STRATEGI PELAKSANAAN TINDAKAN KEPERAWATAN PADA KLIEN DENGAN PERILAKU RESIKO PERILAKU KEKERASAN

Hari/Tanggal Nama Klien No. MR

: 12 Februari 2013 : Tn. J : 9898800

Dx/ SP ke/ Pertemuan ke : Resiko Perilaku Kekerasan/ II K/ 2 A. Proses Keperawatan 1. Kondisi klien/keluarga Data Subjective • Istri klien mengatakan bahwa suaminya kadang marah dan membentak dirinya, namun apabila sedang baik maka perilakunya cukup bersahabat. • Istri klien mengatakan suaminya jika sedang marah dalam jangka waktu lama hingga 1 minggu inginya marah-marah saja. • Klien mengatakan bahwa emosi klien datang secara tiba-tiba dan sulit dikontrol dan bila sedang marah ingin mencelakai orang yang tidak disukainya • Klien mengatakan sudah melakukan latihan napas dalam dan memukul bantal/kasur untuk mengontrol emosi dan telah ditulis dalam jadwal harian klien 2. Masalah/Diagnosa Keperawatan

SP II Keluarga (Diana Restika 1010323033)1

wb. Tujuan Dapat merawat pasien dirumah b. Masih ingat dengan saya suster Titi. Tindakan  Evaluasi pengetahuan keluarga tentang marah  Anjurkan keluarga untuk memotivasi pasien melakukan tindakan yang telah diajarkan oleh perawat  Ajarkan keluarga untuk memberikan pujian kepada pasien bila pasien dapat melakukan kegiatan tersebut secara tepat  Diskusikan bersama keluarga tindakan yang harus dilakukan bila pasien menunjukkan gejala-gejala perilaku kekerasan B. Selamat pagi Bu. Strategi Komunikasi 1. Orientasi  Salam Terapeutik “Assalamualaikum wr.Resiko Perilaku Kekerasan 3. sesuai dengan janji kita kemarin. mahasiswa dari Fakultas Keperawatan UNAND. kita bertemu hari ini untuk latihan bagaimana cara mengontrol rasa marah Bapak”. Tindakan Keperawatan untuk Keluarga Resiko Perilaku Kekerasan a.  Evaluasi/ Validasi .

Bagus sekali. tahan. Topik : “Apakah ibu setuju kita latihan cara-cara untuk mengontrol rasa marah Bapak?” b. lakukan 5 kali.“Bagaimana bu? Masih ingat diskusi kita kemarin? Ada yang ingin ibu tanyakan?”  Kontrak a.. Tempat : “Ibu ingin kita latihan nya dimana? Bagaimana kalau di sini saja? Sebentar saya panggilkan Bapak” c. coba ibu temani dan bantu bapak menghitung latihan ini sampai 5 kali”.. Ayo coba lagi. tahan sebentar lalu keluarkan/tiup perlahan –lahan melalui mulut seperti mengeluarkan kemarahan. latihan yang sudah Bapak lakukan. bapak berdiri. dan tiup melalui mulut.?” ”Ya. Kerja ”Nah pak. Waktu : “Ibu mau berapa lama kita latihan? Bagaimana kalau 15 menit saja?” 2. lalu tarik napas dari hidung. bu kalau tanda-tanda marah sudah bapak rasakan maka yang harus dilakukan bapak adalah……. coba ceritakan kepada Ibu.” ”Sekarang kita akan coba latihan bersama-sama ya pak?” ”Masih ingat pak. Coba perlihatkan kepada Ibu jadwal harian Bapak! Bagus!” ”Nanti di rumah ibu bisa membantu bapak latihan mengontrol kemarahan Bapak.. SP II Keluarga (Diana Restika 1010323033)3 . Nah. tarik dari hidung. betul. bagus.

berdebar-debar. Coba praktekkan. bapak coba langsung duduk dan tarik napas dalam. “Cara yang kedua masih ingat pak. Mana kamar bapak? Jadi kalau nanti bapak kesal dan ingin marah. coba bapak lakukan sambil didampingi ibu. katakan: ‘Maaf saya tidak bisa melakukannya karena sedang ada kerjaan’. Nah. mata melotot.benar. bagus sekali bapak melakukannya”. 2. Menolak dengan baik. kalau ada yang menyebabkan bapak marah dan muncul perasaan kesal.“Bagus sekali. berikan bapak semangat ya bu. Meminta dengan baik tanpa marah dengan nada suara yang rendah serta tidak menggunakan kata-kata kasar. coba praktekkan langsung kepada ibu cara bicara ini: 1. “Sekarang coba kita latihan memukul kasur dan bantal. Bagus pak” 3. bu?” “ Ya. Mengungkapkan perasaan kesal. Ada tiga caranya pak. langsung ke kamar dan lampiaskan kemarahan tersebut dengan memukul kasur dan bantal. bapak dan ibu sudah bisa melakukannya dengan baik”. Ya. Jika tidak . Bagus pak”.. “Cara yang ketiga adalah bicara yang baik bila sedang marah. misalnya: ‘Bu. jika ada perlakuan orang lain yang membuat kesal bapak dapat mengatakan:’ Saya jadi ingin marah karena perkataanmu itu’. Coba bapak praktekkan. selain napas dalam bapak dapat melakukan pukul kasur dan bantal”. Saya perlu uang untuk beli rokok! Coba bapak praktekkan. Bagus” “Cara berikutnya adalah kalau bapak sedang marah apa yang harus dilakukan?” “Baik sekali. jika ada yang menyuruh dan bapak tidak ingin melakukannya.

“Bapak bisa melakukan sholat secara teratur dengan didampingi ibu untuk meredakan kemarahan”. ambil air wudhu kemudian sholat”. ibu tolong selama di rumah ingatkan bapak untuk meminumnya secara teratur dan jangan dihentikan tanpa sepengetahuan dokter” 3. tidurnya juga tenang. latihan kita sudah selesai. Bagaimana perasaan ibu setelah kita latihan cara-cara mengontrol marah langsung kepada bapak?” b. Evaluasi Objektif “Bisa ibu sebutkan lagi ada berapa cara mengontrol marah?” c. “Cara terakhir adalah minum obat teratur ya pak. Kontrak Topik :“ Karena Bapak sebentar lagi sudah mau pulang bagaimana SP II Keluarga (Diana Restika 1010323033)5 . bu agar pikiran bapak jadi tenang.reda juga marahnya rebahkan badan agar rileks. Apakah boleh mengurangi atau menghentikan obat? Wah bagus sekali!” “Dua hari yang lalu sudah saya jelaskan terapi pengobatan yang bapak dapatkan. Jika tidak reda juga. Terminasi a. Jam berapa minum obat? Bagus. Rencana Tindak Lanjut “Selanjutnya tolong ibu pantau dan motivasi Bapak melaksanakan jadwal latihan yang telah dibuat selama di rumah nanti. Jangan lupa berikan pujian untuk Bapak bila dapat melakukan dengan benar ya Bu!” d. Apa guna obat? Bagus. Evaluasi Subjektif “Baiklah bu. tidak ada rasa marah” “Bapak coba jelaskan berapa macam obatnya! Bagus.

” Tempat saja ya Bu. kurang lebih 30 menit saja. Baiklah bu saya pamit dulu : “Kita akan berbincang-bincang dimana? Baiklah disini .” Waktu : “Jam 10 seperti hari ini ya Bu.kalau 2 hari lagi Ibu bertemu saya untuk membicarakan jadwal aktivitas Bapak selama di rumah nanti.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful