TEORI DIENES Disusun guna memenuhi tugas mata kuliah Psikologi Belajar Matematika Dosen : Dr. Ibrahim M.

Pd

Disusun Oleh : 1. 2. 3. 4. 5. Ahmad Edi Dani Kurniawan Magfiroh Alisha Suryani Aris Tri Handayani () () () () (10600050)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN MATEMATIKA FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SUNAN KALIJAGA YOGYAKARTA 2012

efektif dan menyenangkan). PEMBAHASAN A. Hal ini berarti proses pembelajaran dapat membangkitkan dan membuat anak didik senang dalam belajar. Penyajian pembelajaran matematika saat ini tidak terlepas dari teori psikologi pembelajaran kognitivisme. . ia mengembangkan sistem pengajaran matematika agar lebih menarik dan mudah untuk dipelajari siswa. Kreatif diartikan guru memberikan variasi dalam kegiatan belajar mengajar dan membuat alat bantu belajar. kreatif. Sejarah Zoltan P. Aktif diartikan peserta didik maupun berinteraksi untuk menunjang pembelajaran. Menurut Siswono (2004). Proses belajar meliputi pengaturan stimulus yang diterima dengan struktur kognitif yang terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pengalamanpengalaman sebelumnya. pengetahuan dan sikap bagi kehidupan kelak.PENDAHULUAN Perkembangan psikologi kognitif sebagai suatu cabang psikologi yang memfokuskan Studi-studinya pada aktivitas mental atau pikiran manusia telah berkembang sangat pesat seiring dengan menurunnya popularitas psikologi behaviorisme. Dienes adalah seorang guru matematika. kreatif. PAKEM bertujuan untuk menciptakan sesuatu lingkungan belajar yang lebih melengkapi peserta didik dengan ketrampilan-keterampilan. Galloway (Ratumanan. retensi. Oleh karena itu teori belajar Dienes ini sangat terkait dengan konsep pembelajaran dengan pendekatan PAKEM (Pembelajaran Aktif. Teori belajar Dienes yang menekankan pada tahapan permainan yang berarti pembelajaran yang diarahkan pada proses melibatkan anak didik dalam belajar. efektif dan menyenangkan (PAKEM). berkembangnya studi tentang perkembangan kognitif dan bahasa serta kemajuan ilmu komunikasi. Studi tentang perkembangan kognitif manusia telah melahirkan teori psikologi pembelajaran dan membentuk aliran baru yang disebut kognitivisme. pengolahan informasi. emosi dan faktor-faktor lain. Berbasiskan pada teori Piaget. 2004) mengemukakan bahwa belajar suatu proses internal yang mencakup ingatan. Teori belajar Dienes pada prinsipnya sangat relevan dengan teori perkembangan intelektual Piaget dan konsep Pembelajaran Aktif.

semarak. 3. semuanya merupakan contoh konsep bilangan genap. enam. 275 berarti 2 ratusan ditambah 7 puluhan ditambah 5 satuan merupakan akibat dari notasi nilai tempat dalam menyajikan bilangan-bilangan yang didasarkan pada sistem pangkat dari sepuluh.bahkan mencipta teknik-teknik mengajar tertentu sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dan tujuan belajarnya. jika dibalik para siswa hanya akan menghafal pola-pola bagaimana memanipulasi simbol-simbol tanpa pemahaman konsep matematika murni yang mendasarinya. Pemilihan sistem notasi yang sesuai untuk berbagai cabang matematika adalah faktor penting dalam pengembangan dan perluasan matematika selanjutnya. Konsepkonsep terapan hendaknya diberikan kepada siswa setelah mereka mempelajari konsep matematika murni dan notasi sebagai prasyarat. 1110 (basis dua). Konsep notasi adalah sifat-sifat bilangan yang merupakan akibat langsung dari cara penyajian bilangan. 1. 2. dan mendorong pemusatan perhatian peserta didik terhadap belajar. Konsep Matematika Menurut Dienes. XII. a2 x a3 = a6. terkondisi untuk trus berlanjut. Konsep terapan adalah penerapan dari konsep matematika murni dan notasi untuk penyelesaian masalah dalam matematika dan dalam bidang-bidang yang berhubungan. Panjang. konsep notasi. luas dan volume adalah konsep matematika terapan. Siswa yang membuat kesalahan manipulasi simbol seperti 3x + 2 = 4 maka x + 2 = 4 – 3. ada tiga jenis konsep matematika yaitu konsep murni matematika. = x. Menyenangkan diartikan sebagai suasana belajar mengajar yang ”hidup”. Efektif yang diartikan sebagai ketercapaian suatu tujuan (kompetensi) merupakan pijakan utama suatu rancangan pembelajaran. dan Δ Δ Δ Δ. dan konsep terapan. dan sepenuhnya bebas dari cara bagaimana bilangan-bilangan itu disajikan. . B. Sebagai contoh. walaupun masingmasing menunjukkan cara yang berbeda dalam menyajikan suatu bilangan genap. Konsep-konsep murni hendaknya dipelajari oleh siswa sebelum mempelajari konsep notasi. Konsep murni matematis Konsep matematis murni berhubungan dengan klasifikasi bilangan-bilangan dan hubungan-hubungan antar bilangan. ekspresif. 8. Fakta bahwa dalam basis sepuluh.

Dapat dikatakan bahwa objek-objek kongkret dalam bentuk permainan mempunyai peranan sangat penting dalam pembelajaran matematika jika dimanipulasi dengan baik. Seperti halnya dengan Bruner. dan permainan matematika. Menurut Dienes (dalam Ruseffendi. yang dilakukan melalui media matematika yang disain secara khusus. 1992:125-127). Anak didik diberi kebebasan . Tahap. Dienes mengemukakan bahwa tiap-tiap konsep atau prinsip dalam matematika yang disajikan dalam bentuk yang konkret akan dapat dipahami dengan baik. yang setiap seri dalam rangkaian kegiatan belajar dari kongkret ke simbolik. Permainan bebas merupakan tahap belajar konsep yang aktifitasnya tidak berstruktur dan tidak diarahkan. akibatnya sistem pembelajaran matematika Dienes menekankan laboratorium matematika.dan = x + berusaha menerapkan konsep murni dan konsep notasi yang tidak cukup mereka kuasai. 1992) berpendapat bahwa pada dasarnya matematika dapat dianggap sebagai studi tentang struktur. Perkembangan konsep matematika menurut Dienes (dalam Resnick. tahap yang paling awal dari pengembangan konsep bermula dari permainan bebas. Dienes memandang belajar konsep sebagai seni kreatif yang tidak dapat dijelaskan oleh teori stimulus-respon mana pun seperti tahap-tahap belajar Gagne. Permainan Bebas (Free Play) Dalam setiap tahap belajar. C. Dienes membagi tahap-tahap belajar menjadi 6 tahap. Tahap belajar adalah interaksi yang direncanakan antara yang satu segmen struktur pengetahuan dan belajar aktif. 1981) dapat dicapai melalui pola berkelanjutan.Tahap dalam Belajar Konsep Matematika Dienes (dalam Ruseffendi. konsep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dalam tahap-tahap tertentu. memisah-misahkan hubungan-hubungan di antara struktur-struktur dan mengkategorikan hubungan-Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar hubungan di antara struktur-struktur. Menurut Dienes. permainan matematika sangat penting sebab operasi matematika dalam permainan tersebut menunjukkan aturan secara kongkret dan lebih membimbing dan menajamkan pengertian matematika pada anak didik. objek-objek yang dapat dimanipulasi. Dienes percaya bahwa semua abstraksi didasarkan pada intuisi dan pengalaman konkret. yaitu : 1.

atau tidak merah (biru). 3. anak diminta mengidentifikasi sifat-sifat yang sama dari benda-benda dalam kelompok tersebut (anggota kelompok). Untuk melatih dalam mencari kesamaan sifat-sifat ini. Contoh dengan permainan block logic. atau yang merah. anak dihadapkan pada kelompok persegi dan persegi panjang yang tebal. Selama permainan pengetahuan anak muncul. anak didik mulai mempelajari konsep-konsep abstrak tentang warna. timbul pengalaman terhadap konsep tipis dan merah. Jelaslah. kuning). anak didik memerlukan suatu kegiatan untuk mengumpulkan bermacam-macam pengalaman. akan semakin jelas konsep yang dipahami siswa. serta timbul penolakan terhadap bangun yang tipis (tebal). guru perlu mengarahkan mereka dengan menstranslasikan kesamaan struktur dari bentuk permainan lain. anak diberi kegiatan untuk membentuk kelompok bangun yang tipis. karena akan memperoleh hal-hal yang bersifat logis dan matematis dalam konsep yang dipelajari itu. dan sebagainya. Permainan Kesamaan Sifat (Searching for communalities) Dalam mencari kesamaan sifat siswa mulai diarahkan dalam kegiatan menemukan sifat-sifat kesamaan dalam permainan yang sedang diikuti. Makin banyak bentuk-bentuk berlainan yang diberikan dalam konsep tertentu. Permainan yang Menggunakan Aturan (Games) Dalam permainan yang disertai aturan siswa sudah mulai meneliti pola-pola dan keteraturan yang terdapat dalam konsep tertentu. Dalam tahap ini anak mulai membentuk struktur mental dan struktur sikap dalam mempersiapkan diri untuk memahami konsep yang sedang dipelajari. hijau.untuk mengatur benda. dengan melalui permainan siswa diajak untuk mulai mengenal dan memikirkan bagaimana struktur matematika itu. 2. atau yang tebal. tebal tipisnya benda yang merupakan ciri/sifat dari benda yang dimanipulasi. dan kegiatan untuk yang tidak relevan dengan pengalaman itu. Translasi ini tentu tidak boleh mengubah sifat-sifat abstrak yang ada dalam permainan semula. Keteraturan ini mungkin terdapat dalam konsep tertentu tapi tidak terdapat dalam konsep yang lainnya. Misalnya dengan diberi permainan block logic. Anak yang telah memahami aturan-aturan tadi. atau yang berwarna merah. Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar untuk membuat konsep abstrak. . kemudian membentuk kelompok benda berbentuk segitiga. Contoh kegiatan yang diberikan dengan permainan block logic. Menurut Dienes. Dalam membentuk kelompok bangun yang tipis.

Permainan Representasi (Representation) Representasi adalah tahap pengambilan sifat dari beberapa situasi yang sejenis. Untuk pengajaran konsep matematika yang lebih sulit perlu dikembangkan materi matematika secara kongkret agar konsep matematika dapat dipahami dengan tepat. komutatif. Setelah mereka berhasil menyimpulkan kesamaan sifat yang terdapat dalam situasi-situasi yang dihadapinya itu. an mempunyai elemen invers. . Permainan dengan Formalisasi (Formalization) Formalisasi merupakan tahap belajar konsep yang terakhir. tahap formalisasi anak tidak hanya Karso (1999:1. Berbagai penyajian materi (multiple embodinent) dapat mempermudah proses pengklasifikasian abstraksi konsep. Dienes (dalam Resnick. 6. Dienes berpendapat bahwa materi harus dinyatakan dalam berbagai penyajian (multiple embodiment). tetapi mereka sudah mempunyai pengetahuan tentang sistem yang berlaku dari pemahaman konsep-konsep yang terlibat satu sama lainnya. 5.20) menyatakan. Para siswa menentukan representasi dari konsep-konsep tertentu. 1981) menyatakan bahwa proses pemahaman (abstracton) berlangsung selama belajar.4. sebagai contoh siswa yang telah mengenal dasar-dasar dalam struktur matematika seperti aksioma. Misalnya bilangan bulat dengan operasi penjumlahan peserta sifat-sifat tertutup. asosiatif. membentuk sebuah sistem matematika. sehingga anak-anak dapat bermain dengan bermacam-macam material yang dapat mengembangkan minat anak didik. harus mampu merumuskan teorema dalam arti membuktikan teorema tersebut. Permainan dengan Simbolisasi (Symbolization) Simbolisasi termasuk tahap belajar konsep yang membutuhkan kemampuan merumuskan representasi dari setiap konsep-konsep dengan menggunakan simbol matematika atau melalui perumusan verbal. Representasi yang diperoleh ini bersifat abstrak. Dalam tahap ini siswasiswa dituntut untuk mengurutkan sifat-sifat konsep dan kemudian merumuskan sifatsifat baru konsep tersebut. adanya elemen identitas. Dengan demikian telah mengarah pada pengertian struktur matematika yang sifatnya abstrak yang terdapat dalam konsep yang sedang dipelajari. pada mampu merumuskan teorema serta membuktikannya secara deduktif.

sehingga anak didik dapat melihat struktur dari berbagai pandangan yang berbeda-beda dan memperkaya imajinasinya terhadap setiap konsep matematika yang disajikan. peta dan akhirnya memadukan simbolo-simbol dengan konsep tersebut. peranan guru adalah untuk mengatur belajar anak didik dalam memahami bentuk aturan-aturan susunan benda walaupun dalam skala kecil. Langkah-langkah ini merupakan suatu cara untuk memberi kesempatan kepada anak didik ikut berpartisipasi dalam proses penemuan dan formalisasi melalui percobaan matematika. semakin banyak bentuk-bentuk berlainan yang diberikan dalam konsep tertentu. Langkah selanjutnya. Proses pembelajaran ini juga lebih melibatkan anak didik pada kegiatan belajar secara aktif dari pada hanya sekedar Pembelajaran Matematika Sekolah Dasar menghapal. variasi sajian hendaknya tampak berbeda antara satu dan lainya sesuai dengan prinsip variabilitas perseptual (perseptual variability). Berhubungan dengan tahap belajar. suatu anak didik dihadapkan pada permainan yang terkontrol dengan berbagai sajian. Berbagai sajian (multiple embodiment) juga membuat adanya manipulasi secara penuh tentang variabelvariabel matematika. mungkin suatu tahap (bisa tahap bermain bebas) tidak cocok bagi para siswa atau kegiatan-kegiatan untuk dua atau tiga tahap dapat digabung menjadi satu kegiatan. Variasi matematika dimaksud untuk membuat lebih jelas mengenai sejauh mana sebuah konsep dapat digeneralisasi terhada konteks yang lain. Kegiatan ini menggunakan kesempatan untuk membantu anak didik menemukan cara-cara dan juga untuk mendiskusikan temuan-temuannya. grafik. semakinjelas bagi anak dalam memahami konsep tersebut. adalah memotivasi anak didik untuk mengabstraksikan pelajaran tanda material kongkret dengan gambar yang sederhana. Pentingnya simbolisasi adalah untuk meningkatkan kegiatan matematika ke satu bidang baru. D. Dari sudut pandang tahap belajar. menurut Dienes.Menurut Dienes. Dengan demikian. agar pada suatu waktu simbol tetap terkait dengan pengalaman kongkretnya. Mungkin perlu dirancang kegiatan-kegiatan belajar khusus untuk setiap . Anak didik pada masa ini bermain dengan simbol dan aturan dengan bentuk-bentuk kongkret dan mereka memanipulasi untuk mengatur serta mengelompokkan aturan-aturan Anak harus mampu mengubah fase manipulasi kongkret. Penerapan Teori Dienes dalam Pembelajaran Dalam menerapkan enam tahap belajar konsep dari Dienes untuk merancang pembelajaran matematika.

Siswa yang dapat memasangkan kartu-kartunya sehingga memperoleh jumlah hasilkali terbesar adalah pemenang dalam kelompoknya. dan bilangan-bilangan pada kartu merah (hati dan belah ketupat) sebagai bilangan negatif. Guru mungkin juga mendiskusikan penjumlahan dan pengurangan pada bilangan bulat dan sifat pertukaran dan pengelompokan penjumlahan. dan kemudian menjumlahkan kedua hasilkali itu. mengurang. Guru bisa juga mengganti permainan bebas dengan tinjauan informal. dan menambah dan mengurang bilangan-bilangan bulat sebelum belajar mengalikan bilangan bulat. mengalikan dan membagi bilangan-bilangan asli. tetapi untuk siswa-siswa SMP dimungkinkan menghilangkan tahap-tahap tertentu dalam mempelajari beberapa konsep. Setiap siswa mengelompokkan kartu-kartunya menjadi berpasang-pasangan. kartu hitam 2 dan 4 dan kartu merah 7 dan 5 dapat digunakan untuk membuat 2 x 4 + (-7 x -5) = 43. jika aturan yang benar bahwa hasilkali dua bilangan bulat negatif adalah suatu bilangan bulat positif telah dirumuskan.tahap jika kita mengajar siswa-siswa SD kelas rendah. Jika tidak. Konsekuensinya para siswa langsung dihadapkan pada masalah bagaimana mengelompokkan kartu-kartu negatif untuk mendapatkan hasil kali dan jumlah positif yang besar. kita berasumsi bahwa konsep-konsep dan keterampilan-keterampilan itu telah dikuasai oleh para siswa. Karena hampir semua siswa belajar menambah. kemudian mengalikan kedua bilangan yang ditunjukkan oleh setiap pasang kartu. Model mengajar matematika dari Dienes hendaknya diperlakukan sebagai pedoman. Bagi para siswa kelas 6 atau 7. maka bilangan-bilangan negatif tidak akan . dapat mulai sesi permainan bebas dengan secara informal mendiskusikan pengerjaan hitung pada bilangan asli dan sifat-sifat aljabar dari bilangan asli. Konsep perkalian bilangan bulat negatif akan dibahas di sini sebagai contoh bagaimana tahap-tahap Dienes dapat digunakan sebagai pedoman dalam merancang kegiatan mengajar/belajar. Sebagai contoh. Atau tahap bermain bebas dan game bisa digabung menjadi beberapa permainan seperti permainan kartu sederhana berikut: guru hendaknya menyiapkan meja panjang secukupnya untuk permainan kartu standar sedemikian hingga terdapat satu meja panjang untuk setiap lima siswa dalam kelas. dan bukan sekumpulan aturan yang harus diikuti secara ketat. Bilangan-bilangan pada kartu hitam dianggap sebagai bilangan positif. Beberapa kelompok mungkin menyepakati aturan-aturan yang berbeda untuk menangani hasilkali dua bilangan negatif. Para siswa yang bermain dalam kelompok lima orang dan setiap anak memegang empat kartu.

Oleh karena itu agar perkembangan kognitif seorang anak berjalan secara maksimal diperkaya dengan pengalaman edukatif. Selain daripada itu. . tahap Permainan yang Menggunakan Aturan (Games). Jadi. Beberapa siswa tentunya akan saling bertanya atau bertanya kepada guru tentang bagaimana menyekor bilangan bulat negatif. perkembangan kognitif seorang individu dipengaruhi oleh lingkungan dan transmisi sosial. semakin ia dewasa makin meningkat pula kemampuan berpikirnya.menolong dalam mengorganisasi seorang pemenang. dalam memandang anak keliru jika kemampuan anak dengan kemampuan orang dewasa sama. karena efektivitas hubungan antara setiap individu dengan lingkunganya dan kehidupan sosialnya berbeda satu sama lain. Dalam teori Dienes konsep-konsep matematika akan berhasil jika dipelajari dalam tahap-tahap tertentu yaitu tahap Permainan Bebas (Free Play). tahap Permainan Representasi (Representation). tahap Permainan Kesamaan Sifat (Searching for communalities). KESIMPULAN Perkembangan kognitif setiap individu yang berkembang secara kronologi tidak terlepas dari faktor usia. tahap Permainan dengan Formalisasi (Formalization). pola berpikir anak-anak tidak sama dengan pola berfikir orang dewasa. Maka tahap perkembangan kognitif yang dicapai oleh setiap individu berbeda pula. tahap Permainan dengan Simbolisasi (Symbolization). Jadi. sebab anak bukan miniatur orang dewasa.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful