1. Anatomi leher Pasien pada kasus mengalami benjolan pada lehernya.

Sumber benjolan ini bisa berasal dari jaringan otot, lemak, kulit, tulang, maupun kelenjar tiroid, paratiroid dan kelenjar getah bening. Namun karena keterbatasan info sulit untuk menentukan struktur yang menjadi sumber benjolan pada kasus ini. Namun secara garis besar, jika suatu benjolan timbul pada daerah leher, maka organ yang bisa dicurigai mengalami gangguan adalah: a.Kelenjar getah bening (KGB) Kelenjar getah bening adalah bagian dari sistem pertahanan tubuh kita. Tubuh kita memiliki kurang lebih sekitar 600 kelenjar getah bening, namun hanya didaerah submandibular (bagian bawah rahang bawah; sub: bawah;mandibula:rahang bawah), ketiak atau lipat paha yang teraba normal pada orang sehat. Sistema Lympathica Colli Facialis Gugusan superficialis berjalan mengikuti vena superficialis dan gugusan profunda berjalan mengikuti arteria atau seringkali mengikuti vena profunda. Gugusan superficialis membentuk suatu lingkaran pada perbatasan leher dan kepala yang dinamakan lingkaran pericervicalis atau cervical Collar, meliputi l.n.occipitalis, l.n.mastoideus (l.n.retro auricularis), l.n.preauricularis (l.n.parotideus superficialis), l.n.parotideus profundus, l.n.submandibularis dan l.n.submentalis.

L.n.occipitalis

terletak pada serabut-serabut cranialis m.trapezius, ditembusi oleh v.occipitalis, kira-kira 2,5 cm di sebelah infero-lateralis inion. Menerima aliran lymphe dari bagian belakang kepala dan mengirimkannya kepada lymphonodi cervicales profundi dengan melewati bagian profunda m.sternocleidomastoideus. L.n.pre-auricularis terletak pada glandula parotis sepanjang vena temporalis superficialis dan vena facialis transversa. Menerima pembuluh afferen dan kepala (scalp), auricula, palpebra dan pipi. Dan mengirim pembuluh afferen menuju ke l.n.cervicalis superficialis. L.n.submentalis berada di antara kedua venter anterior m.digasticus, pada permukaan inferior dari m.mylohyoideus, membawa lymphe dari lidah bagian tengah (juga apex lingua) dan dari labium inferius. L.n.submandibularis biasanya dikelompokkan pada gugusan superficialis, meskipun membawa drainage dari lidah dan glandula submandibulare. Lymphonodus ini terletak pada vena facialis di sebelah caudal dari mandibula, dimana vena ini menerima v.retromandibularis. pembuluh efferen membawa aliran lymphe menuju ke l.n.cervicalis profundus pars cranialis. Masih ada lymphonodus lainnya, yaitu l.n.facialis yang merupakan perluasan ke cranialis dari l.n.submandibularis dengan mengikuti vena facialis, berada pada facies. L.n.cervicalis anterior berada sepanjang v.jugularis anterior, menerima lymphe dari bagian tengah (linea mediana) leher dan mengalirkan lymphenya menuju ke l.n.cervicalis profundus; gugusan ini dapat dianggap menerima afferen dari l.n.submentalis.

Terdiri atas banyak lymphonodus. regio parotis bagian caudal dan telinga. berada pada vena jugularis interna. radix linguae.n. menerima afferen yang berjalan bersama-sama dengan a.cervicalis superficialis berada sepanjang v.n. mulai dari basis cranii sampai di sebelah cranialis clavicula dan dibagi oleh venter inferior m. menerima afferen dari cavum cranii.n.n. menerima lymphe dari glandula thyreoidea dan struktur di sekitarnya.parotideus dan l. Menerima aliran lymphe dari kulit pada angulus mandibulae.jugularis externa.n. Terdapat perluasan dari l. pembuluh efferennya mengikuti vasa thyreoidea inferior menuju ke l.sternocleidomastoideus sepanjang carotid sheath.n.laryngea superior dan berasal dari larynx di bagian cranialis plica vocalis.n.n.cervicalis profundus.n. pars cranio-lateralis glandula thyreoidea. berada pada vasa thyreoidea superior. larynx dan pharynx bagian caudal. dan membawa aliran lymphenya menuju ke l. l.submandibularis. yang berada pada celah di antara trachea dan oesophagus.mediastinalis superior).cervicalis profundus pars inferior.n.cervicalis profundus pars superiro tereltak di sebelah cranialis cartilago thyreoidea. Mengirimkan efferennya menuju ke l.cervicalis profundus terletak di sebelah profunda m. yang berada pada ligamentum cricothyreoideum. L.n.cervicalis profundus (dan l.cervicalis profundus. Semua lymphonodi akan memberi aliran lymphenya kepada l.cervicalis profundus pars superior yang menuju ke arah medial dan . regio pterygoidea.L. Gugsan superior atau l. menerima lymphe dari larynx di bagian cranialis plica vocalis. Diantara gugusan superficial dan gugusan profunda terdapat gugusan intermedis.omohyoideus menjadi gugusan superior dan gugusan infeior. yang terdiri atas : yang berada pada membrana thyreo-hyoidea.

jugulo-omohyoideus. larynx bagian cudal. Pada tempat persilangan antara m. pars caudalis glandula thyreoidea.jugularis interna membentuk l. zat asing) dan memiliki sel pertahanan tubuh maka apabila ada antigen yang menginfeksi maka kelenjar getah bening dapat menghasilkan sel-sel pertahanan tubuh yang lebih banyak untuk mengatasi antigen tersebut sehingga kelenjar getah bening membesar.n. infiltrasi (masuknya) sel-sel ganas atau timbunan dari penyakit metabolit makrofag (gaucher disease) Dengan mengetahui lokasi pembesaran KGB maka kita dapat mengerahkan kepada lokasi kemungkinan terjadinya infeksi atau penyebab pembesaran KGB. mengirimkan lymphenya menuju kepada l. menerima lymphe dari nasopharynx.atau karena datangnya sel-sel peradangan (neutrofil) untuk mengatasi infeksi di kelenjar getah bening (limfadenitis).cervicalis superficialis.cervicalis profundus pars superior dan juga dari l.digastricus dan vena jugularis interna trdapat l.cervicalis profundus pars superior dengan mengikuti vena pharyngealis.n. trachea pars cervicalis dan oesophagus.n. Pembuluhpembuluh efferen membentuk sebuah pembuluh besar (jugular trunk) dan bermuara ke dalam ductus thoracicus (dibagian kiri) serta ductus lymphaticus dexter (bagian kanan).n. Gugusan lymphonodus yang terletak di sebelah cranialis venter inferior m. Pembesaran kelenjar getah bening dapat berasal dari penambahan sel-sel pertahanan tubuh yang berasal dari KBG itu sendiri seperti limfosit.Faring Nasopharynx . Oleh karena dilewati oleh aliran pembuluh getah bening yang dapat membawa antigen (mikroba. sel plasma.n. monosit dan histiosit. tuba auditoria dan dari vertebra cervicalis. Pembuluh-pembuluh limfe akan mengalir ke KGB sehingga dari lokasi KGB akan diketahui aliran pembuluh limfe yang melewatinya. Limfatikus Terbungkus kapsul fibrosa yang berisi kumpulan sel-sel pembentuk pertahanan tubuh dan merupakan tempat penyaringan antigen (protein asing) dari pembuluh-pembuluh getah bening yang melewatinya.juguladigastricus. L.n.omhyoideus pada saat otot ini menyilang v. b.retropaharyngealis (berada di dalam spatium retropharyngeum).membentuk l.

Batas lateral isthmus faucium dibentuk oleh arcus palatoglossus. Di sebelah dorsal tuba auditiva terdapat kumpulan jaringan lymphoid yang membentuk tonsilla tubaria. Di bagian cranialis dinding posterior nasopharynx terdapat tonsilla pharyngea. Di sebelah dorsal dari tonjolan ini terdapat recessus pharyngeus (rosenmuelleri) yang berjalan vertikal. yaitu suatu plica yang dibentuk oleh membrana mucosa yang membungkus m. Oropharynx Terletak di sebelah dorsal cavum oris. Lubang ini terletak ssetinggi concha nasalis inferior dan dibatasi di sebelah postero-superior oleh torus tubarius. di sebelah caudal dari palatum molle dan di sebelah cranialis aditus laryngis. dan labium posterius melanjutkan diri ke caudal pada plica salpingopharyngealis. Bagian ini semata-mata dilalui oleh udara respirasi. yang melekat dari palatum molle menuju ke sisi lidah (kira-kira di bagian posterior pertengahan lidah). Di sebelah posteriornya lagi terdapat arcus palatopharyngeus yang berasal dari tepi posterior palatum molle menuju ke caudo-dorsal mencapai dinding lateral pharynx. yaitu suatu penonjolan yang disebabkan oleh pars medialis dari tuba auditiva. Arcus palatopharyngeus. Mempunyai hubungan dengan cavum oris melalui isthmus oropharyngeum (= isthmus faucium). Pada setiap dinding lateral nasopharynx terdapat muara dari tuba auditiva (tuba pharyngotympanica). Laryngopharynx .Merupakan bagian yang paling luas dari cavum pharyngis. arcus palatopharyngeus dan bagian posterior sisi lingua membentuk fossa tonsillaris yang ditempati oleh tonsilla palatina. kE arah anterior berhubungan dengan cavum nasi dengan melalui choanae. Pembesaran dari tonsilla pharyngea dan tonsilla tubaria akan membentuk adenoid. Terletak di belakang cavum nasi dan cranialis dari palatum molle (palatum molle dapat dianggap membentuk lantai nasopharynx). lalu mengalami retrogresi. Pembesaran dari tonsilla ini dapat menekan tuba auditiva dan menghalangi aliran udara yang menuju ketelinga bagian tengah. Bilamana terjadi hypetrophi maka nasopharynx dapat tertutup dan memberi gangguan respirasi.salpingo pharyngeus. yang bertumbuh sampai usia anak 6 tahun. Pada ostium pharyngeum tubae auditivae terbentuk labium anterius dan labium posterior. Ruangan ini dapat dipisahkan sama sekali dari oropharynx dengan mengangkat palatum molle ke arah dinding posterior pharynx.

Innervasi sensibel untuk membrana mucosa diperoleh dari plexus pharyngeus. Facies posterior dari cartilago arytaenoidea dan cartilago cricoidea membentuk dinding anterior laryngopharynx. innervasi dan lymphonodus Dinding pharynx mendapat suplai darah dari a.palatina major (cabang dari a. maupun benjolan yang berasal dari struktur jaringan lain seperti lemak. otot dan tulang. Pembuluh vena membentuk plexus pharyngeus pada dinding posterior dan dinding lateral pharynx dan memberi aliran darahnya kepada v.muscularis n. Hal yang perlu ditekankan adalah tidak selamanya benjolan yang ada pada leher timbul karena kelainan yang ada pada leher. FISIOLOGI Mengumpulkan dan menerima cairan interstitial Dapat membawa antigen di kelenjar getah bening 2. Innervasi motoris untuk otot-otot pharynx diperoleh dari plexus pharyngeus terkecuali m.Bagian ini berada di sebelah dorsal larynx. Mekanisme timbulnya gejala pada skenario: Mekanisme terjadi timbulnya benjolan pada leher Ada banyak factor yang dapat menyebabkan timbulnya benjolan pada leher.maxillaris). paratiroid dan getah bening. Ke arah cranialis berhubungan dengan oropharynx (hubngan bebas) dan ke arah caudalis melanjutkan diri menjadi oesophagus.glossopharyngeus.jugularis interna. neoplasma dan kelainan herediter. seperti trauma.palatina ascendens (cabang dari a. Hampir semua struktur yang ada pada leher dapt mengalami benjolan entah itu kelenjar tiroid. a. .facialis) dan a.pharyngea ascendens (sebagai cabang dari a. kelenjar pharyngealis (terutama pada nasopharynx) mendapatkan serabut secretomotoris dari r. Aditus laryngis terletak pada dinding anterior laryngopharynx.stylopharyngeus yang mendapatkan innervasi dari r. infeksi. hormone. Factor-faktor ini bekerja dengan caranya masing-masing dalam menimbulkan benjolan.pharyngealis yang dikeluarkan oleh ganglion pterygopalatinum.carotis externa). Vascularisasi. Tidak jarang kelainan itu justru berasal dari kelainan sistemik seperti limpoma atau TBC.

adenoma tiroid. kartilago-kondroma.• Infeksi dapat menimbulkan benjolan pada leher melalui beberapa cara yang diantaranya berupa benjolan yang berasal dari invasi bakteri langsung pada jaringan yang terserang secara langsung maupun benjolan yang timbul sebagai efek dari kerja imunitas tubuh yang bermanifestasi pada pembengkakan kelenjar getah bening. pelebaran intraendot helialjuncti Makrofa g. Trauma & Reaksi Imun → infeksia Mast sel & sel basofil mediator radang Dilatasi arteriola. permeabili tas venula. sel limfoid. lemak-lipoma. jaringan-limfe limpoma. Neoplasma dapat terjadi pada semua sel yang ada dileher entah itu kelenjar tiroid. neutrofil Menghancu rkan sel-sel tubuh → nutrisi benjol an Cairan keluar Produksi sel limfoid. tulang maupun kelenjar secara umum hampir sama. menyaring sel tubuh yg mengalami kerusakan. maupun akibat dari metastase kanker dari organ diluar leher. Dysplasia ini menimbulkan sejumlah kelainan fisiologs molekuler seperti peningkatan laju pembelahan sel dan inaktifasi mekanisme bunuh diri sel terprogram. . Awalnya terjadi dysplasia dan metaplasia pada sel matur akibat berbagai factor sehingga differensiasi sel tidak lagi sempurna. menghalangi agen Pembesaran kelenjar limfe Sedangkan mekanisme timbulnya benjolan akibat neoplasma entah itu dari otot. Hal ini berakibat pada proliferasi sel tak terkendali yang bermanifestasi pada timbulnya benjolan pada jaringan.

tulang.penyakit yang dapat menyebabkan benjolan pada leher Faktor penyebab terjadinya benjolan pada leher Neoplasma Hormon Infeksi (virus) Trauma Herediter Ca. Penyakit. Nasofaring Ca. Tyrhoid Limfoma maligna membedakan asal dan organ yang mengalami benjolan. Anamnesis dan pemeriksaan tambahan yang diperlukan untuk menegakkan diagnosis Anamnesis. kelenjar Benjolan 3. inaktifasi mekanisme bunuh diri sel terprogram Proliferasi sel tdk terkendali → manifestasi Otot. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang Jika ditemukan pasien dengan keluhan yang terdapat pada kasus maka beberapa hal yang perlu dilakukan pada pasien untuk mengarahkan diagnosis adalah sbb : . sel limfoid.Neoplasma Dysplasia & metaplasia → sel matur Peningkatan laju pembelahan sel. Laring Ca.

PENUNJANG  Lokasi benjolan  Gejala tambahan lainnya seperti : .  Terapi : antibiotik spectrum luas → observasi 2-4 minggu  Jika tidak pulih → pem.Pemfis : palpasi.Mual. PDD. sulit menelan. laringoskopi .FNAB Untuk alur diagnosisnya sbb : BENJOLAN DI LEHER ANOMALI KONGENITAL  Anamnesis → riwayat penyakit sejak kecil NEOPLASMA  Anamnesis → factor resiko  Pemeriksaan : . epistaksis  Riwayat penyakit sebelumnya  Riwayat keluarga  Menentukan lokasi dan asal benjolan : kulit. tuberculin skin test → suspect TBC .Radiologi .foto thoraks.Bakteriologi .CT-Scan  Lab . otot.Tumor marker  Biopsy .CT-Scan  Terapi : tergantung stadium dan riwayat penyakit INFEKSI/INFLAMASI  Gejala klinis Inflamasi → demam dsb. lemak. muntah.Esofasografi . endoskopi. kelenjar  Menentukan ada tidaknya benjolan lain  Memeriksa ada tidaknya kelainan fisik lain  Radiologi .ANAMNESIS PEMFIS PEM. sesak nafas.

Tiroid . Penyakit-penyakit penyebab benjolan di leher  Kongenital: .higroma kistiks Kista brakhial Kista ductus tiroglossus  Infeksi : .tyroiditis  Trauma : hematoma akibat benturan  Neoplasma : o Jinak : tumor kelenjar tiroid o Ganas :    K.4.limfadenitis leher akut . Nasofaring K.lymfadenitis TBC .lanjut) + + Karsinoma Nasofaring Karsinoma Laring Karsinoma thyroid Massa pada + leher Berbenjolbenjol Jenis kelamin BB menurun + P>L + +(Tidak nyeri) - + + -(20-40 thn) L>P L>P P>L + + + - + - Timbul pada + paha&ketiak 1. Defferential diagnosis yang berhubungan dengan skenario Gejala Limfoma maligna (Hogkins/Non hodgkins Umur 45 thn + + + (stad. Laring K.

menutup selama menelan untuk mencegah aspirasi cairan atau benda padat masuk ke dalam tracheobroncial b. Epiglotis : daun katup kartilago yang menutupi ostium ke arah laring selama menelan b. Laring sebagai katup selama batuk Etiologi Etiologi karsinoma nasofaring belum diketahui dengan pasti. sebagian dari kartilago ini membentuk jakun ( Adam’s Apple ) d. Kartilago Krikoid : satu-satunya cincin kartilago yang komplit dalam laring ( terletak di bawah kartilago thyroid ) e. Dikatakan oleh para ahli bahwa perokok dan peminum alcohol merupakan kelompok orang-orang dengan resiko tinggi terhadap karsinoma laring. Laring sebagai katup. Limfoma maligna   Hodgkin Non hodgkin  Kelainan lain : o Goiter non toxic o Hipertiroid o Hipotiroid A. Sedikit di bawah cartilago thyroid terdapat cartilago cricoid. terletak pada garis tengah anterior dari Leher Pada Vertebrata Cervical 4 Sampai 6. bagian depannya mengalami penonjolan membentuk “adam’s apple”. pita suara melekat pada lumen laring. Laring juga melindungi jalan napas bawah dari obstruksi benda asing dan memudahkan batuk. Penelitian epidemiologic menggambarkan beberapa hal . Pita suara : ligamen yang dikontrol oleh gerakan otot yang menghasilkan bunyi suara. Karsinoma laring ANATOMI LARING Laring Laring tersusun atas 9 Cartilago ( 6 Cartilago kecil dan 3 Cartilago besar ). Ada 2 fungsi lebih penting selain sebagai produksi suara. yaitu : a. Laring sering disebut sebagai kotak suara dan terdiri atas: a. Glotis : ostium antara pita suara dalam laring c. Terbesar adalah Cartilago thyroid yang berbentuk seperti kapal. Kartilago Aritenoid : digunakan dalam gerakan pita suara dengan kartilago thyroid f. Laring menghubungkan laringopharynx dengan trachea. Fungsi utama laring adalah untuk memungkinkan terjadinya vokalisasi. dan di dalam cartilago ini ada pita suara. Kartilago Thyroid : kartilago terbesar pada trakea.

Pita suara miskin akan pembuluh limfe sehingga tidak terjadi metastase ke arah kelenjar limfe. Penelitian yang dilakukan di RS Ciptomangunkusomo menunjukan bahwa karsinoma laring jarang ditemukan pada orang yang tidak merokok. Terutama neoplasma laryngeal. Lesi yang mengenai hipofaring. PATOFISIOLOGI Karsinoma laring banyak dijumpai pada usia lanjut diatas 40 tahun. Ketegangan Vocal 4.69%. Perbandingan laki dan perempuan adalah 11:1 terbanyak pada usia 56-69 tahun dengan kebiasaan merokok didapatkan pada 73. Ca sel skuamosa dibagi 3 tingkat diferensiasi: a) diferensiasi baik (grade 1) b) berdiferensiasi sedang (grade 2) c) berdiferensiasi buruk (grade 3) kebanyakkan tumor ganas pita suara cenderung berdiferensiasi baik.77% diikuti oleh keganasan hidung dan paranasal 10. sinus piriformis dan plika ariepiglotika kurang berdiferensiasi baik. sedangkan risiko untuk mendapatkan karsinoma laring naik sesuai dengan kenaikan jumlah rokok yang dihisap.yang diduga menyebabkan terjadinya karsinoma laring yang kuat ialah rokok. HISTOPATOLOGI Ca sel skuamosa meliputi 95% sampai 98% dari semua tumor ganas laring. fonasi serta fungsi sfingter laring. Tujuan utama ialah mengeluarkan bagian laring yang terkena tumor dengan memperhatikan fungsi respirasi. bekerja dengan debu serbuk kayu. Bagaimana terjadinya belum diketahui secara pasti oleh para ahli. logam berat.94%.40% dan parotis 0. telinga 2. Karsinoma nasofaring sebesar 71.5% dari semua penyakit keganasan. Tumor superglotis dan subglotis harus cukup besar. Bila kanker terbatas pada pita suara (intrinsik) menyebar dengan lambat. Defisiensi Nutrisi (riboflavin) 7. Tembakau 2. Bila kanker melibatkan epiglottis (ekstrinsik) metastase lebih umum terjadi. Jumlah kasus rata-rata 25 pertahun. sebelum mengenai pita suara sehingga . kimia toksik atau serbuk. Hal ini mungkin berkaitan dengan kebiasaan merokok. Alkohol Dan Efek Kombinasinya 3.97% menduduki peringkat ketiga keganasan THT (712 kasus). Yang terpenting pada penanggulangan karsinoma laring ialah diagnosis dini dan pengobatan/ tindakan yang tepat dan kuratif karena tumornya masih terisolasi dan dapat diangkat secara radikal.28%. orofaring/tonsil 1.8% dari 1030 kasus keganasan THT. Laringitis Kronis 5. alcohol da terpajan oleh sinar radioaktif. 95% adalah karsinoma sel skuamosa. Kebanyakan pada orang laki-laki. Predisposisi keluarga FREKUENSI Menurut penelitian dari departemen THT FKUI/RSCM pariode 1982-1987 proporsi karsinoma laring 13.54%. Pemajanan Industrial Terhadap Karsinogen 6. rongga mulut 1. 1. esophagus/bronkus 1.11%. Periode 1988-1992 karsinoma laring sebesar 9.11%. Kanker kepala dan leher menyebabkan 5.

Serak: Gejala utama Ca laring. Tumor pita suara yang sejati terjadi lebih dini biasanya pada waktu pita suara masih dapat digerakan. . Apabila tumor laring tumbuh pada pita suara asli. 10 mm merupakan batas inferior otot-otot intrinsic pita suara. . mengganggu. Gejala ini disebabkan oleh gangguan jalan nafas oleh massa tumor.Tumor glotik: Mengenai pita suara asli. GEJALA KLINIK 1.Tumor supraglotik: Terbatas pada daerah mulai dari tepi atas epiglottis sampai batas atas glottis termasuk pita suara palsu dan ventrikel laring.mengakibatkan suara serak. serak dapat merupakan gejala akhir atau tidak timbul sama sekali. KLASIFIKASI LETAK TUMOR . terserangnya otot-otot vokalis.Tumor ganas transglotik: Tumor yang menyeberangi ventrikel mengenai pita suara asli dan pita suara palsu atau meluas ke subglotik lebih dari 10 mm. pita suara gagal berfungsi secara baik disebabkan oleh ketidak teraturan pita suara. Batas superior adalah ventrikel laring. Pada tumor ganas laring. Kadang-kadang bisa afoni karena nyeri. Pada tumor supraglotik dan .Tumor subglotik: Tumbuh lebih dari 10 mm di bawah tepi bebas pita suara asli sampai batas inferior krikoid. merupakan gejala dini tumor pita suara. Dispnea dan stridor: Gejala yang disebabkan sumbatan jalan nafas dan dapat timbul pada tiap tumor laring. Hal ini disebabkan karena gangguan fungsi fonasi laring. Suara bergumam (hot potato voice): fiksasi dan nyeri menimbulkan suara bergumam. kecepatan getaran dan ketegangan pita suara. ketajaman tepi pita suara. serak akan timbul kemudian. Hubungan antara serak dengan tumor laring tergantung pada letak tumor. rasa ada yang mengganjal di tenggorok. Batas inferior glotik adalah 10 mm di bawah tepi bebas pita suara. serak merupakan gejala dini dan menetap. Serak menyebabkan kualitas suara menjadi semakin kasar. gejala pertama tidak khas dan subjektif seperti perasaan tidak nyaman. Pada kelompok ini. Tumor hipofaring jarang menimbulkan serak kecuali tumornya eksentif. sumbang dan nadanya lebih rendah dari biasa. besar pita suara. dibagian bawah plika ventrikularis atau dibatas inferior pita suara. Pada tumor supraglotis dan subglotis. Adanya tumor di pita suara akan mengganggu gerak maupun getaran kedua pita suara tersebut. sumbatan jalan nafas atau paralisis komplit. 3. 2. . sendi dan ligament krikoaritenoid dan kadang-kadang menyerang saraf. Apabila tumor tumbuh di daerah ventrikel laring. dapat meluas ke subglotik sejauh 10 mm dan dapat mengenai komisura anterior atau posterior atau prosessus vokalis kartilago aritenoid. Kualitas nada sangat dipengaruhi oleh besar celah glotik. oklusi atau penyempitan celah glotik. penumpukan kotoran atau secret maupun oleh fiksasi pita suara. Oleh karena itu tumor glotik dapat mengenai 1 atau ke 2 pita suara.

biasanya timbul dengan tertekanya hipofaring disertai secret yang mengalir ke dalam laring. Pemeriksaan laring dapat dilakukan dengan cara tidak langsung menggunakan kaca laring atau langsung dengan mengggunakan laringoskop. halitosis. Foto toraks diperlukan untuk menilai keadaan paru. Nyeri alih ke telinga ipsilateral.transglotik terdapat kedua gejala tersebut. Dari hasil patologi anatomi yang terbanyak adalah karsinoma sel skuamosa. Pembesaran kelenjar getah bening leher dipertimbangkan sebagai metastasis tumor ganas yang menunjukkan tumor pada stadium lanjut. CT scan laring dapat memeperlihatkan keadaan penjalaran tumor pada tulang rawan tiroid dan daerah preepiglotis serta metastasis kelenjar getah bening leher. 8. hemoptisis. Nyeri tekan laring adalah gejala lanjut yang disebabkan oleh komplikasi supurasi tumor yang menyerang kartilago tiroid dan perikondrium. Pada umunya dispnea dan stridor adalah tanda prognosis yang kurang baik. Hemoptisis sering terjadi pada tumor glotik dan tumor supraglotik. Keluhan ini merupakan keluhan yang paling sering pada tumor ganas postkrikoid. 5. Diagnosis pasti ditegakkan dengan pemeriksaan patologi anatomic dari bahan biopsy laring dan biopsy laring dan biopsy jarum halus pada pembesaran kelenjar getah bening di leher. Sumbatan yang terjadi perlahan-lahan dapat dikompensasi. Pemeriksaan ini untuk menilai lokasi tumor. 7. ada atau tidaknya proses spesifik dan metastasis di paru. hipofaring dan sinus piriformis. penyebaran tumor kemudian dilakukan biopsy untuk pemeriksaan patologi anatomic. Diagnosis Diagnosis ditebgakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan klinis. 9. dinding medial dari sinus prirformis dan ke arah rongga pre epiglottis. Batuk dan hemoptisis: Batuk jarang ditemukan pada tumor ganas glotik. Disfagia: Merupakan ciri khas tumor pangkal lidah. 4. KLASIFIKASI TUMOR GANAS LARING (AJCC DAN UICC 1988) A) TUMOR PRIMER (T) Supraglotik Tis karsinoma in situ T1 tumr terdapat pada satu sisi suara/pita suara palsu (gerakan masih baik) T2 tumor sudah menjalar ke 1 dan 2 sisi daerah supraglotis dan glottis masih bisa bergerak (tidak terfiksir) T3 tumor terbatas pada laring dan sudah terfiksir atau meluas ke daerah krikoid bagian belakang. supraglotik. . Nyeri tenggorok: keluhan ini dapat bervariasi dari rasa goresan sampai rasa nyeri yang tajam. Rasa nyeri ketika menelan (odinofagia) menandakan adanya tumor ganas lanjut yang mengenai struktur ekstra laring. batuk dan penurunan berat badan menandaka perluasan tumor ke luar laring atau metastasis jauh. 6. Pemeriksaan penunjang yang diperlukan selain pemeriksaan laboratorium darah juga pemeriksaan radiologic.

ipsilateral dengan ukuran diameter 3-6cm N2a satu kelenjar limfa ipsilateral. Ada 3 cara penanggulangan yang lazim dilakukan yakni pembedahan.T4 tumor sudah meluas ke luar laring. T3 tumor sudah mengenai laring dan pita suara sudah terfiksasi. Glottis Tis karisnoma in situ T1 tumor mengenai satu atau dua sisi pita suara. Staging (= stadium) ST1 T1 N0 M0 STII T2 N0 M0 STIII T3 N0 M0. diameter tidak lebih dari 6 cm N3 metastasis kelenjar limfa lebih dari 6 cm. T2 tumor meluas ke daerah supraglotis atau subglotis. Subglotik Tis karsinoma in situ T1 tumor terbatas pada daerah subglotis T2 tumor sudah meluas ke pita. Metastasis jauh (M Mx tidak terdapat/terdeteksi. T1/T2/T3 N1 M0 STIV T4 N0/N1 M0 T1/T2/T3/T4 N2/N3 o T1/T2/T3/T4 N1/N2/N3 M Penatalaksanaan Setelah diagnosis dan stadium tumor ditegakkan maka ditentukan tindakan yang akan diambil sebagai penanggulanangannya. tetapi gerakan pita suara masih baik. obat sitostatika atau pun kombinasi daripadanya. tergantung pada stadium penyakit dan keadaan umum pasien. N2b multiple kelenjar limfa ipsilateral. pita suara masih dapat bergerak atau sudah terfiksasi (impaired mobility). . N2 teraba kelenjar limfe tunggal. radiasi.duanya. T4 tumor yang luas dengan destruksi tulang rawan atau perluasan ke luar laring atau kedua. menginfiltrasi orofaring jaringan lunak pada leher atau merusak tulang rawan tiroid. T4 tumor sangat luas dengan kerusakan tulang rawan tiroid atau sudah keluar dari laring. pita suara masih dapat bergerak atau sudah terfiksasi. Penjalaran ke kelenjar limfa (N) Nx kelenjar limfa tidak teraba N0 secara klinis kelenjar tidak teraba N1 secara klinis tidak teraba satu kelenjar linfa dengan ukuran diameter 3 cm homolateral. T3 tumor meliputi laring dan pita suara sudah terfiksasi. diameter lebih dari 3 cm tapi tidak lebih dari 6 cm. M0 tidak ada metastasis jauh M1 terdapat metastasis jauh. atau tumor sudah terdapat pada komisura anterior atau posterior.

Suatu hal yang sangat membantu adalah pembentukan wadah perkumpulan guna menghimpun pasien-ppasien tuna-laring guna menyokong aspek psikis dalam lingkup yang luas dari pasien baik sebelum maupun sesudah operasi. Untuk itu diperlukan rehabilitasi terhadap pasien. baik yang bersifat umum yakni agar pasien dapat bermasyarakt dan mandiri kembali maupun rehabilitasi khusus yakni rehabilitasi suara (voice rehabilitation). B. faktor diet. Banyak faktor yang mempengaruhi suksesnya proses rehabilitasi suara ini tetapi dapat disimpulkan menjadi 2 faktor utama ialah faktor fisik dan faktor psiko-sosial. Pemakaian sitostatika belum memuaskan. Para ahli berpendapat bahwa tumor laring ini mempunyai prognosis yang palaing baik di antara tumor-tumor daerah traktus aero-digestivus bila dikella dengan tepat. stadium 4 dilakukan operasi dengan rekonstruksi bila masih memungkinkan atau dikirim untuk mendapatkan radiasi. pada umumnya beranggapan karsinoma tiroid berkaitan dengan banyak faktor. 1) Radiasi Ionisasi Kontak dengan radiasi merupakan satu-satunya faktor karsinogen terhadap tiroid. insiden karsinoma papilar dan folikular tiroid lebih tinggi. biasanya jadwal pemberian sitostatika tidak sampai selesai karena keadaan umum memburuk di samping harga obat ini yang relative mahal sehingga tidak terjangkau oleh pasien. maka pasien akan menjdai afonia dan bernafas melalui stoma permanen di leher. jenis kelamin. Rehabilitasi suara dapat dilakukan dengan pertolongan alat bantu suara yakni semacam vibrator yang ditempelkan di daerah submandibula atau pun dengan suara yang dihasilkan dari esophagus (esophageal speech) melalui proses belajar.dll. Karsinoma Thyroid  EPIDEMIOLOGI Penderita wanita lebih banyak dari pria. cepat dan radikal. Rehabilitasi Suara Laringektomi yang dikerjakan untuk mengobati karsinoma laring menyebabkan cacat pada pasien. perubahan genetik dan onkogen.Sebagai patokan dapat dikatakan stadium 1 dikirim untuk mendapatkan radiasi. ratio pria terhadap wanita adalah 1:2-4. termasuk radiasi ionisasi. Jenis pembedahan adalah laringektomi totalis atau pun parsial. serta dilakukan juga diseksi leher radikal bila terdapat penjalaran ke kelenjar limfa leher. agar pasien dapat berbicara (bersuara) sehingga berkomunikasi verbal. Populasi terpapar sinar X dan radiasi Ɣ.  ETIOLOGI Etiologi kanker tiroid belum jelas. Dengan dilakukannya pengangkatan laring beserta pita suara yang ada di dalamnya. stadium 2 dan 3 dikirim untuk operasi. tergantung lokasi dan penjalaran tumor. penyakit tersering terjadi pada usia 20-40 tahun. .

posterior menginfiltrasi trakea. lalu ke tulang. paratrakea. tumor jinak dan tumor ganas tiroid terdapat reseptor estrogen dalam jumlah bervariasi. pre-trakea. menyerang jaringan sekitar tiroid. lebih sering ke kelompok media dan inferior. adenoma folikuler tipe embrional dan tipe fetal lebih mudah menjadi ganas. 5) Lesi Jinak Tiroid Transformasi ganas adenomaberhubungan dengan tipe patologik. Timbulnya karsinoma medular tiroid familial berkitan dengan mutasi gen RET pada kromosom nomor 10. 2) Penyebaran ekstraglandular tiroid : tumor dapat menembus kapsul tiroid.tersering ke paru. dapat timbul dispnea atau hemoptoe. . kelompok kelenjar limfe profunda leher superior. tumor dapat menyebar di dalam kelenjar. Ketika tumor menginfiltrasi trakea. 4) Metastasis jauh : kanker tiroid sering bermetastasis jauh. Pada Jaringan karsinoma papilar tiroid kandungan reseptor estrogen dan reseptor progesteron tertinggi. disimpulkan bahwa reseptor estrogen . nervus laringeus rekuren dan kartilago tiroidea. bila tumor menginfltrasi nervus laringeus rekuren dapat timbul suara serak. bergerak naik turun sesuai gerakan menelan.  MANIFESTASI KLINIS 1) Tumor atau nodul tiroid : ditemukan adanya nodul keras dalam kelenjar tiroid. media. tersering ke paru. esofagus. 2) Gejala infiltasi dan desakan lokal 3) Ketika tumor membesar sampai batas tertentu. lalu ke tulang.  PENYEBARAN DAN METASTASIS 1) Penyebaran intraglandular tiroid : kelenjar tiroid kaya akan jaringan limfatik. 3) Metastasis kelenjar limfe : kanker tiorid sering bermetastasis ke kelenjar limfe anterior laring. 4) Metastasis jauh : kanker tyroid sering bermestasis jauh. ke medial. inferior.2) Genetik dan Onkogen Sebagian Karsinoma medular tiroid bersifat herediter dan familial. reseptor progesteron merupakan faktor penting yang mempengaruhi insiden karsinoma tiroid pada wanita. sering mendesak trakea hingga posisisnya berubah disertai gangguan bernapas yang bervariasi intensitasnya. 3) Jenis Kelamin dan Hormonal Pada kelenjar tiroid normal. bila tumor mendesak esofagus dapat timbul disfagia. 4) Faktor Diet Defisiensi iodium dianggap berakitan dengan timbulnya tumor tiroid termasuk karsinoma tiroid.

disertai gangguan bernapas yang bervariasiintensitasnya.dll.foto barium esofagus.permukaan licin atau tidak.sejak dini dapat diketahui adanya nodul keras dalam kelenjar tiroid.gerakan pita suara.ada tidaknya kalsifikasi.ada tidaknya riwayat keluarga adenoma tiroid.ukuran dan laju pertumbuhan tumor di leher.konsistensi. 3) Pembesaran kelenjar limfe leher : ketika tumor mengalami metastasis kelenjar limfe. 5) Pemeriksaan CT : dapat menunjukkan lokasi.jumlah tumor.sebagian terbesar pasien kanker tiroid memiliki fungsi tiroid yang normal.dll.ada tidaknya manifestasi sindrom karsinoid.ada tidaknya gejala desakan atau infiltrasi lokal.kelenjar limfe leher membesar atau tidak.semua pasien dengan tumor tiroid harus diperiksa fungsi tiroid. 2) Gejala infiltrasi dan desakan lokal : ketika tumor membesar sampai batas tertentu.  Pemeriksaan klinis Anamnesis : Dalam anamnesis harus menitikberatkan pada : usia pasien.T3 serum dll.media.ada tidaknya riwayat paparan radiasi daerah kepala dan leher.sifatanya padat atau kistik.foto toraks .ada tidaknya kalsifikasi kondisi struktur internalnya.keteraturan batasnya .inferior.dll.sering teraba pembesaran kelenjar limfe leher profunda superior.tampak sebagai nodul hangat.dapat menunjukkan ada tidak adanya tumor .kromafinoma. . 4) Pemeriksaan sinar X : termasuk foto trakea anteroposterior dan lateral.karsinoma medular tiroid atau tumor endokrin multiple.jenis kelamin.dll. Pemeriksaan fisik : Pemeriksaan fisik harus menitikberatkan perharian pada jumlah. 3) Pemeriksan radioisotop : sebagian besar karsinoma berdiferensiiasi tiroid memiliki fungsimengambil iodium.dll.USG merupakan cara cukup semsitif untuk memeriksa ukuran dan jumlah tumor tiroid.bergerak naik turun sesuai gerakan menelan.sering mendesak trakea hingga posisinya berubah.bentuk. 2) Pemeriksaan USG : mencakup USG biasa dan dopler warna.apakah bergerak turun naik sesuai gerakan menelan.T4.ada tidak nyeri tekan.mobilitas.termasuk TSH. Manifestasi klinik 1) Tumor atau nodul tiroid : gejala yang sering ditemukan.ukuran.kadar kalsitonin serum.  Pemeriksaan penunjang 1) Pemeriksaan serologi : terutama mmencakup pemeriksaan fungsi tiroid.dll.

murah dan akurasinya relatif tinggi.tapi ini bukan cara diagnosis pasti.atu kanker tiroid sudah memngenai metaastasis jauh.dengan lapisan multiple.penanganan terhadap kanker primer 1) Lobektomi unilateral plus ismektomi: bila tumor terbatas pada satu sisi tiroid .ketika melalukan lobektomi unilateral dan ismektomi.radioterapi 1) radioterapi eksternal : kanker tiroid berdiferensiasi tidak peka terhadap raditerapu rutin. Terapi  Terapi operatif 1.memerlukam terapi dengan isotop pasca operasi .pasca operasi secara patologik terrnyata ganas .harus memamparkan dan ememperhatikan proteksi nervus rekuren laringeus. .praktis.dilakukan operasi lagiuntuk mengangkat lobus residual. penanganan terhadap kelenjar limfe regional  Terapi non-operatif 1. 7) Pemeriksaan PET : dalam diagnsois lesi tiroid jinak atau ganas memiliki akurasi relatif tinggi. 3) Reseksi diperluas lobus residual unilateral: terhadap tumor tiroid dengan sifat tak jelas dilakukan eksisi lokal tumor .kelebihannya adalah aman.harus terkebih dahulu dilakukan tireoidektomi. 8) Pemeriksaan sitologi aspirasi jarum halus (FNAC): merupakan cara diagnosis sifat yang tersering dipakai pra-operasi untuk nodul tiroid dewasa ini.vaskular dan jarinagn sekitarnya.sangat baik dalam diagnosis lokalisaisi karsinoma tiroid dan hubungannya dengan organ. 2. 2) Tireidoktomi total atau subtotalbila lesi tiroid mengenai kedua lobus.sagital.tranversal.6) Pemeriksaan MRI : dapat menampilkan potongan koronal.

ada yang tumbuh lambat. kemoterapi : secara klinis kemoterapi hanya dipakai secara selektif untuk pasien stadium lanjutyang tidak dapat dioperasiatau pasien dengan metastasis jauh. sedangkan yang lainnya menyebar dengan cepat (dalam beberapa bulan). GEJALA Gejala awal yang dapat dikenali adalah pembesaran kelenjar getah bening di suatu tempat (misalnya leher atau selangkangan) atau di seluruh tubuh. tetapi bukti-bukti menunjukkan adanya hubungan dengan virus yang masih belum dapat dikenali. 2.2) Radioterapi internal : radiasi I-131 berefek destruktif terhadap jaringan tiroid. Kelenjar membesar secara perlahan dan biasanya tidak menyebabkan nyeri. yaitu suatu retrovirus yang fungsinya menyerupai HIV penyebab AIDS. Penyakit ini lebih sering terjadi dibandingkan dengan penyakit Hodgkin.ada yang tumbuh cepat. Sejenis limfoma non-Hodgkin yang berkembang dengan cepat berhubungan dengan infeksi karena HTLV-I (human T-cell lymphotropic virus type I). Prognosis Prognosis karsinoma tiroid bervariasi besar.sedangkan sebagian besar karsinoma tiroid berdiferensiasibersifat mengambilmI-131. LIMFOMA NON HODGKIN DEFINISI Limfoma Non-Hodgkin adalah sekelompok keganasan (kanker) yang berasal dari sistem kelenjar getah bening dan biasanya menyebar ke seluruh tubuh. 3.Terapi hormonal : pasca operasi karsinoma tiroid berdiferensiasi pada dasarnya secara rutin diberikan tiroksin. Beberapa dari limfoma ini berkembang sangat lambat (dalam beberapa tahun).dasar teorinya adalah tiroksin dapat menghambat sekresi TSH sehingga mengurangi rekurensi dan metastasis karsinoma tiroid berdiferensiasi. PENYEBAB Penyebabnya tidak diketahui. .sangat sedikit membawa kematian. Limfoma non-Hodgkin juga bisa merupakan komplikasi dari AIDS.angka kematian.

ruam kulit dan gejala neurologis (misalnya kelemahan dan sensasi yang abnormal). Pembesaran kelenjar getah bening jauh di dalam dada atau perut bisa menekan berbagai organ dan menyebabkan: o o o o o gangguan pernafasan berkurangnya nafsu makan sembelit berat nyeri perut pembengkakan tungkai. yang menyebabkan: o o o pengumpulan cairan di sekitar paru-paru sehingga timbul sesak nafas penekanan usus sehingga terjadi penurunan nafsu makan atau muntah penyumbatan kelenjar getah bening sehingga terjadi penumpukan cairan. Gejala Limfoma Non-Hodgkin Gejala Penyebab Kemungkinan timbulnya gejala Gangguan pernafasan Pembesaran kelenjar getah bening di 20-30% Pembengkakan wajah dada Hilang nafsu makan Sembelit berat Pembesaran kelenjar getah bening di 30-40% Nyeri perut atau perut perut kembung Pembengkakan tungkai Penurunan berat Diare Malabsorbsi badan Penyebaran limfoma ke usus halus 10% Penyumbatan pembuluh getah bening di 10% selangkangan atau perut Pengumpulan cairan di Penyumbatan pembuluh getah bening di sekitar paru-paru (efusi 20-30% dalam dada pleura) . usus.Kadang pembesstsn kelenjar getah bening di tonsil (amandel) menyebabkan gangguan menelan. Biasanya yang membesar adalah kelenjar getah bening di dalam. Jika limfoma menyebar ke dalam darah bisa terjadi leukemia. saluran pencernaan dan kulit. Limfoma dan leukemia memiliki banyak kemiripan. Masuknya sel limfoma ini menyebabkan anmeia. darah. gejala awalnya adalah masuknya sel-sel limfoma ke dalam sumsum tulang. Limfoma non-Hodgkin lebih mungkin menyebar ke sumsum tulang. otak dan tulang belakang. bukan pembesaran kelenjar getah bening. kulit. Pada anak-anak.

biasanya dilakukan CT scan perut dan panggul atau dilakukan skening gallium. Salah satu dari pengelompokkan yang digunakan menghubungkan jenis sel dan prognosisnya: o o o Limfoma tingkat rendah. biasanya limfoma non-Hodgkin sudah menyebar luas. pada antibodi abnormal (anemia hemolitik) (berkurangnya jumlah sel akhirnya bisa Penghancuran sumsum tulang karena darah merah) mencapai 100% penyebaran limfoma Ketidakmampuan sumsum tulang untuk menghasilkan sejumlah sel darah merah karena obat atau terapi penyinaran Mudah bakteri terinfeksi oleh Penyebaran ke sumsum tulang dan kelenjar getah bening. hanya sekitar 10-30% yang masih terlokalisir (hanya mengenai salah satu bagian tubuh). memiliki prognosis yang buruk. Limfoma non-Hodgkin dikelompokkan berdasarkan tampilan mikroskopik dari kelenjar getah bening dan jenis limfositnya (limfosit T atau limfosit B). PENGOBATAN . memiliki prognosis yang sedang Limfoma tingkat tinggi. Untuk menentukan luasnya penyakit dan banyaknya jaringan limfoma. Menentukan stadium limfoma non-Hodgkin. memiliki prognosis yang baik Limfoma tingkat menengah. menyebabkan 20-30% berkurangnya pembentukan antibody DIAGNOSA Harus dilakukan biopsi dari kelenjar getah bening untuk menegakkan diagnosis limfoma non-Hodgkin dan membedakannya dari penyakit Hodgkin atau penyakit lainnya yang menyebabkan pembesaran kelenjar getah bening.Daerah kehitaman dan menebal di kulit yang Penyebaran limfoma ke kulit terasa gatal Penurunan berat badan Demam Penyebaran limfoma ke seluruh tubuh Keringat di malam hari 10-20% 50-60% Perdarahan ke dalam saluran pencernaan Penghancuran sel darah merah oleh limpa yang membesar & terlalu aktif Penghancuran sel darah merah oleh Anemia 30%. Pada saat terdiagnosis.

Obat kemoterapi bisa diberikan tunggal (untuk limfoma tingkat rendah) atau dalam bentuk kombinasi (untuk limfoma tingkat menengah dan tingkat tinggi). Terapi penyinaran biasanya tidak menyembuhkan limfoma tingkat rendah. yang selanjutnya akan membunuh sel-sel limfoma tersebut. sedangkan penderita lainnya harus menjalani pengobatan seumur hidupnya. . Pengobatan baru yang masih dalam penelitian adalah antibodi monoklonal yang telah digabungkan dengan racun. Tersedia beberapa sediaan kemoterapi yang sangat efektif. sedangkan pada limfoma tingkat tinggi hanya 6 bulan sampai 1 tahun. tetapi dapat memperpanjang harapan hidup penderita sampai 5-8 tahun. yang menempel di antibodi tersebut. Biasanya jenis yang berasal dari limfosit T tidak memberikan respon sebaik limfosit B. Prosedur ini memungkinkan dilakukannya hitung jenis darah. Terapi penyinaran pada limfoma tingkat menengah biasanya akan memperpanjang harapan hidup penderita sampai 2-5 tahun. Jika dimulai sesegera mungkin. Pada pencangkokan sumsum tulang.Beberapa penderit bisa mengalami kesembuhan total. bisa menyembuhkan lebih dari separuh penderitanya. Pemberian kemoterapi disertai faktor pertumbuhan dan pencangkokan sumsum tulang masih dalam tahap penelitian. sehingga penyembuhan berlangsung lebih cepat. sumsum tulang diangkat dari penderita (dan sel limfomanya dibuang) atau dari donor yang sesuai dan dicangkokkan ke penderita. Kemoterapi dilakukan pada penderita limfoma tingkat menengah. tetapi harus menjalani pemeriksaan sesering mungkin untuk meyakinkan bahwa penyakitnya tidak menyebabkan komplikasi yang serius. pemberian kemoterapi dengan atau tanpa terapi penyinaran pada limfoma tingkat menengah dan tingkat tinggi. yang memiliki bahan racun (misalnya senyawa radioaktif atau protein tanaman yang disebut risin). Penderita limfoma tingkat tinggi memerlukan kemoterapi intensif segera karena penyakit ini tumbuh dengan cepat. Antibodi ini secara khusus akan menempel pada sel-sel limfoma dan melepaskan bahan racunnya. Penderita limfoma tingkat rendah mungkin tidak memerlukan pengobatan segera. Sebagian besar penderita sudah mencapai stadium lanjut (stadium III dan IV) pada saat penyakitnya terdiagnosis. Kemungkinan penyembuhan atau angka harapan hidup yang panjang tergantung kepada jenis limfoma dan stadkum penyakit pada saat pengobatan dimulai. Penderita pada stadium awal (stadium I dan II) seringkali diobati dengan terapi penyinaran yang terbatas pada sisi limfoma dan daerah di sekitarnya. yang berkurang karena kemoterapi dosis tinggi. Angka kesembuhan juga menurun pada: o o o o penderita yang berusia diatas 60 tahun limfoma yang sudah menyebar ke seluruh tubuh penderita yang memiliki tumor (pengumpulan sel-sel limfoma) yang besar penderita yang fungsinya dibatasi oleh kelemahan yang berat dan ketidakmampuan bergerak.

Kombinasi sediaan kemoterapi pada Limfoma Non-Hodgkin. Tetapi pencangkokan sumsum tulang memiliki resiko. Sediaan Obat Klorambusil Siklofosfamid Keterangan Digunakan pada limfoma tingkat rendah untuk mengurangi ukuran kelenjar getah bening & untuk mengurangi gejala Digunakan pada limfoma tingkat rendah & beberapa limfoma tingkat menengah untuk mengurangi ukuran kelenjar getah bening & untuk mengurangi gejala Memberikan respon yang lebih cepat dibandingkan dengan obat tunggal Digunakan pada limfoma tingkat menengah & beberapa limfoma tingkat tinggi Digunakan pada limfoma tingkat menengah & beberapa limfoma tingkat tinggi Juga digunakan pada penderita yang memiliki kelainan jantung & tidak dapat mentoleransi Doksorubisin Memiliki efek racun yg lebih besar dari CHOP & memerlukan pemantauan ketat terhadap fungsi paru-paru & ginjal Kelebihan lainnya menyerupai CHOP Obat tunggal CVP (COP) Siklofosfamid Vinkristin (onkovin) Prednison CHOP Siklofosfamid Doksorubisin (adriamisin) Vinkristin (onkovin) Prednison Siklofosfamid Vinkristin (onkovin) Prokarbazin Prednison Metotreksat Bleomisin Doksorubisin (adriamisin) Siklofosfamid C-MOPP M-BACOD .Pencangkokan sumsum tulang paling efektif dilakukan pada penderita yang berusia dibawah 55 tahun dan bisa menyembuhkan sekitar 30-50% penderita yang tidak menunjukkan perbaikan terhadap pemberian kemoterapi. Pencangkokan sumsum tulang juga sedang dicoba dilakukan pada penderita yang pada awalnya memberikan respon yang baik terhadap kemoterapi tetapi memiliki resiko tinggi terjadinya kekambuhan. sebelum sumsum tulang membaik dan bisa menghasilkan sel darah putih yang cukup untuk melawan infeksi. sekitar 5% penderita meninggal karena infeksi pada minggu pertama.

Vinkristin (onkovin) Deksametason Prokarbazin Metotreksat Doksorubisin (adriamisin) Siklofosfamid Sediaan ProMACE bergantian dengan Etoposid bergantian CytaBOM dengan Kelebihan lainnya menyerupai CHOP Sitarabin Bleomisin Vinkristin (onkovin) Metotreksat Metotreksat Doksorubisin (adriamisin) Siklofosfamid Vinkristin (onkovin) Prednison Bleomisin ProMACE/C ytaBOM MACOP-B Kelebihan utama adalah waktu pengobatan (hanya 12 minggu) Kelebihan lainnya menyerupai CHOP .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful