You are on page 1of 4

Kisah Nabi Zulkifli ‘alaihis salam; Nabi yang Tidak Terlena Kemewahan

Penutur Ulang Lukman Hakim Zuhdi Seseorang yang telah ditentukan oleh Allah SWT untuk menjadi nabi dan rasul adalah hamba yang terbaik, sabar dan saleh. Tersebutlah nama Nabi Zulkifli „alaihis salam di antaranya. Ayah Nabi Zulkifli bernama Nabi Ayyub „alaihis salam. Ibunya bernama Rahmah. Dengan demikian, Nabi Zulkifli masih terhitung cucu Nabi Ibrahim „alaihis salam. Sebetulnya nama asli Nabi Zulkifli ialah Basyar. Namun karena ia selalu mampu memegang amanat dan janji, maka dijuluki Zulkifli. Secara sederhana, Zulkifli berarti orang yang sanggup. Allah berfirman dalam surah al-anbiyaa ayat 85 - 86

Artinya ; Dan (ingatlah kisah) Ismail, Idris dan Dzulkifli. Semua mereka termasuk orang-orang yang sabar.

Artinya ; Kami telah memasukkan mereka kedalam rahmat Kami. Sesungguhnya mereka termasuk orang-orang yang saleh. Sejak kecil hingga dewasa, Nabi Zulkifli belum pernah berbohong kepada siapapun. Semua janji yang diucapkannya senantiasa ditepati, sehingga temanteman dan orang-orang sangat senang kepadanya. Selain itu, ia cepat dikenal masyarakat lantaran semua tingkah lakunya mencerminkan kebaikan dan kebenaran. Sikap dan pendiriannya tidak mudah goyah. Emosinya benar-benar terkontrol secara baik. Saat ditimpa cobaan dan mendapat masalah, ia pun menerimanya secara sabar, tanpa mau mengeluh atau cerita ke orang lain. Ia lebih suka curhat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Raja berdiri di mimbar. Seusai memberikan penjelasan. Ia memandangi lautan manusia yang telah menyemut dan menanti pernyataannya. Setelah para pengawal istana berusaha menenangkan rakyat. Raja tidak suka mementingkan dirinya. Wajar bila seluruh rakyatnya hidup makmur dalam suasana kedamaian. Sang raja sangat bingung dan gelisah mengenai penggantinya kelak. Dalam tempo cepat pengumuman sayembara sudah tersebar ke seluruh daerah kekuasaannya. Aku pun tidak mempunyai keturunan yang bisa meneruskan kejayaan kerajaan ini. Sayangnya raja itu sudah sangat tua dan tidak memiliki keturunan sama sekali. Namun setelah ditunggu beberapa lama. Nabi Zulkifli ada di antara kerumunan massa. Tiba-tiba Nabi Zulkifli mengangkat tangan. Sejak pagi hari rakyat berbondong-bondong datang memenuhi alun-alun istana untuk mengikuti sayembara. Sementara aku tidak akan lama lagi berada di antara kalian. seperti diketahui. kemudian berkata dengan mantap tapi tetap rendah hati. Bagi mereka. tidak ada seorang pun yang berani mengacungkan jarinya. aku akan mengambil salah satu dari kalian yang terbaik. rakyat diminta hadir di halaman istana yang luas pada hari dan waktu yang telah ditentukan. “Wahai seluruh rakyat yang aku cintai. titah raja selalu dituruti dan tingkah lakunya diikuti rakyatnya. Saat yang ditunggu tiba. Ia pun meminta pertimbangan dan berdiskusi dengan para penasehat istana. yakni mengadakan sayembara terbuka. Adapun caranya. melangkah ke hadapan raja. Maka dari itu.” . Beberapa dari mereka ada yang percaya diri dan yakin akan bisa duduk di atas singgasana menggantikan raja. Semua pikiran. Di antara materi sayembara itu ialah untuk memberi kesempatan kepada seluruh rakyatnya agar bisa memimpin negaranya. termasuk nasib negara dan warganya. suasana hening. Spontan terdengar gemuruh tepuk tangan menandai rasa hormat dan cintanya terhadap raja. Sebagaimana yang berlaku selama ini. Mereka harap-harap cemas menanti kemunculan raja di panggung utama. kiranya hamba sanggup menjalankan puasa pada siang hari dan mengerjakan ibadah pada malam hari. Nabi Zulkifli Memenangkan Sayembara Berhari-hari sang raja memikirkan persoalan tersebut. Rakyat terdiam. orang yang akan menempati posisiku adalah orang yang pada siang hari melakukan puasa dan malam hari mengerjakan ibadah. kini aku sudah lanjut usia. raja mempersilakan rakyatnya yang merasa sanggup dengan persyaratannya agar mengangkat tangannya. Akhirnya ditemukan jalan keluar terbaik.” Demikian isi pidato raja dengan nada bicara yang tegas dan berwibawa. Sebagai persyaratan utama. raja baru menampakkan diri dengan baju kebesarannya. tenaga dan harta kekayaannya ditumpahkan demi wilayah dan bangsa yang dicintainya.Nabi Zulkifli dibesarkan di sebuah negara yang dipimpin oleh seorang raja yang arif dan bijaksana. ketentuan itu jelas sangat berat. “Maaf baginda.

Nabi Zulkifli makin bertambah besar ketakwaannya kepada Allah SWT. Semua diperlakukan sama dan dihadapi dengan sabar. Negeri itu dirundung masa berkabung beberapa hari. Kewafatan sang raja menimbulkan duka yang mendalam bagi rakyatnya. Sejak itu Nabi Zulkifli tinggal di dalam istana menemani kegiatankegiatan raja. tanpa menimbulkan gejolak atau memunculkan konflik baru. Harta bendanya ludes dirampas orang lain. Warga itu segera mengadukan persoalannya sembari menundukkan wajahnya. Sesuai kesepakatan. Nabi Zulkifli mendengarkan penuturannya dengan penuh kesabaran. Namun. hamba tidak main-main dengan ucapan hamba. Menjelang detik-detik mangkat. Nabi Zulkifli pun bersumpah akan menjaga amanat tersebut hingga akhir hayatnya. di bawah kepemimpinannya.” Raja terdiam sejenak. Raja mengamati Nabi Zulkifli secara detail dari ujung rambut hingga ujung kaki. Nabi Zulkifli Tidak Terlena Kemewahan Malam harinya sang raja bisa tidur tenang. Seluruh kebutuhan dasar rakyatnya dipenuhi. apalagi bagi Nabi Zulkifli. Ia senang sebab sudah menemukan putra mahkota. Ia tidak mau membeda-bedakan orang yang meminta uluran tangannya. Rakyat membubarkan diri. Menurut pembantunya. seorang warga datang untuk meminta bantuan Nabi Zulkifli. “Wahai paduka. Cobaan Bagi Nabi Zulkifli Satu malam menjelang Nabi Zulkifli beranjak ke tempat tidur. Raja tidak yakin kepadanya mengingat usia Nabi Zulkifli masih sangat muda. raja berpesan kepada Nabi Zulkifli agar tetap menjalankan persyaratan sepeninggalnya. lantas memutuskan untuk mengabulkan permohonan Nabi Zulkifli. Hasilnya. rakyat bisa hidup senang. . kemakmuran dan kedamaian. Rakyat sangat berharap pemimpin baru mereka lebih membawa kebaikan. Nabi Zulkifli mulai mengatur jadwal berpuasa. Selain itu yang paling penting. Nabi Zulkifli kemudian menemuinya dengan sikap ramah. Nabi Zulkifli bekerja hampir tidak mengenal waktu. sejak menjadi raja. hidup sederhana seperti dulu.Semua yang hadir terkejut. Selang beberapa menit acara sayembara usai. dan empuknya ranjang tidur tidak membuat Nabi Zulkifli lupa daratan. hamparan permadani. Nabi Zulkifli kembali menegaskan. Apa yang paduka minta akan hamba laksanakan. pintu kamarnya diketuk seorang pembantu istana. pagi. Setelah menjadi raja. tenteram dan bahagia. kekosongan kursi raja segera ditempati Nabi Zulkifli yang merangkap sebagai hakim. Mereka berduyun-duyun mengantarkan raja ke peristirahatan terakhirnya. Ia tetap menjadi diri sendiri. beribadah serta melayani rakyatnya sepenuh jiwa dan raganya. Ia mengaku baru dirampok di tengah perjalanan. siang maupun malam. tak terkecuali raja. kilauan permata. kemewahan segala fasilitas istana. pulang ke rumah masingmasing. Urusan-urusan mereka diselesaikannya secara baik dan adil.

Sebab. Mereka malah meminta jaminan kepada Nabi Zulkifli agar tidak tewas meski ikut berperang. Nabi Zulkifli tidak marah melihat sikap mereka. Tujuan kedatangannya hanya ingin menguji dan membuktikan kesabaran. iblis itu pun cepat-cepat menghilang dari hadapan Nabi Zulkifli. mereka takut mati akibat peperangan itu. kebaikan dan kesalehan Nabi Zulkifli. Warga yang mengaku telah dirampok itu membuka identitas diri bahwa sesungguhnya ia iblis yang menyerupai manusia. Ia segera bermunajat kepada Allah SWT. Sekelompok orang yang durhaka kepada Allah SWT membuat ulah di dalam negerinya. lokasi yang diduga tempat berlangsungnya peristiwa perampokan sesungguhnya kawasan yang aman. di wilayah negerinya selama ini tidak pernah ada tindak kejahatan. Nabi Zulkifli merasa ada yang ganjil. dalam peperangan itu mereka memperoleh kemenangan dan tidak satu pun dari mereka yang gugur. Akhirnya. Nabi Zulkifli lantas bertanya siapa sebenarnya tamu ini. Tidak sampai lima menit.Setelah menyimak apa yang disampaikan warga itu. Alasannya. Lain waktu Nabi Zulkifli mendapat cobaan.*** . mereka tidak mau mengikuti perintahnya. Namun. Nabi Zulkifli memerintahkan pasukan dan rakyatnya supaya memerangi mereka. Apalagi.