BUDIDAYA BAWANG MERAH

Submitted by bpp.plemahan on Sat, 17/09/2011 - 06:36

I. PENDAHULUAN I..Latar Belakang Bawang merah adalah merupakan sayuran penting di Indonesia, selain untuk bumbu masak, bawang merah juga dapat digunakan sebagai obat-obatan. Dengan banyaknya penggunaan bawang merah menjadikan bawang pasar bawang merah sangat terbuka luas, baik pasar dalam negeri maupun luar negeri. Rata-rata produksi bawang merah di Indonesia masih tergolong rendah, jika dibandingkan dengan potensi hasil, sebagai contoh produksi rata-rata bawang merah ex. Philipina adalah 4,4 ton/ha – 14 ton/ha, sedangkan potesi hasil adalah 20 ton/ha – 25 ton/ha. Oleh karena itu berbaikan sistim budidaya adalah sangatlah penting. Morfologi bawang merah adalah : berakar serabut, berbatang sejati dengan bentuk pipih dan batang semu dengan bentuk pelepah daun, daun berbentuk bulat berlubang dan umbi berwarna merah. Tanaman bawang merah adalah merupakan salah satu tanaman sayuran berumur pendek, dan dapat hidup didataran rendah dengan ketinggian 10 s/d 250 dpl, namun demikian tanaman bawang merah dapat diusahakan pada dataran tinggi dengan ketinggian 800 s/d 1.200 dpl. Dengan morfologi diatas tanaman bawang merah tergolong tanaman yang rentan terhadap hama dan penyakit, dan mempunyai karakter peka terhadap hama dan penyakit. Sehingga keberhasilan petani dalam budidaya bawang merah adalah tergantung pada produksi dan harga produk. Dengan perilaku harga yang sangat fluktuatif serta daya simpan yang pendek, maka perlu dilakukan pengamatan produktifitas serta permintaan pasar yang tepat. Secara umum produksi bawang merah dipengaruhi : bibit yang unggul dan berkualiatas, pengolahan tanah, penanaman, pemupukan, pengairan, pengendalian hama dan penyakit, pemeliharaan dan penanganan pasca panen. Agar diperoleh produksi yang tinggi, maka perlu dilakukan upaya-upaya perbaikan dalam berbudidaya bawang merah, sehingga diperoleh bawang merah yang bermutu baik. 2..Syarat Tumbuh Bawang Merah Beberapa syarat tumbuh bawang merah : 1. Tanah lempung berpasir atau berdebu , tanah alluvial atau latosol berpasir dengan struktur bergumpal 2. Tanah banyak mengandung bahan organik dan subur

3.

Drainase baik dan PH tanah netral antara 5,5 s/d 6,5

4. Suhu udara baik antara 25oC – 32oC, kelembapan rendah, hari panjang (lama penyinaran >12 jam)

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Produksi Bawang Merah : 1. Bibit

Terdapat beberapa macam varietas bawang merah diantaranya adalah : Thailand, Philip dan bauji, berikut beberapa karakter masing-masing varietas ; No Varietas 1. 2. 3. Philips Thailand Bauji Anakan 20 umbi 25 umbi 10 umbi Besar umbi Ketahanan Curah OPT hujan Kurang + - 5 cm tahan Agak Agak + - 5 cm tahan tahan Agak Cukup + - 5 cm tahan tahan Daya simpan Produksi ton/ha

6 bulan 25 6 bulan 3 bulan 20 ton/ha 10 ton/ha

2.

Mutu bibit

Bibit yang bermutu adalah bibit yang seragam, murni dan sehat, berikut cirri-ciri bibit yang baik : a. b. c. d. e. f. g. h. Masa dormanse yang tepat Bila ditekan terasa keras/tidak gembos Bakal tunas tidak rusak Batang sejati tidak rusak Tidak terserang penyakit Tidak membawa penyakit Berasal dari tanaman sehat Pertumbuhan serempak.

Keuntungan penggunaan pupuk organik adalah dapat penambah unsure hara. pupuk organik dan pupuk hayati. untuk akan dilakukan pembahasan khusus. KCl dll Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari limbah organik. contoh Urea. sehingga tanaman menjadi lebih sehat dan pertumbuhan menjadi optimal (contoh adalah penggunaan PGPR) 5. II. sehingga tanaman terpenuhi kebutuhan makannya dan pada akhirnya dapat berproduksi maksimal. bibit bawang merah yang baik adalah pada penyimpanan 4 – 8 bulan dan jika sudah dicirikan : bila bibit dibelah sudah tumbuh tunah yang berwarna hijau yang panjangnya setengah panjang umbi. Terdapat beberapa macam pupuk diantaranya adalah : pupuk anorganik. dapat memperbaiki struktur dan tekstur tanah/tanah menjadi gembur dan meningkatkan daya ikat air Pupuk hayati adalah merupakan pemanfaatan bikroba yang bermanfaat bagi tanaman. baik limbah ternak maupun limbah pertanian. Superphost. Pengendalian organisme Pengganggu Tanaman (OPT) Hama dan penyakit adalah sangat berperan dalam keberhasilan budidaya bawang merah. kandungan unsure hara lebih lengkap (hara makro dan mikro). bahkan pada tingkat tertentu dapat menjadikan gagal panen. dengan penggunaan mikroba tersebut akan dapat membantu tanaman dalam menyerap unsure hara yang berasal dari tanah dan udara serta akan menetralisir sisa metabolisme akar. Penggunaan Pupuk Penggunaan pupuk pada tanaman adalah sebagai upaya penambahan unsure hara tanah/bahan makanan bagi tanaman. 4.menurut Wibowo (1987). Pupuk anorganik adalah pupuk yang berasal dari sintesa kimiawi yang pada umumnya merupakan pupuk tunggal. Lama penyimpanan bibit bawang merah Lama penyimpanan bibit bawang merah adalah waktu yang diperlukan untuk menyimpan benih sampai bibit siap tanam atau masa dormanse. BUDIDAYA BAWANG MERAH . dan sering merupakan faktor utama turunnya produksi.3. ZA.

Diamater > 1. Faktor yang cukup menentukan kualitas umbi bibit bawang merah adalah ukuran umbi. pemilihan bibit. pemanenan dan penanganan pasca panen.Pola Tanam Pola tanam bawang merah disesuaikan dengan tujuan penanaman.94 ton/ha. Kualitas umbi bibit merupakan salah satu faktor yang menentukan tinggi rendahnya hasil produksi bawang merah. Umbi bibit yang baik adalah harus diperoleh dari tanaman yang sudah cukup tua umurnya. yaitu : Umbi ukuran besar . perawatan. Bulan Desember . Rotasi tanam sangatlah penting serta pengelolaaan tanam secara serempak akan menjamin kesuburan tanah dan pengendalian hama dan penyakit. Contoh pergiliran tanaman : No. 4. Rata-rata produksi bawang merah di pulau jawa adalah 7.Agustus September . pengolahan tanah. 1.Maret Maret ..42 – 9. pengendalian organisme pengganggu tanaman. hal ini masih dibawah rata-rata potensi hasil bawang merah (Deptan. Kegagalan dalam budidaya bawang merah dapat terjadi pada : pola tanam.Budidaya bawang merah merupakan usaha yang sangat menguntungkan dan sekaligus mengandung resiko tinggi terhadap kerugian.8 cm atau > 10 gram . Berdasarkan ukuran umbi dapat digolongkan menjadi tiga kelas. Umbi bibit sebaiknya berukuran sedang (5 – 10 gram/umbi)..Mei Juni . penanaman. pemupukan. Untuk itu penanganan yang terintegrasi pada masing-masing tahap adalah sangat menentukan keberhasilan petani bawang merah. yaiti sekitar 70 – 80 hari setelah tanam. yaitu bawang merah konsumsi dan bawang merah bibit. Penampilan umbi harus segar dan sehat (padat dan tidak keriput) dan warnanya cerah (tidak kusam). 2.Pemilihan Bibit Pada umumnya bawang merah bawang merah diperbanyak dengan menggunakan umbi sebagai bibit. Produktifitas lahan yang tinggi perlu diupayakan dengan menjaga tanah tidak boleh dibiarkan memiliki salinitas tinggi dan drainase jelek.Nopember Tanaman Padi Padi/Jagung Bawang merah Bawang merah Tujuan Tanaman pangan Tanaman pangan Konsumsi Bibit 2. Cara penyimpanan umbi bibit yang baik adalah dalam bentuk ikatan di atas para-para dapur atau disimpan di gudang khusus dengan menggunakan pengasapan. 1. 3. Umbi bibit siap ditanam jika sudah disimpan selama 2 – 4 bulan setelah panen dan tunasnya sudah sampai ke ujung umbi. 2004).

Umbi berukuran sedang adalah merupakan umbi ganda dengan rata-rata terdiri dari 2 siung umbi. makin besar umbi bibit maka makin jarang jarak tanam. kedalaman got dan lebar bedengan harus mampu menjamin kelembaban tanah yang sesuai dengan syarat tumbuh bawang merah. d. Sedangkan lebar bedengan 2900 cm. c. Pembuatan got keliling. g..8 cm atau 5 – 10 gram Umbi ukuran kecil : Diameter < 1. got antar bedengan . b. membuat jarak tanam yang disesuaikan dengan diameter umbi bibit. Sosrok. f. Banyaknya umbi bibit yang diperlukan dapat diperhitungkan berdasarkan jarak tanam dan berat umbi bibit. e. Kebutuhan umbi bibit tiap hektarnya berkisar 600 – 1. Perataan tanah dengan cangkul sehingga diperoleh hasil tanah yang bertekstur remah. Tanah dicangkul atau dibajak tipis Pembuatan got keliling dengan lebar 40 cm dan kedalaman 90-100 cm.Pengolahan Tanah Pengolahan tanah pada umumnya dimaksudkan untuk menciptakan lapisan olah yang gembur dan cocok untuk budidaya bawang merah . Pada umumnya pengolahan tanah pada tanah liat adalah dengan menggunakan sistimcemplong dengan pengolahan sebagai berikut : a. 3. Cecel II (kecrik II) pada tanah yang telah dikecrik I sehingga diperoleh gumpalan tanah yang lebih kecil.Pemanfaatan lahan berat (struktur liat) Tanah liat memiliki daya pegang yang kuat terhadap air. maka pembuatan got/saluran drainase memegang peranan penting bagi pertumbuhan bawang merah.200 kg. a.. b.5 – 1.Pemanfaatan lahan ringan (struktur berpasir) .. Cecel (kecrik) pada tanah yang telah dinaikkan dari tanah hasil cemplong yng telah dikeingkan.- Umbi ukuran sedang : Diameter 1. sedang umbi besar ratarata memiliki 3 siung umbi.5 cm atau < 5 gram Secara umum umbi yang baik adalah yang berukuran sedang. Cemplong (got) jarak antar bedengan 60 cm dan dalam 30 – 40 cm dan tanah dinaikkan ke atas petak.

Pemotongan ujung umbi bibit ini ini dimaksudkan untuk membuang penghambat tumbuh tunas umbi yang berada pada ujung umbi. Dibuat parit tepi (saluran drainase) disekeliling petak dengan ukuran lebar 60 cm dan kedalaman 50 cm. 4. a. Tanah dicangkul/dibajak sedalam 30 cm. Pemotongan ujung umbi ditentukan atas dasar lama penyimpanan bibit atau masa dormance. semakin lama masa penyimpanan maka semakin sedikit pemotongan ujung umbinya..Tanah ringan memiliki sifat kemampuan ikat pada air lebih kecil. Tanah diratakan dan dibuat bagian tengan agak tinggi (geger welut) f. Membuat jarak tanam disesuaikan dengan diameter bibit. Varietas bulan Ex. Philipina 1–2 3-4 4-6 7-8 1 2 3-4 umbi Dipotong 30 % Dipotong 20 % Dipotong 10 % Dibuang kuncupnya Dipotong 20 % Dipotong 10% Dibuang kuncupnya Panjang pemotongan ujung 2. Got (saluran air) dalam petak. Besar pemotongan ujung umbi ditentukan oleh varietas dan lama penyimpanan. makin besar bibit maka lebih besar jarak tanam. maka pemanfaatan lah dapat menggunakan sistim bedeng dengan kedalaman saluran drainase yang lebih dangkal dan lebar saluran drainase yang lebih sempit. b. Bauji . 1. Berikut contoh besar pemotongan ujung umbi: Lama penyimpanan No. dan dipetak-petak Bedengan dibuat dengan ukuran 1 – 2 m dan panjang disesuaikan. c. e. lebar 50 cm dan dalam 40 cm. namun pembuatan got keliling harus lebih dalam dari pada saluran drainase antar bedengan guna menampung lapisan tanah atas yang ikut larut selama pengairan lahan tanaman bawang merah.Penanaman Sebelum dilakukan penanaman maka perlu dilakukan perlakuan pemotongan ujung umbi. d.

. Pemupukan Jenis Dosis Aplikasi Dasar Organik/bokashi 2 – 5 ton/ha Sebelum/saat tanam Urea 20 – 40 kg/ha Sebelum/saat tanam .Pembenaman Pembenaman umbi diupayakan sampai ¾ bagian umbi masuk kedalam lubang yang telah disiapkan sebelumnya. Kekurangan KCl juga dapat menyebabkan ujung daun mengering dan umbinya kecil. Sebelum umbi dibenamkan dapat dilakukan pencampuran dengan PGPR. jika kelebihan Urea atau ZA dapat mengakibatkan leher umbi tebal dan umbinya kecil-kecil.. c. semakin panjang ukuran bibit maka semakin dalam pembuatan lubang. b.Pembuatan lubang tanam Pembuatan lubang tanam dengan menggunakan sosrok dengan kedalaman disesuiakan dengan panjang bibit.Perlakuan bibit. Jarak tanam pada musim kemarau 15 x 15 cm dan pada musim hujan 15 x 20 cm. akan tetapi jika kurang. pertumbuhan terhambat dan daunnya menguning pucat. Pemupukan dapat diberikan sebanyak tiga kali. demikian sebaliknya. 5...Pemupukan Dosis pemupukan bervariasi tergantung dengan situasi setempat. yaitu satu kali pupuk dasar dan dua kali pupuk susulan : No 1.a. Hal ini digunakan sebagai perangsang tumbuh juga untuk mengendalikan penyakit akar dan moler. 2 jam sebelum tanam bibit bawang merah yang siap ditanam disemprot merata dengan larutan PGPR dengan dosis 10 cc/ltr air.

pendangiran. atau bibit yang terbalik dan bibit yang tidak dapat tumbuh karena kesalahan pemotongan ujung (bodong).pembenahan tembok/galeng bedeng..Perawatan Perawatan meliputi pembenahan bibit.Pembenahan bibit Pembenahan umbi bibit segera dilakukan jika terdapat bibit yang tidak berada pada lubang tanam akibat pendistribusian air (ebor). penyiangan.Penyiangan . b. a.. Susulan I Urea ZA KCl Atau NPK (15-15-15) Urea ZA KCL Atau NPK (15-15-15) 50 – 90 kg/ha 14 hari setelah tanam 100 – 200 kg/ha 14 hari setelah tanam 100 – 140 kg/ha 14 hari setelah tanam 200 kg/ha 14 hari setelah tanam 30 – 70 kg/ha 28 hari setelah tanam 70 – 150 kg/ha 28 hari setelah tanam 120 . pengairan dan pemberantasan OPT. Susulan II Total Jenis Jumlah pemupukan Organik/bokashi 2 – 5 ton/ha Urea 100 – 200 kg/ha ZA 240 – 500 kg/ha SP-36/Superphost 150 – 250 kg/ha atau NPK (15-15-15) 550 kg/ha 6. hal ini bibit dapat dipotong ulang atau diganti bibit yang telah dipersiapkan sebelumnya..ZA 70 – 150 kg/ha Sebelum/saat tanam SP-36/superphost 150 – 250 kg/ha Sebelum/saat tanam atau NPK (15-15-15) 200 kg/ha Sebelum/saat tanam 2.170 kg/ha 28 hari setelah tanam 150 kg/ha 28 hari setelah tanam 3.

Hal ini agar tanaman agar tanaman terlindungi dari gangguan rumput-rumput liar yang mengganggu pertumbuhan tanaman bawanng merah : Gulma/rumput dapat menganggu tanaman utama karena : Terganggunya perakaran tanaman Terganggunya penyerapan unsure hara/persaingan makan Terganggunga ekologi mikro (sinar matahari terganggu dan kelembapan tinggi) Dapat menjadi inang hama dan penyakit bawang merah c.. mengatur kelembaban tanah dan mempertiinggi jumlah poripori tanah sehingga udara dalam jumlah yang cukup untuk kebutuhan pernafasan bawang merah.Pendangiran Pendangiran dilakukan dengan tujuan agar tanah disekitar pertanaman tetap gembur sehingga penetrasi akar menjadi mudah.. agar batang berubah menjadi besar dalam bentuk umbi. yaitu dengan cara 2 s/d 3 sebelum dan sesudah pendangiran pemberian air dihentikan. d.Pengairan . Dan pendangiran tersebut dapat dilakukan bersamaan dengan pemberian pupuk susulan ke II. yaitu setelah umur 20 hari setelah tanam. Dalam melakukan pendangiran perlu dilakukan secara hati-hati agar tanaman tidak terungkit keluar atau tanaman menjadi layu.Penyiangan perlu dilakukan jika terdapat tumbuhan pengganggu. agar pupuk terbenam kedalam tanah.Pembenahan tembok galeng Pembenahan tembok galeng pada bedengan perlu dilakukan agar : Mencegah erosi permukaan akar Mencegah larutnya pupuk dari media tanam Mencegah rusaknya petakan media tanam Dapat menampung air yang diberikan pada saat ebor.. Pendangiran sebaiknya dilakukan pada fase pertumbuhan batang. dan diupayakan kedalaman cukup serta tanah hasil pendangiran dibumbunkan dipangkal batang tanaman bawang merah. Pembenahan tembok galeng ini perlu dilakukan setiap saat terjadi kerusakan sampai menjelang masa panen. e.

maka pada musim kemarau perlu dilakukan pengairan sehari dua kali. 3..Fase pematangan umbi (51 – 65 hari setelah tanam) Pada fase ini tidak dibutuhkan banyak air maka penyiraman dapat disesuaikan dengan keadaan tanaman. Hama dapat . yaitu pada pagi dan sore hari. 4. III. hortikultura dan perkebunan. penyakit dan gulma.Fase pertumbuhan vegetative (11 – 35 hari setelah tanam) Penyiraman atau pengairan dilakukan satu hari sekali yaitu pada pagi hari..Fase pertumbuhan awal (0 – 10 hari setelah tanam) Pada fase pertumbuhan awal pengairan diberikan dua kali sehari. Penyiraman di pagi hari diusahakan sepagi mungkin di saat daun bawang merah masih kelihatan basah untuk mengurangi serangan penyakit. dan tinggi permukaan air dalam canal (got) dipertahankan 20 cm dari permukaan bedeng tanaman. PENGENDALIAN ORGANISME PENGGANGGU TANAMAN Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) adalah faktor pembatas produksi tanaman di Indonesia baik tanaman pangan. 2.Fase pembentukan umbi (36 – 50 hari setelah tanam) Pada fase ini dibutuhkan air yang cukup untuk pembentukan umbi. Air yang digunakan diusahakan bebas dari penyakit bawang merah juga dihindari air dengan salinitas tinggi.Pemberian air dilakukan berdasar fase pertumbuhan bawang merah. seperti diketahui bawang merah terdapat tiga fase pertumbuhan : 1. dan jika ada hujan rintik-rintik dan ada serangan thrips dilakukan penyiraman pada siang hari. yaitu pada pagi dan sore hari. Organisme pengganggu tanaman secara garis besar dibagi menjadi tiga yaitu hama.. Penyiraman sore hari dapat dihentikan jika prosentase tanaman tumbuh telah mencapai lebih 90 %..

Telur yang ditemukan pada rumpun tanaman hendaknya diambil dan dimusnahkan.5 cm Sayap imago mempunyai panjang +-2.5 cm Warna tubuh dan sayap adalah abu-abu keperakan atau abu-abu kecoklatan. Imago (serangga dewasa) Imago mempunyai panjang 1. 2 ml/ltr air bergantian Proclaim 5 SG 2 g/ltr air atau Match 50 EC 1 ml/ltr air . sehingga yang tertinggal hanya jaringan epidermisnya saja. Dan jika populasi sudah diatas ambang dapat dilakukan dengan menggunakan pestisida Hostathion 40 EC. Buldog. Larva akan tinggal didalam daun dan memakan dari dalam. telur dilapisi benang-benang putih seperti kapas. Atau dengan Curacron 500 EC. Telur akan menetas dalam waktu 5 – 7 hari pada kondisi normal. litura) Telur diletakkan pada pangkal dan ujung daun bawang merah secara berkelompok.Ulat Bawang (Spodoptera exigua atau S. Daun berwarna kecoklatan dan pada tahap selanjutnya daun akan mati dan akhirnya tanaman juga akan mati. ulat memakan jaringan tanaman bagian dalam. bakteri. dapat disebabkan oleh serangga. fitoplasma dan virus. Sayap belakang lebih pucat dengan tepi berwarna lebih gelap. Sayap depan mempunyai bercak ditengahnya. A. Lanet dll.Hama Penting Pada Tanaman Bawang Merah 1. Dimulai dari ujung daun. Pupa (kepompong) ulat grayak Pupa (kepompong) dijumpai didalam tanah Pupa berwarna coklat dan panjangnya +.. dengan dosis 2 cc/ltr air. vertebrata dan moluska..2 cm Lama masa pupa bervariasi tergantung dari kondisi lingkungan. Sedangkan penyakit menimbulkan gangguan fisiologis pada tanaman. Sehingga tidak heran jika pada musim penghujan dunia pertanian sangat disibukkan oleh masalah penyakit tanaman. tungau. Cara pengendalian adalah dengan memetik daun bawang merah yang terserang (petan). Perkembangan hama dan penyakit sangat dipengaruhi oleh dinamika faktor iklim.menimbulkan gangguan pada tanaman secara fisik. disebabkan oleh cendawan. Biasanya tanaman bawang merah sering terserang ulat grayak jenis spodoptera exigua dengan ciri terdapat garis hitam diperut/kalung hitam di leher.

.. sehingga dalam satu hektar diperlukan 25 s/d 30 lampu. karena kelembaban disekitar tanaman relative tinggi dengan suhu rata-rata diatas normal. Kumpulan ulat pada senja atau malam hari .5 cc/ltr. 3.. Daun bawang merah yang terserang berwarna putih mengkilat seperti perak.Ulat tanah Ulat ini berwarna coklat hitam. Semprotkan curacron 500 EC dengan konsentrasi 2 ml/ltr air 4.Pengorok daun (Liriomyza. Jika ditemukan serangan penyiraman dikalukan pada siang hari. Ukuran serangga dewasa adalah 1 – 2 mm. Siklus hidup berkisar 2 minggu. Serangan yang parah akan menyebabkan seluruh jaringan daun mati dan akhirnya tanaman juga mati. B. jaga kebersihan dari sisa-sisa tanaman atau rerumputan yang menjadi sarangnya. 1.. 2.Cara pengendalian ramah lingkungan : Pengendalian ini dengan menggunakan lampu perangkap yang dipasang disawah. Gejala awal dari penyakit ini adalah ditandai dengan menguningnya daun bawang merah. Spp) Belatung hama pengorok daun tinggal dan makan dari dalam jaringan daun. serangga betina dapat meletakkan telur sekitar 80 buah yang akan menetas dalam waktu 5 – 10 hari. serangan yang parah daun menjadi layu. Pengendalian dengan menggunakan agens hayati PGPR .Thrips Thrips biasanya hidup disela-sela daun.Layu ( Jamur Fusarium oxysporum) Penyakit yang perlu diwaspadai pada saat awal pertumbuhan adalah layu fusarium.. Thrips mulai menyerang pada pertanaman umur 30 hari setelah tanam. Pemasangan perangkap lampu ini diletakkan tidak lebih 40 cm diatas permukaan bedengan. sehingga berbentuk korokan atau guratan pada daun. dengan jarak 20 cm X 20 cm. Siklus hidupnya berkisar antara 7 – 21 hari tergantung dengan kondisi lingkungan. amati predator berupa kumbang macan. Pada bagian pucuk/titik tumbuhnya atau tangkai kelihatan rebah karena dipotong pangkalnya.Penyakit Penting Pada Tanaman Bawang Merah. Serangan berat terjadi pada suhu udara diatas normal dengan kelembaban diatas 70 %. Tanaman yang terserang dicabut dan dibakar atau dibuang jauh dari pertanaman. selanjutnya tanaman layu dengan cepat (ngoler). Pengendalian menggunakan Trigard 75 WP 2 gram/ltr air dan bergantian dengan agrimec 18 EC 0.

Serangan pada umbi sehabis panen mengakibatkan umbi busuk sampai berair dengan warna kuning hingga merah kecoklatan. Jika terdapat serangan segera tanaman dicabut dibakar atau dibuang jauh dari pertanaman.. Serangan pada umbi akan menyebabkan daun menjadi berkelok-kelok tumbuhnya. Spp. Gejala serangan ditandai dengan terdapatnya bintik lingkaran konsentris berwarna ungu atau putih kelabu di daun dan di tepi daun kuning serta mengering ujung-ujungnya. Setelah 3 – 4 minggu dari timbulnya gejala awal daun akan roboh dan jaringan daun akan mati. sehingga dapat berfungsi ganda. yaitu meningkatkan produksi dan mengendalikan penyakit. Pengendalian secara preventif : Dengan menggunakan agens hayati Trichoderma. selanjutnya terbentuk lekukan yang menyebabkan patahnya daun secara serentak/otomatis. dengan volume semprot 500 ltr larutan/ha.Dari hasil penelitian (santoso.. pada tanaman umur 10.. 3.Virus . Dengan dikocorkan atau disemprotkan pada pangkal batang dengan konsentrasi 10 ml/ltr air. 30 dan 40 hari setelah tanam. Langkah preventif jika ada hujan rintik-rintik segera lakukan penyiraman. 2007).Trotol atau bercak ungu (Jamur Altemaria porii) Penyebaran penyakit ini melalui umbi atau percikan air dari tanah. Bakteri Pseudomonas fluorescens yang terdapat pada PGPR mampu menghasilkan zat perangsang pertumbuhan tanaman dan juga mampu menekan pertumbuhan pathogen. 2. 20. bahwa pemakaian PGPR dapat mengendalikan penyakit ngoler dan mampu meningkatkan produksi bawang merah. Serangan pada umbi adalah berupa bercak berwarna hijau tua atau hitam. Penyakit menyebar melalui angina tau percikan air. sehingga tidak lurus ke atas seperti seharusnya. agar pada lingkungan pertanaman tidak ada air yang tergenang dan kelembaban tidak terlalu tinggi sehingga cendawan tidak dapat berkembang dengan baik.Antraknose atau otomatis (Jamur Collectotricum gloesporiodes) Gejala serangannya adalah ditandai ditandai terbentuknya bercak putih pada daun. 20 dan 30 hari setelah tanam. Cara pemakaian : Perlakuan bibit : Semprot bibit saat akan ditanam setelah dipotong ujungnya dengan larutan PGPR dengan dosis 10 cc PGPR/liter air. Aplikasi dilakukan pada tanaman berumur 10. Semprot : Dengan dosis 10 cc PGPR/liter air. Memperlebar jarak tanam terutama pada musim hujan Rotasi dengan tanaman lain. Pengendalian : Memperbaiki aerasi dan drainase. 4.

biasanya menyerang pada tanah yang becek. melengkung kesegala arah dan terkulai serta anakannya sedikit. Usahakan memakai tanaman bebas virus serta pergiliran tanaman selain golongan bawang-bawangan. menjelang matahari terbenam.Gejala pertumbuhan kerdil.Laba-laba Laba-laba adalah predator ulat grayak..Busuk umbi Umbi yang terserang menjadi busuk dan berbau.Kumbang koksi Kumbang koksi adalah musuh alami dari thrips dan kutu daun 2. ulat bawang dan kutu daun . Dan penyemprotan sebaiknya dilakukan pada sore hari.Kumbang paedarus Kumbang paedarus adalah juga musuh alami dari thrips dan kutu daun 3. Sp dengan konsentrasi 5 – 10 cc/ltr air. Musuh Alami Hama Bawang Merah 1.. daun menguning. Oleh sebab itu dikendalikan vektornya.. 5. C.. Virus ini ditularkan oleh hama golongan penusuk penghisap. Pengendalian : Belum ada produk yang direkomendasikan untuk pengendalian virus. Pengendalian kutu vektor: Pengendalian dilakukan dengan Agens hayati Verticillium. drainase jelek.

Titik kritis penanganan pasca panen bawang merah adalah apabila panen pada saat musim hujan adalah pada saat pengeringan atau pelayuan daun dan umbi. Ciri-ciri bawang merah yang siap dipanen adalah pangkal daun menipis. Kerusakan pasca panen yang sering terjadi pada bawang merah adalah tumbuhnya tunas. Teknologi pengeringan Penyimpanan Bawang Merah Pada panen raya dimana produksi sangat melimpah harga jual yang diterima petani sangatlah rendah. Kerusakan ini berakibat menurunnya daya simpan serta mutu bawang merah.Dipanen setelah daun-daun berwarna kuning dan telah rebah. Sedangkan kegagalan pengeringan umbi dapat menyebabkan turunnya daya simpan . namun pada saat mendung bahkan hujan pengeringan tidak dapa dilakukan sama sekali. . tumbuhnya akar dan busuk serta munculnya jamur berwarna gelap akibat kapang. hal ini dapat dilakukan selama 7 . bertunas dan tumbuh akar. bahkan tidak seimbang dengan biaya panen.9 hari.Pencabutan dilakukan dengan hati-hati agar daun tidak banyak yang putus . Cara pemanenan bawang merah terdapat beberpa hal yang perlu diperhatikan : .IV..Umur tanaman antara 72 – 80 hari setelah tanam Bila disimpan maka perlu dilakukan pengeringan dan diunting (diikat) 1. 2. Kehilangan akibat kerysakan ini dapat mencapai 20 – 40 %.Penyiraman dihentikan 4 – 5 hari sebelum panen . pelunakan umbi . Selama ini pengeringan yang dilakukan petani adalah dengan menggunakan sinar matahari. daun tampak menguning. Untuk menangani ini diperlukan penanganan pasca panen yang tepat. Instore drying (Bangunan pengering) . sehingga bawang merah menjadi cepat busuk. umbi cepat busuk. lebih 60 % daun rebah dan buah tampak mengambang dengan warna merah dan keras. Kegagalan proses pelayuan daun dapat mengakibatkan infeksi bakteri pembusuk. Pada saat udara cerah pengeringan dapat dilakukan lebih cepat. PANEN Bawang merah dapat dipanen pada umur 55 hari untuk bawang merah konsumsi dan umur 60 – 80 hari untuk bawang merah bibit. Bawang merah merupakan salah satu komoditas pertanian yang mudah rusak.

.Prosessing benih. dapat digunakan untuk menyimpan/mengeringkan bawang merah sebanyak 5 – 10 ton.68 %. dilakukan sortasi terhadap umbi bawang merah yang keropos/busuk. lebih merah. cukup ventilasi dan tidak dicampur dengan komoditas lain.Bangunan ini terbuat dari atap dari fiber glass dilengkapi dengan aerasi udara (Ball window). . . hal ini tergantung dari varietas bawang merah. masa atau waktu yang digunakan untuk menyimpan benih. sebab untuk masing-masing varietas bawang merah memiliki masa dormance yang berbeda-beda.Benih bawang merah jika disimpan dengan baik. . yang juga untuk menentukan perlakuan berikutnya.Ikatan bawang merah dapat disimpan dalam rak penyimpanan atau digantung dengan kadar air 80 – 85 %. apakah umbi bibit perlu dipotong ujungnya apa tidak pada saat penanaman.. Hal tersebut merupakan criteria pokok untuk dapat menilai apakah umbi siap digunakan bibit atau belum. . dinding terbuat dari fibre glass. rak pengering penyimpanan berupa rak gantung terbuat dari bambu. 3.lama Penyimpanan Umbi Bibit Bawang Merah Lama penyimpanan umbi bibit bawang merah adalah. Pemotongan ujung umbi didasarkan pada lama masa dormance dari bibit. .Ruang penyimpanan harus bersih. 4. Selanjutnya menurut Wibowo (1987) bahwa umbi bawang merah yang siap di tanam paling tidak telah disimpan (masa dormance 4 – 8 bulan) pada saat tersebut apabila umbi bawang dibelah telah mulai tumbuh tunasnya yang berwarna hijau yang panjangnya sekitar separoh panjang umbi sampai dengan ujung umbi..Pengeringan dihentikan jika umbi kelihatan mengkilap.24 %.5 bulan penyimpanan.Diberi fungisida/insektisida. ditaburkan dibagian diantara umbi dan ikatan dalam.Setelah 1 – 1. sedangkan pengeringan dengan sinar matahari pada cuaca cerah mencapai 1.Sortasi dilakukan setelah dilakukan pengeringan . dengan suhu ruangan 30 – 33oCn dan kelembaban 55 – 75 % .Pengeringan umbi dilakukan dengan dijajar berbaris selebar bedengan dengan umbi bawang merah ditutup 1/3 dari daun cabutan berikutnya dan dikeringkan selama 4 – 5 hari.. Kerusakan penyimpanan dengan bangunan ini mencapai 0. Bangunan dengan ukuran 6 m x 6 m dengan tinggi 3 m. dapat bertahan lama didalam ruang penyimpanan. yang untuk selanjutnya disebut dengan masa dormasi. leher umbi tampak keras dan apabila terkena sentuhan terdengar gemersik. .

000 875. 5.Pemasangan mulsa . 6. 3. 9.ZA .000 2. Unsur Biaya Tetap Harga Jumlah Satuan Satuan (Rp) ha buah ha Jumlah Harga (Rp) Penyusutan/ Bln/Buah ( Rp) No 1 3 4.Pupuk Organik <Bokashi Plus> Pestisida . 5.500.500 1.Penyemprotan .Pembuatan bedengan .000 3.Verticillium Pengairan Tenaga Kerja .Panen Jumlah NO 1. Uraian Sewa Lahan Hand Sprayer Pajak Bunga Bank Umur (bln) .000 B.Trichoderma .000 192. Anallisa usaha budidaya bawang merah ANALISIS USAHA TANI BAWANG MERAH LUAS 1 HA A.625.Penanaman .900.080. 4.Insektisida .Pembajakan .120.SP-36 -NPK <Majemuk> .500 3.Fungisida Agens Hayati .Pemupukan .Contoh . 2. 7.PGPR . Unsur Biaya Tidak Tetap Uraian Jumlah Harga <Rp> Total <Rp> Bibit Mulsa Pupuk .

Perhitungan Keuntungan atau Kerugian (Rugi Laba) No 1. Hasil Penjualan Bawang Merah Hasil Produk Bawang Merah Jumlah Satuan Jumlah Harga Satuan (Rp) Jumlah Nilai (Rp) No 1.Jumlah C. b. D. Jumlah Biaya Keuntungan (1-2) B/C Ratio HPP HJP .Penyusutan Jumlah Satuan Harga Satuan (Rp) Jumlah Nilai (Rp) 3.Biaya tidak tetap 2. Uraian Hasil Penjualan Total Biaya a.

IPB. Journal Litbang Pertanian. 2003. Dipertabun. 2006. Penyimpanan Benih dan Pembibitan. 2006. Balai Penelitian Tanaman sayuran. Nganjuk . Nganjuk Surojo G. Balai Penyuluhan pertanian Kecamatan Plemahan. Jakarta Karno. 2009. Jakarta Agus Nurawan. Jakarta Anonimous. Dipertabun. Pengelolaan Lahan dan Penyiapan Lahan Media Tanam Bawang Merah. 2005. Journal Litbang pertanian. 2009. Buku Petunjuk Penggunaan Agens Hayati Pada Tanaman Hortikultura.DAFTAR PUSTAKA Achmad Hidayat. Peluang Pengembangan Feromon Seks Dalam Pengendalian Hama Ulat Bawang Merah. Penggunaan Benih dan Pemeliharaan Bawang Merah. 2006. Jakarta Anonimous. Kediri Surojo G. Journal litbang Pertanian. Jakarta Anonimous. 2009. 2007. Bawang Merah. budidaya Bawang Merah. 2009. Budidaya Bawang merah. Dipertabun. Journal Litbang Pertanian. Perbenihan Bawang Merah. Bogor Edy Suprapto. Penekanan Hayati Penyakit moler Pada Bawang merah Dengan PGPR. Pemupukan dan Pemeliharaan Bawang Merah. Nganjuk Surojo G. Journal Litbang Pertanian. Bogor Anonimous.

Aceh. Sumatera Utara (terutama di pulau Samosir). Untuk mencegah kerugian tersebut. Maluku dan beberapa daerah lainnya untuk memilih budidaya bawang merah. namun sampai sekarang para petani belum bisa membudidayakan bawang dengan optimal. Salah satu komoditas hortikultura yang banyak dibudidayakan masyarakat Indonesia adalah Bawang merah (allium ascalonicum). Jawa Timur. Mengingat saat ini kebutuhan pasar akan bawang merah semakin meningkat tajam. Sumatera Selatan. Misalnya dengan budidaya di luar musim. Lampung. Selama ini mereka hanya menjalankan proses pembudidayaan bawang merah pada musim kemarau saja. dan menggunakan bantuan mesin tepat guna . Kalimantan. seiring dengan meningkatnya jumlah pelaku bisnis makanan yang tersebar di berbagai daerah. Tentu keadaan ini sering merugikan para petani bawang merah. Jawa Barat. dan menjadi bahan utama dalam proses produksi bawang goreng yang sering digunakan sebagai pelengkap berbagai menu kuliner. Karena para petani masih sangat tergantung dengan bantuan sinar matahari untuk proses budidaya dan proses pengeringan bawang merah pada saat pasca panen. Bengkulu. Banyaknya manfaat yang dapat diambil dari bawang merah dan tingginya nilai ekonomi yang dimiliki sayuran ini. sebab persediaan produk yang tidak stabil menyebabkan harganya mengalami fluktuasi (naik di saat musim kemarau dan turun drastis di musim panen). Budidaya bawang merah memang memberikan keuntungan cukup besar bagi para petaninya. membuat para petani di berbagai daerah tertarik membudidayakannya untuk mendapatkan keuntungan besar dari potensi bisnis tersebut. Indonesia menghasilkan beragam jenis hasil bumi yang berpotensi besar untuk dijadikan sebagai ladang usaha. semuanya memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi. Meskipun keuntungan yang diperoleh dari budidaya bawang merah cukup tinggi. Jambi. Sulawesi. Hal inilah yang mendorong para petani di daerah Jawa Tengah (khususnya Brebes). Mulai dari produk pertanian sampaiproduk hortikultura. Sehingga banyak masyarakat yang membudidayakan berbagai produk pertanian dan hortikultura sebagai potensi bisnis yang cukup menjanjikan. Kondisi ini terjadi karena bawang merah sering dimanfaatkan masyarakat untuk bahan baku pembuatan bumbu masakan. maka diperlukan upaya untuk dapat membudidayakan bawang merah sepanjang tahun. Lombok.Potensi Bisnis Budidaya Bawang Merah Sebagai negara agraris. Bali.

Dengan begitu. dapat memberikan manfaat bagi para pembaca dan memberikan inspirasi bisnis bagi para calon pengusaha. diharapkan produksi dan harga bawang merah dipasaran bisa terus stabil sesuai dengan permintaan pasar yang terus meningkat. Karena peluang bisnis dapat diciptakan dengan memanfaatkan segalapotensi daerah yang ada. Semoga dengan adanya sedikit informasi potensi bisnis bawang merah. Selamat mencoba dan salam sukses.untuk membantu pengeringan hasil bawang merah. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful