orientasi 1. curiga terhadap orang yang berada di sekelilingnya. Jujur & tepati janji 6.Oh Suwarno namanya bagus sekali. Jelaskan tujuan pertemuan 5. Kontrak . perkenalkan nama saya Andika.Topik : Perkenalan dan bina hubungan saling percaya .20 menit .pak.. Bina hubungan saling percaya 2..

3. Tindak lanjut klien ( apa yang perlu dilatih sesuai dengan hasil tindakan yang telah dilakukan) Baiklah. 2. Menanyakan masalah atau keluhan yang dialami klien Terminasi 1.Topik : Diskusi tentang masalah yang sedang dihadapi klien . saya rasa perkenalan kita cukup sekian. bapak mau memanggil saya supaya selama bapak di sini dapat bekerjasama dengan saya serta bapak mampu sembuh kembali.Tempat : Teras depan kamar . sekarang bagaimana perasaan bapak setelah bertemu dan bercerita dengan saya? Bagus. saya rasa bapak sudah mulai terbuka dan merasa nyaman dengan kehadiran saya.  Evaluasi perawat (objektif) Nah. Memperkenalkan diri 2. kita sudah cukup saling mengenal saat ini.00 wib sebelum makan siang . Kontrak yang akan datang . rasa berharap bapak lebih bisa mengungkapkan perasaan bapak dan lebih terbuka dengan harapan agar masalah bapak dapat teratasi. Saya berharap setiap bapak bertemu dengan saya dan saat memerlukan bantuan saya.Kerja 1. Mulai sekarang kalau ketemu saya jangan lupa panggil saya dengan? Bagus. sekarang coba sebutkan lagi siapa nama saya? Bagus sekali.Waktu : Pukul 11. Evaluasi respon klien terhadap tindakan keperawatan  Evaluasi klien ( subjektif) Baiklah.

St. Keperawatan Jiwa. Louis Mosby Year Book. Jakarta (terjemahan). Stuart dan Laraia (2001). and Sundeen (1995). St.DAFTAR PUSTAKA http://keperawatan-gun. Diagnosis Keperawatan Pada Keperawatan Psikiatri : pedomanan Untuk Pembuatan Rencana Keperawatan EGC. Townsend. I. di 1:53 PM .W. Louis Mosby Year Book. Yosep. Refika Aditama. Edisi 6. Principle and Practice of Psychiatric Nursing.com/search/label/JIWA : Stuart G. (1998).blogspot. Principles and Practice of Psykiatric Nursing (5 th ed). Jakarta. Edisi Revisi. (2009).

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful