POROSITAS

a. Pengertian Porositas Porositas (ϕ) adalah perbandingan volume rongga-rongga pori terhadap volume total seluruh batuan. Perbandingan ini biasanya dinyatakan dalam %: ϕ= x 100 % Pori merupakan ruang di dalam batuan yang selalu terisi oleh fluida, seperti air tawar/asin, udara atau gas bumi. Porositas efektif yaitu apabila bagian rongga pori-pori di dalam batuan berhubungan. Porositas efektif biasanya lebih kecil daripada rongga pori-pori total yang biasanya berkisar dari 10% sampai 15%. Porositas batuan sedimen dihasilkan dari proses-proses geologi yang berpengaruh terhadap proses sedimentasi. Proses-proses ini dapat dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu proses pada saat pengendapan dan proses setelah pengendapan. Kontrol pada saat pengendapan menyangkut tekstur batupasir (ukuran butir dan sortasi). Proses setelah pengendapan yang berpengaruh terhadap porositas diakibatkan oleh pengaruh fisika dan kimia, yang merupakan fungsi dari temperatur, tekanan efektif dan waktu. Ada dua jenis porositas yaitu porositas primer dan porositas sekunder. Porositas primer merupakan porositas yang terjadi bersamaan batuan menjadi sedimen, sedangkan porositas sekunder merupakan porositas yang terjadi sesudah batuan menjadi sedimen bisa berupa larutan (dissolution). b. Besaran Porositas Porositas tertentu dapat berkisar dari nol sampai besar sekali, namun biasanya berkisar antara 5 sampai 40 %, dan dalam prakteknya berkisar hanya dari 10 sampai 20 % saja. Porositas 5 % biasanya disebut porositas tipis (marginal porosity) dan umumnya bersifat nonkomersiil, kecuali jika dikompensasikan oleh adanya beberapa factor lain. Secara teoritis porositas tidak bisa lebih besar dari 47,6 %. Hal ini disebabkan karena keadaan sebagai terli, yang berlaku untuk porositas jenis intergranuler. Dalam gambar tersebut dapat dilihat suatu kubus

(1970). 1. Dari log listrik. Antara lain ialah jenis : 1. dengan tujuan sebagai panduan jenis-jenis pengamatan yang dibutuhkan untuk memahami asal-usul dan modifikasi dari porositas. Pemeriksaan secara mikroskopi untuk jenis porositas dapat pula dilakukan secara kualitatif. Antar butir (intergranuler). 2. Besarnya porositas itu ditentukan dengan berbagai cara.yang terdiri dari 8 seperdelapan bola. Klasifikasi digambarkan pada skala core tapi juga diadaptasi terhadap skala mikroskopik dan skala lapangan. Penentuan ini bersifat semi – kuantitatif dan dipergunakan suatu skala sebagai berikut : 0 – 5% dapat di abaikan (negligible) 5 – 10 % buruk (poor) 10 – 15% cukup (fair) 15 – 20 % baik (good) 20 – 25% sangat baik (very good) 25% istimewa (excellent) Choquette dan Pray. . Dari log kecepatan pemboran 4. dengan porosimeter yang didasarkan pada hukum Boyle: gas digunakan sebagai pengganti cairan untuk menentukan volum pori tersebut. yang berarti bahwa pori – pori yang didapat di antara butir – butir. log sonic. Dari pemeriksaan dan perkiraan secara mikroskopis 5. Skala Visual Pemerian Porositas Di lapangan bila kita dapatkan perkiraan secara visual dengan menggunakan peraga visual. telah memperkenalkan klasifikasi porositas dalam batuan karbonat yang didasarkan pada konsep penyeleksian kemas (fabric). Di laboratorium. Dari hilangnya inti pemboran c. dan log radioaktif 3. Porositas maximum yang didapatkan adalah dalam susunan kubus dan secara teoritis nilai yang didapatkan adalah sebagai berikut. yaitu. sebagaimana dapat dilihat pada butir – butir oolit.

Padat (dense). berarti bahwa pori – pori merupakan bintik – bintik terpisah – pisah. . berarti batuan sangat kecil sehingga hamper tidak ada porositas. tanpa kelihatan bersambungan. yang berarti butir – butir berdekatan dan kompak sehingga pori – pori kecil sekali dan hamper tidak ada porositas. yang berarti rongga – rongga besar berdiameter beberapa mili dan kelihatan sekali bentuk – bentuknya tidak beraturan. 6. Growing (vugular). 7. Bintik – bintik jarum (point – point porosity). sehingga porositas besar.2. Antar Kristal (interkristalin). yaitu rongga terdapat di antara celah – celah. sehingga porositas sangat besar. 4. 3. 8. 5. dimana pori – pori berada di atara kristal – kristal. Celah dan rekah. Ketat (thigt). yang berarti rongga – rongga besar sekali malahan berupa gua – gua. Bergua – gua (cavernous).

Maurice. 1990. 51-60. Berkala Fisika. Pengaruh ukuran butir terhadap porositas dan permeabilitas pada batupasir. London: Blackwell Scientific Publications . h. h. Sifat fisik batuan.blogspot. Carbonate Sedimentology. Nurwidyanto. http://abdulrohim- betawi. 191-196.html [18 Jan 2013] Adler Jhon. Pengaruh matriks dan porositas batuan karbonat Formasi Parigi. Palimanan — Cirebon. Tucker. Irham dan Meida Yustiana. -.com/2011/04/batuan-reservoir. 2011. Majalah Ilmiah UNIKOM. 2006.Daftar Pustaka: Abdul rohim.

KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN UNIVERSITAS HASANUDDIN FAKULTAS TEKNIK JURUSAN TEKNIK GEOLOGI PROGRAM STUDI TEKNIK GEOLOGI GEOLOGI MINYAK DAN GAS BUMI POROSITAS NAMA NIM : ABD. HAFIDZ : D61110901 MAKASSAR 2013 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful