EKSTRAKSI MENGGUNAKAN PROSES INFUNDASI, MASERASI, DAN PERKOLASI

BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan kebutuhan pokok bagi seluruh rakyat Indonesia dimana kesehatan adalah kebutuhan yang harus dimiliki seluruh bangsa tujuan dan cita-cita sebagaimana tercantum dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945 Pembangunan Kesehatan diarahkan guna tercapainya kesadaran, kemauan dan kemampuan untuk hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Dalam penyelenggaraan upaya kesehatan diatur sedemikian rupa oleh pemerintah namun pelaksaannya dilakukan bersama-sama oleh pemerintah dan masyarakat secara serasi dan seimbang, terutama melalui upaya peningkatan dan pencegahan yang dilakukan secara terpadu dengan upaya penyembuhan dan pemulihan yang diperlukan. Dengan demikian upaya kesehatan diselenggarakan dalam suatu tatanan terbuka dan bersifat dinamis, dengan tujuan tercapainya kemampuan setiap penduduk untuk hidup sehat. Masyarakat diarahkan untuk dapat hidup sehat yang optimal hal tersebut dimaksudkan dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat diselenggarakan upaya kesehatan dengan pendekatan pemeliharaan, peningkatan kesehatan (promotif), pencegahan penyakit (preventif), penyembuhan penyakit (kuratif), pemulihan kesehatan (rehabilitatif), yang diselenggarakan dengan menyeluruh, terpadu dan berkesinambungan. Penyelenggaraan upaya kesehatan tersebut harus dilakukan bersama antara pemerintah, swasta dan masyarakat secara serasi dan seimbang. Kemampuan setiap penduduk untuk hidup sehat membawa pengertian masyarakat sebagai subyek dan bukan hanya sebagai obyek. Dengan demikian upaya kesehatan merupakan upaya yang berorientasi kepada kesehatan masyarakat yang bersifat menyeluruh dengan peran serta aktif masyarakat. Sudah ratusan tahun lalu, manusia mengetahui adanya”quinta essentia” yang terdapat dalam tumbuhan, hewan dan mineral. Disamping quinta essentia yang bermanfaat bagi manusia, terdapat banyak zat-zat yang hanya diperlukan bagi kehidupan tumbuhan dan hewan sendiri. Manusia hanya memerlukan quinta essentia, mereka berusaha untuk memisahkannya dari tumbuhan dan hewan tersebut. Pada tahun 1300 Raymundus Lullius menarik quinta essentia dengan anggur yang dimasukkan dalam botol, dan dibiarkan diluar rumah agar memperoleh panas atau cahaya matahari. Karena cahaya matahari mengandung ultra violet yang dapat merusak quinta essentia tersebut, maka pada perbaikan selanjutnya penarikan dijaga jangan sampai dipengaruhi oleh sinar matahari langsung. Di Indonesia penarikan sari tersebut dilakukan dengan cara ”memipis” yaitu melumatkan bahan dengan bantuan air, pada alat yang disebut pipisan kemudian diperas dan ampasnya di buang. 1.2 Rumusan Masalah 1.2.1 Apakah yang dimaksud dengan ekstraksi? 1.2.2 Faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi ekstraksi? 1.2.3 Apa saja macam-macam ekstraksi? 1.2.4 Bagaimana tahap-tahap melakukan ekstraksi?

dan bahan penyamak Tabel Pelarut Polar Pelarut Rumus Kimia Titik didih Konstanta Dielektrik Massa jenis 1.3.karena komponennya saling bercampur secara sangat erat. pengambilan kafein dari daun teh.326 g/ml Asetona CH3-C(=O)-CH3 56 °C 21 0.beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil.944 g/ml Dimetil sulfoksida (DMSO) CH3-S(=O)-CH3 189 °C 47 1.5 0.4-Dioksana /-CH2-CH2-O-CH2-CH2-O-\ 101 °C 2. Sebagai contoh pembuatan ester (essence) untuk bau-bauan dalam pembuatan sirup atau minyak wangi. Misalnya saja. Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnyabahan alami)tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan.033 g/ml Tetrahidrofuran (THF) /-CH2-CH2-O-CH2-CH2-\ 66 °C 7.3 1. Penyiapan bahan yang akan diekstrak dan pelarut Pelarut/Cairan penyari Pelarut merupakan senyawa yang bisa melarutkan zat sehingga bisa menjadi sebuah larutan yang bisa diambil sarinya. seringkali ekstraksi adalah satu-satunya proses yang dapat digunakan atau yang mungkin paling ekonomis.1. Pelarut polar : Pelarut yang larut dalam air Untuk melarutkan garamnya alkaloid.786 g/ml Asetonitril (MeCN) CH3-C≡N 82 °C 37 0.3.1 1. Factor yang mempengaruhi kecepatan penyarian adalah kecepatan difusi zat yang larut melalui lapisan-lapisan batas antara cairan penyari dengan bahan yang mengandung zat tersebut. Dalam hal semacam. atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah.4 Untuk mengetahui tahapan dalam melakukan ekstraksi   BAB II DASAR TEORI Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. peka terhadap panas.786 g/ml Dimetilformamida (DMF) H-C(=O)N(CH3)2 153 °C 38 0.1 Untuk mengetahui tentang ekstraksi 1.3.3 Tujuan 1. itu. biji kopi atau biji coklat dan yang dapat dilihat sehari-hari ialah pelarutan komponen-komponen kopi dengan menggunakan air panas dari biji kopi yang telah dibakar atau digiling.886 g/ml Diklorometana (DCM) CH2Cl2 40 °C 9.092 g/ml .Pelarut yang digunakan dalam proses ekstraksi antara lain sebagai berikut: a.2 Untuk mengetahui factor yang mempengaruhi ekstraksi 1.glikosida.3 Untuk mengetahui macam-macam ekstraksi 1.3.

049 g/ml n-Butanol CH3-CH2-CH2-CH2-OH 118 °C 18 0.867 g/ml Dietil eter CH3CH2-O-CH2-CH3 35 °C 4.498 g/ml Etil asetat CH3-C(=O)-O-CH2-CH3 77 °C 6.803 g/ml Etanol CH3-CH2-OH 79 °C 30 0.894 g/ml Pemilihan pelarut atau cairan penyari harus mempertimbangkan banyak faktor.Selektif yaitu hanya menarik zat berkhasiat yang dikehendaki f.Bereaksi netral d.Murah dan mudah diperoleh b.0 0.etanol – air atau eter.Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar e.2 1.655 g/ml Benzena C6H6 80 °C 2.785 g/ml n-Propanol CH3-CH2-CH2-OH 97 °C 20 0.Asam asetat CH3-C(=O)OH 118 °C 6.Stabil secara fisika dan kimia c.3 0.21 g/ml Air H-O-H 100 °C 80 1.879 g/ml Toluena C6H5-CH3 111 °C 2.789 g/ml Metanol CH3-OH 65 °C 33 0.8 1.0 0.3 0.etanol.Pengekstraksian pada perusahaan obat tradisional masih terbatas .Tidak mempengaruhi zat berkhasiat Untuk ekstraksi ini Farmakope Indonesia menetapkan bahwa sebagai cairan penyari adalah air.791 g/ml Asam format H-C(=O)OH 100 °C 58 1.4 0.713 g/ml Kloroform CHCl3 61 °C 4. Pelarut non polar : Pelarut yang tidak larut dalam air Untuk melarutkan minyak atsiri Pelarut Non-Polar Pelarut Rumus kimia Titik didih Konstanta Dielektrik Massa jenis Heksana CH3-CH2-CH2-CH2-CH2-CH3 69 °C 2.810 g/ml Isopropanol (IPA) CH3-CH(-OH)-CH3 82 °C 18 0. Cairan penyari yang baik harus memenuhi criteria berikut ini: a.000 g/ml b.

zat warna dan asam organic. Air Air dipertimbangkan sebagai penyari karena: 1. Stabil 3. resin) ikut dibebaskan bersama-sama dengan ekstrak yang diinginkan. Lebih selektif 2. Air dapat melarutkan enzim. minyak menguap. juga melarutkan gom. Enzim yang terlarut dengannya air akan menyebabkan reaksi enzimatis. lemak. tannin. 2. protein. kapang dan khamir. Untuk pengeringan diperlukan waktu lama Air disamping melarutkan garam alkaloid. Panas yang diperlukan untuk pemekatan lebih sedikit. Etanol Etanol dipertimbangkan sebagai penyari karena: 1. Tidak selektif 2. Disamping zat aktif ikut tersari juga zat lain yang tidak diperlukan atau malah mengganggu proses pembuatan sari seperti gom. Dengan diketahuinya kandungan tersebut dapat dilakukan beberapa percobaan untuk mencari perbandingan pelarut yang tepat. lemak. Absorbsinya baik 6. Lemak. minyak menguap. sering juga bahan lain (misalnya lemak. Dalam praktek. yang mengakibatkan penurunan mutu. dammar dan klorofil. Sedang kerugiannya adalah bahwa etanol mahal harganya. antrakinon. flavonoid. glikosida. Selektivitas Pelarut hanya boleh melarutkan ekstrak yang diinginkan. enzim.Untuk memekatkan sari air dibutuhkan waktu dan bahan bakar lebih banyak bila dibandingkan dengan etanol. kurkumin. Murah dan mudah diperoleh 2. Kapang dan kuman sulit tumbuh dalam etanol 20% keatas 3.pada penggunaan cairan penyari air. Alamiah Kerugian penggunaan air sebagai penyari: 1. glikosida. Tidak beracun 4. Netral 5. yaitu misalnya . Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakar 4. steroid. Etanol dapat bercampur dengan air pada segala perbandingan 7. Disamping itu adanya air akan mempercepat proses hidrolisa. Untuk meningkatkan penyarian biasanya digunakan campuran antara etanol dan air. bukan komponen-komponen lain dari bahan ekstraksi. Air merupakan tempat tumbuh bagi kuman. 1. Dari pustaka akan dapat ditelusuri kandungannya baik zat aktif maupun zat lainnya. etanol atau etanol – air. Tidak beracun 5. Dengan demikian penggunaan air sebagai cairan penyari kurang menguntungkan. pati. Sari dapat ditumbuhi kapang dan kuman serta cepat rusak 3. pectin. lendir dan lain-lain. Dalam hal itu larutan ekstrak tercemar yang diperoleh harus dibersihkan. enzim.Etanol dapat melarutkan alkaloida basa.terutama pada ekstraksi bahan-bahan alami. karena itu pada pembuatan sari dengan air harus ditambah zat pengawet. tanin dan gula. kumarin. lendir. dan saponin hanya sedikit larut hanya terbatas. Perbandingan jumlah etanol dan air tergantung pada bahan yang akan disari. lilin. malam. protein. pati.

Seringkali Ekstraksi juga disertai dengan reaksi kimia. dan keduanya tidak membentuk ascotrop. Proses ini digunakan secara teknis dalam skala besar misalnya untuk memperoleh vitamin. satu komponen bahan atau lebih dari suatu campuran dipisahkan dengan bantuan pelarut. logam. Tentu saja pendistribusian ini tidak boleh terlalu jauh. saling melarut (atau hanya dalam daerah yang sempit).Ditinjau dari segi ekonomi. Hal ini dimaksudkan agar kedua fasa dapat dengan mudah dipisahkan kembali setelah pencampuran (pemisahan dengan gaya berat). akan menguntungkan jika pada proses ekstraksi titik didih pelarut tidak terlalu tinggi (seperti juga halnya dengan panas penguapan yang rendah). Bila beda kerapatannya kecil. sedapat mungkin terdapat perbedaan kerapatan yang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. Sebagai syarat ekstraksi ini. Sebaliknya. produk-produk minyak bumi dan garam-garam. ekstraksi cair-cair selalu terdiri atas sedikitnya dua tahap. destilasi atau rektifikasi. Yang penting perbedaan konsentrasi sebagai gaya penggerak pada bidang . Pada saat pencampuran terjadi perpindahan massa. Untuk itu salah satu cairan distribusikan menjadi tetes-tetes kecil (misalnya dengan bantuan perkakas pengaduk). MACAM-MACAM EKSTRAKSI A. Agar terjadi perpindahan masa yang baik yang berarti performansi ekstraksi yang besar haruslah diusahakan agar terjadi bidang kontak yang seluas mungkin di antara kedua cairan tersebut. bahan-bahan penyedap. maka titik didit kedua bahan itu tidak boleh terlalu dekat. Ekstraksi cair-cair terutama digunakan. Dalam hal ini bahan yang akan dipisahkan mutlak harus berada dalam bentuk larutan. Kemampuan tidak saling bercampur Pada ekstraksi cair-cair. Reaktivitas Pada umumnya pelarut tidak boleh menyebabkan perubahan secara kimia pada komponenkornponen bahan ekstarksi. pelarut tidak boleh (atau hanya secara terbatas) larut dalam bahan ekstraksi. bila pemisahan campuran dengan cara destilasi tidak mungkin dilakukan (misalnya karena pembentukan aseotrop atau karena kepekaannya terhadap panas) atau tidak ekonomis. Ekstraksi Cair-Cair Pada ekstraksi cair-cair. dalam hal-hal tertentu diperlukan adanya reaksi kimia (misalnya pembentukan garam) untuk mendapatkan selektivitas yang tinggi. seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan gaya sentrifugal (misalnya dalam ekstraktor sentrifugal). Seperti ekstraksi padat-cair. Kelarutan Pelarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak yang besar (kebutuhan pelarut lebih sedikit).diekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua. yaltu pencampuran secara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut. Proses inipun digunakan untuk membersihkan air limbah dan larutan ekstrak hasil ekstraksi padat cair. karena akan menyebabkan terbentuknya emulsi yang tidak dapat lagi atau sukar sekali dipisah. Titik didih Karena ekstrak dan pelarut biasanya harus dipisahkan dengan cara penguapan. dan pemisahan kedua fasa cair itu sesempurna mungkin. yaitu ekstrak meninggalkan pelarut yang pertarna (media pembawa) dan masuk ke dalam pelarut kedua (media ekstraksi). Turbulensi pada saat mencampur tidak perlu terlalu besar. bahan ekstraksi dan pelarut tidak. Kerapatan Terutama pada ekstraksi cair-cair. antibiotika.

Pelarut akan dikeluarkan dalam konsentrasi tinggi dari ekstraktor yang berisi campuran yang mengalami proses ekstraksi paling sedikit. Dengan perkakas pengaduk (di atas pelat ayak) yang dapat dinaikturunkan.EKSTRAKSI PADAT-CAIR Ekstraksi padat-cair tak kontinu Dalam hal yang paling sederhana bahan ekstraksi padat dicampur beberapa kali dengan pelarut segar di dalam sebuah tangki pengaduk. Pada alat ini bahan ekstraksi diletakkan diatas pelat ayak horisontal. Uap pelarut yang terbentuk kemudian dikondensasikan. . Kuantitas pemisahan persatuan waktu dalam hal ini semakin besar jika permukaan lapisan antar fasa di dalam alat semakin luas.atau rafinat dapat dikeluarkan dari tangki setelah berakhirnya ekstraksi. Pada setiap ekstraktor yang dilewati.Dalam ketel destilasi konsentrasi larutan ekstrak terus menerus meningkat.Dalam hal ini pelarut dimasukkan kedalam ekstraktor yang berisi campuran yang telah mengalami proses ekstraksi paling banyak. Dengan operasi ini pemakaian pelarut lebih sedikit dan konsentrasi akhir dari larutan ekstrak lebih tinggi. Proses ini tidak begitu ekonomis. Yang lebih ekonomis lagi adalah penggabungan beberapa ekstraktor yang dipasang seri dan aliran bahan ekstraksi berlawanan dengan aliran pelarut. menguapkan pelarut di situ. Pada saat pemisahan. Larutan ekstrak yang terbentuk setiap kali dipisahkan dengan cara penjernihan (pengaruh gaya berat) atau penyaringan (dalam sebuag alat yang dihubungkan dengan ekstraktor). Ekstraktor yang sebenamya adalah tangki-tangki dengan pelat ayak yang dipasang di dalamnya.sehingga karena bahaya penyumbatan. kolom rektifikasi) untuk mengisolasi ekstrak atau memekatkan larutan ekstrak dan mengambil kembali pelarut. alat ekstraksi tak kontinu dan kontinu yang akan dibahas berikut ini seringkali merupakan bagian dari suatu instalasi lengkap. Dengan bantuan suatu distributor.Meskipun demikian. pencampuran seringkali dapat disempurnakan. cairan yang telah terdistribusi menjadi tetes-tetes hanis menyatu kembali menjadi sebuah fasa homogen dan berdasarkan perbedaan kerapatan yang cukup besar dapat dipisahkan dari cairan yang lain. menggabungkannya dalam sebuah kondenser dan segera mengalirkannya kembali ke ekstraktor untuk dicampur dengan bahan ekstraksi. B. Cara lain ialah dengan mengalirkan larutan ekstrak yang keluar dari pelat ayak ke sebuah ketel destilasi. Instalasi tersebut biasanya terdiri atas ekstraktor yang sebenarnya (dengan zone-zone pencampuran dan pemisahan) dan sebuah peralatan yang dihubungkan di belakangnya (misalnya alat penguap. selalu terdapat perbedaan konsentrasi ekstrak yang maksimal antara bahan ekstraksi dan pelarut. Kecepa tan Pembentukan fasa homogen ikut menentukan output sebuah ekstraktor cair-cair. Pada ekstraksi bahan-bahan yang peka terhadap suhu terdapat sebuah bak penampung sebagai pengganti ketel destilasi. Ekstraktor semacarn ini hanya sesuai untuk bahan padat dengan partikel yang tidak terlalu halus.ekstraktor lain tidak mungkin digunakan. Hal ini berarti bahwa bahan yang telah terlarutkan sedapat mungkin segera disingkirkan dari bidang batas.digunakan misalnya di tempat yang tidak tersedia ekstraktor khusus atau bahan ekstraksi tersedia dalam bentuk serbuk sangat halus. Sama haInya seperti pada ekstraksi padat-cair.pelarut didinginkan dan dialirkan kem bali ke dalam ekstraktor dalam keadaan dingin.Dengan metode ini jumlah total pelarut yang diperlukan relatif kecil. Kerugiannya adalah pemakaian banyak energi karena pelarut harus diuapkan secara terus menerus. pelarut semakin diperkaya oleh ekstrak. pelarut dialirkan dari atas ke bawah.Dari bak tersebut larutan ekstrak dialirkan ke dalam alat penguap vakum (misalnya alat penguap pipa atau film).batas tetap ada.

Selama satu putaran. tetapi pengisian. Penyarian dengan cara ini menghasikan sari yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang. 2.ekstraktor semacam itu kebanyakan hanya digunakan untuk bahan ekstraksi yang tersedia dalam kuantitas besar (misalnya biji-bijian minyak. Pada simplisia tertentu tidak diambilo 10 bagian bahan. biasanya dengan air 2 kali bobot bahan. Kalium atau Natrium karbonat untuk infuse kelembak 4. bahan padat dibasahi dari arah berlawanan oleh pelarut atau larutan ekstrak yang konsentrasinya meningkat. misalnya digitalis digunakan 1/2 bagian. sekali minum infuse 100cc karena itu diambil 1/2 bagian. INFUDASI Infuse adalah sediaan cair yang di buat dengan menyari simplisia dengan air pada suhu 900 selama 15 menit. Tetapi karena biaya untuk peralatannya besar. a. Oleh Pengumpanan karena itu dapat diperoleh output yang lebih besar dengan jumlah kerepotan yang lebih sedikit. Dari beraneka ragarn konstruksi alat ini. Untuk memindahkan penyarian kadang-kadang perlu ditambah bahan kimia misalnya: a. Daya kerjanya keras. Pelarut atau larutan 287 tersebut dipompa dari sel ke sel dan disiramkan ke atas bahan padat. berikut akan di bahas ekstraktor keranjang (bucket-wheel extractor) dan ekstraktor sabuk (belt extractor). sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam.Ekstraksi padat-cair kontinyu Cara kedua ekstraktor ini serupa dengan ekstraktor-ekstraktor yang dipasang seri. Umumnya untuk 100 bagian sari diperlukan 10 bagian bahan. kecuali bahan yang mengandung bahan yang mudah menguap. Asam sitrat untuk infuse kina b. misalnya kulit kina digunakan 6 bagian. Membasahi bahan bakunya. Simplisia yang digunakan untuk pembuatan infuse harus mempunyai derajat kehalusan tertentu. Akhirnya. misalnya daun kumis kucing. Cara ini sangat sederhana dan sering digunakan oleh perusahaan obat tradisional. Oleh sebab itu. c. Infus dibuat dengan cara : 1. pengumpanan pelarut dan juga pengosongan berlangsung secara otomatik penuh dan terjadi dalam sebuah alat yang sama. 3. cara ini sering digunakan untuk membuat ekstrak. Berlendir. Disesuaikan dengan cara penggunaannya dalam pengobatan. Derajat kahalusan (2/3). bahan dikeluarkan dan keseluruhan proses ini berlangsung secara otomatik.Bagian bawah sel-sel ditutup oleh sebuah pelat ayak. bahan ekstraksi terus menerus dimasukkan ke dalam sel-sel yang berbentuk juring (sektor) dari sebuah rotor yang berputar lambat mengelilingi poros. Kandungan simplisia kelarutannya terbatas. Ekstraktor keranjang Pada ekstraktor keranjang (keranjang putar rotary extractor). misalnya : . b. Dengan beberapa modifikasi. tumbuhan). untuk bunga 4 kali bobot bahan dan untuk karagen 10 kali bobot bahan. Hal ini di sebabkan karena: a. Bahan baku ditambah dengan air dan dipanaskan selama 15 menit pada suhu 900 – 980C. Penyaringan dilakukan pada saat cairan masih panas. Infudasi adalah proses penyarian yang umumnya digunakan untuk menyari zat kandungan aktif yang larut dalam air dan bahan-bahan nabati. misalnya karagen digunakan 11/2 bagian d.

Remaserasi . Derajat kehalusan (6/8). misalnya : Kulit kina MASERASI Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Maserasi dengan Mesin Pengaduk Penggunaan mesin pengaduk yang berputar terus-menerus.dan penyariannya kurang sempurna. c. etanol. Koefisien difusi berbanding lurus dengan suhu absolute dan berbanding terbalik dengan kekentalan. waktu proses maserasi dapat dipersingkat menjadi 6 sampai 24 jam. misalnya : Rimpang jeringau Akar kelembak c. Umumnya kelarutan zat aktif akan meningkat bila suhu dinaikkan. yaitu pada suhu 400 500C. Cara maserasi ini hanya dapat dilakukan untuk simplisia yang zat aktifnya tahan terhadap pemanasan. Peristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan konsentrasi antara larutan diluar sel dengan larutan di dalam sel. sehingga kenaikan suhu akan berpengaruhpada kecepatan difusi. sehingga pemanasan tersebut mempunyai pengaruh yang sama dengan pengadukan. 3. 2. stirak dan lain-lain. yang dapat mengakibatkan berkurangnya lapisan-lapisan batas. Cairan penyari akan menembus dinding seldan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. air-etanol. Maserasi digunakan untuk penyarian simplisia yang mengandung zat aktif yang mudah larut dalam cairan penyari. Bila cairan penyari digunakan air maka untuk mencegah timbulnya kapang. Derajat kehalusan (8/24). sehingga cairan akan menguap kembali ke dalam bejana. Jika cairan penyari mudah menguap pada suhu yang digunakan. tidak mengandung zat yang mudah mengembang dalam cairan penyari. Kekentalan pelarut berkurang. zat aktif akan larut dank arena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dsalam sel dengan yang diluar sel. maka perlu dilengkapi dengan pendingin balik. b. Keuntungan cara penyarian dengan maserasi adalah cara pengerjaan dan peralatan sederhana dan mudah diusahakan. dapat ditambahkan bahan pengawet. Kerugian cara maserasi adalah pengerjaanya lama. Digesti Digesti adalah cara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah. yang diberikan pada awal penyarian. Dengan pemnasan diperoleh keuntungan antara lain: a. Daya melarutkan cairan penyari akan meningkat. Maserasi dapat dilakukan modifikasi misalnya : 1. misalnya : Rimpang lengkuas Rimpang temulawak Rimpang jahe d. d. atau pelarut lain.Daun kumis kucing Daun sirih Akar manis b.maka larutan yang terpekat didesak keluar. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. Derajat kehalusan (3/6). Cairan penyari yang digunakan dapat berupa air. tidak mengandung benzoin.

sehingga dapat meningkatkan perbedaan konsentrasi.Serbuk simplisia mengalami proses penyarian beberapa kali. Reperkolasi dilakukan dengan cara sinplisia dibagi dalam beberapa percolator. Perkolasi Bertingkat Dalam proses perkolasi biasa.perkolat yang dihasilkan tidak dalam kadar yang maksimal. adesi. Proses poenyaringan tersebut aakan menghasilkan perkolat yang pekat pada tetesanm pertama dan terakhir akan diperoleh perkolat yang encer.Hasil penyarian sebelum diuapkan digunakan dulu untuk menyari serbuk simplisia yang baru. Pada perkolasi dilakukan pemekatan sari dengan pemanasan pada reperkolaso tidak dilakukan pemekatan.karena kecilnya saluran kapiler tersebut.M. Dengan cara ini penyari selalu mengalir kembali secara berkesinambungan melalui sebuk simplisia dan melarutkan zat aktifnya. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat. Seluruh serbuk simplisia di maserasi dengan cairan penyari pertama. Pada contoh di atas dilakukan 3 kali. Dengan ini diharapkan agar memberikan hasil penyarian yang maksimal c. Maserasi Melingkar Maserasi dapat diperbaiki dengan mengusahakan agar cairan penyari selalu bergerak dan menyebar.Ruangan diantara serbuk-serbuk simplisia membentuk saluran tempat mengalir cairan penyari. daya larut.hingga memberikan sari dengan kepekatan yang maksimal. tegangan permukaan. PERKOLASI Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Untuk memperbaiki cara perkolasi tersebut dialkukan cara perkolasi bertingkat.Penyarian yang dilakukan berulang-ulang akan mendapatkan hasil yang lebih baek daripada yang dilakukan sekalidengan jimlah pelarut yang sama.B). maka terjaji aliran melalui lapisan serbuk dari atas sampai ke bawah disertai pelarutan zat aktifnya.Maserasi Melingkar Bertingkat Pada maserasi melingkar. yang akan didapatkan : a. karena pemindahan massa akan berhenti bila keseimbangan telah terjadi masalah ini dapat diatasi dengan maserasi melingkar bertingkat (M. b. Serbuk simplisia . osmosa. dilakukan penyarian dengan cairan penyari baru. daya kapiler dan daya geseran (friksi).maka cara perkolasi diganti dengan cara reperkolasi. b.Cairan penyari dibagi menjadi 2. Reperkolasi Untuk menghindari kehilangan minyak atsiri pada pembuatan sari. sesuai dengan bejana penampung. kekentalan.maka kecepatan pelarut cukup untuk mengurangi lapisan batas. sehingga meningkatkan derajat perbedaan konsentrasi. 5. difusi. sesudah dienap tuangkan dan diperas.Serbuk simplisia sebelum dikeluarkan dari bejana penyari. jumlah tersebut dapat diperbanyak sesuai dengan keperluan.Aliran cairan penyari menyebabkan adanya pergantian larutan yang terjadi dengan larutan yang konsentrasinya lebih rendah. d. penyarian tidak dapat dilaksanakan secara sempurna. 4. Cara perkolasi lebih baik dibandingkan dengan cara maserasi karena: a. ampas dimaserasi lagi dengan cairan penyari yang kedua. Selama cairan penyari melakukan penyarian serbuk simplisia .

Hal ini diharapkan gar serbuk simplisia tersebut dapat tersari sempurna.1 ALAT DAN BAHAN 3.2 Bahan •Serbuk simplisia •Air •Cairan penyari 3. Percolator diatur dalam suatu deretan dan tiap percolator berlaku sebagai percolator pertama.1.Jumlah cairan penyari untuk tiap kali perkolasi 5.Bobot serbuk simplisia untuk tiap kali perkolasi 3.Ampus dengan mudah dapat dikeluarkan. sehingga: 1. Percolator yang digunakan untuk cara perkolasi ini agak berlainan dengan percolator biasa.   BAB III PEMBAHASAN 3.Jumlah percolator yang diperlukan 2. Untuk mencukupi kekurangan air. Infuse diserkai sewaktu masih panas melalui kain flannel.Besarnya tetesan dan lain-lain. sambil sekali-sekali diaduk.Jenis cairan penyari 4. Sebaliknya sewrbuk simplisia yang baru disari dengan perkolat yang hampir jenuh. Dengan percobaan tersebut dapat ditetapkan : 1. Perkolat dipisahkan dan dipekatkan. Percolator ini harus dapat diatur.Perkolat dari suatu percolator dapat dialirkan ke percolator lainnya 2. dihitung mulai suhu dalam panci mencapai 900C. dengan denikian akan diperoleh perkolat akhir yang jernih.disari dengan cairan penyari ang baru. . Kemudian dipanaskan dalam tangas air selama 15 menit.1. perlu dilakukan percobaan pendahuluan.2 CARA KERJA Infudasi: Simplisia yang telah dihaluskan sesuai dengan derajat kehalusan yang telah ditetapkan dicampur dengan air secukupnya dalam sebuah panci.1 Alat Infudasi: •Gelas ukur •Tangas air •Panci Maserasi: •Bejana •Gelas ukur •Alumunium foil Perkolasi: •Bejana silinder •Sekat berpori 3. Agar dioperoleh cara yang tepat.yang hampir tersari sempurna sebelum dibuang . Cara ini cocok bila digunakan untuk perusahaan obat tradisional.termasuk perusahaan yang memproduksi sediaan galenik.

  BAB IV PENUTUP Kesimpulan: Ekstraksi adalah pemisahan suatu zat dari campurannya dengan pembagian sebuah zat terlarut antara dua pelarut yang tidak dapat tercampur untuk mengambil zat terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut yang lain. atau tersedia dalam konsentrasi yang terlalu rendah. Misalnya saja. adesi. Infudasi adalah proses penyarian yang umumnya digunakan untuk menyari zat kandungan aktif yang larut dalam air dan bahan-bahan nabati. Kemudian endapan dipisahkan. ampas diperas. difusi.maka larutan yang terpekat didesak keluar. cairan penyari akan melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. Infuse asam jawa dan simplisia yang berlendir tidak boleh diperas. peka terhadap panas. osmosa. Perkolasi: Prinsip perkolasi adalah sebagai berikut: serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu bejana silinder. Kekuatan yang berperan pada perkolasi antara lain: gaya berat. zat aktif akan larut dank arena adanya perbedaan konsentrasi antara larutan zat aktif di dsalam sel dengan yang diluar sel. Cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut. daya larut. Buah adas dan dan buah adas manis dipecah terlebih dahulu. sambil berulang-ulang diaduk. yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. Perkolasi adalah cara penyarian yang dilakukan dengan mengalirkan cairan penyari melalui serbuk simplisia yang telah dibasahi. Seringkali campuran bahan padat dan cair (misalnyabahan alami)tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan metode pemisahan mekanis atau termis yang telah dibicarakan.karena komponennya saling bercampur secara sangat erat. Setelah 5 hari sari diserkai. sehingga diperoleh seluruh sari sebanyak 100 bagian. terlindung dari cahaya. Bejana ditutup. kemudian dituangi dengan 75 bagian cairan penyari. CARA KERJA Infudasi: . Gerak kebawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan diatasnya. Maserasi merupakan cara penyarian yang sederhana. Infuse kulit kina biasanya ditambah dengan asam sitrat sepersepuluh dari bobot simplisia. Cairan penyari akan menembus dinding seldan masuk ke dalam rongga sel yang mengandung zat aktif. kekentalan. sari yang diperoleh dengan cara ini tidak boleh disimpan lebih dari 24 jam. Infuse simplisia yang mengandung minyak atsiri harus diserkai setelah dingin. Maserasi dilakukan dengan cara merendam serbuk simplisia dalam cairan penyari. tegangan permukaan. Penyarian dengan cara ini menghasikan sari yang tidak stabil dan mudah tercemar oleh kuman dan kapang.ditambahkan air mendidih melalui ampasnya. selama 2 hari. daya kapiler dan daya geseran (friksi).beda sifat-sifat fisiknya terlalu kecil. biarkan ditempat sejuk. dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan. Ampas ditambah cairan penyari secukupnya diaduk dan diserkai. Oleh sebab itu. ditutup dan dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya. Maserasi: Maserasi pada umumnya dilakukan dengan cara: 10 bagian simplisia dengan derajat halus yang cocok dimasukkan ke dalam bejana. Asam jawa sebelum dipakai dibuang bijinya dan sebelum direbus dibuat massaseperti bubur.

cairan penyari akan melarutkan zat aktif sel-sel yang dilalui sampai mencapai keadaan jenuh. sehingga diperoleh seluruh sari sebanyak 100 bagian. Infuse diserkai sewaktu masih panas melalui kain flannel. Perkolasi: Prinsip perkolasi adalah sebagai berikut: serbuk simplisia ditempatkan dalam suatu bejana silinder. . Ampas ditambah cairan penyari secukupnya diaduk dan diserkai. Bejana ditutup. ditambahkan air mendidih melalui ampasnya. Infuse simplisia yang mengandung minyak atsiri harus diserkai setelah dingin. Gerak kebawah disebabkan oleh kekuatan gaya beratnya sendiri dan cairan diatasnya. Infuse kulit kina biasanya ditambah dengan asam sitrat sepersepuluh dari bobot simplisia. sambil sekali-sekali diaduk.Simplisia yang telah dihaluskan sesuai dengan derajat kehalusan yang telah ditetapkan dicampur dengan air secukupnya dalam sebuah panci. Infuse asam jawa dan simplisia yang berlendir tidak boleh diperas. terlindung dari cahaya. Untuk mencukupi kekurangan air. dihitung mulai suhu dalam panci mencapai 900C. ampas diperas. Setelah 5 hari sari diserkai. serta diharapkan juga bagi penulis maupun pembaca dapat mengembangkan metode ekstraksi yang lebih baik ditinjau dari segi ekonomi serta kepraktisan dalam pembuatan serta pemakaian alat tanpa menghilangkan factor kualitas hasil dari ekstraksi. Saran Dari pembahasan diatas diharapkan dapat mengaplikasikan prosedur-prosedur dari ekstraksi. dikurangi dengan daya kapiler yang cenderung untuk menahan. sambil berulang-ulang diaduk. yang bagian bawahnya diberi sekat berpori. kemudian dituangi dengan 75 bagian cairan penyari. Kemudian endapan dipisahkan. Cairan penyari dialirkan dari atas ke bawah melalui serbuk tersebut. Buah adas dan dan buah adas manis dipecah terlebih dahulu. biarkan ditempat sejuk. ditutup dan dibiarkan selama 5 hari terlindung dari cahaya. Maserasi: Maserasi pada umumnya dilakukan dengan cara: 10 bagian simplisia dengan derajat halus yang cocok dimasukkan ke dalam bejana. Kemudian dipanaskan dalam tangas air selama 15 menit. selama 2 hari. Asam jawa sebelum dipakai dibuang bijinya dan sebelum direbus dibuat massaseperti bubur.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful