LAPORAN TUTORIAL BLOK KARDIOVASKULAR SKENARIO 2 “PENYULUHAN BALAI DESA”

Oleh : Kelompok 1 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. Ahmad Habibi Gafur Laili Hasanah Risa Andriana Adi Napanggala Desty Ariani Iin Purnama Sari Meiriyan Susanto Namira Caroline Ercho Ucha Clarinta Fakhmiyogi (1018011004) (1018011013) (1018011031) (1018011034) (1018011050) (1018011065) (1018011073) (1018011082) (1018011100) (1018011118)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN DOKTER FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS LAMPUNG 2012

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Allah SWT atas rahmat dan nikmat-Nya yang telah diberikan kepada penyusun sehingga dapat terselesaikannya LAPORAN TUTORIAL KASUS 2 ”PENYULUHAN BALAI DESA” MATA KULIAH BLOK KARDIOVASKULAR. Tujuan pembelajaran materi tutorial ini adalah melatih kepahaman penyusun dalam menjelaskan dan menangani kasus mengenai kelenjar adrneal. Tujuan dibuatnya laporan tutorial ini adalah sebagai pemenuhan tugas dalam mata kuliah di Blok REPRODUKSI serta sebagai sajian dari hasil pembelajaran penyusun dalam kasus ke – 4 ini. Terimakasih penyusun tujukan kepada dosen-dosen Blok KARDIOVASKULAR yang telah memberikan materi dan kepada tutor kasus 2 kelompok 1. Penyusun menyadari masih banyak kekurangan dalam laporan ini, sehingga penyusun mengharapkan banyak masukan dari dosen-dosen dan pembaca agar dapat memberikan laporan yang lebih baik selanjutnya. Semoga Laporan Kasus 2 Mata Kuliah Blok KARDIOVASULAR dapat bermanfaat bagi penyusun maupun pihak lain. Bandar Lampung, 25 Mei 2012 Penyusun Kelompok 1

SKENARIO 2 PENYULUHAN BALAI DESA Pak Joko, 60 tahun, akhir-akhir ini sering merasakan sakit di daerah tengkuk tapi pak Joko menghiraukannya. Pada hari minggu ada penyuluhan di balai desa menjelaskan mengenai hipertensi, saat itu juga dilakukan pemeriksaan gratis tekanan darah, kolesterol, dan gula darah sewaktu. Setelah diukur tekanan darahnya didapatkan tekanan darah pak Joko 170/100 mmHg, nadi 76x/menit, kolesterol total 270 mg/dl, gula darah sewaktu 140 mg/dl. Pak Joko kemudian disarankan untuk memeriksakan ke dokter untuk penatalaksanaan lebih lanjut. Setelah penyuluhan Pak Joko menjenguk saudaranya yang terkena stroke di RS, saudaranya ini memiliki tekanan darah 200/120 mmHg saat di RS, saudaranya ini memiliki tekanan darah 200/120 mmHg di RS, selama ini memiliki hipertensi tetapi tidak berobat ke dokter secara teratur.

STEP 1 FINDING UNFAMILIAR TERMS -

Hubungan hipertensi dengan kadar gula darah 4. Arterosklerosis .STEP 2 FINDING THE PROBLEMS 1. Hubungan hipertensi dengan kadar kolesterol 3. HIPERTENSI Etiologi Klasifikasi Manifestasi Klinis Patofisiologi Komplikasi Penatalaksanaan 2.

definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari 95 persentil dilihat dari umur. Hipertensi A. sixth report (JNC VI).1 The sixth Report of The joint national Committee on Prevention. Dalam L. Krause’s Food.STEP 3 BRAIN STORMING 1. detection. USA: Elsevier. Evaluation and Treatment of High Blood Pressure. Kathleen M. Klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun atau lebih.8 Pada anak-anak. Detection. Nutrition. 2004 . jenis kelamin. Detection evaluation and treatment of High Blood Preassure dari Amerika Serikat dan badan dunia WHO dengan International Society of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih atau sedang memakai obat anti hipertensi. Krummel. Sylvia Escoott. Tabel I. dan tinggi badan yang diukur sekurangkurangnya tiga kali pada pengukuran yang terpisah.1 Kategori Optimal Normal Normal tinggi Hipertensi Derajat I Derajat II Derajat III 140 – 159 160 – 179 ≥ 180 atau atau atau 90 – 99 100 – 109 ≥ 110 Sistolik (mmHg) < 120 <130 130 – 139 dan dan atau Diastolik (mmHg) < 80 <85 85 – 89 Sumber : The sixth Report of The Joint National Committee on Prevention. & Diet Therapy. Evaluation and Treatment of High Blood Presure (JNC VI) mengklasifikasikan tekanan darah untuk orang dewasa menjadi enam kelompok yang terlihat seperti pada tabel 1 dibawah. Dikutip oleh Debra A. Medical Nutrition Therapy in Hypertension. Definisi Hipertensi The Joint National Community on Preventation.

Peningkatan ini dimungkankan abibat adanya . peningkatan Na dan Ca intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas. disebut juga hipertensi idiopatik.9 a) Hipertensi pada penyakit ginjal Penyakit ginjal dapat meningkatkan tekanan darah dan sebaliknya hipertensi dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu ginjal. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.7 2) Hipertensi sekunder Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5 % kasus. hiperaktifitas sistem saraf simpatis. lingkungan. dan lain – lain. serta polisitemia9. hipertensi vaskular renal. feokromositoma. Secara klinis sulit untuk membedakan dua keadaan tersebut. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat dikelompokkan dalam : 1. hiperaldosteronisme primer. defek dalam ekskresi Na. Beratnya pengaruh hipertensi terhadap ginjal tergantung dari tingginya tekanan darah dan lamanya menderita hipertensi. baik pada kelainan glumerolus maupun pada kelainan vaskular. Retensi natrium terjadi karena adanya peningkatan reabsorbsi natrium di duktus koligentes. Etiologi Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik. dan sindrom cushing.10 Hipertensi pada penyakit ginjal dapat terjadi pada penyakit ginjal akut maupun penyakit ginjal kronik. terutama pada penyakit ginjal menahun. Hipertensi primer biasanya timbul pada usia 30 – 50 tahun. alkohol. Makin tinggi tekanan darah dalam waktu lama makin berat komplikasi yang mungkin ditimbulkan. sistem renin angiotensin. penyakit ginjal. Penyebab spesifik diketahui. merokok. koarktasio aorta.B. seperti penggunaan estrogen. yaitu: hipertensi esensial atau hipertensi primer dan hipertensi sekunder atau hipertensi renal. Penyakit glumerolus akut Hipertensi terjadi karena adanya retensi natrium yang menyebabkan hipervolemik.9 1) Hipertensi esensial Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. Terdapat sekitar 95% kasus.

aktifitas saraf simpatik yang meningkat akibat kerusakan ginjal. Hiperaldosteronisme primer adalah sindrom yang disebabkan oleh hipersekresi aldesteron yang tidak terkendali yang .10 2. revaskularisasi dengan tindakan bedah ataupun angioplasti. hiperparatiroidis sekunder. Stenosis arteri renalis adalah suatu keadaan terdapatnya lesi obstruktif secara anatomik pada arteri renalis.retensi relatif terhadap Hormon Natriuretik Peptida dan peningkatan aktivitas pompa Na – K – ATPase di duktus koligentes.10 3. kelainan ini akan menetap walaupun tekanan darahnya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang meliputi medikamentosa antihipertensi. Gagal ginjal kronik Hipertensi yang terjadi karena adanya retensi natrium. peningkatan sistem Renin Angiotensinogen Aldosteron akibat iskemi relatif karena kerusakan regional. Sedangkan hipertensi renovaskular adalah hipertensi yang terjadi akibat fisiologis adanya stenosis arteri renalis.10 4. pangaturan keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit. Diagnosa hipertensi renovaskular penting karena kelainan ini potensial untuk disembuhkan dengan menghilangkan penyebabnya yaitu stenosis arteri renalis. dan pemberian eritropoetin.11 c) Hipertensi pada kelainan endokrin Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan endokrin adalah aldosteronisme primer (Sindrom Conn). Jika terjadi gangguan fungsi ginjal.10 b) Hipertensi pada penyakit renovaskular. Penyakit glumerolus kronik Sistem Renin-Angiotensinogen-Aldoteron (RAA) merupakan satu sistem hormonal enzimatik yang bersifat multikompleks dan berperan dalm naiknya tekanan darah. Penyakit vaskuler Pada keadaan ini terjadi iskemi yang kemudian merangsang sistem renin angiotensin aldosteron. Hipertensi renovaskular merupakan penyebab tersering dari hipertensi sekunder.11 Istilah nefropati iskemik menggambarkan suatu keadaan terjadinya penurunan fungsi ginjal akibat adanya stenosis arteri renalis.

12 d) Sindrom Cushing Sindrom cushing disebabkan oleh hiperplasi adrenal bilateral yang disebabkan oleh adenoma hipofisis yang (ACTH).14 Feokromositomia disebabkan oleh tumor sel kromatin asal neural yang mensekresikan katekolamin. terutama jika hipertensi terjadi lama sebelum operasi. berkeringat atau edema paru karena gagal jantung. Hiperaldosteronisme primer secara klinis dikenal dengan triad terdiri dari hipertensi. Hipertensi ini dapat menetap bahkan setelah reseksi bedah yang berhasil.umumnya berasal dari kelenjar korteks adrenal.13 f) Feokromositoma Feokromositoma adalah salah satu hipertensi endokrin yang patut dicurigai apabila terdapat riwayat dalam keluarga.13 e) Hipertensi adrenal kongenital Hipertensi adrenal kongenital merupakan penyabab terjadinya hipertensi pada anak (jarang terjadi). dan hiperglikemia. hiperhidrosis. dan alkalosis metabolik. hipokalemi.13 h) Hipertensi pada kehamilan Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal. Feokromositomia dicurigai jika tekanan darah berfluktuasi tinggi.15 Kedaruratan hipertensi menghasilkan Adenocorticotropin Hormone . Tanda – tanda yang mencurigai adanya feokromositoma yaitu hipertensi. disertai takikardi. dengan denyut nadi arteri femoralis lemah atau tidak ada. Sebagian besar berasal dari kelenjar adrenal. 10 % dari tumor ini ganas dan 10 % adenoma adrenal adalah bilateral. Sindrom ini disebabkan oleh hiperplasi kelenjar korteks adrenal. sakit kepala. adenoma atau karsinoma adrenal.13 g) Koartasio aorta Koarktasi aorta paling sering mempengaruhi aorta pada distal dari arteri subklavia kiri dan menimbulkan hipertensi pada lengan dan menurunkan tekanan pada kaki. hipermetabolisme. dan hanya 10 % terjadi di tempat lain dalam rantai simpatis. janin dan neonatus.

5 %. abruptio 0. dan hambatan pertumbuhan janin 8 – 16 %. 5% perempuan mengalami hipertensi sejak mulai penggunaan. Penggunaan obat yang paling banyak berkaitan dengan hipertensi adalah pil kontrasepsi oral (OCP). Masa laten ini menyelubungi . mengakibatkan risiko retardasi perkembangan intrauterin. dan baru timbul gejala setelah terjadi komplikasi pada organ target seperti pada ginjal. Selain itu risiko hipertensi seperti gagal jantung.15 Sampai sekarang yang belum jelas apakah tekanan darah yang terkontrol secara agresif dapat menurunkan terjadinya eklampsia. koagulasi intravaskular. Penderita hipertensi mungkin tidak menunjukkan gejala selama bertahun – tahun. ensepalopati. retinopati. Penelitian observasi pasien hipertensi kronik yang ringan didapatkan risiko kehamilan preaklampsia 10 – 25 %.dapat menjadi komplikasi dari preeklampsia sebagaimana yang terjadi pada hipertensi kronik.17 Perjalanan penyakit hipertensi sangat berlahan.7 – 1. prematuritas dan kematian intrauterin. gejala yang timbul dapat berbeda-beda. penyakit serebrovaskuler. Perempuan usia lebih tua (> 35 tahun)lebih mudah terkena.9. eritopoietin. Pada 50 % tekanan darah akan kembali normal dalam 3 – 6 sesudah penghentian pil. dan kokain. Kadang-kadang hipertensi esensial berjalan tanpa gejala. kehamilan prematur kurang dari 37 minggu 12 – 34 %. dan gagal ginjal akut dapat terjadi. gagal organ. begitupula dengan perempuan yang pernah mengalami hipertensi selama kehamilan. Gejala Klinis Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial dan tergantung dari tinggi rendahnya tekanan darah.16 i) Hipertensi akibat dari penggunaan obat – obatan.16 Perempuan hamil dengan hipertensi mempunyai risiko yang tinggi untuk terjadinya komplikasi yang berat seperti abruptio plasenta.13 D. otak dan jantung. mata. Risiko bertambah pada hipertensi kronik yang berat pada trimester pertama dengan didapatnya preaklampsia sampai 50 %. perdarahan serebral. Obat lain yang terkait dengan hipertensi termasuk siklosporin. Terhadap janin. Penggunaan estrogen pascamenopause bersifat kardioproteksi dan tidak meningkatkan tekanan darah.

Pada tahap awal hipertensi primer curah jantung meninggi sedangkan tahanan perifer normal. Pada sebagian besar kasus hipertensi esensial curah jantung biasanya normal tetapi tahanan perifernya meningkat. sukar tidur.perkembangan penyakit sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna. infark miokardium. dan mata berkunang-kunang. telinga berdengung. Peningkatan konsentrasi sel otot halus akan berpengaruh pada peningkatan . Bila terdapat gejala biasanya hanya bersifat spesifik. 1 Pada tahap selanjutnya curah jantung kembali ke normal sedangkan tahanan perifer meningkat yang disebabkan oleh refleks autoregulasi. Tekanan darah ditentukan oleh konsentrasi sel otot halus yang terdapat pada arteriol kecil. Namun deteksi dini dan parawatan hipertensi dapat menurunkan jumlah morbiditas dan mortalitas. sebuah vasokonstriktor yang mempengaruhi pembuluh arteri dan arteriol sehingga resistensi perifer meningkat.1 Mekanisme yang berhubungan dengan penyebab hipertensi melibatkan perubahan – perubahan pada curah jantung dan resistensi vaskular perifer. rasa berat di tungkuk. stroke atau gagal ginjal. misalnya sakit kepala atau pusing.13 Mekanisme patofisiologi yang berhubungan dengan peningkatan hipertensi esensial antara lain : 1) Curah jantung dan tahanan perifer Keseimbangan curah jantung dan tahanan perifer sangat berpengaruh terhadap kenormalan tekanan darah.9 Apabila hipertensi tidak diketahui dan dirawat dapat mengakibatkan kematian karena payah jantung. Yang dimaksud dengan refleks autoregulasi adalah mekanisme tubuh untuk mempertahankan keadaan hemodinamik yang normal. Oleh karena curah jantung yang meningkat terjadi konstriksi sfingter pre-kapiler yang mengakibatkan penurunan curah jantung dan peninggian tahanan perifer. Keadaan ini disebabkan peningkatan aktivitas simpatik. Pada stadium awal sebagian besar pasien hipertensi menunjukkan curah jantung yang meningkat dan kemudian diikuti dengan kenaikan tahanan perifer yang mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang menetap.18 E.18 Gejala lain yang sering ditemukan adalah epistaksis.13 Saraf simpatik mengeluarkan norepinefrin. Patogenesis Tekanan darah terutama dikontrol oleh sistem saraf simpatik (kontrol jangka pendek) dan ginjal (kontrol jangka panjang). mudah marah.

Menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi hati. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler. angiotensin I diubah menjadi angiotensin II (oktapeptida yang sangat aktif). yang oleh hormon renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif). Peningkatan konsentrasi otot halus ini semakin lama akan mengakibatkan penebalan pembuluh darah arteriol yang mungkin dimediasi oleh angiotensin yang menjadi awal meningkatnya tahanan perifer yang irreversible. ACE memegang peranan fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian instraseluler. sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis) sehingga urin menjadi pekat dan tinggi osmolalitasnya.20 b. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume .20 Angiotensin II berpotensi besar meningkatkan tekanan darah karena bersifat sebagai vasoconstrictor19 melalui dua jalur. Akibatnya volume darah meningkat sehingga meningkatkan tekanan darah. Untuk mengencerkan. yaitu: a.19 Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). ataupun respon dari sistem saraf simpatetik. Dengan meningkatnya ADH.konsentrasi kalsium intraseluler. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru. Aldosteron merupakan hormon steroid yang berperan penting pada ginjal. Renin disekresi oleh juxtaglomerulus aparantus ginjal sebagai respon glomerulus underperfusion atau penurunan asupan garam.19 2) Sistem Renin-Angiotensin Ginjal mengontrol tekanan darah melalui pengaturan volume cairan ekstraseluler dan sekresi renin. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin. Meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus.1 Sistem Renin-Angiotensin merupakan sistem endokrin yang penting dalam pengontrolan tekanan darah.

Bradikinin merupakan vasodilator yang potensial. Sistem saraf otonom ini mempunyai peran yang penting dalam pempertahankan tekanan darah.cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. dan fibrinolisis. platelet.19 5) Substansi vasoaktif Banyak sistem vasoaktif yang mempengaruhi transpor natrium dalam mempertahankan tekanan darah dalam keadaan normal. Beberapa keadaan dapat dicegah dengan pemberian obat anti-hipertensi. Endothelin dapat meningkatkan sensitifitas garam pada tekanan darah serta mengaktifkan sistem renin-angiotensin lokal.20 3) Sisten Saraf Otonom Sirkulasi sistem saraf simpatetik dapat menyebabkan vasokonstriksi dan dilatasi arteriol. volume sirkulasi. dan beberapa hormon. Disfungsi endotelium banyak terjadi pada kasus hipertensi primer. Secara klinis pengobatan dengan antihipertensi menunjukkan perbaikan gangguan produksi dari oksida nitrit. Hipertensi dapat terjadi karena interaksi antara sistem saraf otonom dan sistem renin-angiotensin bersama – sama dengan faktor lain termasuk natrium. Diduga hipertensi dapat menyebabkan protombotik dan hiperkoagulasi yang semakin lama akan semakin parah dan merusak organ target. ketidaknormalan faktor homeostasis.19 .19 4) Disfungsi Endotelium Pembuluh darah sel endotel mempunyai peran yang penting dalam pengontrolan pembuluh darah jantung dengan memproduksi sejumlah vasoaktif lokal yaitu molekul oksida nitrit dan peptida endotelium. Hal ini dapat meningkatkan ekskresi garam dan air dari ginjal yang akhirnya dapat meningkatkan retensi cairan dan hipertensi. begitu juga endothelin. Arterial natriuretic peptide merupakan hormon yang diproduksi di atrium jantung dalam merespon peningkatan volum darah.19 6) pembuluh Hiperkoagulasi Pasien dengan hipertensi memperlihatkan ketidaknormalan dari dinding darah (disfungsi endotelium atau kerusakan sel endotelium).

Sebagian besar hipertensi terjadi pada usia lebih dari 65 tahun. Hal ini untuk memenuhi peningkatan kebutuhan input ventrikel.. Adanya riwayat keluarga terhadap hipertensi dan penyakit jantung secara signifikan akan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada perempuan dibawah 65 tahun dan laki – laki dibawah 55 tahun. Pada perempuan risiko hipertensi akan meningkat setelah masa menopause yang mununjukkan adanya pengaruh hormon.1 Dengan demikian. Usia Beberapa penelitian yang dilakukan. Jenis kelamin Jenis kelamin mempunyai pengaruh penting dalam regulasi tekanan darah. Keturunan Dari hasil penelitian diungkapkan bahwa jika seseorang mempunyai orang tua atau salah satunya menderita hipertensi maka orang tersebut mempunyai risiko lebih besar untuk terkena hipertensi daripada orang yang kedua orang tuanya normal (tidak menderita hipertensi). Sebelum usia 55 tahun tekanan darah pada laki – laki lebih tinggi daripada perempuan. faktor risiko terjadinya hipertensi yang teridentifikasi antara lain : a.7) Disfungsi diastolik Hipertropi ventrikel kiri menyebabkan ventrikel tidak dapat beristirahat ketika terjadi tekanan diastolik. Setelah usia 65 tekanan darah pada perempuan lebih tinggi daripada laki-laki.13 . ternyata terbukti bahwa semakin tinggi usia seseorang maka semakin tinggi tekanan darahnya. dan penurunan tekanan ventrikel. Sejumlah fakta menyatakan hormon sex mempengaruhi sistem renin angiotensin.21 b. terutama pada saat olahraga terjadi peningkatan tekanan atrium kiri melebihi normal. risiko hipertensi bertambah dengan semakin bertambahnya usia.19 F. Secara umum. Secara umum tekanan darah pada laki – laki lebih tinggi daripada perempuan. 21 c. Hal ini disebabkan elastisitas dinding pembuluh darah semakin menurun dengan bertambahnya usia21. Faktor Risiko Hipertensi Sampai saat ini penyebab hipertensi secara pasti belum dapat diketahui dengan jelas.

Tergantung pada masing – masing individu. besar kemungkinan aktifitas fisik efektif menurunkan tekanan darah. diungkapkan bahwa merokok dapat meningkatkan tekanan darah.7 Menurut penelitian. pemakaian O2 bertambah.24 Penurunan berat badan efektif untuk menurunkan hipertensi. Apabila stres berlangsung lama dapat mengakibatkan peninggian tekanan darah yang menetap. Nikotin yang terdapat dalam rokok sangat membahayakan kesehatan. Penurunan berat badan sekitar 5 kg dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. aliran darah pada koroner meningkat dan vasokontriksi pada pembuluh darah perifer.23 f. Aktifitas Fisik Orang dengan tekanan darah yang tinggi dan kurang aktifitas. Peningkatan tekanan darah di atas nilai optimal yaitu > 120 / 80 mmHg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. kontraksi otot jantung seperti dipaksa.22 e. Merokok Merokok dapat meningkatkan beban kerja jantung dan menaikkan tekanan darah. khususnya lemak abdominal erat kaitannya dengan hipertensi. karena nikotin dapat meningkatkan penggumpalan darah dalam pembuluh darah dan dapat menyebabkan pengapuran pada dinding pembuluh darah. Stress Hubungan antara stres dengan hipertensi diduga melalaui saraf simpatis yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten. Aktifitas fisik membantu dengan mengontrol berat badan. Aerobik yang cukup seperti 30 – 45 . Obesitas Kelebihan lemak tubuh.23 Tingginya peningkatan tekanan darah tergantung pada besarnya penambahan berat badan.19 g. Tetapi tidak semua obesitas dapat terkena hipertensi. Nikotin bersifat toksik terhadap jaringan saraf yang menyebabkan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. denyut jantung bertambah. Peningkatan risiko semakin bertambah parahnya hipertensi terjadi pada penambahan berat badan tingkat sedang. Pada binatang percobaan dibuktikan bahwa pajanan terhadap stres menyebabkan binatang tersebut menjadi hipertensi.d.

disini natrium disaring dan dikembalikan ke aliran darah dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan taraf natrium dalam darah. Volume sirkulasi efektif adalah bagian dari volume cairan ekstraseluler pada ruang vaskular yang melakukan perfusi aktif pada jaringan.23 Olahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah pada semua kelompok.1 Mekanisme penngaturan keseimbangan volume pertama – tama tergantung pada perubahan volume sirkulasi efektif.25 h. dikeluarkan melalui urin. Kelebihan Na yang jumlahnya mencapai 90-99 % dari yang dikonsumsi. adalah zat – zat terlarut yang tidak dapat menembus dan sangat berperan dalam menentukan konsentrasi air pada kedua sisi membran.menit berjalan cepat setiap hari membantu menurunkan tekanan darah secara langsung. Aldosteron merangsang ginjal untuk mengasorpsi Na kembali. baik hipertensi maupun normotensi. Natrium diabsorpsi secara aktif setelah itu dibawa oleh aliran darah ke ginjal.1 Perpindahan air diantara cairan ekstraseluler dan intraseluler ditentukan oleh kekuatan osmotik. Natrium berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam kompartemen tersebut dan keseimbangan asam basa tubuh serta berperan dalam transfusi saraf dan kontraksi otot.1 Garam dapat memperburuk hipertensi pada orang secara genetik sensitif . Jumlah Na dalam urin tinggi bila konsumsi tinggi dan rendah bila konsumsi rendah. Natrium klorida pada cairan ekstraseluler dan kalium dengan zat – zat organik pada cairan intraseluler. Pengeluaran urin ini diatur oleh hormon aldosteron yng dikeluarkan kelenjar adrenal bila kadar Na darah menurun. Hampir seluruh natrium yang dikonsumsi (3-7 gram sehari) diabsorpsi terutama di usus halus. Asupan 1) Asupan Natrium Natrium adalah kation utama dalam cairan extraseluler konsentrasi serum normal adalah 136 sampai 145 mEg / L. Osmosis adalah perpindahan air menembus membran semipermiabel ke arah yang mempunyai konsentrasi partikel tak berdifusinya lebih tinggi. Pada orang sehat volume cairan ekstraseluler umumnya berubah – ubah sesuai dengan sirkulasi efektifnya dan berbanding secara proporsional dengan natrium tubuh total.

dan orang hipertensi atau diabetes. tekanan darahnya meningkat lebih cepat dengan meningkatnya usia. Rangsangan utama bagi sekresi aldosteron adalah penurunan volume sirkulasi efektif atau penurunan kalium serum. Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa asupan rendah kalium akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan renal vascular remodeling yang mengindikasikan terjadinya resistansi pembuluh darah pada ginjal. Peningkatan sekresi aldosteron menyebabkan reabsorbsi natrium dan air juga ekskresi kalium. serta kejadian hipertensi lebih sering ditemukan.23 Pada populasi dengan asupan natrium lebih dari 6 gram per hari.23 2) Asupan Kalium Kalium merupakan ion utama dalam cairan intraseluler. misalnya seperti: orang Afrika-Amerika. Evaluation and Treatment of High Blood Presure (JNC) melaporkan bahwa terdapat hubungan timbal balik . Ekskresi kalium juga dipengaruhi oleh keadaan asam basa dan kecepatan aliran di tubulus distal. detection.27 Sekresi kalium pada nefron ginjal dikendalikan oleh aldosteron. The joint national Committee on Prevention. lansia.terhadap natrium.26 Hubungan antara retriksi garam dan pencegahan hipertensi masih belum jelas. Sebaliknya penurunan sekresi aldosteron menyebabkan ekskresi natrium dan air juga penyimpanan kalium. Asosiasi jantung Amerika menganjurkan setiap orang untuk membatasi asupan garam tidak lebih dari 6 gram per hari. Namun berdasarkan studi epidemiologi diketahui terjadi kenaikan tekanan darah ketika asupan garam ditambah. cara kerja kalium adalah kebalikan dari Na.28 3) Asupan Magnesium Magnesium merupakan inhibitor yang kuat terhadap kontraksi vaskuler otot halus dan diduga berperan sebagai vasodilator dalam regulasi tekanan darah. sehingga cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah. konsumsi kalium yang banyak akan meningkatkan konsentrasinya di dalam cairan intraseluler. Pada populasi dengan asupan tinggi kalium tekanan darah dan prevalensi hipertensi lebih rendah dibanding dengan populasi yang mengkonsumsi rendah kalium.

kolesterol dalam darah. Penatalaksanaan farmakologis Penatalaksanaan non farmakologis ( diet) Penatalaksanaan non farmakologis (diet) sering sebagai pelengkap penatalaksanaan farmakologis. Sebagian besar penelitian klinis menyebutkan. JNC VI merekomendasikan peningkatan asupan kalium.30 : • • • • Membantu menurunkan tekanan darah secara bertahap dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. Asupan kalsium yang direkomendasikan sebesar 1000 sampai 2000mg par hari. Namun. tingginya kadar asam lemak. Mampu menurunkan tekanan darah secara multifaktoral Menurunkan faktor resiko lain seperti BB berlebih. Meskipun demikian. Dengan demikian.1 4) Kalsium Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara diet kalsium dengan prevalensi hipertensi. suplementasi magnesium direkomendasikan untuk mencegah kejadian hipertensi. Mendukung pengobatan penyakit penyerta seperti penyakit ginjal. b. Tujuan dari penatalaksanaan diet 29. Hal ini dimungkinkan karena adanya efek pengganggu dari obat anti hipertensi. peran suplementasi kalsium untuk mencegah hipertensi tidak terbukti.1 G. selain pemberian obat-obatan antihipertensi perlu terapi dietetik dan merubah gaya hidup. Peningkatan konsumsi per hari (untuk total asupan kalsium 1500 mg per hari) tidak memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada laki-laki.antara magnesium dan tekanan darah. . magnesium dan kalsium untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi. suplementasi magnesium tidak efektif untuk mengubah tekanan darah. Penanggulangan hipertensi 29: a. dan DM. Hubungan diet kalsiun dengan hipertensi tampak pada perempuan ras Afrika Amerika.

antara lain dengan mengkonsumsi makanan berserat. Pencegahan hipertensi Resiko seseorang untuk mendapatkan hipertensi dapat dikurangi dengan cara : Memeriksa tekanan darah secara teratur Menjaga berat badan dalam rentang normal Mengatur pola makan.½ sendok teh/hr atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium. Konsumsi lemak jenuh dan gula tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah yang kemudian berdampak pada terjadinya artherosclerosis. . rendah lemak dan mengurangi garam. Hubungan hipertensi dengan kadar kolesterol Tingkat kehidupan yang membaik ternyata berpengaruh terhadap pola kebiasaan hidup dan pola makanan seseorang. Hentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol Berolahraga secara teratur Hidup secara teratur Mengurangi stress dan emosi Jangan terburu-buru Mengurangi makanan berlemak 2.Prinsip diet penatalaksanaan hipertensi 29 : • • • Makanan beraneka ragam dan gizi seimbang Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita Jumlah garam dibatasi sesuai dengan kesehatan penderita dan jenis makanan dalam daftar diet Konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ . Selanjutnya pola hidup akan meningkatkan konsumsi gula dan lemak jenuh. H.

Plak akan bercampur dengan protein dan ditutupi oleh sel-sel otot dan kalsium yang akhirnya berkembang menjadi artherosclerosis. lemak dan sel-sel lain begitu juga pada trigliserida dalam aliran darah dipecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim lipoprotein lipase yang berada pada sel-sel endotel kapiler. Kolesterol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Karbohidrat mempunyai pengaruh langsung terhadap total kolesterol dan LDL. Pembentukan LDL oleh reseptor LDL ini penting dalam pengontrolan kolesterol darah. Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL). rata-rata kenaikan 10 kg berat badan pada usia 25-50 tahun. Beberapa peneliti menyarankan agar meningkatkan penggunaan serat makanan karena memberikan efek . Mekanisme menurunnya kejadian PJK adalah dengan memindahkan kolesterol dari jaringan ke hati. Very Low Density Lipoprotein (VLDL). Kebanyakan orang dengan hiperkolesterolemia ringan dan kelebihan berat badan diperkirakan konsumsi energi berlebih 300-500 kalori/hari. Meskipun begitu peningkatan karbohidrat tidak dapat menurunkan asam lemak jenuh. kenaikan berat badan ini diikuti dengan kadar kolesterol yang meningkat. Melalui jalur ini (scavenger pathway). molekul LDL dioksidasi. serat larut) dapat menurunkan kolesterol dan LDL. Di Amerika. HDL mempunyai peran sebaliknya yaitu tidak menyebabkan artherosclerosis sehingga risiko terjadinya PJK menurun. Kolesterol dalam jumlah besar terdapat dalam lipoprotein LDL atau membawa hampir 2/3 kolesterol. Lipoprotein dalam urutan densitasnya yang meningkat adalah chylomicron. Hal ini disebabkan karena karbohidrat (khususnya polisakarida. Di samping itu dalam pembuluh darah terdapat sel-sel perusak yang dapat merusak LDL.Kolesterol dibawa oleh beberapa lipoprotein yang diklasifikasikan menurut densitasnya. Berbeda dengan LDL. yaitu melalui jalur sel-sel perusak yang dpat merusak LDL. Kenaikan kadar kolesterol kira-kira 25 mg/dl yang juga tergantung umur. sehingga tidak dapat masuk kembali ke dalam aliran darah. Salah satu faktor yang menyebabkan kadar kolesterol meningkat adalah kelebihan berat badan. Lipoprotein sebagai alat angkut lipida bersirkulasi dalam tubuh dan dibawa ke sel-sel otot. yang terdapat dalam lipoprotein. tempat kolesterol di metabolisme dan kemudian diekskresikan dari tubuh. Reseptor LDL oleh reseptor yang ada di dalam hati akan mengeluarkan LDL dari sirkulasi.

Pembuluh darah koroner yang menderita artherosclerosis selain menjadi tidak elastis.kenyang dan akhirnya menurunkan asupan asam lemak jenuh dan beberapa makanan yang tinggi energi. Beberapa faktor yang mempengaruhi lemak plasma dapat dilihat pada tabel 1 pada lampiran. juga mengalami penyempitan sehingga tahanan aliran darah dalam pembuluh koroner juga naik. Mekanisme lemak dan karbohidrat menjadi hiperlipidemia sampai terjadinya artherosklerosis dan hipertensi dapat dilihat pada skema di bawah ini : . Tekanan sistolik yang meningkat karena pembuluh darah tidak elastis sertanaiknya tekanan diastolik akibat penyempitan pembuluh darah disebut juga tekanan darah tinggi atau hipertensi. Kemudian beberapa contoh makanan dan kandungan yang mempunyai efek ertherogenesis dan thrombogenesitas.

melakukan esterifikasi dengan gliserol (diproduksi dalam glikolisis) dan menghasilkan trigliserida. Kemudian glikogen dipecah menjadi glukosa dirubah dalam bentuk piruvat dipecah menjadi asetil KoA sehingga akhirnya terbentuk karbondioksida.Pemasukan Kalori ↑ Pemasukan Lemak ↑ Pemasukan Energi ↓ Penyimpanan Glikogen ↑ Pertukaran Glukosa ↑ Sel Lemak Gluteal ↑ Glukosa ↑ Lipolisis Basal ↑ Trigliserida ↑ Insulin↑ Pertukaran Asam Lemak ↑ Kolesterol : HDL ↓ LDL ↑ Artherosclerosis PJK Gambar : Patofisiologis Gizi Lebih Metabolisme karbohidrat menyebabkan terjadinya hiperlipidemia adalah mulai dari pencernaan karbohidrat di dalam usus halus berubah menjadi monosakarida galaktosa dan fruktosa di dalam hati kemudian dipecah menjadi glikogen dalam hati dan otot. air dan energi. . asetil KoA tidak memasuki siklus TCA tetapi digunakan untuk membentuk asam lemak. Bila energi tidak diperlukan.

yang merupakan salah satu faktor naiknya tekanan darah. yang mengakibatkan kadar glukosa dalam darah naik. Insulin yang tidak bekerja ini tidak akan dirombak menjadi apapun. Hubungan hipertensi dengan kadar gula darah Resistensi Insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin plasma dan gula darah berhubungan dengan hipertensi. Karena beberapa obat antihipertensi justru dapat . Salah satu komplikasi penyakit yang menyerang para penderita diabetes adalah hipertensi. yang mengakibatkan naiknya resistensi pembuluh. insulin juga dapat meningkatkan konsentrasi kalium di dalam sel. subyek yang mengalami resistensi insulin (IR) memiliki tekanan darah lebih tinggi dibandingkan dengan subyek yang tidak mengalami resistensi insulin (NIR). dia akan tetap berada dalam bentuk insulin. Pasien dengan hipertensi memiliki kencederungan mengalami gangguan toleransi glukosa serta mengalami hiperinsulinemia yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pasien dengan tekanan darah normal (Swilocky et al. (1988 ) menemukan bahwa hiperinsulinemia yang terjadi pada subyek penelitiannya secara langsung berhubungan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik. Resistensi insulin adalah kondisi dimana seseorang memiliki jumlah insulin yang cukup untuk merombak glukosa.3. Haffner et al. saya akan menjelaskan hubungan antara diabetes dan hipertensi.. pengobatannya perlu diperhatikan dengan seksama. selain bekerja untuk merubah glukosa menjadi glikogen (yang nantinya akan disimpan di jaringan perifer tubuh) dapat mengakibatkan peningkatan retensi natrium di ginjal dan meningkatkan aktivitas sistem syaraf simpatik. Pada penelitian ini. 1989). terutama mereka yang merupakan penderita Diabetes tipe II. Mengapa? Insulin. Pada tulisan perdana ini. Penderita diabetes tipe II pada umumnya memiliki kondisi yang disebut dengan resistensi insulin. Insulin berlebih ini lah yang menyebabkan terjadinya hipertensi pada pasien diabetes. yang mengakibatkan diabetes. Pada San Antonio Heart Study. Retensi natrium dan meningkatnya aktivitas sistem syaraf simpatik merupakan dua hal yang berpengaruh terhadap meningkatnya tekanan darah. Pasien penderita diabetes yang juga menderita hipertensi. Beberapa studi klinis telah menunjukkan hubungan antara tekanan darah dan hiperinsulinemia. namun tidak bekerja sebagaimana mestinya. Lebih lanjut. Insulin yang ada tidak digunakan untuk merombak glukosa.

Casipril. Zestoretic. Fritens. Captensin. Capoten. pasien diabetes diberikan obat dari golongan ACE Inhibitor (seperti captopril.. Zestril Sediaan yang mengandung valsartan yang beredar di Indonesia : Aprovel. dan Irvell. Irtan plus. Sebagai aturan aterosklerosis tidak menimbulkan gejala sampai arteri menjadi menyempit .kadar kolesterol darah tinggi meningkatkan kemungkinan bahwa plak akan membangun di dinding arteri . Noperten. Irtan. Farmoten. Plak membangun adalah hasil dari tingkat tinggi kolesterol. Lotensin. tetapi penelitian menunjukkan bahwa aterosklerosis adalah penyakit. kalsium lemak. Forten. Tensiphar. Nopril. jalur untuk darah menyempit dan ini dapat mengurangi atau memblokir aliran darah melalui tubuh. Odace. Tepatnya apa yang menyebabkan aterosklerosis tetap tidak diketahui. 4.yang berarti bubur atau pasta dan sclerosis artinya kekerasan . Irvask. Metopril. Tensinop. Aterosklerosis menyebabkan plak menumpuk pada dinding bagian dalam arteri. yang akan memperburuk kondisi diabetesnya. Dexacap.meningkatkan kadar gula darah pasien.dan merupakan pengerasan pembuluh darah itu adalah penyebab paling umum dari penyakit jantung. Linoxal. itu berkembang lebih cepat. Oleh karena itu biasanya untuk menangani kondisi hipertensinya. lambat kompleks yang dapat mulai di masa kecil dan seperti umur orang. Sediaan yang mengandung lisinopril yang beredar di Indonesia : Ihitril. Vapril. Coaprovel. Irbesartan). (ath-eh-o-skler-O-sis) berasal dari kata Yunani athero . dan zat lainnya dalam darah .proses ini dimulai di sebagian besar orang ketika mereka anak-anak atau remaja dan memburuk ketika mereka semakin tua. lisinopril) atau Angiotensin Receptor Blocker (Valsartan. Tensobon. pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh. Iretensa. Ps: contoh sediaan yang mengandung captopril yang beredar di Indonesia adalah Acepress. Otoryl. Scatensin. Arteroslerosis Aterosklerosis. Interpril. dan sebagai dinding arteri menebal.

Penyakit arteri koroner (CAD) atau penyakit jantung terjadi ketika plak terbentuk di arteri koroner yang memasok darah kaya oksigen ke jantung . kelemahan. tangan. seperti penyakit arteri koroner. penyakit arteri karotis dan perifer penyakit arteri. Stroke (cerebrovascular Accident). rahang.gejala termasuk mati rasa tiba-tiba. bisa menyebabkan nyeri dada dan serangan jantung CAD adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat .ketika aliran darah ke jantung berkurang atau diblokir. Angina adalah nyeri dada atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen dan mungkin merasa seperti tekanan atau nyeri meremas di dada dan juga di bahu.stres emosional juga dapat dapat memicu rasa sakit. termasuk pembuluh darah di jantung. Penyakit arteri perifer (PAD) terjadi ketika plak terbentuk di arteri utama yang memasok . kaki. lengan. masalah serius. stroke. dan pusing. sekali ini terjadi gejala mungkin termasuk angina dan nyeri kram kaki ketika berjalan . serangan jantung (Myocardial Infarction). dan panggul dan sebagai hasilnya. bisa menyebabkan stroke . termasuk serangan jantung. Penyakit Terkait dengan Aterosklerosis Aterosklerosis dapat mempengaruhi arteri manapun dalam tubuh. penyakit yang berbeda dapat mengembangkan berdasarkan yang arteri yang terkena.atau tersumbat. atau punggung . otak.ketika aliran darah ke otak berkurang atau diblokir. atau bahkan kematian dapat hasil. Penyakit arteri karotid terjadi ketika plak terbentuk di arteri karotid yang memasok darah kaya oksigen ke otak .ketika aliran darah yang kaya oksigen ke organ dan bagian tubuh lainnya berkurang. transient ischemic attack (TIA) atau mini-stroke dan penyakit pembuluh darah perifer (penyakit arteri perifer) juga dikaitkan dengan aterosklerosis.nyeri cenderung memburuk dengan aktivitas dan pergi ketika beristirahat .gejala CAD adalah sesak napas dan aritmia (detak jantung tidak teratur). leher. Angina.

Namun. dapat menyebabkan mati rasa.darah kaya oksigen ke kaki. dan panggul . lengan. . dan infeksi kadang-kadang berbahaya.ketika aliran darah ke bagian-bagian tubuh berkurang atau diblokir. beberapa orang dengan aterosklerosis tidak memiliki tanda-tanda atau gejala dan tidak dapat didiagnosis sampai setelah serangan jantung atau stroke. rasa sakit.

Secara keseluruhan kematian akibat hipertensi mengalami peningkatan sebesar 46%.STEP 4 1. gagal ginjal. dan penyakit vaskuler.7% dari populasi pada usia 18 tahun ke atas. jumlahnya mencapai 6. 2001).1 Berdasarkan American Heart Association (AHA.8% dari proporsi penyebab kematian pada semua umur di Indonesia. Dari jumlah itu. gagal ginjal.2 Pada orang dewasa. 60% penderita hipertensi berakhir pada stroke. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat memicu timbulnya penyakit degeneratif.1 Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007. Tidak ada gejala atau tanda khas untuk peringatan dini bagi penderita hipertensi. Meskipun tidak dapat diobati. Sementara prevalensi hipertensi di Indonesia mencapai 31. banyak orang merasa sehat dan energik walaupun memiliki hipertensi. pencegahan dan penatalaksanaan dapat menurunkan kejadian hipertensi dan penyakit yang menyertainya. diketahui hampir seperempat (24.1 Data Riskesdas menyebutkan hipertensi sebagai penyebab kematian nomor 3 setelah stroke dan tuberkulosis. dan kebutaan. Berdasarkan . satu kali atau lebih. Hipertensi Epidemiologi Hipertensi adalah masalah kesehatan masyarakat.5%) penduduk Indonesia usia di atas 10 tahun mengkonsumsi makanan asin setiap hari. peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 20 mmHg menyebabkan peningkatan 60% risiko kematian akibat penyakit kardiovaskuler. Selain itu. terjadi peningkatan rata-rata kematian akibat hipertensi sebesar 21% dari tahun 1989 sampai tahun 1999. Sedangkan sisanya pada jantung. seperti gagal jantung congestive. Hipertensi disebut “silent killer” karena sifatnya asimptomatik dan setelah beberapa tahun menimbulkan stroke yang fatal atau penyakit jantung.2 Hipertensi perlu diwaspadai karena merupakan bahaya diam-diam.

akan meningkat saat aktivitas fisik. Tanpa adanya kekuatan secara terus – menerus dalam sistem peredaran. Tekanan diastolik adalah saat otot jantung berelaksasi. yaitu tekanan darah sistolik dan tekanan darah diastolik. tekanan darah akan meningkat dan tetap pada tingkat yang tinggi.4 semakin besar hambatan tekanan darah akan semakin tinggi.4. sebagian besar kasus hipertensi di masyarakat belum terdiagnosis.6 Faktor – faktor yang mempertahankan Tekanan Darah Menurut Pearce.2 Definisi Tekanan Darah Tekanan darah adalah kekuatan yang ditimbulkan oleh jantung yang berkontraksi seperti pompa. Hal ini disebabkan dalam latihan atau olahraga diperlukan aliran darah dan oksigen yang lebih banyak untuk otot – otot. Tekanan sistolik adalah tekanan yang terjadi bila otot jantung berdenyut memompa darah keluar melalui arteri. Angka ini menunjukkan berapa besar hambatan dari pembuluh darah terhadap aliran darah balik ke jantung. tekanan darah terbagi menjadi dua bagian. darah kembali masuk ke jantung. emosi dan stress dan menurun selama tidur. Angka ini menunjukkan seberapa kuat jantung memompa untuk mendorong darah melalui pembuluh darah. Tekanan darah merupakan hasil dari curah jantung dan resistensi vaskuler. darah segar tidak dapat terbawa ke otak dan jaringan seluruh tubuh. Kekuatan itu mendorong dinding pembuluh arteri atau nadi. Sehingga terjadi peningkatan tekanan darah ketika curah jantung meningkat.5 Tekanan darah sangat bervariasi tergantung pada keadaan.3 Tekanan darah yang paling rendah terjadi saat tubuh dalam keadaan istirahat atau tidur dan akan naik sewaktu latihan atau berolahraga. sehingga darah terus mengalir dalam pembuluh darah. resistensi vaskuler perifer bertambah atau karena keduanya. faktor – faktor yang mempertahankan tekanan darah antara lain : .hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007.3 Jika terdapat hambatan misalnya karena penyempitan pembuluh arteri.3. Tekanan darah diperlukan agar darah tetap mengalir dan mampu melawan gravitasi serta hambatan dalam dinding arteri.4 Tekanan Darah Sistolik dan Tekanan Darah Diastolik Di dalam tubuh manusia.

8 Pada anak-anak. Definisi Hipertensi The Joint National Community on Preventation. definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah lebih dari 95 persentil dilihat dari umur. Banyaknya darah yang beredar. jenis kelamin. Klasifikasi tekanan darah untuk orang dewasa yang berusia 18 tahun atau lebih.7 A. Di dalam arteri tekanan lebih besar daripada vena. dan tinggi badan yang diukur sekurangkurangnya tiga kali pada pengukuran yang terpisah. Kekuatan (vaskositas) darah. yaitu tekanan yang dikeluarkan oleh geseran darah yang mengalir dalam pembuluh. Dinding pembuluh darah membutuhkan darah yang cukup untuk membuat suatu tekanan. Evaluation and Treatment of High Blood Presure (JNC VI) mengklasifikasikan tekanan darah untuk orang dewasa menjadi enam kelompok yang terlihat seperti pada tabel 1 dibawah. disebabkan oleh protein plasma dan jumlah sel darah yang beredar dalam aliran darah. detection.1 The sixth Report of The joint national Committee on Prevention. Tabel I.1 Kategori Optimal Normal Sistolik (mmHg) < 120 <130 dan dan Diastolik (mmHg) < 80 <85 . Detection evaluation and treatment of High Blood Preassure dari Amerika Serikat dan badan dunia WHO dengan International Society of Hipertention membuat definisi hipertensi yaitu apabila tekanan darah seseorang tekanan sistoliknya 140 mmHg atau lebih atau tekanan diastoliknya 90 mmHg atau lebih atau sedang memakai obat anti hipertensi. sebab otot yang membungkus arteri lebih elastis daripada Tekanan tepi (tahanan perifer). Elastisitas dinding pembuluh darah.1) 2) 3) 4) vena. 5) Kekuatan jantung memompa darah sehingga darah dapat beredar keseluruh tubuh dan kembali ke jantung.

defek dalam ekskresi Na. Beratnya pengaruh hipertensi terhadap ginjal tergantung dari tingginya tekanan darah dan lamanya menderita hipertensi. 2004 B.Normal tinggi Hipertensi Derajat I Derajat II Derajat III 130 – 139 140 – 159 160 – 179 ≥ 180 atau atau atau atau 85 – 89 90 – 99 100 – 109 ≥ 110 Sumber : The sixth Report of The Joint National Committee on Prevention. seperti penggunaan estrogen. alkohol. & Diet Therapy. Penyebab spesifik diketahui. Nutrition. Detection. penyakit ginjal. Sylvia Escoott. Secara klinis sulit untuk membedakan dua keadaan tersebut. Medical Nutrition Therapy in Hypertension. Makin tinggi tekanan darah dalam waktu . merokok. Terdapat sekitar 95% kasus. hipertensi vaskular renal.9 b) Hipertensi pada penyakit ginjal Penyakit ginjal dapat meningkatkan tekanan darah dan sebaliknya hipertensi dalam jangka waktu yang lama dapat mengganggu ginjal. hiperaktifitas sistem saraf simpatis. Dalam L. USA: Elsevier. Hipertensi primer biasanya timbul pada usia 30 – 50 tahun. Dikutip oleh Debra A. serta polisitemia9.9 3) Hipertensi esensial Hipertensi esensial atau hipertensi primer yang tidak diketahui penyebabnya. Banyak faktor yang mempengaruhinya seperti genetik. sistem renin angiotensin. terutama pada penyakit ginjal menahun. Krause’s Food. Etiologi Berdasarkan penyebabnya hipertensi dibagi menjadi 2 golongan. dan lain – lain. peningkatan Na dan Ca intraseluler dan faktor-faktor yang meningkatkan resiko seperti obesitas.7 4) Hipertensi sekunder Hipertensi sekunder atau hipertensi renal terdapat sekitar 5 % kasus. yaitu: hipertensi esensial atau hipertensi primer dan hipertensi sekunder atau hipertensi renal. feokromositoma. lingkungan. disebut juga hipertensi idiopatik. dan sindrom cushing. hiperaldosteronisme primer. Evaluation and Treatment of High Blood Pressure. sixth report (JNC VI). Krummel. koarktasio aorta. Kathleen M. hipertensi yang berhubungan dengan kehamilan.

peningkatan sistem Renin Angiotensinogen Aldosteron akibat iskemi relatif karena kerusakan regional. Retensi natrium terjadi karena adanya peningkatan reabsorbsi natrium di duktus koligentes. hiperparatiroidis sekunder. Hipertensi renovaskular merupakan penyebab tersering dari hipertensi sekunder. Sedangkan hipertensi renovaskular adalah hipertensi yang terjadi akibat fisiologis adanya stenosis arteri renalis.11 Istilah nefropati iskemik menggambarkan suatu keadaan terjadinya penurunan . Penyakit glumerolus kronik Sistem Renin-Angiotensinogen-Aldoteron (RAA) merupakan satu sistem hormonal enzimatik yang bersifat multikompleks dan berperan dalm naiknya tekanan darah. baik pada kelainan glumerolus maupun pada kelainan vaskular.lama makin berat komplikasi yang mungkin ditimbulkan.10 Hipertensi pada penyakit ginjal dapat terjadi pada penyakit ginjal akut maupun penyakit ginjal kronik. Stenosis arteri renalis adalah suatu keadaan terdapatnya lesi obstruktif secara anatomik pada arteri renalis.10 6.10 b) Hipertensi pada penyakit renovaskular. Gagal ginjal kronik Hipertensi yang terjadi karena adanya retensi natrium.10 8. Penyakit glumerolus akut Hipertensi terjadi karena adanya retensi natrium yang menyebabkan hipervolemik. pangaturan keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit. aktifitas saraf simpatik yang meningkat akibat kerusakan ginjal. Penyakit vaskuler Pada keadaan ini terjadi iskemi yang kemudian merangsang sistem renin angiotensin aldosteron. Diagnosa hipertensi renovaskular penting karena kelainan ini potensial untuk disembuhkan dengan menghilangkan penyebabnya yaitu stenosis arteri renalis. Hipertensi pada penyakit ginjal dapat dikelompokkan dalam : 5.10 7. Peningkatan ini dimungkankan abibat adanya retensi relatif terhadap Hormon Natriuretik Peptida dan peningkatan aktivitas pompa Na – K – ATPase di duktus koligentes. dan pemberian eritropoetin.

sakit kepala.14 Feokromositomia disebabkan oleh tumor sel kromatin asal neural yang mensekresikan katekolamin.12 d) Sindrom Cushing Sindrom cushing disebabkan oleh hiperplasi adrenal bilateral yang disebabkan oleh adenoma hipofisis yang (ACTH). dan alkalosis metabolik.13 g) Koartasio aorta menghasilkan Adenocorticotropin Hormone . Sebagian besar berasal dari kelenjar adrenal.fungsi ginjal akibat adanya stenosis arteri renalis. Hiperaldosteronisme primer adalah sindrom yang disebabkan oleh hipersekresi aldesteron yang tidak terkendali yang umumnya berasal dari kelenjar korteks adrenal. Sindrom ini disebabkan oleh hiperplasi kelenjar korteks adrenal. 10 % dari tumor ini ganas dan 10 % adenoma adrenal adalah bilateral. Feokromositomia dicurigai jika tekanan darah berfluktuasi tinggi. hiperhidrosis. revaskularisasi dengan tindakan bedah ataupun angioplasti. hipokalemi. Tanda – tanda yang mencurigai adanya feokromositoma yaitu hipertensi. hipermetabolisme.11 c) Hipertensi pada kelainan endokrin Salah satu penyakit yang disebabkan oleh kerusakan endokrin adalah aldosteronisme primer (Sindrom Conn). disertai takikardi. dan hanya 10 % terjadi di tempat lain dalam rantai simpatis.13 f) Feokromositoma Feokromositoma adalah salah satu hipertensi endokrin yang patut dicurigai apabila terdapat riwayat dalam keluarga. kelainan ini akan menetap walaupun tekanan darahnya dapat dikendalikan dengan pengobatan yang meliputi medikamentosa antihipertensi. Jika terjadi gangguan fungsi ginjal. dan hiperglikemia. adenoma atau karsinoma adrenal.13 e) Hipertensi adrenal kongenital Hipertensi adrenal kongenital merupakan penyabab terjadinya hipertensi pada anak (jarang terjadi). berkeringat atau edema paru karena gagal jantung. Hiperaldosteronisme primer secara klinis dikenal dengan triad terdiri dari hipertensi.

5% perempuan mengalami hipertensi sejak mulai penggunaan. prematuritas dan kematian intrauterin. janin dan neonatus. penyakit serebrovaskuler. mengakibatkan risiko retardasi perkembangan intrauterin. Pada 50 % tekanan darah akan kembali normal dalam 3 – 6 sesudah penghentian pil. kehamilan prematur kurang dari 37 minggu 12 – 34 %. retinopati.7 – 1. Risiko bertambah pada hipertensi kronik yang berat pada trimester pertama dengan didapatnya preaklampsia sampai 50 %. dan kokain. Perempuan usia lebih tua (> 35 tahun)lebih mudah terkena. ensepalopati. begitupula dengan perempuan yang pernah mengalami hipertensi selama kehamilan.13 h) Hipertensi pada kehamilan Hipertensi pada kehamilan merupakan penyebab utama peningkatan morbiditas dan mortalitas maternal. dengan denyut nadi arteri femoralis lemah atau tidak ada. Obat lain yang terkait dengan hipertensi termasuk siklosporin. Hipertensi ini dapat menetap bahkan setelah reseksi bedah yang berhasil. dan hambatan pertumbuhan janin 8 – 16 %. terutama jika hipertensi terjadi lama sebelum operasi. dan gagal ginjal akut dapat terjadi. Penelitian observasi pasien hipertensi kronik yang ringan didapatkan risiko kehamilan preaklampsia 10 – 25 %.16 Perempuan hamil dengan hipertensi mempunyai risiko yang tinggi untuk terjadinya komplikasi yang berat seperti abruptio plasenta. koagulasi intravaskular.5 %. eritopoietin.13 . gagal organ.Koarktasi aorta paling sering mempengaruhi aorta pada distal dari arteri subklavia kiri dan menimbulkan hipertensi pada lengan dan menurunkan tekanan pada kaki. Selain itu risiko hipertensi seperti gagal jantung. Penggunaan estrogen pascamenopause bersifat kardioproteksi dan tidak meningkatkan tekanan darah. perdarahan serebral. Terhadap janin. abruptio 0.15 Kedaruratan hipertensi dapat menjadi komplikasi dari preeklampsia sebagaimana yang terjadi pada hipertensi kronik. Penggunaan obat yang paling banyak berkaitan dengan hipertensi adalah pil kontrasepsi oral (OCP).16 i) Hipertensi akibat dari penggunaan obat – obatan.15 Sampai sekarang yang belum jelas apakah tekanan darah yang terkontrol secara agresif dapat menurunkan terjadinya eklampsia.

18 Gejala lain yang sering ditemukan adalah epistaksis. otak dan jantung. sukar tidur. dan baru timbul gejala setelah terjadi komplikasi pada organ target seperti pada ginjal.18 E.13 Saraf simpatik mengeluarkan norepinefrin. rasa berat di tungkuk. Bila terdapat gejala biasanya hanya bersifat spesifik. 1 Pada tahap selanjutnya curah jantung kembali ke normal sedangkan tahanan perifer meningkat yang disebabkan oleh refleks autoregulasi. Penderita hipertensi mungkin tidak menunjukkan gejala selama bertahun – tahun. Patogenesis Tekanan darah terutama dikontrol oleh sistem saraf simpatik (kontrol jangka pendek) dan ginjal (kontrol jangka panjang). gejala yang timbul dapat berbeda-beda.1 Mekanisme yang berhubungan dengan penyebab hipertensi melibatkan perubahan – perubahan pada curah jantung dan resistensi vaskular perifer.13 . Kadang-kadang hipertensi esensial berjalan tanpa gejala. misalnya sakit kepala atau pusing. infark miokardium. sebuah vasokonstriktor yang mempengaruhi pembuluh arteri dan arteriol sehingga resistensi perifer meningkat.9 Apabila hipertensi tidak diketahui dan dirawat dapat mengakibatkan kematian karena payah jantung. dan mata berkunang-kunang. stroke atau gagal ginjal. Pada tahap awal hipertensi primer curah jantung meninggi sedangkan tahanan perifer normal. Namun deteksi dini dan parawatan hipertensi dapat menurunkan jumlah morbiditas dan mortalitas. Keadaan ini disebabkan peningkatan aktivitas simpatik. mudah marah. Oleh karena curah jantung yang meningkat terjadi konstriksi sfingter pre-kapiler yang mengakibatkan penurunan curah jantung dan peninggian tahanan perifer.9.D. Masa laten ini menyelubungi perkembangan penyakit sampai terjadi kerusakan organ yang bermakna. Gejala Klinis Peninggian tekanan darah kadang-kadang merupakan satu-satunya gejala pada hipertensi esensial dan tergantung dari tinggi rendahnya tekanan darah. telinga berdengung. Yang dimaksud dengan refleks autoregulasi adalah mekanisme tubuh untuk mempertahankan keadaan hemodinamik yang normal. mata. Pada stadium awal sebagian besar pasien hipertensi menunjukkan curah jantung yang meningkat dan kemudian diikuti dengan kenaikan tahanan perifer yang mengakibatkan kenaikan tekanan darah yang menetap.17 Perjalanan penyakit hipertensi sangat berlahan.

19 Mekanisme terjadinya hipertensi adalah melalui terbentuknya angiotensin II dari angiotensin I oleh angiotensin I-converting enzyme (ACE). Dengan meningkatnya ADH. ADH diproduksi di hipotalamus (kelenjar pituitari) dan bekerja pada ginjal untuk mengatur osmolalitas dan volume urin.20 Angiotensin II berpotensi besar meningkatkan tekanan darah karena bersifat sebagai vasoconstrictor19 melalui dua jalur. Oleh ACE yang terdapat di paru-paru.19 9) Sistem Renin-Angiotensin Ginjal mengontrol tekanan darah melalui pengaturan volume cairan ekstraseluler dan sekresi renin. ACE memegang peranan fisiologis penting dalam mengatur tekanan darah. Meningkatkan sekresi hormon antidiuretik (ADH) dan rasa haus. Renin disekresi oleh juxtaglomerulus aparantus ginjal sebagai respon glomerulus underperfusion atau penurunan asupan garam. yaitu: d. Darah mengandung angiotensinogen yang diproduksi hati. angiotensin I diubah menjadi angiotensin II (oktapeptida yang sangat aktif). sangat sedikit urin yang diekskresikan ke luar tubuh (antidiuresis) sehingga urin menjadi . ataupun respon dari sistem saraf simpatetik. Peningkatan konsentrasi otot halus ini semakin lama akan mengakibatkan penebalan pembuluh darah arteriol yang mungkin dimediasi oleh angiotensin yang menjadi awal meningkatnya tahanan perifer yang irreversible.1 Sistem Renin-Angiotensin merupakan sistem endokrin yang penting dalam pengontrolan tekanan darah. Peningkatan konsentrasi sel otot halus akan berpengaruh pada peningkatan konsentrasi kalsium intraseluler. Tekanan darah ditentukan oleh konsentrasi sel otot halus yang terdapat pada arteriol kecil. Pada sebagian besar kasus hipertensi esensial curah jantung biasanya normal tetapi tahanan perifernya meningkat.Mekanisme patofisiologi yang berhubungan dengan peningkatan hipertensi esensial antara lain : 8) Curah jantung dan tahanan perifer Keseimbangan curah jantung dan tahanan perifer sangat berpengaruh terhadap kenormalan tekanan darah. yang oleh hormon renin (diproduksi oleh ginjal) akan diubah menjadi angiotensin I (dekapeptida yang tidak aktif).

Arterial natriuretic peptide merupakan hormon yang diproduksi di atrium jantung dalam merespon peningkatan volum darah. Hipertensi dapat terjadi karena interaksi antara sistem saraf otonom dan sistem renin-angiotensin bersama – sama dengan faktor lain termasuk natrium. Disfungsi endotelium banyak terjadi pada kasus hipertensi primer. begitu juga endothelin. Endothelin dapat meningkatkan sensitifitas garam pada tekanan darah serta mengaktifkan sistem renin-angiotensin lokal. Aldosteron merupakan hormon steroid yang berperan penting pada ginjal. volume cairan ekstraseluler akan ditingkatkan dengan cara menarik cairan dari bagian instraseluler.19 12) Substansi vasoaktif Banyak sistem vasoaktif yang mempengaruhi transpor natrium dalam mempertahankan tekanan darah dalam keadaan normal. Menstimulasi sekresi aldosteron dari korteks adrenal. Bradikinin merupakan vasodilator yang potensial.19 . dan beberapa hormon. aldosteron akan mengurangi ekskresi NaCl (garam) dengan cara mereabsorpsinya dari tubulus ginjal. Akibatnya volume darah meningkat sehingga meningkatkan tekanan darah. Untuk mengatur volume cairan ekstraseluler.20 e.pekat dan tinggi osmolalitasnya. Sistem saraf otonom ini mempunyai peran yang penting dalam pempertahankan tekanan darah. volume sirkulasi.19 11) Disfungsi Endotelium Pembuluh darah sel endotel mempunyai peran yang penting dalam pengontrolan pembuluh darah jantung dengan memproduksi sejumlah vasoaktif lokal yaitu molekul oksida nitrit dan peptida endotelium.20 10) Sisten Saraf Otonom Sirkulasi sistem saraf simpatetik dapat menyebabkan vasokonstriksi dan dilatasi arteriol. Secara klinis pengobatan dengan antihipertensi menunjukkan perbaikan gangguan produksi dari oksida nitrit. Untuk mengencerkan. Naiknya konsentrasi NaCl akan diencerkan kembali dengan cara meningkatkan volume cairan ekstraseluler yang pada gilirannya akan meningkatkan volume dan tekanan darah. Hal ini dapat meningkatkan ekskresi garam dan air dari ginjal yang akhirnya dapat meningkatkan retensi cairan dan hipertensi.

19 14) Disfungsi diastolik Hipertropi ventrikel kiri menyebabkan ventrikel tidak dapat beristirahat ketika terjadi tekanan diastolik. Sebelum usia 55 tahun tekanan darah pada laki – laki lebih tinggi daripada perempuan. Setelah usia . Hal ini untuk memenuhi peningkatan kebutuhan input ventrikel. ketidaknormalan faktor homeostasis. Beberapa keadaan dapat dicegah dengan pemberian obat anti-hipertensi. faktor risiko terjadinya hipertensi yang teridentifikasi antara lain : b. Hal ini disebabkan elastisitas dinding pembuluh darah semakin menurun dengan bertambahnya usia21.13) pembuluh Hiperkoagulasi Pasien dengan hipertensi memperlihatkan ketidaknormalan dari dinding darah (disfungsi endotelium atau kerusakan sel endotelium).19 F. Secara umum. dan fibrinolisis. Keturunan Dari hasil penelitian diungkapkan bahwa jika seseorang mempunyai orang tua atau salah satunya menderita hipertensi maka orang tersebut mempunyai risiko lebih besar untuk terkena hipertensi daripada orang yang kedua orang tuanya normal (tidak menderita hipertensi). Sebagian besar hipertensi terjadi pada usia lebih dari 65 tahun. platelet.. ternyata terbukti bahwa semakin tinggi usia seseorang maka semakin tinggi tekanan darahnya. Diduga hipertensi dapat menyebabkan protombotik dan hiperkoagulasi yang semakin lama akan semakin parah dan merusak organ target. Usia Beberapa penelitian yang dilakukan.21 b. Faktor Risiko Hipertensi Sampai saat ini penyebab hipertensi secara pasti belum dapat diketahui dengan jelas. terutama pada saat olahraga terjadi peningkatan tekanan atrium kiri melebihi normal. dan penurunan tekanan ventrikel. Adanya riwayat keluarga terhadap hipertensi dan penyakit jantung secara signifikan akan meningkatkan risiko terjadinya hipertensi pada perempuan dibawah 65 tahun dan laki – laki dibawah 55 tahun.

7 Menurut penelitian. Secara umum tekanan darah pada laki – laki lebih tinggi daripada perempuan. Peningkatan tekanan darah di atas nilai optimal yaitu > 120 / 80 mmHg akan meningkatkan risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler. risiko hipertensi bertambah dengan semakin bertambahnya usia.23 Tingginya peningkatan tekanan darah tergantung pada besarnya penambahan berat badan. Merokok Merokok dapat meningkatkan beban kerja jantung dan menaikkan tekanan darah. Sejumlah fakta menyatakan hormon sex mempengaruhi sistem renin angiotensin. Stress Hubungan antara stres dengan hipertensi diduga melalaui saraf simpatis . Nikotin yang terdapat dalam rokok sangat membahayakan kesehatan.24 Penurunan berat badan efektif untuk menurunkan hipertensi. Jenis kelamin Jenis kelamin mempunyai pengaruh penting dalam regulasi tekanan darah. karena nikotin dapat meningkatkan penggumpalan darah dalam pembuluh darah dan dapat menyebabkan pengapuran pada dinding pembuluh darah. Tetapi tidak semua obesitas dapat terkena hipertensi. Penurunan berat badan sekitar 5 kg dapat menurunkan tekanan darah secara signifikan. 21 f. Obesitas Kelebihan lemak tubuh.65 tekanan darah pada perempuan lebih tinggi daripada laki-laki. Tergantung pada masing – masing individu.1 Dengan demikian. Nikotin bersifat toksik terhadap jaringan saraf yang menyebabkan peningkatan tekanan darah baik sistolik maupun diastolik. Peningkatan risiko semakin bertambah parahnya hipertensi terjadi pada penambahan berat badan tingkat sedang. kontraksi otot jantung seperti dipaksa. denyut jantung bertambah. Pada perempuan risiko hipertensi akan meningkat setelah masa menopause yang mununjukkan adanya pengaruh hormon.13 d. aliran darah pada koroner meningkat dan vasokontriksi pada pembuluh darah perifer. diungkapkan bahwa merokok dapat meningkatkan tekanan darah. khususnya lemak abdominal erat kaitannya dengan hipertensi.22 e.23 f. pemakaian O2 bertambah.

Aktifitas Fisik Orang dengan tekanan darah yang tinggi dan kurang aktifitas.19 g.1 Mekanisme penngaturan keseimbangan volume pertama – tama tergantung pada perubahan volume sirkulasi efektif. Hampir seluruh natrium yang dikonsumsi (3-7 gram sehari) diabsorpsi terutama di usus halus. Apabila stres berlangsung lama dapat mengakibatkan peninggian tekanan darah yang menetap. Natrium berfungsi menjaga keseimbangan cairan dalam kompartemen tersebut dan keseimbangan asam basa tubuh serta berperan dalam transfusi saraf dan kontraksi otot. Osmosis adalah perpindahan air menembus membran semipermiabel ke arah yang mempunyai konsentrasi partikel tak berdifusinya lebih tinggi. besar kemungkinan aktifitas fisik efektif menurunkan tekanan darah.yang dapat meningkatkan tekanan darah secara intermiten.1 Perpindahan air diantara cairan ekstraseluler dan intraseluler ditentukan oleh kekuatan osmotik. Aerobik yang cukup seperti 30 – 45 menit berjalan cepat setiap hari membantu menurunkan tekanan darah secara langsung. Asupan 5) Asupan Natrium Natrium adalah kation utama dalam cairan extraseluler konsentrasi serum normal adalah 136 sampai 145 mEg / L. Natrium klorida pada cairan ekstraseluler dan kalium dengan zat – zat organik pada cairan intraseluler. Pada binatang percobaan dibuktikan bahwa pajanan terhadap stres menyebabkan binatang tersebut menjadi hipertensi. Pada orang sehat volume cairan ekstraseluler umumnya berubah – ubah sesuai dengan sirkulasi efektifnya dan berbanding secara proporsional dengan natrium tubuh total. Volume sirkulasi efektif adalah bagian dari volume cairan ekstraseluler pada ruang vaskular yang melakukan perfusi aktif pada jaringan. Natrium diabsorpsi secara aktif setelah itu . Aktifitas fisik membantu dengan mengontrol berat badan. baik hipertensi maupun normotensi.23 Olahraga secara teratur dapat menurunkan tekanan darah pada semua kelompok.25 h. adalah zat – zat terlarut yang tidak dapat menembus dan sangat berperan dalam menentukan konsentrasi air pada kedua sisi membran.

misalnya seperti: orang Afrika-Amerika. konsumsi kalium yang banyak akan meningkatkan konsentrasinya di dalam cairan intraseluler.1 Garam dapat memperburuk hipertensi pada orang secara genetik sensitif terhadap natrium. dan orang hipertensi atau diabetes. Aldosteron merangsang ginjal untuk mengasorpsi Na kembali. Rangsangan utama bagi sekresi aldosteron adalah penurunan volume sirkulasi efektif atau penurunan kalium serum. Asosiasi jantung Amerika menganjurkan setiap orang untuk membatasi asupan garam tidak lebih dari 6 gram per hari. lansia. Namun berdasarkan studi epidemiologi diketahui terjadi kenaikan tekanan darah ketika asupan garam ditambah. sehingga cenderung menarik cairan dari bagian ekstraseluler dan menurunkan tekanan darah. Sebaliknya penurunan sekresi aldosteron menyebabkan ekskresi natrium dan air juga penyimpanan kalium. Ekskresi kalium juga dipengaruhi oleh keadaan asam basa dan kecepatan aliran di tubulus distal.27 Sekresi kalium pada nefron ginjal dikendalikan oleh aldosteron. Penelitian epidemiologi menunjukkan bahwa asupan rendah kalium akan mengakibatkan peningkatan tekanan darah dan renal vascular remodeling yang mengindikasikan terjadinya resistansi pembuluh darah pada ginjal.23 Pada populasi dengan asupan natrium lebih dari 6 gram per hari. Jumlah Na dalam urin tinggi bila konsumsi tinggi dan rendah bila konsumsi rendah.23 6) Asupan Kalium Kalium merupakan ion utama dalam cairan intraseluler. Pada populasi . cara kerja kalium adalah kebalikan dari Na. Kelebihan Na yang jumlahnya mencapai 90-99 % dari yang dikonsumsi. disini natrium disaring dan dikembalikan ke aliran darah dalam jumlah yang cukup untuk mempertahankan taraf natrium dalam darah.26 Hubungan antara retriksi garam dan pencegahan hipertensi masih belum jelas. dikeluarkan melalui urin. tekanan darahnya meningkat lebih cepat dengan meningkatnya usia. serta kejadian hipertensi lebih sering ditemukan. Pengeluaran urin ini diatur oleh hormon aldosteron yng dikeluarkan kelenjar adrenal bila kadar Na darah menurun. Peningkatan sekresi aldosteron menyebabkan reabsorbsi natrium dan air juga ekskresi kalium.dibawa oleh aliran darah ke ginjal.

Peningkatan konsumsi per hari (untuk total asupan kalsium 1500 mg per hari) tidak memberikan pengaruh terhadap tekanan darah pada laki-laki. Penatalaksanaan farmakologis Penatalaksanaan non farmakologis ( diet) Penatalaksanaan non farmakologis (diet) sering sebagai pelengkap penatalaksanaan farmakologis. suplementasi magnesium tidak efektif untuk mengubah tekanan darah. The joint national Committee on Prevention.28 7) Asupan Magnesium Magnesium merupakan inhibitor yang kuat terhadap kontraksi vaskuler otot halus dan diduga berperan sebagai vasodilator dalam regulasi tekanan darah. d.dengan asupan tinggi kalium tekanan darah dan prevalensi hipertensi lebih rendah dibanding dengan populasi yang mengkonsumsi rendah kalium. Dengan demikian. JNC VI merekomendasikan peningkatan asupan kalium.1 G. Meskipun demikian. Sebagian besar penelitian klinis menyebutkan. Penanggulangan hipertensi 29: c. selain pemberian obat-obatan antihipertensi perlu terapi dietetik dan merubah gaya hidup. Hubungan diet kalsiun dengan hipertensi tampak pada perempuan ras Afrika Amerika. Asupan kalsium yang direkomendasikan sebesar 1000 sampai 2000mg par hari.1 8) Kalsium Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara diet kalsium dengan prevalensi hipertensi. Namun. Evaluation and Treatment of High Blood Presure (JNC) melaporkan bahwa terdapat hubungan timbal balik antara magnesium dan tekanan darah. detection. Hal ini dimungkinkan karena adanya efek pengganggu dari obat anti hipertensi. . suplementasi magnesium direkomendasikan untuk mencegah kejadian hipertensi. peran suplementasi kalsium untuk mencegah hipertensi tidak terbukti. magnesium dan kalsium untuk pencegahan dan pengelolaan hipertensi.

H. kolesterol dalam darah.½ sendok teh/hr atau dapat menggunakan garam lain diluar natrium. Hentikan kebiasaan merokok dan minuman beralkohol Berolahraga secara teratur Hidup secara teratur Mengurangi stress dan emosi Jangan terburu-buru Mengurangi makanan berlemak . rendah lemak dan mengurangi garam. dan DM. Pencegahan hipertensi Resiko seseorang untuk mendapatkan hipertensi dapat dikurangi dengan cara : Memeriksa tekanan darah secara teratur Menjaga berat badan dalam rentang normal Mengatur pola makan.Tujuan dari penatalaksanaan diet 29. Prinsip diet penatalaksanaan hipertensi 29 : • • • Makanan beraneka ragam dan gizi seimbang Jenis dan komposisi makanan disesuaikan dengan kondisi penderita Jumlah garam dibatasi sesuai dengan kesehatan penderita dan jenis makanan dalam daftar diet Konsumsi garam dapur tidak lebih dari ¼ . Mampu menurunkan tekanan darah secara multifaktoral Menurunkan faktor resiko lain seperti BB berlebih. Mendukung pengobatan penyakit penyerta seperti penyakit ginjal. antara lain dengan mengkonsumsi makanan berserat.30 : • • • • Membantu menurunkan tekanan darah secara bertahap dan mempertahankan tekanan darah menuju normal. tingginya kadar asam lemak.

Keadaan tersebut akan menimbulkan resiko terjadinya artherosclerosis dan hipertensi. Hubungan hipertensi dengan kadar kolesterol A. Mekanisme Biofisiologis Tingkat kehidupan yang membaik ternyata berpengaruh terhadap pola kebiasaan hidup dan pola makanan seseorang. Definisi Hiperlipidemia adalah keadaan meningkatnya kadar lipid darah dalam lipoprotein (kolesterol dan trigliserida). B. Artherosclerosis adalah keadaan terbentuknya bercak yang menebal dari dinding arteri bagian dalam dan dapat menutup saluran dari aliran darah dalam arteri koronaria. Kaitan Hiperlipidemia dengan Metabolisme Lemak dan Karbohidrat dengan Terjadinya Artherosclerosis dan Hipertensi 1. juga mengalami penyempitan sehingga tahanan aliran darah dalam pembuluh koroner juga naik. Pembuluh darah koroner yang menderita artherosklerosis selain menjadi tidak elastis. Kolesterol dibawa oleh beberapa lipoprotein yang diklasifikasikan menurut densitasnya. Konsumsi lemak jenuh dan gula tinggi akan meningkatkan kadar kolesterol dan trigliserida dalam darah yang kemudian berdampak pada terjadinya artherosclerosis.5. Bila penyempitan terjadi pada pembuluh darah jantung dapat menyebabkan Penyakit Jantung Koroner. Low Density Lipoprotein (LDL) dan High Density Lipoprotein (HDL). Naiknya tekanan sistolik karena pembuluh darah tidak elastis serta naiknya tekanan diastolik akibat penyempitan pembuluh darah disebut juga tekanan darah tinggi atau hipertensi. Selanjutnya pola hidup akan meningkatkan konsumsi gula dan lemak jenuh. Very Low Density Lipoprotein (VLDL). Hal ini berkaitan dengan intake lemak dan karbohidrat dalam jumlah yang berlebihan dalam tubuh. Lipoprotein dalam urutan densitasnya yang meningkat adalah chylomicron. Lipoprotein sebagai alat angkut lipida . Kolesterol dalam jumlah besar terdapat dalam lipoprotein LDL atau membawa hampir 2/3 kolesterol.

molekul LDL dioksidasi. Pembentukan LDL oleh reseptor LDL ini penting dalam pengontrolan kolesterol darah. Mekanisme menurunnya kejadian PJK adalah dengan memindahkan kolesterol dari jaringan ke hati.bersirkulasi dalam tubuh dan dibawa ke sel-sel otot. rata-rata kenaikan 10 kg berat badan pada usia 25-50 tahun. Di samping itu dalam pembuluh darah terdapat sel-sel perusak yang dapat merusak LDL. tempat kolesterol di metabolisme dan kemudian diekskresikan dari tubuh. Pembuluh darah koroner yang menderita artherosclerosis selain menjadi tidak . yaitu melalui jalur sel-sel perusak yang dpat merusak LDL. Beberapa faktor yang mempengaruhi lemak plasma dapat dilihat pada tabel 1 pada lampiran. Melalui jalur ini (scavenger pathway). Reseptor LDL oleh reseptor yang ada di dalam hati akan mengeluarkan LDL dari sirkulasi. Di Amerika. serat larut) dapat menurunkan kolesterol dan LDL. sehingga tidak dapat masuk kembali ke dalam aliran darah. Kenaikan kadar kolesterol kira-kira 25 mg/dl yang juga tergantung umur. Kebanyakan orang dengan hiperkolesterolemia ringan dan kelebihan berat badan diperkirakan konsumsi energi berlebih 300-500 kalori/hari. Karbohidrat mempunyai pengaruh langsung terhadap total kolesterol dan LDL. lemak dan sel-sel lain begitu juga pada trigliserida dalam aliran darah dipecah menjadi gliserol dan asam lemak bebas oleh enzim lipoprotein lipase yang berada pada sel-sel endotel kapiler. Berbeda dengan LDL. Beberapa peneliti menyarankan agar meningkatkan penggunaan serat makanan karena memberikan efek kenyang dan akhirnya menurunkan asupan asam lemak jenuh dan beberapa makanan yang tinggi energi. Meskipun begitu peningkatan karbohidrat tidak dapat menurunkan asam lemak jenuh. Plak akan bercampur dengan protein dan ditutupi oleh sel-sel otot dan kalsium yang akhirnya berkembang menjadi artherosclerosis. kenaikan berat badan ini diikuti dengan kadar kolesterol yang meningkat. Salah satu faktor yang menyebabkan kadar kolesterol meningkat adalah kelebihan berat badan. Kolesterol yang banyak terdapat dalam LDL akan menumpuk pada dinding pembuluh darah dan membentuk plak. Kemudian beberapa contoh makanan dan kandungan yang mempunyai efek ertherogenesis dan thrombogenesitas. HDL mempunyai peran sebaliknya yaitu tidak menyebabkan artherosclerosis sehingga risiko terjadinya PJK menurun. yang terdapat dalam lipoprotein. Hal ini disebabkan karena karbohidrat (khususnya polisakarida.

juga mengalami penyempitan sehingga tahanan aliran darah dalam pembuluh koroner juga naik. Penyakit Degeneratif dan Gizi Lebih. Mekanisme lemak dan karbohidrat menjadi hiperlipidemia sampai terjadinya artherosklerosis dan hipertensi dapat dilihat pada skema di bawah ini : Pemasukan Kalori ↑ Pemasukan Lemak ↑ Pemasukan Energi ↓ Penyimpanan Glikogen ↑ Pertukaran Glukosa ↑ Sel Lemak Gluteal ↑ Glukosa ↑ Lipolisis Basal ↑ Reabsorbsi Natrium↑ Trigliserida ↑ Insulin↑ Pertukaran Asam Lemak ↑ Kolesterol : HDL ↓ LDL ↑ Artherosclerosis PJK Gambar : Patofisiologis Gizi Lebih Sumber : Slamet Suyono dan Samsuridjal Djauzi. Penilaian Status Gizi. 1993. Tekanan sistolik yang meningkat karena pembuluh darah tidak elastis sertanaiknya tekanan diastolik akibat penyempitan pembuluh darah disebut juga tekanan darah tinggi atau hipertensi. 2. 2002 Metabolisme karbohidrat menyebabkan terjadinya hiperlipidemia adalah mulai .elastis. Mekanisme Biochemistry Widya Karya Nasional Pangan dan Gizi V dalam Supariasa.

1. c. melakukan esterifikasi dengan gliserol (diproduksi dalam glikolisis) dan menghasilkan trigliserida. Faktor risiko utama artherosclerosis : a. 3. asetil KoA tidak memasuki siklus TCA tetapi digunakan untuk membentuk asam lemak.dari pencernaan karbohidrat di dalam usus halus berubah menjadi monosakarida galaktosa dan fruktosa di dalam hati kemudian dipecah menjadi glikogen dalam hati dan otot. 2. Hubungan hipertensi dengan kadar gula darah Resistensi Insulin yang ditandai dengan meningkatnya kadar insulin plasma dan gula . 6. air dan energi. Usia (bertambah usia. 4. 3. 4. 4. 1. 2. Kelompok faktor yang mengawali terjadinya artherosclerosis KESIMPULAN : Hiperlipidemia adalah keadaan meningkatnya kadar lipid darah dalam lipoprotein (kolesterol dan trigliserida) berkaitan dengan intake lemak dan karbohidrat tinggi yang beresiko terjadinya artherosclerosis dan hipertensi. kolesterol dan sukrosa Kehidupan yang mudah dan santai Merokok berlebihan Minum kopi atau teh berlebihan b. risiko menjadi semakin tinggi) Riwayat adanya penyakit dalam keluarga (genetik) Pola perilaku dan kepribadian seseorang Jenis kelamin Hiperlipoproteinemia Tekanan darah tinggi (hipertensi) Obesitas Diabetes Melitus Kelompok faktor yang bersumber pada lingkungan dan perilaku Makanan yang banyak mengandung lemak jenuh. Kelompok faktor yang perlu diperhatikan dalam upaya mencegah artherosclerosis 1. Kemudian glikogen dipecah menjadi glukosa dirubah dalam bentuk piruvat dipecah menjadi asetil KoA sehingga akhirnya terbentuk karbondioksida. Bila energi tidak diperlukan. 3. 2.

yang mengakibatkan naiknya resistensi pembuluh. yang mengakibatkan kadar glukosa dalam darah naik. yang merupakan salah satu faktor naiknya tekanan darah. Haffner et al. Pasien dengan hipertensi memiliki kencederungan mengalami gangguan toleransi glukosa serta mengalami hiperinsulinemia yang lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok pasien dengan tekanan darah normal (Swilocky et al. Pada penelitian ini. Pada San Antonio Heart Study. lisinopril) atau . namun tidak bekerja sebagaimana mestinya. Insulin berlebih ini lah yang menyebabkan terjadinya hipertensi pada pasien diabetes. Insulin yang ada tidak digunakan untuk merombak glukosa. pasien diabetes diberikan obat dari golongan ACE Inhibitor (seperti captopril. Insulin yang tidak bekerja ini tidak akan dirombak menjadi apapun. (1988 ) menemukan bahwa hiperinsulinemia yang terjadi pada subyek penelitiannya secara langsung berhubungan dengan tekanan darah sistolik dan diastolik. Salah satu komplikasi penyakit yang menyerang para penderita diabetes adalah hipertensi. yang akan memperburuk kondisi diabetesnya. Beberapa studi klinis telah menunjukkan hubungan antara tekanan darah dan hiperinsulinemia. Penderita diabetes tipe II pada umumnya memiliki kondisi yang disebut dengan resistensi insulin. insulin juga dapat meningkatkan konsentrasi kalium di dalam sel. terutama mereka yang merupakan penderita Diabetes tipe II. Karena beberapa obat antihipertensi justru dapat meningkatkan kadar gula darah pasien. dia akan tetap berada dalam bentuk insulin. Pasien penderita diabetes yang juga menderita hipertensi. selain bekerja untuk merubah glukosa menjadi glikogen (yang nantinya akan disimpan di jaringan perifer tubuh) dapat mengakibatkan peningkatan retensi natrium di ginjal dan meningkatkan aktivitas sistem syaraf simpatik. Pada tulisan perdana ini. Oleh karena itu biasanya untuk menangani kondisi hipertensinya. Lebih lanjut. Mengapa? Insulin.darah berhubungan dengan hipertensi. Retensi natrium dan meningkatnya aktivitas sistem syaraf simpatik merupakan dua hal yang berpengaruh terhadap meningkatnya tekanan darah. pengobatannya perlu diperhatikan dengan seksama. 1989). subyek yang mengalami resistensi insulin (IR) memiliki tekanan darah lebih tinggi dibandingkan dengan subyek yang tidak mengalami resistensi insulin (NIR).. Resistensi insulin adalah kondisi dimana seseorang memiliki jumlah insulin yang cukup untuk merombak glukosa. yang mengakibatkan diabetes. saya akan menjelaskan hubungan antara diabetes dan hipertensi.

proses ini dimulai di sebagian besar orang ketika mereka anak-anak atau remaja dan memburuk ketika mereka semakin tua. Vapril. 7. Scatensin. Irvask. Sediaan yang mengandung lisinopril yang beredar di Indonesia : Ihitril. Interpril. Farmoten. Arteroslerosis Aterosklerosis. dan zat lainnya dalam darah . Tensinop. Capoten.Angiotensin Receptor Blocker (Valsartan. Coaprovel. Linoxal. Metopril..yang berarti bubur atau pasta dan sclerosis artinya kekerasan . masalah serius. Iretensa.ketika aliran darah yang kaya oksigen ke organ dan bagian tubuh lainnya berkurang.kadar kolesterol darah tinggi meningkatkan kemungkinan bahwa plak akan membangun di dinding arteri . Zestril Sediaan yang mengandung valsartan yang beredar di Indonesia : Aprovel. termasuk serangan jantung.dan merupakan pengerasan pembuluh darah itu adalah penyebab paling umum dari penyakit jantung. Irbesartan). Irtan. Captensin. Aterosklerosis menyebabkan plak menumpuk pada dinding bagian dalam arteri. Nopril. Fritens. Forten. Dexacap. Plak membangun adalah hasil dari tingkat tinggi kolesterol. Tensiphar. Tensobon. jalur untuk darah menyempit dan ini dapat mengurangi atau memblokir aliran darah melalui tubuh. sekali ini terjadi gejala mungkin termasuk angina dan nyeri kram kaki ketika berjalan . lambat kompleks yang dapat mulai di masa kecil dan seperti umur orang. Odace. Otoryl. dan Irvell. (ath-eh-o-skler-O-sis) berasal dari kata Yunani athero . Tepatnya apa yang menyebabkan aterosklerosis tetap tidak diketahui. tetapi penelitian menunjukkan bahwa aterosklerosis adalah penyakit. itu berkembang lebih cepat. dan sebagai dinding arteri menebal. Sebagai aturan aterosklerosis tidak menimbulkan gejala sampai arteri menjadi menyempit atau tersumbat. kalsium lemak. atau bahkan kematian . Noperten. Lotensin. Zestoretic. Casipril. Ps: contoh sediaan yang mengandung captopril yang beredar di Indonesia adalah Acepress. stroke. Irtan plus. pembuluh darah yang membawa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

dapat menyebabkan mati rasa. lengan. leher.ketika aliran darah ke bagian-bagian tubuh berkurang atau diblokir. atau punggung . rasa sakit. otak. serangan jantung (Myocardial Infarction). bisa menyebabkan stroke . kaki. lengan.nyeri cenderung memburuk dengan aktivitas dan pergi ketika beristirahat . Stroke (cerebrovascular Accident).gejala CAD adalah sesak napas dan aritmia (detak jantung tidak teratur). Penyakit arteri karotid terjadi ketika plak terbentuk di arteri karotid yang memasok darah kaya oksigen ke otak . Penyakit Terkait dengan Aterosklerosis Aterosklerosis dapat mempengaruhi arteri manapun dalam tubuh. termasuk pembuluh darah di jantung. kelemahan. dan pusing. dan panggul dan sebagai hasilnya. . bisa menyebabkan nyeri dada dan serangan jantung CAD adalah penyebab utama kematian di Amerika Serikat . dan panggul . Penyakit arteri koroner (CAD) atau penyakit jantung terjadi ketika plak terbentuk di arteri koroner yang memasok darah kaya oksigen ke jantung .ketika aliran darah ke otak berkurang atau diblokir.gejala termasuk mati rasa tiba-tiba. Angina. Angina adalah nyeri dada atau ketidaknyamanan yang terjadi ketika otot jantung tidak mendapatkan cukup darah yang kaya oksigen dan mungkin merasa seperti tekanan atau nyeri meremas di dada dan juga di bahu. tangan. Penyakit arteri perifer (PAD) terjadi ketika plak terbentuk di arteri utama yang memasok darah kaya oksigen ke kaki. penyakit yang berbeda dapat mengembangkan berdasarkan yang arteri yang terkena. dan infeksi kadang-kadang berbahaya.stres emosional juga dapat dapat memicu rasa sakit. rahang.ketika aliran darah ke jantung berkurang atau diblokir.dapat hasil. penyakit arteri karotis dan perifer penyakit arteri. seperti penyakit arteri koroner. transient ischemic attack (TIA) atau mini-stroke dan penyakit pembuluh darah perifer (penyakit arteri perifer) juga dikaitkan dengan aterosklerosis.

beberapa orang dengan aterosklerosis tidak memiliki tanda-tanda atau gejala dan tidak dapat didiagnosis sampai setelah serangan jantung atau stroke.Namun. Terapi hipertensi pada keadaan khusus 3. Patofisiologi hipertensi sekunder . STEP 5 LEARNING OBJECTIVE 1. Komplikasi hipertensi 2.

Akan tetapi kemampuan ventrikel untuk mempertahankan curah jantung dengan hipertrofi kompensasi akhirnya terlampaui dan terjadi dilatasi dan payah jantung. Hipertrofi ini ditandai dengan ketebalan dinding yang bertambah. fungsi ruang yang memburuk. Angina pectoris juga dapat terjadi karena gabungan penyakit arterial koroner yang cepat dan kebutuhan oksigen miokard yang bertambah akibat penambahan massa miokard. dan dilatasi ruang jantung. Sebagai akibatnya terjadi hipertrofi ventrikel kiri untuk meningkatkan kontraksi. • Penyakit Arteri Koronaria . sehingga beban jantung bertambah. Jantung semakin terancam seiring parahnya aterosklerosis koroner. Komplikasi hipertensi • Penyakit Jantung Hipertensi o Peningkatan tekanan darah secara sistemik meningkatkan resistensi terhadap pemompaan darah dari ventrikel kiri.STEP 7 GATHERING INFORMATION 1.

o Hipertensi umumnya diakui sebagai faktor resiko utama penyakit arteri koronaria, bersama dengan diabetes mellitus. Plaque terbentuk pada percabangan arteri yang ke arah ateri koronaria kiri, arteri koronaria kanan dan agak jarang pada arteri sirromflex. Aliran darah ke distal dapat mengalami obstruksi secara permanen maupun sementara yang di sebabkan oleh akumulasi plaque atau penggumpalan. Sirkulasi kolateral berkembang pertukaran di sekitar gas obstruksi dan arteromasus nutrisi yang ke menghambat miokardium.

Kegagalan sirkulasi kolateral untuk menyediakan supply oksigen yang adekuat ke sel yang berakibat terjadinya penyakit arteri koronaria.

Aorta disekans o Pembuluh darah terdiri dari beberapa lapisan, tetapi ada yang terpisah sehingga ada ruangan yang memungkinkan darah masuk. Pelebaran pembuluh darah bisa timbul karena dinding pembuluh darah aorta terpisah atau disebut aorta disekans. Ini dapat menimbulkan penyakit Aneurisma, dimana gejalanya adalah sakit kepala yang hebat, sakit di perut sampai ke pinggang belakang dan di ginjal. Mekanismenya terjadi pelebaran pembuluh darah aorta (pembuluh nadi besar yang membawa darah ke seluruh tubuh). Aneurisma pada perut dan dada penyebab utamanya pengerasan dinding pembuluh darah karena proses penuaan (aterosklerosis) dan tekanan darah tinggi memicu timbulnya aneurisma.

Gagal Ginjal o Gagal ginjal merupakan suatu keadaan klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible dari berbagai penyebab, salah satunya pada bagian yang menuju ke kardiovaskular. o mekanisme terjadinya hipertensi pada Gagal Ginjal Kronik oleh karena

penimbunan garam dan air, atau sistem renin angiotensin aldosteron (RAA). • Hipertensi dipercepat dan maligna o Pasien hipertensi dipercepat mempunyai tekanan arteri diastolic yang meningkat disertai dengan retinopati eksudatif. Pada hipertensi maligna, progresif lebih lanjut; fundus optikus menunjukkan papiledema. Hipertensi maligna disertai penyakit parenkim ginjal yang parah (misal glomerulonefritis kronik), maka proteinuria tidak berkurang. • Ensefalopati hipertensi o Ensafelopati hipertensi merupakan suatu keadaan peningkatan parah tekanan arteri disertai dengan mual, muntah dan nyeri kepala yang berlanjut ke koma dan disertai tanda klinik defisit neurologi. Jika kasus ini tidak diterapi secara dini, syndrome ini akan berlanjut menjadi stroke, “ensefalopati menahun” atau hipertensi maligna. Kemudian sifat reversibilitas jauh lebih lambat dan jauh lebih meragukan. • Komplikasi Hipertensi Esensial yang Tidak Terkontrol Jantung Myocard infark Angina pectoris Gagal jantung kongestif Sistem Saraf Pusat Stroke Hipertensive encephalopathy Ginjal Penyakit ginjal kronik Mata Hipertensive retinopathy Pembuluh Darah Perifer Peripheral vascular disease

2. Terapi hipertensi pada keadaan khusus

A. Pada kehamilan Terapi Hipertensi Pada kehamilan : 1. Labetolol Jenis: o Nonselektif B bloker Farmakokinetik: Obat ini mengalami FPE (First Pass Effect) sehingga dosis per oral lebih besar daripada intra vena. Farmakodinamik: Manfaat: o o sinaps. o o Menghambat sekresi renin melalui receptor beta1 di ginjal yang Dapat dipergunakan untuk hypertensive emergencies (i.v.), (most) berakibat menurunkan resistensi perifer total. post-miokard infark therapeutic regimen, mencegah migrain, menurunkan intraoccular pressure dengan jalan menghambat produksi humor aquous. o o phenomenon Kontra Indikasi: - Pada orang asma dan COPD, diabetes, dislipidemi. - AV block, decompensated congestive heart failure, pasien dengan profound sinus Obat ini tidak menimbulkan hipotensi orthostatik. Bila pengobatan dihentikan tiba-tiba, dapat terjadi rebound Mengurangi heart rate dan kontraktilitas miokard, menyebabkan Menghambat pelepasan norephinephrin melalui receptor beta2 pra cardiac output berkurang.

bradycardia dan pasien dengan greater than first-degree heart block. Efek Samping: - Bradikardi, vasokonstriksi, bronchokonstriksi, gangguan GIT, TG meningkat, HDL menurun. - Hipotensi, abnormalitas konduksi jantung (second- or third-degree AV block). - Fatigue, malaise, sedasi, depresi, disfungsi seksual. - Mempengaruhi kemampuan berolahraga. Menghambat sympathetically stimulated lipolysis, hepatic glycogenolysis, simptom hipoglikemia, simptom hipertiroid. Sediaan Tablet 100 mg. Dosis 200 – 2400 mg/hari IV diberikan berulang 20-80 mg untuk pengobatan kedaruratan hipertensi 2. Nifedipine Farmakodinamik: - Merupakan golongan antihipertensi lini pertama. - Efektif pada hipertensi dengan kadar renin yang rendah, seperti pada usia lanjut. - Tidak menimbulkan efek samping metabolik, baik terhadap lipid, gula darah, maupun asam urat. - Menghambat influks kalsium pada sel otot polos pembuluh darah dan myokard  relaksasi arteriole, sedangkan vena kurang dipengaruhi. Farmakokinetik: - Bioavailabilitas per oral relatif rendah  mengalami FPE (First Pass Effect). - Waktu paruh pendek. - Semua antagonis kalsium dimetabolisme di hati  hati-hati pada pasien cirhosis hepatis. Efek Samping: - Hipotensi, iskhemi miokard atau cerebral, takikardi dan palpitasi. - Sakit kepala, muka merah, edema perifer, gagal jantung, bradiaritmia, dan gangguan konduksi, efek inotropik negatif, konstipasi dan retensi urine, hyperplasia gusi. Kontra indikasi:

T ½ 8-12 jam. melewati first pass effect. dosis 20-40 mg/oral setiap 8 jam IV 3. Methyldopa Farmakokinetik: .Retensi natrium dan air. Mengalami FPE (First Pass Effect). Farmakokinetik: . Kontra Indikasi: .T ½ 2-4 jam. . Efek samping Mimpi buruk Vertigo Depresi mental Tanda tanda ekstrapiramidal .Sakit kepala dan takikardi.Bioavailabilitas per oral 25%. cirhosis hepatis. 4.Melepaskan NO sehingga efeknya vasodilator. Efek Samping: . .Ekskresi ginjal 50%. . Sediaan Tablet.Karena meningkatkan ejeksi dari ventrikel kiri maka tidak boleh diberikan kepada penderita dengan aneurysma aorta dissecting.Menurunkan tekanan darah diastolik lebih banyak daripada tekanan darah sistolik. ..Bioavabilitas rendah. Hydralazin Farmakodinamik: . .PJK.

faktor kelebihan berat badan dapat meningkatkan resiko seseorang terserang penyakit hipertensi. PADA GERIATRI Faktor hpertnsi pada lansia Angka kejadian hipertensi pada lansia di Indonesia dari hasil survey kesehatan rumah tangga tahun 1995 di Jakarta. kemungkinan kita terkena penyakit ini sebesar 60 %. Soetomo pada tahun 2005 jumlah kasus hipertensi pada lansia sebanyak 55. di mana dalam satu cangkir tersebut berpotensi meningkatkan tekanan darah 5 -10 mmHg. maka semakin banyak darah yang dibutuhkan untuk memasok oksigen dan makanan kejaringan tubuh. Dari faktor penambahan usia ditemukan adanya perubahan alami pada jantung. pembuluh darah dan hormon. . jika kedua orang tua kita menderita hipertensi. Dari faktor kebiasaan merokok terdapat zat kimia dalam tembakau yang dapat merusak dinding arteri sehingga lebih rentan terhadap penumpukan plak. menunjukkan tekanan darah tinggi cukup tinggi yaitu 83 per 1000 anggota rumah tangga (Astawan. 2008). 2006: 20). Berarti volume darah yang beredar melalui pembuluh darah meningkat. Dilihat dari beberapa faktor dominan penyebab hipertensi. kelebihan berat badan dapat meningkatkan frekuensi denyut jantung dan mengakibatkan meningkatnya tekanan darah. sehingga akan memberi tekanan lebih besar ke dinding arteri. Faktor kebiasaan minum kopi di dapatkan dari satu cangkir kopi mengandung 75 – 200 mg kafein. Di poli geriatri RSU Dr. Selain itu.9% (Darmawangsa.b. Zat nikotin dalam tembakau dapat membuat kerja jantung lebih keras karena terjadi penyempitan pembuluh darah sementara yang dapat meningkatkan tekanan darah (Yulianti. Semakin besar massa tubuh. Penelitian ini menunjukkan ada faktor gen keturunan yang berperan. Faktor keturunan menunjukkan. 2007).

Selain itu.Dari faktor konsumsi garam berlebih. karena makanan berserat dapat menurunkan kadar kolesterol dalam tubuh. Prinsip pengelolaan penyakit hipertensi meliputi : Terapi tanpa Obat Terapi tanpa obat digunakan sebagai tindakan untuk hipertensi ringan dan sebagai tindakan suportif pada hipertensi sedang dan berat. Dari faktor kurangnya serat. dan harus dicairkan sebelum tubuh dapat menanganinya. PENATALAKSANAAN Pengelolaan hipertensi bertujuan untuk mencegah morbiditas dan mortalitas akibat komplikasi kardiovaskuler yang berhubungan dengan pencapaian dan pemeliharaan tekanan darah dibawah 140/90 mmHg. elektrolit. Terapi tanpa obat ini meliputi : Diet Diet yang dianjurkan untuk penderita hipertensi adalah :Restriksi garam secara moderat . serta kontraksi otot. terdapat kadar natrium klorida yang tinggi. dan kemungkinan ginjal kehilangan kemampuannya untuk berfungsi secara normal. Hal ini terjadi tekanan darah secara alami akan turun selama tidur. dapat berisiko terjadinya penyakit hipertensi. natrium klorida yang berkadar tinggi akan ditimbun oleh ginjal. Untuk pengeluarannya ginjal harus bekerja sangat berat. transmisi syaraf. asam basa. akhirnya dapat meningkatkan darah menjadi tinggi. Tubuh yang kekurangan serat akibatnya kolesterol akan tinggi yang dapat membentuk plak dalam arteri dan menyempit. Natrium klorida merupakan 2 komponen mineral yang sangat diperlukan untuk menjaga keseimbangan cairan. Hal ini membuat seseorang menderita hipertensi. Di dalam tubuh natrium klorida yang tinggi akan mengikat komponen – komponen cairan. Dari faktor kurang tidur dapat memicu masalah darah tinggi.

jogging. juga untuk gangguan psikologis seperti kecemasan dan ketegangan. Tehnik relaksasi Relaksasi adalah suatu prosedur atau tehnik yang bertujuan untuk mengurangi ketegangan atau kecemasan.dari 10 gr/hr menjadi 5 gr/hr o Diet rendah kolesterol dan rendah asam lemak jenuh o Penurunan berat badan o Penurunan asupan etanol o Menghentikan merokok o Latihan Fisik Latihan fisik atau olah raga yang teratur dan terarah yang dianjurkan untuk penderita hipertensi dan lain-lain Intensitas olah raga yang baik antara 60-80 % dari kapasitas aerobik atau 72-87 % dari denyut nadi maksimal yang disebut zona latihan. dengan cara melatih penderita untuk dapat belajar membuat otot-otot dalam tubuh menjadi rileks adalah olah raga yang mempunyai empat prinsip yaitu : Macam olah raga yaitu isotonis dan dinamis seperti lari. Penerapan biofeedback terutama dipakai untuk mengatasi gangguan somatik seperti nyeri kepala dan migrain. Lamanya latihan berkisar antara 20 – 25 menit berada dalam zona latihan Frekuensi latihan sebaiknya 3 x perminggu dan paling baik 5 x perminggu o Edukasi Psikologis Pemberian edukasi psikologis untuk penderita hipertensi meliputi : Tehnik Biofeedback Biofeedback adalah suatu tehnik yang dipakai untuk menunjukkan pada subyek tandatanda mengenai keadaan tubuh yang secara sadar oleh subyek dianggap tidak normal. bersepeda. berenang .

EVALUATION AND TREATMENT OF HIGH BLOOD PRESSURE. USA. reserphin. Ca antagonis. dapat berupa diuretika . ACE inhibitor Step 2 o Alternatif yang bisa diberikan : o Dosis obat pertama dinaikkan o Diganti jenis lain dari obat pilihan pertama antagonis. 1988 ) menyimpulkan bahwa obat diuretika. blocker. Ca . penyekat beta. Pengobatan hipertensi umumnya perlu dilakukan seumur hidup penderita. beta blocker. vasodilator Alpa o Ditambah obat ke –2 jenis lain.Pendidikan Kesehatan ( Penyuluhan ) Tujuan pendidikan kesehatan yaitu untuk meningkatkan pengetahuan pasien tentang penyakit hipertensi dan pengelolaannya sehingga pasien dapat mempertahankan hidupnya dan mencegah komplikasi lebih lanjut. clonidin. Terapi dengan Obat Tujuan pengobatan hipertensi tidak hanya menurunkan tekanan darah saja tetapi juga mengurangi dan mencegah komplikasi akibat hipertensi agar penderita dapat bertambah kuat. Pengobatan standar yang dianjurkan oleh Komite Dokter Ahli Hipertensi ( JOINT NATIONAL COMMITTEE ON DETECTION. atau penghambat ACE dapat digunakan sebagai obat tunggal pertama dengan memperhatikan keadaan penderita dan penyakit lain yang ada pada penderita. Pengobatannya meliputi : Step 1 Obat pilihan pertama : diuretika. antagonis kalsium. beta blocker.

namun bisa dikendalikan untuk dapat menurunkan morbiditas dan mortilitas Yakinkan penderita bahwa penderita tidak dapat mengatakan tingginya tekanan darah atas dasar apa yang dirasakannya. dokter ) dengan cara pemberian pendidikan kesehatan. penderita diberitahu hasil pengukuran tekanan darahnya Bicarakan dengan penderita tujuan yang hendak dicapai mengenai tekanan darahnya Diskusikan dengan penderita bahwa hipertensi tidak dapat sembuh. Hal-hal yang harus diperhatikan dalam interaksi pasien dengan petugas kesehatan adalah sebagai berikut : Setiap kali penderita periksa. tekanan darah hanya dapat diketahui dengan mengukur memakai alat tensimeter Penderita Sedapat tidak mungkin boleh menghentikan terapi obat tanpa didiskusikan cara lebih dahulu penderita tindakan dimasukkan dalam hidup Ikutsertakan keluarga penderita dalam proses terapi Pada penderita tertentu mungkin menguntungkan bila penderita atau keluarga dapat mengukur tekanan darahnya di rumah Buatlah sesederhana mungkin pemakaian obat anti hipertensi misal 1 x sehari atau 2 x .Step 3 : Alternatif yang bisa ditempuh o Obat ke-2 diganti o Ditambah obat ke-3 jenis lain Step 4 : Alternatif pemberian obatnya o Ditambah obat ke-3 dan ke-4 o Re-evaluasi dan konsultasi o Follow Up untuk mempertahankan terapi Untuk mempertahankan terapi jangka panjang memerlukan interaksi dan komunikasi yang baik antara pasien dan petugas kesehatan ( perawat.

bila tidak datang pada waktu yang ditentukan. Kandungan Gizi Yang Diperlukan Lansia 1. Pada lansia konsumsi gula dibatasi karena: a. gula yang diolah tanpa garam seperti macaroni. kentang. Makanan yang boleh: Beras. Gula cepat diserap (absorpsi) sehingga mengakibatkan perubahan kadar gula darah dan memungkinkan terjadinya obesitas (kegemukan) dan diabetes. Hubungi segera penderita. b. Karbohidrat Fungsi karbohidrat adalah penyedia energi. Untuk penderita yang kurang patuh. Makanan yang tidak boleh: Roti. Melihat pentingnya kepatuhan pasien dalam pengobatan maka sangat diperlukan sekali pengetahuan dan sikap pasien tentang pemahaman dan pelaksanaan pengobatan hipertensi. biscuit dan kue yang dimasak dengan garam . protein dan mineral diutamakan untuk mencegah proses penurunan fungsi tubuh. terigu. Sedangkan pada lansia konsumsi zat zat gizi lain seperti vitamin. Gula tidak mengandung gizi kecuali zat tenaga. biscuit dll.sehari Diskusikan dengan penderita tentang obat-obat anti hipertensi. singkong. mie. efek samping dan masalah-masalah yang mungkin terjadi Yakinkan penderita kemungkinan perlunya memodifikasi dosis atau mengganti obat untuk mencapai efek samping minimal dan efektifitas maksimal Usahakan biaya terapi seminimal mungkin. Gizi pada lansia hipertensi A. usahakan kunjungan lebih sering.

3. dendeng. Lemak Lemak berfungsi sebagai pelarut vitamin A. pindang. Protein Fungsi dari protein sebagai zat pembangun dari sel tubuh.D. b. Pada lansia sebaiknya memilih daging unggas-unggasan daripada daging sapi atau kambing dan hendaknya tidak makan lebih dari 2 potong daging pada sehari. 2. membentuk tekstur makanan dan memberi rasa kenyang yang lama. mengingat: a. ikan telur dan susu. s3ehingga membebani usus dan lambung yang akan mengakibatkan gangguan pada usus. keju. semua kacang-kacangan dan sayuran. kacang tanah dan sayuran yang dimasak/ diawetkan dengan garam dapur.E dan K. Kelebihan lemak akan disimpan sebagai cadangan energi dalam bentuk . udang. kornet. c. Berkurangnya aktifitas tubuh sehingga kebutuhan energi juga menurun. d.dapur. Lemak dengan kandungan asam lemak jenuh yang tinggi memicu penyakit jantung dan pembuluh darah. Makanan yang boleh: daging. Pada lansia lemak sebaiknya dibatasi . Lemak juga berfungsi sebagai cadangan energi. Berkurangnya produksi enzim mengakibatkan pencernaan lemak tidak sempurna. Makanan yang tidak boleh: ikan asin. ebi. telur asam.

timbunan lemak yang menyebabkan kegemukan. Makanan yang tidak boleh: durian. Pada lansia. kalsium sangat penting karena . e. mempertahankan fungsi jaringan tubuh dan mempengaruhi pertumbuhan dan pembentukan jaringan. g. Contoh makanan: beras merah Makanan yang boleh: semua buah yang tidak diawtkan garam/ soda. terutama lansia wanita mudah terjadi ostoporosis akibat menopause. ikan yang dimakan dengan tulangnya. cenderung mengakibatkan kanker usus. Vitamin Fungsi dari vitamin yaitu untuk mempercepat metbolisme. memelihara keseimbangan asam basa dll. . buah-buahan yang diawtkan oleh garam dan soda. kedelai dan rumput laut. kopi dan coklat. Makanan yang boleh: minyak margarine dan mentega tanpa garam. f. 5. sayuran hijau. Makanan yang tidak boleh: margarine dan mentega biasa 4. Mineral dan Air Fungsi dari mineral yaitu pembentukan jaringan tubuh. Pada lansia vitamin sangat penting. air putih. terutama vitamin B1 agar tubuh selalu bugar. Contoh makanan yang tingggi kalsium adalah susu.

Larut dalam air yang berfungsi mengikat kolesterol b. Diet rendah garam II: Ditujukan untuk penderita hipertensi sedang (100-114 mmHg). 6. kanker usus. Makanlah makanan yang mudah dicerna . Diet rendah garam III: Ditujukan untuk penderita hipertensi ringan (diastole kurang dari 100 mmHg). maka serat tidak mengandung gizi tetapi tetap dibutuhkan untuk mencegah sembelit. garam dapur dianjurkan ½ sendok teh. Tdak larut dalam air yang berfungsi melancarkan BAB. Diet rendah garam 1 : untuk penderita hipertensi berat dianjurkan untuk tidak menambahkan garam dapur dalam makanan.Lansia hendaknya minum 6-8 gelas sehari mengingat fungsi ginjal menurun dan melancarkan BAB. Serat ada 2 jenis: a. wasir. b. penyakit jantung dan kegemukan bila kekurangan serat. Hendaknya lansia makan dengan porsi kecil tapi sering b. C. Garam dianjurkan ¼ sendok the garam dapur. B. Serat Serat tidak dapat dicerna. TIPS Pemberian Makanan Bagi lansia Dengan Hipertensi a. Lansia hendaknya mengurangi natrium dengan cara membatasi garam dapur. c. Petunjuk Penggunaan Garam untuk Penderita hipertensi Untuk penderita hipertensi terdapat 3 diet: a.

Terapi nonfarmakologis Pada anak dengan kondisi pre-hipertensi atau hipertensi tingkat 1 terapi berupa perubahan gaya hidup direkomendasikan. goring-gorengan dll. gurih.7 Korelasi yang kuat terdapat pada anak yang memiliki berat badan lebih dengan peningkatan tekanan darah. Terapi nonfarmakologis dan terapi farmakologis direkomendasikan berdasarkan usia anak. tingkatan hipertensi. olahraga yang teratur. Pada penelitian tersebut disebutkan bahwa penurunan indeks massa tubuh 10% menurunkan tekanan darah dalam jangka waktu pendek sebesar 8 sampai 10 mmHg. Pada anak/remaja Penatalaksanaan hipertensi pada anak Penanganan anak dengan hipertensi ditujukan pada penyebab naiknya tekanan darah dan mengurangi gejala yang timbul.7. serta faktor-faktor risiko juga mempengaruhi keputusan terapi.c. kondisi-kondisi lain yang terjadi bersamaan. d.10 A. dan respon terhadap terapi.19 Aktivitas fisik yang teratur membantu menurunkan berat badan dan sekaligus . Hindari makanan yang terlalu manis. Terapi ini berupa pengontrolan berat badan. menurunkan risiko efektif pada anak obese disertai kardiovaskular lain seperti dislipidemia dan tahanan insulin. Kerusakan organ target. pengurangan kebiasaan merokok pada anak remaja yang merokok. dan tidak mengkonsumsi alkohol.10.7. Makan makanan yang lembek untuk lansia yang kondisi giginya kropos C. diet rendah lemak dan garam. Pengurangan berat badan telah terbukti hipertensi. Pengontrolan berat badan tidak hanya menurunkan tekanan darah juga menurunkan sensitivitas tekanan darah terhadap garam.

Jika terdapat kerusakan organ target atau penyakit yang mendasari. frekuensi pemberian. Tujuan terapi adalah mengurangi tekanan darah kurang dari persentil 95. Pengurangan garam pada anak dan remaja disebutkan dapat mengurangi tekanan darah sebesar 1 sampai 3 mmHg.10. dan makanan rendah lemak.10 B. serat. Aktivitas fisik tersebut minimal dilakukan selama 30-60 menit per hari. asam folat juga dikaitkan dengan tekanan darah yang rendah.10. enalapril. Dalam memilih terapi farmakologi harus dipertimbangkan efikasi ketersediaan obat. 7. amlodipin. ramipril) dan Calcium Channel Blocking Agents (seperti: nifedipin. lisinopril. felodipin. serta konsumsi garam yang adekuat hanya 1. dan hipertensi tingkat 2. isradipin) adalah obat antihipertensi yang sering digunakan karena . kerusakan organ target (seperti: hipertrofi ventrikel kiri.2 g/hari (anak 4-8 tahun) dan 1. buah segar. Menggunakan satu macam obat dengan dosis terendah kemudian meningkatkan dosis sampai efek terapetik terlihat. magnesium. Bila terdapat efek samping atau dosis obat maksimal dapat digunakan obat kedua yang memiliki mekanisme kerja berbeda.20 Intervensi diet pada anak dapat berupa ditingkatnya diet berupa sayuran segar. Terapi farmakologis Indikasi penggunaan terapi farmakologis hipertensi pada anak dan remaja jika ditemukan keadaan hipertensi yang bergejala.menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik.5 g/hari untuk anak yang lebih besar membantu dalam manajemen hipertensi. retinopati. proteinuria). tujuan terapi adalah tekanan darah kurang dari persentil 90.21 Farmakoterapi harus mengikuti tahapan peningkatan dosis obat secara bertahap. hipertensi sekunder.7 Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors (ACEI) (seperti: kaptopril. hipertensi tingkat 1 yang tidak berespon dengan perubahan gaya hidup. Peningkatan masukan kalium. efek samping dan biaya.7.

dan labetolol). agonis reseptor adrenergik perifer jarang digunakan pada pasien anak karena efek samping yang ditimbulkannya. Obat ini mungkin bisa menjadi pilihan pada anak yang menderita batuk kronik akibat penggunaan penghambat ACE. metoprolol. dan diuretik hemat kalium biasanya digunakan sebagai terapi tambahan. Diuretika (diuretik tiazid.7.efek sampingnya yang rendah.21 Obat-obatan yang digunakan pada anak tercantum dalam tabel 4 di bawah ini. Obat Antihipertensi Untuk Hipertensi Pada Anak 1-17 Tahun Yang Dirawat Jalan10 . Obat-obatan baru seperti penghambat reseptor angiotensin (seperti: irbesartan) juga digunakan pada hipertensi yang terjadi pada anak dan remaja. atenolol. penghambat reseptor adrenergik. atau penghambat reseptor angiotensin. agonis reseptor. vasodilator langsung. akan tetapi obat-obatan ini dapat menjadi pilihan bila terjadi kegagalan terapi dengan obat-obatan Calcium Channel Blocking Agents. Penghambat reseptor adrenergik (seperti: propanolol.10. Tabel 4.7.10. loop diuretic. Angiotensin-Converting Enzyme Inhibitors.

Pengobatan pada krisis hipertensi The Fourth Report on the diagnosis.11 Pendapat lain menyebutkan bahwa hipertensi krisis dapat bersifat emergensi (HE) yaitu peningkatan TDS atau TDS yang telah atau dalam proses menyebabkan kerusakan organ dalam beberapa menit-jam atau urgensi (HU) yang perlu diturunkan dalam 12-24 jam karena sewaktu-waktu dapat progresif menjadi hipertensi emergensi. Krisis hipertensi yaitu rerata TDS atau TDD > 5 mmHg di atas persentil 99 disertai gejala dan tanda klinis. evaluation.18 Obat-obatan yang digunakan pada penanganan hipertensi berat dan . and treatment of high blood pressure in children and adolescents mendefinisikan hipertensi berat bila tekanan darah melebihi 5 mmHg di atas persentil 99 menurut usia.11.8.10.

neurologis. esmolol.10. penglihatan.7. Obat Antihipertensi Untuk Manajemen Hipertensi Berat Pada Anak 1-17 Tahun 18 Krisis hipertensi yang disertai gejala ensefalopati hipertensif memerlukan pengobatan dengan antihipertensi intravena untuk mengontrol pengurangan tekanan darah dengan tujuan terapi menurunkan tekanan darah  25% selama 8 jam pertama setelah krisis dan secara perlahan-lahan menormalisasikan tekanan darah dalam 26 sampai 48 jam. Keamanan dan efikasi nipedipin kerja cepat telah terbukti aman dan hanya menimbulkan Pengawasan secara berhati-hati dilakukan terhadap reaksi pupil. dan temuan . enalaprilat. dan labetalol direkomendasikan sebagai obat intravena yang aman dan efektif karena mudah dititrasi dan dengan toksisitas yang rendah. Krisis hipertensi dengan gejala lain yang lebih ringan seperti sakit kepala berat atau muntah dapat diobati dengan obat antihipertensi oral atau intravena.21 Tabel 5.krisis hipertensi tercantum dalam tabel 5 di bawah ini.18 Sodium nitroprusid. kesadaran. klonidin. Obat lain yang direkomendasikan adalah hidralazin.10. 7. nikardipin.18 Nipedipin oral yang diberikan secara sublingual juga direkomendasikan.10.

Hipertensi merupakan salah satu faktor risiko yang paling berperan untuk terjadinya progresifitas penyakit ginjal. dan keadaan ini sangat berkaitan dengan aktivitas renin plasma. sehingga mencegah terjadinya progresifitas penyakit ginjal tahap akhir. jantung dan ginjal. Hasil penelitian menyebutkan bahwa system angiotensin merupakan penyebab terjadinya peningkatan tekanan darah pada pasien hipertensi primer dan penyakit ginjal kronik (PGK) dan polikista ginjal. Terjadinya mikroalbuminuria merupakan tanda yang paling utama dan penting untuk pnyakit ginjal dan merupakan petunjuk telah terjadinya . Angiotensin II akan mengikat reseptor angiotensin tipe 1 (AT1)pada permukaan membran sel di jaringan termasuk di otot polos vaskuler. Dalam hal ini obat-obatan anti hipertensi yang dipergunakan pada pasien yang mengalami gagal ginjal kronik haruslah mempunyai pengaruh yang baik dan menguntungkan terhadap perjalanan penyakit ginjal kronik tersebut. karena selain sebagai anti hipertensi juga dapat memperlambat perjalanan penyakit ginjal kronik menjadi gagal ginjal tahap akhir. Pada pasien gagal ginjal Berikut disampaikan informasi tentang penggunaan obat antihipertensi yang tepat untuk pasien penyakit ginjal kronik yang menderita hipertensi dan diabetes mellitus.20 D. Pada pasien polikista ginjal dan pasien PGK aktifitas otot simpatetik ternyata lebih besar dibandingkan pada kontrol. Semua obat anti hipertensi yang ada dan tersedia tidaklah sama pengaruhnya terhadap perjalanan penyakit ginjal kronik. Banyak data menunjukkan peranan yang paling besar dari sistem renin angiotensin dalam patofisiologi dari diabetik nefropati dan hipertensi nefropati serta hubungan antara nefropati dengan penyakit kardiovaskuler.sedikit efek samping saat digunakan pada anak dengan hipertensi yang dirawat inap. Peningkatan aktivitas plasma renin akan meningkatkan kadar angiotensin II. Dari seluruh obat antihipertensi golongan angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitors / ACEi dan angiotensin receptor blockers (ARBs) merupakan pilihan utama yang dapat digunakan.22 Obat oral perlu mendapat perhatian khusus karena efek yang tidak terkontrol dalam penurunan tekanan darah sehingga responnya terhadap penurunan tekanan darah tidak dapat diprediksi.

Pada pasien dengan hipertensi yang juga menderita diabetes melitus harus segera dipertimbangkan untuk pemberian ARBs dan ACEisebagai langkah awal pengobatan oleh karena kedua jenis obat tersebut dapat menurunkan proteinuria dan memperlambat progresifitas terjadinya nefropati diabetik. hal ini akan menimbulkan hiperglikemia yang sangat berkaitan dengan terjadinya progresifitas nefropati diabetik. Disfungsi endotel terjadi akibat adanya stres oksidatif. ARBs dan ACE inhibitor merupakan langkah pertama sebagai pengobatan pada pasien PGK dengan hipertensi. dalam hal ini pemberiannya dikombinasikan dengan obat antihipertensi lainnyauntuk emndapatkan tekanan darah yang diharapkan. Dan pada pasien DM tipe 2. diabetik. Pemberian ARBs atau ACEi terbukti dapat menurunkan kejadian stres oksidatif. pemberian ARBs dapat memperlambat makroalbuminuria dan nefropati. hipertensi dan nefropati (makroalbuminuria dan serum kreatinin > 1. Menurut American Diabetes Association Guidelines berdasarkan perlunya menurunkan faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskuler dan memperlambat terjadinya nefropati atau makroalbuminuria dan mikroalbuminuria. Pada pasien DM tipe 1 dengan atau tanpa hipertensi disertai dengan beberapa tingkatan albuminuria. cara yang terbaik adalah dengan menurunkan tekanan darah dengan target 130/80 mmHg atau lebih rendah. Tujuan pengobatan menggunakan obat antihipertensi pada pasien dengan penyakit ginjal kronik (PGK) adalah menurunkan tekanan darah sistemik dan mengurangi proteinuria yang secara tidak langsung juga menurunkan tekanan intraglomerular. dan hipertensi dengan mikroalbuminuria. Obat antihipertensi ACEi dan ABRs yang dimiliki Kalbe: ACE inhibitor : Ramipril (Redutens). ARBs juga dapat menurunkan progresifitas mikroalbuminuria. Sedangkan pada pasien DM tipe 2. Captopril OGB HJ ARBs : Losartan (Angioten) dan Irbesartan (Irbesartan dan Fritens) .5 mg/dL) pemberian ARBs dapat memperlambat progresifitas dari nefropati. (misalnya ACEi dengan Ca channel blocker atau diuretik). Captopril (Captensin).kerusakan pembuluh darah dan disfungsi endotel. ACEi dapat memperlambat terjadinya progresifitas nefropati. hipertensi dan mikroalbuminuria. Ginjal merupakan organ yang sangat mudah terjadi stres oksidatif.

Penyakit yang paling penting dan paling sering ditemukan adalah aterosklerosis. mungkin karena turbulensi di daerah ini menyebabkan . Pada saatnya. menyebabkan bercak penebalan di lapisan dalam arteri. monosit yang terisi lemak ini akan terkumpul. Aterosklerosis bisa terjadi pada arteri di otak. dimana bahan lemak terkumpul dibawah lapisan sebelah dalam dari dinding arteri. Setiap daerah penebalan (yang disebut plak aterosklerotik atau ateroma) yang terisi dengan bahan lembut seperti keju. terutama kolesterol. PENYEBAB terosklerosis bermula ketika sel darah putih yang disebut monosit. Jika aterosklerosis terjadi di dalam arteri yang menuju ke otak (arteri karotid). sel-sel otot polos dan sel-sel jaringan ikat.4. ginjal. Jika terjadi di dalam arteri yang menuju ke jantung ( arteri koroner). organ vital lainnya dan lengan serta tungkai. Arterosklerosis DEFINISI Aterosklerosis (Atherosclerosis) merupakan istilah umum untuk beberapa penyakit. pindah dari aliran darah ke dalam dinding arteri dan diubah menjadi sel-sel yang mengumpulkan bahan-bahan lemak. maka bisa terjadi stroke. mengandung sejumlah bahan lemak. dimana dinding arteri menjadi lebih tebal dan kurang lentur. tetapi biasanya mereka terbentuk di daerah percabangan. jantung. Ateroma bisa tersebar di dalam arteri sedang dan arteri besar. bisa terjadi serangan jantung.

Penderita penyakit keturunan homosistinuria memiliki ateroma yang meluas. kadar kolesterol yang sangat tinggi menyebabkan terbentuknya ateroma yang lebih banyak di dalam arteri koroner dibandingkan arteri lainnya. Lama-lama ateroma mengumpulkan endapan kalsium. lanjut. Sebaliknya. maka arteri akan menyempit. sehingga ateroma menjadi lebih besar dan lebih mempersempit arteri. Arteri yang terkena aterosklerosis akan kehilangan kelenturannya dan karena ateroma terus tumbuh. . atau bekuan akan terlepas dan mengalir bersama aliran darah dan menyebabkan sumbatan di tempat lain (emboli). Darah bisa masuk ke dalam ateroma yang pecah. pada penyakit keturunan hiperkolesterolemia familial. sehingga disini lebih mudah terbentuk ateroma. Selanjutnya bekuan ini akan mempersempit bahkan menyumbat arteri. Penyakit ini mengenai banyak arteri tetapi tidak selalu mengenai arteri koroner (arteri yang menuju ke jantung). sehingga menjadi rapuh dan bisa pecah. Resiko terjadinya aterosklerosis meningkat pada: • • • • • • • Tekanan darah tinggi Kadar kolesterol tinggi Perokok Diabetes (kencing manis) Kegemukan (obesitas) Malas berolah raga Usia Pria memiliki resiko lebih tinggi daripada wanita. Ateroma yang pecah juga bisa menumpahkan kandungan lemaknya dan memicu pembentukan bekuan darah (trombus).cedera pada dinding arteri. terutama pada usia muda.

seseorang merasakan kram di tungkainya (klaudikasio . maka bagian tubuh yang diperdarahinya tidak akan mendapatkan darah dalam jumlah yang memadai.GEJALA Sebelum terjadinya penyempitan arteri atau penyumbatan mendadak. Contohnya. tungkai atau tempat lainnya. sehingga bisa berupa gejala jantung. aterosklerosis biasanya tidak menimbulkan gejala. atau ketika berjalan. Gejalanya tergantung dari lokasi terbentuknya. seseorang dapat merasakan nyeri dada (angina) karena aliran oksigen ke jantung berkurang. otak. Gejala awal dari penyempitan arteri bisa berupa nyeri atau kram yang terjadi pada saat aliran darah tidak dapat mencukupi kebutuhan akan oksigen. yang mengangkut oksigen ke jaringan. Jika aterosklerosis menyebabkan penyempitan arteri yang sangat berat. selama berolah raga.

Sebelum terjadinya komplikasi. Pemeriksaan yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis aterosklerosis: • ABI (ankle-brachial index). Enarterektomi merupakan suatu pembedahan untuk mengangkat endapan. dilakukan pengukuran tekanan darah di pergelangan kaki dan lengan Pemeriksaan Doppler di daerah yang terkena Skening ultrasonik Duplex CT scan di daerah yang terkena Arteriografi resonansi magnetik Arteriografi di daerah yang terkena • • • • • • IVUS (intravascular ultrasound). Aspirin. gemfibrozil. Yang khas adalah bahwa gejala-gejala tersebut timbul secara perlahan. maka gejalanya akan timbul secara mendadak. probukol. Denyut nadi pada daerah yang terkena bisa berkurang. aterosklerosis mungkin tidak akan terdiagnosis. kolestipol.interminten) karena aliran oksigen ke tungkai berkurang. ticlopidine dan clopidogrel atau anti-koagulan bisa diberikan untuk mengurangi resiko terbentuknya bekuan darah. sejalan dengan terjadinya penyempitan arteri oleh ateroma yang juga berlangsung secara perlahan. Tetapi jika penyumbatan terjadi secara tiba-tiba (misalnya jika sebuah bekuan menyumbat arteri). terdengarnya bruit (suara meniup) pada pemeriksaan dengan stetoskop bisa merupakan petunjuk dari aterosklerosis. DIAGNOSA Sebelum terjadinya komplikasi. Angioplasti balon dilakukan untuk meratakan plak dan meningkatkan aliran darah yang melalui endapan lemak. . lovastatin). asam nikotinat. PENGOBATAN Bisa diberikan obat-obatan untuk menurunkan kadar lemak dan kolesterol dalam darah (contohnya Kolestiramin.

dimana arteri atau vena yang normal dari penderita digunakan untuk membuat jembatan guna menghindari arteri yang tersumbat.merokok meningkatkan kecenderungan darah untuk membentuk bekuan. Orang yang berhenti merokok hanya memiliki resiko separuh dari orang yang terus merokok.Pembedahan bypass merupakan prosedur yang sangat invasif. sehingga meningkatkan resiko terjadinya penyakit arteri perifer. Selain itu. sehingga mengurangi jumlah darah yang sampai ke jaringan . kadar merokok kolesterol sangatlah jahat berbahaya (kolesterol karena: LDL) .merokok menyebabkan bertambahnya kadar karbon monoksida di dalam darah.merokok akan mempersempit arteri yang sebelumnya telah menyempit karena aterosklerosis. penyakit arteri koroner. Jadi tergantung kepada faktor resiko yang dimilikinya. stroke dan penyumbatan suatu arteri cangkokan setelah pembedahan. Resiko seorang perokok untuk menderita penyakit arteri koroner secara langsung berhubungan dengan jumlah rokok yang dihisap setiap harinya. PENCEGAHAN Untuk membantu mencegah aterosklerosis yang harus dihilangkan adalah faktor-faktor resikonya. seseorang hendaknya: • • • • • Menurunkan kadar kolesterol darah Menurunkan tekanan darah Berhenti merokok Menurunkan berat badan Berolah raga secara teratur. berhenti merokok juga .merokok bisa mengurangi kadar kolesterol baik (kolesterol HDL) dan . tanpa menghiraukan berapa lama mereka sudah merokok sebelumnya. Berhenti merokok juga mengurangi resiko kematian setelah pembedahan bypass arteri koroner atau setelah serangan jantung. Pada orang-orang yang sebelumnya telah memiliki resiko tinggi untuk menderita penyakit meningkatkan jantung. sehingga meningkatkan resiko terjadinya cedera pada lapisan dinding arteri .

mengurangi penyakit dan resiko kematian pada seseorang yang memiliki aterosklerosis pada arteri selain arteri yang menuju ke jantung dan otak. .

111:61-6. Schieken RM. Moss and Adams Heart Disease in Infants. Overweight. International Pediatric Hypertension Association. . 4. Varda NM. Cardwell G. Turner J. Daniels S. 6. 20:499-506. Portman RJ. and the prevalence of hypertension in school-aged children. Sorof JM.DAFTAR PUSTAKA 1. Carotid artery intimal- mediated thickness and left ventricle hypertrophy in children with elevated blood pressure. and ethnic group on left ventricle hypertrophy and geometry in hypertensive children: a collaborative study of the International Pediatric Hypertension Association. 2. 14:412-4. 113:3:475-82. Pediatrics 2003. penyunting. Systemic hypertension. Dalam: Allen HD. 3. Clark EB. gender. A diagnostic approach for the child with hypertension. Portman RJ. Children. Am J Hypertens 2001. Lai D. Pediatrics 2004. 113:328-33. Gutgessel HP. Driscoll DJ. Portman R. Sorof JM. Gregoric A. ethnicity. Adrogue HE. Pediatr Nephrol 2005. Hanevold C. Sinaiko AR. Sorof J. Alexandrov AV. Waller J. Pediatrics 2004. 5. The effect of obesity. Prevalence of hypertension in junior high school- aged children: effect of new recommendations in the 1996 updated Task Force Report.

1400-11. Luma GB. Tambunan T. Am Fam Physician 2006. 2001. Hipertensi Sistemik. h. . Edisi ke-2. Bahrun D. Spiotta RT. Hypertension in Children and Adolescents. Trihono PP. Buku Ajar Nefrologi Anak. Jakarta: Balai Penerbit FK UI. 8.and Adolescents Volume Two. penyunting. Philadelpia: Lippincott Williams & Willkins. dan Pardede SO. 7. Edisi ke-6. 73:1158-68.242-90. Dalam: Alatas H. 2002. h.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful