SPACE OCCUPYING LESION

A. PENDAHULUAN Lesi desak ruang (space occupying lesion/SOL) merupakan lesi yang meluas atau menempati ruang dalam otak termasuk tumor, hematoma dan abses. Karena cranium merupakan tempat yang kaku dengan volume yang terfiksasi maka lesilesi ini akan meningkatkan tekanan intracranial. Suatu lesi yang meluas pertama kali diakomodasi dengan cara mengeluarkan cairan serebrospinal dari rongga cranium. Akhirnya vena mengalami kompresi, dan gangguan sirkulasi darah otak dan cairan serebrospinal mulai timbul dan tekanan intracranial mulai naik. Kongesti venosa menimbulkan peningkatan produksi dan penurunan absorpsi cairan serebrospinal dan meningkatkan volume dan terjadi kembali hal-hal seperti diatas. Posisi tumor dalam otak dapat mempunyai pengaruh yang dramatis pada tanda-tanda dan gejala. Misalnya suatu tumor dapat menyumbat aliran keluar dari cairan serebrospinal atau yang langsung menekan pada vena-vena besar, meyebabkan terjadinya peningkatan tekanan intracranial dengan cepat. Tandatanda dan gejala memungkinkan dokter untuk melokalisir lesi akan tergantung pada terjadinya gangguan dalam otak serta derajat kerusakan jaringan saraf yang ditimbulkan oleh lesi. Nyeri kepala hebat, kemungkinan akibat peregangan durameter dan muntah-muntah akibat tekanan pada batang otak merupakan keluhan yang umum.Suatu pungsi lumbal tidak boleh dilakukan pada pasien yang diduga tumor intracranial. Pengeluaran cairan serebrospinal akan mengarah pada timbulnya pergeseran mendadak hemispherium cerebri melalui takik tentorium kedalam fossa cranii posterior atau herniasi medulla oblongata dan serebellum

melalui foramen magnum. Pada saat ini CT-scan dan MRI digunakan untuk menegakkan diagnosis B. DEFINISI SOL ( Space Occupying Lesion ) merupakan generalisasi masalah tentang adanya lesi pada ruang intracranial khususnya yang mengenai otak. Banyak penyebab yang dapat menimbulkan lesi pada otak seperti kontusio serebri, hematoma, infark, abses otak dan tumor intracranial. Tumor otak adalah sebuah lesi yang terletak pada intrakranial yang menempati ruang di dalam tengkorak. Tumor otak adalah lesi oleh karena ada desakan ruang baik jinak / ganas yang tumbuh di otak, meningen dan tengkorak. C. ETIOLOGI • • • • • • Riwayat trauma kepala Faktor genetik Paparan zat kimia yang bersifat karsinogenik Virus tertentu Defisiensi imunologi Congenital

D. PATOFISIOLOGI • • • • Peningkatan tekanan intrakranial (TIK) dan edema serebral Aktivitas kejang dan tanda – tanda neurologis fokal Hidrosefalus Gangguan fungsi hipofisis

pankreas. 6. Nyeri kepala Nyeri bersifat dalam. 1996 : 193 ). hyperemia.Pada fase awal. ginjal. payudara. seperti pernafasan atau adanya peningkatan TIK. biasanya paling hebat pada pagi hari dan diperberat . Peningkatan tekanan intracranial a. terus – menerus. Sel ini akan terus berkembang mendesak jaringan otak yang sehat disekitarnya mengakibatkan terjadi gangguan neurologis ( Gangguan Fokal Akibat Tumor Dan Peningkatan TIK ). MANIFESTASI KLINIS 1. Tumor – tumor otak primer menunjukkan kira – kira 20 % dari penyebab semua kematian kanker. Insiden tertinggi pada tumor otak dewasa terjadi pada dekade ke 5. 7 dengan tingginya insiden pada pria usia dewasa tumr otak banyak dimulai dari sel gelia ( sel untuk mebuat struktur dan mendukung sistem otak dan medula spinalis ) dan merupakan supratentorial ( Terletak Diatas Penutup Cerebellum ) jelasnya neoplastik dalam palastik menyebabkan kematian yang mengganggu fungsi vital. tumpul dan kadang – kadang bersifat hebat sekali. dan kulit ( melanoma ). Terjadi proliferasi atau pertumbuhan sel abnormal secara sangat cepat pada daerah central nervus ( CNS ). biasanya dari paru – paru. cairan glastrointestinal bagian bawah. abses otak ditandai dengan edema local. Kemudian rupture maka infeksi akan meluas keseluruh otak dan bisa timbul meningitis ( long. E. infiltrasi leukosit / melunaknya parenkim trombosis sepsis dan edema. beberapa hari atau minggu dari fase awal terjadi proses uque fraction atau dinding kista berisi pus. Tumor – tumor otak jarang bermetastase keotak .

yaitu batuk. Berdasarkan jenis tumor dapat dibagi menjadi : a. membungkuk dan mengejan. b. Tumor intradural • Ekstramedular • Cleurofibroma • Meningioma intramedural • Apendimoma • Astrocytoma • Oligodendroglioma . Jinak • Acoustic neuroma • Meningioma • Pituitary adenoma • Astrocytoma ( grade I ) b. Papil edema Statis vena menimbulkan pembengkakan papila saraf optikus. Berdasarkan lokasi tumor dapat dibagi menjadi : a. Nausea dan muntah Akibat rangsangan pada medula oblongata c.3. Malignant • Astrocytoma ( grade 2.4 ) • Oligodendroglioma • Apendymoma 2. F.saat beraktivitas yang menyebabkan peningkatan TIK. KLASIFIKASI 1.

jejas tumor. G. PEMERIKSAAN PENUNJANG 1. Elektroensefalografi ( EEG ) : Mendeteksi gelombang otak abnormal. Angiografi : Memberi gambaran pembuluh darah serebal dan letak tumor 5. kepadatan. dan meluasnya edema serebralsekunder serta member informasi tentang sistem vaskuler 2. Biopsi stereotaktik : Dapat mendiagnosa kedudukan tumor yang dalam dan untuk memberi dasar pengobatan seta informasi prognosisi 4. dimana tulang menggangudalam gambaran yang menggunakan CT Scan 3.• Hemangioblastoma b. KOMPLIKASI     Gangguan fungsi neurologis Gangguan kognitif Gangguan tidur dan mood Disfungsi seksual . MRI :Membantu dalam mendeteksi jejas yang kecil dan tumor didalam batang otakdan daerah hiposisis. Tumor ekstradural Merupakan metastase dari lesi primer. CT Scan : Memberi informasi spesifik mengenal jumlah. H. ukuran.

namun umumnya sulit dilakukan sehingga pilihan pada radioterapi dan kemoterapi. PENATALAKSAAN Penatalaksanaan tergantung pada penyebab lesi : • Untuk tumor priner. yang dapat menurunkan edema serebral Manitol.I. • • Hematom membutuhkan evakuasi Lesi infeksi membutuhkan evakuasi dan terapi antibiotic Pengobatan lain yang diperlukan meliputi : • • • Dexamethason. sesuai dengan gejala yang timbul . untuk menurunkan peningkatan TIK Antikovulsan. namun jika tumor metastasis pengobatan paliatif yang dianjurkan. jika memungkinkan dilakukan eksisi sempurna.

. Konsep Klinis Proses – Proses Penyakit Edisi 6 Vol.DAFTAR PUSTAKA Price. Jakarta : EGC. 2. 2005. Sylvia A. Patofisiologi.

kopi. makan makanan yang asin (ikan asin). :: : Pasien sering mengkonsumsi makanan berlemak seperti daging (babi).87. Rohmayati : Perempuan : 43 tahun : : : Islam : Jl.03.00 : Ny. Dukuh V RT 06 RW 02 No. menstruasi : Ibu : Partus 3 kali . Yuda : Amelinda Syavira Riwayat perjalanan penyakit : Terapi yang sudah didapat Penyakit dahulu Makan.STATUS NEUROLOGI No. kebiasaan alkohol (tuak). MR Nama Jenis kelamin Umur Pekerjaan Pendidikan Agama Alamat Masuk tanggal Keluar tanggal Dokter Ko-Assisten ANAMNESIS • • • • • • • Alloanamnesis tanggal Keluhan Utama Keluhan Tambahan : 20 Oktober 2012 : Lemah di seluruh badan : Sakit Kepala : 20. 43 Kel. Dukuh : 20 Oktober 2012 :: dr. minum • • Kedudukan dalam keluarga Riwayat partus. minum.

• • Lingkungan tempat tinggal Dari lahir hingga umur 5 tahun : : PEMERIKSAAN UMUM STATUS GENERALIS : Keadaan umum Kesadaran GCS Nadi Tekanan Darah Umur klinis Bentuk Badan Gizi Stigmata Kulit Kuku KGB Pembuluh darah Suhu Respirasi Turgor Lain-lain : Tampak Sakit Sedang : Compos mentis : E4V5M6 : 80 x/menit : Lengan kanan Lengan kiri : 40 an : Biasa : Cukup : Tidak ada : Sawo matang : Sianosis tidak ada : Tidak teraba membesar dan tidak nyeri : Arteri Carotis: : 36.5° C : : Baik : (-) Palpasi Auskultasi : Kanan sama dengan kiri : Tidak ada bising : mmHg : mmHg PEMERIKSAAN REGIONAL Kepala Kalvarium Mata : Tidak ada kelainan : Tidak ada kelainan : Konjungtiva tidak pucat. Sklera tidak ikterik .

Lubang hidung lapang. sekret -/: Faring tidak hiperemis. Nyeri ketok (+) Supel. Nyeri tekan (+) Auskultasi : BU (+) 5x/ menit Hepar Lien Vesika urinaria Extremitas Sendi Gerakan Leher Gerakan Tubuh Nyeri ketok : Tidak teraba membesar : Tidak teraba membesar : Tidak teraba : Akral hangat.Hidung Mulut Telinga Leher Toraks : Bentuk biasa. : Bentuk biasa. Oedem (-) : Tidak ada kelainan : Baik : Baik : Tidak dilakukan . Wheezing (-/-) : Inspeksi : Perkusi : Palpasi : Perut tampak datar Timpani. Palatum mole intak. Ronkhi (-/-). Tonsil tidak membesar. serumen +/+ : Trakea ditengah. Wheezing (-/-) Jantung Paru-paru Abdomen : BJ I dan II irreguler. Tiroid tidak membesar. JVP distended : Inspeksi : Palpasi : Bentuk thorax normal Pergerakan dinding dada simetris kanan = kiri Vokal fremitus kanan = kiri Ictus cordis teraba di ICS V Garis axillaris anterior kiri Perkusi: Sonor kanan = kiri Batas jantung kiri: ICS V Garis axillaris anterior kiri Batas jantung kanan: ICS V Garis sternal kanan Auskultasi: BND vesikuler. Lidah lembab tidak sianosis. Ronkhi (-/-). Membran timpani intak. Gallop (-). Murmur (-) : BND Vesikuler.

IV. Rangsang Meningen • • • • • Kaku kuduk Brudzinski I ::- Brudzinski II : -/Kerniq Laseque : -/: >70° / >70° 2. Abdusen)  Sikap bola mata  Ptosis  Strabismus  Eksoftalmus  Endoftalmus  Diplopia : Simetris :-/+ : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada .Nyeri sumbu : Tidak dilakukan PEMERIKSAAN NEUROLOGIS 1. Saraf Kranial • N. VI (Okulomotorius.I (Olfaktorius) Kanan Penciuman • N. Trokhlearis. III. II (Optikus) Visus kasar Lihat warna Lapangan pandang Funduscopy • Baik Baik Baik Tidak dilakukan Baik Baik Baik normosmia Kiri normosmia N.

Membuka Tutup Mulut . V (Trigeminus) Motorik .Gerakan Rahang .Menggigit : Baik : Baik : Baik : : : : Bulat : 3 mm / 3 mm : Isokort : Tengah : Rata Kanan + Kiri + + + : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik . Deviasi Konjugee : Tidak ada Pergerakan Bola mata  Lateral kanan  Lateral Kiri  Atas  Bawah  Berputar Pupil  Bentuk  Ukuran  Isokort/anisokort  Letak  Tepi Reflek cahaya  Langsung  Konsensual Reflek akomodasi • N.

Rasa Raba . kanan = kiri : Tidak ada : Simetris.VIII (Vestibulokokhlearis) Vestibularis Nistagmus Vertigo Berbisik Gesekan jari Tes “Rinne” Tes “Weber” : (-) : Tidak ada : Kanan = kiri : Kanan = kiri :+/+ : Tidak ada lateralisasi Kokhlearis .Rasa Suhu Reflek: • : : : Reflek Kornea : (-) Kurang Kurang Kurang : + Baik + Baik Baik Reflek Maseter N. kanan = kiri : Sulcus nasolabialis mendatar di kanan : (-) : Baik • N.Sensorik . kanan tertinggal : Simetris.VII (Fasialis) Sikap wajah (saat istirahat) Mimik Angkat Alis Kerut Dahi Lagoftalmus Kembung Pipi Menyeringai Fenomena “Chvostek” Rasa kecap (2/3 depan lidah) : Simetris : Biasa : Tidak simetris.Rasa nyeri .

IX. X (Glosofaringeus.XI (Asesorius) Menoleh (kanan.kiri) Angkat Bahu • N.XII (Hipoglosus) Sikap lidah dalam mulut : Simetris Julur lidah Gerakan lidah Tremor Fasikulasi : Baik : Baik : Tidak ada : Tidak ada : Baik : Baik .- Tes “Schwabach” : Konduksi udara = pemeriksa ka = ki Konduksi tulang memendek ka = ki • N. Vagus) Arkus Faring Palatum Mole Uvula Disfonia Rhinolali/Bindeng Disfagia Disartria Batuk Menelan Mengejan Refleks Faring Refleks Okulokardiak : Sulit dinilai : Sulit dinilai : Ditengah : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Ada (+) : Tidak ada : Baik : Baik : (+) : (+) Refleks Sinus Karotikus : (+) • N.

normo.atoni) Lengan Tungkai Fleksor Ekstensor kanan : Normotonus : Normotonus kiri Nomotonus Normotonus .Tenaga otot lidah : Kurang 3.hipo. Motorik  Derajat kekuatan otot (0-5) Lengan Tungkai • Berdiri Jongkok berdiri Jalan • Langkah Lenggang lengan Di atas tumit Jinjit : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan Atas Kaki Jari : : :  Tidak dilakukan 3 3 3 3 4 4 4 4 Bawah : Atas Lengan Jari : : : 3 3 3 3 4 4 4 4 Bawah : Kanan Kiri Tonus otot (hiper.

Koordinasi • Statis • Dinamis Telunjuk Hidung Jari-jari Tremor Intensi Disdiadokokinesis Dismetri Bicara (disartria) : : : : : Tidak ada : Ada Duduk Berdiri Tes Romberg : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan .• Trofi Otot Lengan Tungkai • Kejang Tetani Tremor Khorea Atetosis Fleksor Ekstensor : Normotonus : Normotonus Normotonus Normotonus : : : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada : Tidak ada Eutrofi Eutrofi Eutrofi Eutrofi Gerakan Spontan Abnormal : (-) Balismus : Tidak ada Diskinesia : Tidak ada Mioklonik : Tidak ada 4.

Refleks • Refleks Tendo • Biseps Triseps “Knee Pes Reflex” : ++ / ++ : ++ / ++ : ++ / ++ “Achilles Pes Reflex” : ++ / ++ Telapak kaki Kulit perut Kremaster Anus Interna Anus Externa : -/: -/: -/: -/: -/: -/: -/: -/: -/: ++ : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan : Tidak dilakukan Refleks Kulit • Refleks Abnormal Babinski Chaddock Oppenheim Gordon Schaeffer Hoffman Trommer Klonus lutut Klonus Kaki 6.- Menulis : Tidak dilakukan 5. Sensibilitas • Eksteroseptif .Rasa nyeri : Kiri > kanan : Kiri > kanan .Rasa raba .

Fungsi Luhur • • • • • Memori Bahasa Afek dan emosi Visuospatial Kognitif : Kurang baik : Baik : Baik : Tidak dilakukan : Kurang baik 9.Palpasi Saraf Tepi • N.. Vegetatif • • • • • Miksi Defekasi Salivasi Sekresi keringat Fungsi Seks : Baik : Baik : Baik : Baik : Baik 8.Rasa sikap . Ulnaris : Tidak teraba meregang . kanan = kiri : Baik. Tanda Regresi • • • • Refleks menghisap Refleks menggigit Refleks memegang “Snout Reflex” : (-) : (-) : (-) : (-) 10. kanan = kiri 7.Rasa getar : Tidak dilakukan : Baik.Rasa suhu • Propioseptif .

5 ° C : mmHg mmHg Frekuensi Napas : Status Generalis : Dalam batas normal Status Neurologis :  Rangsang meningen: (-)  Saraf kranial : N III. VII : Angkat alis . Resune Pasien seorang wanita berusia 58 tahun datang dengan keluhan utama lemas separuh badan sebelah kiri sejak 15 jam SMRS.Aurikularis Magnus : Tidak teraba meregang 11. Riwayat hipertensi tak terkontrol./ + N./ + RCL : . Pemeriksaan Penunjang 12. VI : Ptosis : ./ +  Sensibilitas: Rasa raba dan nyeri. kiri > kanan  Koordinasi : disartria +  Refleks fisiologis .• N./ +  Motorik: 3 3 3 3 3333 4444 4444 RCTL ./ + Menyeringai . pusing (seperti ditusuk-tusuk). Dari pemeriksaan fisik didapatkan : • Kesadaran Tekanan darah Nadi Suhu • • : Compos mentis : Lengan kanan : Lengan kiri : 80 x/menit : 36. IV. bicara pelo.

Tumor otak Diagnosis Banding o • Terapi .Klinis .Topis .o Bíceps o Triceps o KPR o APR  Refleks patologis Babinski Chaddok Oppenheim Gordon Schaeffer : ++ / ++ : ++ / ++ : ++ / ++ : ++ / ++ :-/:-/:-/:-/:-/:-/:-/:-/: Kognitif kurang baik Memori kurang baik : Tidak ada : : Baik : Baik Hoffman Tromner Klonus lutut Klonus kaki  Fungsi luhur  Tanda Regresi  Vegetatif Miksi Defekasi • DIAGNOSA .Etiologis • : : : Space Occupaying Lession susp.

Ad sanasionum .Ad vitam .Ad fungsionum : Dubia at bonam : Dubia at bonam : Dubia at bonam .Pro rawat inap Diet : Lunak IVFD : II RL / 24 Jam MM/ :  Pemeriksaan Anjuran  CT Brain  EKG  Thoraks • Prognosis .

pergerakan bola mata baik kesegala arah. lihat warna. kembung pipi baik. isokort. 4 C Nadi : 64 x /menit RR : 18 x/menit Status Neorologis : RANGSANG MENINGEAL : (-) NERVUS KRANIALIS : • N. tepi rata. kerut dahi baik. I : Normosmia kanan = kiri • N. Kornea (+/+). tenaga otot lidah baik. Akomodasi (+/+). R. enopthalmus (-/-). weber tidak ada latelarisasi. • N XII : Sikap lidah dalam mulut simetris. Okulokardiak (+). MOTORIK :  Kekuatan motorik 5 5 5 5 4444 5555 4444  Normotonus  Eutrofi SENSIBILITAS : Eksteroseptif rasa raba dan nyeri kanan lebih baik dibandingkan kiri. • N. RCL (+/+). strabismus. II : Visus kasar. R. VI : Sikap bola mata simetris. ptosis. atrofi (-). mimik biasa. lapangan pandang baik • N. IV. letak ditengah. vertigo (-). V : Buka tutup mulut baik. berbisik baik nistagmus (-). RCTL (+/+). angkat bahu kanan lebih kuat dibandingkan kiri.FOLLOW UP Minggu 21 Oktober 2012 S : Sakit kepala seperti ditusuk-tusuk. uvula ditengah. R. X : Arkus faring simetris. pupil bulat. Siliospinal (+/+). palatum molle intak. fasikulasi. tremor. • N VII : Sikap wajah saat istirahat simetris. gerakan lidah. III. proprioseptif baik. disartria (+) • N XI : Menoleh kanan kiri baik. R. rinne (+/+). julur lidah deviasi ke kiri. belum BAB sejak 2 hari yg lalu Status Generalis : O: KU : Tampak sakit sedang KES : E4V5M6 (Compos mentis) TD : Lka = 160/90 mmHg Lki = 160/90 mmHg o Suhu : 36. swabach kanan. Sinus karotikus (+). eksopthalmus. • N IX. 3mm/3mm. pusing. • N VIII : Tes gesekan jari baik. Maseter (-). kiri = pemeriksa. angkat alis baik menyeringai SNL tidak mendatar. REFLEKS TENDON : (++ / ++) . R. sensorik raba dan nyeri kanan > kiri R.

ptosis.Diet biasa rendah garam III . VI : Sikap bola mata simetris.Ceftriaxone 2 x 1 gram .1 oC Nadi : 62 x /menit RR : 24 x/menit Status Neurologis : RANGSANG MENINGEAL : (-) NERVUS KRANIALIS : • N.Captopril 2 x 25 mg .XII tipe sentral sinistra + Hemiparese sinistra + hemihipesthesi sinistra . lapangan pandang baik • N. IV. lihat warna. I : Normosmia kanan = kiri • N.Amlodipine 1 x 5 mg (Tapp off/hari) .8 g/dl HDL : 37 mg/dl SGOT : 25 u/l LDL :126 mg/dl SGPT : 21 u/l Gula Puasa : 153 g/dl A : Diagnosa: .Etiologis : Stroke Non Hemoragik P : . eksopthalmus.REFLEKS PATOLOGIS : Babinski : .2 mg/dl Kolesterol total: 193 mg/dl Prot total : 7./ + SISTEM OTONOM : Vegetasi : Baik FUNGSI LUHUR : Baik Laboratorium tgl 13 September 2010 : LED : 18 mm/jam Asam Urat : 5.Ascardia 1 X 80 mg . .Topis : Korteks serebri lobus parietalis sinistra .6 mg/dl Trigliserida : 152 mg/dl Bil direct : 0. strabismus.IVFD I RL+ beclov 1000mg/12jam . III. enopthalmus (-/-).2 mg/dl Bil total : 1. leher tegang.Meconeuro 1 x 1 amp .Caprol 1 x 1 amp Senin 22 Oktober 2012 S : Sakit kepala seperti ditusuk-tusuk. belum BAB sejak 3 hari yg lalu Status Generalis : O: KU : Tampak sakit sedang KES : E4V5M6 (Compos mentis) TD : 200/120 mmHg Suhu : 36.Kalmetason 3 x 1 amp .Valsartan 1 x 80 mg .Klinis : Parese N. II : Visus kasar.ISDN 2 x 5 mg . pupil bulat. pergerakan bola mata baik kesegala arah.Pletaal 1 x 50 mg .

REFLEKS TENDON : (++ / ++) REFLEKS PATOLOGIS : Babinski : (.0 Leukosit : 1-3 Darah : (-) Eritrosit : 0-2 Leukosit Esterase : (-) Sel epitel : +1 Nitrit : (-) Bakteri : (-) Protein urin : (-) Silinder : (-) Bilirubin : (-) Kristal : (-) Aseton urin : (-) A : Diagnosa: . tenaga otot lidah baik. weber tidak ada latelarisasi. kerut dahi baik.Topis . palatum molle intak. atrofi (-). tremor. kiri = pemeriksa. mimik biasa. R. uvula ditengah. berbisik baik nistagmus (-). Siliospinal (+/+). Sinus karotikus (+)./ +) SISTEM OTONOM : Defekasi : Kurang baik FUNGSI LUHUR : Baik Laboratorium tgl 14 September 2010 : Urin rutin : Reduksi : (-) Warna : Kuning Urobilinogen : Normal BJ : 1. RCL (+/+). • N VIII : Tes gesekan jari baik. letak ditengah. julur lidah deviasi ke kiri. RCTL (+/+). sensorik raba dan nyeri kanan > kiri R.Klinis . angkat alis baik menyeringai SNL tidak mendatar. • N VII : Sikap wajah saat istirahat simetris. R. disartria (+) • N XI : Menoleh kanan kiri baik. kembung pipi baik.020 Sedimen: pH : 6. isokort.3mm/3mm. • N IX. X : Arkus faring simetris. • N XII : Sikap lidah dalam mulut simetris. • N. angkat bahu kanan lebih kuat dibandingkan kiri. tepi rata. Akomodasi (+/+). swabach kanan. Maseter (-). R.XII tipe sentral sinistra + Hemiparese sinistra + hemihipesthesi sinistra : Korteks serebri lobus parietalis sinistra : Stroke Non Hemoragik . vertigo (-). R. Kornea (+/+). proprioseptif baik. Okulokardiak. fasikulasi. R.Etiologis : Parese N. rinne (+/+). V : Buka tutup mulut baik. MOTORIK :  Kekuatan motorik 5 5 5 5 4444 5555 4444  Normotonus  Eutrofi SENSIBILITAS : Eksteroseptif rasa raba dan nyeri kanan lebih baik dibandingkan kiri.

Valsartan 1 x 80 mg . swabach kanan.Diet biasa rendah garam III . eksopthalmus. VI : Sikap bola mata simetris. angkat bahu kanan lebih kuat dibandingkan kiri. tepi rata. kerut dahi. vertigo (-). R. R. fasikulasi.Meconeuro . rinne (+/+). II : Visus kasar.Caprol 1 x 1 amp Selasa 23 Oktober 2012 S : Sakit kepala Status Generalis : O: KU : Tampak sakit sedang KES : E4V5M6 (Compos mentis) TD : 190/120 mmHg Suhu : 36. • N VII : Sikap wajah saat istirahat simetris. kembung pipi. • N.ISDN 2 x 5 mg . • N IX. julur lidah deviasi ke kiri.Ascardia 1 X 80 mg . Maseter (-). RCTL (+/+). X : Arkus faring simetris. lapangan pandang baik • N. angkat alis baik. RCL (+/+).Captopril 1 x 1 amp 2 x 1 gram 3 x 1 amp 2 x 25 mg Status Neurologis : RANGSANG MENINGEAL : (-) NERVUS KRANIALIS : • N. kiri = pemeriksa. enopthalmus (-/-). III.5 oC Nadi : 68 x /menit RR : 22 x/menit . R.Akomodasi (+/+). disartria (+) • N XI : Menoleh kanan kiri baik. letak ditengah. Siliospinal (+/+). I : Normosmia kanan = kiri • N. pergerakan bola mata baik kesegala arah. Sinus karotikus (+). atrofi (-).Amlodipine 1 x 5 mg . pupil bulat. R. tremor. Kornea (+/+).Ceftriaxone .isokort. mimik biasa. uvula ditengah.IVFD I RL+ beclov 1000mg/12jam . R.P : . 3mm/3mm. tenaga otot lidah baik. sensorik raba dan nyeri kanan > kiri R. IV. V : Buka tutup mulut baik. . menyeringai SNL tidak mendatar.Kalmetason (Tapp off/hari) . berbisik baik nistagmus (-). Okulokardiak (+). ptosis. strabismus. • N VIII : Tes gesekan jari baik. weber tidak ada latelarisasi. lihat warna. • N XII : Sikap lidah dalam mulut simetris. palatum molle intak.Pletaal 1 x 50 mg . gerakan lidah.

Etiologis : Parese N.Pletaal 1 x 50 mg .Captopril .Valsartan 1 x 80 mg .000 /μL Ht : 38.Ceftriaxone ./ +) SISTEM OTONOM : Vegetasi : Baik FUNGSI LUHUR : Baik Laboratorium tgl 15 September 2010 : Hb : 13.Kalmetason (Tapp off/hari) .ISDN 2 x 5 mg .Topis .Diet biasa rendah garam III .3 g/dl Leukosit : 13. REFLEKS TENDON : (++ / ++) REFLEKS PATOLOGIS : Babinski : (.MOTORIK :  Kekuatan motorik 5 5 5 5 4444 5555 4444  Normotonus  Eutrofi SENSIBILITAS : Eksteroseptif rasa raba dan nyeri kanan lebih baik dibandingkan kiri.200 ribu/μL Trombosit : 229.Lovenox 2 x 1 gram 3 x 1 amp 2 x 25 mg 1 x II C 1 x 1 tab 2x0.XII tipe sentral sinistra + Hemiparese sinistra + hemihipesthesi sinistra : Korteks serebri lobus parietalis sinistra : Stroke Non Hemoragik P : .Meconeuro 1 x 1 amp Rabu 24 Oktober 2012 S : Pegal di pinggang Status Generalis : O: KU : Tampak sakit sedang KES : E4V5M6 (Compos mentis) TD : 210/110 mmHg Suhu : 36.Klinis . proprioseptif baik.Laxadine .Atarax .IVFD I RL+ beclov 1000mg/12jam .Ascardia 1 X 80 mg .2 % Gula darah sewaktu : 72 mg/dl A : Diagnosa: .Caprol 1 x 1 amp .2 oC Nadi : 58 x /menit .9ml .Amlodipine 1 x 5 mg .

uvula ditengah. tenaga otot lidah baik. R. V : Buka tutup mulut baik. strabismus. R. X : Arkus faring simetris. angkat alis baik. RCTL (+/+). Siliospinal (+/+). disartria (+) • N XI : Menoleh kanan kiri baik.RR : 20 x/menit Status Neurologis : RANGSANG MENINGEAL : (-) NERVUS KRANIALIS : • N. REFLEKS TENDON : (++ / ++) REFLEKS PATOLOGIS : (. weber tidak ada latelarisasi. Atrofi (-). julur lidah deviasi ke kiri. kiri = pemeriksa. MOTORIK :  Kekuatan motorik 5 5 5 5 4444 5555 4444  Normotonus  Eutrofi SENSIBILITAS : Eksteroseptif baik.Topis . I : Normosmia kanan = kiri • N. fasikulasi. nyeri baik kanan = kiri • N VII : Sikap wajah saat istirahat simetris. Kornea (+/+). kembung pipi. Proprioseptif baik. Sinus karotikus (+). Maseter (-). enopthalmus (-/-). tepi rata. III. VI : Sikap bola mata simetris. menyeringai SNL tidak mendatar. rinne (+/+). 3mm/3mm./ -) SISTEM OTONOM : Vegetasi : Baik FUNGSI LUHUR : Baik Laboratorium tgl 16 September 2010 : Gula darah sewaktu : 71 mg/dl HBA1C/Gliko Hb : 5. • N IX.Klinis . pupil bulat. • N.XII tipe sentral sinistra + Hemiparese sinistra : Korteks serebri lobus parietalis sinistra : Stroke Non Hemoragik P : Diet biasa rendah garam III . palatum molle intak. swabach kanan. II : Visus kasar. vertigo (-). sensorik rasa raba.Etiologis : Parese N. lihat warna. isokort. • N VIII : Tes gesekan jari baik. IV. pergerakan bola mata baik kesegala arah. • N XII : Sikap lidah dalam mulut simetris. gerakan lidah. mimik biasa. kerut dahi. berbisik baik nistagmus (-). Okulokardiak. R. angkat bahu kanan lebih kuat dibandingkan kiri. tremor. eksopthalmus. R. RCL (+/+). ptosis.Akomodasi (+/+). R.7 % A : Diagnosa: . letak ditengah. lapangan pandang baik • N. R.

ISDN 2 x 5 mg .Valsartan 1 x 80 mg ..Lovenox 2 x 0.Ceftriaxone 2 x 1 gram .Atarax 1 x 1 tab .Amlodipine 1 x 10 mg .4 ml .IVFD I RL+ beclov 1000mg/12jam .OMZ drip 2x1 .Hiperchol 1x1 .Laxadin 1 x II C .Meconeuro 1 x 1 amp .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful