A.

Identitas Mahasiswa Nama NIM Jurusan : Nurhikma :09 61201 054 : Manajemen

Program Studi : Manajemen SDM Alamat : Jl. Pendidikan No. 34 Bonto Cabu Kab. Maros

B. Judul Penelitian ” PENGARUH PENEMPATAN KERJA TERHADAP KINERJA PEGAWAI PADA KANTOR DPRD KABUPATEN MAROS”

C. Latar Belakang

2.2.1. Pengertian Manajemen Sumber Daya Manusia Menurut Sondang P. Siagian (1999) bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan suatu kegiatan dalam melakukan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan terhadap sumber daya manusia yang didalamnya terdapat tentang penerimaan karyawan, penyeleksian, dan penempatan karyawann dalam rangka pencapaian tujuan organisasi/ perusahaan yang telah ditetapkan. Menurut G. R. Terry Dalam Mokijat (1982;40) menyatakan bahwa manajeman sumber daya manusia adalah suatu sistem serta rangkaian kerja yang ada dan dilakukan didalam penerimaan tenaga kerja, penempatan, pemberian kompensasi dan pemutusan hubunngan kerja sehingga tujuan dari pada perusahaan tercapai secara efektif dan efisien. Selanjutnya dikemukakan bahwa manajemen sumber daya manusia merupakan rangkaian kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam penerimaan karyawan, penempatan karyawan, pemberian gaji dan pengembangan karyawan serta pemutusan hubungan kerja karyawan.

Munurut Alex S. Nitisesmito (1982;35) bahwa manajemen sumber daya manusia adalah salah satu langkah yang diambil oleh perusahaan dalam penarikan kayawan dan penempatan karyawan, pemberian gaji, pelatihan, dan pengembangan karyawan serta pemutusan kerja karyawan sehingga perusahaan memperoleh karyawan yang lebih efektif dan efisien. Dengan berbagai pengertian sumber daya manusia yang telah dikemukakan oleh berbagai ahli telah terlihat jelas bahwa manusia sebagai unsur yang terpenting. Sehingga pemilihan sumber daya manusia di sebuah perusahaan dilakukan dengan proses yang diatur sedemikian rupa dari pemilihan pegawai , penempatannya yang harus diseleksi dengan ketat dan melakukan pelatihan-pelatihan dalam pengembanngan kualitas dan kemampuan untuk peningkatan prestasi kerja dan pemenuhan tujuan organisasi tersebut sehingga para karyawan/ sumber daya manusia tersebut menjadi manusia yang dapat menghasilkan/ menciptakan pemikiranpemikiran baru yang inovatif . Dari berbagai pengertian manajemen sumber daya manusia di atas, maka penulis mengemukakan bahwa pengertian sumber daya manusia merupakan sebuah sistem yang dipakai untuk memilih manusia yang berkualitas dengan dimulai dari tahap pemerimaan karyawan, penempatan karyawai, pemberian kompensasi, pengembangan kemampuan karyawan dengan diadakannya pelatihan, dan pada akhirnya malakukan pemutusan hubungan kerja karyawan sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

karena penempatan yang tepat dalam jabatan yang tepat akan dapat membantu perusahaan dalam mencapai tujuan yang diharapkan. serta mampu mempertanggungjawabkan segala risiko dan kemungkinan-kemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan. Keberhasilan dalam pengadaan tenaga kerja terletak pada ketepatan dalam penempatan karyawan. Proses penempatan merupakan suatu proses yang sangat menentukan dalam mendapatkan karyawan yang kompeten yang dibutuhkan perusahaan.Pengertian Penempatan Langkah awal dalam menghasilkan Sumber Daya Manusia yang terampil dan andal perlu adanya suatu perencanaan dalam menentukan karyawan yang akan mengisi pekerjaan yang ada dalam perusahaan yang bersangkutan. wewenang. Adapun beberapa pengertian penempatan (placement) menurut para ahli antara lain : Menurut Veithzal Rivai (2004:211) mengemukakan bahwa pengertian penempatan adalah sebagai berikut “Penempatan adalah penugasan atau penugasan kembali seorang karyawan kepada pekerjaan barunya”. baik penempatan karyawan baru maupun karyawan lama pada posisi jabatan baru. Menurut B Siswanto Sastrohadiwiryo (2002:162) mengemukakan bahwa pengertian penempatan adalah sebagai berikut : 12 “Penempatan tenaga kerja adalah proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada tenaga kerja yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan. serta tanggung jawabnya” .

Menurut Sulistiyani & Rosidah (2003:151) mengemukakan bahwa pengertian penempatan adalah sebagai berikut : “Penempatan suatu kebijakan yang diambil oleh pimpinan suatu instansi. 2. Pengetahuan kerja. Faktor-faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penempatan Karyawan Wahyudi yang dikutif oleh suwatno (1991:32) mengemukakan bahwa dalam melakukan penempatan pegawai hendaknya mempertimbangkan faktor-faktor berikut : 1. b) Pendidikan alternatif. 2. artinya pendidikan yang harus dijalankan syarat. yaitu pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang tenaga kerja agar dapat melakukan kerja dengan wajar. atau bagian personalia untuk menentukan seorang pegawai masih tetap atau tidak ditempatkan pada suatu posisi atau jabatan tertentu berdasarkan pertimbangan keahlian. melainkan harus mencocokan dan membandingkan kualifikasi yang dimiliki karyawan dengan kebutuhan dan persyaratan dari suatu jabatan atau pekerjaan. sehingga the right man on the righ job tercapai. .1. Pendapat-pendapat di atas menegaskan bahwa penempatan karyawan tidak sekedar menempatkan saja. Pengalaman kerja ini sebelum ditempatkan dan harus diperoleh pada ia bekerja dalam pekerjaan tersebut. dengan tambahan latihan tertentu dapat mengisi syarat pendidikan yang seharusnya. yaitu pendidikan lain apabila terpaksa. yaitu pendidikan minimum yang disyaratkan yaitu menyangkut : a) Pendidikan yang seharusnya. Pendidikan. keterampilan atau kualifikasi tertentu”.2.

4. dan lain-lain. dan lain-lain. perlu mendapatkan pertimbangan. Lamanya melakukan pekerjaan itu. menghafal. menghitung. b) Keterampilan fisik. Faktor Usia. mekanik. Siswanto Sastrohadiwiryo (2002:167) Prosedur penempatan tenaga kerja yang diambil merupakan keluaran pengambilan keputusan yang dilakukan manajer tenaga kerja. yaitu pengalaman seseorang tenaga kerja untuk melakukan pekerjaan tertentu.3. faktor usia pada diri pegawai yang lulus dalam seleksi. seperti membetulakan listrik. pengalaman pekerjaan ini dinyatakan dalam : a) b) 5.1. dan lain-lain. seperti mempengaruhi orag lain menawarkan barang atau jasa. Keterampilan kerja. khususnya bagian penempatan tenaga kerja. Keterampilan kerja ini dapat dikelompakan tiga kategori : a) Keterampilan mental. membuat keputusan. mencangkul. yaitu dalam rangka menempatkan pegawai. yaitu kecakapan/keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan yang hanya diperoleh dalam praktek.3. c) Keterampilan sosial. Hal ini dimaksudkan untuk menghindarkan rendahnya produktivitas kerja yang dihasilkan oleh pegawai yang bersangkutan. 2. Pengalaman kerja. seperti menganalisa data. Pekerjaan yang harus dilakukan. Prosedur Penempatan Karyawan B. baik yang telah diambil berdasarkan pertimbangan rasional maupun objektif ilmiah .

Prinsip-Prinsip Penempatan Kerja Prinsip-prinsip yag harus diperhatikan dalam penempatan karyawan yaitu: . Artinya. 2.Pertimbangan rasional dalam pengambilan keputusan untuk menempatkan tenaga kerja merupakan keluaran yang didasarkan atas fakta keterangan. serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai dasar kelancaran tugas. 3. menempatkan seorang karyawan atau calon karyawan dengan tujuan antara lain agar karyawan bersangkutan lebih berdaya guna dalam melaksanakan pekerjaan yang di bebankan.4. 2. Maksud di adakan penempatan karyawan adalah untuk menempatkan karyawan sebagai unsur pelaksanaan pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan criteria sebagai berikut : 1. pengambilan keputusan dalam penempatan tenaga kerja tersebut atas hasil seleksi yang telah dilakukan oleh manajer tenaga kerja. Tujuan Penempatan Setiap pekerjaan yang di laksanakan pada dasarnya mempunyai tujuan. begitu juga dengan penempatan karyawan.5. Pertimbangan objektif ilmiah berdasarkan data dan keterangan tentang pribadi tenaga kerja. Tujuan berfungsi untuk mengarahkan perilaku. baik atas dasar referensi dari seseorang maupun atas hasil seleksi tenaga kerja yang pelaksanaannya tanpa mengesampingkan metode-metode ilmiah. dan data yang dianggap representatif. khususnya bagian seleksi tenaga kerja. 2. manajer sumber daya manusia. kemampuan Kecakapan Keahlian .

dan kemampuan harus di hargai posisinya sebagai manusia yang layak tidak di anggap mesin. 2. Prinsip kemanusiaan. Prinsip the right man on the right place. saling menghargai. keahlian. . Prinsip ini penting di laksanakan dalam arti bahwa penempatan setiap orang dalam setiap organisasi yang berarti bahwa penempatan setiap orang dalam organisasi yang berarti bahwa penempatan setiap orang dalam organisasi perlu didasarkan pada kemampuan. Prinsip Kesatuan Tujuan. 6. Prinsip Demokrasi. keinginan. serta pendidikan yang di miliki oleh orang yang bersangkutan. Prinsip yang menganggap manusia sebagai unsur pekerja yang mempunyai persamaan harga diri. Prinsip equal pay for equal work. di butuhkan kesatuan arah. 3.1. dan saling mengisi dalam melakasanakan pekerjaan. Prinsip ini menunjukan adanya saling menghormati. pengalaman. 5. Prinsip ini di terapkan dalam perusahaan terhadap setiap karyawan yang bekerja agar dapat melaksanakan tugas-tugas. 4. kemauan. Pemberian balas jasa terhadap karyawan baru didasarkan atas hasil prestasi kerja yang di dapat oleh pegawai yang bersangkutan. cita-cita. Prinsip Kesatuan Arah. kesatuan pelaksanaan tugas sejalan dengan program dan rencana yang di gariskan.

Prinsip ini merupakan kunci ke arah tujuan perusahaan karena efisiensi dan produktifitas kerja harus dicapai dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. agar ia menaati peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku. peraturan-peraturan perusahaan. Karyawan yang bekerja selalu di pengaruhi adanya komando yang di berikan sehingga setiap karyawan hanya mempunyai satu orang atasan. Menurut Winardi (2000:102) tujuan orientasi adalah membantu seorang karyawan baru (atau seorang karyawan yang baru saja dipindahkan atau yang baru saja bergabung dengan sebuah team kerja) dengan apa yang harus dirasakannya tentang unit baru dan hubungan-hubungan pekerjaan tersebut dengan sasaransasaran bagi organisasi secara keseluruhan . Induksi adalah kegiatan untuk mempengaruhi tingkah laku karyawan baru yang telah ditempatkan. Orientasi kurang tepat apabila dinyatakan sebuah langkah. Prinsip Efisiensi dan Produktifitas Kerja. karena alasan itulah maka penempatan pertama biasanya berstatus “percobaan”. Kegiatan untuk menginduksi . oleh karena itu merupakan sebuah aktivitas yang berlangsung terus. 7. Orientasi artinya memberitahukan kepada karyawan baru tentang hak dan kewajibannya. Prisip Kesatuan Komando. tugas dan tanggung jawabnya. sejarah dan struktur organisasi perusahaan serta memperkenalkannya kepada pada karyawan lama. Menyesuaikan prinsip tersebut tidak mudah bagi seorang karyawan yang baru yang belum dikenal. Perusahaan mengharapkan dengan induksi ini karyawan baru dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan. Penempatan karyawan baru ini harus dilakukan orientasi dan induksi. 8. sehingga karyawan tersebut dapat mengerjakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien.Prinsip ini erat hubungannya dengan kesatuan arah artinya arah yang dilaksanakan karyawan harus di fokuskan pada tujuan yang di capai. Orientasi dimulai sebelum induksi dan setelah itu diikuti oleh apa yang dinamakan “follow-up” (Tindak lanjut).

Jika induksi ini tidak berhasil maka karyawan percobaan ini kemungkinan besar akan dikeluarkan. . Karyawan akan segera dipindahkan pada pekerjaan yang lebih seseuai bila ada lowongan pekerjaan yang lebih cocok bagi karywan tersebut. Induksi merupakan tolok ukur apakah seorang karyawan dapat diterima menjadi karyawan suatu perusahaan. Penempatan Karyawan Para karyawan baru yang telah selesai menjalankan program orientasi harus segera mendapatkan tempat pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan keahlian yang di milikinya. hal ini khusus terjadi pada karyawan baru. Perusahaan-perusahaan tertentu berusaha untuk mempertahankan seorang karyawan dengan jalan menyediakan penempatan temporer atau penempatan sementara pada pekerjaan tertentu apabila tidak terdapat lowongan pekerjaan yang cocok bagi karyawan tersebut.7. 2) Penugasan di tempat yang baru bagi karyawan yang lama yang di sebut inplacement atau penempatan internal. Kepada karyawan lama yang telah menduduki jabatan atau pekerjaan termasuk sasaran fungsi penempatan karyawan dalam arti mempertahankan pada posisinya atau memindahkan pada posisi yang lain. 2.ini dilakukan oleh atasan langsung dan para karyawan senior dalam unit kerjanya. dengan penempatan kerja karyawan yang tepat akan meningkatkan semangat kerja karyawan yang bersangkutan. Penempatan karyawan merupakan usaha untuk menyalurkan kemampuan sumber daya manusia sebaik-baiknya. Penempatan Staffing terdiri dari dua cara: 1) Karyawan baru dari Luar perusahaan. Penempatan karyawan berarti mengalokasikan para karyawan pada posisi kerja tertentu. Penempatan karyawan dilakukan dengan jalan menempatkan karyawan pada suatu tempat atau jabatan yang paling sesuai. Salah satu fungsi MSDM untuk mengurus hal ini adalah placement.

Kelemahan yang sering muncul adalah bahwa tidak ada jaminan orang yang di promosikan mempunyai kemampuan atau telah menunjukkan hasil kerja yang lebih baik daripada pegawai lain yang tidak dipromosikan. tanggung jawab yang lebih banyak dan luas dan atau tingkatatan organisasional yang lebih tinggi. Kejadian ini merupakan hal yang menyenangkan bagi para karyawan dan seyogyanya juga bagi organisasi. Transfer terjadi jika seorang pegawai di pindahkan dari . · Seniority based promotion adalah promosi didasarkan atas lamanya (waktu) seorang pegawai bekerja pada perusahaan atau lamanya pegawai tersebut bekerja di suatu jabatan tertentu. Yang di maksud dengan senior adalah pegawai yang paling lama telah bekerja di perusahaan. terdapat 3 jenis penting dari penempatan yaitu promosi. Setiap keputusan harus diiringi dengan orientasi dan tindak lanjut.Dalam alur ini. Berikut ini di jelaskan 3 jenis penempatan: 1. yang kemudian dari jabatan barunya tersebut dia memperoleh pembayaran yang lebih tinggi. 2. Transfer Transfer dan demosi adalah dua kegiatan utama penempatan karyawan lainnya yang ada pada perusahaan. Umumnya. dan demosi. promosi diberikan sebagai pengakuan terhadap hasil kerja karyawan di massa lalu dan merupakan janji untuk masa depan. Promosi dibedakan menjadi 2 yaitu: · Merit Based Promotion adalah promosi didasarkan atas jasa/prestasi yang telah di berikan. tidak berdasarkan umur karyawan. Di dasarkan atas performance appraisal. Promosi Promosi terjadi apabila seorang karyawan di pindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. transfer. Keuntungan cara ini adalah bahwa keputusan yang dibuat akan lebih objektif.

tanggung jawab. Satu akibat dari demosi adalah demotivated. Tujuan program job posting ini adalah untuk memberikan dorongan bagi karyawan yang mencari promosi dan transfer serta membantu departemen SDM . dengan harapan pegawai tersebut mau mengundurkan diri. perusahaan dapat memperbaiki cara pemanfaatan pegawai. karena kinerjanya sangat rendah atau tingkat absensinya terlalu banyak. Kualifikasi dan ketentuan lain biasanya di ambil dari informasi analisis pekerjaan. Demosi Demosi terjadi jika seorang karyawan dipindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang pembayaran. . Biasanya di umumkan melalui bulletin atau surat kabar perusahaan baik surat kabar biasa maupun elektronik. karyawan yang tertarik dapat mengajukan permohonan kepada departemen SDM. 3. melalui pencalonan diri ataupun dengan rekomendasi supervisor. Demosi umumnya mempunayi efek positif yang sangat kecil bagi individu ataupun bagi perusahaan. Job posting program juga bermanfaat karena dapat memberikan informasi kepada karyawan tentang pembukaan lowongan kerja dan persyaratannya. bisa menawarkan tantangan-tantangan baru (baik dari segi teknis maupun hubungan antar pribadi). Umumnya demosi banyak berkaitan dengan masalah disiplin kerja.suatu jabatan ke jabatan lainnya. khususnya jika pegawai menemukan sedikit tantangan pada jabatan lamanya. Transfer juga dapat memperbaiki tingkat motivasi dan kepuasan kerja. Posisi baru. Melauai transfer. yang pembayaran. tanggung jawab serta tingkat/jenjang jabatannya sama atau relative sama. meskipun bukan suatu promosi. Transfer bahkan dapat mempunyai manfaaat bagi pegawai yang di transfer. Pengalaman yang lebih luas lagi menunjukkan bahwa transferr menyediakan seseorang dengan keterampilanketerampilan baru dan suatu prospektif lain yang membuatnya menjadi calon untuk dapat di promosikan. Pengumuman tentang lowongan kerja tersebut mengundang para karyawan yang memenuhi syarat untuk melamarnya. Seorang karyawan di demosi. tingkat jabatannya lebih rendah. Kadang kala demosi digunakan sebagai suatu cara halus untuk memecat pegawai.

tuntutan hukum dan prevensi PHK. kehamilan. Ketika penempatan ditetapkan. kelamin. Secara sederhana dikatakan bahwa seorang pekerja dapat di pecat dengan alasan apa pun termasuk tanpa alasan. jenis. pemerintah dan hukum telah membatasi hak ini. Doktrin ini menyebutkan bahwa pemilik atau manajemen punya hak diatas hak pekerja atas pekerjaan mereka. dan usia. Kedua pihak harus memberitahukan apabila hubungan itu berakhir. . 2) Tuntutan Hukum Selama ini hubungan kerja yang tidak didasarkan pada kontrak resmi tertulis disebut hubungan kerja sukarela dan di lanjutkan dengan persetujuan. Beberapa Masalah Dalam Penempatan Terdapat 3 hal yang mendasari keputusan penempatan bagi SDM yaitu efektivitas. Hak perusahaan untuk memberhentikan pekerja setiap saat tanpa sebab menjadi dikenal sebagai doktrin pemberi kerja. Namun pemberhentian di larang oleh: § Keadaan yang di kendalikan oleh hukum persamaan kesempatan. seperti ras. Selama ini pula. § Kegiatan serikat pekerja. 1) Efektivitas Efektivitas penempatan harus mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya kekacauan bagi karyawan dan perusahaan. agama. keputusan promosi dan transfer harus di buat sesuai dengan langkah-langkah seleksi. kebangsaan. Dengan demikian job posting dapat mempertemukan antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan karyawan. karyawan baru harus mendapatkan pengenalan untuk mengurangi kecemasan dan mempercepat sosialisasi dan proses belajar.8.dalam mengisi jabatan internal. 2. Untuk mengurangi kekacauan.

9. § Hak untuk menolak penugasan yang di yakini berbahaya atau mengancam nyawa. 3) Pencegahan separasi (PHK) Ketika departemen SDM dapat mencegah perusahaan kehilangan SDM yang bernilai. tentunya akan berusaha sebaik mungkian mendapatkan yang terbaik dan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh perusahaan tersebut. Juga tidak boleh bertentangan dengan kebijakan public. Uang juga dapat dihemat dengan mengurangi keperluan penyebaran pekerja yang tersisa. seleksi. maka uang yang di tanam dalam rekuitmen.§ Penolakan terhadap pelanggaran keselamatan dan kesehatan kerja. Pemberhentian dapat ditentang bila di lakukan sewenang-wenang dan tidak adil. Larangan ini dapat di terapkan sesuai dengan keadaan dan hukum local. diharapkan agar perusahaan mendapatkan calon karyawan yang benar-benar sesuai dengan posisi/jabatan yang dibutuhkan . § Hak untuk menolak tindakan yang bertentangan dengan hukum seperti kerja sama dalam penentuan harga. Usaha untuk mendapatkan calon karyawan yang baik tentunya perusahaan harus melakukan rekrutmen dengan efektif. orientasi dan pelatihan tidak hilang. Perusahaan menggunakan sistem rekrutmen yang baik. Hubungan Antara Sistem Rekrutmen Dengan Kesesuaian Penempatan Kerja Setiap perusahaaan dalam mencari dan memilih calon karyawan. Pelaksanaan rekrutmen dan seleksi merupakan salah satu cara yang dilakukan untuk mencari dan mementukan calon karyawan yang akan diterima atau ditolak perusahaan. 2.

. dan dirancang dapat mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.2. Masukan informasi ketenagakerjaan yang tersedia harus dialokasikan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan terlebih dahulu. Haruslah terdapat maksud dan tujuan dalam merancang sistem penempatan tenaga kerja. Haruslah terdapat pendekatan/rancangan atau susunan komponen ketenagakerjaan. 1.1. 3. khususnya dalam menempatkan tenaga kerja yang tepat pada posisi yang tepat. 2. Sistem Penempatan Karyawan Sistem penempatan tenaga kerja dapat didefinisikan sebagai rangkaian komponen ketenagakerjaan.4.

seperti membetulkan listrik. Pendidikan Prestasi akademis yang dimiliki tenaga kerja selama mengikuti pendidikan sebelumnya harus dipertimbangkan. Latar belakang pendidikan pun harus menjadi pertimbangan dalam menempatkan karyawan. Keterampilan mental. . serta mengemban wewenang dan tanggung jawab. membuat keputusan dll. 3.Tenaga kerja yang memiliki prestasi akademis tinggi harus ditempatkan pada tugas dan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuannya.A. khususnya dalam penempatan tenaga kerja tersebut untuk menyelesaikan tugas pekerjaan. keterampilan kerja ini dapat di kelompokan menjadi 3 kategori yaitu: a. dll. Kecakapan atau keahlian untuk melakukan suatu pekerjaan yang harus di peroleh dalam praktek. seperti menganalisis data. Penempatan tenaga kerja berdasarkan usia perlu dilakukan untuk menghindari rendahnya produktivitas yang dihasilkan oleh karyawan yang bersangkutan. Keterampilan Kerja. Prestasi akademis yang perlu dipertimbangkan tidak terbatas pada jenjang terakhir pendidikan tetapi termasuk jenjang pendidikan yang pernah dialaminya. 2. Misalnya.). sarjana ekonomi harus ditempatkan pada pekerjaan yang berhubungan dalam bidang ekonomi. mekanik. Latar belakang akademis ini dimaksudkan untuk menempatkan karyawan yang tepat pada posisi yang tepat pula (The Right Man on The Right Place. b. sebaliknya tenaga kerja yang memiliki latar belakang akademis rata-rata atau dibawah standar harus ditempatkan pada tugas dan pekerjaan ringan dengan beban wewenang dan tanggung jawab yang relatif rendah. Usia Faktor usia tenaga kerja yang lulus seleksi perlu dipertimbangkan dalam penempatan tenaga kerja. Keterampilan fisik. Faktor-Faktor Yang Di Pertimbangkan Menurut Bambang Wahyudi yang di kutip Suwatno dalam melakukan penempatan kerja hendaknya mempertimbangkan factor-faktor sebagai berikut: 1.

Karyawan yang berpengalaman dapat langsung menyelesaikan tugas dan pekerjaanya. seperti mempengaruhi orang lain. semakin sedikit pengalaman yang diperoleh. Siswanto Sastrohardiwiryo yang di kutip oleh Suwanto mengemukakan “Harus terdapat maksud dan tujuan dalam merencanakan sistem penempatan karyawan” Untuk mengetahui prosedur penempatan karyawan harus memenuhi persyaratan : 1. Berkaitan dengan sistem penempatan B.Pengalaman bekerja yang dimiliki seseorang kadang-kadang lebih dihargai daripada tingkat pendidikan yang menjulang tinggi. maka perlu di adakan suatu program penyesuaian kembali karyawan yang bersangkutan sesuai dengan keahlian yang di miliki. B. Harus mempunyai standar yang di gunakan untuk membandingkan calon pekerjaan. sebaliknya semakin singkat masa kerja. Pengalaman bekerja benyak memberikan keahlian dan keterampilan kerja. Pengalaman Kerja Pengalaman bekerja pada pekerjaan sejenis perlu mendapatkan pertimbangan dalam penempatan kerja karyawan. belum tentu mampu mengerjakan tugas dan pekerjaan yang diberikan kepadanya dengan cepat. Sebaliknya karyawan yang hanya mengandalkan latar belakang pendidikan dan gelar yang disandangnya. Keterampilan social.c. menawarkan barang atau jasa 4. Karyawan hanya memerlukan pelatihan dan petunjuk yang relatif singkat. Prosedur Penempatan Karyawan Prosedur penempatan karyawan berkaitan erat dengan sistem dan proses yang di gunakan. makin banyak pengalaman yang dimiliki karyawan yang bersangkutan. Kenyataan menunjukkan makin lama karyawan bekerja. Harus ada wewenang untuk menempatkan personalia yang datang dari daftar personalia yang di kembangkan melalui analisis tenaga kerja. 2. 3. yaitu dengan melakukan: . Harus mempunyai pelamar pekerjaan yang akan di seleksi untuk di tempatkan Apabila terjadi salah penempatan.

serta untuk meningkatkan kemampuan dan keterampilan sebagai dasar kelancaran tugas. 3. menempatkan seorang karyawan atau calon karyawan dengan tujuan antara lain agar karyawan bersangkutan lebih berdaya guna dalam melaksanakan pekerjaan yang di bebankan. . Tujuan berfungsi untuk mengarahkan perilaku. Prinsip Demokrasi. Prinsip kemanusiaan. Tujuan Penempatan Setiap pekerjaan yang di laksanakan pada dasarnya mempunyai tujuan. Kecakapan 3. Menugaskan kembali dengan tugas-tugas yang sesuai dengan bakat dan kemampuan C. Maksud di adakan penempatan karyawan adalah untuk menempatkan karyawan sebagai unsur pelaksanaan pekerjaan pada posisi yang sesuai dengan criteria sebagai berikut : 1. keinginan. Prinsip yang menganggap manusia sebagai unsur pekerja yang mempunyai persamaan harga diri. Prinsip the right man on the right place. 2.Menempatkan kembali pada posisi yang lebih sesuai. manajer sumber daya manusia. dan saling mengisi dalam melakasanakan pekerjaan. dan kemampuan harus di hargai posisinya sebagai manusia yang layak tidak di anggap mesin. saling menghargai. begitu juga dengan penempatan karyawan. Kemampuan 2. kemauan. Prinsip-Prinsip Penempatan Kerja Prinsip-prinsip yag harus diperhatikan dalam penempatan karyawan yaitu: 1. Keahlian D. Prinsip ini menunjukan adanya saling menghormati. cita-cita.

Prinsip Kesatuan Tujuan. Prinsip equal pay for equal work. Penempatan karyawan baru ini harus dilakukan orientasi dan induksi. serta pendidikan yang di miliki oleh orang yang bersangkutan. Orientasi artinya memberitahukan kepada karyawan baru tentang hak dan kewajibannya. tugas dan tanggung jawabnya. Pemberian balas jasa terhadap karyawan baru didasarkan atas hasil prestasi kerja yang di dapat oleh pegawai yang bersangkutan. Orientasi dimulai sebelum induksi dan setelah itu diikuti oleh apa yang dinamakan “follow-up” (Tindak lanjut). keahlian. Prinsip ini di terapkan dalam perusahaan terhadap setiap karyawan yang bekerja agar dapat melaksanakan tugas-tugas. pengalaman. . Prisip Kesatuan Komando. Karyawan yang bekerja selalu di pengaruhi adanya komando yang di berikan sehingga setiap karyawan hanya mempunyai satu orang atasan. Menyesuaikan prinsip tersebut tidak mudah bagi seorang karyawan yang baru yang belum dikenal. Prinsip ini merupakan kunci ke arah tujuan perusahaan karena efisiensi dan produktifitas kerja harus dicapai dalam rangka mencapai tujuan perusahaan. 5. Prinsip ini erat hubungannya dengan kesatuan arah artinya arah yang dilaksanakan karyawan harus di fokuskan pada tujuan yang di capai.Prinsip ini penting di laksanakan dalam arti bahwa penempatan setiap orang dalam setiap organisasi yang berarti bahwa penempatan setiap orang dalam organisasi yang berarti bahwa penempatan setiap orang dalam organisasi perlu didasarkan pada kemampuan. Orientasi kurang tepat apabila dinyatakan sebuah langkah. 8. di butuhkan kesatuan arah. sejarah dan struktur organisasi perusahaan serta memperkenalkannya kepada pada karyawan lama. 6. peraturan-peraturan perusahaan. Prinsip Efisiensi dan Produktifitas Kerja. oleh karena itu merupakan sebuah aktivitas yang berlangsung terus. kesatuan pelaksanaan tugas sejalan dengan program dan rencana yang di gariskan. 4. 7. karena alasan itulah maka penempatan pertama biasanya berstatus “percobaan”. Prinsip Kesatuan Arah.

Penempatan karyawan merupakan usaha untuk menyalurkan kemampuan sumber daya manusia sebaik-baiknya. Kegiatan untuk menginduksi ini dilakukan oleh atasan langsung dan para karyawan senior dalam unit kerjanya. Kepada karyawan lama yang telah menduduki jabatan atau pekerjaan termasuk sasaran fungsi penempatan karyawan dalam arti mempertahankan pada posisinya atau memindahkan pada posisi yang lain. Penempatan karyawan dilakukan dengan jalan menempatkan karyawan pada suatu tempat atau jabatan yang paling sesuai. Penempatan Karyawan Para karyawan baru yang telah selesai menjalankan program orientasi harus segera mendapatkan tempat pekerjaan yang sesuai dengan bakat dan keahlian yang di milikinya. Induksi merupakan tolok ukur apakah seorang karyawan dapat diterima menjadi karyawan suatu perusahaan. Induksi adalah kegiatan untuk mempengaruhi tingkah laku karyawan baru yang telah ditempatkan. Penempatan karyawan berarti mengalokasikan para karyawan pada posisi kerja tertentu. Jika induksi ini tidak berhasil maka karyawan percobaan ini kemungkinan besar akan dikeluarkan. Perusahaan-perusahaan tertentu berusaha untuk mempertahankan seorang karyawan dengan jalan menyediakan penempatan temporer atau penempatan sementara pada pekerjaan tertentu apabila tidak terdapat lowongan pekerjaan yang cocok bagi karyawan tersebut. Perusahaan mengharapkan dengan induksi ini karyawan baru dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan pekerjaan. dengan penempatan kerja karyawan yang tepat akan meningkatkan semangat kerja karyawan yang bersangkutan. agar ia menaati peraturan perusahaan dan norma-norma sosial yang berlaku.Menurut Winardi (2000:102) tujuan orientasi adalah membantu seorang karyawan baru (atau seorang karyawan yang baru saja dipindahkan atau yang baru saja bergabung dengan sebuah team kerja) dengan apa yang harus dirasakannya tentang unit baru dan hubungan-hubungan pekerjaan tersebut dengan sasaransasaran bagi organisasi secara keseluruhan . Salah satu fungsi MSDM untuk mengurus hal ini adalah placement. hal ini khusus terjadi pada karyawan baru. E. sehingga karyawan tersebut dapat mengerjakan tugas-tugasnya secara efektif dan efisien. Karyawan akan segera dipindahkan pada pekerjaan yang lebih seseuai bila ada lowongan pekerjaan yang lebih cocok bagi karywan tersebut. Penempatan Staffing terdiri dari dua cara: .

Dalam alur ini. Transfer terjadi jika seorang pegawai di pindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lainnya. yang pembayaran. Merit Based Promotion adalah promosi didasarkan atas jasa/prestasi yang telah di berikan. Promosi Promosi terjadi apabila seorang karyawan di pindahkan dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain. Promosi dibedakan menjadi 2 yaitu: a. Setiap keputusan harus diiringi dengan orientasi dan tindak lanjut. 2.1) Karyawan baru dari Luar perusahaan. Keuntungan cara ini adalah bahwa keputusan yang dibuat akan lebih objektif. Seniority based promotion adalah promosi didasarkan atas lamanya (waktu) seorang pegawai bekerja pada perusahaan atau lamanya pegawai tersebut bekerja di suatu jabatan tertentu. 2) Penugasan di tempat yang baru bagi karyawan yang lama yang di sebut inplacement atau penempatan internal. Transfer Transfer dan demosi adalah dua kegiatan utama penempatan karyawan lainnya yang ada pada perusahaan. dan demosi. Kejadian ini merupakan hal yang menyenangkan bagi para karyawan dan seyogyanya juga bagi organisasi. Yang di maksud dengan senior adalah pegawai yang paling lama telah bekerja di perusahaan. terdapat 3 jenis penting dari penempatan yaitu promosi. tanggung jawab serta . Kelemahan yang sering muncul adalah bahwa tidak ada jaminan orang yang di promosikan mempunyai kemampuan atau telah menunjukkan hasil kerja yang lebih baik daripada pegawai lain yang tidak dipromosikan. b. tanggung jawab yang lebih banyak dan luas dan atau tingkatatan organisasional yang lebih tinggi. yang kemudian dari jabatan barunya tersebut dia memperoleh pembayaran yang lebih tinggi. Umumnya. Berikut ini di jelaskan 3 jenis penempatan: 1. transfer. promosi diberikan sebagai pengakuan terhadap hasil kerja karyawan di massa lalu dan merupakan janji untuk masa depan. tidak berdasarkan umur karyawan. Di dasarkan atas performance appraisal.

Transfer juga dapat memperbaiki tingkat motivasi dan kepuasan kerja. khususnya jika pegawai menemukan sedikit tantangan pada jabatan lamanya. Melauai transfer. Kualifikasi dan ketentuan lain biasanya di ambil dari informasi analisis pekerjaan. Job posting program juga bermanfaat karena dapat memberikan informasi kepada karyawan tentang pembukaan lowongan kerja dan persyaratannya. . bisa menawarkan tantangan-tantangan baru (baik dari segi teknis maupun hubungan antar pribadi). Demosi umumnya mempunayi efek positif yang sangat kecil bagi individu ataupun bagi perusahaan.tingkat/jenjang jabatannya sama atau relative sama. Pengalaman yang lebih luas lagi menunjukkan bahwa transferr menyediakan seseorang dengan keterampilanketerampilan baru dan suatu prospektif lain yang membuatnya menjadi calon untuk dapat di promosikan. Pengumuman tentang lowongan kerja tersebut mengundang para karyawan yang memenuhi syarat untuk melamarnya. Dengan demikian job posting dapat mempertemukan antara kepentingan perusahaan dengan kepentingan karyawan. Umumnya demosi banyak berkaitan dengan masalah disiplin kerja. Biasanya di umumkan melalui bulletin atau surat kabar perusahaan baik surat kabar biasa maupun elektronik. karena kinerjanya sangat rendah atau tingkat absensinya terlalu banyak. Transfer bahkan dapat mempunyai manfaaat bagi pegawai yang di transfer. Demosi Demosi terjadi jika seorang karyawan dipindahkan dari suatu jabatan ke jabatan lain yang pembayaran. Posisi baru. meskipun bukan suatu promosi. Tujuan program job posting ini adalah untuk memberikan dorongan bagi karyawan yang mencari promosi dan transfer serta membantu departemen SDM dalam mengisi jabatan internal. karyawan yang tertarik dapat mengajukan permohonan kepada departemen SDM. 3. melalui pencalonan diri ataupun dengan rekomendasi supervisor. dengan harapan pegawai tersebut mau mengundurkan diri. tanggung jawab. tingkat jabatannya lebih rendah. perusahaan dapat memperbaiki cara pemanfaatan pegawai. Satu akibat dari demosi adalah demotivated. Kadang kala demosi digunakan sebagai suatu cara halus untuk memecat pegawai. Seorang karyawan di demosi.

pemerintah dan hukum telah membatasi hak ini. kebangsaan. 1) Efektivitas Efektivitas penempatan harus mampu meminimalisir kemungkinan terjadinya kekacauan bagi karyawan dan perusahaan. Namun pemberhentian di larang oleh: a. Keadaan yang di kendalikan oleh hukum persamaan kesempatan. Kedua pihak harus memberitahukan apabila hubungan itu berakhir. Hak untuk menolak tindakan yang bertentangan dengan hukum seperti kerja sama dalam penentuan harga. tuntutan hukum dan prevensi PHK. Untuk mengurangi kekacauan. e. Hak untuk menolak penugasan yang di yakini berbahaya atau mengancam nyawa. kelamin. Penolakan terhadap pelanggaran keselamatan dan kesehatan kerja. 2) Tuntutan Hukum Selama ini hubungan kerja yang tidak didasarkan pada kontrak resmi tertulis disebut hubungan kerja sukarela dan di lanjutkan dengan persetujuan. . keputusan promosi dan transfer harus di buat sesuai dengan langkah-langkah seleksi. dan usia. c. Secara sederhana dikatakan bahwa seorang pekerja dapat di pecat dengan alasan apa pun termasuk tanpa alasan. karyawan baru harus mendapatkan pengenalan untuk mengurangi kecemasan dan mempercepat sosialisasi dan proses belajar. kehamilan. Kegiatan serikat pekerja. Doktrin ini menyebutkan bahwa pemilik atau manajemen punya hak diatas hak pekerja atas pekerjaan mereka. Beberapa Masalah Dalam Penempatan Terdapat 3 hal yang mendasari keputusan penempatan bagi SDM yaitu efektivitas. jenis. d. seperti ras.F. Ketika penempatan ditetapkan. agama. Hak perusahaan untuk memberhentikan pekerja setiap saat tanpa sebab menjadi dikenal sebagai doktrin pemberi kerja. Selama ini pula. b.

Uang juga dapat dihemat dengan mengurangi keperluan penyebaran pekerja yang tersisa. Penempatan karyawan pada posisi yang tepat. Setiap perusahaan selalu berusaha agar motivasi kerja karyawan dapat ditingkatkan dan juga perusahaan tidak dapat berjalan tanpa adanya sumber daya manusia yang merupakan aspek terpenting untuk mencapai tujuan salah satu kebijakan perusahaan melaksanakan penempatan karyawan dengan baik dan tepat dalam meningkatkan motivasi kerja karyawan. Mengingat setiap individu dalam perusahaan berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. maka sangat penting bagi perusahaan untuk melihat kebutuhan dan harapan karyawannya. Dengan begitu. Juga tidak boleh bertentangan dengan kebijakan public. 3) Pencegahan separasi (PHK) Ketika departemen SDM dapat mencegah perusahaan kehilangan SDM yang bernilai. Jika perusahaan dapat mengetahui hal-hal tersebut. orientasi dan pelatihan tidak hilang. maka akan lebih mudah menempatkan karyawan pada posisi paling tepat.Larangan ini dapat di terapkan sesuai dengan keadaan dan hukum local. Pada dasarnya motivasi dapat memacu karyawan untuk bekerja keras sehingga dapat mencapai tujuan mereka. apa bakat dan keterampilan yang dimiliki serta bagaimana rencana karyawan tersebut pada masa mendatang. .Tentu saja usaha-usaha memahami kebutuhan karyawan tersebut harus disertai dengan penyusunan kebijakan perusahaan dan prosedur kerja yang efektif. Pemberhentian dapat ditentang bila di lakukan sewenang-wenang dan tidak adil. sehingga karyawan akan merasa termotivasi. Akibat yang menguntungkan perusahaan adalah meningkatnya semangat dan kegairahan kerja serta disiplin kerja karyawan. maka uang yang di tanam dalam rekuitmen. seleksi. bukan saja menjadi idaman perusahaan. karyawan yang bersangkutan dapat mengetahui ruang lingkup pekerjaan yang diberikan kepadanya sehingga bersangkutan mengetahui ruang lingkup perusahaan. tetapi juga menjadi keinginan karyawan.

4. 7. kesukaan serta kesempatan dan budaya yang terkait dengan perusahaan secara keseluruhan”. 5. 8. pindah kebagian lain. dan kemampuan seseorang dan tuntutan pekerjaan juga kecocokan antara pribadi. 6. kemungkinan akibat di tinggalkan oleh karyawan yang pensiun atau yang mengundurkan diri.Menurut Schuler&Jacson (2000:372) Dikutif oleh Umi Narimawati (2002:12) menyatakan : “Tepat tidaknya penempatan seseorang bergantung pada kesesuaian antara pengetahuan. Dari pendapat Schuler&Jacson (2000:372) Dikutif oleh Umi Narimawati (2002:12) tersebut tentang penempatan karyawan maka penulis menarik kesimpulan menyangkut beberapa indikator dari penempatan karyawan itu sendiri yaitu : 1. keputusan terakhir dari penempatan adalah mungkin menerima karyawan baru atau menarik karyawan dari bagian lain. Pengalaman Keterampilan Kemampuan Tuntutan Pekerjaan Latar Belakang Pendidikan Usia Kepribadian Minat . diturunkan pangkatnya atau pemecatan. Apabila ada jabatan/pekerjaan yang lowong. keterampilan. minat. 2. 3.

Beberapa pendapat para ahli mengenai pengertian penempatan tenaga kerja. serta tanggung jawab (Sastrohadiwiryo. yang bersifat kekaryaan. perekrutan dan seleksi tenaga kerja dilaksanakan. Penempatan merupakan tindak lanjut dari seleksi. Oleh karena itu. Sebelum proses penempatan yang dilakukan terlebih dahulu dilaksanakan proses seleksi. kecakapan seseorang untuk melaksanakan tugas dan pekerjan yang dibebankan kepadanya. Keterampilan Adalah kemampuan dan penguasaan teknis operasional mengenai bidang tertentu. yaitu menempatkan calon pegawai yang diterima (lulus seleksi) pada jabatan/pekerjaan yang membutuhkannya dan sekaligus mendelegasikan pada orang tersebut. Manajer tenaga kerja profesional harus bisa melihat karakteristik dan kualifikasi yang dimiliki para tenaga kerja yang akan ditempatkan dalam suatu tugas atau pekerjaan tertentu. . 2. Penempatan tenaga kerja merupakan proses keempat dari fungsi manajemen tenaga kerja. Setiap pekerjaan menuntut pengetahuan.1. Penempatan merupakan proses pemberian tugas dan pekerjaan kepada tenaga kerja yang lulus seleksi untuk dilaksanakan sesuai ruang lingkup yang telah ditetapkan. Penempatan merupakan proses menempatkan orang-orang yang tepat pada tempat yang tepat. 2009:63) 2. 2002:162) 2. calon pegawai itu akan dapat mengerjakan tugas-tugasnya pada jabatan yang bersangkutan (Hasibuan. serta mampu mempertanggungjawabkan segala resiko dan kemungkinankemungkinan yang terjadi atas tugas dan pekerjaan. Keahlian Adalah kesanggupan. Penempatan tenaga kerja pada posisi yang tepat menjadi keinginan perusahaan dan tenaga kerja. Keterampilan diperoleh melalui proses belajar dan berlatih. keterampilan dan sikap tertentu. perlu dipertimbangkan beberapa faktor antara lain : 1.2 Faktor-Faktor Yang Dipertimbangkan Dalam Penempatan Tenaga Kerja Untuk tenaga kerja yang lulus seleksi. Penempatan tersebut dilakukan setelah proses analisis pekerjaan. sebelum menempatkan tenaga kerja ditempat mereka harus bekerja.Pengertian Penempatan kerja. Dengan demikian. manajer tenaga kerja harus mempertimbangkan beberapa faktor yang mungkin sangat berpengaruh terhadap kelangsungan perusahaan. wewenang. yaitu: 1.

Transfer dan demosi Transfer dan demosi adalah dua kegiatan utama penempatan pegawai lainnya yang ada pada perusahaan. 2.4 Sistem Penempatan Tenaga Kerja Sistem penempatan tenaga kerja (Sastrohadiwiryo. 2. tanggung jawab. 2002:166) didefenisikan sebagai rangkaian komponen ketenagakerjaan. hadiah (reward system) atas usaha dan prestasi dimasa lampau.1. maupun tingkatan strukturalnya. maupun tingkat strukturalnya. Promosi Promosi terjadi apabila seorang pegawai dipindahkan dari suatu pekerjaan kepekerjaan lain yang lebih tinggi dalam pembayaran. tanggung jawab dan atau level. 3. Demosi terjadi apabila seorang pegawai dipindahkan dari suatu posisi keposisi lainnya yang lebih rendah tingkatannya. dan dirancang dapat mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar besarnya sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.3.1. 2. khususnya dalam menempatkan tenaga kerja yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place). Persyaratan kualitas minimum orang yang bisa diterima agar dapat menjalankan satu jabatan dengan baik dan kompeten. . tanggung jawab. Tujuan program job-posting adalah untuk memberi dorongan bagi pegawai yang sedang menari promosi dan transfer serta membantu departemen SDM dalam mengisi jabatan internal. Job-Posting Programs Job-posting programs memberikan informasi kepada pegawai tentang pembukaan lowongan kerja dan persyaratannya. Transfer terjadi jika seorang pegawai dipindahkan dari suatu bidang tugas kebidang tugas lainnya yang tingkatannya hampir sama baik tingkat gaji. Kualifikasi Keahlian yang diperlukan untuk menduduki suatu jabatan tertentu. Pengumuman tentang lowongan kerja tersebut mengundang para pegawai yang memenuhi syarat untuk melamar.3 Jenis-Jenis Penempatan Jenis jenis penempatan menurut Rivai (2003:211) : 1. Umumnya diberikan sebagai penghargaan. baik tingkat gaji.

yaitu komponen ketenagakerjaan harus diatur dalam beberapa perpaduan atau kombinasi guna mencapai tujuan yang diharapkan . Sistem penempatan tenaga kerja yang didesain untuk menyelesaikan tugas dan pekerjaan tertentu. pekerjaan dan tanggung jawab. Apabila tugas dan pekerjaan tersebut dianggap sulit maka sistem penempatan tenaga kerja tersebut harus di modifikasi. begitu juga bagian penempatan tenaga kerja perlu mengetahui agar dikondisikan dengan keadaan perusahaan sehingga tenaga kerja dapat ditempatkan berdasarkan kualifikasi yang bersangkutan. Tahapan tersebut harus dilaksanakan tahap demi tahap (step by step) tanpa meninggalkan prinsip dan azas yang berlaku. Artinya. Sistem penempatan tenaga kerja menekankan bahwa penyediaan tenaga kerja sebagai sarana untuk mendapatkan fleksibilitas yang lebih besar dalam operasi dan sebagai cara untuk menghilangkan operasi perencanaan tenaga kerja yang tidak sesuai. Perttimbangan rasional dalam pengambilan keputusan untuk menempatkan tenaga kerja. Prosedur Penempatan Tenaga Kerja Setiap kegiatan diperlukan tahapan yang harus dilalui dalam pelaksanaannya. 2. khususnya bagian penempatan tenaga kerja. Instruksi ini harus disiapkan untuk melukiskan tugas.6 Kriteria-Kriteria yang Harus Dipenuhi dalam Penempatan Karyawan Menurut Bernardin dan Russel (dalam kurniawan. 2006) kriteria yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan penempatan pegawai antara lain: . Pertimbangan obyek ilmiah berdsarkan data dan keterangan tentang pribadi tenaga kerja. baik atas dasar referensi dari seseorang maupun atas hasil seleksi tenaga kerja yang pelaksanaannya tanpa mengesampingkan metode-metode ilmiah.1. Prosedur penempatan karyawan yang diambil merupakan bagian dari pengambilan keputusan (decision making) yang dilakukan oleh manajer tenaga kerja . pengambilan keputusan dalam penempatan tenaga kerja tersebut atas dasar hasil seleksi yang telah dilakukan oleh manajer tenaga kerja. baik pengambilan keputusan yang didasarkan atas fakta keterangan maupun data yang dianggap resperensif. baik yang telah diambil berdasarkan pertimbangan rasional maupun obyektif. Pelamar yang lulus seleksi harus segera diberi informasi. maka tenaga kerja siap dipekerjakan. Jika instruksi dan operasional telah dirancang.1. 2.5.Sistem penempatan tenaga kerja harus dirancang. Prosedur penempatan tenaga kerja merupakan urutan untuk menempatkan tenaga kerja yang tepat pada posisi yang tepat (the right man on the right place).

setuju. Pengetahuan yang dimiliki oleh pegawai diharapkan dapat membantu dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaannya. ketrampilan dan sikap tertentu agar dapat melakukan pekerjaan dengan baik yang akan berpengaruh terhadap peningkatan prestasi kerja pegawai tersebut. oleh karena itu pegawai dituntut untuk memiliki pengetahuan yang sesuai dengan pekerjaannya b. Sikap Kriteria selanjutnya yang harus dipenuhi dalam penempatan pegawai adalah sikap. maksudnya dapat mengukur sejauh mana pegawai bisa sukses dalam melakukan tugas dan pekerjaannya. Sebuah fungsi pengetahuan seseorang dapat diperoleh melalui pendidikan formal. Sikap merupakan pernyataan evaluatif yang baik dan menguntungkan. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa setiap jenis pekerjaan menuntut pengetahuan. membaca buku dan lain-lain. hal ini menyangkut mengenai obyek. Kemampuan sangat penting karena bertujuan untuk mengukur prestasii kerja pegawai. tidak setuju). salah. ketrampilan dan sikap tertentu. c. Pengetahuan Merupakan suatu kesatuan informasi terorganisir yang biasanya terdiri dari sebuah fakta atau prosedur yang diterapkan secara langsung terhadap kinerja. . Setiap pekerjaan menuntut pengetahuan. orang atau peristiwa dimana sikap dapat mencerminkan bagaimana seseorang merasakan sesuatu (misalnya benar. Kemampuan Kemampuan menunjukan kesanggupan. kecakapan seseorang untuk melaksanakan tugas dan pekerjan yang dibebankan kepadanya. pendidikan informal.a.

blogspot.html http://apasihmaumu.wordpress.com/2012/08/penempatan-karyawan.com/2012/06/seleksi-dan-penempatan-sdm.blogspot.com/2012/04/penempatan-pegawai.html .html http://ronawajah.psychologymania.com/2008/11/08/penempatan-karyawan-antarunit/ http://www.DAFTAR PUSTAKA http://sasmitadp31.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful