You are on page 1of 4

Pembuatan Media dan Steriliasi

April 15th, 2008 | 9 Comments | Posted in Mikrobiologi Mikroorganisme yang ingin kita tumbuhkan, yang pertama harus dilakukan adalah memahami kebutuhan dasarnya kemudian memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan. Air sangat penting bagi organisme bersel tunggal sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium sebaiknya menggunakan air suling. Air sadah umumnya mengandung ion kalsium dan magnesium yang tinggi. Pada medium yang mengandung pepton dan ektrak daging, air dengan kualitas air sadah sudah dapat menyebabkan terbentuknya endapan fosfat dan magnesium fosfat (Hadioetomo, 1993). Alat yang akan digunakan dalam suatu penelitian atau praktikum harus disterilisasi terlebih dahulu untuk membebaskan semua bahan dan peralatan tersebut dari semua bentuk kehidupan. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan semua organisme yang teradapat pada suatu benda. Proses sterilisasi dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu penggunaan panas (pemijaran dan udara panas); penyaringan; penggunaan bahan kimia (etilena oksida, asam perasetat, formaldehida dan glutaraldehida alkalin) (Hadioetomo, 1993). Tujuan praktikum ini adalah agar dapat melakukan pembuatan media serta cara mensterilisasikan suatu alat atau bahan.

Memformulasikan suatu medium atau bahan yang akan digunakan untuk menumbuhkan mikroorganisme di dalamnya harus memperhatikan berbagi macam ketentuan seperti jika yang ingin kita membuat medium untuk organisme bersel tunggal, biasanya air sangat penting sebagai komponen utama protoplasmanya serta untuk masuknya nutrien ke dalam sel. Pembuatan medium agar padat, digunakan agar-agar, gelatin atau gel silika. Bahan agar yang utama adalah galaktan (komplek karbohidrat yang diekstrak dari alga genus Gelidium). Agar akan larut atau cair pada suhu hampir 100oC dan akan cair apabila kurang lebih 43oC (Hadioetomo, 1993). Menurut Schlegel (1993) agar merupakan media tumbuh yang ideal yang diperkenalkan melalui metode bacteriaological. Organisme hidup memerlukan nutrisi untuk pertumbuhannya. Subtansi kimia organik dan inorganik diperoleh dari lingkungan dalam berbagai macam bentuk. Nutrien diambil dari likungan kemudian ditransformasikan melalui membran plasma menuju sel. Di sel beberapa nutrisi diolah menghasilkan energi yang digunakan dalam proses seluler (Lim, 1998). Bakteri dalam medium juga memerlukan makanan untuk pertumbuhannya. Bakteri yang tidak punya akar harus berada pada permukaan larutan makanan yang cair. Pertumbuhan bakteri berarti meningkatnya jumlah sel yang konstituen (yang menyusun). Apabila disusun 10 bakteri dalam 1 ml medium yang cocok dan 24 jam kemudian ditemukan 10 juta bakteri tiap milimeternya, maka terjadilah pertumbuhan bakteri. Meningkatnya jumlah bakteri terjadi dengan proses yang disebut dengan pembelahan biner, dimana setiap bakteri membentuk dinding sel baru (Volk, 1993).

dengan ukuran kentang 50. Sebelum dilakukan sterilisasi.Pertumbuhan bakteri selain memerlukan nutrisi. 1994). 1993). Ekstrak kentang dan agar disetir dan diatur suhu dan pHnya. Suhu juga merupakan variabel yang perlu dikendalikan.31 g dan agar 4. kecuali Vibrio cholerae yang dapat hidup pada pH lebih dari 8. Disini menggunakan agar untuk mengentalkan medium. suhu optimum untuk pertumbuhannya 20-40oC (Volk.03 g. Pada pembuatan medium NA ini ditambahkan pepton agar mikroba cepat tumbuh. medium berawarna kuning. Pada awal pengamatan medium Nutrien Agar. 1993). peptom 3 g dan agar 3 g. . Medium didiamkan atau disimpan selama 2 x 24 jam untuk menyakinkan bahwa medium masih steril. Pembuatan medium Potato Dextrose Agar (PDA). alat dan medium yang steril juga menentukan (Dwidjoseputro. setelah disterilisasi dalam autoklaf medium berwarna kecoklatan dan didapat endapan berwarna putih. Pembuatan medium Nutrien Agar (NA) menggunakan bahan utama beef ekstrak 5 g. karena mengandung banyak N2 (Dwidjoseputro. karena selain pH sebagai penentu tumbuhnya mikroba. Setelah didinginkan beberapa saat. PH merupakan faktor yang sangat mempengaruhi suatu keberhasilan dalam pembuatan medium sehingga kondisi pH yang terlalu basa atau terlalu asam tidak cocok untuk dijadikan medium mikroba karena mikroba tidak dapat hidup pada kondisi tersebut. 1994). Kelompok terbesar yaitu mesofil. Agar yang digunakan dalam proses ini untuk mengentalkan medium sama halnya dengan yang digunakan pada medium PDA yang juga berperan sebagai media tumbuh yang ideal bagi mikroba (Schlegel. medium dapat ditanami bakteri (Schegel. sebelum proses sterilisasi berwarna kuning. setelah sterilisasi warna medium menjadi agak coklat. 1993). Kebanyakan bakteri tidak dapat tumbuh pada kondisi yang terlalu basa. juga memerlukan pH yang tepat. kentang sudah ditimbang dan direbus.

Jakarta. Sistem kerja filter. Dengan udara panas. gelatin atau gula. Sterilisasi secara kimia (misalnya dengan penggunaan disinfektan. Penggunaan autoklaf untuk sterilisasi.D. seperti pada saringan lain adalah melakukan seleksi terhadap partikelpartikel yang lewat (dalam hal ini adalah mikroba) (Suriawiria. 2005). Dasar-Dasar Mikrobiologi. Autoklaf digunakan sebagai alat sterilisasi uap dengan tekanan tinggi. maka setelah sterilisasi medium harus segera didinginkan. Sterilisasi secara fisik (pemanasan. -Lim. 1993. Medium yang mengandung vitamin. 2nd Edition. 1998. 1994). c. -Hadioetomo. tutupnya jangan diletakkan sembarangan dan dibuka-buka karena isi botol atau tempat medium akan meluap dan hanya boleh dibuka ketika manometer menunjukkan angka 0 serta dilakukan pendinginan sedikit demi sedikit. Cara ini untuk menghindari zat tersebut terurai. dipergunakan alat “bejana/ruang panas” (oven dengan temperatur 170o – 180oC dan waktu yang digunakan adalah 2 jam yang umumnya untuk peralatan gelas). misalnya adalah dengan saringan/filter. lebih lengkapnya silakan lihat di: -Dwidjoseputro. Gramedia.Sterilisasi yang umum dilakukan dapat berupa: a. R.S. Microbiology. larutan formalin). McGrow-hill book. Medium dapat langsung disimpan di lemasi es jika medium sudah dapat dipastikan steril (Dwidjoseputro. Mikrobiologi Dasar Dalam Praktek. Sterilisasi secara mekanik. digunakan untuk beberapa bahan yang akibat pemanasan tinggi atau tekanan tinggi akan mengalami perubahan. D. New york. Djambatan. b. Jakarta. 1994. . larutan alkohol. penggunaan sinar gelombang pendek yang dapat dilakukan selama senyawa kimia yang akan disterilkan tidak akan berubah atau terurai akibat temperatur atau tekanan tinggi).

A & Wheeler. Cambrige University Press. Jakarta. Mikrobiologi Dasar. F. W. Mikrobiologi Dasar Jilid 1 Edisi ke 5. 1993. Suriawiria. Papas Sinar Sinanti.H. M. -Volk . Jakarta. 1993. 2005. U. G. . Erlangga. General Microbiologi seventh edition.-Schegel. USA.