BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Pembelajaran adalah suatu proses yang dinamis, berkembang secara terusmenerus sesuai dengan pengamalan peserta didik. Semakin banyak pengalaman yang dilakukan peserta didik, maka akan semakin kaya, luas dan sempurna pengetahuan mereka. Namun sebagian guru di kelas mengajar dengan cara berceramah dalam menyampaikan materi pelajaran untuk mengejar target kurikulum yang ada. Jarang ada guru yang menggunakan cara pengajarannya dengan eksplorasi dan eksperimentasi untuk meningkatkan kemampuan anak dengan alasan klise bahwa waktu yang diperlukan sangat terbatas dan materi pelajaran yang perlu diberikan sangat banyak sehingga memunculkan rasa jenuh pada anak didik. Menyinggung tentang kemampuan profesional guru dalam melakukan penilaian proses dan hasil belajar, memang masih sangat kurang. Kebanyakan guru melakukan penilaian lebih menekankan pada hasil belajar, sedangkan proses belajar kurang diperhatikan bahkan cenderung diabaikan. Padahal, proses belajar sangat menentukan hasil belajar. Disamping itu, guru-guru juga terbiasa dengan kegiatan-kegiatan penilaian rutin yang sifatnya praktis dan ekonomis sehingga tidak heran jika guru banyak menggunakan soal yang sama dari tahun ke tahun. Sebenarnya, guru pun sering mengikuti pelatihan tentang evaluasi pembelajaran atau penilaian hasil belajar, tetapi setelah pelatihan, mereka tetap kembali ke habitatnya semula, yaitu memberikan tes tertulis, baik dalam formatif maupun sumatif, tanpa melakukan variasi, perbaikan, penyempurnaan atau inovasi dalam pelaksanaan penilaian. Mengingat cara-cara penilaian selama ini terdapat banyak kelemahan, maka sejak diberlakuannya Kurikulum Berbasis Kompetensi 2004, diperkenalkan suatu konsep penilaian baru yang disebut “penilaian berbasis kelas” (classroom-based assessment) dengan salah satu model atau pendekatannya adalah “penilaian berbasis portopolio”(portopolio-based assessment), yaitu suatu model penilaian yang dilakukan secara sistematis dan logis untuk mengungkapkan dan menilai peserta didik secara komprehensif, objektif, akurat, dan sesuai dengan bukti-bukti autentik(dokumen) yang dimiliki peserta didik. Implikasi pemberlakuan Kurikulum2004 (KBK) yang disempurnakan dalam Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) 2006 terhadap pola penilaian pembelajaran di sekolah adalah : Pertama, guru dan kepala sekolah harus berperan sebagai pembuat keputusan (decision maker) dalam perencanaan dan pelaksanaan kurikulum, termasuk proses pembelajaran.

Kedua, guru harus menyusun silabus yang menjamin terlaksananya proses pembelajaran yang terarah dan bermakana. Ketiga, guru harus melakukan continous-authentic assessment yang menjamin ketuntasan belajar dan pencapaiab kompetensi peserta didik.

B. Rumusan Masalah a. Bagaimana penggunaan penilaian portopolio dalam pembelajaran ?

C. Tujuan a. Dapat mengetahui penggunaan model penilaian portofolio dalam pembelajaran pendidikan.

Misalnya hasil tes awal siswa masuk sekolah ( pre . apabila disandingkan dengan konsep penilaian maka dikenal lah suatu istilah penilaian berbasis portofolio ( portfolio based assessment ). Secara umum. hasil tes akhir ( post test ) dan lain sebagainya yang berbentuk dokumen peseta didik. portofolio adalah collection of learning experience yang terdapat di dalam pikiran peserta didik baik yang berujud pengetahuan ( kognitif ). maupun nilai atau sikap ( afektif ). Portofolio sebenarnya dapat di artikan sebagai suatu wujud benda fisik. Sebagai suatu wujud benda fisik portofolio itu adalah kumpulan atau dokumen hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan pada suatu kumpulan dokumen ( master kegiatan peserta didik ). keterangan telah melaksanakan tugas tersetruktur. Sebagai suatu proses sosial pedagogis.test ). nilai dan profesional. lembaran. menseleksi dan merefleksi penilaiannya (Sharp. lembaga. Portofolio merupakan suatu kumpulan pekerjaan peserta didik dengan maksud tertentu dan terpadu yang diseleksi menurut panduan-panduan (bergantung pada mata pelajaran dan tujuan penilaian portofolio itu sendiri) yang telah ditetapkan (Budimansyah. 2002). catatan anekdot. suatu proses sosial pedagogis. Portofolio tempat berisikan benda pekerjaan. tugas . maupun sebagai adjective. . keterampilan ( skill).tugas. yang berarti lembaran atau „kertas kerja‟. assesmen portofolio) Istilah portofolio berasal dari kata kerja „potare‟ berarti membawa dan kata benda bahasa latin „foglio‟. kelompok. portofolio dapat digunakan guru untuk melihat perkembangan peserta didik dari waktu ke waktu berdasarkan kumpulan hasil karya sebagai bukti dari suatu kegiatan pembelajaran. piagam penghargaan. portofolio merupakan kumpulan dokumen berupa objek penilaian yang dipakai oleh seseorang. Adapun sebagai suatu adjective portofolio sering kali disandingkan dengankonsep lain.BAB II PEMBAHASAN A. misalnya dengan konsep pembelajaran maka dikenal suatu istilah pembelajaran berbasis portofolio ( portfolio based learning ). Pengertian Penilaian Portofolio Portofolio :    Sebagai benda fisik (bundle atau dokumen) Sebagai suatu proses social Sebagai adjective (Pembelajaran portofolio. Dalam konteks penelitian ini Portofolio adalah koleksi berharga dan berguna berisikan pekerjaan peserta didik yang menceritakan atau menerangkan sejarah prestasi atau pertumbuhan peserta didik. Portofolio umumnya suatu fakta bahwa peserta didik mengumpulkan. Dalam dunia pendidikan. 2006:1). organisasi atau perusahaan yang bertujuan untuk mendokumentasikan dan menilai perkembangan suatu proses.

piagam penghargaan. Analisis situasi yang berkaitan atau relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. 2004). Contoh pekerjaan siswa ini memberikan dasar bagi pertimbangan kemajuan belajarnya dan dapat dikomunikasikan kepada siswa. catatan anekdot. tugas-tugas. 3. Menurut para ahli. kriteria isi. yang berisi berbagai jenis karya seorang siswa. portofolio memiliki beberapa pengertian. Apa yang harus tersurat. . 5. bundelan hasil kerja peserta didik mulai dari tes awal. 4. 9. 6. atau bundelan. Hasil proyek. Hasil kerja siswa yang diperoleh dengan menggunakan alat rekam vidio. Penyelesaian soal-soal terbuka. misalnya: 1. kriteria penilaian. Popham (1994) menjelaskan. sampai pada tes akhir. Gambar atau laporan hasil pengamatan siswa. 8. alat rekam audio dan computer. dalam rangka melaksanakan tugas untuk mata pelajaran yang bersangkutan. tergantung pada subjek dan tujuan penggunaan portofolio. 2. 7. Paulson (1991) dalam Nahadi dan Cartono (2007) mendefinisikan portofolio sebagai kumpulan pekerjaan siswa yang menunjukan usaha. ada pula yang memandang sebagai metode/teknik/cara. atau dengan cara yang berbeda dari cara pilihan teman-teman sekelasnya. penyelidikan. Portofolio siswa untuk penilaian atau assesmen portofolio merupakan kumpulan produksi siswa. perkembangan dan kecakapan mereka dalam satu bidang atau lebih. dan bukti refleksi diri. penilaian portofolio merupakan penilaian secara berkesinambungan dengan metode pengumpulan informasi atau data secara sistematik atas hasil pekerjaan pesrta didik dalam kurun waktu tertentu. Misalnya. Hasil tugas pekerjaan rumah yang khas. Laporan hasil penyelidikan tentang hubungan antara konsep-konsep dalam mata pelajaran atau antar mata pelajaran. Kumpulan ini harus mencakup partisipasi siswa dalam seleksi isi.portofolio sebagai suatu wujud benda fisik. Menurut Gronlund (1998 : 159) portofolio mencakup berbagai contoh pekerjaan siswa yang tergantung pada keluasan tujuan. orang tua serta pihak lain yang tertarik berkepentingan.Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yang didasarkan pada kumpulan informasi (berupa karya peseta didik dari proses pembelajaran) yang menunjukan perkembangan kemampuan peserta didik dalam suatu periode tertentu (surapranata). Deskripsi dan diagram pemecahan suatu masalah dalam mata pelajaran yang bersangkutan. Ada yang memandang sebagai benda/alat. atau kumpulan suatu hasil bukti dari suatu kegiatan. kriteria seleksi. yakni kumpulan dokumentasi atau hasil pekerjaan peserta didik yang disimpan dalam suatu bundelan. atau praktik siswa yang disajikan secara tertulis atau dengan penjelasan tertulis. misalnya dengan cara yang berbeda dengan cara yang diajarkan di sekolah. Laporan kerja kelompok.

Tujuan dan Fungsi Penilaian Portofolio Penilaian Portofolio dapat digunakan sebagai alat formatif maupun sumatif. S. penyusunan portofolio bertujuan untuk mengumpulkan bukti-bukti mengenai apa yang telah dikuasai oleh siswa. Mempercepat pertumbuhan konsep diri positif pesrta didik g. Fotokopi surat piagam atau tanda penghargaan yang pernah diterima oleh siswa yang bersangkutan.10. dalam mempelajari mata pelajaran yang bersangkutan. Menghargai perkembangan peserta didik b. tetapi relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan). Surapranata dan M. Menurut Susilo (2003:38) pengembangan portofolio merupakan suatu proses pengumpulan dan pengadaan document. Mendokumentasikan proses pembelajaran c. . yang selanjutnya didajikan secara khas menurut pribadi masing-masing. Portofolio sebagai alat formatif digunakan untuk memantau kemajuan peserta didik dari hari ke hari dan mendorong peserta didik dalam merefleksi pembelajaran mereka sendiri. 1. Perancangan portofolio mungkin dilakukan oleh guru atau dosen. 13. yang tidak ditugaskan oleh guru (atas pilihan siswa sendiri. B. Meningkatkan kemampuan refleksi diri h. Memberi perhatikan pada prestasi kerja d. Sedangkan pengembangannya dilakukan oleh siswa atau mahasiswa. Meningkatkan efektivitas proses pembelajran e. 12. Tetapi perancangan dan pengambangan portofolio dapat dilakukan bersama-sama oleh guru/dosen dan siswa/mahasiswa yang bersepakat menggunakannya dalam pembelajaran. penataan sebagai bukti dan pengumpulannya menjadi suatu kumpulan bukti yang sesuai dengan tujuan. Bertukar informasi antara orang tua peserta didik dengan guru lain f. Merefleksikan kesanggupan mengambil resiko dan melakukan eksperimentasi d. Hatta (2004) menggemukakan penilaian portofolio dapat digunakan untuk mencapai beberapa tujuan. Cerita tentang kesenangan atau ketidaksenangan siswa terhadap mata pelajaran yang bersangkutan. 11. Cerita tentang usaha siswa sendiri dalam mengatasi hambatan psikologis. yaitu : a. atau usaha peningkatan diri. 14. Tujuan Pada hakikatnya tujuan penilaian portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat. Hasil penilaian portofolio sebagai alat sumatif dapat digunakan untuk penilaian pada akhir semester. Hasil karya dalam mata pelajaran yang bersangkutan. Laporan tentang sikap siswa terhadap pelajaran. Membantu peserta didik merumuskan tujuan Menurut Stater (1997) dalam susilo (2003).

Fungsi penilaian portofolio dapat juga dilihat dari berbagai segi. Selain itu. 2003:38). Sedangkan keterbatasannya ada dua hal. hanya dibatasi oleh imagginasi. Portofolio sebagai alat penilaian autentik. Asesmen portofolio digunakan juga untuk tujuan penilaian sumatif pada akhir semester atau pada akhir tahun pelajaran. aspek yang menjadikannya bebas adalah bahwa kemungkinan pemanfataan portofolio itu sangatlah beraneka ragam. karena portofolio mengharuskan peserta didik untuk mengoleksi dan menunjukkan hasil kerja mereka. yaitu penentu aspek tujuan dan penggunaanya. Menurut Collin (dalam Susilo. pengembangan portofolio itu bebas dan terbatas karena tujuan dan criteria penyusunannya sudah diketahui pada awal proses. d. peserta didik mempunyai kesempatan yang banyak untuk menilai diri sendiri dari waktu ke waktu. Fungsi Portofolio dapat berfungsi sebagai alat untuk melihat perkembangan tanggung jawab peserta didik dalam belajar. Bagi pengembangnya. . Hasil asesmen portofolio sebagai alat sumatif ini dapat digunakan untuk mengisi angka raport peserta didik yang menunjukkan prestasi peserta didik dalam mata pelajaran. Sedangkan penggunaan portofolio dimaksudkan untuk menyatakan bagaimana portofolio itu dimanfaatkan (Susilo. tujuan penilaian dengan menggunakan portofolio adalah untuk memberikan informasi kepada orang tua tentang perkembangan peserta didik secara lengkap dengan dukungan data dan dokumen yang akurat. tanggung jawab dalam belajar. Portofolion sebagai sumber informasi bagi pesetra didik untuk melakukan selfassesssment. Portofolio dapat digunakan sebagai alat pengajaran juga sebagai alat penilaian. perluasan dimensi belajar. Tujuan penyusunan portofolio adalah suatu peryataan yang tegas menganai untuk menyatakan pengetahuan dan keterampilan apakah bukti-bukti berupa dokumen di dalam portofolio tersebut. Untuk perancangannya. 2003:38) persyaratan bahwa portofolio itu dibuat dengan tujuan tertentu menyebabkan proses pengembangannya menjadi bebas dan terbatas. Maksudnya. Portofolio sebagai sumber informasi bagi guru dan orang tua untuk mengetahui pertumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik. yaitu orang yang mengumpulkan dan menyajikan bukti-bukti ini. pembaharuan kembali proses belajar mengajar dan pengembangan pandangan peserta didik dalam belajar. 2. perluasan dimensi belajar. yaitu: a. c. dan inovasi pembelajaran.Terdapat dua hal yang harus dibedakan dalam menyusun portofolio yaitu berkaitan dengan tujuan dan penggunaannya. b. yaitu: harus jelas tujuan pembentukannya dan disebutkan secara eksplisit karena itu juga diberikan batas waktu. biaya kesempatan dan kemampuan penyusunannya. Portofolio sebagai alat pembelajaran merupakan komponen kurikulum.

Kegiatan ini merupakan puncak penampilan peserta didik di hadapan dewan juri. 1. Setelah portofolio selesai dibuat. C. Kelompok belajar kooperatif (cooperative learning). Prinsip-Prinsip Penilaian Portofolio Portofolio dalam proses belajar secara umum berlaku prinsip kesiapan (readiness). dan h. yaitu papan panel yang terbuat dari kardus bekas atau bahan lain yang tersedia. prinsip belajar kognitif. belajar madiri (independent learning). memperlihatkan perkembangan pemikiran atau pemahaman siswa pada periode waktu tertentu. 2. merupakan satu bentuk kerjasama itu. d. mendokumentasikan kegiatan selama periode waktu tertentu. prinsip tujuan. c. Direktorat PLP-Ditjen Dikdasmen-Depdiknas (2003) mengemukakan bahwa penilaian portofolio dapat digunakan untuk : a. . Pada fase pelaporan aktivitas mereka terfokus pada pembuatan portofolio kelas. mendemonstrasikan kemampuan menampilkan suatu karya seni. prinsip perbedaan individual. e. mendemonstrasikan perbedaan bakat.Selanjutnya. Segala bentuk data dan informasi disusun secara sistematis dan disimpan pada sebuah bundel (portofolio seksi dokumentasi). topic. isu. kegiatan lapangan. b. menunjukkan suatu pemahaman dari beberapa konsep. Adapun data dan informasi yang paling penting dan menarik (eyes catching) ditempel pada portopolio seksi penayangan. dan pelaporan. siapa mengerjakan apa. orang-orangnya ditentukan. g. Semua pekerjaan disusun. prinsip motivasi (motivation). dan lain sebagainya yang intinya adalah meningkatkan aktivitas peserta didik untuk belajar dan mengurangi aktivitas guru untuk mengajar. prinsip belajar afektif. Aktivitas peserta didik hampir di seluruh proses pembelajaran dari mulai fase perencanaan di kelas. prinsip belajar psikomotor. prinsip persepsi. dilakukanlah public hearing dalam kegiatan show-case di hadapan dewan juri. merefleksikan nilai-nilai individual atau pandangan dunia secara lebih luas. perlu dikembangkan dan ditingkatkan penggunaannya. mendemonstrasikan kemampuan untuk memproduksi atau mengkreasi suatu pekerjaan baru secara orisinal. serta prinsip evaluasi. mendemonstrasikan kemampuan mengintegrasikan teori dan praktik. f. Berbagai pendekatan pembelajaran yang inovatif. seperti pembentukan kelompok belajar (group learning) tutorial sejawat (peer learning). yang diberikan. Yaitu proses pembelajaran yang berbasis kerjasama antar peserta didik dan antar kelompok lain di sekolah. termasuk kerja sama sekolah dengan orang tua peserta didik dan lembaga terkait. prinsip transfer dan retensi. Prinsip belajar siswa aktif (student active learning). Kerja sama antar peserta didik jelas terlihat pada saat kelas sudah memilih satu masalah untuk bahan kajian bersama.

dan sebagainya. melakukan observasi. peserta didik belajar mengemukakan pendapat. Motivasi yang seperti ini akan dapat tercipta kalau guru dapat meyakinkan peserta didik tentang kegunaan materi pelajaran bagi kehidupan nyata.3. Melalui model ini para siswa diberi keleluasaan untuk memilih tema belajar yang menarik bagi dirinya. Ini tipe guru yang reaktif itu. Proses ini mendukung adagium yang menyatakan bahwa “democrascy is not in heredity but learning” (demokrasi itu tidak diwariskan. Fase selanjutnya mereka terjun ke masyarakat mencari data dan informasi untuk memecahkan masalah tersebut. guru harus dapat menciptakan situasi sehingga materi pelajaran selalu menarik. tetapi dipelajari dan dipahami). Reactive Teaching. yaitu mengidentifikasi sejumlah masalah aktual yang ada di masyarakat. mampu bergaul dengan masyarakat. Oleh karena itu mengajarkan demokrasi itu harus dalam suasana yang demokrasi dan untuk mendukung kehidupan yang demokratis (teaching democracy in and for democracy). Kompetensi-kompetensi tersebut kelak di kemudian hari sangat bermanfaat bagi para peserta didik untuk hidup di masyarakat. Jika hal ini terjadi. Misalnya kelas yang sedang mempelajari PAI merencanakan membuat proyek belajar. Guru harus punya sensitivitas yang tinggi untuk segera mengetahui apakah kegiatan pembelajaran sudah membosankan peserta didik. Model pembelajaran berbasis portofolio menganut prinsip dasar bahwa belajar itu harus dalam suasana yang menyenangkan (joyfull learning). Joyfull Learning. 4. kemudian memilih salah satu diantaranya untuk bahan kajian kelas. 5. Pembelajaran Partisipatorik Model pembelajaran Berbasis Portofolio juga menganut prinsip dasar pembelajaran partisipatorik. tidak membosankan. sebab melalui model ini peserta didik belajar sambil melakoni (learning by doing). Mengapa terdapat pelakonan hidup berdemokrasi? Sebab dalam setiap langkah dalam model ini memiliki makna yang ada hubungannya dengan praktek hidup berdemokrasi. Demikian juga. disamping melatih sejumlah kompetensi untuk hidup di masyarakat. mendengarkan pendapat orang lain. menyampaikan kritik. Pengalaman terjun ke masyarakat adalah salah satu pengalaman belajar riil yang menyenangkan bagi mereka. dengan tetap berkepala dingin. guru harus segera mencari cara untuk menanggulanginya. membuat laporan perjalanan. Direktorat PLP Ditjen Dikdasmen Depdiknas (2003) menemukakan pelaksanaan penilaian portofolio hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip : . Salah satu bentuk pelakonan itu adalah peserta didik belajar hidup berdemokrasi. Pada saat berlangsungnya perdebatan. menyelami aspirasi mereka. seperti misalnya memiliki kemampuan melakukan wawancara. Sebagai contoh pada saat memilih masalah untuk kajian kelas memiliki makna bahwa peserta didik dapat menghargai dan menerima pendapat yang didukung suara terbanyak. Untuk menerapkan model pembelajaran berbasis portofolio guru perlu menciptakan strategi yang tepat agar peserta didik mempunyai motivasi belajar yang tinggi. Tujuan ini hanya dapat dicapai dengan sambil melakoni atau dengan kata lain harus menggunakan prinsip belajar partisipatorik.

Selain itu. Peserta didik dapat merefleksikan tentang proses berpikir mereka sendiri. Confidentiality (kerahasian bersama). kompetensi dasar. yaitu penciptaan budaya mengajar. artinya semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada harus menjadi milik bersama antara guru dan pesrta didik karena itu harus dijaga bersama. 4. S. artinya semua dokumen dalam rangka pencapaian standar kompetensi. sikap dan nilai pada taraf yang lebih tinggi. dan juga harus menilai akhir suatu tugas yang diberikan guru. afektif.lulus atau tidak lulus. 5.penilaian portofolio akan efektif jika pembelajarannya menuntut peserta didik untuk menunjukkan kemampuan yang nyata dan menggambarkan pengembangan aspek pengetahuan. 2. kompetensi dasar. Standar ketuntasan harus ditentukan terlebih dahulu. orang tua maupun peserta didik karena dokumen tersebut merupakan bukti karya terbaik peserta didik sebagai hasil pembinaan guru. refleksi bersama. Saticfaction (kepuasaan). 1. Tidak hanya itu. dan pengambilan keputusan. Relevance (kesusaian). artinya jangan ada saling mencurigai antara guru dengan pesrta didik maupun antarpeserta didik. Aspek yang diukur dalam asesmen portofolio adalah tiga ranah perkembangan psikologi anak yaitu kognitif. baik penyimpanannya maupun penempatannya. baik guru. keterampilan. Hasil penilaian. 3. Karakteristik Penilaian Portofolio Model asesmen portofolio menggunakan acuan penilaian kriteria. penilaian portofolio juga harus diarahkan untuk menilai proses belajar peserta didik. yang intinya adalah bahwa:    Semua anak memiliki kemampuan yang sama dan bisa belajar apa saja. hanya waktu yang diperlukan untuk mencapai kemampuan tertentu berbeda. dan psikomotorik. baik perseorangan maupun kelompok. artinya dokumen yang ada harus sesuai dengan standar kompetensi. Prilaku kognitif Berdasarkan taksonomi kognitive Bloom. pemecahan masalah.1. terdapat enam tingkatan kognitif berfikir: . artinya guru harus menjaga kerahasian semua hasil pekerjaan peserta didik dan dokumen yang ada. indicator yang diharapkan. Join Ownership (milik bersama). serta proses dan hasil. Hatta (2004) menambahkan tiga prisip. tidak boleh diberikan atau diperlihatkan kepada siapapun sebelum diadakan pameran.Surapranata dan M. Mutual trust (sling mempercayai). dan indicator harus dapat memuaskan semua pihak.

      Pengetahuan (knowledge) : kemampuan mengingat (misal mengingat rumus) Pemahaman (comprehension) : kemampuan memahami (menyimpulkan suatu paragraph) Aplikasi (application) : kemampuan penerapan (misalnya menggunakan informasi atau pengetahuan yang diperolehnya untuk memecahkan masalah). kuisioner). 3. sementara itu untuk mata pelajaran yang tidak terdapat kegiatan praktek. olahraga. Multi Sumb er Beraga m Tujuan Auten tik Karakteristik Penilaian Portofolio Dinamis Kepemil ikan Integra si Eksplis it . Prilaku psikomotorik Mencakup penilaian keahlian. kepemilikan. dan hasil karya (daftar cek. D. kesukaan. Penilaian psikomotorik adalah penilaian pembelajaran yang banyak menggunakan praktek seperti agama. Analisis (analysis) : kemampuan menganalisis suatu informasi yang luas menjadi bagianbagian kecil (misalnya menganalisis bentuk. Prilaku afektif Mencakup penilaian perasaan. produk dan laporan. emosi dan motivasi. minat. tingkah laku. integrasi. tes perbuatan (lembar pengamatan). Hatta (2004) terdapat beberapa karakteristik esensial penilaian portofolio. dan beragam tujuan. dinamis. autantik. tes lisan (wawancara). jenis atau arti) Sintesis (synthesis) : kemampuan menggabungkan beberapa informasi menjadi kesimpulan (misalnya memformulasikan hasil penelitian). Surapranata dan M. Bentuk instrument dan jenis tagihan yang digunakan untuk assesmen portofolio adalah tes tertulis (obyektif dan non-obyektif). 2. sains dan bahasa. kesenian. tidak terdapat penilaian psikomotoriknya. yaitu multisumber. eksplisit. Evaluasi (evaluation) : kemampuan mempertimbangkan mana yang baik untuk mengambil tindakan tertentu. Karakteristik Penilaian Portofolio Menurut Barton dan Collins dalam S. non-tes (angket.

Memungkinkan peserta didik melakukan penilaian diri. Meningkatkan peran peserta didik secara aktif dalam kegiatan pembelajaran dan penilaian. 5. baik secara tertulis maupun tindakan. informasi. refleksi. guru. Kelebihan dan Kekurangan Penilaian Portofolio Kelebihan model penilaian portofolio. daya nalar. audio. kegiatan. kompetensi dasar. Pelaksanaan penilaian portofolio bukan hanya mengacu pada kompetensi yang harus dikuasai oleh peserta didik. tukar pendapat. Terlibatnya berbagai pihak. seperti peserta didik. 9. Disamping itu. kemauan. Membantu guru melakukan penilaian secara adil. 2. 4. serta fungsi perannya sebagai fasilitator. E. 6. komite sekolah dan masyarakat lainnya dalam melihat pencapaian kemampuan peserta didik. dan dapat dijadikan alat komunikasi peserta didik ke berbagai pihak yang berkepentingan. standar kompetensi. dan evidence lainnya. tetapi juga tujuan-tujuan lain yang bermanfaat bagi program pembelajaran. Memberi kesempatan kepada peserta didik untuk meningkatkan kemampuan mereka. guru. orang tua. 7. pengetahuan untuk meningkatkan daya nalar dan pengetahuan dengan rekan guru melalui KKG PAI Tkt SD atau MGMP PAI di Tkt SMP. Dapat melihat perumbuhan dan perkembangan kemampuan peserta didik dari waktu ke waktu berdasarkan feed-back dan refleksi diri. jurnal. antara kegiatan peserta didik di kelas dengan kehidupan nyata haruslah terintegrasi. Dalam pelaksanaannya. Evidence yang dimaksud haruslah autentik dan berhubungan dengan program pembelajaran. baik dikelas maupun di luar kelas dalam rangka implementasi program pembelajaran. 8. perkembangan peserta didik. dan video tape. Dan rekonstruktor pembelajaran di dalam kelas.Multisumber. Mengajak peserta didik untuk belajar bertanggung jawab terhadap apa yang telah mereka kerjakan. Membantu guru mengklarifikasi dan mengidentifikasi program pembelajaran. lukisan. dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis. seperti kefektifan program. motivator. transparan dan dapat dipertanggungjawabkan tanpa mengurangi kreativitas peserta didik di kelas. penilaian portofolio menuntut adanya pertumbuhan dan perkembangan dari setiap peserta didik. antara lain : 1. objektif. masyarakat. mediator. seperti orang tua. . seperti gambar. dan indicator yang hendak dicapai. Hak otonomi mengajar pada guru dalam mengembangkan kemampuan. 3. dimaksudkan bahwa pelaksanaan penilaian portofolio harus dilakukan dari berbagai sumber.

Membutuhkan waktu dan kerja ekstra. tetapi tetap mengacu pada kompetnsi dasar dan indicator hasil belajar yang ditentukan. Belum terbiasanya pembiasaan jalinan kerjasama kelompok tim peserta didik. 3. Jika guru melaksanakan proses pembelajaran yang bersifat teacher-oriented. 5. Tidak tersedianya criteria penilaian yang jelas. 13. dengan kesadaran. 12. belum diberikannya hak otonomi mengajar sebagai pengembang kurikulum praktis di kelas. 11. Penilaian portofolio dianggap kurang reliable dibandingkan dengan bentuk penilaian yang lain. 14. 10. Kurangnya pengetahuan/daya nalar guru yang bersangkutan. 6. 13. 2. Memungkinkan guru memberikan hadiah terhadap setiap usaha belajar peserta didik. Orang tua pesera didik sering berpikir skeptic karena laporan hasil belajar anaknya tidak berbentuk angka. dan diperlukan tenaga dan biaya yang cukup besa. Dapat menjebak peserta didik jika terlalu sering menggunakan format yang lengkap dan detail. Analisis terhadap penilaian portofolio agak sulit dilakukan sebagai akibat dikuranginya penggunaan angka. Memungkinkan guru melakukan penilaian secara fleksibel. Ada kecendrungan guru hanya memperhatikan pencapaian akhir sehingga proses penilaian kurang mendapat perhatian. kemungkinan besar inisiatif dan kreativitas peserta didik akan terbelenggu sehingga penilaian portofolio tidak dapat dilaksanakan dengan baik. 7. 12. Adapun Kelemahan model pembelajaran portofolio ini adalah: 1. 4. orang tua. Guru dan peserta didik sama-sama bertanggung jawab untuk merancang dan menilai kemajuan belajar. masalah akan sulit dipecahkan.10. 9. Penilaian portofolio masih relative baru sehingga banyak guru. karena jika ide atau gagasan terlalu banyak dan tidak dapat dipertemukan. Penyusunan perangkat penilaian memerlukan usaha untuk melakukannnya khususnya dalam penilaian kreativitas pebelajar. 11. Relatif menggunakan waktu yang cukup lama. Sulit dilakukan terutama menghadapi ujian dalam skala nasional. . Dapat digunakan untuk menilai kelas yang heterogen antara peserta didik yang pandai dan kurang pandai. 8. dan peserta didik yang belum mengetahui dan memahaminya.

Apabila dilihat dari jumlah peserta didk. Menjelaskan hukum/azas kekekalan energy. memantau kemajuan atau perkembangan.F. Berapa besar kontribusi kerja kelompok terhadap hasil yang dicapai kelompok? d. a. Adakah bukti tanggung jawab bersama ? e. yaitu bentuk yang digunakan untuk memilih koleksievidence peserta didik. Jika dilihat dari system. dan menunjukkan pencapaian hasil belajar. yaitu portofolio proses dan portofolio produk. Dalam portofolio kerja ini yang dinilai adalah cara kerja dan hasil kerja. dan menilai peserta didik dalam mengelola kegiatan belajar mereka sendiri. Adapun kriterianya antara lain sebagai berikut. Portofolio Proses Menunjukkan tahapan belajar dan menyajikan catatan perkembangan pesrta didik dari waktu ke waktu. Adakah pembagian kerja di antara anggota kelompok ? b. 2. kegiatan pembelajaran untuk mencapai standar kompetensi. serta menunjukkan semua hasil dari awal sampai dengan akhir selama kurun waktu tertentu. dan sekumpulan indicator yang telah ditetapkan dalam kurikulum. Tujuan menggunakan portofolio proses untuk membantu peserta didik mengidentifikasi tujuan pembelajaran. Apakah informasi yang diperoleh akurat ? g. perkembangan hasil belajar dari waktu ke waktu. 1. Apakah kelengkapan data yang diperoleh telah sesuai dengan tugas anggota kelompok masing-masing ? f. Membedakan system dan lingkungan Nama : Angga Zalindra Nugraha Tanggal : 20 Agustus 2012 PENILAIAN Cukup Baik Kurang .portofolio dapat dibagi dua jenis. Apakah masing-masing anggota telah bekerja sesuain dengan tugasnya ? c. maka penilaian portofolio dapat dibagi menjadi dua jenis. Apakah portofolio telah disusun dengan baik ? FORMAT PENILAIAN PORTOFOLIO PROSES Kompetensi Dasar : Menjelaskan pengertian entalpi suatu zat dan perubahannya Indikator 1. Salah satu bentuk portofolio proses adalah portofolio kerja. Jenis Penilaian Portofolio Jenis penilaian portofolio akan memberikan pemahaman tentang perlunya penggunaan penilaian portofolio secara bervariasi sesua dengan jenis kegiatan belajar yang dilakukan peserta didik. yaitu portofolio perseorangan dan portofolio kelompok. kompetensi dasar.

draf pekerjaan peserta didik. Guru harus betul-betul mengamati bagaimana peserta didik menampilkan hasil pekerjaan mereka. sistematis. 2. yaitu apakah peserta didik dalam mempertahankan argumentasinya sudah cukup memadai. 4. Membedakan reaksi yang melepaskan kalor (eksoterm) dan reaksi yang membutuhkan kalor (endoterm) Dicapai melalui : -Bantuan guru -Seluruh kelas -Perorangan Komentar orang tua : Komentar guru : 2. termasuk identitasnya serta bentuk bantuan yang diberikan. Portofolio Produk Tujuan portofolio produk untuk mendokumentasikan dan merefleksikan kualitas prestasi yang telah dicapai. Peserta didik harus menandatangani lembar pernyataan keaslian. a. Peserta didik memberikan penghargaan kepada semua sumber yang telah membantu. Argumentasi. yaitu seberapa baik tingkat pemahaman peserta didik terhadap hakikat dan lingkup masalah. atau langkah-langkah yang dirumuskan. Pemahaman. Signifikansi materi. Beberapa hal yang perlu diperhatikan oleh peseta didik dan guru : 1. dan indicator pencapaian belajar? 2. dan relevan? . dan catatan selama proses berlangsung. Contoh portofolio produk adalah portofolio tampilan dan portofolio dokumentasi. Aspek yang dinilai dalam bentuk portofolio tampilan adalah sebagai berikut : 1. Portofolio Tampilan Portofolio bentuk ini merupakan sekumpulan hasil karya peserta didik atau dokumen terseleksi yang dipersiapkan untuk ditampilkan kepada umum.3. kebijakan. 3. Guru harus melihat perencanaan. kompetensi dasar. 3. yaitu apakah yang dipilih benar-benar merupakan materi yang terpenting dan bermakna untuk diketahui dan dipecahkan ? atau seberapa besar tingkat kebermaknaan informasi yang dipilih berkaitan dengan topic yang dibahasnya? Apakah materi yang dipilih sesuai dengan standar kompetensi.

yaitu apakah anggota kelompok turut berpatrisipasi secara aktif dalam penyajian? Adakah bukkti yang menunjukkan tanggung jawab anggota dalam kelompok? Apakah para penyaji menghargai pendapat orang lain? Adakah kekompakan kerja di antara para angota kelompok? Contoh : LEMBAR PENILAIAN PENAMPILAN Judul Penampilan : Kelas/Kelompok : Petunjuk Penilaian : 1. Kerja sama kelompok. 2 = cukup. Seberapa besar kesesuaian jawaban yang diberikan peserta didik dengan pertanyaan yang muncul? 05 Kerjasama Kelompok : 5. 3 = rata-rata. Seberapa besar anggota kelompok berpartisipasi dalam penyajian? 6. Seberapa besar tingkat kesesuaian atau kebermaknaan informasi yang diberikan dengan topic yang dibahas? 02 Pemahaman : 2. 4 = baik. yaitu seberapa besar tingkat kesesuaian antara respons yang diberikan dengan pertanyaaan? Dalam memberikan respon. Setiap criteria diberi skor dalam skala 5 (1-5) 2. Skor 1 = rendah. Bagaimana setiap anggota merasa bertanggung jawab atas permasalahan kelompok? Nilai Catatan . Responfitness (kemampuan memberikan respon).4. Seberapa baik alas an yang diberikan peserta didik terkait dengan permasalahan yang dibicarakan? 04 Responsiveness : 4. adakah bukti-bukti fisik yang ditujukan? 5. Sebarapa baik tingkat pemahaman peserta didik terhadap hakikat dan ruang lingkup masalah yang disajikan? 03 Argumentasi : 3. 5 = istimewa No Criteria Penilaian 01 Sigkatnifikansi : 1.

7. Apakah dokumen disusun berdasarkan sumber-sumber data masing-masing? 6. ………… b. 4 = baik. Dokumen apa yang telah dihasilkan? 4.berdasarkan dokumen ini . 2 = cukup. Apakah hal-hal pokok telah terdokumentasikan? 5. orang tua maupun guru dapat melihat : 1. Apakah dokumen berkaitan dengan yang akan disajikan? 7. Proses apa yang telah diikuti? 2. Kerja apa yang telah dilakukan? 3. Portofolio Dokumen Portofolio ini digunakan untuk memilih koleksi evidence peserta didik yang sesuai dengan kompetensi dan akan dijadikan dasar penilaian. Skor 1 = rendah. Apakah dokumen lengkap untuk menjawab suatu permasalahan? 2 Kejelasan : . 5 = istimewa No Criteria Penilaian Nilai Catatan 1 Kelengkapan : 1. Setiap criteria diberi skor dalam skala 5 (1-5) 2. Bagaimana para penyaji menghargai pendapat orang lain? Penilai. 3 = rata-rata. baik peserta didik. Standar kompetensi mana yang telah dikuasai sampai pada pekerjaan terakhir? Contoh : LEMBARAN PENILAIAN DOKUMEN Judul Dokumen Kelas/Kelompok : : Petunjuk/Penilaian : 1.

Memuat contoh untuk hal-hal yang utama. Tertulis dengan baik. 9. Akurat. Memuat alasan yang baik. .. 4. Tersusun dengan baik. 17. 11. 15. 13.3 4 5. Berkaitan dengan hal yang dijelaskan. 12. Mudah dipahami. Memadai. 6 2. 6. Jumlah Skor Kualifikasi Penilaian Penilai : …………. Terpilih (terseleksi). Memberikan informasi. 7. 3. Dukungan : 8. Informasi : 5. Berkaitan dengan isi setiap bagian. Dapat dipercaya. Data Grafis : 10. Bagian Dokumentasi : 14. Cukup memadai. 16. Penting. Meningkatkan pemahaman. Diberi judul yang tepat.

FORMAT PENILAIAN PORTOFOLIO PRODUK No 01 Aspek-aspek Penilaian Persiapan Indicator I II III Umum Modifikasi Khusus Disain Bahan Kreativitas Orisinalitas Skor Keterangan 02 Pembuatan 03 Komponen Penilaian Jumlah Skor Nilai Bandung. Guru …………………………… Keterangan Penilaian : Jumlah Skor : 91-100 = Sangat Memuaskan 81-90 = Memuaskan 71-80 = Baik 61-70 = Cukup < 60 = Kurang G. Tahap-Tahap Penilaian Portofolio Langkah-langkah atau tahapan pembelajaran berbasis diungkapkan Fajar (2005) adalah sebagai berikut: Tahap 1 Identifikasi masalah Tahap 2 Memilih masalah untuk kajian kelas Tahap 3 portofolio sebagaimana .

Kerjasama dengan orang lain untuk mengetahui secara personal tentang kekuatan dan kelemahannya 7. Mengoleksi. pebelajar dengan pengajar dan pebelajar dengan masyarakat dan lingkungannya 10. mempertimbangkan. menghubungkan dan memberi masukan 3. diskusi. Menggunakan analisa dan contohPeran Siswa 1. Mengoleksi dan menganalisa contoh-contoh pekerjaan 8. Merencanakan. Membantu memandu portofolio 7.Mengumpulkan informasi tentang masalah yang dikaji Tahap 4 Membuat portofolio Tahap 5 Penyajian portofolio Tahap 6 Refleksi pengalaman Dalam pembelajaran berbasis portofolio pengajar dan siswa memiliki peran masingmasing sebagaimana diungkapkan oleh Fajar (2005) sebagai berikut: Peran Guru dan Siswa Dalam Pembelajaran Berbasis Portofolio Peran Guru 1. membaca dan menanggapai 4. kemajuan dan prestasi sebagai hasil belajar 6. membandingkan dan memilih tulisan serta contoh-contoh bacaan 6. Memproses pekerjaan usaha. Mengorganisir dan menanggapi bacaan dan tulisan dalam portofolio 4. Terlibat dalam mempertahankan 5. Mengembangkan gaya mengajar yang menumbuhkan rasa saling mempengaruhi antara pebelajar dengan pebelajar dengan masyarakat dan lingkungannya 9. melibatkan. Memilih topik-topik tulisan 2. Mengumpulkan informasi dari hubungan antar pebelajar. menggambar. menganalisis. Mengajar di kelas secara profesional 2. Memberi petunjuk dan harapan 5. Merencanakan tujuan tertentu . Memberi motivasi untuk membuat keputusan. Memilih materi bacaan 3.

Menentukan isi portofolio. menggunakan portofolio dalam praktik. mengidentifikasi pengorganisasian portofolio. Penghargaaan tersebut dapat berbentuk tulisan atau lisan. fokus. Bahan-Bahan Penilaian Portofolio Setiap tindakan belajar peserta didik harus diberikan penghargaan. hasil tes. kliping. Menggunakan portofolio dalam praktik. 3. Nitko (1996). Mengidentifikasi pengorganisasian portofolio. yaitu mengidentifikasi tujuan dan focus portofolio. Menilai portofolio secara umum. seperti lembar kerja siswa. Siapa yang akan terlibat dalam portofolio tersebut? 6. Alat penilaian yang bagaimana yang tepat untuk menilai tujuan tersebut? d. H. Menyusun format penilaian. hasil kerja kelompok. Menurut Anthoni J. . Bahan penilaian portofolio bisa juga diambil dari hasil pekerjaan peserta didik. sumatif. ada enam tahap untuk menggunakan sebuah system portofolio. atau keduanya? e. Isi portofolio harus sesuai dengan tujuan portofolio. cara menilai dan evidence yang dinilai. Sebagaimana isi dan criteria penilaian. mengidentifikasi isi materi umum yang akan dinilai. Apakah portofolioitu akan digunakan untuk formatif. hasil rangkuman. dan pengaturan. Tujuan pembelajaran dan tujuan kurikulum apa yang akan dicapai? c. Tahap-tahap penilaian portofolio yang disarankan adalah sebagai berikut : 1. 2.contoh laporan untuk pihak-pihak yang membutuhkan. Mengapa portofolio itu akan dilakukan? b. 7. Menentukan tujuan dan focus portofolio. maka format penilaian pun harus mengacu pada tujuan. Semua penghargaan dapat dijadikan bahan penilaian. 4. dan evaluasi portofolio secara umum. gambar. evaluasi pelaksanaan portofolio. pertumbuhan dan kemajuan belajar. Menilai pelaksanaan portofolio. Dengan pertanyaan-pertanyaan sebagai sebagai berikut : a. Siapa yang akan dilibatkan dalam menentukan tujuan. Criteria penilaian sangat bergantung pada kompetensi. 5. Apakah portofolio akan difokuskan pada hasil pekerjaan yang baik. Mengembangkan criteria penilaian. 8. diagnostic atau semuanya? f.

bahan penilaian portofolio dapat diperoleh dari alat-alat audio visual. tingkat keterbacaan. serta bukti kehadiran. hasil prestasi dari tugas-tugas yang selesai dikerjakan. . 6. seperti Lembar Kerja Siswa (LKS0. 3. Alat. hasil ulangan. Hal yang perlu diperhatikan : 1. kemudian disusun dan disimpan dalm sebuah dokumen. Unyuk mempermudahkan pengecekan isi dokumen. seperti sertifikat hasil lomba atau catatan guru tentang penghargaan lisan yang pernah diberikan kepada peserta didik dalam kurun waktu tertentu. Catatn pribadi peserta didik. kliping.buku catatan. baik tertulis maupun lisan. antara lain kelengkapan dan ketepatan data. yaitu : 1. Isi dokumen hendaknya dikelompokkan sesuai dengan mata pelajaran dan setiap mat pelajaran diberikan warna yang berbeda. Disamping itu. sistematis. 5. 4. video atau disket. tetapi harus melibatkan peserta didik melalui proses diskusi. nomor induk. Isi dokumen harus dimasukan kedalam satu map atau folder dan disusun secara sistematis sesuai denan kompetensi yang ditetapkan. praktis. kelas dan nama sekolah. hasil kerja kelompok. Penghargaan yang diperoleh peserta didik. ketepatan waktu. 2. video atau disket.alat audio visual. Bahan-bahan lain yang releevan. 3. Isi dokumen hendaknya tidak ditentukan sepihak oleh guru. dan hal-hal yang menyangkut pribadi peserta didik. dan hasil rangkuman. guru hendaknya memperhatikan prinsip-prinsip dokumentasi portofolio. Setiap isi doumen harus ada catatan atau komentar dari guru dan orang tua. catatan-catatan kejadian khusus dan daftar kehadiran. Bahan yang dapat dijadikan sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan keputusan tentang kurikulum dan pembelajaran. 2. bahan-bahan penilaian portofolio dapat dapat dikelompokkan menjadi beberapa bagian. Disamping itu. Catatan/laporan dari semua orang tua pesrta didik atau teman sekelas. 6. seperti nama. yaitu : a. Bahan yang dapat memberikan informasi tentang perkembangan yang dialami peserta didik b. Setiap dokumen harus dibuat identitas peserta didik. dan relevan. 5. gambar. Setelah semua bahan penilaian portofolio dikumpulkan. Secara keseluruhan. mak setiap dokumen harus dibuat daftar isi dookumen. 4. Hasil pekerjaan peserta didik.

Kolom keterangan diisi dengan catatan guru tentang kelemahan dan kekuatan tulisan yang dinilai . Skor tiap criteria menggunakan skala penilaian 0-10 atau 0-100. Teknik Penilaian Portofolio Teknik penilaian portofolio di dalam kelas memerlukan langkah-langkah sebagai berikut: 1.I. Contoh Penilaian Portofolio Mata Pelajaran : Alokasi Waktu : Nama Siswa : Kelas : N Standar Periode Kriteria o Kompetensi/ Tata Kosa Kelengkapa Sistematika k Kompetensi Bahasa kata n gagasan penulisan e Dasar t 1 Menulis kerangka deskriptif 2 Membuat resensi buku Catatan : Setiap karya siswa sesuai Standar Kompetensi/Kompetensi Dasar yang masuk dalam daftar portofolio dikumpulkan dalam satu file untuk setiap peserta didik sebagai bukti pekerjaannya. 6. tetapi digunakan juga oleh peserta didik sendiri. semakin tinggi skor yang diberikan. Sebaiknya tentukan criteria penilaian sampel portofolio dan bobotnya dengan para peserta didik sebelum mereka membuat karya. 2. tidak hanya merupakan kumpulan hasil kerja peserta didik yang digunakan oleh guru untuk penilaian. Meminta peserta didik menilai karyanya secara berkesinambungan. maka peserta didik diberi kesempatan untuk memperbaiki. Menjelasakn kepada peserta didik bahwa penggunaan portofolio. 5. Menentukan bersama peserta didik sampel-sampel portofolio apa saja yang akan dibuat. Memberi tanggal pembuatan pada setiap bahan informasi perkembangan peserta didik sehingga dapat terlihat perbedaan kualitas dari waktu ke waktu. 4. Setelah suatu karya dinilai dan nilainya belum memuaskan. 7. 3. Semakin baik hasil yang terlihat dari tulisan peserta didik.

Kesimpulan Dari makalah ini. dapat disimpulkan bahwa penilaian portofolio dapat membantu guru dalam menilai peserta didik di dalam proses pembelajaran di kelas.BAB III PENUTUP A. .

Dasar-dasar Evaluasi Pembelajaran. Zaenal. 2009. Evaluasi Pembelajaran. 2012. Jakarta : Rosda Sudaryono.DAFTAR PUSTAKA Arifin.um.html http://www. Yogyakarta :Graha Ilmu http://library.blogspot.blogspot.html http://azwirdafrist.com/2012/07/pend-fis-032-penerapan-penilaian.html http://www.com/2012/01/model-pembelajaran-portofolio.com/pendidikan/melakukan-penilaian-dengan-portofolio-kenapatidak/ .php?mod=detail&id=38103 http://pekanilmiah.wordpress.web.com/archives-2011/model-pembelajaran-berbasis-portofolio/html http://imadipascasarjana.ac.html http://istanailmu.id/ptk/index.com/2011/01/pengertian-portofolio.sarjanaku.id/2009/02/apa-itu-model-portofolio.blog-guru.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful