PENGARUH PLACENTA PREVIA TERHADAP KEHAMILAN Karena dihalangi oleh Placenta maka bagian terbawah janin tidak terfiksir

ke dalam pintu atas panggul, sehingga terjadilah kesalahan-kesalahan letak janin : letak kepala mengapung, letak sungsang, letak lintang. Sering terjadi partus prematurus karena adanya rangsangan koagulum darah pada serviks. Selain itu jika banyak Placenta yang lepas, kadar progesteronturun dan dapatterjadi his; juga lepasnya Placenta sendiri dapat merangsang his. Dapat juga karena pemeriksaan dalam. (3,5) 1.8 PENGARUH PLACENTA PREVIA TERHADAP PARTUS (3) a. Letak janin yang tidak normal, menyebabkan partus akan menjadi patologik b. Bila pada Placenta Previa lateralis, ketuban pecah atau dipecahkan dapat terjadi prolaps funikuli c. Sering dijumpai inersia primer d. Perdarahan 1.9 DIAGNOSIS BANDING (1,2) a. Solusio Placenta b. Kehamilan dengan :  Trauma pada vagina  Varises yang pecah  Ca cervik  Polip endocervik 1.10 KOMPLIKASI PLACENTA PREVIA (1,2,3) a. Ibu :  Anemia dan syok  Retensio placenta/placenta akreta  Infeksi  Ruptura uteri b. Janin :  Asfiksia  IUFD (Intra Uterine Fetal Death)  Prematur 1.11 PROGNOSIS Karena dahulu penanganan relatif bersifat konservatif, maka mortalitas dan morbiditas ibu dan bayi tinggi, mortalitas ibu mencapai 8-10% dan mortalitas janin 50-80%. Sekarang penanganan relatif bersifat operatif dini, maka angka kematian dan kesakitan ibu dan perinatal jauh menurun. Kematian maternal menjadi 0,1-5% terutama disebabkan perdarahan, infeksi, emboli udara, dan trauma karena tindakan. Kematian perinatal juga turun menjadi 7-25%, terutama disebabkan oleh prematuritas, asfiksia, prolaps funikuli, dan persalinan buatan (tindakan). (3) 1.12 PENATALAKSANAAN Cara persalinan : Faktor-faktor yang menentukan sikap atau tindakan persalinan mana yang akan dipilih adalah :  Jenis plasenta previa  Perdarahan : banyak, atau sedikit tetapi berulang  Keadaan umum ibu hamil  Keadaan janin : hidup, gawat, atau meninggal

 Semua placenta previa lateralis superior.  Placenta previa lateralis/marginalis dengan janin yang sudah meninggal. Bila placenta previa totalis → lakukan seksio sesarea. Perawatan konservatif gagal Yakni :  Perdarahan masih merembes ke luar vagina  Perdarahan bercak akan tetapi menyebabkan penurunan Hb>2gr% dengan pemeriksaan serial 3 kali/tiap 6 jam. perdarahan terus Selama operasi seksio sesarea.  Pada DSU ditentukan : a. letak lintang.  Bila anak sudah ada dan cukup. posterior. bayi hidup.  Pada primigravida dengan Placenta previa lateralis atau marginalis dengan pembukaan 4cm atau lebih. apakah :  Placenta previa totalis  Placenta previa lateralis dan berapa pembukaan serviks 2. Perdarahan aktif dan banyak dengan evaluasi bertahap (perdarahan profuse >500cc dalam 30’ c. Tindakan ini dilakukan pada : a. Kehamilan aterm b. Double Set Up (DSU)  Dilakukan pada: a.  Placenta previa dengan panggul sempit. harus ditentukan apa diagnosis pasti. jika hal ini dijumpai tindakannya adalah :  Bila anak belum ada. Langsung seksio sesarea tanpa DSU Tanpa DSU dengan memperhatikan keadaan umum ibu. janin hidup atau meninggal. Hb 6gr% atau kurang.3) Tujuan : Segera melahirkan anak (terminasi persalinan) Cara : 1. PENANGANAN AKTIF (1. Bila placenta previa lateralis → lakukan amniotomi. Perdarahan pada bekas insersi placenta (placental bed) kadang-kadang berlebihan dan tidak dapat diatasi dengan cara-cara yang ada. karena perdarahan yang sulit dikontrol dengan caracara yang ada. dimana indikasi seksio sesarea pada placenta previa : (4)  Semua placenta previa sentralis. Kehamilan Premature dengan EFW>2000gr c. Pembukaan jalan lahir  Varitas atau jumlah anak hidup  Fasilitas penolong dan rumah sakit 1. EFW >1500gr. Gawat janin dengan perkiraan berat janin >1500gr b. yang paling baik adalah histerektomi.  Semua placenta previa dengan perdarahan yang banyak dan tidak berhenti dengan tindakantindakan yang ada. Tunggu persiapan operasi sampai memungkinkan untuk dilakukan seksio (atas konsultasi dengan anestesi). untuk menyelamatkan alat reroduktif dilakukan ligasi arteria hipogastrika. b. dimana indikasi amniotomi pada placenta previa :  Placenta previa marginalis atau letak rendah bila telah ada Pembukaan. karena perdarahan yang sulit dikontrol dengan cara-cara yang ada. semua placenta previa lateralis. .

bila perdarahan berasal dari OUI. Setelah ketuban dipecahkan berikan oksitosin drips 2. ada anggota keluarga yang menjaga selama 24 jam. sehingga tidak ada lagi placenta yang lepas. Perawatan konservatif gagal bila terjadi perdarahan ulang (= penanganan aktif). ditunggu inpartu. Cara perawatan konservatif : 1. tapi tidak menutup OUI.Keuntungan amniotomi adalah (a) bagian terbawah janin yang berfungsi sebagai tampon akan menekan Placenta yang berdarah dan perdarahan berkurang atau berhenti .  Berdasarkan pemeriksaan USG persalinan direncanakan sebagai berikut :  Bila placenta menutup OUI. Bila perdarahan berhenti. transfusi darah diusahakan Hb > 10gr%. vasa previa yang pecah). Kegunaan tokolytik pada penderita placenta previa belum dibuktikan dengan penelitian yang adekuat. Observasi : Hb setiap hari T/N. Apabila pada inspekulo tidak dijumpai perdarahan : lakukan pemeriksaan USG. persalinan diharapkan normal. Sebelum pulang dilakukan USG untuk memastikan letak placenta dan inspekulo untuk menentukan kelainan pada serviks vagina. ditunggu aterm. menjaga kemungkinan perawatan konservatif gagal.  Mengerti resiko yang menyertai pada perawatan rawat jalan. DJJ. bila perdarahan lagi DSU.  Mampu mempertahankan tirah baring di rumah. perdarahan setiap 6 jam 6. Bila hasil tetap. . dilakukan inspekulo untuk melihat asal perdarahan. 7. Suntikan diberikan intra muskuler 2* selang 24 jam dengan dosis : deksametason 16 mg/hari atau betamason 12mg/hari iv. kemudian dilakukan USG ulang. 4.  Perdarahan sedikit atau berhenti Bila Hb rendah (anemis).5-5 satuan dalam 500 cc dektrosa 5%. PERAWATAN KONSERVATIF Tindakan ini dilakukan pada :  Bayi premature (EFW< 2000gr). tidak sesuai dengan jumlah darah yang keluar. 8.  Penderita pulang dipertimbangkan pada :  Tinggal dalam jangkauan 30 menitdari rumah sakit. untuk menentukan letak placenta dan keadaan janin. 2. Bila tidak teraba placenta saat DSU. 5. Keadaan umum penderita diperbaiki. penderita pindah ke ruang bersalin tirah baring selama 2 hari. kemudian mobilisasi.  DJJ (+). Penderita dipulangkan bila tidak terjadi perdarahan ulang setelah dilakukan mobilisasi. 3. 2. maka persalinan direncanakan seksio sesarea. Nasehat waktu pulang :  Istirahat  Dilarang koitus/manipulasi vagina  MRS bila terjadi perdarahan lagi  Periksa ulang (ANC) 1 minggu kemudian  Tokolytik telah banyak digunakan pada beberapa senter untuk uterus yang secara teoritis dapat mengakibatkan pelepasan placenta dan perdarahan. dan (c) bagian placenta yang berdarah dapat bebas mengikuti cincin gerakan dan regangan segmen bawah rahim. c. tetap dilakukan amniotomi (dengan anggapan kemungkinan suatu placenta letak rendah. (b) partus akan berlangsung lebih cepat . pikirkan anemia kronik. Diberikan kortikosteroid untuk maturitas paru janin.  Bila placenta letak normal ditunggu inpartu. Observasi selama 24 jam di kamar bersalin.  Bila placenta di SBR.

 Tanggal 27-11-2009. pasien merasa perutnya kenceng-kenceng tapi tidak periksa.2 ANAMNESA 1.satu softek penuh. Keluhan utama : Perdarahan pervaginam  Tanggal 25-10-2009.REGISTRASI : PEKERJAAN : Ibu Rumah Tangga AGAMA : Islam NAMA SUAMI : Tn. Riwayat keputihan : Tidak ada 4. Imam Mudzaki UMUR : 42 tahun PENDIDIKAN : SMU PEKERJAAN : Wiraswasta AGAMA : Islam ALAMAT : Petuk-Semen MRS : Tgl.perut kenceng-kenceng  perisa ke bidan. 27-10-2009 PUKUL : 09. mengeluarkan darah segar.50 WIB 2.  Sebelum hamil tekanan darah pasien selalu tinggi (± 160 mmHg) 2.1 IDENTITAS PENDERITA NAMA : Ny.ada gumpalan-gumpalan darah. Maskurun Azizah UMUR : 39 tahun PENDIDIKAN : SMU NO. Riwayat haid :  Menarche : 15tahun  Pola haid : Teratur  Siklus : 28 hari  Jumlah : Biasa  Lama haid : 7 hari  Nyeri : Iya ( sebelum haid )  Menopause : Belum  HPHT : 08-02-2009  Taksiran persalinan : 15-11-2009 3.BAB II LAPORAN KASUS 2. Riwayat kehamilan/persalinan :  Persalinan : 3kali  Jumlah anak hidup : 3orang  Jumlah anak mati :  Abortus :  Anak terkecil umur : 3 tahun  Pernah operasi : Tidak . lalau di rujuk ke RSG  Selama hamil pasien tidak pernah mengeluarkan darah.

 Detak jantung janin terdengar positif yaitu 148 x/menit. tampak membesar sesuai umur kehamilan Genetalia : Normal.73 SGOT : 25 SGPT : 21 Darah Lengkap: WBC : 13.Ikterus : Jantung : Normal Paru : Rh -/. tampak perdarahan Extremitas edema : -/Reflek patella : +/+ Riwayat penyakit dahulu : Riwayat penyakit keluarga : 2. lahir normal di bidan 2.4 o C Berat Badan : 63 Kg Tinggi Badan : 156 cm Anemis : . Riwayat perkawinan :  Kawin : Ya  Berapa kali : 1 kali n : I (selama 12 tahun) 000 gr lahir normal di bidan 4000 gr lahir normal di bidan 3700 gr.4 STATUS KEBIDANAN  Pemeriksaan luar :  Tampak perut membesar sesuai umur kehamilan  Teraba tinggi fundus uteri setinggi 36 cm  Teraba punggung kanan.Wh : -/+.  Pemeriksaan dalam :  Inspeksi : vulva/vagina terlihat perdarahan pervaginam banyak dan stolsel-stolsel  Vaginal toucher tidak dilakukan  Pemeriksaan Inspekulo tidak dilakukan 2.  Presentasi kepala sudah masuk pintu atas panggul.57 BUN : 15 Creatinin : 0.0 .5 PEMERIKSAAN PENUNJANG  Tgl : 27-10-2009 Hb : 10. Imunisasi TT : 1 kali  ANC : Rutin di Bidan 5.3 PEMERIKSAAN FISIK KU : Baik Kesadaran : Composmentis GCS : 456 Tensi : 1180/120 mmHg Nadi :112 x/menit Temperatur axiler : 37.

15 Placenta lahir manual lengkap. jenis kelamin anak : perempuan. 11.90 URINE Leuco : ( 2-3 ) Ery : ( 0-1 ) Cyl : Epith : ( 1-2 ) Krist : amorph 2. .8 P-LCR % : 18.7 PENATALAKSANAAN  Operasi tanggal 27/10/2009 10.40 Operasi selesai.00 LYMPH% : 12.15 Informed consent lengkap.55 Lumbal anastesi.8 NEUTH% : 83.4 HCT : 36. 11. 12.45 Penderita dikirim ke OK.6 DIAGNOSA KERJA  GivP3003 Inpartu ± 37-38 minggu/tunggal/hidup  Placenta previa  PEB 2. 12.30 Tutup kulit. Apgar score : 3-5. 12.20 Pasang infus + DC. 10. 11.8 LYMPH# : 1.20 Tutup uterus.04 Buka peritoneum.50 Pre medikasi. BB/PB : 2000 g/46 cm.RBC : 4. 12. 12. Drip synto 1 ampul grojok. 12.10 Telah lahir dengan SC.6 MPV : 8.00 Pasang infus. 10.25 Tutup peritoneum. 12.05 Buka uterus.60 MXD# : 0.00 Desinfeksi kulit.8 PLT : 366 RDW-SD : 44. 12.2 MCHC : 33. 12.55 Penderita dipindah ke ruang bersalin.7 MCH : 29.4 MXD% : 3.50 NEUTH# : 10. 12.2 PDW : 11. Persiapan pre operasi.24 HGB : 12. 12.02 Insisi kulit.

 Dari anamnesa. Diagnosa pada penderita ditegakkan berdasarkan :  Anamnesa :  Didapatkan keluhan berupa perdarahan pervaginam warna merah segar terutama pada multigravida kehamilan 28 minggu/lebih dengan sifat perdarahan tiba – tiba. C 3 x 1 amp Terapi Infus : RL D5% (2 : 3) Drip Synto 2 amp s/d 12 jam post SC Kolaborasi BAB III DISKUSI Dalam laporan kasus ini penderita didiagnosa dengan placenta previa totalis. dengan alasan dapat menyebabkan perdarahan hebat. meskipun dikatakan perdarahan placenta previa terjadi pada triwulan ketiga. kehamilan ± 37-38 minggu. keluhan. . gejala klinis. timbul His dan kemudian terjadilah partus prematurus.Observasi TTV. Makin rendah letak plasenta.Tekanan darah 180/120 mmHg seharusnya di beri anti hipertensi  Inspeksi :  Dapat dilihat perdarahan pervaginam sedikit dan stolsel-stolsel.  Pemeriksaan inspekulo : Tidak dilakukan.  Bagian terendah janin sudah masuk pintu atas panggul. tanpa nyeri dan berulang. makin dini perdarahan terjadi terutama pada plasenta previa totalis. akan tetapi tidak jarang dimulai sejak usia kehamilan 20 minggu karena pada saat itu segmen uterus telah terbentuk dan mulai melebar serta menipis. Terapi injeksi : Amoxicillin 3 x 1 gr SM full dose Antrain 3 x 1 amp Vit. tanpa sebab.  Pada kasus ini perdarahan pervaginam mulai terjadi pada minggu ke 37-38.  Ibu tidak kelihatan pucat  Palpasi abdomen :  Tinggi Fundus Uteri 35 cm. dan pemeriksaan yang telah kami lakukan maka kemungkinan penyebab perdarahan antepartum yang lain termasuk solusio plasenta pada kasus ini dapat disingkirkan.  Pemeriksaan ultrasonografi (USG) : Tidak Dilakukan  Pemeriksaan dalam (VT) : Tidak dilakukan. hal ini dikarenakan :  Perdarahan masih terus berlangsung. timbul infeksi. (5)  Tanda-Tanda Vital .

Jakarta. 269 -278.com/baby. Mansjoer. dkk : Kapita Selekta 1 Kedokteran. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 162 -166. Wiknjosastro. 2001./?Pageid=27. Jakarta.376. Cetakan Keempat. Jakarta. letak lintang DAFTAR PUSTAKA 1. Obstetri Patologi. 5. EGC. Arif. HCT dalam batas normal)  Janin masih hidup Sehingga pada kasus ini tidak diperlukan tindakan pengakhiran kehamilan segera.BAB IV KESIMPULAN Dari diskusi diatas menurut kami kasus ini tidak sesuai dengan penatalaksanaan. Jakarta. : Sinopsis Obstetri : Obstetri Fisiologi. Edisi Kedua. 1998. Edisi Pertama. meskipun plasenta previa totalis merupakan indikasi mutlak untuk seksio sesarea. 2. 2004. Rustam. Cetakan Pertama. Edisi Kedua. Diposkan oleh girl_deso di 3/19/2011 03:12:00 PM Kirimkan Ini lewat EmailBlogThis!Berbagi ke TwitterBerbagi ke Facebook Label: Makalah . 2006. Cetakan Kedelapan. hal ini berdasarkan pada penderita :  Kehamilan preterm dengan perdarahan sedikit sehingga tidak membahayakan ibu atau janinnya  sudah ada tanda-tanda inpartu (his positif tapi jarang)  Keadaan umum ibu cukup baik (kadar Hb. 6. Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.keseharian. Edisi Ketiga jilid -1.279. Abadi. 276 .32. dimana penanganannya adalah langsung sectio sesarea tanpa double set up yang seharusnya menurut kami dapat dilakukan dengan menunda persalinan sampai janin aterm. RSUD Dr. dkk : Buku Acuan pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal. Abdul Bari. 3. http://www. Mochtar. Hanifa. 28 . dkk : Pedoman Diagnosis dan Terapi LAB/UPF Ilmu Kebidanan dan Penyakit Kandungan 2004. Agus. dkk : Ilmu Kebidanan. 4. 2006. 365 . Saifuddin. Terkecuali bila :  Kehamilan matur dengan perdarahan aktif dan banyak yang sulit dikontrol dengan cara-cara yang ada (perdarahan profuse > 500 cc dalam 30’)  Sudah ada tanda-tanda inpartu  Gawat janin  Plasenta previa dengan panggul sempit. Media Acsculapius Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Soetomo. Surabaya.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful