LATAR BELAKANG

Pulpa merupakan pangkal rasa sakit. Dimana di dalamnya terdapat pembuluh darah, limfe, saraf yang masuk melalui foramen apical. Fungsi dari pulpa adalah sebagai formatik yaitu pembentuk dentin oleh sel-sel ondotoblast, fungsi nutrisi intuk memberi makan jaringan gigi, fungsi sensorik untuk menerima dan meneruskan rangsangan dan fungsi protektif untuk melindungi gigi. Pulpa yang berfungsi normal pada umumnya berespon terhadap berbagai stimulus termasuk panas atau dingin dengan nyeri yang ringan yang terjadi selama kurang dari 10 detik. Juga perkusi pada gigi tidak menimbulkan respon nyeri. Bagaimanapun normal pulpa tidak akan merespon terhadap tes suhu. Jika kanal pada akar mengalami kalsifikasi karena proses penuaan, trauma, plak yang menempel atau penyebab lainnya, tes suhu tidak akan memberikan respon selama pulpa gigi pasien tetap sehat dan berfungsi normal. Tes elektrik pulpa memunculkan respon dari pasien yang pulpanya masih berfungsi. Dokter harus berhati-hati terhadap hasil dari tes ini karena hasilnya tidak tetap sehingga tidak diperlukan untuk melihat status kesehatan.

2. Tipe koagulasi : pada tipe ini ada bagian jaringan yang larut. dan berubah menjadi bahan yang padat. air dan CO2. Ada 2 tipe nekrosis pulpa yaitu: 1.BAB I DEFINISI DAN KLASIFIKASI 1. amoniak. putresin. Oleh karena itu. dan kadaverin yang menyebabkan bau busuk pada peristiwa kematian pulpa. Tipe liquefaction : pada tipe ini. Bila pada peristiwa nekrosis juga ikut masuk kuman-kuman yang saprofit anaerob. Sebaliknya penutupan atau penambalan pulpa terinflamasi akan menginduksi nekrosis pulpa yang cepat dan total serta penyakit periradikuler. pulpitis ireversibel akan menyebabkan nekrosis likuefaktif. Pada setiap proses kematian pulpa selalu terbentuk hasil akhir berupa H2S. Jika eksudat yang timbul selama pulpitis ireversibel diabsorbsi atau terdrainase melalui karies atau daerah pulpa terbuka ke dalam rongga mulut. Selain nekrosis likuefaksi. tidak memiliki sirkulasi darah kolateral dan venula serta system limfenya akan lumpuh jika tekanan intrapulpanya meningkat. enzim proteolitik merubah jaringan pulpa menjadi suatu bahan yang lunak atau cair. indikan. nekrosis pulpa iskemik dapat timbul akibat trauma karena terganggunya pembuluh darah. Nekrosis Pulpa Parsial Pulpa terkurung dalam ruangan yang dilindungi oleh dinding yang kaku. bahan-bahan yang bersifat lemak. Nekrosis pulpa dapat terjadi parsial ataupun totalis. 1. Diantaranya juga dihasilkan indol.1 Definisi dan Klasifikasi Nekrosis pulpa merupakan kematian pulpa yang merupakan proses lanjutan dari inflamasi pulpa akut/kronik atau terhentinya sirkulasi darah secara tiba-tiba akibat trauma. Pulpa di akar mungkin masih tetap vital untuk waktu yang lama. Dapat dikatakan nekrosis pulpa parsial . terjadinya nekrosis akan tertunda.2 Klasifikasi nekrosis pulpa berdasar derajatnya: a. protamain. mengendap. skatol. maka kematian pulpa ini disebut gangrene pulpa.

Diskolorisasi gigi merupakan indikasi awal matinya pulpa. pulpa tetap mengalami kematian. iritasi dari bahan restorasi silikat ataupun akrilik.terjadi apabila sebagian jaringan pulpa di dalam saluran akar masih dalam keadaan vital. Meskipun bagian sisa nekrosis dari pulpa dicairkan atau dikoagulasi. Gejala klinis biasanya asimtomatik tetapi dapat juga ditandai dengan nyeri spontan dan ketidaknyamanan nyeri tekan (dari periapeks). Penyebab nekrosis lainnya adalah bakteri. trauma. pulpa yang mengalami inflamasi dapat berdegenerasi menjadi kondisi nekrosis.1 Etiologi Nekrosis atau kematian pulpa memiliki penyebab yang bervariasi. Nekrosis Pulpa Total Nekrosis totalis merupakan matinya pulpa yang menyeluruh. Gejala klinis nekrosis pulpa parsial adalah pada anamnesa terdapat keluhan spontan. Nekrosis pulpa biasanya tidak menimbulkan gejala tetapi dapat juga disertai dengan episode nyeri spontan atau nyeri ketika ditekan (dari periapeks). BAB II ETIOLOGI. b. PATOFISIOLOGI DAN GEJALA KLINIS 2. pada umumnya disebabkan keadaan radang pulpitis yang ireversibel (pulpitis kronik) tanpa penanganan atau dapat terjadi secara tiba-tiba akibat luka trauma yang mengganggu suplai aliran darah kepulpa (pulpitis akut). Dalam beberapa jam. Kondisi atrisi dan karies yang tidak ditangani juga . dan pada pemeriksaan obyektif dengan jarum Miller terasa sakit sebelum apical. Nekrosis pulpa juga dapat terjadi pada aplikasi bahan-bahan devitalisasi seperti arsen dan paraformaldehid. Nekrosis pulpa dapat terjadi secara cepat (dalam beberapa minggu) atau beberapa bulan sampai menahun.

Trauma pada gigi dapat menyebabkan obstruksi pembuluh darah utama pada apek dan selanjutnya mengakibatkan terjadinya dilatasi pembuluh darah kapiler pada pulpa. atrisi dan abrasi. Dentinal tubules dapat terbentuk sebagai hasil dari operative atau restorative procedure yang kurang baik atau akibat restorative material yang bersifat iritatif. Dilatasi kapiler pulpa ini diikuti dengan degenerasi . maka inflamasi pada pulpa akan bertambah parah dan dapat terjadi perubahan sirkulasi darah di dalam pulpa yang pada akhirnya menyebabkan nekrosis pulpa. hal ini memudahkan infeksi bakteri ke jaringan pulpa yang menyebabkan radang pada jaringan pulpa. Dari dentinal tubulesinilah infeksi bakteri dapat mencapai jaringan pulpa dan menyebabkan peradangan. Terjadinya nekrosis pulpa pada dasarnya diawali oleh infeksi bakteri pada jaringan pulpa. fraktur dentin.2 Patofisiologi Jaringan pulpa yang kaya akan vaskular. proses yang terjadi sama yaitu terjadi perubahan sirkulasi darah di dalam pulpa yang pada akhirnya menyebabkan nekrosis pulpa.dapat menyebabkan nekrosis pulpa. Semakin luas kerusakan jaringan pulpa yang meradang. maka semakin berat sisa jaringan pulpa yang sehat untuk mempertahankan vitalitasnya. 2. Hal ini mengakibatkan bakteri menginfeksi jaringan pulpa dan terjadi peradangan jaringan pulpa. Bias juga diakibatkan karena fraktur pada enamel. Nekrosis pulpa yang disebabkan adanya trauma pada gigi dapat menyebabkan nekrosis pulpa dalam waktu yang segera yaitu beberapa minggu. opertative procedure dan yang paling umum adalah karena adanya karies. Hal ini sebagai akibat kegagalan jaringan pulpa dalam mengusahakan pemulihan atau penyembuhan. Ini dapat terjadi karena adanya kontak antara jaringan pulpa dengan lingkungan oral akibat terbentuknya dentinal tubules dan direct pulpal exposure. Apabila tidak dilakukan penanganan. Akan tetapi apabila terjadi inflamasi kronik pada jaringan pulpa atau merupakan proses lanjut dari radang jaringan pulpa maka akan menyebabkan kematian pulpa atau nekrosis pulpa. Pada dasarnya. Nekrosis pulpa lebih sering terjadi pada kondisi fase kronis dibanding fase akut. Sedangkan direct pulpal exposure bias disebabkan karena proses trauma. proses erosi. syaraf dan sel odontoblast memiliki kemampuan untuk melakukan defensive reaction yaitu kemampuan untuk mengadakan pemulihan jika terjadi peradangan.

rasa sakit dapat disebabkan oleh hal berikut: perubahan temperature yang tiba-tiba terutama dingin. dan dapat datang dan pergi secara spontan tanpa penyebab yang jelas. seperti : pelebaran jaringan periodontal yang sangat nyata. . tapi pernah nyeri spontan. bahan makanan manis ke dalam kavitas atau penghisapan yang dilakukan oleh lidah atau pipi dan sikap berbaring yang menyebabkan bendungan pada pembuluh darah pulpa. Nekrosis pulpa dapat terjadi parsial atau total. atau ke telinga bila yang terkena dibagian bawah belakang.kapiler dan terjadi edema pulpa. maka dapat terjadi iskemia infark sebagian atau total pada pulpa dan menyebabkan respon pulpa terhadap inflamasi rendah. ditandai dengan suatu paroksisme (serangan hebat). dan perubsahan-perubahan radiografik mungkin jelas terlihat. 2. Pada awal pemeriksaan klinik. mungkin memiliki perubahanperubahan radiografik definitive. Hal ini memungkinkan bakteri untuk melakukan penetrasi sampai ke pembuluh darah kecil pada apek. Rasa sakit biasanya berlanjut jika penyebab telah dihilangkan. Tipe parsial dapat memperlihatkan gejala pulpitis yang ireversibel yaitu menunjukan rasa sakit yang biasanya disebabkan oleh stimulus panas atau dingin atau rasa sakit yang timbul secara spontan. Karena kurangnya sirkulkasi kolateral pada pulpa. Rasa sakit seringkali digambarkan oleh pasien seperti menususk. atau menyentaknyentak dan umumnya adalah parah. ke pelipis. Semua proses tersebut dapat mengakibatkan terjadinya nekrosis pulpa.3 Gejala Klinis Gejala umum nekrosis pulpa adalah: simtomnya seringkali hampir sama dengan pulpitis ireversibel. nyeri spontan atau tidak ada keluhan nyeri. sangat sedikit atau tidak ada perubahan radigrafik. Rasa sakit bertahan untuk beberapa menit sampai berjam-jam dan tetap ada setelah stimulus/jejas termal dihilangkan. tajam. Terkadang pasien juga merasakan rasa sakit yang menyebar ke gigi didekatnya. Rasa sakit bias sebentar atau terus-menerus tergantung pada tingkat keterlibatan pulpa dan tergantung pada hubungannya dengan ada tidaknya suatu stimulus eksternal.

Selain itu dapat dilakukan perawatan dengan pulpektomi. suatu jalan terbuka ke saluran akar dan suatu penebalan ligament periodontal.1 Diagnosis Radiograf umumnya menunjukan suatu kavitas atau tumpatan besar. PENGOBATAN DAN PROGNOSIS 3. dan pemeriksaan rontgenologis (terlihat adanya perforasi).BAB III DIAGNOSIS. . Diagnosis dari nekrosis pulpa parsial adalah tes termis (bereaksi atau tidak bereaksi). tes jarum Miller (bereaksi).

gigi dengan pulpa nekrotik seringkali sensitive terhadap perkusi dan palpasi asalkan disertai dengan inflamasi periapikal. c. yaitu:     Restorasi cavitas oklusal: untuk cavitas kecil dan mahkota yang tersisa banyak.2 Pengobatan a. jalan terbuka ke saluran akar dan penebalan ligament periodontal. Preparasi Mahkota: preparasi ¾ mahkota ata mahkota penuh. Fungsinya melindungi gigi dari fraktur. debridement. Mahkota Intracoronal: restorasi di mana dibuat retensi tambahan pada bagian kamar pulpa sekaligus sebagai penunjang mahkota ekstrakoronal. Pemeriksaan klinis terdiri dari:   Pemeriksaan subyektif: gigi berlubang. Simtomatis: diberikan obat-obat penghilang rasa sakit atau antiinflamasi (OAINS). kadang-kadang gigi yang tidak mempunyai tumpatan atau kavitas pulpanya akan mati akibat trauma.  Rontgenologis: gambaran radiografi umumnya menunjukan suatu kavitas atau tumpatan besar. dibagi menjadi beberapa bagian. b. Tindakan: terdiri dari preparasi dan obturasi saluran akar. 3. Restorasi Onlay/Uplay: kerusakan melibatkan cusp. kadang-kadang sakit bila kena rangsang panas. Tindakan restorasi yang disesuaikan dengan jaringan gigi yang masih ada. Preparasi saluran akar terdiri dari berbagai tindakan. drying.Diagnosis dari nekrosis pulpa totalis dapat dilihat dari penampilan mahkota yang buram dan perubahan warna gigi menjadi keabu-abuan atau kecoklatan serta bau busuk dari gigi. Namun. . yaitu: preparasi akses. gigi berubah warna. Pemeriksaan obyektif : gigi dengan pulpa nekrotik tidak bereaksi terhadap tes termal dingin. obturasi dan restorasi (disesuaikan dengan kondisi jaringan gigi yang masih ada). tes pulpa listrik atau tes kavitas. Kausatif: diberikan antibiotik (bila ada peradangan). ekstirpasi pulpa. bau mulut (halitosis). dapat dilakukan jika sisa jaringan gigi tidak memungkinkan pembuatan Onlay.

3 Prognosis Prognosis bagi gigi baik. .3. bila diadakan terapi endodontik yang tepat.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful