PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH

2011

Laporan

Praktikum Mekanika Tanah
Oleh:

Kelompok D1
Octovian C.P Rajagukguk Sudarman Regen L. Kahiking Giovanni Posumah Fenny Nelwan Pingkan Tampanguma Pingkan Koagow 080211070 080211084 080211049 080211027 080211072 080211061 090211068

UNIVERSITAS SAM RATULANGI FAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPIL MANADO 2011

KELOMPOK D1 1

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH

2011

KATA PENGANTAR

Segala puji syukur kami panjatkan ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas kasih dan anugrah-Nya, sehingga Laporan praktikum Mekanika Tanah ini dapat selesai dengan baik. Laporan ini dibuat dengan maksud untuk melaporkan hasil-hasil yang diperoleh dari percobaan yang telah dilakukan baik di dalam laboratorium maupun di lapangan. Laporan Praktikum Mekanika Tanah ini merupakan salah satu tugas yang diberikan kepada setiap Mahasiswa Teknik Sipil di Fakultas Teknik Universitas Sam Ratulangi Manado sebagai syarat yang wajib diikuti untuk menunjang nilai yang ada. Disadari bahwa laporan Praktikum Mekanika Tanah ini masih sangat jauh dari kata sempurna, untuk itu kritik dan saran yang membangun bagi laporan ini sangatlah diharapkan. Sekian dan terima kasih.

Manado, Juni 2011

Penulis

KELOMPOK D1 2

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH

2011

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI ISI :
PERCOBAAN I PERCOBAAN II PERCOBAAN III – QUARTERING – BORING – BERAT JENIS TANAH

i ii

1 3 5 7 10 13 16 20 23 28 33 37 39 42 46

PERCOBAAN IV – BATAS CAIR TANAH PERCOBAAN V – BATAS PLASTIS DAN INDEX PLASTIS

PERCOBAAN VI – DISTRIBUSI UKURAN BUTIR TANAH PERCOBAAN VII – PEMADATAN TANAH PERCOBAAN VIII – CBR LABORATORIUM PERCOBAAN IX – KONSOLIDASI PERCOBAAN X – TRIAKSIAL

PERCOBAAN XI – TEKAN BEBAS PERCOBAAN XII – SONDIR PERCOBAAN XIII – KADAR AIR PERCOBAAN XIV – SAND CONE PERCOBAAN XV – CONE PENETROMETER

KELOMPOK D1 3

C. Selanjutnya tanah diayak pada saringan no 4. Dua batang besi dengan Ø 0. dimana keempat ujung plastik dipegang kemudian diangkat bergantian berurutan sesuai nomor 1. 2. 5. ALAT – ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Semua alat dibersihkan & disiapkan pada tempatnya. 4. Tanah ditimbang untuk dijadikan sampel sebanyak 5 kg & dimasukkan kedalam kantong plastik. PERSIAPAN 1. 2. 3. Tanah ditimbang 10 Kg untuk di lakukan quartering pertama. PROSEDUR PERCOBAAN 1. 2. 6.5 “ sampai dengan Ø 0. 7.01 gr.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN I QUARTERING A. Jumlah tanah yang lolos saringan berjumlah 90 kg. Alat tulis menulis / spidol water proof. Sendok pengaduk dan pan. dijemur sampai kondisi air dry . Pekerjaan Quartering dilakukan diatas permukaan datar. D. 3.625 “ dan panjang 1 m 3. Selembar terpal ukuran 1m x 1 m. Masker. Tanah tadi diletakkan di atas platik lalu dicampur. B. 3. 2. Kantong plastik. MAKSUD PERCOBAAN Untuk mendapatkan suatu campuran tanah homogen yang akan dijadikan sampel siap test. 4 yang searah jarum jam sampai tanahnya merata. Timbangan ketelitian 0. Tanah yang akan di quartering adalah tanah yang diambil dari lapangan. KELOMPOK D1 4 . kemudian tanah di tumbuk dengan hammer karet agar butirannya saling lepas antara satu dengan lainnya tanpa merusak butiran tanahnya. Pencampuran tanah dilakukan oleh 2 orang.

7. tambah dan dicampur bersama tanah sisa yang ada di atas plastik. Dan apabila pengambilan pertama tanah diambil pada bagian 1 .3 juga.4. kemudian angkat dan tarik besi yang di bawah ( II – II ) sehingga tanah terpisah menjadi 4 bagian. 8.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 1 2 4 3 4.6 sampai tanah 90 kg habis. 9. KELOMPOK D1 5 . Campuran tanah yang sudah merata di atas plastik di letakkan di atas besi yang saling tegak lurus supaya terpisah menjadi 4 bagian yang kira-kira sama banyak.4 dijadikan sampel siap test yang pertama. dimasukkan ke dalam kantong plastik transparan dan diberi label.3. Lakukan pekerjaan quartering seperti pada langakah 3 . misalnya 1 . 6. I II II I 5. Tanah yang tersisa di bagian 2 . Ambil lagi tanah sebanyak 5 kg. Caranya : Besi yang paling atas ( I – I ) diangkat dan ditarik sehingga tanah terpisah menjadi 2 bagian.3 atau 2 . Untuk sampel kedua dan seterusnya dilakukan prosedur yang sama sampai mendapatkan 18 sampel siap test. maka pada tahap selanjutnya tanah harus diambil pada pada bagian 1 . Tanah yang diambil tadi diletakkan pada wadah ember. Ambil tanah dari atas platik secara diagonal.

Kepala Bor 2. tanah yang masuk ke dalam mata bor dikeluarkan dan dicatat mengenai kedalaman. Mata bor dipasang pada batang drill. 3.lapisan tanah yang diteliti. dapat dilihat pada batang drill yang ditekan dan sesudahnya diberi ukuran. PELAKSANAAN : 1.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN II BORING (D 4528 / D5092) A. Mata bor diputar searah dengan jarum jam. 5. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Tiap kali pengambilan dengan mata bor. dengan sedikit tekanan ke dalam tanah.akar pohon. ATM / spidol water proof 5. MAKSUD PERCOBAAN 1. Untuk meyakinkan hasil pemeriksaan sondir. 2.batang bor sebagai penghantar sepanjang 1 meter C. D. Putaran harus sesuai dengan putaran sekrup. 6. Tentukan titik pengeboran. barulah mata bor diangkat. KELOMPOK D1 6 . 4. B. sifat tanah. Minyak hidrolik dan lain lain 4. dan warnanya. Setiap masuk 20 cm. Alat pengambil contoh tanah 3. Batang . alat pemutar pada ujung lainnya. 4. jenis tanah. Untuk mendapatkan gambaran dari profil tanah berdasarkan warna visual tanah. Bersihkan lokasi dari rumput dan akar . Pengambilan contoh tanah dan batuan pada kedalaman tertentu untuk penyelidikan laboratorium. 3. BENDA UJI Langsung dilakukan di lapangan. Untuk menyelidiki dan mengetahui lapisan . 2.

KELOMPOK D1 7 . Hasil pengeboran disusun sedemikian rupa dari kedalaman terdangkal sampai dengan yang terdalam agar identifikasi tanah dipermudah.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 7. KESIMPULAN Dari percobaan boring dapat diketahui bahwa jenis tanah adalah lempung bersifat kenyal dengan warna dominan adalah coklat. Pengeboran dilakukan sampai kedalaman tertentu. 2011 E. 8.

8. Yaitu perbandingan antara berat butir butir dengan berat air destilasi di udara dengan volume yang sama dan pada temperatur tertentu. KELOMPOK D1 8 . BENDA UJI Contoh tanah yang lolos saringan #40 dengan berat sekitar 100 gram yang akan digunakan untuk pemeriksaan secara duplo (2 percobaan terpisah).PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN III BERAT JENIS TANAH (D854-92) A. Termometer 6.110° C 5. Timbangan dengan akurasi 0. Pipet dan gelas ukur air 12. 7. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. Es 10. Dilengkapi garis kalibrasi. botol gelas dengan leher sempit dan dengan tutup (dari gelas) yang berlubang kapiler. MAKSUD PERCOBAAN Menentukan berat jenis suatu contoh tanah. Biasanya 25° C. Kain lap 11. Oven dengan suhu 105° . 2.001 gram 3. Air destilasi bebas udara 4. dengan kapasitas 50 cc atau lebih. Alat vacum atau kompor. Tempat air 9. B. Cawan porselen dengan penuumbuk berkepala karet (pestel) untuk menghancurkan gumpalan tanah menjadi butir-butir tanpa merusak butir-butirnya sendiri. Saringan #40 13. Flash. ATM / spidol water proof C.

2011 E. Ukur Suhu (=Tbsw). 4. KELOMPOK D1 9 . 9. PELAKSANAAN 1. (=Wbw). 8. KESIMPULAN Berat jenis tanah yang diperoleh dari percobaan ini adalah 2. suhu diatur dengan mencampur air dengan es. botol (flash) yang berisi air dan tanah tersebut dibersihkan kemudian ditimbang (=Wbsw= berat botol + tanah + air). 3. Lihat apabila air berkurang atau tidak (tambah bila berkurang). Masukan tanah kedalam flash kemudian timbang (=Wbs = berat flash = tanah). 2.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH D. Setelah suhu dicapai. 7. keringkan permukaan flash lalu ditimbang. Masukan air kedalam flash yang berisi tanah sampai batas garis kalibrasi. Seterusnya sampai air tidak turun atau tanah sudah jenuh air. Tutup flash. Setelah stabil. 6.874 karena itu tanah ini dapat dikategorikan sbg tanah lempung organic. s  X k k = Faktor kohesi AWs  Wbw -Wbs F. setelah itu kocok dalam 6 arah kemudian kita biarkan. PERHITUNGAN Ws G . catat berat kering masing masing flash tersebut (Wb1 dan Wb2). Sediakan air 25° C pada ember. Buat grafik hubungan antara pertambahan temperatur dengan berat air pada flash pada temperatur yang ada. masukan air ke dalam flash sesuai suhu yang diinginkan sampai batas garis kalibrasi kemudian tutup flash. Timbang botol flash (=Wb). Bersihkan flash. 5. keringkan lalu ditimbang (2 sampel).

Untuk contoh yang memang tidak mengandung butir-butir kasar yang lebih besar dari 0. Alat pemotong (grooving tool) 3. bagian yang tertahan disingkirkan dan bagian yang lewat saringan digunakan sebagai benda uji. Kemudian saring dengan saringan #40. mula-mula dikeringkan dalam suhu udara (dengan alat pengering dengan suhu kurang dari 60° C) secukupnya sampai dapat disaring melalui saringan. Apabila contoh tanah mengandung butir-butir kasar. BENDA UJI Contoh tanah yang perlu disediakan untuk pemeriksaan ini sebanyak 100 gram. Tanah pada keadaan batas cair diperiksa dengan alat Casagrande. ATM / spidol water proof C. Contoh tanah ini harus bebas atau telah dibereskan dari butir . Pecahkan gumpalan-gumpalan tanah dengan digerus dalam mortar dengan pastel dengan kepala terbungkus karet. Menentukan batas cair tanah. Pastel (penumbuk/pengerus) berkepala karet atau dibungkus karet 5. sehingga butir-butir tidak rusak. Alat alat pecobaan kadar air 9. MAKSUD PERCOBAAN Jadikan sampel siap test. Yaitu kadar tanah tersebut pada keadaan atas peralihan antara cair dan keadaan plastis.5 mm menutup sepanjang 1cm pada 25 pukulan. Cawan porselin (mortar) 4. Spatel 6. B. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Saringan #40 7.525 mm (tertahan pada saringan #40). KELOMPOK D1 10 . Alat batas cair Casagrande 2.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN IV BATAS CAIR TANAH (D 4318-93) A.425 mm dapat langsung diperiksa tanpa persiapan lebih dahulu. kedua bagian tanah yang terpisah oleh alur selebar 2. Air destilasi dalam botol cuci (wash bottle) 8.butir yang lebih besar dari 0.

Gunakan spatel. Sehingga tanah bagian terdalam akan terdapat 1 cm. 2. taruhlah sebagian adukan tanah pada mangkok Casagrande. Gunakan alat pembarut sebagai pengukur. Periksa apabila pegangan diputar. dan mangkok tidak terlalu aus pada bagian alurnya. sehingga tidak terperangkap gelembung udara dalam tanah. Gerakkan pemutar sehingga mangkok terangkat dan jatuh pada alasnya dengan kecepatan 2 putaran per detik. Taruhlah contoh tanah (100 gram) dalam mangkok porselen. dan kebasahannya telah menghasilkan sekitar 1535 pukulan pada percobaan. sampai kedua bagian bertemu sepanjang + 1 cm. Cuci mangkok Casagrande dengan air kemudian keringkan dengan kain kering.ukuran yang benar. 2. Apabila adukan tanah telah merata. Catat jumlah pukulan yang diperlukan 4. 5. Ratakan permukaan dan buat mendatar dengan ujung terdepan rapat pada ujung terbawah mangkok. tekan-tekan dan tusuk-tusuk dengan spatel. Periksa alat Casagrande yang akan digunakan. sehingga diperoleh adukan yang benar . 3. tambah air lagi dan seterusnya. Kemudian ulangi pekerjaan seperti diatas KELOMPOK D1 11 . a. sebar dan tekan dengan baik. pukulan diperlukan harus antara 15 – 35 x. Aduk. Dengan pemotong. mangkok akan terangkat 1 cm. campur rata dengan air destilasi sebanyak 15–20 cc. Juga periksa alat pembarut pada ukuran .benar merata.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 D. Aduk. Tambahkan sedikit air baru diaduk sampai merata. E. Potong tanah sebanyak 5 kali sampai mengenai alat casagrande sehingga tanah terpisah menjadi 2 bagian simetris. tambah sekitar 1–3 cc. bahwa alat dalam keadaan baik. buat alur lurus pada garis tengah mangkok searah sumbu alat. sumbu mangkok tidak sangat aus sehingga mangkok goyang. PELAKSANAAN 1. Bila lebih berarti tanah kurang basah. tahan dan tusuktusuk. baut baut tidak longgar. Pada percobaan pertama. PERSIAPAN ALAT 1. Bila perlu tambahkan air secara bertahap.

Ambil sisa tanah yang masih ada dalam mangkok dan kembalikan ke cawan porselen. 2011 F. PERHITUNGAN Setiap data hubungan antara kadar air tanah dan jumlah pukulan merupakan satu titik dalam grafik. Batas cair dilaporkan sebagai bilangan bulat terdekat. Percobaan ini harus dilaksanakan keadaan tanah yang kurang cair kemudian makin cair. tambahkan lagi dengan air secara merata. KELOMPOK D1 12 . 8. dengan pukulan sebagai basis (skala log) dan kadar air sebagai ordinat (persen biasa).PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 6. Ulangi pekerjaan sehingga diperoleh 3 atau 4 data hubungan antara kadar air dan jumlah pukulan diantara 15 sampai 30 pukulan dengan masing-masing selisihnya hampir sama. Batas cair tanah adalah kadar air yang diperoleh pada perpotongan garis penghubung tersebut dengan garis vertikal 25 pukulan. Periksalah kadar air tanah tersebut 7. Cuci dan keringkan mangkok.titik yang diperoleh. Tarik garis lurus penghubung terbaik dari titik . Ambilah segera dari mangkok sebagian tanah dengan spatel secara melintang tegak lurus alur termasuk bagian tanah yang saling bertemu.

Pecahan gumpalan-gumpalan digerus dalam mortar dengan pastel. Saringan #40 6. keringkan dahulu dalam suhu udara atau pengering dengan suhuu 60° C. MAKSUD PERCOBAAN Menentukan batas plastis suatu tanah. Bagian yang tertahan saringan #40 disingkirkan. Alat-alat pemeriksaan kadar air 8. Index plastisitas suatu tanah adalah bilangan (dalam persen) yang merupakan selisih antara batas cair dan batas plastisnya. BENDA UJI Contoh tanah sebanyak 10-20 gram yang sudah melewati saringan #40. ATM / spidol water proof C. Batang kawat berdiameter 3 mm untuk ukuran pembanding 7. Pastel (penumbuk/pengerus) berkepala karet atau dibungkus karet 3. Spatel 4. Persiapan benda uji ini sama dengan pada penyiapan untuk pemeriksaan batas cair. Yaitu kadar air minimum (dalam persen) bagi tanah tersebut yang masih dalam keadaan plastis.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN V BATAS PLASTIS DAN INDEX PLASTIS (D 4318-93) A. Tanah ada pada keadaan plastis apabila yang tanah digiling menjadi batang-batang berdiameter 3 mm mulai menjadi retak-retak. sehingga memungkinkan kedua percobaan dapat dilakukan dalam waktu bersamaan. Pelat kaca 5.gumpalan mudah remuk untuk kemudian disaring. Cawan porselen 2. Apabila contoh tanah mengandung butir-butir kasar. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. B. sampai gumpalan . KELOMPOK D1 13 .

PERHITUNGAN 1. Kumpulan tanah yang retak atau terputus . kemudian remas seluruhnya menjadi bola dan giling kembali. seterusnya sampai pada tanah tampak retak . Jadikan tanah sampel siap test.potong menjadi 6 atau 8 bagian. PELAKSANAAN 1. Bila pada penggilingan diameter batang telah menjadi + 3mm.retak dan tidak dapat digiling menjadi tanah yang kebih kecil 4. Batas Plastis adalah kadar air yang diperoleh pada pemeriksaan diatas yang dinyatakan dalam persen. potong . Laporkan batas plastis tersebut berupa bilangan bulat terdekat 2. 3. 2. bandingkan dengan batang kawat pembanding dan ternyata tidak ada retak pada tanah. Hitung Index Plastisitas tanah. yaitu selisih dari batas cair dan batas plastisnya IP  LL  PL 3. laporkan bahwa Index Plastisistasnya = Non Plastic (NP) 4. Remas dan bentuklah menjadi bola atau ellipsoida tanah tersebut dengan berat + 8 gram. KELOMPOK D1 14 . Taruh contoh tanah pada cawan porselen.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH D. Giling benda uji di atas pelat kaca sehingga terbentuk batangan-batangan yang diameternya rata. Jika tanahnya mengandung banyak pasir. kerjakan pemeriksaan batas plastis lebih dahulu dari pada batas cairnya. campur air sedikit demi sedikit. Jika batas plastisnya tidak dapat dilaksanakan. laporkan bahwa tanahnya NP 5.putus tersebut segera dicari kadar airnya 2011 E. aduk sampai benar benar merata. Jika ternyata batas plastis tanah sama dengan atau lebih besar dari batas cairnya. Jika salah satu dari batas cair atau batas plastis tidak dapat diperoleh. Kadar air yang diberikan adalah sampai tanah bersifat cukup plastis dan dengan mudah dibentuk menjadi bola dan tidak melekat pada jari bila ditekan. juga laporkan bahwa Index Plastisitasnya NP.

157 sedangkan plastik index yang diperoleh adalah 14. 2011 KELOMPOK D1 15 . KESIMPULAN Batas plastik yang diperoleh adalah 36.243.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH F.

075 mm atau melewati #200.  Untuk butir kasar diperlukan susunan saringan seperti berikut 75 mm 60 mm 37. pemeriksaan dilakukan dengan menggunakan saringan-saringan. KELOMPOK D1 16 .75 mm dan lebih besar dari 0. MAKSUD PERCOBAAN Menentukan distribusi ukuran butir butir dari tanah. sedangkan untuk tanah dengan ukuran yang lebih kecil dari 0.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN VI DISTRIBUSI UKURAN BUTIR TANAH (E 100-93) A.5 mm #.5 mm 25 mm 19 mm 9. ALAT DAN BAHAN YANG DIGUNAKAN 1. pemeriksaan dilakukan dengan cara sedimentasi yang dapat menggunakan cara hidrometer atau dengan pipet B. Untuk tanah yang butirannya lebih besar dari 0. 4 3“ 2“ 1½“ 1“ ¾“ ⅜“ 4. yaitu yang lebih kecil dari 4.75 mm  Untuk butir halus.075 mm digunakan susunan saringan dengan nomor (standar ASTM).075 mm atau tertahan pada #200. Saringan.

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH

2011

#. 8 #. 12 #. 16 #. 18 #. 30 #. 40 #. 50 #.80 #.100 #. 200 Pan  Mesin penggerak saringan 0.075 mm 0.425

3. Timbangan a. Untuk menimbang butir butir yang lebih kecil dari 2 mm gunakan timbangan dengan ketelitian 0.01 gram b. Untuk menimbang tanah yang butirnya lebih besar dari 2 mm, digunakan timbangan sengan ketelitian 0.1 persen dari besar beban yang ditimbang 4. Cawan porselen (mortar) dan pestel 5. Alat pengaduk larutan tanah dalam air 6. Gelas silinder kapasitas 1000 cc dengna diameter 6.35 cm atau 2 ½ “. 7. Hidrometer untuk membaca berat jenis larutan. (untuk tipe ASTM 151 H atau 152 H) atau pipet untuk mengambil larutan pada kedalaman tertentu 8. Stop watch

C. PERSIAPAN BENDA UJI 1. Tanah yang dipakai adalah contoh tanah yang telah diquartering (2000 gr) 2. Tanah tersebut ditimbang, lalu catat berat tanah + cawan 3. Masukan dan keringkan dalam oven suhu 105° - 110° C 4. Cuci tanah kemudian masukkan lagi di oven sampai berat konstan 1 x 24 jam.

KELOMPOK D1 17

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH
D. PELAKSANAAN Untuk bagian yang tertahan saringan #. 10. dilaksanakan analisa saringan:

2011

1. Saringlah benda uji yang tertahan yang telah dicuci (hasil dari pekerjaan tersebut pada persiapan benda uji) dengan menggunakan satu susunan saringan (kering oven). Sebelumnya masing masing saringan ditimbang untuk memudahkan menimbang jumlah butiran yang tertahan 2. Timbang dan catat berat butiran yang tertahan pada tiap saringan. Periksa bahwa jumlah berat total sesudah saringan harus sama atau mendekati jumlah sebelum disaring.

E. KESIMPULAN Tanah yang di coba memiliki ukuran butiran paling banyak adalah 98,15% atau yang tertahan di saringan no 200 sedangkan yang paling sedikit adalah 44,12% . atau yang tertahan pada saringan pada no. 8

KELOMPOK D1 18

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH

2011

PERCOBAAN VII PEMADATAN TANAH
(D 698-91)

A. MAKSUD PERCOBAAN Untuk menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan (berat volume kering) tanah apabila dipadatkan dengan tenaga pemadatan tertentu Cara pemadatan :  Cara untuk pemadatan dipakai cara standart  Dalam percobaan ini dilakukan pemadatan dengan menggunakan silinder pemadatan kecil dengan material lewat saringan No. 4

B. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Silinder pemadatan ini terdiri dari silinder-silinder utama, silinder sambungan yang dapat dilepaskan juga. Ukuran dan toleransi yang masih digunakan adalah sebagai berikut :  Slinder kecil : o diameter 10.1 cm o tinggi 11.8 cm o volume 944.918 cm2 2. Penumbuk yang digunakan yaitu dilakukan dengan tangan (sesuai dengan penumbuk standar), dengan ukuran dan toleransi sebagai berikut :  Penumbuk standart o diameter bidang jatuh 2” =- 0,005” o berat 10 -= 0,02 lb o tinggi jatuh 18“ =- 1/16” 3. Alat untuk mengeluarkan contoh tanah dari silinder (extruder) 4. Timbangan dengan kapasitas 1 kg dengan ketelitian 0,1 gram dan timbangan kapasitas 12 kg dengan ketelitian 5 gram 5. Pisau perta (straight edge) 6. Saringan # 4 7. Oven 8. Alat pencampur tanah (talam, sendok, dll)

KELOMPOK D1 19

D. Cara diremas dan di jatuhkan secara bebas dari ketinggian 1 m. Jadikan sampel siap test. 6. keringkan tanah tersebut diudara atau dengan alat pengering dilakukan secukupnya sampai gumpalan-gumpalan dapat mudah hancur. Gunakan timbangan dengan ketelitian 5 gram 2. Butiran-butiran yang diperoleh disaring pada saringan No. 2. sedemikian rupa sehingga butir butir tanah tidak rusak. Bila perlu harus disediakan blok beton yang beratnya sekitar 91 gram. Cawan 11. 4. Benda uji ini dibuat 5 bagian yang beratnya masing-masing dicampur merata dengan air. kemudian ditimbang dan catat beratnya (W1). Hancurkan gumpalan menjadi butir-butiran dengan alat yang terbuat dari karet. sehingga kadar air yang diperoleh berbeda-beda masing 1 – 3 %. yang lolos saringan akan digunakan sebagai benda uji (banyaknya 2 kg) 3. Campur tanah tersebut dengan air secukupnya secara merata sedemikian rupa sehingga benda uji yang kadar air tanah diperoleh kira-kira 6% dibawah kadar air optimum. Pada saat pelaksanaan penumbukan silinder harus diletakkan pada dasar yang kokoh (tidak boleh diatas tanah atau lantai yang dapat bergetar karena tenaga yang diperoleh akan berkurang).PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 9. Kain Lap 12. Bersihkan silinder pemadatan yang akan digunakan . 4. selang waktu sekurangkurangnya 24 jam sebelum melakukan pemadatan. Seteleah dicampur merata dengan air. Butiran yang tertahan diatas saringan dibuang. simpanlah tanah tersebut dalam tempat yang tertutup (dapat dimasukkan dalam kantong plastik). BENDA UJI 1. PERSIAPAN PERALATAN 1. Gelas ukuran air 10. ATM (alat tulis menulis) 2011 C. Bila contoh tanah yang diperiksa keadaannya basah. KELOMPOK D1 20 . 5. Pasang klem plat alas dan silinder sambungan.

Kemudian potonglah tanah dengan pisau baja sehingga tanah rata dengan permukaan silinder dan bila perlu lobang-lobang kecil yang terjadi ditambal sehingga permukaan menjadi halus. Keluarkan tanah tersebut. 10 kali) untuk masing-masing sampel yang berbeda. Pekerjaan yang sama dengan sampel tanah yang lainnya telah disediakan dengan penambahan kadar air yang berbeda. 4. Lepaskan silinder sambungan (silinder bagian atas). Lepaskan plat dasar kemudian timbanglah silinder bersama tanah dan catat beratnya (W2). G. kemudian ambil contoh dari bagian atas dan bawah secukupnya untuk menjadi bahan uji pemeriksaan kadar air. 2011 F. PERHITUNGAN 1. 3. Setiap lapis ditumbuk dengan jumlah tumbukan (56 kali. Jumlah tumbukan tiap lapisan adalah 25 kali. Tiap sampel 5 lapis 2. Sejumlah tanah lembab yang sudah disediakan dipadatkan dalam silinder dengan lapisan-lapisan yang sama tebal. Setiap pekerjaan pemadatan yang telah dikerjakan dihitung :  kadar air tanah  berat volume tanah W2  W 1 gram / cm³ v m dimana : W1 W2 v = berat silinder kosong (gram) = berat silinder + tanah basah (gram) = volume silinder (cm3) KELOMPOK D1 21 . PEMADATAN 1. 25 kali.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH E. PELAKSANAAN Dalam pelaksanaan ini dilakukan dengan pemadatan standart yaitu dengan menggunakan penumbuk standar dan pemadatan dilakukan dalam 5 lapisan.

ordinat = berat volume kering.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2. KESIMPULAN Percobaan pemadatan yang dilakukan untuk 25 tumbukan memperoleh γdry=1. Grafik itu diperoleh :  Kadar air optimum (wopt) dari tanah yang diperiksa yaitu kadar air pada puncak garis lengkung  Kepadatan maksimal (dmax) yaitu berat volume kering yang diperoleh pada pemadatan pada kadar air optimum. 2011 H.25 dan W optimum=35. KELOMPOK D1 22 .2 %. Gambarkan hubungan antara berat volume ering dengan kadar air pada grafik dengan absis = kadar air.

Penentuan nilai CBR dapat dilakasanakan terhadap :  contoh tanah tanpa direndam terlebih dahulu  contoh tanah setelah direndam selama 4 hari Disamping itu nilai CBR dapat dilakukan terhadap . Piston penetrasi penampang bulat luas 3 inch2. kertas filter dan sebagainya.27 kg 8. tripod. Pengukur pengembangan tanah. 2. Plat . Macam-macam alat seperti talam. oven. Plat ganjal (spacer disk) 5. panjang sekurang-kurangnya 4 “. Silinder pemadatan CBR 4. bak perendam. Nilai CBR adalah bilangan perbandingan (persen) antara tekanan yang diperlukan untuk menembus tanah dengan piston berpenampang bulat seluas 3 inch2 dengan kecepatan penetrasi 0. Penumbuk standart atau penumbuk berat 6.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN VIII CBR LABORATORIUM (D 1883-92) A. dan arloji pengukur pengembangan 7. Untuk menentukan nilai CBR (California Bearing Ratio) dari suatu tanah. 9.  Contoh tanah yang telah dipadatkan secara pemadatan standart  Contoh tanah yang telah dipadatkan secara pemadatan berat / modified  Contoh tanah yang telah dipadatkan dengan kepadatan tertentu  Contoh tanah asli yang diambil dari lapangan B. Cincin beban dengan arloji pengukurnya 3. 2. Mesin penekan dengan kapasitas sekurang kurangnya 4. terdiri atas pelat berlubang-lubang dengan batang pengatur.27 mm per menit (0. Gelas ukuran air. MAKSUD PERCOBAAN 1.05 inch per menit). ALAT YANG DIGUNAKAN 1. timbangan. KELOMPOK D1 23 . berat @ 5 lb atau 2.05 inch per menit terhadap tekanan yang diperlukan untuk menembus sesuatu bahan standart tertentu 3.plat beban berlubang ditengah yang utuh atau belah.45 ton yang mempunyai kepala atau dasar yang dapat bergerak teratur dengan kecepatan 1.

2.27 mm.  Kerjakan pembebanan mesin sehingga piston mempunyai kecepatan penetrasi sebesar 0.7871…. 4. PERHITUNGAN 1. Rumus – rumus yang digunakan   Beban (lbs) = (pembacaan arloji) x 5.. PELAKSANAAN 1.08 mm. Grafik penetrasi dan tekanan penetrasi. Gambar grafik hubungan antara penetrasi (absis) dan tekanan penetrasi (ordinat).45 mm. Pelaksanaan penetrasi :  Contoh tanah yang dipadatkan dalam silinder dipasang pada mesin penetrasi. 1. Lepaskan plat alas dan ambil plat ganjal.91 mm.95 mm. Untuk pemeriksaan terhadap contoh tanah yang dipadatkan maka contoh tanah dipersiapkan seperti pada percobaan pemadatan.7 mm. 1. Taruhlah plat ganjal dalam silinder diatas plat ganjal. 2.  Keluarkan benda uji dari silinder kemudian periksa kadar air E. 10. 2.  Padatkan tanah lembab yang sudah dipersiapkan dalam silinder pemadatan sehingga diperoleh kepadatan yang maksimal dengan kadar air optimum.64 mm. (lbs) KELOMPOK D1 24 . 3.  Lepaskan silinder sambungan.16 mm. 2. 12. Pemadatan tanah :  Sebelum dilaksanakan pemadatan. Benda uji ini akan diperiksa pada kepadatan maksimal. BENDA UJI 1. 5. 2011 D. periksa dan catat kadar air tanah  Pasang dan klep alas pada silinder dan pasang juga silinder sambungnya.18 mm.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH C. timbang dan catat berat silinder dan tanah didalamnya untuk menentukan berat volume tanah. potong dan ratakan tanah padat dengan permukaan silinder pemadatan. sehingga contoh tanah dipersiapkan dengan dicampur air secukupnya sehingga kelembaban yang diperoleh adalah kadar air optimum yang diketahui berdasarkan cara pemadatan standart.

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 KESIMPULAN Dari percobaan yang telah kami lakukan .45mm (0.047 % dan nilai CBR untuk penetrasi 4.1 *) sebesar 3.08 mm (0. maka nilai CBR Kering yang didapat untuk penetrasi 2.45mm (0.878 % dan nilai CBR untuk penetrasi 4. KELOMPOK D1 25 .08 mm (0.829%.2738%.1 *) sebesar 34.2 *) sebesar 2.2 *) sebesar 32. Sedangkan nilai CBR Rendam yang didapat untuk penetrasi 2.

bila perlu tambal lubang lubang yang ada. ATM C. dan hindarkan gangguan sehingga dapat terjadi perubahan kepadatan tanah. Perlengkapan pembebanan 3. Grease 7.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN IX KONSOLIDASI (D 5333) A. Konsolidometer yang terdiri dari :  Tempat tanah  Batu pori atas dan bawah  Arloji pengukuran perubahan tebal tanah 2. Alat potong dan bubut tanah 4. Persiapan benda uji :  Apabila tanah cukup lunak. Cincin cetak dapat sekaligus merupakan tempat contoh tanah/ benda uji dalam konsolidometer. contoh tanah dapat dipotong dan dibubut sehingga ukurannya sesuai dengan cincin tempat benda uji. Pelaksanaan tersebut harus dilaksanakan secara hati hati dan dikerjakan dengan cepat agar kadar air tanah tidak terkurang karena penguapan. Masukkan tanah dalam cincin konsolidometer dan potonglah rata atas bawah dengan cincin. masukkan tanah dalam cincin cetak dengan menekan cincin kedalam tanah yang telah didorong tabung contoh secukupnya atau doronglah contoh masuk ke cincin cetak. Stop watch 5. Apabila contoh tanah agak keras. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. PELAKSANAAN 1. KELOMPOK D1 26 . Perlengkapan untuk pemeriksaan kadar air dan perlengkapan umum lainnya 6. keadaan tanah samping tertahan dan diberi drainase pada arah vertikal. Permukaan benda uji harus halus. B. MAKSUD PERCOBAAN Untuk mengetahui kecepatan konsolidasi dan besarnya penurunan tanah apabila tanah diberi beban.

 Turunkan sekrup pengatur lengan beban.6 detik. dapat pula diadakan pemeriksaan batas cair dan plastis tanah.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Kerjakan pemeriksaan berikut untuk perlengkapan data perhitungan :  Timbang dan catat berat benda uji bersama cincinnya untuk mengetahui berat volume basah dan berat volume kering tanah  Periksalah kadar air tanah. basahkan batu-batu pori. juga periksa bahwa lengan beban seimbang. dapat dihentikan setelah tampak grafik hubungan antara penurunan dengan waktu (dalam logaritma) menjadi lurus. aturlah dengan sekrup pengatur/penahan lengan beban sehingga lengan terangkat keatas. Batu pori basah 2.  Periksalah berat jenis butiran tanah. aturlah alat penekanan diatas benda uji dan aturlah arloji pengukur penurunan pada pembacaan nol. tetapi bagian atas jangan sampai mati untuk memberi kesempatan seandainya tanah mengembang.6 detik sampai 1440 menit. Cincin yang telah berisi benda uji 3. yang berarti telah 2011 KELOMPOK D1 27 . jalankan stop watch. 21.  Untuk memudahkan pemasangan dan menjamin rapat air pori. 9. 2. Persiapan alat dan penempatan benda uji dalam konsolidometer :  Periksalah bahwa alat-alat dalam keadaan bersih dan bekerja dengan baik. Plat perata beban  Tempatkan sel konsolidasi yang sudah berisi benda uji pada tempatnya pada rangka pembebanan. tempatkan berturut-turut pada konsolidometer yaitu. Mis 0 detik.  Pasangkan beban sehingga tekanan pada benda uji sebesar 0. sehingga beban mulai bekerja diatas tanah.25 kg/cm2. 1. Periksa bahwa batu-batu pori dalam keadaan bersih dan tidak tersumbat.  Baca dan catat arloji pengukur penurunan pada waktu waktu tertentu yang dapat diakarkan.  Untuk mengidentifikasi jenis tanah dan mengecek hasil pemeriksaan konsolidasi. olesi tipis dengan pelumas karet seal.  Ukurlah dengan tepat dengan menggunakan mistar biasa diameter dan tinggi benda uji/ukuran dalam cincin.  Pengamatan dapat kurang dari 24 jam (1441 menit) untuk tanah yang konsolidasinya cepat. Batu pori atas 4.

Jagalah agar selama percobaan benda uji selalu terendam air. 0. 2011 D. secara bertahap kurangi beban berturutturut dengan urutan kebalikan penambahan beban.5 kg/cm2. dan 8 kg/cm2. 4. dengan muka air kira kira setinggi dengan permukaan atas benda uji. setiap penambahan beban. Isilah setelah pengamatan 1 menit atau sebelum pengamatan 4 menit.  Apabila dikehendaki.  Setelah 24 jam. diketahui sikap pengembangan tanah akibat pengurangan beban. pembacaan dapat berlangsung lebih dari 24 jam. Timbang dan catat berat benda uji. dan setelah kering timbang lagi untuk mengetahui berat butir butir tanah. tambahkan beban sehingga tekanan menjadi 0. Masing masing tahap dibiarkan selama 24 jam dan tiap tahap dilakukan pembacaan seperti diatas. Untuk menghindari goncangan.848d ² t90 Cv  b. 2.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH terjadi konsolidasi sekunder. keluarkan contoh tanah dari konsolidometer.  Isilah sel konsolidasi dengan air.waktu seperti diatas. Rumus untuk menghitung koefisien konsolidasi (Cv) . Rumus Index kompresi (Cc) Cc  e e1  e2  log t log(T 2 ) T1 KELOMPOK D1 28 . lanjutkan setiap kali penambahan beban sehingga tekanan atas tanah berturut-turut menjadi 1.  Setelah pelaksanaan pembebanan selesai. putarlah sekrup penahan lengan beban sampai menyentuh lengan yang dapat terlihat melalui gerakan pada arloji ukur. keringkan dalam oven. maka setelah beban 8 kg/cm2. setelah beban bekerja. PERHITUNGAN a. biarkan beban bekerja 24 jam dan amati penurunan arloji pengukur pada waktu . tetapi tidak mengganggu pembacaan. Sebaliknya tanah yang konsolidasinya sangat lambat.

Tarik garis lurus yang besar absis waktunya sebesar 1.d Hs  dimana : Wd G A d H H1 H2 = berat benda uji setelah dikeringkan = berat jenis butir tanah = Luas penampang benda uji =2H = 2 (H1-H2) = tebal pada awal beban = tebal pada akhir beban E. 38. d. yang merupakan lamanya kecepatan konsolidasi yang dicapai. c. Perpotongan pada garis diatas dengan lengkung konsolidasi diplot arah vertikal sehingga diperoleh t90.6 detik.118. Plot koordinat-koordinat pada grafik konsolidasi berdasarkan hasil percobaan sesuai dengan besarnya pembebanan dan urutan waktu yang telah ditentukan sebelumnya.15 dari absis waktu di atas. Hubungkan koordinat-koordinat sehingga diperoleh grafik konsolidasi yang melengkung terbuka. dan 1 menit (minimal 2 titik yang bisa dilalui oleh garis tersebut.4 detik. Angka pori tanah tiap akhir beban e H1-H2 H2 W d G. b. sehingga diperoleh jarak pada absis waktu).6 detik. F. PEMBUATAN GRAFIK a. KESIMPULAN Dari percobaan konsolidasi di atas maka di dapat nilai Cc sebesar 0. e. Tarik garis lurus menyinggung koordinat yang diperoleh pada 9. 21.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 c. KELOMPOK D1 29 .

2. Untuk Drained harus lebih lambat.5 – 0. Alat untuk memberikan tekanan yang konstan pada cairan dalam sel dengan ketelitian 0.75 mm/menit. Alat kompresi untuk menekan benda uji secara axial sengan kecepatan yang dapat diukur antara 0.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN X TRIAKSIAL PADA KONDISI “UNCONSOLIDATED UNDRAINED” TANPA PEMBACAAN TEKANAN PORI (D 4767 / D 2664 / D 5311) A. Arloji untuk mengukur pemendekan benda uji. 3. 6. MAKSUD PERCOBAAN Untuk menentukan parameter geser tanah dengan alat Triaksial pada kondisi “Unconsolidated Undrained” tanpa pembacaan tekanan pori. 5. alat perenggang membran dan gelang karet pengikat. sedangkan bila diameter benda uji lebih dari 7. Benda uji yang perlu dipersiapkan sekurang-kurangnya 3 buah. Membran karet yang sesuai dengan ukuran benda uji. Cetakan tanah. KELOMPOK D1 30 . 7. Diameter minimum 3. B. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. butir tanah terbesar yang diijinkan ada dalam benda uji adalah 1/10 kali diameter pada benda uji. 2 : 1 dan 3 : 1. Alat pemeriksa kadar air tanah. Berupa silinder tanah dengan perbandingan tinggi-diameter . Apabila diameter benda uji 7. 4. butir tanah terbesar yang diijinkan adalah 1/6 kali diameter benda uji. BENDA UJI 1.10 cm.1 atau 0. 2. Sel triaksial dengan dinding transparan pada perlengkapannya.005 kg/cm.1 cm.30 cm. C.

Untuk menjamin rapat air dapat dioleskan pelumas perekat (silicon grease) pada tepi tutup benda uji. Aturlah agar kedudukannya benar-benar simetris. Ukur beban pada pembacaan nol. Pasang dinding sel triaksial dan tutup atasnya.  Bila contoh tanah asli ukurannya lebih besar dari benda uji yang diinginkan.  Ukur dengan teliti dan catat ukuran diameter. contoh tanah dapat dijemur sebelum percobaan. Potong benda uji bagian atas dan bawahnya.  Pasanglah benda uji yang sudah dibungkus membran pada tumpuan pada dasar sel triaksial. maka keluarkan contoh tanah dari tabung. Pada percobaan “UU” gunakan tutup yang tidak berlubang. KELOMPOK D1 31 . kemudian keluarkan dari tabung cetak belah. o Contoh tanah padat buatan dapat diperoleh dengan memadatkan contoh tanah dengan menumbuk tanah pada silinder pemadatan kemudian didorong keluar denan alat pengeluar contoh tanah. Gunakan perenggang membran (di vakum). Hindarkan tambahnya udara dalam pori tanah. Kemudian bentuk kembali dan padatkan dalam cetakan. Juga timbanglah benda uji untuk menghitung berat volume benda uji. aturlah arloji. tinggi dari benda uji. bentuk/potong sehingga diperoleh ukuran yang diinginkan. kemudian selubungkan membran pada benda uji dan ikat membran pada tutup atas maupun bawah dengan gelang karet pengikat. selubungkan membran pada benda uji. maka dapat berupa : o Contoh tanah yang rusak dapat dibentuk kembali dengan memasukan dalam kantong plastik. Persiapan benda uji  Bila contoh tanah yang diperiksa adalah contoh tanah asli dari tabung yang sesuai dengan benda uji yang diinginkan. dengan mula-mula piston beban dibuat bebas terhadap benda uji. 2. Pemasangan benda uji  Taruh benda uji diatas tutup atas specimen cap. PELAKSANAAN 1. dorong dengan alat pengeluar contoh tanah. Matikan pipa vakum.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 D. o Bila dikehendaki. kemudian letakan tutup atas diatas benda uji.  Bila contoh tanah padat buatan.

Kerjakan dengan cara yang sama benda uji kedua dan ketiga dengan tekanan sel yang berbeda besarnya. keluarkan air dalam sel. 0. PERHITUNGAN Hitung regangan axial tanah. 3. Atur arloji beban dan arloji 2011 regangan/pemendekan benda uji pada pembacaan nol.5 % (jika tanah belum pecah) dapat dibaca setiap 2 %.  Laksanakan pemeriksaan kadar air. 0. Pembebanan  Jalankan mesin beban dengan keceepatan 0. jika ada gelembung-gelembung udara yang harus dikeluarkan. kemudian buka sel dan keluarkan benda uji. Lanjutkan sampai pemendekan 15 % (meski tanah sudah pecah).5-2 persen/menit. hentikan mesin beban.  Bukalah membran karet dan buat sketsa bentuk pecahnya tanah.  Timbang dan catat berat benda uji. 0.  Selama pembebanan selalu amati manometer tekanan sel dan aturlah agar tekanan hampir konstan terkecuali bila memang digunakan alat dengan tekanan konstan. 4. berikan tekanan air (tekanan sel) sampai harga yang diinginkan. untuk setiap beban yang dibaca.3.1. 0.2. atau pemendekan 20 %.4.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Isilah sel triaksial dengan air.  Setelah selesai pembacaan. Selanjutnya atur arloji tekanan pori pada pembacaan nol. E. yaitu :  L Lo dimana : L = pemendekan benda uji Lo = panjang benda uji semula KELOMPOK D1 32 . Pembacaan yang lebih perlu dilakukan pada saat tanah mendekati pecah. Jalankan/atur dengan pemutar tangan agar piston beban hampir menempel pada benda uji. Baca dan catat pembacaan arloji ukur cincin beban dan tekanan air pori dan arloji ukur pemendekan benda uji pada kedudukan kedudukan pemendekan : 0.

Cari dari grafik tegangan deviator maksimum atau regangan 20%. Gambarkan lingkaran Mohr dengan cara yang sama bagi benda uji lainnya yang 2 telah diperiksa. mana yang lebih dulu terjadi pada pemeriksaan. KESIMPULAN: Grafik lingkaran Mohr hasil percobaan triaxal menunjukan bahwa lingkaran Mohr pada tanah ke-2 lebih besar dari lingkaran mohr pada tanah ke-3.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 Hitung rata-rata penampang tanah (A) pada setiap beban : A Ao 1  dimana : Ao = Luas penampang benda uji semula Hitung tegangan deviator pada setiap beban (σ3 – σ1) 3  1  P A dimana : P A = beban yang bekerja = Luas rata-rata penampang Gambar grafik hubungan antara tegangan deviator dan regangan sebagai absis. KELOMPOK D1 33 . tegangan (Q) berpengaruh pada nilai tegangan deviator (Δσ) yang menyebabkan grafik lingkaran mohr tanah ke-2 lebih besar dari tanah ke-3. Tanah ke-2 memiliki tegangan yang lebih tinggi dari tanah ke-3. Buat setengah lingkaran dengan pusat terletak pada sumbu tegangan normal dan absis sama dengan jari (1  3) dan jari 2 1  3 . Hitung tegangan utama major dan minor pada saat pecah yaitu : Tegangan utama major = σ1=tekanan sel Tegangan utama minor = σ3=tekanan deviator + sel Gambarkan lingkaran Mohr dari tegangan pada saat pecah pada salib sumbu dengan tegangan geser sebagai ordinat dan tegangan normal sebagai absis.

10 gram 6. Alat/mesin penekan tanah 2.1 cm. Tabung cetak belah 5. BENDA UJI Benda uji berupa tanah kohesif berbentuk silinder harus antara 2-3 kali diameter. Potong benda uji bagian atas dan bawahnya. D. Alat-alat pemeriksa kadar air. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Alat pengatur contoh tanah dari tabung contoh 3. Pemeriksaan kuat tekan bebas dapat dilakukan pada tanah asli contoh tanah padat buatan kuat tekan bebas (qu) adalah axial (kg/cm2) yang diperlukan untuk menekan suatu silinder tanah sampai pecah atau besarnya tekanan yang memberikan perpendekan tanah sebesar 20 %. Apabila benda uji 7. pengukur diameter dan tinggi 9. butir tanah terbesar dijinkan 1/6 kali diameter. ATM C. PELAKSANAAN 1. Stop watch 7.30 cm. Pengatur regangan 4. kemudian keluarkan dari tabung cetak belah. B. MAKSUD PERCOBAAN Untuk menentukan kuat tekan bebas tanah kohesif. KELOMPOK D1 34 . Diameter minimum benda uji 3. Persiapan benda uji :  Bila contoh tanah yang diperiksa adalah contoh tanah asli dari tabung yang sesuai dengan benda uji yang diinginkan. dorong dengan alat pengeluar contoh tanah.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN XI TEKAN BEBAS (D 4767 / D 2664 / D 5311) A. Timbangan dengan ketelitian 0. apabila sampai dengan perpendekan 20 % tersebut tidak pecah. maka keluarkan contoh tanah dari tabung. Alat bubut tanah 8.

masukan ke dalam kantong plastik dan remas dengan jari sampai rata seluruhnya. Bila demikian catat dan cantumkan dalam laporan.  Bila contoh tanah padat buatan. Pemadatan dapat dilaksanakan pada silinder pemadatan dan dapat ditumbuk. sehingga pecahnya benda uji tidak melampaui 10 menit. sehingga pelat atas menyentuh benda uji.  Contoh tanah padat buatan dapat diperoleh dengan memadatkan contoh tanah dengan kadar air dan kepadatan yang diinginkan. Catat pembacaan arloji pengukur beban dan arloji pengukur regangan setiap 30 detik. maka bila perlu sebelum pelaksanaan percobaan. Pemadatan dapat dilaksanakan langsung pada cetakan sesuai dengan persyaratan yang diinginkan. Pelaksanaan pemeriksaan ini KELOMPOK D1 35 . bila dapat ukurlah sudut kemiringan bidang pecahnya benda uji. Jika benda yang bekerja tidak pernah turun. dapat berupa contoh yang rusak (gagal pada pelaksanaan/persiapan percobaan).  Ukur dan catat ukuran diameter dan tinggi benda uji. kerjakan pembebanan sampai regangan/pemendekan benda uji mencapai 20 % dari tinggi benda uji.  Periksa kadar air tanah benda uji. kemudian didorong dan dibubut.5 – 2 % terhadap tinggi benda uji/menit.  Kerjakan alat pembebanan dengan kecepatan 0. contoh tanah dapat diuji terlebih dahulu.  Atur arloji ukur pada cincin beban dan arloji pengukur regangan pada pembacaan nol.  Hentikan pembebanan apabila tampak beban yang bekerja telah mengalami penurunan. Kecepatan ini diperkirakan sedemikian. Pembebanan :  Tempatkan benda uji pada alat tekan berdiri vertikal dan sentris pada plat alat dasar.  Atur alat tekan. bentuk/potong sehingga diperoleh ukuran yang diinginkan.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Bila contoh tanah asli ukurannya lebih besar dari benda uji yang diinginkan. Kemudian bentuk kembali dan padatkan dalam cetakan sehingga kepadatannya sama dengan tanah asli.  Buatlah sketsa dan catatlah perubahan benda uji. Hindarkan bertambahnya udara pada pori tanah. 2011 5.

c. derajat kekenyalan benda uji mula-mula. dihitung pada pembacaan ukur. arloji 4. d. 5. kadar air. Hitung luas rata-rata penampang benda uji dengan koreksi akibat pemendekan. agar kadar air tanah tidak berubah karena penguapan. Hitung tekanan axial yang bekerja pada benda uji setiap pembebanan. Tentukan harga maksimum axial yang terjadi dari grafik tersebut. s  P (kg / cm2 ) A dimana : P = gaya beban yang bekerja. A dimana : A0 1 R A0 = luas penampang benda uji mula-mula (cm2) R = regangan 3. benda uji berupa contoh asli atau padat batuan. PERHITUNGAN 1. ukuran diameter dan tinggi benda uji. jenis tanah secara visual. KELOMPOK D1 36 . bila benda uji tidak mengalami pecah. R L L0 dimana : L = pemendekan tinggi benda uji (cm) L0 = tinggi benda uji semula (cm) 2. kepadatan (berat volume kering). Tentukan harga maksimum axial yang terjadi dari grafik tersebut. Gambarkan grafik antara regangan (absis) dan tekanan yang bekerja (ordinat). kuat tekan bebas adalah tekanan pada regangan 20 %. Tekanan maksimum ini dilaporkan sebagai “kuat tekan bebas” tanah yang diperiksa = qu. 2011 E. Catat dan cantumkan dalam laporan hal-hal sebagai berikut : a.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH (persiapan + pembebanan) harus dilakukan secepatnya. b. Hitunglah regangan axial pada pembacaan yang dibaca.

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 KESIMPULAN Dari percobaan tekan bebas di atas maka di dapat nilai qu ( kuat tekan bebas ) untuk sampel tidak terganggu = 0. KELOMPOK D1 37 . Cu = 0.6375kg/cm2 dan sudut kemiringan pecahnya tanah = 90o. Sedangkan untuk sampel terganggu = 1.2750kg/cm2 .8773 kg/cm2 .43865 kg/cm2 dan sudut kemiringan pecahnya tanah = 30o. Cu = 0.

5 meter sekeliling titik dipasang kedua ujung jangkar untuk mengikat besi ambang (angker 4 buah). Manometer. caranya pluyer ditarik pada pemegangnya dan ditekan dulu keatas. 2. Konus dan bikonus. C. 5. 3. Alat sondir ringan 2 ton.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN XII SONDIR A. ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Perlawanan penetrasi konus adalah perlawanan tanah terhadap ujung yang dinyatakan dalam gaya per satuan luas. Dua pasang besi ambang penahan dipasang pada jangkar dengan sekrup. KELOMPOK D1 38 . Seperangkat pipa sondir lengkap dengan batang dalam. Kita tentukan titik dimana akan dilaksanakan penyondiran dan jarak kurang lebih 0. 3. PELAKSANAAN 1. MAKSUD PERCOBAAN Untuk mengetahui perlawanan penetrasi konus dan hambatan lekat tanah. Hambatan lekat adalah perlawanan geser tanah terhadap selubung bikonus dalam gaya per satuan panjang. Kamar instalasi diteliti apakah sudah berisi penuh dengan minyak kastrolik dan udara didalamnya dikeluarkan secara perlahan-lahan. Alat sondir dipasang di atas titik yang akan disondir dan diusahakan letak sumbu ditengah-tengah vertikal diatas titik tersebut. minyak hidrolik (kastrolik SAE 10). a. Kedua manometer 50 kg dipasang pada pipa. 2. alat-alat pembersih. 4. B. sesuai dengan kebutuhan serta panjang masing-masing 1 meter. agar udara didalam kamar dibuang. 4. Kunci-kunci pipa. oli. pembacaan sampai 350 kg/cm2.

kastroli tidak boleh terbuang dari lubang tersebut). Instalasi tertekan kebawah mengenai bagian atas dari batang sondir. 9. Sampai pada jarak 20 cm (ditentukan dari pipa) dari permukaan tanah. Setelah kegiatan sondir selesai. sesudah itu lubang tempat mengisi kastroli ditutup (perhatikan pada waktu sondir. sesuai dengan kebutuhan pada ujung pipa pertama. 13. dengan cara menaikan kembali poros gigi penahan. tekanan diatur terhadap penurunan tersebut. alat-alat dibesihkan. Alat pengukur dikeataskan dengan memutar katrol melalui batang pemutar penghantar. manometer harus dibaca setelah pembacaan selesai katrol diputar lagi untuk memindahkan tekanan pada pipa penyelubung. 7. Pembacaan pertama kita baca pada manometer yang hanya menunjukan tekanan pada ujung konus tanpa koreksi. Diwaktu menahan untuk mengukur. bersamaan dengan itu kastroli kita isi melalui pipa tempat mengisi sehingga kita rasa kamar instalasi tertekan karena terisi oleh kastroli. 2011 KELOMPOK D1 39 . Kemudian penggeser ditarik keluar sehingga tekanan sekarang beralih pada bikonus melalui batang sondir ke alat pengukur. 12. dan pembacaan kedua menunjukan tegangan ujung bikonus ditambah dengan tegangan lekat dari selubung bikonus. Setelah selesai penyondiran. 6. Bilamana konus telah mencapai kedalaman 1 m berarti batang sondir masih berada 20 cm diatas tanah. pipa disambungkan dan tekanan diberikan segera setelah penyambungan dilakukan. Pekerjaan ini dilakukan sampai pada lapisan tanah tertentu/keras. 5. pipa dicabut perlahan-lahan dengan memutar katrol dan diusahakan supaya pipa tidak lepas.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH b. 8. Manometer kita buka krannya. c. Pasang konus dan bikonus. 10. Pembacaan pertama menunjukan tegangan pada ujung bikonus. Pipa penyelubung menekan kerucut yang masuk kedalam tanah sampai kedalaman tertentu. 14. 15. konus merosot + 4 cm dalam tanah. Pasang rangkaian pipa untuk memasukan konus tersebut pada mesin sondir. Kemudian bikonus ditekan secara perlahan-lahan setinggi + 4 cm dimana pada saat ini pembacaan kedua dilakukan. pipa ditekan kebawah sampai menekan tanah asli dengan kecepatan konstan. Setelah alat sondir siap. 11. Poros gigi tekan diputar kebawah sampai pipa dan konus turun lagi 20 cm dan hargaharga penyondirandilakukan lagi.

 Hambatan lekat dihitung dengan rumus : 2011 HL  (JH  HK) dimana : A B A =Tahap pembacaan 20 cm B = Faktor alat  Jumlah hambatan lekat : JHLI=HL dimana : I = Kedalaman yang dicapai konus E. bahwa hambatan konus dan jumlah hambatan yang memenuhi syarat berada pada kedalaman 5 m. PERHITUNGAN Pekerjaan dihentikan pada keadaan :  Untuk sondir ringan.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH D. Hal ini dapat dilihat dari data penyondiran. pada waktu tekanan manometer tiga kali berturut-turut telah melebihi 350 kg/cm2. atau kedalaman maksimum 30 m. KELOMPOK D1 40 . KESIMPULAN Tanah yang dilakukan percobaan sondir adalah tanah timbunan.

Cawan diisi dengan tanah masing-masing cawan A dan B ditimbang berat cawan dan tanah (W2). Hitung kadar airnya. kemudian ditimbang berat cawan + tanah kering (W3). MAKSUD PERCOBAAN Untuk memeriksa kadar air dari suatu cotoh tanah. Setelah 24 jam dikeluarkan dari oven dan didinginkan.01 gram. D. Semua cawan yang akan digunakan. 4. Masukkan tanah yang telah ditimbang tadi ke dalam oven selama 24 jam. untuk berat kurang dari 100 gram 0. Oven dengan suhu yang dapat diatur konstan pada 105° – 110° C. ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN 1.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN XIII KADAR AIR TANAH ASLI (D 2216-92) A. 4. C. 3. Desikator. KELOMPOK D1 41 . untuk berat lebih dari 1000 gram/. PELAKSANAAN 1.8137 %. B. KESIMPULAN Dari percobaan kadar air di atas maka di dapat kadar air rata-rata = 14. Kadar air tanah adalah perbandingan antara berat air yang dikandung tanah dan berat kering tanah dalam persen.10 gram untuk berat antara 100 gram – 1000 gram 1 gram. 2. Timbangan yang mempunyai ketelitian sekurang-kurangnya : 0. 3. dibersihkan dan kemudian cawan ditimbang dan dicatat. BENDA UJI Contoh tanah (basah) yang dipergunakan yang lolos saringan #. 2. Cawan timbangan tertutup dari gelas atau logam tahan karat.4 dengan berat minimum 50 – 100 gram.

5. 3. keras.51 cm. kering dan bisa mengalir bebas (pasir ottawa). Timbang kontainer (=W1).51 cm. Botol transparan untuk pasir. d. 8. ALAT ALAT YANG DIGUNAKAN 1. Kantong plastik. Pasang corong pada botol transparan. Alat ini digunakan untuk menguraikan secara terbatas. yang lebih kecil dari 5 cm. Plat dasar/landas ukuran 30. MAKSUD PERCOBAAN Untuk mengetahui/menentukan kepadatan dari suatu tempat pada lapisan atau perkerasan yang telah dipadatkan. yaitu : 1. pada tanah yang mengandung butir kasar. Oven.48 cm. PELAKSANAAN Pelaksanaan dibagi dalam 2 tahap. C. 6. Pasir bersih. KELOMPOK D1 42 . c. Balikan botol dan letakan diatas kontainer. Corong kerucut ukuran 16. 2. Isi botol transparan dengan pasir secukupnya. cawan. e. sehingga corong kontak dengan bagian atas kontainer.48 x 30. 7. Timbang kapasitas 10 kg dengan ketelitian 1 kg dan kapasitas 500 gram dengan ketelitian 0. berlobang ditengah ukuran 16. b. Persiapan di laboratorium  Menentukan berat isi kering pasir dalam gram/cm3 a. Container. Buka kran pelan-pelan hingga pasir dalam botol mengalir mengisi container. B. 4.1 kg.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN XIV PEMADATAN LAPANGAN (SAND CONE) (D 1556) A.

Setelah kontainer penuh dengan pasir. corong dan sisa pasir dalam botol (=W4). kemudian ditimbang beratnya bersama dengan corong. b. c. kemudian timbang beratnya (=W2). Kemudian ratakan bagian atas tanah yang akan diperiksa. a. aliran pasir akan terhenti. kemudian ditimbang. Persiapan di lapangan  Menentukan volume lubang pemeriksaan. Hitung berat pasir dalam corong (=W3-W4). d. Letakan botol terbalik diatas plat landas sedemikian rupa sehingga corong kontak dengan lubang. 2. Buka keran corong perlahan-lahan sehingga pasir memenuhi corong. Setelah corong penuh dengan pasir. f. corong. tepat diatas lubang dan usahakan dinding dasar dari lubang tersebut serata mungkin. Ratakan permukaan pasir dalam kontainer. Timbang botol. Setelah penuh. e. i. dan sisa pasir. dan timbang beratnya (=W3). Didapat berat isi tanah dan kadar air dari tanah tersebut. Berat isi kering pasir adalah : D ps  ( W2  W1 ) (gram / cm ³) V1 2011  Menentukan berat pasir dalam corong. Kran ditutup dan botol diangkat. Gali tanah dengan kedalaman maksimum 12 cm. kran ditutup dan botol diangkat dengan hati-hati. a. g. h. e. Letakan botol beserta corong terbalik di atas pelat landas sehingga pasir memenuhi lubang dan corong. c. angkat dan timbang botol. Isi botol dengan pasir secukupnya. kemudian pasang corong pada mulut botol. d.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH f. Isi botol dengan pasir secukupnya. b. Seluruh tanah dari hasil galian tersebut dimasukan ke dalam kantong plastik. KELOMPOK D1 43 . Hitung volume kontainer (=V1 cm3). Letakan plat landas diatasnya.

Kemudian pasir yang ada didalam lubang diangkat dengan hati-hati. KELOMPOK D1 44 .637. maka berat isi tanah kering = 0. Derajat kepadatan lapangan  berat isi kering lapangan  100 % berat isi kering laboratori um catatan : digunakan pasir ottawa karena pasir ini memiliki butir-butir yang seragam atau homogen sewaktu mengisi kontainer dengan pasir. Bersihkan dari tanah yang terbawa ke dalam pasir. sebab akan mempengaruhi kepadatan dari pasir untuk mencari ketelitian. Volume lubang pemeriksaan  berat pasir dalam lubang (cm 3 ) berat isi kering pasir 4. maka percobaan ini perlu dilakukan 3 kali KESIMPULAN Dari percobaan sand cone di atas. jangan sampai ada getaran. kemudian di timbang. PERHITUNGAN 1. Hitung pasir yang akan keluar = berat (botol + pasir mula-mula) – berat (botol + pasir sisa) 2. Dan derajat kepadatan max untuk 100% = 38. Berat isi tanah kering  berat isi tanah basah  100% 100  kadar air 6. Hitung berat pasir dalam lubang = berat pasir yang akan keluar – berat pasir dalam corong 3.6. Berat isi tanah basah  berat tanah basah (gram / cm 3 ) volume lubang 5. 2011 D.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH f.

D. Arloji dibaca ketika cone (konus) masuk ke tanah. Tekan cone ke bawah dengan gerakan konstan kira-kira 25 cm/det. Propinring. seperti apa yang telah ditentukan (dalam percobaan ini batang telah ada garis kalibrasi untuk setiap pembacaan). 4. dll. 2. C.2 inch2 dan 0. tapi untuk mendesain perkerasan jalan CBR ini tidak dipergunakan karena hasil yang didapat terlalu besar. 3. 6. Pegangan 2. 4. Periksa alat cone penetrometer (sambungan-sambungan batang. KELOMPOK D1 45 . MAKSUD PERCOBAAN Untuk menentukan CBR di tempat pada kedalaman tertentu. ALAT YANG DIPERGUNAKAN 1. Perlengkapan lainnya : cangkul untuk mengeruk tanah sendok tembok untuk meratakan tanah.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 PERCOBAAN XV CONE PENOTROMETER (D 3441-86) A. Arloji pembacaan (dial). B. arloji menunjukan angka nol). cone berposisi vertikal dan tangan simetris pada pegangan. Gali lubang sampai tanah dasar kemudian ratakan. 5. 5. BENDA UJI Langsung dilakukan di lapangan. Dua batang yang dapat disambung satu sama lainya. 3. PELAKSANAAN 1.5 inch2. Dua macam konus dengan luas 0. Ujung konus cone penetrometer ditempatkan di tanah dasar tadi.

Titik ke 3 = …………. tangan harus berada dibawah propinring. jarak 30 cm dengan kedalaman yang sama. 2. cm = …………. Maka untuk itu dipakai cara sebagai berikut : Misalkan : kita mengambil dari hasil pembacaan kedalaman : H = 2. %.5 cm. hasilnya dirata-ratakan Nilai CBRnya Tebal teoritis didapat Tebal lapisan penutup (Tt .H) Jadi CBR yang diperlukan = …………. konus dan batang cone harus dibersihkan. Kemudian dirata-ratakan hasilnya. terlampir bersama formulir. Setiap akan memulai atau sesudah pemeriksaan. Ini dibuat agar pemeriksaan lebih teliti. KELOMPOK D1 46 . % = …………. =………….5 cm (data terlampir) H = 2. PERHITUNGAN Diambil dari hasil percobaan. Cara menentukan nilai CBR. Titik ke 1 = ………….PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 6. 2011 E. maka nilai CBR berlainan pula. Waktu mengangkat alat (cone). maka didapat nilai CBR =…………. Titik ke 2 = …………. . Nilai penentuan CBR tanah dasar diperoleh dengan dasar menentukan tebal perkerasan diatasnya.% F. demikian untuk seterusnya. dll) Setelah diketahui seluruhnya (CBR yang diperlukan) maka untuk menentukan CBR nya diambil niali CB yang terkecil dan dari hasil praktikum di lapangan didapat CBR = …………. Oleh karena kedalaman tanah itu berlainan. sesudah itu dicari nilai ekuivalen nilai CBR dengan menggunakan grafik 1. Jumlah = ………….. Sebaiknya dalam satu lubang pemeriksaan dilakukan 3 kali dengan posisi segitiga sama sisi. cm = ………. HAL-HAL YANG HARUS DIPERHATIKAN 1.… cm Demikian untuk selanjutnya (H = 5 cm. Hasil dari titik pemeriksaan Pembacaan pada kedalaman nol.

Pada tanah biasanya mempunyai daya dukung yang bertambah kalau semakin dalam. Tetapi sebaliknya di jalan raya yang sudah lama mempuyai tanah dasar bagian atas lebih pada dibandingkan tanah dasar bagian dalam. Pada waktu pemeriksaan pembacaan mendekati nol. Dikerjakan minimum 2 orang. Seandainya jarum pembacaan mencapai angka 250 sedang kedalaman belum 45 cm maka lubang tersebut harus digali lagi untuk mengetahui dengan pasti di bawah tanah lapisan padat tidak terdapat lapisan lunak. 5. mempunyai lapisan yang tipis dari bahan yang lunak. Jadi pembacaan mendekati nol tersebut adalah pembacaan kecil/rendah dan sebaliknya yaitu pembacaan tinggi. KELOMPOK D1 47 . tetapi ada hal-hal yang perlu diketahui pada tanah yang lunak ialah : mempunyai lapisan padat yang tipis.50 %. pemeriksaan perlu diulang. pengaruh stabilisasi tanah mekanis dengan masuknya pasir yang halus dari sub base. 4. Batas pembacaan : Arloji pembacaan mempunyai batas satuan pembacaan yaitu dari 0 – 300. hal ini disebabkan oleh : pengaruh lalu lintas. Bila ada hal-hal yang diaragukan misalnya konus kena batu. untuk menekan alat dan untuk membaca dial. ini bisa terjadi pada tanah yang lembek atau basah dan sebaliknya pembacaan mendekati 300 terjadi pada tanah lempung yang kering serta padat atau pada lanau dan pasir yang padat.PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 3. sedang jarum pembacaan 250 (maksimum). 2011 dengan adanya tanah tersebut diatas maka disarankan agar setiap penetrasi harus mencapai kedalaman 45 cm. KESIMPULAN Dari percobaan Cone Penetrometer diatas didapat CBR terkecil = 10.

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH DOKUMENTASI  Persiapan Material 2011 KELOMPOK D1 48 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 KELOMPOK D1 49 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Distribusi Ukuran Butir Tanah 2011 KELOMPOK D1 50 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 KELOMPOK D1 51 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011  Kadar Air KELOMPOK D1 52 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Analisa Hidrometer 2011 KELOMPOK D1 53 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 KELOMPOK D1 54 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Berat Jenis 2011 KELOMPOK D1 55 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Batas – Batas Atterberg 2011 KELOMPOK D1 56 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 KELOMPOK D1 57 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH 2011 KELOMPOK D1 58 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  Pemadatan 2011 KELOMPOK D1 59 .

PRAKTIKUM MEKANIKA TANAH  CBR 2011 KELOMPOK D1 60 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful