BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Masalah Para siswa yang bersekolah di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura adalah generasi penerus bangsa yang masih remaja. Mereka memerlukan banyak pembinaan sebagai persiapan menuju jenjang kedewasaan. Keberhasilan pembinaan mereka menjadi sumbangan yang amat besar dalam usaha membina generasi yang bermoral. Sebaliknya kegagalan dalam membina mereka merupakan suatu bibit bencana bagi kelansungan hidup bangsa. Pembinaan pelajar mempunyai makna penting, lebih-lebih pada akhir-akhir ini sering terdengar berbagai masalah terhadap pelajar tersebut, seperti perkelahian antar kelompok atau sekolah, kenakalan remaja, minum-minuman keras, berjudi, narkoba serta pergaulan bebas dan sebagainya. Keadaan ini semuanya menunjukkan kemerosotan moral di kalangan pelajar. Untuk mengatasi hal tersebut, salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah memberikan pendidikan karakter yang baik dari orang tua kepada pelajar. Dengan adanya pendidikan karakter yang baik dari orang tua tersebut, maka akan terwujud generasi muda yang bermoral. Melalui pendidikan karakter dari orang tua maka pelajar dapat memperoleh suatu citra tentang sosok pribadi muslim yang yang dapat dijadikan teladan dalam kehidupannya. Dengan demikian sangatlah penting pendidikan karakter dari orang tua bagi pembinaan moral pelajar dalam kehidupan mereka. Berdasarkan latar belakang masalah diatas, maka penulis tertarik membahas hal tersebut dalam penelitian karya ilmiah ini. Untuk itu dipihlah judul penelitian karya ilmiah ini: “Pengaruh Pendidikan Karakter dari Orang Tua terhadap Sikap Pelajar dalam Pengamalan Moral di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura “

1

Bagaimanakah pendidikan karakter dari orang tua bagi pelajar di Bagaimanakah sikap pelajar dalam pengamalan moral pelajar di Bagaimanakah pengaruh pendidikan karakter dari orang tua terhadap Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura? Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura? sikap pelajar dalam pengamalan moral di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung 2 .B. Pendidikan karakter dari orang tua bagi pelajar. 2. Untuk mengetahui pendidikan karakter dari orang tua bagi pelajar di Untuk mengetahui sikap pelajar dalam pengamalan moral pelajar di Untuk mengetahui pengaruh pendidikan karakter dari orang tua terhadap Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura. 3. Sikap pelajar dalam pengamalan moral. 3. Rumusan Masalah Berdasarkan ruang lingkup masalah diatas dapat dikemukakan rumusan masalahnya adalah sebagai berikut : 1. maka dapat dikemukakan ruang lingkup masalah yang akan diteliti adalah sebagai berikut : 1. Pengaruh pendidikan karakter dari orang tua terhadap sikap pelajar dalam pengamalan moral. 2. 3. Ruang Lingkup Masalah Berdasarkan latar belakang masalah diatas. Tujuan Penelitian Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan penelitian ini adalah: 1. sikap pelajar dalam pengamalan moral di kota Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura. 2. C. Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura. Pura? D.

Sebagai suatu kegiatan untuk menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang masalah pendidikan karakter dari orang tua bagi pelajar. Sebagai sumbangan pemikiran bagi orang orang tua dan orang-orang yang terlibat dalam kegiatan tersebut. sikap pelajar dalam pengamalan moral dan pengaruh pendidikan karakter dari orang tua terhadap sikap pelajar dalam pengamalan moral. sikap pelajar dalam pengamalan moral dan pengaruh pendidikan karakter dari orang tua terhadap sikap pelajar dalam pengamalan moral. sehingga diwujudkan dalam pengamalan moral yang lebih baik pada pelajar. 3 . Manfaat Penelitian Adapun manfaat yang diharapkan dalam kegiatan penelitian ini adalah: 1. Sebagai sumbangan bagai karya tulis tentang masalah pendidikan karakter dari orang tua bagi pelajar. 2. 3.E.

hlm 1 4 . Pengertian Pendidikan dan Karakter Menurut Drs. masyarakat. bangsa dan negara."1 Menurut KBBI (1997:232) “ pendidikan adalah proses pengubahan sikap orang atau tata laku seorang atau kelompok orang dalam usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan pelatihan proses. Pasal I UU Sisdiknas tahun 2003 menyatakan bahwa di antara tujuan pendidikan nasional adalah mengembangkan potensi peserta didik untuk memiliki kecerdasan.BAB II LANDASAN TEORITIS A.” Karakter adalah cara berpikir dan berperilaku yang menjadi ciri khas tiap individu untuk hidup dan bekerjasama. Amanah UU Sisdiknas tahun 2003 itu bermaksud agar pendidikan tidak hanya membentuk insan Indonesia yang cerdas. baik dalam lingkup keluarga. sehingga nantinya akan lahir generasi bangsa yang tumbuh berkembang dengan karakter yang bernafas nilai-nilai luhur bangsa serta agama. Individu yang berkarakter baik adalah individu yang bisa membuat keputusan dan siap mempertanggungjawabkan tiap akibat dari keputusan yang ia buat. cara mendidik. namun juga berkepribadian atau berkarakter. Pembentukan karakter merupakan salah satu tujuan pendidikan nasional. Pendidikan berlangsung melalui proses-proses Semua langkah-langkah dalam proses pendidikan mempunyai tujuan-tujuan yan terjadi interaksi edukasi. Pendidikan Karakter dari Orang Tua 1 Anwar.2 2. akhlak atau budi pekerti yang membedakan seseorang dengan orang lain. Kerangka Teori 1.“Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam“. M. Saepul. Menurut KBBI (1997:444) “karakter adalah sifat-sifat kejiwaan.” Dari kedua defenisi di atas dapat diketahui bahwa pendidikan terjadi antara Orang dewasa dengan orang belum dewasa (anak-anak). kepribadian dan akhlak mulia. Ngalim Purwanto sebagimana dikutip oleh Anwar Pendidikan ialah "Segala usaha orang dewasa dalam pergaulan dengan anak-anak untuk memimpin perkembangan jasmani dan rohaninya ke arah kedewasaan.

pendidikankarakter. 2007). Namun secara lebih fokus. membaiasakan mereka menunaikan syiar-syiar agama semenjak kecil sehingga penuaian itu menjadi kebiasaan yang mendarah daging.4 Secara sederhana pendidikan karakter adalah segala sesuatu yang Anda lakukan yang mempengaruhi karakter anak-anak yang Anda ajar. mental jasmani maupun rohani. moral. seperti dengan keteladanan. bahwa “pendidikan berkarakter adalah usaha sengaja untuk membantu orang memahami. mereka melakukannya dengan kemauaan sendiri dan merasakan tentram sebab mereka melakukannya. dan bertindak berdasarkan nilai-nilai etika inti. Diantara cara-cara praktis yang patut digunakan oleh keluarga untuk menanamkan semangat pengamalan moral pada anak dengan cara : Memberikan teladan yang baik kepada mereka tentang kekuatan iman kepada Allah dan berpengaruh pada ajaran-ajaran agama dalam bentuk yang sempurna dalam waktu tertentu. Pendid ikan Karakter Strategi Pendidikan Anak Bangsa. menyiapkan suasana agama dan spiritual yang sesuai dirumah dimana mereka berada. hlm 194. Tak diragukan bahwa tanggung jawab tersebut merupakan tanggung jawab yang paling besar dalam pendidikan anak.3 Namun dalam penelitian ini yang akan dibahas adalah pendidikan karakter dari orang tua. jam 14.org . Doni. memberikan nasehat. baik yang berkenaan dengan iman. 1986). dari www.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/dampak-pendidikan-karakterterhadap-akademi-anak/ 3 Langgulung. (Jakarta: Grasindo. sehinggga dapat mencapai kematangan yang sempurna. memberikan mandat. (Jakarta: Al Husna.Berbagai tanggung jawab besar harus dipikul para orang tua atas pendidikan anak.” Dalam bukunya. spiritual dan etos sosial. Mencari kaidah-kaidah pendidikan karakter yang berpengaruh dalam mempersiapkan anak secara mental dan motal. Manusia dan Pendidikan.1 Dr Lickona menegaskan bahwa “Ketika kita berpikir tentang jenis karakter yang kita inginkan 2 http://pondokibu. saintikal. kita lihat seperti yang diutarakan Dr Thomas Lickona mengenai definisi Pendidikan Berkarakter. Pendidikan karakter adalah usaha yang dilakukan secara individu dan sosial dalam menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan kebebasan individu itu sendiri. Orang tua yang baik tentu akan mencari berbagai metode yang lebih efektif. Educating for Character. hlm 37 4 Baca : Koesoema. Hasan. kebiasaan. memberikan perhatian dan hukuman.00 WIB 5 . akses Minggu 13/06/10. peduli.

jam 14. disiplin. baik dan rendah hati. demokrasi. pikiran (intellect). dan kemudian melakukan apa yang mereka yakini untuk menjadi benar bahkan dalam menghadapi tekanan dari luar dan godaan dari dalam”. 5 http://narashelley. 9. mempunyai amanah.multiply. keutamaan-keutamaan moral. cinta Tuhan dan kebenaran. 7. 2. nilai-nilai moral Pancasila. peduli secara mendalam tentang apa yang benar. dedicated. 3. mempunyai rasa kasih sayang. 6 Orang tua yang gemar bekerja keras. dan menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan akan membantu pembentukan karakter seorang siswa. percaya diri. 6. Pendidikan karakter merupakan keseluruhan proses pendidikan yang dialami seorang pelajar sebagai pengalaman pembentukan kepribadian melalui memahami dan mengalami sendiri nilai-nilai. jelas bahwa kita ingin mereka bisa menilai apa yang benar. 8.00 WIB 6 .com/read/xml/2008/10/30/14263248/pendidikankarakterharus holistik. akses Minggu 13/06/10. “…pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti (kekuatan batin. Inilah lingkungan yang kondusif bagi pembentukan karakter.. Dalam hal ini Indonesia Heritage Foundation merumuskan nilai-nilai yang patut diajarkan kepada anak-anak untuk menjadikannya pribadi berkarakter. kepedulian. yakni 1. dan mampu kerja sama. dan sebagainya. 4. bertanggung jawab. bersikap hormat dan santun. mempunyai rasa keadilan dan sikap kepemimpinan. akses Minggu 13/06/10. berdisiplinan. dan pantang menyerah. jam 14.bagi anak-anak kita.00 WIB 6 http://cetak. karakter). Demikian pula guru yang terbuka. dan sebagainya. Bagian-bagian itu tidak boleh dipisahkan agar kita dapat memajukan kesempurnaan hidup anak-anak kita. mempunyai toleransi dan cinta damai. kreatif. nilai-nilai ideal agama. keadilan sosial. dan tubuh anak. dan mandiri.kompas.com/journal/item/8/Pendidikan_Karakter. 5. multikulturalisme. setiap pada nilai-nilai moral.5 Pendidikan karakter bukanlah sebuah mata pelajaran yang harus dihafal. jujur dan adil atau masyarakat dan negara yang menjunjung tinggi kebebasan. Ratna Megawangi menamakannya "9 Pilar Karakter".” agama.

Al Qur’an Terjemahan. hlm 498 7 . Pola asuh “bina kasih” (induction) b. Pola asuh “lepas kasih” (love withdrawal). Ingat.karakter. maka lihatlah kondisi generasi penerusnya hari ini”. Psikologi Pembelajaran. Muhammad. yang awalnya tidak tahu menjadi tahu. Jika empat sifat ini bisa di ajarkan oleh orang tua maka diharapakan karakter pada anak juga akan baik. seperti yang diriwayatkan oleh Muslim. Berbagai pendapat dari banyak pakar pendidikan anak menyatakan bahwa terbentuknya karakter kepribadian manusia ditentukan oleh faktor nature dan nurture. amanah. Agama mengajarkan bahwa setiap manusia yang lahir memiliki fitrah mencintai kebaikan. Di dalam sebuah hadist Qudsi digambarkan bahwa manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah (suci). (Jakarta: 1982). Ada pepatah mengatakan. tanpa melihat potensi yang lain. (Bandung: CV Wacana Prima. Allah SWT 7 8 Asrori. Allah berfirman:        Artinya : “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullulah itu suri tauladan yang baik”9 (Q. 2007). 121 http://cetak. yaitu: a.com/read/xml/2008/10/30/14263248/pembentukan. ”Jika engkau ingin melihat masa depan suatu bangsa. tabligh dan fathanah. Ketika kita ingin semua murid atau anak kita pintar secara akademik. Pola asuh “unjuk kuasa” (power assertion) c.S al Ahzab : 21 ) Pada diri Rasulullah terdapat suri tauladan baik yang merupakan sifat wajib Rasul yaitu Siddiq. Oleh karena itu pembentukan karakter terbaik pada anak menjadi hal yang sangat penting karena anak merupakan generasi penerus yang akan melanjutkan eksistensi bangsa.00 WIB 9 Departemen Agama RI. Pengaruh nature yaitu pengaruh alami atau yang dikenal sebagai fitrah. itu sama saja dengan mendidiknya secara keras.Dalam konteks pembimbingan orang tua terhadap remaja. ada tiga jenis pola asuh yang dapat diterapkan oleh orang tua.7 Untuk kepentingan anak seharusnya orang tua memberikan pendidikan yang bisa diterima anak tanpa merasa terpaksa. Itulah kiranya yang tidak harus dilakukan oleh orang tua ketika mengelola anakanak untuk kemajuan bangsa pada masa mendatang.kompas.8 Oleh karena itu Islam mengakui adanya metode pendidikan dengan cara keteladanan yang diberikan oleh orang tua. hlm. jam 14. proses pendidikan adalah wahana untuk memberikan pengetahuan kepada anak-anak. akses Minggu 13/06/10.

pengaruh ini oleh Sigmun Fred disebut Father Image. Dengan demikiaan. Seorang anak telahir untuk memiliki fitrah yang baik. Lingkungan mempunyai peranan dalam mempengaruhi perkembangan karakter pada anak-anak. Perilaku keseharian orang tua yang dirasakan anak termasuk hal yang memiliki batas pengaruh tersendiri di dalam jiwa dan kepribadian anak. Jadi Baik buruknya citra bapak akan mempengaruhi sikap keberagaman anak. Dan setan-setan pun telah mengharamkan segala sesuatu bagi mereka apa-apa yang telah Aku halalkan. perlu diketahui oleh para orang tua bahwa pendidikan karakter adalah penopang dalam meluruskan kenakalan anak.berfirman: ”Sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hambaku dalam keadaan lurus. 205 8 . kualitas SDM tersebut juga akan membentuk karakter kepribadian bangsa itu. pendidikan karakter sejak usia anak-anak sangat penting untuk membentuk karakter kepribadian seseorang yang tentunya sebagai unsur terkecil pembentuk bangsa. faktor nature atau fitrah bersifat potensial atau belum termanifestasikan ketika manusia dilahirkan. suci dan bersih. Penulis beranggapan bahwa pendidikan karakter yang baik dari orang tua merupakan faktor yang sangat memberikan bekas dalam memperbaiki anak.” Namun. Oleh karena itu. tetapi jika lingkungan sekitarnya kurang mendukung maka potensi fitrah yang baik tersebu tidak akan terbentuk dan justru memunculkan karakter-karakter yang bertentangan dengan fitrah manusia. memberi petunjuk dan mempersiapkannya menjadi anggota masyarakat yang secara bersama-sama mengembangkan kehidupan. Kemudian datanglah setan-setan yang menggelincirkan mereka dan menyesatkannya dari kebencian agama mereka. Abdullah Muhyadin. 1990). Sigmun Fred sebagaimana dikutip Juniar (2007. hlm. Pengaruh nurture yaitu faktor lingkungan.10 Anak akan tumbuh dalam kebaikan kan terdidik dalam keutamaan akhlak jika ia melihat kedua orang tuanya memberikan pendidikan karakter yang baik. (Yogyakarta: Mitra Pustaka.maka dibutuhkan faktor lain untuk mendukung pembentukan karakter kepribadian seseorang yaitu faktor lingkungan. Keteladanan Orang Tua dan Hubungan dengan Minat Membaca Al-Quran bagi Siswa Kelas VIII SMP Negeri 1 Tanjung Pura) mengatakan bahwa :” keberagaman anak terpola dengan tingkah laku bapaknya. Kegelisahan Rasulullulah Mendengar Tangis Anak. Bahkan merupakan 10 Hamid.

adat istiadat. Moral pada dasarnya merupakan rangkaian nilai tentang berbagai macam perilaku yang harus dipatuhi.”12 Dari penjelasan diatas dapat dipahami bahwa sikap merupakan suatu kesadaran indivudu terhadap sesuatu perbuatan yang akan dilakukannya. 155 9 . kemuliaan dan etika sosial yang terpuji. Sikap ada hubungannya dengan perasaan dan pengalaman. hlm. atau kebiasaan. Muhammad.11 W. maka sikap yang akan ditunjukkan adalah menolak atau menghindari. adil dan seimbang. Bila pengalaman yang diperoleh menimbulkan perasaan aman dan senang. 2007).T. sebaliknya bila pengalaman yang diperoleh tidak menimbulkan rasa senang dan aman. Tanpa memberikan teladan yang baik.T Lobby Loekmono mengemukakan tentang sikap sebagai berikut : Sikap merupakan kecenderungan di dalam diri subjek untuk menerima atau menolak sesuatu berdasarkan penilaian. Abu. maka timbullah tindakan menerima atau mempertahankannya. (Surabaya: PT Bina Ilmu.dasar dalam meningkatkan keutamaan. Kesadaran tersebut merupakan hasil penilaian dengan berdasarkan pengalaman dan perasaan. Sikap Siswa dalam Pengamalan Moral Salah satu satu hal penting bagi siswa dalam pelaksanaan moral di masyarakat adalah sikap. 1994). Istilah moral berasal dari bahasa Latin “mores” yang artinya tata cara dalam kehidupan. maka sikap yang ditunjukkan akan menolak dan menghindarinya. 1985). J.J Thomas sebagimana dikutip oleh J. 44 Ahmad. pendidikan anak tidak akan berhasil dan nasehat tidak akan berpengaruh. (Bandung : CV Wacana Prima. Pola-pola sikap tertentu akan terus dipertahankan. Belajar Bagaimana Belajar. Sebaliknya bila pengalaman yang diperoleh tidak meni. Moralitas merupakan aspek kepribadian yang diperlukan seseorang dalam kaitannya dengan kehidupan sosial secara harmonis. Psikologi Pembelajaran. Lobby. 3. (Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.bulkan perasaan senang dan aman. maka akan timbul pola-pola sikap tertentu yang cenderung akan selalu diulang dan dipertahankan. J. hlm. Bila pengalaman yang diperoleh menimbulkan rasa senang dan aman.13 11 12 13 Loekmono.T Lobby Loekmomo memberi batasan “Sikap sebagai suatu kesadaran individu yang menentukanm perbuatanperbuatan nyata ataupun mungkin akan terjadi di kegiatan-kegiatan sosial. hlm 52 Asrori. Psikologi Sosial Cet VII.

html akses Minggu 13/06/10. sikap kewajiban dan sebagainya.html akses Minggu 13/06/10.14 Ada tiga tugas pokok remaja dalam mencapai moralitas remaja dewasa.anakciremai.Merurut KBBI (1997:665) “moral adalah baik buruk yang diterima umum mengenai perbuatan. yaitu: a. b. Ia mendorong remaja lebih berani menganalisis kode sosial dan kode pribadi dari pada masa anak-anak dan berani mengambil keputusan terhadap berbagai masalah moral yang dihadapinya. Membangun dan menerapkan informasi dan pengetahuan secara logis. f. ras. Melakukan pengendalian terhadap perilaku sendiri. Penilaian moral secara psikologis menjadi lebih mahal dalam arti bahwa penilaian moral merupakan bahan emosi dan menimbulkan ketegangan psikologis.15 Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2006 yang berisikan Standar Kelulusan Siswa yang mengarah pada pendidikan karakter bagi seorang pelajar yaitu: 1. Keadilan muncul sebagai kekuatan moral yang dominan. Mengganti konsep moral khusus dengan konsep moral umum. Berperilaku sesuai dengan ajaran agama yang dianut sesuai dengan perkembangan remaja 2. Berpartisipasi dalam penegakan aturan-aturan sosial 5. dan inovatif dalam pengambilan keputusan 14 g. kritis. dan pekerjaannya 4. Mengembangkan diri secara optimal dengan memanfaatkan kelebihan diri serta memperbaiki kekurangannya 3. jam 14. e.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-moral-dan. c. kreatif. dan golongan sosial ekonomi dalam lingkup global 6. dan inovatif 7. pandangan moral individu semakin lama semakin menjadi lebih abstrak dan kurang konkret. suku. Merumuskan konsep moral yang baru dikembangkan ke dalam kode moral sebagai kode prilaku.00 WIB 10 . jam 14. h. kritis. perbuatan. Menunjukkan kemampuan berpikir logis.anakciremai. Keyakinan moral lebih berpusat pada apa yang benar dan kurang pada apa yang salah. Menunjukkan sikap percaya diri dan bertanggung jawab atas perilaku. Menghargai keberagaman agama. kreatif.00 WIB 15 http://www. bangsa. http://www. Penilaian moral menjadi semakin kognitif.” Mitchell telah meringkaskan lima perubahan dasar dalam moral yang harus dilakukan oleh remaja yaitu: d.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-moral-dan. Penilaian moral menjadi kurang egosentris.

20. 17. 16 www. 16. Mengapresiasi karya seni dan budaya 15. Hipotesis secara bahasa adalah dugaan sementara atau jawaban sementara. Menunjukkan keterampilan membaca dan menulis naskah secara sistematis dan estetis. membaca.com akses akses Minggu 13/06/10. Dengan demikian dapat dipahami bahwa hipotesis adalah suatu pernyataan sementara tentang hubungan dua variabel atau lebih. Benar atau tidaknya pernyataan tersebut kan diuji berdasarkan hasil penelitian. serta kebersihan lingkungan. Memahami hak dan kewajiban diri dan orang lain dalam pergaulan di masyarakat. spiritulitas dan sosial pada diri pelajar sehingga pelajar juga memiliki kemampuan untuk dapat berinteraksi sosial dengan dunia luar dan tidak terpenjara oleh belenggu sekolah.hupelita. Menunjukkan kemampuan menganalisis dan memecahkan masalah kompleks 11. kebugaran jasmani. Hipotesis adalah suatu hal sering dipermasalahkan dalam kegiatan penelitian. Pengajuan Hipotesis Hipotesis merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam kegiatan penelitian. baik individual maupun kelompok. 18. 19. Berkomunikasi lisan dan tulisan secara efektif dan santun. Menjaga kesehatan dan keamanan diri. Mengekspresikan diri melalui kegiatan seni dan budaya 14. Seharusnya sekolah tidak hanya mengembangkan kecerdasan intelektual saja tetapi juga membentuk kecerdasan dalam aspek emosional. Hasil pengujian ini akan menjadi kesimpulan pokok dari kegiatan penelitian yang dilakukan. Berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat. dan berbicara dalam bahasa Indonesia dan Inggris.00 WIB 11 . Menunjukkan sikap kompetitif & sportif untuk mendapatkan hasil yang terbaik 10. Menghasilkan karya kreatif.16 B. Menunjukkan keterampilan menyimak. dan bernegara secara demokratis dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia 13. Menunjukkan kemampuan menganalisis gejala alam dan sosial 12. Menguasai pengetahuan yang diperlukan untuk mengikuti pendidikan tinggi Hal ini berarti permerintah sangat memberikan perhatiannya terhadap pendidikan karakter bagi pejalar agar terwujud generasi yang bermoral. menulis. 21. Menunjukkan kemampuan mengembangkan budaya belajar untuk pemberdayaan diri 9. berbangsa. 22. jam 14.8. Menghargai adanya perbedaan pendapat dan berempati terhadap orang lain.

Adapun hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini adalah ” pendidikan karakter dari orang tua berperangaruh positif terhadap sikap siswa dalam pengamalan moral pelajar MAN 2 Tanjung Pura”. BAB III METODOLOGI PENELITIAN 12 .

Dari jumlah populasi tersebut diambil 40 orang untuk dijadikan sampel penelitian. 94 Kecamatan Tanjung Pura. Halini sesuai dengan pena\dapat Surakhman dalam Dewi (2002 : 9) mengatakan.” B. yaitu dengan memberikan seperangkat item pertanyaan terhadap siswa sampel penelitian berkenaan dengan pengaruh pendidikan karakter dari orang tua terhadap sikap siswa dalam pengamalan moral. Untuk itu diperlukan metode dalam penelitiannya. Observasi. dilakukan dengan beberapa metode : 1. Hasil dari analisis dan interprestasi data ini akan diperoleh kesimpulan-kesimpulan penelitian.A. Instrument Pengumpul Data Untuk mendapatkan data penelitian yang dibutuhkan. Data yang di dapat di lapangan dianalisis dan diinterprestasikan. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pelajar di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura yang berjumlah 732 orang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. yaitu dengan melakukan pengamatan secara langsung terhadap lokasi penelitian. yaitu dengan melakukan penganalisisan terhadap buku-buku yang di tulis oleh pakar pendididikan karakter dan pengamalan moral 13 . Metode Penelitian Setiap penelitian harus didukung oleh data-data untuk yang akan dianalisis. Penarikan sampel dilakukan secara random sampling di tiga belas kelas yang ada di Madrasah Aliyah Negeri 2 Tanjung Pura. berkenaan dengan keadaan sarana dan fasilitas di sekolah ini. D. C. Library reseach. Waktu penelitian dilaksanakan pada tanggal 10-17 Juni 2010. 2. Populasi dan Sampel Populasi adalah keseluruhan objek yang akan diteliti. Angket. 3. ”Penelitian Deskriptif merupakan penelitian yan bertujuan dalam pemecahan masalah yang ada pada sekarang. Lokasi dan Waktu Penelitian Penelitian ini dilaksanakan di MAN 2 Tanjung Pura jalan Tengku Amir Hamzah No.

Teknik Pengumpulan Data Untuk keperluan pengujian hipotesis penelitian ini. Untuk aspek sikap siswa dalam pengamalan moral untuk jawaban “sering-sering” diberi nilai 3. jawaban “tidak” diberi nilai 2 dan jawaban “kadang-kadang” diberi nilai 1.59% = sangat baik = baik = cukup = kurang baik 14 . Pengolahan data hasil angket adalah dengan cara menghitung persentase dari dua puluh pertanyaan yang dibagi atas dua aspek penilaian yaitu pendidikan karakter dari orang tua dan sikap siswa dalam pengamalan moral.100% 70% . F.68% 50% . Teknik Analisis Data Angket yang penulis berikan kepada responden siswa ternyata semua telah penulis terima kembali dengan jawaban yang beragam. yaitu dengan menyediakan jawaban untuk setiap pertanyaan. maka kita perlu dilakukan teknik pengumpulan data. Bentuk angket adalah angket tertutup. Dengan menggunakan rumus Gullo (1981:19) P = F/N x 100% Keterangan : P = persentase F = jumlah frekuensi N = jumlah sampel/responden % = persentasi jumlah Untuk menentukan taraf pengaruh pendidikan karakter dari orang tua terhadap sikap siswa dalam pengamalan moral siswa di MAN 2 Tanjung Pura.E. Teknik non tes dalam penelitian ini menggunakan angket untuk mengumpulkan data pendidikan karakter dari orang tua dan sikap pelajar dalam pengamalan moral. sehingga semua datanya dapat penulis olah. jawaban “kadangkadang” diberi nilai 2 dan jawaban “sangat jarang” diberi nilai 1. Untuk aspek pendidikan karakter dari orang tua untuk jawaban “ya” diberi nilai 3. yaitu menggunakan non tes.79% 60% . digunakan skala evaluasi menurut Arikunto (1998:201) : 80% .

Pendidikan Karakter dari Orang Tua Sebagaiman telah diuraikan pada bagian metode penelitian. bahwa alat yang digunakan untuk mendapatkan data adalah angket dengan 20 soal. 10 soal pertama 15 .< 40% = sangat kurang baik BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISA DATA PENELITIAN A.

A. B. Selanjutnya dikemukakan dalam beberapa saran yang berhubungan erat dengan pokok kaitan masalah dalam penelitian ini.75 Sangat jarang 40 10 Jumlah 400 100 Berdasarkan data pada tabel diatas diketahui bahwa 249 (62.25%) responden menyatakan bahwa sering dalam pengamalan moral. Sikap Siswa Dalam Pengamalan Moral Dari hasil angket penelitian yang telah diberikan kepada 40 responden untuk aspek sikap siswa dalam pengamalan moral diperoleh data sebagai berikut : F % Sering 249 62. Dari skala evaluasi yang telah dikemukakan Arikunto maka didapat dikategorikan cukup.5 Jumlah 40 100 Berdasarkan data pada tabel diatas diketahui bahwa 267 (66. BAB V PENUTUP Pembahasan dalam bab ini merupakn bahasan yang terakhir dalm penelitian ini. Dari skala evaluasi yang telah dikemukakan Arikunto maka didapat skala evaluasi cukup.mengenai pendidikan karakter dari orang tua kemudian 10 soal selanjutnya mengenai sikap siswa dalam pengamalan moral Dari hasil angket penelitian yang telah diberikan kepada 40 responden untuk aspek pendidikan karakter dari orang tua diperoleh data sebagai berikut : Variasi jawaban F % Ya 267 66.75%) responden menyatakan bahwa ya orang tua menjadi teladan bagi kehidupan. KESIMPULAN No 1 2 3 Variasi jawaban No 1 2 3 16 .75 Tidak 52 13 Kadang-kadang 82 20. Dalam bab ini dikemukakan beberapa kesimpulan sebagai inti pembahasan terhadap objek pokok masalah yang diteliti.25 Kadang-kadang 111 27.

Saeful. Surabaya: PT Bina Ilmu. Abu. 3. Pengamalan moral yang dilakukan siswa MAN 2 Tanjung Pura secara umum telah dilaksanakan dengan cukup baik. 2. Bandung: CV Wacana Prima. Jakarta. 1997. DAFTAR PUSTAKA Ahmadi. Kamus Besar Bahasa Indonesia. SARAN Adapun saran-saran penulis sehubungan dengan pokok bahasan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. Psikologi Sosial Cet VII. 2007. “Dasar dan Tujuan Pendidikan Islam”. 1985.Beberapa kesimpulan dari hasil pembahasan terhadap pokok pembahasan dalam karya ilmiah ini adalah sebagai berikut : 1. 2. Muhammad. Jakarta: Rineka Cipta. Hendaknya orang tua memberikan pengajaran dan dorongan kepada anaknya untuk bersikap dan bermoral yangbaik Hendaknya orang tua dapat mengarahkan dan mengawasi anak-anaknya agar senantiasa melaksanakan berbagai ajaran agama Islam sebagai salah pelaksanaan moral dalam kehidupan 3. 17 . Anwar. B. Asrori. Al Qur’an dan Terjemahannya. Pendidikan karakter dari orang tua telah memeberikan pengaruh positif terhadap sikap siswa dalam pengamalan moral bagi para siswa MAN 2 Tanjung Pura. 1982. Arikunto. Metodologi Penelitian. Pendidikan karakter dari orang tua terhadap siswa MAN 2 Tanjung Pura secara umum sudah cukup baik. Departemen Agama RI. Hendaknya siswa dapat mengaktualisasikan ajaran pendidikan dari orang tua dengan lebih baik. Jakarta: Balai Pustaka. Psikologi Pembelajaran. sehingga dapat membina pribadi mereka dengan lebih baik. di mana para siswa umumnya menyenangi orang tua mereka dan menjadi contoh dalam kehidupan mereka. 2998. Suharsimi. Depdikbud. Tanpa Tahun.

1994.anakciremai. Langgulung.org www.multiply. Kegelisahan Rasulullulah Mendengar Tangis Anak. Yogyakarta: Mitra Pustaka. 1986. Lobby. 2007. Manusia dan Pendidikan. Doni. Abdullah Muhyadin. Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.Koesoema.com/journal/item/8/Pendidikan_Karakter http://cetak.html http://pondokibu. Belajar Bagaimana Belajar.pendidikankarakter. 1990.com/read/xml/2008/10/30/14263248/pembentukan.kompas. Situs-situs www. Jakarta: Grasindo.com/2008/07/makalah-psikologi-tentang-moral-dan.karakter http://www. Loekmono.com http://narashelley. Jakarta: Al Husna.hupelita. Hamid. Hasan.T. J.com/parenting/pendidikan-psikologi-anak/dampak-pendidikankarakter-terhadap-akademi-anak/ 18 . Pendidikan Karakter Strategi Pendidikan Anak Bangsa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful