You are on page 1of 16

TINJAUAN PUSTAKA 1.

1 Definisi Diare didefinisikan sebagai keluarnya tinja yang lunak atau cair tiga kali atau lebih dalam satu hari. Di Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI/RSCM, diare diartikan sebagai buang air besar yang tidak normal atau bentuk tinja yang encer dengan frekuensi lebih banyak dari biasanya. Neonatus dinyatakan diare bila frekuensi buang air besar sudah lebih dari 4 kali, sedangkan untuk bayi berumur lebih dari 1 bulan dan anak bila frekuensinya lebih dari 3 kali. Klasifikasi diare ke dalam jenis akut dan kronis bersifat mutlak, tetapi diare harus berlangsung paling sedikit 14 hari untuk dapat dikatakan diare kronis, jadi diare akut adalah diare yang terjadi secara mendadak dan berlangsung kurang dari 14 hari ( bahkan kebanyakan kurang dari 7 hari ) dengan pengeluaran tinja yang lunak atau cair yang sering tanpa darah.1,2 1.2 Epidemiologi Di Negara berkembang, termasuk Indonesia, diare akut maupun kronis masih merupakan masalah kesehatan utama. Di dunia, diare menyebabkan kematian sebanyak 5 juta setahun, 75% diantaranya disebabkan oleh diare akut. Di Indonesia, kematian karena diare sekitar 200.000-250.000 setahun, 80% diantaranya disebabkan oleh diare akut.1,2 Kebanyakan episode diare terjadi pada 2 tahun pertama kehidupan. Insuden paling tinggi terdapat pada golongan umur 6-11 bulan, pada masa diberikan makanan pendamping.1 1.3 Klasifikasi

Secara klinis diare dapat dibedakan menjadi 3 yaitu2 : 1. Diare akut yaitu diare yang terjadi mendadak pada anak yang sebelumnya sehat, berlangsung kurang dari 2 minggu. 2. Disentri yaitu diare yang disertai darah dalam tinja. 3. Diare persisten yaitu diare yang terjadi lebih dari 14 hari yang merupakan kelanjutan dari diare akut.

1

Imunodefisiensi 5. menyebabkan berkurangnya absorpsi disakarida terutama laktosa. adenovirus.4 1. 3. Penyembuhan terjadi bila vili mengalami regenerasi dan epitel vilinya menjadi matang. Faktor makanan : Makanan besi. beracun.4.3. lemak dan protein. rotavirus. Virus Virus masuk ke dalam usus halus dan berkembang biak dalam epitel vili usus halus. cacing ( Ascaris.1.4 Etiologi Etiologi diare dapat dibagi dalam beberapa faktor :1. Faktor malabsorpsi : Malabsorpsi karbohidrat. Patogenesis1. Balantidium coli). Trichuris. atau alergi terhadap makanan tertentu. Giardia lamblia. Strongiloides ) dan jamur ( Candida ).2. Faktor psikologis : Rasa takut dan cemas. Salmonella.5. 1.6 1. 4. Kerusakan vili dapat juga dihubungkan dengan hilangnya enzim disakaridase. o Bakteri : Shigella.5 2 . Infeksi enteral ini disebabkan oleh berbagai mikroba diantaranya: o Virus : Enterovirus. Walaupun jarang dapat menimbulkan diare pada anak yang lebih besar. 2. Vibrio cholera. E. menyebabkan kerusakan sel epitel dan pemendekan vili.coli. menyebabkan usus mensekresi air dan elektrolit. o Parasit : protozoa (Entamoeba histolytica. Hilangnya sel-sel vili yang secara normal mempunyai fungsi absorpsi dan penggantian sementara oleh sel epitel berbentuk kripta yang belum matang. Infeksi Infeksi enteral yaitu infeksi saluran pencernaan yang merupakan penyebab utama diare. Virus merupakan penyeba tersering diare apada anak. Campilobacter jejuni.

yang menyebabkan sekresi air dan elektrolit. maka akan terjadi berbagai reaksi. Diare osmotik terjadi karena terdapatnya bahan yang tidak dapat diabsorpsi oleh usus akan difermentasi oleh bahteri usus sehingga tekanan osmotik di lumen usus meningkat yang akan menarik cairan. Infeksi virus dan bakteri tidak selamanya akan menyebabkan terjadinya diare karena tubuh mempunyai mekanisme pertahanan tubuh. Invasi ini diikuti dengan pembentukan mikroabses dan ulkus superfisial yang menyebabkan adanya sel darah merah dalam tinja. Toksin yang dihasilkan kuman ini menyebabkan kerusakan jaringan dan juga sekresi air dan elektrolit dari mukosa. Penyembuhan terjadi bila sel yang sakit diganti dengan sel yang sehat setelah 2-4 hari.  Invasi mukosa Shigella dapat menyebabkan diare berdarah (disenteri) melalui invasi dan perusakan sel epitel mukosa di sebagian besar kolon. Penempelan ini menyebabkan pengurangan kapasitas penyerapan atau menyebabkan sekresi cairan.2. Shigellosis menimbulkan tanda radang akut meliputi nyeri perut. kejang. sekretorik dan diare karena gangguan motilitas usus. demam.  Toksin yang menyebabkan sekresi Beberapa bakteri lain seperti V. Bakteri  Penempelan di mukosa Bakteri yang berkembang biak dalam usus halus untuk menghindarkan diri dari penyapuan. 6 Patofisiologi Menurut patofisiologinya diare dibedakan dalam beberapa kategori yaitu diare osmotik.cholerae mengeluarkan toksin yang menghambat fungsi sel epitel. Toksin ini mengurangi absorpsi natrium melalui vili dan meningkatkan sekresi klorida dari kripta. Diare sekretorik terjadi karena toxin dari bakteri akan menstimulasi c AMP dan cGMP yang akan menstimulasi sekresi cairan dan elektrolit. Jika bahan-bahan yang berbahaya dapat menembus barier mekanisme daya tahan tubuh dan dapat masuk ke dalam sirkulasi sistemik. Sedangkan diare karena 3 . letargis dan prolas rektum. 1.

dan ubun-ubun kecil pada bayi lebih cekung pada biasanya.misal pada diabetik neuropathi. Bila telah banyak kehilangan cairan dan elektrolit terjadilah gejala dehidrasi. Nadi radialis teraba tetapi cepat. tetapi hanya kurang dari 5 % BB. Tinja cair dan mungkin disertai lendir atau darah. Warna tinja dapat berubah jadi kehijau-hijauan yang disebabkan bercampurnya tinja dengan empedu. Tanda-tanda klinis yang timbul apabila penderita jatuh ke dalam dehidrasi adalah : rasa haus. Gejala lain yang berhubungan dengan dehidrasi mungkin tidak ada. 3. tekanan darah rendah. kesadaran menurun. Turgor kulit mungkin sedikit berkurang. Biasanya terdapat letargis. suhu badan mungkin meningkat. post reseksi usus serta hipertiroid. takikardia.7 Manifestasi Klinis Awalnya bayi dan anak menjadi cengeng. air mata tidak keluar. Diare dengan dehidrasi ringan-sedang Dehidrasi ringan-sedang terjadi kehilangan cairan 5-10 % BB. post vagotomi. anak akan minum dengan lahap bila ditawarkan minuman. Bila 4 . gelisah. kemudian timbul diare. bibir dan mukosa kering. Ada peningkatan rasa haus. Gejala muntah dapat terjadi sebelum atau sesudah diare.7 1. pernafasan cepat dan dalam. 2. oliguri. Dehidrasi ringan kehilangan cairan sekitar 5-6%.gangguan motilitas usus terjadi akibat adanya gangguan pada kontrol otonomik. stupor atau bahkan koma. Mata sangat cekung. Diare dengan dehidrasi sedang kehilangan cairan sekitar 710 % BB. bahkan dapat anuria. diare dibagi atas : 1. ubun-ubun besar cekung. biasanya ditandai dengan meningkatnya rasa haus dan gelisah. Diare dengan dehidrasi berat Penderita dengan dehidrasi berat mempunyai defisit cairan sama dengan atau lebih dari 10 % BB. mata cekung.6 1. 1 Menurut banyaknya cairan yang hilang. mulut dan lidah sangat kering. elastisitas ( turgor dan tonus ) kulit menurun. Cubitan kulit kembali agak lambat. Matanya agak cekung serta mulut dan lidah kering. tanpa air mata. Diare tanpa dehidrasi Penderita yang tanpa tanda dehidrasi juga mengalami defisit cairan. Anus dan sekitarnya lecet karena tinja menjadi asam. nafsu makan berkurang atau tidak ada. menyebabkan anak menjadi gelisah atau rewel.

ingin minum Malas minum atau tidak bisa minum * tidak haus banyak * Kembali cepat TANPA DEHIDRASI Kembali lambat* Kembali sangat lambat* DEHIDRASI DEHIDRASI BERAT RINGAN/SEDANG Bila ada 1tanda * + 1 atau Bila ada 1 tanda * + lebih tanda lain 1 atau lebih tanda lain Rencana B Rencana C Terapi Rencana A 1. Maskroskopis dan miskroskopis 5 . tekanan darah sistolik rendah atau tidak teraba. lunglai. Haus. 1. rewel * C Lesu. Penilaian derajat dehidrasi : Penilaian Lihat : Keadaan umum Mata Air mata Mulut dan lidah Rasa haus Periksa turgor kulit Derajat dehidrasi A Baik. Nadi femoral sangat cepat dan nadi radialis mungkin sangat cepat dan tidak teraba.kesadarannya menurun. ubun-ubun kecil sangat cekung. diagnosis ditegakkan jika terdapat buang air besar encer dengan frekuensi lebih dari 3 kali.9 Pemeriksaan laboratorium2 1. atau tidak sadar * Sangat cekung dan kering Normal Cekung Tidak ada Ada Tidak ada Sangat kering Basah Kering Minum biasa. Pada bayi. kuku mungkin biru. penderita mungkin minum hanya sedikit sekali atau tidak sama sekali. sadar B Gelisah. lengan dan kaki dingin. Penderita mungkin tidak kencing selama 6 jam atau lebih. Pemeriksaan tinja a.8 Diagnosis1 Berdasarkan definisi diare akut. Cubitan kulit kembali sangat lambat (> 2 detik). Pada pasien diare harus ditentukan apakah tanpa dehidrasi atau dengan dehidrasi serta derajat dehidrasinya. Jika disertai buang air besar disertai darah maka didiagnosis dengan disenteri. Bila ada syok hipovolemik.

Elektrolit c. garam.b Biakan kuman dan tes resistensi terhadap antibiotika c. Pengganti cairan dapat secara oral atau intravena untuk penderita dengan dehidrasi berat. Cara minum sedikit demi sedikit. Pemberian Cairan 1. atau : Umur < 12 bulan : 50 – 100 ml setiap mencret Umur 1 – 5 tahun : 100 – 200 ml tiap mencret Umur > 5 tahun : 200 – 300 ml tiap mencret 6 . Darah rutin b. Analisa gas darah 1. a. cairan rumah tangga lain seperti larutan gula. air tajin.4 Mencegah dehidrasi Rehidrasi Meneruskan makan dan ASI Tujuan penatalaksanaan diare adalah untuk mengkoreksi kekurangan cairan elektrolit secara cepat dan kemudian mengganti cairan tubuh yang hilang sampai diarenya berhenti. Cairan yang dapat diberikan adalah oralit. Pemberian cairan untuk mencegah dehidrasi Pemberian cairan : 10 cc/kg BB / BAB encer atau muntah. Penanganan diare akut tanpa dehidrasi sebagai berikut .2. PH 2.10 Penatalaksanaan Prinsip penatalaksanaan diare : 1. Diare akut tanpa dehidrasi ( rencana terapi A ) Mengganti cairan yang keluar sesegera mungkin dengan minum lebih banyak dari yang keluar. Pemeriksaan darah a. diberikan dengan sendok dalam posisi anak dudu atau setengah duduk.

Setelah 6 jam ( bayi ) atau 3 jam ( anak ). biasanya setelah 3 – 4 jam ( bayi ) atau 1 – 2 jam ( anak ) c. b.C untuk melanjutkan pengobatan. setelah 3 – 4 jam nilai kembali dengan menggunakan bagian penilaian. Diare akut dengan dehidrasi ringan. jika berat badan tidak diketahui. Bila penderita bisa minum. tidak berserat dan tidak merangsang. Diare akut dengan dehidrasi berat (rencana terapi C) Mulai diberi cairan IV segera.sedang ( rencana terapi B ) Upaya rehidrasi : Cairan oralit 75 mg/kg BB dalam 3 jam pertama. Juga berikan oralit ( 5 ml/kgBB/jam ) bila penderita bisa minum. yang sesuai dengan tabel di bawah ini : Umur Jumlah oralit < 1 tahun 300 ml 1-5 tahun 600 ml > 5 tahun 1200 ml Dewasa 2400 ml 3. 2. Bila rehidrasi belum tercapai. Pemberian makanan untuk mencegah kurang gizi Anak tetap diberikan makan dengan prinsip mudah dicerna dan mudah diserap. Nilai kembali penderita tiap 1-2 jam. percepat tetesan intravena. 7 . Beri 100 ml/kgBB cairan ringer laktat dibagi sbb : Umur < 1 tahun > 1 tahun 30 ml/kgBB 1 jam pertama ½ jam pertama 70 ml/kgBB 5 jam berikutnya 2 ½ jam berikutnya a.b. nilai bagi penderita menggunakan bagan penilaian kemudian pilih rencana pengobatan selanjutnya. Dapat juga diberikan berdasarkan umur. berikan oralit sewaktu cairan IV dimulai. kemudian pilih rencana terapi A. diberikan dengan porsi kecil dengan frekuensi sesering mungkin.B.

rendah serat. karena penyebab terbesar dari diare pada anak adalah virus (Rotavirus).1. Makanan yang diberikan sedikit-sedikit tapi sering ( lebih kurang 6 kali sehari ). Antibiotik hanya diperlukan pada sebagian kecil penderita diare misalnya kholera shigella. Anti motilitis seperti difenosilat dan loperamid dapat menimbulkan paralisis obstruksi sehingga terjadi bacterial overgrowth. Untuk kasus berat berikan Dehidro emetin hidrokhlorida 1-1.5 mg/kg (maks 90mg)(im) s/d 5 hari tergantung reaksi (untuk semua umur)  Giardiasis : Metronidasol 15mg.3 Sebagian besar kasus diare tidak memerlukan pengobatan dengan antibiotika oleh karena pada umumnya sembuh sendiri (self limiting). Sulfametoksasol 25mg/kg/hari dibagi 2 dosis (5 hari).Dietetik Memuasakan penderita diare tidak dilakukan lagi karena akan memperbesar terjadinya hipoglikemia. atau pada anak/bayi yang menunjukkan secara klinis gajala yang berat serta berulang atau menunjukkan gejala diare dengan darah dan lendir yang jelas atau segala sepsis. gangguan absorpsi dan sirkulasi. dengan ditemukan kista/parasit dalam tinja atau bila ditemukan bakteri usus patogen dalam kultur tinja. Kecuali pada bayi berusia di bawah 2 bulan karena potensi terjadinya sepsis oleh karena bakteri mudah mengadakan translokasi kedalam sirkulasi. Asam Nalidiksat : 55mg/kg/hari dibagi 4 (5hari)  Amebiasis: Metronidasol 30mg/kg/hari dibari 4 dosis 9 5-10 hari).8 Beberapa antimikroba yang sering dipakai antara lain8   Kolera : Tetrasiklin 50mg/kg/hari dibagi 4 dosis (2 hari) atau Furasolidon 5mg/kg/hari dibagi 4 dosis (3 hari) Shigella : Trimetroprim 5-10mg/kg/hari dibagi 2 dosis (5hari). buah buahan diberikan terutama pisang.kg/hari dibagi 4 dosis ( 5 hari ) 8 .1 Pengobatan medikamentosa Pengobatan yang tepat terhadap kasus diare diberikan setelah kita mengetahui penyebab pasti.

2.4 9 . gangguan sirkulasi.1. hipokalemi). gangguan elektrolit (hipoglikemia.11Komplikasi Akibat yang dapat ditimbulkan diare akut adalah dehidrasi .asidosis metabolik.1.

Gastroementerologi Anak : Diere Akut. Subijanto MS. hal 1354 . Diare kronis. Ed 3 : diare akut. Markum AH. Buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak : diare pada bayi dan anak. Dalam: Wahab AS. 1999 2. Jakarta : Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI . 2000 . Nataprawira HMD. Ed 15. Hegar B.pediatrik. 1985 : hal 283-311 3. 2002. hal 271-278 6. Jakarta : Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Bandung : FK Universitas Padjajaran. Kadim M. Pedoman diagnosis dan terapi ilmu kesehatan anak. Kliegman.2003 9. Vol 2. Sudaryat S. 2005 . Staf Pengajar FKUI.Ranuh R. Djupri Lm. hal 1354-61 7. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Managemen disre pada bayi dan anak. Jakarta : Depkes RI Ditjen PPM&PLP . Jakarta : EGC. Rahayuningsih.1361 5. 2000. Depkes RI Ditjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan Pemukiman. Garna H. hal 448-466 4. Jakarta : Sagung Seto. Dikutip dari URL : http://www. hal 1-24 8. Tatalaksana diare akut pada anak dalam Majalah kesehatan Kedokteran indonsia Vol 1 No 06. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Anak.com/ 10 . editor. Boyle JT.DAFTAR PUSTAKA 1. Ed 15. Buku ajar diare. 2005 . editor. Jilid 1. Soeparto P. Ilmu Kesehatan Anak Nelson. Bahram RF. Vol 2. Jakarta : EGC.

UNIVERSITAS ANDALAS FAKULTAS KEDOKTERAN KEPANITERAAN KLINIK ROTASI TAHAP II STATUS PASIEN 1. ayah pasien bekerja sebagai buruh dengan penghasilan Rp. Status Perkawinan b. Alamat : Pelajar SD kelas 1 : Jalan Bambo . ibu. di dalam rumah Sampah di buang ke tempat pembuangan sampah dan dibakar.000. KB e. Nama/Kelamin/Umur/MR: Defnil/ Laki-Laki/ 6 tahun/ 000450 b. Jumlah Anak : Belum Menikah : Anak ke 3 dari 3 orang bersaudara c. dan 2 saudara pasien. Kesan : higine dan sanitasi baik f. Kondisi Rumah : Tidak ada : Rumah semi permanen. luas bangunan 80m2 Listrik ada Sumber air : air sumur Jamban ada 1 buah. Padang 2. perkarangan cukup luas. Aspek Psikologis di keluarga Pasien tinggal bersama ayah. pasien. Tinggal di daerah perkotaan yang padat penduduk. Gaji digunakan untuk biaya kehidupan sehari-hari dan terutama untuk biaya pendidikan anakanaknya. d.-/bulan dan ibu sebagai ibu rumah tangga. Status Ekonomi Keluarga : Kurang mampu.200. ibu dan 2 orang saudaranya 11 . Keluarga pasien tidak mempunyai tambahan penghasilan lain selain. Latar Belakang sosial-ekonomi-demografi-lingkungan keluarga a. 1. 3. Kondisi Lingkungan Keluarga Jumlah penghuni 5 orang. Identitas Pasien a. ayah. Pekerjaan/pendidikan c.

Sesak nafas tidak ada. Pemeriksaan Fisik Tanda Vital : Keadaan Umum Kesadaran : tampak sakit sedang. banyak ± 5 sendok makan-1/4gelas/kali. orang tua merasa berta badan anak tidak turun sejak sakit. tidak terus menerus. jumlah ± ¼ . gelisah. Tidak ada anggota keluarga yang menderita penyakit seperti ini. tidak berdarah. tidak menggigil. 7. 5.7 °C : 19 kg : 118 cm 12 . . berisi apa yang dimakan dan diminum.Anak rewel dan mau minum . . . frekuensi ± 3-4 kali/hari. rewel : sadar Frekuensi denyut nadi : 115x / menit Frekuensi Nafas Suhu Berat Badan Tinggi Badan Pemeriksaan Sistemik   Kulit Kepala : teraba hangat : bentuk bulat. tidak kejang.Buang air kecil tidak ada kelainan. rambut hitam tidak mudah dicabut : 24 x/menit : 37.Berat badan terakhir lupa. tidak berminyak. Riwayat Penyakit Sekarang . .Berak-berak encer sejak 1 hari yang lalu. tidak berlendir. tidak tinggi.Muntah sejak 1 hari yang lalu. Keluhan Utama Berak-berak encer sejak 1 hari yang lalu. 6. . tidak menyemprot.½ gelas perkali.Batuk pilek tidak ada . bau biasa dan ampas hanya sedikit. frekuensi 3-4 kali/hari. simetris. Riwayat Penyakit dahulu / Penyakit Keluarga Pasien sering menderita penyakit seperti ini sebelumnya.- Hubungan dengan keluarga baik 4.Demam sejak 1 hari yang lalu. warna kuning. tidak berkeringat.

diameter 2mm. simetris kiri dan kanan. 13 : Diare akut dehidrasi ringan :- . oral thrush tidak ada : tidak ditemukan kelainan : tidak ditemukan kelainan Tenggorokan : tonsil T1-T1 tidak hiperemis. hepar dan lien tidak teraba. faring tidak hiperemis Leher Dada Paru : Inspeksi Palpasi Perkusi : tidak teraba pembesaran KGB : : Normochest. Manajemen a. air mata ada. sklera tidak ikterik. reflek fisiologis +/+. refilling kapiler baik. pupil isokor. Laboratorium Anjuran : laboratorium darah. Diagnosis Kerja 10. Mulut Telinga Hidung : lidah dan mulut sedikit kering. 9.       Mata : cekung. irama teratur. turgor kembali cepat. Preventif : Pastikan cuci tangan anak/ibu saat akan makan dan setelah buang air besar. feses rutin. reflek patologis -/- 8. wheezing tidak ada Jantung : Inspeksi : iktus tidak terlihat Palpasi : iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V Perkusi : batas jantung dalam batas normal Auskultasi : bunyi jantung murni. : timpani Auskultasi : bising usus (+) normal : tidak ditemukan kelainan Punggung Alat Kelamin : tidak ditemukan kelainan Ekstremitas: akral hangat. retraksi tidak ada : fremitus kiri = kanan : Sonor Auskultasi : Vesikuler. Diagnosis Banding 11. konjungtiva tidak anemis. reflek cahaya +/+ (normal). ronkhi tidak ada. bising tidak ada  Abdomen : o o o o    Inspeksi Palpasi Perkusi : distensi tidak ada : supel. Perhatikan makanan dan minuman yang masuk ke dalam mulut anak.

Kontrol diare. tidak menagis) segera bawa ke IGD Puskesmas/RS. jika diare semakin sering atau disertai tanda dehidarasi berat (penurunan kesadaran/letargi. Rehabilitatif : a.- Perhatikan mainan anak/tangan/apapun yang masuk ke dalam mulut anak. turgor kembali lambat. tidak mau minum. Paracetamol sirup 3 x c ½ d. setelah itu 10cc/kgBB setiap BAB encer (1gelas) b. Zinc tablet 1x20mg p. air mata tidak ada. mata cekung.o selama 10 hari c. Kuratif : a. Promotif : Edukasi kepada ibu tentang pemberian makanan gizi yang seimbang Edukasi kepada pasien mengenai kepentingan kebersihan makanan dan minuman yang akan dimakan. 14 . c. Oralit 3 jam pertama 75cc/kgBB (± 5-6 gelas). b.

Dinas Kesehatan Kodya Padang Puskesmas Padang Pasir Padang Dokter Tanggal : Riskawati Usman : 16 Januari 2013 R/ Oralit Sach S prn R/ Paracetamol Syr fls S 3 dd cth I R/ Zinc tab 20mg S 1 dd tab I No. Padang. X No. I No. Bambo. X Pro : Defnil Umur : 6 tahun Alamat : Jl. 15 .

dan anak masih mau minum. rewel. rotavirus. Kriteria dehidrasi ringan karena memenuhi kriteria B : dengan keadaan umum : pasien gelisah. Disebut diare akut karena frekuensi BAB>3x sehari yaitu ±5-10 kali. adenovirus. kemudian pilih rencana terapi A. Sesuai dengan diagnosa pasien yaitu diare akut dengan dehidrasi ringan. bibir dan mulut kering.B. mata cekung. Selain oralit diberikan juga zinc tablet 1x20 mg p. rehidrasi dan meneruskan makan dan ASI. Upaya rehidrasi : Cairan oralit 75 mg/kg BB dalam 3 jam pertama. Tujuan pemberian zinc adalah untuk mengurangi lama dan beratnya diare karena efeknya terhadap imun atau terhadap struktur dan fungsi saluran cerna dan terhadap proses perbaikan epitel saluran cerna selama diare dan dosis yang diberikan adalah 1 x 20 mg karena usia pasien diatas 6 bulan dan diberikan selama 10 hari. Pemberian paracetamol sebagai antipiretik karena pasien juga mengeluhkan demam sejak 1 hari yang lalu. Oleh karena itu diberikan terapi Oralit 3 jam pertama 75cc/kgBB (± 5-6 gelas). Berdasarkan tinjauan kepustakaan diare paling banyak disebabkan infeksi saluran pencernaan yang terutama disebabkan oleh infeksi virus seperti enterovirus.DISKUSI Seorang pasien perempuan berumur 6 bulan datang ke Puskesmas Padang Pasir tanggal 16 Januari 2013 dengan keluhan utama berak-berak encer sejak 1 hari yang lalu. maka prinsip penatalaksaan yang diterapkan adalah rencana B. Dari anamnesis dan pemeriksaan fisik tersebut didapatkan diagnosis kerja diare akut dehidrasi ringan. Tujuan penatalaksanaan diare adalah untuk mengkoreksi kekurangan cairan elektrolit secara cepat dan kemudian mengganti cairan tubuh yang hilang sampai diarenya berhenti. setelah itu 10cc/kgBB setiap BAB encer (1gelas). Pada pasien diterapkan prinsip penatalaksanaan diare yaitu meliputi mencegah dehidrasi. bentuk cair dan <7 hari. 16 .o selama 10 hari dan paracetamol sirup 3 x c ½.C untuk melanjutkan pengobatan. Oralit 80 cc/bab encer/muntah. setelah 3 – 4 jam nilai kembali dengan menggunakan bagian penilaian.