Kelebihan dan kelemahan antara KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) dengan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi

)
POSTED ON MARET 1, 2012 BY I'M SPARKYU

1 KTSP atau Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan adalah sebuah kurikulum operasional pendidikan yang disusun dan dilaksanakan oleh masing-masing satuan pendidikan di Indonesia.KTSP secara yuridis diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan. Penyusunan KTSP oleh sekolah dimulai tahun ajaran 2007/2008 dengan mengacu pada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) untuk pendidikan dasar dan menengah sebagaimana yang diterbitkan melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional masing-masing Nomor 22 Tahun 2006 dan Nomor 23 Tahun 2006, serta Panduan Pengembangan KTSP yang dikeluarkan oleh BSNP. Pada prinsipnya, KTSP merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari SI, namun pengembangannya diserahkan kepada sekolah agar sesuai dengan kebutuhan sekolah itu sendiri. KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) terdiri dari tujuan pendidikan tingkat satuan pendidikan, struktur dan muatan kurikulum tingkat satuan pendidikan, kalender pendidikan, dan silabus. Pelaksanaan KTSP mengacu pada Permendiknas Nomor 24 Tahun 2006 tentang Pelaksanaan SI dan SKL. • Kelebihan KTSP (Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) 1. Mendorong terwujudnya otonomi sekolah dalam menyelenggarakan pendidikan. Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu bentuk kegagalan pelaksanaan kurikulum di masa lalu adalah adanya penyeragaman kurikulum di seluruh Indonesia, tidak melihat kepada situasi riil di lapangan, dan kurang menghargai potensi keunggulan lokal. 2. Mendorong para guru, kepala sekolah, dan pihak manajemen sekolah untuk semakin meningkatkan kreativitasnya dalam penyelenggaraan program-program pendidikan.

Pengembangan kurikulum di laksanakan secara desentralisasi (pada satuan tingkat pendidikan) sehingga pemerintah dan masyarakat bersama-sama menentukan standar pendidikan yang dituangkan dalam kurikulum. kemampuan atau kompetensi terutama di sekolah yang berkaitan dengan pekerjaan masyarakat sekitar. 6. Guru sebagai pengajar. serta kebutuhan masyarakat sekitar sekolah. 4. 9. Standar kompetensi yang memperhatikan kemampuan individu. KTSP akan mengurangi beban belajar siswa yang sangat padat. Sekolah dapat menitikberatkan pada mata pelajaran tertentu yang dianggap paling dibutuhkan siswanya. Berbasis kompetensi sehingga peserta didik berada dalam proses perkembangan yang berkelanjutan dari seluruh aspek kepribadian. 5. Karena menurut ahli beban belajar yang berat dapat mempengaruhi perkembangan jiwa anak.3. pelatih dan pengembang kurikulum. Kurikulum sangat humanis. KTSP sangat memungkinkan bagi setiap sekolah untuk menitikberatkan dan mengembangkan mata pelajaran tertentu yang akseptabel bagi kebutuhan siswa. pembimbing. Sebagai contoh daerah kawasan wisata dapat mengembangkan kepariwisataan dan bahasa inggris. maupun konteks social budaya. kemampuan siswa dan kondisi daerahnya masingmasing. yaitu memberikan kesempatan kepada guru untuk mengembangkan isi/konten kurikulum sesuai dengan kondisi sekolah. 10. KTSP memberikan peluang yang lebih luas kepada sekolah-sekolah plus untuk mengembangkan kurikulum sesuai dengan kebutuhan. kecakapan belajar. sebagai pemekaran terhadap potensi-potensi bawaan sesuai dengan kesempatan belajar yang ada dan diberikan oleh lingkungan. Menggunakan pendekatan kompetensi yang menekankan pada pemahaman. 11. 12. sebagai keterampilan hidup. 8. 7. . Satuan pendidikan diberikan keleluasaan untyuk menyususn dan mengembangkan silabus mata pelajaran sehingga dapat mengakomodasikan potensi sekolah kebutuhan dan kemampuan peserta didik. baik kemampuan.

Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana pendukung sebagai kelengkapan dari pelaksanaan KTSP . pengembangan moral yang terpuji. Berpusat pada siswa. Pembelajaran yang dilakukan mendorong terjadinya kerjasama antar sekolah. Kurangnnya SDM yang diharapkan mampu menjabarkan KTSP pada kebanyakan satuan pendidikan yang ada. 19. Batasan tersebut menyiratkan bahwa KBK dikembangkan dengan tujuan agar peserta didik memperoleh kompetensi dan kecerdasan yang mumpuni dalam membangun identitas budaya dan bangsanya. Guru sebagai fasilitator yang bertugas mengkondisikan lingkungan untuk memberikan kemudahan belajar siswa. 18. sebagai syarat sertifikasi guru untukmendapatkan tunjangan profesi. Masih banyak guru yang belum memahami KTSP secara komprehensif baik kosepnya. dinamis dan menyenangkan Sedangkan kelemahan dari kurikulum KTSP adalah 1. serta pemberdayaan sumber daya pendidikan. 16. melalui penerapan KBK tamatan diharapkan memiliki kompetensi atau kemampuan akademik yang baik. sedangkan KBK atau Kurikulum Berbasis Kompetensi adalah seperangkat rencana dan pengaturan tentang kompetensi dan hasil belajar. kegiatan pembelajaran lebih bervariasi. Evaluasi berbasis kelas yang menekankan pada proses dan hasil belajar. sikap. kebiasaan hidup yang sehat. Mengembangkan ranah pengetahuan. Dalam arti. 17. 15. keterampilan untuk menunjung hidup yang memadai. 14. Sulit untuk memenuhi kewajiban mengajar 24 jam.13.maupun prakteknya di lapangan 4. penyusunannya. pembentukan karakter yang kuat. dan dunia kerja yang membentuk kompetensi peserta didik. Menggunakan berbagai sumber belajar. dan ketrampilan berdasarkan pemahaman yang akan membentuk kompetensi individual. 2. . Penerapan KTSP yang merekomendasikan pengurangan jam pelajaran akan berdampak berkurangnya pendapatan guru. Minimnya kualitas guru dan sekolah. masyarakat. 3.

para murid dituntut aktif mengembangkan keterampilan untuk menerapkan IPTEK tanpa meninggalkan kerja sama dan solidaritas. (2) kompetensi dasar. Dahulu pun. Kurikulum berbasis kompetensi merupakan suatu desain kurikulum yang dikembangkan berdasarkan seperangkat kompetensi tertentu. keterampilan dan sikap minimal yang harus dikuasai dan dapat diperagakan oleh siswa pada masing-masing standar kompetensi. Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) atau Kurikulum 2004. Secara materi. adalah pengetahuan. para murid dikondisikan dengan sistem caturwulan.25/2000. para siswa dikondisikan dalam sistem semester. para murid hanya belajar pada isi materi pelajaran belaka. namun meski begitu pendidikan yang ada ialah pendidikan untuk semua. meski sesungguhnya antar siswa saling berkompetisi. yang mencakup komponen-komponen. yakni menerima materi dari guru saja. Kompetensi dasar. keterampilari. Sesuai dengan komponen-komponen tersebut maka format Kurikulum 2004 yang memuat standar kompetensi nasional matapelajaran adalah seperti tampak pada Standar kompetensi diartikan sebagai kebulatan pengetahuan. (3) materi pokok. sebenarnya kurikulum ini tak berbeda dari Kurikulum 1994. Jadi di sini. dan (4) indikator pencapaian. dalam hal ini Depdiknas adalah menyusun standar nasional untuk seluruh mata pelajaran. (1) standar kompetensi. Cakupan standar kompetensi standar isi (content standard) dan standar penampilan (performance standard). Dalam kurikulum terdahulu. adalah kurikulum dalam dunia pendidikan di Indonesia yang mulai diterapkan sejak tahun 2004 walau sudah ada sekolah yang mulai menggunakan kurikulum ini sejak sebelum diterapkannya. sikap. dan juga untak merespons terhadap keberadaan PP No. merupakan jabaran dari standar kompetensi.semangat bekerja sama yang kompak dan apresiasi estetika yang tinggi terhadap dunia sekitar. Dalam kegiatan di kelas. Materi pokok atau materi pembelajaran. Sedangkan dalam kurikulum baru ini. namun subjek. guru hanya bertindak sebagai fasilitator. Mengacu pada pengertian tersebut. maka salah satu kegiatan yang perlu dilakukan oleh pemerintah. perbedaannya hanya pada cara para murid belajar di kelas. Dalam kurikulum 2004 ini. yaitu pokok suatu bahan kajian yang dapat berupa . para siswa bukan lagi objek. dan tingkat penguasaan yang diharapkan dicapai dalam mempelajari suatu matapelajaran. Dan setiap kegiatan siswa ada nilainya.

berpikir. dan menguraikan sesuatu. Mengembangkan kompetensi-kompetensi siswa pada setiap aspek mata pelajaran dan bukan pada penekanan penguasaan konten mata pelajaran itu sendiri 2.bidang ajar. mendengar belajar dengan mengamati dan menggambarkan. membaca.dengan demikian. serta konteks keilmuan suatu mata pelajaran. berbicara. Mengembangkan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student oriented). siswa dapat belajar dengan bergerak dan berbuat belajar dengan berbicara. Guru diberi kewenangan untuk menyusun silabus yang disesuaikan dengan situasi dan kondisi di sekolah/daerah masing-masing 4. mengingat. Penilaian yang menekankan pada proses memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi kemampuannya secara optimal.Kegiatan tersebut dijabarkan melalui kegiatan mendengarkan. proses. isi. Sedangkan indikator pencapaian dimaksudkan adalah kemampuan-kemampuan yang lebih spesifik yang dapat dijadikan sebagai ukuran untuk menilai ketuntasan belajar. menyimpulkan.Pengalamanpengalaman itu dapat diperoleh melalui kegiatan mengindera. dibandingkan dengan penilaian yang terfokus pada konten . dan menulis. merasa.Siswa dapat bergerak aktif secara fisik ketika belajar dengan memanfaatkan indera seoptimal mungkin dan membuat seluruh tubuh serta pikiran terlibat dalam proses belajar. 3. keterampilam. berimajinasi. Bentuk pelaporan hasil belajar yang memaparkan setiap aspek dari suatu mata pelajaran memudahkan evaluasi dan perbaikan terhadap kekurangan peserta didik 5. • Kelebihan / Keunggulan KBK (Kurikulum Berbasis Kompetensi ) 1.serta belajar dengan memecahkan masalah dan berpikir.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful