BAB I PENDAHULUAN

Pada tahun 2003, diperkirakan bahwa kanker kepala dan leher akan terdiri dari 2% -3% dari seluruh kanker di Amerika Serikat dan untuk 1% -2% dari semua kematian kanker. Total ini mencakup 19.400 kasus kanker rongga mulut, kanker laring 9.500 kasus dan 8.300 kasus kanker faring. Kebanyakan pasien dengan kanker kepala dan leher (regional nodal kanker leher memiliki penyakit metastasis pada saat diagnosis 43% dan metastasis dalam 10%. Kanker kepala dan leher mencakup berbagai kelompok tumor biasa yang seringkali agresif dalam perilaku biologis mereka. Selain itu, pasien dengan kanker kepala dan leher sering berkembang menjadi tumor primer kedua. Tumor ini terjadi pada tingkat tahunan sebesar 3% -7%, dan 50% -75% dari kanker baru seperti terjadi di saluran aerodigestive atas atau paru-paru. Anatomi kepala dan leher adalah kompleks dan dibagi menjadi situs dan subsites. Masing-masing tumor memiliki epidemiologi yang unik, anatomi, alam sejarah, dan pendekatan terapeutik.(1,2)

1

BAB II ANATOMI
2.1 ANATOMI LEHER M.sternocleidomastoid membagi daerah leher menjadi 2 segitiga besar, yaitu : 1. Trigonum colli anterior, yang terdiri dari : (2)    Tigonum sub mental Trigonum digastrikus Trigonum Karotis

 Trigonum Muskulari Batas-batas trigonum colli anterior adalah, anterior: garis tengah leher, superior: symphisis mandibula dan posterior : sisi anterior intermedia. 2. Trigonum colli posterior, yang terdiri dari :   Trigonum oksipitalis. Trigonum supraklavikularis. yaitu anterior: sisi posterior inferior : Klavicula dan posterior: sisi anterior M. m.sternocleidomastoid. trigonum ini tertutup oleh kulit, fascia superfisialis, platysma dan fascia

Batas-batas trigonum colli posterior m.sternocleidomastoi , Trapezius.

Lantai dari trigonum tertutup oleh lapisan prevertebra yang terdiri dari semispinalis capitis, levator scapula dan scalenus medius. Trigonum ini berisi a.subklavia, v.jugularis eksterna, pleksus brakialis dan cabang-cabang pleksus servikalis.

2

gambar 2.1 : otot leher 2.2 PERSARAFAN DAERAH LEHER Terdapat 4 saraf superfisial yang berhubungan dengan tepi posterior m.sternocleidomastoid. Saraf-saraf tersebut mempersarafi kulit di daerah yang bersangkutan. Saraf superfisial yang dimaksud adalah : 1. N. Oksipitalis minor (C2) 2. N. Auricularis magnus (C2 dan C3) 3. N.Cutaneus anterior (cutaneus colli, C2 dan C3). 4. N.Supraklavikularis (C3 dan C4). Keempat saraf ini berasal dari Nn Servikalis II, III dan IV dan terlindung di bawah otot. Dalam perjalanan ekstra kranialnya, 4 nervi kranial terletak di daerah M. Digastricus. Saraf-saraf cranial yang dimaksud: 1. N. Vagus, keluar melalui For. Jugularis, mensarafi : saluran pernafasan dan saluran pencernaan . 2. N. Glossopharyngeus, keluar bersama N. Vagus , terletak diantara karotis interna dan jugularis interna. Merupakan saraf motorik untuk M. Stylopharyngeus. 3. N. Asesorius, berasal dari cranial dan C5 atau C6. Merupakan motorik untuk M. SCM dan M. Trapezius, sedangkan cabang cervicalnya merupakan sensorik. 4. N. Hypoglosus, keluar melalui cranial hypoglosus, merupakan motorik untuk lidah. 3

M. hyoid. Mulai dari skapula dan lig. b.3 OTOT-OTOT LEHER BAGIAN DEPAN Otot-otot di bagian ventral leher terdiri dari : 1. Kedua venternya dipisahkan oleh tendon intermedius. Sternothyroid. Berjalan dari os temporal ke arkus mandibula. terdiri dari venter anterior dan posterior. Omohyoid Terdiri dari 2 venter (superior dan inferior). Mm infrahyoid. Dekat origo terpisah. merupakan landmark yang penting di bagian atas leher. Sterno hyoid : Origo pada manubrium sterni dan berinsersi di os. M. M. Origo terletak di manubrium sterni dan berinsersi di lamina 4 . makin ke atas makin bersatu dan didekat insersi bergabung dengan M. disebut juga sebagai STRAP muscles Terdiri dari : a.gambar 2. c. supraskapula berjalan ke atas dan berakhir sebagai tendo intermedius. Digastricus. Omohyoid. 2. M.2: persarafan leher 2. Merupakan landmark penting dalam pembedahan thyroid untuk menemukan cleavage plane.

3. sisi yang lain di garis tengah yang juga merupakan pertemuan dengan fasia koli superfisialis. Fasia koli superfisialis membungkus: m. Perlukaan sebelah dalam fasia koli media berbahaya karena bila terjadi infeksi hubungan langsung ke mediastinum. prevertebralis dan bertemu ke lateral dengan fasia koli media.kartilago thyroid. 5 . v. sternokleidomastoidues dan Fasia koli media membungkus otot pretrakeal dan bertemu pula dengan fasia berlanjut ke garis tengah leher untuk bertemu dengan fasia sisi lain. jugularis interna dan n. vagus menjadi satu. Thyrohyoid. tetapi bila hyoid difiksir oleh otot suprahyoid. Ke dorsal fasia koli media membungkus a. 2. Menutupi membrana thyrohyoid. berjalan menutupi sebagian Gld. Fasia koli profunda membungkus m. M. yaitu: 1. kontraksinya akan mengangkat laryng. kontraksinya menarik hyoid ke bawah. Thyroid.3 otot-otot leher Jaringan di leher dibungkus oleh 3 fasia. Berorigo di kartilago thyroid dan berinsersi di os hyoid. d. karotis komunis. Kontraksinya menyebabkan laryng bergerak ke bawah. gambar 2.

tiroid. rongga mulut. saluran cerna (oesofagus. kulit Bibir bawah. orofaring. lambung) Paru. tenggorokan Nasofaring.4 anatomi sistem limfe LETAK KELENJAR LIMFE Submental Submandibuler Servikal atas Servikal tengah Servikal bawah Retroklavikula Oksipital Segitiga belakang RADANG DAN KEGANASAAN PRIMER Bibir bawah. gambar 2. tiroid Hipofaring. laring. kulit. hipofaring. paru. wajah Rongga mulut. hipofaring Hipofaring.2. rongga mulut. saluran cerna atas Kulit. pangkal lidah.4 ANATOMI SISTEM LIMFE KEPALA-LEHER(2) Karena sebagian besar keganasaan di daerah kepala dan leher penyebaraan secara limfogen. tiroid 6 .

Arteri vertebralis dalam rongga kepala bersatu membentuk arteri basilaris.  A.  A. carotis interna memberikan darahnya pada bagian dalam tenggorokan dan sirkulus ini bervariasi dan memberikan darahnya pada otak. Oleh karena itu kebutuhan darah otak akan di penuhi terutama oleh a. Memberikan cabangcabangnya pada struktur intracranial. vertebralis.  A. A. carotis comunis dibagi dua menjadi a. carotis interna memberikan darahnya pada daerah kulit kepala dan vicera dari kepala dan leher. tidak ada cabang-cabang.5 vaskularisasi arteri leher 7 .5 VASKULARISASI DAERAH LEHER Sirkulasi darah arteri Aliran darah menuju kepala dibawa melalui arteri carotis dan arteri vertebralis. meningeal cabang a. carotis eksterna. carotis interna dan disusul oleh a. carotis interna dan a. sehingga dengan mudah dapat terjadi kompensasi bila terjadi gangguan pada salah satu cabangnya. Pada daerah muka dan cabang-cabangnya kaya dengan anastomose. opthalmica cabang arteri carotis interna ini tidak cukup memberikan darahnya untuk kebutuhan minimum dari otak. gambar 2.2. carotis eksterna dan a.

interna. jugularis internalah yang paling penting. Pleksus brakialis terdiri dari dua sistem yang terpisah. orbital. perilaryngeal.Sirkulasi darah vena Aliran darah balik dari kepala dan leher dialirkan melalui sistem jugularis (anterior. gambar 2. Dari semua aliran darah balik ini v. dan bagian exsterna yang mengelilingi lengkung vertebrae terletak di dalam otot-otot leher dan punggung. vertebral. yaitu bagian interna yang terdapat antara duramater dan tulang. eksterna. esophageal). posterior) dan beberapa plexus venosus (pterygoid.6 Vaskularisasi vena leher 8 .

dan tumor leher lateral yang juga bersifat solid dan bersifat kistik.limfoma 85% Metastasis -----------------------------------------. 1 DEFINISI Setiap benjolan yang terdapat di leher harus dipikirkan akan kemungkinan suatu keganasan atau metastasis dari tumor primer di tempat lain.15%  tiroid 85% Tumor non tiroid ---------------------------------.kelenjar liur . Tumor leher dibagi atas tumor leher medial yang dapat bersifat solid dan kistik.(1.15%  radang/bawaan 85% Neoplasma ------------------------------------------.3) Tumor leher --------------------------------------.BAB III TINJAUAN PUSTAKA III.15%  retroklavikula 85% Leher 9 .15%  benigna 85% Maligna --------------------------------------------.15%  primer: .

(4. yaitu benjolan di daerah leher. Hyioid. sternokleidomastoideus berasal dari celah ke-2. Sinus dari celah ke-4 tidak pernah ditemukan. Divertikulum paten yang disebabkan oleh penurunan ini disebut duktus tiroglosus. Arkus brankial ke-3 membentuk os. Umumnya dari jumlah tersebut 60% diantaranya tumor primernya tidak pernah ditemukan. Fistel antara fosa tonsilaris ke pinggir depan m. kebanyakan penulis mendapatkan perbandingan dalam jenis kelamin wanita lebih banyak dari lakilaki = 3 : 1 dengan umur rata-rata 40-70 tahun.(1. yaitu rawan tiroid. Fistel cranial dari tulang hyoid yang berhubungan dengan meatus akustikus eksternus berasal dari celah pertama. berasal dari penyatuaan celah brankial yang tidak lengkap. Tahun 1974. dan aritenoid. Sisanya akan membentuk kista yang terletak agak tinggi di bawah sudut rahang. Jika semua atau sebagian dari duktus ini menetap. Hyoid. krikoid.III. ROCHANI menunjukan 1 kasus dengan tumor metastasis yang asalnya tidak diketahui. sinus. dan sisa-sisa karilagenus. 60% penderita kebanyakan datang dengan hanya satu keluhan. sedangkan arkus brankial ke-4 membentuk skelet laring. maka akan terbentuk kista-kista atau sinus-sinus duktus tiroglosus. Sejak tahun 1976 di temukan 2 orang penderita dimana terdapat metastasis kelenjar getah bening di leher dengan tumor primer yang tidak diketahui asalnya.. Sinus atau fistel mungkin berupa saluran yang lengkap atau mungkin menutup sebagian.3) III. 3 ETIOLOGI  Divertikulum paten duktus tiroglosus Kelenjar tiroid berasal dari dasar faring pada foramen sekum selama masa kehamilan empat minggu. tetapi tumor metastasis ini tidak terdapat di leher melainkan terdapat di daerah costovetebral.  Anomali celah brankial Kista celah brankial. kemudian turun sesuai dengan garis tengah leher dekat dengan os. fistel yang masuk ke sinus piriformis berasal dari celah ketiga. 2 EPIDEMIOLOGI Umumnya tumor primer dapat ditemukan kecuali pada 5-15% penderita.5) 10 .

Kista terletak 11 . Patofisiologi Duktus yang menandai jaringan bakal tiroid akan bermigrasi dari foramen sekum di pangkal lidah ke daerah di ventral laring dan mengalami obliterasi. pembentukan sakus primitive telah sempurna. Hal ini paling sering terjadi didaerah leher.5) 3. KISTA DUKTUS TIROGLOSUS Benjolan kista duktus tiroglosus terdapat di sekitar os. Bila hubungan saluran kearah sentral tidak terbentuk maka timbulah penimbunan cairan yang akhirnya membentuk kista berisi cairan. di garis tengah. Hemangioma dan malformasi vaskuler Hemangioma mempunyai aktivitas mitosis yang meningkat dan keadaan demikian dianggap sebagai neoplasma sejati. kelainan ini dapat meluas ke segala arah seperti ke jaringan sublingualis di mulut. Hyoid.(4. dan ikut bergerak waktu menelan atau pada penjuluran lidah. 4 KLASIFIKASI Setiap tumor di leher perlu di tentukan terlebih dahulu apakah berasal dari tiroid-paratiroid atau struktur lain.4. III. Massa yang bukan berasal dari tiroid atau paratiroid dapat disebabkan oleh radang dan/atau neoplasma struktur lain. Malformasi vaskuler tidak seperti hemangioma. gagal jantung dan kongestif curah tinggi. mempunyai kecepatan penggantian sel endothelial yang normal.1 TUMOR LEHER MEDIAL KISTIK 1. Obliterasi yang tidak lengkap akan membentuk kista. Lesi yang tinggi akibat kelainan menyolok yang berhubungan dengan sistem arterial dan venousa dan dapat menyebabkan masalah yang berbahaya dari adanya perdarahan masif. dan anemia hemolitik  Malformasi limfatik (higroma kistik) Anyaman pembuluh limf yang pertama kali terbentuk di sekitar pembuluh vena mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala yang di daerah tertentu akan berkembang menjadi sakus limfatikus. Pada embrio usia 2 bulan.

Kista teraba kenyal.di garis tengah.12) Penanganan Kelainan ini ditangani dengan ekstripasi seluruh kista dan duktus. berbatas tegas. kadang-kadang lebih besar.6) Gejala Klinik Keluhan yang sering terjadi adalah adanya benjolan di garis tengah leher. Pasien mengeluh nyeri saat menelan dan kulit di atasnya berwarna merah. Hyoid mungkin tergeser sedikit ke paramedian. benjolan akan terasa nyeri. diagnosis dapat ditegakkan menggunakan suntikan cairan radioopak ke dalam saluran yang dicurigai dan dilakukan foto Rontgen. Di daerah leher juga dapat ditemukan kista dermoid seperti di daerah kepala.10) Diameter kista berkisar antara 2-4 cm. KISTA DERMOID Kista ini merupakan kelainan bawaan yang timbul di daerah fusi embrional kulit. Benjolan membesar dan tidak menimbulkan rasa tertekan di tempat timbulnya kista. 2. dan 12 Konsistensi massa teraba kistik. Kista ini umumnya kecil saja. dengan kulit sekitarnya dan bergerak saat menelan atau menjulurkan lidah. bulat. warna sama .9Bila terinfeksi.9. Hyoid. Untuk fistula. Hyoid.8.(5. Biasanya os hyoid harus dibelah dulu karena duktus sering menembus os. di cranial atau kaudal dari os.(7. berisi cairan seperti minyak. Jika di tarik kearah kaudal. Jika ada sisa duktus tertinggal. dan biasanya terdapat di sekitar garis tengah. Kista harus diekstripasi dengan seluruh sisa duktus sampai ke foramen sekum. Bila terletak di bagian depan tulang rawan dari os.11. umumnya teraba atau terlihat sisa duktus berupa tali halus di subkutis.(8. tidak nyeri. yang harus dipikirkan pada setiap benjolan di garis tengah leher. dapat di atas atau di bawah tulang hioid. Diagnosis Diagnosis ditegakkan berdasarkan gambaran klinik. mudah digerakkan. akan terbentuk fistel di luka operasi setelah beberapa waktu.

tertimbun membentuk tumor yang kurang lebih bulat. Kista ini biasanya berbatas tegas dan tidak berisi cairan (padat). bebas dari dasar. dilakukan incise dan penyinaran. KISTA SEBASEA/ ATEROMA Merupakan kista kelenjar sebacea. berdinding tipis. Bila ditemukan kista seperti ini dapat di observasi terlebih dahulu. Penanganan Penanganan dari kista ini berupa eksisi. Pada lobus piramidalis mudah di diagnosis dengan penurunannya fungsi kedua lobus piramidalis. Patut diingat bahwa bila sebagian dinding kista tertinggal pada eksisi. Penanganan Penanganan daripada kista dermoid ini berupa ekstirpasi.4. dimana tiroid itu ada tapi tidak turun membentuk tulang rawan tiroid. 13 . baru dapat dilakukan eksisi. Kadang terdapat multiple dalam berbagai ukuran.(13) Penanganan Kista ini tidak boleh di eksisi (operasi) sebab dapat terjadi hipotiroidisme.mungkin mengandung unsur adneksa kulit seperti rambut. Produk kelenjar sebacea. Kista ini bebas dari kulit di atasnya. tetapi melekat pada dermis diatasnya. Isi kista adalah bubur eksudat berwarna putih abu-abu yang berbau asam. Bila kista menjadi abses karena infeksi sekunder. yaitu sebum. 3. 3. Oleh karena itu ateroma ditemukan di daerah yang mengandung banyak kelenjar sebacea. berbatas tegas.2 TUMOR LEHER MEDIAL SOLID Berasal dari sisa pembentukan tiroid yang tidak turun (tyroid ektopik). Daerah muara yang tersumbat merupakan tanda khas yang disebut pungtata. kista akan kambuh. terbentuk akibat sumbatan pada muaranya.

Keluhan adalah adanya benjolan di leher yang telah lama atau sejak lahir tanpa nyeri atau keluhan lain. Kemudian pasca bedah dilakukan infiltrasi bleomoson subkutan untuk mencegah kekambuhan. 14 . Pada embrio usia dua bulan. Pembedahan dimaksudkan untuk mengambil keseluruhan masa kista. atau pembuluh darah. orofaring. Kebanyakan higroma kistik terdapat didaerah leher. esophagus. maupun laring. dan lunak. berbenjol-benjol. HYGROMA KISTIK Higroma kistik dapat terjadi baik pada anak laki-laki maupun anak perempuan dengan frekuensi yang sama. pembentukan sakus primitif telah sempurna. ekstirpasi total sulit dikerjakan. Permukaannya halus. Benjolan ini berbentuk kistik. Kelainan ini dapat meluas ke segala arah seperti ke jaringan sublingualis di mulut. Kebanyakan terletak di region trigonum posterior koli. Sebagai tanda khas. Penanganan Eksisi total merupakan pilihan utama. etiologi biasanya disebabkan karena anyaman pembuluh limf yang pertama kali terbentuk di sekitar pembuluh vena mengalami dilatasi dan bergabung membentuk jala yang di daerah tertentu akan berkembang menjadi sakus limfatikus.3 TUMOR LEHER LATERAL KISTIK 1. dan sedikit melekat pada jaringan dasar. tetapi suatu saat dapat cepat membesar karena radang dan menimbulkan gejala gangguan pernafasan akibat pendesakan saluran napas seperti trakea. Bila hubungan saluran kearah sentral tidak terbentuk maka timbulah penimbunan cairan yang akhirnya membentuk kista berisi cairan. pada pemeriksaan transiluminasi positif tampak terang sebagai jaringan diafan. Maka penanganannya cukup dengan pengambilan sebanyak-banyaknya kista. Tetapi bila tumor besar dan telah menyusup ke organ penting seperti trakea. Benjolan ini jarang menimbulkan gejala akut.4. Higroma kistik berasal dari system limf sehingga secara patologi-anatomi lebih tepat disebut limfangioma kistik. lepas dari kulit.3.

kemudian dapat diekstirpasi melalui incisi kecil multiple. Bila penutupan terjadi sebagian. Fistel diisi bahan warna seperti biru metilen.1 Higroma kistik 2. sternokleiodomastoid. Fistel yang buntu akan membengkak dan merah. 15 . Bila sebagian saja fistel tertinggal akan kambuh dan biasanya mengalami infeksi. sternokleidomastoid dan mengeluarkan cairan. Arkus bronkial ke-3 membentuk os. Fistulografi mungkin memperlihatkan masuknya bahan kontras ke faring. Hyoid. atau merupakan lekukan kecil yang dapat ditemukan unilateral atau bilateral. Fistel brankial sisa celah ke-2 akan terdapat tepat di depam m. sedangkan arkus bronkial ke-4 membentuk skelet laring. dan tulang rawan ektopik. krikoid dan aritenoid. KISTA BRONCHIOGENIC Kelainan brankiogen dapat berupa fistel.gambar 3. sisanya dapat membentuk kista yang terletak tinggi di bawah sudut rahang. kista. Fistel terletak di depan m. Pada palpasi cranial. fistel teraba sebagai jaringan fibrotik bila ditegangkan dengan tarikan kearah kaudal. Pada anamnesis diketahui bahwa kista merupakan benjolan sejak lahir. yaitu rawan tiroid. Penaganan Kista dapat langsung di ekstirpasi.

2 limfadenitis TB 16 . mengeluarkan bahan seperti keju. gambar 3. Kulit akhirnya menipis dan jebol. Disamping itu dapat terjadi juga perilimfadenitis sehingga beberapa kelenjar melekat satu sama lain membentuk suatu massa.3. sering tanpa tanda tbc paru. merah. Tukak yang terbentuk berwarna pucat dengan tepi membiru. bengkak. Penanganan: Pengobatan dilakukan dengan tuberkulostatik. mungkin sedikit nyeri. Suatu saat tukak meradang lagi dan mengeluarkan bahan seperti keju lagi. dan mungkin sedikit nyeri. demikian berulang-ulang. kulit seperti ini disebut skrofuloderma. Kelenjar yang sakit akan membengkak. LIMFADENITIS TBC Bacteria dapat masuk melalui makan ke rongga mulut dan melalui tonsil mencapai kelenjar limf di leher. disertai sekret yang jernih. Mungkin secara berangsur kelenjar didekatnya satu demi satu terkena radang yang khas dan dingin ini. Tukak kronik itu dapat sembuh dan meninggalkan jaringan parut yang tipis atau berbinti-bintil. Bila mengenai kulit dapat meradang.

4 TUMOR LEHER LATERAL SOLID Dapat berasal dari otot. Gambaran klinik dapat dijumpai kepala yang miring karena m. Penanganan: Fisoterapi diberikan berupa masase disertai peregangan dengan harapan otot dapat memanjang. Dapat juga terjadi akibat tumor pada m. Bila dibiarkan maka akan menjadi asimetris. dan teraba seperti tali yang kaku.3 Tortikolis 17 . tulang belakang akan scoliosis untuk mengimbangi miringnya vertebra secara servikalis. steronokleidomastoideus memendek. Bila dilakukan traksi pada kepala untuk melahirkan anak dapat terjadi cedera m. gambar 3.ll 1. Bila fisioterapi tidak berhasil dilakukan operasi untuk memperpanjang m. dan tengkorak pun akan asimetris. sternokleidomastoideus yang menimbulkan hematome sehingga terjadi pemendekan otot akibat fibrosis.3. Otot TORTIKOLIS Terjadi karena trauma persalinan pada kepala letak sungsang.4. fisoterapi diteruskan lagi pascabedah agar tidak kambuh lagi. vascular dan Nn.sternokleidomastoideus.sternokleidomastoid.

Tumor ini ditangani dengan ekstirpasi.4 Hemangioma leher b. maupun struktur dalam kepala dan leher dapat menyebabkan limfadenitis akut di leher yang akan berkurang 18 . penanganannya terdiri dari ekstirpasi.2. Vascular a. hemangioma biasanya berjenis kavernosa yang merupakan benjolan lunak yang mengempis bila ditekan dan menggelembung saat dilepaskan lagi. Tumor ini dapat di gerakan di bidang horizontal tetapi tidak di bidang vertical karena hubungan erat pada bifurkasio a. TUMOR GLOMUS KAROTIKUM Tumor glomus karotikum yang merupakan kemodektoma cukup jarang ditemukan. bila besar perlu persiapan berupa arterigrafi atau flebografi. Nn. Umumnya tumor ini tidak menunjukan gejala dan pada palpasi menyampaikan denyut nadi a.karotis komunis.karotis. 3. HEMANGIOMA Di daerah leher. terutama di setinggi sisi leher.ll RADANG (LYMFADENITIS) AKUT Peradaangan di seluruh kulit. gambar 3.

Tumor jinak yang paling banyak dijumpai ialah papiloma. Bisa ada gejala umum seperti rasa lelah dan demam malam. Jenis keganasan tiroid yang lain adalah karsinoma medularis yang berasal dari sel farafolikuler 19 . NEOPLASMA PRIMER JINAK Berbagai macam tumor jinak terdapat di laring. 3. b. termasuk polip dan nodulus pita suara.bila radangnya berkurang. Masa tumor metastatik dapat dibedakan antara yang terletak di daerah yang berasal dari supraklavikuler atau retrokalvikuler. kenyal. KARSINOMA KELENJAR TIROID Karsinoma tiroid timbul dari sel folikel.15) 1. atau campuran. penyanyi. 2.(14. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan patologi jaringan melalui biopsi dan pemeriksan histolipatologik.5 NEOPLASMA Neoplasma dapat juga jinak atau ganas. sedangkan yang ganas dapat primer atau sekunder (metastatik). Limfoma Non-Hodgkin (NHL) adalah kelompok penyakit limfoma ganas yang heterogen yang juga mungkin muncul pertama sebagai limfoma leher. Biasanya kelainan yang bertanda suara parau ini dapat regresi spontan setelah suara diistirahatkan atau ditangani logopedi. folikuler. NEOPLASMA PRIMER GANAS (LIMFOMA MALIGNUM) a. yang menisfes sebagai bentuk papiler. dan tidak nyeri. Kelenjar biasanya membesar. Kebanyakan keganasan di kelompokan sebagai jenis karsinoma tiroid berdefisiansi. umumnya berpaket. Ini dapat terjadi pada anak. namun hilangnya pembengkakan kelenjar terjadi lama. MORBUS HODGKIN Morbus Hodgkin merupakan limfoma ganas yang bersifat sistemik dan dapat muncul sebagai limfoma di leher. dan pengajar karena salah guna suara.4.

yang mengeluarakan kalsitonin (APUO-oma).000/tahun dan wanita sekitar 8/100. Karsinoma tiroid agak jarang di dapat yaitu sekitar 3-5% dari semua tumor maligna. Kelenjar tiroid janin secara fungsional mulai mandiri pada minggu ke-12 masa kehidupan intraneurin. Kelenjar tiroid melekat pada trakea sambil melingkarnya dua pertiga sampai tiga perempat lingkaran. antara fasia koli media dan fasia prevertebralis. Saluran pada struktur ini menetap dan menjadi duktus tiroglosus atau lebih sering. Endoderm ini menurun di dalam leher sampai setinggi cincin trakea kedua dan ketiga yang kemudian membentuk dua lobus. oesofagus. Titik dari pembentukan kelenjar tiroid ini menjadi foramen sekum di pangkal lidah. Anatomi Kelenjar Tiroid Kelenjar tiroid terletak di leher. Kebanyakkan sudah disertai pembesaran kelenjar getah bening pada waktu penderita pertama kali datang memeriksakan diri. menjadi lobus piramidalis kelenjar tiroid. Radiasi merupakan salah satu faktor resiko yang bermakna. jumlah kelenjar ini sering bervariasi. Bila radiasi tersebut terjadi pada usia lebih dari 20 korelasinya kurang bermakna. Patologi • Adenokarsinoma Papilare Adenokarsinoma papiler adalah jenis keganasan tiroid yang paling sering di temukan (50-60%).000/tahun. Di dalam ruang yang sama terletak trakea. Karsinoma torid didapat pada segala usia dengan puncak pada usia muda (7-20 tahun) dan usia setengah baya (40-60 tahun). Keempat kelenjar paratiroid umumnya terletak pada permukaan belakang kelenjar tiroid. Tetapi lokasi dan mungkin juga. Karsinoma ini merupakan kersinoma tiroid yang paling kronik dan yang mempunyai prongnosa paling baik diantara 20 . Embriologi Kelenjar tiroid berkembang dari endoderm pada garis tengah usus depan. pembuluh darah besar. Penurunan ini terajdi pada garis tengah. Insidens pada pria adalah sekitar 3/100. dan saraf.

dan umumnya dapat pula di lihat. Yang khas untuk tumor tiroid adalah tumor ikut dengan gerakan menelan. Pada anamnesis di temukan keluhan tentang adanya benjolan pada leher bagian depan. Radiasi ekstern dapat diberikan bila tidak terdapat fasilitas radiasi intern. penyebaran limfogennya tidak terlalu mempengaruhi prognosisnya. Metastasis ditanggulangi secara ablasio radioaktif. atau hanya timbul rasa mengganjal di leher. yang merupakan metastasis jauh dari adenokarsinoma folikuler yang tidak di temukan karena kecil dan tidak bergejala. Benjolan tesebut mungkin di temukan secara kebetulan oleh penderita sendiri atau oleh orang lain. Kadang ditemukan tumor soliter besar di tulang seperti di tengkorak dan humerus. Faktor prognosis kurang baik dalah usia diatas 45 tahun dan serta tumor tingkat T3 dan T4. • Adenokarsinoma folikuler Adenokarsinoma folikuler meliputi sekitar 25% keganasan tiroid dan didapat terutama pada wanita setengah baya.karsinoma tiroid yang lainnya. Kadang terdapat pembesaran kelenjar getah bening di leher bagian lateral. Tumor primer biasanya tidak dikeluhkan dan tidak dapat di temukan secara klinis. wanita dan jenis histologik papilare. Bila tumornya cukup besar. Penanganan Pengobatan dengan radioaktif tidak memberi hasil karena adenokarsinoma pepilare pada umumnya tidak menyerap yodium. Tumor ini jarang bermetastasis secara hematogen. tetapi pada 10% kasus terdapat metastasis jauh. yaitu penyebaran getah bening yang dahulu dikenal sebagai tiroid aberans. Faktor yang mempengaruhi prognosis baik adalah usia dibawah 40 tahun. Pada pemeriksaan fisik ditemukan tumor biasanya dapat diraba dengan mudah. Pascatirodektomi total ternyata yodium dapat ditangkap oleh sel anak sebar tumor papiler tertentu sehingga pemberian pada keadaan itu yodium radioaktif bermanfaat. Penanganan 21 . akan timbul keluhan karena desakan mekanik pada trakea dan oesofagus.

• Adenokarsinoma meduler Adenokarsinoma meduler meliputi 5-100% keganasan tiroid dan berasal dari sel para folikuler. terdapat terutama pada usia tua. maka dilakukan pemberian yodium radioaktif ini. Bila masih ada tumor yang tersisa maupun yang terdapat metastasis. Sebagian tumor terjadi pada struma nodosa lama yang kemudian membesar dengan cepat. Tumor ini sangat ganas. Tumor ini sering disertai nyeri dan nyeri ahli ke 22 . Pada sindrom sipple (multiple endocrine neopleasia IIa/MEN IIa) ditemukan kombinasi adenokarsinoma meduler. Kadang di hasilkan pula CEA (carsino embryonic antiagen). Penanganan Penanggulangan tumor ini adalah tiroidektomi total. feokromositoma. • Adenokarsinoma anaplastik Adenokarsinoma anaplastik jarang ditemukan dibandingkan dengan karsinoma berdeferensi baik. Tumor adenokarsinoma meduler berbatas tegas dan keras pada peraabaan. dan lebih banyak pada wanita. Pemberian yodium radioaktif juga tidak akan memberi hasil karena tumor ini berasal dari sel C sehingga tidak menangkap dan menyerap yodium. Radiasi ekstern untuk metastasis ternyata memberi hasil yang cukup baik. maka radioterapi dengan Y 131 dapat digunakan. Tumor ini terutama terdapat pada usia di atas 40 tahun tetapi juga di temukan pada usia yang lebih muda bahkan pada anak. sedangkan pada MEN IIb disertai feokromositoma dan neuroma submukosa. Karena sel karsinoma ini menangkap yodium. dan hiperparatiroid. dan biasanya disertai gangguan endokrin lainnya. yaitu sekitar 20%. Bila di curigai adanya adenokarsinoma meduler maka dilakukan pemeriksaan kadar kalsitonin darah sebelum dan sesudah perangsangan dengan suntikan pentagastrin atau kalsium. atau sel C yang memproduksitirokalsitonin.Dilakukan dengan cara tiroidektomi total.

biasanya waktu penderita datang sudah terjadi penyusupan ke jaringan sekitarnya seperti laring. Satu-satunya terapi yang bisa diberikan adalah radiasi ekstern. Bila disertai dengan suara parau. Prognosis tumor ini buruk dan penderita biasanya meninggal dalam waktu enam bulan sampai satu tahun setelah diagnosis. biasanya lesi jenis sel besar difus dan penyakit Hasimoto dapat ditemukan dalam latar belakang pada lebih dari sepertiga pasien.daerah telinga dan suara serak karena infiltrasi ke n. sehingga hanya dapat dilakukan biopsi insisi untuk mengetahui jenis karsinoma. Pada anamnesis ditemukan struma yang telah di derita cukup lama dan kemudian membesar dengan cepat.5 karsinoma tiroid Keganasan lain Limfoma malignum jarang dijumpai pada kelenjar tiroid yang timbul pada wanita usia pertengahan sampai tua yang tampil dengan massa thyroidea kenyal difus tak nyeri yang cepat membesar. harus dicurigai keras terdapatnya karsinoma anaplastik. Pemeriksaan penunjang berupa foto roentgen toraks dan seluruh tulang tubuh dilakukan untuk mencari metastasis ke organ tersebut. Penanganan Pembedahan biasanya sudah tidak memungkinkan lagi. Secara histology. faring dan oesofagus sehingga prognosisnya buruk. rekurens. gambar 3. Terapi 23 .

15) c. Kelangsungan hidup lima tahun dapat lebih dari 80% sewaktu tumor terbatas pada glandula thyroidea dan 40% bila penyakit ini juga ekstrathyroidea. Sintesis PTH dikendalikan oleh kadar kalsium di dalam plasma. dengan berat keseluruhan sampai 100 mg. tulang dan usus. Kelenjar paratiroid ini bisa berkedudukan di posterolateral kutub bawah kelenjar tiroid. yaitu ginjal.(13.terdiri dari tirodektomi dan radiasi. PTH meningkatkan reabsorpsi kalsium. Fisiologi Kelenjar paratiroid mengelurakan hormone paratiorid (PTH). fungsi utamanya adalah merangsang penyerapan kalsium di dalam usus. di mediastinum. meskipun jumlah kelenjar yang lebih banyak di temukan pada sekitar 15% populasi. Kelenjar yang berasal dari kantong faring ketiga merupakan kelenjar paratiroid pada kutub bawah tiroid. Sintesis PTH di hambat apabila kadar kalsium rendah dan juga kadar magnesium dalam plasma yang rendah. 24 Embriologi dan anaomi . Sinar ultraviolet menghasilkan vitamin D3 di kulit yang selanjutnya mengalami hidroksilasi di dalam hati dan ginjal menjadi vitamin D3 (kasiterol). Di dalam ginjal. Kelenjar paratiroid yang berasal dari kantong faring keempat cenderung untuk bersatu dengan kutub atas kelenjar tiroid yang membentuk kelenjar paratiroid atas. Kadang kelenjar tiroid berada di dalam kelenjar tiroid. atau di dalam timus. Biasanya terdapat dua kelenjar pada tiap sisi. Di tulang PTH merangsang aktivitas osteoplastik sedangkan di usus PTH meningkatkan absorpsi kalsium. Vitamin ini terdapat didalam diet normal dan disintesis di kulit.14. Vitamin D berpengaruh besar dalam metabolisme kalsium. PTH bekerja pada tiga sasaran utama dalam pengendalian homeostasis kalsium. Kelenjar paratiroid berwarna kekuningan dan berukuran kurang lebih 3 X 3 X 2 mm. KARSINOMA KELENJAR PARATIROID Kelenjar paratiroid tumbuh di dalam endoderm kantong faring ketiga dan keempat. dan posisinya dapat bervariasi.

Kadang ditemukan penyulit berupa batu ginjal dengan segala akibatnya. merupakan daerah yang kaya akan jaringan limf. Bila ada gejalanya ini dapat berupa kelemahan. nyeri abdomen. atau ketidakmampuan jaringan untuk bereaksi terhapadap PTH (PseudoHipoParatiroidisme). d. Sekitar 85% hiperparatiroid primer di sebabkan oleh adenoma tunggal salah satu kelenjar paratiroid. atau nyeri tulang. dan pembuluh limfnya dialirkan bilateral ke kelenjar limf juguler atas dan tengah serta segitiga leher belakang. Pada kasus selebihnya (15%).Patologi Kelainan kelenjar paratiroid di tandai dengan peningkatan atau penurunan fungsi. Tumor di daerah tonsil sering menyusup ke mandibula dan menimbulkan trismus akibat ketegangan m. Gambaran klinik Karsinoma pangkal lidah tidak lebih ganas daripada tumor sejenis di tempat lain tetapi umunya baru diketahui bila tumor sudah besar dengan penyebaran ke kelanjar limf regional. Hipoparatiroid dapat disebabkan oleh defisiensi PTH yang bersifat autoimun.ptiroideus medialis. • NEOPLASMA YANG BERASAL DARI STRUKTUR LAIN TUMOR GANAS OROFARING Kebanyakan tomor ganas orofaring merupakan karsinoma sel skuamosa yang diferensiasinya kurang dari umumnya sehingga tingkat keganasaanya agak tinggi disertai infiltrasi jauh ke jaringan sekitarnya. Orofaring yang juga meliputi pangkal lidah dan daerah tonsil. kebingungaan. hyperplasia terdapat pada semua kelenjar paratiroid. Gambaran klinik yang dapat dilihat adalah terdapatnya hiperkalsemia asimtomatik. konstipasi. berkurangnya pembentukan PTH. Yang paling sering dijumpai ialah hipoparatiroidi iatrogenic sesudah tiroidektomi. Sebagian kecil adalah adenoma multiple atau karsinoma paratiorid. poliuria. Keadaan ini merupakan tanda yang penting untuk 25 .

Penanganan Penanganan berupa pembedahan. seluruh kelenjar limf juguler. bahkan juga kelenjar di segitiga posterior leher. Insidens invasi ke kelenjar limf sangat tinggi sehingga bila ditemukan pada kelenjar limf leher tanpa diketahui asal usulnya. Tetapi trismus mempersulit pemeriksaan rongga mulut. dianjurkan untuk melakukan biopsi buta pada sinus piriformis untuk menentukan tumor primernya.radioterapi. Tumor ini sering menimbulkan nyeri alih.mendiagnosis. • TUMOR GANAS HIPOFARING Lebih dari 95% tumor ganas hipofaring merupakan karsinoma sel skuamosa yang diferensiasinya buruk. disfagia. Defek yang terjadi harus ditutup dengan flep transposisi. Nyeri dapat dirasakan pada lokalisasi tumornya atau sebagai nyeri alih. dan reseksi sebagian mandibula sekaligus. laringektomi. Tumor yang terletak di belakang krikoid sering mengitari lumen sehingga menimbulkan keluhan disfagia. Pada beberapa keadaan dianjurkan untuk melakukan glosektomi total. Dianjurkan melakukan diseksi radikal kelenjar limf pada penyebaran ke kelenjar leher dengan cara modifikasi. sedangkan tumor yang lebih besar di bedah setelah upaya radioterapi. atau kombinasinya. dengan atau tanpa radioterapi. Penaganan Tumor T1 dan T2 dapat ditangani dengan pembedahan atau radioterapi. yakni otalgia. Jika dilakukan faringektomi total. Gambaran klinik Karsinoma hipofaring paling sering di temukan di sinus piriformis. yakni otalgia ipsilateral. Pada umunya tanda utamanya berupa trias yang terdiri dari nyeri. rekonstruksi faring dapat dilakukan 26 . Tumor lanjut menyusup ke laring dan dapat menimbulkan kelumpuhan pita suara yang mengakibatkan suara parau. Kelenjar limf yang umunya terkena adalah kelenjar limf retrofaringeal. dan penurunan barat badan.

batuk darah. dan infraglotik. Pada tumor yang supraglotik termasuk permukaan posterior epiglottis. glotik. plika ariepiglotik. komisura anterior dan posterior. pada tumor yang glotik termasuk korda vokalis. Radioterapi juga diberikan sebagai terapi adjuvant setelah laringektomi total kuratif mengakibatkan penderita kehilangan suara selamanya. Dispnoe merupakan keluhan dan tanda bila tumor mulai menutup plika vokalis. 27 .dengan cangkok yeyenum bebas secara bedah mikrovaskuler. • KARSINOMA NASOFARING Kejadianya lebih dari separuh kejadiaan semua karsinoma di daerah leher dan kepala. Disfagia. Tindak bedah juga meliputi diseksi kelenjar limf leher. Diagnosis ditegakakan melalui pemeriksaan laringoskopi dengan biopsi. Penanganan Radioterapi dilakukan pada stadium T1-T2 tipe glotik dan supraglotik bila pita suara masih bergerak. Gambaran klinik Suara parau merupakan gejala utama yang sering terdapat pada tipe supraglotik. dan plika ventrikularis. • KARSINOMA LARING Dibagi dalam tiga macam yaitu supraglotik. dan virus Epstein-Barr. dan stadium T1 di pita suara. sedangkan pada karsinoma infraglotik termasuk jaringan di bawah korda vokalis sampai tepi bawah krikoid. Kordektomi merupakan tindakan bedah terbatas yang dianjurkan pada stadium Tis. foeter ex ore. dan benjolan di leher karena penyebaran limfogen merupakan gejala dan tanda lanjut. lingkungan. Laringektomi parsial merupakan operasi terbatas yang dapat dilakukan pada tumor yang terbatas di supraglotik atau bilamana hanya satu sisi laring yang terserang. Insidens yang tinggi ini dihubungkan dengan kebiasaan makan. stridor.

tonsil. enoftalmus dan ptosis. Tidak jarang penderita datang dengan keluhan juling dan bengkak leher bagian kranial bilateral. XII. Gangguan saraf IX. lidah. 3. NEOPLASMA SEKUNDER (TUMOR METASTATIK) Mungkin karena sangat vaskularitas. Terapi adjuvant berupa kemoterapi dapat menghasilkan perbaikan yang berarti untuk waktu yang terbatas. Metastasis tumor di kelenjar limf leher barasal dari karsinoma di kepala atau leher seperti karsinoma nasofaring.Gambaran klinik Kadang hanya ada keluhan ringan seperti nyeri kepala atau pendengaran kurang. Melanoma. IV. sternokleidomastoideus yang akhirnya membentuk massa besar hingga kulit mengkilat. Kelenjar supraklavikular menerima metastasis melalui duktus 28 . Pada leher bagian cranial terdapat benjolan medial terhadap m. sinus maksilaris. V. tiroid. XI. Gejala dan tanda yang mungkin didapat adalah epistaksis. karsinoma pankreas serta tumor bronchus dan gastrointestinalis kadang-kadang bermetastasis ke thyroidea. Tanda neurologis sering muncul berupa paresis atau paralysis dari saraf II. tinnitus dan tuli. serta saraf simpatis servikal disebut sindrom parafaringeal. Gejala dari metastasis ini biasanya ditutupi oleh tumor primer dan timbunan sekunder lain serta penyakit primer dan timbunan sekunder lain serta penyakit thyroidea biasanya mempunyai akibat yang kecil. Infiltrasi pada saraf simpatis di leher menimbulkan sindrom Horner seperti miosis. bahkan sering tidak ada kuluhan sama sekali sehingga metastasis di leher merupakan tanda pertama. dan kulit kepala. metastasis timbul dalam thyroidea dan dalam kebanyakan kasus timbul dari hipernefroma. Penanganan Radioterapi diberikan berupa penyinaran leher kiri dan kanan karena umunya penyebaran terjadi bilateral. X. dan VI (sindrom petrosfenoidal) karena tumor ini berada di daerah keluarnya saraf tersebut serta saraf otak lain dari dasar tengkorak. Bila penyakit telah lanjut keluhan berupa rinolalia. eksoftalmus dan trismus.

Kelenjar teraba keras. Diagnosis ditegakkan melalui biopsi kelenjar dan dengan mencari tumor primernya yang kadang tersembunyi atau tidak diketahui (MUP syindrome: m matastatic of unknown primary syndrome). misalnya sesak nafas.torasikus. Tumor besar dan fixed Tumor di daerah mastoid Carcinoma jenis anaplastik Terletak supraclavicular dan fixed Operasi Radioterapi  Terapi kombinasi Terhadap tumor leher ini terapi dibagi atas 3 golongan besar. WINEGAR & GRAFFIN (1973) menyimpulkan bahwa kebanyakan kasus dari tumor metastasis di leher. 2. 4. bendungan vena. yang tumor primernya tersembunyi maka terapi yang terbanyak adalah operatif sebagai permulaan suatu management yang terbaik. dan paresis pleksus serviobrakialis. Tumor masih operable 2. 3. tidak nyeri. mulanya soliter. kemudian dapat multiple unilateral atau bilateral. dan bronkus. Tumor terletak didaerah leher 3. ovarium. terutama dari karsinoma lambung. Kesimpulan ini juga dibuat oleh MARCHENTA dkk (1963) dengan indikasi : (15. yaitu:   29 . Bila saling melekat akan terjadi massa yang massif dan sulit digerakan dengan tanda penekanan ke sekitarnya. dan bila berlanjut akan melekat dengan jaringan sekitar. disfagia.16) 1. Secara histology. tumor termasuk dalam grade I-II dan sebagai kontraindikasi operasi adalah 1.

Karsinoma papilare biasanya kurang atau sama sekali tidak menangkap yodium. yaitu nodul yang menangkap yodium lebih sedikit di bandingkan dengan sel kelenjar normal. atau tidak menangkap sama sekali.III. 5 PEMERIKSAAN PENUNJANG Ultrasonografi dapat dilakukan untuk membedakan nodul kistik atau padat. Nodul hangat menangkap yodium radioaktif sama banyaknya dengan sel kelenjar normal dan. Berdasarkan yodium yang di tangkap oleh nodul tiroid dikenal nodul dingin. Biopsi aspirasi jarum halus dapat di lakukan tetapi ketepatan diagnosis sangat bergantung pada kejelian ahli patologi dan sitologinya.(16) 30 . dan menentukan volume tumor. Pemeriksaan radioaktif tiroid dilakukan dengan yodium 131. dan nodul panas menangkap yodium radioaktif lebih banyak. Pemeriksaan Roentgen berguna untuk melihat dorongan dan tekanan pada trakea serta klasifikasi di dalam jaringan tiroid. Foto thoraks dibuat untuk melihat kemungkinan penyebaran ke mediastinum bagian atas atau ke paru.

gambar 3.6 diagnostik banding benjolan dileher 31 .

Kanker kepala dan leher mencakup berbagai kelompok tumor biasa yang sering kali agresif dalam perilaku biologis mereka. Tumor leher dibagi atas tumor leher media yang bersifat solid dan kistik .BAB IV KESIMPULAN Setiap benjolan yang terdapat dileher harus dipikirkan akan kemungkinan suatu keganasan atau metastasis dari tumor primer ditempat lain. Foto thorax dibuat untuk melihat kemungkinan penyebaran ke mediastinum bagian atas atau ke paru. Oleh karena itu diperlukanlah pemeriksaan seperti ultrasonografi untuk membedakan nodul kistik atau padat. Selain itu.7% dan 50% . dan menentukan volume tumor. 32 .75% dari kanker baru seperti terjadi disaluran aero digestive atas atau paru-paru. Tumor ini terjadi pada tingkat tahunan sebesar 3% . dan tumor leher lateral yang juga bersifat solid dan kistik. pasien dengan kanker kepala dan leher sering berkembang tumor primer kedua. Pemeriksaan rongent berguna untuk melihat dorongan dan tekan pada trakea serta klasifikasi didalam jaringan tiroid.

New York 2001. Philadelphia 1991.BAB V DAFTAR PUSTAKA 1. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok. Jilid 1. 88. 10. Lawrence R. Edisi ke 6. Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia 2007. NJ : CIBA-GEIGY Corp. Throat and Ear and Head and Neck. 33 . 6. 183. 9. Pincus RL. 6/30/8-12. Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung Tenggorok Kepala Leher. 8. Restuti R. Penyakit Telinga. Disease of The Nose Throat Ear Head and Neck. 1989 3. Surgery of the Upper Respiratory System. Bailey BJ (Ed). Oxford: Butterworth ? Heinemann. 2007. Dalam : Scott-Brown's Otolaryngology. Basihiruddin J. 2nd ed. 14thed. p. Buku ajar penyakit THT Boeis. Jakarta : Bina Rupa Aksara. thyroglossal cysts and fistulae. Nurbaiti Iskandar. Netter FH. 11. Adams. Alih Bahasa : Staf Pengajar Bag. et al. Atlas of Human Anatomy. In: Head & Neck Surgery – Otolaryngology. Hidung. Edisi 13. Congenital Neck Masses and Cysts. Montgomery WW. II. 1989. Lippincott Williams & Wilkins. Maran AGD. (VI): 3-39. Jakarta : Balai Penerbit FKUI. Ballenger JJ. Colman BH. Soepard E. Oxford : Butterworth . hal 119-139. 7. 1997.Heinemann. Summit. Tenggorok. 1994. Penerbit Buku Kedokteran EGC. Iskandar N. Philadelphia : Lea & Febiger. 1997.h104-10. Cetakan ketiga edisi ke enam 2000. Kepala dan Leher.A. 5.. 6th ed. Boeis.D. Bashiruddin J. Vol. 2. 4. 1987. Edisi keenam. Arsyad E. 295-6. 381-2. 5/16/1-4. Jakarta. John Jacob. Benign diseases of the neck. 3rd ed. Singapore : ELBS. Lea & Fabiger 14th edition. Dalam : Scott-Brown's Otolaryngology. THT FKUI. 6th ed. A Handbook for Students and Practitioners. George L. Disease of Nose. h 94-110. Branchial cleft anomalies. Ballenger.933. Ellis PDM.

Josephsons JS. Damijanti T. Talmi YP. 15. Curr Opin Otolaryngology Head Neck Surgery 2005.1985. 20:682. 760-7. Head Neck 1998. Dalam : Kumpulan Naskah Konas VI Perhati. 14. Tata Laksana Kiste Duktus Tiroglosus di UPF THT RSDK Semarang Th. Cervical metastatic squamous carcinoma of unknown or occult primary source. Suparjadi S. Thyroglossal duct cyst: the New York Eye and Ear Infirmary experience and a literature review. 13. Current trends in the diagnosis and management of head and neck paragangliomas. Donald PJ. Patterns of Metastases to the upper jugular lymph nodes (the ”submuscular recess”). 34 . 1986. Horrowitz Z. et al. Ear Nose Throat J 1998. Robbins KT. 1983 . 16.13:339. Fried MP. Hoffman HT. Spencer WR. 77:642.12. Ujung Pandang. Samsudin. Head Neck 1990.12:440.