UMY 13 okt 2012 MEDIKOLEGAL, IKK, IKM 171.

Penderita gondok pada 100 penduduk desa, pada pemeriksaan didapatkan pada grade IA : 2, I B : 10, grade II : 5 , grade III : 3 , berapa prevalensi visible goiter ? a. 20 % b. 18 % c. 10 % d. 3 % e. 1%
172. Pasien laki2 68th dating ke poliklinik 24jam dengan keluhan sesak nafas disertai dengan

penurunan kesadaran. Dokter memberi obat dan mengijinkan pasien pulang tanpa memberi pengarahan untuk rujuk ke RS. Pelanggaran KODEKI yang dilakukan dokter tsb adalah : a. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan b. Mengingat untuk melindungi hak hidup insan c. Melakukan penanganan darurat d. Menjalankan profesi dengan ukuran tertinggi e. Memberikan penjelasan yang bias dibuktikan kebenarannya
173.

Seorang perempuan 65 tahun bertanya kepada dokter merawatnya .”Dok, apakah penyakit saya akan segera pulih setelah saya meminum obat ini ?” ,Dokter menjawab “Maaf ibu ,saya tidak dapat menjamin ibu dapat segera pulih setelah minum obat ini, kita sama – sama berusaha melakukan hal yang terbaik untuk kondisi dan untuk kesembuhan kita serahkan kepada Tuhan.”. Apakah penjelasan yang membenarkan pernyataan dokter ? a. Dokter menjawab pertanyaan dengan sederhana agar pasien tidak semakin mengkhawatirkan kondisinya b. Tindakan medis hasilnya tidak dapaat diketahui secara pasti karena dipengaruhi banyak factor diluar kendali dokter c. Menghindari kesalaahpahaman pasien disebabkan pasien sudah terlalu tua untuk memahami penjelasan dokter d. Sesuai dengan standar pelayanan medis dan prosedur medis pada setiap pusat pelayanan medis e. Sesuai dengan sumpah dan kode etik kedokteran Indonesia. Sesampainya di puskesmas dokter puskesmas sedang ada kunjungan. Karena menunggu lama pasien tersebut pulang dan tidak sempat diperiksa dokter. Apakah aspek kompetensi yg kurang pada dokter tersebut. a. Menghibur. b. Membina Kepercayaan. c. Mengkoordinasi Tindakan d. Menyusun strategi e. Membagi Pekerjaan.

183. Seorang anak 7 tahun dibawa oleh ibunya kepuskesmas karena batuk dan pilek.

TedjoAnggitAufaKuturIraBonxsWindaSylvaniaPakdeDianitaReza[Type text]

Page 1

Pemeriksaan Kapasitas fisik. Pasien usia 65 tahun datang dengan keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh. Pemeriksaan profil psikologis. a. 3-4 c. keringat dingin malam hari. Berapa prevalensi visible goiter rate (VGR) nya ? a. penyusunan menu latihan b. respirasi dbn. Pemeriksaan analisis aktivitas dan pekerjaan Kapasitas fisik. Penyakit pasien tidak akan bertambah parah bila minum obat secara teratur c. Apa edukasi yang dapat kita berikan? a. keluhan batuk sudah dirasakan sejak 2 bulan yang lalu. 7-8 e. Oleh karena itu. Dokter akan melakukan rehabilitasi pada pasien ini. Seorang anak usia 8 tahun sering bersin-bersin dan pilek jika terkena debu dan udara dingin. Urutan pemeriksaan rehabilitasi medik jantung berikut ini yang tepat adalah…. evaluasi terapi medikamentosa. Namun pasien masih bisa sekolah seperti biasa namun mengurangi aktivitas bermain di luar rumah. pasien dirawat selama 1 minggu dan keluhan mulai membaik dan kaki sudah tidak bengkak. TedjoAnggitAufaKuturIraBonxsWindaSylvaniaPakdeDianitaReza[Type text] Page 2 . Pasien akan sembuh dengan resep yang diberikan b. 10 % 53. Di suatu daerah dengan jumlah penduduk 100 orang didapatkan penduduk yang mengalami pembesaran kelenjar gondok grade IA 2 %.Ikk ikm TO UGM BY UNS 13 okt 2012 29. Berat badan turun. 2% e. pasien membatasi diri untuk bermain di luar rumah bersama teman-temannya. penyusunan menu latihan c. nadi. analisis aktivitas dan pekerjaan. IB 10 %. 20 % b.. Pasien dapat beraktivitas seperti semula bila penyakitnya telah sembuh e. II 5 %. profil psikologis. e. . Pasien menjadi cemas karena takut penyakitnya bertambah parah. nafsu makan menurun. Pasien laki-laki usia 70 tahun dengan keluhan sesak napas dan kaki bengkak. analisis aktivitas dan pekerjaan. didapatkan vital sign : 140/90 mmHg. suhu. 1-2 b. profil psikologis. evaluasi terapi medikamentosa. 9-10 70. Pasien dapat beraktivitas bila beristirahat cukup d. 141. pada pemeriksaan paru didapatkan ronkhi basah di bagian basal. Kapasitas fisik. evaluasi terapi medikamentosa. 5-6 d. Berapa skor fungsi sosial anak tersebut? a. III 3 %. 18 % c. 8% d. penyusunan menu latihan d.

Seorang peneliti ingin meneliti hubungan vaksin campak dengan kejadian terkenanya campak. Retrospektif e. KIA 75%.TO 13 okt UWKS 232. bdn lemas setelah konsumsi makanan pada acara kelulusan. Kohort b. Pratama b.sedangkan kelompok pembanding 1000 orang . cross sectional c. status posyandu menjadi…. Penelitian apakah yg paling tepat dilakukan dokter tsb? a. Seorang dokter ingin mengevaluasi seorang px yg menderita kanker liver dan hubungannya dg peminum minuman keras. Deskriptif TedjoAnggitAufaKuturIraBonxsWindaSylvaniaPakdeDianitaReza[Type text] Page 3 . Purnama d. Pemeriksaan epidemiologi E. diobservasi 5 tahun didapatkan 10 orang terkena campak. Pengambilan sampel makanan 233. Identifikasi etiologi B. Posyandu Sekar. case control 236. Kohort d. sedangkan yang 1000 orang pembanding didapatkan 100 orang yang terkena campak.100 orang menderita camppak. Setelah ditingkatkan. experimental e. Makanan tersebut didapat dari catering yg sama. mual. Mandiri e. Metode ? a. deskriptif d. cohort b. Mengeluarkan surat WI C. setelah dilakukan evaluasi kegiatan selama 3 tahun. dana sehat 40% dan ada 2 program tambahan. a. Madya c. jumlah kader 7. Cross sectional b. Eksperimental c. Dokter sebagai manajer ingin meningkatkan status posyandu. Dari 1000 orang yang divaksin campak. Kasus control 234. maka dilakukan penelitian dg melihat perkembangan px yg meminum minuman keras selama 5th. KB 60%. imunisasi 90%. Dari jumlah 1000 orang yang divaksinasi campak di observasi selama 5 tahun didapatkan menderita campak sebanyak 10 orangm. Tindakan sebagai dr pkm A. Swadaya 235. Experimental c. Desain penelitiannya ?? a. didapat : rerata penimbangan bayi setiap tahun 10x. Menetapkan kondisi KLB D. Peneliti ingin mengetahui pengaruh vaksinasi campak terhadap kejadian penderita campak. jumlah balita 50. dari siswa TK dibawa ke PKM dgn muntah2.

Kasus control 237. lantaiu tanah. Apakah status posyandu tersebut setelah ditingkatkan…? a. jendela negatif. pratama e. Laki-laki 50 tahun ke puskesmas dx TB positif pasien bekerja sebagai petani.d.kakek. Cross sectional e. Ada 2 program tambahan dokter sebagai manajemen puskesmas ingin meningkatakanbstatus posyandu.ibu sudah pernak kena.70% e. Berapakah attack rate dari peristiwa tersebut…? a. tanpa jendela. ditemukan 50 orang terkena PJK. 4. Pria 50thn datang ke PKM dengan keluhan batuk lama. nenek & kakek. anggota keluarga 4 orang.5 c. pasien didiagnosa TB paru aktif. Populasi yang diambil penduduk usia lebih dari 40 tahun di daerah X. Jumlah kader 7 orsang. dinding anyman bambu. lembab. Membuat jendela e. kondisi rumah. 2 b. Berapa resiko terkena PJK pada subjek perokok? a.5 e. swadana d.60% d. KB 60%. Di sebuah keluarga terdiri bapak. 3. kamar 2.bapak. Dari sisanya yang tidak merokok. imunisasi 90% dana sehat 40% rerata D/S 90%. Konseling keluarga c. Penyuluhan penderita d. dengan besar sampel 1000 orang. purnama 239. Terdapat 2 kamar TedjoAnggitAufaKuturIraBonxsWindaSylvaniaPakdeDianitaReza[Type text] Page 4 . madya c. saudaranya terkena juga. Seorang peneliti ingin mengetahui hubungan antara merokok dengan penyakit jantung koroner. tudakan selain obat? a.40 % b. lantai tanah. Pasien bekerja sebagai buruh tani dan tinggal dirumah dengan kondisi rumah berdinding anyaman bamboo. – b. Evaluasi posyandu selam 3 tahun terkahir denga hasil rerata frekuensi penimbangan tiap tahun 10x. pada suatu hari anak yang usia 6 tahun sakit campak dan selang 6 hari.80% 240.3 238. ditemukan 75 diantaranya terkena PJK. mandiri b. Posyandu di Sumenep jumlah balita 50 oranh. 3 d. Dari hasil gejala klinis dan lab. 2. ibu dan 5 orang anak dengan usia 2-6 tahun. KIA 75%. Memberi masker trhadap pasien 241.nenek.50 % c. Dari 300 orang yang merokok.

Peneliti ingin meneliti tentang vaksin campak pada penderita campak. muntah dan diare setelah makan diacara kelulusan. Tindakan apa yang dilakukan oleh PKM dalam hal ini… a. nenek dan 5 orang anak. ibu. Berapakah angka kejadian kesakitan… a. Penyuluhan pasien d. Attack rate 0.dengan penghuni rumah 4 orang. Membentuk tim epidemiologi e. Identifikasi etiologi b. Pemberian masker pada pasien SOAL TRY OUT UKDI 13 OKTOBER UNIVERSITAS BRAWIJAYA DAN UNISMA 2. Dari 300 orang yang merokok 75 orang kena PJK. Konseling keluarga c. Kemudian pada 1000 orang pembanding yang diberi vaksin. kakek. Sampel usia > 40 tahun jumlah 1000. Apakah yang dilakukan sebagai petugas PKM yang tepat untuk kondisi pasien selain pengobatan farmakologi… a. Mengisi form W1 d. Prevalence rate 10% c. Memutuskan ini KLB 14. 70 % 38. nenek sudah pernah terkena campak. 60 % e.5 % e. Membuatkan jendela rumah e. Sebanyak 8 orang anak TK diantar oleh gurunya ke PKM dengan keluhan mual. Cummulative insiden 11% d. kakek. Diberikan vaksin pada 1000 orang dan didapat 10 orang kena campak. ibu. Berapa attack ratenya… a. dicurigai anak TK keracunan makanan dari catering. Insidence density 5 % 36. 30 % b. Rata-rata 2-4 jam setelah makan muncul gejala tersebut. Sisanya yang tidak merokok hanya 50 orang yang kena PJK. Mengambil sampel makanan c. Incidence rate 10% b. Seorang dokter ingin melakukan penelitian hubungan merokok dengan kejadian PJK. didapat 100 orang kena campak. 50 % d. Bapak. Kemudian 6 hari berikutnya 2 orang anak terkena campak. 40 % c. Suatu hari seorang anak usia 6 tahun terkena campak (morbili/measles). Gentingisasi kaca b. Keluarga terdiri dari ayah. Berapakah angka kesakitannya… TedjoAnggitAufaKuturIraBonxsWindaSylvaniaPakdeDianitaReza[Type text] Page 5 .

2. Sampel 1000 orang bayi yang divaksinansi campak dan diikuti perkembangan selama 5 tahun. Penduduk jumlah 100. II 5 org.5 e.5 b.5% Incidence density 7. Incidence rate 25% Prevalence rate 12.5% Attacke rate 25% 72.. 5 % e. Dan yang tidak merokok. a. Grade IA 2 org. 10 e. c. Sampel berjumlah 1000 orang dengan hasil dari 300 orang yang merokok 75 memiliki riwayat jantung koroner. 50 rang memiliki riwayat jantung koroner. 18 % c. 20 % b..5% Cumulative incidence 7. Berapa faktor resiko bayi yang tidak divaksin campak terhadap kejadian penyakit campak. 3 b. 5. b. Berapa besar resiko seorang yang merokok terhadap PJK… a. Visible Goiter Rate (VGR) adalah a. Seorang peneliti ingin meneliti hubungan vaksin campak dengan kejadian campak. 5 c. Populasi adalah penduduk desa X yang berusia 40 tahun keatas. 11 d. 6 SOAL TRYOUT 13 OKT 2012 UNDIP 1. Seorang peneliti ingin meneliti hubungan antara perokok dengan kejadian penyakit jantung.3 d.a.. 3 % TedjoAnggitAufaKuturIraBonxsWindaSylvaniaPakdeDianitaReza[Type text] Page 6 . 2 74. III 3 org. 3. 4. 10 % d. e. IB 10 org. d. Dan 1000 bayi pembanding 100 menderita campak..5 c.

Berapa angka kesakitan ? a.2) ? 221. ibu. Peneliti meneliti suatu daerah dengan jumlah populasi 1000 orang.000 jiwa. kasus baru 10.. Prevalence rate . Penanganan non-farmakologis dari Puskesmas yaitu: a. Jenis penelitian yang digunakan? TedjoAnggitAufaKuturIraBonxsWindaSylvaniaPakdeDianitaReza[Type text] Page 7 . bulan Juli 5 kasus. Kasus lama bulan Januari 50. d. Berapa orang yang diharapkan sembuh agar Pusksmas tersebut dapat dikatakan telah memenuhi standar keberhasilan pengobatan TB nasional? a.... sisanya (700orang) yang tidak merokok 50 orang di antaranya terkena peny. e.. tidak punya jendela. 200 orang di antaranya ditemukan BTA positif. memiliki 2 program dalam 1 tahun. Satu anak yang berusia 6 tahun menderita campak (morbili). % b.. Jumlah penduduk pada 1 Januari 2008 yaitu 90.. Peningkatan status posyandu? a. KB 75%. 224. 150 219... Berapa attack rate dari kasus di atas (no. Insidens rate . terdapat 300 orang merokok dan 75 orang terkena peny. Konsultasi keluarga b. Berapa secondary attack ratenya? 220. terdapat 250 orang yang dicurigai menderita TB paru.. lantai pasir. September 20 kasus.. 170 c.dan nenek telah divaksin.jantung koroner. kakek. dan pada 31 Desember 2008 menjadi 110... Setelah dilakukan pemeriksaan sputum. Pada suatu posyandu. Kasus baru bulan Maret 15. Pada suatu puskesmas di suatu wilayah kerja dengan jumlah penduduk sebanyak 250. 223. . dengan 50 balita.dll. Desember 10 kasus. terdapat ayah. Salah satu anggota keluarga terkena TB. 222. Attack rate . . 7 kader. bulan Mei 10 kasus.% c.. dan nenek.000 jiwa. Agustus 10 kasus.IKM TO 13 okt UNHAS 218... Ayah. Mandiri c.. 160 b. kakek... 120 d. Lalu diikuti 2 anak yang lain. Puskesmas lalu memberikan pengobatan TB pada 200 penderita TB tersebut.. Sekeluarga tinggal di rumah bambu.000 jiwa. Swadaya b. penimbangan berat badan balita 10x dalam 1tahun.jantung koroner dalam 5 tahun. 130 e.. Dalam suatu rumah. KIA 90%. . .. Membuatkan jendela c...% d. ibu. 5 orang anak..

8) 226. a.9)? 229. 10 orang terkena campak. c. dicurigai kolera.. Attack rate pada kasus di atas (no.a.. 100 orang terkena campak.. . Keluhan lain disertai penurunan nafsu makan. . demam ringan. e.. Peneliti meneliti vaksinasi campak. Tindakan dari Puskesmas? a. Jenis penelitian yg digunakan? 227. 8 orang anak masuk Puskesmas dengan mual. muntah. d. tubuh terasa lemah. c. 1) Identifikasi etiologi Menentukan KLB . UNISULA 13 okt Pasien seorang laki-laki usia 60 tahun periksa ke dokter umum dengan keluhan batuk berdahak sejak 2 bulan yang lalu. b. Kohort Cross-sectional Retrospective Case-control Deskriptif 225. Pasien dapat beraktivitas seperti biasa dengan memakai masker e. Gejala pasien akan hilang jika pasien telah sembuh total dari penyakitnya.. Dan dari 1000 orang yang tidak divaksinasi. Dahak berwarna kental putih.. d. b.. Pasien dapat aktivitas seperti biasa dengan istirahat cukup d. Meyakinkan pasien bahwa penyakitnya akan bertambah parah jika tidak diobati c. dan mengeluarkan keringat saat malam hari. e.. Pasien merasa cemas dengan kondisinya saat ini... Resiko kena campak pada anak-anak yg tidak divaksinasi (berhubungan dgn no..9)? 228. diare. Attack rate dari kasus di atas? (n0. Apa edukasi yang diberikan dokter pada pasien ini. Meyakinkan pasien bahwa penyakitnya akan sembuh dgn obat yg diberikan b. Dari 1000 orang divaksinasi. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful